Transcript
-38dvrx4-Gc • Kash Hamam dari Lebanon, perang tanpa senjata di langit Beirut | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0093_-38dvrx4-Gc.txt
Kind: captions Language: id Kamu suka banget sama merpati. Mereka itu kuat. Si Siki ini tangguh. Pastinya! Cantik, ya? Aku yakin akan menang musim ini. Konon, ada dua raja yang bertikai. Mereka mengirim pasukan untuk saling menyerang. Saat mereka sadar terlalu banyak nyawa yang hilang, mereka memutuskan untuk bertempur di langit. Kawanan burung pun menjadi pasukan mereka, dan burung-burung lah yang dikorbankan, bukan prajurit. Mereka terbang sangat cepat hari ini. Itu burung-burung Anda? Iya. Boleh kawanan saya bergabung? Tentu saja. Semoga mereka balik arah dan bergabung. Lihat betapa indahnya mereka terbang. Jika ada yang mendarat, aku akan mencabut bulunya. Semua merpati bergabung menjadi kawanan baru. Oke, biarkan mereka terbang. Iya. Kapan kamu pertama kali melakukan ini? Saat aku umur sembilan tahun. Aku bolos sekolah untuk naik ke atas sini. Demi burung merpati? Iya. Aku dulu sering buat masalah sampai akhirnya dikeluarkan dari sekolah. Kami pasang manik-manik pada merpati kami untuk membedakannya dari kawanan lain. Menurut tradisi, hanya merpati jantan yang terbang. Aku menang, dia kalah. Aku akan menang telak. Tapi Hassan, lima merpati kabur. Tidak masalah. Aku tidak bisa melihat mereka lagi. Beberapa merpati hilang. Aku baru saja melihat mereka, tapi mereka sudah kabur. Apa aku jadinya dapat merpati baru? Sepertinya begitu. Hassan, ada merpati yang hilang. Sungguh mengecewakan. Dua ekor hilang. Ada satu yang kembali. Itu bukan merpatiku. Kalau itu? Mungkin itu. Yang hitam? Iya, yang itu. Ambil yang ini. Dielus-elus dulu. Jangan takut. Pegang saja. Besok aku akan memberimu sepasang merpati. Tapi jangan terbangkan mereka untuk melawan merpatiku kalau kamu sudah punya lebih banyak, oke? Keluarkan merpatinya dan terbangkan. Bagaimana cara menerbangkan merpati? Kamu ingin tahu caranya? Pertama-tama, kamu harus tahu aturannya. Dalam permainan Kash Hamam, setiap pemain harus punya merpati sendiri. Kita menerbangkan burung kita supaya mereka menangkap burung orang lain. Jika merpati kita kuat, mereka tidak akan mendarat di atap orang lain dan sebaliknya. Setiap pemain harus punya merpati yang kuat. Jika merpatimu tidak kuat, kamu akan selalu kalah. Saya melempar jeruk agar merpati terbang lebih jauh. Mereka akan bergabung dengan kawanan lain dan kembali membawa burung baru. Jika burung saya tertangkap dan kami berteman, saya akan dapat merpati saya lagi. Tapi kalau kami bersaing, burung saya tidak kembali. Kenapa? Karena kami semua sedang berburu. Kadang menang, kadang kalah. Itu biasa. Dalam permainan ini, merpatilah yang jadi taruhan. Yang terpenting adalah memberi makan dan merawat mereka. Kita harus melepas burung-burung ini pada waktu yang tepat. Cuaca harus bagus, tidak hujan atau terlalu panas. Kenapa Ayah sangat menyayangi merpati? Karena mereka juga menyayangi kita. Burung mengerti banyak hal. Yang menyatukan semua pemain adalah bahwa pada akhirnya, mereka semua bertemu di langit. Langit dipenuhi dengan pesan dan cerita. Kami tinggal di sini sejak kami lahir. Kami menjadi nelayan seperti ayah kami. Beternak juga sudah jadi bagian dari hidup kami sejak kecil. Dari situlah kami mencintai merpati. Ahmad! Kemari, Nak. Ya. Tolong bawa anak merpati. Baik. Tunjukkan apa yang kita punya. Mereka menetas kemarin. Ketika seseorang di keluarga beternak merpati, yang lain ikut melakukannya. Apa mereka sudah diberi makan? Iya, sudah. Mereka sehat. Iya, terlihat sehat. Saya sudah beternak merpati selama 40 tahun dan saya tidak pernah mengurung mereka. Menurut saya, permainan ini jangan dianggap terlalu serius. Karena pada akhirnya, mereka hanyalah burung. Mana burung favorit Anda? Amar suka Tikriti. Saya memanggilnya Jehudi. Sajel favorit saya. Karena dia setia. Sejauh apa pun dia terbang, dia akan kembali. Saya suka Belgier dan Sajel. Mereka setia. Sejauh apa pun mereka terbang, mereka akan selalu kembali. Merpati lebih loyal daripada manusia. Merpati setia. Dan manusia? Tidak semua orang itu sama. Pasti ada saja orang yang tidak baik. Anda setia kepada negara atau kepada orang yang Anda cintai? Anda bisa bertanya ke teman-teman saya. Pendapat saya tentang diri saya sendiri bukanlah sebuah kebenaran. Jika Anda ingin tahu tentang kesetiaan seseorang, tanyalah teman-temannya. Tapi tentu saya setia pada teman dan orang di sekitar saya. Saya juga akan setia pada negara saya jika situasinya lebih baik dari sekarang. Banyak teman saya yang frustrasi karena mereka selalu ditolak saat melamar pekerjaan. Suatu saat, mereka akan meninggalkan negara ini. Apa yang kami lakukan di sini? Sungguh menyedihkan. Turis dari seluruh dunia datang ke sini. Kami mengatur wisata perahu untuk mereka. Pemeluk berbagai agama hidup berdampingan di Beirut. Mereka menerima semua kepercayaan. Ada cinta dan toleransi di sini. Tidak ada yang saling membenci. Kita semua saling mencintai di Beirut. Benarkah? Apanya? Katakan yang sebenarnya. Cerita tentang masalah? Membuka aib? Iya, katakan yang sebenarnya tentang Beirut. Oke, baiklah. Gara-gara politisi yang duduk di pemerintahan, Lebanon tidak semodern dulu. Setiap partai hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri. Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda di negara ini. Di negara lain, orang-orang bersatu dalam memperjuangkan negara mereka. Tapi di Lebanon tidak. Di sini, setiap partai berjuang untuk tujuan masing-masing. Tapi rakyat ingin mengangkat bendera Lebanon. Kita membutuhkan revolusi. Semua orang perlu bersatu untuk itu. Mengapa orang-orang masih diam? Mengapa masih mengikuti para pemimpin itu padahal mereka kelaparan? Mendekatlah ke sini. Tolong bergeser, nanti kamu kena. Apa yang kamu masukkan? Jeruk. Amar, minggir, atau kamu akan kena. Lempar! Selamat datang, semoga Tuhan memberkati. Ada pakan merpati apa di sini? Yang bungkus kuning harganya seratus ribu. Kalau jagung kuning? Seratus tiga puluh ribu. Yang putih? Jagung putih harganya 180 ribu. Seratus delapan puluh ribu, mahal sekali. Semuanya mahal. Yang bungkus kuning dulu harganya berapa? Tadinya kami menjual yang itu 15 ribu dan yang itu 30 ribu. Kalau gandum harganya berapa? Satu kilo harganya 60 ribu sekarang. Kalau begitu saya beli jagung kuning, sekarung. Oke, silakan. Saya juga berharap harganya lebih murah supaya saya bisa menjual lebih banyak, tapi sekarang semuanya terlalu mahal. Satu karung sekarang seharga tujuh karung dulu. Ini rusak. Bilal, lepaskan kawatnya. Butuh keahlian khusus. Ini tahan lama. Lakukan sesuai arahan saya. Saya ingin memahaminya dulu. Burung-burung diserang! Seekor elang menyerang kawanan merpati. Terbangkan lebih banyak merpati! Elang itu menangkap seekor merpati. Terbangkan lebih banyak, Basel. Di mana elangnya? Sudah pergi. Cuma datang untuk menyerang. Lihat, merpati senang kalau saya melakukan ini! Saya mengerti mereka. Burung-burung itu bergabung. Ayo kita takuti mereka. Sudah pergi? Sudah kabur. Siapa itu? Lawanku, Batata. Sudah hilang. Mengapa dia mengambilnya? Apa yang kita lakukan sekarang? Ini salah merpatinya. Mengerti tidak, merpatinya yang salah. Jangan sok tahu! Bodoh. Kalaupun itu adalah salahku, bagaimana mungkin merpati ini juga salah? Dia sudah lama di sini. Seharusnya dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Kau dengar kabar tentang supermarket? Tidak, aku belum dengar. Orang berebut makanan. Kenapa? Karena kekurangan makanan. Orang-orang sudah mulai bertengkar. Politisi diam saja. Tidak melakukan apa pun. Situasi akan makin gawat. Tidak ada solusi. Semuanya mahal di Lebanon. Orang-orang saling bertengkar. Kondisi akan membaik, Tuhan Maha Pemurah. Amarah dan kekecewaan terhadap sebuah sistem politik, yang selama hampir 80 tahun memanfaatkan perbedaan agama untuk memecah belah. Pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri pemerintah. Ekonomi yang merosot dan korupsi yang merajalela membuat rakyat bersatu. Kaum Sunni, Syiah, Yahudi, dan Kristen bersatu untuk satu tujuan, yakni revolusi. Mereka tidak akan berhenti sampai revolusi terwujud. Mereka bersikeras orang-orang yang membuat negara ini kacau tidak dapat dipercaya untuk memperbaikinya. Seluruh rakyat Lebanon telah turun ke jalan. Kelompok konservatif maupun liberal, tua atau muda, semua orang menentang pemimpin mereka. Anda bisa ke sini? Apa arti dari simbol ini? Kamera ada di sebelah sana. Burung merpati melambangkan perdamaian. Saya membawa berbagai jenis merpati untuk mewakili beragam kelompok. Mereka semua makan, minum, dan tidur di bawah satu atap tanpa berkelahi. Kalau kita lepas, mereka terbang ke arah yang sama. Kami tidak menginginkan perpecahan lagi. Saya tidak ingin menyembunyikan salib saya ketika berada di luar. Saya tidak ingin mengkhawatirkan saudara perempuan saya. Saya tidak ingin Muslim Syiah menyembunyikan simbol keagamaan mereka ketika mereka keluar rumah. Saya tidak menginginkan sektarianisme lagi. Saya menginginkan revolusi damai. Damai seperti merpati. Kami sudah muak dengan sektarianisme. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab. Baik, mari kita lihat merpati ini terbang. Mobil itu kencang sekali. Mereka mau pergi ke mana? Mungkin jalanan sudah dibuka. Belum. Lihat, mobil-mobil itu masih di sana. Apa itu? Merpatinya kembali. Tanpa merpati kami tidak bisa hidup. Ke sini. Ayo ke sini. Beginilah kondisi rumah kami. Lihat, jendela hancur akibat ledakan. Ya Tuhan. Rekam kondisi rumah. Pintu ini lepas karena ledakan. Rumah kami hancur. Semua jendela pecah. Semuanya hancur. Syukurlah, kita masih hidup. Dampaknya masih terasa. Saya sudah melewati perang saudara. Tapi saya belum pernah melihat ledakan seperti ini. Saya harus menutup telinga dengan tangan seperti ini untuk melindungi diri dari guncangan. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Orang bilang ledakannya seperti bom atom kecil. Generasi mendatang akan membicarakan kesalahan ini. Kesalahan? Kesalahan yang dilakukan oleh mereka yang bertanggung jawab atas ledakan di pelabuhan dan kondisi negara ini. Kesalahan fatal mereka adalah menyimpan amonium nitrat, bahan peledak, di pelabuhan. Lalu ada kebakaran. Itulah penyebab bencana ini. Penduduk Beirut sangat menderita karenanya. Dua ratus orang tewas, ribuan luka-luka, dan banyak yang cacat seumur hidup. Sangat berat. Gandum dan jagung yang dulu disimpan di gudang pelabuhan kini jadi pakan merpati. Cuma merpati yang mendapat untung dari kejadian ini. Mereka makan biji-bijian yang berserakan di antara reruntuhan. Untungnya, tidak semua merpati di pelabuhan mati. Tanpa merpati, Beirut tidak akan seindah ini. Mereka adalah simbol perdamaian dan cinta. Semoga merpati selalu memenuhi langit.