Fotografer perang: Kisah Anja Niedringhaus | DW Dokumenter
K9cTUali3sM • 2025-12-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Saya tetap merasa bahwa konflik senjata, kekerasan, dan ledakan bom bukanlah hal normal. Dari sudut pandang itulah saya memotret. Kalau rasa itu hilang, saya tidak bisa lagi memotret. Di awal tahun 90-an saya merasa naif. Saya tidak bisa percaya bahwa perang itu ada. Waktu itu saya juga tidak tahu bahaya sebenarnya dari peluru dan bom. [musik] Waktu itu saya beruntung. Sekarang kewaspadaan itu hal terpenting. Fotografer yang tertembak tidak akan ada gunanya. Saya sangat beruntung bisa menjalani cita-cita saya. ini jarang sekali terjadi. Kita hanya hidup sekali dan jika kita bisa melakukan apa yang kita inginkan, maka kita beruntung. Pagi hari sekitar pukul 3 pagi waktu New York saya dibangunkan rekan saya Manuerd Kairo. Dia menelepon saya dengan rada sedih dan saya tahu pasti telah terjadi hal buruk. Dia bilang ada insiden yang melibatkan Anya dan Katy dan informasinya masih terus berkembang. Terjadi serangan terhadap dua jurnalis Veteran Associated Press. Satu fotografer Associated Press tewas dan satu reporter I terluka parah dalam penembakan di Afghanistan. Penembakan terjadi pagi ini di Provinsi Coast. Fotografer Anyring House dan reporter Katy Genenon tengah dalam perjalanan bersama petugas pemilu dan dalam perlindungan tentara dan polisi Afghanistan. Saat melihat berita fotografer tewas di Afghanistan, saya harap semoga bukan yang saya kenal. Lalu dikabarkan bahwa korbannya dari AP dan seorang perempuan. Saya masih belum tahu detailnya, tapi saya yakin itu anyut kalaupun misalnya saya tidak kenal dia. Karena setiap kali kehilangan fotografer, saya selalu menganggap pandangan kita terhadap dunia kian sempit. Rasanya sulit dipercaya. Baru terasa nyata pada esok harinya. Saya pergi dan memotret New York Times dan sebuah kioskoran yang memuat foto berita itu. Dan di situlah semua baru terasa nyata. Ibu negara dan presiden menyampaikan dukacita dan doa kepada keluarga anyani Drink House yang tewas di Afghanistan semalam. Saat rekan dekat meninggal, kematian terasa nyata. Kita mulai bertanya, "Apa pekerjaan ini sepadan?" Tapi mereka yang telah tiada tidak akan menyuruh saya berhenti. Mereka pun tak akan berhenti. Saya Katy Genon, jurnalis asal Kanada. Saya sudah menjadi jurnalis selama hampir 50 tahun. 35 tahun di antaranya bersama Associated Press dan kebanyakan bekerja di daerah konflik meliput banyak wilayah di Pakistan dan Afghanistan. Hingga 4 April 2014 menjelang pemilu demokrasi. Demokrasi di Afghanistan tidak stabil. Apakah polisi mampu melindungi lebih dari 6000 tempat pemungutan suara selama pemilu? 5 tahun lalu terjadi kecurangan besar-besaran dan kali ini diperkirakan akan terjadi hal serupa. Anya tidak mau ke Kabul. Dia bilang terserah mau pergi ke mana. Yang penting bukan ke sana. Jadi saya bilang kita ke kos. Saya kenal gubernur di sana. Mereka mencari berita yang tidak umum diliput soal rakyat yang ikut pemilu itu bisa dikerjakan oleh tim di Kabul. Jadi mereka selalu berusaha menemukan sudut berbeda untuk bercerita. Anya membayangkan orang-orang akan turun dari gunung untuk mencoblos dan ingin menunjukkan betapa sulitnya pemilu di Afghanistan. Dia juga ingin menunjukkan usaha seseorang hanya untuk sampai ke TPS. Jadi ketika kami memutuskan pergi ke kost, saya mengontak gubernurnya. Dia mengizinkan kami menetap di tempatnya. Saat itu semua distrik di Provinsi Kost benar-benar aman. Tidak ada serangan atau apapun di sana. Kekhawatiran utama saya adalah perjalanannya yang butuh waktu 3 jam. Perjalanan itu melewati sebuah wilayah yang dikuasai Taliban. Saya bertanya ke Kairo, "Apakah kami bisa pergi ke Kos?" Mereka mengizinkan. Ada konvoi besar untuk memasuk kotak suara ke tempat-tempat pemungutan suara. Kami langsung menuju kantor polisi. Saya ingat dindingnya berwarna kekuningan dan ada gerbang besar. Jadi kami sedang berbicara dengan polisi dan any memotret. Sementara Nissan merekam video wakil kepala polisi yang memberi pengarahan tentang apa yang harus mereka lakukan sambil menunjukkan kotak suara dan itu berlangsung sekitar 45 menit. Hal terakhir yang saya ingat mereka katakan kepada polisi adalah mereka menyerahkan kotak P3K ini. Dan saya ingat saat hujan mulai turun, Anyya bilang, "Nissan boleh tolong buka mobilnya karena dia bawa dua kamera. Kami duduk di kursi belakang. Anyya duduk di sebelah saya karena dia menaruh kameranya di kursi sebelahnya. Katy memberi sebatang coklat ke any dan saya. Saya keluar dari mobil memberikan coklat itu ke penerjemah karena dia belum minum teh. Pagi tadi dia belum minum teh. Kemudian saya seolah didorong. Saya kira ada bom yang meledak di bawah kami. Saya ingat berpikir, "Habislah kita. Saya bisa merasakan any di bahu saya." Dan saya ingat, saya tidak bisa bergerak. Banyak sekali peluru di badan saya. Saya kemudian menoleh dan melihat rambut putih any. Saat itu saya pikir dia baik-baik saja walaupun dia diam. Saya kemudian berteriak, "Tolong kami." Lalu saya melihat orang itu terkapar ditangkap pasukan pemerintah. Saya kembali ke mobil dan mencium bau bahan peledak dari dalam mobil. Saya melihat KY dan Anyya di dalam mobil. Saya ingat itu bisa jadi saat terakhir sebelum saya mati dan saya ingin meninggal dalam damai. Saya ingat hidup saya cukup baik. Saya terus bernapas dan berpikir mungkin inilah waktunya. Benar-benar hari yang mengerikan. Semua berubah dalam sekejap. [musik] Saya ingat jelas hari itu saya langsung diberitahu [musik] lalu saya hubungi pemerintah saya dan otoritas militer Amerika Serikat bahwa mereka perlu mendapatkan perawatan terbaik. dan memerlukan helikopter. Sepanjang hari saya fokus pada evakuasi Katy dan anyuation. Dia meninggal akibat serangan yang kemungkinan besar dilakukan oleh pihak luar Afghanistan atau seseorang yang merasa ada pihak yang sedang mengacaukan Afghanistan. [musik] Itu hari yang menyedihkan, tapi alasannya misterius. [musik] kualifikasi apa yang dibutuhkan seorang fotografer? Sifat keterbukaan agar kita bisa mendekati orang lain itu penting. Sikap santai, selera humor. Tanpa itu, kita tidak akan bisa memproses banyak hal juga rasa ingin tahu dan spontanitas. Apakah fotografer harus suka bersosialisasi? Tentu saja saya tidak bisa memotret di studio karena saya benci foto yang direkayasa. Saya senang melihat orang berinteraksi dengan alami dan kita jadi bagian darinya. Paling baik yakni sewaktu mereka bahkan tidak sadar kehadiran kita. Dan begitulah cara mendapatkan foto-foto bagus. Kalau besok saya ditugaskan di studio untuk memotret, hasilnya pasti jelek. Saya tidak bisa. [musik] Sulit menggambarkan senyumnya, energinya. Dia benar-benar memancarkan energi positif. Saya memang tidak pernah ke rumahnya atau bersosialisasi. Kami bertugas bersama di medan perang. Jadi sungguh luar biasa dia bisa bekerja bersama orang-orang, merasakan dampak emosionalnya dan menemukan sisi positifnya. [musik] I think senyumnya murni, tulus, jujur, bahagia, tawa yang luar biasa. menular. Kepribadiannya memang selalu menular. Dia sangat menarik. [musik] Hatinya hangat tetapi juga terbuka. Dia bisa tertawa terbahak-bahak dalam situasi yang mungkin tidak pantas. Jika dia merasa mau tertawa, dia akan tertawa dan kemudian orang lain juga ikut tertawa. Dia memang mudah bergaul. Ada selisih 4 tahun antara putri sulung saya Elke dan any. Dulu saya kira saya tidak akan punya anak lagi. Tapi kemudian kami pindah ke Hoxter ke rumah yang baru dibangun dan saya hamil. Itulah any lahir tahun 1965, 4 tahun lebih muda dari Elke. Tidak lama kemudian saya hamil lagi dengan Gide. Selisihnya sangat kecil. Rasanya sulit sekali punya bayi lagi secepat itu. [musik] Jadi untungnya hanya anak yang tenang dan mudah diatur. Saya tidak punya saudara laki-laki. Di rumah kami bertiga perempuan. Tidak ada yang pernah mengekang kami karena kami perempuan. Kami nakal sekali. Waktu kecil sudah seperti anak laki-laki saja. Ada anak-anak lain yang tidak boleh bermain di hutan atau harus pulang sebelum gelap. Tapi kami tidak. Kami bisa melakukan apa saja. Ayah any suka sekali naik motor. Dia sangat ugal-ugalan. Dia sering naik motor offroad dan melompati lingkaran api. Anak-anak sering mengalami luka bakar di betis karena naik motornya. Kami juga dibolehkan mengemudi meski belum punya SIM. Kami bisa mencoba banyak hal yang anak-anak lain tidak bisa. Jadi kami mengalami banyak hal tanpa rasa takut. Dibandingkan dengan Elke dan Gide, Anya paling suka naik motor. Terkadang kami memanggil any Arno. Dia punya sisi teknis dan tidak tertarik pada hal yang biasanya dilakukan perempuan. Saya dan mulai berkuliah pada Oktober 1986. Kami belajar bahasa dan sastra Jerman serta jurnalisme. Hanya salah satu dari sedikit mahasiswa jurnalisme yang berpengalaman. Dia pernah memotret untuk surat kabar Noya Vest Felic di Hackster. Dia memulai karir saat masih kuliah. Tak lama setelahnya, dia menjadi fotografer lepas untuk surat kabar Getinger Takeblat. Dia akhirnya bekerja di European Press Agency. Dia bukannya dibajak, tetapi waktu itu kami tahu agensi Jerman DPA sedang membuka lowongan magang fotografi. Dia menelepon saya dan bilang, "Aku harus buat resume. Aku mau melamar. Saya bilang, "Tapi kamu masih kuliah." Lalu foto yang ingin ia pakai untuk melamar adalah foto dia yang memakai helm proyek. Saya pikir itu ide yang buruk. Saya bilang, "Kamu tidak boleh pakai foto itu di lamaran, tapi dia bersih keras." Begitu hanya diterima, kepala bagian fotografi berkata, "Anda yang berhelm itu. Kami selalu bercanda tentang foto itu." Kemudian mereka mengatakan berdasarkan lamarannya, mereka merasa tidak bisa mengajarinya apa-apa lagi, bahwa dia tidak perlu magang. Sebagai gantinya, mereka menawarinya posisi di European Press Agency. Mereka merekrut fotografer untuk EPA untuk pertama kalinya. Sepertinya dia adalah perempuan pertama di European Press Agency dan mereka tidak tahu harus menugaskan apa. Mereka ingin melindunginya dan menjaganya tetap aman. Dengan kata lain, mereka tidak percaya padanya. Saya mulai bekerja sebagai fotografer agensi pada tahun 1990. Ketika perang di Kroasia, saya merasa saya harus pergi ke sana dan memotret daripada menjadi jurnalis. Saya butuh dua atau 3 bulan untuk membujuk pihak redaksi sebelum mereka mengizinkan seorang perempuan pergi ke Sarajevo. Bidang ini memang didominasi laki-laki dan sebagai perempuan kita harus lebih tegas dibanding mereka. Awalnya sangat sulit. Saat pertama tiba di Kroasia tahun 1991, saya meliput dengan rekan dari Bulgaria dan dia tidak menganggap saya bahkan tidak berbicara kepada saya. Setelah sekitar 2 jam dia bertanya kenapa saya di situ. Pertanyaan itu membuat saya kesal. Dia memang lebih berpengalaman karena sudah banyak bekerja di wilayah konflik lain. Tapi saya bertahan lama di sana dan membuktikan saya bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik. Sekarang kami masih berteman baik dan sering bertemu lagi di daerah konflik. Setiap kali bertemu dia ingat pertanyaan itu dan tertawa. Ada tiga atau empat perempuan dan sekitar 40 laki-laki yang sering memotret di Bosnia. Sejumlah fotografer perempuan dan laki-laki beberapa kali memotret ke sana. Bekerja di zona perang selalu dianggap sebagai peran laki-laki dan menanggung dampak perang selalu dianggap sebagai peran perempuan. Kehilangan suami, kekasih, dan putra Anda karena perang biasanya peran perempuan. Jadi menurut saya panutan bagi para pemuda yang ingin terjun ke dunia jurnalisme foto bukanlah jurnalis foto lainnya, tetapi mungkin para prajurit masa lalu yang pergi berperang untuk menguji diri mereka. Dan perang adalah tempat yang tepat untuk menguji diri. Itu adalah hal yang legendaris, bukan? Bagi perempuan jumlah panutannya lebih sedikit. Menurut saya, para perempuan yang memilih pergi ke sana, khususnya dari generasi saya itu luar biasa berani baik secara intelektual maupun fisik. Menurut saya perempuan lebih tangguh. Mereka lebih tenang. Mereka hanya berkata, "Saya siap melakukannya. Saya tahu betapa sulitnya bagi perempuan untuk mendapatkan tugas seperti itu. Kami harus sangat asertif. Astaga, ada banyak sekali kenangan. Ini di dalam mobil lapis baja dan itu pasti di Bosnia. Ini sepertinya Sarevo, ya. Itu dia saat saya bertemu dengannya. Yeah. AFP AFP Anya Sepertinya saya pertama kali bertemu Anyya di Sarayevo saat berjalan di luar pemakaman yang semakin penuh dengan korban pengepungan. Saya lupa apakah dia yang menyusul atau saya yang menyusulnya dan saya bingung siapa dia, sedang apa dia di sini. Sebagian karena saya jarang melihat jurnalis perempuan di tempat seperti itu. Sebagian karena senyumnya yang lebar dan sikapnya yang sangat ramah dan hangat. Di situlah persahabatan kami dimulai. [musik] Banyak fotografer perempuan yang pernah memotret perang mungkin bisa lebih baik memahami perang itu dibandingkan fotografer laki-laki. Dan menurut saya, kita perlu mengubah cara berpikir kuno tentang perang jika ingin memotret dengan baik. Dan saya pikir kebanyakan orang tidak begitu baik memotret perang, termasuk saya. Saya sudah memotret banyak perang dan sepertinya hanya satu perang yang saya potret dengan baik. Perempuan yang saya kenal yang pergi ke sana sama berani dan cakapnya dengan para laki-laki. Tetapi menurut saya mereka juga punya pandangan berbeda tentang perang. Rasanya lebih emosional. Mungkin karena saya perempuan. Sampai sekarang saya masih belum tahu jenis tank atau senjata apa yang saya lihat. Saya tidak tertarik. Saya tidak tahu apa-apa tentang senjata. Laki-laki tahu hal-hal itu dan mungkin itu sedikit mengalihkan perhatian mereka. Selama ini, liputan perang kebanyakan berfokus pada perang itu sendiri. Orang-orang yang menembakkan senjata dan sebagainya. Kami menyebutnya Bangbang Pictures. Dan meskipun itu menarik dan disukai fotografer seperti Laron tertarik kepada lampu, tapi pada akhirnya itu hanyalah foto-foto orang berlarian dengan senjata. Menunjukkan hal-hal yang mengerikan. Dia tidak sepenuhnya menutup-nutupi kenyataan. Menurut saya, dia seorang fotografer yang sangat manusiawi dan itulah yang tercermin dalam karyanya. Sniper Eli di Sarayevo kembali memakan korban. Kali ini yang tewas anak berusia 7 tahun. Mereka gagal menolongnya. Adik perempuan dan ibu anak itu menemaninya di saat terakhirnya. Apakah Anda memisahkan perasaan dari pekerjaan Anda? Apakah Anda masih berbelas kasih atau hanya sebatas memotret? Sebenarnya saya lebih merasa berbelas kasih sekarang. Awal-awal meliput Sarvo, saya masih kaget. Rasanya tidak percaya saya berdiri di sana. Tidak percaya semua itu nyata. Tapi sekarang saya sudah sering ke sana dan punya banyak teman di sana. Saya merasa seperti bagian dari mereka. Jadi rasa belas kasih saya bertumbuh. [musik] Banyak jurnalis jatuh cinta di tempat-tempat seperti ini dan masuk akal. Kita semua butuh pengalaman manusiawi itu. Kita perlu menangis, tertawa, dan perlu ada normalitas dalam hidup di masa-masa ini agar bisa bertahan. Warga sipil juga demikian. Bahkan di Bosnia saya sangat sering tertawa ketika meliput perang di sana. Tertawa bersama orang-orang Bosnia. Rasa kebersamaannya sangat luar biasa dan kami benar-benar berusaha melakukan sesuatu dan yakin dengan yang kami lakukan. [musik] Ketika di Sarevo, kami ingin bisa berbuat sesuatu dengan foto-foto kami. Namun setelah 2 tahun tidak ada yang terjadi. Tidak ada perubahan dari kebijakan NATO atau apapun. [musik] Tidak ada yang membantu rakyat. Saya kemudian sadar bahwa meski saya bisa mencapai sesuatu, [musik] hasilnya tidak seperti yang dibayangkan. Kami dulu masih muda dan kami tidak menyangka bahwa tidak banyak dari kami yang akan selamat. [musik] Saya tidak punya gaya hidup normal seperti orang lain. [musik] Itu bukan masalah. Namun seiring waktu itu cukup mengganggu ketika saya selalu jauh dari rumah dan melewatkan banyak hal. Saya harus menetapkan prioritas termasuk dalam kehidupan pribadi. Karena sebelum kita sadar tiba-tiba waktu kita habis. Saya masih suka pekerjaan ini, tapi ini sangat menyita waktu. Dia tahu bahwa dengan melakukan pekerjaan ini dia tidak bisa menjalani kehidupan normal. Saya rasa dia tahu. Hanya punya banyak teman. Pertemanan selalu penting baginya. Tapi dia tidak pernah ingin terikat. Dia selalu takut kehilangan kemandiriannya. Saya tidak mau berumur 50 tahun dan masih bekerja di zona konflik. Suatu saat saya harus berhenti dan bilang semuanya menarik tapi cukup sudah. Mungkin saya akan pilih pekerjaan yang lebih tenang, menulis atau bekerja di surat kabar biasa. Bekerja di agensi bisa sangat melelahkan seperti membakar lilin di kedua ujungnya. Suatu saat mungkin 5 tahun lagi saya akan berpikir ini bagus tapi sekarang waktunya untuk hal lain. Pernahkah Anda mengalami situasi ketika Anda takut mati? Tentu di saat seperti itu, apakah ada hal yang tidak boleh dilakukan? Sepertinya ada, tapi itu lebih seperti pedoman yang kita buat untuk diri sendiri. [musik] Seorang polisi Afghanistan dijatuhi hukuman mati atas penembakan fatal fotografer Jerman, Anya Nring House. Pengadilan dikabul memutuskan Nakibulah bersalah atas tindakan pembunuhan. Menurut pengadilan, pelaku berhaluan radikal Islam ini dikatakan bertindak spontan dan sendirian. Ini adalah dokumen tuntutan yang kami terima dari Afghanistan. Dokumen ini mencantumkan nama terdakwa dan data pribadinya Nakibullah putra Muhammad Nasir. Berkas-berkas Nakibullah sang pelaku menjelaskan banyak hal. Dia lulusan SMA dan kemudian mengikuti kursus 6 bulan di Akademi Kepolisian di Mazarf. Dia dilatih oleh instruktur Afghanistan serta penasihat dari Amerika Serikat. Kemudian dengan cepat dia dipindahkan ke Provinsi Kost di tenggara tempat pembunuhan itu terjadi. Kepolisian selalu jadi salah satu masalah terbesar dalam pembangunan Afghanistan. Kepolisian sangat korup dan dipengaruhi banyak organisasi politik dan militer. Setelah Taliban, Hesbi Islami adalah kelompok pemberontak bersenjata terkuat kedua meskipun berbeda jauh. [musik] Saya ditugaskan menangani kasus ini ketika menjadi hakim di Mahkamah Agung untuk kejahatan terhadap keamanan dalam dan luar negeri dikabul. Kasus ini sudah disidangkan dan terdakwa dijatuhi hukuman mati. Ketika kasus ini naik banding, hakim ketua menugaskannya ke saya. Saya mengawasi jalannya persidangan dan kami mengadili kasus itu. Saya tidak tahu tentang penyelidikan itu. Saya juga tidak diberi informasi apapun. Tidak ada yang menanyai saya selain pemerintah Jerman saat saya berada di Jerman. Selain itu, tidak ada yang bertanya apa yang terjadi atau di mana kami saat itu. Bahkan ketika ada kesaksian di pengadilan, saya tidak diminta merespons. Satu-satunya hal yang diberitahukan kepada saya adalah Taliban membantah telah terlibat. Hanya itu yang saya tahu. Yang membuat saya terkejut ketika membaca berkas-berkas itu adalah Kantor Kepolisian Kriminal Jerman tidak menindaklanjuti kasus itu. Mereka menyelidiki sebagian karena kecurigaan adanya keterlibatan organisasi teroris. Namun Taliban sudah menyangkal bertanggung jawab dan itu dianggap cukup. Padahal otoritas Jerman tahu ada kelompok bersenjata seperti Hesbi Islami. Mereka tahu kelompok ini memerangi pemerintah dan mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan ini. Jadi jelas HBI islami mungkin berperan. Ini seharusnya ditindaklanjuti, tapi ternyata tidak. Berkas-berkas itu juga menunjukkan pihak berwenang Afghanistan menemukan bahwa pelaku telah pergi ke Pakistan dengan dali mendapatkan perawatan medis. Menurut intelligen, dia kemungkinan datang ke kemelatihan teroris di Pakistan. Ausbildungslager terror in Pakistan [musik] haben. Semua kelompok teroris memiliki kem pelatihan di Pakistan. Negara ini mendukung al-Qida dan teroris lainnya. Nakibullah pernah dilatih di sana. Pelatihan dilakukan oleh para jenderal Pakistan dan petinggi dari berbagai kelompok teroris. Tujuannya untuk melancarkan serangan di Afghanistan. Namun dalam kasus ini dia seharusnya tidak diizinkan kembali menjadi polisi. [musik] Setelah peristiwa 11 September dan invasi Afghanistan dalam 10 tahun sejak terakhir saya melihat any hasil karyanya luar biasa. Pekerjaannya di IA sangat bagus. Dia mencintai IPA dan rekan-rekan kerjanya di sana. Dia sangat dekat dengan mereka. Tapi saat itu sudah waktunya ia mengembangkan karya. Jadi pada tahun 2002 saya menghubunginya dan kami pun bertemu. Saya ingat sepertinya saya sedang di Spanyol saat itu mendengar berita bahwa dia bergabung dengan Ap dan saya sangat gembira karena dia seorang profesional dan fotografer luar biasa. [musik] Dia awalnya bekerja di Kuwait dan setelah invasi dia bekerja di Baghdad untuk waktu yang cukup lama. Begitulah kami bertemu. Awalnya saya bosnya, tapi setelah beberapa tahun kami menjadi teman dekat. Sebagai atasannya, dia orang yang pertama akan saya tugaskan karena banyak hal. Selain karena bakatnya, Anda bisa mempercayai. Dia tahu bahwa dia harus memastikan semua orang aman. Saya percaya any tidak akan melakukan apapun yang berbahaya dan tidak akan membiarkan orang-orang sekitarnya melakukan hal berbahaya. around to do anything unsafe. My fellow citizens, at this hour, American and coalition forces are in the early stages of military operations to disarm [musik] Iraq, to free its people, and to defend the world from grave danger. On my orders, coalition forces have begun striking selected targets of military importance [musik] to undermine Saddam Hussein's ability to wage war. Saya bertemu dia sekitar tahun 2003 atau 2004. Kami sama-sama di Baghdad. Dia bekerja di biro Associated Press yang bersebelahan dengan kami. Jadi kami dan beberapa fotografer sering berbincang. Kami memotret beberapa demonstrasi bersama meliput sejumlah pengeboman mobil bersama. Terkadang ada masa yang marah dan terkadang mereka menyerang para jurnalis. Ada milisi militer bersenjata. Saat itu banyak hal terjadi. Dia adalah orang yang menjagamu. Dia akan membantumu keluar dari situasi sulit atau memperingatkan jika ada risiko. Dia sering bilang, "Perhatikan arah sana. Rasanya ini akan meledak atau kita harus pergi. Dia benar-benar profesional. Dia orang yang ingin Anda ajak bekerja sama. You know saya mengkhawatirkan any sebagai pesaing. Sulit mengakui ini. Tapi begitulah. Saat pergi ke Baghdad, saya perlu melihat siapa yang ada di sana. Para fotografer biasanya ditugaskan berotasi setiap 3 atau 6 bulan lalu pergi. Jika hanya di sana, itu bahaya karena dia pasti menghasilkan foto-foto yang luar biasa. Dan New York Times akan memakai fotonya jika hasilnya lebih bagus dari foto saya. itu menyulitkan saya. Jadi, setiap kali tahu any di lapangan saya selalu ya Tuhan, any di sini bahaya. Hanya ada sedikit fotografer yang seperti itu. Dia salah satunya. Anya berhasil menjadi mentor penduduk lokal di Baghdad. Ia memang keras, tetapi dia juga sangat kritis dalam membimbing mereka. Kritiknya tidak bermaksud buruk, tetapi justru membimbing. Ini adalah hal lain yang jarang dibicarakan. Terkadang saya merasa sedih ketika pulang. Saya berpikir saya akan pergi dari sini. Besok ke Aman dan Lusa akan sampai rumah. Sementara penduduk setempat harus tinggal dan menghadapi semua kekacauan ini. Bagaimana mereka bisa hidup normal? Pilihan untuk bisa pergi seperti itu langkah. Bukan hanya kami, para jurnalisat yang berada dalam bahaya, mereka juga. Saat mereka memegang kamera, semua orang tahu mereka bekerja untuk lembaga internasional. Jadi mereka bertaruh nyawa setiap hari untuk memberitakan situasi di sana tanpa punya pilihan untuk pergi. Kebanyakan bahkan tidak punya paspor. Sedangkan saya hanya perlu datang dan fokus pada pekerjaan. Tidak perlu khawatir masalah belanja, air bersih, tidak ada listrik di rumah karena tidak ada generator atau anak sakit. Menurut saya, mereka perlu lebih disorot. [musik] Ketika saya menjadi direktur fotografi di AP pada akhir tahun 2003, peranannya berubah dari seorang rekan kerja di lapangan menjadi seorang karyawan. yang tentu saja itu rumit. Dan saat itu terjadi pertempuran kedua untuk merebut kembali Valuja dan any meliput bersama marinir di pusat konflik. Keadaannya sangat berbahaya. Falujah adalah pertama kalinya saya meliput bersama pasukan. Tidak ada cara lain untuk meliputnya. Saya menghabiskan waktu lama bersama mereka. Tidur di samping mereka di lantai rumah, berbagi makanan dengan mereka menjadi bagian dari mereka dan merasa bertanggung jawab. Mereka ingin tahu diri saya dan saya ingin tahu mereka. Saya mulai menyadari betapa mudanya mereka dan hal-hal yang membuat mereka bersemangat. [tepuk tangan] [musik] Anyani Drink House memenangkan hadiah Pulser 2005 untuk fotografi berita terkini bersama rekan-rekannya dari kantor berita AP. [tepuk tangan] Hadiah Pulitzer memberikan penghargaan kepada karya jurnalisme yang luar biasa, baik dalam kata-kata maupun gambar. Neering House adalah fotografer Jerman pertama yang menerima Pulitzer. Hadiah pulitzeri itu istimewa karena juga dikenal di luar dunia jurnalistik. Mungkin bisa disamakan dengan hadiah Nobel di bidang sains. Dia sangat gembira bisa mendapatkannya bersama tim. Menang bersama sangat berarti baginya. Hanya memotret tentara bersenjata itu sudah biasa bagi saya. Namun selama jatuhnya Valuja, kami selalu berjalan kaki. Kota itu direbut prajurit dengan cara berjalan kaki karena jalanannya sangat sempit. Kami tidur di rumah yang berbeda setiap malam. Hampir tidak ada makanan. Berat sekali. Jadi melihat seorang prajurit bersusah payah membawa boneka di tengah semua itu sungguh luar biasa. Saya tidak pernah menyangka boneka itu akan memenangkan politzer. Adakah yang lebih baik daripada memenangkan hadiah Pulitzer? ada kita bisa memenangkan lebih banyak hadiah pulitzer. Tapi peningkatan kualitas bukan diukur dari penghargaannya. Kualitas seharusnya tentang foto-foto yang bagus dan masih banyak foto yang bisa diambil jutaan. Jadi saya harap ini belum berakhir. [musik] Saya dan tinggal bersama di Ellenbah sejak tahun 1996. Suatu ketika kami memutuskan untuk membeli rumah dan setelah melihat beberapa tempat, kami menemukan bekas kantor kehutanan. Sebenarnya kami ingin tinggal di tengah hutan, tapi akhirnya kami pilih tempat ini. Saat ini kita berada di ruang kerjaannya dulu. Harga apa yang Anda bayarkan untuk melakukan pekerjaan ini? Masa muda saya. [musik] Menurut saya kehidupan pribadi itu penting. Jika Anda pulang bekerja dan tidak melakukan hobi, Anda akan depresif. [musik] Saat saya di rumah, kami tidak banyak membicarakan pekerjaan. Kami punya kuda dan selalu ada yang dilakukan. Akan selalu ada kegiatan di rumah. Itu sangat sehat. Jika hanya menelepon dari zona konflik, biasanya dia berpura-pura tidak berada di zona konflik. Dia hanya ingin tahu kabar kami. Itu semacam jeda bekerja baginya. Dia akan bertanya tentang semua yang kami lakukan di sini. Sulit dijelaskan kepada orang lain. Adalah bagian penting dari keluarga kami. Saya tidak bisa menjelaskannya. Dia seperti ibu kedua bagi saya karena dia merawat saya dan sering mengajak saya pergi. Sepertinya saya tidur di kamarnya hampir setiap malam. Saya menikmati setiap momen bersamanya. [musik] Saat itu H masih sering naik kuda poni. Kami tahu bahwa nantinya dia akan naik kuda sungguhan dan kami ingin patungan untuk membelinya. Saya menemukan kuda yang cocok. Tanggal 2 April kami bicara ditelepon dan sepakat untuk membelikannya bersama. [musik] Saya tidak menyangka bahwa tidak akan kembali. Dia terlihat sangat yakin bahwa dia akan aman. Dan itu membuat saya yakin bahwa anyanya akan melewati semua ini dengan aman. Dia sudah ingin berhenti, tetapi menurut saya dia terus menunda keputusan itu. [musik] Anda sering ditanya hal ini, tetapi editor saya masih menganggapnya penting. Menjadi perempuan? Iya, [tertawa] sudah saya duga. Saya baru saja dari Korea untuk kejuaraan atletik dunia. Dari sekitar 400 fotografer terakreditasi, menurut Anda ada berapa perempuan? 10. Dua. Jadi jumlah perempuan di bidang olahraga lebih sedikit daripada di zona perang. [musik] Yang membedakan any dari banyak orang lainnya adalah dia juga seorang fotografer feature. Fotografer olahraga yang hebat. Dia melakukan tugas tersulit di Olimpiade yaitu memotret di garis finish dengan kamera jarak jauh. [musik] Dia juga cukup lama memotret center court Wimbledon dan dia ada di sana karena memang sangat ahli. Dia memang yang terbaik. Bagian ini seringkiali terlupakan. [musik] Intinya bekerja sama dengan tim. Saat memotret di Wimbledon, hanya bersama tim tetapnya. Dia tahu persis apa yang akan terjadi dan itu mempermudah segalanya. Mereka bermalam bersama. Mereka seperti keluarga. Anya sendiri tidak terlalu suka tenis. Dulu ketika anak-anak les tenis di sini dia tidak ikut. Namun dia bisa memotret olahraga apapun tanpa harus terlalu paham aturannya. Dia suka itu. Kadang dia bilang dia kesulitan mengubah pola pikir ketika kembali dari zona konflik. Dia berkata, "Ini memang masalah khas orang-orang di negara maju." Probleme luxus. [musik] Dari berkas-berkas itu saya yakin Akibullah tidak melakukan penembakan secara spontan. Pernah terjadi serangan udara di wilayah asalnya dan banyaknya korban sipil ikut berperan. Selamat datang di Tolo News. Hari ini Kamis tanggal 26 tahun matahari 1392 yang bertepatan dengan 16 Januari 2014. Warga Shagert di Lembah Gorban berunjuk rasa menyusul pengoboman oleh pasukan asing yang menewaskan tujuh anak dan seorang perempuan. Kami akan mengunjungi keluarga korban yang terbunuh oleh pasukan asing dua malam lalu. Serangan udara itu memicu kemarahan besar terutama di Provinsi Parwan dan di Gorban, wilayah asal Nakibullah. Anggota parlemen HBI islami setempat, Abdul Satar Hawasi berperan penting dalam hal ini. Dia mendatangi lokasi serangan dan mengajak penduduk bergabung dalam jihad melawan Amerika. Di sini jelas bahwa ini ada hubungannya dengan HB Islami. Kami menemukan panggilan telepon oleh Nakibullah kepada sopir Hawasi bernama Are pada 15 menit sebelum dan sesudah kejadian. Tat. Yang menurut saya paling menarik adalah berdasarkan pernyataannya, Arf bertanya kepada Nakibula mengapa dia tidak menyiapkan rute pelarian untuk dirinya sendiri setelah kejadian. Kami tidak dapat membuktikan bahwa Abdul Satar Khawasi terlibat langsung dalam serangan itu. Namun sopirnya ARF pernah menghubungi Naqibullah. [musik] Bisa jadi tidak ada cukup bukti keterlibatan khawasi atau jaksa tidak ingin menyelidikinya. Mungkin mereka tidak ingin berurusan dengan Hesbi atau Hawasi atau pemimpin kelompok tersebut Gulbudin Hmm. Sayangnya saya sangat tahu dia. Saya pernah dihubungi komite perlindungan jurnalis. Mereka memberitahu bahwa pria itu memasukkan nama saya ke daftar orang yang keselamatannya tidak dijamin jika kembali ke Afghanistan. Itu adalah ancaman pembunuhan. Kami merekam Anda dengan tertutup. Apakah Anda khawatir akan balasan dari jaringan teroris seperti Hekmati atau lainnya? Tentu sebagian besar kerabat saya ada di Afghanistan. Kami berharap suatu hari nanti perdamaian dan keamanan akan pulih sehingga kami dapat kembali dan melanjutkan pekerjaan kami. Namun yang terpenting adalah banyak kerabat kami masih di sana. Budaya pastun mana yang membunuhi perempuan? Ini penghancuran budaya Afghanistan dan itu dipimpin orang-orang seperti Hekmatiar yang tumbuh besar selama perang melawan komunisme di Afghanistan di tahun 1970-an. Lihat apa jadinya. Seorang pria diradikalisasi dan dimanfaatkan oleh Hekmtiar. Si jagal dari Kabul yang pernah menembakkan roket ke kotanya sendiri. Barat juga ikut bertanggung jawab. Saya tidak menentang Barat, tapi kenyataannya Barat memang punya andil besar dalam semua ini dan kita harus mengakuinya karena ini tidak akan hilang begitu saja. [musik] Pertanyaan terakhir, di mana Anda melihat diri sendiri dalam 10 atau 15 tahun mendatang? Sama seperti sekarang tidak ada target khusus. Tujuan saya selalu menghasilkan karya yang bagus. Saya tidak mengejar pencapaian. Saya hanya ingin jadi fotografer yang baik. 5 tahun lalu, Anda mengatakan saat berusia 50, Anda akan berhenti bekerja di zona konflik. Itu sudah berubah lagi. [musik] Afghanistan. Afghanistan yang saya lihat pada tahun 1990-an adalah tempat yang menggoda, sangat indah, sangat memikat. Menurut saya any merasa bahwa itu adalah tempat di mana dia bisa bekerja sendiri dan banyak foto indah dan menarik yang bisa diambil di sana. Tapi itu juga tempat yang sangat bahaya. Bertahan dalam kondisi itu ditambah perang membuktikan kekuatan mental kita. Sepertinya itu yang dia cari. Dia selalu kembali ke sana dan mencari cara untuk bergabung dengan pasukan atau hidup dengan biaya semi. Mungkin bisa dibilang gaya hidup itu sangat menarik. Dia bebas, jauh dari segala batasan, hidup di lapangan. Memang sesekali dia harus melapor dan mengirim foto, tapi di luar itu semuanya terasa seperti ada unsur romantisme. Saya dan any bertemu di gedung Epi di Kabul. Dia baru saja kembali dari meliput bersama pasukan Kanada di Kandahar. Dia bilang, "Saya baru saja meliput bersama pasukan." Saya bilang, "Saya belum pernah ikut militer." Dan dia bilang, "Saya juga tidak selalu ikut mereka karena dia tidak ingin saya berpikir bahwa dia adalah reporter yang terbiasa ikut militer. Jadi saya bilang, "Saya tahu." Dan kami tertawa. Malam itu kami duduk di balkon sambil minum anggur. Lalu kami berbincang sampai jam . pagi. Entah bagaimana caranya dia naik pesawat keesokan harinya. Sepertinya dia berangkat ke bandara sekitar jam . pagi dan kami mabuk sekali ketika mau tidur dan rasanya seperti kami sudah saling kenal lama sekali. [musik] Intinya adalah menemukan rasa kemanusiaan bahkan ketika perang. Bagi mereka di zona perang, hidup terus berjalan seperti kita di sini. Jika tidak, mereka akan putus asa. Di Afghanistan, petani tetap menggarap ladangnya. Anak-anak tetap bersekolah meskipun perang. Itulah yang membuat negara ini tetap hidup. bahwa mereka terus melanjutkan kehidupan di dunia yang gila ini. Mereka luar biasa dan hampir semua orang yang kita temui usianya di bawah 60 tahun atau sekitar itu hanya mengenal perang seumur hidup mereka. [musik] Perspektif di Afghanistan sangat berbeda. Jadi saya mengerti mengapa Anya begitu tertarik dan kagum terlebih pada para perempuan yang luar biasa kuatnya. Any dan Ky tetap di Afghanistan selama berbulan-bulan. Setelah semua beralih ke Libya dan Suriah, mereka yang terakhir di sana mereka merasa masih ada yang harus melaporkan dari Afghanistan dan mereka tidak membiarkan apapun menghalangi mereka. Jika kita bekerja di agensi internasional, mereka mengatur apa yang kita ribut. Begitulah hidup karyawan. Kita harus melakukan apa yang mereka inginkan, tapi hanya menemukan cara mengatasi ini. Dia menghabiskan banyak waktu di Afghanistan dan dia menulis laporan hebat bersama Katy. [musik] Dia selalu bilang kantor tidak akan rugi jika ia tetap di Afghanistan. Dan tadinya jika dia ingin tetap di sana berminggu-minggu dan terus mengirim foto-fotonya dan semua terpakai, itu tidak masalah. [musik] Dia sangat kuat. Dia berani pergi ke tempat yang tidak dikunjungi orang lain. [musik] Dan caranya membangun hubungan dengan militer sangatlah bagus. Ia tetap dekat dengan para tentara bahkan setelah pulang. Saya ingat unit Kanada sangat menyukainya dan any sedang bersama mereka ketika dia terluka. ini terjadi sebelum sebelum serangan itu terjadi [musik] Ini terjadi setahun lalu pada 11 September di Provinsi Kandahar, Afghanistan. Ini kunjungan kedua saya bersama unit Kanada. Kami berangkat pagi untuk berpatroli dan melewati sebuah desa. Hari itu hari terakhir Ramadan. Para pria berdiri di luar dengan jubah bagus. Anak-anak menunjukkan tangan mereka yang telah digambari. Suasananya indah. Kami dalam perjalanan kembali ke camp. Ketika kami berada di jalan yang mengarah ke luar desa, ada granat yang jatuh dari dinding. Saya baru saja memotret ayam itu, jadi saya sedikit jauh dari sana. Sedetik kemudian, granat itu dilemparkan ke dinding, melukai saya dan seorang tentara yang datang ke arah saya. Saya diterbangkan ke Kandahar. Saya beruntung. semuanya bisa berbeda. Granatnya mendarat di kepala tentara itu. Tapi saya pikir ada waktu 3 atau 4 detik sebelum ledak. Lalu granat itu jatuh ke tanah dan kami terkena serpihannya. Saya membujuknya beristirahat dan pergi ke dokter. Tapi dia tidak mau. Dia pergi ke Delhi dalam keadaan sakit untuk memotret pertandingan olahraga. Saya tidak bisa melarangnya. hanya punya cara sendiri untuk mewujudkan sesuatu. Jika dia ingin berbuat sesuatu, dia akan melakukannya. Secara pribadi, setelah dia terluka, saya ingin dia berhenti pergi ke Afghanistan. Saya pikir jiwanya memang di sana dan saya bilang, "Saya tahu kamu suka, tapi kamu tetap harus berhenti. Karena semakin sering ke sana, besar kemungkinan hal buruk terjadi." Bagaimana reaksinya? Diamlah, saya baik-baik saja. Yeah. Kamera memungkinkan saya fokus kepada hal-hal penting. Jadi semacam distraksi, tapi pasti ada hal-hal yang membekas, bau darah dan lainnya. Anda bagian dari unit ini, jadi Anda mengambil risiko dan melihat hal yang sama. Kami ditembaki hampir setiap hari. Kami pernah hampir melakukan pendaratan darurat. Saya tidak bisa hanya jadi penumpang yang berharap dijemput dan dibawa kembali dengan selamat. Seberapa sering Anda berdoa meminta perlindungan? Entahlah, tapi saya berharap dan percaya dia tahu alasan saya melakukan ini. Anyya adalah profesional sejati dan kematiannya bukan karena dia mengambil keputusan yang salah. Rasanya untuk sementara waktu kami sangat beruntung selama meliput Afghanistan. Lalu tiba-tiba Jooo kehilangan kakinya karena ledakan. Lalu Tim tewas. Kris terbunuh. Teman saya Martin terbunuh dan any pun terbunuh. Lalu David Gilkey terbunuh dan terus berlanjut seolah satu generasi jurnalis foto musnah. Kami seperti untung-untungan di luar sana. Saya sudah ribuan kali melihat orang mati. Tapi ada orang yang saya pikir akan baik-baik saja dan saya kira hanya akan baik-baik saja. Letnan polisi Afghanistan yang didakwa melakukan pembunuhan fotografer Jerman, Anyani Nring House diadili hari ini di pengadilan Banding di Kabul. Pada bulan Juni tahun ini, pengadilan tingkat pertama menjatuhi hukuman mati kepada nakibula. [musik] singkat melihat dalam kondisi seperti itu membuat saya sangat marah terhadap orang Afghanistan. Saya tidak tahu kenapa bisa berpikir begitu. Tapi begitulah rasanya. Di Afghanistan. Jika seseorang melakukan tindakan seperti ini, dia pasti akan mendapat balasan yang sama. Dia bisa dihukum mati karena melakukan tindakan yang kejam. Laki melakukan kejahatan terhadap perempuan tidak bersenjata. Mereka hanya jurnalis. Bagaimana perasaan Anda tentang hukuman mati itu? Saya menentang hukuman mati. Katy dan orang tuanya juga. Saya bertemu salah satu hakim dan dia bertanya, "Mengapa Anda tidak mau Nakibullah dihukum mati?" Karena saya tidak percaya pada hukuman mati. Keluargaannya juga tidak percaya dia harus dihukum mati, tetapi dia harus dipenjara seumur hidup. Saya juga tidak percaya pada hukuman mati. Saya sangat ingin dia menghabiskan hidupnya di penjara. [musik] Momen bersejarah dan kontroversial. Panglima perang Afghanistan, Gulbudin Hekmatiar yang sering disebut tukang jagal dari Kabul kembali ibu kota Afghanistan. Hekmatiar, pemimpin kelompok teroris Hesbi Islami berjanji mendukung pemerintah Afghanistan dalam memerangi Taliban. Saya ingat menonton Presiden Gani menyambut Hekmatiar kembali dari Pakistan sebagai orang kepercayaannya di sebuah upacara besar. Dia maju ke depan ruangan di hadapan semua tokoh penting Afghanistan lalu berpidato di depan orang-orang yang keluarganya pernah dia bunuh dan akhirnya mereka menerimanya kembali. Kami di sini untuk mendukung mereka yang mengabdi kepada perdamaian negara kami. Allah perjanjian tersebut menetapkan bahwa Hekmatiar akan bergabung dengan pemerintah. Sebagai imbalannya, anggota Hesbi Islami dibebaskan. Belakangan baru diketahui bahwa salah satunya adalah Naqibullah. Jelas saya sangat terpukul karena itu. Saya benar-benar emosional dengan cara yang wajar dan saya tidak menyesalinya. Jadi saat itu saya menghubungi semua orang dan memikirkan apa yang bisa dilakukan serta memikirkan keselamatan kami semua. Saya khawatir karena kabarnya dia terlihat di pesawar setelah bebas. Kami memasang pagar pengaman. gawat perduri dan sistem alarm. Anda memasangnya setelah itu? Iya. Jadi semua penjaga itu juga kemudian mengamankan kami sebelumnya tidak pernah ada penjaga. Sejujurnya saya sangat kesal. Dia telah dijatuhi hukuman yang adil, tapi kemudian dibebaskan begitu saja. Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya rasa seluruh peristiwa ini disebabkan karena pertimbangan politik. Menurut saya mencoba menggabungkan kelompok radikal ke dalam negara yang masih lemah seperti Afghanistan dengan harapan mengurangi radikalisme adalah strategi yang salah dan berbahaya. Sebagai mantan jurnalis termasuk di Afghanistan, saya prihatin melihat kasus ini tidak terselesaikan. Ini lebih buruk daripada ketidakadilan karena tidak dihukumnya pelaku pembunuhan. Penyelesaian secara politik jauh lebih penting. Dalam hal ini itu sudah gagal. Bukan hanya Nedering House yang membayar dengan nyawanya, tapi juga rakyat Afghanistan karena mereka menjadi sasaran Taliban, HBI islami dan kelompok lainnya. haben mit ihrem Leben bezahlt, weil sie eben zu Zielscheiben von Talibanen Hbisami und anderen geworden sind. Saya ingat saat menerima telepon itu dan berpikir ini buruk. Inilah yang saya khawatirkan dan sekarang kejadian. secara profesional kami harus menanganinya dengan memberitahu keluarganya membantu mengurus segala hal terkait seperti pemulangan jenazah barang-barang pribadinya dan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi dan nantinya datang ke HST untuk berbicara di pemakamannya. And I remember up there on Saya ingat saat berdiri di podium di altar pada awal upacara, tiba-tiba saya sedih. Saya berhenti sejenak, mencoba menenangkan diri, lalu melanjutkan. Perasaan dari pengalaman yang begitu kuat selalu datang belakangan dan kita tidak pernah tahu kapan itu akan datang sampai akhirnya itu datang. dan kita terhanyut di dalamnya. Menurut Anda apa yang akan any katakan? Pasti dia akan tertawa dan berkata, "Kamu bercanda, ya. Kamu berani pergi ke medan perang, tapi tidak bisa berpidato di gereja. Kamu kenapa?" Dia perempuan tangguh. [musik] in a sea of grief. We do not want to let go of any we cannot let go of any she was so so alive. Kami sering bercanda dan saya bilang kalau aku meninggal aku mau kamu ceritakan hal baik tentangku. Dan dia bilang kalau sesuatu terjadi padaku, kamu juga harus begitu. Saya tidak bisa datang ke pemakamannya karena meski berada di Jerman, saya di rumah sakit. Saya hanya bisa mengirimkan surat untuk dibacakan di upacara pemakaman. Saya tidak bisa meninggalkan rumah sakit. Kupejamkan mata dan melihatmu tersenyum. Kupejamkan mata dan mendengarmu tertawa. Kita adalah tim yang hebat. Aku ingat kata-kata terakhirmu. Aku sangat bahagia. Katamu, aku mencintaimu, sayang. Aku rindu padamu. H [musik]
Resume
Categories