Perjalanan menjelajahi Kanazawa: Titik temu antara tradisi dan kereta cepat di Jepang |DW Dokumenter
Aub0tK5OVoo • 2025-06-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Pintu masuk stasiun kereta Kanazawa yang ikonik ini dibangun menyerupai kuilo. Karya arsitek Ryu Zoosira E ini sudah meraih banyak sekali penghargaan. [Musik] Setelah melalui beberapa kali renovasi, stasiun kereta api ini sukses menjadi salah satu stasiun dengan arsitektur paling menarik di Jepang. [Musik] Pintu masuk menuju peronnya khas stasiun Jepang pada umumnya. Di sini Anda masih dapat membeli tiket klasik untuk sekadar melihat suasana stasiun dan kereta. Sejak 2015, kereta cepat Shinkansen mulai beroperasi di Kanazawa. Rutenya berliku bak roller coaster. [Musik] Kami berada di Jepang bagian barat menyusuri rute kereta antara Kanazawa dan Toyama. Namun kami juga akan melewati rute lainnya yang menghubungkan Takaoka ke Himi. Berpenduduk lebih dari 450.000 orang. Kanawa adalah kota penting yang menjadi pusat di wilayah Hokuriku. Terhubung ke akses jaringan Shinkansen berdampak besar terhadap perekonomian kota. Tak heran setiap kota besar di Jepang menginginkan layanan kereta cepat ini. Putenya masih terus diperluas hingga kini. [Musik] Wakil manajer stasiun Masao Miazaki bangga dengan stasiunnya. Ada sekitar 120 pekerja di stasiun Kanazal. Kota ini adalah pusat wilayah Hokuriku yang terkenal bagi wisatawan bahkan bagi orang Jepang sekalipun. Itulah sebabnya wisatawan dari seluruh Jepang dan dari luar negeri pasti melewati stasiun ini. Apalagi sejak rute kereta Shin Kansen di Hokuriku dibuka, jumlah pengunjung dari Tokyo meningkat drastis. Kami harus sampai menambah jumlah kereta untuk memenuhinya. [Musik] Tidak ada lagi tepi peron terbuka di stasiun modern ini. Standar keselamatan terus diperketat. Upaya lain untuk mendukung keselamatan gestur pengecekan ulang yang lazim dilakukan di Jepang ini untuk memastikan semuanya tetap terkendali. [Musik] Kereta cepat yang melintasi stasiun ini berbeda dari jenis kereta Shinkansen yang lain. Perbedaan utama antara kedua seri Shinkansen terletak pada kemampuannya menghadapi salju. Seri W7 lebih siap menghadapi salju. Berbeda dengan Shinkansen di Tokaido yang jarang terkena salju dan lebih dioptimalkan untuk kecepatan tinggi. Saat salju turun, mereka tidak bisa melaju cepat. Sebaliknya, Shinkansen di Hokuriku tetap bisa melaju kencang meski bersalju. Itu karena dua fitur khusus. Keretanya dilengkapi perangkat untuk menembus salju dan yang paling penting ada penyemprot air di rel. Dengan alat ini, salju di relih dan mencair. Seri W7 juga menawarkan penampilan visual yang istimewa. Iya. Skema warna di keretanya ada garis biru yang sama persis dengan warna biru ruangan villa di Taman Kenroku, salah satu taman yang paling terkenal di Jepang. Desain kursi dan interior kereta juga disesuaikan dengan kerajinan tangan tradisional Kanazawa. Ruangan biru yang khas di Vila Season Kaku. [Musik] Warna yang mahal dan langka ini adalah simbol kekuasaan dan kekayaan keluarga kekaisaran. [Musik] Dibangun pada abad ke-19, vila ini merupakan bagian dari warisan budaya Jepang. [Musik] Papan lantainya sengaja dibuat berbunyi semacam sistem alarm kuno. Bangunannya luas tetapi sangat sederhana. Kontras dengan istana dan vila-vila di Eropa. [Musik] Tidak jauh dari villa terdapat kuil isiura, kuil Shinto tertua di Kanazawa. Setiap pita dan tulisan di lorong harapan ini menyimpan sebuah harapan. Yang paling banyak adalah memohon cinta sejati. Konon kuil ini didirikan 1500 tahun silam. Namun bangunannya baru berusia sekitar 200 tahun. [Musik] Taman Kenrokuen adalah contoh taman yang sempurna di Jepang. Kriterianya tampak sangat jelas. Ada air yang mengalir, menyatu dengan keindahan tradisi dan keahlian tangan. Taman juga harus luas, namun terpisah dari hiruk pikuk. Dan tentu saja pemandangannya harus memukau. [Musik] Di Jepang hanya ada tiga taman dengan kualitas yang seperti ini. Tukang kebun selalu sibuk bekerja. [Musik] Kalau Anda meninggalkan pusat kanawa dan berkunjung ke pinggiran kota, pemandangannya langsung berubah. Di sini semuanya tampak lebih tenang. [Musik] Kereta melewati kebun sayur, sawah, dan rumah-rumah warga. Rumah-rumah di sini sangat dekat dengan jalur rel kereta. [Musik] Di Kanazawa ada juga pasar ikan. Meski lebih kecil dibanding pasar ikan di Tokyo atau Osaka, pilihan ikan di sini tetap beragam. Di pagi hari, para koki datang membeli stok ikan untuk restoran. Sementara warga biasa datang di sore hari untuk membeli bahan makan malam. Ikan dipasok setiap hari. Kesegaran ikan jadi standar terpenting bagi pelanggan. Para pedagang pun bersaing untuk menjual ikan dengan kualitas terbaik. Kota Tua Ganazawa masih terawat dengan baik. Ini jadi hal yang istimewa di Jepang karena hampir semua kota besar dibom saat Perang Dunia Kedua. Namun, Kanzawa selamat. Lorong-lorong sempit dan halaman-halaman kecil masih bisa ditemukan. Di sinilah tempat bagi usaha rumah tangga dan bengkel-bengkel tradisional. [Musik] Pemandangan di sini sangat kontras dengan kawasan modern. Kota tua tampak seperti museum terbuka. Namun di balik keramaian pengunjung, aktivitas sehari-hari dan komersial tetap berjalan. [Musik] Orang-orang suka mengenakan kimono di sini. [Musik] Kerajinan khas di daerah sekitar Kanazawa adalah kerajinan logam seperti ini. Dulu daerah ini terkenal dengan pedang samurai. Namun kini lonceng-lonceng seperti ini menjadi daya tarik. [Musik] Lonceng ini dibuat di sebuah pabrik kecil di luar kota. [Musik] Cetakannya terbuat dari lilin dan silikon. [Musik] Sedikit sulit mengeluarkan lilin dari cetakan agar polanya utuh. Dengan cara ini, bentuk loncengnya seperti rumput duri. Tungku cetakan kemudian diisi dengan perunggu. Dan cetakannya ditempatkan di dalam. Setelah beberapa menit, lonceng kecil itu pun jadi. [Musik] Proses akhir dilakukan dengan tangan. Pemolesan sangat penting. [Musik] Hai, itu terkadang ada lubang seukuran ujung jarum. Saya perlu mendempulnya. Itu pekerjaan yang cukup melelahkan. [Musik] Tenaga kerja terampil yang menguasai tradisi kerajinan logam ini sudah semakin langka. [Musik] Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan Kanazawa menjadi semakin penting, terutama karena adanya rute kereta Shinkansen. Seperti banyak kota di Jepang, kota ini didominasi oleh bangunan-bangunan yang sederhana dan praktis. Jalur transportasi menempati banyak ruang di sini dan rel kereta menjadi bagian dari landskap kota. [Musik] Rel-rel tersebut seringkiali dibangun di atas rangka beton yang melintasi seluruh kota. dirancang tinggi karena berbagai alasan, termasuk menghemat ruang, namun juga alasan keselamatan untuk menahan goncangan gempa. Pada awal tahun 2024, wilayah ini sempat diguncang gempa hebat. Ini adalah depo kereta untuk stasiun utama. [Musik] Kami sekarang berada di jalur rel sempit dari depo utama. Lebarnya 1067 mm. Rel sempit seperti ini digunakan untuk sebagian besar rute kereta Jepang yang panjangnya lebih dari 22.000 km. Sementara untuk kereta cepat yang menggunakan rel standar panjangnya mencakup 3.000 km. Lalu lintas kereta didominasi oleh kereta barang, kereta ekspres, dan kereta lokal. Meski beragam, semua kereta benar-benar tepat waktu dan dapat diandalkan. Kereta pres modern yang melewati rute Kanazawa dan Osaka bernama Thunderb. Namun mulai tahun 2030, seluruh rute menuju Osaka akan diambil alih oleh Shinkansen. Untuk saat ini Shinkansen hanya melewati rute yang lebih pendek dimulai dari surga. Gerbong masinis yang tinggi dan desain salah satu ujungnya yang rata adalah ciri khas kereta pres ini. Ketika dua kereta disambungkan dari ujung yang rata tersebut akan terbentuk jalur penghubung yang memungkinkan penumpang berpindah gerbong. [Musik] Perjalanan jarak jauh kini semakin didominasi oleh Shinkansen. Meski begitu, masih banyak kereta ekpres yang beroperasi di jalur rel sempit. Di Jepang mengenakan masker adalah hal biasa. Jika sedang sakit, mengenakan masker dianggap sebagai bentuk kesopanan. [Musik] Di sini Anda dapat melihat desain ujung lain dari Thunderbird yang sedikit lebih membulat. Meski desain kedua ujungnya berbeda, sistem operasional kereta sama sekali tidak terganggu. [Musik] Teknologi canggih memang bukan hal yang baru, tetapi di sini teknologi itu digunakan dengan kreatif dan menghibur. Ini adalah Cahako Kobi Ningho, boneka yang menyanjikan teh untuk tamu. Bisa dianggap boneka-boneka ini sebagai pendahulu robot modern. Awalnya Francis Xavier, seorang misionaris abad ke-16 membawa jam tangan ke Jepang sebagai hadiah selama perjalanan misinya. Mekanisme jam tangan itu menginspirasi orang-orang Jepang yang akhirnya membuat boneka dengan mekanisme serupa sebagai hiburan. [Musik] Berbagai macam boneka dengan berbagai macam kemampuan dipajang di Museum Boneka Putar ini. Boneka-boneka itu dulunya dipakai untuk menghibur kaum bangsawan. [Musik] Karya seni tersebut sangat canggih. Semakin banyak fungsi yang dimiliki sebuah boneka, semakin bergengsi pula boneka tersebut. Dan bukan hanya boneka original saja, di museum ini ada banyak juga barang replika yang bisa Anda coba secara langsung. Sebuah model mesin uap dari abad ke-19 juga ditampilkan di sini. Dan bangunan kayu modern yang menaungi museum turut menjadi daya tarik tersendiri. [Musik] Kami sekarang menuju Toyama dengan naik Shin Kansen. Perjalanan menjadi singkat karena kereta melaju dengan kecepatan tinggi. [Musik] Sulit mendapatkan gambar Shinkansen yang sedang melaju. Jalurnya seringkiali masuk ke dalam terowongan atau naik ke atas jembatan. Namun sebagai penggemar berat kereta, orang Jepang ingin melihat langsung kereta-kereta unggulan itu melaju dengan kecepatan penuh. Karena itulah tempat ini ada. Tempat foto Shinkansen. Tentu saja tersedia jadwal bagi para penggemar kereta. Selain menjadi tempat piknik yang bagus, lokasinya juga nyaman untuk melihat kereta cepat yang terkenal itu melaju setiap beberapa menit sekali. [Musik] Toyama, puncak pengunungan Tatayama yang menjulang hingga 3000 m itu menghadirkan landskap yang dramatis. Dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk sampai ke sini dengan Shinkansen. [Musik] Sekarang kami akan melanjutkan perjalanan dengan kereta lokal ke Takaoka. [Musik] Di luar jam sibuk sekalipun kereta ini tetap ramai. Kereta adalah salah satu sarana transportasi utama di sini. Rel baru untuk Shinkansen berada di atas rute kami. Rutenya mirip dengan rute yang kami lalui. Hanya saja lurus dan dibangun di atas ketinggian. Pemandangan dari sudut pandang Mas ini seperti ini sungguh menakjubkan. Apalagi saat kereta mendekati jembatan besar di atas sungai. Kami pun tiba di Taka. Kota berpenduduk 160.000 jiwa ini terkenal karena patung Buddha perunggu raksasanya. [Musik] Namun daya tarik sesungguhnya adalah kuil Zui Ryuji dari abad ke-17 ini. Kompleks kuil ini memiliki bentuk yang tidak biasa seperti yang dijelaskan Piksu Doko Yotsuya. Kalau Anda melihat gerbang utama, terlihat jelas bahwa gaya gerbangnya tidak seperti kuil, tetapi seperti kastil atau tempat tinggal samurai. Dulu kastil klanida harus dirobohkan di sini karena ada aturan yang bilang bahwa setiap pangeran hanya diizinkan untuk membangun satu kastil. Namun kastil di Kanazwa tetap dipertahankan. Jadi bisa dibilang yang dibangun di sini kuil bukan kastil. Kuil Zuir Yuji adalah kuil utama klan Maida. Namun kuil ini bukan hanya tentang agama, tetapi juga simbol kekuasaan. Seluruh kompleks kuil ini telah dinyatakan sebagai bagian dari warisan budaya Jepang. [Musik] Di halaman dalam ini ada hamparan rumput yang dikelilingi Selasar sepanjang 250 m. Ada ruang-ruang meditasi di kedua sisinya dan dapur di sisi seberangnya. Dan di bagian tengah ada Butsuden, aula utama tempat patung Buddha berada. Arsitekturnya menawarkan pemandangan dari berbagai sudut pandang. Pegunungan Tatayama selalu tampak sebagai latar di kejauhan. [Musik] Keindahan alam di sekitar pegunungan itu jadi inspirasi nama kereta kami berikutnya. Belmontan IER adalah nama kereta ini dalam bahasa Perancis. Mengapa bahasa Perancis itu menjadi rahasia pemasaran? Orang Jepang menyebut kereta ini beruonta. [Musik] Kereta ini melintas di antara laut dan pegunungan. Sekarang kami dalam perjalanan dari Taka ke Himi. Ini adalah kota pantai yang terkoneksi dengan kereta. Di sepanjang pesisir ada beberapa jalur kereta yang melintas tepat di tepi laut. Kereta yang beroperasi di sepanjang pesisir pantai tidak sepenuhnya tanpa masalah. Ancaman tsunami terus mengintai. [Musik] Panorama pegunungan dari seberang teluk jadi daya tarik bagi penumpang saat menaiki berumonta ke Himi. Gerbong lokomotif tua ini telah direnovasi. Baik bagian di luar dan di dalam kereta. Minuman dan makanan istimewa seperti sake dan sushi kini dapat dinikmati selama perjalanan. Semuanya disiapkan secara langsung di kereta. Teluk Toyama terkenal dengan ikannya yang lezat. Teluk sedalam 1000 met ini dialiri air segar kayutrisi dari pegunungan di sekitarnya. Seorang budayawan lokal menyanyikan lagu tentang hal itu. [Musik] Kereta berhenti di tempat-tempat yang paling mempesona. Ini waktunya kami bertanya kepada Koki Sushi tentang tantangan bekerja di dalam kereta. Tantangan terberat adalah saat kereta bergoyang karena jadi sangat sulit menyeimbangkan porsi nasi dan bahan lainnya. [Musik] Lalu bagaimana dengan pisau dari Jepang yang terkenal sangat tajam? Benda tajam tidak diperbolehkan di dalam kereta. Jadi, kami menyiapkan semuanya terlebih dahulu di restoran. Beru kembali melanjutkan perjalanan bergoyang pelan mengikuti lekuk garis pantai. Setiap perjalanan selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Baik dengan kereta khusus wisata yang menawarkan sushi atau dengan kereta lokal. Perjalanan sepanjang pesisir ini bukan sekedar berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Perjalanan ini menawarkan pengalaman baru yang selalu berbeda. ya [Musik]
Resume
Categories