Transcript
6JN5annFbck • Antara Maroko atau Spanyol, perjalanan mudik ke kampung halaman | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0047_6JN5annFbck.txt
Kind: captions Language: id Dari seluruh Eropa, mereka datang ke sini untuk menyeberangi laut Mediterania di titik terdekat antara Spanyol dan Maroko. Hari ini, 15 Juni, operasi lintas selat pada tahun 1993 resmi dimulai. Seperti apa kehidupan mereka yang berada di dua dunia yang sangat berbeda ini? Saya Kristina, koresponden untuk Spanyol dan Maroko. Saya akan menemui mereka yang hatinya tertambat di Maroko dan mereka yang ingin pergi dari sana apapun caranya. Saya ingin masa depan yang lebih baik. Ini saatnya pergi [Musik] Tol Selatan, Spanyol. Tiap musim panas, ratusan ribu orang Maroko menempuh jalan ini. Sebuah keluarga mengundang kami bergabung dengan mereka di tempat peristirahatan. Ini pertama kalinya kami akan bertemu. Saya dan rekan saya Dahman berkeliling terlebih dahulu. Rasanya sudah seperti di Maroko. Foto Raja Maroko bahkan terpajang di dinding. [Musik] [Tertawa] Mustafa, pemilik tempat ini dulu bermigrasi ke Spanyol dan melihat kesempatan berbisnis. Saya memulai bisnis ini untuk membantu para migran sepanjang perjalanan. 20 atau 30 tahun lalu, berkendara di sini tidak mudah. Di jalan banyak pencurian, tidak ada makanan halal, masjid atau tempat istirahat seperti di rumah. Tempat makan di lantai atas, ruang ibadah di bawah. Tidak jauh beda dengan ruang ibadah di bandara. Hanya saja peraturan yang lain. Apa saya boleh di sini? Saya perempuan tidak yakin apa kita berada di area laki-laki. Satu hal yang sering saya temui dalam perjalanan ini, luasan ruang beribadah untuk laki-laki dan perempuan tidak sama. [Musik] Sekitar 15% orang Maroko tinggal di luar negeri. Dibandingkan dengan negara lain, jumlah ini sangat banyak. Mayoritas tinggal di Uni Eropa, utamanya di Prancis dan Spanyol. Banyak orang yang tidur di sini sudah berkendara dua atau 3 hari menempuh ribuan kilometer. Sana Yusf dan ketiga anak mereka berangkat pagi sekali dari Madrid. Sarapan jadi momen bertemu kami sekaligus memulai hari. Tujuan mereka Casablanka. Tiap musim panas mereka berkendara untuk mengunjungi keluarga di sana lebih dari 1000 km 12 jam perjalanan. Kenapa perjalanan setiap musim panas ini sangat penting? Kami ingin bertemu keluarga dan itu negara kelahiran kami. Ini membuat kami bahagia. Bertemu teman juga, teman dan keluarga. Sana bercerita dia pertama kali datang ke Spanyol 17 tahun lalu dengan visa kerja dan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Waktu itu tinggal dengan satu keluarga. Iya selama 5 tahun lalu dengan keluarga lain. Berapa umur ibu waktu itu? 25 dan sekarang saya 43 tahun. [Musik] Saya bertemu suami saat dia bekerja dengan abang saya di kantor administrasi Maroko. Saya pulang saat libur Natal selama seminggu. Lalu abang saya bilang ada rekan kerjanya yang ingin menikahi saya dan kami menikah minggu itu juga. Cepat cepat sekali. Apa kalian sudah saling kenal? No, no. Belum. Saya pun jadi penasaran, tapi kami baru saja bertemu. Saya akan bertanya lagi nanti. Kita mau ke Maroko. Iya, selama kamu pakai sabuk pengaman. Kalau tidak kita bisa diberhentikan polisi. Kami ingin ikut merasakan perjalanan itu dan mau mencari tahu mengapa pulang kampung sangat penting buat mereka. Tak hanya keluarga ini, dalam beberapa dekade terakhir setiap musim panas, jalanan Spanyol dipenuhi pengendara yang menuju Maroko. Sabtu pagi, jarak sepanjang 1200 km membentang di hadapan mereka dari utara ke selatan Spanyol lalu naik kapal feri ke Maroko. Aku capek mau tidur sebentar. Kamu gak capek? Tidur saja. Aku gak capek. Sopir enggak pernah tidur. Apa? Sopir gak pernah tidur. Ada tiga rute melalui Spanyol. Dari barat lewat ekstrem Madura sepanjang pesisir Mediterania Spanyol dan rute tengah yang kami lalui. Hampir semuanya berujung di kota pelabuhan Spanyol Alhe Hiras. Minggu siang, jalan tol berbelok ke arah Alheh Hiras dan pantai. Di seluruh Spanyol, rambu-rambu menuju Alheh Hiras juga tertulis dalam bahasa Arab. Tiba di pelabuhan, penantian pun dimulai. Sekarang keluarga Yusf sudah berada di jalan lebih dari 12 jam. [Musik] Mobil yang penuh sesak itu mengangkut perbekalan untuk perjalanan. Sore hari anaian panjang untuk menaiki feri ke Maroko. Tiap setengah jam kapal feri berangkat membawa sekitar 250 mobil di dalamnya. Operasi ini dikenal sebagai operasi lintas selat. Setiap musim panas, polisi dan petugas pelabuhan Spanyol menambah staf mereka. [Musik] Manuel Sanchez bertugas memastikan semuanya berjalan lancar. Di layar kita bisa lihat kendaraan mengantre untuk naik kapal. Kendaraan-kendaraan ini tiba sekitar 1 atau 2 jam lalu. Semuanya diparkir di area sesuai feri yang akan ditumpangi. Begitu kapal tiba, mobil-mobil itu akan naik ke kapal. Di sini Anda dapat lihat barisan mobil. Jika semuanya tiba bersamaan ini akan berantakan. Kami berusaha agar pelabuhan tetap berjalan normal tanpa kemacetan yang parah. Kami dimudahkan oleh sistem yang telah disempurnakan selama bertahun-tahun. Kami bahkan bisa naik kapal feri yang datang lebih awal. Pada akhir musim panas tahun 2024, kami memegang rekor 3,4 juta penumpang menyeberangi selat ini hanya dalam waktu 3 bulan. Tinggal 14 km lagi sampai Maroko. Sekitar 1 seteng jam. Pesisir Maroko sudah terlihat. Di sini laut Mediterania memisahkan dua benua, Eropa dan Afrika. [Musik] Saya masih belum tahu betapa kontras keduanya. Aku penasaran kira-kira begitu nanti sampai rumah nenek, apa yang pertama mau kalian lakukan? Saya mau duduk di sofa bareng nenek dan sepupu sambil nonton TV. Main sepak bola dengan teman-teman dan sepupu. Kalau Ibu lebih merasa condong ke mana? Maroko atau Spanyol? Kami punya teman dan keluarga di kedua tempat. Dulu kami selalu tidak sabar pulang ke Maroko tiap musim panas. Tapi sekarang kami sudah terbiasa dengan Spanyol. Jadi saya pilih keduanya. Hanya saja keluarga ibu saya misalnya tidak bisa datang berkunjung. Jadi kami harus pulang. Sebentar lagi sampai. Kita mau sampai di Tenjier. Kamu tahu Tenj enggak? Enggak. Kita selalu lewat sini. Selalu, Salma. Bahkan dari waktu kamu masih di kereta bayi. [Musik] Di sisi laut Mediteria ini, operasi mudik disebut marhaba. Selamat datang. Tenjier di musim panas. Selama marhaba, tempat ini dipenuhi orang-orang yang kembali dari Eropa. Keluarga kerajaan Maroko menyambut mereka. Muhamed 6 telah menjadi raja Maroko sejak 1999. Dia memerintah dengan lebih liberal dibandingkan ayahnya dengan fokus kepada ekonomi. [Musik] Raja mendirikan yayasan yang mendukung operasi marhaba yang menyambut kepulangan warga saat mereka ke Maroko. Ada bantuan medis, bantuan logistik, sosial, bantuan hukum jika ada yang mengalami kecelakaan atau sakit di tengah perjalanan. Ada dukungan yang menyeluruh. Pertanyaannya, mengapa Maroko melakukan ini? Dalam perjalanan kami menyadari betapa warga Maroko punya kedekatan emosional dengan tanah air mereka, tapi juga ada alasan keuangan. Mereka mengirim uang ke keluarga. Ada yang memakainya untuk membangun rumah baru, merenovasi rumah lama, atau untuk bertahan hidup karena mereka miskin. Semua itu berdampak nyata pada perekonomian Maroko. Lebih dari 8% produk domestik Bruto Maroko berasal dari remitansi dari uang yang dikirim warga Maroko di luar negeri. [Musik] Saat sebagian orang tiba, sebagian lain ingin pergi. Banyak generasi muda Maroko ingin mencari nafkah di Eropa. Konon para pemuda menghabiskan waktu di pelabuhan dan bersembunyi di bawah truk-truk yang akan menuju Eropa. Kamu mau menyeberang secara ilegal? Iya. Ilegal ke Eropa sudah coba berapa kali? Saya coba setiap hari. Setiap hari dia mau masuk ke mobil supaya bisa ngobrol lebih baik di jalan raya berbahaya. Jadi dia masuk dan bicara dengan kita. Baiklah, saya akan bergeser. Kami mencari tempat yang tidak menarik perhatian. Wawancara seperti ini sensitif bukan hanya baginya. Maroko tidak ingin ada peliputan negatif. Banyak yang juga cari truk seperti kamu. Kami pertaruhkan nyawa demi hidup yang lebih baik. Maroko itu negara yang mengerikan, negara yang buruk. Kenapa? [Musik] Kenapa tidak ada apa-apa di sini? Kami kerja sepanjang hari demi dibayar 10 euro. Tolong berhenti di sini, tidak akan ada yang lihat. Dia sudah tinggal di area hutan ini selama 5 tahun dan menunjukkan video saat bersembunyi di bawah truk. [Tertawa] Sudah berapa kali kamu mencoba? Seberapa sering tertangkap polisi? Sering. Seberapa sering? Sering. Apa mau mencoba lagi atau pergi dengan cara lain? [Musik] Dia sudah pernah pergi sekali waktu masih 11 tahun. 11 tahun sendirian? Iya, sendiri. Saya nekad menyeberangi lautan pakai kapal? Tidak, saya berenang pakai baju dan sepatu menyelam. Apa bisa 3,5 km dan berhasil? Kamu berhasil menyeberang. Iya, tapi saya hampir mati. Dia sudah pernah ke Eropa, Prancis tepatnya. Bahkan kabarnya dia punya anak perempuan di sana, tapi dia dideportasi karena menjual narkoba. Kenapa kamu begitu? Ceritanya rumit. Ibu saya tinggal di perkampungan Komu. Saya ingin mengirim uang supaya dia bisa punya tempat tinggal sendiri. Mau cari uang dengan cepat? Iya. Tapi kalau saya bisa ke Eropa lagi, saya mau kerja halal. Saya akan bekerja keras, menikah, punya anak. Saya akan ikuti jalan yang lurus. Lihat oli dari AS itu dari hari ini. Dari hari ini. Jujur saja saya belum tidur dua hari. Video yang kita lihat tadi itu dari hari ini. Lihat noda ban di tangannya. Mana kakimu? Kenapa? Saya berpegangan ke truk dan mau ganti posisi. Lalu terpeleset dan terlindas roda truk. Kamu pertaruhkan nyawa setiap hari sampai-sampai terlindas truk. Kalau itu resikonya tidak apa-apa. Apa? Kalau resikonya mati saya terima. Cuma untuk ke Eropa. Iya. Kamu rela pertaruhkan nyawa. Saya pertaruhkan nyawa demi ke Eropa. Eropa adalah surga. Maroko itu neraka. Dan surga itu terlihat dari sini tepat di depan mata. Itu menyakitkan. Uni Eropa membayar jutaan dolar kepada Maroko untuk mencegah penyeberangan ilegal. Namun, dapat seseorang seperti dia dihentikan seseorang yang bersedia mempertaruhkan nyawa? Sana, Yusef, dan anak-anak biasanya berkendara langsung dari Madrid ke Casablanka. Karena ada kami, perjalanan jadi lebih lama. Papi, papi. Ayah, aku mau tinggal di Maroko selamanya. Bagi Yusf dan Sana, liburan keluarga mereka di Maroko selalu diawali dengan mengunjungi Larash. dan dimulai dengan membeli ikan sarden segar dari pasar. Berapa harga ikan sarden ini? 25 dirham. Ada yang lebih besar? Ada di sini. Saya mau 3 kilo. Pilih yang bagus. Saya pilihkan yang besar. Ikan-ikan itu langsung dipanggang di restoran di seberang jalan. Kami sangat kangen makanan ini. Di Spanyol, Yusf bekerja sebagai supir truk pindahan. Sana sedang mencari pekerjaan baru sebagai pengasuh. Saya ingin tahu mereka lebih senang hidup di mana. Ada perbedaan besar antara Spanyol dan Maroko. Di Spanyol, Anda bisa miskin, namun tetap bisa bertahan. Di Maroko tidak mungkin. Jadi, penghasilan dan pengeluaran lebih seimbang di Spanyol. Iya. Untuk bisa hidup normal. Kami keluarga miskin, tetapi di sana kami bisa bertahan hidup. Di Maroko, jika penghasilan Anda sedikit, di akhir bulan sudah tidak ada lagi uang untuk makan. Jarak terakhir 2 seteng jam lagi. that I saw you in a [Musik] sat in the corner just to watch you from the far. I lost your face and fell asleep. [Musik] Muhammadar Rasulullah. Sejak maraknya migrasi, Maroko pun berkembang. Ekonominya terus tumbuh. Raja telah memodernisasi Maroko dan semakin menghidupkan industri negara ini. H&M, mango, Bimba Ilola, semua merek Eropa. Saya bertemu dengan pengusaha muda yang menjadi bagian dari perkembangan Maroko, Muhammad Benajibah. 2000 perempuan bekerja di perusahaan tekstilnya. Sejak dia berinvestasi pada mesin ini, mereka mengerjakan semuanya sendiri, desain, pencetakan, dan penjahitan. Kain ini akan jadi rok untuk merek busana dari Prancis. Kemarin pagi mereka bertanya, "Tolong kapan kami bisa mendapat 5.000 potong rok untuk pesanan baru? Kami butuh respon segera." Jadi kami bilang, "Kami akan kirimkan dalam 3 minggu." Pesan itu datang kemarin. Seperti yang Anda lihat, hari ini kainnya sudah hampir selesai. Dalam 2 hari kain ini akan dipotong dan diproduksi dan dalam waktu 2 minggu kami akan mengirimnya ke pelanggan. Jadi investasi mesin ini sangat penting untuk bisa mencapai fleksibilitas seperti ini. Bayangkan jika saya harus menunggu kain dari Turki. Butuh waktu 3 atau 4 minggu. Dalam waktu itu saya sudah dapat mengekspor pakaian ke pelanggan. Jadi kami persingkat setiap tahap agar dapat mengirimnya dengan waktu singkat. [Musik] Dan waktu adalah uang. Waktu adalah uang pastinya. Dulu perusahaan ini punya investor dari Eropa. Sekarang investasinya sepenuhnya dikelola Maroko. Muhammed Benajiba sendiri akrab dengan kedua dunia tersebut. Dia belajar di Universitas Elit Prancis dan dapat dengan mudah membangun karir di bisnis besar. Jadi apa yang membuat Anda memutuskan untuk tidak tinggal di Eropa dan bekerja di sana? Setelah beberapa tahun di Paris, tadinya saya ingin pergi ke kota lain, negara lain, dan membangun karir di sana. Tapi ada semacam daya tarik Maroko. Tidak bisa saya jelaskan kepada orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Kami sangat dekat dengan keluarga, dengan orang tua dan kerabat. Dalam pengambilan keputusan itulah saya sadar untuk lebih memilih hal tersebut daripada mengejar karir bisnis internasional. Baru-baru ini dana investasi negara Maroko mulai ditanam di perusahaan tersebut. Yang mengejutkan saya di Maroko, betapa banyak orang di sini memuja raja mereka. Saya sangat beruntung memiliki raja kami. Di Maroko, kami sangat bahagia. Kami mencintai raja kami. Itulah kenyataannya. Ini bukan kemunafikan. Ini bukan politik. Ini adalah cinta sejati. Kami beruntung memiliki beliau. Kami bahagia dengan cara hidup kami di Maroko. Stabilitas negara kami tidak hanya di sektor ekonomi. Sebagai pengusaha kami senang mata uang kami stabil. tidak seperti negara-negara lain yang mata uangnya naik turun. [Musik] Di Maroko, keluarga kerajaan mengendalikan segalanya mendominasi pemerintahan, peradilan, dan badan intelijen. Merendahkan monarki adalah pelanggaran yang dapat dihukum. Orang-orang menjaga omongan mereka tentang sang raja. Monarki Maroko kaya raya dan negara menginvestasikan uang miliaran untuk jalur kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota-kota besar di negara ini. Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Spanyol dan Portugal untuk Piala Dunia FIFA 2030. Untuk itu, Maroko harus terlihat siap. Kemajuan ekonomi beberapa tahun terakhir disertai dengan tumbuhnya tren pemerintahan otoriter. Kami mengalaminya sendiri secara langsung. Merci beaucoup. Merci Kasablanca, pusat ekonomi negara ini. Perpaduan antara tradisi dan modernitas. Sana lahir di sini di lingkungan yang sederhana. Dia dan semua saudarinya yang juga tidak lagi tinggal di sini kerap pulang ke rumah ibu mereka. rumah bagi hati mereka. Di sini saya merasakan apa arti marhaba bagi mereka. Siapa saja anggota keluarga ini? Dia, dia, dia, dan jadi ada tiga perempuan. Kami lima bersaudara lahir di sini. Ibuku bilang dia punya 13 anak. Empat meninggal sekarang tinggal 9. [Musik] Dia mengatakan saat liburan usai dan kami pergi lagi, dia akan sangat sedih dan menangis. Kakak saya telah tinggal di Spanyol selama 30 tahun. Dia jadi sangat sedih sampai hilang selera makan. Ibumu? Iya. Sekitar satu atau du minggu saya masih belum terbiasa meninggalkan ibu sendirian di sini. Saya ingin tinggal bersama ibu untuk sementara. [Musik] Ini juga Casablanka, daerah Kumusi di Momen. Sekitar 500.000 orang tinggal di sini. Dulu daerah ini kumuh, sekarang sudah ada perumahan sosial. Pemerintah Maroko membangun hunian sosial, tapi itu jelas tidak cukup. Bubker Mazos ingin memberikan masa depan bagi kaum muda di Maroko dan memindahkan mereka dari daerah kumu. Karena itu dia mendirikan sebuah yayasan dengan beberapa sekolah yang letaknya tidak jauh dari sini. Apa nama daerah ini? Rahamna. Itu daerah kumuh Rahamna terbesar yang masih ada di sini. Iya. Pemuda yang bersembunyi di bawah truk kemarin berasal dari lingkungan seperti ini. Saya bertanya-tanya bagaimana masa depan orang-orang di sini? [Musik] Anda mau bertanya apa kepadanya? Apa rencana hidupmu? Saya ingin masa depan yang lebih baik. Dia ingin masa depan yang lebih baik dari ini. Saya mau kerja apapun bahkan jualan ayam. Tapi tidak ada pekerjaan di sini. Perusahaan tidak menginginkan kami. Bila mereka tahu Anda dari daerah kumu, mereka tidak akan menghubungi Anda lagi. Apa mereka ingin pergi ke Eropa? Tentu saja. Bahkan bapak tua ini pun ingin pergi. Kami menarik perhatian semakin banyak orang. Kalau sudah ada yang seperti itu bertanya, "Siapa kalian? Mau apa? Akan makin banyak yang datang dan bisa mengacaukan semuanya. Maka sebaiknya itu waktu yang tepat untuk pergi. Kami mengalami dilema. Kami sudah menarik perhatian dengan kamera kami, tapi masih ingin melihat lebih jauh daerah kumu ini. Saya tinggal di sini. Lihat ini rumah saya. Cuaca dan kemiskinan di sini tidak tertahankan. Lima orang tinggal di sini di rumah seluas sekitar 10 m per putrinya, menantunya, dan dua orang anak. Tidak ada yang punya pekerjaan. Udara di dalam rumah pengap. Kami nyaris tidak bisa bernapas. Bagaimana Anda bisa tahan di sini saat musim panas? Kami menderita panas di malam dan siang hari. Kami sangat menderita. Terima kasih. Sejauh ini permohonannya untuk mendapat hunian sosial belum berhasil. Sekarang makin banyak orang yang memperhatikan kami. Bahkan sipir setempat juga. Izin resmi kami untuk merekam dari kementerian tidak meyakinkannya. Anda bahkan tidak bisa baca. Kalian tidak punya rasa hormat. [Tertawa] Kami terus diawasi. Kebebasan pers tidak begitu dihargai di Maroko. Kita harus pergi. Siapa yang pegang kunci? Dahman. [Musik] Saya perintahkan Anda diam di sini. Kini polisi datang. Dinas rahasia, bahkan kementerian pun ikut campur. Rupanya negara tidak ingin kami melaporkan sisi ke La Maroko. Setelah lebih dari 1 jam, mereka tiba-tiba membiarkan kami pergi. [Musik] Satu hal yang saya pikirkan, saya khawatir mereka yang kami wawancara akan mendapat masalah. Asadu allaahaillallah. [Musik] 1 jam perjalanan dari Casablanca. Tradisi kun tubo Rida digelar. Tim berkuda dari seluruh Maroko bertanding. Awalnya saya tidak mengerti aturannya. [Musik] Tujuan peserta adalah menembak secara bersamaan. Itu tujuannya. Koreografi terbaik yang akan menang. [Tepuk tangan] Kami datang ke sini supaya anak-anak kenal tradisi kami agar mereka bisa lihat Maroko, budayanya, perayaannya. Mereka melihat tradisi Spanyol sepanjang tahun. Di musim panas mereka harus mengalami tradisi Maroko juga. Bicara tentang tradisi, saya punya pertanyaan yang selalu terpikirkan sejak pertama kali bertemu sana. [Musik] Di awal kamu bercerita tentang bagaimana bisa sampai menikah. Apa tidak aneh karena belum kenal Yusf? [Musik] Tidak. Di Maroko. Kami tidak harus saling kenal sebelum menikah. Tiap orang punya pilihannya sendiri. [Musik] Yang mengejutkan adalah abangmu yang mengatur, bukan kamu sendiri. Iya, abang saya sudah seperti ayah bagi saya. Saya percaya dia. Bisa bayangkan gak di generasi berikutnya, Yusf mungkin memilih suami untuk putrimu? Tidak, putriku beda. Dia dari Eropa, dia akan hidup sesuai keinginannya. [Musik] Kini saya mulai mengerti kenapa keluarga ini dan banyak keluarga lainnya ingin kembali ke sini setiap musim panas. Saya melihat betapa wajarnya kehidupan di antara dua dunia bagi Sana Josef dan terutama anak-anak mereka. Namun ada hal lain yang masih terpikirkan. Dua dunia yang sangat kontras di Maroko itu sendiri. Kristina, kita harus bermalam di pelabuhan karena sangat padat. 6 minggu kemudian kembali di Madrid. Kehidupan sehari-hari jauh dari keluarga besar. [Musik] Kami tinggal di Spanyol demi masa depan anak-anak. Kami berdoa agar mereka punya kesempatan yang dulu tidak kami dapat. Belajar, mendapat pekerjaan lebih baik. Itu sebabnya kami di sini. [Musik]