Transcript
hG6lLNwylE0 • Permainan kekuasaan Putin di Afrika: Pengaruh Rusia di kawasan Sahel | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0058_hG6lLNwylE0.txt
Kind: captions Language: id Kerusuhan melanda banyak wilayah di benua Afrika. Militan Islamis membunuh lebih banyak orang di kawasan Sahel dibandingkan wilayah manapun di dunia. Negara kami dilanda begitu banyak kengerian. Saat bangun dari tidur di pagi hari, Anda bisa melihat mayat-mayat bertebaran di sekitar desa. Sahel terus-menerus dilanda krisis dan ini merupakan kawasan transit terpenting bagi para pengungsi dan migran yang meninggalkan Afrika menuju Eropa. Banyak pemerintahan kolaps. Dalam beberapa tahun terakhir, lima kudeta militer terjadi di kawasan Sahel. Rezim militer baru yang berkuasa mengusir pasukan dan perusahaan-perusahaan Eropa. Demi melanggengkan kekuasaan. Mereka menekan oposisi dan membentuk aliansi baru. Namun saat kekosongan kekuasaan terjadi, Rusia turun tangan dengan tentara, senjata, dan propaganda. Kami tidak menginginkan Prancis lagi. Kami menginginkan Rusia. Mereka lupa berterima kasih kepada kami. Setiap pagi saat mereka bangun dan berdoa, mereka seharusnya berdoa juga untuk orang Afrika. Kalau tidak ada nenek moyang kita, mereka tidak akan ada di Prancis saat ini. Kepergian Prancis sebagai kekuatan kolonial dari wilayah itu dimanfaatkan oleh Rusia. Apa sebenarnya yang diinginkan Rusia di Afrika? Apakah pengaruh Rusia di wilayah ini sudah terlihat? Perjuangan Afrika meraih kemerdekaan bukan hanya untuk kepentingan Afrika saja, tapi juga untuk kepentingan seluruh umat manusia. Bagaimana Kremlin memanfaatkan kemarahan terhadap kekuatan kolonial terdahulu untuk meningkatkan pengaruh politik, ekonomi, dan militernya. Sahel Tengah kini telah menjadi semacam tempat perang dingin modern antara Rusia dan Barat. Hal ini disertai dengan propaganda berbahaya yang seharusnya dilawan oleh Barat dan Eropa. Pengaruh Rusia semakin besar. Sementara pemerintahan militer baru menindak tegas rakyatnya sendiri, para kritikus dan media, kami menjelajahi Afrika Barat ke negara-negara di mana bekerja sebagai jurnalis kini hampir mustahil. Mereka dikuntit, diculik, dan diintimidasi. Ketika saya baru mau keluar dari mobil, tiga pria datang mendekat. Mereka memaksa saya masuk ke mobil mereka lalu membawa saya pergi. Mereka bersenjata lengkap, mukanya tertutup. [Musik] Perjalanan kami dimulai di Wagadugu, ibu kota Burkina Faso. Kami ingin tahu apa penyebab kekosongan politik yang kini diisi oleh Rusia. Bagi kami para jurnalis, pekerjaan ini berbahaya. Sudah berbulan-bulan kami sebagai kru film internasional datang ke negara ini. Wartawan tidak diterima di sini dan kritikus dibungkam. Jadi, kami harus bekerja secara diam-diam agar tidak menarik perhatian. Kami tiba di sebuah pasar kerajinan tangan di pusat kota. 10 tahun lalu, pasar ini dipenuhi turis. Sekarang hampir tidak ada pengunjung yang terlihat. Bangulo ke Benis. Don Sharp the Boro mengajak kami berkeliling. Dia salah satu dari sedikit orang yang bersedia di wawancara. Salam bau bab. Pohon bau bab ini adalah simbol nasional Burkina Faso. Don Sharp de Batoro adalah nama panggungnya. sama sebagai penulis lagu dan musisi, hampir semua orang di sini mengenalnya. Lagu-lagunya memuji militer dan mendorong untuk selalu punya harapan dan keberanian di tengah kekacauan. Dia juga mengkritik Perancis dan membanggakan orang-orang yang dianggapnya pahlawan ini. [Musik] Orang Prancis dan Burkina Faso punya banyak kesamaan. penderitaan, pengangguran, kematian, tapi juga kegembiraan, air mata dan tawa. Mereka punya anak-anak, kami juga punya. Semuanya sama. Satu-satunya hal yang tidak cocok hanya kebijakan luar negeri Prancis. Kalau Anda melihat mentalitas politik Prancis, cara mereka berperilaku, rasanya kami masih dianggap seperti koloni bahwa mereka masih berkuasa. Fermi Prancis adalah salah satu kekuatan kolonial terbesar di Afrika. Selama beberapa dekade, Prancis mengeksploitasi negara-negara di Afrika dan secara brutal menindas penduduknya. Mereka menjarah sumber daya alam, memaksa orang bekerja dalam kondisi berat, dan merampas tanah serta hak-hak mereka. Hal ini terus berlanjut hingga tahun 1960-an ketika banyak negara memperoleh kemerdekaannya. Beberapa negara itu didukung oleh Uni Soviet. Mereka memasuk senjata dan menawarkan pendidikan tinggi gratis kepada ribuan mahasiswa Afrika di People's Friendship University of Russia yang baru didirikan. Poster propaganda Rusia seperti inilah yang jadi wujud kebangkitan melawan penindasan menuntut kebebasan bagi seluruh rakyat Afrika. Meski begitu, Prancis tetap menjalin hubungan erat dengan bekas koloninya. Bahkan setelah mereka merdeka, Prancis tetap mempertahankan pangkalan militernya, mendukung presiden-presiden mereka yang dianggap bersahabat dan mengamankan akses istimewa ke sumber daya mineral seperti uranium di Niger. Perusahaan-perusahaan Prancis mendominasi perekonomian karena mata uang Frank CFA yang dijamin oleh Prancis, banyak negara Afrika yang tetap terikat dengan negara Eropa itu. Bagi orang-orang di sini, Prancis tetap ada di mana-mana bahkan setelah merdeka. Suaranya seperti Afrika. Saya suka. Kami belum berhasil berkembang sejak tahun 1960. Kami belum sepenuhnya merdeka. Kami tidak mengalami kemajuan. Sistem pendidikan dan kesehatan juga tidak membaik. Jadi kerja sama selama 60 tahun belum berhasil. [Musik] Burkina Faso adalah salah satu negara di kawasan Sahel. Kawasan ini terbentang panjang di selatan Gurun Sahara mulai dari Senegal di bagian barat hingga Sudan di sebelah timur. Sempat menjadi pusat perdagangan dan pertukaran budaya, Sahel kini berubah menjadi pusat utama ekstremisme kekerasan. Allahu Akbar. y kelompok-kelompok jihad seperti Al-Qaida dan ISIS berperang untuk mendirikan sebuah republik Islam dan memperebutkan supremasi di antara mereka. Kawasan Sahel kini menyumbang lebih dari setengah total korban tewas akibat serangan teror di seluruh dunia. Perempuan dan anak-anak banyak yang jadi korban. Sebagian besar kawasan ini terdiri dari gurun dan sabana kering yang kini semakin menderita akibat perubahan iklim. Kekeringan dan gagal panen telah mendorong jutaan orang jatuh miskin. Populasinya masih muda dengan usia rata-rata di bawah 18 tahun. Pertumbuhan penduduknya sangat cepat lebih dari dua kali lipat rata-rata globalahaillallah. Sekarang Don Sharp the Boro ingin menunjukkan sebuah tempat penting kepada kami. Saya sekarang masuk ke jalan yang dulu jadi lokasi serangan teroris pertama di Burkina Faso. Dulu ini adalah jalan tersibuk di negara ini, tapi mereka malah menodainya dengan darah dan merenggut mimpi kami. Mereka datang dengan senjata dan membunuh orang-orang yang sedang makan di luar restoran bernama Cappuccino. Tidak ada peringatan. Hanya itu hotel yang mereka serang dan tembaki. Restoran cappuccino itu dulu ada di sebelah kiri sini. Sekarang sudah jadi tempat kebab Turki. Mereka menyerang di sini, di sana, dan di sana juga. Mereka juga membakar mobil. [Musik] Serangan teror pada malam tahun 2016 itu menewaskan 27 orang. Lebih dari 50 orang terluka. Bataklan. Rasanya seperti tragedi Bataklan. Namun itu baru serangan pertama. Saat ini setidaknya setengah wilayah negara dikuasai oleh militan Islamis. Selama satu dekade terakhir, situasi keamanan di Burkina Faso, Mali, dan Niger memburuk drastis. Konflik bersenjata di kawasan Sahel meningkat setiap tahunnya. [Musik] Para pemerintah pusat di kawasan pun meminta bantuan Prancis dan sekutunya. Pada tahun 2013, operasi Serval diluncurkan. Disusul operasi Barkan. Keduanya diperintahkan oleh Presiden Fransis Holland. Prancis, Amerika Serikat, sekutu Eropa, dan pasukan dari kawasan bergabung dalam perang melawan teror. Bagi Prancis dan sebagai presiden, saya pastikan satu hal, bahwa kami menjaga hubungan baik dengan negara-negara Afrika. Jika ada intervensi militer, itu bukan karena Prancis yang menginginkannya, tapi karena negara-negara Afrika meminta kami untuk campur tangan. Jika bukan karena operasi Serval dan Barkan kita tidak akan bisa membicarakan Mali, Burkina Faso atau Niger sekarang. Negara-negara itu tidak akan ada saat ini. Saya yakin itu. Dr. Jialabi adalah seorang analis politik dan ekonom di Senegal. Dia telah tinggal selama lebih dari 20 tahun di negeri jiran itu. Dia memimpin sebuah lembaga ting tank yang menganalisis perkembangan politik di kawasan Sahel. Ada anggapan bahwa Prancis meninggalkan kawasan tapi tidak benar-benar pergi. Prancis menerima kemerdekaan sebagian besar negara-negara ini pada tahun 1960. Tapi Prancis juga mencoba memilih para pemimpin negara-negara ini demi melanjutkan pengaruh mereka. Bukan hanya pengaruh politik, tapi juga ekonomi seperti akses ke sumber daya negara. Jadi inilah yang membuat Prancis punya pengaruh di beberapa negara Afrika sehingga banyak orang menyebutnya sebagai France Afric. Untuk memahami bagaimana perpecahan dengan Prancis dan negara-negara barat terjadi dan bagaimana Rusia diuntungkan dari hal ini, kami mengunjungi Mali, tempat semuanya bermula. Lagi-lagi kami tidak bisa terbuka tentang alasan kami berada di sini dan kami harus terus mengelabui pengawal kami agar dapat merekam secara diam-diam. Hampir tidak ada orang yang mau berbicara secara terbuka tentang politik. Salah kata satu saja bisa berakibat fatal. Setelah berkali-kali gagal menemukan seseorang yang bersedia di wawancara, Benoro Sangare mengundang kami ke rumahnya. Dia bekerja sebagai blogger dan tinggal di ibu kota Mali bersama istri dan lima anaknya. Sangare berbicara mewakili generasi yang menginginkan Mali Merdeka. Prancis tidak punya urusan di sini. Kenapa Prancis harus ada di Mali? Tidak ada alasan jelas. Tahu tidak berapa lama kami berjuang untuk kemerdekaan kami? 60 tahun. Dan mereka masih di sini. [Musik] Benoro Sangare ingin menunjukkan tempat di mana dia dan teman-temannya berunjuk rasa menentang Prancis dan pemerintahan Mali pada tahun 2020. [Musik] Semua orang ada di sana. Semua kalangan muda, tua bahkan perempuan pun ikut. Kami muak dengan tata kelola pemerintahan yang buruk dengan semua hal yang menumpuhkan negara. Korupsi, nepotisme, dan campur tangan Prancis di Mali. Kami lelah hidup dalam kekacauan. Sudah waktunya membuat sejarah. Inilah cara saya terlibat dalam revolusi ini. [Musik] Warga kini sering berkumpul di halaman belakang rumah mereka untuk membahas situasi negara. Sekarang kamilah yang membuat keputusan. Tentara Mali, otoritas Mali yang memutuskan siapa yang datang ke Mali dan siapa yang tidak. Kami bisa melakukan apapun tanpa harus meminta izin. Sekarang kami bebas membeli senjata yang dibutuhkan untuk mengamankan negara. Aksi-aksi unjuk rasa itu berakhir dengan penggulingan pemerintah oleh militer. Namun dalam setahun beredar kabar di dunia maya bahwa tentara bayaran Rusia telah datang ke negara itu membawa kampanye propaganda. [Musik] La France va de nouveau reconque. Nous sommes les démons de Macron. Oh merci. Propaganda prooria serupa juga terbukti efektif di Burkinavaso. Kremlin digambarkan sebagai pembela yang melawan penjajah. Kami marah karena Perancis imperialis hanya bisa membunuh. Mereka membenci kami. Sejak zaman perbudakan hingga sekarang, Prancis belum berubah. Kami tidak menginginkan Prancis lagi. Kami menginginkan Rusia. Militer di Burkinavaso juga menggulingkan pemerintah. Apa sebenarnya agenda Rusia? [Tepuk tangan] Beverly Ochie adalah analis keamanan yang berfokus pada kawasan Sahel. Dia telah meneliti persaingan kekuatan global yang terjadi di benua Afrika. Sahel Tengah kini telah menjadi semacam tempat perang dingin modern antara Rusia dan Barat. Di mana kita melihat kehadiran Rusia dalam memperkuat posisinya di kawasan telah menantang kehadiran militer Prancis yang telah lama ada. Perang diplomatik ini berlangsung dengan propaganda media, kehadiran militer, dukungan ekonomi, dan mendorong lahirnya kepemimpinan baru yang dianggap condong pada ideologi anti barat. Di Mali, ratusan tentara bayaran Rusia telah bertempur bersama militer Mali sejak akhir 2021. Mereka mengaku terlibat dalam operasi melawan terorisme, tapi juga bertujuan memperkuat rezim militer. Di sini kehadiran Grup Fagner memungkinkan Rusia mendapatkan pengaruh tanpa harus hadir secara resmi. Yevgeni Priosin dilaporkan mendirikan grup Wagner pada tahun 2014. Saat itu perusahaan militer swasta miliknya berfokus pada pertempuran di Ukraina. Saat dia meninggal dunia pada tahun 2023, Afrika sudah lama menjadi sumber pendapatan baru. Grup Wagner dilaporkan menerima pendapatan senilai jutaan dolar dari negara-negara seperti Mali dan Republik Afrika Tengah. [Musik] Rusia memberikan penguasa-penguasa baru di kawasan Sahel hal-hal yang paling mereka butuhkan. Senjata, propaganda, dan perlindungan. Kami menemui direktur untuk program sahel dari sebuah lembaga tingk Jerman yang berlokasi di ibu kota Mali, Bamako. Yang diinginkan Mali adalah senjata dan bantuan nyata di garis pertempuran. Eropa tidak mau mengambil risiko seperti itu. Jerman khususnya menentang pelatihan dengan senjata sungguhan. Saya ingat selama pelatihan infanteri untuk tentara Mali, mereka harus menggunakan ranting pohon atau senjata kayu untuk simulasi latihan. Rusia bilang, "Omong kosong." Apa ini? Kamilah yang kalian butuhkan. Bersama kami. Kalian bisa pergi ke garis depan dan bertempur. Jadi Rusia melakukan apa yang tidak siap dilakukan oleh Barat. Kami akan bertemu seseorang yang telah melihat peran Rusia secara langsung di Afrika. Cukup lama bagi kami menemukan seseorang yang bersedia di wawancara. [Musik] Sergei Eledinov, mantan tentara Rusia yang kini menjadi analis keamanan mengundang kami ke rumahnya. Dia sudah tinggal dan bekerja di Afrika selama sekitar 20 tahun. Sebelumnya dia juga pernah berhubungan dengan grup Wagner. Dia menunjukkan memora bilia militernya dari Afghanistan dan Angola. Bukan Rusia yang menang. Tapi kekuatan-kekuatan Barat yang kalah. Hal ini lebih karena tidak adanya kebijakan yang stabil dan konsisten. Itulah kesempatan bagi Rusia. Mereka menciptakan kekosongan dan Rusia yang bergerak untuk mengisinya. [Musik] [Tepuk tangan] FR Niger harapan demokrasi terakhir negara barat di kawasan mengikuti jejak Mali dan Burkinavaso dengan kudeta militer. Tampak bendera Rusia berkibar di antara kerumunan. sebuah tanda munculnya mitra baru nig [Musik] para pengunjuk rasa menyerang dan menghancurkan kedutaan besar Prancis. Rusia mendapat teman baru di kawasan itu, Jenderal Abdurrahman Tiani. Pada hari ini, Rabu 26 Juli 2023, kita mengakhiri rezim republik ketu saya ingin mengatakan ini dengan jelas. Prancis mengutuk kudeta militer terhadap presiden yang terpilih secara demokratis. Sang presiden ditangkap oleh para penguasa baru. Dia menjadi tahanan rumah. Hingga hari ini. Hakim-hakim baru diangkat untuk pengadilan. Pasukan Prancis dan tentara barat lainnya diperintahkan untuk meninggalkan negara itu. Para diplomat, jurnalis, dan warga negara Prancis lainnya turut pergi. Yang ada di banyak negara di kawasan ini sebelum kudeta bukanlah demokrasi yang berfungsi. Yang berkuasa adalah para pemimpin terpilih dan pemilihan umum tidak serta-merta membuat pemerintah negara itu demokratis dan efektif. Bagi saya ini bukan kegagalan demokrasi sebagai sebuah sistem, tapi kegagalan dari cara negara-negara tersebut dikelola. [Musik] Kegagalan politik beradu dengan persaingan kepentingan dari pihak asing. Kawasan ini tidak hanya kaya sumber daya alam, tapi posisinya juga strategis. Kami berkendara ke Arlit, pusat penambangan uranium di Niger. Di sini kemarahan terhadap Prancis sangat kuat. Kami menempuh perjalanan melintasi gurun dengan bus selama hampir seharian penuh untuk sampai ke sana. Prancis pernah berjanji untuk membangun jalan yang layak di rute ini. Tapi tidak terwujud. Kami harus bernegosiasi selama berbulan-bulan untuk mendapatkan izin merekam di Arlit. Hingga kudeta pada 2023, Niger jadi salah satu pemasuk uranium utama bagi Prancis. Sekitar 20% uranium yang digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir Prancis berasal dari sini. Arlit memiliki dua tambang yang dioperasikan oleh Grup Orano, sebuah perusahaan yang 90% sahamnya dimiliki oleh pemerintah Prancis. Namun hari ini semua aktivitas terhenti. Di satu tambang cadangannya habis. Tambang lainnya dicabut izinnya oleh rezim militer. Tidak jelas siapa yang akan mengambil alih. Salah satu pilihannya adalah Rusia. Di negara-negara Afrika lain, Kremlin telah mengambil alih tambang sebagian untuk menghindari sanksi barat. Kami sudah menemui direktur dari kedua tambang. Timnya sedang mengukur tingkat radiasi di sekitar mesin dan area tambang. [Musik] Lihat area abu-abu di sana. Di situlah residunya dibiarkan terbuka, tidak ditutup. Area merah muda ini punya lapisan tipis tanah liat tebal sekitar 20 cm. Namun 20 cm itu tidak cukup menahan radiasi. Dibutuhkan lapisan penutup setidaknya 1,5 m. Saat ini lapisannya baru 20 cm dan pekerjaannya sudah dihentikan. 20 juta ton limbah radioaktif dibuang ke kolam ini oleh Prancis. Apa yang terlihat indah ini sebenarnya sangat beracun. Air kolam ini penuh dengan sulfat, nitrat, dan uranium. Itulah yang membuatnya sangat berbahaya. Letaknya dekat dengan sumber air tanah yang dipakai penduduk Arlit. Menurut penelitian kami, air dari kolam ini sudah mulai meresap ke air tanah. Anak-anak yang tumbuh besar di sini terpapar radiasi tingkat tinggi sepanjang hidup mereka. Angin yang membawa pasir radioaktif ke kota hanya 7 km dari lokasi tambang. Di sinilah para mantan pekerja tambang dan keluarga mereka tinggal. Ilmuwan internasional memberitahu kami bahwa rumah, peralatan, makan, dan kendaraan di sini semuanya terkontaminasi. Namun para mantan pekerja tambanglah yang paling terdampak. [Musik] Dulu tidak ada pengawasan untuk memastikan langkah pencegahan terkait keamanan dipatuhi. Orang-orang bekerja tanpa alat pelindung diri, hanya bekerja apa adanya, tanpa masker atau sarung tangan. Sanggang. Sejumlah perempuan memberitahu kami bahwa mendiang suami mereka jatuh sakit dan meninggal setelah bertahun-tahun bekerja di tambang. Dokter tidak bilang kalau itu disebabkan radiasi, tapi suami saya menderita kanker darah. Saya tidak dapat bantuan apapun dari awal dia sakit sampai meninggal sampai sekarang sama sekali tidak ada. Kota ini dibangun untuk memasuk tenaga nuklir murah ke Perancis. Para mantan pekerja tambang yang tinggal di dalamnya merasa terabaikan. Isufu Amani salah satunya. Sekarang dia bekerja sebagai pengusaha warung. Selama 22 tahun dia bekerja di pertambangan Orano, Niger, sebuah negara yang 80% penduduknya masih belum memiliki listrik. Orang-orang sekarang miskin. Mereka bahkan tidak punya cukup makanan. Mereka harus meminjam uang untuk membeli sebungkus pasta. Bayangkan seseorang yang bekerja di tambang harus meminjam uang. Dia mungkin butuh 5 hingga 10 hari untuk mengembalikannya. Ironis kan? Untuk menanyakan tanggung jawab perusahaan atas kontaminasi radioaktif di area ini, kami menulis surat kepada Orano. Namun, kami tidak menerima balasan. Kemarahan di Niger terhadap bekas penjajah itu mengakar kuat. [Musik] Rezim-rezim militer baru di kawasan Sahel menjanjikan Afrika yang lebih percaya diri yang tidak akan terbujuk membuat kesepakatan apapun dengan Barat. Ibrahim Traure, pemimpin rezi militer di Burkina Faso ini misalnya mewajibkan perusahaan asing memberikan 15% saham mereka ke negara dan mengajarkan keahlian mereka kepada pekerja lokal. Hal yang sama berlaku untuk grup North Gold dari Rusia yang diberi izin penambangan emas pada bulan April 2024. Rusia tengah berusaha keras mendapatkan akses ke sumber daya alam Afrika mulai dari emas, uranium hingga mineral lainnya. Rusia juga ingin memenangkan hati dan pikiran mereka. Dalam lomba balap sepeda yang dihadiri Ibrahim Traure ini, para tentara mengamankan ibukota layaknya benteng pertahanan. dibantu tentara dengan lencana Rusia. Grup Wagner dari Rusia mengerahkan pengawal pribadi untuk Traore. Sementara propaganda Rusia membantu mempromosikan citranya sebagai pemimpin karismatik dan tegas. Dipuja layaknya Bintang Pop. Traore digambarkan sebagai sumber harapan baru, pejuang perlawanan terhadap barat yang pengaruhnya melampaui Burkina Faso. Video-video buatan AI seperti ini diunggah di media sosial menampilkan bintang-bintang internasional seperti Ar Kelly, Rihanna, atau Justin Bieber bernyanyi memujinya tanpa persetujuan mereka. Suara-suara tersebut disalah gunakan untuk propaganda digital. [Musik] Namun tampilan bisa menipu. Bagi para kritikus dan jurnalis, hidup di Burkina Faso menjadi semakin berbahaya. Bagi kami juga merekam film dokumenter ini seringkiali membahayakan kami. Saat bepergian keliling negeri, kami terus-menerus diawasi dan ikuti. Di luar hotel, restoran, dan kafe, ada pria-pria yang duduk mengawasi kami. Percakapan telepon kami juga mungkin disadap. Selama kalian bersama saya, kalian tidak perlu takut. Ketenaran saya akan membantu kalian. Mau merekam silakan. Saya yang izinkan. Setiap malam sejak kudeta, kaum muda berkumpul di bundaran ini untuk berjaga. Jika mereka melihat ada ancaman terhadap rezim, mereka akan melaporkannya kepada pihak berwenang. Mereka hanya berdiam di sana. Dan jika mereka melihat seseorang yang mencurigakan atau seseorang yang terlihat aneh, mereka akan segera memanggil orang-orang untuk bergerak. Dengan media sosial, mereka dapat menjangkau seluruh negeri. Mereka adalah penjaga malam. Ini penting. Anda harus waspada. Mereka adalah relawan. Relawan penjaga malam. Begitu kami sendirian lagi, kami mulai merasa tidak nyaman. Apa yang terjadi selanjutnya melebihi ketakutan terbesar kami. Tiga pria berpakaian sipil dengan senjata lengkap memaksa kami masuk ke mobil mereka. Mereka menahan kami, tidak ada yang tahu di mana. Beberapa jam kemudian, kami dibebaskan. Saya bisa merasakan senapan di samping saya. Saya tidak tahu mereka bekerja untuk siapa. Kami tidak tahu nama mereka. Mereka hanya membawa kami ke sebuah lapangan lalu menginterogasi kami beberapa jam di dalam mobil. Mereka ingin tahu semuanya tentang saya. Mereka bilang, "Kau jurnalis ikut dengan kami. [Musik] Mereka mengambil ponsel dan tas kami, menggeledah semuanya dan mengajukan banyak pertanyaan. Jujur saja, saya sangat takut. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami. Yang lain tidak seberuntung kami. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyoroti banyak kasus pengkritik rezim yang hilang tanpa jejak. Human Rights Watch baru-baru ini mendokumentasikan kasus tiga jurnalis yang ditangkap pada bulan Maret setelah mengkritik rezim dalam liputan mereka. Video ini menunjukkan kondisi mereka setelah itu. Sebuah wawancara yang direkayasa di garis depan pertempuran dipaksa berperang melawan militan Islamis. Para pemimpin militer ini tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka sadar bahwa mereka tidak menciptakan keamanan yang mereka harapkan. Menurut saya, mereka sedang mencoba untuk mempertahankan kekuasaan dan memastikan tidak ada demonstrasi. Mereka membungkam semua suara yang mungkin menentang cara mereka memerintah negara. against the way ruling the count. Keesokan harinya kami kembali keluar bersama musisi Don Shop the Boro. Kami memutuskan untuk merekam hanya dengan ponsel dan tetap di dalam mobil agar tidak menarik perhatian. Di setiap bundaran Anda melihat bendera Mali, Niger dan Rusia. Relusia satu-satunya negara maju yang bersedia membantu dengan memberi kami senjata untuk berperang. Ketika kami membutuhkan senjata, Rusia bersedia memberikannya. Merekalah yang membantu kami. Kalau orang-orang mengibarkan bendera Anda, itu artinya mereka mencintai Anda. Sebuah festival kerajinan tangan di Waga Dugu tahun ini ada tamu istimewa yang mendapat banyak perhatian. [Musik] Stan Rusia telah diorganisir oleh inisiatif lokal dan dibiayai oleh Kremlin. Kemitraan baru dengan Rusia juga ditunjukkan pada pertemuan di St. Petersburg pada tahun 2023. Putin membutuhkan sekutu baru dan dia menemukannya di Afrika. Hubungan antara Rusia dan Burkina Faso ditandai oleh persahabatan dan tradisi yang terjalin sangat lama. Tahun lalu kami merayakan 55 tahun hubungan diplomatik. Putin dipandang sebagai mitra politik yang setara oleh banyak orang di Burkina Faso. Terbukti bukan hanya pada pertemuan pertemuan, tapi juga pada lagu-lagu yang memuji Putin sebagai seorang pembebas. [Musik] sebuah lagu untuk ulang tahun Putin. Putin membalas pujian itu dengan mengirimkan pasokan tambahan berupa peralatan militer dan biji-bijian. Sekolah-sekolah di Burkinavaso mengajarkan tentang Rusia. Anak-anak juga belajar sejarah Uni Soviet. Rusia juga menyediakan kursus pertolongan pertama. Ada pula gereja ortodoks Rusia di Wagadugu [Musik] dan pemutaran film di layar tancap yang menampilkan tokoh panutan pan Afrika. Kremlin digambarkan sebagai sosok dermawan dan sekutu dalam melawan barat yang jahat. Dalam video propaganda ini, [Musik] Propaganda ini seharusnya dilawan oleh Barat dan Eropa. Saya yakin orang-orang Afrika akan menyadari bahwa mereka lebih baik mempertahankan hubungan dengan Eropa daripada menjalin hubungan dagang atau keuangan dengan kelompok-kelompok seperti Wagner. Tentara bayaran Wagner menggambarkan diri mereka sebagai teman dan penyelamat. Setidaknya dalam gambar dari Telegram ini, mereka menyebut diri mereka sebagai corps Afrika dan melapor langsung ke Kremlin. Lantas apa bedanya misi tentara bayaran ini dengan militer sebelumnya yang dipimpin barat atau PBB? Bagaimana pandangan Rusia soal ini? Mereka datang ke sini bukan untuk berperang dan mati. Tapi seorang tentara Fagnet tahu dia sedang pergi berperang. Dia tidak mengharapkan bayaran dua atau tiga kali lipat hanya untuk tidur di Afrika. Laporan mengenai serangan sewenang-wenang terhadap warga sipil meningkat. Hukuman kolektif diberikan kepada seluruh komunitas jika mereka dicurigai menyembunyikan jihadis. Tentara bayaran Wagner beroperasi di wilayah tanpa hukum menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk menstabilkan rezim yang mengandalkan dukungan Rusia. Video-video dari perbatasan Mali dengan Mauritania ini dibocorkan kepada kami. Hampir 150.000 pengungsi berkemah di sana. Banyak yang mengaku mereka melarikan diri bukan dari militan islamis, melainkan dari tentara Wagner dan Mali. Mereka menyiksa dan memukuli perempuan. Mereka melepaskan tembakan di dekat kami untuk menakut-takuti kami. Wagner mengejutkan kami. Mereka menangkap suami-suami kami dan membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui. Kami belum mendengar kabar mereka sejak saat itu. Menurut kelompok pemantau independen AKLET, setidaknya 925 warga sipil tewas dalam serangan yang melibatkan Wagner tahun lalu. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat jumlah korban tewas akibat milisi Islamis. Serangan Wagner terhadap warga sipil semakin meningkat seiring waktu. Apakah ini cara Rusia melindungi rezim militer? Jadi menurutmu Wagner itu efektif karena mereka tidak peduli tentang nyawa warga sipil. [Musik] Tidak. Tidak. Menurut saya saat berurusan dengan konflik lokal seperti ini akan selalu ada banyak masalah. Penduduk setempat dihadapkan pada pilihan apakah mereka harus melawan kelompok Islamis atau bekerja sama dengan mereka. Jadi saya pikir bentrokan-bentrokan ini tidak bisa dihindari. Namun banyak sumber independen mengfirmasi bahwa tentara Wagner semakin sering terlibat dalam kekejaman. Ada operasi militer salah satunya di Mur di mana ada tuduhan bahwa ratusan orang khususnya laki-laki dari komunitas fulla ditangkap dan ada pembunuhan di luar hukum. Peristiwa ini dikaitkan dengan tentara Mali dan para militer Rusia yang kemudian mereka bantah. Kami tahu bahwa cara berperang Rusia sangat berbeda dari apa yang dilakukan Prancis atau tentara barat lainnya. Di Mali, rezi militer telah mengambil alih kekuasaan dan mereka mendapat dukungan Rusia. Namun situasi keamanan di sini seperti di seluruh kawasan Sahel belum membaik, justru semakin memburuk. Lebih dari 2 juta orang terpaksa mengungsi di Burkina Faso. Jumlah tersebut hampir 10% dari populasi. Lebih dari separuhnya adalah anak-anak. Sejumlah kota seperti Jibo telah dikepung oleh militan islami selama bertahun-tahun. Hanya helikopter yang mampu mengirimkan bantuan kemanusiaan. Kerusuhan dan pengungsian tidak hanya berdampak bagi kawasan Sahel, tapi juga menguntungkan Rusia. Tentu saja Rusia diuntungkan jika lebih banyak migran pergi ke Eropa karena kemiskinan. Hal ini memperkuat AFD di Jerman dan partai sayf kanan lainnya di Eropa yang sekarang proor Rusia. Teori saya, Rusia tahu bahwa kalau semua ini memicu lebih banyak migrasi, itu menguntungkan mereka. Namun orang-orang tidak hanya melarikan diri dari teror tentara bayaran Wagner dan kelaparan, tapi juga dari tentara negara mereka sendiri. Salah satu orang yang berusaha membantu para pengungsi adalah Binta Sidi Begaskon. Aktivis hak asasi manusia ini telah mengundang orang-orang ke sebuah acara di Pantai Gading. Dia terus memantau situasi di tanah kelahirannya, Burkina Faso dan mengamati bagaimana Rezi meneror rakyatnya sendiri. Melalui acara seperti ini, dia ingin memberikan harapan bagi orang-orang di Afrika Barat. Kohesi sosial adalah fondasi masyarakat kita. Dalam masyarakat yang kohesif, setiap orang merasa dihargai dan diakui terlepas dari asal-usul, keyakinan atau pendapat mereka. [Musik] Bintai Begaskon lahir di Burkina Faso, salah satu dari 12 bersaudara. Dia diadopsi sejak kecil dan tumbuh besar di negeri yang dulunya damai. Kini dia tinggal di Paris. Saudara-saudaranya tetap tinggal di Burkina Faso. Kakak perempuan dan keponakannya dibunuh oleh tentara yang seharusnya melindungi mereka. Mereka dieksekusi oleh tentara Burkina Faso dan tentara relawan. Saya mengatakan ini untuk menunjukkan bahwa ada ratusan laporan tentang pembunuhan seperti yang dialami saudara perempuan saya. [Musik] Jika kita terus membiarkan hal ini terjadi, saya akan mengatakan bahwa masyarakat internasional bersalah karena gagal membantu komunitas yang sedang dalam bahaya. Burkina Faso tidak mengirimkan tentara bayaran Rusia untuk melawan militan Islamis. Mereka mengirimkan relawan sipil yang hanya dilatih selama 14 hari. Ketegangan etnis sering muncul. Kelompok etnis Fulani yang sering diserang karena dicurigai bekerja sama dengan pemberontak Islamis. Pemerintah menyangkal semua tanggung jawab. [Musik] Binta Sidi Begaskon dan keluarganya adalah bagian dari komunitas Fulani. Selama hampir 10 tahun dia memperjuangkan perlindungan lebih bagi kelompok ini. Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang berani berbicara. Akibatnya dia menghadapi ancaman pembunuhan dan tidak dapat kembali ke tanah kelahirannya. Penambahan jumlah pasukan relawan adalah manuver politik dari Ibrahim Traore. Setelah berkuasa, dia berjanji merekrut 50.000 prajurit. Video di media sosial seperti ini diduga memperlihatkan pasukan ini terlibat dalam pembunuhan puluhan warga sipil pada Maret 2025. Analisis dari Human Rights Watch mengonfirmasi hal ini. Kami menemui seorang pria yang dulunya merupakan bagian dari pasukan relawan Burkina Faso di sebuah lokasi rahasia. Dia telah melarikan diri ke negara lain. Dengan berbicara kepada kami, dia mempertaruhkan nyawanya. Itu sebabnya suaranya kami reka ulang. Di kelompok kami ada beberapa orang yang bisa membunuh orang tidak bersalah begitu saja. Bukan teroris. Padahal itu yang seharusnya kami targetkan yang melakukan bukan hanya pasukan relawan, tetapi juga atasan kami para tentara. Jika mereka datang ke sebuah desa untuk menjalankan misi dan orang-orang lari ketakutan, mereka akan langsung menembak. Mantan petani itu menghabiskan hampir 5 tahun bersama pasukan relawan. Namun, dia mengatakan semakin banyak warga sipil yang direkrut, semakin buruk keadaan di negaranya. Anak-anak berusia 3, empat atau 5 tahun saat ini tidak tahu apa-apa tentang peradaban normal. Ketika mereka melihat mobil, mereka hanya akan berpikir tentang teroris. Mereka lahir di masa di mana setiap mobil selalu berisi orang-orang bersenjata. Situasinya semakin buruk. Anda bisa bangun dari tidur di pagi hari dan melihat sudah ada mayat-mayat tergeletak di desa. Anda tidak tahu mereka mati karena dibunuh militer, kelompok Islamis, atau mati karena kelaparan. Orang-orang sekarang makan daun karena tidak ada lagi makanan lain. Beberapa bulan lalu dia memutuskan berhenti berperang. Sejak saat itu dia bersembunyi dari tentara dan kelompok Islamis. Saya tidak peduli apa pendapat kalian tentang Perancis, tapi mereka yang berkuasa sekarang tidak menghormati aturan apapun. Setidaknya tentara Prancis menghormati hak asasi manusia. Mereka tidak membunuh orang tanpa memastikan lebih dulu bahwa mereka benar-benar bersalah. Mereka seharusnya berbuat lebih banyak. Rasanya seperti mengundang seseorang ke negara kami untuk menyelamatkan kami. Tapi mereka tidak berusaha. [Musik] Kembali ke Waga Dugu, para pesepeda datang dari seluruh dunia untuk berkompetisi dalam balapan yang berlangsung selama beberapa hari. Situasi di Burkinavaso tampak membaik berkat bantuan Rusia. Setidaknya itulah pesan yang ingin ditunjukkan. Sangat sedikit orang di sini yang tahu berita dan gambar kekejaman yang terjadi di tempat lain di negara ini. Traore telah memblokir akses ke situs web berita dan media internasional di Pantai Gading, bintasi Sidi Begascon. Dalam perjalanan ke acara berikutnya, ada satu hal yang mengusik pikirannya. Begitu Anda mengucapkan kata Rusia, semua orang akan mendengarkan. Mereka juga seharusnya mendengarkan ketika berbicara tentang penderitaan rakyat Sahel. Bahkan sebelum Rusia datang, militer kami sudah melakukan kekejaman. Penting memang membicarakan Rusia, tapi jangan hanya soal mereka. Kami telah membahas masalah ini selama lebih dari satu dekade. Sebelumnya belum menarik banyak perhatian, tapi sejak Rusia datang, semua orang tiba-tiba tertarik menyedihkan. Apa yang dikatakan BTA masuk akal saat perdebatan internasional berfokus pada kekuatan geopolitik, masyarakat yang tinggal di kawasan justru memiliki pertanyaan dan kekhawatiran sendiri. Bagaimana caranya jutaan anak muda di Sahel punya masa depan yang bukan hanya tentang senjata dan pembunuhan? Kekhawatirannya bukan sekedar apa yang sedang terjadi, tapi juga fakta bahwa hal itu membahayakan masa depan seluruh generasi di kawasan ini. Eropa juga pada gilirannya bisa terdampak. Niger adalah salah satu dari beberapa negara transit bagi para migran menuju Eropa. Pada tahun 2024, Niger membatalkan undang-undang yang didukung Uni Eropa yang menargetkan penyelundup migran. Sejak saat itu, ribuan orang telah meninggalkan Niger menuju Eropa. Kawasan Sahil terletak di perbatasan selatan Eropa dan kawasan ini terus-menerus dilanda krisis. Kawasan ini juga merupakan tempat transit terpenting bagi para pengungsi dan migran yang meninggalkan Afrika menuju Eropa. Apa yang terjadi di sini akan berdampak langsung ke Eropa. Niger, Mali, dan Burkina Faso telah bergabung membentuk aliansi negara-negara Sahel, sebuah blok geopolitik baru yang bertujuan salah satunya memutus hubungan dengan Barat. Di sini Presiden Prancison ditampilkan secara simbolis. Sebagai jenazah yang diselimuti kain kafan, para pemimpin militer ketiga negara bekerja sama. Mereka telah memperkenalkan paspor bersama dan telah mengumumkan rencana mata uang baru serta kekuatan militer gabungan. Dukungan militer dan politik dari Kremlin telah meningkatkan kepercayaan diri ketiga negara. Nama-nama jalan berbahasa Prancis diganti dengan nama-nama pejuang kemerdekaan Afrika dan pahlawan nasional. Saya percaya bahwa suatu saat Prancis dan Eropa menunjukkan kemauan, kita akan kembali ke hubungan yang saya harap lebih seimbang, lebih stabil, dan lebih tahan lama. Perancis juga harus meninggalkan pangkalan militernya di negara lain seperti C, Senegal, dan Pantai Gading. Bukan tanggung jawab Barat menjaga stabilitas di kawasan tersebut. Negara-negara ini punya perannya masing-masing. Perancis tidak akan berada di sana selamanya. Mereka memang harus pergi. Namun, negara-negara ini juga punya tanggung jawab menjaga keamanan dan stabilitas mereka sendiri. Dan hal itu belum sepenuhnya terwujud. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi pada generasi mendatang jika para jurnalis tidak lagi diizinkan meliput dan masyarakat terus diberikan propaganda? Pada akhirnya yang paling diinginkan semua orang hanyalah hidup damai termasuk Benko Rosangare dan keluarganya. [Musik] Masa depan Mali bagi saya adalah Mali yang bersih tempat anak-anak dapat pendidikan yang baik dan sehat dengan universitas yang beradaptasi dengan kebutuhan negara kami. Apakah itu Mali yang merdeka? Tentu saja kemerdekaanlah yang akan membawa kami ke sana. [Musik] Namun teror Islamis terus menyebar hingga ke pesisir Afrika Barat dan Rusia siapsiaga dengan peralatan militer, penasihat, dan narasi yang menjanjikan harapan. Bagi Rusia, operasi di Sahel selalu dikaitkan dengan sejarah Rusia sendiri bahwa ini adalah masalah kepentingan nasional. Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Prancis ya? Kalau dalam bahasa Rusia artinya ketika kami berperang melawan teror di Mali, kami melakukannya untuk Mali dan tanah air kami. Ketika Rusia merayakan peringatan 80 tahun kemenangan dalam Perang Dunia Kedua, Vladimir Putin mengundang mitra-mitra internasionalnya untuk hadir. Acara ini jadi ajang unjuk kekuatan militer dan aliansi-aliansi baru. Hari ini kita dipersatukan oleh tujuan bersama melawan terorisme dan ekstremisme. Kami akan terus membantu republik Anda memulihkan hukum dan tatanan konstitusional. Traore memulai pidatonya bukan dalam bahasa Perancis tetapi dalam bahasa Rusia. Oke, Rusia sedang menunjukkan kekuatannya dan mencari sekutu. Namun, bagi negara-negara di kawasan Sahel, satu pertanyaan tetap menghantui. Mungkinkah harapan untuk menentukan nasib sendiri berujung pada ketergantungan baru? [Musik]