File TXT tidak ditemukan.
Siapkah pasukan NATO Jerman menghadapi tantangan masa depan? | DW Dokumenter
R5ChHc74ruo • 2025-07-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Ini Kapten Yanik, komandan Tank. Dia
sudah bertugas di militer Jerman
Bundeswe selama 10 tahun. Kami prajurit
tidak getol peran. Kami lakukan ini
untuk menyelamatkan dan melindungi
nyawa. Juga sebagai pencegah peran.
Samira baru saja masuk militer setelah
mencoba berbagai pekerjaan lain.
Ini berbeda daripada pekerjaan biasa.
Dalam kehidupan sehari-hari kita
memutuskan hal-hal yang lebih mudah. Di
militer ini bisa jadi soal hidup dan
mati.
Kepala juru kapal Marco telah bertugas
di angkatan laut selama 10 tahun di
kapal perang terbesar Jerman.
Titik balik dan fakta bahwa perang
semakin mendekat membuat orang berpikir
dan menanggapi masalah ini dengan lebih
serius.
Tugas band adalah memastikan para
pimpinan grup menerima kebijakan baru
yang disebut titik balik ini. Kita
sebagai pimpinan harus sadar bahwa
pekerjaan kita bukan pekerjaan sepele,
tetapi mempersiapkan prajurit untuk
kemungkinan terjadinya pertempuran.
[Musik]
Tiga laki-laki, satu perempuan. Kami
menemani mereka selama lebih dari
setahun.
Mereka bertugas di berbagai jabatan di
Bundeswear. pasukan yang sedang
disiapkan untuk peperangan.
Wacana baru ini disebut sebagai Chitan
Vender atau titik balik. Bagaimana
pengalaman mereka saat konflik
bersenjata di Eropa tiba-tiba menjadi
situasi yang sangat nyata?
Yanik, 29 tahun sedang menjalani
pekerjaan idamannya. Kami tidak
diizinkan untuk mencantumkan nama
belakangnya karena alasan keamanan.
Dalam 6 bulan, batalyon tanknya akan
mengamankan wilayah timur NATO di
Lituania.
Ayah saya, Sersan Kepala. Dia selalu
menunjukkan gambar-gambar tank kepada
saya dan itu yang membangkitkan minat
saya sejak anak-anak. Setelah lulus SMA,
saya tahu saya ingin bergabung dengan
militer dan menjadi perwira.
Sebagai komandan satuan, Yanik
bertanggung jawab atas 16 prajurit dan 4
tank tempur jenis Leopard 2 versi
terbaru.
Di antara dua poin itu, itu celah yang
kita lihat kemarin.
Kita bawa itu ke sana lalu
menghancurkannya dengan tembakan
langsung.
Di area pelatihan Monster, Yanik dan
satuannya tengah mempersiapkan diri
untuk penugasan di luar negeri. Mereka
sepenuhnya sadar betapa seriusnya
situasi ini.
Saya memang memilih untuk menjadi
prajurit dan ketika agresi Rusia
terjadi, saya sadar situasi seperti ini
dapat terjadi kapan saja.
Meskipun tank mereka Leopard 2 dianggap
sebagai tank terbaik di dunia, namun
kekuatannya bergantung pada orang yang
mengoperasikannya.
[Musik]
Selama latihan, kesalahan terkecil pun
akan jadi masalah besar. Latihan ini
mempersiapkan mereka untuk penugasan di
Lituania.
Ini pengalaman baru. Saya bisa mengenal
tempat baru di luar negeri, kawasan
pelatihan baru. Saya juga ingin bekerja
dalam tim internasional. Ini
menyenangkan.
[Musik]
Bundes sedang mempersiapkan diri untuk
berperang.
Untuk itu mereka membutuhkan orang-orang
muda rekrutan baru untuk militer.
Para prajurit yang terhormat, Anda telah
membuat keputusan besar. Anda tahu
menjadi seorang prajurit berarti
mempertaruhkan nyawa dan raga Anda dan
Anda bergabung di saat perdamaian dan
kebebasan kita sedang berada di bawah
tekanan di mana-mana.
mir zum feierlichen Gelöbnis nach. Ich
gelobe der Bundesrepublik deutschland
der Bundesrepublik Deutschland
treuen
und das Recht und das Recht und die
Freiheit des Volkes und die
[Musik]
Samira 29 tahun telah menjalani ujian
pertama dalam karir militernya sepanjang
upacara Pengucapan sumpah. Ia berdiri
diam selama sekitar 70 menit.
Itu sulit. Menjaga lutut tetap tegak dan
memastikan kaki bisa bertahan dan tidak
mati rasa.
Samira membawa orang tuanya ke acara
tersebut.
Saya pernah punya beberapa pekerjaan
biasa, tapi tidak pernah merasa
terpanggil untuk melakukannya.
Saya sejak dulu ingin bergabung dengan
militer saat masih muda, tetapi tidak
cukup berani. Tapi saya akhirnya merasa
siap. Ini adalah peluang karir yang
bagus. Saya bisa lebih sukses daripada
di pekerjaan biasa.
Yanik menghabiskan akhir pekan di rumah
di Jerman bagian utara. Perjalanan
kembali ke baratnya di Bayern cukup
jauh. Kalau ingin sukses di Bundesfir,
Anda harus menerima penugasan di seluruh
negeri. Apapun pekerjaan yang diberikan
kepada Anda, itu bagian dari penugasan.
Saya mencoba pulang ke rumah dua kali
sebulan, pulang pergi sejauh 700 km.
Harga bensin sekarang naik. Jadi saya
pulang 2 minggu sekali. Apa
yang akan kita lakukan? Jumping ja hanya
sampai 11 hitungan. Jangan takut. Saya
akan hitung sampai 10 dan seterusnya.
Mengerti? Bagus.
Six se
in
seven se
Kapten Yanik ingin para prajurit di
unitnya selalu fit. Dalam kondisi bugar,
orang akan lebih siaga dan punya peluang
lebih baik untuk bertahan hidup.
Sebelum batalion Pancer 104 berangkat ke
Lituania dengan sekitar 250 prajurit dan
beberapa tank tempur, peralatan mereka
perlu mendapatkan perhatian teknis.
Pasukan harus bisa mengandalkan
peralatan mereka.
Anggota militer senior dilatih di pusat
pembinaan kepemimpinan.
Bern adalah staf pengajar di sini.
Tugasnya mendidik prajurit dalam hal
kepemimpinan.
Alasan mengapa militer Jerman kurang
siap seperti pada Februari 2022 ketika
Rusia menginvasi Ukraina adalah karena
selama ini masyarakat tidak peka
terhadap ancaman perang.
[Musik]
Bahkan bagi Bernalahnya lebih mendasar.
Di dalam militer Jerman sendiri selama
bertahun-tahun terlalu banyak orang
hanya fokus pada penugasan rutin saja.
Tentu kita akan tetap menjalankan hal
yang sama, tetapi itu bukan tujuannya,
melainkan hanya sebuah langkah mencapai
tujuan.
Dan kita sebagai pemimpin harus sadar
bahwa pekerjaan kita bukan pekerjaan
sepele. Kita harus mempersiapkan
prajurit untuk kemungkinan pertempuran.
Itu sebabnya kita mengenakan seragam
ini. Karena itulah tujuan dari misi kita
ini tentang pertempuran.
Ketika saya ditugaskan ke Afghanistan 3
tahun lalu, pesannya adalah bahwa semua
orang kembali dengan selamat. Tapi yang
kita jalankan adalah misi militer yang
dalam skenario terburuk berarti bahwa
tidak semua orang bisa kembali dengan
selamat.
Satu hal yang jarang diperhatikan adalah
motivasi.
Bagaimana saya bisa membuat seseorang
secara sukarela menyerang dan
mempertaruhkan nyawanya meski mereka
tahu bahwa mereka bisa mati dalam
tugasnya?
Bernantang rekan-rekannya dengan
pertanyaan-pertanyaan provokatif.
Misalnya, apakah militer Jerman
benar-benar mampu berperang?
Saya tidak bisa mengatakan berapa banyak
prajurit cadangan yang siap ditugaskan
dalam situasi terburuk. Apakah kita
mampu mempertahankan negeri ini dengan
sekitar 200.000 lebih tentara yang kita
punya sekarang? Jelas tidak bisa.
[Musik]
Apa yang dipikirkan banyak perwira di
sini? Sebagai tentara profesional tanpa
wajib militer, Bundesver tidak
dipersiapkan secara optimal untuk
perang. Dan banyak perwira khawatir
masyarakat meremehkan ancaman perang
saat ini.
[Musik]
Di barak Mayor Radlov, semua anggota
batalyon Pancer 104 hadir secara
lengkap.
[Musik]
Semoga kalian cukup istirahat selama
akhir pekan. Minggu ini segalanya akan
lebih menantang. Yang dimaksud adalah
pelatihan dasar dengan banyak kontak
dengan tanah. Saya kira akan lebih sulit
kalau berbicara dengan prajurit yang
lebih tua. Pelatihan mereka lebih keras.
Seperti banyak hal dalam hidup,
orang-orang bisa menyukai kami atau juga
tidak.
Di barat ini ada orang dari berbagai
latar belakang.
Ada yang sejak kecil bercita-cita jadi
prajurit. Ada juga yang ingin pekerjaan
yang stabil dan kehidupan yang
terstruktur.
Oke, begini rencananya. Hari ini kita
harus bersiap menghadapi satu peleton
pasukan dan pasukan regu sabotase dari
arah utara.
Kalau lihat ada areal terbuka di depan
kalian tiarap lalu merangkak itu
melelahkan. Tetapi ini demi keselamatan
nyawa. Lanjutkan.
Bukan tekanan fisiknya tetapi lebih pada
penyesuaian pola pikir. Yang menurut
saya sangat sulit adalah merangkak
mundur. Terkadang kaki saya yang panjang
jadi halangan.
Dia merangkak mundur memang melelahkan,
tetapi itu berguna. Kalau saya angkat
senjata dan saya harus putar balik akan
terlambat.
Ada beberapa masalah komunikasi. Ketika
satu posisi melaporkan sesuatu, yang
lain harus memberi konfirmasi. Iya, saya
juga lihat itu, terutama kelompok di
sebelah kanan. Kita perlu latihan
komunikasi lagi.
Gef artinya siap bertempur. Para
instruktur melakukan apapun yang dapat
mereka lakukan untuk mempersiapkan para
prajurit muda menghadapi pertempuran.
Tapi untuk saat ini fokusnya adalah
perlindungan diri untuk kelangsungan
hidup.
[Musik]
November 2023, 2 bulan sebelum penugasan
ke Lituania,
Yanik dan awak tanknya menjalani
pelatihan terakhir di pusat pelatihan
tempur Bundesve,
tempat di mana pasukan dan persenjataan
dilatih secara maksimal.
Batalion Pancer bersiap menerima
perintah. Keadaan jadi serius.
Latihan ini menyiapkan mereka untuk
melawan pasukan pancer musuh. Unit ini
harus memperlambat atau mencegah
serangan mereka. Ini skenario perang
yang sangat nyata. Apa yang penting?
Kalau kita melihat ke selatan, kalian
akan lihat turunan di mana tank-tengkeng
menghilang. Kita akan manfaatkan ini.
Kalau kita menyebar dan mengambil posisi
di tempat yang lebih tinggi, kita akan
melihat seluruh zona di utara.
Bagi Yanik dan pletonnya, setiap hari di
pusat pelatihan tempur adalah ujian.
Seberapa baik mereka bisa bekerja di
bawah tekanan, mereka hanya menggunakan
peluru kosong atau laser. Tetapi ketika
keadaan menjadi nyata, taruhannya adalah
nyawa.
Monitor akan menunjukkan badan tank dan
setiap kali tertembak, lampu akan
berkedip. Lalu saya tahu saya tertembak
dan akan ada konfirmasi lewat radio.
Anda tertembak.
Kesalahan-kesalahan akan terlihat jelas
selama latihan.
Awak harus menjadi pemain tim dan
komandan pemimpin yang baik.
Sebagai seorang perwira, semua orang
memperhatikan Anda. Anda perlu
menunjukkan kemampuan dengan baik. Anda
juga perlu tetap fokus. Kalau kamu
mengalami hari buruk dan melakukan
kesalahan bisa berdampak pada karirst
[Musik]
hari yang melelahkan. Pada bagian
pertama latihan, Yanik dan pasukannya
gagal.
Tiga dari empat tanknya tertembak.
Tidak ada satuun tank yang berhasil. 75%
tertembak. Langsung atau tidak langsung?
Anda punya empat sistem persenjataan
yang terbaik di Eropa. Harus lebih
berani lagi. Hilangkan pola pikir jarak
tembak 350 m. Jangan khawatir tersesat
dan pertahankan posisi.
Ada ruang untuk perbaikan. Mereka
mengejutkan kami dan memberi informasi
palsu. Jadi musuh berhasil menerobos
dengan cepat.
Setelah evaluasi semuanya kembali ke
titik awal. Latihan tempur diulang lagi
dan kali ini para prajurit dapat
menerapkan apa yang mereka pelajari.
[Musik]
Semuanya berjalan lebih lancar kali ini.
Awak tan tempur mampu bertahan melawan
para penyerang.
Yanik tampak lega.
Kapal perang terbesar Jerman berlayar
lagi. Januari 2024. Kapal perang Bon
memulai misi NATO. Lautara, laut Baltik,
Atlantik Utara. 3 bulan di laut, 3 bulan
jauh dari rumah.
Marco sudah terbiasa. Dia telah bertugas
di Bon selama hampir 10 tahun. Saya
bergabung dengan Bundesfir tahun 2007
melalui dinas militer.
Saya diizinkan menyelesaikan penugasan
pertama dengan cepat.
Saya kemudian bertugas di misi Isaf di
Afghanistan
dan setelah penugasan ini muncul
kesempatan untuk pindah ke angkatan
laut.
Salah satu tugasnya mengatur lalu lintas
udara. Sebuah helikopter Spanyol akan
mendarat di bon pagi ini. Karena banyak
awak baru, Marco ingin memastikan
prosedurnya lebih dulu.
Belum ada komunikasi dengan helikopter.
Pastikan ada anggota tim operasi
penerbangan yang berpengalaman di setiap
stasiun untuk mendampingi awak baru.
Saling periksa kembali pakaian kalian.
Dari apa yang saya lihat semuanya sudah
baik.
Itu rencananya. Tapi kemudian
berbeda dari apa yang telah disepakati,
helikopter Spanyol tiba-tiba mendekat.
Marco tidak tahu mengapa.
Mendarat kapal yang bergerak tidak
mudah.
Anggota tim yang berpengalaman mengikat
helikopter.
Seorang perwira Spanyol memberikan pesan
untuk komandan Bon dan pergi lagi.
Semua baik-baik saja, terlepas dari
kesalahpahaman mengenai waktu
pendaratan.
Ada kesalahan komunikasi yang harus
diselesaikan dengan rekan dari Spanyol
nanti.
Komandan ingin melihat adanya
peningkatan komunikasi antara anggota
NATO, terutama dengan situasi global
yang tidak menentu.
Selalu ada kemungkinan bertemu dengan
kapal-kapal Rusia di laut dan laut
Baltik. Situasi sekarang berbeda dengan
dulu.
Tidak seperti dulu, kami berlayar
berdekatan tanpa ancaman. Sekarang kami
harus menjaga jarak dan kami tidak tahu
bagaimana reaksi Rusia. Asumsinya adalah
kami sedang diawasi oleh kapal-kapal
Rusia.
Akhirnya tiba waktunya Tengteng akan
menuju Lituania. Seperti biasa untuk
penugasan di luar negeri, Yani juga
melakukan persiapan pribadi.
Saya sudah bicara dengan keluarga saya.
Mereka tahu apa yang bisa terjadi. Saya
sudah menyerahkan semua dokumen dengan
surat kuasa sehingga seandainya saya
tidak kembali, semuanya bisa diurus di
rumah sebaik mungkin.
Antara tahun 1992
dan 2024, 119 tentara Jerman tewas saat
penugasan di luar negeri.
Tank-tank ini perlu waktu sekitar
seminggu untuk mencapai Lituania.
Pasukan akan menyusul beberapa minggu
kemudian.
Tempat kerja Andreas, pesawat awak
dengan cakram radar besar di bagian
belakang terlihat seperti pesawat dari
film fiksi tahun -an. Sedikit sempit
tapi cukup.
Pesawat ini memang dari tahun -an. Pilot
dari lintas generasi telah duduk di
tempat Andreas.
Dia terbang ke Polandia ke perbatasan
wilayah NATO.
Pesawat pengintai itu akan memantau
wilayah udara di sana.
Bagi pilot, pesawat awaks memang tidak
senyaman pesawat modern.
Rasanya tidak seperti pesawat biasa.
Tidak ada autopilot untuk bisa
bersantai. Tapi walau terlihat
membosankan, selalu ada tugas yang harus
diselesaikan di sini.
Di bagian belakang pesawat, teknologi
pengintaian modern dirancang untuk
mendeteksi pesawat Rusia yang memasuki
wilayah udara NATO seperti yang sesekali
terjadi.
Semua target di udara dideteksi. dinilai
dan diidentifikasi.
Dalam keadaan darurat, musuh tidak akan
mengirimkan sinyal transponder.
Tapi kami juga menggunakan sensor lain
seperti radar khusus untuk mengintai
musuh.
Apa
yang terjadi di Ukraina mengkhawatirkan
bagi keluarga saya di rumah. Anak-anak
bertanya, "Apa artinya perang ini untuk
kami? Kita bisa kena juga." Mereka tahu
kami ada di garis depan pertempuran.
Kalau tahu, kami akan terbang ke garis
depan. Anak-anak akan mengucapkan
selamat berpisah dengan penuh cinta.
Penerbangan hari ini singkat seperti
biasa. Berangkat pagi-pagi sekali dan
kembali pada sore hari ke Gilen Kirhan.
Tapi tidak selalu seperti ini. Andreas
telah melewati rute beragam.
Dia biasa menerbangkan pesawat angkut
militer Jerman ke tempat-tempat yang
jauh.
Sebagian besar misi kami adalah terbang
ke Afghanistan dan Mali. Di sana kami
menghadapi jenis ancaman tertentu. Kami
tidak pernah menyangka bahwa situasinya
akan bergeser dari terorisme ke
pertahanan nasional. Dan ya rasanya aneh
mengetahui bahwa di sini ada benda
berterbangan lain yang bisa menjadi
ancaman.
Tugas baru bagi Samira belajar memimpin.
Padahal 6 bulan lalu dia masih pemula.
Penting untuk mempertimbangkan tugas
setiap serdadu. Bagikan tugas dengan
tepat dan bijaksana seperti yang kita
lakukan di pelatihan terakhir di tingkat
regu. Sekarang terapkan di sini.
Sekarang gilirannya.
Oke, semuanya kemari. Yang di depan
duduk. Sebagai ekowan, kita harus
merebut zona Hassan Holz pada rute yang
telah diperintahkan.
Tiba-tiba dia jadi pimpinan untuk pagi
ini. Sebelum bergabung militer Jerman,
saya pendiam.
Sekarang dalam waktu yang singkat saya
berkembang lebih baik.
Dari memperhatikan diri sendiri dan
memikirkan langkah saya, sekarang saya
memikirkan langkah untuk 8 hingga 12
orang lain.
Skenarionya, musuh ada di suatu tempat
di hutan ini. Samira harus menempatkan
kelompoknya pada posisi yang tepat.
Kita sekarang akan bergerak ke arah
musuh dan mendirikan pos-pos jaga
sementara.
Saya benci ini.
Memperhatikan semuanya, memberikan
instruksi, semuanya secara diam-diam
merupakan suatu tantangan.
Oke, tetap tenang. Kalian adalah pos
penjaga terdepan. Berarti kalian adalah
pengamanan pertama pasukan. Apa artinya
bagi kalian? Artinya, semua yang ada di
depan kalian adalah musuh. Apa yang
terjadi? Kalau ada musuh di seberang
sana atau di turunan atau muncul dadak,
tetap tenang. Tetap di posisi kalian dan
jangan berkeliaran. Kalian telah
mempelajari semuanya. Oke.
Oke. Pakai helm lagi.
Kita akan kembali ke Hassan Hols V untuk
mengambil air lalu menyerang lagi.
Dulu Samira bekerja sebagai manajer
tempat kebugaran.
Sekarang dia memulai karir baru dan
harus menilai sendiri kinerjanya sebagai
pemimpin.
Pertama-tama pemimpin kelompok Romeo.
Bagaimana pagi ini?
Awalnya saya ragu, tapi setelah
istirahat saya lebih percaya diri. Saya
ingin melakukan langkah yang benar, tapi
masih kurang percaya diri dalam
bertindak.
Bertanggung jawab atas orang lain
setelah hanya beberapa bulan menjalani
pekerjaan baru adalah tantangan bagi
rekrutan baru.
[Tepuk tangan]
Ini berbeda daripada pekerjaan biasa.
Dalam kehidupan sehari-hari kita
memutuskan hal-hal yang lebih mudah. di
militer ini bisa jadi soal hidup dan
mati.
Untuk memenuhi mandat barunya, militer
Jerman sangat membutuhkan perempuan muda
seperti Samira, relawan yang bersedia
bertugas lebih lama di wilayah timur
NATO. Saya masih berhubungan dengan
rekan-rekan dari pelatihan dasar.
Beberapa dari mereka akan pergi ke
Lituania saat Brigade dipindahkan ke
sana. Ke Lituania? Apa itu juga satu
opsi untuk Anda?
Saya belum memikirkan itu. Saya ingin
mengikuti kursus pelatihan lebih dulu
dan melihat ke mana arahnya. Lalu saya
akan mempertimbangkan itu lagi.
Mungkin itu tergantung juga pada apa
yang ditawarkan Bundes di Lituania.
Ini bukan kunjungan pertama Eva Hogel ke
pangkalan NATO di hutan Lituania.
Komisaris parlemen untuk angkatan
bersenjata ini sering berkunjung ke
sini.
Dia akan meninjau tiga masalah utama
Bundeswe, peralatan, area latihan, dan
amunisi.
Karena buruknya operasional, peralatan
besar dan area pelatihan yang kecil
ditambah terbatasnya amunisi, kami tidak
dapat berlatih lagi dengan peralatan
besar.
Kalau ada simulator, setidaknya bisa
dipakai untuk pelatihan meskipun
peralatannya tidak memadai.
Bahkan para staf meragukan kemampuan
mereka sendiri.
Pelatihan bahasa adalah hal lain yang
ingin saya bahas. Di taraf internasional
kita masih tertinggal terlalu jauh. Hal
apaagi yang menurut Anda dibutuhkan?
pelatihan yang lebih intensif dan fokus
pada latihan bahasa Inggris yang lebih
khusus.
Laporan keseluruhan perlu lebih baik
lagi.
Para prajurit yang bertugas di Lituania
tahu apa yang perlu dipersiapkan untuk
berperang. Mereka tahu bahwa dalam
situasi nyata penting untuk mampu
bertahan. Saya belum bisa mengatakan
bahwa pasukan di sini siap berperang
100%.
Masih kurang radio komunikasi, peralatan
penglihatan malam, dan peralatan besar
lain.
[Musik]
24 Januari, batalion Pancer 104 memulai
misinya. Selama 6 bulan ke depan mereka
akan menjadi inti kelompok tempur NATO
di Lithuania.
Kapten Yanik merasakan tekanan dari
penugasan ini sejak awal.
Bos datang kepada saya dan berkata,
"Selamat, Yanik. Anda pemimpin peleton.
Dia melakukannya di depan semua orang.
Jadi semua orang sekarang kenal saya.
Jadi saya harus menunjukkan prestasi
agar tidak dianggap biasa-biasa saja.
Itu ujian di setiap langkah.
Saudara dan saudari seperjuangan,
ingatlah mulai sekarang kalian bagian
dari pasukan ini.
Penugasan pasukan di Lituania juga
menjadi tantangan bagi komandan satuan
tempur.
Ini adalah pendekatan menyeluruh,
artinya mempersiapkan kemungkinan
perang. Untuk itu kami ada di sini dan
kami akan terus melakukannya di sebuah
tingkatan beberapa hari ke depan.
Para awak tank memulai kegiatan harian
mereka sebagai prajurit di luar negeri
antara barak dan tempat pelatihan.
Ini kamar saya. Saya punya meja untuk
bekerja secara mandiri tanpa harus ke
kantor yang sedikit jauh dari sini. Saya
bisa bekerja dengan tenang atau bertemu
dengan para perwira di sini. Saya punya
tempat tidur. Saya membuat sedikit bahan
bacaan. Pertama kali datang ke sini,
kami terkejut betapa modernnya tempat
ini.
Kepuasan dengan akomodasi adalah
prasyarat penting dalam penugasan.
Ini akhir pekan di Lituania, tetapi
Yanik dan anak buahnya tetap bertugas.
Lagi pula apa yang bisa dilakukan dengan
waktu luang di sini? sebuah hubungan
adalah soal kompromi dan kalau pasangan
saya bisa menerimanya tidak ada masalah.
Kalau saya menghabiskan hari Sabtu saya
di Lituania untuk bertugas ya harus
begitu. Tapi kalian membahasnya saat ini
saya tidak punya pasangan.
Di laut lepas tidak ada kapal lain di
sekitar. Di titik ini di laut utara,
awak kapal Bon berlatih menembak dengan
peluru tajam.
[Musik]
Malam ini kami menuju laut Baltik,
menuju Polandia dan Lituania.
Wilayah perairan timur NATO melewati
wilayah Kaliningrat, Rusia.
Kami menduga bahwa angkatan laut Rusia
akan mendeteksi keberadaan kami melalui
radar. Saya tidak tahu apakah dari atas
air, bawah air, atau dari udara, tapi
mereka pasti mengawasi, terutama di
dekat Kaliningrad.
Tujuan berikutnya, pelabuhan Kaipeda di
Lituania.
Bagi kepala juru kapal Marco, ini
merupakan cuti pertamanya di darat
setelah seminggu di kapal.
Orang tidak benar-benar sendiri.
Anda selalu berhubungan dengan awak
kapal lain.
Ini mengurangi banyak tekanan dan stres
karena selalu ada orang yang bisa diajak
bicara tentang kekhawatiran, masalah dan
kebutuhan lain.
Saya ingin menunjukkan tempat bagi para
prajurit untuk bersantai selama
berlayar.
Ini satu-satunya tempat privasi di atas
kap.
Tempat tidur dengan tirai untuk
memisahkan diri dari yang lain.
Kita juga bisa lihat kamar mandinya.
Keluarganya ada di Saxen Ahalt. Apa yang
sedang mereka lakukan sekarang? Dia
tidak tahu. Dia sengaja membiasakan diri
tidak menelepon ke rumah setiap hari.
Menelepon setiap hari bagi saya sulit
untuk dilakukan.
Saya menelepon ke rumah saat sedang cuti
di darat karena ada banyak hal yang bisa
diceritakan. Kalau tiap hari apa yang
bisa saya ceritakan? Melihat matahari
terbit, berolahraga, atau saat bertugas?
Saya lebih suka panggilan video untuk
terhubung dengan seseorang dengan baik.
Saya tidak hanya dengar, tapi melihat
mereka juga.
Minggu pagi sebelum memasuki pelabuhan,
seorang petugas telah menggambar peta di
jendela. Bagi sebagian besar orang di
sini, ini pertama kali mereka berada di
Klaipeda. Sebelumnya, Lituania jarang
dikunjungi angkatan laut Jerman.
Kapal NATO lainnya sudah ada di sana.
Sekali lagi berbaris lalu waktu santai.
Masih ada sedikit briefing tentang cara
berperilaku di darat dengan pakaian
sipil. Marco sudah kenal aturannya.
Saya menikmati pekerjaan ini. Meskipun
ada hari-hari buruk. Tahun ini saya akan
menyelesaikan 10 tahun masa bakti saya
di kapal laut Bon.
Dan tujuan saya selanjutnya adalah
mengabdi 15 tahun di laut.
[Musik]
Setahun kemudian kami kembali berbicara
dengan Letnan Kolonel Bern. Sudah banyak
prajurit senior yang datang ke ruang
seminarnya. Apa penilaiannya tentang
situasi tentara saat ini?
Ada perubahan yang mulai terjadi karena
munculnya kesadaran bahwa kita harus
siap berperang.
Menurut saya terlalu banyak orang
menyepelekan kemungkinan adanya peran.
Kalian sudah tahu cerita tentang
bagaimana saya bertanya kepada seorang
teman soal dia mau latihan menembak atau
tidak dan dia bilang, "Saya sudah
latihan menembak tahun ini." Itu bukan
sikap yang tepat.
Perdebatan saat ini berkisar pada
bagaimana pandangan orang Jerman
terhadap tentara, terutama karena wajib
militer sudah tidak ada lagi.
Orang-orang di Jerman ditanya apakah
mereka memiliki pandangan positif atau
negatif terhadap Bundesfir? Dan lucunya
meskipun kami sering mendapat kesan
bahwa banyak orang menganggap kami tidak
berguna, antara 70 hingga 80% responden
survei memberi pandangan positif.
Anda mau mengatakan sesuatu.
Menurut saya, Bundesfir tidak dapat
apa-apa dari situ. Bahkan jika
orang-orang memberikan 100% pandangan
positif,
selama kita tidak berhasil memotivasi
kaum muda untuk bergabung dengan militer
demi kebaikan masyarakat, citra itu
tidak berarti apa-apa.
Bagus kalau banyak orang mengatakan
bahwa mereka menganggap bundesfir adalah
hal yang baik. Tapi kalau kita ajukan
pertanyaan lanjutan, apa Anda akan
berjuang untuk negara Anda? Responsnya
mengkhawatirkan.
Ini masalah sosial. Partisipasi sosial
mulai hilang. Semua orang jadi egois.
Saya saya
sayangnya pandangan ini juga didukung
oleh survei yang dilakukan pada awal
perang di Ukraina.
80% responden mengatakan dalam skenario
perang mereka akan mencoba untuk tetap
menjalani kehidupan sehari-hari mereka
persis seperti sekarang.
Bern tidak membantah hal itu, tapi
menurutnya agar tentara punya hubungan
yang lebih erat dengan masyarakat,
mereka juga bisa mengambil tindakan
sendiri.
Tanggapan saya adalah dengan bertanya,
apa yang perlu kita lakukan untuk
mengubah pandangan ini? Misalnya, siapa
yang pergi dan pulang kerja dengan
mengenakan seragam dan pergi berbelanja
dengan mengenakan seragam? Jawabannya
terbagi dua, sekitar setengah-setengah.
Dan ketika saya berpikir bahwa 50%
perwira kita bekerja dengan pakaian
biasa dan berkata, "Saya pikir tidak
baik bahwa masyarakat tidak menunjukkan
rasa hormat kepada kita." Saya akan
bilang, "Oke, mungkin ada sesuatu yang
dapat kita lakukan tentang itu."
Siap berperang. Bukan hanya soal tank
dan amunisi, itu dimulai dari pola pikir
para prajurit dan warga sipil.
[Musik]
Kembali ke Lituania dalam perjalanan
menuju daerah pelatihan militer terbesar
di negara itu.
Kami selalu di dalam tank.
Saya tidur di dalam tank, saya bangun di
dalam tank, dan kami langsung bergerak.
Tantangan yang kami hadapi tentu saja
lalu lintas lokal. Pengemudi tank harus
sangat waspada terhadap mobil di jalan.
Mengendalikan tank di sepanjang
jalan-jalan sempit di pedesaan Lituania
memerlukan keahlian. Para prajurit
kembali ke barak pada sore hari, tetapi
tugas mereka belum berakhir.
Turunkan semua senjata dan kita akan
memeriksa apakah kita bisa mendapatkan
tempat mencuci. Besok kita ada di
pangkalan yang berarti kita akan
memiliki waktu luang di sela-sela
latihan.
Tapi kita harus menyiapkan tank-tank ini
untuk beberapa hari ke depan.
Yanik mengharapkan banyak hal dari
dirinya dan pasukannya. Dia ambisius dan
bersemangat untuk memberikan kesan baik
pada penugasan pertamanya di luar
negeri.
Yanik mempersiapkan instruksi untuk
latihan tempur berikutnya.
Bahasa yang digunakan grup tempurnato
adalah bahasa Inggris tantangan
tambahan.
Karena mereka berasumsi Rusia akan
menyerang dengan tiga tank, tiga
kendaraan NATO dikerahkan untuk
menghadapi mereka.
Kami punya firasat baik. Kami juga
diberi perlengkapan secara optimal.
Prajurit saya terlatih dalam
penggunaannya dan mereka juga tahu apa
tugas mereka. Kami melihat berbagai
risiko yang mungkin terjadi, kematian
dan luka-luka. Kami juga melihat
konsekuensinya. Apa yang dapat kami
lakukan dalam skenario terburuk?
Kami prajurit. Kami tidak getol perang.
Kami melakukan ini untuk menyelamatkan
dan melindungi nyawa serta bertindak
sebagai pencegah perang.
Kesiapan untuk mencegah perang. Untuk
itu, Yanik bertugas dengan
sebaik-baiknya.
Anda selalu diawasi, selalu penuh
konsentrasi. Anda ingin menunjukkan
performa sebaik mungkin, terutama kalau
bos di dekat Anda.
Yanik ingin dan perlu tampil maksimal di
Lituania. Itu juga akan menentukan masa
depan karirnya.
Sekarang saya mendapat kesempatan untuk
melamar sebagai perwira karir
[Musik]
dan saya mungkin akan mengambil
kesempatan itu kecuali kalau tawarannya
tidak cocok. Di satu sisi menjadi
perwira karir adalah salah satu mimpi
saya. Di sisi lain, saya juga ingin
meraih gelar doktor di bidang ekonomi
dan itu jelas memiliki potensi untuk
karir lain. Keterampilan kepemimpinan
yang telah saya pelajari sejauh ini juga
bisa diterapkan di sana. freiens
anwenden.
Saya belum memutuskan ke mana, tapi saya
selalu mencari alternatif. Hanya punya
satu rencana saja itu tidak baik.
Dengan kata lain, kalau Bundes
membutuhkan dia, Yanik akan
mempertimbangkan tawaran itu dengan
serius.
Tapi hal itu masih belum pasti. Sejak 3
minggu, para prajurit dari batalyon
Pancer 104 telah kembali ke Jerman.
Mereka menghabiskan 6 bulan di Lituania.
melaksanakan misi Chitan Vender atau
titik balik Jerman.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:59 UTC
Categories
Manage