Transcript
6JN5annFbck • Antara Maroko atau Spanyol, perjalanan mudik ke kampung halaman | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0047_6JN5annFbck.txt
Kind: captions
Language: id
Dari seluruh Eropa, mereka datang ke
sini untuk menyeberangi laut Mediterania
di titik terdekat antara Spanyol dan
Maroko.
Hari ini, 15 Juni, operasi lintas selat
pada tahun 1993 resmi dimulai.
Seperti apa kehidupan mereka yang berada
di dua dunia yang sangat berbeda ini?
Saya Kristina, koresponden untuk Spanyol
dan Maroko.
Saya akan menemui mereka yang hatinya
tertambat di Maroko dan mereka yang
ingin pergi dari sana apapun caranya.
Saya ingin masa depan yang lebih baik.
Ini saatnya pergi
[Musik]
Tol Selatan, Spanyol. Tiap musim panas,
ratusan ribu orang Maroko menempuh jalan
ini.
Sebuah keluarga mengundang kami
bergabung dengan mereka di tempat
peristirahatan. Ini pertama kalinya kami
akan bertemu.
Saya dan rekan saya Dahman berkeliling
terlebih dahulu. Rasanya sudah seperti
di Maroko.
Foto Raja Maroko bahkan terpajang di
dinding.
[Musik]
[Tertawa]
Mustafa, pemilik tempat ini dulu
bermigrasi ke Spanyol dan melihat
kesempatan berbisnis.
Saya memulai bisnis ini untuk membantu
para migran sepanjang perjalanan. 20
atau 30 tahun lalu, berkendara di sini
tidak mudah.
Di jalan banyak pencurian, tidak ada
makanan halal, masjid atau tempat
istirahat seperti di rumah.
Tempat makan di lantai atas, ruang
ibadah di bawah.
Tidak jauh beda dengan ruang ibadah di
bandara. Hanya saja peraturan yang lain.
Apa saya boleh di sini? Saya perempuan
tidak yakin apa kita berada di area
laki-laki.
Satu hal yang sering saya temui dalam
perjalanan ini,
luasan ruang beribadah untuk laki-laki
dan perempuan tidak sama.
[Musik]
Sekitar 15% orang Maroko tinggal di luar
negeri. Dibandingkan dengan negara lain,
jumlah ini sangat banyak. Mayoritas
tinggal di Uni Eropa, utamanya di
Prancis dan Spanyol.
Banyak orang yang tidur di sini sudah
berkendara dua atau 3 hari menempuh
ribuan kilometer.
Sana Yusf dan ketiga anak mereka
berangkat pagi sekali dari Madrid.
Sarapan jadi momen bertemu kami
sekaligus memulai hari. Tujuan mereka
Casablanka. Tiap musim panas mereka
berkendara untuk mengunjungi keluarga di
sana lebih dari 1000 km 12 jam
perjalanan.
Kenapa perjalanan setiap musim panas ini
sangat penting?
Kami ingin bertemu keluarga dan itu
negara kelahiran kami. Ini membuat kami
bahagia.
Bertemu teman juga, teman dan keluarga.
Sana bercerita dia pertama kali datang
ke Spanyol 17 tahun lalu dengan visa
kerja dan bekerja sebagai asisten rumah
tangga. Waktu itu tinggal dengan satu
keluarga.
Iya selama 5 tahun
lalu dengan keluarga lain.
Berapa umur ibu waktu itu?
25 dan sekarang saya 43 tahun.
[Musik]
Saya bertemu suami saat dia bekerja
dengan abang saya di kantor administrasi
Maroko.
Saya pulang saat libur Natal selama
seminggu. Lalu abang saya bilang ada
rekan kerjanya yang ingin menikahi saya
dan kami menikah minggu itu juga.
Cepat
cepat sekali. Apa kalian sudah saling
kenal? No,
no.
Belum.
Saya pun jadi penasaran, tapi kami baru
saja bertemu. Saya akan bertanya lagi
nanti.
Kita mau ke Maroko.
Iya, selama kamu pakai sabuk pengaman.
Kalau tidak kita bisa diberhentikan
polisi.
Kami ingin ikut merasakan perjalanan itu
dan mau mencari tahu mengapa pulang
kampung sangat penting buat mereka.
Tak hanya keluarga ini, dalam beberapa
dekade terakhir setiap musim panas,
jalanan Spanyol dipenuhi pengendara yang
menuju Maroko.
Sabtu pagi, jarak sepanjang 1200 km
membentang di hadapan mereka dari utara
ke selatan Spanyol lalu naik kapal feri
ke Maroko.
Aku capek mau tidur sebentar. Kamu gak
capek?
Tidur saja. Aku gak capek.
Sopir enggak pernah tidur.
Apa?
Sopir gak pernah tidur.
Ada tiga rute melalui Spanyol. Dari
barat lewat ekstrem Madura sepanjang
pesisir Mediterania Spanyol dan rute
tengah yang kami lalui. Hampir semuanya
berujung di kota pelabuhan Spanyol Alhe
Hiras.
Minggu siang, jalan tol berbelok ke arah
Alheh Hiras dan pantai.
Di seluruh Spanyol, rambu-rambu menuju
Alheh Hiras juga tertulis dalam bahasa
Arab.
Tiba di pelabuhan, penantian pun
dimulai.
Sekarang keluarga Yusf sudah berada di
jalan lebih dari 12 jam.
[Musik]
Mobil yang penuh sesak itu mengangkut
perbekalan untuk perjalanan. Sore hari
anaian panjang untuk menaiki feri ke
Maroko. Tiap setengah jam kapal feri
berangkat membawa sekitar 250 mobil di
dalamnya. Operasi
ini dikenal sebagai operasi lintas
selat.
Setiap musim panas, polisi dan petugas
pelabuhan Spanyol menambah staf mereka.
[Musik]
Manuel Sanchez bertugas memastikan
semuanya berjalan lancar.
Di layar kita bisa lihat kendaraan
mengantre untuk naik kapal.
Kendaraan-kendaraan ini tiba sekitar 1
atau 2 jam lalu.
Semuanya diparkir di area sesuai feri
yang akan ditumpangi. Begitu kapal tiba,
mobil-mobil itu akan naik ke kapal.
Di sini Anda dapat lihat barisan mobil.
Jika semuanya tiba bersamaan ini akan
berantakan. Kami berusaha agar pelabuhan
tetap berjalan normal tanpa kemacetan
yang parah.
Kami dimudahkan oleh sistem yang telah
disempurnakan selama bertahun-tahun.
Kami bahkan bisa naik kapal feri yang
datang lebih awal. Pada akhir musim
panas tahun 2024, kami memegang rekor
3,4 juta penumpang menyeberangi selat
ini hanya dalam waktu 3 bulan.
Tinggal 14 km lagi sampai Maroko.
Sekitar 1 seteng jam.
Pesisir Maroko sudah terlihat.
Di sini laut Mediterania memisahkan dua
benua, Eropa dan Afrika.
[Musik]
Saya masih belum tahu betapa kontras
keduanya.
Aku penasaran kira-kira begitu nanti
sampai rumah nenek, apa yang pertama mau
kalian lakukan?
Saya mau duduk di sofa bareng nenek dan
sepupu sambil nonton TV.
Main sepak bola dengan teman-teman dan
sepupu.
Kalau Ibu lebih merasa condong ke mana?
Maroko atau Spanyol?
Kami punya teman dan keluarga di kedua
tempat.
Dulu kami selalu tidak sabar pulang ke
Maroko tiap musim panas.
Tapi sekarang kami sudah terbiasa dengan
Spanyol.
Jadi saya pilih keduanya.
Hanya saja keluarga ibu saya misalnya
tidak bisa datang berkunjung. Jadi kami
harus pulang.
Sebentar lagi sampai.
Kita mau sampai di Tenjier. Kamu tahu
Tenj enggak?
Enggak. Kita selalu lewat sini.
Selalu, Salma. Bahkan dari waktu kamu
masih di kereta bayi.
[Musik]
Di sisi laut Mediteria ini, operasi
mudik disebut marhaba. Selamat datang.
Tenjier di musim panas. Selama marhaba,
tempat ini dipenuhi orang-orang yang
kembali dari Eropa.
Keluarga kerajaan Maroko menyambut
mereka.
Muhamed 6 telah menjadi raja Maroko
sejak 1999. Dia memerintah dengan lebih
liberal dibandingkan ayahnya dengan
fokus kepada ekonomi.
[Musik]
Raja mendirikan yayasan yang mendukung
operasi marhaba
yang menyambut kepulangan warga saat
mereka ke Maroko.
Ada bantuan medis, bantuan logistik,
sosial, bantuan hukum jika ada yang
mengalami kecelakaan atau sakit di
tengah perjalanan.
Ada dukungan yang menyeluruh.
Pertanyaannya, mengapa Maroko melakukan
ini? Dalam perjalanan kami menyadari
betapa warga Maroko punya kedekatan
emosional dengan tanah air mereka, tapi
juga ada alasan keuangan. Mereka
mengirim uang ke keluarga. Ada yang
memakainya untuk membangun rumah baru,
merenovasi rumah lama, atau untuk
bertahan hidup karena mereka miskin.
Semua itu berdampak nyata pada
perekonomian Maroko.
Lebih dari 8% produk domestik Bruto
Maroko berasal dari remitansi dari uang
yang dikirim warga Maroko di luar
negeri.
[Musik]
Saat sebagian orang tiba, sebagian lain
ingin pergi. Banyak generasi muda Maroko
ingin mencari nafkah di Eropa. Konon
para pemuda menghabiskan waktu di
pelabuhan dan bersembunyi di bawah
truk-truk yang akan menuju Eropa.
Kamu mau menyeberang secara ilegal?
Iya. Ilegal ke Eropa
sudah coba berapa kali?
Saya coba setiap hari. Setiap hari
dia mau masuk ke mobil supaya bisa
ngobrol lebih baik di jalan raya
berbahaya.
Jadi dia masuk dan bicara dengan kita.
Baiklah, saya akan bergeser.
Kami mencari tempat yang tidak menarik
perhatian. Wawancara seperti ini
sensitif bukan hanya baginya. Maroko
tidak ingin ada peliputan negatif.
Banyak yang juga cari truk seperti kamu.
Kami pertaruhkan nyawa demi hidup yang
lebih baik. Maroko itu negara yang
mengerikan, negara yang buruk.
Kenapa?
[Musik]
Kenapa tidak ada apa-apa di sini? Kami
kerja sepanjang hari demi dibayar 10
euro. Tolong berhenti di sini, tidak
akan ada yang lihat.
Dia sudah tinggal di area hutan ini
selama 5 tahun dan menunjukkan video
saat bersembunyi di bawah truk.
[Tertawa]
Sudah berapa kali kamu mencoba? Seberapa
sering tertangkap polisi?
Sering.
Seberapa sering? Sering.
Apa mau mencoba lagi atau pergi dengan
cara lain?
[Musik]
Dia sudah pernah pergi sekali waktu
masih 11 tahun.
11 tahun sendirian?
Iya, sendiri. Saya nekad menyeberangi
lautan
pakai kapal?
Tidak, saya berenang pakai baju dan
sepatu menyelam.
Apa
bisa
3,5 km dan berhasil?
Kamu berhasil menyeberang.
Iya, tapi saya hampir mati.
Dia sudah pernah ke Eropa, Prancis
tepatnya. Bahkan kabarnya dia punya anak
perempuan di sana, tapi dia dideportasi
karena menjual narkoba.
Kenapa kamu begitu?
Ceritanya rumit. Ibu saya tinggal di
perkampungan Komu. Saya ingin mengirim
uang supaya dia bisa punya tempat
tinggal sendiri. Mau cari uang dengan
cepat?
Iya. Tapi kalau saya bisa ke Eropa lagi,
saya mau kerja halal. Saya akan bekerja
keras, menikah, punya anak. Saya akan
ikuti jalan yang lurus.
Lihat oli dari AS itu dari hari ini.
Dari hari ini. Jujur saja saya belum
tidur dua hari.
Video yang kita lihat tadi itu dari hari
ini. Lihat noda ban di tangannya.
Mana
kakimu? Kenapa?
Saya berpegangan ke truk dan mau ganti
posisi. Lalu terpeleset dan terlindas
roda truk.
Kamu pertaruhkan nyawa setiap hari
sampai-sampai terlindas truk.
Kalau itu resikonya tidak apa-apa.
Apa? Kalau resikonya mati saya terima.
Cuma untuk ke Eropa. Iya.
Kamu rela pertaruhkan nyawa.
Saya pertaruhkan nyawa demi ke Eropa.
Eropa adalah surga. Maroko itu neraka.
Dan surga itu terlihat dari sini tepat
di depan mata. Itu menyakitkan.
Uni Eropa membayar jutaan dolar kepada
Maroko untuk mencegah penyeberangan
ilegal. Namun, dapat seseorang seperti
dia dihentikan seseorang yang bersedia
mempertaruhkan nyawa?
Sana, Yusef, dan anak-anak biasanya
berkendara langsung dari Madrid ke
Casablanka.
Karena ada kami, perjalanan jadi lebih
lama.
Papi,
papi.
Ayah, aku mau tinggal di Maroko
selamanya.
Bagi Yusf dan Sana, liburan keluarga
mereka di Maroko selalu diawali dengan
mengunjungi Larash. dan dimulai dengan
membeli ikan sarden segar dari pasar.
Berapa harga ikan sarden ini?
25 dirham.
Ada yang lebih besar?
Ada di sini.
Saya mau 3 kilo.
Pilih yang bagus.
Saya pilihkan yang besar.
Ikan-ikan itu langsung dipanggang di
restoran di seberang jalan.
Kami sangat kangen makanan ini.
Di Spanyol, Yusf bekerja sebagai supir
truk pindahan. Sana sedang mencari
pekerjaan baru sebagai pengasuh.
Saya ingin tahu mereka lebih senang
hidup di mana.
Ada perbedaan besar antara Spanyol dan
Maroko. Di Spanyol, Anda bisa miskin,
namun tetap bisa bertahan. Di Maroko
tidak mungkin.
Jadi, penghasilan dan pengeluaran lebih
seimbang di Spanyol.
Iya. Untuk bisa hidup normal.
Kami keluarga miskin, tetapi di sana
kami bisa bertahan hidup. Di Maroko,
jika penghasilan Anda sedikit, di akhir
bulan sudah tidak ada lagi uang untuk
makan.
Jarak terakhir 2 seteng jam lagi.
that I saw you in a
[Musik]
sat in the corner
just to watch you from the far.
I lost your face and fell asleep.
[Musik]
Muhammadar
Rasulullah.
Sejak maraknya migrasi, Maroko pun
berkembang.
Ekonominya terus tumbuh. Raja telah
memodernisasi Maroko dan semakin
menghidupkan industri negara ini.
H&M,
mango,
Bimba Ilola,
semua merek Eropa. Saya bertemu dengan
pengusaha muda yang menjadi bagian dari
perkembangan Maroko, Muhammad Benajibah.
2000 perempuan bekerja di perusahaan
tekstilnya.
Sejak dia berinvestasi pada mesin ini,
mereka mengerjakan semuanya sendiri,
desain, pencetakan, dan penjahitan.
Kain ini akan jadi rok untuk merek
busana dari Prancis.
Kemarin pagi mereka bertanya, "Tolong
kapan kami bisa mendapat 5.000 potong
rok untuk pesanan baru? Kami butuh
respon segera." Jadi kami bilang, "Kami
akan kirimkan dalam 3 minggu." Pesan itu
datang kemarin. Seperti yang Anda lihat,
hari ini kainnya sudah hampir selesai.
Dalam 2 hari kain ini akan dipotong dan
diproduksi dan dalam waktu 2 minggu kami
akan mengirimnya ke pelanggan. Jadi
investasi mesin ini sangat penting untuk
bisa mencapai fleksibilitas seperti ini.
Bayangkan jika saya harus menunggu kain
dari Turki. Butuh waktu 3 atau 4 minggu.
Dalam waktu itu saya sudah dapat
mengekspor pakaian ke pelanggan. Jadi
kami persingkat setiap tahap agar dapat
mengirimnya dengan waktu singkat.
[Musik]
Dan waktu adalah uang. Waktu adalah uang
pastinya.
Dulu perusahaan ini punya investor dari
Eropa. Sekarang investasinya sepenuhnya
dikelola Maroko. Muhammed Benajiba
sendiri akrab dengan kedua dunia
tersebut. Dia belajar di Universitas
Elit Prancis dan dapat dengan mudah
membangun karir di bisnis besar.
Jadi apa yang membuat Anda memutuskan
untuk tidak tinggal di Eropa dan bekerja
di sana?
Setelah beberapa tahun di Paris, tadinya
saya ingin pergi ke kota lain, negara
lain, dan membangun karir di sana. Tapi
ada semacam daya tarik Maroko. Tidak
bisa saya jelaskan kepada orang dari
latar belakang budaya yang berbeda.
Kami sangat dekat dengan keluarga,
dengan orang tua dan kerabat. Dalam
pengambilan keputusan itulah saya sadar
untuk lebih memilih hal tersebut
daripada mengejar karir bisnis
internasional.
Baru-baru ini dana investasi negara
Maroko mulai ditanam di perusahaan
tersebut. Yang mengejutkan saya di
Maroko, betapa banyak orang di sini
memuja raja mereka.
Saya sangat beruntung memiliki raja
kami. Di Maroko, kami sangat bahagia.
Kami mencintai raja kami. Itulah
kenyataannya. Ini bukan kemunafikan. Ini
bukan politik. Ini adalah cinta sejati.
Kami beruntung memiliki beliau. Kami
bahagia dengan cara hidup kami di
Maroko. Stabilitas negara kami tidak
hanya di sektor ekonomi. Sebagai
pengusaha kami senang mata uang kami
stabil. tidak seperti negara-negara lain
yang mata uangnya naik turun.
[Musik]
Di Maroko, keluarga kerajaan
mengendalikan segalanya mendominasi
pemerintahan, peradilan, dan badan
intelijen.
Merendahkan monarki adalah pelanggaran
yang dapat dihukum. Orang-orang menjaga
omongan mereka tentang sang raja.
Monarki Maroko kaya raya dan negara
menginvestasikan uang miliaran untuk
jalur kereta berkecepatan tinggi yang
menghubungkan kota-kota besar di negara
ini.
Maroko akan menjadi tuan rumah bersama
Spanyol dan Portugal untuk Piala Dunia
FIFA 2030. Untuk itu, Maroko harus
terlihat siap.
Kemajuan ekonomi beberapa tahun terakhir
disertai dengan tumbuhnya tren
pemerintahan otoriter. Kami mengalaminya
sendiri secara langsung.
Merci beaucoup. Merci
Kasablanca, pusat ekonomi negara ini.
Perpaduan antara tradisi dan modernitas.
Sana lahir di sini di lingkungan yang
sederhana.
Dia dan semua saudarinya yang juga tidak
lagi tinggal di sini kerap pulang ke
rumah ibu mereka. rumah bagi hati
mereka.
Di sini saya merasakan apa arti marhaba
bagi mereka.
Siapa saja anggota keluarga ini?
Dia, dia, dia, dan jadi ada tiga
perempuan.
Kami lima bersaudara lahir di sini.
Ibuku bilang dia punya 13 anak. Empat
meninggal sekarang tinggal 9.
[Musik]
Dia mengatakan saat liburan usai dan
kami pergi lagi, dia akan sangat sedih
dan menangis.
Kakak saya telah tinggal di Spanyol
selama 30 tahun.
Dia jadi sangat sedih sampai hilang
selera makan. Ibumu?
Iya. Sekitar satu atau du minggu saya
masih belum terbiasa meninggalkan ibu
sendirian di sini. Saya ingin tinggal
bersama ibu untuk sementara.
[Musik]
Ini juga Casablanka,
daerah Kumusi di Momen.
Sekitar 500.000 orang tinggal di sini.
Dulu daerah ini kumuh, sekarang sudah
ada perumahan sosial.
Pemerintah Maroko membangun hunian
sosial, tapi itu jelas tidak cukup.
Bubker Mazos ingin memberikan masa depan
bagi kaum muda di Maroko dan memindahkan
mereka dari daerah kumu. Karena itu dia
mendirikan sebuah yayasan dengan
beberapa sekolah yang letaknya tidak
jauh dari sini.
Apa nama daerah ini?
Rahamna.
Itu daerah kumuh Rahamna
terbesar yang masih ada di sini.
Iya.
Pemuda yang bersembunyi di bawah truk
kemarin berasal dari lingkungan seperti
ini. Saya bertanya-tanya bagaimana masa
depan orang-orang di sini?
[Musik]
Anda mau bertanya apa kepadanya?
Apa
rencana hidupmu?
Saya ingin masa depan yang lebih baik.
Dia ingin masa depan yang lebih baik
dari ini.
Saya mau kerja apapun bahkan jualan
ayam. Tapi tidak ada pekerjaan di sini.
Perusahaan tidak menginginkan kami.
Bila mereka tahu Anda dari daerah kumu,
mereka tidak akan menghubungi Anda lagi.
Apa mereka ingin pergi ke Eropa?
Tentu saja.
Bahkan bapak tua ini pun ingin pergi.
Kami menarik perhatian semakin banyak
orang.
Kalau sudah ada yang seperti itu
bertanya, "Siapa kalian? Mau apa? Akan
makin banyak yang datang dan bisa
mengacaukan semuanya. Maka sebaiknya itu
waktu yang tepat untuk pergi.
Kami mengalami dilema. Kami sudah
menarik perhatian dengan kamera kami,
tapi masih ingin melihat lebih jauh
daerah kumu ini.
Saya tinggal di sini. Lihat ini rumah
saya.
Cuaca dan kemiskinan di sini tidak
tertahankan.
Lima orang tinggal di sini di rumah
seluas sekitar 10 m per putrinya,
menantunya, dan dua orang anak. Tidak
ada yang punya pekerjaan. Udara di dalam
rumah pengap. Kami nyaris tidak bisa
bernapas.
Bagaimana Anda bisa tahan di sini saat
musim panas?
Kami menderita panas di malam dan siang
hari.
Kami sangat menderita.
Terima kasih.
Sejauh ini permohonannya untuk mendapat
hunian sosial belum berhasil. Sekarang
makin banyak orang yang memperhatikan
kami.
Bahkan sipir setempat juga. Izin resmi
kami untuk merekam dari kementerian
tidak meyakinkannya.
Anda bahkan tidak bisa baca.
Kalian tidak punya rasa hormat.
[Tertawa]
Kami terus diawasi. Kebebasan pers tidak
begitu dihargai di Maroko.
Kita harus pergi.
Siapa yang pegang kunci? Dahman.
[Musik]
Saya perintahkan Anda diam di sini.
Kini polisi datang. Dinas rahasia,
bahkan kementerian pun ikut campur.
Rupanya negara tidak ingin kami
melaporkan sisi ke La Maroko. Setelah
lebih dari 1 jam, mereka tiba-tiba
membiarkan kami pergi.
[Musik]
Satu hal yang saya pikirkan, saya
khawatir mereka yang kami wawancara akan
mendapat masalah.
Asadu allaahaillallah.
[Musik]
1 jam perjalanan dari Casablanca.
Tradisi kun tubo Rida digelar.
Tim berkuda dari seluruh Maroko
bertanding.
Awalnya saya tidak mengerti aturannya.
[Musik]
Tujuan peserta adalah menembak secara
bersamaan.
Itu tujuannya.
Koreografi terbaik yang akan menang.
[Tepuk tangan]
Kami datang ke sini supaya anak-anak
kenal tradisi kami agar mereka bisa
lihat Maroko, budayanya, perayaannya.
Mereka melihat tradisi Spanyol sepanjang
tahun.
Di musim panas mereka harus mengalami
tradisi Maroko juga.
Bicara tentang tradisi, saya punya
pertanyaan yang selalu terpikirkan sejak
pertama kali bertemu sana.
[Musik]
Di awal kamu bercerita tentang bagaimana
bisa sampai menikah.
Apa tidak aneh karena belum kenal Yusf?
[Musik]
Tidak.
Di Maroko. Kami tidak harus saling kenal
sebelum menikah.
Tiap orang punya pilihannya sendiri.
[Musik]
Yang mengejutkan adalah abangmu yang
mengatur, bukan kamu sendiri.
Iya, abang saya sudah seperti ayah bagi
saya. Saya percaya dia.
Bisa bayangkan gak di generasi
berikutnya, Yusf mungkin memilih suami
untuk putrimu?
Tidak, putriku beda. Dia dari Eropa, dia
akan hidup sesuai keinginannya.
[Musik]
Kini saya mulai mengerti kenapa keluarga
ini dan banyak keluarga lainnya ingin
kembali ke sini setiap musim panas. Saya
melihat betapa wajarnya kehidupan di
antara dua dunia bagi Sana Josef dan
terutama anak-anak mereka. Namun ada hal
lain yang masih terpikirkan. Dua dunia
yang sangat kontras di Maroko itu
sendiri.
Kristina, kita harus bermalam di
pelabuhan karena sangat padat.
6 minggu kemudian kembali di Madrid.
Kehidupan sehari-hari jauh dari keluarga
besar.
[Musik]
Kami tinggal di Spanyol demi masa depan
anak-anak.
Kami berdoa agar mereka punya kesempatan
yang dulu tidak kami dapat.
Belajar, mendapat pekerjaan lebih baik.
Itu sebabnya kami di sini.
[Musik]