Perjuangan perawat migran dalam belitan birokrasi Jerman | DW Dokumenter
L9OZatUUTiU • 2025-08-27
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Saya dengar Jerman sangat aman dan kita digaji lebih banyak. Kami sekarang bergantung kepada orang yang mau bekerja di sini. Agensi perekrutan didukung para politisi di Jerman berusaha memikat staf perawat dari seluruh dunia. Kita tidak bisa sekedar menerima imigrasi secara birokratis. Kita harus benar-benar menginginkannya. Juni 2023, Parlemen Jerman mengesahkan undang-undang baru untuk mendorong migrasi pekerja terampil. Sulit dibayangkan saat ini kita perlu melengkapi 17 berkas berbeda untuk mendatangkan seorang perawat dari luar negeri. Ini harus diakhiri. Dan ketika para pekerja terampil tiba, mereka harus merasa diterima. Tapi apa benar begitu? Birokrasi Jerman sangat rumit. Karena itu saya pikir Jerman tidak siap menghadapi banyaknya kedatangan orang asing. Kami berusaha mencari tahu kebenarannya. Bagaimana Jerman dapat mempermudah tenaga perawat asing untuk tinggal dan bekerja di negara itu? Kami mengikuti perjalanan seorang perawat dari Colombia ke Jerman dan berbincang dengan dua perempuan yang selama bertahun-tahun berjuang untuk bekerja sebagai perawat di Jerman. Pertama kita bertemu Adriana yang berusia 31 tahun dan suaminya di ibu kota Colombia Bogota. Dia ingin menunjukkan tempat asalnya dan mengajak kami mengunjungi keluarganya. [Musik] Kita akan ke Guatek Boyaka. Tidak ada seorang pun di keluarganya, bahkan Adriana yang pernah meninggalkan Kolombia. Rumah tempatnya dilahirkan terletak di pegunungan terpencil dan hanya dapat dijangkau lewat Jalan Setapak. Mereka menyiapkan sanko sup ayam. Seluruh keluarga turut memasak. Semuanya bangga dengan Adriana. Dia akan ke Eropa mewujudkan masa depan yang lebih baik di sana. Di Colombia penghasilanmu paling maksimal 1300o per bulan. Di Jerman saya dengar kita bisa menghasilkan 2.900o sebelum kualifikasi diakui. Setelah itu akan naik lagi 1000. Adriana adalah asisten bedah terlatih. Dia ingin berkarir di Jerman. Si di sana ada banyak teknologi. Apa kamu khawatir tidak terbiasa dengan teknologi itu? Iya, agak gugup. Tapi saya bisa belajar dengan cepat. Learner. Kita sekarang berada di rumah sakit Universitas di Munsionen. Sabine adalah warga negara Chile berusia 33 tahun yang juga merasa dia dapat belajar dengan cepat. Dia datang ke Jerman di awal tahun 2023 dan bekerja di unit perawatan kanker darah. Namun, dia hanya bekerja sebagai asisten. Penghasilannya sekitar 1.000o, lebih rendah daripada pendapatan perawat spesialis. Dia belajar ilmu keperawatan di Chile Saya punya gelar seorang perawat spesialis dan setelah pelatihan selesai saya langsung pergi ke Jerman. Pekerjaannya masih terbatas sampai Jerman mengakui gelar sarjananya dari Chile. 18 perawat dari 11 negara berbeda bekerja di unit ini. Meski hanya ada 22 pasien, bekerja dalam tim multinasional adalah tantangan tersendiri. Awalnya memang terdengar bagus, tapi ingat selalu ada yang cuti, selalu ada yang jaga malam. Kuncinya adalah menyediakan waktu bagi pasien, menenangkan, dan memberi dukungan bagi mereka. Dan kita butuh staf untuk melakukannya. Kekurangan staf bukan hanya dialami unit itu. Menurut data tahun 2019, Kantor Statistik Federal memperkirakan Jerman kekurangan 130.000 perawat di tahun 2024. Jumlah ini dapat meningkat hingga hampir 700.000 pada pertengahan abad ini. Sabine harus lulus ujian keperawatan dulu sebelum bisa mulai bekerja. Namun dia baru bisa mendaftar ujian perawat setelah lulus tes bahasa Jerman tingkat Bechu yang setara dengan sekitar 600 jam pelajaran. Untuk mendapat visa, ia hanya perlu sertifikat BINS atau sekitar 400 jam. Tetapi itu tidak cukup untuk bisa menjadi perawat di unit onkologi. Kalau semua anggota tim internasional hanya punya kemampuan bahasa setingkat B, akibatnya bisa fatal. terutama saat peralihan informasi dari satu orang ke orang lain atau saat perintah medis perlu dilaksanakan bisa terjadi banyak kesalahan. Sabine harus mempersiapkan dua ujian sekaligus sambil bekerja penuh waktu di negara asing dan membiasakan diri dengan birokrasi rumah sakit. Katrin boleh saya bicara sebentar? Boleh. Ayo ke ruang rapat. Saya tidak bisa tidur nyenyak. Banyak hal yang mengganggu pikiran saya. Saya harus lulus ujian BeUA dan kalau lulus baru bisa ikut ujian keperawatan. Karena itulah saya merasa tertekan. Kalau tidak lulus saya tidak bisa tetap tinggal di Jerman. Saya mengerti saran saya. Fokuslah dulu dengan tenang ke tes bahasa supaya bisa lulus BCU. Lalu kita coba hubungi lagi sekolah keperawatan untuk melihat apakah ujian bisa ditunda. [Musik] Klinik berusaha mendukungnya. Tetapi setelah 1 seteng tahun menjadi asisten, Sabine mulai cemas. Dia menyalahkan agensi penyalur yang membawanya ke Berlin di awal tahun 2023. Agensi ini namanya Jerman Dream Job. I begitulah Jerman Dream Job. Agensi tersebut tidak hanya mengiklankan pekerjaan impian, tetapi juga kursus bahasa Jerman online gratis. Belajar bahasa Jerman bersama kami. Saya tidak menyangka itu tidak akan cukup. Sewaktu saya tiba di sini, agensi bilang dengan Acuai atau Bins kamu sudah bisa bekerja. Tidak apa-apa, nanti kami bantu. Semuanya baik-baik saja. Tapi kenyataannya tidak begitu. Saya tidak mengerti apapun. Setelah tiba di Jerman, Sabina pun langsung kecewa dengan agensi tersebut. Saya masih di bandara waktu dia bilang, "Kami tidak punya apartemen untukmu, tapi saya sudah bicara dengan seorang teman dan kamu bisa menyewa tempat darinya." [Musik] Tidak ada yang menjemput di bandara. Tidak ada. Mereka menyewakan apartemen di bawah tanah. Tidak ada toilet dan dapur. Saya harus membayar 720o untuk apartemen itu tanpa kamar mandi atau apapun. Saya benar-benar tidak punya apa-apa dan keadaannya makin buruk. Agensi telah menjanjikan pekerjaan sebagai perawat resmi di rumah sakit, tetapi ternyata dia terdaftar dalam kursus persiapan dan ujian untuk menjadi perawat lansia di panti jompo. Saya membacanya dan berpikir ini bukan yang waktu itu dijanjikan. Itu sebabnya saya tidak mau menandatanganinya. Kami pergi ke Oberla Jerman untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jerman Dream Job telah berganti nama menjadi Enjoy Your School dan pimpinannya ingin menunjukkan pusat penyambutan yang baru. Calon perawat hanya punya waktu 12 minggu untuk bersiap menghadapi ujian di sini. Setelah itu barulah mereka mulai bekerja. Edward Becker mengatakan telah belajar dari pengalamannya. Apa dia masih ingat Sabina? Saya ingat seorang rekrutan. Saat itu kami ada sekitar 30 atau 40 pencari kerja dan salah satunya bekerja di rumah Tunanetra. Itu sangat tidak baik baginya. Kami melakukan banyak hal untuknya. Kami juga membayar biaya perjalanannya ke Jerman dan mengurus apartemen di Berlin untuknya. Itu tidak mudah. Para pemberi kerja membayar antara 7.000 hingga 25.000 untuk penempatan perawat. Sebagai gantinya, agensi menanggung biaya kursus bahasa, tiket pesawat, dan kebutuhan lain. Mereka juga mengatur akomodasi. Namun, mengapa Sabine tiba-tiba terdaftar sebagai perawat lansia? Padahal rencananya ia akan bekerja sebagai perawat resmi? Saya ingat itu pihak rumah sakit yang salah. Awalnya peserta terdaftar di negara bagian yang berbeda. Seharusnya mereka ditempatkan di rumah sakit lain, tapi akhirnya justru dikirim ke Berlin dan diformulir untuk Berlin kotak untuk perawatan lansia yang dicentang. Pihak rumah sakit mengatakan Sabine bisa saja menjadi perawat terdaftar setelah diakui sebagai perawat lansia. Namun Sabina tidak merasa yakin. Saya ingat betul sekretaris itu meneriaki saya. Katanya rumah sakit sudah keluar banyak uang untuk mendatangkan saya ke sini dan saya cuma tinggal tanda tangan. Kalau tidak pulang sana ke negaramu, katanya. Sabine tidak menandatanganinya dan dia dipecat. Tanpa pekerjaan dia kehilangan apartemen bawah tanahnya. Dia pun menjadi tunawisma setelah hanya beberapa minggu di Jerman. Karena panik, dia menghubungi perekrut Borha Lopez de Castro. Dia membantu Sabine mencari pekerjaan di Munsion. Dia punya dokumen yang menunjukkan bahwa agensi perekrutan sebelumnya telah mengajukan permohonan agar diakui sebagai perawat. Sabina mengandalkan dokumen itu. Saat seseorang mengambil keputusan besar meninggalkan negaranya demi masa depan baru di negara lain, tidak kenal siapapun di sana, mereka tidak tahu akan bekerja di mana. Mereka perlu diberitahu dalam bahasa mereka sendiri. Upaya menempatkan staf perawat asing sebagai perawat lansia seringkiali gagal. Menurut Isabel Hal dari Asosiasi Pemberi Kerja Sektor Keperawatan, pekerjaan ini tidak umum di banyak negara. Perawatan lansia seringkiali dilakukan oleh anggota keluarga. Jika budaya Jerman ini tidak dikomunikasikan dengan jelas bahwa ini bukan pekerjaan rendahan, perawat bisa kecewa karena mereka mengira akan bekerja di rumah sakit. Agar pelamar terhindar dari eksploitasi, Kementerian Kesehatan Jerman meluncurkan sertifikasi transparasi rekrutmen tenaga keperawatan di Jerman pada tahun 2022. Namun, sertifikasi ini bersifat sukarela. [Musik] Tidak ada regulasinya. Secara teori, siapapun dapat menjadi agensi perekrutan. Selama bertahun-tahun, sekitar 290 agensi telah mendaftarkan diri ke kami. Namun, hingga Januari 2025, hanya 51 agensi yang mendapatkan sertifikasi. Tujuan sertifikasi ini adalah memastikan tenaga perawat tidak mengeluarkan biaya tambahan saat beremigrasi. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah para pelamar harus tahu pasti tentang seluk-beluk profesi perawat di Jerman. Seperti apa proses mereka dari kursus bahasa Ains hingga masuk ke Jerman. Hal ini harus jelas dan diketahui di awal. Apakah proses emigrasi jadi lebih baik jika ditangani agen yang bersertifikat? Kami mengikuti satu agen tersertifikasi dalam sebuah proses perekrutan. Hari ini kita mengunjungi berbagai kota di Kolombia. Kami mencari anak muda yang menginginkan perubahan dan punya tekad untuk sukses. Mereka juga harus mampu belajar bahasa asing dan cara paling baik adalah berbicara langsung dengan mereka. Yang pertama kami datangi adalah Medein. Dulu ini kota paling berbahaya di dunia. sekarang jadi tujuan wisata populer. Namun sebagian besar penduduknya masih hidup miskin dan hampir seperempat anak muda di sana menganggur. Di hotel ini, para perekrut akan mendirikan pusat seleksi. Pertanyaan pertama, mengapa pelamar ingin meninggalkan negaranya? Saya ingin pekerjaan yang stabil, ingin punya rumah sendiri dan mungkin punya anak kucing juga. Saya ingin meningkatkan kualitas hidup saya dan keluarga saya. Menurut kalian apa yang bisa menjadi tantangan hidup di Jerman? Saya agak khawatir dengan bahasanya dan tinggal sendiri juga sepertinya menakutkan. Seumur hidup saya selalu bersama keluarga. Adriana juga pernah mengikuti seleksi ini lebih dari setahun lalu. Halo. Halo. Selamat datang di apartemen kami. Dia sudah belajar bahasa Jerman selama hampir setahun. Ada banyak catatan kecil berisi kosakata Jerman tersebar di seluruh apartemen. Suaminya juga ingin belajar bahasa Jerman bersamanya. [Tertawa] Tidak seperti Sabina, Adriana menempuh ujian Bechuai sebelum terbang ke Jerman. Tidak mudah. Kadang saya ragu akan diri sendiri, tapi dalam hidup tidak ada yang pernah terasa berat bagi saya. Jika kita disiplin, percaya pada diri dan mimpi kita, lalu bekerja keras mewujudkannya, kita bisa mencapainya. Jadi ya saya merasa bangga dan bahagia. Keberhasilannya bukan hanya karena mengambil kursus online, tapi juga karena menghabiskan 7 bulan di sekolah bahasa milik agensi untuk fokus persiapan ujian Bechuai dan dalam menghadapi kehidupan di Jerman. Namun mereka harus berhenti dari pekerjaan dan hanya hidup dari tunjangan kecil. Ini kerja keras meskipun tingkat Bin sudah cukup untuk visa. Proses kualifikasi profesional tidak bisa dimulai tanpa sertifikat BESUAI. Kami hanya membawa tenaga kerja ke Jerman setelah mereka mendapatkannya. Dengan begitu proses kualifikasi bisa langsung dimulai dan selesai tepat waktu. Jika tidak para pencari kerja muda ini rentan dieksploitasi. misalnya bekerja sebagai asisten perawat dengan gaji rendah untuk waktu lama. Mereka bahkan bisa gagal mendapatkan kualifikasi dan harus pulang ke negara asal. Agensi juga perlu membantu mereka melewati birokrasi Jerman untuk meningkatkan peluang mereka. Perawat seringki membutuhkan waktu 1 tahun untuk lulus ujian BechU. Mereka juga harus menyerahkan semua sertifikat yang sudah diterjemahkan dan diverifikasi ke otoritas setempat di Jerman. Para pejabat lalu memeriksa apakah ada yang kurang dibandingkan dengan standar Jerman. Jika ada, akan diterbitkan surat pemberitahuan kekurangan berkas. Pekerja terampil memerlukan surat ini untuk mendapat pengakuan kualifikasi dan visa. Prosesnya panjang. Kebanyakan berkas lamaran harus diserahkan dalam bentuk kertas dan itu memakan waktu. Anda harus tahu berkas apa yang diperlukan dalam bentuk apa, bagaimana penerjemahannya, dan seperti apa persiapannya agar prosesnya dapat dimulai. Sayangnya, tergantung masing-masing negara bagian. Proses ini bisa memakan waktu hingga 9 bulan. Jika ada kesalahan, seluruh proses dimulai lagi dari awal. Sangat penting untuk menyerahkannya dengan benar dan ini bukan hal yang mudah. [Musik] Prosesnya terlalu panjang dan rumit. Para politisi setuju dan meloloskan undang-undang imigrasi baru untuk pekerja terampil pada tahun 2020. [Musik] Sulit dibayangkan saat ini kita perlu melengkapi 17 berkas berbeda untuk mendatangkan seorang perawat dari luar negeri. Ini harus diakhiri. Hadirin sekalian. Program akselerasi pekerja terampil diperkenalkan kembali pada Maret 2020. Pelamar kini dapat membayar untuk dapat menerima pemberitahuan kekurangan berkas hanya dalam waktu 2 bulan, tapi ada biaya ekstra 400 euro per orang dan itu pun tidak selalu berhasil. Masalah program ini adalah prosesnya yang sangat lambat. Kami butuh 7 bulan untuk memproses dua kandidat. Ide bagus, tapi bagaimana pelaksanaannya? [Musik] Menurut pengalaman kami, ide itu hanya terlihat mudah di atas kertas. Kami menemukan banyak pemerintah setempat yang tidak mampu menjalankan program yang seharusnya menjadi terobosan besar ini. Karena mereka tidak punya staf. ini tidak membantu. Karena meskipun mereka bisa mengajukan proses yang lebih cepat, tetap saja keputusan dari pemerintah bisa memakan waktu berbulan-bulan. Perubahan lain dilakukan pada tahun 2024. Lewat jalur ini, para perawat bisa masuk ke Jerman tanpa surat kekurangan maupun sertifikat Bines. Semua proses itu akan dimulai setelah mereka tiba. Namun, kebanyakan datang dengan kemampuan bahasa yang sangat terbatas. Tentu saja ini tetap merupakan keputusan yang tepat. Kemampuan bahasa Jerman sebaiknya dipelajari langsung di sini. Terutama jika perawat yang masih dalam proses kualifikasi sudah mulai bekerja. Tidak ada tempat yang lebih efektif untuk belajar bahasa Jerman dengan cepat dan baik selain sambil bekerja. Kita harus mulai meninggalkan gagasan bahwa bahasa Jerman hanya bisa diajarkan di ruang kelas. Perawat lain menghubungi kami. Kisahnya membuat kami ragu. Apakah belajar bahasa Jerman setelah beremigrasi adalah langkah tepat? Yani Laidi beremigrasi dari Colombia ke Berlin pada tahun 2022. Seperti Sabina, dia hanya memiliki sertifikat Bines. Hingga kini dia masih kesulitan di Jerman. Saya sama sekali tidak siap datang ke Jerman. Kemampuan bahasa saya sangat buruk. tempat kerjanya sebuah rumah sakit di Berlin juga kewalahan seperti para perawat yang baru saja didatangkan dari luar negeri ini. Saya rasa kami sama-sama kesulitan. Saya sudah bekerja sebagai perawat selama 17 18 tahun dan tiba-tiba merasa seperti anak magang lagi. Saya merasa tidak berguna, frustrasi, bodoh, dan seolah tidak tahu apa-apa. Sambil bekerja, dia juga masih harus belajar untuk ujian bahasa Bewai dan ujian pengakuan kualifikasi. Sementara di Colombia, suaminya yang juga seorang perawat masih menunggu izin untuk menyusul bersama dua anak mereka. Anak bungsunya baru berusia 10 bulan saat ia beremigrasi. [Musik] Waktu saya datang ke sini, kepala agensi bilang, "Keluargamu bisa menyusul setelah 3 bulan, tapi visa suami saya ditolak dengan alasan kami belum 2 tahun menikah. Padahal kami punya anak laki-laki yang berusia 6 tahun. Tidak masuk akal. Penantian 3 bulan berubah jadi lebih dari 2 tahun. Ketika saya sadar betapa sulitnya membawa mereka ke sini, keadaan saya benar-benar memburuk. Saya stres hingga sering sakit kepala dan migrain sampai saya pernah tiba-tiba tidak bisa melihat dan harus dirawat di rumah sakit selama 3 hari gara-gara stres. Setelah 2 tahun di Jerman, Yan Laidi baru saja lulus ujian keperawatan. Dia berharap hal ini akan meningkatkan peluangnya berkumpul dengan keluarganya. Tapi apakah bijak mendatangkan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa Jerman yang rendah? Mantan Menteri Kesehatan Jerman meminta masyarakat bersabar terhadap undang-undang baru ini. Saya yakin banyak hal yang kami lakukan di sini bukan hanya terdengar bagus, tetapi juga benar-benar berjalan dengan baik. Program ini tumbuh pesat dari 22.000 menjadi lebih dari 30.000 peserta. Pertumbuhan 50% adalah sebuah keberhasilan. Saya merasa sayang jika program yang telah kami bangun selama periode legislatif ini harus dipertanyakan kembali. Kian banyak tenaga perawat bermigrasi ke Jerman, tapi ini tidak terjadi sejak diberlakukannya undang-undang. Angka tersebut tidak menunjukkan berapa lama prosesnya telah berlangsung atau berapa banyak yang berhenti di tengah jalan. Hal ini juga terlihat dari tanggapan agensi perekrutan yang bekerja di negara lain. Banyak kandidat yang mundur dan pindah ke negara lain karena prosesnya lebih cepat dan hambatan imigrasi lebih sedikit seperti di Amerika Serikat atau Kanada. Mereka menawarkan bonus yang sangat tinggi hingga 15.000 Amerika. Jerman sebenarnya bisa menjadi tempat yang lebih menarik jika pemerintah bisa menurunkan hambatan birokrasi dan beralih ke budaya yang lebih ramah bagi tenaga kerja. Pemerintah Jerman juga tengah berupaya merekrut tenaga perawat. Sejak tahun 2013, sekitar 5.400 perawat telah datang ke Jerman melalui program rekrutmen negara yang disebut Triple Win. Pada Juli 2023, Badan Federal mulai merekrut tenaga kerja di Colombia melalui program yang disebut Fit for the German Labor Market atau disingkat FIMA. Tujuan kami adalah membangun dan menguji sistem perekrutan tenaga keperawatan yang berkelanjutan dan adil di luar negeri, terutama di negara di luar Uni Eropa dan menjadi contoh bagi negara lain di bidang ini. Namun, baru-baru ini program perekrutan dengan Brazil gagal. Hubertus Hil, Menteri Tenaga Kerja saat itu sempat melakukan perjalanan ke Brazil pada tahun 2023 dengan tujuan ambisius. Bayangkan kita punya program perekrutan yang sangat baik dan mendatangkan banyak orang ke Jerman, tapi prosesnya tidak selesai karena birokrasi Jerman terlalu lama. Kita tidak mau itu terjadi lagi. Namun, itulah yang terjadi. Kurang dari 12 bulan setelah kunjungan para menteri berhasil membatalkan kesepakatan pengiriman tenaga keperawatan ke Jerman. Serikat perawat Brazil mengatakan bahwa para perawat mengeluh proses kualifikasi terlalu panjang dan dukungan bagi perawat di Jerman dianggap tidak memadai. Upaya lain kali ini di Colombia apakah akan lebih baik daripada berhasil? Kami pergi ke Bogota dan berbicara dengan Direktur Badan Pelatihan Kejuruan Nasional Colombia. Kami punya cukup banyak perawat di negara ini dan tidak semuanya bekerja. Ini kesempatan yang baik buat mereka. Tidak hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus, tetapi juga meningkatkan prospek, memperluas wawasan, dan menghidupi keluarga mereka di Colombia. Dibayar dalam euro sangatlah penting dan ini kesempatan mereka untuk berkembang secara profesional. Pemerintah Kolombia senang bekerja sama dengan Jerman. Namun peserta program Colombia hanya menerima kursus bahasa secara daring di Get Institute dan biasanya hanya sampai tingkat Bines. Lalu apa sebenarnya keuntungan program rekrutmen ini? Kedutaan besar menyediakan jadwal untuk janji temu sehingga visa dapat diterbitkan lebih cepat. Menurut saya percepatan program perekrutan oleh negara ini bermanfaat karena ini akan lebih diperhatikan dibandingkan program perekrutan swasta. Lebih cepat dan lebih murah bagi para pemberi kerja," kata Halens. Sebagai perbandingan, sebuah rumah sakit membayar sekitar 10.000o untuk satu perawat asing lewat program perekrutan oleh negara. Lewat agensi perekrutan swasta, biayanya bisa lebih dari dua kali lipat. Namun perawat yang direkrut agensi swasta biasanya bisa berbicara bahasa Jerman lebih baik dan diawasi secara ketat. Lebih dari 90% rumah sakit merekrut lewat agensi swasta karena layanan program pemerintah diatur terlalu ketat dan banyak tanggung jawab dilimpahkan kepada pemberi kerja. Kembali ke Colombia. Adriana belum tahu bahwa tanpa program percepatan pemerintah, dia mungkin harus menunggu beberapa bulan lagi untuk mendapatkan visanya. Namun, dia siap pergi. Kini dia berusaha menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan keluarganya. Hati ibunya sudah berat. [Musik] Iya, anakku. Apa ibu akan kangen dia? Tentu saja. Suami Adriana membiayai kuliahnya. Dia adalah seorang insinyur mesin dan ingin menyusul Adriana secepatnya. Kami sudah mempelajari banyak hal tentang Jerman. Impian kami untuk hidup bersama di Jerman sangat besar. Mudah-mudahan lebih besar daripada kesulitan di sana. Entonces quizás los sueños van a ser mucho más grandes que lo que podamos encontrar de dificultades allá. Rasa takut keraguan paling mudah diusir dengan musik. [Musik] Minggu depan Adriana akan menjalani wawancara di kedutaan setelah menunggu selama 2 bulan. Semua dokumen yang diperlukan sudah siap. kontrak kerja dari rumah sakit di Beveld dan surat kekurangannya. Ia berharap visanya bisa segera diterbitkan. [Musik] Namun kedutaan besar juga menjadi hambatan. Butuh waktu beberapa minggu hingga bulan untuk mendapatkan visa. Di Bogota proses ini seharusnya bisa lebih cepat. [Musik] Kami mendapat dukungan selama kami menjadi bagian dalam proses outsourcing. Kami bisa menyerahkan visa untuk diproses ke kantor federal urusan luar negeri yang berada di bawah kami. Tidak harus selalu ada petugas di sini untuk memprosesnya selama semua data sudah tercatat. Permohonan Visa Adriana akan dikirim ke pusat outsourcing di Kantor Federal Urusan Luar Negeri. Kita lihat saja apakah prosesnya akan lebih cepat. [Musik] 5 bulan setelah wawancara pertama, kami bertemu kembali dengan Sabina. Bukan di Monsen, tetapi di Grima dekat Leipchck. Kini dia tinggal dengan pacarnya dan berhenti dari pekerjaannya di rumah sakit Universitas Munsen. Saya memutuskan berhenti karena kondisi di tim tidak baik bagi saya dan itu membuat saya tertekan. Saat ini ia tengah mencari pekerjaan baru. Walau telah lulus ujian Bechuai, dia masih belum diakui sebagai perawat spesialis. Dia yakin bahwa dia seharusnya terhindar dari masalah ini jika mendaftar di agensi lain yang bisa dengan lebih baik mempersiapkan kehidupannya di Jerman. Dia berharap ada tanggung jawab dari agensi perekrutnya. Saya berharap agensi perekrutan yang mendatangkan pekerja dari luar negeri diperiksa lagi. Kita tidak pernah tahu mana yang bisa dipercaya, mana yang tidak. Jangan sampai orang lain mengalami hal seperti saya. Tinggal di apartemen bawah tanah. Sabina menemukan agensinya lewat Instagram. Saat itu sertifikasi agensi belum ada. Apakah sertifikasi ini dapat membantu perawat dalam memilih agensi yang tepat? Siapa di antara kalian yang pernah mendengar tentang transparansi rekrutmen tenaga keperawatan di Jerman? Apa? Tidak ada yang tahu. Ini adalah sertifikat tanda persetujuan. Belum pernah ada yang dengar. Keras. [Tepuk tangan] Survei terhadap 227 perawat menunjukkan bahwa lebih dari 90% perawat belum tahu tentang ini. Apa gunanya sertifikasi jika tidak ada yang mengetahuinya di luar negeri? Kami tidak bisa memastikan bahwa sertifikat kami dikenali di seluruh dunia. setahu saya tidak ada anggaran untuk mengiklankannya dan itu tidak perlu selama agensi perekrutan di sini benar-benar mengetahui tentang sertifikat tersebut. Artinya sertifikasi ini sebenarnya adalah tanda jaminan kualitas bagi para pemberi kerja untuk dapat lebih yakin menerima pekerja yang sudah dipersiapkan dengan baik. Tidak seperti apa yang terjadi di rumah sakit di Berlin, tempat Yani Laidi ditugaskan. Saat itu sertifikasi seperti ini belum ada. Saya rasa pada suatu titik rumah sakit mulai bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan dengan mereka. Bukan hanya saya, tenaga perawat asing sangatlah banyak. Mereka akhirnya menugaskan satu orang khusus menangani kami. Seorang petugas yang khusus menangani staf perawat asing. Dia mengadakan rapat darurat dan memanggil seorang penerjemah. Dia bertindak sebagai mediator antara kami dan semua kepala unit rumah sakit. Manajemen rumah sakit juga terlibat. Saya pernah mengatakan agar mereka tidak melihat kami sebagai masalah, tapi sebagai sumber daya. Rumah sakit lalu membantu Yani Laidi menemukan apartemen yang lebih besar. Namun, dia harus mengurus izin tinggal dan kursus bahasa Jerman sendiri. Semua itu membutuhkan waktu. Kalau saya tahu akan selama ini, saya tidak akan datang ke Jerman. Saya bilang ke diri sendiri, "Ayo 1 tahun. Saya pasti bisa. Sekarang sudah 2 tahun dan saya sudah melakukan semuanya. Saya sudah lulus semua ujian. Saya sudah melakukan semuanya. Dia akhirnya memperoleh sertifikat profesional Jerman. Dia berharap kini keluarganya dapat bergabung dengannya sebagai pekerja terampil yang diakui. Jika permohonannya ditolak lagi, dia mau pulang saja ke Colombia. Kami berkendara di klinik battle di Bfeld. Adriana akan segera bekerja di sana. Klinik ini telah menunggu Adriana mendapatkan visa selama berbulan-bulan. Pusat outsourcing yang baru seharusnya mempercepat prosesnya. Saya tidak merasa ada yang berubah. Kami sudah membayar banyak dan mengharapkan bantuan spesialis. Tapi hasilnya tidak memuaskan. Sn. Namun akhirnya berhasil juga. Pada bulan September 2024, 3 bulan setelah mengajukan visa, Adriana akhirnya bisa berangkat ke Jerman. Staf dari agensi menunggu di bandara untuk menyambutnya dan para perawat lainnya. Adriana gembira. Ini pertama kalinya dia berada di negara asing. [Musik] Saya senang agak sedih juga tapi saya sangat senang. Besok kami akan mengurus pendaftaran penduduk. Membuka rekening bank juga sangat penting mendapatkan nomor pajak karena kamu perlu itu di Jerman supaya bisa dapat gaji tepat waktu. Sekarang kami mengurusi semua itu dan nanti akan kami serahkan kepada pemberi kerja agar semua berjalan lancar. Rumah sakit mencarikan mereka sebuah apartemen di asrama perawat. Dua orang manajer Saskia dan Fiki menyambut para perawat baru. Mereka membantu staf perawat asing untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri. Pertanyaan terbesarnya, di mana saya akan bekerja? Siapa rekan kerja saya? Siapa yang harus saya hadapi dan bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari di sini? Hal pertama yang akan dilakukan adalah tur keliling kota bersama pemandu ini. Jadi semacam pelatihan bertahan hidup di Jerman. Ini zebra cross, kamu tahu kan? Tidak. Nah, ini jalur sepeda dan kamu sebaiknya tidak berjalan di situ. Kedua warga Kolombia itu belum pernah naik kereta bawah tanah. [Musik] Lalu situasinya menjadi lebih serius. Mereka bertemu dengan calon bos mereka. Para perawat baru ini akan bertemu dua rekannya dari Chile yang sudah lebih dulu bekerja di sana dan memberi mereka semangat. Awalnya sangat kacau. Birokrasi di sini juga rumit. sungguh melelahkan. Tapi bagi saya tidak sesulit itu karena kami mendapat dukungan Fiki dan Saskia juga selalu ada. Bahkan sampai sekarang kami sudah 8 bulan tinggal di sini. Tapi kalau kami ada masalah seperti mencari apartemen dan semacamnya, kami masih dapat mengontak mereka lewat email atau telepon. Mereka selalu ada. Yang terpenting adalah menyediakan rumah yang nyaman. Namun juga harus praktis seperti bagaimana perabotannya hingga wifi. Kami biasa mengisi kulkas terlebih dulu supaya mereka tidak perlu langsung belanja makanan begitu sampai. Harapan klinik sederhana. Jika para perawat baru tidak kangen pulang, mereka bisa lebih cepat mendapatkan pengakuan kualifikasi dan bisa tinggal di Jerman untuk jangka panjang. Sebagai asisten bedah, Adriana harus menyesuaikan diri dengan ruang operasi Jerman. Kesan pertamanya, baik, semuanya baik. Ruang operasinya sangat mirip dengan Columbia. Jika semua lancar, dia akan lulus ujian keperawatan 1 seteng tahun setelah tiba di Jerman. Meskipun didampingi agensi bersertifikat dan perusahaan yang berkomitmen, seluruh proses emigrasi ini memakan waktu 2 seteng tahun. Bagi Yani Laidi, waktunya bahkan hampir 4 tahun. Dan bagi Sabine masih belum jelas apakah ia akan berhasil. Saat ini ia sedang mencari pekerjaan dan harus memperpanjang izin tinggalnya. Namun itu hanya dapat dilakukan di Monsen, tempat dia terakhir kali teregistrasi. Sungguh merepotkan. Saya ingin melihat Jerman yang serba digital. Tidak masalah apakah di Bayern atau di tempat lain. Semuanya harus terintegrasi. Bukan hanya dia yang berharap demikian. Tuntutan kami sederhana bahwa ada otoritas di Jerman lebih terbuka yang mampu mengurus seluruh proses administrasi dalam waktu 3 atau 4 jam secara ramah dan profesional. Kami juga ingin Jerman tetap kompetitif dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat atau Kanada yang juga aktif merekrut tenaga kerja. Jangan sampai kita kalah hanya karena birokrasi Jerman yang lamban dan tidak berjalan dengan baik. Seperti yang terjadi pada Yani Laidi. Namun dia punya kabar baik. 6 bulan setelah pertemuan pertama kami, keluarganya sudah diperbolehkan tinggal di Jerman. Anak-anaknya ada di sini dan dia kini bisa berbahasa Jerman. Akhirnya sampai juga setelah berapa lama? Sekitar 3 tahunan. Tahun-tahun panjang ketika sang suami tinggal hanya bersama kedua anaknya. Sekarang mereka hampir tak mengenali ibunya dan pernikahan mereka tidak bertahan dalam ujian penantian panjang itu. Yani Laidi kini harus berjuang sendiri demi anak-anaknya. Apakah dia merasa diterima di sini? Awalnya tidak. Orang di sini sangat tidak ramah. Namun dengan dukungan tim saya berhasil bertahan. Syukurlah. [Musik] Semua itu sulit dilakukan tanpa dukungan tempat kerjanya. Dan meskipun begitu, Yidi tidak akan begitu saja menyarankan perawat lain untuk beremigrasi ke Jerman. firme firma. Mereka perlu mencari agensi yang tepat dan punya kemampuan berbahasa Jerman yang baik. Jika datang ke sini tanpa kemampuan bahasa yang baik dan harus bekerja, lalu kita harus ikut kursus bahasa setelah bekerja. Kepalamu bisa pecah. [Tepuk tangan] [Musik]
Resume
Categories