Transcript
1Sm9jcaXYoE • Neuschwanstein: Kastel negeri dongeng dan ikon arsitektur Jerman | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0084_1Sm9jcaXYoE.txt
Kind: captions Language: id Ini adalah salah satu bangunan paling menakjubkan di dunia. Sebuah pemandangan yang sangat memukau. Terletak di Jerman Selatan. Bangunan ini menjulang megah di perbukitan Alpen di Bayern. Istana dongeng ini ibarat fantasi yang mewujud dari bebatuan, tempat di mana kejeniusan arsitektur berpadu serasi dengan gaya kit yang marak pada masa itu. Istana Noise Wstein terkenal ke seluruh dunia dan telah menjadi simbol Jerman. Dikelilingi hutan dan pegunungan. Istana ini seolah menjelma dari buku dongeng. Tetapi coba perhatikan lagi, bangunan ini tidak seperti yang sekilas terlihat. Noisein, penuh mitologi dan tragedi. Istana ini tak terpisahkan dari nasib raja Lutwih [musik] kedua dari Bayern. Menurut saya kastil Noisein mengingatkan kita pada Jerman abad pertengahan. Ludwiig menciptakan ini sebagai monumen untuk diri sendiri, untuk sejarah Jerman, dan untuk komposer Richard Wagner. Ketika naik takhta pada usia 18 tahun, Lutwih kedua dianggap sebagai salah satu raja paling tampan di Eropa. Namun sekitar dua dekade kemudian ia meninggal secara misterius di dekat Danau Starnberg. Ia baru berusia 40 tahun dan banyak yang menganggapnya mengalami gangguan mental. Kematiannya melahirkan legenda tersendiri. Ia dipandang sebagai raja negeri dongeng yang gila. Kisah hidup dan kematiannya masih terjaga lewat kastilnya. Bangunan luar biasa dan kisah tragis pria eksentrik yang membangunnya telah lama menarik minat para pengunjung. Tak sekadar fenomena Jerman atau warga Bayern berkunjung karena menghormati rajanya. Ini adalah hype berskala global. Noise Wstein mengingatkan kita pada istana dalam dongeng-dongeng Disney. Dengan lebih dari 1 juta pengunjung setiap tahunnya, kastil ini menjadi objek wisata yang populer. Setiap orang ingin berfoto di depannya. Neisstein menarik paling banyak pengunjung dan kami bangga. Kami berupaya melestarikan sekaligus memberikan wawasan unik tentang istana ini kepada para pengunjung. Saat ini istana tersebut sudah mencapai kapasitas maksimalnya dengan lebih dari 6.000 wisatawan setiap hari. Kerusakan terjadi karena kita memfungsikannya sebagai museum. Jika istana ini ditutup dan dibiarkan begitu saja, kondisinya akan tetap sama seperti dulu. Popularitas istana ini memang membuat upaya [musik] pelestariannya menghadapi tantangan besar. [musik] Pertama, Kastel ini dibangun pada abad ke-19. Rancangan bangunannya penuh ciri unik Raja Lutui kedua. Dia menuangkan pikiran dan perasaannya ke dalam arsitektur. Jadi saat kita melihat Noise Wstein, pada dasarnya kita sedang melihat ke dalam jiwa lutuih kedua. Setahu saya tidak ada bangunan lain yang seperti itu. Hingga kini visi sang raja terus memukau banyak orang. Dia sangat bersemangat dan seolah hanya menemukan pelipuran dengan cara membangun proyek. Salah satu karya istimewanya adalah istana Himse yang merupakan penghormatan kepada istana Verse di luar Paris. Ada juga Linderhoh istana bergaya Prancis di pegunungan dekat kota Oberamergau. Namun hanya Noisein yang menawan imajinasi. Apakah bangunan ambisius ini adalah karya seorang penguasa boros atau seorang genius yang disalah pahami? Bayangkan semua proyek itu dia awasi sekaligus termasuk mengembangkannya sendiri dan memeriksa setiap detailnya. Itu saja sudah sangat luar biasa. Oto Fredrich Wilhelwi von Bayern lahir pada tanggal 25 Agustus 1845 di istana Nimfenburg di dekat Monsen. [musik] Dia dipanggil dengan nama Ludwih seperti kakeknya. [musik] Pria ini adalah seorang penulis dan kolektor seni. Sejak kecil dia sudah mempelajari kehidupan Ludwih kedua. Dia tahu banyak tentang raja dari Bayern itu. Di pertengahan abad ke-19 terjadi pergolakan politik dan awal era industri. Dengan mesin uap segalanya menjadi jauh lebih mudah. Pabrik-pabrik berdiri, kaum proletar bermunculan. Para pangeran yang berkuasa memandang kaum proletar sebagai ancaman bagi kekuasaan. Setelah berbagai gejolak, keadaan mulai tenang. Namun, ide untuk menyingkirkan raja dan penguasa feodal terlanjur menyebar. Di masa yang sangat bergejolak inilah Ludwi lahir. Ada tanda-tanda bahwa sistem monarki tidak akan bertahan lama. Namun ayah Ludw Maksimilian kedua [musik] adalah seorang penguasa yang jeli. Pangeran Ludwih dan adiknya Oto tumbuh terlindung dari dunia luar. Mereka menghabiskan musim panas di Hon Swano di Bayern. Istana di kaki pegunungan Alpen ini menjadi taman bermain mereka. Tempat imajinasi [musik] mereka tumbuh bebas. Sejarawan dan penulis [musik] Markus Pangenberg mempelajari secara mendalam tentang kehidupan Raja [musik] Ludwih kedua, termasuk hal yang mempengaruhi gaya arsitekturnya. Motif dan gaya abad pertengahan Eropa kembali populer pada abad ke-19. Ay Lutui Maksimilian kedua menghidupkan kembali gaya tersebut dalam arsitektur kastil Hoan Soano dan dalam lukisan-lukisan dindingnya. Jadi lutuih kedua sangat terpengaruh gaya ayahnya. Istana Howen Swanu dipenuhi lukisan legenda abad pertengahan, kisah sejarah lokal dan para kesatria. Ada batasan jelas antara kebaikan [musik] dan kejahatan. Ada satu motif yang menonjol di istana itu. Ruang makan di Hon Swan dapat dianggap sebagai cikal bakal istana Noisein. Di sinilah ayah lutui kedua memesan lukisan mural yang menggambarkan kesatria angsa. Istana di latar belakang menyerupai Han Suang dan menunjukkan kesatria angsa berpamit kepada keluarganya untuk pergi menyelamatkan seorang perempuan tidak berdosa yang akan dihukum. Bayangkan Lutwih duduk di sini. Dia lalu membayangkan suasana itu di hadapannya dan dia tertarik pada semua lukisan Honano, semua mitos, legenda, dan kisah yang tergambar di sini. Dongeng tradisional tidak hanya menginspirasi Ludwi, tetapi juga komposer Jerman Richard Wagner. Terutama untuk opera berjudul Lowan Green. Lutwih menonton opera itu pertama kali pada 2 Februari 1861. Meski belum berusia 16 tahun, ayahnya mengizinkannya menonton. Bisa diasumsikan Lutwi sangat tersentuh. Dia seolah melihat lukisan-lukisan Hangu menjelma dalam bentuk karakter dan musik. Pengalaman macam itu sulit kita bayangkan saat ini karena kita sudah sangat terbiasa dengan stimuli. Lutwih terobsesi dengan kisah seorang kesatria penyelamat yang gagah dan bahwa di balik semua itu ada dewa. Saking terobsesinya, dia pun menulis surat kepada Wagner yang menyatakan bahwa Lowen Green adalah awal kekagumannya kepada Wagner. Pangeran mahkota itu tertawan [musik] oleh kisah Lowan Green yang bertema cinta dan kepahlawanan serta kiasan dalam kisah kesatria legenda Cawan Suci. Namun, mimpi-mimpi ludih muda mendadak pupus. Ayahnya meninggal dunia di usia 52 tahun karena sakit. Lutwi yang saat itu berusia 18 tahun diangkat sebagai raja pada 10 Maret 1864. Dia menulis kata raja dengan huruf besar di buku hariannya. Gelar resminya [musik] sekarang Lutwi, by the grace of God, King of Bavaria, Count Palatine of the Rine, Duke of Bavaria, Franconia and Swabia. Lutwih kedua adalah raja yang konservatif karena dia berpegang teguh pada tradisi wangsanya, Wittlesbach. Dia tahu bahwa dia berasal dari keluarga bangsawan lama. Itu sangat penting baginya. Sejarah wangsanya telah tercatat selama 800 tahun. Dia yakin bahwa mahkota dan kekuasaannya berasal dari Tuhan dan dia adalah semacam wakil Tuhan di muka bumi. Pemikiran inilah yang membentuk dirinya. Namun tidak ada yang membimbingnya untuk menjadi raja. Panutannya adalah Louis ke-14 dari Prancis, Raja Matahari, sosok penguasa absolut dari masa lampau. Ambisi besarnya yakni mengembalikan keadaan seperti sebelum revolusi Prancis ketika tidak ada pemisahan kekuasaan. Dia merasa pemisahan itu sangat mengancam. Menurutnya, kekuasaan raja berasal dari karunia Tuhan dan harus bersifat absolut. Kekuasaan itu tidak boleh dibatasi sesuai kebutuhan rakyatnya. Sulit baginya menerima ide bahwa rakyat dapat memiliki perwakilan dengan hak-haknya sendiri. Namun zaman telah berubah dan kaum Borjuis kini punya hak bicara. Namun [musik] Ludwih lebih suka memerintah sendiri. Sejak 1806, kota Munsion telah dibentuk oleh Wangsa [musik] Whittlesbach. Jalan alun-alun dan jembatan paling megah dinamai dengan nama leluhur Lutwih kedua termasuk Ludwig Strase dan Maksimilian Strase. Raja muda itu juga ingin mengabadikan dirinya lewat arsitektur di pusat kota. Dia membangun Politeknik yang kini dikenal sebagai Technical University of Munich. Universitas ini merupakan salah satu contoh ketertarikan Ludwih terhadap bangunan. Dr. Katrine Boimler adalah pakar dalam proyek arsitektur Ludwih. Semua bangunan pemerintah dan publik harus disetujui olehnya. Dia juga turut mempengaruhi proyek konstruksi publik lewat pengalokasian lahan dan penunjukan arsitek. Lutwih sangat antusias. Dia juga berperan dalam merancang Mari Platz di Monsion dengan gaya neogotik yang sedang populer saat itu. Ini adalah rencana untuk Balai Kota Munsion Noyes Rataus yang dirancang oleh Georg von Hauber dan dibangun dalam pengawasan lutuih kedua. Gedung Noyesataus dibangun dalam tiga tahap. Lutwih kedua yang melakukan tahap konstruksi pertama dan memilih Hauberiser sebagai arsiteknya. Sang raja juga berencana membangun gedung khusus untuk idolanya, komposer Richard Wagner. Dodwih telah menjadi patron yang sangat royal bagi Wagner. Wagner yang dikenal berpandangan [musik] antisemit punya pengaruh terhadap Ludwi. Wagner memainkan peran buruk selama masa muda lutwi. Dia menanamkan ide-ide yang berlebihan dan tidak manusiawi. Semua itu ia lakukan agar Lutwih bisa ia pengaruhi. Rencana untuk bangunan ini terlihat sangat monumental. Menunjukkan betapa kagumnya raja akan komposer favoritnya. Ini adalah salah satu rencana awal untuk gedung Opera di Munsion. yang dikenal sebagai Fresh Pill House. Lutwih kedua mulai merencanakannya setelah naik takhta pada tahun 1864. Dia menugaskan Godfri Samper, arsitek Neorenaisans paling terkemuka di wilayah berbahasa Jerman. Seperti pendahulunya Maksimilian kedua dan Lutwih kesatu, dia ingin membangun jalan raya yang megah di Munsen. Jalan raya ini akan dimulai dari istana residence membentang ke arah timur melintasi jembatan di atas Sungai Isar. Vespill House rencananya akan dibangun di tepi timur Sungai Isar. Vespill House dirancang sesuai gagasan Wagner. Wagner ditugaskan oleh Lutwih kedua untuk menyelesaikan operanya Ring of the Nibelung yang dibiayai Lutwih. Itu akan menjadi gedung operator hebat dibangun untuk Wagner. Teater FP House juga sangat inovatif karena memanfaatkan ruang dengan cara yang baru. Memiliki panggung prosenium yang dalam dan tempat orkestra yang tidak terlihat penonton. sesuatu yang baru pada masa itu. Teater ini juga memiliki sesuatu yang saat ini sudah terlihat sangat biasa, yaitu auditorium gelap berbentuk amfiteater. Semua itu dirancang agar penonton dapat menonton opera sefokus mungkin. Namun semuanya terhenti ketika pemerintah menentang pembangunan proyek mahal itu. Para politisi pragmatis segera menyadari rencana Wagner yaitu meraup untung besar. Raja muda itu baru saja kehilangan ayahnya dan sedang mencari sosok panutan. Dia terobsesi dengan musik Wagner yang memiliki unsur orgiastis dan narkotik seperti yang pernah diungkapkan Nietzse. Jadi, Lutwih telah dimanipulasi. Karikatur pada masa itu menunjukkan Wagner yang dominan dengan Ludwi sebagai pengikutnya. Ini adalah langkah mundur bagi sang raja muda dan [musik] impian besarnya. Dia tidak bisa lagi menjadi raja yang membangun gedung-gedung publik dan arsitektur megah. Hal itu karena zaman sudah berubah, masyarakat berubah. Terjadi kemunduran pada monarki yang kemudian membatasi kekuasaan Lutwih kedua. Hal itu terlihat jelas ketika melihat kronologinya. Perencanaan teater FPIL House dimulai pada tahun 1864 dan pada tahun 1867 proyek tersebut gagal. Pada tahun yang sama dia mulai merencanakan pembangunan istana-istana yang setiap detailnya dapat dia atur tanpa harus bertanggung jawab kepada siapapun. Penghentian proyek Fest Pill House menghancurkan [musik] ego sang raja. Namun bahkan tanpa proyek gedung opera, Lutwap berhubungan dekat dengan Richard Wagner. Pertemanan intelektual mereka tetap terjalin. Begitu pula kecintaannya terhadap karya Wagner. Lutwih mulai mencari lokasi yang cocok untuk mewujudkan sebuah bangunan yang didedikasikan untuk dunia mistis yang sangat menarik baginya dan Wagner. Pencarian itu membawanya ke area menakjubkan di sekitar Kastil Howensau, tepat di atas Danau Angsa. Di sinilah Ludwih menghabiskan [musik] masa kecilnya dengan bebas. Dari sini terbentang pemandangan dua reruntuhan istana abad pertengahan tempat para penguasa Suanuo pernah tinggal. Ketika lutui kedua menjadi raja Bayern, dia tinggal di lantai ini. Istana Hansanao diwarisi dari ayahnya. Dari tempat tinggalnya, Lutwih dapat melihat kaki bukit dengan dua reruntuhan di atasnya, Forder Hoan Suanguo dan Hinter Hoen Suangau. Seiring waktu, sang raja ingin membangun istananya sendiri. Istana Ludwih Noin Swanstein akan dibangun di puncak gunung menghadap ke daratan di bawahnya. Bangunan ini juga dirancang menjadi semacam monumen untuk Richard Wagner. No Swanstein tidak hanya merepresentasikan Ludwi, tetapi juga semacam penghormatan bagi Wagner dan opera-operanya. Ludwi menulis, istana ini akan jauh lebih indah dan nyaman dalam segala hal daripada Hoen Swan yang setiap tahunnya dinodai oleh prosa ibu saya. Para dewa yang dinodai akan membalas dendam dan tinggal di awang-awang dikelilingi angin surgawi. [musik] Bukan dengan gedung opera, tetapi dengan istana. Begitulah cara Ludwi memberikan penghormatan kepada Wagner. [musik] Ada surat dari Luthwih untuk Wagner tertanggal 13 Mei 1868. Dia menjelaskan konsep noisein. [musik] Ludwih menyebut komposer itu sebagai gurunya. Saya berencana membangun reruntuhan kastil Heno di dekat Ngaripol dengan gaya istana kesatria Jerman masa lampau. Saya sangat berharap bisa tinggal di sana dalam 3 tahun. Kamar-kamar tamu akan dilengkapi perabotan rumahan yang nyaman yang darinya kita bisa menikmati pemandangan megah puncak soiling, pegunungan tirol, dan dataran yang membentang luas. Kau tahu siapa tamu terkasih yang saya harapkan bisa saya jamu di sana? Lokasinya sangat indah, sakral, dan terpencil. Sebuah kuil yang layak bagi sahabat Ilahi yang lewatnya berkat dunia telah diberikan. Akan ada juga gambaran dari operatan Hoiser dan Lowen Green, aula penyanyi dengan pemandangan istana di belakangnya, halaman istana, lorong terbuka, dan jalan menuju kapel. zur Kapelle werden sie dort finden. Ludwih sudah membayangkan menelusuri istana itu [musik] bersama Richard Wagner. Semua itu akan mewujudkan impian mereka tentang dunia yang ideal. [musik] Jika diperhatikan terlihat bahwa Noise Winstein bukanlah bangunan yang unik pada masa itu. Ada istana Lebokra, Pierons, dan Wbook. Banyak sekali. Itu adalah gaya yang populer pada masanya. Istana Wburg di Turingan menjadi inspirasi bagi sang raja. Dia sangat terkesan dengan gaya dan desainnya. Pada tahun 1867 dia pergi ke Turingen untuk mengunjungi lokasi kompetisi menyanyi dalam operan Hoiser karya Wagner. Dia lalu pergi ke Varburg yang baru saja dibangun oleh Hugo von Rgenas reruntuhan istana abad pertengahan. Dibangun menyerupai gaya abad pertengahan. Ini adalah contoh gaya historicism. Bayangkan dia berjalan ke aula ini dengan ruangan yang masih berbau cat karena baru saja dibangun. Lutwih kemudian melihat area penyanyi area itu dan panggung dari Opera Len Green memberinya ide bahwa dia bisa menirunya untuk istananya sendiri. Sumber inspirasi lainnya adalah istana Pieg von [musik] di Prancis yang masih dibangun ketika dia ke sana. Struktur aslinya berasal dari abad pertengahan. Istana ini kemudian dijadikan kediaman Napoleon ketiga. Pada tahun 1867, dia pergi ke Paris mengunjungi istana Pierre von bersama Napoleon ketiga dan dia terkesan dengan pemandangan menara-menaranya. Menara-menara menjulang tinggi itu menginspirasinya. Namun Ludwi tidak hanya tertarik pada sejarahnya. Tahun 1867 pameran dunia dibuka di Paris. Di sana Ludwih tertarik pada perkembangan teknologi terbaru. [musik] Saat berkunjung ke pameran dunia, konsep paviliun berdasarkan negara pertama kali diterapkan. Jadi pengunjung dapat berpindah dari satu negara ke negara lain sambil berkeliling menikmati pameran ini. Itu adalah pengalaman yang membentuk sang raja muda. Dia terus mencari kesempatan untuk melarikan diri dari kenyataan. Dia lalu meminta para pelukis teater untuk mendesain Noise Wstein, terutama Christian Yang membuat rancangannya. Edward Ridle menjadi arsiteknya. Mereka mempresentasikan sekian rancangan kepada raja dan Lutwih terus memberikan pendapatnya pada rancangan tersebut. Hasilnya adalah sebuah bangunan dengan halaman atas yang menyerupai lokasi dari opera Lowen Green. Tujuannya membuat istana dongeng itu terlihat seperti ini. [musik] Gambar desain selalu terlihat lebih spektakuler daripada hasil akhirnya. Hasil akhirnya adalah apa yang bisa dibangun. Beberapa benteng dan menara memang tidak mungkin bisa dibangun. Sementara itu, rancangan [musik] arsitektur ini menunjukkan sisi modern konstruksinya. Ada pula perhitungan struktural, denah lantai, dan detail lokasi pipa air dan pemanas. [musik] Lutui kedua jelas berusaha menjadikan tempat ini sebagai istana pribadi. Dia memperlakukan proyek pembangunan seperti proyek penelitian. Dia banyak membaca tentang hal tersebut. Dia meminta para arsitek dan seniman untuk mencarikan berbagai bahan dan meminta mereka membuat bermacam desain. [musik] Ada banyak persyaratan khusus. Sang raja [musik] tidak gampang merasa puas. [musik] Alih-alih menugaskan arsitek paling terkemuka seperti Godfri von Samper, dia justru mencari arsitek yang kurang dikenal agar lebih leluasa dalam memberikan arahan. Dia menjadi seniman dan sumber ide dalam proyek ini. Pada tanggal 5 September 1869, manajer pembangunan Heinri Herol memimpin upacara peletakan batu pertama. Sebelum kastel dibangun, sebagian tebing berbatu harus dihancurkan. 8 met batu dipindahkan untuk memberi ruang bagi fondasinya. Rasa ingin tahu sang raja begitu besar sampai dia terus memeriksa perkembangannya. Sayangnya bagi para pekerja pengawasan ini terlalu sering. Dia terlalu sering mengubah rencana di tengah pembangunan. Lokasi pegunungan menimbulkan banyak tantangan. Semua mesin konstruksi harus diangkut dengan teknologi modern seperti derek uap. Ratusan pekerja, pengrajin, dan seniman dibutuhkan. Lutwih menjadi penyedia lapangan kerja terbesar di wilayah itu. Dia bertekad melakukan apapun untuk membangun istananya. Uang bukan masalah. Dia tidak peduli dengan usaha para arsitek, teknisi, dan seniman. Apapun yang memungkinkan akan dia lakukan. Dia masih bisa melakukan lebih banyak lagi. Namun, dia selalu berkata, "Segala cara harus dilakukan untuk mewujudkan dunianya. Konstruksi itu berskala besar dan ada banyak komplikasi. Catatan lokal Swan menyatakan bahwa pada tanggal 23 April [musik] 1875 pukul pagi, manajer konstruksi Heinry Herold bunuh diri dengan menembak jantungnya sendiri. Dia menderita kekacauan mental. Pekerjaan konstruksi memakan waktu [musik] lebih lama dari yang direncanakan. Proyeknya berlarut-larut. [musik] Dia sering mengganti arsitek karena tidak puas. itu tantangan besar karena dia memiliki standar kualitas dan desain yang sangat tinggi. Di saat yang sama, hal itu juga menjadi insentif yang luar biasa bagi seorang arsitek. Di lantai T dia membiarkan [musik] imajinasinya berkelana tanpa batas. [musik] Kalau kamu ingin punya gua dan stalaktit di rumahmu, itu berarti kamu eksentrik. Saya pikir ini hebat sekali. Dia bisa melakukan banyak hal dengan sangat baik. Pembangunannya butuh waktu puluhan tahun dan menelan biaya yang sangat besar. Raja sangat tidak sabar. Dia berharap semuanya berjalan cepat dan pekerjaan terus berlanjut. Hal ini mengacaukan beberapa hal seperti plester yang belum benar-benar kering. Pengecatan terburu-buru yang akhirnya mengubah warna dan bernoda. Sebagian dari perubahan ini masih terlihat hingga sekarang. Begitulah pengerjaannya yang sangat cepat. Sejak 2017, seluruh bagian istana di restorasi untuk pertama [musik] kalinya sejak Noise Wstein dibangun 150 tahun lalu. Restorasi meliputi 184 dinding dan langit-langit, [musik] 65 lukisan, 35 furnitur, 228 barang tekstil dan kulit, dan masih banyak lagi. Waktu memang mengubah semuanya. termasuk pada karya seni. Jika kelembaban terlalu tinggi, jamur akan tumbuh. Jika kelembaban terlalu rendah, panel kayu furnitur akan retak. Jika terlalu banyak cahaya, cat akan memudar dan jika vandalisme tidak dicegah, karya seni tidak akan bertahan lama. Semua ini perlu diperhatikan dalam konservasi preventif. einfließen. Tujuannya adalah mengembalikan semua ke kondisi semula dan melindunginya dengan lebih baik di masa mendatang. Ini adalah tugas berat bagi tim konservasi dari Bavarian Palace Administration. Setiap pertakan kecil diperbaiki, warna aslinya dipulihkan. Lembaran emas digunakan untuk menghias permukaan. Kami harus melakukan restorasi saat museum tetap dibuka. Semua itu sangat memperlambat prosesnya. Kami harus merenovasi separuh Singer's Hall terlebih dahulu. lalu separuhnya lagi karena pengunjung pasti tidak ingin melihatnya sama sekali tertutup. Hal itu menyebabkan penundaan dan inefisiensi serta memakan waktu lebih lama. Di sisi lain, kami juga senang karena tidak ada tenggat waktu yang ketat. Kami bekerja keras dan konsisten ditemani para pengunjung. Hasilnya sungguh luar biasa. Ini pekerjaan yang membutuhkan ribuan jam. Setiap detail memiliki ciri khas tersendiri. Setiap material membutuhkan perawatan khusus. Setiap teknik membutuhkan spesialis. Catatan pengadilan Bayern dari masa pembangunan berisi rincian desain interiornya. Semua keputusan didokumentasikan secara akurat. Desain harus disetujui [musik] dan barang-barang dipesan secara khusus. Lutwih mungkin tidak bisa menjadi raja absolut di [musik] kehidupan nyata, tetapi di lokasi pembangunan dia berkuasa penuh. [musik] Dia menggabungkan seluruh gaya historisism yang ada mulai dari neoromawi, neogotik, neobarok, neoroko, hingga orientalis. Penggunaan gaya arsitektur masa lampau sudah umum dilakukan sejak zaman Romawi. Mereka juga memanfaatkan gaya antik Yunani. Sama seperti pada periode Carolingian yang menggunakan gaya antik Romawi. Yang membuatnya baru adalah pluralitasnya. Dalam hal itu, Lutwih benar-benar mencerminkan zamannya. Bagian utama istana ini adalah ruang singgahsana. Ini adalah Mahakarya Arsitektur dan Seni. [musik] Tata letak dan langit-langit berkubah ini meniru di Konstantinopel. Ruang singgahsana ini juga menampilkan elemen dekoratif bergaya bizantium. Butuh usaha keras untuk membangun kubah setinggi 15 m di lantai [musik] atas. Material [musik] bangunannya juga harus dipilih dengan cermat. Hampir semua gedung opera abad ke-19 tidak lagi memakai marmer asli untuk kolomnya, melainkan bahan bernama Skaliola. Contohnya ada di Dresten Opera House dan Munich State Opera. Material ini lebih ringan, lebih mudah digunakan dan mampu mengatasi masalah struktur bangunan. Skaliola adalah sejenis plaster yang menyerupai marmer. Tampilannya mirip marmer [musik] asli, tapi lebih ringan dan lebih murah. Lutwih menginginkan ruangan yang terlalu besar untuk kastil itu. Para arsitek harus menemukan solusi. Menurut mereka, satu-satunya cara adalah memasang sejenis balok untuk menopang dan mendistribusikan beban. Balok-balok besi modern digunakan untuk menopang beban besar di ruang singgassana. Kini balok-balok itu bisa dilihat di langit-langit di kantin pengunjung. Yang menarik dari ruang singgahsana di Kastil ini adalah gaya historisnya dibuat dengan teknologi paling modern pada masanya menggunakan metode konstruksi yang sama untuk membangun stasiun kereta ketika digunakan [musik] secara artistik. Kombinasi ini menciptakan efek yang unik. Di balik dekorasi interiornya, kita juga bisa melihat konstruksinya. Agar kuba tetap ringan, sebuah rangka lengkung loga menyerupai laba-laba ditempatkan di atas bangunan. Lengkungan ini diisi jeramnya kemudian diplester di kedua sisinya dan dilukis dengan indah di bagian bawahnya. Di sana terdapat kolom besi tuang berlapis kaliola, plafon batu buatan berlapis emas, dan balok-balok besi yang menjembatani bentangan ruang yang lebar. Jadi, ada kontras antara gaya bersejarah dan teknik konstruksi modern. Namun kontras itu adalah ciri khas pada masa itu. Ruangan itu adalah gabungan antara ruang singgahsana dan gereja. Ludwih menganggap dirinya sebagai perantara antara Tuhan dan bumi yang dilambangkan oleh lampu gantung berbentuk mahkota di tengah ruangan. Namun nyatanya mahkota itu tidak pernah benar-benar ada. Beginilah rancangan singgahsananya. [musik] Ada huruf L ganda monogramnya. Tidak diketahui bagaimana dia akan memerintah di tahun-tahun mendatang. Tetapi saya bisa bayangkan dia duduk di sini menerima para utusan yang datang ke Gastil. Dalam [musik] gambaran kosmologi ini, di antara surga dan bumi, Lutwih memerintah antara dunia ini dan dunia berikutnya. [musik] Kamar tidur ini bahkan mengingatkan akan tempat suci seolah menyerupai altar. Di dindingnya terlukis kisah Tristan isolde tentang cinta dan penderitaan. Plutui selalu ragu tentang kesucian dan kemurniannya untuk menjadi raja yang memerintah atas perintah Tuhan. Itu sebabnya tirai di kamar tidurnya hanya dihiasi motif bunga lili. Bukan hanya karena keindahannya, tetapi bunga itu juga melambangkan kesucian dan kemurnian. Simbol-simbol seperti itu dianggap membawa kemurnian dan kekuatan. Di kepala tempat tidur terdapat gambar Bunda Maria dan di kaki tempat tidur terdapat ukiran kebangkitan Kristus. Saat dia berbaring, dia seolah menempatkan dirinya di tubuh Kristus sendiri. Ini menunjukkan betapa besar rasa keagungan dan kebanggaan dirinya. darstellt. Apakah ini delusional atau sekadar pencarian takdir seorang pria? [musik] Di sanstein, raja merepresentasikan yang maha kudus. Hal ini membuat kastil itu ibarat tempat suci yang identik dengan lokasi cawan suci. Ludwih ingin menciptakan dunianya sendiri. yang suci dan murni. Istananya adalah karya seni sempurna dengan daya tarik magis. [musik] Nein bukanlah istana biasa. Ini sebuah mahakarya yang melibatkan landskap, arsitektur, seni, dan teknologi untuk menciptakan panggung bagi sang raja. Di sini raja dapat mengekspresikan perasaan dan mimpinya di tengah mereka yang menerimanya. di antara para gadis cantik, makhluk mitologi dan pahlawan pemberani. Dia menciptakan dunianya sendiri, tempatnya menjalani kehidupan yang dia impikan. tempat bagi angan-angannya seperti di panggung teater. Saat ia membacakan puisi abad pertengahan dan ingin terbang ke sana. Ketika dia berhenti sejenak membaca dan membiarkan imajinasinya mengembara, dia akan merasa hidup di dunia yang sedang dia baca. Figur-figur di dinding itu menjadi hidup. Ludwih melarikan diri dari kenyataan candunya mitologi dan musik Wagnar. [musik] pernah menulis bahwa musik ini membuatnya merasa seperti melayang. Bagi Lutwi, melayang tanpa berpijak adalah keadaan ideal. Terbang yang juga menjadi salah satu obsesinya. Tapi itu perlu usaha dan keterampilan teknis. Sedangkan melayang bisa terjadi dalam mimpi tanpa usaha dan bisa terlepas dari kenyataan. Ketika musik berhenti, dia menulis bahwa pendaratan itu menyakitkan karena seperti dijatuhkan kembali ke bumi dan kesempurnaan itu hilang. Tahun 1870 menjadi titik balik baginya. [musik] Lutuih kedua terpaksa tunduk pada situasi politik di bawah tekanan Prusia. Pengaruhnya dalam politik sangat dibatasi. Di tempat peristirahatannya di istana Hoen Swano, Ludwi harus membuat keputusan sulit. [musik] Lutwih kedua menggunakan kamar ini sebagai ruang kerjanya. Pada 30 November 1870, di meja ini sang raja menulis surat kekaisaran. Dengan surat itu dia menyerahkan jabatan dan gelar kekaisaran Jerman yang baru didirikan kepada pamannya Willem dari Prusia. Sebagai tanda terima kasih atas kepatuhannya, Prusia mengirimkan lutuih [musik] kedua 300.000 mark setiap tahun sejak tahun 1871. Hal itu sedikit memberi penghiburan bagi Lutwi. Namun dia lebih suka kerajaan Bayern, tetap [musik] independen. Lutwih secara sadar menulis surat ini untuk menyerahkan hak kedaulatannya kepada raja Prusia atau lebih tepatnya Kaisar Jerman. Bayern akan menjadi bagian dari sebuah kekaisaran. Tidak ada cara lain. Keputusan itu memang diperlukan secara politis. Namun keputusan itu membuatnya sangat menderita. Hanya di istana-istananya Lutih kedua dapat [musik] merasa puas. Dia membenamkan diri dalam berbagai desain dan rancangan. Baginya, istana-istana itu adalah tempat terakhir di mana dia bisa berfantasi tentang kekuasaan yang pernah ia miliki. [musik] Setiap detail punya makna tersendiri. simbolisme sangat penting baginya. Warna putih melambangkan kemurnian dan kesucian sehingga warna itu menjadi penting. Kita perlu tahu bahwa Lutui kedua memiliki konflik batin sejak muda. Dia merasa lebih tertarik kepada pria daripada perempuan. Hal itu terlihat jelas dalam catatan harian, surat-surat, dan perkataannya. Namun Lutwih tidak mampu melepaskan diri dari ajaran zamannya. Dia dipengaruhi lingkungannya dan didikan Gereja Katolik. Salah satu kewajiban seorang raja adalah menikah demi memastikan [musik] berlangsungnya garis keturunan. Namun Ludwig tidak menginginkannya. Pertunangannya dengan Sofi dari Bayern dibatalkan pada tahun 1867. Dia takut tidak dapat membahagiakan Sofi. Dia raja yang tidak stabil dan sensitif yang tidak bisa mengatasi perasaan-perasaan ini. Dia ibarat burung dalam sangkar emas. Dia mencari perlindungan dan menemukannya di dunia imajinasi penuh mitologi. [musik] Sekilas Noise Wstein tampak seperti bangunan tua, tetapi jika diperhatikan, jendela-jendelanya sangat besar dan bundar. Bahkan dari luar bisa terlihat ada sesuatu yang tidak pas. Dari luar Noise Wstein terlihat nyari sempurna. Di dalamnya kastil ini adalah bangunan fungsional. Ada tangga rahasia dan sudut ruang kecil yang tak terduga. [musik] Kastil ini sebenarnya tidak seperti [musik] benteng dari abad pertengahan. [musik] Begitulah gaya historicism dari abad ke-19. Tapi toilet dan sistem loncengnya jelas tidak berasal dari abad pertengahan. Terlepas dari preferensi estetikanya, [musik] Ludwih menyukai kenyamanan modern. Memiliki sistem telepon sangatlah penting baginya. Dia memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk mencapai tujuannya. Contohnya sistem telepon. Sistem ini memungkinkannya menghindari kontak dengan para pelayan di dapur dan dia bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya secepat mungkin. Jadi hal itu mengoptimalkan rantai komando. Sang raja ingin hidup dengan tenang. Namun kehidupannya jauh dari kata sederhana. Misalnya saat dia ingin merasa hangat, dia pun memasang sistem pemanas [musik] modern. Lutwih kedua punya sistem pemanas sentral. Api dinyalakan di ruang bawah tanah dan udara hangat mengalir lewat ventilasi udara ke ruangan-ruangan yang dia tempati. Ada juga air mengalir yang dipompa dari ngarai polat. Aliran air, pemanas, dan telepon adalah fasilitas modern pada masa itu. Semuanya adalah standar hidup yang tidak ingin dilepaskan Ludwi. Namun, ada satu fasilitas modern yang kurang disukai raja. Dia tidak menggunakan lampu listrik. Dia lebih memilih metode kuno abad pertengahan. Dia tidur di siang hari. dan terbangun di malam hari. Lutuih bahkan tidak menggunakan listrik untuk menerangi istananya. Elizabeth dari Austria sudah menggunakannya di villa Ermes. Hotel-hotel sudah dialiri listrik. Juga teater-teater seperti Opra Garnier di Paris pun demikian. Lalu mengapa Lutwig tidak menggunakannya? Mungkin karena dia tidak membutuhkan listrik, karena lampu minyak dan lilin lebih cocok dengan lingkungannya. Ratusan lilin ia gunakan dengan cahayanya yang redup berkedip. Batas antara kenyataan dan fantasi menjadi kabur. [musik] Saya beruntung bisa melihat Noisein bermandikan cahaya lilin 40 tahun lalu. Suasananya cukup menyeramkan. Terutama ketika sosok Lowen Green seolah memperhatikanmu di lorong dan ia seolah dapat bergerak. Warna warnanya begitu indah dan dengan cahaya lilin semuanya tampak saat hidup. Sang raja menciptakan istana impiannya, tempat dia dapat menemukan kedamaian. Namun dia hanya mampu tinggal di sana selama 172 hari. Saat itu tugas resmi dirasa hanya sebagai beban. Selama bertahun-tahun kurang olahraga [musik] dan kegemarannya pada makanan manis mulai berdampak buruk. Ketika naik tahta, lutui kedua dianggap sebagai salah satu raja tertampan di dunia. Tingginya lebih dari 190 cm, berambut gelap, bergelombang, dan bertubuh ramping. Penampilannya masih mirip dengan foto-foto yang ada sekarang. Namun kenyataannya setelah pertengahan 1870-an, dia berubah drastis. Giginya makin banyak yang rontok dan berat badannya bertambah. Terlebih penolakan untuk menyesuaikan diri dengan zaman telah membuatnya rentan. Rencananya istana dijadwalkan selesai pada tahun 1872 tapi berulang kali tertunda. Karena proyek-proyek konstruksinya keuangan raja kian menipis. Meski masih [musik] mendapat subsidi dari Prusia. Raja tidak menggunakan kas negara secara pribadi. Namun [musik] dia bangkrut. Pada tahun 1885, asetnya bahkan terancam di Sita. Bagi Bayern dan reputasinya, situasi ini tidak bisa dibiarkan. [musik] Meski begitu, Ludwih [musik] tetap menolak mundur dan itu adalah awal dari bencana. Undang-undang menetapkan berapa banyak uang yang diterima raja untuk membiayai kediamannya, para pelayan dan hadiah pribadi. Lutwih kedua berusaha menggunakan sisa dana itu untuk membiayai proyek-proyek arsitekturnya. Tetapi usaha itu gagal. Dia menghabiskan terlalu banyak uang hingga bank harus turun tangan. Namun itu pun bukan solusi. Meski terlilit banyak hutang, dia terus merencanakan proyek baru, termasuk sebuah istana bergaya Cina dan sejumlah paviliun kecil. Dia juga ingin membangun istana baru di puncak gunung. Rancangannya menunjukkan bahwa istana itu jauh dari kata sederhana. Ini adalah istana Falkenstein di dekat Noise Wstein. Jalanan dan pipa air sudah dibangun. Dia tidak tahu bahwa uangnya sama sekali tidak cukup untuk proyek-proyek ini. Sang raja tak lagi berpijak pada realitas. Dia tidak lagi bisa membedakan kenyataan. [musik] Sebuah karikatur menyebutnya sebagai raja Lowen Green. Di kalangan rakyat [musik] jelata, dia dikritik karena sikapnya yang boros dan masa bodoh. Ilah raja negeri dongeng sudah dikenal pada zaman lutui kedua. Dia sangat menentangnya sampai menjadikan istilah itu tindakan melanggar hukum karena merujuk kepada raja yang tidak sadar akan kenyataan. Dia pun terasing dari rakyatnya. Utang Ludwih yang menggunung memaksa pemerintah Bayern bertindak. Pada tahun 1886 dia dinyatakan tidak kompeten untuk memerintah. [musik] Dia pun akan segera ditangkap. Mereka mendatangi Lutwih di kastil Noise Wenstein menginformasikan bahwa dia dinyatakan sakit jiwa dan akan dipindahkan ke istana Berg di Danau Starnberg demi keselamatannya. Di sana mereka akan memulihkan kesehatannya. Raja kemudian ditahan, dipermalukan, dan dinyatakan [musik] gila. Selama puluhan tahun, Lutwich hidup menyendiri di berbagai istananya. Kini bukan hanya menjadi tahanan di salah satu istana favoritnya, dia juga dipaksa mengubah rutinitasnya. Kini dia harus bangun pagi dan tidur di malam hari seperti rakyat pada umumnya. Abend gehen. Pada 13 Juni 1886, Ludwih berjalan mencari udara segar bersama dokternya, Bernhard von [musik] Guden, di tepi Danau Starberg. Beberapa jam kemudian, keduanya ditemukan tewas di danau. Misteri kematiannya kemudian jadi bagian dari mitos tentang sang raja. Apakah ini kecelakaan, bunuh diri? Pembunuhan tidak ada yang tahu pasti. Kemungkinan besar adalah Lutwih kedua ingin melarikan diri dari situasi yang dialaminya. Mengingat dia sudah begitu jauh terjatuh dari mimpinya, wajar saja jika dia ingin bunuh diri. Selmorden sang raja baru berusia 40 tahun. Kematiannya mengejutkan rakyatnya. Ribuan orang memberikan penghormatan terakhir. [musik] Kebanyakan orang tidak percaya bahwa dia meninggal karena sebab alamiah. Misteri itu bercampur dengan legenda yang dicintai sang raja. Hari itu 13 Juni 1886 adalah hari Pentakosta. Lutwih pergi berjalan-jalan meski hujan turun. Dia mungkin teringat legenda yang mengatakan bahwa orang berhati suci yang masuk ke air pada hari Pentakosta akan terlahir kembali sebagai angsa. [musik] Setelah kematiannya, istana Noisein menjadi sensasi. Meski bukan karena alasan yang Ludwih inginkan, selama Perang Dunia Kedua, istana ini disalahgunakan. Selama beberapa dekade, Ludwih dianggap sebagai raja yang gila. Mahakaryanya menjadi panutan dan simbol nasional di Jerman. Di sisi lain, dia juga meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab dan proyek yang belum selesai. Istana yang kita lihat sekarang belum rampung. Lutwih ingin memiliki menara di lantai dasar dengan kapel di dalamnya. Menara setinggi 90 m di tengah halaman itu tidak pernah dibangun. Rencana untuk membuat teras besar dengan air mancur juga tidak pernah terlaksana. Rancangan ini mengungkap detail menarik karena menunjukkan rencana untuk bagian belakang istana. Di sini terlihat pintu keluar dari kamar mandi. Dari teras ini kita bisa melihat ke bawah ke tempat Ludwih berencana memelihara beruang. Semua terlihat jelas dalam model ini. Dengan memutarnya ke sini kita akan melihat teras besar itu yang di bawahnya direncanakan ada beruang. Begitulah rencananya. Dan begini tampilannya sekarang. Yang tersisa dari rancangan ini adalah sebuah pintu yang tidak menuju ke manapun. Penguasa lain membangun istana dengan ukuran serupa bergaya neogotik atau neoromawi. biayanya kurang lebih sama. Yang berbeda dari istana ini adalah fungsinya. Lutwih kedua tidak tertarik tinggal di tempat mewah. Istana itu juga tidak ia bangun dalam kapasitasnya sebagai wakil negara. Istana itu dibangun agar dia dapat hidup dalam dunia imajinasinya agar tercipta ruang-ruang bagi idenya. Ideen schaffen. Itu adalah surga bagi imajinya. Dirancang dan diciptakan untuknya sendiri. Noise Wstein adalah tempat pelarian sang raja dari kenyataan yang tidak sanggup lagi ia hadapi. Memaksakan Utopia ini menjadi kenyataan bagi orang-orang di sekitarnya dan membangun istana ini hanya supaya bisa menutup diri dari dunia. Saya pikir itu pencapaian yang luar biasa. Noin [musik] tetap menjadi tempat bagi imajinasi bebas berkelana. Namun, apakah dunia buatan yang dibangun dengan detail ini bisa disebut karya seni? Apa [musik] itu seni? Kita sering mengatakan bahwa karya beberapa dekade lalu bukan seni, tetapi karya para leluhur adalah seni. Saya tumbuh di masa ketika Noise Wenstein dan Linderhof dianggap karya yang berlebihan. Namun kini pandangan itu berubah. Kedua istana itu direstorasi dengan sangat teliti karena kini dianggap sebagai karya seni besar abad ke-19. Bavarian Palace Administration [musik] kini bertanggung jawab atas bangunan tersebut. Renovasi diperkirakan menelan biaya 20 juta euro. Pasti ada kerusakan. itu normal terjadi seiring waktu. Semua pasti terpengaruh usia dan penuaan pada sebuah bangunan itu wajar. Ada juga beberapa kerusakan karena lokasi istana. Swanstein terletak di puncak gunung di ketinggian hampir 1000 m sehingga rentan terhadap angin kencang dan cuaca dingin. Selain itu, paparan sinar UV masuk lewat jendela-jendela besar yang tidak semuanya ditutup tirai. Semua ini menyebabkan kerusakan. Untuk memastikan bangunan ini [musik] akan tetap memukau pengunjung dalam 100 tahun mendatang, setiap sudut diperiksa dengan cermat dan diperbaiki sesuai kebutuhan. [musik] Para pengunjung bernapas dan berkeringat. Kelembaban yang mereka bawa ke istana menyebabkan masalah. Kami menghadapi banyak tantangan, terutama di musim dingin akibat kelembaban tinggi. Dindingnya pun lembab dan ditumbuhi jamur. Fluktuasi suhu, kelembaban, [musik] kotoran, dan debu menjadi masalah bagi karya seni. Makin banyak pengunjung, makin banyak debu. Noisein dikunjungi 6 hingga 8.000 pengunjung dalam sehari sebelum pandemi. Bayangkan banyaknya debu jika 6.000 orang datang berkunjung. Bayangkan beban terhadap bangunan itu. [musik] Beberapa studi ilmiah membuktikan bahwa debu tersebut jatuh dari pengunjung. Debu biasanya berasal dari serpihan kulit dan rambut. Serat tekstil juga menyumbang debu. Ketika debu dilihat di bawah mikroskop, dapat terlihat asal debu tersebut seperti katun biru dari celana jeans. Di bawah mikroskop kita dapat melihat jelas materialnya. zamet. Konservasi bukanlah tugas muda. [musik] Mereka yang membangun Noisein tidak pernah membayangkan [musik] semua ini. Lutwist selalu berusaha melindungi lokasi konstruksinya dari pandangan publik. Bahkan Noise Wenstein yang terlihat dari bawah. Ketika Lutwih meninggal, istana-istananya mendadak dapat diakses publik. Mereka berbondong ke sini untuk melihat istana misterius yang banyak dibicarakan di surat kabar. Bahkan ada buku-buku tentang itu yang diterbitkan semasa hidupnya. Banyak orang menjadi penasaran. [musik] Istana ini dibuka untuk umum 6 minggu setelah sang raja wafat. Dengan harga tiket murah, warga dapat mengunjungi istana. Kartu pos dan foto juga menjadi tren. Sebelumnya publik hanya tahu bahwa para raja hidup di tempat mewah, tapi mereka belum melihatnya. Kartu pos membuat orang bisa melihat langsung bagian dalam kastil-kastil itu dan membayangkan kehidupan dalam dongeng. Sejak itu, Noise Winstein menjadi simbol kehidupan bangsawan dan dunia penuh keajaiban. Keajaiban ini pun menyebar. Setelah kematian Ludwih kedua, mina terhadap sosok raja terus bertumbuh baik di Bayern maupun Jerman. Publik memang ingin melihat istana ini, tetapi mereka juga ingin melihat kehidupan tragis sang raja dan apa yang terjadi di kediamannya. Pengunjung pun terpesona seperti sang raja yang juga pernah terpesona. Awal tahun 1933, Adolf Hitler mengunjungi Noise Swenstein memperingati 50 tahun wafatnya [musik] Richard Wagner. Lutwih kedua dan Hitler sangat mengagumi komposer itu. Namun, Hitler hanya mengunjunginya sekali. 8 tahun kemudian di tengah perang dunia kedua, Natsi menjadikan istana ini tempat penyimpanan benda seni hasil jarahan. Lalu pada bulan April 1945, pasukan Amerika Serikat tiba di sana. Karya seni yang diziarah diamankan oleh unit khusus Monumen Man di Noise Wstein. Mereka menemukan benda-benda yang sebagian besar berasal dari Paris dan daerah jajahan Prancis. Mereka menyelamatkan banyak kotak berisi patung, perhiasan, [musik] dan lukisan. Setelah Perang Dunia Kedua, Amerika mulai menceritakan istana yang putih, bersih, dan utuh ini ke seluruh dunia. Foto-fotonya pun tersebar. Semua itu menjadikan Neyise Schwanstein, sebuah fenomena. Kemudian bangunan ini masuk ke dalam daftar objek wisata wajib dikunjungi di Jerman. Pengunjung internasional pun berdatangan. Walt Disney juga melihat istana ini sekitar tahun 1950. Mungkin lewat gambar-gambar yang tersebar. Dia mungkin tidak pernah mengunjungi Nois Wstein. Disney meniru gerbang dan fasa depannya untuk taman hiburan di Anaheim, California pada tahun 1955. Tiruan ini langsung menjadi daya tarik taman tersebut. Di sini istana dongeng juga telah menawan imajinasi kita. Disneyland dan Noise Wstein layak dibandingkan. Keduanya adalah dunia fantasi yang menawarkan pengalaman unik. Kita dapat menjelajahinya dan membayangkan hidup di dunia fantasi. Istana Noise Wstein dipenuhi dengan budaya, seni, dan keunikan. Ini membangun citra positif Jerman khususnya di luar negeri. Orang Jerman sendiri tidak terpikir ke sana. Kami akan menyebut citra yang lain. Tapi coba tanya orang Amerika atau Jepang tentang Jerman. Yang pertama terbayang adalah istana berlatar belakang pegunungan Alpen. Dan pengunjung dapat membayangkan kehidupan tragis Lutwih kedua. [musik] Pada tahun 2024, jumlah pengunjung istana ini melampaui 1 juta mendekati angka [musik] sebelum pandemi. [musik] Pada akhirnya karya ini telah mampu bertahan. Kami berharap jumlah pengunjung akan sedikit berkurang. Jadi istana ini dapat tetap awet seiring berjalannya waktu. Itulah tantangan bagi Bavarian Palace Administration. [musik] Melindungi bangunan ikonik ini dan membuatnya dapat diakses semua orang. Neisstein menjadi teramat sangat populer termasuk reproduksi gambar-gambarnya. Semua orang ingin bersua foto di depannya. Ini menjadi semacam iklan gratis bagi istana itu. Istana ini bagaikan tambang emas. Ada banyak variasi souvenir dalam berbagai bentuk dan warna. Pernak-pernik unik kini menjadi bagian dari peninggalan Lutwi dan para pengunjung senang dapat menjadi bagian dari sejarah. [musik] Hari ini puncak musim panas. Lihat betapa ramainya tempat ini. Semua orang datang ke sini untuk melihat-lihat. Mereka membandingkan bentuk asli dengan foto-foto yang pernah mereka lihat. Mungkin juga ingin menjelajahi istana dongeng, ingin melihat seperti apa bentuknya. Setiap orang punya impian yang mungkin akan terwujud di Noise Winstein. Sejak Juli 2025, istana-istana [musik] lutwih kedua termasuk Noisein resmi diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO. Gelar situs warisan dunia menempatkan istana ini sejajar dengan piramida Giza atau menara di Paris. Ini berarti tanggung jawab dan perlindungan jangka panjang. Nein dan lingkungannya membutuhkan hal itu. Ini adalah landskap unik buatan manusia. Hingga hari ini istana ini terus menarik perhatian pengunjung dari seluruh dunia. Senang sekali melihat para pengunjung Noein. Ada yang dari India, Cina, Amerika, Italia. Mereka semua terpukau dan bersuap foto di istana. Ini terasa mempersatukan semua kalangan karena orang-orang datang ke sini bersamaan. Meski mereka melihatnya dengan ekspektasi yang berbeda, tapi mereka semua berjumpa di sana. No Swanstein yang pernah menjadi bukti eksentrisitas dan kegilaan sang raja kini diakui sebagai ikon budaya dan situs warisan dunia UNESCO. Kastil [musik] ini akan selalu memukau pengunjung dan memberi gambaran akan sebuah dunia fantasi dari masa lampau. Oh. [musik]