Komunitas Mennonite: Dunia tersembunyi di Argentina | DW Dokumenter
G9U_3yUq4Xc • 2025-05-29
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Di Argentina ada komunitas budaya dan agama yang memilih hidup tanpa teknologi dan menolak gaya hidup modern. Mereka disebut menonit. Kami tidak punya mobil, radio, ponsel, tidak ada apa-apa. Saya anti dengan ponsel dan internet karena bisa mengubah tingkah laku orang. Secara tradisional, keluarga besar menjadi fondasi utama komunitas Kristen ini. Mereka hidup berdasarkan penafsiran Alkitab yang sangat ketat. Para anggotanya menghindari kontak dengan dunia luar dan berbicara dengan dialek [Musik] Jerman. Kehidupan sehari-hari mereka berpusat pada agama dan kerja fisik. Banyak dari mereka memahami dunia berdasarkan ajaran fundamentalis, bukan ilmu pengetahuan. Kebanyakan menonit tidak percaya kalau dinosaurus itu ada. Beberapa teman saya di koloni tidak percaya bumi itu bulat. Namun ada yang diam-diam mengabaikan aturan dan memakai teknologi dengan risiko dikucilkan dari keanggotaan gereja dan dipisahkan dari keluarga mereka. Beberapa anggota secara terbuka berbicara tentang pengalaman dan tekanan yang mereka hadapi. Hidup di sana sangat berat bagi suami saya Abraham. Ia bahkan sempat terpikir untuk bunuh diri. Saya senang bisa meneruskan hidup. Komunitas menonit tersebar di seluruh dunia. Namun yang tinggal di Argentina dibanding menunit lainnya dikenal sebagai yang paling terasing dari masyarakat modern. Selama berbulan-bulan kami melakukan investigasi terhadap beberapa koloni dan akhirnya berhasil mendapatkan kepercayaan mereka dari yang paling [Musik] konservatif sampai yang paling progresif. Menjadi lajang itu sangat menyenangkan. Saya senang karena belum menikah. [Musik] Penelitian kami dimulai di utara Argentina sekitar 1200 km dari Buenos Aires. Sebuah koloni ortodoks dengan lebih dari 170 keluarga menetap di sini di Pampadelos Guanacos sekitar 20 tahun yang lalu. Boris seorang sopir dari kota tetangga telah lama menjadi satu-satunya penghubung koloni itu dengan dunia luar. Dia setuju untuk memperkenalkan kami dengan mereka. Saya telah bekerja dengan mereka selama kurang lebih 8 tahun. Butuh waktu untuk bisa membedakan mereka satu sama lain. Tidak mudah. Saya bilang kalian semua sama. Punya mata biru dan rambut pirang. Namun seiring waktu saya perlahan dapat membedakan mereka. [Musik] Minggu paskah, anggota komunitas Menonit ini sedang berada di gereja. Kami dilarang mendekati tempat suci ini. Usai ibadah, iring-iringan kereta kuda membawa para keluarga kembali ke rumah. Boris mengantar kami ke rumah Don Abraham yang tidak pernah menerima orang asing sebelumnya. Namun, kali ini dia mengizinkan kami tinggal di rumahnya. sebuah keputusan yang ditentang oleh sebagian anggota koloni yang tertutup ini. Ini kamar kami. Seperti penghuni lainnya, kami akan tinggal tanpa akses air dari keran atau listrik. Apa definisi dari seorang menonit? Kami menjalani kehidupan yang sama seperti orang lain. Hanya saja kami terbiasa hidup di pedesaan jauh dari teknologi. Memang sangat sulit, namun kami mampu mengatasinya. Kita bisa masuk ke dalam rumah. [Musik] Anak-anak di dalam rumah penasaran dengan alat-alat yang kami bawa. [Musik] Mengapa lampu mesinnya menyala? [Musik] Ini untuk merekam apa yang kita katakan. Semua yang kita katakan dapat didengar di sana. Bagi komunitas menonit, saling menatap mata dianggap kurang sopan. Kamera kami tampaknya menimbulkan ketidaknyamanan serupa. Don Abraham berusia 67 tahun. Dia dan istrinya Suzan memiliki 9 anak dan 29 cucu. Hari ini semuanya diundang untuk makan siang Paskah. Suzanna dan perempuan lainnya sudah memasak sejak subuh. Mereka hanya berbicara dalam bahasa Plaud ditch, dialek bahasa Jerman. Seorang pria harus mendampingi sebagai [Musik] penerjemah. Apa peran perempuan menonik? memasak, mencuci dan membersihkan rumah dan membesarkan anak-anak juga. Iya, itu sangat penting dan harus diperhatikan oleh Ibu. [Musik] Apakah ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal belajar bahasa bahasa Spanyol misalnya? Ya, ada. Mereka tidak pernah pergi ke manaun. Mereka tinggal di koloni ini. Mereka tidak punya kesempatan untuk belajar bahasa Spanyol. Kami mendapat izin khusus untuk merekam pertemuan keluarga ini. Acara makan dimulai dengan doa. Waktu makan biasanya berlangsung hampir sepenuhnya hening tanpa ada yang berbicara. Para perempuan dan pria duduk terpisah dan saling berhadapan. Sementara Don Abraham duduk sebagai pemimpin di ujung meja [Musik] makan. Hidangan manis dan gurih disajikan bersamaan dan semua orang mengambil makanan sendiri-sendiri. [Musik] Setelah selesai, para pria meninggalkan meja dan bertukar giliran dengan anak-anak. Para perempuan mengatur tempat duduk mereka berdasarkan jenis kelamin dan usia. Piring dan alat makan tidak diganti dan menunya tetap sama. Anak-anak dibesarkan dengan aturan ketat. Tidak ada teknologi dan mainan. Setelah makan, orang dewasa biasanya mengobrol sementara anak-anak bermain kejar-kejaran berantai. [Musik] Sekolah di komunitas ini juga tidak memiliki taman bermain. Sama seperti gereja, sekolah juga steril. Kami tidak diizinkan masuk. Kami hanya bisa mendengar lantunan lagu-lagu keagamaan dari luar. Tidak banyak yang kami tahu tentang sistem pendidikan di sini. Yang pasti anak laki-laki biasanya sekolah hingga berusia 13 tahun dan anak perempuan hingga 12 tahun. [Musik] Remaja yang sudah lulus diizinkan bermain di hari Minggu. Meskipun dengan aturan yang ketat, kontak antara anak laki-laki dan perempuan dilarang dan jam malam dimulai dari pukul 5.00 [Musik] sore. Mengapa aturan di komunitas ini begitu ketat? Kami menanyakannya kepada tetua di koloni [Musik] ini. Apa yang diinginkan anak muda? Mereka ingin lebih modern dan sulit bagi mereka untuk memahami adat istiadat kami. Karena saat ini semuanya selalu berubah dan mereka tidak mengerti mengapa bisa seperti itu. Jika orang dewasa menemukan ada anak muda minum alkohol atau mendengarkan musik, apa yang akan terjadi? Kalau terlarang, ya mereka tidak boleh melakukannya. Jadi kalau orang tua memergoki mereka melakukannya, mereka akan dihukum. [Musik] Aturan-aturan dari penafsiran mereka terhadap Alkitab ini memang ketat, tetapi apakah aturan-aturan itu benar-benar dipatuhi? Anak-anak melakukan banyak hal diam-diam. Layaknya anak-anak mereka nakal. Para remaja ini merasa lebih nyaman di sekitar kami setelah beberapa hari dan mereka mulai melanggar aturan. [Musik] Radio adalah teknologi yang dilarang di koloni ini. [Musik] Para remaja ini tidak bisa berbahasa Inggris, jadi mereka tidak sepenuhnya paham makna ganda lagunya. Apakah kamu mengerti liriknya? [Musik] Mereka tampak tidak jauh berbeda dari remaja pada umumnya. [Musik] [Tertawa] Yang salah satu kesibukannya adalah memikirkan cinta pertama. [Musik] Siapa yang punya pacar? Dia punya. Bagaimana kamu dan pacarmu bertemu? Apa katanya? Kalian kenalan di mana? Di sebuah acara kumpul-kumpul. Dia teman keluarga, ya. Bagaimana kalian bertemu? Oh, saya tidak tahu. Bagi komunitas ini, pernikahan memegang peran penting. Sejak dini, mereka telah diajarkan tentang keharusan memiliki anak demi menjaga koloni terus berkembang dari satu generasi ke generasi. Kermo adalah gubernur koloni ini. Dia mengundang kami ke rumahnya. Kami menyaksikan istrinya membuat pakaian. Dan melihat ada label putih pada pakaian pria, kami diberitahu bahwa itu adalah tanda pasifisme yang salah satu prinsip utamanya adalah menolak segala bentuk kekerasan. Itu simbol dari kami untuk bilang, "Kami tidak punya senjata, kami tidak membunuh orang." Itu maknanya. [Musik] Semua pria Menonit memakai simbol ini. I semuanya. Jadi orang menoni tidak pernah marah. Tentu saja kami pernah marah. Kami bahkan kadang-kadang bertengkar tapi tidak pernah terlalu serius dan kami selalu saling memaafkan. [Musik] Koloni ini tidak memiliki polisi atau penjara. Hanya seorang gubernur seperti Kielmo yang terpilih untuk menjabat selama 5 tahun. Apa peran seorang gubernur? Saya memastikan semuanya teratur di koloni. Tugas saya agak mirip seperti kepala desa. Saya harus menetapkan batasan. Kalau tidak kita mau jadi apa? Itu pekerjaan saya sehari-hari. Tapi tak apa, semuanya terkendali. [Musik] Di luar tugasnya sebagai gubernur, Giemo adalah seorang petani. Koloni ini bertani di lahan seluas 8.000 hektar. Mustahil mengolahnya tanpa bantuan traktor. Pertanyaannya, mengapa traktor diizinkan tetapi mobil tidak? Dan mengapa rodanya terbuat dari [Musik] logam? Toloro? ini kuat. Rodanya terbuat dari besi. Kalau bukan besi bertentangan dengan agama. Apapun yang bermesin tidak boleh punya roda karet. Karena apa? Karena digunakan sebagai alat kerja bukan untuk jalan. Ban karet hanya boleh digunakan pada kereta kuda. Dalam kegiatan bertani, mereka memberi ruang bagi sedikit teknologi modern. Namun di luar itu segala bentuk kemajuan teknologi tetap dilarang. Kemmo dan anak-anaknyaalah yang membuat kereta kuda untuk semua anggota koloni. Ini untuk kuda sangat ringan. Apakah Anda membuatnya sendiri? Betul, anak-anak saya yang membuatnya. Rodanya juga roda dan semuanya. Dan roda karet bisa dipakai untuk kereta kuda ini. Betul. Selama ditarik kuda maka boleh pakai roda karet. Apakah karena tidak ada mesin? Betul. [Musik] Namun tidak semua orang setuju dengan aturan di koloni. Beberapa memutuskan untuk memisahkan diri. Boris mengajak kami bertemu dengan salah satunya. Saya akan mempertemukan Anda dengan seorang mantan menonit. [Musik] David. David, apa kabar? Kau lagi kerja ya? Iya, tapi santai kok. Ayo masuk. Rumah David menunjukkan banyak tanda modernitas. kontras dengan kehidupannya dulu di koloni. Ponsel ini adalah contoh barang yang tidak bisa saya miliki sebelumnya. Karena mereka bilang ini adalah barang setan yang bisa digunakan untuk hal-hal buruk. Padahal kalau digunakan secara normal saya rasa tidak ada yang salah. Dulu saya selalu bertanya, "Mengapa ini salah?" Mereka tidak bisa menjelaskan apakah ada sesuatu yang ingin Anda miliki tapi tidak diizinkan. Saya membeli radio. Barang pertama yang saya beli untuk mendengar berita dan musik. rasanya luar biasa ketika mendengar semua yang terjadi di dunia. Sulit dipercaya, tapi itu benar-benar terjadi. Sebuah perubahan yang sangat besar. David tidak diasingkan karena melanggar peraturan. Dia meninggalkan koloni secara sukarela sekitar 4 tahun lalu. Kapan Anda mulai berpikir bahwa mungkin ada kehidupan lain di luar koloni? Saya pertimbangkan pelan-pelan. Awalnya ini tentang membesarkan anak. Saya melihat tidak ada masa depan bagi mereka di sana. Saya memang tidak tahu akan seperti apa masa depan mereka di sini. Tapi setidaknya mereka tahu apa yang terjadi di dunia saat ini. Di koloni mereka bahkan tidak bisa membayangkan masa depan mereka sendiri karena mereka tidak belajar. [Musik] David mengaku tidak akan pernah lagi kembali ke koloni meski tempat itu pernah dia anggap rumah. Kebanyakan orang bilang dia sudah pergi dan dia orang jahat. Dia tidak layak diselamatkan. Jangan dekati dia. David Dick tidak boleh tinggal lagi di sini. Bagaimana kalau dia ingin kembali suatu hari nanti? Dia tidak bisa kembali. tidak akan pernah bisa. Bagaimana dengan keluarga Anda di koloni? Apakah Anda masih bertemu mereka? Sangat menyedihkan. Saya tidak punya kontak dengan orang tua dan saudara-saudara saya semuanya. Tidak ada yang ingin melihat saya lagi. Padahal dengan saya meninggalkan koloni itu tidak menghilangkan hak saya untuk menjadi anak ibu saya. Saya akan tetap menjadi anaknya dan dia akan selalu menjadi ibu saya. David ingin memberikan kebebasan yang tak pernah ia rasakan kepada anak-anaknya, tetapi harus mengorbankan hubungan dengan orang-orang yang dicintainya. Namun, ada komunitas menonit lain sekitar 5 jam perjalanan dari sini yang secara terbuka menerima modernitas dan kebebasan. [Musik] Komunitas menonit ini menetap di Meitan di tengah area subur [Musik] ini. Kontra dengan komunitas menonit yang konservatif, anggotanya di sini hidup berdampingan dengan warga Argentina lainnya. Mereka diizinkan memiliki mobil dan beberapa orang fasih berbahasa Inggris. Titus yang menjabat sebagai sekretaris koloni adalah salah satunya. Kami percaya bahwa mobil bermanfaat bagi kami untuk berinteraksi dengan masyarakat dan bepergian. Karena tujuan kami berada di sini adalah untuk menjangkau masyarakat maitan dan [Musik] Argentina. Dia bekerja di pusat administrasi koloni yang juga menaungi gereja dan percetakan. Komputer pemindai. Titus diizinkan menggunakan mesin-mesin modern ini. Menurutnya semuanya digunakan untuk melayani Tuhan karena dipakai mencetak selebaran untuk penginjilan dan perluasan koloni. Ini adalah mesin digital. Komputer dan mesin lainnya memudahkan kami untuk menyebarkan kabar baik. Para leluhur kami dulu tidak berurusan dengan internet karena memang belum ada. Namun kami percaya bahwa setiap gereja, setiap generasi dapat memutuskan apa yang diizinkan dan apa yang tidak berdasarkan Alkitab. Internet juga menurut Titus digunakan melayani Tuhan setidaknya sebagian. Saya punya filter di komputer saya yang memblokir saya. cari situs tertentu, terutama media sosial. Misalnya kita masuk ke Facebook, pesan ini akan muncul. Sama halnya untuk situs berita misalnya CNN.N berguna untuk menghindari godaan. Saya mungkin secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang tidak pantas karena di internet banyak hal yang kadang muncul tiba-tiba di layar. [Musik] Titus mengaku belajar banyak melalui internet, terutama tentang geografi dan astronomi. Dua mata pelajaran favoritnya. Beberapa teman saya di koloni tidak percaya bumi itu bulat. [Musik] Mereka percaya bumi itu datar. [Musik] Mereka tidak tahu bagaimana tata surya bekerja. Menurut saya itu menarik. Melalui internet, Titus juga bisa menelusuri sejarah Menonit. Didirikan pada abad ke-16 dan dinamai menurut nama seorang pendeta Belanda Meno Simons. Komunitas ini lahir dari praktik Protestan yang lebih radikal. Fokusnya pada kehidupan komunal dan anti kekerasan. Sebagian besar leluhur saya berasal dari Belanda atau Ukraina. Banyak dari mereka pindah ke Kanada dan kemudian sebagian pindah ke Amerika Selatan, Brazil, Paraguay, serta Argentina. Para perempuan dari koloni ini mengelola toko koperasi tepat di sebelah percetakan. [Musik] Empat di antaranya membuat kue kering di sini. Di Mean, perempuan menonit tidak hanya mengerjakan urusan rumah tangga, mereka juga berperan penting dalam perekonomian masyarakat. Saya suka pekerjaan saya di sini. Itu alasannya mengapa saya masih di sini. Sebagian perempuan bekerja di sebuah toko milik komunitas menonit di pusat kota berdampingan dengan toko-toko Argentina lainnya. Kami biasanya mulai bekerja sekitar pukul 0.30 dan kami buka sampai pukul 10 malam. Hari kerja yang panjang. Iya betul. Tetapi kami punya waktu untuk tidur siang dan itu sangat membantu. Kakak Titus Martha tinggal beberapa blok dari tokoh tersebut. Good morning. [Musik] Morning come [Musik] in. Martha dulu mengajar bahasa Inggris di koloni dan masih terus mengajar anak-anak hingga sekarang. Dia sekarang tinggal bersama Titus saudaranya dan memilih untuk tidak menikah. Bukan berarti tidak ada yang pernah melamar saya. Tapi kalau saya menikah, saya ingin itu memang kehendak Tuhan. Sejauh ini saya merasa orang yang tepat belum datang. [Musik] Kami menantikan kehendak Tuhan karena tidak semua orang bisa menikah. Ada yang tetap melajang dan ada yang [Musik] menikah. Di kalangan menonit ada norma bahwa perempuan yang sudah menikah tinggal di rumah, mengurus anak dan rumah tangga. Anda tidak ingin menikah? Belum. Melajang itu lebih menyenangkan. Apakah itu pilihan Anda? Saya sangat senang belum menikah. Titus sebelumnya menjanjikan agar kami bisa bertemu di gereja untuk merekam kebaktian, sesuatu yang sudah lama ingin kami lakukan. Kami menunggunya hampir 2 jam, tetapi dia tidak kunjung datang. Dia juga tidak lagi menjawab teleponnya. Sampai kemudian, kami menerima telepon yang mengejutkan. Halo, saya Larry Weaver, pendeta menonit di sini. Hai, Lar. Kami diberitahu Titus bahwa kami boleh datang untuk merekam jalannya ibadah. Oh, tidak, tidak boleh. Kenapa kami tidak dikasih tahu lebih awal? Titus mengizinkan kami sebelumnya. Saya minta maaf soal itu, tapi Titus sudah bukan anggota kami lagi dan dia tidak punya wewenang untuk memberi Anda izin. Itu sudah bukan bagian dari gereja Anda. Sekitar 4 bulan lalu dia dikucilkan dari keanggotaan gereja. Dia melakukan kesalahan serius. Saya sarankan Anda tidak menggali lebih dalam soal itu. Kami merasa ini sudah cukup [Musik] mengganggu. Eks komunikasi adalah bentuk hukuman terburuk bagi seorang menonit. Kami jadi bertanya-tanya apakah Titu selama ini sudah berbohong tentang perannya di koloni? Kami ingin bertanya kepadanya, tetapi tidak dapat menghubunginya." Kakaknya Martha yang menjawab telepon. "Jadi maksudmu Martha sebagai kakak yang tinggal bersamanya, Anda tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi?" Tidak. Saya sering penasaran dan tahu sedikit, tetapi pada akhirnya apakah mengetahui semua yang dia lakukan akan membantu saya? Sepertinya tidak. [Musik] Meski begitu, keesokan harinya Martha menepati janjinya untuk memperkenalkan kami kepada beberapa pendatang baru di koloni. Ini tempat tinggal mereka. Sarah, suaminya Abraham, dan kelima anak mereka tiba di pinggiran kota Maitan kurang dari sebulan yang lalu. Sarah hanya berbicara bahasa PL dit, tetapi Martha setuju menjadi penerjemah kami. Apa yang kamu lakukan hari ini? Aku harusnya membuat kue tapi belum kukerjakan. [Musik] Mengapa keluarga ini memutuskan meninggalkan koloninya yang lama? Teman-teman saya di koloni lama yang sering berkumpul saat pesta barbecue bilang kalau saya punya kebiasaan buruk mulai dari bir, serutu, dan koka. Dan salah satu dari mereka bilang, "Kamu tahu kenapa dia punya begitu banyak kebiasaan buruk? Karena setan ada di bawah mejanya. Itulah kenapa dia punya sifat buruk ini. Sepertinya iblis berusaha melawannya kan. Abraham mengaku dulu tertangkap basah membawa ponsel di koloni lamanya yang bernama Nueva Esperanza atau harapan baru. Sebagai hukuman, anak-anaknya dikeluarkan dari sekolah dan dia kehilangan pekerjaannya. Dia tidak tahan hidup terasing dari komunitasnya hingga akhirnya memutuskan pindah ke koloni ini. [Musik] Di sana hidup Abraham sangat sulit dan sempat berpikir untuk bunuh diri. [Musik] Benarkah Anda pernah berpikir untuk mengakhiri hidup? Saya hampir mengakhiri hidup saya beberapa kali. [Musik] Tapi sekarang saya senang bisa melanjutkan hidup. Komunitas-komunitas ini memang cenderung diatur oleh tekanan sosial yang ekstrem. Sarah pun memberikan kami alamat keluarga saudara perempuannya, Eva yang masih tinggal di koloni lama. Koloni itu berjarak 1300 km lebih. Namun kami tetap berangkat untuk mencari tahu bagaimana perasaan mereka tentang pengusiran Sarah dan Abraham. Apakah mereka juga ikut mengucilkan keduanya dari kehidupan mereka? Argentina bagian selatan adalah wilayah dengan lahan terbuka yang luas dan peternakan sapi dengan pemandangan yang luar biasa. Koloni harapan baru yang kami datangi didirikan pada tahun 1986. Sekarang populasinya sekitar 2.700 jiwa. Koloni ini merupakan salah satu koloni tertua, terbesar, dan konon paling konservatif di Argentina. [Musik] Seperti koloni lain yang pernah kami kunjungi, alamat dan nomor rumah tidak ada. Penghuninya diidentifikasi berdasarkan nama dan pekerjaan kepala keluarga. Kami disambut dengan hangat dan keluarga yang kami temui tampaknya sudah mengantisipasi kunjungan kami. [Musik] Apakah Anda punya ponsel? Iya, kami punya satu. Ada ponsel di rumah ini? Ada. [Musik] Di mana ponsel saya? Anda mau lihat untuk apa? Boleh kami melihatnya. Gerard sana main keluar cepat main keluar ya. Anda tidak ingin dia melihat ponsel itu. Saya tidak mau dia melihat semua ini. Meskipun keluarga mereka ada yang diasingkan karena kepemilikan ponsel, mereka tidak takut. Ponsel itu adalah jalur komunikasi mereka ke Sarah dan Abraham. Anda mengenalnya Abraham. Ini Abraham dan Sarah. [Musik] Dan ini ada Abraham dan Sarah bersama anak-anaknya. Anda tidak takut? Takut ketahuan. Jika ketahuan, saya hanya harus menyerahkan ponsel ini. Tidak perlu bohong. naik. Tapi Anda bisa hidup tanpa ponsel. Saya bisa beli lagi. [Musik] Sebenarnya komunitas ini tidak mau memberitahu turis bahwa ada ponsel di sini. Karena di internet mereka tahu kami tidak punya apa-apa dan itu membuat mereka tertarik untuk datang. [Musik] Jadi ini semua hanya untuk turis. [Musik] Benarkah turis bisa berkunjung ke koloni menonit? Halo semuanya, nama saya Analia. Apakah kalian ingat serial Little House on the Prairi? Cara hidup seperti itu tidak bisa dibilang lebih baik atau lebih buruk dari kita. Hanya saja sangat berbeda. Analia adalah seorang pemandu wisata profesional. Seminggu sekali ia memandu sekitar 30 turis berjalan-jalan di dalam koloni. Harganya sekitar euro per orang. Ini adalah kehidupan yang penuh pengorbanan. Setiap orang bekerja dari subuh hingga senja sekitar 11 jam sehari di koloni. Awalnya kami terkejut melihat komunitas yang katanya ketat ini justru begitu terbuka terhadap turis. Namun kami pada akhirnya melihat wisata ini berjalan dengan sangat terorganisir. Sua foto bersama anak-anak ditukar dengan permen dan Analia bukanlah orang asing bagi mereka. Permiso. Hola. Kehidupan sehari-hari keluarga Menonit dipertontonkan di sini. Bahkan ada barang yang juga dijual. Mulai dari roti kayu manis hingga taplak meja. Tur pun berlanjut ke gereja, situs paling suci di koloni di mana kami tidak pernah diizinkan masuk. Baiklah, mari kita melihat melalui jendela. Namun, demi kepuasan para turis, Analia dengan leluasa membuka jendela untuk menunjukkan bagian dalam gereja. [Musik] Lihat kayu di sana. Para pria duduk di sisi ini dan perempuan duduk di sebelah kanan. Apakah kalian melihat bangku-bangkunya? Seperti apa bentuknya? Tidak ada sandaran. Betul. Sama seperti di sekolah. Saya bertanya ke guru, kenapa seperti itu? Dia bilang, "Agar tidak tertidur." Karena kota terdekat berjarak 1 seteng jam dari koloni, Analia berhasil meyakinkan komunitas menonit di sini untuk membuka restoran bagi turis tepat di pusat koloni. Rumah tempat kami makan hari ini adalah milik Isac dan istrinya. Dan mereka punya beberapa anak perempuan dan dua anak laki-laki yang ikut membantu. Siapa saja pelanggan Anda? Turis sering datang untuk menikmati asado dan penduduk lokal di sekitar koloni sering datang di akhir pekan. Asado, hidangan khas Argentina memang jadi salah satu menu makan siang di restoran. Disajikan di ruang makan yang tampak seperti restoran pada umumnya. Isaac tidak mau menyebutkan berapa penghasilan yang dia dapat perelanggan. Memang kontradiktif. Semua orang mengatakan mereka hidup seperti di abad lalu. Tetapi tidak. Mereka punya teknologi dan alat untuk membantu pekerjaan. [Musik] Seperti kebanyakan tur lain, wisata berakhir di toko souvenir. Layaknya supermarket, toko di koloni ini menjual segala jenis barang. Mulai dari produk lokal hingga merek-merek besar. Mereka juga menjual pakaian tradisional. Pemandangan para turis di komunitas menonit ini sangat kontras dengan apa yang kami temukan di tempat lain di Argentina. Apakah komunitas yang secara tradisional terisolasi ini telah berubah menjadi lebih terbuka? Satu hal yang pasti rasa ingin tahu beberapa anggotanya tentang dunia luar telah meningkat. Abraham seorang menonit berusia 20 tahun telah lama bermimpi bisa terbang. Hari ini dia akan mewujudkannya. Mario, sang pilot dari kota tetangga menunggunya di pintu masuk koloni. Kabar tentang penerbangan hari ini telah tersebar dan sekelompok anak laki-laki berkumpul untuk menonton. Beberapa orang memandang dengan sedikit iri. Bisakah empat orang menaiki ini? Tidak. Hanya satu orang. Jadi pilot, pilot dan satu orang lain. [Musik] Abraham harus mendapatkan izin dari ayahnya, mantan gubernur untuk terbang hari ini. [Musik] Abraham. Abraham. Apakah ini pertama kalinya kamu terbang? Iya. Bagaimana perasaanmu? Saya tenang dan bahagia. Bagus. Mimpi saya terwujud. Senang bisa membantu. [Musik] Ayo kita mulai. Iya. [Musik] Saya sangat [Musik] menyukainya. Saya tidak takut sama sekali. [Musik] Saya bisa melihat saudara-saudara saya di sana. Mereka seperti boneka. [Musik] Saya terbang seperti burung. Apakah tradisi komunitas menunit di seluruh Argentina saat ini terancam oleh modernitas atau justru ada ruang untuk perubahan? Inilah pertanyaan yang harus diputuskan sendiri oleh setiap generasi menonit yang tersebar di Argentina.
Resume
Categories