Fotografer perang: Kisah Anja Niedringhaus | DW Dokumenter
K9cTUali3sM • 2025-12-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Saya tetap merasa bahwa konflik senjata,
kekerasan, dan ledakan bom bukanlah hal
normal. Dari sudut pandang itulah saya
memotret.
Kalau rasa itu hilang, saya tidak bisa
lagi memotret.
Di awal tahun 90-an saya merasa naif.
Saya tidak bisa percaya bahwa perang itu
ada.
Waktu itu saya juga tidak tahu bahaya
sebenarnya dari peluru dan bom.
[musik]
Waktu itu saya beruntung. Sekarang
kewaspadaan itu hal terpenting.
Fotografer yang tertembak tidak akan ada
gunanya.
Saya sangat beruntung bisa menjalani
cita-cita saya. ini jarang sekali
terjadi.
Kita hanya hidup sekali dan jika kita
bisa melakukan apa yang kita inginkan,
maka kita beruntung.
Pagi hari sekitar pukul 3 pagi waktu New
York saya dibangunkan rekan saya Manuerd
Kairo. Dia menelepon saya dengan rada
sedih dan saya tahu pasti telah terjadi
hal buruk. Dia bilang ada insiden yang
melibatkan Anya dan Katy dan
informasinya masih terus berkembang.
Terjadi serangan terhadap dua jurnalis
Veteran Associated Press.
Satu fotografer Associated Press tewas
dan satu reporter I terluka parah dalam
penembakan di Afghanistan. Penembakan
terjadi pagi ini di Provinsi Coast.
Fotografer Anyring House dan reporter
Katy Genenon tengah dalam perjalanan
bersama petugas pemilu dan dalam
perlindungan tentara dan polisi
Afghanistan.
Saat melihat berita fotografer tewas di
Afghanistan, saya harap semoga bukan
yang saya kenal. Lalu dikabarkan bahwa
korbannya dari AP dan seorang perempuan.
Saya masih belum tahu detailnya, tapi
saya yakin itu anyut
kalaupun misalnya saya tidak kenal dia.
Karena setiap kali kehilangan
fotografer, saya selalu menganggap
pandangan kita terhadap dunia kian
sempit.
Rasanya sulit dipercaya. Baru terasa
nyata pada esok harinya.
Saya pergi dan memotret New York Times
dan sebuah kioskoran yang memuat foto
berita itu.
Dan di situlah semua baru terasa nyata.
Ibu negara dan presiden menyampaikan
dukacita dan doa kepada keluarga anyani
Drink House yang tewas di Afghanistan
semalam.
Saat rekan dekat meninggal, kematian
terasa nyata.
Kita mulai bertanya, "Apa pekerjaan ini
sepadan?" Tapi mereka yang telah tiada
tidak akan menyuruh saya berhenti.
Mereka pun tak akan berhenti.
Saya Katy Genon, jurnalis asal Kanada.
Saya sudah menjadi jurnalis selama
hampir 50 tahun. 35 tahun di antaranya
bersama Associated Press dan kebanyakan
bekerja di daerah konflik meliput banyak
wilayah di Pakistan dan Afghanistan.
Hingga 4 April 2014 menjelang pemilu
demokrasi.
Demokrasi di Afghanistan tidak stabil.
Apakah polisi mampu melindungi lebih
dari 6000 tempat pemungutan suara selama
pemilu? 5 tahun lalu terjadi kecurangan
besar-besaran dan kali ini diperkirakan
akan terjadi hal serupa.
Anya tidak mau ke Kabul. Dia bilang
terserah mau pergi ke mana. Yang penting
bukan ke sana. Jadi saya bilang kita ke
kos. Saya kenal gubernur di sana. Mereka
mencari berita yang tidak umum diliput
soal rakyat yang ikut pemilu itu bisa
dikerjakan oleh tim di Kabul. Jadi
mereka selalu berusaha menemukan sudut
berbeda untuk bercerita.
Anya membayangkan orang-orang akan turun
dari gunung untuk mencoblos
dan ingin menunjukkan betapa sulitnya
pemilu di Afghanistan.
Dia juga ingin menunjukkan usaha
seseorang hanya untuk sampai ke TPS.
Jadi ketika kami memutuskan pergi ke
kost, saya mengontak gubernurnya. Dia
mengizinkan kami menetap di tempatnya.
Saat itu semua distrik di Provinsi Kost
benar-benar aman.
Tidak ada serangan atau apapun di sana.
Kekhawatiran utama saya adalah
perjalanannya yang butuh waktu 3 jam.
Perjalanan itu melewati sebuah wilayah
yang dikuasai Taliban. Saya bertanya ke
Kairo, "Apakah kami bisa pergi ke Kos?"
Mereka mengizinkan.
Ada konvoi besar untuk memasuk kotak
suara ke tempat-tempat pemungutan suara.
Kami langsung menuju kantor polisi. Saya
ingat dindingnya berwarna kekuningan dan
ada gerbang besar.
Jadi kami sedang berbicara dengan polisi
dan any memotret. Sementara Nissan
merekam video wakil kepala polisi yang
memberi pengarahan tentang apa yang
harus mereka lakukan sambil menunjukkan
kotak suara dan itu berlangsung sekitar
45 menit.
Hal terakhir yang saya ingat mereka
katakan kepada polisi adalah mereka
menyerahkan kotak P3K ini.
Dan saya ingat
saat hujan mulai turun, Anyya bilang,
"Nissan boleh tolong buka mobilnya
karena dia bawa dua kamera.
Kami duduk di kursi belakang. Anyya
duduk di sebelah saya karena dia menaruh
kameranya di kursi sebelahnya.
Katy memberi sebatang coklat ke any dan
saya.
Saya keluar dari mobil memberikan coklat
itu ke penerjemah
karena dia belum minum teh. Pagi tadi
dia belum minum teh.
Kemudian saya seolah didorong.
Saya kira ada bom yang meledak di bawah
kami.
Saya ingat berpikir, "Habislah kita.
Saya bisa merasakan any di bahu saya."
Dan saya ingat, saya tidak bisa
bergerak. Banyak sekali peluru di badan
saya.
Saya kemudian menoleh dan melihat rambut
putih any.
Saat itu saya pikir dia baik-baik saja
walaupun dia diam.
Saya kemudian berteriak, "Tolong kami."
Lalu saya melihat orang itu terkapar
ditangkap pasukan pemerintah.
Saya kembali ke mobil
dan mencium bau bahan peledak dari dalam
mobil.
Saya melihat KY dan Anyya di dalam
mobil.
Saya ingat itu bisa jadi saat terakhir
sebelum saya mati
dan saya ingin meninggal dalam damai.
Saya ingat hidup saya cukup baik. Saya
terus bernapas dan berpikir mungkin
inilah waktunya.
Benar-benar hari yang mengerikan.
Semua berubah dalam sekejap.
[musik]
Saya ingat jelas hari itu
saya langsung diberitahu
[musik]
lalu saya hubungi pemerintah saya dan
otoritas militer Amerika Serikat
bahwa mereka perlu mendapatkan perawatan
terbaik. dan memerlukan helikopter.
Sepanjang hari saya fokus pada evakuasi
Katy dan anyuation.
Dia meninggal akibat serangan yang
kemungkinan besar dilakukan oleh pihak
luar Afghanistan
atau seseorang yang merasa ada pihak
yang sedang mengacaukan Afghanistan.
[musik]
Itu hari yang menyedihkan,
tapi alasannya misterius.
[musik]
kualifikasi apa yang dibutuhkan seorang
fotografer?
Sifat keterbukaan agar kita bisa
mendekati orang lain itu penting.
Sikap santai, selera humor. Tanpa itu,
kita tidak akan bisa memproses banyak
hal
juga rasa ingin tahu
dan spontanitas.
Apakah fotografer harus suka
bersosialisasi? Tentu saja
saya tidak bisa memotret di studio
karena saya benci foto yang direkayasa.
Saya senang melihat orang berinteraksi
dengan alami dan kita jadi bagian
darinya.
Paling baik yakni sewaktu mereka bahkan
tidak sadar kehadiran kita. Dan
begitulah cara mendapatkan foto-foto
bagus. Kalau besok saya ditugaskan di
studio untuk memotret, hasilnya pasti
jelek. Saya tidak bisa.
[musik]
Sulit menggambarkan senyumnya,
energinya. Dia benar-benar memancarkan
energi positif. Saya memang tidak pernah
ke rumahnya atau bersosialisasi.
Kami bertugas bersama di medan perang.
Jadi sungguh luar biasa dia bisa bekerja
bersama orang-orang, merasakan dampak
emosionalnya dan menemukan sisi
positifnya.
[musik]
I think
senyumnya murni,
tulus,
jujur,
bahagia,
tawa yang luar biasa.
menular.
Kepribadiannya memang selalu menular.
Dia sangat menarik. [musik]
Hatinya hangat tetapi juga terbuka.
Dia bisa tertawa terbahak-bahak dalam
situasi yang mungkin tidak pantas.
Jika dia merasa mau tertawa, dia akan
tertawa dan kemudian orang lain juga
ikut tertawa. Dia memang mudah bergaul.
Ada selisih 4 tahun antara putri sulung
saya Elke dan any. Dulu saya kira saya
tidak akan punya anak lagi. Tapi
kemudian kami pindah ke Hoxter ke rumah
yang baru dibangun dan saya hamil.
Itulah any
lahir tahun 1965, 4 tahun lebih muda
dari Elke.
Tidak lama kemudian saya hamil lagi
dengan Gide.
Selisihnya sangat kecil. Rasanya sulit
sekali punya bayi lagi secepat itu.
[musik]
Jadi untungnya hanya anak yang tenang
dan mudah diatur.
Saya tidak punya saudara laki-laki.
Di rumah kami bertiga perempuan. Tidak
ada yang pernah mengekang kami karena
kami perempuan. Kami nakal sekali. Waktu
kecil sudah seperti anak laki-laki saja.
Ada anak-anak lain yang tidak boleh
bermain di hutan atau harus pulang
sebelum gelap. Tapi kami tidak. Kami
bisa melakukan apa saja.
Ayah any suka sekali naik motor. Dia
sangat ugal-ugalan.
Dia sering naik motor offroad dan
melompati lingkaran api.
Anak-anak sering mengalami luka bakar di
betis karena naik motornya.
Kami juga dibolehkan mengemudi meski
belum punya SIM. Kami bisa mencoba
banyak hal yang anak-anak lain tidak
bisa. Jadi kami mengalami banyak hal
tanpa rasa takut.
Dibandingkan dengan Elke dan Gide, Anya
paling suka naik motor.
Terkadang kami memanggil any Arno. Dia
punya sisi teknis dan tidak tertarik
pada hal yang biasanya dilakukan
perempuan.
Saya dan mulai berkuliah pada Oktober
1986.
Kami belajar bahasa dan sastra Jerman
serta jurnalisme.
Hanya salah satu dari sedikit mahasiswa
jurnalisme yang berpengalaman. Dia
pernah memotret untuk surat kabar Noya
Vest Felic di Hackster. Dia memulai
karir saat masih kuliah. Tak lama
setelahnya, dia menjadi fotografer lepas
untuk surat kabar Getinger Takeblat.
Dia akhirnya bekerja di European Press
Agency. Dia bukannya dibajak, tetapi
waktu itu kami tahu agensi Jerman DPA
sedang membuka lowongan magang
fotografi.
Dia menelepon saya dan bilang, "Aku
harus buat resume. Aku mau melamar.
Saya bilang, "Tapi kamu masih kuliah."
Lalu foto yang ingin ia pakai untuk
melamar adalah foto dia yang memakai
helm proyek.
Saya pikir itu ide yang buruk. Saya
bilang, "Kamu tidak boleh pakai foto itu
di lamaran, tapi dia bersih keras."
Begitu hanya diterima, kepala bagian
fotografi berkata, "Anda yang berhelm
itu. Kami selalu bercanda tentang foto
itu." Kemudian mereka mengatakan
berdasarkan lamarannya, mereka merasa
tidak bisa mengajarinya apa-apa lagi,
bahwa dia tidak perlu magang. Sebagai
gantinya, mereka menawarinya posisi di
European Press Agency. Mereka merekrut
fotografer untuk EPA untuk pertama
kalinya.
Sepertinya dia adalah perempuan pertama
di European Press Agency
dan mereka tidak tahu harus menugaskan
apa.
Mereka ingin melindunginya dan
menjaganya tetap aman. Dengan kata lain,
mereka tidak percaya padanya.
Saya mulai bekerja sebagai fotografer
agensi pada tahun 1990.
Ketika perang di Kroasia, saya merasa
saya harus pergi ke sana dan memotret
daripada menjadi jurnalis.
Saya butuh dua atau 3 bulan untuk
membujuk pihak redaksi sebelum mereka
mengizinkan seorang perempuan pergi ke
Sarajevo.
Bidang ini memang didominasi laki-laki
dan sebagai perempuan kita harus lebih
tegas dibanding mereka.
Awalnya sangat sulit. Saat pertama tiba
di Kroasia tahun 1991,
saya meliput dengan rekan dari Bulgaria
dan dia tidak menganggap saya bahkan
tidak berbicara kepada saya. Setelah
sekitar 2 jam dia bertanya kenapa saya
di situ.
Pertanyaan itu membuat saya kesal.
Dia memang lebih berpengalaman karena
sudah banyak bekerja di wilayah konflik
lain.
Tapi saya bertahan lama di sana dan
membuktikan saya bisa melakukan
pekerjaan ini dengan baik. Sekarang kami
masih berteman baik dan sering bertemu
lagi di daerah konflik. Setiap kali
bertemu dia ingat pertanyaan itu dan
tertawa.
Ada tiga atau empat perempuan dan
sekitar 40 laki-laki yang sering
memotret di Bosnia. Sejumlah fotografer
perempuan dan laki-laki beberapa kali
memotret ke sana.
Bekerja di zona perang selalu dianggap
sebagai peran laki-laki
dan menanggung dampak perang selalu
dianggap sebagai peran perempuan.
Kehilangan suami, kekasih, dan putra
Anda karena perang biasanya peran
perempuan.
Jadi menurut saya panutan bagi para
pemuda yang ingin terjun ke dunia
jurnalisme foto bukanlah jurnalis foto
lainnya, tetapi mungkin para prajurit
masa lalu yang pergi berperang untuk
menguji diri mereka.
Dan perang adalah tempat yang tepat
untuk menguji diri.
Itu adalah hal yang legendaris, bukan?
Bagi perempuan jumlah panutannya lebih
sedikit.
Menurut saya, para perempuan yang
memilih pergi ke sana, khususnya dari
generasi saya itu luar biasa berani baik
secara intelektual maupun fisik.
Menurut saya perempuan lebih tangguh.
Mereka lebih tenang. Mereka hanya
berkata, "Saya siap melakukannya.
Saya tahu betapa sulitnya bagi perempuan
untuk mendapatkan tugas seperti itu.
Kami harus sangat asertif.
Astaga, ada banyak sekali kenangan.
Ini di dalam mobil lapis baja dan itu
pasti di Bosnia.
Ini sepertinya Sarevo, ya. Itu dia saat
saya bertemu dengannya.
Yeah. AFP
AFP Anya
Sepertinya saya pertama kali bertemu
Anyya di Sarayevo saat berjalan di luar
pemakaman yang semakin penuh dengan
korban pengepungan.
Saya lupa apakah dia yang menyusul atau
saya yang menyusulnya dan saya bingung
siapa dia, sedang apa dia di sini.
Sebagian karena saya jarang melihat
jurnalis perempuan di tempat seperti
itu. Sebagian karena senyumnya yang
lebar dan sikapnya yang sangat ramah dan
hangat. Di situlah persahabatan kami
dimulai.
[musik]
Banyak fotografer perempuan yang pernah
memotret perang mungkin bisa lebih baik
memahami perang itu dibandingkan
fotografer laki-laki.
Dan menurut saya, kita perlu mengubah
cara berpikir kuno tentang perang jika
ingin memotret dengan baik. Dan saya
pikir kebanyakan orang tidak begitu baik
memotret perang, termasuk saya.
Saya sudah memotret banyak perang dan
sepertinya hanya satu perang yang saya
potret dengan baik. Perempuan yang saya
kenal yang pergi ke sana sama berani dan
cakapnya dengan para laki-laki.
Tetapi menurut saya mereka juga punya
pandangan berbeda tentang perang.
Rasanya lebih emosional. Mungkin karena
saya perempuan.
Sampai sekarang saya masih belum tahu
jenis tank atau senjata apa yang saya
lihat. Saya tidak tertarik. Saya tidak
tahu apa-apa tentang senjata. Laki-laki
tahu hal-hal itu dan mungkin itu sedikit
mengalihkan perhatian mereka.
Selama ini, liputan perang kebanyakan
berfokus pada perang itu sendiri.
Orang-orang yang menembakkan senjata dan
sebagainya.
Kami menyebutnya Bangbang Pictures.
Dan meskipun itu menarik dan disukai
fotografer seperti Laron tertarik kepada
lampu, tapi pada akhirnya itu hanyalah
foto-foto orang berlarian dengan
senjata.
Menunjukkan hal-hal yang mengerikan.
Dia tidak sepenuhnya menutup-nutupi
kenyataan.
Menurut saya, dia seorang fotografer
yang sangat manusiawi dan itulah yang
tercermin dalam karyanya.
Sniper Eli di Sarayevo kembali memakan
korban. Kali ini yang tewas anak berusia
7 tahun.
Mereka gagal menolongnya. Adik perempuan
dan ibu anak itu menemaninya di saat
terakhirnya.
Apakah Anda memisahkan perasaan dari
pekerjaan Anda?
Apakah Anda masih berbelas kasih atau
hanya sebatas memotret?
Sebenarnya saya lebih merasa berbelas
kasih sekarang. Awal-awal meliput Sarvo,
saya masih kaget. Rasanya tidak percaya
saya berdiri di sana. Tidak percaya
semua itu nyata. Tapi sekarang saya
sudah sering ke sana dan punya banyak
teman di sana. Saya merasa seperti
bagian dari mereka. Jadi rasa belas
kasih saya bertumbuh.
[musik]
Banyak jurnalis jatuh cinta di
tempat-tempat seperti ini dan masuk
akal. Kita semua butuh pengalaman
manusiawi itu. Kita perlu menangis,
tertawa, dan perlu ada normalitas dalam
hidup di masa-masa ini agar bisa
bertahan.
Warga sipil juga demikian. Bahkan di
Bosnia saya sangat sering tertawa ketika
meliput perang di sana. Tertawa bersama
orang-orang Bosnia.
Rasa kebersamaannya sangat luar biasa
dan kami benar-benar berusaha melakukan
sesuatu dan yakin dengan yang kami
lakukan.
[musik]
Ketika di Sarevo, kami ingin bisa
berbuat sesuatu dengan foto-foto kami.
Namun setelah 2 tahun tidak ada yang
terjadi.
Tidak ada perubahan dari kebijakan NATO
atau apapun. [musik]
Tidak ada yang membantu rakyat. Saya
kemudian sadar bahwa meski saya bisa
mencapai sesuatu, [musik] hasilnya tidak
seperti yang dibayangkan.
Kami dulu masih muda dan kami tidak
menyangka bahwa tidak banyak dari kami
yang akan selamat.
[musik]
Saya tidak punya gaya hidup normal
seperti orang lain. [musik]
Itu bukan masalah.
Namun seiring waktu itu cukup mengganggu
ketika saya selalu jauh dari rumah dan
melewatkan banyak hal.
Saya harus menetapkan prioritas termasuk
dalam kehidupan pribadi.
Karena sebelum kita sadar tiba-tiba
waktu kita habis. Saya masih suka
pekerjaan ini, tapi ini sangat menyita
waktu.
Dia tahu bahwa dengan melakukan
pekerjaan ini dia tidak bisa menjalani
kehidupan normal. Saya rasa dia tahu.
Hanya punya banyak teman. Pertemanan
selalu penting baginya. Tapi dia tidak
pernah ingin terikat. Dia selalu takut
kehilangan kemandiriannya.
Saya tidak mau berumur 50 tahun dan
masih bekerja di zona konflik. Suatu
saat saya harus berhenti dan bilang
semuanya menarik tapi cukup sudah.
Mungkin saya akan pilih pekerjaan yang
lebih tenang, menulis atau bekerja di
surat kabar biasa.
Bekerja di agensi bisa sangat melelahkan
seperti membakar lilin di kedua
ujungnya.
Suatu saat mungkin 5 tahun lagi saya
akan berpikir ini bagus tapi sekarang
waktunya untuk hal lain.
Pernahkah Anda mengalami situasi ketika
Anda takut mati?
Tentu
di saat seperti itu, apakah ada hal yang
tidak boleh dilakukan?
Sepertinya ada, tapi itu lebih seperti
pedoman yang kita buat untuk diri
sendiri.
[musik]
Seorang polisi Afghanistan dijatuhi
hukuman mati atas penembakan fatal
fotografer Jerman, Anya Nring House.
Pengadilan dikabul memutuskan Nakibulah
bersalah atas tindakan pembunuhan.
Menurut pengadilan, pelaku berhaluan
radikal Islam ini dikatakan bertindak
spontan dan sendirian.
Ini adalah dokumen tuntutan yang kami
terima dari Afghanistan.
Dokumen ini mencantumkan nama terdakwa
dan data pribadinya Nakibullah putra
Muhammad Nasir.
Berkas-berkas Nakibullah sang pelaku
menjelaskan banyak hal.
Dia lulusan SMA dan kemudian mengikuti
kursus 6 bulan di Akademi Kepolisian di
Mazarf.
Dia dilatih oleh instruktur Afghanistan
serta penasihat dari Amerika Serikat.
Kemudian dengan cepat dia dipindahkan ke
Provinsi Kost di tenggara tempat
pembunuhan itu terjadi.
Kepolisian selalu jadi salah satu
masalah terbesar dalam pembangunan
Afghanistan.
Kepolisian sangat korup dan dipengaruhi
banyak organisasi politik dan militer.
Setelah Taliban, Hesbi Islami adalah
kelompok pemberontak bersenjata terkuat
kedua meskipun berbeda jauh.
[musik]
Saya ditugaskan menangani kasus ini
ketika menjadi hakim di Mahkamah Agung
untuk kejahatan terhadap keamanan dalam
dan luar negeri dikabul.
Kasus ini sudah disidangkan dan terdakwa
dijatuhi hukuman mati.
Ketika kasus ini naik banding, hakim
ketua menugaskannya ke saya.
Saya mengawasi jalannya persidangan dan
kami mengadili kasus itu.
Saya tidak tahu tentang penyelidikan
itu. Saya juga tidak diberi informasi
apapun. Tidak ada yang menanyai saya
selain pemerintah Jerman saat saya
berada di Jerman.
Selain itu, tidak ada yang bertanya apa
yang terjadi atau di mana kami saat itu.
Bahkan ketika ada kesaksian di
pengadilan, saya tidak diminta
merespons.
Satu-satunya hal yang diberitahukan
kepada saya adalah Taliban membantah
telah terlibat. Hanya itu yang saya
tahu.
Yang membuat saya terkejut ketika
membaca berkas-berkas itu adalah Kantor
Kepolisian Kriminal Jerman tidak
menindaklanjuti kasus itu.
Mereka menyelidiki sebagian karena
kecurigaan adanya keterlibatan
organisasi teroris.
Namun Taliban sudah menyangkal
bertanggung jawab dan itu dianggap
cukup.
Padahal otoritas Jerman tahu ada
kelompok bersenjata seperti Hesbi
Islami.
Mereka tahu kelompok ini memerangi
pemerintah dan mengaku bertanggung jawab
atas serangan-serangan ini.
Jadi jelas HBI islami mungkin berperan.
Ini seharusnya ditindaklanjuti,
tapi ternyata tidak.
Berkas-berkas itu juga menunjukkan pihak
berwenang Afghanistan menemukan bahwa
pelaku telah pergi ke Pakistan dengan
dali mendapatkan perawatan medis.
Menurut intelligen, dia kemungkinan
datang ke kemelatihan teroris di
Pakistan.
Ausbildungslager terror
in Pakistan [musik] haben.
Semua kelompok teroris memiliki kem
pelatihan di Pakistan.
Negara ini mendukung al-Qida dan teroris
lainnya.
Nakibullah pernah dilatih di sana.
Pelatihan dilakukan oleh para jenderal
Pakistan dan petinggi dari berbagai
kelompok teroris.
Tujuannya untuk melancarkan serangan di
Afghanistan.
Namun dalam kasus ini dia seharusnya
tidak diizinkan kembali menjadi polisi.
[musik]
Setelah peristiwa 11 September dan
invasi Afghanistan dalam 10 tahun sejak
terakhir saya melihat any hasil karyanya
luar biasa. Pekerjaannya di IA sangat
bagus.
Dia mencintai IPA dan rekan-rekan
kerjanya di sana. Dia sangat dekat
dengan mereka. Tapi saat itu sudah
waktunya ia mengembangkan karya. Jadi
pada tahun 2002 saya menghubunginya dan
kami pun bertemu.
Saya ingat sepertinya saya sedang di
Spanyol saat itu mendengar berita bahwa
dia bergabung dengan Ap dan saya sangat
gembira karena dia seorang profesional
dan fotografer luar biasa. [musik]
Dia awalnya bekerja di Kuwait dan
setelah invasi dia bekerja di Baghdad
untuk waktu yang cukup lama. Begitulah
kami bertemu.
Awalnya saya bosnya, tapi setelah
beberapa tahun kami menjadi teman dekat.
Sebagai atasannya, dia orang yang
pertama akan saya tugaskan karena banyak
hal. Selain karena bakatnya, Anda bisa
mempercayai.
Dia tahu bahwa dia harus memastikan
semua orang aman.
Saya percaya any tidak akan melakukan
apapun yang berbahaya dan tidak akan
membiarkan orang-orang sekitarnya
melakukan hal berbahaya. around to do
anything unsafe.
My fellow citizens, at this hour,
American and coalition forces are in the
early stages of military operations to
disarm [musik] Iraq, to free its people,
and to defend the world from grave
danger.
On my orders, coalition forces have
begun striking selected targets of
military importance [musik]
to undermine Saddam Hussein's ability to
wage war.
Saya bertemu dia sekitar tahun 2003 atau
2004. Kami sama-sama di Baghdad. Dia
bekerja di biro Associated Press yang
bersebelahan dengan kami.
Jadi kami dan beberapa fotografer sering
berbincang.
Kami memotret beberapa demonstrasi
bersama meliput sejumlah pengeboman
mobil bersama. Terkadang ada masa yang
marah dan terkadang mereka menyerang
para jurnalis.
Ada milisi militer bersenjata.
Saat itu banyak hal terjadi. Dia adalah
orang yang menjagamu. Dia akan
membantumu keluar dari situasi sulit
atau memperingatkan jika ada risiko. Dia
sering bilang, "Perhatikan arah sana.
Rasanya ini akan meledak atau kita harus
pergi. Dia benar-benar profesional. Dia
orang yang ingin Anda ajak bekerja sama.
You know saya mengkhawatirkan any
sebagai pesaing. Sulit mengakui ini.
Tapi begitulah. Saat pergi ke Baghdad,
saya perlu melihat siapa yang ada di
sana. Para fotografer biasanya
ditugaskan berotasi setiap 3 atau 6
bulan lalu pergi. Jika hanya di sana,
itu bahaya karena dia pasti menghasilkan
foto-foto yang luar biasa. Dan New York
Times akan memakai fotonya jika hasilnya
lebih bagus dari foto saya. itu
menyulitkan saya. Jadi, setiap kali tahu
any di lapangan saya selalu ya Tuhan,
any di sini bahaya. Hanya ada sedikit
fotografer yang seperti itu. Dia salah
satunya.
Anya berhasil menjadi mentor penduduk
lokal di Baghdad.
Ia memang keras, tetapi dia juga sangat
kritis dalam membimbing mereka.
Kritiknya tidak bermaksud buruk, tetapi
justru membimbing.
Ini adalah hal lain yang jarang
dibicarakan.
Terkadang saya merasa sedih ketika
pulang. Saya berpikir saya akan pergi
dari sini. Besok ke Aman dan Lusa akan
sampai rumah.
Sementara penduduk setempat harus
tinggal dan menghadapi semua kekacauan
ini. Bagaimana mereka bisa hidup normal?
Pilihan untuk bisa pergi seperti itu
langkah.
Bukan hanya kami, para jurnalisat yang
berada dalam bahaya, mereka juga.
Saat mereka memegang kamera, semua orang
tahu mereka bekerja untuk lembaga
internasional.
Jadi mereka bertaruh nyawa setiap hari
untuk memberitakan situasi di sana tanpa
punya pilihan untuk pergi. Kebanyakan
bahkan tidak punya paspor.
Sedangkan saya hanya perlu datang dan
fokus pada pekerjaan.
Tidak perlu khawatir masalah belanja,
air bersih, tidak ada listrik di rumah
karena tidak ada generator atau anak
sakit.
Menurut saya, mereka perlu lebih
disorot.
[musik]
Ketika saya menjadi direktur fotografi
di AP pada akhir tahun 2003, peranannya
berubah dari seorang rekan kerja di
lapangan menjadi seorang karyawan. yang
tentu saja itu rumit. Dan saat itu
terjadi pertempuran kedua untuk merebut
kembali Valuja dan any meliput bersama
marinir di pusat konflik. Keadaannya
sangat berbahaya.
Falujah adalah pertama kalinya saya
meliput bersama pasukan.
Tidak ada cara lain untuk meliputnya.
Saya menghabiskan waktu lama bersama
mereka. Tidur di samping mereka di
lantai rumah, berbagi makanan dengan
mereka menjadi bagian dari mereka dan
merasa bertanggung jawab.
Mereka ingin tahu diri saya dan saya
ingin tahu mereka. Saya mulai menyadari
betapa mudanya mereka dan hal-hal yang
membuat mereka bersemangat.
[tepuk tangan]
[musik]
Anyani Drink House memenangkan hadiah
Pulser 2005 untuk fotografi berita
terkini bersama rekan-rekannya dari
kantor berita AP.
[tepuk tangan]
Hadiah Pulitzer memberikan penghargaan
kepada karya jurnalisme yang luar biasa,
baik dalam kata-kata maupun gambar.
Neering House adalah fotografer Jerman
pertama yang menerima Pulitzer.
Hadiah pulitzeri itu istimewa
karena juga dikenal di luar dunia
jurnalistik.
Mungkin bisa disamakan dengan hadiah
Nobel di bidang sains.
Dia sangat gembira bisa mendapatkannya
bersama tim. Menang bersama sangat
berarti baginya.
Hanya memotret tentara bersenjata itu
sudah biasa bagi saya.
Namun selama jatuhnya Valuja, kami
selalu berjalan kaki.
Kota itu direbut prajurit dengan cara
berjalan kaki karena jalanannya sangat
sempit. Kami tidur di rumah yang berbeda
setiap malam. Hampir tidak ada makanan.
Berat sekali.
Jadi melihat seorang prajurit bersusah
payah membawa boneka di tengah semua itu
sungguh luar biasa.
Saya tidak pernah menyangka boneka itu
akan memenangkan politzer.
Adakah yang lebih baik daripada
memenangkan hadiah Pulitzer?
ada kita bisa memenangkan lebih banyak
hadiah pulitzer.
Tapi peningkatan kualitas bukan diukur
dari penghargaannya.
Kualitas seharusnya tentang foto-foto
yang bagus dan masih banyak foto yang
bisa diambil jutaan. Jadi saya harap ini
belum berakhir.
[musik]
Saya dan tinggal bersama di Ellenbah
sejak tahun 1996.
Suatu ketika kami memutuskan untuk
membeli rumah dan setelah melihat
beberapa tempat, kami menemukan bekas
kantor kehutanan. Sebenarnya kami ingin
tinggal di tengah hutan, tapi akhirnya
kami pilih tempat ini.
Saat ini kita berada di ruang kerjaannya
dulu.
Harga apa yang Anda bayarkan untuk
melakukan pekerjaan ini?
Masa muda saya.
[musik]
Menurut saya kehidupan pribadi itu
penting.
Jika Anda pulang bekerja dan tidak
melakukan hobi, Anda akan depresif.
[musik]
Saat saya di rumah, kami tidak banyak
membicarakan pekerjaan. Kami punya kuda
dan selalu ada yang dilakukan. Akan
selalu ada kegiatan di rumah. Itu sangat
sehat.
Jika hanya menelepon dari zona konflik,
biasanya dia berpura-pura tidak berada
di zona konflik. Dia hanya ingin tahu
kabar kami. Itu semacam jeda bekerja
baginya. Dia akan bertanya tentang semua
yang kami lakukan di sini.
Sulit dijelaskan kepada orang lain.
Adalah bagian penting dari keluarga
kami. Saya tidak bisa menjelaskannya.
Dia seperti ibu kedua bagi saya karena
dia merawat saya dan sering mengajak
saya pergi.
Sepertinya saya tidur di kamarnya hampir
setiap malam.
Saya menikmati setiap momen bersamanya.
[musik]
Saat itu H masih sering naik kuda poni.
Kami tahu bahwa nantinya dia akan naik
kuda sungguhan
dan kami ingin patungan untuk
membelinya. Saya menemukan kuda yang
cocok. Tanggal 2 April kami bicara
ditelepon dan sepakat untuk
membelikannya bersama.
[musik]
Saya tidak menyangka bahwa tidak akan
kembali. Dia terlihat sangat yakin bahwa
dia akan aman. Dan itu membuat saya
yakin bahwa anyanya akan melewati semua
ini dengan aman. Dia sudah ingin
berhenti, tetapi menurut saya dia terus
menunda keputusan itu.
[musik]
Anda sering ditanya hal ini, tetapi
editor saya masih menganggapnya penting.
Menjadi perempuan?
Iya, [tertawa]
sudah saya duga.
Saya baru saja dari Korea untuk
kejuaraan atletik dunia. Dari sekitar
400 fotografer terakreditasi, menurut
Anda ada berapa perempuan?
10.
Dua. Jadi jumlah perempuan di bidang
olahraga lebih sedikit daripada di zona
perang.
[musik]
Yang membedakan any dari banyak orang
lainnya adalah dia juga seorang
fotografer feature.
Fotografer olahraga yang hebat. Dia
melakukan tugas tersulit di Olimpiade
yaitu memotret di garis finish dengan
kamera jarak jauh.
[musik]
Dia juga cukup lama memotret center
court Wimbledon
dan dia ada di sana karena memang sangat
ahli. Dia memang yang terbaik. Bagian
ini seringkiali terlupakan.
[musik]
Intinya bekerja sama dengan tim. Saat
memotret di Wimbledon, hanya bersama tim
tetapnya. Dia tahu persis apa yang akan
terjadi dan itu mempermudah segalanya.
Mereka bermalam bersama. Mereka seperti
keluarga. Anya sendiri tidak terlalu
suka tenis. Dulu ketika anak-anak les
tenis di sini dia tidak ikut. Namun dia
bisa memotret olahraga apapun tanpa
harus terlalu paham aturannya. Dia suka
itu. Kadang dia bilang dia kesulitan
mengubah pola pikir ketika kembali dari
zona konflik.
Dia berkata,
"Ini memang masalah khas orang-orang di
negara maju."
Probleme luxus.
[musik]
Dari berkas-berkas itu saya yakin
Akibullah tidak melakukan penembakan
secara spontan.
Pernah terjadi serangan udara di wilayah
asalnya
dan banyaknya korban sipil ikut
berperan.
Selamat datang di Tolo News. Hari ini
Kamis tanggal 26 tahun matahari 1392
yang bertepatan dengan 16 Januari 2014.
Warga Shagert di Lembah Gorban berunjuk
rasa menyusul pengoboman oleh pasukan
asing yang menewaskan tujuh anak dan
seorang perempuan.
Kami akan mengunjungi keluarga korban
yang terbunuh oleh pasukan asing dua
malam lalu.
Serangan udara itu memicu kemarahan
besar terutama di Provinsi Parwan dan di
Gorban, wilayah asal Nakibullah. Anggota
parlemen HBI islami setempat, Abdul
Satar Hawasi berperan penting dalam hal
ini. Dia mendatangi lokasi serangan dan
mengajak penduduk bergabung dalam jihad
melawan Amerika.
Di sini jelas bahwa ini ada hubungannya
dengan HB Islami.
Kami menemukan panggilan telepon oleh
Nakibullah kepada sopir Hawasi bernama
Are
pada 15 menit sebelum dan sesudah
kejadian. Tat.
Yang menurut saya paling menarik adalah
berdasarkan pernyataannya, Arf bertanya
kepada Nakibula mengapa dia tidak
menyiapkan rute pelarian untuk dirinya
sendiri setelah kejadian.
Kami tidak dapat membuktikan bahwa Abdul
Satar Khawasi terlibat langsung dalam
serangan itu.
Namun sopirnya ARF pernah menghubungi
Naqibullah.
[musik]
Bisa jadi tidak ada cukup bukti
keterlibatan khawasi atau jaksa tidak
ingin menyelidikinya.
Mungkin mereka tidak ingin berurusan
dengan Hesbi atau Hawasi atau pemimpin
kelompok tersebut Gulbudin Hmm.
Sayangnya saya sangat tahu dia. Saya
pernah dihubungi komite perlindungan
jurnalis. Mereka memberitahu bahwa pria
itu memasukkan nama saya ke daftar orang
yang keselamatannya tidak dijamin jika
kembali ke Afghanistan. Itu adalah
ancaman pembunuhan.
Kami merekam Anda dengan tertutup.
Apakah Anda khawatir akan balasan dari
jaringan teroris seperti Hekmati atau
lainnya?
Tentu
sebagian besar kerabat saya ada di
Afghanistan.
Kami berharap suatu hari nanti
perdamaian dan keamanan akan pulih
sehingga kami dapat kembali dan
melanjutkan pekerjaan kami. Namun yang
terpenting adalah banyak kerabat kami
masih di sana.
Budaya pastun mana yang membunuhi
perempuan?
Ini penghancuran budaya Afghanistan dan
itu dipimpin orang-orang seperti
Hekmatiar yang tumbuh besar selama
perang melawan komunisme di Afghanistan
di tahun 1970-an.
Lihat apa jadinya. Seorang pria
diradikalisasi dan dimanfaatkan oleh
Hekmtiar.
Si jagal dari Kabul yang pernah
menembakkan roket ke kotanya sendiri.
Barat juga ikut bertanggung jawab. Saya
tidak menentang Barat, tapi kenyataannya
Barat memang punya andil besar dalam
semua ini dan kita harus mengakuinya
karena ini tidak akan hilang begitu
saja.
[musik]
Pertanyaan terakhir, di mana Anda
melihat diri sendiri dalam 10 atau 15
tahun mendatang?
Sama seperti sekarang
tidak ada target khusus.
Tujuan saya selalu menghasilkan karya
yang bagus. Saya tidak mengejar
pencapaian. Saya hanya ingin jadi
fotografer yang baik. 5 tahun lalu, Anda
mengatakan saat berusia 50, Anda akan
berhenti bekerja di zona konflik.
Itu sudah berubah lagi.
[musik]
Afghanistan. Afghanistan yang saya lihat
pada tahun 1990-an
adalah tempat yang menggoda,
sangat indah, sangat memikat.
Menurut saya any merasa bahwa itu adalah
tempat di mana dia bisa bekerja sendiri
dan banyak foto indah dan menarik yang
bisa diambil di sana.
Tapi itu juga tempat yang sangat bahaya.
Bertahan dalam kondisi itu ditambah
perang membuktikan kekuatan mental kita.
Sepertinya itu yang dia cari.
Dia selalu kembali ke sana dan mencari
cara untuk bergabung dengan pasukan atau
hidup dengan biaya semi. Mungkin
bisa dibilang gaya hidup itu sangat
menarik. Dia bebas, jauh dari segala
batasan, hidup di lapangan. Memang
sesekali dia harus melapor dan mengirim
foto, tapi di luar itu semuanya terasa
seperti ada unsur romantisme.
Saya dan any bertemu di gedung Epi di
Kabul. Dia baru saja kembali dari
meliput bersama pasukan Kanada di
Kandahar. Dia bilang, "Saya baru saja
meliput bersama pasukan." Saya bilang,
"Saya belum pernah ikut militer." Dan
dia bilang, "Saya juga tidak selalu ikut
mereka karena dia tidak ingin saya
berpikir bahwa dia adalah reporter yang
terbiasa ikut militer. Jadi saya bilang,
"Saya tahu." Dan kami tertawa.
Malam itu kami duduk di balkon sambil
minum anggur. Lalu kami berbincang
sampai jam . pagi. Entah bagaimana
caranya dia naik pesawat keesokan
harinya.
Sepertinya dia berangkat ke bandara
sekitar jam . pagi dan kami mabuk sekali
ketika mau tidur dan rasanya seperti
kami sudah saling kenal lama sekali.
[musik]
Intinya adalah menemukan rasa
kemanusiaan bahkan ketika perang.
Bagi mereka di zona perang, hidup terus
berjalan seperti kita di sini.
Jika tidak, mereka akan putus asa. Di
Afghanistan, petani tetap menggarap
ladangnya. Anak-anak tetap bersekolah
meskipun perang.
Itulah yang membuat negara ini tetap
hidup. bahwa mereka terus melanjutkan
kehidupan di dunia yang gila ini.
Mereka luar biasa dan hampir semua orang
yang kita temui usianya di bawah 60
tahun atau sekitar itu hanya mengenal
perang seumur hidup mereka.
[musik]
Perspektif di Afghanistan sangat
berbeda.
Jadi saya mengerti mengapa Anya begitu
tertarik dan kagum terlebih pada para
perempuan yang luar biasa kuatnya.
Any dan Ky tetap di Afghanistan selama
berbulan-bulan.
Setelah semua beralih ke Libya dan
Suriah, mereka yang terakhir di sana
mereka merasa masih ada yang harus
melaporkan dari Afghanistan dan mereka
tidak membiarkan apapun menghalangi
mereka.
Jika kita bekerja di agensi
internasional, mereka mengatur apa yang
kita ribut. Begitulah hidup karyawan.
Kita harus melakukan apa yang mereka
inginkan, tapi hanya menemukan cara
mengatasi ini. Dia menghabiskan banyak
waktu di Afghanistan dan dia menulis
laporan hebat bersama Katy.
[musik]
Dia selalu bilang kantor tidak akan rugi
jika ia tetap di Afghanistan. Dan
tadinya jika dia ingin tetap di sana
berminggu-minggu dan terus mengirim
foto-fotonya dan semua terpakai, itu
tidak masalah.
[musik]
Dia sangat kuat. Dia berani pergi ke
tempat yang tidak dikunjungi orang lain.
[musik]
Dan caranya membangun hubungan dengan
militer sangatlah bagus. Ia tetap dekat
dengan para tentara bahkan setelah
pulang. Saya ingat unit Kanada sangat
menyukainya dan any sedang bersama
mereka ketika dia terluka.
ini terjadi sebelum
sebelum serangan itu terjadi
[musik]
Ini terjadi setahun lalu pada 11
September di Provinsi Kandahar,
Afghanistan.
Ini kunjungan kedua saya bersama unit
Kanada.
Kami berangkat pagi untuk berpatroli dan
melewati sebuah desa.
Hari itu hari terakhir Ramadan. Para
pria berdiri di luar dengan jubah bagus.
Anak-anak menunjukkan tangan mereka yang
telah digambari. Suasananya indah.
Kami dalam perjalanan kembali ke camp.
Ketika kami berada di jalan yang
mengarah ke luar desa, ada granat yang
jatuh dari dinding.
Saya baru saja memotret ayam itu, jadi
saya sedikit jauh dari sana. Sedetik
kemudian, granat itu dilemparkan ke
dinding, melukai saya dan seorang
tentara yang datang ke arah saya. Saya
diterbangkan ke Kandahar. Saya
beruntung.
semuanya bisa berbeda.
Granatnya mendarat di kepala tentara
itu. Tapi saya pikir ada waktu 3 atau 4
detik sebelum ledak.
Lalu granat itu jatuh ke tanah dan kami
terkena serpihannya.
Saya membujuknya beristirahat dan pergi
ke dokter.
Tapi dia tidak mau. Dia pergi ke Delhi
dalam keadaan sakit untuk memotret
pertandingan olahraga.
Saya tidak bisa melarangnya.
hanya punya cara sendiri untuk
mewujudkan sesuatu.
Jika dia ingin berbuat sesuatu, dia akan
melakukannya.
Secara pribadi, setelah dia terluka,
saya ingin dia berhenti pergi ke
Afghanistan.
Saya pikir jiwanya memang di sana dan
saya bilang, "Saya tahu kamu suka, tapi
kamu tetap harus berhenti. Karena
semakin sering ke sana, besar
kemungkinan hal buruk terjadi."
Bagaimana reaksinya?
Diamlah, saya baik-baik saja.
Yeah.
Kamera memungkinkan saya fokus kepada
hal-hal penting. Jadi semacam distraksi,
tapi pasti ada hal-hal yang membekas,
bau darah dan lainnya.
Anda bagian dari unit ini, jadi Anda
mengambil risiko dan melihat hal yang
sama. Kami ditembaki hampir setiap hari.
Kami pernah hampir melakukan pendaratan
darurat. Saya tidak bisa hanya jadi
penumpang yang berharap dijemput dan
dibawa kembali dengan selamat.
Seberapa sering Anda berdoa meminta
perlindungan?
Entahlah,
tapi saya berharap dan percaya dia tahu
alasan saya melakukan ini.
Anyya adalah profesional sejati
dan kematiannya bukan karena dia
mengambil keputusan yang salah.
Rasanya untuk sementara waktu kami
sangat beruntung selama meliput
Afghanistan.
Lalu tiba-tiba
Jooo kehilangan kakinya karena ledakan.
Lalu Tim tewas. Kris terbunuh.
Teman saya Martin terbunuh dan any pun
terbunuh. Lalu
David Gilkey terbunuh
dan terus berlanjut seolah satu generasi
jurnalis foto musnah.
Kami seperti untung-untungan di luar
sana. Saya sudah ribuan kali melihat
orang mati. Tapi ada orang yang saya
pikir akan baik-baik saja dan saya kira
hanya akan baik-baik saja.
Letnan polisi Afghanistan yang didakwa
melakukan pembunuhan fotografer Jerman,
Anyani Nring House diadili hari ini di
pengadilan Banding di Kabul. Pada bulan
Juni tahun ini, pengadilan tingkat
pertama menjatuhi hukuman mati kepada
nakibula.
[musik]
singkat
melihat dalam kondisi seperti itu
membuat saya sangat marah terhadap orang
Afghanistan.
Saya tidak tahu
kenapa bisa berpikir begitu.
Tapi begitulah rasanya.
Di Afghanistan. Jika seseorang melakukan
tindakan seperti ini,
dia pasti akan mendapat balasan yang
sama.
Dia bisa dihukum mati karena melakukan
tindakan yang kejam.
Laki melakukan kejahatan terhadap
perempuan tidak bersenjata.
Mereka hanya jurnalis.
Bagaimana perasaan Anda tentang hukuman
mati itu?
Saya menentang hukuman mati.
Katy
dan orang tuanya juga.
Saya bertemu salah satu hakim dan dia
bertanya, "Mengapa Anda tidak mau
Nakibullah dihukum mati?" Karena saya
tidak percaya pada hukuman mati.
Keluargaannya juga tidak percaya dia
harus dihukum mati, tetapi dia harus
dipenjara seumur hidup. Saya juga tidak
percaya pada hukuman mati. Saya sangat
ingin dia menghabiskan hidupnya di
penjara.
[musik]
Momen bersejarah dan kontroversial.
Panglima perang Afghanistan, Gulbudin
Hekmatiar yang sering disebut tukang
jagal dari Kabul kembali ibu kota
Afghanistan. Hekmatiar, pemimpin
kelompok teroris Hesbi Islami berjanji
mendukung pemerintah Afghanistan dalam
memerangi Taliban.
Saya ingat menonton Presiden Gani
menyambut Hekmatiar kembali dari
Pakistan sebagai orang kepercayaannya di
sebuah upacara besar. Dia maju ke depan
ruangan di hadapan semua tokoh penting
Afghanistan
lalu berpidato di depan orang-orang yang
keluarganya pernah dia bunuh dan
akhirnya mereka menerimanya kembali.
Kami di sini untuk mendukung mereka yang
mengabdi kepada perdamaian negara kami.
Allah
perjanjian tersebut menetapkan bahwa
Hekmatiar akan bergabung dengan
pemerintah. Sebagai imbalannya, anggota
Hesbi Islami dibebaskan.
Belakangan baru diketahui bahwa salah
satunya adalah Naqibullah.
Jelas saya sangat terpukul karena itu.
Saya benar-benar emosional dengan cara
yang wajar dan saya tidak menyesalinya.
Jadi saat itu saya menghubungi semua
orang dan memikirkan apa yang bisa
dilakukan serta memikirkan keselamatan
kami semua.
Saya khawatir karena kabarnya dia
terlihat di pesawar setelah bebas.
Kami memasang pagar pengaman. gawat
perduri dan sistem alarm.
Anda memasangnya setelah itu?
Iya.
Jadi semua penjaga itu juga kemudian
mengamankan kami sebelumnya tidak pernah
ada penjaga.
Sejujurnya saya sangat kesal. Dia telah
dijatuhi hukuman yang adil, tapi
kemudian dibebaskan begitu saja.
Saya tidak tahu harus berkata apa.
Saya rasa seluruh peristiwa ini
disebabkan karena pertimbangan politik.
Menurut saya mencoba menggabungkan
kelompok radikal ke dalam negara yang
masih lemah seperti Afghanistan dengan
harapan mengurangi radikalisme
adalah strategi yang salah dan
berbahaya.
Sebagai mantan jurnalis termasuk di
Afghanistan,
saya prihatin melihat kasus ini tidak
terselesaikan.
Ini lebih buruk daripada ketidakadilan
karena tidak dihukumnya pelaku
pembunuhan.
Penyelesaian secara politik jauh lebih
penting.
Dalam hal ini itu sudah gagal.
Bukan hanya Nedering House yang membayar
dengan nyawanya, tapi juga rakyat
Afghanistan karena mereka menjadi
sasaran Taliban, HBI islami dan kelompok
lainnya.
haben mit ihrem Leben bezahlt, weil sie
eben zu Zielscheiben von Talibanen
Hbisami und anderen geworden sind.
Saya ingat saat menerima telepon itu dan
berpikir
ini buruk. Inilah yang saya khawatirkan
dan sekarang kejadian.
secara profesional kami harus
menanganinya dengan memberitahu
keluarganya membantu mengurus segala hal
terkait seperti pemulangan jenazah
barang-barang pribadinya
dan mencoba memahami apa yang sebenarnya
terjadi dan nantinya datang ke HST untuk
berbicara di pemakamannya.
And I remember up there on
Saya ingat saat berdiri di podium di
altar pada awal upacara,
tiba-tiba saya sedih.
Saya berhenti sejenak,
mencoba menenangkan diri, lalu
melanjutkan.
Perasaan dari pengalaman yang begitu
kuat selalu datang belakangan dan kita
tidak pernah tahu kapan itu akan datang
sampai akhirnya itu datang. dan kita
terhanyut di dalamnya.
Menurut Anda apa yang akan any katakan?
Pasti dia akan tertawa dan berkata,
"Kamu bercanda, ya. Kamu berani pergi ke
medan perang, tapi tidak bisa berpidato
di gereja. Kamu kenapa?"
Dia perempuan tangguh.
[musik] in a sea of grief.
We do not want to let go of any
we cannot let go of any she was so so
alive.
Kami sering bercanda dan saya bilang
kalau aku meninggal aku mau kamu
ceritakan hal baik tentangku. Dan dia
bilang kalau sesuatu terjadi padaku,
kamu juga harus begitu. Saya tidak bisa
datang ke pemakamannya karena meski
berada di Jerman, saya di rumah sakit.
Saya hanya bisa mengirimkan surat untuk
dibacakan di upacara pemakaman. Saya
tidak bisa meninggalkan rumah sakit.
Kupejamkan mata dan melihatmu tersenyum.
Kupejamkan mata dan mendengarmu tertawa.
Kita adalah tim yang hebat.
Aku ingat kata-kata terakhirmu.
Aku sangat bahagia. Katamu,
aku mencintaimu, sayang.
Aku rindu padamu. H
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:06:47 UTC
Categories
Manage