Hidup lebih lama: Rahasia umur panjang para sentenarian di Italia | DW Dokumenter
__1-QsgYmDo • 2025-05-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Lereng-lereng gunung yang curam dan
desa-desa kecil. Di sini di pesisir
timur Sardinia, manusia hidup lebih lama
dari tempat manapun di dunia. Bagaimana
mereka
melakukannya? Jika saya berhenti, saya
mati. Bekerja adalah hidup dan nafas
saya. Apa rahasia mereka? Tetap aktif
atau makanan ini? Coba cicipi. Ayo, kamu
juga. Awas aja kalau tidak
berusia 100 tahun dan tinggal sendirian.
Keluarga rajin datang
merawatnya. Saya punya banyak cucu yang
datang bergiliran setiap hari. Jadwalnya
tertulis di
sini. Apakah keluarga, teman, dan
perayaan jadi kunci umur panjang?
[Musik]
Pukul 6 pagi. Waktu bagi Anton Angelo
memulai pekerjaannya setiap hari.
Saya akan pergi ke
peternakan. Domba-domba perlu diperah.
Di usia 91 tahun, Anton Angelo masih
mengendarai mobil tanpa
kacamata. Saya masih bisa melihat dengan
sangat baik untuk usia saya. Saya harus
memperpanjang SIM setiap 2
tahun. 150 domba ini adalah hidup Anton
Angelo. Dia telah bekerja di peternakan
sejak kecil.
Saya suka pekerjaan ini membuat saya
tetap bugar dan udara segar di pedesaan
juga menyejukkan.
Ayo kita mulai.
Anda harus selalu aktif bergerak agar
tidak jatuh sakit. Kalau sakit, Anda
tidak bisa beraktivitas. Itulah
rahasianya. Terus bergerak, makan
makanan sehat dan jangan diforse. Jangan
juga berbuat dosa. Mereka yang berbuat
dosa akan jatuh
sakit. Putranya Jius CP ikut membantu.
Dia berusia 57 tahun, salah satu dari
tujuh anaknya.
Hei hei hei.
Anton Angelo dan Jos Giose akan memerah
60 liter susu hari ini. Setelahnya Anton
Angelo akan mengolahnya menjadi 6 kg
keju domba dan keju pecorino bersama
istrinya di rumah.
Tubuhnya masih kuat, tidak sepma dulu,
tetapi dia masih bisa bekerja. Dulu kami
biasa memerah susu sendiri. Iya, dengan
tangan.
itu jauh lebih sulit. Dulu kami punya
lengan sebesar
ini. Lihat lengan saya sekarang. Kami
telah bekerja bersama selama hampir 60
tahun. Saya berusia 57 tahun. Sudah
bersamanya sejak saya
kecil. Memang tidak mudah untuk akur
satu sama lain, tapi kami berhasil
mengatasinya. Pas, post, pas.
Jika saya berhenti, saya mati. Inilah
hasrat yang membuat saya tetap
hidup. Saya enggak harus menua dengan
duduk saja di rumah, kan.
Saya masih cukup kuat mengangkat karung
seberat 50 kg dari lantai dan
meletakkannya di bahu saya.
Di usia 91 tahun, Anton Angelo masih
kuat dan dia gemar mengadu kekuatan itu
dengan orang-orang yang lebih
muda. Saya mau tetap aktif selama saya
bisa. Siapa yang tahu? mungkin du atau
10 tahun lagi. Hanya Tuhan yang tahu.
[Musik]
Carolina juga berusia 91 tahun. Dia
menghabiskan waktu setiap hari di dapur.
Hari ini ada adik kiparnya Karla yang
ikut membantu.
Iya, itu bagus, sempurna. Sekarang kita
bisa memotongnya.
Kedua perempuan itu sedang membuat kulur
jiones pangsit isi khas dari daerah
Ogliastra.
Jadi kentang dicampur dengan lima rempah
lokal dan tiga jenis keju. Coba cicipi.
Ayo kamu juga. Kamu harus coba.
Enak kan?
Saya merasa mudah walaupun sebenarnya
tidak. Saya perlu duduk tapi kalau
kalian berdiri tidak
apa-apa. Suami Carolina meninggal 8
tahun lalu. Namun dia dijaga tiga
anaknya yang tinggal tidak jauh dari
rumahnya. Dulu dia bekerja menyiapkan
makanan bagi
keluarganya. Dulu kami
miskin dan saat tidak ada
pekerjaan, saya bilang kepada suami,
"Saya mau membuat pekerjaan
sendiri. Kalau kami mau makan, saya
harus
bekerja. Jadi, saya membeli tangga dan
selama 8 tahun saya bekerja sebagai
pelukis.
Lalu saya menjadi tukang
bersih-bersih. Meski sederhana, hidup
saya berjalan baik.
Carolina hanya pernah ke rumah sakit
satu kali saat usianya 22 tahun.
Waktu itu saya mau panen madu dan
diserang
lebah. Saat saya lari, saya jatuh dan
kaki saya patah.
Jadinya harus pakai tongkat selama 4
bulan.
Di usia 91 tahun, Carolina masih sehat.
Sesekali ada sedikit rasa nyeri yang
mengganggunya. Dia kadang merasa sedikit
nyeri, tapi dia selalu bilang, "Rasa
sakit ini akan kalah. Saya yang akan
menang." Betul. Rasa sakit tidak bisa
menang. Bayangkan ada orang baru 50
tahun tapi sudah merasa sangat
[Musik]
tua. Sama seperti desa-desa pegunungan
lain di pesisir timur Sardinia, warga
bangga dengan para lansi di
sini. Mereka termasuk dalam zona biru
dunia, wilayah dengan harapan hidup di
atas rata-rata.
[Musik]
Khus. Dua cabang ini perlu kupotong.
Iya. Yang bagian atas. Di usia 84 tahun,
Vincenzo adalah salah satu lansia
termuda di wilayah Ogliastra. Bersama
putranya Ivan. Dia mengurus kebun berisi
50 pohon zaitun.
Selama masih bisa beraktivitas, saya
merasa berguna dan mudah. Tidak ada yang
tahu apa yang akan terjadi besok. Anda
bisa saja meninggal, tetapi harapan
selalu bertahan paling
lama. Ayah, potongnya setinggi ini, ya.
Bagian ini apakah dipotong
juga? Potong dari bawahnya semuanya.
Iya. Saya rasa penting baginya berada di
luar. menghirup udara segar dan tetap
sibuk. Ada banyak kegiatan untuknya di
kebun zaitun ini. Setiap hari saat dia
bangun, dia tahu apa yang harus
dilakukan dan tentu saja istirahat yang
cukup dan tidak
sendirian. Di Ogliastra atau mungkin di
seluruh Sardinia, keluarga punya peran
penting. Menurut saya, itulah alasan
mengapa orang hidup lebih lama.
Hidup bukan hanya tentang bekerja karena
Anda bisa mati kelelahan. Tidak ada
seorang pun di dunia ini yang pernah
mati karena istirahat.
Kata warga di sini, stres adalah racun
bagi tubuh. Mereka hidup dengan ritme
masing-masing. Menikmati kedamaian,
ketenangan, dan kebersamaan. Itulah
resep lain untuk bisa hidup lebih lama.
Di sini siapapun yang berusia di bawah
90 tahun dianggap muda. Begitu pula
dengan Jepino. Masih sangat energik di
usia 100 tahun.
Setiap hari dia berpakaian rapi. Cucunya
Juliana telah mengatur janji temu
untuknya di salon hari ini. Siap.
Lihat ujung celana kakek tidak pas
dengan
sepatu. Yang sebelah sana juga.
Oke, saya siap. Kakek mau jalan kaki
saja tidak? Memangnya kita ke arah mana?
Ke alun-alun.
Kakek mau jalan kaki atau naik mobil?
Tempatnya jauh tidak dekat? Sangat
dekat.
Ya sudah, kita jalan kaki saja. Saya
punya banyak cucu. Mereka datang
bergiliran setiap hari. Jatolnya
tertulis di sini. Saya tinggal
sendiri. Jadi mereka datang menyiapkan
makanan. Lalu kami mengobrol dan sekitar
pukul 11.00 malam atau tengah malam saya
tidur
sendirian. Istrinya sudah
meninggal. Jepino pakai tongkat karena
sudah jadi kebiasaan bukan karena
kebutuhan. Kakek berumur 100 tahun itu
aktif sepanjang hidupnya. Selama 30
tahun ia mengelola peternakan dengan 600
domba di
Umria. Paru-paru saya masih sehat karena
tidak pernah merokok. Tapi saya minum
anggur segelas tiap hari saat
makan. Saya pernah terkena malaria waktu
muda dulu. Saya sakit parah, tetapi saya
selamat. Setelah itu tidak pernah sakit
lagi. Berjalan kaki di jalanan Vila
Grande yang curam jadi latihan fisik
yang baik bagi Giosepino dan kesempatan
yang baik pula baginya bisa berinteraksi
dengan warga sekitar.
Halo, apa kabar?
Baik, terima kasih. Kami dulu
bertetangga saat dia tinggal di sini.
Saat dia masih muda, sekarang dia sudah
tua. Hei, benar kan kamu sudah tua? Kamu
sudah gila ya?
Sangat tua. Berapa umurmu?
96. 52? Terserah deh. Ji Sepino sangat
memperhatikan penampilannya. Setiap 2
minggu dia pergi ke salon untuk
merapikan rambutnya.
Kamu punya pacar tidak? Dengan potongan
rambut seperti itu, kamu harus punya
pacar atau kamu menunggu sampai tua?
Di usia senjanya, Giosepino tetap mudah
tertawa dan tak pernah kehabisan bahan
untuk
bercanda. Sepulang memeras susu, Anton
Angelo melanjutkan harinya membuat keju.
Istrinya yang berusia 86 tahun ikut
membantu.
Susu yang menggumpal sudah mengendap.
Sekarang saya harus mengaduknya hingga
mencapai suhu 42 derajat.
Saya tidak pakai termometer, tapi pakai
tangan sama seperti
sebelumnya. Soal makanan, mereka memang
mengikuti Naluri. Sebuah resep untuk
umur yang panjang. Rahasianya adalah
roti dan keju, kentang, dan
kacang-kacangan, dan menestrone.
Kejunya sekarang sudah mengendap di
bawah. Suami saya menyatukannya dulu
sebelum dipotong.
Ini seperti menangkap ikan ter.
Keju domba dalam bentuk paling murni
tanpa bahan pengawet. Anton Angelo akan
mendapatkan 6 kilo untuk dibagikan
kepada keluarga dan teman-temannya.
[Musik]
Selanjutnya membuat
rikota. Untuk itu, sisa susu domba harus
dipanaskan hingga lebih dari 70 derajat.
Namun uapas membuat pria berusia 91
tahun itu merasa pusing.
Saya perlu duduk.
Ada apa? Saya perlu duduk.
[Musik]
Saya harus duduk. Jika tidak,
tentu saja dia lelah mengingat usianya.
Dia selalu ingin terus bekerja.
Oke, kembali lagi
di sebuah pusat riset lokal, Vincenzo
dan putranya Ivan menjadi subjek
penelitian ilmiah. Mereka ingin membantu
para peneliti menemukan rahasia umur
panjang. Mereka datang ke sini untuk
pemeriksaan kesehatan setiap 5 tahun.
Jangan khawatir, saya akan menurunkan
tempat tidur
sedikit. Pertama, kita akan memeriksa
arteri
karotis. Anda tidak pernah merokok
adalah sesuatu yang sangat positif.
Meskipun sudah 84 tahun arteri Anda
sehat, kita akan memeriksa hati dan
ginjal Anda juga. Bagus. Tarik napas
yang dalam terus
keluarkan. Jadi semuanya baik-baik saja.
Semuanya baik-baik saja. Anda sesehat
anak
muda. Eduardo Fiorilo dan timnya telah
berhasil mengumpulkan data biologis dan
genetik dari 13.000 lebih relawan
berusia antara 18 dan 110
tahun. Kedua faktor tersebut
mempengaruhi proses penuaan kita. Namun,
berapa banyak
proporsinya? Faktor genetik penting
karena memungkinkan kita
mengidentifikasi penyebab utama
penyakit. Pada paruh pertama kehidupan
kita. Katakanlah hingga usia 50 tahun
genetik menunjukkan siapa kita dan
bagaimana kita melawan
penyakit. Di paruh kedua, genetik
menjadi sedikit kurang penting dan aspek
lingkungan menjadi faktor
penentu. Inilah pesannya, semakin tua
kita harus semakin memperhatikan
perilaku dan apa yang kita lakukan.
Biaya hidup, makanan, dan udara
memainkan peran
kunci. Apakah Anda akan membagikan data
ini juga di tingkat
nasional? Temuan kami diakui secara
global. Misalnya temuan mengenai
diabetes yang disebabkan oleh genetik
pada populasi sardinia.
Semua temuan kami relevan dengan
penyakit di seluruh
dunia. Ada pepatah sardinia yang
mengatakan orang tua meninggal karena
serangan jantung atau
terjatuh. Ketika saya melihat Anda,
Vincenzo, saya rasa Anda akan panjang
umur, pikiran Anda sangat tajam,
kemampuan kognitif juga masih sangat
baik.
Dan saya tahu Anda masih bekerja di
kebun
zaitun. Terima kasih banyak. Pekerjaan
Anda telah berhasil mengungkap siapa
kita dan apa yang membuat orang-orang di
sini begitu
istimewa. Kita tidak tahu berapa tahun
lagi kita
hidup. Namun kita tahu banyak hal
dipengaruhi oleh gaya hidup. Jadi kalau
ayah saya menjaga kebugaran fisik,
kesehatan mental, terus membaca buku,
bergaul dengan orang lain, dan pergi
keluar, harapan hidupnya akan baik. Saya
berharap bisa mengikuti jejaknya.
Carolina masih punya banyak pangsit di
rumah.
Hari ini dia memutuskan membawa
sekeranjang ke panti jompo setempat
ditemani tetangganya dari desa
[Musik]
bagaimana kalau kita pergi mematik buah
zaitun apakah kamu masih mengenaliku?
Vitorio adalah penghuni tertua di sini
usianya 102 tahun dia membutuhkan
perawatan 24 jam.
Jaga dirimu ya. Selamat tinggal. Aku
membawakanmu beberapa kulur Jion.
Aku membuatnya pagi
ini. Apakah kamu mengerti?
Tidak semua lansia dirawat oleh keluarga
mereka. Kebanyakan yang dirawat di panti
jompo ini berusia di atas 90 tahun. Sama
seperti Carolina, tetapi tidak sebugar
dirinya. Kamu di sini juga. Kalau tahu
tadi kubawakan pangsit juga.
Ini adalah salah satu realitas di
wilayah ini. Karolina senang jika
kunjungannya dapat menjadi sedikit
hiburan.
Begitulah seharusnya. Luar
biasa. Lihat jiwaku masih
muda. Sampai jumpa ya. Dan kuharap
semuanya menikmati makan siang yang
lezat.
Carolina juga berharap pasit buatannya
dapat sedikit menghibur penghuni panti
jompo.
Saya juga sudah tua, tetapi saya suka
melakukan sesuatu untuk orang lain.
Baiklah, selamat tinggal. Semoga kamu
suka pangsitnya meskipun hanya sedikit.
Kami akan menyajikannya malam ini.
Carolina adalah penganut Katolik yang
taat.
Setiap ada waktu dia selalu pergi ke
gereja di desa. Sekarang dia menyalakan
lilin untuk para penghuni panti jompo.
Kunjungan itu membuatnya emosional.
Saya merasa sedih dan
sakit. Saya tidak akan pernah kembali ke
sana. Meninggalkan seorang ibu di sana.
Alih-alih merawatnya di
rumah. Saya ingin mati di alam
sendirian. Tidak di
sana. Selama saya masih
waras, saya tidak akan pergi ke
[Musik]
sana. Tidak ada yang tahu kapan kita
[Musik]
mati. Mungkin Anda masih punya waktu,
mungkin juga tidak.
Hanya Tuhan yang tahu kapan kita akan
mati.
Hidup bisa
lama tetapi bisa juga singkat.
Bagi warga di Ogeliastra, belajar dari
para sentenarian adalah hal yang sangat
[Musik]
penting. Hari ini kami merayakan
festival Hasardinia yang sering kami
adakan saat pencukuran bulu domba. Jadi,
seekor domba disembelih, tali pusarnya
diikat, lalu kami makan bersama. Kami
semua adalah teman atau saudara.
Festival ini jadi tempat kami berkumpul.
makan makanan enak dan menghabiskan hari
bersama keluarga dan teman.
Ini semua produk saya. Dia yang membuat
semuanya. Saya membuat semua yang ada di
atas meja ini. Kami mencoba untuk hanya
makan apa yang kami buat sendiri.
Untuk berumur panjang, Anda harus makan
makanan sehat dan menghindari produk
industri. Seperti yang Luigi bilang,
kami mencoba untuk makan makanan buatan
sendiri. Produk ini jelas lebih sehat
daripada yang
lain. Lihat ini saus tomat dari
supermarket dan ini saya bikin sendiri.
Saya menyimpannya di dalam freezer dalam
kantong plastik ini tanpa bahan
pengawi yang lebih baik.
Daging kambing dipanggang mentah tanpa
bumbu atau saus. Ada empat generasi yang
duduk di meja makan hari ini. Selamat
menikmati.
[Musik]
Rahasia penuaan memang banyak, namun
warga di wilayah Ogliastra di Sardinia
tampaknya telah menemukan resep sendiri
untuk umur panjang.
[Musik]
Saya selalu merasa seperti terlahir
kembali. Di sini saya bagian dari
masyarakat dan saya merasa aman, tidak
terisolasi atau kesepian.
[Musik]
Ayo
lebih cepat.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
[Tepuk tangan]
di usia 91 tahun, sebentar lagi akan
mencapai 100 tahun.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:59 UTC
Categories
Manage