Transcript
1Sm9jcaXYoE • Neuschwanstein: Kastel negeri dongeng dan ikon arsitektur Jerman | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0084_1Sm9jcaXYoE.txt
Kind: captions
Language: id
Ini adalah salah satu bangunan paling
menakjubkan di dunia.
Sebuah pemandangan yang sangat memukau.
Terletak di Jerman Selatan. Bangunan ini
menjulang megah di perbukitan Alpen di
Bayern.
Istana dongeng ini ibarat fantasi yang
mewujud dari bebatuan, tempat di mana
kejeniusan arsitektur berpadu serasi
dengan gaya kit yang marak pada masa
itu.
Istana Noise Wstein terkenal ke seluruh
dunia dan telah menjadi simbol Jerman.
Dikelilingi hutan dan pegunungan. Istana
ini seolah menjelma dari buku dongeng.
Tetapi coba perhatikan lagi, bangunan
ini tidak seperti yang sekilas terlihat.
Noisein, penuh mitologi dan tragedi.
Istana ini tak terpisahkan dari nasib
raja Lutwih [musik] kedua dari Bayern.
Menurut saya kastil Noisein mengingatkan
kita pada Jerman abad pertengahan.
Ludwiig menciptakan ini sebagai monumen
untuk diri sendiri, untuk sejarah
Jerman, dan untuk komposer Richard
Wagner.
Ketika naik takhta pada usia 18 tahun,
Lutwih kedua dianggap sebagai salah satu
raja paling tampan di Eropa.
Namun sekitar dua dekade kemudian ia
meninggal secara misterius di dekat
Danau Starnberg.
Ia baru berusia 40 tahun dan banyak yang
menganggapnya mengalami gangguan mental.
Kematiannya melahirkan legenda
tersendiri. Ia dipandang sebagai raja
negeri dongeng yang gila. Kisah hidup
dan kematiannya masih terjaga lewat
kastilnya.
Bangunan luar biasa dan kisah tragis
pria eksentrik yang membangunnya telah
lama menarik minat para pengunjung.
Tak sekadar fenomena Jerman atau warga
Bayern berkunjung karena menghormati
rajanya.
Ini adalah hype berskala global.
Noise Wstein mengingatkan kita pada
istana dalam dongeng-dongeng Disney.
Dengan lebih dari 1 juta pengunjung
setiap tahunnya, kastil ini menjadi
objek wisata yang populer.
Setiap orang ingin berfoto di depannya.
Neisstein menarik paling banyak
pengunjung dan kami bangga. Kami
berupaya melestarikan sekaligus
memberikan wawasan unik tentang istana
ini kepada para pengunjung.
Saat ini istana tersebut sudah mencapai
kapasitas maksimalnya dengan lebih dari
6.000 wisatawan setiap hari.
Kerusakan terjadi karena kita
memfungsikannya sebagai museum. Jika
istana ini ditutup dan dibiarkan begitu
saja, kondisinya akan tetap sama seperti
dulu.
Popularitas istana ini memang membuat
upaya [musik] pelestariannya menghadapi
tantangan besar.
[musik]
Pertama, Kastel ini dibangun pada abad
ke-19.
Rancangan bangunannya penuh ciri unik
Raja Lutui kedua. Dia menuangkan pikiran
dan perasaannya ke dalam arsitektur.
Jadi saat kita melihat Noise Wstein,
pada dasarnya kita sedang melihat ke
dalam jiwa lutuih kedua. Setahu saya
tidak ada bangunan lain yang seperti
itu.
Hingga kini visi sang raja terus memukau
banyak orang. Dia sangat bersemangat dan
seolah hanya menemukan pelipuran dengan
cara membangun proyek. Salah satu karya
istimewanya adalah istana Himse yang
merupakan penghormatan kepada istana
Verse di luar Paris.
Ada juga Linderhoh istana bergaya
Prancis di pegunungan dekat kota
Oberamergau.
Namun hanya Noisein yang menawan
imajinasi. Apakah bangunan ambisius ini
adalah karya seorang penguasa boros atau
seorang genius yang disalah pahami?
Bayangkan semua proyek itu dia awasi
sekaligus termasuk mengembangkannya
sendiri dan memeriksa setiap detailnya.
Itu saja sudah sangat luar biasa.
Oto Fredrich Wilhelwi von Bayern lahir
pada tanggal 25 Agustus 1845
di istana Nimfenburg di dekat Monsen.
[musik]
Dia dipanggil dengan nama Ludwih seperti
kakeknya.
[musik]
Pria ini adalah seorang penulis dan
kolektor seni. Sejak kecil dia sudah
mempelajari kehidupan Ludwih kedua. Dia
tahu banyak tentang raja dari Bayern
itu.
Di pertengahan abad ke-19 terjadi
pergolakan politik dan awal era
industri. Dengan mesin uap segalanya
menjadi jauh lebih mudah. Pabrik-pabrik
berdiri, kaum proletar bermunculan. Para
pangeran yang berkuasa memandang kaum
proletar sebagai ancaman bagi kekuasaan.
Setelah berbagai gejolak, keadaan mulai
tenang. Namun, ide untuk menyingkirkan
raja dan penguasa feodal terlanjur
menyebar. Di masa yang sangat bergejolak
inilah Ludwi lahir.
Ada tanda-tanda bahwa sistem monarki
tidak akan bertahan lama. Namun ayah
Ludw Maksimilian kedua [musik] adalah
seorang penguasa yang jeli. Pangeran
Ludwih dan adiknya Oto tumbuh terlindung
dari dunia luar.
Mereka menghabiskan musim panas di Hon
Swano di Bayern.
Istana di kaki pegunungan Alpen ini
menjadi taman bermain mereka. Tempat
imajinasi [musik]
mereka tumbuh bebas.
Sejarawan dan penulis [musik] Markus
Pangenberg mempelajari secara mendalam
tentang kehidupan Raja [musik] Ludwih
kedua, termasuk hal yang mempengaruhi
gaya arsitekturnya.
Motif dan gaya abad pertengahan Eropa
kembali populer pada abad ke-19.
Ay Lutui Maksimilian kedua menghidupkan
kembali gaya tersebut dalam arsitektur
kastil Hoan Soano dan dalam
lukisan-lukisan dindingnya. Jadi lutuih
kedua sangat terpengaruh gaya ayahnya.
Istana
Howen Swanu dipenuhi lukisan legenda
abad pertengahan, kisah sejarah lokal
dan para kesatria.
Ada batasan jelas antara kebaikan
[musik] dan kejahatan.
Ada satu motif yang menonjol di istana
itu.
Ruang makan di Hon Swan dapat dianggap
sebagai cikal bakal istana Noisein.
Di sinilah ayah lutui kedua memesan
lukisan mural yang menggambarkan
kesatria angsa.
Istana di latar belakang menyerupai Han
Suang dan menunjukkan kesatria angsa
berpamit kepada keluarganya untuk pergi
menyelamatkan seorang perempuan tidak
berdosa yang akan dihukum.
Bayangkan Lutwih duduk di sini. Dia lalu
membayangkan suasana itu di hadapannya
dan dia tertarik pada semua lukisan
Honano, semua mitos, legenda, dan kisah
yang tergambar di sini.
Dongeng tradisional tidak hanya
menginspirasi Ludwi, tetapi juga
komposer Jerman Richard Wagner. Terutama
untuk opera berjudul Lowan Green.
Lutwih menonton opera itu pertama kali
pada 2 Februari 1861.
Meski belum berusia 16 tahun, ayahnya
mengizinkannya menonton. Bisa
diasumsikan Lutwi sangat tersentuh. Dia
seolah melihat lukisan-lukisan Hangu
menjelma dalam bentuk karakter dan
musik. Pengalaman macam itu sulit kita
bayangkan saat ini karena kita sudah
sangat terbiasa dengan stimuli.
Lutwih terobsesi dengan kisah seorang
kesatria penyelamat yang gagah dan bahwa
di balik semua itu ada dewa. Saking
terobsesinya, dia pun menulis surat
kepada Wagner yang menyatakan bahwa
Lowen Green adalah awal kekagumannya
kepada Wagner.
Pangeran mahkota itu tertawan [musik]
oleh kisah Lowan Green yang bertema
cinta dan kepahlawanan serta kiasan
dalam kisah kesatria legenda Cawan Suci.
Namun, mimpi-mimpi ludih muda mendadak
pupus.
Ayahnya meninggal dunia di usia 52 tahun
karena sakit. Lutwi yang saat itu
berusia 18 tahun diangkat sebagai raja
pada 10 Maret 1864.
Dia menulis kata raja dengan huruf besar
di buku hariannya.
Gelar resminya [musik] sekarang Lutwi,
by the grace of God, King of Bavaria,
Count Palatine of the Rine, Duke of
Bavaria, Franconia and Swabia.
Lutwih kedua adalah raja yang
konservatif karena dia berpegang teguh
pada tradisi wangsanya, Wittlesbach. Dia
tahu bahwa dia berasal dari keluarga
bangsawan lama. Itu sangat penting
baginya.
Sejarah wangsanya telah tercatat selama
800 tahun.
Dia yakin bahwa mahkota dan kekuasaannya
berasal dari Tuhan dan dia adalah
semacam wakil Tuhan di muka bumi.
Pemikiran inilah yang membentuk dirinya.
Namun tidak ada yang membimbingnya untuk
menjadi raja.
Panutannya adalah Louis ke-14 dari
Prancis, Raja Matahari, sosok penguasa
absolut dari masa lampau.
Ambisi besarnya yakni mengembalikan
keadaan seperti sebelum revolusi Prancis
ketika tidak ada pemisahan kekuasaan.
Dia merasa pemisahan itu sangat
mengancam.
Menurutnya, kekuasaan raja berasal dari
karunia Tuhan dan harus bersifat
absolut. Kekuasaan itu tidak boleh
dibatasi sesuai kebutuhan rakyatnya.
Sulit baginya menerima ide bahwa rakyat
dapat memiliki perwakilan dengan
hak-haknya sendiri.
Namun zaman telah berubah dan kaum
Borjuis kini punya hak bicara.
Namun [musik] Ludwih lebih suka
memerintah sendiri.
Sejak 1806,
kota Munsion telah dibentuk oleh Wangsa
[musik] Whittlesbach. Jalan alun-alun
dan jembatan paling megah dinamai dengan
nama leluhur Lutwih kedua termasuk
Ludwig Strase dan Maksimilian Strase.
Raja muda itu juga ingin mengabadikan
dirinya lewat arsitektur di pusat kota.
Dia membangun Politeknik yang kini
dikenal sebagai Technical University of
Munich. Universitas ini merupakan salah
satu contoh ketertarikan Ludwih terhadap
bangunan. Dr. Katrine Boimler adalah
pakar dalam proyek arsitektur Ludwih.
Semua bangunan pemerintah dan publik
harus disetujui olehnya.
Dia juga turut mempengaruhi proyek
konstruksi publik lewat pengalokasian
lahan dan penunjukan arsitek.
Lutwih sangat antusias. Dia juga
berperan dalam merancang Mari Platz di
Monsion dengan gaya neogotik yang sedang
populer saat itu.
Ini adalah rencana untuk Balai Kota
Munsion
Noyes Rataus yang dirancang oleh Georg
von Hauber
dan dibangun dalam pengawasan lutuih
kedua.
Gedung Noyesataus dibangun dalam tiga
tahap. Lutwih kedua yang melakukan tahap
konstruksi pertama dan memilih
Hauberiser sebagai arsiteknya.
Sang raja juga berencana membangun
gedung khusus untuk idolanya, komposer
Richard Wagner. Dodwih telah menjadi
patron yang sangat royal bagi Wagner.
Wagner yang dikenal berpandangan [musik]
antisemit punya pengaruh terhadap Ludwi.
Wagner memainkan peran buruk selama masa
muda lutwi.
Dia menanamkan ide-ide yang berlebihan
dan tidak manusiawi.
Semua itu ia lakukan agar Lutwih bisa ia
pengaruhi.
Rencana untuk bangunan ini terlihat
sangat monumental. Menunjukkan betapa
kagumnya raja akan komposer favoritnya.
Ini adalah salah satu rencana awal untuk
gedung Opera di Munsion. yang dikenal
sebagai Fresh Pill House. Lutwih kedua
mulai merencanakannya setelah naik
takhta pada tahun 1864.
Dia menugaskan Godfri Samper, arsitek
Neorenaisans paling terkemuka di wilayah
berbahasa Jerman.
Seperti pendahulunya Maksimilian kedua
dan Lutwih kesatu, dia ingin membangun
jalan raya yang megah di Munsen. Jalan
raya ini akan dimulai dari istana
residence membentang ke arah timur
melintasi jembatan di atas Sungai Isar.
Vespill House rencananya akan dibangun
di tepi timur Sungai Isar. Vespill House
dirancang sesuai gagasan Wagner.
Wagner ditugaskan oleh Lutwih kedua
untuk menyelesaikan operanya Ring of the
Nibelung yang dibiayai Lutwih.
Itu akan menjadi gedung operator hebat
dibangun untuk Wagner.
Teater FP House juga sangat inovatif
karena memanfaatkan ruang dengan cara
yang baru. Memiliki panggung prosenium
yang dalam dan tempat orkestra yang
tidak terlihat penonton. sesuatu yang
baru pada masa itu.
Teater ini juga memiliki sesuatu yang
saat ini sudah terlihat sangat biasa,
yaitu auditorium gelap berbentuk
amfiteater.
Semua itu dirancang agar penonton dapat
menonton opera sefokus mungkin.
Namun semuanya terhenti ketika
pemerintah menentang pembangunan proyek
mahal itu.
Para politisi pragmatis segera menyadari
rencana Wagner yaitu meraup untung
besar. Raja muda itu baru saja
kehilangan ayahnya dan sedang mencari
sosok panutan.
Dia terobsesi dengan musik Wagner yang
memiliki unsur orgiastis dan narkotik
seperti yang pernah diungkapkan Nietzse.
Jadi, Lutwih telah dimanipulasi.
Karikatur pada masa itu menunjukkan
Wagner yang dominan dengan Ludwi sebagai
pengikutnya.
Ini adalah langkah mundur bagi sang raja
muda dan [musik] impian besarnya.
Dia tidak bisa lagi menjadi raja yang
membangun gedung-gedung publik dan
arsitektur megah. Hal itu karena zaman
sudah berubah, masyarakat berubah.
Terjadi kemunduran pada monarki yang
kemudian membatasi kekuasaan Lutwih
kedua.
Hal itu terlihat jelas ketika melihat
kronologinya.
Perencanaan teater FPIL House dimulai
pada tahun 1864
dan pada tahun 1867
proyek tersebut gagal.
Pada tahun yang sama dia mulai
merencanakan pembangunan istana-istana
yang setiap detailnya dapat dia atur
tanpa harus bertanggung jawab kepada
siapapun.
Penghentian proyek Fest Pill House
menghancurkan [musik] ego sang raja.
Namun bahkan tanpa proyek gedung opera,
Lutwap berhubungan dekat dengan Richard
Wagner.
Pertemanan intelektual mereka tetap
terjalin. Begitu pula kecintaannya
terhadap karya Wagner.
Lutwih mulai mencari lokasi yang cocok
untuk mewujudkan sebuah bangunan yang
didedikasikan untuk dunia mistis yang
sangat menarik baginya dan Wagner.
Pencarian itu membawanya ke area
menakjubkan di sekitar Kastil Howensau,
tepat di atas Danau Angsa.
Di sinilah Ludwih menghabiskan [musik]
masa kecilnya dengan bebas.
Dari sini terbentang pemandangan dua
reruntuhan istana abad pertengahan
tempat para penguasa Suanuo pernah
tinggal.
Ketika lutui kedua menjadi raja Bayern,
dia tinggal di lantai ini. Istana
Hansanao diwarisi dari ayahnya. Dari
tempat tinggalnya, Lutwih dapat melihat
kaki bukit dengan dua reruntuhan di
atasnya, Forder Hoan Suanguo dan Hinter
Hoen Suangau. Seiring waktu, sang raja
ingin membangun istananya sendiri.
Istana Ludwih Noin Swanstein akan
dibangun di puncak gunung menghadap ke
daratan di bawahnya.
Bangunan ini juga dirancang menjadi
semacam monumen untuk Richard Wagner.
No Swanstein tidak hanya
merepresentasikan Ludwi, tetapi juga
semacam penghormatan bagi Wagner dan
opera-operanya.
Ludwi menulis,
istana ini akan jauh lebih indah dan
nyaman dalam segala hal daripada Hoen
Swan yang setiap tahunnya dinodai oleh
prosa ibu saya.
Para dewa yang dinodai akan membalas
dendam dan tinggal di awang-awang
dikelilingi angin surgawi.
[musik]
Bukan dengan gedung opera, tetapi dengan
istana. Begitulah cara Ludwi memberikan
penghormatan kepada Wagner.
[musik]
Ada surat dari Luthwih untuk Wagner
tertanggal 13 Mei 1868.
Dia menjelaskan konsep noisein.
[musik]
Ludwih menyebut komposer itu sebagai
gurunya.
Saya berencana membangun reruntuhan
kastil Heno di dekat Ngaripol dengan
gaya istana kesatria Jerman masa lampau.
Saya sangat berharap bisa tinggal di
sana dalam 3 tahun. Kamar-kamar tamu
akan dilengkapi perabotan rumahan yang
nyaman yang darinya kita bisa menikmati
pemandangan megah puncak soiling,
pegunungan tirol, dan dataran yang
membentang luas. Kau tahu siapa tamu
terkasih yang saya harapkan bisa saya
jamu di sana? Lokasinya sangat indah,
sakral, dan terpencil. Sebuah kuil yang
layak bagi sahabat Ilahi yang lewatnya
berkat dunia telah diberikan. Akan ada
juga gambaran dari operatan Hoiser dan
Lowen Green, aula penyanyi dengan
pemandangan istana di belakangnya,
halaman istana, lorong terbuka, dan
jalan menuju kapel.
zur Kapelle werden sie dort finden.
Ludwih sudah membayangkan menelusuri
istana itu [musik] bersama Richard
Wagner.
Semua itu akan mewujudkan impian mereka
tentang dunia yang ideal.
[musik]
Jika diperhatikan
terlihat bahwa Noise Winstein bukanlah
bangunan yang unik pada masa itu. Ada
istana Lebokra, Pierons, dan Wbook.
Banyak sekali. Itu adalah gaya yang
populer pada masanya.
Istana Wburg di Turingan menjadi
inspirasi bagi sang raja. Dia sangat
terkesan dengan gaya dan desainnya.
Pada tahun 1867
dia pergi ke Turingen untuk mengunjungi
lokasi kompetisi menyanyi dalam operan
Hoiser karya Wagner. Dia lalu pergi ke
Varburg yang baru saja dibangun oleh
Hugo von Rgenas reruntuhan istana abad
pertengahan.
Dibangun menyerupai gaya abad
pertengahan. Ini adalah contoh gaya
historicism.
Bayangkan dia berjalan ke aula ini
dengan ruangan yang masih berbau cat
karena baru saja dibangun.
Lutwih kemudian melihat area penyanyi
area itu dan panggung dari Opera Len
Green memberinya ide bahwa dia bisa
menirunya untuk istananya sendiri.
Sumber inspirasi lainnya adalah istana
Pieg von [musik] di Prancis yang masih
dibangun ketika dia ke sana.
Struktur aslinya berasal dari abad
pertengahan. Istana ini kemudian
dijadikan kediaman Napoleon ketiga.
Pada tahun 1867,
dia pergi ke Paris mengunjungi istana
Pierre von bersama Napoleon ketiga dan
dia terkesan dengan pemandangan
menara-menaranya.
Menara-menara menjulang tinggi itu
menginspirasinya. Namun Ludwi tidak
hanya tertarik pada sejarahnya.
Tahun 1867
pameran dunia dibuka di Paris.
Di sana Ludwih tertarik pada
perkembangan teknologi terbaru.
[musik]
Saat berkunjung ke pameran dunia, konsep
paviliun berdasarkan negara pertama kali
diterapkan.
Jadi pengunjung dapat berpindah dari
satu negara ke negara lain sambil
berkeliling menikmati pameran ini.
Itu adalah pengalaman yang membentuk
sang raja muda. Dia terus mencari
kesempatan untuk melarikan diri dari
kenyataan.
Dia lalu meminta para pelukis teater
untuk mendesain Noise Wstein, terutama
Christian Yang membuat rancangannya.
Edward Ridle menjadi arsiteknya. Mereka
mempresentasikan sekian rancangan kepada
raja dan Lutwih terus memberikan
pendapatnya pada rancangan tersebut.
Hasilnya adalah sebuah bangunan dengan
halaman atas yang menyerupai lokasi dari
opera Lowen Green.
Tujuannya membuat istana dongeng itu
terlihat seperti ini.
[musik]
Gambar desain selalu terlihat lebih
spektakuler daripada hasil akhirnya.
Hasil akhirnya adalah apa yang bisa
dibangun. Beberapa benteng dan menara
memang tidak mungkin bisa dibangun.
Sementara itu, rancangan [musik]
arsitektur ini menunjukkan sisi modern
konstruksinya.
Ada pula perhitungan struktural,
denah lantai,
dan detail lokasi pipa air dan pemanas.
[musik]
Lutui kedua jelas berusaha menjadikan
tempat ini sebagai istana pribadi.
Dia memperlakukan proyek pembangunan
seperti proyek penelitian.
Dia banyak membaca tentang hal tersebut.
Dia meminta para arsitek dan seniman
untuk mencarikan berbagai bahan dan
meminta mereka membuat bermacam desain.
[musik]
Ada banyak persyaratan khusus.
Sang raja [musik] tidak gampang merasa
puas.
[musik]
Alih-alih menugaskan arsitek paling
terkemuka seperti Godfri von Samper, dia
justru mencari arsitek yang kurang
dikenal agar lebih leluasa dalam
memberikan arahan. Dia menjadi seniman
dan sumber ide dalam proyek ini.
Pada tanggal 5 September 1869,
manajer pembangunan Heinri Herol
memimpin upacara peletakan batu pertama.
Sebelum kastel dibangun, sebagian tebing
berbatu harus dihancurkan. 8 met batu
dipindahkan untuk memberi ruang bagi
fondasinya.
Rasa ingin tahu sang raja begitu besar
sampai dia terus memeriksa
perkembangannya.
Sayangnya bagi para pekerja pengawasan
ini terlalu sering. Dia terlalu sering
mengubah rencana di tengah pembangunan.
Lokasi pegunungan menimbulkan banyak
tantangan.
Semua mesin konstruksi harus diangkut
dengan teknologi modern seperti derek
uap.
Ratusan pekerja, pengrajin, dan seniman
dibutuhkan.
Lutwih menjadi penyedia lapangan kerja
terbesar di wilayah itu.
Dia bertekad melakukan apapun untuk
membangun istananya. Uang bukan masalah.
Dia tidak peduli dengan usaha para
arsitek, teknisi, dan seniman. Apapun
yang memungkinkan akan dia lakukan. Dia
masih bisa melakukan lebih banyak lagi.
Namun, dia selalu berkata, "Segala cara
harus dilakukan untuk mewujudkan
dunianya.
Konstruksi itu berskala besar dan ada
banyak komplikasi.
Catatan lokal Swan menyatakan bahwa pada
tanggal 23 April [musik] 1875 pukul
pagi, manajer konstruksi Heinry Herold
bunuh diri dengan menembak jantungnya
sendiri. Dia menderita kekacauan mental.
Pekerjaan konstruksi memakan waktu
[musik] lebih lama dari yang
direncanakan. Proyeknya berlarut-larut.
[musik]
Dia sering mengganti arsitek karena
tidak puas.
itu tantangan besar
karena dia memiliki standar kualitas dan
desain yang sangat tinggi.
Di saat yang sama, hal itu juga menjadi
insentif yang luar biasa bagi seorang
arsitek.
Di lantai T dia membiarkan [musik]
imajinasinya berkelana tanpa batas.
[musik]
Kalau kamu ingin punya gua dan stalaktit
di rumahmu,
itu berarti kamu eksentrik.
Saya pikir ini hebat sekali.
Dia bisa melakukan banyak hal dengan
sangat baik.
Pembangunannya butuh waktu puluhan tahun
dan menelan biaya yang sangat besar.
Raja sangat tidak sabar.
Dia berharap semuanya berjalan cepat dan
pekerjaan terus berlanjut. Hal ini
mengacaukan beberapa hal seperti plester
yang belum benar-benar kering.
Pengecatan terburu-buru yang akhirnya
mengubah warna dan bernoda. Sebagian
dari perubahan ini masih terlihat hingga
sekarang. Begitulah pengerjaannya yang
sangat cepat.
Sejak 2017, seluruh bagian istana di
restorasi untuk pertama [musik] kalinya
sejak Noise Wstein dibangun 150 tahun
lalu. Restorasi meliputi 184 dinding dan
langit-langit, [musik]
65 lukisan, 35 furnitur, 228 barang
tekstil dan kulit, dan masih banyak
lagi.
Waktu memang mengubah semuanya.
termasuk pada karya seni. Jika
kelembaban terlalu tinggi, jamur akan
tumbuh. Jika kelembaban terlalu rendah,
panel kayu furnitur akan retak. Jika
terlalu banyak cahaya, cat akan memudar
dan jika vandalisme tidak dicegah, karya
seni tidak akan bertahan lama. Semua ini
perlu diperhatikan dalam konservasi
preventif.
einfließen.
Tujuannya adalah mengembalikan semua ke
kondisi semula dan melindunginya dengan
lebih baik di masa mendatang.
Ini adalah tugas berat bagi tim
konservasi dari Bavarian Palace
Administration.
Setiap pertakan kecil diperbaiki, warna
aslinya dipulihkan.
Lembaran emas digunakan untuk menghias
permukaan.
Kami harus melakukan restorasi saat
museum tetap dibuka.
Semua itu sangat memperlambat prosesnya.
Kami harus merenovasi separuh Singer's
Hall terlebih dahulu.
lalu separuhnya lagi
karena pengunjung pasti tidak ingin
melihatnya sama sekali tertutup.
Hal itu menyebabkan penundaan dan
inefisiensi
serta memakan waktu lebih lama. Di sisi
lain, kami juga senang karena tidak ada
tenggat waktu yang ketat. Kami bekerja
keras dan konsisten ditemani para
pengunjung. Hasilnya sungguh luar biasa.
Ini pekerjaan yang membutuhkan ribuan
jam.
Setiap detail memiliki ciri khas
tersendiri. Setiap material membutuhkan
perawatan khusus. Setiap teknik
membutuhkan spesialis.
Catatan pengadilan Bayern dari masa
pembangunan berisi rincian desain
interiornya.
Semua keputusan didokumentasikan secara
akurat. Desain harus disetujui [musik]
dan barang-barang dipesan secara khusus.
Lutwih mungkin tidak bisa menjadi raja
absolut di [musik] kehidupan nyata,
tetapi di lokasi pembangunan dia
berkuasa penuh.
[musik]
Dia menggabungkan seluruh gaya
historisism yang ada mulai dari
neoromawi, neogotik, neobarok, neoroko,
hingga orientalis.
Penggunaan gaya arsitektur masa lampau
sudah umum dilakukan sejak zaman Romawi.
Mereka juga memanfaatkan gaya antik
Yunani. Sama seperti pada periode
Carolingian yang menggunakan gaya antik
Romawi. Yang membuatnya baru adalah
pluralitasnya.
Dalam hal itu, Lutwih benar-benar
mencerminkan zamannya.
Bagian utama istana ini adalah ruang
singgahsana.
Ini adalah Mahakarya Arsitektur dan
Seni.
[musik]
Tata letak dan langit-langit berkubah
ini meniru di Konstantinopel.
Ruang singgahsana ini juga menampilkan
elemen dekoratif bergaya bizantium.
Butuh usaha keras untuk membangun kubah
setinggi 15 m di lantai [musik] atas.
Material [musik] bangunannya juga harus
dipilih dengan cermat.
Hampir semua gedung opera abad ke-19
tidak lagi memakai marmer asli untuk
kolomnya, melainkan bahan bernama
Skaliola. Contohnya ada di Dresten Opera
House dan Munich State Opera. Material
ini lebih ringan, lebih mudah digunakan
dan mampu mengatasi masalah struktur
bangunan.
Skaliola adalah sejenis plaster yang
menyerupai marmer. Tampilannya mirip
marmer [musik] asli, tapi lebih ringan
dan lebih murah.
Lutwih menginginkan ruangan yang terlalu
besar untuk kastil itu. Para arsitek
harus menemukan solusi. Menurut mereka,
satu-satunya cara adalah memasang
sejenis balok untuk menopang dan
mendistribusikan beban.
Balok-balok besi modern digunakan untuk
menopang beban besar di ruang
singgassana.
Kini balok-balok itu bisa dilihat di
langit-langit di kantin pengunjung.
Yang menarik dari ruang singgahsana di
Kastil ini adalah gaya historisnya
dibuat dengan teknologi paling modern
pada masanya
menggunakan metode konstruksi yang sama
untuk membangun stasiun kereta
ketika digunakan [musik]
secara artistik. Kombinasi ini
menciptakan efek yang unik. Di balik
dekorasi interiornya, kita juga bisa
melihat konstruksinya.
Agar kuba tetap ringan, sebuah rangka
lengkung loga menyerupai laba-laba
ditempatkan di atas bangunan. Lengkungan
ini diisi jeramnya kemudian diplester di
kedua sisinya dan dilukis dengan indah
di bagian bawahnya.
Di sana terdapat kolom besi tuang
berlapis kaliola, plafon batu buatan
berlapis emas, dan balok-balok besi yang
menjembatani bentangan ruang yang lebar.
Jadi, ada kontras antara gaya bersejarah
dan teknik konstruksi modern.
Namun kontras itu adalah ciri khas pada
masa itu.
Ruangan itu adalah gabungan antara ruang
singgahsana dan gereja.
Ludwih menganggap dirinya sebagai
perantara antara Tuhan dan bumi
yang dilambangkan oleh lampu gantung
berbentuk mahkota di tengah ruangan.
Namun nyatanya mahkota itu tidak pernah
benar-benar ada.
Beginilah rancangan singgahsananya.
[musik]
Ada huruf L ganda monogramnya.
Tidak diketahui bagaimana dia akan
memerintah di tahun-tahun mendatang.
Tetapi saya bisa bayangkan dia duduk di
sini menerima para utusan yang datang ke
Gastil.
Dalam [musik] gambaran kosmologi ini, di
antara surga dan bumi, Lutwih memerintah
antara dunia ini dan dunia berikutnya.
[musik]
Kamar tidur ini bahkan mengingatkan akan
tempat suci seolah menyerupai altar.
Di dindingnya terlukis kisah Tristan
isolde tentang cinta dan penderitaan.
Plutui selalu ragu tentang kesucian dan
kemurniannya untuk menjadi raja yang
memerintah atas perintah Tuhan.
Itu sebabnya tirai di kamar tidurnya
hanya dihiasi motif bunga lili. Bukan
hanya karena keindahannya, tetapi bunga
itu juga melambangkan kesucian dan
kemurnian.
Simbol-simbol seperti itu dianggap
membawa kemurnian dan kekuatan.
Di kepala tempat tidur terdapat gambar
Bunda Maria
dan di kaki tempat tidur terdapat ukiran
kebangkitan Kristus.
Saat dia berbaring, dia seolah
menempatkan dirinya di tubuh Kristus
sendiri. Ini menunjukkan betapa besar
rasa keagungan dan kebanggaan dirinya.
darstellt.
Apakah ini delusional atau sekadar
pencarian takdir seorang pria?
[musik]
Di sanstein, raja merepresentasikan yang
maha kudus.
Hal ini membuat kastil itu ibarat tempat
suci yang identik dengan lokasi cawan
suci.
Ludwih ingin menciptakan dunianya
sendiri.
yang suci dan murni.
Istananya adalah karya seni sempurna
dengan daya tarik magis.
[musik]
Nein bukanlah istana biasa. Ini sebuah
mahakarya yang melibatkan landskap,
arsitektur, seni, dan teknologi untuk
menciptakan panggung bagi sang raja.
Di sini raja dapat mengekspresikan
perasaan dan mimpinya di tengah mereka
yang menerimanya.
di antara para gadis cantik,
makhluk mitologi
dan pahlawan pemberani.
Dia menciptakan dunianya sendiri,
tempatnya menjalani kehidupan yang dia
impikan.
tempat bagi angan-angannya
seperti di panggung teater.
Saat ia membacakan puisi abad
pertengahan dan ingin terbang ke sana.
Ketika dia berhenti sejenak membaca dan
membiarkan imajinasinya mengembara, dia
akan merasa hidup di dunia yang sedang
dia baca.
Figur-figur di dinding itu menjadi
hidup.
Ludwih melarikan diri dari kenyataan
candunya
mitologi dan musik Wagnar.
[musik]
pernah menulis
bahwa musik ini membuatnya merasa
seperti melayang.
Bagi Lutwi, melayang tanpa berpijak
adalah keadaan ideal. Terbang yang juga
menjadi salah satu obsesinya.
Tapi itu perlu usaha dan keterampilan
teknis.
Sedangkan melayang bisa terjadi dalam
mimpi tanpa usaha dan bisa terlepas dari
kenyataan.
Ketika musik berhenti, dia menulis bahwa
pendaratan itu menyakitkan
karena seperti dijatuhkan kembali ke
bumi dan kesempurnaan itu hilang.
Tahun 1870
menjadi titik balik baginya. [musik]
Lutuih kedua terpaksa tunduk pada
situasi politik di bawah tekanan Prusia.
Pengaruhnya dalam politik sangat
dibatasi.
Di tempat peristirahatannya di istana
Hoen Swano, Ludwi harus membuat
keputusan sulit.
[musik]
Lutwih kedua menggunakan kamar ini
sebagai ruang kerjanya. Pada 30 November
1870,
di meja ini sang raja menulis surat
kekaisaran. Dengan surat itu dia
menyerahkan jabatan dan gelar kekaisaran
Jerman yang baru didirikan kepada
pamannya Willem dari Prusia.
Sebagai tanda terima kasih atas
kepatuhannya, Prusia mengirimkan lutuih
[musik] kedua 300.000 mark setiap tahun
sejak tahun 1871.
Hal itu sedikit memberi penghiburan bagi
Lutwi. Namun dia lebih suka kerajaan
Bayern, tetap [musik] independen.
Lutwih secara sadar menulis surat ini
untuk menyerahkan hak kedaulatannya
kepada raja Prusia atau lebih tepatnya
Kaisar Jerman.
Bayern akan menjadi bagian dari sebuah
kekaisaran. Tidak ada cara lain.
Keputusan itu memang diperlukan secara
politis. Namun keputusan itu membuatnya
sangat menderita.
Hanya di istana-istananya
Lutih kedua dapat [musik] merasa puas.
Dia membenamkan diri dalam berbagai
desain dan rancangan. Baginya,
istana-istana itu adalah tempat terakhir
di mana dia bisa berfantasi tentang
kekuasaan yang pernah ia miliki.
[musik]
Setiap detail punya makna tersendiri.
simbolisme sangat penting baginya.
Warna putih melambangkan kemurnian dan
kesucian sehingga warna itu menjadi
penting. Kita perlu tahu bahwa Lutui
kedua memiliki konflik batin sejak muda.
Dia merasa lebih tertarik kepada pria
daripada perempuan. Hal itu terlihat
jelas dalam catatan harian, surat-surat,
dan perkataannya. Namun Lutwih tidak
mampu melepaskan diri dari ajaran
zamannya. Dia dipengaruhi lingkungannya
dan didikan Gereja Katolik.
Salah satu kewajiban seorang raja adalah
menikah demi memastikan [musik]
berlangsungnya garis keturunan. Namun
Ludwig tidak menginginkannya.
Pertunangannya dengan Sofi dari Bayern
dibatalkan pada tahun 1867. Dia takut
tidak dapat membahagiakan Sofi.
Dia raja yang tidak stabil dan sensitif
yang tidak bisa mengatasi
perasaan-perasaan ini.
Dia ibarat burung dalam sangkar emas.
Dia mencari perlindungan dan
menemukannya di dunia imajinasi penuh
mitologi.
[musik]
Sekilas Noise Wstein tampak seperti
bangunan tua, tetapi jika diperhatikan,
jendela-jendelanya sangat besar dan
bundar. Bahkan dari luar bisa terlihat
ada sesuatu yang tidak pas.
Dari luar Noise Wstein terlihat nyari
sempurna.
Di dalamnya kastil ini adalah bangunan
fungsional. Ada tangga rahasia dan sudut
ruang kecil yang tak terduga.
[musik]
Kastil ini sebenarnya tidak seperti
[musik] benteng dari abad pertengahan.
[musik]
Begitulah gaya historicism dari abad
ke-19. Tapi toilet dan sistem loncengnya
jelas tidak berasal dari abad
pertengahan.
Terlepas dari preferensi estetikanya,
[musik]
Ludwih menyukai kenyamanan modern.
Memiliki sistem telepon sangatlah
penting baginya.
Dia memanfaatkan teknologi yang tersedia
untuk mencapai tujuannya.
Contohnya sistem telepon. Sistem ini
memungkinkannya menghindari kontak
dengan para pelayan di dapur dan dia
bisa mendapatkan apapun yang
diinginkannya secepat mungkin.
Jadi hal itu mengoptimalkan rantai
komando.
Sang raja ingin hidup dengan tenang.
Namun kehidupannya jauh dari kata
sederhana.
Misalnya saat dia ingin merasa hangat,
dia pun memasang sistem pemanas [musik]
modern.
Lutwih kedua punya sistem pemanas
sentral. Api dinyalakan di ruang bawah
tanah dan udara hangat mengalir lewat
ventilasi udara ke ruangan-ruangan yang
dia tempati.
Ada juga air mengalir yang dipompa dari
ngarai polat.
Aliran air, pemanas, dan telepon adalah
fasilitas modern pada masa itu.
Semuanya adalah standar hidup yang tidak
ingin dilepaskan Ludwi. Namun, ada satu
fasilitas modern yang kurang disukai
raja.
Dia tidak menggunakan lampu listrik. Dia
lebih memilih metode kuno abad
pertengahan. Dia tidur di siang hari.
dan terbangun di malam hari.
Lutuih bahkan tidak menggunakan listrik
untuk menerangi istananya.
Elizabeth dari Austria sudah
menggunakannya di villa Ermes.
Hotel-hotel sudah dialiri listrik. Juga
teater-teater seperti Opra Garnier di
Paris pun demikian.
Lalu mengapa Lutwig tidak
menggunakannya? Mungkin karena dia tidak
membutuhkan listrik, karena lampu minyak
dan lilin lebih cocok dengan
lingkungannya.
Ratusan lilin ia gunakan
dengan cahayanya yang redup berkedip.
Batas antara kenyataan dan fantasi
menjadi kabur.
[musik]
Saya beruntung bisa melihat Noisein
bermandikan cahaya lilin 40 tahun lalu.
Suasananya cukup menyeramkan. Terutama
ketika sosok Lowen Green seolah
memperhatikanmu di lorong dan ia seolah
dapat bergerak. Warna warnanya begitu
indah dan dengan cahaya lilin semuanya
tampak saat hidup.
Sang raja menciptakan istana impiannya,
tempat dia dapat menemukan kedamaian.
Namun dia hanya mampu tinggal di sana
selama 172 hari.
Saat itu tugas resmi dirasa hanya
sebagai beban. Selama bertahun-tahun
kurang olahraga [musik] dan kegemarannya
pada makanan manis mulai berdampak
buruk.
Ketika naik tahta, lutui kedua dianggap
sebagai salah satu raja tertampan di
dunia.
Tingginya lebih dari 190 cm, berambut
gelap, bergelombang, dan bertubuh
ramping. Penampilannya masih mirip
dengan foto-foto yang ada sekarang.
Namun kenyataannya setelah pertengahan
1870-an, dia berubah drastis. Giginya
makin banyak yang rontok dan berat
badannya bertambah.
Terlebih penolakan untuk menyesuaikan
diri dengan zaman telah membuatnya
rentan.
Rencananya istana dijadwalkan selesai
pada tahun 1872
tapi berulang kali tertunda. Karena
proyek-proyek konstruksinya keuangan
raja kian menipis. Meski masih [musik]
mendapat subsidi dari Prusia.
Raja tidak menggunakan kas negara secara
pribadi. Namun [musik] dia bangkrut.
Pada tahun 1885,
asetnya bahkan terancam di Sita. Bagi
Bayern dan reputasinya, situasi ini
tidak bisa dibiarkan.
[musik]
Meski begitu, Ludwih [musik] tetap
menolak mundur dan itu adalah awal dari
bencana.
Undang-undang menetapkan berapa banyak
uang yang diterima raja untuk membiayai
kediamannya, para pelayan dan hadiah
pribadi. Lutwih kedua berusaha
menggunakan sisa dana itu untuk
membiayai proyek-proyek arsitekturnya.
Tetapi usaha itu gagal. Dia menghabiskan
terlalu banyak uang hingga bank harus
turun tangan. Namun itu pun bukan
solusi. Meski terlilit banyak hutang,
dia terus merencanakan proyek baru,
termasuk sebuah istana bergaya Cina dan
sejumlah paviliun kecil.
Dia juga ingin membangun istana baru di
puncak gunung.
Rancangannya menunjukkan bahwa istana
itu jauh dari kata sederhana.
Ini adalah istana Falkenstein di dekat
Noise Wstein. Jalanan dan pipa air sudah
dibangun. Dia tidak tahu bahwa uangnya
sama sekali tidak cukup untuk
proyek-proyek ini.
Sang raja tak lagi berpijak pada
realitas.
Dia tidak lagi bisa membedakan
kenyataan.
[musik]
Sebuah karikatur menyebutnya sebagai
raja Lowen Green.
Di kalangan rakyat [musik] jelata, dia
dikritik karena sikapnya yang boros dan
masa bodoh.
Ilah raja negeri dongeng sudah dikenal
pada zaman lutui kedua. Dia sangat
menentangnya sampai menjadikan istilah
itu tindakan melanggar hukum karena
merujuk kepada raja yang tidak sadar
akan kenyataan.
Dia pun terasing dari rakyatnya.
Utang Ludwih yang menggunung memaksa
pemerintah Bayern bertindak.
Pada tahun 1886
dia dinyatakan tidak kompeten untuk
memerintah.
[musik] Dia pun akan segera ditangkap.
Mereka mendatangi Lutwih di kastil Noise
Wenstein menginformasikan bahwa dia
dinyatakan sakit jiwa dan akan
dipindahkan ke istana Berg di Danau
Starnberg demi keselamatannya.
Di sana mereka akan memulihkan
kesehatannya.
Raja kemudian ditahan, dipermalukan, dan
dinyatakan [musik] gila.
Selama puluhan tahun, Lutwich hidup
menyendiri di berbagai istananya.
Kini bukan hanya menjadi tahanan di
salah satu istana favoritnya, dia juga
dipaksa mengubah rutinitasnya.
Kini dia harus bangun pagi dan tidur di
malam hari seperti rakyat pada umumnya.
Abend gehen.
Pada 13 Juni 1886,
Ludwih berjalan mencari udara segar
bersama dokternya, Bernhard von [musik]
Guden, di tepi Danau Starberg. Beberapa
jam kemudian, keduanya ditemukan tewas
di danau.
Misteri kematiannya kemudian jadi bagian
dari mitos tentang sang raja.
Apakah ini kecelakaan, bunuh diri?
Pembunuhan
tidak ada yang tahu pasti. Kemungkinan
besar adalah Lutwih kedua ingin
melarikan diri dari situasi yang
dialaminya.
Mengingat dia sudah begitu jauh terjatuh
dari mimpinya, wajar saja jika dia ingin
bunuh diri.
Selmorden
sang raja baru berusia 40 tahun.
Kematiannya mengejutkan rakyatnya.
Ribuan orang memberikan penghormatan
terakhir.
[musik]
Kebanyakan orang tidak percaya bahwa dia
meninggal karena sebab alamiah.
Misteri itu bercampur dengan legenda
yang dicintai sang raja.
Hari itu 13 Juni 1886
adalah hari Pentakosta. Lutwih pergi
berjalan-jalan meski hujan turun. Dia
mungkin teringat legenda yang mengatakan
bahwa orang berhati suci yang masuk ke
air pada hari Pentakosta akan terlahir
kembali sebagai angsa.
[musik]
Setelah kematiannya, istana Noisein
menjadi sensasi.
Meski bukan karena alasan yang Ludwih
inginkan,
selama Perang Dunia Kedua, istana ini
disalahgunakan.
Selama beberapa dekade, Ludwih dianggap
sebagai raja yang gila.
Mahakaryanya menjadi panutan dan simbol
nasional di Jerman. Di sisi lain, dia
juga meninggalkan banyak pertanyaan yang
belum terjawab dan proyek yang belum
selesai.
Istana yang kita lihat sekarang belum
rampung. Lutwih ingin memiliki menara di
lantai dasar dengan kapel di dalamnya.
Menara setinggi 90 m di tengah halaman
itu tidak pernah dibangun.
Rencana untuk membuat teras besar dengan
air mancur juga tidak pernah terlaksana.
Rancangan ini mengungkap detail menarik
karena menunjukkan rencana untuk bagian
belakang istana.
Di sini terlihat pintu keluar dari kamar
mandi.
Dari teras ini kita bisa melihat ke
bawah ke tempat Ludwih berencana
memelihara beruang.
Semua terlihat jelas dalam model ini.
Dengan memutarnya ke sini kita akan
melihat teras besar itu yang di bawahnya
direncanakan ada beruang.
Begitulah rencananya. Dan begini
tampilannya sekarang.
Yang tersisa dari rancangan ini adalah
sebuah pintu yang tidak menuju ke
manapun.
Penguasa lain membangun istana dengan
ukuran serupa bergaya neogotik atau
neoromawi.
biayanya kurang lebih sama. Yang berbeda
dari istana ini adalah fungsinya.
Lutwih kedua tidak tertarik tinggal di
tempat mewah. Istana itu juga tidak ia
bangun dalam kapasitasnya sebagai wakil
negara.
Istana itu dibangun agar dia dapat hidup
dalam dunia imajinasinya agar tercipta
ruang-ruang bagi idenya.
Ideen schaffen.
Itu adalah surga bagi imajinya.
Dirancang dan diciptakan untuknya
sendiri.
Noise Wstein adalah tempat pelarian sang
raja dari kenyataan yang tidak sanggup
lagi ia hadapi.
Memaksakan Utopia ini menjadi kenyataan
bagi orang-orang di sekitarnya dan
membangun istana ini hanya supaya bisa
menutup diri dari dunia.
Saya pikir itu pencapaian yang luar
biasa.
Noin [musik] tetap menjadi tempat bagi
imajinasi bebas berkelana.
Namun, apakah dunia buatan yang dibangun
dengan detail ini bisa disebut karya
seni? Apa
[musik]
itu seni? Kita sering mengatakan bahwa
karya beberapa dekade lalu bukan seni,
tetapi karya para leluhur adalah seni.
Saya tumbuh di masa ketika Noise
Wenstein dan Linderhof dianggap karya
yang berlebihan. Namun kini pandangan
itu berubah. Kedua istana itu
direstorasi dengan sangat teliti karena
kini dianggap sebagai karya seni besar
abad ke-19.
Bavarian Palace Administration [musik]
kini bertanggung jawab atas bangunan
tersebut.
Renovasi diperkirakan menelan biaya 20
juta euro.
Pasti ada kerusakan. itu normal terjadi
seiring waktu. Semua pasti terpengaruh
usia dan penuaan pada sebuah bangunan
itu wajar. Ada juga beberapa kerusakan
karena lokasi istana.
Swanstein terletak di puncak gunung di
ketinggian hampir 1000 m sehingga rentan
terhadap angin kencang dan cuaca dingin.
Selain itu, paparan sinar UV masuk lewat
jendela-jendela besar yang tidak
semuanya ditutup tirai. Semua ini
menyebabkan kerusakan.
Untuk memastikan bangunan ini [musik]
akan tetap memukau pengunjung dalam 100
tahun mendatang, setiap sudut diperiksa
dengan cermat dan diperbaiki sesuai
kebutuhan.
[musik] Para pengunjung bernapas dan
berkeringat.
Kelembaban yang mereka bawa ke istana
menyebabkan masalah.
Kami menghadapi banyak tantangan,
terutama di musim dingin akibat
kelembaban tinggi.
Dindingnya pun lembab dan ditumbuhi
jamur.
Fluktuasi suhu,
kelembaban, [musik]
kotoran,
dan debu menjadi masalah bagi karya
seni.
Makin banyak pengunjung, makin banyak
debu.
Noisein dikunjungi 6 hingga 8.000
pengunjung dalam sehari sebelum pandemi.
Bayangkan banyaknya debu jika 6.000
orang datang berkunjung.
Bayangkan beban terhadap bangunan itu.
[musik]
Beberapa studi ilmiah membuktikan bahwa
debu tersebut jatuh dari pengunjung.
Debu biasanya berasal dari serpihan
kulit dan rambut. Serat tekstil juga
menyumbang debu.
Ketika debu dilihat di bawah mikroskop,
dapat terlihat asal debu tersebut
seperti katun biru dari celana jeans.
Di bawah mikroskop kita dapat melihat
jelas materialnya.
zamet.
Konservasi bukanlah tugas muda. [musik]
Mereka yang membangun Noisein tidak
pernah membayangkan [musik] semua ini.
Lutwist selalu berusaha melindungi
lokasi konstruksinya dari pandangan
publik. Bahkan Noise Wenstein yang
terlihat dari bawah. Ketika Lutwih
meninggal, istana-istananya mendadak
dapat diakses publik. Mereka berbondong
ke sini untuk melihat istana misterius
yang banyak dibicarakan di surat kabar.
Bahkan ada buku-buku tentang itu yang
diterbitkan semasa hidupnya. Banyak
orang menjadi penasaran.
[musik]
Istana ini dibuka untuk umum 6 minggu
setelah sang raja wafat.
Dengan harga tiket murah, warga dapat
mengunjungi istana.
Kartu pos dan foto juga menjadi tren.
Sebelumnya publik hanya tahu bahwa para
raja hidup di tempat mewah, tapi mereka
belum melihatnya.
Kartu pos membuat orang bisa melihat
langsung bagian dalam kastil-kastil itu
dan membayangkan kehidupan dalam
dongeng. Sejak itu, Noise Winstein
menjadi simbol kehidupan bangsawan dan
dunia penuh keajaiban.
Keajaiban ini pun menyebar.
Setelah kematian Ludwih kedua, mina
terhadap sosok raja terus bertumbuh baik
di Bayern maupun Jerman. Publik memang
ingin melihat istana ini, tetapi mereka
juga ingin melihat kehidupan tragis sang
raja dan apa yang terjadi di
kediamannya.
Pengunjung pun terpesona seperti sang
raja yang juga pernah terpesona.
Awal tahun 1933,
Adolf Hitler mengunjungi Noise Swenstein
memperingati 50 tahun wafatnya [musik]
Richard Wagner. Lutwih kedua dan Hitler
sangat mengagumi komposer itu.
Namun, Hitler hanya mengunjunginya
sekali.
8 tahun kemudian di tengah perang dunia
kedua, Natsi menjadikan istana ini
tempat penyimpanan benda seni hasil
jarahan.
Lalu pada bulan April 1945,
pasukan Amerika Serikat tiba di sana.
Karya seni yang diziarah diamankan oleh
unit khusus Monumen Man di Noise Wstein.
Mereka menemukan benda-benda yang
sebagian besar berasal dari Paris dan
daerah jajahan Prancis. Mereka
menyelamatkan banyak kotak berisi
patung, perhiasan, [musik] dan lukisan.
Setelah Perang Dunia Kedua, Amerika
mulai menceritakan istana yang putih,
bersih, dan utuh ini ke seluruh dunia.
Foto-fotonya pun tersebar. Semua itu
menjadikan Neyise Schwanstein, sebuah
fenomena.
Kemudian bangunan ini masuk ke dalam
daftar objek wisata wajib dikunjungi di
Jerman.
Pengunjung internasional pun
berdatangan.
Walt Disney juga melihat istana ini
sekitar tahun 1950.
Mungkin lewat gambar-gambar yang
tersebar. Dia mungkin tidak pernah
mengunjungi Nois Wstein. Disney meniru
gerbang dan fasa depannya untuk taman
hiburan di Anaheim, California pada
tahun 1955.
Tiruan ini langsung menjadi daya tarik
taman tersebut.
Di sini istana dongeng juga telah
menawan imajinasi kita.
Disneyland dan Noise Wstein layak
dibandingkan.
Keduanya adalah dunia fantasi yang
menawarkan pengalaman unik.
Kita dapat menjelajahinya dan
membayangkan hidup di dunia fantasi.
Istana Noise Wstein dipenuhi dengan
budaya, seni, dan keunikan.
Ini membangun citra positif Jerman
khususnya di luar negeri. Orang Jerman
sendiri tidak terpikir ke sana. Kami
akan menyebut citra yang lain. Tapi coba
tanya orang Amerika atau Jepang tentang
Jerman. Yang pertama terbayang adalah
istana berlatar belakang pegunungan
Alpen.
Dan pengunjung dapat membayangkan
kehidupan tragis Lutwih kedua.
[musik]
Pada tahun 2024, jumlah pengunjung
istana ini melampaui 1 juta mendekati
angka [musik] sebelum pandemi.
[musik]
Pada akhirnya karya ini telah mampu
bertahan.
Kami berharap jumlah pengunjung akan
sedikit berkurang. Jadi istana ini dapat
tetap awet seiring berjalannya waktu.
Itulah tantangan bagi Bavarian Palace
Administration. [musik]
Melindungi bangunan ikonik ini dan
membuatnya dapat diakses semua orang.
Neisstein menjadi teramat sangat populer
termasuk reproduksi gambar-gambarnya.
Semua orang ingin bersua foto di
depannya.
Ini menjadi semacam iklan gratis bagi
istana itu.
Istana ini bagaikan tambang emas. Ada
banyak variasi souvenir dalam berbagai
bentuk dan warna.
Pernak-pernik unik kini menjadi bagian
dari peninggalan Lutwi
dan para pengunjung senang dapat menjadi
bagian dari sejarah.
[musik]
Hari ini puncak musim panas. Lihat
betapa ramainya tempat ini. Semua orang
datang ke sini untuk melihat-lihat.
Mereka membandingkan bentuk asli dengan
foto-foto yang pernah mereka lihat.
Mungkin juga ingin menjelajahi istana
dongeng, ingin melihat seperti apa
bentuknya.
Setiap orang punya impian yang mungkin
akan terwujud di Noise Winstein.
Sejak Juli 2025, istana-istana [musik]
lutwih kedua termasuk Noisein resmi
diakui sebagai situs warisan dunia
UNESCO.
Gelar situs warisan dunia menempatkan
istana ini sejajar dengan piramida Giza
atau menara di Paris.
Ini berarti tanggung jawab dan
perlindungan jangka panjang. Nein dan
lingkungannya membutuhkan hal itu. Ini
adalah landskap unik buatan manusia.
Hingga hari ini istana ini terus menarik
perhatian pengunjung dari seluruh dunia.
Senang sekali melihat para pengunjung
Noein.
Ada yang dari India, Cina, Amerika,
Italia. Mereka semua terpukau dan
bersuap foto di istana. Ini terasa
mempersatukan semua kalangan karena
orang-orang datang ke sini bersamaan.
Meski mereka melihatnya dengan
ekspektasi yang berbeda, tapi mereka
semua berjumpa di sana.
No Swanstein yang pernah menjadi bukti
eksentrisitas dan kegilaan sang raja
kini diakui sebagai ikon budaya dan
situs warisan dunia UNESCO. Kastil
[musik] ini akan selalu memukau
pengunjung dan memberi gambaran akan
sebuah dunia fantasi dari masa lampau.
Oh.
[musik]