Transcript
V-kEKpZj_SI • Perang saudara di Sudan: Kisah dokter bedah dan timnya bertarung selamatkan nyawa di Pegunungan Nuba
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0042_V-kEKpZj_SI.txt
Kind: captions Language: id ya [Musik] Saya satu-satunya dokter bedah di Nuba. Di antara lebih 2 juta dokter. Jika sesuatu terjadi pada saya, semuanya akan berhenti. Karena kami tidak punya dokter bedah. Kami tidak punya dokter medis. [Musik] Ini adalah satu-satunya jalan menuju pegunungan Nuba dan bantuan datang melalui jalan ini. Obat-obatan didatangkan dari Sudan Selatan. Anda akan lihat beberapa traktor ini membawa obat-obatan ke pegunungan Nuba. Tetapi mereka terjebak di sini karena tidak ada jalan untuk menyeberang. Beberapa traktor ini mungkin telah terjebak di sini selama du hingga 3 minggu untuk sampai ke pegunungan Nuba. Saya lahir di pegunungan Nuba. besar di kawasan perang dengan pengeboman udara dan penembakan artileri. Tidak mudah untuk dibesarkan di daerah yang dilanda perang. Satu-satunya bantuan yang kami dapatkan adalah dari lembaga swadaya masyarakat, bukan dari pemerintah di Kartum. Mereka tidak pernah membantu kami. government. They never did anything for us. [Musik] Saya bekerja di organisasi Sikap Anamur sejak 1998. Awalnya saya penerjemah bahasa Arab ke bahasa Inggris. Dokter pertama yang saya temui di sini adalah dr. Sebastian. Dia berkata kepada saya, "Josef, sebaiknya Anda membantu saya di ruang operasi." Jadi, saya mulai membantu dia sebagai perawat bedah. Dia mengizinkan saya membantu operasi dan memberi instruksi. Lalu dia bilang, "Saya bekerja dengan baik dan sudah bisa melakukan operasi sendiri. Begitulah awalnya. Kamu takut? Tidak. Jangan khawatir, ini bukan operasi serius. Masalahnya segera kami tangani dan kamu bisa istirahat. [Musik] Mari kita mulai. [Musik] Dia berusia 18 tahun. Saya duga ada radang usus buntu. Itu penyebab rasa sakitnya. Ini adalah usus buntu dan ini meradang. Kalau dibiarkan selama dua atau 3 hari lagi maka akan pecah. Ini salah satu operasi yang harus dipelajari. Ini adalah operasi pertama yang dapat diajarkan oleh dokter bedah. Banyak orang meninggal karena tidak ada dokter bedah di pegunungan Nuba. Kami kehilangan banyak orang. Akhir 1997 adalah saat kami mendirikan ruang operasi pertama di Luere. Sebelumnya tidak ada ruang operasi di pegunungan Nuba. Banyak orang meninggal. Banyak ibu meninggal karena komplikasi persalinan. Ibu-ibu dengan plasenta Previa, prajurit yang terluka. Mereka semua meninggal. the di [Musik] h wena di mana Rifka? Hah? Di mana anaknya? Oh my god. Ya ampun, dia kecil sekali. 150 gr. Ini bayi prematur yang berumur 7 bulan di kandungan. Ini yang paling sering kami lihat. Para ibu di sini pekerja keras. Mereka mengangkat barang-barang berat. Para ibu hamil di sini, terlebih saat musim panen, membawa banyak barang. Ada yang bawa sorgum, mengangkat kayu bakar dan air ke rumah untuk anaknya. Bahkan untuk suaminya, dia sedang hamil tetapi masih harus mengambil air untuk suaminya. Ada yang membawa arang seberat 25 kilo dengan bayaran murah. Anda tidak melihat laki-laki membawa arang di kepalanya, hanya perempuan. Para ibu di sini menderita. Ini anak ke berapa? Ketujuh. merasa apa? Kalau kamu terlambat membawa anak ke rumah sakit, anakmu akan meninggal atau lumpuh. Itu sebabnya anak-anak perlu divaksin. Dan kalau anakmu sakit, harus langsung dibawa ke rumah sakit, ya. [Musik] pneumonia, malaria, berbagai penyakit. Beberapa anak di sini kekurangan gizi. [Musik] Banyak dari kami kehilangan anak karena kesehatan yang buruk, penyakit, dan kekurangan gizi. Kami ingin masa depan di mana kami tidak kehilangan anak lagi. Fi [Musik] Banyak orang datang dari tempat lain. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka tidak punya makanan dan tempat tinggal. Orang yang datang ke sini berasal dari daerah yang sangat jauh. Mereka melarikan diri dari kota-kota yang sedang dilanda pertempuran. Kasus kekurangan gizi anak meningkat. Tahun ini kami punya 83 kasus kurang gizi dalam 1 bulan. Itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kalian punya cukup makanan di rumah? Tidak ada yang punya cukup makanan. Ini anak kedelapan. Iya, dia sudah sakit sejak tahun lalu. Dia akan sehat kembali. Situasinya buruk. Orang-orang butuh makanan. Kami masih hidup hanya karena karunia Tuhan. [Musik] mal [Musik] punya dua jenis susu ini F75. Kami mulai dengan susu ini karena rendah protein. Jika anak bisa meminumnya tanpa muntah atau tidak terjadi pembengkakan, kami beralih ke susu yang lebih berat, F100. Jika tidak ada efek samping, kami beralih ke susu yang kami sebut coklat. Kami berikan perlahan sehingga kesehatan anak tetap stabil. Kami berikan campuran kacang ini terbuat dari kacang tanah, mentega, garam, dan sedikit gula. [Musik] Kamu dari mana? Dari barat. Punya keluarga di sana? Iya. Siapa nama anaknya? Abu. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Karena konflik antara para militer RSF dan tentara, kami sangat menderita perang dan kelaparan. [Musik] Kami tidak makan selama 2 hari. [Musik] Kami minum air dan makan daun dari pohon. Beberapa orang meninggal karena kelaparan. Tujuh anak berusia 2 dan 3 tahun meninggal. Setelah kami pergi, saya tidak tahu apa yang terjadi. [Musik] Anak ini tidak bisa minum susu melalui mulut atau nanti dia muntah. Ini alternatif terakhir yang kami gunakan sebagai nutrisi. Kadang-kadang setelah keseimbangan elektrolit stabil, anak bisa minum susu lagi melalui mulut. Lalu kami akan melepas alat ini. Berapa umurnya? 2 tahun. Edema disebabkan oleh kerusakan ginjal dan hati. Keduanya kelebihan beban karena keseimbangan elektrolit tidak stabil. Cairan tidak dapat diserap oleh tubuh. Dengan memberikan F75, anak akan stabil sementara waktu. Canfi Di sini ada pepatah. Anak laki-laki perlu belajar, anak perempuan tidak. Anak perempuan tidak perlu pendidikan. Ketika seorang anak perempuan dewasa, dia akan menikah dan ikut suami. Itu juga yang diyakini ayah saya. Saya salah satu anak perempuan yang menolak itu karena saya tidak ingin dinikahkan. Saya bilang, "Saya tidak mau itu. Saya mau sekolah. dari negara Rasid. Rasidah apa kabar? Baik. Kamu dari mana? Dari Darfur Barat. Geneina. Bagaimana sampai ke sini? Kami berjalan melintasi negara [Musik] saat hamil. Iya. Kamu jalan kaki. Iya, saya berjalan dengan pakaian ini. Dengan siapa? Suami. Kamu punya berapa anak? Lima. Kamu melahirkan sendiri. Sebelumnya itu operasi pertama saya dan ada pendarahan yang hebat. Saya tidak bisa percaya itu bisa sampai terjadi. Kamu akan operasi saya lagi. Ini bukan operasi. Jangan sentuh saya. Saya sudah didisinfeksi. Saya akan lepas jahitannya. Tidak akan sakit. Kamu kesakitan selama operasi? Tidak. Oke. Jangan bergerak. Saya akan lepas jahitan. Tidak sakit. Tidak. Kamu beruntung datang ke sini. Di mana keluargamu? Keluarga ibu saya lari ke chat. Kamu sudah mendengar kabar tentang chat? Iya. Apa orang-orang masih melarikan diri? Masih. Kamu tidak ingin ngobrol lagi. Saya sudah banyak bicara. Jangan berpegangan pada saya. Saya hampir selesai. Kalau kamu dorong saya, saya tidak bisa lepas jahitan. Sedikit lagi. Hanya satu jahitan lagi. Selesai. Apa keadaan di Darfur sulit? Apa orang-orang sudah kembali? Belum. Hanya milih si RSF yang kembali. Seperti apa kehidupan orang-orang di sana? Banyak laki-laki meninggal. Dua saudara lelaki saya juga meninggal. Halo. Kalian akan menemukan rumah di sini. Kita tidak tahu apa situasinya akan membaik atau tidak. Oke, kamu bisa menemui bayimu sekarang. Saya juga lahir saat perang. Orang-orang bersenjata datang dan memaksa kami keluar dari rumah. Setelah besar, saya makin menyadari betapa banyak orang menderita di sini. Saya ingin jadi dokter karena saya ingin membantu orang lain. Tapi saya tidak bisa menyelesaikan studi saya karena keluarga tidak mendukung saya untuk tetap bersekolah. Dan alasan lain karena saya punya anak, tidak ada yang menjaga anak saya. Sini sama mama. Namanya Anka diambil dari salah satu dokter dari Jerman. Saya punya dua anak. Yang pertama namanya Kakak. Bagaimana hasilnya? Kamu naik ke kelas 6. Selamat semua mata pelajaran lulus. Saya tidak yakin dengan matematika tapi saya lulus. Saya hanya ingin masuk universitas. Dulu saya hanya mempersiapkan operasi, tetapi sekarang saya belajar membantu dokter bedah. Mengapa hanya laki-laki yang boleh jadi dokter bedah? Saya tidak. Saya berusaha sebaik-baiknya di tengah para lelaki. to be among mans. [Musik] Saya dilatih sebagai pejuang pemberontak dan terluka saat serangan militer. Josef adalah orang yang mengoperasi saya. Itu pertama kalinya saya bertemu dengan dia. Saya membersihkan lukanya karena ada serpihan yang harus dikeluarkan. Dia pergi. Saya tidak tahu dia di mana karena dia kembali ke garis depan. [Musik] Saya terluka hari kelima pertempuran. Saya dirawat di rumah sakit sebentar, lalu kembali ke militer dan terluka lagi. Akhirnya mereka bilang, "Aziz, ke depannya kamu bisa mati dan semuanya akan sia-sia. Kami harus mencarikan kamu sesuatu yang lain, bukan bertempur. [Musik] Banyak pasien datang dari mana-mana ke sini karena perang di Sudan bagian utara. Saya menjadi prajurit di pasukan SPLM 20 tahun yang lalu. Waktu itu saya masih remaja. Rumah sakitnya sudah banyak berubah. Dulu bangunannya dari jerami dan batu. Sekarang rumah sakit jadi tempat berkumpul di wilayah otonomi. Rumah sakit jadi pusat kehidupan. Orang-orang percaya pada rumah sakit. Bukan dalam arti agama, tapi percaya kepada kemanusiaan. Saya pernah dirawat di sini. Waktu itu saya sedang menjinakkan bom yang kemudian meledak. Jadi saya harus diamputasi. Tapi syukurlah saya baik-baik saja. [Musik] [Tepuk tangan] Sudah berapa lama di sini? 10 hari. 10 hari. Dia sudah lebih baik. Dia baik, sudah lebih baik dari sebelumnya. [Musik] Anak ini membuat banyak kemajuan. Kemarin beratnya 7,2 kilo, hari ini 7,5 kilo. would be pretty Oh, I kami sudah memasang selang makanan untuk memberikan susu F75. Kami tidak ingin bayi tersedak. Dia terlalu lemah untuk minum susu sebanyak itu sendiri. Kami akan memasukkan susu ke dalam selang makanan. Dengan cara ini, tidak ada risiko tersedak. [Musik] Sebelum perang, hidup kami baik-baik saja. Saya berjualan sayur dan suami saya bekerja semuanya baik-baik saja. Kami hidup dengan baik. Semua tetangga saya yang tidak lari terbunuh. Kalau kami tidak pergi lebih awal, kami juga akan terbunuh. Mereka tidak membedakan perempuan dan laki-laki. Kalau mereka menemukan gadis kecil, mereka memperkosanya. Metode mereka adalah membunuh. Mereka membunuh semua anak tetangga saya. Saya pinjam uang dari teman saya dan akan meninggalkan sebagian uang untuk keluarga saya. Malam ini atau besok saya akan cari seseorang yang bisa antar saya pergi untuk cari uang supaya kami bisa bertahan hidup sampai dia keluar dari rumah sakit. [Musik] Waktu kami lari, saya tidak bawa apa-apa. Kami kehilangan keluarga kami. Semuanya ada 11 orang, li orang meninggal dan yang en orang lagi kami tidak tahu di mana. Saya punya bengkel ini sama seperti memperbaiki sepeda motor. Ini karburatornya sama seperti motor. Tapi ini motor kuat lebih besar dari yang di motor. Ini kotak peralatannya. Dengan kotak perkakas ini saya bisa memperbaiki apapun. Dengan ini kamu bisa kerja. Iya. Saya tidak butuh apa-apa lagi. Dia bisa bekerja di sana. Kalau dia dapat hari libur, dia bisa datang mengunjungi kami. Dan kalau bisa bertahan di pekerjaan itu, mereka bisa sediakan rumah di Kauda dan kalian semua bisa tinggal di sini. [Musik] Hei [Musik] dia berdarah. Iya banyak. Tidak terlalu. Ini operasi yang akan saya lakukan. Amputasi di bawah lutut. Saya rasa ini satu-satunya cara menyelamatkan kakinya. Dia belum lama didiagnosis mengidap diabetes. Andai dia menjalani perawatan lebih awal, mungkin bisa ditangani. Tapi sekarang sudah nekrotik. Tidak ada cara lain karena infeksinya akan makin menyebar. [Musik] [Tepuk tangan] Halo bagian kandungan. [Musik] Ada panggilan dari bagian kandungan. Seorang ibu dengan usia kehamilan 9 bulan mengalami pendarahan hebat. Amputasi ditunda dulu. Kita tangani yang darurat dulu. Bisa bantu saya? Dia bisa menunduk sambil duduk. Cukup tunduk saja. Ini tidak terhubung. Periksa dari belakang. Siapa yang pakai penyedot ini? Greta bisa bantu untuk penyedotan. Saya tidak tahu mereka bikin apa. [Musik] Sudah berfungsi. Bagian yang ini tidak berfungsi. Semua darah menggumpal. Tolong pasang retraktor. [Musik] Pendarahannya sudah berhenti. [Musik] Eh, plenta plasenta Previa. Untungnya bidan menghubungi kami dengan cepat. Dia mengalami pendarahan hebat di dalam. Banyak gumpalan darah berhasil dikeluarkan. Sangat kritis. Dalam operasi semacam itu dengan banyak pendarahan, Aziz tahu persis apa yang saya butuhkan. Bekerja sebagai tim selalu baik untuk pasien. Jika yang lain tidak tahu apa yang harus dilakukan, itu jadi masalah. Dia tahu apa yang dibutuhkan. Jadi, kami bisa menghentikan pendarahan dengan cepat. Tapi kalau dia tidak dengar apa yang saya bilang, saya pecat dia. Oke, sakit. terasa sakit tidak ini minggu yang sibuk banyak operasi dan masih ada pemeriksaan pasien kami bekerja dari pagi sampai pagi sepanjang malam kami akan tangani pasien kapan Mereka datang. Setiap hari kami kerja seharian. Malam hari saya bawa walkieki untuk bersiap kalau ada sesuatu yang terjadi. Kalau ada panggilan saya harus datang. [Musik] Ambilkan satunya lagi. Ini rahimnya. Saya harus dorong kembali. [Musik] Operasi sudah selesai. Saya menjahitnya sekarang. Nidal, tidak banyak perempuan yang kuat bertahan lama di meja operasi. Sangat jarang. Saya punya penyakit jantung dulu tidak ada masalah apapun. 40 hari setelah melahirkan, 2 hari setelahnya kami sedang makan malam. Setelah makan malam, saya bawa piring-piring ke dapur. Waktu saya kembali, saya merasa sesak napas. Saya kasih tahu suami saya bahwa saya tidak enak badan. Saya tidak bisa bernapas. Saya tidak tahu kenapa. jaga anak ini. Saya tinggalkan rumah dan langsung ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, saya pingsan di ruang gawat darurat. berbaring di sebelah kiri. Iya, begitu. Menghadap tembok. Mundur sedikit ke arah saya. Jantungnya sangat besar, tidak berkontraksi sepenuhnya. Tetapi dibandingkan dengan setahun lalu, ini sudah jauh lebih baik. Jantungnya membaik. Benar. Iya. Jauh lebih baik, lebih kuat. Anda ditugaskan di mana? Di mana? Di Kola. Dia bawa senjata berat. Dia pernah dioperasi karena Hernia Inwinalis. Harus dioperasi lagi. Anda akan jadi prajurit lagi setelah operasi. Tuhan yang menentukan. Saya tidak pernah ikut berperang, tetapi perang yang saya lakukan adalah membantu para prajurit yang terluka. Itu lebih dari sekadar perang. Jika Anda menyelamatkan nyawa prajurit yang terluka, itu sama saja dengan ikut berperang. Karena banyak yang terluka di medan perang dan mereka dibawa ke sini untuk diselamatkan. Merasakan sesuatu? Tidak. Sekarang tidak. Rezim sebelumnya, Albasir dan sekutunya mereka yang menyerang kami di pegunungan Nuba. Rezim saat ini dari apa yang kami dengar berasal dari kubu yang sama. Kami membelot dari mereka sebagai orang Nuba untuk berjuang karena kami ingin pemerintahan lain di Sudan. Sistem demokrasi di mana setiap orang punya hak. Kasus terburuk terjadi bulan Maret lalu. Pengoboman udara. [Musik] Aziz, kamu ingat itu? Iya, saya ingat bulan Maret lalu ada pesawat mengebom Alhadra. Kamu ingat pasien yang kita dapatkan akibat peristiwa Alhadra? Saya harap kamu bertemu mereka dalam perjalanan dan bisa memotivasi mereka. [Musik] Asalamualaikumam. Halo, apa kabar? [Musik] Kamu ingat saya? Iya, Aziz. Saya ingat. Apa kabar? Baik. Bagaimana dengan kamu? Baik, syukurlah. Bolehkah saya lihat apa sakit? Tidak. Sudah sembuh. [Musik] sudah siap Apa [Musik] kamu lihat lubang-lubang itu? Itu dari pecahan bom. Lihat ke sana di dalam kelas. di sini. Iya. Mereka dengar suara pesawat dan lari keluar. Murid perempuan keluar dengan gurunya. Mereka terkena bom dan terlempar ke sana. Pecahan bom menembus dinding dan kena siswa di dalam kelas. Mereka ada di sini dan melihat semuanya. Sebagian besar tiarap di tanah, sebagian lain berdiri. Mereka dengar suara pesawat. Guru keluar tetapi tidak mengizinkan murid keluar. Saat dia berjalan keluar, bom dijatuhkan. Bom itu menghancurkan semuanya, bahkan papan tulis. Lihat bom itu jatuh di sana dan merobohkan papan tulis semuanya hancur. tangannya mati rasa, tidak bisa lagi digerakkan. Dia dibawa ke penyembuh alternatif. Dia bilang tangannya tidak akan berfungsi lagi. Masalahnya adalah setelah dia terluka, dia tidak ditangani dengan tepat. Kalau Anda melatih tangannya secara teratur bisa membaik. Dia akan bisa menggerakkannya lagi. Jangan putus asa dan berpikir bahwa dia tidak akan bisa menggerakkan tangannya lagi. Coba latih, jangan terlalu berat. Sedikit saja setiap hari. Luruskan jari-jarinya. Cukup dengan latihan saja dia bisa menggerakkan tangannya lagi. Kakinya seperti ini sejak serangan. Iya. dari sini sampai ke sini dia terkena di sini dan menyebabkan masalah di bawah ini. Serpihannya kena di bagian ini. Dia harus ke rumah sakit. infeksinya semakin parah, tidak kelihatan, tetapi infeksi menyebar di dalam. Kamu bisa cium baunya, artinya kakinya terinfeksi. Jangan remehkan ini. Kalau tidak, kakinya harus diamputasi. Oke. Baik. Setelah kamu dirawat, kamu bisa kembali ke sekolah. Kalian harus cepat bawa dia ke rumah sakit agar bisa dirawat dan dia bisa kembali ke sekolah. I need in my head. [Musik] terut [Musik] Saya kenal mereka. Mereka tetangga saya. Pada bulan Agustus mereka kelaparan. Keluarga itu hampir tidak punya apa-apa untuk dimakan di rumah. Apa yang ada tidak cukup. Di rumah itu ada banyak anak. Ibu-ibu bertanggung jawab atas anak-anak mereka dan mata pencaharian keluarga. Sebab sebagian besar ayah adalah prajurit, tidak punya waktu untuk keluarga. Itu sebabnya perang di Sudan menyebabkan begitu banyak kematian. Itu sebabnya orang tua kehilangan anak-anak. Orang tua mereka tidak punya pekerjaan. Mereka membawa makanan untuk lima atau enam anak. Tetapi tidak cukup. Dan besok paginya mereka mungkin tidak punya makanan sama sekali. Kapan perdamaian datang sehingga kami bisa hidup normal? Kami tidak tahu. Saya khawatir tentang musim hujan yang berikut. Kebanyakan orang tidak dapat menanami ladang mereka. Jika situasinya tetap seperti ini, keadaan akan semakin buruk. Al [Musik] semuanya jadi lebih sulit karena harga-harga naik. Saya membagi penghasilan saya untuk keluarga sendiri, keluarga ibu saya, dan keluarga ayah saya. Itu mengapa saya hanya membeli makanan sederhana untuk kami makan seminggu, bahkan sepanjang bulan sampai gajian berikutnya. Kadang kami tidur dalam keadaan lapar dan tidak punya apa-apa untuk dimakan. Ini sangat sulit untuk saya, tetapi saya terus bekerja. Saya kerja keras untuk memberi makan semua orang. [Musik] Aziz dokter bedah hari ini. Saya harus membantunya. Dia bosnya. [Musik] Ini operasi cesar pertama yang dia lakukan. Dia tidak perlu bantuan saya. Tentu dia butuh pelatihan lebih lanjut. Tapi sudah baik. Harapan terbesar saya adalah menjadi dokter bedah suatu hari nanti. Saat ini tidak ada kemungkinan untuk berkuliah. Tapi saya bisa kumpulkan pengalaman. Kalau kami masih hidup saat perang berakhir dan ada perdamaian, saya mau kuliah. 4 tahun lagi saya akan pensiun. Orang-orang seperti kami yang akan memasuki usia 50-an tidak perlu lagi banyak teori. Hanya orang muda seperti mereka. Saya sangat berharap mereka dapat kesempatan kembali bersekolah. Baya tidak melihat harapan untuk masa depan orang-orang Nuba. Komunitas Nuba sedang sakit. Perang yang tak berkesudahan ini terus melemahkan kami sampai kami mati. Kami hidup menderita dan ini berdampak ke generasi berikutnya. [Musik] Tidak ada yang baik-baik saja. Saya salah satunya. Bahkan orang yang paling kuat pun masih menderita dalam dirinya. Mereka punya mentalitas perang. Mereka tidak peduli bahwa orang-orang menderita kelaparan, penyakit, dan tidak punya rumah. Itu sebabnya saya tidak punya harapan untuk Sudan kecuali mereka mengubah cara pikir mereka. Saya tidak punya harapan. Saya yakin kalau mereka selesai di sana, mereka akan menyerang ke sini. [Musik]