File TXT tidak ditemukan.
Siapkah pasukan NATO Jerman menghadapi tantangan masa depan? | DW Dokumenter
R5ChHc74ruo • 2025-07-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ini Kapten Yanik, komandan Tank. Dia sudah bertugas di militer Jerman Bundeswe selama 10 tahun. Kami prajurit tidak getol peran. Kami lakukan ini untuk menyelamatkan dan melindungi nyawa. Juga sebagai pencegah peran. Samira baru saja masuk militer setelah mencoba berbagai pekerjaan lain. Ini berbeda daripada pekerjaan biasa. Dalam kehidupan sehari-hari kita memutuskan hal-hal yang lebih mudah. Di militer ini bisa jadi soal hidup dan mati. Kepala juru kapal Marco telah bertugas di angkatan laut selama 10 tahun di kapal perang terbesar Jerman. Titik balik dan fakta bahwa perang semakin mendekat membuat orang berpikir dan menanggapi masalah ini dengan lebih serius. Tugas band adalah memastikan para pimpinan grup menerima kebijakan baru yang disebut titik balik ini. Kita sebagai pimpinan harus sadar bahwa pekerjaan kita bukan pekerjaan sepele, tetapi mempersiapkan prajurit untuk kemungkinan terjadinya pertempuran. [Musik] Tiga laki-laki, satu perempuan. Kami menemani mereka selama lebih dari setahun. Mereka bertugas di berbagai jabatan di Bundeswear. pasukan yang sedang disiapkan untuk peperangan. Wacana baru ini disebut sebagai Chitan Vender atau titik balik. Bagaimana pengalaman mereka saat konflik bersenjata di Eropa tiba-tiba menjadi situasi yang sangat nyata? Yanik, 29 tahun sedang menjalani pekerjaan idamannya. Kami tidak diizinkan untuk mencantumkan nama belakangnya karena alasan keamanan. Dalam 6 bulan, batalyon tanknya akan mengamankan wilayah timur NATO di Lituania. Ayah saya, Sersan Kepala. Dia selalu menunjukkan gambar-gambar tank kepada saya dan itu yang membangkitkan minat saya sejak anak-anak. Setelah lulus SMA, saya tahu saya ingin bergabung dengan militer dan menjadi perwira. Sebagai komandan satuan, Yanik bertanggung jawab atas 16 prajurit dan 4 tank tempur jenis Leopard 2 versi terbaru. Di antara dua poin itu, itu celah yang kita lihat kemarin. Kita bawa itu ke sana lalu menghancurkannya dengan tembakan langsung. Di area pelatihan Monster, Yanik dan satuannya tengah mempersiapkan diri untuk penugasan di luar negeri. Mereka sepenuhnya sadar betapa seriusnya situasi ini. Saya memang memilih untuk menjadi prajurit dan ketika agresi Rusia terjadi, saya sadar situasi seperti ini dapat terjadi kapan saja. Meskipun tank mereka Leopard 2 dianggap sebagai tank terbaik di dunia, namun kekuatannya bergantung pada orang yang mengoperasikannya. [Musik] Selama latihan, kesalahan terkecil pun akan jadi masalah besar. Latihan ini mempersiapkan mereka untuk penugasan di Lituania. Ini pengalaman baru. Saya bisa mengenal tempat baru di luar negeri, kawasan pelatihan baru. Saya juga ingin bekerja dalam tim internasional. Ini menyenangkan. [Musik] Bundes sedang mempersiapkan diri untuk berperang. Untuk itu mereka membutuhkan orang-orang muda rekrutan baru untuk militer. Para prajurit yang terhormat, Anda telah membuat keputusan besar. Anda tahu menjadi seorang prajurit berarti mempertaruhkan nyawa dan raga Anda dan Anda bergabung di saat perdamaian dan kebebasan kita sedang berada di bawah tekanan di mana-mana. mir zum feierlichen Gelöbnis nach. Ich gelobe der Bundesrepublik deutschland der Bundesrepublik Deutschland treuen und das Recht und das Recht und die Freiheit des Volkes und die [Musik] Samira 29 tahun telah menjalani ujian pertama dalam karir militernya sepanjang upacara Pengucapan sumpah. Ia berdiri diam selama sekitar 70 menit. Itu sulit. Menjaga lutut tetap tegak dan memastikan kaki bisa bertahan dan tidak mati rasa. Samira membawa orang tuanya ke acara tersebut. Saya pernah punya beberapa pekerjaan biasa, tapi tidak pernah merasa terpanggil untuk melakukannya. Saya sejak dulu ingin bergabung dengan militer saat masih muda, tetapi tidak cukup berani. Tapi saya akhirnya merasa siap. Ini adalah peluang karir yang bagus. Saya bisa lebih sukses daripada di pekerjaan biasa. Yanik menghabiskan akhir pekan di rumah di Jerman bagian utara. Perjalanan kembali ke baratnya di Bayern cukup jauh. Kalau ingin sukses di Bundesfir, Anda harus menerima penugasan di seluruh negeri. Apapun pekerjaan yang diberikan kepada Anda, itu bagian dari penugasan. Saya mencoba pulang ke rumah dua kali sebulan, pulang pergi sejauh 700 km. Harga bensin sekarang naik. Jadi saya pulang 2 minggu sekali. Apa yang akan kita lakukan? Jumping ja hanya sampai 11 hitungan. Jangan takut. Saya akan hitung sampai 10 dan seterusnya. Mengerti? Bagus. Six se in seven se Kapten Yanik ingin para prajurit di unitnya selalu fit. Dalam kondisi bugar, orang akan lebih siaga dan punya peluang lebih baik untuk bertahan hidup. Sebelum batalion Pancer 104 berangkat ke Lituania dengan sekitar 250 prajurit dan beberapa tank tempur, peralatan mereka perlu mendapatkan perhatian teknis. Pasukan harus bisa mengandalkan peralatan mereka. Anggota militer senior dilatih di pusat pembinaan kepemimpinan. Bern adalah staf pengajar di sini. Tugasnya mendidik prajurit dalam hal kepemimpinan. Alasan mengapa militer Jerman kurang siap seperti pada Februari 2022 ketika Rusia menginvasi Ukraina adalah karena selama ini masyarakat tidak peka terhadap ancaman perang. [Musik] Bahkan bagi Bernalahnya lebih mendasar. Di dalam militer Jerman sendiri selama bertahun-tahun terlalu banyak orang hanya fokus pada penugasan rutin saja. Tentu kita akan tetap menjalankan hal yang sama, tetapi itu bukan tujuannya, melainkan hanya sebuah langkah mencapai tujuan. Dan kita sebagai pemimpin harus sadar bahwa pekerjaan kita bukan pekerjaan sepele. Kita harus mempersiapkan prajurit untuk kemungkinan pertempuran. Itu sebabnya kita mengenakan seragam ini. Karena itulah tujuan dari misi kita ini tentang pertempuran. Ketika saya ditugaskan ke Afghanistan 3 tahun lalu, pesannya adalah bahwa semua orang kembali dengan selamat. Tapi yang kita jalankan adalah misi militer yang dalam skenario terburuk berarti bahwa tidak semua orang bisa kembali dengan selamat. Satu hal yang jarang diperhatikan adalah motivasi. Bagaimana saya bisa membuat seseorang secara sukarela menyerang dan mempertaruhkan nyawanya meski mereka tahu bahwa mereka bisa mati dalam tugasnya? Bernantang rekan-rekannya dengan pertanyaan-pertanyaan provokatif. Misalnya, apakah militer Jerman benar-benar mampu berperang? Saya tidak bisa mengatakan berapa banyak prajurit cadangan yang siap ditugaskan dalam situasi terburuk. Apakah kita mampu mempertahankan negeri ini dengan sekitar 200.000 lebih tentara yang kita punya sekarang? Jelas tidak bisa. [Musik] Apa yang dipikirkan banyak perwira di sini? Sebagai tentara profesional tanpa wajib militer, Bundesver tidak dipersiapkan secara optimal untuk perang. Dan banyak perwira khawatir masyarakat meremehkan ancaman perang saat ini. [Musik] Di barak Mayor Radlov, semua anggota batalyon Pancer 104 hadir secara lengkap. [Musik] Semoga kalian cukup istirahat selama akhir pekan. Minggu ini segalanya akan lebih menantang. Yang dimaksud adalah pelatihan dasar dengan banyak kontak dengan tanah. Saya kira akan lebih sulit kalau berbicara dengan prajurit yang lebih tua. Pelatihan mereka lebih keras. Seperti banyak hal dalam hidup, orang-orang bisa menyukai kami atau juga tidak. Di barat ini ada orang dari berbagai latar belakang. Ada yang sejak kecil bercita-cita jadi prajurit. Ada juga yang ingin pekerjaan yang stabil dan kehidupan yang terstruktur. Oke, begini rencananya. Hari ini kita harus bersiap menghadapi satu peleton pasukan dan pasukan regu sabotase dari arah utara. Kalau lihat ada areal terbuka di depan kalian tiarap lalu merangkak itu melelahkan. Tetapi ini demi keselamatan nyawa. Lanjutkan. Bukan tekanan fisiknya tetapi lebih pada penyesuaian pola pikir. Yang menurut saya sangat sulit adalah merangkak mundur. Terkadang kaki saya yang panjang jadi halangan. Dia merangkak mundur memang melelahkan, tetapi itu berguna. Kalau saya angkat senjata dan saya harus putar balik akan terlambat. Ada beberapa masalah komunikasi. Ketika satu posisi melaporkan sesuatu, yang lain harus memberi konfirmasi. Iya, saya juga lihat itu, terutama kelompok di sebelah kanan. Kita perlu latihan komunikasi lagi. Gef artinya siap bertempur. Para instruktur melakukan apapun yang dapat mereka lakukan untuk mempersiapkan para prajurit muda menghadapi pertempuran. Tapi untuk saat ini fokusnya adalah perlindungan diri untuk kelangsungan hidup. [Musik] November 2023, 2 bulan sebelum penugasan ke Lituania, Yanik dan awak tanknya menjalani pelatihan terakhir di pusat pelatihan tempur Bundesve, tempat di mana pasukan dan persenjataan dilatih secara maksimal. Batalion Pancer bersiap menerima perintah. Keadaan jadi serius. Latihan ini menyiapkan mereka untuk melawan pasukan pancer musuh. Unit ini harus memperlambat atau mencegah serangan mereka. Ini skenario perang yang sangat nyata. Apa yang penting? Kalau kita melihat ke selatan, kalian akan lihat turunan di mana tank-tengkeng menghilang. Kita akan manfaatkan ini. Kalau kita menyebar dan mengambil posisi di tempat yang lebih tinggi, kita akan melihat seluruh zona di utara. Bagi Yanik dan pletonnya, setiap hari di pusat pelatihan tempur adalah ujian. Seberapa baik mereka bisa bekerja di bawah tekanan, mereka hanya menggunakan peluru kosong atau laser. Tetapi ketika keadaan menjadi nyata, taruhannya adalah nyawa. Monitor akan menunjukkan badan tank dan setiap kali tertembak, lampu akan berkedip. Lalu saya tahu saya tertembak dan akan ada konfirmasi lewat radio. Anda tertembak. Kesalahan-kesalahan akan terlihat jelas selama latihan. Awak harus menjadi pemain tim dan komandan pemimpin yang baik. Sebagai seorang perwira, semua orang memperhatikan Anda. Anda perlu menunjukkan kemampuan dengan baik. Anda juga perlu tetap fokus. Kalau kamu mengalami hari buruk dan melakukan kesalahan bisa berdampak pada karirst [Musik] hari yang melelahkan. Pada bagian pertama latihan, Yanik dan pasukannya gagal. Tiga dari empat tanknya tertembak. Tidak ada satuun tank yang berhasil. 75% tertembak. Langsung atau tidak langsung? Anda punya empat sistem persenjataan yang terbaik di Eropa. Harus lebih berani lagi. Hilangkan pola pikir jarak tembak 350 m. Jangan khawatir tersesat dan pertahankan posisi. Ada ruang untuk perbaikan. Mereka mengejutkan kami dan memberi informasi palsu. Jadi musuh berhasil menerobos dengan cepat. Setelah evaluasi semuanya kembali ke titik awal. Latihan tempur diulang lagi dan kali ini para prajurit dapat menerapkan apa yang mereka pelajari. [Musik] Semuanya berjalan lebih lancar kali ini. Awak tan tempur mampu bertahan melawan para penyerang. Yanik tampak lega. Kapal perang terbesar Jerman berlayar lagi. Januari 2024. Kapal perang Bon memulai misi NATO. Lautara, laut Baltik, Atlantik Utara. 3 bulan di laut, 3 bulan jauh dari rumah. Marco sudah terbiasa. Dia telah bertugas di Bon selama hampir 10 tahun. Saya bergabung dengan Bundesfir tahun 2007 melalui dinas militer. Saya diizinkan menyelesaikan penugasan pertama dengan cepat. Saya kemudian bertugas di misi Isaf di Afghanistan dan setelah penugasan ini muncul kesempatan untuk pindah ke angkatan laut. Salah satu tugasnya mengatur lalu lintas udara. Sebuah helikopter Spanyol akan mendarat di bon pagi ini. Karena banyak awak baru, Marco ingin memastikan prosedurnya lebih dulu. Belum ada komunikasi dengan helikopter. Pastikan ada anggota tim operasi penerbangan yang berpengalaman di setiap stasiun untuk mendampingi awak baru. Saling periksa kembali pakaian kalian. Dari apa yang saya lihat semuanya sudah baik. Itu rencananya. Tapi kemudian berbeda dari apa yang telah disepakati, helikopter Spanyol tiba-tiba mendekat. Marco tidak tahu mengapa. Mendarat kapal yang bergerak tidak mudah. Anggota tim yang berpengalaman mengikat helikopter. Seorang perwira Spanyol memberikan pesan untuk komandan Bon dan pergi lagi. Semua baik-baik saja, terlepas dari kesalahpahaman mengenai waktu pendaratan. Ada kesalahan komunikasi yang harus diselesaikan dengan rekan dari Spanyol nanti. Komandan ingin melihat adanya peningkatan komunikasi antara anggota NATO, terutama dengan situasi global yang tidak menentu. Selalu ada kemungkinan bertemu dengan kapal-kapal Rusia di laut dan laut Baltik. Situasi sekarang berbeda dengan dulu. Tidak seperti dulu, kami berlayar berdekatan tanpa ancaman. Sekarang kami harus menjaga jarak dan kami tidak tahu bagaimana reaksi Rusia. Asumsinya adalah kami sedang diawasi oleh kapal-kapal Rusia. Akhirnya tiba waktunya Tengteng akan menuju Lituania. Seperti biasa untuk penugasan di luar negeri, Yani juga melakukan persiapan pribadi. Saya sudah bicara dengan keluarga saya. Mereka tahu apa yang bisa terjadi. Saya sudah menyerahkan semua dokumen dengan surat kuasa sehingga seandainya saya tidak kembali, semuanya bisa diurus di rumah sebaik mungkin. Antara tahun 1992 dan 2024, 119 tentara Jerman tewas saat penugasan di luar negeri. Tank-tank ini perlu waktu sekitar seminggu untuk mencapai Lituania. Pasukan akan menyusul beberapa minggu kemudian. Tempat kerja Andreas, pesawat awak dengan cakram radar besar di bagian belakang terlihat seperti pesawat dari film fiksi tahun -an. Sedikit sempit tapi cukup. Pesawat ini memang dari tahun -an. Pilot dari lintas generasi telah duduk di tempat Andreas. Dia terbang ke Polandia ke perbatasan wilayah NATO. Pesawat pengintai itu akan memantau wilayah udara di sana. Bagi pilot, pesawat awaks memang tidak senyaman pesawat modern. Rasanya tidak seperti pesawat biasa. Tidak ada autopilot untuk bisa bersantai. Tapi walau terlihat membosankan, selalu ada tugas yang harus diselesaikan di sini. Di bagian belakang pesawat, teknologi pengintaian modern dirancang untuk mendeteksi pesawat Rusia yang memasuki wilayah udara NATO seperti yang sesekali terjadi. Semua target di udara dideteksi. dinilai dan diidentifikasi. Dalam keadaan darurat, musuh tidak akan mengirimkan sinyal transponder. Tapi kami juga menggunakan sensor lain seperti radar khusus untuk mengintai musuh. Apa yang terjadi di Ukraina mengkhawatirkan bagi keluarga saya di rumah. Anak-anak bertanya, "Apa artinya perang ini untuk kami? Kita bisa kena juga." Mereka tahu kami ada di garis depan pertempuran. Kalau tahu, kami akan terbang ke garis depan. Anak-anak akan mengucapkan selamat berpisah dengan penuh cinta. Penerbangan hari ini singkat seperti biasa. Berangkat pagi-pagi sekali dan kembali pada sore hari ke Gilen Kirhan. Tapi tidak selalu seperti ini. Andreas telah melewati rute beragam. Dia biasa menerbangkan pesawat angkut militer Jerman ke tempat-tempat yang jauh. Sebagian besar misi kami adalah terbang ke Afghanistan dan Mali. Di sana kami menghadapi jenis ancaman tertentu. Kami tidak pernah menyangka bahwa situasinya akan bergeser dari terorisme ke pertahanan nasional. Dan ya rasanya aneh mengetahui bahwa di sini ada benda berterbangan lain yang bisa menjadi ancaman. Tugas baru bagi Samira belajar memimpin. Padahal 6 bulan lalu dia masih pemula. Penting untuk mempertimbangkan tugas setiap serdadu. Bagikan tugas dengan tepat dan bijaksana seperti yang kita lakukan di pelatihan terakhir di tingkat regu. Sekarang terapkan di sini. Sekarang gilirannya. Oke, semuanya kemari. Yang di depan duduk. Sebagai ekowan, kita harus merebut zona Hassan Holz pada rute yang telah diperintahkan. Tiba-tiba dia jadi pimpinan untuk pagi ini. Sebelum bergabung militer Jerman, saya pendiam. Sekarang dalam waktu yang singkat saya berkembang lebih baik. Dari memperhatikan diri sendiri dan memikirkan langkah saya, sekarang saya memikirkan langkah untuk 8 hingga 12 orang lain. Skenarionya, musuh ada di suatu tempat di hutan ini. Samira harus menempatkan kelompoknya pada posisi yang tepat. Kita sekarang akan bergerak ke arah musuh dan mendirikan pos-pos jaga sementara. Saya benci ini. Memperhatikan semuanya, memberikan instruksi, semuanya secara diam-diam merupakan suatu tantangan. Oke, tetap tenang. Kalian adalah pos penjaga terdepan. Berarti kalian adalah pengamanan pertama pasukan. Apa artinya bagi kalian? Artinya, semua yang ada di depan kalian adalah musuh. Apa yang terjadi? Kalau ada musuh di seberang sana atau di turunan atau muncul dadak, tetap tenang. Tetap di posisi kalian dan jangan berkeliaran. Kalian telah mempelajari semuanya. Oke. Oke. Pakai helm lagi. Kita akan kembali ke Hassan Hols V untuk mengambil air lalu menyerang lagi. Dulu Samira bekerja sebagai manajer tempat kebugaran. Sekarang dia memulai karir baru dan harus menilai sendiri kinerjanya sebagai pemimpin. Pertama-tama pemimpin kelompok Romeo. Bagaimana pagi ini? Awalnya saya ragu, tapi setelah istirahat saya lebih percaya diri. Saya ingin melakukan langkah yang benar, tapi masih kurang percaya diri dalam bertindak. Bertanggung jawab atas orang lain setelah hanya beberapa bulan menjalani pekerjaan baru adalah tantangan bagi rekrutan baru. [Tepuk tangan] Ini berbeda daripada pekerjaan biasa. Dalam kehidupan sehari-hari kita memutuskan hal-hal yang lebih mudah. di militer ini bisa jadi soal hidup dan mati. Untuk memenuhi mandat barunya, militer Jerman sangat membutuhkan perempuan muda seperti Samira, relawan yang bersedia bertugas lebih lama di wilayah timur NATO. Saya masih berhubungan dengan rekan-rekan dari pelatihan dasar. Beberapa dari mereka akan pergi ke Lituania saat Brigade dipindahkan ke sana. Ke Lituania? Apa itu juga satu opsi untuk Anda? Saya belum memikirkan itu. Saya ingin mengikuti kursus pelatihan lebih dulu dan melihat ke mana arahnya. Lalu saya akan mempertimbangkan itu lagi. Mungkin itu tergantung juga pada apa yang ditawarkan Bundes di Lituania. Ini bukan kunjungan pertama Eva Hogel ke pangkalan NATO di hutan Lituania. Komisaris parlemen untuk angkatan bersenjata ini sering berkunjung ke sini. Dia akan meninjau tiga masalah utama Bundeswe, peralatan, area latihan, dan amunisi. Karena buruknya operasional, peralatan besar dan area pelatihan yang kecil ditambah terbatasnya amunisi, kami tidak dapat berlatih lagi dengan peralatan besar. Kalau ada simulator, setidaknya bisa dipakai untuk pelatihan meskipun peralatannya tidak memadai. Bahkan para staf meragukan kemampuan mereka sendiri. Pelatihan bahasa adalah hal lain yang ingin saya bahas. Di taraf internasional kita masih tertinggal terlalu jauh. Hal apaagi yang menurut Anda dibutuhkan? pelatihan yang lebih intensif dan fokus pada latihan bahasa Inggris yang lebih khusus. Laporan keseluruhan perlu lebih baik lagi. Para prajurit yang bertugas di Lituania tahu apa yang perlu dipersiapkan untuk berperang. Mereka tahu bahwa dalam situasi nyata penting untuk mampu bertahan. Saya belum bisa mengatakan bahwa pasukan di sini siap berperang 100%. Masih kurang radio komunikasi, peralatan penglihatan malam, dan peralatan besar lain. [Musik] 24 Januari, batalion Pancer 104 memulai misinya. Selama 6 bulan ke depan mereka akan menjadi inti kelompok tempur NATO di Lithuania. Kapten Yanik merasakan tekanan dari penugasan ini sejak awal. Bos datang kepada saya dan berkata, "Selamat, Yanik. Anda pemimpin peleton. Dia melakukannya di depan semua orang. Jadi semua orang sekarang kenal saya. Jadi saya harus menunjukkan prestasi agar tidak dianggap biasa-biasa saja. Itu ujian di setiap langkah. Saudara dan saudari seperjuangan, ingatlah mulai sekarang kalian bagian dari pasukan ini. Penugasan pasukan di Lituania juga menjadi tantangan bagi komandan satuan tempur. Ini adalah pendekatan menyeluruh, artinya mempersiapkan kemungkinan perang. Untuk itu kami ada di sini dan kami akan terus melakukannya di sebuah tingkatan beberapa hari ke depan. Para awak tank memulai kegiatan harian mereka sebagai prajurit di luar negeri antara barak dan tempat pelatihan. Ini kamar saya. Saya punya meja untuk bekerja secara mandiri tanpa harus ke kantor yang sedikit jauh dari sini. Saya bisa bekerja dengan tenang atau bertemu dengan para perwira di sini. Saya punya tempat tidur. Saya membuat sedikit bahan bacaan. Pertama kali datang ke sini, kami terkejut betapa modernnya tempat ini. Kepuasan dengan akomodasi adalah prasyarat penting dalam penugasan. Ini akhir pekan di Lituania, tetapi Yanik dan anak buahnya tetap bertugas. Lagi pula apa yang bisa dilakukan dengan waktu luang di sini? sebuah hubungan adalah soal kompromi dan kalau pasangan saya bisa menerimanya tidak ada masalah. Kalau saya menghabiskan hari Sabtu saya di Lituania untuk bertugas ya harus begitu. Tapi kalian membahasnya saat ini saya tidak punya pasangan. Di laut lepas tidak ada kapal lain di sekitar. Di titik ini di laut utara, awak kapal Bon berlatih menembak dengan peluru tajam. [Musik] Malam ini kami menuju laut Baltik, menuju Polandia dan Lituania. Wilayah perairan timur NATO melewati wilayah Kaliningrat, Rusia. Kami menduga bahwa angkatan laut Rusia akan mendeteksi keberadaan kami melalui radar. Saya tidak tahu apakah dari atas air, bawah air, atau dari udara, tapi mereka pasti mengawasi, terutama di dekat Kaliningrad. Tujuan berikutnya, pelabuhan Kaipeda di Lituania. Bagi kepala juru kapal Marco, ini merupakan cuti pertamanya di darat setelah seminggu di kapal. Orang tidak benar-benar sendiri. Anda selalu berhubungan dengan awak kapal lain. Ini mengurangi banyak tekanan dan stres karena selalu ada orang yang bisa diajak bicara tentang kekhawatiran, masalah dan kebutuhan lain. Saya ingin menunjukkan tempat bagi para prajurit untuk bersantai selama berlayar. Ini satu-satunya tempat privasi di atas kap. Tempat tidur dengan tirai untuk memisahkan diri dari yang lain. Kita juga bisa lihat kamar mandinya. Keluarganya ada di Saxen Ahalt. Apa yang sedang mereka lakukan sekarang? Dia tidak tahu. Dia sengaja membiasakan diri tidak menelepon ke rumah setiap hari. Menelepon setiap hari bagi saya sulit untuk dilakukan. Saya menelepon ke rumah saat sedang cuti di darat karena ada banyak hal yang bisa diceritakan. Kalau tiap hari apa yang bisa saya ceritakan? Melihat matahari terbit, berolahraga, atau saat bertugas? Saya lebih suka panggilan video untuk terhubung dengan seseorang dengan baik. Saya tidak hanya dengar, tapi melihat mereka juga. Minggu pagi sebelum memasuki pelabuhan, seorang petugas telah menggambar peta di jendela. Bagi sebagian besar orang di sini, ini pertama kali mereka berada di Klaipeda. Sebelumnya, Lituania jarang dikunjungi angkatan laut Jerman. Kapal NATO lainnya sudah ada di sana. Sekali lagi berbaris lalu waktu santai. Masih ada sedikit briefing tentang cara berperilaku di darat dengan pakaian sipil. Marco sudah kenal aturannya. Saya menikmati pekerjaan ini. Meskipun ada hari-hari buruk. Tahun ini saya akan menyelesaikan 10 tahun masa bakti saya di kapal laut Bon. Dan tujuan saya selanjutnya adalah mengabdi 15 tahun di laut. [Musik] Setahun kemudian kami kembali berbicara dengan Letnan Kolonel Bern. Sudah banyak prajurit senior yang datang ke ruang seminarnya. Apa penilaiannya tentang situasi tentara saat ini? Ada perubahan yang mulai terjadi karena munculnya kesadaran bahwa kita harus siap berperang. Menurut saya terlalu banyak orang menyepelekan kemungkinan adanya peran. Kalian sudah tahu cerita tentang bagaimana saya bertanya kepada seorang teman soal dia mau latihan menembak atau tidak dan dia bilang, "Saya sudah latihan menembak tahun ini." Itu bukan sikap yang tepat. Perdebatan saat ini berkisar pada bagaimana pandangan orang Jerman terhadap tentara, terutama karena wajib militer sudah tidak ada lagi. Orang-orang di Jerman ditanya apakah mereka memiliki pandangan positif atau negatif terhadap Bundesfir? Dan lucunya meskipun kami sering mendapat kesan bahwa banyak orang menganggap kami tidak berguna, antara 70 hingga 80% responden survei memberi pandangan positif. Anda mau mengatakan sesuatu. Menurut saya, Bundesfir tidak dapat apa-apa dari situ. Bahkan jika orang-orang memberikan 100% pandangan positif, selama kita tidak berhasil memotivasi kaum muda untuk bergabung dengan militer demi kebaikan masyarakat, citra itu tidak berarti apa-apa. Bagus kalau banyak orang mengatakan bahwa mereka menganggap bundesfir adalah hal yang baik. Tapi kalau kita ajukan pertanyaan lanjutan, apa Anda akan berjuang untuk negara Anda? Responsnya mengkhawatirkan. Ini masalah sosial. Partisipasi sosial mulai hilang. Semua orang jadi egois. Saya saya sayangnya pandangan ini juga didukung oleh survei yang dilakukan pada awal perang di Ukraina. 80% responden mengatakan dalam skenario perang mereka akan mencoba untuk tetap menjalani kehidupan sehari-hari mereka persis seperti sekarang. Bern tidak membantah hal itu, tapi menurutnya agar tentara punya hubungan yang lebih erat dengan masyarakat, mereka juga bisa mengambil tindakan sendiri. Tanggapan saya adalah dengan bertanya, apa yang perlu kita lakukan untuk mengubah pandangan ini? Misalnya, siapa yang pergi dan pulang kerja dengan mengenakan seragam dan pergi berbelanja dengan mengenakan seragam? Jawabannya terbagi dua, sekitar setengah-setengah. Dan ketika saya berpikir bahwa 50% perwira kita bekerja dengan pakaian biasa dan berkata, "Saya pikir tidak baik bahwa masyarakat tidak menunjukkan rasa hormat kepada kita." Saya akan bilang, "Oke, mungkin ada sesuatu yang dapat kita lakukan tentang itu." Siap berperang. Bukan hanya soal tank dan amunisi, itu dimulai dari pola pikir para prajurit dan warga sipil. [Musik] Kembali ke Lituania dalam perjalanan menuju daerah pelatihan militer terbesar di negara itu. Kami selalu di dalam tank. Saya tidur di dalam tank, saya bangun di dalam tank, dan kami langsung bergerak. Tantangan yang kami hadapi tentu saja lalu lintas lokal. Pengemudi tank harus sangat waspada terhadap mobil di jalan. Mengendalikan tank di sepanjang jalan-jalan sempit di pedesaan Lituania memerlukan keahlian. Para prajurit kembali ke barak pada sore hari, tetapi tugas mereka belum berakhir. Turunkan semua senjata dan kita akan memeriksa apakah kita bisa mendapatkan tempat mencuci. Besok kita ada di pangkalan yang berarti kita akan memiliki waktu luang di sela-sela latihan. Tapi kita harus menyiapkan tank-tank ini untuk beberapa hari ke depan. Yanik mengharapkan banyak hal dari dirinya dan pasukannya. Dia ambisius dan bersemangat untuk memberikan kesan baik pada penugasan pertamanya di luar negeri. Yanik mempersiapkan instruksi untuk latihan tempur berikutnya. Bahasa yang digunakan grup tempurnato adalah bahasa Inggris tantangan tambahan. Karena mereka berasumsi Rusia akan menyerang dengan tiga tank, tiga kendaraan NATO dikerahkan untuk menghadapi mereka. Kami punya firasat baik. Kami juga diberi perlengkapan secara optimal. Prajurit saya terlatih dalam penggunaannya dan mereka juga tahu apa tugas mereka. Kami melihat berbagai risiko yang mungkin terjadi, kematian dan luka-luka. Kami juga melihat konsekuensinya. Apa yang dapat kami lakukan dalam skenario terburuk? Kami prajurit. Kami tidak getol perang. Kami melakukan ini untuk menyelamatkan dan melindungi nyawa serta bertindak sebagai pencegah perang. Kesiapan untuk mencegah perang. Untuk itu, Yanik bertugas dengan sebaik-baiknya. Anda selalu diawasi, selalu penuh konsentrasi. Anda ingin menunjukkan performa sebaik mungkin, terutama kalau bos di dekat Anda. Yanik ingin dan perlu tampil maksimal di Lituania. Itu juga akan menentukan masa depan karirnya. Sekarang saya mendapat kesempatan untuk melamar sebagai perwira karir [Musik] dan saya mungkin akan mengambil kesempatan itu kecuali kalau tawarannya tidak cocok. Di satu sisi menjadi perwira karir adalah salah satu mimpi saya. Di sisi lain, saya juga ingin meraih gelar doktor di bidang ekonomi dan itu jelas memiliki potensi untuk karir lain. Keterampilan kepemimpinan yang telah saya pelajari sejauh ini juga bisa diterapkan di sana. freiens anwenden. Saya belum memutuskan ke mana, tapi saya selalu mencari alternatif. Hanya punya satu rencana saja itu tidak baik. Dengan kata lain, kalau Bundes membutuhkan dia, Yanik akan mempertimbangkan tawaran itu dengan serius. Tapi hal itu masih belum pasti. Sejak 3 minggu, para prajurit dari batalyon Pancer 104 telah kembali ke Jerman. Mereka menghabiskan 6 bulan di Lituania. melaksanakan misi Chitan Vender atau titik balik Jerman. [Musik]
Resume
Categories