Transcript
V-kEKpZj_SI • Perang saudara di Sudan: Kisah dokter bedah dan timnya bertarung selamatkan nyawa di Pegunungan Nuba
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0042_V-kEKpZj_SI.txt
Kind: captions
Language: id
ya
[Musik]
Saya satu-satunya dokter bedah di Nuba.
Di antara lebih 2 juta dokter. Jika
sesuatu terjadi pada saya, semuanya akan
berhenti. Karena kami tidak punya dokter
bedah. Kami tidak punya dokter medis.
[Musik]
Ini adalah satu-satunya jalan menuju
pegunungan Nuba dan bantuan datang
melalui jalan ini. Obat-obatan
didatangkan dari Sudan Selatan. Anda
akan lihat beberapa traktor ini membawa
obat-obatan ke pegunungan Nuba. Tetapi
mereka terjebak di sini karena tidak ada
jalan untuk menyeberang. Beberapa
traktor ini mungkin telah terjebak di
sini selama du hingga 3 minggu untuk
sampai ke pegunungan Nuba.
Saya lahir di pegunungan Nuba. besar di
kawasan perang dengan pengeboman udara
dan penembakan artileri.
Tidak mudah untuk dibesarkan di daerah
yang dilanda perang. Satu-satunya
bantuan yang kami dapatkan adalah dari
lembaga swadaya masyarakat, bukan dari
pemerintah di Kartum. Mereka tidak
pernah membantu kami. government. They
never did anything for us.
[Musik]
Saya bekerja di organisasi Sikap Anamur
sejak 1998.
Awalnya saya penerjemah bahasa Arab ke
bahasa Inggris.
Dokter pertama yang saya temui di sini
adalah dr. Sebastian. Dia berkata kepada
saya, "Josef, sebaiknya Anda membantu
saya di ruang operasi." Jadi, saya mulai
membantu dia sebagai perawat bedah.
Dia mengizinkan saya membantu operasi
dan memberi instruksi.
Lalu dia bilang, "Saya bekerja dengan
baik dan sudah bisa melakukan operasi
sendiri.
Begitulah awalnya.
Kamu takut? Tidak. Jangan khawatir, ini
bukan operasi serius. Masalahnya segera
kami tangani dan kamu bisa istirahat.
[Musik]
Mari kita mulai.
[Musik]
Dia berusia 18 tahun. Saya duga ada
radang usus buntu. Itu penyebab rasa
sakitnya.
Ini adalah usus buntu dan ini meradang.
Kalau dibiarkan selama dua atau 3 hari
lagi maka akan pecah.
Ini salah satu operasi yang harus
dipelajari. Ini adalah operasi pertama
yang dapat diajarkan oleh dokter bedah.
Banyak orang meninggal karena tidak ada
dokter bedah di pegunungan Nuba.
Kami kehilangan banyak orang.
Akhir 1997 adalah saat kami mendirikan
ruang operasi pertama di Luere.
Sebelumnya tidak ada ruang operasi di
pegunungan Nuba. Banyak orang meninggal.
Banyak ibu meninggal karena komplikasi
persalinan. Ibu-ibu dengan plasenta
Previa, prajurit yang terluka. Mereka
semua meninggal. the di
[Musik]
h
wena di mana Rifka?
Hah?
Di mana anaknya?
Oh my god. Ya ampun, dia kecil sekali.
150 gr. Ini bayi prematur yang berumur 7
bulan di kandungan. Ini yang paling
sering kami lihat.
Para ibu di sini pekerja keras. Mereka
mengangkat barang-barang berat. Para ibu
hamil di sini, terlebih saat musim
panen, membawa banyak barang.
Ada yang bawa sorgum, mengangkat kayu
bakar dan air ke rumah untuk anaknya.
Bahkan untuk suaminya,
dia sedang hamil tetapi masih harus
mengambil air untuk suaminya.
Ada yang membawa arang seberat 25 kilo
dengan bayaran murah. Anda tidak melihat
laki-laki membawa arang di kepalanya,
hanya perempuan. Para ibu di sini
menderita.
Ini anak ke berapa? Ketujuh. merasa apa?
Kalau kamu terlambat membawa anak ke
rumah sakit, anakmu akan meninggal atau
lumpuh.
Itu sebabnya anak-anak perlu divaksin.
Dan kalau anakmu sakit, harus langsung
dibawa ke rumah sakit, ya.
[Musik]
pneumonia, malaria, berbagai penyakit.
Beberapa anak di sini kekurangan gizi.
[Musik]
Banyak dari kami kehilangan anak karena
kesehatan yang buruk, penyakit, dan
kekurangan gizi.
Kami ingin masa depan di mana kami tidak
kehilangan anak lagi.
Fi
[Musik]
Banyak orang datang dari tempat lain.
Mereka tidak punya apa-apa. Mereka tidak
punya makanan dan tempat tinggal.
Orang yang datang ke sini berasal dari
daerah yang sangat jauh.
Mereka melarikan diri dari kota-kota
yang sedang dilanda pertempuran.
Kasus kekurangan gizi anak meningkat.
Tahun ini kami punya 83 kasus kurang
gizi dalam 1 bulan. Itu belum pernah
terjadi sebelumnya.
Kalian punya cukup makanan di rumah?
Tidak ada yang punya cukup makanan.
Ini anak kedelapan.
Iya, dia sudah sakit sejak tahun lalu.
Dia akan sehat kembali.
Situasinya buruk.
Orang-orang butuh makanan.
Kami masih hidup hanya karena karunia
Tuhan.
[Musik]
mal
[Musik]
punya dua jenis susu ini F75.
Kami mulai dengan susu ini karena rendah
protein.
Jika anak bisa meminumnya tanpa muntah
atau tidak terjadi pembengkakan, kami
beralih ke susu yang lebih berat, F100.
Jika tidak ada efek samping, kami
beralih ke susu yang kami sebut coklat.
Kami berikan perlahan sehingga kesehatan
anak tetap stabil. Kami berikan campuran
kacang ini terbuat dari kacang tanah,
mentega, garam, dan sedikit gula.
[Musik]
Kamu dari mana? Dari barat. Punya
keluarga di sana? Iya.
Siapa nama anaknya? Abu.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Karena konflik antara para militer RSF
dan tentara, kami sangat menderita
perang dan kelaparan.
[Musik]
Kami tidak makan selama 2 hari.
[Musik]
Kami minum air dan makan daun dari
pohon. Beberapa orang meninggal karena
kelaparan.
Tujuh anak berusia 2 dan 3 tahun
meninggal.
Setelah kami pergi, saya tidak tahu apa
yang terjadi.
[Musik]
Anak ini tidak bisa minum susu melalui
mulut atau nanti dia muntah. Ini
alternatif terakhir yang kami gunakan
sebagai nutrisi.
Kadang-kadang setelah keseimbangan
elektrolit stabil, anak bisa minum susu
lagi melalui mulut. Lalu kami akan
melepas alat ini. Berapa umurnya? 2
tahun.
Edema disebabkan oleh kerusakan ginjal
dan hati. Keduanya kelebihan beban
karena keseimbangan elektrolit tidak
stabil. Cairan tidak dapat diserap oleh
tubuh. Dengan memberikan F75, anak akan
stabil sementara waktu.
Canfi
Di sini ada pepatah. Anak laki-laki
perlu belajar, anak perempuan tidak.
Anak perempuan tidak perlu pendidikan.
Ketika seorang anak perempuan dewasa,
dia akan menikah dan ikut suami. Itu
juga yang diyakini ayah saya.
Saya salah satu anak perempuan yang
menolak itu karena saya tidak ingin
dinikahkan.
Saya bilang, "Saya tidak mau itu. Saya
mau sekolah.
dari negara
Rasid. Rasidah apa kabar?
Baik.
Kamu dari mana?
Dari Darfur Barat.
Geneina. Bagaimana sampai ke sini?
Kami berjalan melintasi negara
[Musik]
saat hamil. Iya.
Kamu jalan kaki. Iya, saya berjalan
dengan pakaian ini.
Dengan siapa? Suami.
Kamu punya berapa anak? Lima.
Kamu melahirkan sendiri.
Sebelumnya itu operasi pertama saya dan
ada pendarahan yang hebat. Saya tidak
bisa percaya itu bisa sampai terjadi.
Kamu akan operasi saya lagi. Ini bukan
operasi. Jangan sentuh saya. Saya sudah
didisinfeksi. Saya akan lepas
jahitannya. Tidak akan sakit.
Kamu kesakitan selama operasi? Tidak.
Oke. Jangan bergerak. Saya akan lepas
jahitan.
Tidak sakit.
Tidak. Kamu beruntung datang ke sini.
Di mana keluargamu? Keluarga ibu saya
lari ke chat.
Kamu sudah mendengar kabar tentang chat?
Iya.
Apa orang-orang masih melarikan diri?
Masih.
Kamu tidak ingin ngobrol lagi. Saya
sudah banyak bicara. Jangan berpegangan
pada saya. Saya hampir selesai.
Kalau kamu dorong saya, saya tidak bisa
lepas jahitan. Sedikit lagi. Hanya satu
jahitan lagi. Selesai.
Apa
keadaan di Darfur sulit? Apa orang-orang
sudah kembali?
Belum.
Hanya milih si RSF yang kembali.
Seperti apa kehidupan orang-orang di
sana?
Banyak laki-laki meninggal.
Dua saudara lelaki saya juga meninggal.
Halo.
Kalian akan menemukan rumah di sini.
Kita tidak tahu apa situasinya akan
membaik atau tidak.
Oke, kamu bisa menemui bayimu sekarang.
Saya juga lahir saat perang. Orang-orang
bersenjata datang dan memaksa kami
keluar dari rumah.
Setelah besar, saya makin menyadari
betapa banyak orang menderita di sini.
Saya ingin jadi dokter karena saya ingin
membantu orang lain. Tapi saya tidak
bisa menyelesaikan studi saya karena
keluarga tidak mendukung saya untuk
tetap bersekolah.
Dan alasan lain karena saya punya anak,
tidak ada yang menjaga anak saya.
Sini sama mama.
Namanya Anka diambil dari salah satu
dokter dari Jerman.
Saya punya dua anak. Yang pertama
namanya Kakak.
Bagaimana hasilnya?
Kamu naik ke kelas 6.
Selamat
semua mata pelajaran lulus.
Saya tidak yakin dengan matematika tapi
saya lulus. Saya hanya ingin masuk
universitas.
Dulu saya hanya mempersiapkan operasi,
tetapi sekarang saya belajar membantu
dokter bedah. Mengapa hanya laki-laki
yang boleh jadi dokter bedah? Saya
tidak. Saya berusaha sebaik-baiknya di
tengah para lelaki. to be among mans.
[Musik]
Saya dilatih sebagai pejuang pemberontak
dan terluka saat serangan militer.
Josef adalah orang yang mengoperasi
saya. Itu pertama kalinya saya bertemu
dengan dia.
Saya membersihkan lukanya karena ada
serpihan yang harus dikeluarkan.
Dia pergi. Saya tidak tahu dia di mana
karena dia kembali ke garis depan.
[Musik]
Saya terluka hari kelima pertempuran.
Saya dirawat di rumah sakit sebentar,
lalu kembali ke militer dan terluka
lagi.
Akhirnya mereka bilang, "Aziz, ke
depannya kamu bisa mati dan semuanya
akan sia-sia. Kami harus mencarikan kamu
sesuatu yang lain, bukan bertempur.
[Musik]
Banyak pasien datang dari mana-mana ke
sini
karena perang di Sudan bagian utara.
Saya menjadi prajurit di pasukan SPLM 20
tahun yang lalu.
Waktu itu saya masih remaja.
Rumah sakitnya sudah banyak berubah.
Dulu bangunannya dari jerami dan batu.
Sekarang rumah sakit jadi tempat
berkumpul
di wilayah otonomi. Rumah sakit jadi
pusat kehidupan.
Orang-orang percaya pada rumah sakit.
Bukan dalam arti agama,
tapi percaya kepada kemanusiaan.
Saya pernah dirawat di sini.
Waktu itu saya sedang menjinakkan bom
yang kemudian meledak.
Jadi saya harus diamputasi. Tapi
syukurlah saya baik-baik saja.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Sudah berapa lama di sini? 10 hari. 10
hari. Dia sudah lebih baik.
Dia baik, sudah lebih baik dari
sebelumnya.
[Musik]
Anak ini membuat banyak kemajuan.
Kemarin beratnya 7,2 kilo, hari ini 7,5
kilo.
would be pretty
Oh, I
kami sudah memasang selang makanan untuk
memberikan susu F75. Kami tidak ingin
bayi tersedak. Dia terlalu lemah untuk
minum susu sebanyak itu sendiri. Kami
akan memasukkan susu ke dalam selang
makanan. Dengan cara ini, tidak ada
risiko tersedak.
[Musik]
Sebelum perang, hidup kami baik-baik
saja. Saya berjualan sayur dan suami
saya bekerja semuanya baik-baik saja.
Kami hidup dengan baik.
Semua tetangga saya yang tidak lari
terbunuh.
Kalau kami tidak pergi lebih awal, kami
juga akan terbunuh.
Mereka tidak membedakan perempuan dan
laki-laki. Kalau mereka menemukan gadis
kecil, mereka memperkosanya.
Metode mereka adalah membunuh. Mereka
membunuh semua anak tetangga saya.
Saya pinjam uang dari teman saya dan
akan meninggalkan sebagian uang untuk
keluarga saya.
Malam ini atau besok saya akan cari
seseorang yang bisa antar saya pergi
untuk cari uang
supaya kami bisa bertahan hidup sampai
dia keluar dari rumah sakit.
[Musik]
Waktu kami lari, saya tidak bawa
apa-apa.
Kami kehilangan keluarga kami.
Semuanya ada 11 orang, li orang
meninggal dan yang en orang lagi kami
tidak tahu di mana.
Saya punya bengkel ini sama seperti
memperbaiki sepeda motor. Ini
karburatornya sama seperti motor.
Tapi ini motor kuat
lebih besar dari yang di motor.
Ini kotak peralatannya.
Dengan kotak perkakas ini saya bisa
memperbaiki apapun.
Dengan ini kamu bisa kerja.
Iya. Saya tidak butuh apa-apa lagi.
Dia bisa bekerja di sana.
Kalau dia dapat hari libur, dia bisa
datang mengunjungi kami.
Dan kalau bisa bertahan di pekerjaan
itu, mereka bisa sediakan rumah di Kauda
dan kalian semua bisa tinggal di sini.
[Musik]
Hei
[Musik]
dia berdarah. Iya banyak. Tidak terlalu.
Ini operasi yang akan saya lakukan.
Amputasi di bawah lutut.
Saya rasa ini satu-satunya cara
menyelamatkan kakinya.
Dia belum lama didiagnosis mengidap
diabetes. Andai dia menjalani perawatan
lebih awal, mungkin bisa ditangani. Tapi
sekarang sudah nekrotik.
Tidak ada cara lain karena infeksinya
akan makin menyebar.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Halo bagian kandungan.
[Musik]
Ada panggilan dari bagian kandungan.
Seorang ibu dengan usia kehamilan 9
bulan mengalami pendarahan hebat.
Amputasi ditunda dulu. Kita tangani yang
darurat dulu.
Bisa bantu saya? Dia bisa menunduk
sambil duduk. Cukup tunduk saja.
Ini tidak terhubung.
Periksa dari belakang.
Siapa yang pakai penyedot ini? Greta
bisa bantu untuk penyedotan. Saya tidak
tahu mereka bikin apa.
[Musik]
Sudah berfungsi.
Bagian yang ini tidak berfungsi.
Semua darah menggumpal. Tolong pasang
retraktor.
[Musik]
Pendarahannya sudah berhenti.
[Musik]
Eh, plenta plasenta Previa. Untungnya
bidan menghubungi kami dengan cepat.
Dia mengalami pendarahan hebat di dalam.
Banyak gumpalan darah berhasil
dikeluarkan. Sangat kritis.
Dalam operasi semacam itu dengan banyak
pendarahan, Aziz tahu persis apa yang
saya butuhkan.
Bekerja sebagai tim selalu baik untuk
pasien. Jika yang lain tidak tahu apa
yang harus dilakukan, itu jadi masalah.
Dia tahu apa yang dibutuhkan. Jadi, kami
bisa menghentikan pendarahan dengan
cepat.
Tapi kalau dia tidak dengar apa yang
saya bilang, saya pecat dia.
Oke,
sakit.
terasa sakit
tidak
ini minggu yang sibuk
banyak operasi dan masih ada pemeriksaan
pasien
kami bekerja dari pagi sampai pagi
sepanjang malam kami akan tangani pasien
kapan Mereka datang. Setiap hari kami
kerja seharian.
Malam hari saya bawa walkieki untuk
bersiap kalau ada sesuatu yang terjadi.
Kalau ada panggilan saya harus datang.
[Musik]
Ambilkan satunya lagi. Ini rahimnya.
Saya harus dorong kembali.
[Musik]
Operasi sudah selesai. Saya menjahitnya
sekarang.
Nidal, tidak banyak perempuan yang kuat
bertahan lama di meja operasi. Sangat
jarang.
Saya punya penyakit jantung dulu tidak
ada masalah apapun.
40 hari setelah melahirkan, 2 hari
setelahnya kami sedang makan malam.
Setelah makan malam, saya bawa
piring-piring ke dapur.
Waktu saya kembali, saya merasa sesak
napas.
Saya kasih tahu suami saya bahwa saya
tidak enak badan. Saya tidak bisa
bernapas. Saya tidak tahu kenapa.
jaga anak ini.
Saya tinggalkan rumah dan langsung ke
rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, saya pingsan di
ruang gawat darurat.
berbaring di sebelah kiri. Iya, begitu.
Menghadap tembok.
Mundur sedikit ke arah saya.
Jantungnya sangat besar, tidak
berkontraksi sepenuhnya. Tetapi
dibandingkan dengan setahun lalu, ini
sudah jauh lebih baik. Jantungnya
membaik. Benar. Iya. Jauh lebih baik,
lebih kuat.
Anda ditugaskan di mana?
Di mana?
Di Kola.
Dia bawa senjata berat. Dia pernah
dioperasi karena Hernia Inwinalis.
Harus dioperasi lagi. Anda akan jadi
prajurit lagi setelah operasi.
Tuhan yang menentukan.
Saya tidak pernah ikut berperang, tetapi
perang yang saya lakukan adalah membantu
para prajurit yang terluka. Itu lebih
dari sekadar perang.
Jika Anda menyelamatkan nyawa prajurit
yang terluka, itu sama saja dengan ikut
berperang. Karena banyak yang terluka di
medan perang dan mereka dibawa ke sini
untuk diselamatkan.
Merasakan sesuatu? Tidak. Sekarang
tidak.
Rezim sebelumnya, Albasir dan sekutunya
mereka yang menyerang kami di pegunungan
Nuba.
Rezim saat ini dari apa yang kami dengar
berasal dari kubu yang sama.
Kami membelot dari mereka sebagai orang
Nuba untuk berjuang karena kami ingin
pemerintahan lain di Sudan. Sistem
demokrasi di mana setiap orang punya
hak.
Kasus terburuk terjadi bulan Maret lalu.
Pengoboman udara.
[Musik]
Aziz, kamu ingat itu? Iya, saya ingat
bulan Maret lalu ada pesawat mengebom
Alhadra. Kamu ingat pasien yang kita
dapatkan akibat peristiwa Alhadra?
Saya harap kamu bertemu mereka dalam
perjalanan dan bisa memotivasi mereka.
[Musik]
Asalamualaikumam. Halo, apa kabar?
[Musik]
Kamu ingat saya? Iya, Aziz. Saya ingat.
Apa kabar?
Baik. Bagaimana dengan kamu? Baik,
syukurlah. Bolehkah saya lihat apa
sakit? Tidak.
Sudah sembuh.
[Musik]
sudah siap Apa
[Musik]
kamu lihat lubang-lubang itu? Itu dari
pecahan bom. Lihat ke sana di dalam
kelas.
di sini.
Iya. Mereka dengar suara pesawat dan
lari keluar.
Murid perempuan keluar dengan gurunya.
Mereka terkena bom dan terlempar ke
sana.
Pecahan bom menembus dinding dan kena
siswa di dalam kelas.
Mereka ada di sini dan melihat semuanya.
Sebagian besar tiarap di tanah, sebagian
lain berdiri.
Mereka dengar suara pesawat.
Guru keluar tetapi tidak mengizinkan
murid keluar. Saat dia berjalan keluar,
bom dijatuhkan. Bom itu menghancurkan
semuanya, bahkan papan tulis.
Lihat bom itu jatuh di sana dan
merobohkan papan tulis semuanya hancur.
tangannya mati rasa, tidak bisa lagi
digerakkan. Dia dibawa ke penyembuh
alternatif. Dia bilang tangannya tidak
akan berfungsi lagi.
Masalahnya adalah setelah dia terluka,
dia tidak ditangani dengan tepat.
Kalau Anda melatih tangannya secara
teratur bisa membaik.
Dia akan bisa menggerakkannya lagi.
Jangan putus asa dan berpikir bahwa dia
tidak akan bisa menggerakkan tangannya
lagi. Coba latih, jangan terlalu berat.
Sedikit saja setiap hari. Luruskan
jari-jarinya.
Cukup dengan latihan saja dia bisa
menggerakkan tangannya lagi.
Kakinya seperti ini sejak serangan. Iya.
dari sini sampai ke sini dia terkena di
sini dan menyebabkan masalah di bawah
ini.
Serpihannya kena di bagian ini.
Dia harus ke rumah sakit.
infeksinya semakin parah,
tidak kelihatan, tetapi infeksi menyebar
di dalam.
Kamu bisa cium baunya, artinya kakinya
terinfeksi.
Jangan remehkan ini. Kalau tidak,
kakinya harus diamputasi. Oke.
Baik.
Setelah kamu dirawat, kamu bisa kembali
ke sekolah. Kalian harus cepat bawa dia
ke rumah sakit agar bisa dirawat dan dia
bisa kembali ke sekolah.
I need in my head.
[Musik]
terut
[Musik]
Saya kenal mereka. Mereka tetangga saya.
Pada bulan Agustus mereka kelaparan.
Keluarga itu hampir tidak punya apa-apa
untuk dimakan di rumah. Apa yang ada
tidak cukup. Di rumah itu ada banyak
anak.
Ibu-ibu bertanggung jawab atas anak-anak
mereka dan mata pencaharian keluarga.
Sebab sebagian besar ayah adalah
prajurit, tidak punya waktu untuk
keluarga.
Itu sebabnya perang di Sudan menyebabkan
begitu banyak kematian.
Itu sebabnya orang tua kehilangan
anak-anak.
Orang tua mereka tidak punya pekerjaan.
Mereka membawa makanan untuk lima atau
enam anak. Tetapi tidak cukup.
Dan besok paginya mereka mungkin tidak
punya makanan sama sekali.
Kapan perdamaian datang sehingga kami
bisa hidup normal?
Kami tidak tahu. Saya khawatir tentang
musim hujan yang berikut. Kebanyakan
orang tidak dapat menanami ladang
mereka. Jika situasinya tetap seperti
ini, keadaan akan semakin buruk.
Al
[Musik]
semuanya jadi lebih sulit
karena harga-harga naik. Saya membagi
penghasilan saya untuk keluarga sendiri,
keluarga ibu saya, dan keluarga ayah
saya.
Itu mengapa saya hanya membeli makanan
sederhana untuk kami makan seminggu,
bahkan sepanjang bulan sampai gajian
berikutnya.
Kadang kami tidur dalam keadaan lapar
dan tidak punya apa-apa untuk dimakan.
Ini sangat sulit untuk saya, tetapi saya
terus bekerja. Saya kerja keras untuk
memberi makan semua orang.
[Musik]
Aziz dokter bedah hari ini.
Saya harus membantunya.
Dia bosnya.
[Musik]
Ini operasi cesar pertama yang dia
lakukan.
Dia tidak perlu bantuan saya. Tentu dia
butuh pelatihan lebih lanjut. Tapi sudah
baik.
Harapan terbesar saya adalah menjadi
dokter bedah suatu hari nanti.
Saat ini tidak ada kemungkinan untuk
berkuliah.
Tapi saya bisa kumpulkan pengalaman.
Kalau kami masih hidup saat perang
berakhir dan ada perdamaian,
saya mau kuliah.
4 tahun lagi saya akan pensiun.
Orang-orang seperti kami yang akan
memasuki usia 50-an tidak perlu lagi
banyak teori. Hanya orang muda seperti
mereka. Saya sangat berharap mereka
dapat kesempatan kembali bersekolah.
Baya
tidak melihat harapan untuk masa depan
orang-orang Nuba. Komunitas Nuba sedang
sakit. Perang yang tak berkesudahan ini
terus melemahkan kami sampai kami mati.
Kami hidup menderita dan ini berdampak
ke generasi berikutnya.
[Musik]
Tidak ada yang baik-baik saja. Saya
salah satunya.
Bahkan orang yang paling kuat pun masih
menderita dalam dirinya.
Mereka punya mentalitas perang. Mereka
tidak peduli bahwa orang-orang menderita
kelaparan, penyakit, dan tidak punya
rumah. Itu sebabnya saya tidak punya
harapan untuk Sudan kecuali mereka
mengubah cara pikir mereka. Saya tidak
punya harapan.
Saya yakin kalau mereka selesai di sana,
mereka akan menyerang ke sini.
[Musik]