File TXT tidak ditemukan.
Transcript
ue_YS8qpIao • Para gembala domba pemberani, melawan bahaya Pegunungan Alpen | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0074_ue_YS8qpIao.txt
Kind: captions Language: id Pengembalaan domba ini sangat unik. Mulai dari mendaki ke ketinggian lebih dari 3.000 meter, menantang derasnya sungai, hingga melewati batuan, salju, dan es. Sepanjang perjalanan, mereka juga melintasi gletser dan perbatasan negara. Ini pengalaman yang istimewa, sebuah kehormatan. Para gembala di Tirol Selatan mengikuti tradisi transhumance yang sudah ada sejak ribuan tahun. Tradisi itu diakui sebagai Warisan Budaya TakBenda UNESCO. Ini sudah ada sejak lama, dan kami masih melakukannya. Saya yakin ini akan berlanjut di masa depan. Para gembala harus membawa 1.400 domba melalui rute berbahaya dari Italia ke Austria. Terpeleset sekali, Anda bisa celaka. Akankah perjalanan mereka lancar tahun ini? Markus, pemuda dari Tirol Selatan ini, sebentar lagi akan bertanggung jawab atas 1.400 domba di Pegunungan Alpen Ötztal, Austria. Kawanan domba itu masih berada di lembah Italia, dan baru akan tiba lusa. Setelah itu, Markus akan menghabiskan beberapa bulan ke depan sendirian, hanya ditemani anjingnya, di ketinggian 2.400 meter. Persis seperti kakeknya dulu. Saya masih harus mengukir nama saya di situ. Kita tidak tahu berapa lama tradisi ini akan berlangsung. Kita juga tidak tahu seperti apa masa depan pertanian Pegunungan Alpen. Saya akan tinggal di sini selama mungkin. Itu sudah pasti. Markus dibayar oleh 40 peternak domba untuk merawat ternak mereka di musim panas. Sebagai seorang gembala, pekerjaannya sulit dan berbahaya. Ada risiko batu berjatuhan, potensi terpeleset, hingga sambaran petir. Pekerjaan ini berisiko, tidak hanya untuk manusia, tapi juga ternak. Menurut saya, gunung selalu mengambil sesuatu. Tidak semua orang selamat. Beberapa hari ke depan akan sangat melelahkan bagi Markus. Dia harus memastikan 1.400 domba tiba dengan selamat dari Tirol Selatan ke padang rumput pegunungan di Lembah Ötztal, Austria. Di bawah lembah di Italia, pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut kawanan domba mulai bergerak. Para gembalanya adalah Thomas dan rekan-rekannya. Selama beberapa hari terakhir, mereka telah mengumpulkan domba-domba di desa. Rute yang menantang dan penuh petualangan terbentang di hadapan mereka. Selama beberapa tahun terakhir, beberapa domba berjatuhan di rute itu. Meski menantang, ada padang rumput yang subur menanti mereka di sisi lain. Ternak ini sudah bersama kami di padang rumput Alpen sejak 25 April. Karena kami tidak memiliki cukup lahan penggembalaan, mereka harus pergi ke Lembah Ötztal di musim panas. Sama seperti gembala lainnya, Thomas melakukannya karena dorongan pribadi dan tradisi. Pekerjaan utamanya adalah sebagai tukang ledeng. Tradisi penggembalaan dengan menyeberangi Pegunungan Alpen ini telah dilakukan penduduk Tirol Selatan selama sekitar 6.000 tahun. Bulan Juni sudah tiba, tetapi salju di pegunungan masih terlalu tebal. Para gembala terpaksa menunda perjalanan mereka sebentar. Cuaca membuat mereka waspada. Kondisi di atas tidak menentu. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Di atas sana, cuaca bisa berubah tiga kali sehari. Benar saja, cuaca tiba-tiba memburuk. Angin dan salju membuat pendakian semakin sulit. Padahal, perjalanan mereka melintasi Pegunungan Alpen baru saja dimulai. Setiap langkah yang mereka ambil berisiko. Pada akhir tahun 1970-an, 70 domba mati saat badai salju. Mereka sekarang berdiri di area yang enggak ada saljunya. Mereka enggak mau ada di atas salju. Setelah tiga setengah jam, mereka akhirnya sampai di tujuan pertama dan tertinggi di hari itu. Titik puncak di Taschenjöchl, 2.800 meter di atas permukaan laut. Mereka hanya beristirahat sebentar. Selanjutnya, mereka akan berjalan turun. Lebih berat daripada saat mendaki. Namun, bagi mereka ini sebenarnya seperti hobi. Sudah sejak lama, beternak domba di sini bukan lagi sebagai sumber pendapatan utama. Namun, penggembalaan menuju padang rumput Pegunungan Alpen harus tetap dilakukan. Domba berperan menjaga keseimbangan lingkungan di sini. Tanpa mereka, tempat ini akan dipenuhi semak belukar. Menggembala itu sudah seperti hobi buat kami. Sama sekali tidak menghasilkan uang. Kami semua harus bekerja. Sekarang, wol sudah tidak menghasilkan apa-apa. Dari daging memang lebih banyak, tapi hasilnya hanya menutup modal, tidak menguntungkan. Thomas dan rekannya adalah anggota asosiasi gembala domba dan kambing. Kami punya banyak bakat muda yang bermunculan. Tim kami cukup muda. Seperti yang Anda lihat, ada banyak anak muda. Ini akan terus berlanjut. Masih ada satu rintangan lagi hari ini. Saat menyeberangi sungai pegunungan, kawanan ternak tidak boleh terpisah. Para gembala harus menyeberangkan mereka secepat mungkin agar tidak ada hewan yang ragu dan panik. Di sini kebanyakan hanya laki-laki. Keluarga mereka biasanya baru bergabung sesaat sebelum tahap pertama berakhir. Putra Thomas, Elias, masih harus bersekolah hari ini, tetapi besok dia akan ikut membantu. Kami bersyukur semuanya berjalan lancar dan tidak ada yang terluka, termasuk para gembala. Mereka akhirnya sampai di tujuan tahap pertama, yaitu Kurzras, sebuah resor ski di ketinggian 2.000 meter. Selama musim liburan, banyak wisatawan datang ke sini, tetapi saat ini areanya dipenuhi domba. Ternak-ternak itu akan bermalam di kandang ini untuk beristirahat sebelum menghadapi hari berikutnya. Perjalanan lancar ya? Lebih baik dari perkiraan. Lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Markus juga sudah tiba. Baginya, petualangan baru akan dimulai. Dia bertanggung jawab mengatur pendakian. Besok pagi, perjalanan akan dilanjutkan hingga ke ketinggian 2.800 meter, tetapi cuaca tampaknya tidak bersahabat. Sepertinya akan ada salju setebal 20 cm. Tak jauh dari resor ski itu, saudara Markus, Johann, sudah terlihat sibuk di kandang sejak pagi. Dia bekerja mengurus peternakan keluarga. Berbeda dengan domba dan kambing, sapi-sapinya baru akan digembalakan di pertengahan musim panas. Sekarang, sapi-sapi itu masih berada di peternakan, menghasilkan susu sebanyak mungkin. Usaha di peternakan tidak bisa hanya mengandalkan produksi susu dan subsidi pemerintah yang minim. Itu tidak akan cukup. Di musim panas, Johann juga bekerja sebagai gembala. Sementara di musim dingin, dia membantu di resor ski. Johann dan keluarga memang mampu bertahan hidup dari beternak dan pekerjaan sampingan. Namun, melestarikan warisan keluarga jauh lebih penting baginya. Generasi setelah kami juga harus punya sesuatu untuk dikerjakan. Kami berusaha memastikan mereka dapat meneruskannya. Itulah kontribusi kami. Yang terpenting, semua orang harus ikut berperan. Sapi-sapi telah diberi makan, dan susunya akan segera diambil pengepul. Sementara di Kurzras, Markus telah memeriksa domba-domba sejak fajar. Seekor domba lahir semalam. Bayi domba itu masih terlalu lemah untuk mendaki gunung sendirian. Jadi, dia digendong, ditemani induknya. Domba-domba lainnya tampak bersemangat mendaki lereng ski yang curam. Hari ini, Thomas ditemani Elias, putranya yang baru berusia 12 tahun. Dia cukup membantu. Domba adalah hidupnya. Ini salah satu hal terbaik baginya tahun ini. Iya, ini menyenangkan. Malam sebelumnya, salju lebat turun lagi. Hal yang tidak biasa di musim ini. Para gembala pun terpaksa mengambil jalan memutar. Hari ini kami harus mendaki lewat jalur yang biasa dipakai turun, melewati area ski. Soalnya, jalan utama ditutup karena ada risiko longsor. Domba-domba yang kecil sudah dibawa ke padang rumput Alpen kemarin. Perjalanan itu terlalu sulit bagi mereka. Bahkan, salah satu domba besar pun butuh bantuan. Domba-domba ini sudah lelah. Mereka sudah enggak mau jalan lagi, seperti anak-anak. Di usianya yang ke-72, Karl adalah salah satu anggota tertua di tim, tetapi dia masih terlihat sangat bugar. Jalani gaya hidup sehat, baru Anda bisa melakukannya. Saudara Markus, Johann, kini telah tiba dengan kawanan kambingnya. Sama seperti yang lain, dia sudah mengikuti penggembalaan ini sejak kecil. Dari dulu hingga nanti, tradisi ini akan berlanjut. Tidak akan berubah kecuali ada lebih banyak serigala atau predator yang menimbulkan masalah. Jika itu terjadi, tradisi-tradisi ini mungkin akan punah. Predator seperti itu bisa membahayakan ternak, jadi tradisi ini bisa saja terancam. Menurut perkiraan, sekitar 80 serigala hidup di Tirol Selatan. Mereka sering menyerang ternak. Pada tahun 2023, negara harus membayar hampir 100.000 euro (setara Rp1,9 miliar) sebagai kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan. Sekarang beruang juga mulai bermunculan. Johann dan tim beruntung karena mereka belum kehilangan apa pun. Para gembala dan ternak kini telah mencapai ketinggian 2.800 meter. Mereka sekarang sedang menyusuri gletser. Di tahap ini, semakin sulit untuk menjaga kawanan domba tetap bersama. Meski berat, tak satu pun dari mereka yang terlihat ingin menyerah, termasuk Karl. Kami melakukannya karena itu adalah bagian dari diri kami. Kami terlahir seperti ini. Kami punya lahan untuk bertani, bekerja menghasilkan makanan, dan daging domba yang bagus, yang sebagian bisa kami jual. Begitulah cara kami hidup. Markus sudah berjalan lebih dulu untuk mengawasi yang lain dari atas. Meskipun telah melakukannya sejak kecil, tradisi penggembalaan domba atau transhumance ini selalu istimewa baginya. Ini satu-satunya transhumance yang melintasi gletser dan batas negara. Itulah yang membedakan kami. Ini istimewa dan suatu kehormatan. Rombongan kini sudah sampai di Rofenache di Hochjoch. Jembatan gantung yang sempit ini adalah titik berbahaya terakhir yang harus mereka hadapi. Para gembala harus memastikan tidak terlalu banyak hewan yang menyeberangi jembatan sekaligus, dan yang terpenting, mereka harus terus bergerak. Ini sulit. Anda butuh beberapa orang untuk membantu. Mereka akhirnya berhasil menyeberang. Sampai ke padang rumput Alpen Ötztal yang mulai menghijau. Semua domba selamat, bahkan domba hitam kecil ini, tampak bersemangat. Meski lelah, para gembala sangat puas. Perjalanannya lancar hari ini. Saya pikir perjalanan akan lebih sulit, tetapi ternyata tidak. Semua salju ini awalnya bikin kami berpikir, mungkin enggak ya melanjutkan perjalanan? Medannya juga terjal, tidak mudah, jadi semua orang harus berhati-hati. Terpeleset sekali, Anda bisa celaka, tetapi pada akhirnya, semuanya lancar. Dalam satu hari ini, Markus telah bertemu banyak orang. Namun, mulai besok hingga beberapa bulan mendatang, dia akan tinggal di sini sendirian bersama anjingnya, 1.400 domba, dan beberapa kambing. Enam minggu berlalu di Pegunungan Ötztal. Markus sudah terbiasa dengan kehidupan di kabin. Pria berusia 25 tahun ini tidak merasa kesepian di sini, justru sebaliknya. Saya selalu suka menyendiri di pagi hari, agar tidak diganggu. Dengan begitu, saya bisa memulai hari dengan baik. Saya bersama anjing saya dan itu menyenangkan. Kabin Markus hanya dipenuhi beberapa kebutuhan pokok seperti kompor gas, air mengalir, tempat tidur, dan listrik. Setiap pagi, gembala muda ini menikmati kopi ditemani anjingnya dan pemandangan yang indah. Setelah itu, dia berangkat memeriksa kondisi ternak. Hari ini, Markus perlu memastikan apakah garam yang tersisa masih cukup atau tidak. Garam merupakan bagian penting dari diet hewan-hewan itu. Perlu ditambah, karena hanya tersisa sedikit. Di awal musim, sebuah helikopter mengangkut sekitar 1.500 kilogram garam ke atas gunung. Markus mendistribusikannya ke berbagai lokasi. Ini hanya garam dapur biasa. Natrium klorida yang tidak beracun. Kalau beracun, domba-domba tidak akan bisa memakannya. Area yang harus dipantau Markus di Lembah Ötztal luasnya sekitar seribu hektare. Dia mengambil rute yang berbeda setiap harinya. Sebelum menjadi gembala, dia sempat menjalani pelatihan sebagai tukang batu. Namun, bekerja dengan hewan ternak adalah minat utamanya. Saya melihat domba-domba kecil datang di musim semi, lalu digiring di musim gugur. Mereka kemudian tumbuh lebih besar dan lebih kuat. Semakin gemuk dan bulunya menebal. Bisa menyaksikan mereka tumbuh dengan baik, rasanya luar biasa. Tempat Johann, saudara Markus tinggal dapat ditempuh dengan lima jam berjalan kaki. Dia bekerja mengurus ternak di sisi Italia, lebih jauh di Lembah Schnalstal. Berbeda dengan Markus yang tinggal di kabin, Johann tinggal di rumah di area peternakan. Dia tidak bisa membayangkan punya pekerjaan di tempat lain. Beberapa orang bekerja di perkantoran di kota. Saya belum pernah mencobanya, tapi saya rasa saya tidak cocok di situ. Saya enggak bakal tahu cara menjalani hidup seperti itu. Tapi kalau di sini, Anda bisa menghilangkan stres. Apalagi bisa melihat hewan-hewan tumbuh sehat dan makan dengan baik, buat saya itu sudah cukup. Johann jarang bertemu saudaranya di musim panas. Hari ini adalah salah satu hari istimewa di mana keduanya akan bertemu. Markus dan Johann saling mendukung. Saat bertemu, mereka membahas domba dan kambing, tidak perlu banyak bicara. Waktunya Johann kembali ke lembah. Dia masih harus berjalan kaki dua jam lagi. Markus juga ingin kembali ke kabinnya sebelum malam tiba. Berbeda dengan kebanyakan anak muda seusianya, Markus tidak tertarik untuk keluar berpesta saat malam. Saya akan menyiapkan minuman dan makanan sendiri. Lalu saya akan melihat-lihat sebentar, baru kemudian bersiap untuk tidur. Sekarang bulan September, dan besok domba-domba akan digiring kembali ke lembah menuju Tirol Selatan. Sepanjang musim panas, hewan-hewan itu menyebar di seluruh pegunungan. Selama beberapa hari terakhir, Markus dan timnya telah berupaya mengumpulkan mereka kembali. Saya tidak keberatan kalau tinggal di sini lebih lama, tapi kami harus segera pergi. Kalau sudah waktunya, Anda harus pergi bersama hewan-hewan itu. Saudara Markus, Johann, mengumpulkan domba-domba yang masih terlalu kecil untuk berjalan melalui rute panjang menuju lembah. Thomas dan putranya juga ikut membantu selama beberapa hari terakhir. Elias bahkan sudah tidak sabar menanti perjalanan berikutnya. Saya akan kembali lagi tahun depan. Domba-domba itu sekarang sedang masuk ke kandang. Mereka akan menetap di sini sampai besok pagi, lalu mereka akan berangkat. Bagi Markus, perjalanan pulang itu menegangkan. Lagi-lagi, dia bertanggung jawab untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Ini baru awal perjalanan. Mereka belum sampai rumah. Hari mulai terang. Para gembala sudah beristirahat di tempat inap terdekat dan ingin segera berangkat karena sepertinya cuaca akan berubah. Domba hanya bisa meninggalkan kandang dalam kelompok kecil. Hal ini untuk mencegah terlalu banyak domba yang menyeberangi jembatan sekaligus. Paman Markus, Hans, telah menjadi bagian dari tim selama hampir 60 tahun. Hari ini, dia bertugas memastikan semuanya berjalan lancar di jembatan. Yang terpenting, menggiring mereka semua menyeberangi jembatan dengan selamat. Kalau ada yang jatuh ke air, mereka akan mati. Hanya butuh 1,5 jam untuk menyeberangi sungai. Domba-domba itu belum pernah berlari secepat ini. Mungkin mereka merasakan perubahan cuaca dan ingin segera turun ke lembah. Jalanan kemudian berubah menjadi lebih sulit dan curam, tapi domba-domba itu berlari semakin cepat. Satu saja domba jatuh di sini, pasti akan mati. Benar saja, langit berubah mendung dan berkabut. Hujan turun dan angin menjadi lebih dingin. Meski begitu, sudah banyak orang menunggu di Kurzras untuk menyambut hewan-hewan itu. Markus, Thomas, dan gembala lainnya juga segera meneduh. Mereka masih harus menempuh perjalanan sehari lagi besok. Kalau cuacanya lebih bagus, biasanya lebih banyak orang di sini. Bahkan lebih banyak orang daripada domba. Keesokan harinya, matahari bersinar kembali. Setelah delapan jam melintasi pegunungan, domba dan para gembalanya akhirnya berhasil sampai di tujuan akhir. Tidak ada domba yang lahir, tidak ada cedera, semuanya baik-baik saja. Kami akan melakukan hal yang sama lagi tahun depan. Markus dan Johann tiba menjelang akhir perayaan. Mereka sudah tidak terlalu tegang. Kini mereka tinggal menyelesaikan perhitungan. Hanya ada dua hewan yang mati selama musim itu, dan semuanya selamat dari perjalanan menuruni lembah. Markus telah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Lega rasanya. Saya senang hanya sedikit yang hilang. Semuanya lancar. Walau berbagai rintangan silih berganti, tradisi penggembalaan berusia ribuan tahun di Tirol Selatan ini tetap lestari.