Transcript
WWuP0y377Dk • Penerapan AI di pertanian global: Bisakah mengatasi kelaparan dunia? | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0046_WWuP0y377Dk.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Cornwall, wilayah yang kayak mitos dan legenda. Dan kini daerah Inggris ini menjadi rumah bagi sang legenda baru. Dia yang berorientasi ke masa depan, bukan masa lalu. Di laboratorium Cornwall ini lahir Ameka, salah satu AI paling manusiawi di dunia. Kami datang untuk menemuinya dan penemunya Will Jackson. Apa kamu bisa dengar? Tentu saya mendengarkan. Mau apa kita hari ini? Kita kedatangan kru televisi hari ini. Saya Antonia. Boleh saya bertanya dalam bahasa Jerman? Kami akan sambungkan dulu kabelnya. Kami ke sini untuk membicarakan salah satu tantangan terbesar manusia, ketahanan pangan. Bisakah kecerdasan buatan membantunya? [Musik] Kami ingin tahu apa saran Ameka. [Musik] Oke, saya siap membantu dunia. [Musik] Menurutmu, bagaimana pengelolaan pangan sejauh ini? Distribusi tidak merata. Di sejumlah daerah, pangan melimpah dan terjadi pemborosan. Sementara daerah lain menderita kelaparan. Seringkiali tidak ada distribusi yang efisien dan upaya berkelanjutan. Bisakah AI memperbaikinya? Kecerdasan buatan atau AI dapat mendistribusikan makanan secara lebih efisien dan adil. Apa manusia tidak bisa melakukannya? Bisa, tapi seringkiali kekurangan sumber daya atau keinginan untuk melakukannya. AI dapat membantu mengoptimalkan produksi dan distribusi benih. [Musik] Di barat laut Jerman, para peneliti tengah mempelajari cara terbaik untuk melakukan hal itu. Biji kanola yang diuji di sini mungkin suatu hari nanti akan menentukan masa depan generasi mendatang. Pemulia tanaman Yudit Rise memanfaatkan kecerdasan buatan. Dia bekerja dengan robot bernama Valdemar dan penemunya Benyamin Kisliuk untuk menemukan benih berkualitas terbaik. Lensa kamera ini lebar dapat merekam dari sini ke sini sekaligus. Saat bergerak, kamera merekam gambar-gambar yang bertumpang tindih meliputi seluruh ladang. Resolusi kamera ini sangat tinggi, jadi kami dapat melihat setiap benih di dalam sini. Kamera ini jauh lebih cepat dan tepat daripada mata manusia. Robot ini berasal dari pusat penelitian kecerdasan buatan Jerman. Dengan memproses ribuan gambar, robot ini dapat mengevaluasi seluruh ladang. serta mengenali penyakit dan serangan hama jauh lebih cepat daripada manusia. Dan robot ini terus belajar dan berkembang. Sebagai pemulia tanaman, saya bergantung pada objektivitas AI. AI mampu melihat detail yang sangat tepat dan memilih varietas yang sesuai dengan perubahan kondisi lingkungan. Saat ini kondisi lingkungan memang sedang berubah. Pada tahun 2023, suhu rata-rata di Jerman 2,4 derajat lebih tinggi dibandingkan antara tahun 1961 dan 1990. Curah hujan juga meningkat 20% mendorong penyebaran hama dan penyakit. Pertanyaan penting bagi para peneliti adalah seberapa kuat benih baru tersebut? Gambar yang direkam oleh Valdemar dilengkapi dengan rekaman drone. Gambar-gambar ini akan digabungkan untuk membuat replika virtual seluruh ladang. Udit seun berkeliling ladang dengan memakai headset VR. Coba berputar sedikit. Bagus. Sekarang kita sudah dapat orientasi yang tepat. Sekarang kedua petak itu bisa dibandingkan. Biasanya di ladang kita tidak bisa lihat keduanya berdampingan. [Musik] Dengan ini saya bisa memantau perkembangan tanaman sepanjang tahun ini setelah periode tanam dan seterusnya hingga setelah musim dingin. Bagaimana tanamannya berkembang? Dulu Yudit Rise harus bersusah payah mengambil sampel untuk menguji kemurnian benih dan memisahkannya dari rumput liar. Ukurannya kecil, sulit dilihat. Untuk setiap tanaman harus diperiksa berat gramnya. Untuk biji kanola 10 gr. Sangat melelahkan. Banyak sampel yang perlu diperiksa. Nantinya AI akan dapat melakukan hal itu. Di Beveld University of Applied Sciences and Arts, sebuah mesin sortir khusus dapat mengklasifikasikan sampel dalam sepersekian detik. menentukan mana benih kanola dan mana yang bukan. Hasilnya benih murni yang lebih tahan lama, panas, kekeringan, dan hujan lebat. Ini penting untuk menghasilkan panen melimpah di masa depan. Jadi, penelitian Rise bisa jadi penting untuk ketahanan pangan global. Di beberapa negara, metode ini dapat terbukti penting bagi kelangsungan hidup manusia. Benua mana yang paling menderita kelaparan dan kenapa? Afrika sangat menderita kelaparan, utamanya karena kemiskinan, konflik, dan tantangan iklim. AI dapat lebih efisien membantu mendistribusikan sumber daya, mengoptimalkan hasil pertanian, dan mengembangkan sistem peringatan dini untuk kekurangan pangan. [Musik] Pria ini mengerti isu kekurangan pangan di negara asalnya, Kamerun. Dulu ladang milik kakek neneknya sering gagal panen. Dia lalu mendapat beasiswa belajar manajemen dan teknologi di Berlin. Di sana dia menyadari manfaat AI bagi pertanian. Setelah kembali, dia mengembangkan aplikasi yang menggunakan fotografi untuk mendeteksi hama dan penyakit tanaman. Aplikasi ini berfungsi di mana saja. Kami telah menyiapkan arsif gambar yang diperlukan agar aplikasi ini juga dapat berfungsi tanpa koneksi internet. Karena di pedesaan tempat aplikasi paling sering digunakan biasanya tidak ada internet. Aplikasinya khusus disesuaikan untuk kebutuhan petani dan membantu meningkatkan hasil panen. Penggunanya pun terus meningkat. Salah satu yang diuntungkan oleh aplikasi buatan Adamo adalah petani tomat ini. Dia dan keluarganya tinggal di pinggiran ibu kota Kamerun. Ia unde. [Musik] Bye. [Musik] Ladang tomat keluarga itu berada di luar kota. Dia butuh waktu 45 menit untuk sampai ke sana dengan sepeda motor. [Musik] Sekilas terlihat subur dan hijau, tetapi perubahan iklim telah lama menyebabkan cuaca ekstrem di Kamerun. Curah hujan yang tinggi dilanjut dengan periode kekeringan panjang. [Musik] Tanaman di ladangnya makin sering diserang hama dan penyakit. Dia pun menggunakan pestisida termasuk insektisida. Terkadang ia butuh banyak campuran bahan kimia untuk mengatasi masalah ini. Namun produk tersebut mahal dan berbahaya bagi manusia. Saat tidak hujan, jumlah serangga di ladang meningkat. Saat hujan jumlahnya turun. Hal itu mudah terlihat. Semua daun sedikit terserang hama. Serangga ada di mana-mana. Jika tidak cepat diatasi, seluruh ladang akan terserang. Produk biru ini harganya 4.000 per kilo. [Musik] Jumlah ini setara dengan sekitar Rp112.000 lebih dari penghasilan petani selama 3 hari. Di Kamerun, lebih dari 40% penduduknya bergantung pada sektor pertanian. Sekitar 23% penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Selain perubahan iklim, buruknya infrastruktur dan mahalnya impor telah memperburuk perekonomian negara ini. Jadi, panen yang baik menjadi penting. Di sinilah peran aplikasi Ens RAM telah memakai app itu untuk tanaman tomatnya selama 2 tahun. D'accord. estu promette jusqu'ici ramai aplikasi itu untuk mengidentifikasi daun yang terserang hama. Ai mengidentifikasi penyakit atau hama lalu menginformasikan produk dan dosis yang harus digunakan oleh petani. Ini membantu mengurangi jumlah bahan kimia yang digunakan. light put them inside container with water like 100 gr of the powder inside one l of sebelum ada aplikasi ini saya pakai banyak pestisida saya mengobati tanaman dengan campuran berbagai pestisida sampai berhasil banyak uang habis di situ. [Musik] Namun kini Romo bisa menghemat cukup uang saat mengolah sepertiga hektar lahannya. Ensan sangat senang dengan hasilnya. Bagi para petani, aspek ekonomi menjadi penting. Produktivitas petani Afrika kali lebih rendah dibandingkan dengan di seluruh dunia. Itulah sebabnya kita perlu berinvestasi di Afrika. Perserikatan Bangsa-Bangsa sepakat bahwa kecerdasan buatan akan berperan penting dalam mengamankan pasokan pangan dunia. Namun walaupun Uni Eropa dan Inggris telah alokasikan miliaran dolar untuk AI, di negara berkembang keadaannya relatif staknan. [Musik] Tapi di Kamerun, ribuan petani kini menggunakan aplikasi tersebut. Ini sinyal bahwa kecerdasan buatan terbukti membantu upaya meningkatkan ketahanan pangan dan ingin melangkah lebih jauh. Kecerdasan buatan saja tidak dapat mengatasi kelaparan di dunia. Kita perlu investasi dan kebijakan yang mendukung. Dengan begitu kita dapat meningkatkan potensi AI dalam hal produksi pangan. Para petani terkejut ketika mengetahui ada solusi yang dikembangkan warga Camerun sendiri. Selain ketahanan pangan, ada masalah besar lain yang perlu diselesaikan. Tidak hanya di Kamerun, tetapi di seluruh dunia. Ameka, apa kita punya cukup air tawar di planet ini? Punya. Ada cukup air tawar di planet ini, tapi distribusinya tidak merata. Air melimpah di beberapa wilayah, sementara yang lain sangat kekurangan. Pertanian menggunakan sekitar 70% air tawar yang ada. Kita butuh air untuk bisa hidup. Apakah berbahaya jika kita biarkan AI mengurusnya? Pengawasan dan pedoman etika dari manusia sangat penting untuk memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab. Andalusia di Spanyol dianggap sebagai kebun sayurnya Eropa. Dari atas area di sekitar Almeria tampak seperti lautan plastik karena banyaknya rumah kaca. Dalam beberapa tahun terakhir, periode kekeringan ekstrem kian sering terjadi di sini. Seperti di banyak bagian dunia lain, sekitar setengah dari populasi manusia menderita kekurangan air. Pada tahun 2023, Andalusia beberapa kali mengumumkan keadaan darurat. Pada akhir tahun, cadangan air mencapai sepertiga lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hoakin Soriano Fernandez berjuang memerangi kekurangan air. [Musik] Insinyur pertanian ini besar di sebuah kota kecil di tengah banyaknya rumah kaca Andalusia. Dia selalu merasakan masalah dan kekhawatiran petani lokal. Menurut saya iklim kondisi dan cara hidup kita telah berubah sejak lama. Pada tahun 2020, Soriano membantu mengembangkan sistem sensor yang terhubung ke AI. Mereka menghitung kapan setiap tanaman membutuhkan air dan berapa banyak. Perusahaannya kini punya 40 karyawan di tiga lokasi. Salah satu pelanggannya adalah petani paprika David Jimenez. Di mana alat harus dipasang? Di sana pastinya kita akan mendapat hasil yang berbeda. Iya, sudah ada alat di sana. Jadi di sini saja. Jimenez telah menggunakan sistem ini selama beberapa tahun. Soriano kini sedang memasang beberapa sensor baru. Sensor-sensor ini mengukur suhu udara, suhu tanah, kelembaban, radiasi matahari, dan berbagai hal lain. Kami menggunakan dua sensor untuk memeriksa kecepatan tanaman menyerap air dari tanah. Kedua sensor harus berada di kedalaman yang sama di dalam tanah. [Musik] Alah, kondisi kondisi di sini berbeda dengan di sana. Jadi, saya memasang lebih banyak sensor. Sensor akan membantu saya tahu dengan lebih tepat apakah di sini butuh lebih banyak atau sedikit air dibandingkan di sana. [Musik] AI mengendalikan sistem irigasi dan jendela rumah kaca untuk mengatur kelembaban. AI juga dapat menghitung nilai optimum sendiri yang perlu petani lakukan hanya menyalakannya. Dulu ia mengairi ladang berdasarkan kebiasaan. Kini dia dapat menghemat air hingga 40% jika ini dipakai di seluruh Almeria yang luasnya sekitar 30.000 hektar yang berarti dapat menghemat 30 sampai 40% itu berarti jutaan liter air. Berkat AI, potensi penghematannya sangat besar. Di masa depan panen dapat terjaga meskipun suhu meningkat. [Musik] dan AI bahkan dapat berperan dalam melakukan pemanenan itu sendiri. Ameka, akankah kecerdasan buatan mengubah pasar tenaga kerja? Buruh panen bisa kehilangan pekerjaan. Mereka harus mengikuti pelatihan ulang atau mencari pekerjaan baru. Apa menurutmu ini akan menimbulkan masalah sosial? Otomasi dapat memperburuk kesenjangan dan menciptakan masalah sosial. AI dapat menghapus jenis pekerjaan memanen yang dapat menghilangkan pekerjaan ini. Namun, AI juga dapat menimbulkan pekerjaan baru di bidang teknologi dan pemeliharaan. Di pinggiran Kota Madrid, sebuah kendaraan baru yang dapat merevolusi cara panen sedang dikembangkan. Penemunya adalah Roemi Fernandez Safedra. Robot ini dapat mengenali buah yang belum matang. Yang masih hijau. Iya, yang sangat hijau. Tapi dia sulit membedakan yang kuning dan oranya. Betul. Kita sudah membahas itu. Para peneliti telah menghabiskan waktu 3 tahun untuk mengembangkan robot pemanen Pok Robocrop. Robot ini dapat mengenali buah matang dan punya dua lengan untuk memetik. Analisa dengan kecerdasan buatan, robot ini menganalisis semua yang ia lihat karena dia bukan manusia. Apa yang sebenarnya ia lakukan? Robot menilai lingkungannya. Robot tahu yang mana tomat dan mana tangkai. Kita manusia mempelajarinya sejak dini, tapi robot harus diajari. Untuk membantunya belajar, tim tersebut menggunakan jaringan saraf buatan yang bekerja mirip otak manusia. Robot ini terus dilatih untuk memetik. Saat ini tentu saja manusia memanen jauh lebih cepat daripada robot. Namun robot dapat bekerja 24 jam sehari. Jadi kelambatannya dapat diimbangi. Robot dapat membantu kita mengerjakan tugas rutin dan kondisi selama panen seringkiali tidak baik. Suhu di rumah kaca di Spanyol sangat panas selama jam kerja. [Musik] Jika tomat ini lebih matang daripada tomat lain tapi tidak terjangkau, robot tidak akan memetiknya karena dia punya keterbatasan fisik yang seringkiali tidak ada dalam dunia virtual. Sekarang dia sudah memetik satu tomat. Dia taruh di keranjang bersama ratusan buah lain yang sudah dipetik. Robokrop memanen sekitar setengah dari yang dapat dilakukan manusia dalam 8 jam. Namun karena bekerja seharian, dia dapat menyelesaikan lebih banyak dan ini masih bisa berkembang. Selalu ada kemajuan dalam sejarah manusia biasanya ke arah yang lebih baik. Tentu saja banyak pekerjaan yang hilang tetapi pekerjaan baru juga tercipta. Yang ada hanyalah perubahan. Ini tanggung jawab kita sebagai masyarakat. dan tanggung jawab pemerintah untuk membantu pasar tenaga kerja beradaptasi. Masalah besar lainnya adalah perlakuan kita terhadap bahan pangan setelah ditanam dan dipanen. Ameka, mengapa begitu banyak bahan pangan terbuang? Kita membuang bahan pangan karena tidak efisiennya distribusi, produksi berlebihan, dan kurangnya apresiasi terhadap makanan. tidak adanya kesadaran dan sistem yang efektif untuk mencegah pemborosan. Kami memesan 6 kg selada iceberg seminggu dan dapat menghabiskannya. Kami juga memesan 2 hingga 3 kg paprika dan 5 hingga 6 kg tomat. Sebagai koki, Tim Brown tahu betapa berharganya bahan pangan. Dia memakai AI untuk membantu mencegah pemborosan di dapurnya. Ke depannya kita harus makin progresif, tapi semua itu tidak akan menghilangkan pekerjaan saya. Pekerjaan saya butuh keahlian. AI tidak dapat menggantikan saya jadi koki dan itu bagus. Sudah mendekati jam makan siang di kota Lunen, Jerman, kantin perusahaan pengelolaan limbah besar ini melayani hingga 170 orang per hari. Selama 3 tahun, Valentin Belse membantu manajer catering Christian Ler untuk mencegah pemborosan makanan. Ide ini muncul ketika Belse dan teman sekolahnya bertanya, "Bagaimana cara kantin memperbaiki perencanaan jumlah makanan yang mereka siapkan. Jadi mereka mendirikan perusahaan yang menggunakan AI untuk melakukan hal itu. Secara global sekitar sepertiga bahan pangan terbuang di sepanjang rantai pasokan. Sementara banyak orang di dunia kelaparan. Dengan mengoptimalkan rantai pasokan, kita bisa memberi nilai tambah. [Musik] Koki bukanlah seorang ahli statistik. Seseorang baru bisa menyadarinya kalau sudah lama mengerjakannya. Namun yang dapat AI lakukan adalah terus mengevaluasi seluruh riwayat data. [Musik] Idenya sederhana. Data makanan yang terjual beberapa bulan terakhir ditambah data cuaca dan informasi seperti hari libur mendatang. Sebuah algoritma kemudian membuat prediksi berdasarkan data itu. Valentin Belse menjanjikan pengurangan sampah hingga 30%. Teknologinya memungkinkan koki mengetahui seberapa laris suatu hidangan dan berapa banyak yang harus dibeli untuk menyiapkannya. Menu hari ini kentang goreng atau pasta. Kemungkinannya seimbang. Keduanya adalah hidangan musim panas yang ringan dan lezat. Cocok untuk para pengunjung untuk angka yang lebih akurat. Koki memberitahu AI seberapa laris tiap hidangannya. Data ini membantu meningkatkan pemahamannya tentang apa yang disukai dan tidak disukai pelanggan. Di Jerman, 11 juta ton makanan dibuang setiap tahun dan 17%nya berasal dari catering, restoran, dan kantin. [Musik] Dengan bantuan AI, ada 1111 lebih sedikit porsi makanan terbuang dibandingkan tahun lalu di kantin ini. Ini menghemat uang, air, dan sumber daya dan mengurangi emisi CO2. Saya kaget penghematannya jauh lebih tinggi dari dugaan kami. Kami senang dapat membantu setiap pengguna dan tim di dapur dalam mengurangi sampah makanan. [Musik] Kentang goreng lebih laris daripada pasta. Tapi apa yang tersisa ini? Jumlah makanan yang biasanya tersisa. Makanan yang terbuang sangat sedikit. Nyaris tidak ada. Totalnya 711 gram. Untuk ukuran ktin perusahaan ini nyaris tanpa sisa sudah jauh lebih baik. Memang belum 100% tetapi hari ini kami kedatangan sekelompok pengunjung yang tidak terduga. Kita semua belajar dari pengalaman. AI membantu meningkatkan cara kita memproduksi pangan dari ladang hingga dapur. Namun teknologi tidak dapat melakukan semuanya. AI sendiri tidak dapat mengakhiri kelaparan, tapi dapat berkontribusi dengan signifikan. Ini hanya plastik dan logam. Ketika membuat tiruan manusia, kita akan melihat dengan detail apa yang mendefinisikan kita. Dan menurut saya masih ada celah yang sangat-sangat besar. Jadi ini adalah refleksi diri mengeksplorasi hal yang mendefinisikan kita sebagai manusia. Kita terus berjuang melawan kelaparan dan demi pertanian berkelanjutan. Namun kemajuan terhambat oleh kepentingan ekonomi, politik, dan distribusi sumber daya yang tidak merata. Mungkin satu hal yang diajarkan kecerdasan buatan adalah kita sudah punya semua bahan yang dibutuhkan untuk mengatasi kelaparan di seluruh dunia. Kini tinggal bagaimana menemukan cara yang tepat. [Musik] Yeah.