Transcript
3WoKhwdAel4 • Pulau harta karun di Samudra Pasifik: Dari Hawaii hingga Kepulauan Cook (1/2) | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0059_3WoKhwdAel4.txt
Kind: captions
Language: id
Inilah samudra terbesar di dunia. lebih
besar dari gabungan seluruh daratan di
muka bumi.
Kami akan menghabiskan 8 minggu
menjelajahi dunia yang sangat memukau
ini.
Tempat munculnya konflik dan pertikaian
di masa lampau.
Menemui mereka yang meneliti masa depan
wilayah ini, mereka yang tinggal di
dalamnya, serta para pemburuh harta
karun di sepenggal surga ini.
sebuah tempat dengan karakteristik
sangat beragam.
Tidak seperti yang kami kira, jauh
berbeda dari kesan saat pertama
melihatnya.
Sebuah dunia di mana masa lalu dan masa
depan saling berdekatan. Direkatkan
kesunyian di tengah luasnya bentangan
Samudra Biru.
[Musik]
Dari Hawaii kami menuju Kepulauan Kuk
dan Kepulauan Chatam di Pasifik Selatan
yang berangin kencang sekitar 800 km
dari timur Pantai Selandia Baru lalu ke
utara menuju Talu dan melintasi
Katuristiwa ke Kepulauan Marshall. Kami
menempuh jarak lebih dari 20.000
melintasi wilayah yang lebih luas dari
gabungan Amerika Serikat dan Cina,
tetapi berpenduduk hanya kurang dari
setengah populasi Berlin. Mereka hidup
jauh dari belahan dunia lain dan hanya
dikelilingi lautan.
[Musik]
Tugas kami adalah membuat laporan umum
tentang kawasan Pasifik,
wilayah yang jauh dan secara logistik
sulit dijangkau.
Namun, ini adalah petualangan. Tentu
saja kami tidak menolak.
Kami di sini adalah Dirk Reuter, pilot
Amerika Jerman yang telah mendarat di
banyak tempat dari Artik hingga kutub
selatan. Di kepalanya dia melakukan
perhitungan dan tahu persis kapan harus
berbelok agar tidak mendarati air. Toby
Marshall juru kamera dan di usia 70-an
dia lebih bugar daripada kebanyakan
orang berusia 30-an. Brian Dance juga
juru kamera pilot drone orang yang
selalu tenang dan ceria. Ada juga yang
hobi menari yang terus berusaha agar
semua berjalan sesuai ritmenya, yaitu
saya.
Lalu ada Scott Philipski, produser kami
di New York yang menyatukan semuanya dan
mengurus semuanya ketika kami tersesat
di Samudra Taber Tepi.
Perjalanan kami dimulai di Hawai, negara
bagian termuda Amerika Serikat.
Sebuah armada berlayar di lepas pantai
dalam operasi militer terbesar di
Pasifik sejak perang dunia kedua. 40
kapal perang dan kapal selam, lebih dari
150 pesawat tempur dari 29 negara
dipimpin oleh kapal induk Amerika
Serikat, USS Carl Vincent.
Lalu di langit Hawaii, kami tiba-tiba
bertemu mereka.
Untuk pesawat propeller bermesin tunggal
seperti kami, pertemuan dengan kelompok
seperti itu biasanya tidak sengaja
terjadi dan pesawat kami bisa
menimbulkan bahaya nyata bagi mereka.
Dirk agak tegang, jarak pandangnya
terbatas dan yang akan ia lakukan memang
bukan hal biasa. Bahkan untuk pilot
handal sepertinya
pertemuan macam ini butuh konsentrasi
penuh. Tiba-tiba kami menghadapi dua
pusaran besar. Dirk memperingatkan kami
supaya berpegangan erat. Lalu kami
memasuki pusaran itu. Terguncang seperti
gabus di hempas ombak. Sistem guncangan
pesawat otomatis kami mulai berbunyi.
Traffic arah pukul 12. Ketinggian
pesawat kurang dari 1 mil.
Semua baik-baik saja.
Ada apa,
cuma turbulensi.
Tiga pesawat tempur Euro Fighter
Angkatan Udara Jerman dan sebuah pesawat
tanker besar muncul di depan kami
penyebab turbulensi yang masih
mengguncang kami. Sebelum lepas landas,
kami berkoordinasi dengan pengawas lalu
lintas udara Amerika Serikat dan
angkatan udara Jerman. Karena di udara
pertemuan semacam itu bisa berbahaya.
Saya hampir kejatuhan kamera ini dua
kali.
Maaf ya, bukan salahmu.
[Tepuk tangan]
Kami pun berputar balik di pangkalan
angkatan udara Hikem di Oahu. Kami
bertemu kepala angkatan udara Jerman,
Ingo Gerhards. Sang jenderal sendiri
turut serta dalam operasi militer udara
ini. Dia mengatakan bahwa unitnya baru
saja mencapai target istimewa di tengah
Samudra Pasifik.
Tantangan terbesarnya adalah
kompleksitas, jarak, dan zona waktunya.
Jarak seperti itu tidak kami kenal di
Eropa dan itu tantangan yang sangat
besar.
Kami terbang sejauh 1,3 juta km,
mencetak rekor dunia untuk penerbangan
Euro Fighter berdurasi terpanjang.
Saya rasa waktunya 10 jam 31 menit dari
Jepang ke Hawai.
Lebih dari 6000 km tanpa henti dari
Jepang ke Hawai, pilot duduk di kokpit
selama hampir 11 jam dengan mengenakan
popok.
Uni tersebut tergabung dalam latihan
angkatan udara Eropa terbesar yang
pernah diadakan di Pasifik. Sebanyak 48
jet tempur dan helikopter tanker dari
Jerman, Spanyol, serta Prancis sedang
melakukan latihan militer gabungan
dengan negara-negara sekutu. Tugas Euro
Fighter Jerman adalah melindungi kapal
induk Amerika Serikat. Tapi mengapa
semua latihan ini begitu jauh dari
tempat penugasan mereka di Eropa? Kami
bertanya kepada sang jenderal.
Berbicara masalah keamanan, tidak
mungkin memisahkan kedua kawasan ini.
Eropa dan Indo Pasifik saling
bergantung.
Bahkan dalam hal kepentingan ekonomi
saja. Jelas bahwa wilayah Indo Pasifik
yang bebas dan terbuka sangat penting
bagi Jerman.
Di pangkalan Korps Marinir Amerika
Serikat, Unit Penjaga Pantai Amerika
Serikat sedang berlatih mengamankan
pelabuhan.
Sebuah unit khusus angkatan laut Jerman
juga terlibat. Penyelam pembersih
amunisi Buba adalah kepala unit ini.
Sebagai pasukan khusus mereka menolak
diidentifikasi berdasarkan pangkatnya.
Kondisi di Pasifik benar-benar berbeda
dengan di laut dan laut Baltik. Demikian
pula bahayanya," kata Buba.
Di tengah semua bahaya itu, ada dua hiu
martil mendekat. Sangat menakutkan. Itu
pertama kalinya saya melihat hiu.
Jaraknya hanya 3 m dari kami. Rasanya
jantung saya seolah berhenti sejenak.
Kami dalam perjalanan menuju arena misi.
Inilah tim penyelam penjinak bahan
peledak angkatan laut Jerman.
Pada penyelaman pertama kami melihat dua
hiu martil. Jadi saya tidak kaget kalau
ada sesuatu yang lebih besar di sini.
Diteluk di depan markas angkatan laut,
mereka mencari bahan peledak di air
keruh. Jika ditemukan, amunisi itu lalu
ditandai untuk diledakkan nanti. Persis
seperti di laut Baltik, tapi dengan suhu
air yang lebih hangat dan hiu-hiu
berkeliaran.
Misi selesai. Bahan peledaknya sudah
ditandai. Saatnya kembali. Tapi ada
sedikit perubahan rencana. Mesinnya
mati. Kapal kami harus ditarik.
Untungnya kami tidak terlalu jauh di
lautan. tepat dilepas pantai Hawai.
[Musik]
Pantai-pantai Wikiki yang terkenal
menjadi daya tarik bagi wisatawan dari
Amerika Serikat dan terutama dari Asia.
Bisa dibilang seperti Pulau Mayor Kya
Pasifik.
Tepat di sebelah markas angkatan laut
terdapat pulau kecil yang indah, Pulau
Coconut milik Universitas Hawai.
Kami akan bertemu dengan Lucy Kenor
untuk belajar lebih lanjut tentang
lautan yang akan kami jelajah selama 2
bulan ke depan. Lucy berasal dari Bremen
dan sedang mengerjakan tesis doktoralnya
di sini.
Lucy membawa kami ke salah satu
pelampung penelitiannya, karya ilmiah
yang hanya bisa diimpikan oleh sebagian
besar mahasiswa di Jerman.
Saya masih merasa ini adalah mimpi. Saya
keteluk setiap 2 minggu untuk mengambil
sampel dan setiap kali ke sini saya
kembali bersemangat. Rasanya tidak
pernah bosan.
Kita semua tahu bahwa permukaan air laut
terus meningkat.
Namun fokus Lucy berbeda.
Dia meneliti proses kimia yang
kemungkinan besar akan secara permanen
mengubah kehidupan di lautan.
Sekitar sepertiga CO2 yang dilepaskan ke
atmosfer akan berakhir di laut dan
mengubah kandungan kimia di dalamnya.
Lucy mengambil sampel air yang akan
dianalisis di laboratorium.
Jadi kita tambahkan zat ini ke sampel
air itu karena mikroorganisme hidup
apapun akan merusak sampel air. Jadi
kami harus mencegahnya.
Jadi mikroorganisme akan terus
menghasilkan CO2.
Betul. Menghasilkan atau bahkan menyerap
CO2. Jika ada sedikit alga di dalamnya
mereka dapat menyerapnya lewat
fotosintesis.
Lalu penelitian dilakukan di
laboratorium yang kering. Penelitian
juga dilakukan di Hawaii, bagian tak
terpisahkan dari rutinitas seorang
ilmuwan.
Lalu dia menunjukkan fakta-fakta.
Pengukuran yang dikumpulkan selama
bertahun-tahun menunjukkan hasil
meyakinkan.
Di sini kita lihat garis CO2 di atmosfer
berwarna merah dan garis CO2 di laut
berwarna biru. Terlihat bahwa sejak
pengukuran dimulai pada tahun 1980-an,
peningkatan CO2 di laut hampir selaras
dengan CO2 di atmosfer. Dan itu terjadi
di sini, di laut lepas dekat Hawai. Di
saat yang sama terlihat bahwa tingkat pH
yang ditunjukkan dengan garis warna
hijau ini menurun. Artinya air laut
menjadi lebih asam akibat meningkatnya
CO2. Buktinya sangat jelas di laut lepas
ini. Apa artinya jika lautan jadi lebih
asam?
Sangat sulit bagi organisme apapun yang
memiliki cangkang untuk bertahan hidup.
Hal ini karena asam melarutkan kalsium
karbonat. Karang sangat rentan terhadap
peningkatan suhu dan keasaman laut.
Di Pulau Cocokonut, mereka mencari
solusi dan berusaha membudidayakan
karang yang dapat hidup dalam kondisi
lingkungan yang berubah.
Di kemudian hari, kami melihat sendiri
bagaimana terumbu karang di Pasifik itu
bertahan.
[Musik]
Kami berpisah dengan Lucy dan Pulau
Cocokonut di Hawai. Perjalanan
selanjutnya akan membawa kita lebih jauh
ke Pasifik.
Tapi sebelumnya kami harus bersiap
menghadapi keadaan darurat. Kami
berlatih mengenakan pakaian penyelamat
dengan cepat. Langkah wajib untuk
penerbangan jarak jauh di atas air
dengan pesawat baling-baling bermesin
tunggal.
Rute Pasifik yang jarang dilalui
siapapun.
Dirk menunjukkan caranya membuka pintu
darurat dan kami berlatih keluar dari
pesawat dengan pakaian yang tidak pas di
badan ini.
Jaraknya memang sangat jauh.
Jika mesinnya mati atau kehabisan bahan
bakar, kami harus mendarat di air.
Mendarat di air cukup mudah.
Yang sulit itu keluar dari pesawat.
Permukaan air akan berada di bawah pintu
ini.
Jadi pesawat akan mengapung.
Teorinya kami bisa bersantai dulu,
tetapi setelah itu kami harus
mengeluarkan sekoci penyelamat. Saya
pikir kami semua sudah berlatih dan
melakukannya dengan baik. Dan saya
berusaha agar kita tidak berakhir di
air.
Saya harap begitu.
Yes,
[Musik]
kami mempersiapkan pesawat kecil ini
karena sekarang kami akan menuju ke
samudra terluas di dunia ke tempat yang
sangat terpencil dan sulit dijangkau
dengan cara lain.
[Musik]
berjam-jam di atas air dan awan.
[Musik]
Kebosanan pun melanda.
Dirk dan Toby bermain-main dengan kamera
ketika tiba-tiba melihat daratan.
Oh, iya, ada pulau kecil di sebelah
kanan.
Kita percaya saja sama Brian bahwa itu
adalah daratan.
Jika harus mendarat di sana, saya sama
sekali tidak melihat pohon kelapa.
Berdasarkan luas daratannya, Kiritati
adalah atol terbesar di dunia sekitar
setengah ukuran Hamburg. Laguna ini
memukau kami. Warnanya menakjubkan.
Seolah ini adalah tipuan pandangan mata.
[Musik]
Kami harus mengisi ulang bahan bakar
setelah terbang 4 jam dan menempuh jarak
lebih dari 2000 km. Dan kami
satu-satunya pesawat di sini. Namun
bahan bakar sulit ditemukan di atol.
Memang ada, tapi bukan untuk kami saat
ini.
Negosiasi berjam-jam. Hari mulai malam
dan kami masih harus terbang 5 jam lagi.
Mereka juga tidak mengizinkan kami
menginap.
Akhirnya kami sepakat membayar harga
bahan bakar eksklusif dan menyerahkan
semacam jaminan bank dari Amerika
Serikat.
Dirk memastikan tangki di sayap terisi
penuh hingga hampir meluap.
Kami harus menempuh jarak lebih dari
2.500 km di Pasifik Selatan tanpa
kemungkinan mendarat di tengah
perjalanan.
[Musik]
Kami dalam perjalanan menuju Raro
Tonggah di Kepulauan Cook.
[Musik]
Kita mendekati katulistiwa. Titik-titik
orangnya di layar ini menunjukkan letak
katulistiwa.
Jadi kita mendekati katulistiwa.
[Musik]
suasananya meriah. Warga sedang
merayakan ulang tahun ke-59 kemerdekaan
dari Selandia Baru.
Ada kompetisi antara kelompok penyanyi
dan penari dari 15 pulau dan atol di
Kepulauan Cook.
Berhari-hari penuh nyanyian dan tarian.
Penonton sangat gembira. Semua bisa
merasakan kegembiraan dan keceriaannya
yang menular.
Perayaan ini merupakan pengingat masa
lalu sebelum misionaris Kristen
mempengaruhi kebudayaan mereka.
[Musik]
Sebagian besar perubahan yang dibawa
para misionaris ke negara ini menurut
saya baik. Mereka menghentikan kebiasaan
berkelahi,
menghentikan praktik kanibalisme.
Ada makanan yang lebih baik daripada
daging manusia.
Mereka menghentikan peperangan antar
suku hanya karena alasan-alasan remeh
dan menciptakan perdamaian di negara
kami. Dan karenanya kami dapat
berkembang.
Emil Kairua mengepalai Kementerian
Pengembangan Kebudayaan di Kepulauan
Cook, sebuah negara kepulauan yang
luasnya hampir en kali Jerman. Tetapi
hanya berpenduduk sekitar 17.000 jiwa
yang tinggal di daratan berukuran kurang
dari sepertiga Berlin.
Hingga pertengahan abad ke-19,
penduduknya terkenal brutal dan sadis
serta melakukan kanibalisme.
Saat ini mereka mencari nafkah dari
perhotelan. Namun runtuhnya industri
pariwisata selama pandemi Covid
menunjukkan betapa berbahayanya
mempertaruhkan semuanya di satu tempat.
Hal itu akan berubah. Pada kedalaman
5.000 m di dasar laut sekitar Kepulauan
Kuk terdapat harta karun yang bernilai
miliaran.
Mereka akan mengeksplorasi
1% dasar laut kami. Luas lautan kami ada
jutaan kilom². Lautan yang bahkan tidak
akan kami sentuh.
Hampir 2 juta km² Samudra Pasifik dan
dasar lautnya termasuk dalam zona
ekonomi eksklusif Kepulauan Cook, yaitu
zona yang menurut hukum internasional
boleh dikelola secara eksklusif oleh
negara ini untuk penggunaan ekonomi.
Hans Smith adalah salah satu pemilik dan
CEO Moana Minerals. Ia memegang lisensi
untuk mengeksplorasi perairan Kepulauan
Cook, wilayah yang luasnya kurang lebih
sama dengan El Salvador.
Kami sedang mencari batu-batu yang
berukuran sebesar bola golf atau
kelereng seperti ini.
Dan semua ini mengandung beragam logam
dan bahan kimia yang kami cari.
Sungguh menakjubkan bahwa 1 ton nodul
ini mengandung jumlah logam yang sama
dengan logam dari lima tambang di darat.
Karena kami punya tambang mangan di
darat dan tambang tembaga di darat.
Namun nikel, tanah jarang, dan kobalt
semuanya terkandung di sini.
Hans menunjukkan kami jantung
operasionalnya. Sebuah robot laut dalam
yang istimewa. Salah satu dari sedikit
di dunia yang mampu beroperasi hingga
kedalaman 6.000 m di bawah air. Butuh
waktu sekitar 1 seteng jam untuk sampai
ke dasar laut. Lalu kami akan
menerbangkan ROV. Jadi kita butuh
seorang pemain video game andal untuk
menjadi pilot karena dia tahu apa yang
harus dilakukan.
Ini adalah perjalanan ke sebuah tempat
yang belum pernah dikunjungi manusia
lain.
[Musik]
Melewati berbagai macam organisme dan
kesunyian tak berujung.
1 setengah jam dari cahaya menuju ke
kegelapan. Hanya laser dan lampu pesawat
yang menjadi petunjuk arah.
Tiba di dasar laut, di kedalaman lebih
dari 5.000 m, terdapat banyak bebatuan
hitam kecil yang terbentuk selama jutaan
tahun karena tekanan dan proses kimia.
[Musik]
Saat keruhan pasir mengendap, keragaman
kehidupan mulai terlihat
di tempat yang dianggap sebagai zona
mati ini.
Itu argumen yang sering dilontarkan
orang ketika mereka bilang kita tidak
tahu apa-apa tentang lautan.
Kita akan pergi ke suatu tempat dengan
hewan-hewan unik dan banyak spesies
baru.
Tapi terdapat fakta bahwa ada
hewan-hewan baru yang kami temukan
karena kami sedang melakukan penelitian.
Jika Anda dapat buktikan bahwa itu
memang seburuk dan sejelas yang Anda
klaim, kami akan berhenti.
Tapi mari berhenti menggunakan informasi
yang salah dan mari kita buat keputusan
yang objektif. dan mari ke sampingkan
emosi dan berdiskusi.
[Musik]
Biaya eksplorasi pada kedalaman 5.000 m
di bawah permukaan laut sangat mahal dan
banyak yang enggan menanggungnya.
Investor baik publik maupun swasta
cenderung menghindari kontroversi
seputar eksploitasi laut.
Banyak negara dan perusahaan seperti BMW
dan Google mendukung moratorium yaitu
penangguhan penambangan dan eksplorasi
laut dalam.
Ada pembicaraan tentang moratorium untuk
tidak melakukan penelitian, eksplorasi,
dan penambangan.
Lalu, bagaimana kita bisa mendapatkan
data jika yang punya dana tidak mau
mengeluarkan uang karena mereka hanya
fokus pada hasil akhir? Berikan kami
kesempatan untuk melakukan penelitian
dan menyampaikan argumen. Jika argumen
kami kuat, beri kesempatan untuk
mendapatkan hasilnya. Dan jika argumen
kami tidak kuat, kami paham risikonya.
Tapi setidaknya beri kami kesempatan
yang adil untuk mencoba.
Di kediamannya kami bertemu Mark Brown,
Perdana Menteri Kepulauan Cook.
Pemerintahannya baru saja beralih
sepenuhnya ke kendaraan listrik.
Anda perdana menteri dan Anda
mengendarai mobil listrik.
Iya, saya mengendarai mobil listrik
untuk acara resmi.
Skuter ini juga.
Skuter ini mudah dikendarai dan
diparkirkan.
Bisa untuk bertemu rekan-rekan menteri
dan menyapa mereka.
Jauh lebih mudah berkeliling dengan ini.
Di kantornya, Perdana Menteri dengan
bangga menunjukkan salah satu nodul laut
dalam. Dia yakin bahwa Kepulauan Kook
dapat memenuhi permintaan global akan
logam-logam penting ini selama
berabad-abad.
Bank Dunia memperkirakan bahwa
permintaan Kobalt akan meningkat hingga
500% pada tahun 2030.
Seiring peralihan dunia ke energi hijau,
teknologi dan material yang dibutuhkan
sangat bergantung pada logam-logam
penting yang terdapat dalam nodul-nodul
ini. Oleh karena itu, hal ini sangat
menarik bagi sejumlah negara.
Ada sekitar 500 juta ton nodul di area
kecil yang telah dieksplorasi oleh
Pemerintah Kepulauan Cook. Nilainya bisa
mencapai ratusan miliar dolar Amerika
Serikat
dan bisa jadi sumber pendapatan bagi
negara kepulauan kecil ini untuk masa
depannya.
Semua investor boleh terlibat dan
beberapa memang sudah terlibat," ucap
Perdana Menteri saat kami berpamitan.
Amerika Serikat tidak banyak terlibat
dengan banyak negara kepulauan Pasifik
selama beberapa dekade.
Dalam kurun waktu tersebut, Cina semakin
hadir dan menjadi mitra yang penting
bagi banyak negara Pasifik, terutama
dalam investasi di bidang infrastruktur.
Cina kini menjadi mitra karib kepulauan
Kuk yang berada di ambang transformasi
dari negara kepulauan Pasifik kecil
menjadi kekuatan sumber daya utama.
Emil Kairua, Sekretaris Kementerian
Pengembangan Kebudayaan menolak campur
tangan pihak luar dan bersiap menghadapi
protes keras yang mungkin terjadi bila
Kepulauan Kuk menyetujui penambangan
laut dalam yang bertentangan dengan
peringatan dari PBB. siapapun mitranya.
Perkembangan dan perayaan yang diadakan
minggu ini adalah bukti kemampuan kami
dalam mengelola destinasi kami sendiri.
Dan saya tidak ingin kami kembali ke era
kolonial ketika orang-orang mendikte
bagaimana kami harus menjalani hidup.
Sebagai negara berdaulat, kami berhak
mengambil keputusan. Pastinya kami tidak
ingin mencemari lingkungan sendiri.
[Musik]
Bagi penduduk di sini, lautan di halaman
belakang rumah mereka adalah tempat
tinggal beragam makhluk hidup unik.
[Musik]
Ada tempat dan komunitas di Kepulauan
Kuk yang secara tradisional menganggap
Paus sebagai dewa. Mereka melindungi dan
menghormati Paus-paus itu. Legenda Paika
yang menunggangi Paus dari Mauke ke
Salandia baru adalah kisah terkenal di
negara itu. Jadi, kisah Paus adalah
bagian penting dalam perjalanannya dari
tempat ini dan Selandia Baru.
Kami bertemu Nhauser yang dikenal
sebagai perempuan paus oleh penduduk
Kepulauan Cook. Pernah menjadi perawat,
operator mesin derek, dan kapten penjaga
pantai Amerika Serikat. Dan kini ia
dianggap sebagai salah satu peneliti
paus paling terkenal di dunia dan salah
satu dari sedikit peneliti paus di
selatan Katolistiwa.
Di Raroga, pulau utama di Kepulauan Kuk
yang beriklim tropis. Ia membangun rumah
di tengah hutan. tempatnya beristirahat
setelah bekerja di atas dan di bawah
air. Hampir tidak ada yang bisa dekat
dengan Pa seperti dia. Nan memulai
misinya sekitar 30 tahun lalu.
Tujuan saya adalah menjadi suara bagi
Paus.
Membuat orang jatuh cinta kepada mereka.
Membuat orang menghormati mereka.
Kami ingin tahu apa dia takut ketika
berada sangat dekat dengan hewan raksasa
ini.
Kita harus terus mengingatkan diri bahwa
ini bukan khayalan, ini bukan
Disneyland, ini nyata, ini hewan liar.
Kita berkomunikasi dengan hewan ini
sedemikian rupa, bahkan tidak bisa
diungkapkan dengan kata-kata.
Anda tidak berpikir secara analitis,
tetapi intuitif.
Semua terjadi pada saat itu juga. Dan
sekali lagi itu seperti cinta tak
bersyarat, tidak ada rasa takut.
Nan tidak ingin terdengar seperti orang
yang berbicara omong kosong. Tetapi Nan
mengatakan bahwa dia ingin mengedukasi
masyarakat dan melindungi makhluk
mengagumkan ini melalui karya ilmiah
yang faktual. Bersama para relawan
seperti MIA dari Boston, mereka
mengumpulkan data GPS dari paus-paus
yang ditandai, membandingkan foto sirip
dan menganalisis kode genetik
menggunakan sampel kulit paus. Tujuannya
adalah memetakkan rute migrasi seakurat
mungkin.
Paus yang mana, tinggal di mana, dan
kapan.
Kami bisa memberitahu para nelayan
selama migrasi paus jangan menebar jala
di sini karena mereka mudah tersangkut.
Apalagi anak paus. Selain itu,
mengetahui lokasi mereka juga penting
agar kita tahu bahwa di negara-negara
tertentu yang menangkap paus seperti
Jepang, mereka tidak akan melewati
daerah yang dilewati paus ketika
bermigrasi.
Nan ingin menunjukkan sesuatu kepada
kami. Sesuatu yang menandai waktu
kedatangan paus bagi penduduk Kepulauan
Pasifik sejak dahulu kalah.
Kami agak bingung ketika dia tidak
membawa kami ke laut, tetapi ke hutan.
Namanya pohon nukpai. Dan pohon ini
berbunga orangnya yang indah. Dari
tradisi kuno, orang-orang tahu bahwa
paus-paus akan datang ketika pohon ini
berbunga. Dan ketika pohon ini berbunga,
paus-paus itu sudah di sini. Apa yang
terjadi belakangan ini? Apa jadwalnya
berubah? Apakah tanda ini masih sesuai?
Ketika saya mulai meneliti di sini pada
tahun 1998,
Paus-Paus biasanya datang pada minggu
ketiga atau ke4 bulan Juni. Dan
tahun-tahun berikutnya kedatangan mereka
semakin terlambat dan sekarang puncaknya
di bulan September. Teori saya adalah
karena suhu air yang naik drastis,
seluruh ekosistem jadi terganggu.
Hari sudah malam, kami memutuskan untuk
makan bersama. Briyan yang memasak. Kami
akan makan pasta dengan bawang putih dan
tomat segar dari kebun.
Besok Nan dan Mia akan mengajak kami
dalam perjalanan riset pertama tahun
ini.
Halo.
Dia meminta Tobi untuk memeriksa
hidrofon karena sepertinya ada masalah.
Di sini sangat jauh dari manapun dan
tidak ada suku cadang. Jadi, Tobi harus
berusaha memperbaiki mikrofon bawah air
dengan cara lama.
Keesokan paginya kami berangkat.
Selalu ada masalah dengan peralatan
elektronik di sini karena sangat lembab.
Kalau tidak rutin digunakan, peralatan
itu akan rusak.
Kami pun berangkat. Tempatnya tidak jauh
dari pulau, lebih dekat dari yang kami
duga. Hanya beberapa ratus meter ke
pantai. Di antara kami dan pulau itu ada
karang tempat ombak memecah.
Nan menghentikan perahu. Mia
mempersiapkan hidrofon.
Kita jatuhkan ini dan dengarkan. Apa ada
paus di area ini yang bernyanyi. Jika
tidak terdengar apapun bukan berarti
tidak ada paus. Itu artinya mereka cuma
tidak sedang bernyanyi.
Saat Mia menenggelamkan mikrofon bawah
air ke laut, ketegangan meningkat.
Adakah paus di dekat kami? Akankah kita
mendengar mereka? Akankah kita melihat
mereka? Saat mikrofon di bawah air,
terbukti bahwa upaya penyolderan Tobi
tidak sesukses yang diharapkan.
Hanya terdengar dengungan dari dalam
laut. Sebaiknya kita lupakan saja
hidrofon itu.
Kami mengamati garis laut. mencari paus
dengan mata telanjang. Tiba-tiba
terlihat dua punggung gelap di hadapan
kami menuki ke bawah saat kami dekati.
Tidak lama kemudian mereka kembali
muncul di sisi lain perahu.
Melambai seolah mengajak kami mendekat.
Mereka baru saja menempuh perjalanan
sejauh 6400 km dari Antartika. Mereka
lelah dan belum makan apapun sepanjang
perjalanan. Jadi mereka harus istirahat.
Mia dan Tobi bersiap-siap masuk ke air.
Ini pertama kalinya bagi Mia. Dia harus
belajar mendekati raksasa lautan itu
dengan hati-hati dan tanpa rasa takut.
Tobi akan merekamnya. Nan memberikan
saran lain yang penting untuk diingat
saat menyelam di sini.
Kami akan terus mengawasi karena ada hiu
dan bahaya lain. Jika hiu mulai
mengitari kita dan menurunkan sirip dada
serta melengkungkan badan, mereka siap
menyerang.
Nan sendiri telah beberapa kali bertemu
hiu besar. Salah satu kisahnya menjadi
terkenal di kalangan peneliti Paus.
Seekor paus pernah menempatkan saya di
kepalanya. lalu mulai mendorong dan
membalikkan saya dan saya duduk di
tenggorokannya. Saya tahu dia mencoba
menyembunyikan saya di bawah sirip
dadanya seperti yang biasa mereka
lakukan kepada anjing laut dan hewan
lain untuk dilindungi. Dan ketika saya
melihat ada hiu dengan sirip dada
menurun dan tubuh melengkung, saya
langsung tahu paus ini mendorong saya
menjauhi hiu macan. Hiu macan yang
besar. Hiu terbesar yang pernah saya
lihat sekitar 5,5 m.
Kisah ini menyebar ke seluruh dunia
sebagai bukti kepedulian Paus.
Kami berharap Mia dan Tobi tidak butuh
perlindungan itu hari ini. Meski mungkin
hasil rekamannya akan sangat bagus.
Dengan kamera bawah air kecil, kami
melihat dua paus di depan perahu kami
tiba-tiba menyelam ke kedalaman.
Mia menyelam lebih dulu. Paus-paus itu
kembali terlihat.
Tetapi Tobi tidak bisa menyusul.
Kepalanya terbentur perahu saat melompat
ke air dan berdarah. Tidak baik tetap
berada di air dengan kehadiran hiu di
sekitar. Setelah sekitar 15 menit, Mia
kembali.
Sungguh luar biasa.
Ini lebih dari yang saya impikan.
Saya ingin menangis. Mereka begitu indah
dan kita merasa aman bersama mereka yang
mungkin adalah hal terindah.
Setelah bermain-main, waktunya bekerja,
Mia harus kembali menyelam untuk mencari
potongan kulit paus. Ini cara paling
efektif untuk menemukan jejak paus di
laut ketika menyelam. Tidak lama
kemudian, Mia berhasil mengambil
sepotong kulit paus yang cukup besar
dari air. DNA ini akan dianalisis untuk
mengetahui siapa saja yang kami temui.
Apakah Paus penghuni lama atau pendatang
baru di Kepulauan Kuk.
Itulah tujuan saya kemari. Jadi, warga
di sini langsung mengenali saya sebagai
orang yang datang untuk mempelajari paus
mereka dan saya selalu menyebutnya paus
mereka. Saya ingin orang di sini belajar
tentang paus mereka agar merasa memiliki
paus-paus ini. Karena paus sangatlah
penting bagi budaya mereka.
Dedikasinya selama bertahun-tahun pun
terbayarkan. Pada musim panas 2024,
negara-negara di Pasifik seperti Tongga,
Selandia Baru, Polinesia, Prancis, dan
Kepulauan Kuk menandatangani fakta yang
memberikan paus dan lumba-lumba hak
individual.
[Musik]
Kenapa tidak? Kenapa kita tidak
menganggap salah satu mamalia terbesar
di bumi ini layak diberi privasi? Jadi,
beri mereka rasa hormat itu. Mereka
sudah ada lebih lama dari kita.
Mereka hampir punah. Tetapi kini
populasi paus bungkuk di Pasifik Selatan
berkembang lagi hingga beberapa ribu
ekor. Sebagian berkat Nan dan para
asisten mudanya.
[Musik]
Kami ingin melanjutkan perjalanan. Namun
Dirk, pilot kami kesal. Pesawat kami
tadinya terparkir dengan rapi di samping
landasan pacu. Tetapi sekarang pesawat
itu ada di atas rumput dan tidak ada
yang tahu bagaimana bisa ada di sana.
Dirk perlu mencari tahu karena
penerbangan kami sangat panjang ribuan
kilometer di atas lautan lepas. Dia
menelepon petugas kontrol bandara.
Saya perlu memeriksa kerusakannya. Saya
tidak tahu apa yang mereka lakukan. Saya
belum pernah melihat orang memindahkan
TBM sejauh ini secara manual. Saya tidak
tahu kunci apa yang mereka pakai dan apa
yang dilakukan. Jadi saya ingin tahu
untuk memastikan kita tidak mengalami
masalah.
Manajer landasan Pacu datang. Dirk
bertanya, "Bagaimana pesawat kami bisa
ada di rumput?"
Manajer itu langsung pergi tanpa
menjawab,
"Kami butuh jawaban. Banyak hal bisa
terdampak dan mengetahui itu saat di
udara bukanlah hal yang baik.
Roda hidung pesawat punya batas gerak.
Jadi bisa saja mereka melewati batas
itu. Jika mereka menekan penyangga
sayap, mereka bisa saja merusak
mekanismenya, termasuk batang yang
menggerakkan penyangga itu.
Setelah 2 jam menunggu, misteri itu
tiba-tiba terpecahkan.
Parkir ulang pesawat ala Polynesia.
[Musik]
Akhirnya kami berangkat ke sebuah dunia
yang tidak sepenuhnya sesuai bayangan
kita tentang pulau Pasifik di Laut
Selatan.
[Musik]
Tidak ada pohon palem, tidak ada kelapa,
bahkan di musim panas suhunya jarang
melebihi 14 sampai 15 derajat Celcius.
Diterjang badai dahsyat sepanjang tahun
jauh di tengah samudera terluas di
dunia. Di sinilah perairan Pasifik dan
perairan dingin samudera Antartika
bertemu. Airnya termasuk salah satu yang
terbersih di dunia.
Kami berada di Kepulauan Catam, 800 km
lepas Pantai Selandia Baru. Sekitar 600
orang tinggal di pulau ini. Hampir
semuanya mencari nafkah dengan beternak
domba dan sapi atau dari laut. Sebagian
besar adalah keturunan Maure yang
berimigrasi ke sini dari Kepulauan Kuk
melalui Selandia Baru. Saat kami tiba,
pulau itu sedang hadapi masalah. Kapal
kargo sudah berbulan-bulan tidak
beroperasi.
Toko kami nyaris kosong, mengerikan.
Sangat buruk. Kami kehabisan tepung dan
susu. Sepertinya ini kotak susu terakhir
yang ada di rak. Semua bahan pokok
habis. Jadi banyak barang yang harus
kami datangkan dengan pesawat. Seperti
susu segar yang harganya menjadi 17.50
sen.
Kami bertemu seorang pemuda di utara
pulau itu. Ia sedang menggali harta
karun yang memberinya penghasilan layak.
Jade Dixon adalah penyelam pencari
abalon. Dia mengumpulkan siput laut itu
di kedalaman sekitar 10 sampai 15 m.
Namun di perairan itu bahaya mengintai.
Hiu putih besar. Banyak hiu di sekitar
Chatams. Rasanya populasi hiu di sini
salah satu yang terbanyak untuk wilayah
sekecil ini. Populasinya cukup padat.
Itu risiko lain. Tapi kami sudah
terbiasa dengan hiu-hiu itu.
Kami akan menemani J. Dixon dalam
pekerjaannya yang berbahaya di Pasifik
Selatan yang dingin dan tak bersahabat.
[Musik]
Sebelum melanjutkan ke Tvalu, pulau yang
menolak tenggelam
dan anytech yang dianggap struktur
paling aneh dan berbahaya di Pasifik.
[Musik]