Penipu kelas kakap dunia bisnis: Jebakan kripto dan skandal Wirecard | DW Dokumenter
J_HlA-miiwI • 2025-09-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Runtuhnya FTX mengguncang dunia kripto.
Pria ini adalah buron jaksa penuntut
umum Munsion Yan Mars.
Sejumlah perusahaan besar diguncang
skandal dalam beberapa tahun terakhir.
Para penipu merampok jutaan dolar dari
para investor. Bagaimana ini bisa
terjadi?
[Musik]
Setiap hari Sam Manfri melakukan
transaksi mata uang kripto senilai
jutaan dolar. Ratusan ribu pelanggan
mempercayakan uang mereka kepadanya.
Dikenal dengan rambut ikal dan suara
lembutnya, Bang Manfred adalah investor
terkenal kepala perdagangan Crypto FTX.
Selama bertahun-tahun ini adalah
perusahaan sukses. Di puncak
kejayaannya, valuasinya mencapai 32
miliar dolar lebih besar dari Deank.
Namun di akhir tahun 2022, dongeng indah
tentang kesuksesan ini hancur.
Anak ajaib industri krypto pun
ditangkap.
Samfri lahir tanggal 6 Maret 1992
awal tahun 2023. Dia menjadi tahanan
rumah sambil menunggu persidangan.
Kerugian yang dilaporkan setidaknya 30
miliar dolar. Dia dituduh melakukan
penipuan, pencucian uang, dan penyuapan.
Ini adalah NASA di Bahama. Pantai
berpasir dengan air yang jernih
menjadikannya destinasi liburan impian.
Ini juga adalah lokasi impian bagi
bisnis yang ingin beroperasi di luar
jangkauan otoritas keuangan.
Pengusaha teknologi dan bank punya
kebebasan di sini.
Platform trading FTX berkantor pusat di
Western Road tidak jauh dari Old Fort
Bay, area tertutup dengan akses khusus
bagi karyawan.
Pada tahun 2021, Bank Manfri memindahkan
perusahaannya ke sini. FTX memfasilitasi
trading dan mata uang crypto seperti
Bitcoin, Ethereum, dan Solana. FTX
langsung menjadi salah satu platform
perdagangan crypto terbesar di dunia.
Platform ini punya strategi marketing
yang sangat bagus menarik pelanggan dari
seluruh dunia. Alhasil, valuasi
perusahaan meningkat seiring makin
banyaknya uang yang masuk.
Samfri lahir di sini di Stanford,
California. Keluarganya berkecukupan.
Dia dibesarkan tidak jauh dari
Universitas Stanford yang elite.
Orang tuanya Barbara dan Joseph keduanya
adalah profesor di Stanford.
Tahun 2010 di usia 19 tahun, Bang Manfri
mulai belajar di Massachusetts Institute
of Technology atau MIT.
Setelah lulus dengan gelar fisika, ia
pindah ke New York dan bekerja di dunia
keuangan yang serba cepat.
Selama 3 tahun, dia menjadi trader di
Jane Street Capital.
Dia berasal dari keluarga terpandang.
Banyak hal yang diharapkan darinya.
Orang sekitar mengatakan dia akan sukses
dan itu membuatnya gigih. Kepercayaan
diri itulah yang memikat banyak orang.
Sejak awal, Bang Manfri menyadari bahwa
mata uang kripto diperdagangkan dengan
harga berbeda di seluruh dunia. Dia bisa
membeli dengan harga murah di AS dan
menjualnya lebih mahal di Asia. Dengan
begitu dia menghasilkan puluhan juta
dolar.
Harganya tidak sama seperti pasar saham
biasa. Di mana harga saham perusahaan
besar akan sama di seluruh Eropa. Harga
Bitcoin di Korea Selatan terkadang lebih
tinggi dibanding tempat lain. Jika bisa
memanfaatkan ini seperti Bank Manfri,
Anda bisa terus melakukannya secara
berulang dengan keuntungan 5 atau 10%
sekali putar.
Tahun 2017 ia mendirikan FTX, tempat
trading bagi investor yang berani
mengambil risiko besar.
Platform ini berfokus pada derivatif.
Investor bertaruh pada naik turunnya
harga kripto.
Orang bisa untung atau rugi besar.
Meski tanpa pengalaman, dia berhasil
memikat investor. Dan Bang Manfrid
sukses. Hanya 3 tahun setelah didirikan,
FTX meraih 1 juta pelanggan dan menjadi
tempat perdagangan kripto terbesar
ketiga di dunia.
Sam Manfri sangat strategis dalam
pemasaran. Dia membeli hak penamaan
stadion basket di Miami. Nama FTX pun
dikenal luas. Dia juga menarik investor
dengan iklan mahal yang menampilkan
selebriti seperti ini.
[Musik]
Model Gisel Blunchen dan bintang
olahraga Tom Brady membuat dunia krypto
yang asing terlihat sederhana.
Tahun 2021, nilai perdagangan harian FTX
mencapai puncaknya di 20 miliar dolar.
Banyak pelanggannya adalah investor
tajir. Dikenal sebagai pelanggan
bervolume tinggi.
90% volume trading kami berasal dari
mereka yang bertransaksi sedikitnya
100.000 sehari.
Dan Bang Manfri sukses besar. Di usia 30
tahun, kekayaannya mencapai 26 miliar
dolar. Dia juga memoles citra ramah
lingkungan dan ingin membuat teknologi
blockchain lebih hijau. Itu semua adalah
bagian dari membangun citra dirinya.
Bang Manfri memastikan bahwa selain
sukses, ia juga terlihat dermawan.
Dia menjadi anggota organisasi Amal
Giving What We can.
Dia dikabarkan rutin menyumbangkan
sebagian besar kekayaan untuk memerangi
kemiskinan di seluruh dunia.
Dia menjalani gaya hidup veganisme
kedermawanan.
Namun itu hanyalah topeng.
Dia ingin menghasilkan uang sebanyak
mungkin dalam waktu sesingkat mungkin.
Di Bahama di Albany terdapat kompleks
perumahan mewah di luar NASA.
Terletak dekat Marina di Lewis Drive.
Ada pengamanan ketaat di pintu masuk.
Hanya warga elit yang boleh masuk.
Samang Manfri salah satunya.
Situs web Albany menunjukkan properti
mewah mereka.
Bank Manfri membeli penhouse ini seharga
30 juta. Do
sekitar 20 km terdapat One Cable Beach.
Di sini FTX membeli banyak properti,
apartemen tepi pantai untuk kalangan
eksekutif, rumah liburan untuk manajer
tingkat atas, bahkan untuk orang tua
Bank Manfre. Properti senilai lebih dari
120 juta dolar ini dibeli dengan uang
perusahaan.
Biasanya perusahaan mempunyai sistem
pemeriksaan seperti departemen yang
memastikan uang dikeluarkan dengan
pijak. Dia tidak punya itu. Itu
memungkinkannya menggelapkan uang.
Uang itu memberinya pengaruh dalam
politik AS. Dia menyumbangkan hampir 40
juta dolar ke partai Presiden Joe Biden
Demokrat sebelum Pemilu tahun 2022.
Lewat perantara, dia juga memberikan 19
juta ke Partai Republik.
Bisa dibilang dia membeli politisi
secara resmi hanya Partai Demokrat.
karena dia tahu Partai Republik tidak
memiliki citra baik. Partai Demokrat
peduli terhadap isu sosial. Jadi dia
mendukung hal itu. Dia merahasiakan uang
yang dia berikan kepada partai lain.
Selain FTX, Bank Manfrid punya
perusahaan lain, yakni dana lindung
nilai Alameda juga berpusat di Bahama.
CEO-nya yaitu mantan pacar Bangman
Caroline Alison. Mereka ibarat pasangan
super dunia kripto.
Semua ini terasa aneh.
Jenius matematika dan penggemar Harry
Potter, Alison bertugas memastikan uang
tetap masuk dengan transaksi berisiko
tinggi.
Perusahaan afiliasi yakni Alameda
Research mengambil risiko besar seperti
membeli token secara kredit.
Kemudian kondisi pasar tidak sesuai
harapan dan kerugian Alameda ditutupi
dengan uang dari FTX.
Sammanfri menggabungkan keuangan kedua
perusahaan memberikan almameda kredit
tak terbatas. Dia disebut telah
memindahkan sekitar 8 miliar dolar uang
pelanggan. Saat itulah situasi mulai
memburuk.
Pada November 2022, investor di seluruh
dunia bergegas mengamankan aset mereka.
Setelah adanya laporan mengkhawatirkan
tentang cadangan modal perusahaan.
Tapi terlambat FTX gagal bayar.
Platformnya collapse.
Tiba-tiba Bang Manfri menjadi sorotan.
Bukannya memberikan jawaban dia mengaku
tidak tahu. FTX terpaksa bangkrut dan
Bang Manfri melepas jabatannya sebagai
CEO.
Hanya beberapa minggu kemudian, raja
kripto itu ditangkap di Bahama dan
diekstradisi ke Amerika Serikat.
Pernyataan yang dia katakan seperti ini
di luar kemampuan saya. Saya membuat
banyak kesalahan. Saya tidak tahu apa
yang saya lakukan. Tergantung apakah
Anda percaya ucapan itu atau tidak.
Ketika menginvestigasi bermacam
transaksi, penyidik menemukan pembukuan
yang tidak lengkap dan transaksi yang
tidak dapat dilajak antara perusahaan
saudara Besutan Bank Manfri. Ia mengaku
melakukan kesalahan namun membantah
melakukan penipuan.
Menurut saya dia itu antara pembohong
yang sangat baik, pembohong terbaik atau
benar-benar tidak merasa telah melakukan
tindak pidana.
300 karyawan kehilangan pekerjaan dan
sejuta investor kehilangan uang. Bagi
mereka, mantan raja kripto itu tidak
lebih dari seorang penipu.
Bang Manfri kemudian dinyatakan bersalah
atas penipuan dan penggelapan.
Pada tahun 2024, ia divonis 25 tahun
penjara.
Kasus berikutnya, seorang laki-laki yang
kabur dari jeratan hukum.
[Musik]
Mantan COO Wirecard Yan Marsalek diburu
pihak berwenang sejak pertengahan 2020.
Baik polisi kriminal federal Jerman
maupun Europol tidak mampu menangkapnya.
Dia adalah salah satu kriminal paling
diburu di Eropa.
Sementara itu, jajaran eksekutif dari
perusahaannya sedang diadili di Jerman.
Pernah memimpin perusahaan terdaftar,
kini Marcus Brown jadi terdakwa.
Jika tertangkap, Marsalek juga terancam
hukuman penjara.
Yan Marsalek lahir 15 Maret 1980 di
Wina. Sejak Juni 2020, keberadaannya
tidak diketahui. Dia dituduh
menggelapkan setidaknya 1,9 miliar euro.
Di mana dia?
[Musik]
Marsal besar di pinggiran kota Wina.
Kota ini berjarak 15 menit dari ibu kota
Austria.
Kota ini berpenduduk sekitar 28.000
orang.
[Musik]
Verena masih tinggal di sini.
Dia mengenal Marsalek ketika mereka
masih bersekolah di awal tahun 90-an.
Mereka duduk berdekatan.
[Musik]
Di sekolah Yan Marsalek sangat pendiam.
Dia murid yang sangat baik, cukup ramah,
tapi bukan tipe orang yang mau dekat
dengan siapapun.
[Musik]
Di kelas 5C, Marsalek dikenal
penyendiri. Dia menghindari pesta dan
tidak bercerita tentang orang tuanya.
Dia lebih suka menulis kode program
komputer. Bahkan sejak kecil dia
perfeksionis.
Sekitar kelas 4, gurunya pernah
mengatakan tulisan tangannya kurang
rapi. Jadi, dia mulai menulis dengan
penggaris yang diletakkan di bawah garis
kertas sehingga tulisannya terlihat
seperti baru dicetak. Terlihat sempurna.
Yan Marsalek Muda adalah orang yang
ambisius dan bekerja keras. Dia
diharapkan lulus ujian akhir dengan
sempurna. Namun, hanya beberapa bulan
sebelum lulus sekolah menengah, dia
tiba-tiba putuh sekolah.
Dia ikut lomba komputer dan menang.
Kemudian dia dapat tawaran dari
perusahaan Jerman untuk segera bekerja
di sana. Itu 3 bulan sebelum ujian akhir
dan dia pergi.
Tahun 2000 di usia 20 tahun, Marsal
bergabung dengan Wirecard sebagai
pengembang produk. Saat itu perusahaan
kecil ini menyediakan layanan pembayaran
ke area remang-remang internet seperti
situs erotis dan perjudian online.
Marsal adalah karyawan yang tidak biasa.
Saya ingat pertemuan pertama dengan Yan.
Potongan rambutnya bergaya militer dan
dia mengenakan celana jeans robek di
lingkungan kerja. Penampilan ini tidak
biasa.
Video layanan masyarakatnya menunjukkan
Wirecard sebagai perusahaan modern dan
dinamis. Di awal tahun 2000-an,
perusahaan ini memperluas layanan
pembayaran elektronik mereka.
Slogannya adalah just scan and pay.
Semua ini mempromosikan gaya hidup baru
tanpa uang tunai, belanja tampak
sederhana dengan proses pembayaran yang
otomatis.
Dan Marsalek menjadi terkenal di
perusahaan itu.
Anda dapat melihat bagaimana Yan merubah
seiring waktu. Tiba-tiba dia memakai
jaz. Dia mulai menyukai citra pengusaha.
Boss wireard Marcus Brown membimbing
Marsalek.
Keduanya tidak sabar dan bertekad
mengembangkan perusahaan.
Mungkin agak aneh, orang yang belum
lulus SMA menjadi seorang dewan
eksekutif di sebuah perusahaan besar.
Namun Anda harus paham bahwa karir yang
sangat baik bukan hanya tentang
keterampilan dan kemampuan, tetapi
tentang relasi.
Yan Marsalek dianggap bagian dari sukses
Wirecard.
Sepanjang Minggu ia bekerja keras untuk
perusahaan. Lalu setiap Jumat Paign
dikeluarkan.
Semua orang menikmatinya.
Yan berbicara dengan para karyawan di
pesta tahunan Wirecard.
Dia bergurau, dia lucu, dan ram.
Namun di balik pesona dan percakapan
hangat, tersimpan ambisi dan kepentingan
pribadi.
Dia tampak tertarik pada orang lain
ketika pertama bertemu. Namun sebenarnya
rasa ingin tahunya hanya bertahan sampai
ia bisa menilai siapa mereka dan apakah
mereka bisa dimanfaatkan. Setelah itu ia
cepat bosan.
Yan sangat ambisius. Dia tidak ingin
menjadi orang biasa. Dia ingin sukses
besar.
Di kantor pusat di Bayern, Wiegard
beroperasi 24 jam
dan Marsalek terobsesi bekerja. Pada
tahun 2010, dia menjadi Chief Operating
Officer dan diangkat sebagai dewan
eksekutif. Kantornya berukuran 110 m²
dan dia sangat memerhatikan interiornya.
Jarak kursi di ruang pertemuan ini harus
selalu sama. Ketika berdiri, Anda harus
mengembalikan kursi dengan sangat
hati-hati. Dia memastikan ada simetri.
Segalanya harus sesempurna yang dia
bayangkan.
Marsalek Ki Yan sering bepergian ke luar
negeri ke tempat-tempat seperti Manila,
Ciprus, dan Kepulauan Virgin. Wirecard
berkembang dan bisnis bertumbuh pesat.
Pada tahun 2008, omsetnya mencapai 200
jutao. Salah satu tujuan ideal adalah
Singapura, kota pintar dengan sistem
pembayaran elektronik yang modern. Di
sini Marsalek memperluas bisnisnya lewat
mitra eksternal.
Wirard tidak punya lisensi di Asia, jadi
perusahaan menggunakan pihak ketiga yang
menjadi perantara, wire dan pengecer.
Pihak ketiga berfungsi menyembunyikan
pembayaran ilegal seperti situs
investasi palsu atau situs poker ilegal.
Marsal menikmati kehidupan mewah dalam
perjalanan bisnis. Tahun 2016 ketika dia
tinggal di Singapura, dia mengadakan
pesta di teras atap dengan pelabuhan dan
hotel Marina Bay Sense di latar
belakang.
Marsalek juga menghabiskan waktu di
India. menjelajahi Chennai dengan bajai
dan menggelar pertemuan manajemen di
Four Seasons Mumbai.
Transaksi jutaan euro, hotel mewah,
restoran mahal. Ini adalah gaya hidup
yang menarik dan penuh riak.
Di Monsen, Yan Marsalek tinggal di
distrik mewah Bogenhausen.
Jika tidak sedang bepergian, ia ada di
Villa Alfons di Prince Regenton Strasse.
Harga sewanya lebih dari.000 euro per
bulan.
Wilayah itu pada dasarnya adalah kantor
keduanya, tempat yang melakukan semua
yang tidak bisa dilakukan di kantor
pusat Wirecard di Asheim.
Berkali-kali dia menjamu tamu penting
termasuk mantan anggota badan intelijen
dari berbagai negara.
[Musik]
Salah satu kantor dilengkapi panel
isolasi untuk mencegah pengamatan dari
luar.
Konsulat Rusia berada tepat di seberang
jalan.
Orang dalam yakin bahwa sejak awal
Marsalek menjalin hubungan dekat dengan
Dinas Intelijen Rusia.
Bertahun kemudian koneksi itu terbukti
sangat berharga.
[Musik]
Kami tahu dia punya hubungan sangat baik
dengan Rusia dan dia mengenal konsul
Rusia di Munchen secara personal. Dia
membantu putranya merampungkan skripsi.
Marsalek punya banyak kontak Rusia di
kalangan dinas rahasia.
Marsalek menggunakan enam paspor berbeda
keluaran Austria dan memegang paspor
diplomatik. Dia sangat berhati-hati
memakai beberapa ponsel berbeda dan
tidak pernah bepergian ke Amerika
Serikat. Dia menghapus semua fotonya di
internet.
Untuk jadi penipu sesukses Sian Marek
harus benar-benar cerdas. Anda harus
paham hubungan yang rumit dan tidak
mencampurkannya. Anda harus selalu
mengingat kebohongan Anda. Di mana
mengatakannya, bagaimana Anda
mengatakannya.
Pada musim gugur 2018, Wiard mencapai
puncak suksesnya. Perusahaan ini
terdaftar di bursa saham DAX di
Frankfurt dengan valuasi sekitar 24
miliar euro. Tiba-tiba perusahaan ini
menjadi salah satu yang paling berharga
di Jerman.
Jajaran manajer Wirecard pun merasa
puas. Mereka berhasil meraup ribuan
investor. Meskipun ada peringatan dari
jurnalis Inggris tentang angka
perusahaan yang dipalsukan, para penjual
kosong atau shortseller yang meremehkan
Wirecard kena batunya dan Marsalek
dipandang sebagai dalang kesuksesan ini.
Ketika melihatnya, wajahnya menimbulkan
rasa percaya. Wajahnya lembut dan itu
sangat membantu saat ia berusaha
meyakinkan orang lain.
Kenyataannya
dia punya uang jutaan untuk membayar
orang melakukan hal-hal ilegal atau
legal. Yan Marsalek merencanakan
serangan kepada para kritikus mengikuti
mereka membobol rumah mereka.
18 Juni 2020 adalah hari kelam bagi
perusahaan.
Beberapa jam sebelum Wirecard merilis
laporan keuangan tahunan, auditor
menolak menandatangani laporan itu
karena hilangnya beberapa dokumen
penting.
Maralek tahu apa yang akan terjadi. Dia
menulis kepada seorang rekan,
"Pagian gila.
Jangan tanya.
Kita tidak tahu apakah semua akan
berantakan atau baik-baik saja.
Sekitar pukul 10.30 pagi setelah
perbincangan panik dengan mitra di Asia,
jelaslah bahwa semuanya tidak akan
baik-baik saja.
[Musik]
Bersiaplah untuk kabar buruk.
Kabar yang sangat buruk
[Musik]
di kawasan keuangan Frankfurt, kekacauan
melanda bursa saham pukul 1043,
berita terkini tentang Wiard terdengar
ke lantai bursa.
Publikasi laporan keuangan tahunan dan
konsolidasi tahun 2019 ditunda karena
adanya indikasi penyampaian laporan
keuangan yang tidak benar.
Terlihat jelas bahwa dokumen sebesar 1,9
miliar euro telah dipalsukan. Harga
saham anclok. Dalam 1 hari lebih dari 7
miliar euro menguap.
Perusahaan hancur dan Yanmar Salek
kehilangan pekerjaannya.
Personel anggota Dewan Yanmar Salek
telah diberhentikan.
Tanggal 19 Juni, Dewan Eksekutif Wi Card
muncul di hadapan kamera tanpa Marsalek.
CEO Marcus Brown mengaku tidak tahu
apa-apa.
Saat ini tidak dapat dikesampingkan
kemungkinan Wi Card telah menjadi korban
penipuan besar-besaran.
Sementara itu, Marsalek lari dari
jeratan hukum. Karena tidak punya SIM,
dia meminta seorang rekan mengantarnya
dari Munchen ke Austria.
Pada malam tanggal 19 Juni, dia tiba di
bandara kecil ini. Jaraknya sekitar
setengah jam di selatan Wina.
Dia hanya membawa ransel. Pakaiannya
merek Prada. Jaket hitam, sepatu cats
hitam, celana hitam. Dia naik pesawat,
membayar tunai sekitar 8.000o dan tidak
menginginkan tanda terima.
Pukul 3 menit, pesawat Cesna itu lepas
landas. Saat itu belum ada surat
perintah penangkapan terhadap Marsalek.
Kepergiannya tidak melanggar hukum.
Dia terus mengirim pesan untuk
menyembunyikan keberadaannya.
Keesokan harinya dia memberitahu seorang
teman bahwa dia akan pergi ke
pegunungan. Pesan lainnya tertulis,
"Kuharap kalian tidak keberatan jika
untuk sementara kita bersembunyi dulu."
[Musik]
Padahal dia sudah terbang dari Austria
ke Minsk. Dia menggunakan paspor
diplomatik untuk melewati imigrasi
Belarusia.
Di Minsk, dia disambut layanan VIP.
semuanya sudah diatur, tidak jelas oleh
siapa.
Marsal menaiki Mercedes hitam dengan
plat nomor palsu. Pelarian itu
dipersiapkan dengan cermat.
Kita harus berasumsi bahwa ia di bawah
badan intelijen Belarusia. Mereka lalu
membawanya ke hotel terdekat. Dari situ
jejak Marsal hilang.
Tidaknya untuk saat ini.
Marsal terus mengirimkan pesan kepada
rekannya. Dia tidak menjawab pertanyaan
tentang keberadaannya sambil memberikan
informasi palsu tentang tujuan
berikutnya.
Rencana saat ini adalah saya akan
kembali di akhir pekan untuk bertemu
para jaksa.
Sepertinya Minsk hanyalah persinggahan.
Badan intelijen membawanya ke Rusia di
mana dia bisa melewati perbatasan tanpa
menunjukkan surat apapun. Dia lalu
menuju Moskow.
[Musik]
Kami memiliki foto yang menunjukkan dia
meninggalkan gedung apartemen di Moskow.
Sepertinya dia punya pacar di sana.
Pihak berundang yakin orang tersebut
adalah Yan Marsal.
Marsalek diyakini menilap jutaan dolar
untuk membayar jasa keamanan Rusia yang
korup. Sejauh ini seluruh permintaan
ekstradisi tidak berhasil.
Masalahnya tidak ada alamat yang bisa
digunakan untuk melakukan pemanggilan.
Pihak berwenang Rusia tidak mau bekerja
sama.
Yan Marsolek. Misteri hantu penipu
dengan ribuan wajah.
[Musik]
Citra Yan Marsalek akhirnya terpulang
kepada masing-masing orang. Jaksa Jerman
menganggap dia dapat dipercaya. Bagi
kliennya di Rusia dan Asia, dia adalah
tokoh dunia. Dan secara diam-diam dia
mungkin salah satu penipu terbesar dalam
sejarah keuangan Jerman.
[Musik]
Kehidupan Sembang Manfri dan Yan
Marsalek terhubung oleh keserakahan,
ambisi, dan delusi akan kemewahan. Kisah
mereka kemungkinan besar akan
menginspirasi para peniru. Oh.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:59 UTC
Categories
Manage