Transcript
l9A_LvKFYU0 • Hacker, Malware, dan Darknet: Ngerinya dampak serangan siber | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0032_l9A_LvKFYU0.txt
Kind: captions Language: id Anda menyebut korban daging. Kenapa mereka? Orang yang mengetik hanya dengan dua jari dan hanya punya satu kata sandi dari nama mereka, nama anjing mereka atau tangga lahir mereka. Orang-orang ini tidak punya kesadaran digital. dan akan dilaha penjahat cyber ibarat daging. Kita tidak bisa duduk di depan komputer seharian kalau tidak tahu risikonya dan cara melindungi diri. Itu tidak bertanggung [Musik] jawab. Penjahat cyber tidak melihat penderitaan yang mereka sebabkan. Jika komputer yang mengendalikan oksigen tidak berfungsi, rumah sakit akan membayar uang tebusan. Kenapa? Karena pasien bisa meninggal. [Musik] Peretas atau hacker zaman sekarang semakin canggih. Mereka memanfaatkan kelemahan di dunia yang sangat terkoneksi ini untuk melancarkan serangan, mencuri uang, dokumen, data pribadi, bahkan identitas kita. Siapapun bisa jadi korban kejahatan baru ini. Mulai dari individu hingga perusahaan, dari rumah sakit hingga sekolah, bahkan otoritas publik. Peretas tidak akan berhenti di masa depan. Seberapa jauh mereka akan bertindak? Kini orang bisa menghasilkan lebih banyak uang dari rumah dan tanpa risiko. Tidak perlu merampok bank dan berpotensi terbunuh. Hampir tidak ada risiko untuk penjahat cyber. Anda anonim dan dapat meretas target pilihan Anda dari rumah. 6 triliun dolar. Itulah perkiraan jumlah uang yang dicuri pertas di seluruh dunia setiap tahunnya. Kejahatan cyber menyumbang hampir 40% dari seluruh tindak pidana di Swiss dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Di Eropa serangan cyber meningkat sebesar 26% pada 2022 dan di dunia 38%. Kelemahannya adalah manusia. Anda bisa saja punya sistem keamanan sebaik mungkin. Tapi tidak berguna jika orang-orang menyerahkan kata sandi mereka dengan sukarela lewat telepon. Dan itu yang terjadi. Misalnya, sepasang suami istri pensiunan dari Swiss. Christian de dulunya seorang koki. Sementara istrinya Dominik bekerja di tempat penitipan anak. Mereka berbagi kisah agar dapat mencegah orang dari tipuan penjahat cyber. Mei 2022. Ibu saya meninggal bulan Mei 2022. kami sangat dekat dan dia tinggal tak jauh dari sini. Saya mulai khawatir ketika melihat ti jendelanya tertutup hari itu. Saya pergi ke apartemennya dan menemukan dia sudah meninggal. Lalu saya menelepon dokter dan pengurus jenazah agar mereka dapat mengambil jenazahnya. Di hari itu saya ingin mencari informasi cara menerbitkan aitu di internet. Ketika masuk sebuah situs muncul pesan yang mengatakan komputer saya telah terinfeksi virus beserta nomor telepon yang harus saya hubungi. Saya kira itu nomor Swiss dan saya kontak. Orang itu bilang komputer saya terkena virus dan menyarankan saya memasang antivirus bernama MAF. [Musik] Kristian memberikan detail kartu kreditnya untuk membayar antivirus itu. Dia hanyalah salah satu korban penipuan daring yang modusnya sangat familiar bagi polisi. Penipuan berkedok bantuan teknis. Saat ini nomor lokal Swiss dapat digunakan dengan layanan voice over IP. Artinya berbasis internet dan panggilan bisa dari mana saja di dunia. Ce numéro peut se trouver à l'out du monde. Ini legal. Para penjahat ini menggunakan nomor lokal dari area korban untuk mendapatkan kepercayaan [Musik] mereka. Saya izinkan mereka mengambil alih kendali komputer dan kemudian layar menjadi hitam dan saya diberitahu kalau mereka akan mulai memindai komputer. Proses ini normalnya akan butuh waktu. Pria itu terus berkata, "Jangan khawatir, kami sedang menghapus virus dari komputer [Musik] Anda. Semuanya baik-baik [Musik] saja. Nada suaranya sangat menenangkan. Tapi setelah berapa lama kami mulai cemas. Saat layar komputer Kristian tetap hitam, ponselnya tiba-tiba sangat aktif. Dia menerima pesan masing-masing berisi jumlah Frank. Dan setiap kali pria ditelepon itu memintanya mengonfirmasi penghapusan virus. [Musik] Dia menelepon dari jam .00 sore hingga 9 malam. Apa tidak terasa aneh? Iya. Tetapi suami saya tidak menggubri saya. Dia yakin pria ditelepon itu adalah solusinya. Esok harinya, pensiunan koki itu menelepon bank. Tidak ada penarikan yang dilakukan. Namun dia curiga dan membatalkan semua kartu kreditnya seminggu berlalu. Lalu saya menemukan tagihan di kartu visa sebesar 10.000 Frank. 10.000 frank tersebut telah ditransfer ke sebuah rekening di Inggris. Pihak bank mengatakan bahwa transaksi itu sah. Christian Dus lalu melapor ke polisi. Apa yang Anda temukan? Masih dalam penyelidikan. Mungkin butuh beberapa bulan untuk dapat informasi nyata. Sekitar 60 hingga 80% korban kejahatan umum melapor ke polisi. Pada kejahatan dunia maya, angkanya turun hanya 10 atau 15% karena malu atau tidak tahu. Banyak yang berpikir tidak ada yang dapat dilakukan. Namun mengajukan pelaporan berguna bagi penyidik. Ini membantu kami mendeteksi pola di mana Tuan X atau Nyonya Y adalah salah satu dari banyak kasus serupa yang memudahkan pekerjaan. Kami dapat mengumpulkan informasi cukup akurat tentang keberadaan para penjahat cyber ini. Ini tidak manusiawi. Seharusnya mereka bekerja daripada mencari jalan pintas untuk kaya lewat komputer. Dan mereka tahu itu merugikan orang lain dan seluruh keluarga. Ini pukulan yang sangat berat, sangat menyakitkan. Saya masih menganggap diri sendiri sebagai peretas. Dan para korban. Korban perlu saya klarifikasi, tidak ada korban. Saya tidak pernah merugikan siapapun lewat peretasan. Jika Anda ingin 250.000 alamat email di Brazil, saya dapat menjualnya dengan harga yang wajar. Orang benar-benar terdampak tentu. Tapi saya tidak tahu apa yang dilakukan pembeli dengan data itu. Misal ada yang membeli 250.000 alamat email di Brazil dan memutuskan untuk mengirim spam. Jika Anda mengeklik email itu, komputer Anda akan diretas dan uang Anda dicuri. Apa saya bertanggung jawab? Memang benar saya yang kasih data itu. Tapi bukan saya yang meretas dan membuat Anda mengklik email. Bukan salah saya jika orang-orang tidak punya kesadaran digital yang baik. Yang salah adalah mereka yang mengklik email itu. Begitulah hidup. Mantan pertas itu menyebut dirinya Rabai Hud. Diambil dari nama pahlawan dalam cerita rakyat dan latar belakang Yahudinya. Dia berbicara dengan kata panggil orang ketiga, sering merujuk diri sendiri sebagai sinagoge, dan selalu memakai topeng. Saya senang bekerja. Itu hal baik. Anda tidak bisa sukses tanpa bekerja keras dan tidak ada yang lebih buruk daripada sifat malas. Namun yang saya maksud adalah kerja cerdas. Ayah saya bekerja keras dan dibayar 15 euro per jam seumur hidupnya. Dan sekarang dia tinggal di apartemen pemerintah yang kecil. Uang pensiunnya pun sedikit. Saya tidak mau berakhir seperti itu. Saya akan melakukan apapun untuk mendapatkan 100 kali lipat dari yang dia dapatkan dengan usaha yang jauh lebih sedikit. Ibu meninggal saat saya 13 tahun. Masa kecil saya sulit. Saya menghabiskan sebagian besar masa kecil di depan komputer dan menemukan hobi saya. Dimulai dari penipuan kecil-kecilan. Lalu saya sadar ini bisa jadi bisnis masa depan. Anda bisa dapat banyak uang tanpa perlu kuliah. Saya bertemu banyak orang menarik, tidak pernah secara langsung, tapi saya bisa habiskan sekitar 10 jam sehari mengobrol dengan orang-orang itu. Pada dasarnya mereka adalah hidup saya. Saya tidak suka berpesta atau nonton bola. Waktu muda saya menghabiskan waktu di depan komputer mencari tahu bagaimana cara supaya tidak miskin dan dia tidak butuh waktu lama untuk menemukan caranya. Berselancar di darknet, tempat virtual untuk membeli obat terlarang, senjata, perangkat lunak bajakan, film bajakan, pornografi anak, dan dokumen identitas curian. Transaksi dilakukan anonim dan seringki tidak dapat dilacak. Kami membeli satu komputer hanya untuk menjelajahi belantara digital ini. Seorang pakar keamanan cyber memandu kami dan menunjukkan cara melindungi diri. Kami memasuki forum penjualan untuk bertemu pengguna lain. Saya menjual barang yang tidak akan saya sebutkan. Bisa jadi kita sedang diawasi di GSI dan kita tidak mau terjadi apa-apa pada sinagoge. Karena sinagoge tidak luput dari kesalahan. Dia pernah ditangkap setelah peratasan gagal. Dia lolos dari hukuman penjara lalu memutuskan berhenti. Dia pun meninggalkan Darknet. Terakhir kali saya masuk ke Darknet tahun 2017. Setelah saya ditangkap, saya memutuskan berhenti dari dunia kriminal. Saya masih punya 2500 kontak. Saya kehilangan teman akrab. Itu sangat sulit, tetapi itu harus dilakukan. Sejak itu dia memutuskan untuk memperingatkan orang-orang tentang bahaya kejahatan dunia maya dan meningkatkan kewaspadaan digital mereka. Rabai Hood muncul dengan buku-buku, seminar, dan wawancara yang juga menghasilkan uang baginya. Apa Anda kaya secara nurani? Iya. Sinagoge kaya hati nurani. Secara finansial? Tergantung nilai tukar Bitcoin. Berapa Bitcoin Anda? Saya tidak bisa jawab. Petugas pajak mungkin tertarik dan dapat membuat sinagoge ditangkap lagi. Apa itu rahasia? Periksa saja laporan keuangan saya. Maaf, saya tidak akan mengatakannya. Kejahatan dunia maya sedang marak dan korban terbesarnya adalah korporasi. Jumlah serangan terhadap bisnis melonjak hingga 26% pada tahun 2022 dan di Swiss hingga 61%. Organisasi penjahat cyber lebih suka menargetkan lembaga, organisasi, bank, dan perusahaan industri. Senjata pilihan mereka malware. Kerugian terbesar pekerjaan orang-orang. Orang ini kehilangan segalanya termasuk seluruh tenaga kerjanya. Nesa Meta dulunya adalah kepala Swiss Windows, sebuah perusahaan yang memiliki hampir 200 karyawan. Saat membeli perusahaan tersebut di tahun 2016, dia telah siap menghadapi apapun kecuali serangan cyber. Kini seluruh proses produksi dilakukan secara digital. Ini membuat serangan cyber lebih berbahaya karena jika komputer mati, produksi lumpuh. Hidup bisa mendadak berubah karena takdir. Dan itu terjadi pada saya. Saya masih ingat dengan jelas. Mati total. Semua layar menjadi hitam. Itu hari Jumat. Hari Jumat di bulan Mei 2019, Swiss Windows menjadi salah satu perusahaan pertama di negara ini yang menjadi sasaran serangan malware, perangkat lunak yang dirancang untuk melumpuhkan komputer. Para peretas meminta uang tebusan sebagai imbalan untuk memulihkan akses korban ke data mereka. Kami menelepon polisi, tapi mereka belum paham tentang ini. Mereka mengirimkan satu petugas. Mata pencarian hampir 200 orang dipertaruhkan dan hanya satu petugas yang datang memeriksa. CEO dan karyawannya benar-benar tidak berdaya. Bagaimana mereka bisa mendapatkan kembali data komputer perusahaan? Data cadangannya juga diretas. Peretas meminta tebusan sekitar 1 juta flank dalam bentuk Bitcoin. Kami tidak membayar karena alasan keuangan. Kami termasuk yang pertama di retas. Jadi tidak yakin akan mendapatkan kembali data kami. Swiss Windows membangun kembali sistem komputer mereka dengan bantuan perusahaan teknologi informasi. Sebuah proyek yang sangat besar. Para pekerja harus tinggal di rumah sementara sistem dibangun kembali. Produksi terhenti dan perusahaan tidak dapat mengakses pesanannya. Pelanggan awalnya mengerti, tapi kemudian banyak yang menuntut diskon besar karena tertundanya pengiriman. Masalah ini membesar hingga Swiss Windows dinyatakan bangkrut pada Februari 2022 karena kekurangan dana. Penjahat cyber tidak melihat penderitaan. yang ditimbulkan. Jika ada yang mencuri toko, mereka dapat melihat kerusakannya. Namun, peretas duduk di tempat berbeda dan tidak dapat melihat penderitaan yang dialami 200 orang ini beserta semua pelanggan dan pemasuk. [Musik] Penderitaan ini disebabkan oleh satu klik di mouse komputer. Seorang karyawan di perusahaan ini tidak sengaja mengklik email palsu. Ini adalah serangan fishing. Membuka email atau mengklik tautan dapat mengunduh malware di komputer target. 80% dari serangan cyber terjadi lewat fishing. Orang masih tertipu. Tentu saja Anda pasti terkejut. Hingga 30% peserta kursus kami masih mengklik tautan semacam itu. Sangat mudah bagi peretas untuk menyusup lewat seseorang yang tanpa sadar sudah membantu. Yang lebih mengejutkan adalah betapa cepatnya mereka mengklik bahkan hanya dalam 30 detik. Tapi orang-orang di jabatan tinggi seharusnya tidak mengklikkan. Seharusnya iya. Tapi kita manusia dan siapapun hingga manajemen dapat terjerat tipuan fishing bahkan pakar keamanan TI. Tidak ada jaminan. Dominik Vidal paham tentang keamanan cyber. Dia pernah empat kali menjadi juara harapan dalam kompetisi Capture the Flag di Las Vegas Olimpiade Pertasan Komputer. Kini dia mengepalai tim keamanan cyber yang beranggotakan 30 orang di Swiss. Kliennya meliputi bank, perusahaan, asuransi, dan bisnis kecil hingga menengah. Hari ini dia menguji keamanan cyber di pusat medis baru di Bern. Kekhawatiran utamanya adalah kesejahteraan pasien. Mungkinkah data medis mereka dicuri? Seperti yang terjadi pada ribuan pasien Swiss tahun lalu, para direktur menyewa seabs untuk melakukan uji penetrasi atau penest. Penestenario. Sebuah perusahaan bisa jadi sangat yakin telah terlindungi dengan baik dari serangan cyber. ini akan benar-benar menentukan meningkatnya kejahatan dunia maya mendorong perusahaan, bank, dan berbagai lembaga untuk melakukan uji penetrasi. Hacker pada umumnya menyerang secara daring, tapi terkadang bisa juga langsung di lokasi. Beberapa bahkan melakukan kunjungan ke rumah. Kami khusus diundang untuk menemani empat anggota Secur Lab saat mereka mencoba mertas pusat medis di Bern. Hacker palsu dilengkapi kamera tersembunyi. Manajemen telah diberitahu tetapi staf lainnya belum. Dominik Vidal akan mengikuti operasi rahasia ini dari jarak jauh. Di gedung ini, ruang konferensi dan ruang praktik dokter dapat disewa. Para pertas menyewa salah satu [Musik] ruangan. Tugas mereka adalah menguji semua koneksi ke berbagai perangkat di jaringan internal. Saya masuk. Bagus. Hacker menemukan dokumen rahasia dan titik lemah serta kata sandi yang dapat diakses siapapun. [Musik] Kami dapat mengakses banyak sekali data medis, korespondensi, gambar komputer yang menunjukkan lokasi nyeri pasien, bahkan informasi kontak pribadi mereka. Salah satu hacker mencari target dan membujuk mereka untuk memasukkan sebuah USB ke komputer mereka. Uji coba ini juga melibatkan penilaian tingkat kesadaran staf. Bisakah tolong cetak dokumen ini untuk saya? Ya, tentu saja bagus. Kesalahan fatal. Karyawan tersebut akan mengunduh virus saat mengklik file yang akan dicetak. Hacker akan mengambil alih komputer dalam hitungan detik, memperoleh akses, dan memantau semua kegiatan yang ia lakukan secara langsung. Iya, bagus. [Musik] Penjahat cyber telah berkembang. Sasaran terbaru mereka adalah masyarakat umum mencuri data pribadi dan mengunggahnya ke darknet jika tidak mendapat uang [Musik] tebusan. Kota kecil Swiss yang tenang ini dilanda peretasan. Roll menjadi berita utama nasional pada Agustus 2021 setelah pemerintahan setempat diretas. Ribuan dokumen rahasia berakhir di darknet. Lebih dari 5.300 penduduk terkena dampaknya. Negara pun tercengang. Kasus ini mengkhawatirkan otoritas setempat. Dan sekarang tentang serangan cyber. Peretas menerbitkan data pribadi penduduk. Bagaimana ini bisa terjadi? Kita harus kembali 3 bulan lalu saat Roll menjadi sasaran. Sistem teknologi informasi dapat dengan mudah dipulihkan dalam 10 hari karena pencadangan yang baik. Namun, mimpi buruk itu tidak berakhir di sana. Apa mereka minta tebusan? Betul. Kami diminta menghubungi email mereka yang mana tidak kami lakukan. Situs resmi pemerintah menyatakan bahwa saat terjadi serangan cyber, Anda tidak boleh membayar uang tebusan. Begitu tahu persyaratan mereka tidak dipenuhi, hacker meningkatkan tekanan dengan menerbitkan dokumen curian. Pemerintah kota tahu tentang dokumen itu, tetapi tidak mengatakan apapun kepada publik. Seorang jurnalis menemukan data tersebut di darknet 2 bulan kemudian yang memicu media storm. [Musik] Kami tidak memberitahu publik dan itu kesalahan besar. Awalnya kami diminta diam lalu kami tidak dapat menemukan waktu yang tepat. Itu adalah kasus pertama bagi kami. Kami benar-benar tidak tahu cara menanggapinya. Kami tidak menyadari betapa bahayanya serangan cyber ini. Pemerintah seharusnya melaporkan serangan itu. Betul. Dan itu yang dilakukan kemudian. Tapi setelah masalahnya menjadi besar, berita yang beredar di media memberi tekanan kepada kami. Pertanyaan bermunculan. Ada sekitar 800 warga yang ingin tahu berapa banyak data mereka yang ada di darknet. [Musik] Lebih dari 5.000 data penduduk muncul di darknet. Nama, alamat, tanggal lahir, dan nomor jaminan sosial. Tapi itu belum semuanya. nomor kartu kredit, tanda tangan, dan surat pemecatan karyawan. Data kepemilikan properti, serta harganya. Permohonan bebas pajak bahkan tersedia. Semuanya ada di darknet. Data berharga mudah disalahgunakan. Karena ada banyak penjahat yang siap mengambil data ini karena penasaran atau untuk memeras. Setelah mengantongi salinan digital identitas Anda, penjahat dapat membuka rekening bank baru, akun email, atau hal lain yang memerlukan validasi identitas. Geng-geng besar seperti babuk, Lockbit, atau Blackhead menyajikan data curian secara daring. Ibarat trofy. Mereka beroperasi di seluruh dunia. Tetapi di mana sebenarnya mereka? Bisa dikatakan wilayahnya tergantung jenis kejahatannya. Penipuan langsung cenderung dilakukan dari Afrika wilayah subsahara. Sementara serangan rensomware semakin banyak dari Eropa Timur atau Asia. Kota Roll mengubah sistem keamanannya setelah serangan itu. Kota itu juga melatih staf dan melakukan uji kerentanan sistem teknologi informasi mereka. Bisakah peristiwa RLE terjadi lagi? di saya tidak tahu, tapi pasti akan ada serangan cyber lain di Swiss. Anda pesimistis, saya realis. Data berikut mendukung pernyataannya. Serangan ransomware meningkat 35% antara tahun 2021 dan 2022 di dunia. Satu serangan tiap 3 jam. Para peretas bahkan terorganisir ibarat perusahaan dengan divisi bisnis berbeda. Mengembangkan virus komputer, memetakan target lewat kelemahan sistem keamanan, meret sistem target dan mencuri data, dan meminta tebusan. Geng-geng ini bahkan memiliki tim untuk menjamin kelancaran proses setelah pembayaran dan mereka membentuk asosiasi kriminal internasional di seluruh dunia. Vice Society adalah salah satu grup mafia cyber yang berada di balik serangan terhadap RAL. Para anggota menyebut korban sebagai mitra dan menampilkannya di situs web mereka. Mereka bahkan menanggapi pertanyaan wartawan meski hanya lewat email. Apakah mudah untuk mertas roll? Iya. Apa Anda memilih roll secara acak? Iya. Berapa jam sehari Anda bekerja? 12, terkadang 24. Saat mulai menyerang, tidak mungkin bisa berhenti atau beristirahat. Anda baru berhenti setelah mengenpsi semua yang ada di jaringan atau mereka telah menemukan Anda dan memblokir semua jalan masuk? Apa Anda takut tertangkap? Sebelum memulai VI Society, kami banyak berdiskusi dan membaca tentang keamanan kami. Kami menerima risikonya dan memutuskan untuk mencoba. Kami tidak mau tertangkap, tapi tidak takut. Anda merasa bersalah? Tidak. Bukan kami yang membuat sekolah, kampus, atau rumah sakit teranjam. Dan kami selalu menawarkan solusi untuk memulihkan semuanya. Kami tidak minta ratusan juta. Itu masalah mereka jika tidak mau membayar. Itu tahun yang buruk bagi Walikota Rol. Apa yang akan Anda katakan kepadanya? Anda seharusnya membayar. Kami bisa membantu dan segera memperbaiki semuanya. Semoga lebih pintar ke depannya. Nekat dan sinis ciri khas penjahat cyber modern. Mereka mengikuti logika sendiri di dunia maya. Namun, FBI, Europol, dan badan kepolisian lainnya sedang melacak mereka. Seorang pria menjadikan pelacakan ini sebagai misi pribadinya. Kami bertemu di Berlin. Di sana ia dan dua rekannya menjalankan perusahaan keamanan cyber. Mereka mengembangkan alat untuk memindai dan menelusuri darknet dengan bantuan hibah 1 juta euro dari pemerintah Jerman. Kami punya platform yang dapat mengikuti penjahat cyber ke darknet. Kami dapat melihat apa yang mereka lakukan dan siapa korban yang sedang dicari dan data curian yang sudah siap dijual dan terutama rencana mereka di masa depan. Abdel Kadir Cornelius awalnya berkarir di jalur yang sangat berbeda sebagai koki. Pekerjaan yang sangat dia cintai. Namun kemudian tragedi menimpa. Pamannya biasa menjual artefak militer di internet. Suatu hari dia menjadi korban serangan cyber. Para pelaku mengganti rekening banknya dengan rekening mereka dan menggunakan kartu kredit curian untuk memesan dari tokonya. lalu mengantongi hasil penjualannya, paman Abdul Kadir yang harus membayar tagihannya. Itu motivasi pribadi saya untuk memahami kenapa orang dapat menghancurkan hidup orang lain dengan komputer atau smartphone. Poman saya tidak pernah bangkit dari utang-utangnya. Dia tidak bisa melupakannya dan dia meninggal dengan sisa utang itu. Berapa banyak utangnya? Totalnya 476.000o. Dia sangat malu sampai bunuh diri. [Musik] Saya tidak habis pikir ini bisa sampai terjadi. Saya memutuskan masuk ke bidang teknologi informasi dan berusaha sebisa mungkin tidak ada orang lain yang harus mengalami kejadian ini. Koki muda itu pun menghabiskan waktu luangnya untuk meneliti di internet dan darknet. Dia belajar secara otodidak sebelum menawarkan jasanya. Dia bekerja hingga 70 jam seminggu baik di dapur maupun di depan komputer. Ada beberapa kursus yang tersedia, tapi ini bukan sesuatu yang bisa dipelajari di situs biasa. Anda harus menyelam lebih dalam untuk berkomunikasi dengan pretas dan memahami motivasi mereka. Abdul Kadir berhasil menyusup ke dunia gelap mereka. masuk ke forum peretas dengan beberapa nama samaran. Hal ini memungkinkannya mengetahui siapa sedang merencanakan apa dari pemula hingga kelompok besar yang ingin menyerang bank. Abdel Kadir bertanya kepada seorang pertas berapa penghasilannya. Seberapa lama Anda bekerja untuk mendapat seteng juta euro? Mungkin 14 jam. Anda bisa tahu bahwa orang ini tidak pernah bekerja. Mereka tahu cara mudah menghasilkan uang melalui kejahatan cyber dan tidak kenal arti kerja keras yang sebenarnya. Dan jika mereka mulai menargetkan infrastruktur, rumah sakit pun akan berada dalam bahaya. Tampaknya dalam dunia mereka sendiri, para peretas tidak ragu mencuri data pribadi korban dan tidak tahu [Musik] batasan. Melanggar privasi seseorang saja sudah cukup kejam, tetapi serangan cyber tertentu bisa sangat mematikan. Tidak ada yang tabu bagi geng kriminal. Mereka melumpuhkan rumah sakit dan mencuri data pasien. Pada akhir tahun 2022, Badan Keamanan Cyber Uni Eropa menerbitkan laporan tentang ancamannya bagi sektor medis. Ribuan rumah sakit di seluruh dunia telah diretas. Seorang bayi di AS meninggal akibat tidak berfungsinya komputer saat proses kelahiran. Meretas rumah sakit sama dengan terorisme. Ini tentang membunuhi orang-orang, mendisrupsi sistem dan negara. Rumah sakit pasti akan bayar. Kenapa? Karena orang-orang bisa segera meninggal. Jika komputer yang mengendalikan oksigen tidak berfungsi, rumah sakit akan membayar tebusan. Pria ini sangat ahli dalam bidangnya. Pakar keamanan cyber Israel ini mengajarkan pola pikir dan operasional para peretas. Pengetahuannya kian dicari di seluruh dunia. Ia adalah pelopor dalam uji penetrasi. Bersama para pakar lainnya tahun 2008 dia meneliti rumah sakit terbesar di Israel untuk menemukan kelemahan sistem keamanan. Anda tidak bisa masuk ke server sebuah bank. Tapi di rumah sakit Anda bisa dan tidak akan ada yang menyadarinya. Kami mulai dengan beberapa orang di rumah sakit yang tahu kami akan datang. Lalu itu sangat mudah sekali. Kami melakukannya untuk membuktikan kepada negara bahwa beberapa sektor tidak terlindungi dengan baik. Kami duduk bersama pihak rumah sakit dan mengajari mereka cara melindungi komputer dengan lebih baik. Jadi bukan kami yang melakukan semuanya lalu pulang. Kemudian kami juga pergi ke parlemen yang akhirnya memberi banyak dana untuk melindungi rumah sakit di Israel. Operasi klinis yang meninggalkan bekas luka yang berbeda. Rumah sakit Hileliave di Hadera dekat Tel Aviv kini telah meningkatkan keamanan komputer mereka. Peretas pernah berhasil masuk ke jaringan internal mereka selama pandemi corona. Rumah sakit ini memiliki lebih dari 2.700 karyawan. Kejadiannya bermula sebelum pukul 6 pagi. 45 menit kemudian kami tahu itu adalah serangan cyber. Kami segera memutus sambungan sistem komputer rumah sakit. Untungnya tidak ada data yang dicuri. MRI, respirator, dan perangkat medis lainnya masih berfungsi, tapi komputer tidak. Rumah sakit dapat melakukan analisis pasca kejadian karena ada kamera yang merekam semuanya. Serangan jenis ini ibaratnya gempa bumi, jauh lebih buruk dibanding dampak COVID. Dan bagi pengelola rumah sakit, ini adalah bencana. Seluruh intranet langsung mati. Saat komputer kembali berfungsi, kami dapat mengakses basis data dengan cepat, termasuk operasi yang mungkin pernah dijalani pasien dan riwayat medis [Musik] mereka. Semua informasi yang kami miliki tiba-tiba hilang. Seperti yang Anda lihat, kami menggunakan berkas fisik yang ditulis tangan seperti saat saya jadi dokter koas 30 tahun lalu rumah sakit tersebut tetap beroperasi. Manajemennya segera mengumumkan berita tersebut ke publik sekaligus menjadikan serangan ini sebagai contoh kasus untuk pelatihan. Kami berbagi ilmu ke rumah sakit di seluruh negeri. Kami mengundang para ahli mengunjungi UGD, ruang bersalin, dan ruang operasi agar dapat belajar dari kekacauan ini. Serangan cyber tidak mudah. Anda harus mengakui bahwa itu terjadi. Dengan begitu kita bisa mengubah situasinya. Kali ini hasilnya positif dan ini membuktikan satu hal bahwa dengan meningkatnya kejahatan dunia maya di seluruh dunia, pencegahan tetap menjadi pertahanan terbaik. Dan satu hal yang harus diingat, berselancar di internet berarti membuka akses ke seluruh dunia. Dan tidak semua orang di dunia itu baik. [Musik]