Melacak jejak pandemi: Bagaimana cara mendeteksi penyakit baru | DW Dokumenter
W6DaUKVtGQo • 2025-04-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Pandemi Covid-19, bencana yang mengguncang dunia menewaskan lebih dari 7 juta orang di seluruh dunia. Pandemi ini disebabkan oleh patogen yang berpindah dari hewan ke manusia. Hal yang dapat kembali terjadi kapanpun. Jika simpanse bisa mati akibat patogen di hutan, ini pasti juga berbahaya bagi kita. Namun, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Para peneliti di seluruh dunia tengah mencari virus baru yang dapat membahayakan manusia. [Musik] Hari ini seorang dokter hewan dan asistennya dari Universitas Grcewal membawa laboratorium portabel dan mengunjungi kandang ayam milik Klaus Hoffman. Pria yang hobi beternak ini tidak menyangka hewan peliharaannya akan berperan penting bagi penelitian global tentang penyakit-penyakit baru. Para ilmuwan ingin mempelajari jenis ayam milik Hoffman. secara mendetail. Kami khusus memilih ayam betina jenis Swedia karena kami mengagumi Swedia. Ayam betina Swedia adalah jenis yang hampir punah di awal tahun 1970-an. Saya kira hanya ada tiga peternakan yang tersisa dan sekitar 400 ekor ayam. Dan dari sanalah populasi ayam saat ini berasal. Para ilmuwan secara acak memilih dan meneliti 40 ekor ayam milik Hoffman. Ini adalah bagian dari penelitian kesehatan skala besar yang diluncurkan 3 tahun lalu. Sejauh ini penelitian telah memeriksa lebih dari 10.000 orang dan peliharaan mereka. [Musik] Selain ayam, Hofman punya seekor anjing yang tinggal [Musik] bersamanya. Hewan-hewan itu terkadang melompat dan seolah memeluk Anda. Mereka menghluk sosial dan tidak begitu agresif. Itu yang kami suka. [Tertawa] Ayam-ayam ini terlihat gembira. Bagus. Itu namanya blondi. Taruh ini di kakinya. Blondi adalah salah satu ayam betina yang dipilih menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap. Dokter hewan akan mengukur suhu dan jumlah virusnya serta tinggi dan berat badannya. Klaus Hofman berusia lebih dari 50 tahun ketika pindah dari kota ke desa agar dapat memelihara hewan. Berapa umurnya? sekitar s tahun dia menetas tahun lalu. Hofman menjual telur berkualitas tinggi dari ayam-ayam yang diternakkan di alam bebas ini. Blondi jenis ayam apa? Jenis ayam betina Swedia. Anda pelihara betina untuk diambil telurnya. Betul. Makan telur memang tidak berbahaya bagi manusia. Tetapi ketika ayam sakit sebaiknya berhati-hati. Bingung ya Blondie. Kamu diapain? Ayam juga dapat menularkan sejumlah patogen kepada manusia yang disebut patogen zonosis. Contohnya salmonella yang dapat menyebabkan diare jika Anda makan telur mentah. itu sudah banyak yang tahu. Namun ada juga patogen lain yang ditularkan ayam ke manusia seperti kampilobakter yang seperti salmonella menyebabkan mual, demam, dan kram perut. Ayam juga dapat tertular flu burung dan penyakit lain yang tidak berbahaya. Mereka juga bisa terjangkit flu biasa. Tapi di sini semuanya sehat. Seperti diketahui ada banyak kasus flu burung di sini. Tahun lalu berlangsung pada musim panas. Biasanya dimulai bulan November. Penelitian ini diberi nama One Health. Tujuannya untuk lebih memahami hubungan antara makhluk hidup, manusia, hewan, dan lingkungan. Mengetahui keterkaitan ini adalah awal pencegahan penyakit menjadi pandemi. [Musik] Patogen yang ditularkan dari hewan ke manusia ditemukan di seluruh dunia. Banyak yang berasal dari hutan. Leon Coadio melakukan penelitian di Afrika Barat untuk menemukan virus di hutan hujan dan cara penularannya ke masyarakat. Dia dan rekannya bertugas mendeteksi penyakit hewan yang dikenal sebagai zunosis sedini mungkin. Ini penting untuk mencegah terjadinya wabah. Di sini manusia dan hewan liar hidup berdekatan. Anda tahu keberadaan kelelawar karena baunya yang khas. Lalu Anda sadar bahwa Anda juga bisa mendengar mereka. Daerah subsahara Afrika kian padat. Semakin banyak orang membutuhkan ruang dan makanan. Cepatnya pertumbuhan populasi ditambah perubahan iklim menyebabkan peningkatan kerusakan habitat satwa liar. Akibatnya keekaragaman hayati menurun dan risiko zunosis meningkat. Saat ini saya tengah meneliti keluarga besar virus corona. Saya telah berfokus pada virus ini dari awal dan menganalisisnya di laboratorium. Saya juga sedang meneliti keluarga filovirus yang mencakup virus ebola. [Musik] Ahli biologi ini memakai jaring untuk menangkap kelelawar lalu menganalisis jumlah virusnya. Kami tahu jenis kelaminnya betina. Timnya sering bekerja di malam hari saat hewan noctturnal ini paling aktif. Mereka melakukan penelitian di hutan hujan besar terakhir di Afrika Barat. Penelitian ini memberikan gambaran umum tentang peredaran virus di area tersebut. Virus yang berulang kali menular ke manusia lewat nyamuk atau kelelawar. [Musik] Kelelawar hidup berdampingan dengan manusia. Mereka memakan serangga dan menunggu hingga malam hari lalu mencari mangsa. Keuntungannya mereka memakan nyamuk. Jadi bila ada kelelawar nyamuk sedikit. Namun kerugiannya mereka dapat menularkan penyakit. Sudah ada banyak virus berbahaya yang menyebar dari hewan ke manusia. Flu Spanyol yang melanda dunia pada tahun 1920-an menewaskan sekitar 50 juta orang. Burung liar turut berperan dalam penyebarannya. Ebola menyerang pertengahan tahun 1970-an dibawa oleh kelelawar dan monyet. AIDS diidentifikasi pada tahun 1981. Simpanse berperan dalam penyebaran virus yang telah menewaskan lebih dari 40 juta orang hingga saat ini. Wabah flu burung kian sering terjadi sejak tahun 1997. Wabah ini sangat berbahaya bagi unggas dan dapat menginfeksi manusia. Wabah ini dapat menjadi pandemi berikutnya. Dan yang terakhir, COVID-19 yang kemungkinan besar menular ke manusia dari kelelawar. Para peneliti terus menemukan virus baru di hutan. Beberapa di antaranya bisa berbahaya jika virus tersebut sampai menjangkiti manusia akibat penggundulan hutan. Ini adalah pusat kehidupan. Pusatnya dunia virus yang tidak bisa ditemukan di desa atau kota. Jika ingin mencegah pandemi, kita harus melakukan penelitian di sini untuk mengetahui virus mana yang beredar di sini. [Musik] Leonardio bekerja sama dengan seorang pakar asal Jerman dari Helmhols Institute di Chisf Fabian Landers telah berkali-kali ke Afrika. Dokter hewan sekaligus profesor ini adalah yang terdepan dalam mengungkap virus baru yang berbahaya. Dia anggota komisi internasional yang meneliti asal-usul virus corona untuk organisasi kesehatan dunia. Saat ini dia menjabat sebagai direktur pendiri Hemhold's Institute for One Health di Christw. Penelitiannya bertujuan menemukan hubungan antara manusia, hewan, dan lingkungan. Saya tertarik saat melihat masalah baik pada hewan atau orang yang sakit maupun mati. Saya bertanya, apa sebabnya kenapa bisa sakit? Apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya sejak awal? Untuk mengantisipasi wabah. Jika ingin mengantisipasi wabah, kita perlu tahu patogen mana yang sedang menyebar dan kondisi dunia hewan serta tumbuhan. Patogen cenderung tidak berkembang biak di lingkungan alam yang beragam. Karena itu, menjaga keanekaragaman hayati adalah bagian penting dalam mencegah pandemi. Landz menghabiskan sebagian besar waktunya di universitas. Kadang ia melakukan kunjungan lapangan dengan anak-anaknya dan anak-anak tetangganya. Kalian sekarang jadi kelinci percobaan. Kita mau lihat apa kita bisa bereksperimen ini dengan lalat-lalat ini. Kalau tidak, saya akan melakukannya di hutan Afrika. Profesor yang menerima penghargaan dari PBB itu ingin membangkitkan minat kaum muda pada sains. Coba lihat apa kita bisa melakukan sedikit percobaan ilmiah. Tugas hari ini adalah mendapatkan gambaran umum keanekaan hayati di daerah tersebut dengan cara menangkap lalat. Ada banyak pertanian monokultur di sini. Tetapi ada juga lahan yang belum tersentuh. Lihat keaneka ragainya berubah. Itulah tujuan tim ini. Semakin beragam keanekaragaman hayati, semakin rendah risiko zunosis. Tim akan melakukan riset dengan memakai perangkap lalat buatan keluarga Landards. Hab ich jetzt mehrere. Das sind ganz einfach. Ini perangkap sederhana yang kami jahit sendiri. Patogen berbahaya, tidak dapat berkembang tanpa kendali di lahan alami. Jamur, virus, atau bakteri punya sedikit peluang berkembang biak di lingkungan alami yang beragam. Lalat yang mereka ingin tangkap diharapkan dapat mengumpulkan materi genetik lingkungan tersebut. Kita taruh hati ayam yang disukai lalat. Kalau sudah terperangkap, kita bawa ke laboratorium untuk melihat jenis kotoran atau jenis bangkai tikus yang mereka lewati. Prinsipnya sederhana, lalat itu ibarat lap. Baik itu bunga atau tumpukan kotoran, kaki berbulu mereka akan menangkap jejak apapun yang dilewati. Saat menganalisis lalat, Anda akan tahu spesies yang hidup di sini dan yang tidak. Diperkirakan ada sekitar 8 juta spesies hewan dan tumbuhan dan lebih dari 1 juta spesies terancam punah. Ikan, serangga, amfibi, dan burung sangat terancam punah. Perubahan iklim dan pertanian intensif membawa kerusakan besar bagi dunia hewan dan tumbuhan serta mengancam keseimbangan alam. Ya. I lalat-lalat ini hewan pemalu. Kita harus tunggu sebentar di sini dan membiarkannya. Hati ayam ini menarik lalat tersebut hanya dalam hitungan menit. Kelihatan enak ya. Itu ada yang gemuk. Yang itu berhasil keluar. Dia beruntung. Ayo pegang di sebelah sini dan saya mulai dari sini. Bagus. Lalatnya terbang ke atas dan terperangkap dalam tabung laboratorium. Sekarang kita sudah punya lalatnya itu. Lihat yang gemuk. Bagus sekali. Ini yang kita mau. Nah, dia sudah terperangkap. Ini cuma stetes alkohol. Mereka sekarang tertidur tenang karena alkohol. Analisis laboratorium akan memberikan bukti bahwa ladang tersebut dihuni beragam spesies seperti luak, burung skylar, dan kadal [Musik] pasir. Universitas Cracewal, tempat lands mengajar adalah pusat penelitian one health di Jerman. Drter hewan Susan Mucantat yang memeriksa hewan peliharaan untuk studi kesehatan dan Henry Folsk yang memimpin penelitian besar di area tersebut juga ingin mendeteksi penyakit zunosis sedini mungkin. Klaus Hoffman mampir ke institut itu. Kali ini para peneliti berencana memeriksa kesehatannya. Bapak Hofman, terima kasih sudah datang. Pemeriksaan kesehatan sangat penting bagi orang yang kami pilih. Anda juga punya hewan peliharaan? Iya. Kami punya sekitar 40 ayam Swedia, anjing dan lebah. Berapa koloni lebah? 10. Banyak juga ya. Sudah berapa tahun Anda memeliharanya? Baru 3 tahun. 3 tahun. [Musik] Klaus Hoffman berusia 50-an tahun. Asisten riset akan mengumpulkan data kesehatan komprehensif darinya, lalu membandingkannya dengan kesehatan hewan peliharaannya. Sekarang tangan kiri. Siap, ya. Mulai. 1 2 3 51,8 uji genggaman. Seberapa kuat dia bisa menggenggam? Kekuatan genggaman memberi informasi tingkat kebugaran Klaus Hofman. Di wilayah ini kami beruntung tinggal di pedesaan dan masih banyak terdapat peternakan. Kami tahu dari penelitian sebelumnya bahwa hampir 50% orang dewasa di Jerman bagian timur laut punya hewan peliharaan di sekitar rumahnya. Pemeriksaan USG, tes kebugaran dan tes darah. Seberapa sehat warga di area ini? Terkadang orang membawa patogen berbahaya dari hewan tanpa menunjukkan gejala penyakit apapun. Tes ini akan mengungkap kebenarannya. Ini adalah penelitian populasi paling lengkap yang pernah dilakukan. Penelitian hewan akan membuatnya lebih komprehensif lagi. Saya tidak tahu apakah ada penelitian yang sebanding. Pemeriksaan kesehatan Klaus Hofman memakan waktu beberapa jam. Dia harus kembali 5 tahun lagi untuk diperiksa ulang. Datanya kemudian akan dikorelasikan dengan perkembangan kesehatan ayam-ayamnya. Penelitian ini membantu pemahaman perkembangan penyakit zunosis. Kita membutuhkan yang kedua untuk menariknya naik turun. Kita butuh titik tumpuh. Tidak baik mengikatnya di dasar hutan. Batu besar tidak ada batu. Simpanse memperebutkannya. Mereka butuh batu untuk memecah kaca. Batu dianggap suci di hutan ini. Jangan sentuh batu apapun. Kebun botani di Universitas Christwald memiliki rumah kaca yang memuat hutan kecil dan ladang uji untuk membantu persiapan penelitian di Afrika. Saya suka ini. Tempat ini indah. Ada banyak tanaman bagus mengingatkan saya pada hutan hujan asli dan suhunya yang berbeda. Bagian atas lebih hangat daripada di bagian bawah dan perubahan iklim membuat suhu semakin meningkat. Bagaimana perubahan iklim di hutan mempengaruhi perkembangan virus baru? Itulah yang ingin diketahui Fabian Landert dan rekannya Philip Leman. Tugas hari ini adalah memasang pengukur suhu kecil untuk menjalankan sejumlah pengujian. Sebelum memulai penelitian, kami perlu mengetahui bahwa data telah dikumpulkan secara optimal. Itu sebabnya kami melakukan uji coba di sini untuk melihat apakah alat pengukur suhu ini berfungsi dari permukaan tanah hingga ke puncak pohon. Alat pengukur ini berfungsi menyediakan data dari daerah tropi selama 10 tahun dari hutan hujan dan hutan reboisasi. serta dari pemukiman warga. Para peneliti ingin tahu serangga dan hewan pengerat apa yang membawa virus berbahaya dan di hutan mana mereka ditemukan, serta bagaimana perubahan iklim ikut memengaruhinya. 3/4at dari semua penyakit menular baru berasal dari hewan. Ini termasuk ebola, AIDS, dan COVID-19. Kita tidak begitu paham cara iklim mempengaruhi hewan dan spesies dan apa dampaknya bagi kesehatan manusia dan hewan. Dengan kata lain, kami perlu data ini untuk menentukan langkah yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki keadaan dan mengurangi risiko. Para peneliti memasukkan alat khusus berbentuk pedang ke dalam tanah untuk mengukur kelembaban. Uji coba di Chryswalt ini akan berlangsung 2 bulan. Alat pengukur suhu dan kelembapan ini lalu dikirim ke hutan hujan ta di Afrika Barat. [Musik] Leon Kowadio tengah melakukan penelitian di hutan. Habitat kera di daerah ini terancam akibat perburuan dan penebangan. Hilangnya habitat tersebut membuat hewan stres dan stres menyebabkan penyakit. Monyet adalah inang banyak virus yang memungkinkan kita memprediksi epidemi. Mengetahui bakteri dan virus yang dibawa monyet artinya kita akan punya kesempatan untuk mengetahui patogen bermasalah yang tengah beredar. Kita lalu dapat mengambil tindakan untuk mencegah wabah di wilayah tersebut. Tindakan pencegahan meliputi vaksinasi atau karantina. Ahli biologi ini mengumpulkan sampel kotoran monyet untuk memeriksa apakah kotoran tersebut mengandung bakteri dan virus yang berbahaya bagi manusia. Apa kita menemukan patogen? Apakah ini akan menular dan membahayakan manusia? Berbahayakah keberadaan manusia bagi hewan? Meneliti kedua sudut pandang ini sangatlah penting. Satu, berfokus pada kerah. Satu lagi pada manusia. Karena kita juga dapat menularkan penyakit kepada kerah. Kehidupan yang sehat di bumi butuh keseimbangan keanekaragaman hayati. Hal ini berlaku untuk semua makhluk hidup dari mamalia terbesar hingga dunia virus. Kita harus membiarkan alam mengatur diri sendiri. Kita tidak bisa menghancurkan alam untuk menyelesaikan suatu masalah. Kita adalah bagian dari rantai ini. Dan jika kita memutus rantai ini, semua orang akan menderita. Hal terbaik adalah menjaga keseimbangan. Ini adalah siklus. Kita harus melindungi dan merawat hutan. Anggota tim Leons rutin mengunjungi penduduk di daerah tersebut untuk menyebarkan pesan ini. Patogen berbahaya dari hutan jangan sampai menular ke manusia. Ini hanya dapat dicapai dengan bantuan warga setempat. [Musik] Tiap tahun, tiap bulan kami mengunjungi desa-desa di sekitar hutan hujan tai dan mensosialisasikan risiko yang mungkin datang dari [Musik] hutan. Malam ini kami berbicara tentang zonosis. Langkah pencegahan munculnya pandemi baru. Mengurangi kontak antara manusia dan hewan liar. Tidak mengonsumsi daging hewan liar yang tidak dikenal. Menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dan merebus air. Melindungi diri dari gigitan nyamuk karena nyamuk dapat menularkan penyakit dan melestarikan hutan hujan. Semakin banyak hutan yang ditebang, semakin cepat virus berbahaya menyebar ke seluruh dunia. Penduduk setempat juga harus dapat membiarkan hutan hujan tetap utuh. Ini hanya mungkin terjadi jika mereka punya cara lain untuk mencari nafkah. Zunosis tidak hanya terjadi di Afrika, tapi juga di [Musik] Jerman. Anjing milik Klaus Hofman Tongka akan menjalani pemeriksaan. penyakit apa yang ia derita dan mungkin juga diderita oleh pemiliknya. Misalnya, jika anjing menderita periodontitis, penyakit gigi akibat bakteri, pemiliknya sering juga menderita penyakit yang sama karena manusia dan anjing saling bertukar bakteri. Ada sedikit kemerahan di gusinya. Namun, penularan patogen antara manusia dan hewan seringkiali tidak terdeteksi. Hewan yang dibawa ke dokter hewan tentu akan diperiksa dengan sangat teliti saat pemeriksaan maupun vaksinasi. Namun tentu saja lingkungan manusia dan hewan tidak terlacak dengan baik. Sekarang kami bisa melacaknya secara ilmiah untuk melihat bagaimana hewan hidup berdampingan dengan manusia. Kita harus selalu melihat dari kedua sisi. Semakin kita tahu patogen mana yang tengah beredar dan cara penularannya, semakin baik pula kita dapat mencegah pandemi berikutnya yang berbahaya. Aku
Resume
Categories