Transcript
hG6lLNwylE0 • Permainan kekuasaan Putin di Afrika: Pengaruh Rusia di kawasan Sahel | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0058_hG6lLNwylE0.txt
Kind: captions
Language: id
Kerusuhan melanda banyak wilayah di
benua Afrika.
Militan Islamis membunuh lebih banyak
orang di kawasan Sahel dibandingkan
wilayah manapun di dunia.
Negara kami dilanda begitu banyak
kengerian.
Saat bangun dari tidur di pagi hari,
Anda bisa melihat mayat-mayat bertebaran
di sekitar desa. Sahel terus-menerus
dilanda krisis dan ini merupakan kawasan
transit terpenting bagi para pengungsi
dan migran yang meninggalkan Afrika
menuju Eropa. Banyak pemerintahan
kolaps.
Dalam beberapa tahun terakhir, lima
kudeta militer terjadi di kawasan Sahel.
Rezim militer baru yang berkuasa
mengusir pasukan dan
perusahaan-perusahaan Eropa. Demi
melanggengkan kekuasaan. Mereka menekan
oposisi dan membentuk aliansi baru.
Namun saat kekosongan kekuasaan terjadi,
Rusia turun tangan dengan tentara,
senjata, dan propaganda. Kami tidak
menginginkan Prancis lagi. Kami
menginginkan Rusia.
Mereka lupa berterima kasih kepada kami.
Setiap pagi saat mereka bangun dan
berdoa, mereka seharusnya berdoa juga
untuk orang Afrika. Kalau tidak ada
nenek moyang kita, mereka tidak akan ada
di Prancis saat ini.
Kepergian Prancis sebagai kekuatan
kolonial dari wilayah itu dimanfaatkan
oleh Rusia. Apa sebenarnya yang
diinginkan Rusia di Afrika?
Apakah pengaruh Rusia di wilayah ini
sudah terlihat?
Perjuangan Afrika meraih kemerdekaan
bukan hanya untuk kepentingan Afrika
saja, tapi juga untuk kepentingan
seluruh umat manusia.
Bagaimana Kremlin memanfaatkan kemarahan
terhadap kekuatan kolonial terdahulu
untuk meningkatkan pengaruh politik,
ekonomi, dan militernya.
Sahel Tengah kini telah menjadi semacam
tempat perang dingin modern antara Rusia
dan Barat.
Hal ini disertai dengan propaganda
berbahaya yang seharusnya dilawan oleh
Barat dan Eropa.
Pengaruh Rusia semakin besar. Sementara
pemerintahan militer baru menindak tegas
rakyatnya sendiri, para kritikus dan
media,
kami menjelajahi Afrika Barat ke
negara-negara di mana bekerja sebagai
jurnalis kini hampir mustahil. Mereka
dikuntit, diculik, dan diintimidasi.
Ketika saya baru mau keluar dari mobil,
tiga pria datang mendekat. Mereka
memaksa saya masuk ke mobil mereka lalu
membawa saya pergi. Mereka bersenjata
lengkap, mukanya tertutup.
[Musik]
Perjalanan kami dimulai di Wagadugu, ibu
kota Burkina Faso. Kami ingin tahu apa
penyebab kekosongan politik yang kini
diisi oleh Rusia.
Bagi kami para jurnalis, pekerjaan ini
berbahaya. Sudah berbulan-bulan kami
sebagai kru film internasional datang ke
negara ini. Wartawan tidak diterima di
sini dan kritikus dibungkam. Jadi, kami
harus bekerja secara diam-diam agar
tidak menarik perhatian. Kami tiba di
sebuah pasar kerajinan tangan di pusat
kota. 10 tahun lalu, pasar ini dipenuhi
turis. Sekarang hampir tidak ada
pengunjung yang terlihat. Bangulo ke
Benis.
Don Sharp the Boro mengajak kami
berkeliling. Dia salah satu dari sedikit
orang yang bersedia di wawancara. Salam
bau bab.
Pohon bau bab ini adalah simbol nasional
Burkina Faso.
Don Sharp de Batoro adalah nama
panggungnya.
sama
sebagai penulis lagu dan musisi, hampir
semua orang di sini mengenalnya.
Lagu-lagunya memuji militer dan
mendorong untuk selalu punya harapan dan
keberanian di tengah kekacauan. Dia juga
mengkritik Perancis dan membanggakan
orang-orang yang dianggapnya pahlawan
ini.
[Musik]
Orang Prancis dan Burkina Faso punya
banyak kesamaan. penderitaan,
pengangguran, kematian, tapi juga
kegembiraan, air mata dan tawa.
Mereka punya anak-anak, kami juga punya.
Semuanya sama. Satu-satunya hal yang
tidak cocok hanya kebijakan luar negeri
Prancis.
Kalau Anda melihat mentalitas politik
Prancis, cara mereka berperilaku,
rasanya kami masih dianggap seperti
koloni bahwa mereka masih berkuasa.
Fermi
Prancis adalah salah satu kekuatan
kolonial terbesar di Afrika. Selama
beberapa dekade, Prancis mengeksploitasi
negara-negara di Afrika dan secara
brutal menindas penduduknya.
Mereka menjarah sumber daya alam,
memaksa orang bekerja dalam kondisi
berat, dan merampas tanah serta hak-hak
mereka.
Hal ini terus berlanjut hingga tahun
1960-an ketika banyak negara memperoleh
kemerdekaannya.
Beberapa negara itu didukung oleh Uni
Soviet.
Mereka memasuk senjata dan menawarkan
pendidikan tinggi gratis kepada ribuan
mahasiswa Afrika di People's Friendship
University of Russia yang baru
didirikan.
Poster propaganda Rusia seperti inilah
yang jadi wujud kebangkitan melawan
penindasan menuntut kebebasan bagi
seluruh rakyat Afrika.
Meski begitu, Prancis tetap menjalin
hubungan erat dengan bekas koloninya.
Bahkan setelah mereka merdeka, Prancis
tetap mempertahankan pangkalan
militernya, mendukung presiden-presiden
mereka yang dianggap bersahabat dan
mengamankan akses istimewa ke sumber
daya mineral seperti uranium di Niger.
Perusahaan-perusahaan Prancis
mendominasi perekonomian karena mata
uang Frank CFA yang dijamin oleh
Prancis, banyak negara Afrika yang tetap
terikat dengan negara Eropa itu. Bagi
orang-orang di sini, Prancis tetap ada
di mana-mana bahkan setelah merdeka.
Suaranya seperti Afrika. Saya suka.
Kami belum berhasil berkembang sejak
tahun 1960.
Kami belum sepenuhnya merdeka. Kami
tidak mengalami kemajuan. Sistem
pendidikan dan kesehatan juga tidak
membaik. Jadi kerja sama selama 60 tahun
belum berhasil.
[Musik]
Burkina Faso adalah salah satu negara di
kawasan Sahel.
Kawasan ini terbentang panjang di
selatan Gurun Sahara mulai dari Senegal
di bagian barat hingga Sudan di sebelah
timur.
Sempat menjadi pusat perdagangan dan
pertukaran budaya, Sahel kini berubah
menjadi pusat utama ekstremisme
kekerasan.
Allahu Akbar. y
kelompok-kelompok jihad seperti Al-Qaida
dan ISIS berperang untuk mendirikan
sebuah republik Islam dan memperebutkan
supremasi di antara mereka. Kawasan
Sahel kini menyumbang lebih dari
setengah total korban tewas akibat
serangan teror di seluruh dunia.
Perempuan dan anak-anak banyak yang jadi
korban. Sebagian besar kawasan ini
terdiri dari gurun dan sabana kering
yang kini semakin menderita akibat
perubahan iklim. Kekeringan dan gagal
panen telah mendorong jutaan orang jatuh
miskin.
Populasinya masih muda dengan usia
rata-rata di bawah 18 tahun. Pertumbuhan
penduduknya sangat cepat lebih dari dua
kali lipat rata-rata globalahaillallah.
Sekarang Don Sharp the Boro ingin
menunjukkan sebuah tempat penting kepada
kami.
Saya sekarang masuk ke jalan yang dulu
jadi lokasi serangan teroris pertama di
Burkina Faso.
Dulu ini adalah jalan tersibuk di negara
ini, tapi mereka malah menodainya dengan
darah dan merenggut mimpi kami.
Mereka datang dengan senjata dan
membunuh orang-orang yang sedang makan
di luar restoran bernama Cappuccino.
Tidak ada peringatan. Hanya
itu hotel yang mereka serang dan
tembaki.
Restoran cappuccino itu dulu ada di
sebelah kiri sini.
Sekarang sudah jadi tempat kebab Turki.
Mereka menyerang di sini, di sana, dan
di sana juga. Mereka juga membakar
mobil.
[Musik]
Serangan teror pada malam tahun 2016 itu
menewaskan 27 orang. Lebih dari 50 orang
terluka.
Bataklan.
Rasanya seperti tragedi Bataklan.
Namun itu baru serangan pertama. Saat
ini setidaknya setengah wilayah negara
dikuasai oleh militan Islamis. Selama
satu dekade terakhir, situasi keamanan
di Burkina Faso, Mali, dan Niger
memburuk drastis.
Konflik bersenjata di kawasan Sahel
meningkat setiap tahunnya.
[Musik]
Para pemerintah pusat di kawasan pun
meminta bantuan Prancis dan sekutunya.
Pada tahun 2013, operasi Serval
diluncurkan. Disusul operasi Barkan.
Keduanya diperintahkan oleh Presiden
Fransis Holland. Prancis, Amerika
Serikat, sekutu Eropa, dan pasukan dari
kawasan bergabung dalam perang melawan
teror. Bagi Prancis dan sebagai
presiden, saya pastikan satu hal, bahwa
kami menjaga hubungan baik dengan
negara-negara Afrika. Jika ada
intervensi militer, itu bukan karena
Prancis yang menginginkannya, tapi
karena negara-negara Afrika meminta kami
untuk campur tangan.
Jika bukan karena operasi Serval dan
Barkan kita tidak akan bisa membicarakan
Mali, Burkina Faso atau Niger sekarang.
Negara-negara itu tidak akan ada saat
ini. Saya yakin itu.
Dr. Jialabi adalah seorang analis
politik dan ekonom di Senegal. Dia telah
tinggal selama lebih dari 20 tahun di
negeri jiran itu. Dia memimpin sebuah
lembaga ting tank yang menganalisis
perkembangan politik di kawasan Sahel.
Ada anggapan bahwa Prancis meninggalkan
kawasan tapi tidak benar-benar pergi.
Prancis menerima kemerdekaan sebagian
besar negara-negara ini pada tahun 1960.
Tapi Prancis juga mencoba memilih para
pemimpin negara-negara ini demi
melanjutkan pengaruh mereka.
Bukan hanya pengaruh politik, tapi juga
ekonomi seperti akses ke sumber daya
negara.
Jadi inilah yang membuat Prancis punya
pengaruh di beberapa negara Afrika
sehingga banyak orang menyebutnya
sebagai France Afric.
Untuk memahami bagaimana perpecahan
dengan Prancis dan negara-negara barat
terjadi dan bagaimana Rusia diuntungkan
dari hal ini, kami mengunjungi Mali,
tempat semuanya bermula.
Lagi-lagi kami tidak bisa terbuka
tentang alasan kami berada di sini dan
kami harus terus mengelabui pengawal
kami agar dapat merekam secara
diam-diam.
Hampir tidak ada orang yang mau
berbicara secara terbuka tentang
politik. Salah kata satu saja bisa
berakibat fatal.
Setelah berkali-kali gagal menemukan
seseorang yang bersedia di wawancara,
Benoro Sangare mengundang kami ke
rumahnya. Dia bekerja sebagai blogger
dan tinggal di ibu kota Mali bersama
istri dan lima anaknya. Sangare
berbicara mewakili generasi yang
menginginkan Mali Merdeka.
Prancis tidak punya urusan di sini.
Kenapa Prancis harus ada di Mali? Tidak
ada alasan jelas.
Tahu tidak berapa lama kami berjuang
untuk kemerdekaan kami? 60 tahun. Dan
mereka masih di sini.
[Musik]
Benoro Sangare ingin menunjukkan tempat
di mana dia dan teman-temannya berunjuk
rasa menentang Prancis dan pemerintahan
Mali pada tahun 2020.
[Musik]
Semua orang ada di sana. Semua kalangan
muda, tua bahkan perempuan pun ikut.
Kami muak dengan tata kelola
pemerintahan yang buruk dengan semua hal
yang menumpuhkan negara.
Korupsi, nepotisme, dan campur tangan
Prancis di Mali.
Kami lelah hidup dalam kekacauan.
Sudah waktunya membuat sejarah.
Inilah cara saya terlibat dalam revolusi
ini.
[Musik]
Warga kini sering berkumpul di halaman
belakang rumah mereka untuk membahas
situasi negara.
Sekarang kamilah yang membuat keputusan.
Tentara Mali, otoritas Mali yang
memutuskan siapa yang datang ke Mali dan
siapa yang tidak. Kami bisa melakukan
apapun tanpa harus meminta izin.
Sekarang kami bebas membeli senjata yang
dibutuhkan untuk mengamankan negara.
Aksi-aksi unjuk rasa itu berakhir dengan
penggulingan pemerintah oleh militer.
Namun dalam setahun beredar kabar di
dunia maya bahwa tentara bayaran Rusia
telah datang ke negara itu membawa
kampanye propaganda.
[Musik]
La France va de nouveau reconque.
Nous sommes les démons de Macron.
Oh merci.
Propaganda prooria serupa juga terbukti
efektif di Burkinavaso. Kremlin
digambarkan sebagai pembela yang melawan
penjajah.
Kami marah karena Perancis imperialis
hanya bisa membunuh. Mereka membenci
kami. Sejak zaman perbudakan hingga
sekarang, Prancis belum berubah.
Kami tidak menginginkan Prancis lagi.
Kami menginginkan Rusia.
Militer di Burkinavaso juga
menggulingkan pemerintah.
Apa sebenarnya agenda Rusia?
[Tepuk tangan]
Beverly Ochie adalah analis keamanan
yang berfokus pada kawasan Sahel. Dia
telah meneliti persaingan kekuatan
global yang terjadi di benua Afrika.
Sahel Tengah kini telah menjadi semacam
tempat perang dingin modern antara Rusia
dan Barat. Di mana kita melihat
kehadiran Rusia dalam memperkuat
posisinya di kawasan telah menantang
kehadiran militer Prancis yang telah
lama ada.
Perang diplomatik ini berlangsung dengan
propaganda media, kehadiran militer,
dukungan ekonomi, dan mendorong lahirnya
kepemimpinan baru yang dianggap condong
pada ideologi anti barat.
Di Mali, ratusan tentara bayaran Rusia
telah bertempur bersama militer Mali
sejak akhir 2021. Mereka mengaku
terlibat dalam operasi melawan
terorisme, tapi juga bertujuan
memperkuat rezim militer. Di sini
kehadiran Grup Fagner memungkinkan Rusia
mendapatkan pengaruh tanpa harus hadir
secara resmi.
Yevgeni Priosin dilaporkan mendirikan
grup Wagner pada tahun 2014. Saat itu
perusahaan militer swasta miliknya
berfokus pada pertempuran di Ukraina.
Saat dia meninggal dunia pada tahun
2023, Afrika sudah lama menjadi sumber
pendapatan baru. Grup Wagner dilaporkan
menerima pendapatan senilai jutaan dolar
dari negara-negara seperti Mali dan
Republik Afrika Tengah.
[Musik]
Rusia memberikan penguasa-penguasa baru
di kawasan Sahel hal-hal yang paling
mereka butuhkan. Senjata, propaganda,
dan perlindungan. Kami menemui direktur
untuk program sahel dari sebuah lembaga
tingk Jerman yang berlokasi di ibu kota
Mali, Bamako.
Yang diinginkan Mali adalah senjata dan
bantuan nyata di garis pertempuran.
Eropa tidak mau mengambil risiko seperti
itu. Jerman khususnya menentang
pelatihan dengan senjata sungguhan. Saya
ingat selama pelatihan infanteri untuk
tentara Mali, mereka harus menggunakan
ranting pohon atau senjata kayu untuk
simulasi latihan. Rusia bilang, "Omong
kosong." Apa ini? Kamilah yang kalian
butuhkan. Bersama kami. Kalian bisa
pergi ke garis depan dan bertempur. Jadi
Rusia melakukan apa yang tidak siap
dilakukan oleh Barat.
Kami akan bertemu seseorang yang telah
melihat peran Rusia secara langsung di
Afrika. Cukup lama bagi kami menemukan
seseorang yang bersedia di wawancara.
[Musik]
Sergei Eledinov, mantan tentara Rusia
yang kini menjadi analis keamanan
mengundang kami ke rumahnya. Dia sudah
tinggal dan bekerja di Afrika selama
sekitar 20 tahun. Sebelumnya dia juga
pernah berhubungan dengan grup Wagner.
Dia menunjukkan memora bilia militernya
dari Afghanistan dan Angola.
Bukan Rusia yang menang.
Tapi kekuatan-kekuatan Barat yang kalah.
Hal ini lebih karena tidak adanya
kebijakan yang stabil dan konsisten.
Itulah kesempatan bagi Rusia.
Mereka menciptakan kekosongan dan Rusia
yang bergerak untuk mengisinya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
FR
Niger harapan demokrasi terakhir negara
barat di kawasan mengikuti jejak Mali
dan Burkinavaso dengan kudeta militer.
Tampak bendera Rusia berkibar di antara
kerumunan. sebuah tanda munculnya mitra
baru nig
[Musik]
para pengunjuk rasa menyerang dan
menghancurkan kedutaan besar Prancis.
Rusia mendapat teman baru di kawasan
itu, Jenderal Abdurrahman Tiani.
Pada hari ini, Rabu 26 Juli 2023, kita
mengakhiri rezim republik ketu
saya ingin mengatakan ini dengan jelas.
Prancis mengutuk kudeta militer terhadap
presiden yang terpilih secara
demokratis.
Sang presiden ditangkap oleh para
penguasa baru. Dia menjadi tahanan
rumah. Hingga hari ini.
Hakim-hakim baru diangkat untuk
pengadilan. Pasukan Prancis dan tentara
barat lainnya diperintahkan untuk
meninggalkan negara itu.
Para diplomat, jurnalis, dan warga
negara Prancis lainnya turut pergi.
Yang ada di banyak negara di kawasan ini
sebelum kudeta bukanlah demokrasi yang
berfungsi.
Yang berkuasa adalah para pemimpin
terpilih dan pemilihan umum tidak
serta-merta membuat pemerintah negara
itu demokratis dan efektif. Bagi saya
ini bukan kegagalan demokrasi sebagai
sebuah sistem, tapi kegagalan dari cara
negara-negara tersebut dikelola.
[Musik]
Kegagalan politik beradu dengan
persaingan kepentingan dari pihak asing.
Kawasan ini tidak hanya kaya sumber daya
alam, tapi posisinya juga strategis.
Kami berkendara ke Arlit, pusat
penambangan uranium di Niger. Di sini
kemarahan terhadap Prancis sangat kuat.
Kami menempuh perjalanan melintasi gurun
dengan bus selama hampir seharian penuh
untuk sampai ke sana. Prancis pernah
berjanji untuk membangun jalan yang
layak di rute ini. Tapi tidak terwujud.
Kami harus bernegosiasi selama
berbulan-bulan untuk mendapatkan izin
merekam di Arlit.
Hingga kudeta pada 2023, Niger jadi
salah satu pemasuk uranium utama bagi
Prancis.
Sekitar 20% uranium yang digunakan di
pembangkit listrik tenaga nuklir Prancis
berasal dari sini. Arlit memiliki dua
tambang yang dioperasikan oleh Grup
Orano, sebuah perusahaan yang 90%
sahamnya dimiliki oleh pemerintah
Prancis.
Namun hari ini semua aktivitas terhenti.
Di satu tambang cadangannya habis.
Tambang lainnya dicabut izinnya oleh
rezim militer. Tidak jelas siapa yang
akan mengambil alih. Salah satu
pilihannya adalah Rusia. Di
negara-negara Afrika lain, Kremlin telah
mengambil alih tambang sebagian untuk
menghindari sanksi barat.
Kami sudah menemui direktur dari kedua
tambang. Timnya sedang mengukur tingkat
radiasi di sekitar mesin dan area
tambang.
[Musik]
Lihat area abu-abu di sana. Di situlah
residunya dibiarkan terbuka, tidak
ditutup.
Area merah muda ini punya lapisan tipis
tanah liat tebal sekitar 20 cm. Namun 20
cm itu tidak cukup menahan radiasi.
Dibutuhkan lapisan penutup setidaknya
1,5 m. Saat ini lapisannya baru 20 cm
dan pekerjaannya sudah dihentikan.
20 juta ton limbah radioaktif dibuang ke
kolam ini oleh Prancis. Apa yang
terlihat indah ini sebenarnya sangat
beracun.
Air kolam ini penuh dengan sulfat,
nitrat, dan uranium.
Itulah yang membuatnya sangat berbahaya.
Letaknya dekat dengan sumber air tanah
yang dipakai penduduk Arlit.
Menurut penelitian kami, air dari kolam
ini sudah mulai meresap ke air tanah.
Anak-anak yang tumbuh besar di sini
terpapar radiasi tingkat tinggi
sepanjang hidup mereka. Angin yang
membawa pasir radioaktif ke kota hanya 7
km dari lokasi tambang. Di sinilah para
mantan pekerja tambang dan keluarga
mereka tinggal.
Ilmuwan internasional memberitahu kami
bahwa rumah, peralatan, makan, dan
kendaraan di sini semuanya
terkontaminasi.
Namun para mantan pekerja tambanglah
yang paling terdampak.
[Musik]
Dulu tidak ada pengawasan untuk
memastikan langkah pencegahan terkait
keamanan dipatuhi.
Orang-orang bekerja tanpa alat pelindung
diri, hanya bekerja apa adanya, tanpa
masker atau sarung tangan.
Sanggang.
Sejumlah perempuan memberitahu kami
bahwa mendiang suami mereka jatuh sakit
dan meninggal setelah bertahun-tahun
bekerja di tambang.
Dokter tidak bilang kalau itu disebabkan
radiasi,
tapi suami saya menderita kanker darah.
Saya tidak dapat bantuan apapun dari
awal dia sakit sampai meninggal sampai
sekarang sama sekali tidak ada.
Kota ini dibangun untuk memasuk tenaga
nuklir murah ke Perancis. Para mantan
pekerja tambang yang tinggal di dalamnya
merasa terabaikan. Isufu Amani salah
satunya. Sekarang dia bekerja sebagai
pengusaha warung.
Selama 22 tahun dia bekerja di
pertambangan Orano, Niger, sebuah negara
yang 80% penduduknya masih belum
memiliki listrik.
Orang-orang sekarang miskin.
Mereka bahkan tidak punya cukup makanan.
Mereka harus meminjam uang untuk membeli
sebungkus pasta.
Bayangkan seseorang yang bekerja di
tambang harus meminjam uang.
Dia mungkin butuh 5 hingga 10 hari untuk
mengembalikannya. Ironis kan?
Untuk menanyakan tanggung jawab
perusahaan atas kontaminasi radioaktif
di area ini, kami menulis surat kepada
Orano. Namun, kami tidak menerima
balasan. Kemarahan di Niger terhadap
bekas penjajah itu mengakar kuat.
[Musik]
Rezim-rezim militer baru di kawasan
Sahel menjanjikan Afrika yang lebih
percaya diri yang tidak akan terbujuk
membuat kesepakatan apapun dengan Barat.
Ibrahim Traure, pemimpin rezi militer di
Burkina Faso ini misalnya mewajibkan
perusahaan asing memberikan 15% saham
mereka ke negara dan mengajarkan
keahlian mereka kepada pekerja lokal.
Hal yang sama berlaku untuk grup North
Gold dari Rusia yang diberi izin
penambangan emas pada bulan April 2024.
Rusia tengah berusaha keras mendapatkan
akses ke sumber daya alam Afrika mulai
dari emas, uranium hingga mineral
lainnya. Rusia juga ingin memenangkan
hati dan pikiran mereka.
Dalam lomba balap sepeda yang dihadiri
Ibrahim Traure ini, para tentara
mengamankan ibukota layaknya benteng
pertahanan. dibantu tentara dengan
lencana Rusia.
Grup Wagner dari Rusia mengerahkan
pengawal pribadi untuk Traore.
Sementara propaganda Rusia membantu
mempromosikan citranya sebagai pemimpin
karismatik dan tegas. Dipuja layaknya
Bintang Pop.
Traore digambarkan sebagai sumber
harapan baru, pejuang perlawanan
terhadap barat yang pengaruhnya
melampaui Burkina Faso.
Video-video buatan AI seperti ini
diunggah di media sosial menampilkan
bintang-bintang internasional seperti Ar
Kelly, Rihanna, atau Justin Bieber
bernyanyi memujinya tanpa persetujuan
mereka.
Suara-suara tersebut disalah gunakan
untuk propaganda digital.
[Musik]
Namun tampilan bisa menipu. Bagi para
kritikus dan jurnalis, hidup di Burkina
Faso menjadi semakin berbahaya. Bagi
kami juga merekam film dokumenter ini
seringkiali membahayakan kami.
Saat bepergian keliling negeri, kami
terus-menerus diawasi dan ikuti. Di luar
hotel, restoran, dan kafe, ada pria-pria
yang duduk mengawasi kami. Percakapan
telepon kami juga mungkin disadap.
Selama kalian bersama saya, kalian tidak
perlu takut. Ketenaran saya akan
membantu kalian.
Mau merekam silakan. Saya yang izinkan.
Setiap malam sejak kudeta, kaum muda
berkumpul di bundaran ini untuk berjaga.
Jika mereka melihat ada ancaman terhadap
rezim, mereka akan melaporkannya kepada
pihak berwenang.
Mereka hanya berdiam di sana. Dan jika
mereka melihat seseorang yang
mencurigakan atau seseorang yang
terlihat aneh, mereka akan segera
memanggil orang-orang untuk bergerak.
Dengan media sosial, mereka dapat
menjangkau seluruh negeri. Mereka adalah
penjaga malam. Ini penting. Anda harus
waspada. Mereka adalah relawan. Relawan
penjaga malam.
Begitu kami sendirian lagi, kami mulai
merasa tidak nyaman. Apa yang terjadi
selanjutnya melebihi ketakutan terbesar
kami. Tiga pria berpakaian sipil dengan
senjata lengkap memaksa kami masuk ke
mobil mereka.
Mereka menahan kami, tidak ada yang tahu
di mana. Beberapa jam kemudian, kami
dibebaskan.
Saya bisa merasakan senapan di samping
saya. Saya tidak tahu mereka bekerja
untuk siapa.
Kami tidak tahu nama mereka. Mereka
hanya membawa kami ke sebuah lapangan
lalu menginterogasi kami beberapa jam di
dalam mobil.
Mereka ingin tahu semuanya tentang saya.
Mereka bilang, "Kau jurnalis ikut dengan
kami.
[Musik]
Mereka mengambil ponsel dan tas kami,
menggeledah semuanya dan mengajukan
banyak pertanyaan.
Jujur saja, saya sangat takut. Saya
tidak tahu apa yang akan terjadi pada
kami.
Yang lain tidak seberuntung kami.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia
telah menyoroti banyak kasus pengkritik
rezim yang hilang tanpa jejak. Human
Rights Watch baru-baru ini
mendokumentasikan kasus tiga jurnalis
yang ditangkap pada bulan Maret setelah
mengkritik rezim dalam liputan mereka.
Video ini menunjukkan kondisi mereka
setelah itu. Sebuah wawancara yang
direkayasa di garis depan pertempuran
dipaksa berperang melawan militan
Islamis.
Para pemimpin militer ini tidak tahu apa
yang harus dilakukan.
Mereka sadar bahwa mereka tidak
menciptakan keamanan yang mereka
harapkan.
Menurut saya, mereka sedang mencoba
untuk mempertahankan kekuasaan dan
memastikan tidak ada demonstrasi.
Mereka membungkam semua suara yang
mungkin menentang cara mereka memerintah
negara.
against the way ruling the count.
Keesokan harinya kami kembali keluar
bersama musisi Don Shop the Boro. Kami
memutuskan untuk merekam hanya dengan
ponsel dan tetap di dalam mobil agar
tidak menarik perhatian.
Di setiap bundaran Anda melihat bendera
Mali, Niger dan Rusia.
Relusia
satu-satunya negara maju yang bersedia
membantu dengan memberi kami senjata
untuk berperang.
Ketika kami membutuhkan senjata, Rusia
bersedia memberikannya.
Merekalah yang membantu kami.
Kalau orang-orang mengibarkan bendera
Anda, itu artinya mereka mencintai Anda.
Sebuah festival kerajinan tangan di Waga
Dugu
tahun ini ada tamu istimewa yang
mendapat banyak perhatian.
[Musik]
Stan Rusia telah diorganisir oleh
inisiatif lokal dan dibiayai oleh
Kremlin.
Kemitraan baru dengan Rusia juga
ditunjukkan pada pertemuan di St.
Petersburg pada tahun 2023.
Putin membutuhkan sekutu baru dan dia
menemukannya di Afrika.
Hubungan antara Rusia dan Burkina Faso
ditandai oleh persahabatan dan tradisi
yang terjalin sangat lama. Tahun lalu
kami merayakan 55 tahun hubungan
diplomatik.
Putin dipandang sebagai mitra politik
yang setara oleh banyak orang di Burkina
Faso. Terbukti bukan hanya pada
pertemuan pertemuan, tapi juga pada
lagu-lagu yang memuji Putin sebagai
seorang pembebas.
[Musik]
sebuah lagu untuk ulang tahun Putin.
Putin membalas pujian itu dengan
mengirimkan pasokan tambahan berupa
peralatan militer dan biji-bijian.
Sekolah-sekolah di Burkinavaso
mengajarkan tentang Rusia. Anak-anak
juga belajar sejarah Uni Soviet.
Rusia juga menyediakan kursus
pertolongan pertama. Ada pula gereja
ortodoks Rusia di Wagadugu
[Musik]
dan pemutaran film di layar tancap yang
menampilkan tokoh panutan pan Afrika.
Kremlin digambarkan sebagai sosok
dermawan dan sekutu dalam melawan barat
yang jahat. Dalam video propaganda ini,
[Musik]
Propaganda ini seharusnya dilawan oleh
Barat dan Eropa.
Saya yakin orang-orang Afrika akan
menyadari bahwa mereka lebih baik
mempertahankan hubungan dengan Eropa
daripada menjalin hubungan dagang atau
keuangan dengan kelompok-kelompok
seperti Wagner.
Tentara bayaran Wagner menggambarkan
diri mereka sebagai teman dan
penyelamat. Setidaknya dalam gambar dari
Telegram ini, mereka menyebut diri
mereka sebagai corps Afrika dan melapor
langsung ke Kremlin.
Lantas apa bedanya misi tentara bayaran
ini dengan militer sebelumnya yang
dipimpin barat atau PBB?
Bagaimana pandangan Rusia soal ini?
Mereka datang ke sini bukan untuk
berperang dan mati.
Tapi seorang tentara Fagnet tahu dia
sedang pergi berperang.
Dia tidak mengharapkan bayaran dua atau
tiga kali lipat hanya untuk tidur di
Afrika.
Laporan mengenai serangan
sewenang-wenang terhadap warga sipil
meningkat. Hukuman kolektif diberikan
kepada seluruh komunitas jika mereka
dicurigai menyembunyikan jihadis.
Tentara bayaran Wagner beroperasi di
wilayah tanpa hukum menggunakan
kekerasan dan intimidasi untuk
menstabilkan rezim yang mengandalkan
dukungan Rusia. Video-video dari
perbatasan Mali dengan Mauritania ini
dibocorkan kepada kami. Hampir 150.000
pengungsi berkemah di sana.
Banyak yang mengaku mereka melarikan
diri bukan dari militan islamis,
melainkan dari tentara Wagner dan Mali.
Mereka menyiksa dan memukuli perempuan.
Mereka melepaskan tembakan di dekat kami
untuk menakut-takuti kami.
Wagner mengejutkan kami. Mereka
menangkap suami-suami kami dan membawa
mereka ke lokasi yang tidak diketahui.
Kami belum mendengar kabar mereka sejak
saat itu.
Menurut kelompok pemantau independen
AKLET, setidaknya 925 warga sipil tewas
dalam serangan yang melibatkan Wagner
tahun lalu. Jumlah ini lebih dari dua
kali lipat jumlah korban tewas akibat
milisi Islamis.
Serangan Wagner terhadap warga sipil
semakin meningkat seiring waktu. Apakah
ini cara Rusia melindungi rezim militer?
Jadi menurutmu Wagner itu efektif karena
mereka tidak peduli tentang nyawa warga
sipil.
[Musik]
Tidak. Tidak. Menurut saya saat
berurusan dengan konflik lokal seperti
ini akan selalu ada banyak masalah.
Penduduk setempat dihadapkan pada
pilihan apakah mereka harus melawan
kelompok Islamis atau bekerja sama
dengan mereka.
Jadi saya pikir bentrokan-bentrokan ini
tidak bisa dihindari.
Namun banyak sumber independen
mengfirmasi bahwa tentara Wagner semakin
sering terlibat dalam kekejaman.
Ada operasi militer salah satunya di Mur
di mana ada tuduhan bahwa ratusan orang
khususnya laki-laki dari komunitas fulla
ditangkap dan ada pembunuhan di luar
hukum. Peristiwa ini dikaitkan dengan
tentara Mali dan para militer Rusia yang
kemudian mereka bantah.
Kami tahu bahwa cara berperang Rusia
sangat berbeda dari apa yang dilakukan
Prancis atau tentara barat lainnya.
Di Mali, rezi militer telah mengambil
alih kekuasaan dan mereka mendapat
dukungan Rusia. Namun situasi keamanan
di sini seperti di seluruh kawasan Sahel
belum membaik, justru semakin memburuk.
Lebih dari 2 juta orang terpaksa
mengungsi di Burkina Faso. Jumlah
tersebut hampir 10% dari populasi. Lebih
dari separuhnya adalah anak-anak.
Sejumlah kota seperti Jibo telah
dikepung oleh militan islami selama
bertahun-tahun.
Hanya helikopter yang mampu mengirimkan
bantuan kemanusiaan.
Kerusuhan dan pengungsian tidak hanya
berdampak bagi kawasan Sahel, tapi juga
menguntungkan Rusia.
Tentu saja Rusia diuntungkan jika lebih
banyak migran pergi ke Eropa karena
kemiskinan. Hal ini memperkuat AFD di
Jerman dan partai sayf kanan lainnya di
Eropa yang sekarang proor Rusia. Teori
saya, Rusia tahu bahwa kalau semua ini
memicu lebih banyak migrasi, itu
menguntungkan mereka.
Namun orang-orang tidak hanya melarikan
diri dari teror tentara bayaran Wagner
dan kelaparan, tapi juga dari tentara
negara mereka sendiri.
Salah satu orang yang berusaha membantu
para pengungsi adalah Binta Sidi
Begaskon. Aktivis hak asasi manusia ini
telah mengundang orang-orang ke sebuah
acara di Pantai Gading. Dia terus
memantau situasi di tanah kelahirannya,
Burkina Faso dan mengamati bagaimana
Rezi meneror rakyatnya sendiri. Melalui
acara seperti ini, dia ingin memberikan
harapan bagi orang-orang di Afrika
Barat.
Kohesi sosial adalah fondasi masyarakat
kita. Dalam masyarakat yang kohesif,
setiap orang merasa dihargai dan diakui
terlepas dari asal-usul, keyakinan atau
pendapat mereka.
[Musik]
Bintai Begaskon lahir di Burkina Faso,
salah satu dari 12 bersaudara. Dia
diadopsi sejak kecil dan tumbuh besar di
negeri yang dulunya damai. Kini dia
tinggal di Paris. Saudara-saudaranya
tetap tinggal di Burkina Faso. Kakak
perempuan dan keponakannya dibunuh oleh
tentara yang seharusnya melindungi
mereka.
Mereka dieksekusi oleh tentara Burkina
Faso dan tentara relawan.
Saya mengatakan ini untuk menunjukkan
bahwa ada ratusan laporan tentang
pembunuhan seperti yang dialami saudara
perempuan saya.
[Musik]
Jika kita terus membiarkan hal ini
terjadi, saya akan mengatakan bahwa
masyarakat internasional bersalah karena
gagal membantu komunitas yang sedang
dalam bahaya.
Burkina Faso tidak mengirimkan tentara
bayaran Rusia untuk melawan militan
Islamis. Mereka mengirimkan relawan
sipil yang hanya dilatih selama 14 hari.
Ketegangan etnis sering muncul. Kelompok
etnis Fulani yang sering diserang karena
dicurigai bekerja sama dengan
pemberontak Islamis. Pemerintah
menyangkal semua tanggung jawab.
[Musik]
Binta Sidi Begaskon dan keluarganya
adalah bagian dari komunitas Fulani.
Selama hampir 10 tahun dia
memperjuangkan perlindungan lebih bagi
kelompok ini. Dia adalah salah satu dari
sedikit orang yang berani berbicara.
Akibatnya dia menghadapi ancaman
pembunuhan dan tidak dapat kembali ke
tanah kelahirannya. Penambahan jumlah
pasukan relawan adalah manuver politik
dari Ibrahim Traore. Setelah berkuasa,
dia berjanji merekrut 50.000 prajurit.
Video di media sosial seperti ini diduga
memperlihatkan pasukan ini terlibat
dalam pembunuhan puluhan warga sipil
pada Maret 2025. Analisis dari Human
Rights Watch mengonfirmasi hal ini.
Kami menemui seorang pria yang dulunya
merupakan bagian dari pasukan relawan
Burkina Faso di sebuah lokasi rahasia.
Dia telah melarikan diri ke negara lain.
Dengan berbicara kepada kami, dia
mempertaruhkan nyawanya. Itu sebabnya
suaranya kami reka ulang.
Di kelompok kami ada beberapa orang yang
bisa membunuh orang tidak bersalah
begitu saja. Bukan teroris. Padahal itu
yang seharusnya kami targetkan yang
melakukan bukan hanya pasukan relawan,
tetapi juga atasan kami para tentara.
Jika mereka datang ke sebuah desa untuk
menjalankan misi dan orang-orang lari
ketakutan, mereka akan langsung
menembak.
Mantan petani itu menghabiskan hampir 5
tahun bersama pasukan relawan. Namun,
dia mengatakan semakin banyak warga
sipil yang direkrut, semakin buruk
keadaan di negaranya.
Anak-anak berusia 3, empat atau 5 tahun
saat ini tidak tahu apa-apa tentang
peradaban normal. Ketika mereka melihat
mobil, mereka hanya akan berpikir
tentang teroris. Mereka lahir di masa di
mana setiap mobil selalu berisi
orang-orang bersenjata.
Situasinya semakin buruk. Anda bisa
bangun dari tidur di pagi hari dan
melihat sudah ada mayat-mayat tergeletak
di desa. Anda tidak tahu mereka mati
karena dibunuh militer, kelompok
Islamis, atau mati karena kelaparan.
Orang-orang sekarang makan daun karena
tidak ada lagi makanan lain.
Beberapa bulan lalu dia memutuskan
berhenti berperang. Sejak saat itu dia
bersembunyi dari tentara dan kelompok
Islamis. Saya tidak peduli apa pendapat
kalian tentang Perancis, tapi mereka
yang berkuasa sekarang tidak menghormati
aturan apapun. Setidaknya tentara
Prancis menghormati hak asasi manusia.
Mereka tidak membunuh orang tanpa
memastikan lebih dulu bahwa mereka
benar-benar bersalah. Mereka seharusnya
berbuat lebih banyak. Rasanya seperti
mengundang seseorang ke negara kami
untuk menyelamatkan kami. Tapi mereka
tidak berusaha.
[Musik]
Kembali ke Waga Dugu, para pesepeda
datang dari seluruh dunia untuk
berkompetisi dalam balapan yang
berlangsung selama beberapa hari.
Situasi di Burkinavaso tampak membaik
berkat bantuan Rusia. Setidaknya itulah
pesan yang ingin ditunjukkan.
Sangat sedikit orang di sini yang tahu
berita dan gambar kekejaman yang terjadi
di tempat lain di negara ini.
Traore telah memblokir akses ke situs
web berita dan media internasional
di Pantai Gading, bintasi Sidi Begascon.
Dalam perjalanan ke acara berikutnya,
ada satu hal yang mengusik pikirannya.
Begitu Anda mengucapkan kata Rusia,
semua orang akan mendengarkan. Mereka
juga seharusnya mendengarkan ketika
berbicara tentang penderitaan rakyat
Sahel. Bahkan sebelum Rusia datang,
militer kami sudah melakukan kekejaman.
Penting memang membicarakan Rusia, tapi
jangan hanya soal mereka. Kami telah
membahas masalah ini selama lebih dari
satu dekade. Sebelumnya belum menarik
banyak perhatian, tapi sejak Rusia
datang, semua orang tiba-tiba tertarik
menyedihkan.
Apa
yang dikatakan BTA masuk akal saat
perdebatan internasional berfokus pada
kekuatan geopolitik, masyarakat yang
tinggal di kawasan justru memiliki
pertanyaan dan kekhawatiran sendiri.
Bagaimana caranya jutaan anak muda di
Sahel punya masa depan yang bukan hanya
tentang senjata dan pembunuhan?
Kekhawatirannya bukan sekedar apa yang
sedang terjadi, tapi juga fakta bahwa
hal itu membahayakan masa depan seluruh
generasi di kawasan ini.
Eropa juga pada gilirannya bisa
terdampak. Niger adalah salah satu dari
beberapa negara transit bagi para migran
menuju Eropa. Pada tahun 2024, Niger
membatalkan undang-undang yang didukung
Uni Eropa yang menargetkan penyelundup
migran. Sejak saat itu, ribuan orang
telah meninggalkan Niger menuju Eropa.
Kawasan Sahil terletak di perbatasan
selatan Eropa dan kawasan ini
terus-menerus dilanda krisis. Kawasan
ini juga merupakan tempat transit
terpenting bagi para pengungsi dan
migran yang meninggalkan Afrika menuju
Eropa. Apa yang terjadi di sini akan
berdampak langsung ke Eropa.
Niger, Mali, dan Burkina Faso telah
bergabung membentuk aliansi
negara-negara Sahel, sebuah blok
geopolitik baru yang bertujuan salah
satunya memutus hubungan dengan Barat.
Di sini Presiden Prancison ditampilkan
secara simbolis. Sebagai jenazah yang
diselimuti kain kafan,
para pemimpin militer ketiga negara
bekerja sama. Mereka telah
memperkenalkan paspor bersama dan telah
mengumumkan rencana mata uang baru serta
kekuatan militer gabungan. Dukungan
militer dan politik dari Kremlin telah
meningkatkan kepercayaan diri ketiga
negara.
Nama-nama jalan berbahasa Prancis
diganti dengan nama-nama pejuang
kemerdekaan Afrika dan pahlawan
nasional.
Saya percaya bahwa suatu saat Prancis
dan Eropa menunjukkan kemauan, kita akan
kembali ke hubungan yang saya harap
lebih seimbang, lebih stabil, dan lebih
tahan lama.
Perancis juga harus meninggalkan
pangkalan militernya di negara lain
seperti C, Senegal, dan Pantai Gading.
Bukan tanggung jawab Barat menjaga
stabilitas di kawasan tersebut.
Negara-negara ini punya perannya
masing-masing. Perancis tidak akan
berada di sana selamanya. Mereka memang
harus pergi. Namun, negara-negara ini
juga punya tanggung jawab menjaga
keamanan dan stabilitas mereka sendiri.
Dan hal itu belum sepenuhnya terwujud.
Pertanyaannya, apa yang akan terjadi
pada generasi mendatang jika para
jurnalis tidak lagi diizinkan meliput
dan masyarakat terus diberikan
propaganda? Pada akhirnya yang paling
diinginkan semua orang hanyalah hidup
damai termasuk Benko Rosangare dan
keluarganya.
[Musik]
Masa depan Mali bagi saya adalah Mali
yang bersih tempat anak-anak dapat
pendidikan yang baik dan sehat
dengan universitas yang beradaptasi
dengan kebutuhan negara kami.
Apakah itu Mali yang merdeka?
Tentu saja kemerdekaanlah yang akan
membawa kami ke sana.
[Musik]
Namun teror Islamis terus menyebar
hingga ke pesisir Afrika Barat dan Rusia
siapsiaga dengan peralatan militer,
penasihat, dan narasi yang menjanjikan
harapan.
Bagi Rusia, operasi di Sahel selalu
dikaitkan dengan sejarah Rusia sendiri
bahwa ini adalah masalah kepentingan
nasional.
Bagaimana mengatakannya dalam bahasa
Prancis ya?
Kalau dalam bahasa Rusia
artinya
ketika kami berperang melawan teror di
Mali, kami melakukannya untuk Mali dan
tanah air kami.
Ketika Rusia merayakan peringatan 80
tahun kemenangan dalam Perang Dunia
Kedua, Vladimir Putin mengundang
mitra-mitra internasionalnya untuk
hadir. Acara ini jadi ajang unjuk
kekuatan militer dan aliansi-aliansi
baru.
Hari ini kita dipersatukan oleh tujuan
bersama melawan terorisme dan
ekstremisme. Kami akan terus membantu
republik Anda memulihkan hukum dan
tatanan konstitusional. Traore memulai
pidatonya bukan dalam bahasa Perancis
tetapi dalam bahasa Rusia.
Oke,
Rusia sedang menunjukkan kekuatannya dan
mencari sekutu. Namun, bagi
negara-negara di kawasan Sahel, satu
pertanyaan tetap menghantui. Mungkinkah
harapan untuk menentukan nasib sendiri
berujung pada ketergantungan baru?
[Musik]