Transcript
jjEepTeIwd8 • Perjalanan hidup seorang Tuli: Menembus sunyi dalam dunia yang bersuara | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0031_jjEepTeIwd8.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Waktu usia 15 tahun saya terkena meningit selangka. Saya hampir tidak bisa bergerak, demam tinggi dan telinga rasanya seperti tersumbat kapas. Saat pendengaran saya mulai menurun, saya makin cemas. Saya tidak menyangkakan tulis selamanya. Implan koklea memberi saya kebebasan karena bisa berpartisipasi dalam kehidupan seperti orang lain juga. Saya Oliver, 37 tahun, suami dan ayah dua anak. Saya tuli tapi masih bisa dengar. Saat ini saya mendukung orang lain dalam situasi serupa untuk menerima dan memahami implan koklea. Civator, pendukung, dan pendengar yang baik. [Musik] Ya, ich saya beruntung dalam tanda kutip karena sudah berumur 15 tahun waktu kena meningitis. Jadi, penguasaan bahasa saya sudah lengkap. Dengan implan koklea C, saya mendapat kembali 80 sampai 90% pendengaran dengan cepat. Hasilnya baik. Sekarang saya di pusat C di Fredberg untuk pertemuan lanjutan. Mereka akan memeriksa pendengaran saya dan melakukan pengaturan kecil agar saya bisa mendengar lebih baik lagi. Hai Olli. Ach Mensch. Hai. Schön dich zu sehen. Lang sagen. Jadi bagaimana hari ini? Dari sebelah mana kita mulai? Kita mulai dari kiri. Baik. Sekarang lepas yang kanan lalu kita akan mulai dengan satu suku kata. Tolong ulangi setelah saya. Glut glut er erz spel. Mos mos kran kran kamu bilang kran atau gr saya bilang kran krans seperti karangan bunga natal yang digantung di pintu semua benar 100% bagus saat ini ada remaja namanya Ben di ruang rehabilitasi saya rasa dia akan sangat senang senang kalau bisa bertemu pengguna C dewasa dan mungkin melakukan wawancara singkat dengan senang hati. Itu dia. Hai, saya Oli. Saya Ben. Senang bertemu kamu. Sama-sama. Bagus. Bisa kita duduk? Pada saya begini kejadiannya. Kata orang tua saya, saya menjalani operasi pada otak kecil dan itu sebabnya. Kami tahunya saat barbecue dan bermain permainan tukang pos dan kuda bisik. Ibu berbisik di telinga kiri saya, tapi saya tidak dengar apa-apa. Kasus saya, saya sempat tulis total selama beberapa minggu dan belum jelas apa saya bisa mendengar lagi. Lalu saat janji temu pertama di rumah sakit universitas, seorang pria memasang implannya dan bilang, "Sekarang kamu bisa mendengar." Saya langsung mengerti yang dia bilang. Ibu saya yang duduk di samping saya langsung menangis. itu sangat emosional. Waktu ibu berbisik di telinga kiri, saya mengerti itu sangat menyenangkan. Itu momen yang sangat indah dan tak terlupakan. Setiap kali saya bertemu atau ngobrol dengan orang yang punya gangguan pendengaran seperti sekarang, saya merasa tidak sendirian. Tentu ada saat-saat saya berpikir mengapa saya tuli, mengapa saya seperti ini? Saat seperti itu penting untuk bisa berbagi dengan orang lain dan ngobrol seperti sekarang atau mengingat bahwa kita istimewa, kita seperti setengah manusia, setengah mesin dan itu keren juga. Kamu punya nama isyarat apa itu? itu seperti singkatan, bukan nama yang dieja. Itu cara singkat yang biasanya berkaitan dengan ciri khas pribadi atau semacamnya. Ini nama isyarat saya, Mengelus Janggut. Lalu saya akan bilang, "Nama saya Oliver." [Musik] Itu keren sekali. I senang kalau kita bisa bertemu lagi. Semoga senang di sini. Sampai jumpa. Tidak ada yang benar-benar bisa membayangkan hidup dengan gangguan pendengaran. Bahkan orang tua saya belum sepenuhnya mengerti. Kami tidak pernah benar-benar membicarakannya. Bagaimana rasanya menghadapi ini dan dampaknya bahkan sampai hari [Musik] ini? Lihat apa yang saya temukan sudah lama sekali. Saya mau buang. Jangan dibuang. Lihat magnetnya masih berfungsi. Ini lebih 20 tahun teknologi C. Coba lihat ada apa lagi. Saya tidak tahu. Hanya melihatnya sebentar. Astaga. Ini kartu ucapan dari teman-teman sekelasku dulu. Mereka tanda tangan dan menulis. Semoga l sembuh. Cepatlah sembuh. Lalu ada catatan dari kakak, kamu benar-benar tidak dengar apa-apa di kedua telinga itu dulu cara kami berkomunikasi hanya lewat tulisan. Und also das so haben wir uns der Zeit, ne? Also da irgendwas [Musik] geschrieben, saya masih ingat kau duduk di depan TV di sofa. Kau duduk di ujung dekat dengan TV dan kau bilang, "Mama, saya tidak dengar apa-apa." Lalu kita ke rumah sakit. Kemudian kita pergi ke Hoet. Ibu terus menunjuk ke rambu-rambu lalu lintas agar kamu tahu kita tidak pulang. Tapi pergi ke Hoes. Momen terburuk adalah saat kami di rumah sakit dengan dokter dan dia memberi banyak obat lalu bilang, "Sekarang kita hanya perlu menunggu." Karena waktu itu dia bisa saja meninggal. Sampai besoknya dokter bilang, "Saya rasa dia akan selamat. Karena kondisi tubuh dia memang kuat. Itu satu hari yang betul-betul buruk. Kami duduk di sana malam itu tidak tahu apa anak kami besoknya masih ada. Itu hal terburuk. Walaupun meningitis kesannya sepele, ada anak-anak yang meninggal karena penyakit ini. Kasusmu waktu itu sudah cukup parah di korteks serebral. Ada orang yang jadi buta. Kau hanya kehilangan [Musik] pendengaran. Ini mungkin kedengaran aneh, tapi dari hati terdalam saya pikir kasusmu lebih baik. Tentu jauh lebih baik kalau kau masih bisa mendengar. Tapi yang penting kau tetap hidup. Kami hanya berpikir yang penting dia masih hidup. yang lain bisa kami atasi. Yang penting dia masih ada. [Musik] Iya, itu sangat emosional. Banyak hal jadi teringat lagi. Banyak hal yang saya sudah lupa. Sekarang semuanya muncul lagi. Betapa dramatisnya saat-saat itu. Betapa buruknya situasiku. Setidaknya untuk waktu 24 jam. I perlu waktu untuk mencernanya. [Musik] Saya keluar dari rumah sakit, tinggal di rumah beberapa minggu. Tapi waktu ada C dan saya bisa mendengar dengan C, saya kembali ke sekolah. Saya waktu itu bermain bola tangan dan kembali ke lapangan. Jadi semuanya jadi seperti sebelumnya. Tapi itu mungkin kesalahannya. Saya tidak mengambil waktu untuk beradaptasi dengan keadaan yang baru. [Musik] Saya langsung kembali ke rutinitas lama melanjutkan apa yang saya lakukan sebelumnya dan itu membuat saya sering kewalahan dan kelelahan dan saya tidak tahu bagaimana mengatasinya. Ada beberapa momen di mana saya tidak mendengar sama sekali. Misalnya waktu mandi karena perangkat ini hanya tahan air sampai batas tertentu. Jadi waktu mandi atau di kolam renang saya benar-benar tuli. Saya sudah makan dan akan jalan-jalan keluar dengan dia. Oke. [Musik] Mau titip sesuatu? Aku akan ke apotek. Semprotan atau tetes hidung. Bilang dada papa. sampai nanti. Sampai nanti. Sonya adalah perempuan terkuat yang pernah saya temui. Dia benar-benar berhati besar, sangat berempati dan menerima saya apa adanya. [Musik] Otak harus belajar lagi cara mendengar baru dengan C. Artinya hanya ada pendengaran aktif, bukan pendengaran pasif seperti orang yang tidak tuling. Itu perlu konsentrasi 100%. Jadi saya tidak dengar apa yang terjadi di sekeliling saya. Saya tidak akan dengar kalau misalnya ada mobil di belakang saya. Aku mau memanjat itu. Ulangi lagi, Papa tidak dengar. Aku mau memanjat itu. Manjat apa? Memanjat itu. Orang harus fokus 100% pada semua yang terjadi di sekitar. Apa yang dikatakan? Kalau tidak bisa salah paham. tidak mengerti atau hanya menangkap sebagian dan mungkin tidak paham konteksnya. itu kerja keras sepanjang hari fokus pada setiap informasiun itu butuh banyak energi terutama dengan anak-anak di mana ada tingkat kebisingan yang berbeda dalam situasi stres jadi lebih sulit berkomunikasi kami juga melaksanakan kursus bahasa isyarat dan tentu bagus kalau kami punya sarana yang bisa membantu dalam situasi seperti [Musik] ini kami dalam perjalanan ke Bednauhaim. Kami akan ke klinik rehabilitasi tempat Yohanna. Dia sedang menjalani rehabilitasi di sana dan hampir selesai. Saya kenal Yohan dari kelompok SelfH. Saya bergabung dengan kelompok ini awalnya secara kebetulan saja. Lalu saya menyadari betapa bagusnya kelompok sosial itu. Betapa hebat orang-orang yang saya temui di sana. Hey, dich se [Musik] kamu tidak bisa mendengar di satu sisi sejak usia 2 tahun. Kamu menyesal dapat implan? Tidak sama sekali. Ini sebenarnya hal terbaik yang bisa saya lakukan. Saya ke sini dengan pikiran akan menjadi lebih baik karena pendengaran kamu tidak dengar apa-apa. Saya lihat kamu pakai otoplastik. Desainnya bagus. Terlihat bagus sekali. Benar. Saya ingin orang tahu mengapa saya terkadang bereaksi berbeda atau bahkan tidak bereaksi. Saya suka. Bagaimana rasanya sekarang dibanding beberapa minggu lalu? Jauh lebih baik, lebih alami. Lebih alami apa? Awalnya terdengar cempreng, metalik, seperti robot, seperti suara Darth Vader. Ada banyak fase dalam hidup saya di mana saya sangat frustrasi, kekurangan energi, dan tidak punya motivasi. Tapi saya tidak pernah bertanya pada diri sendiri mengapa bisa begini. Sekarang sebagai bagian dari program kelompok ini, saya dipaksa menghadapinya agar bisa menjadi teladan bagi orang [Musik] lain. Di kelompok kami yang lebih muda, tren sekarang adalah membuatnya semenarik mungkin supaya orang bisa langsung melihat dari luar bahwa, "Hei, saya punya sesuatu dan kalau mau tahu langsung saja tanya dan bicarakan dengan saya. [Musik] cukup ribut di sini. Saya akan beralih ke modus reduksi kebisingan supaya suara cangkir dan sendok [Musik] disaring. Lebih baik jauh lebih baik. Tunjukkan lagi foto yang kamu ambil sebelumnya. Coba lihat. Oh, keren. Mau kita upload? Iya, upload dan kirim ke saya. Dia bisa sangat meyakinkan. Dia selalu ajak ke acara-acara di mana awalnya orang mungkin merasa ragu atau tidak cocok, tapi dia membuatnya terasa mudah di sini sekarang gerimis. Ini tidak bagus karena kami memakai teknologi di telinga. Jadi selalu baik untuk membawa penutup kepala atau payung agar [Musik] terlindungi. Kelompok dukungan memberi dorongan kebahagiaan yang nyata. Bagaimana bisa mengajak orang lain mendukung mereka, membantu mereka dengan hal-hal kecil. Dari situ kita dapat banyak. [Musik] Sekarang saya ada janji potong rambut, jadi pasti harus melepas si dan saya tidak akan dengar apa-apa untuk sementara. Tapi penata rambut saya sudah tahu. Dia paham soal itu. Jadi itu bukan masalah. Ada sinyal bunyi di telinga saya. Itu tandanya untuk ganti baterai. [Musik] bat Terutama setelah hari yang stres, sangat menyenangkan untuk istirahat, berada di ruang yang tenang di mana tidak ada yang bisa mengganggu dengan suara. [Musik] Sementara orang lain yang bisa mendengar dipaksa mendengarkan sepanjang hari. Saya bisa melepas alat ini kapanpun dan tidak mendengar apa-apa lagi. Itu seperti fitur khusus yang tidak dipunyai semua orang. Bagaimana kabar si kecil pirang? Bagaimana kabar anakmu Yoni? Dia baik-baik saja. Mungkin dia sedang di Taman Kanak-kanak sekarang. Mereka selalu ada kegiatan pagi, duduk bersama dan [Musik] ngobrol. Iya. [Musik] Done. [Musik] Saya duduk di sofa dan secara rutin menjawab pertanyaan yang datang. Ini salah satunya dari seorang perempuan yang menulis, "Saya duduk menangis di depan profilmu. Saya tidak tahu apa itu karena nasibmu atau nasib kami atau energi positifmu atau hanya karena kamu memberi saya semangat." Dan itu imbalan yang sangat berharga untuk kegiatan saya. [Musik] Kadang saya tulis pesan langsung ke peserta apa mereka datang atau tidak. sekarang kepada [Musik] Yohana Saya berdiri di sini di sudut agar bisa mengawasi semuanya dan menghindari situasi tidak enak karena saya tidak mendengar atau melewatkan [Musik] sesuatu. Hari ini ada pertemuan kelompok. Banyak orang yang bilang tertarik. Lihat saja apa Yohana jadi data. [Musik] Setelah hari yang penuh stres, lebih sulit bagi penyandang gangguan pendengaran untuk ikut pertemuan seperti [Musik] ini. Apa yang mau Anda capai? Kami adalah grup self. Kami hanya ingin membuat grup untuk berbagi, memberi kesempatan bagi orang-orang yang terisolasi untuk saling [Musik] berhubungan. Pada pertemuan pertama di Beduheim hanya ada empat atau lima orang. Sekarang ada sekitar 20 30 orang. Kami terus menjaga hubungan dan itulah yang diinginkan orang. Ini penting untuk mempertahankan dukungan dan saling berkomunikasi. [Musik] Tidak mudah berada di dunia orang yang mendengar. Tapi melalui komunitas ini saya punya harapan bahwa suatu saat orang yang mendengar bisa lebih memahami saya. Mereka menganggapnya biasa. Ya, kamu punya alat ini untuk mendengar. Semuanya baik-baik saja. Tapi setiap malam saya bertanya, apakah saya sudah memahami segalanya dengan benar? Apa saya diperhatikan? Banyak keraguan yang kita bawa sepanjang hidup yang tidak bisa dipahami orang yang mendengar. Ini benar-benar menyegarkan. Ini seperti merecharge Anda dengan pengaruh yang besar. Di sini ada kehangatan. Itu perasaan yang luar biasa. [Musik] My hanya bisa mendengar dengan implan koklea, kata Mimi kepada anak-anak. Ini gambarnya. Ini implan di telinga. Saya sering khawatir kalau alatnya harus diganti nanti. Bagaimana hasilnya? Apa bisa bertahan atau malah jadi lebih buruk? Perjalanan pendengaran saya belum berakhir. Seiring usia ada masalah baru mungkin muncul termasuk yang terkait dengan gangguan pendengaran. Saya punya keluarga yang mendukung terutama Sonya dan komunitas yang memberi banyak masukan. Saya merasa berada di jalur yang tepat. [Musik]