File TXT tidak ditemukan.
Berkereta menikmati keindahan Fyord Norwegia | DW Dokumenter
cSdbW9IChTk • 2026-01-16
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Dari hari-hari yang panjang dan penuh kebahagiaan… ke malam-malam yang terang, penuh keajaiban. Sebuah perjalanan melintasi wilayah Nordland, di Norwegia utara. Pengalaman yang unik, terutama saat festival pertengahan musim panas di bulan Juni. Jalur kereta api Nordland bermula di Trondheim. Membentang di sepanjang Fyord Trondheim dan melintasi bekas medan perang Viking di Stiklestad. Dari sana, jalur ini menyusuri lembah sungai menuju Kota Mosjøen yang indah, melewati sejumlah fyord dan Lingkar Arktik di dekat Gletser Svartisen. Akhirnya, kereta melewati Saltstraumen, selat dengan arus pasang surut terkuat di dunia, sebelum mencapai tujuan akhir di Bodø. Kedua pria ini tengah menyanyikan lagu tentang Sungai Nidelva yang mengalir menembus Trondheim. Lagu cinta itu menggambarkan jembatan kota tua yang dikelilingi gudang-gudang di rumah panggung. Semacam lagu kebangsaan untuk Trondheim. Ini kota tua, tetapi pusat kota dan komposisi penduduknya cukup muda. Kita bisa naik sepeda tua dan keliling kota. Jalannya indah, dan sebagian besar datar. Di sepanjang kanal di pelabuhan terdapat Jembatan Skansen. Jembatan rangka baja yang terdaftar sebagai warisan budaya ini dirancang oleh insinyur yang juga membangun Jembatan Golden Gate di San Francisco. Dikenal sebagai Jembatan Bascule, jembatan ini membentang di atas pintu masuk ke Fyord Trondheim yang luas menuju Laut Norwegia. Kereta dari arah selatan melintasi jembatan ini untuk menuju stasiun. Perjalanan di jalur kereta Nordland kali ini akan dimulai dari Trondheim. Namun, sebelum berangkat, kita masih punya waktu menjelajah kota ini. Henrik dan Øystein ingin membawa kita ke Katedral Nidaros. Kedua pemahat batu ini sehari-hari bekerja di lingkungan katedral. Sejak Abad Pertengahan, batu lunak soapstone telah dipakai sebagai material penting untuk memahat objek-objek religi. Itu batu yang sangat menarik bagi kami. Keunggulannya, batu ini mudah dibentuk menjadi tepian yang halus dan tajam. Ini sangat membantu ketika memahat ornamen dan patung. Beberapa pahatan sudah berumur 700 atau 800 tahun, tapi yang ini diukir pada tahun 1960-an dan sudah sangat rusak. Bagian terpenting pekerjaan kami adalah memecahkan masalah yang muncul akibat keputusan yang dibuat dalam pekerjaan renovasi sebelumnya, seperti menggunakan batu berkualitas buruk yang dianggap bagus. Seratus tahun lalu, patung-patung pada fasad sebelah barat harus diganti. Yang di tengah itu adalah Raja Viking Olav, santo pelindung Norwegia. Dia dimakamkan di situs ini pada Abad Pertengahan, menjadikan Nidaros sebagai katedral terpenting bagi Norwegia. Jenazahnya masih berada di suatu tempat di bawah bangunan ini. Namun, tidak ada yang tahu pasti di mana sebenarnya makam Raja Olav. Saya rasa di sini. Iya, di sini. Kita berada tepat di bawah altar. Jika seorang raja akan dikubur, mungkin ia akan dimakamkan di tempat paling suci Konon, ada rumor tentang keajaiban di makam ini. Lalu orang-orang datang untuk melihat. Mereka bilang ada mawar di pipinya dan sang raja beraroma sangat harum. Itu cerita yang mengagumkan. Berkat Olav, penobatan raja-raja Norwegia diadakan di Katedral Nidaros. Selama bertahun-tahun, banyak tukang batu yang telah meninggalkan jejak mereka di bangunan ini. Banyak goresan di sini. Mari lihat. Ada jam pasir. Ada salib. Ini juga. Mungkin sudah ratusan tahun, tapi inilah simbol orang-orang yang pernah melakukan pekerjaan kami saat ini. Ini membuatmu merasa jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Seperti roda hamster! Tidak pernah berhenti berputar. Kami tahu pekerjaan ini sangat memakan waktu. Sungguh mengagumkan, betapa banyak upaya yang dilakukan untuk menciptakan hal yang begitu indah. Lagu itu bercerita tentang keindahan malam-malam di musim panas di utara. Dan naik kereta Nordland adalah cara yang tepat untuk menyaksikannya. Lebih enak bekerja saat di luar masih terang. Makin terang makin baik. Musimnya memang sangat berbeda. Sekarang itu waktu yang paling terang. Kalau kita pergi ke utara, matahari bersinar sepanjang hari. Di Bodø, matahari bahkan masih bersinar tengah malam. Saat ini pukul 11 malam. Seorang masinis magang dan instrukturnya bergabung dengan para masinis yang akan menyusuri jalur kereta Nordland. Saya sudah tidur sebentar sebelum bekerja. Kita harus siap, dan berani menghadapi tantangan yang mungkin ada. Tidak boleh takut. Pertama kali menjalankan lokomotif? Betul, ini akan mengesankan. Kereta ini akan melintasi jalur Nordland, menyisiri Fyord Trondheim. Perjalanan ini menempuh jarak 729 kilometer, menjadikannya rute kereta terpanjang di Norwegia. Selamat datang di kereta malam menuju Bodø. Semoga perjalanan Anda menyenangkan. Boleh saya minta bantal? Tentu boleh. Mali Rimol adalah kondektur untuk paruh pertama perjalanan ini. Bekerja malam hari sangat menyenangkan. Saya menghabiskan banyak waktu menyaksikan matahari terbit dan terbenam. Jalur kereta api melewati Stiklestad, lokasi pertempuran yang pernah diperjuangkan Santo Olav. Per Steinar adalah seorang arkeolog yang mempelajari Olav. Topik ini menarik karena tidak banyak yang diketahui tentang raja dari Norwegia ini. Kisah tentang Olav lebih banyak berupa legenda dan mitos. Kisah ini muncul di lokasi yang konon jadi tempat keajaiban pernah terjadi. Seperti yang dialami seorang pria tua buta saat pertempuran di Stiklestad. Dia merasakan tangannya basah dan matanya gatal. Lalu ia mengucek matanya dan dia bisa melihat lagi. Ternyata itu adalah darah Olav yang mengembalikan penglihatannya. Pusat Kebudayaan Stiklestad menawarkan pengunjung untuk mencicipi kehidupan gaya Viking. Kami ingin menunjukkan baik dan buruknya kehidupan di masa Olav. Papan-papan ini untuk membuat atap. Jadi, kita akan menyerut pakai serutan kayu seperti Zaman Viking. Saya mencoba memberi gambaran tentang berbagai kerajinan yang ada. Orang-orang di masa itu bisa melakukan semua ini. Mereka punya keahlian luar biasa di berbagai bidang. Olav ingin membentuk masyarakat yang berbeda dengan Bangsa Viking. Dia ingin membentuk Norwegia sebagai negara Kristen di Eropa, tetapi para kepala suku yang tinggal di rumah-rumah panjang pada masa itu tidak setuju. Karena itu berarti mereka akan kehilangan kekuasaan politik dan agama. Saya ingin kita menyadari bahwa semua hal terus berubah. Karena itu, mereka punya kekuatan untuk membentuk dunia mereka, dan kami menunjukkannya di Stiklestad. Itu sebabnya saya sangat senang jadi bagian dari kisah ini. Sepur malam terus melaju sepanjang jalur Nordland, mencapai lembah Sungai Namsen. Sekarang jam 2 pagi. Ini saat tergelap di malam hari. Saya mulai merasa dingin. Untungnya masih terang. Cahaya musim panas membuat kita tetap terjaga. Sepanjang malam, kafe di dalam kereta ramai oleh pengunjung. Kami sudah terbiasa. Kami tidur di siang hari. Dan saya ditemani orang-orang baik. Hari ini, saya bekerja dengan Mali. Kami membuat kopi dan menikmati tugas kami. Saya suka malam hari. Terasa nyaman. Kami bisa melihat banyak hal indah. Ada banyak satwa liar. Taman Margasatwa Namsskogan dipenuhi hewan-hewan nordik. Malin adalah seorang penjaga kebun binatang di sana. Di musim dingin, ketika saljunya tebal, rusa besar suka naik rel karena salju tidak terlalu tebal. Sewaktu kereta datang, mereka akan silau oleh lampu depan dan tidak bisa bergerak. Banyak yang mati. Hanya ada sekitar 150 beruang yang hidup di alam liar Norwegia. Mereka juga jarang terlihat. Namun, beruang yang ada di taman margasatwa lebih jinak. Lihat ke belakang, Björn. Dia pemalas. Tidak seaktif saudaranya. Dia tidak mau berusaha, maunya makanannya sudah ada di depannya. Saya sangat menghormati mereka. Mereka tidak takut kepada kita seperti beruang liar lainnya, dan mereka sangat berbahaya. Kamu mau makan? Rubah arktik di Norwegia terancam punah. Institut Penelitian Alam Norwegia kini sedang mengembangbiakkan rubah arktik. Rubah-rubah ini adalah bagian dari program tersebut. Jumlah mereka memang meningkat perlahan. Rubah arktik sangat terpengaruh oleh perubahan iklim dan masuknya rubah merah ke wilayah mereka. Kalau masih mau, tunggu sampai makan malam ya. Mereka makhluk yang mudah percaya dan sederhana. Saya sangat suka mereka. Kereta melaju melintasi malam musim panas nordik. Kini, kereta telah tiba di wilayah Nordland, nama dari jalur kereta api tersebut. Kereta ini melewati Sungai Vefsna yang berarus deras. Berdasarkan volumenya, Laksforsen dianggap sebagai air terjun terkuat di Eropa. Mariann adalah salah satu atlet kayak ekstrem terbaik dunia. Dia senang berkayak di Sungai Vefsna bersama generasi atlet muda arung jeram. Air di Norwegia sedang surut, tapi di sini selalu ada air. Ada jeram sepanjang 45 kilometer. Di mana “Purgatory”-nya? Di tempat yang airnya tinggi dan ada ombak di depan jeram. Setelah itu tempatnya seperti di surga. Mau berselancar di sana? Kita bisa menyebutnya "Surfer’s Paradise". Saya ingat ada lagunya, tapi lupa liriknya. Terutama sewaktu muda, saya sangat senang menikmati setiap momen. Rasanya seperti ketagihan. Dan kecelakaan bisa terjadi, memang berbahaya. Bukan gaya hidup juga sih, tapi rasanya seperti kombinasi meditasi, menikmati alam, dan adrenalin. Saya ingin terus mendayung seumur hidup. Sekarang saya terngiang lagu Gangsta's Paradise. Kembali ke kereta, saatnya minum kopi lagi. Pukul 4 pagi, matahari terbit di balik awan. Kereta Nordland melewati Mosjøen, kota tertua kedua di Nordland, yang dibangun di samping sungai yang mengalir ke Vefsnfjord. Kota ini tampak indah di malam hari, cocok bagi seorang pelukis yang tengah mencari lanskap. Kota ini terbentuk dari pertemuan gunung dan laut. Para nelayan datang ke sini mencari ikan atau kerang-kerangan. Orang-orang dari gunung turun untuk menjual daging dan buah beri. Orang Inggris datang dan mulai memotong pohon, membangun tempat tinggal. Semua itu menghasilkan kesejahteraan. Stig Ove memotret, lalu kembali ke studio. Dia melukis lanskap dengan cat air. Lukisan pemandangan malam karyanya bisa sangat bervariasi, tergantung cuaca dan waktu. Pada musim panas, cahaya senja terlihat sepanjang malam. Ada keindahan khas pada cahayanya. Yang ini diambil dari jam 11 malam. Pemandangan khas pertengahan musim panas. Sinar mentari datang dari utara, menciptakan cahaya kemerahan. Di lukisan ini, saya fokus ke langit. Badai sebentar lagi tiba. Angin dan cuaca di sini bisa sangat kencang. Lagi pula kita di Norwegia utara. Saya ingin menekankan hal itu di lukisan saya. Stig Ove memulai pendakian malam hari untuk mencari lebih banyak inspirasi. Hujan tidak menghentikannya. Malam ini, dia ingin menaiki setidaknya 600 dari 4.200 anak tangga Helgelandstrappa. Tangga batu itu dibangun oleh sejumlah serpa dari Nepal beberapa tahun lalu. Bagi Stig Ove, ini adalah karya seni yang setara dengan piramida Mesir. Dia akan melukis lanskap dengan cat air, menggunakan air hujan. Ini disebut "wet on wet", yang menggambarkan cuaca hari ini. Orang Norwegia sering bicara tentang keindahan hujan. Di sini sudah ada air, saya tidak perlu membawa air. Pelukis ini tertarik pada bagaimana lanskap di sini membentuk kehidupan warganya. Kalau tinggal di Mosjøen, kita tidak pernah melihat cakrawala. Fokus kita selalu ke gunung. Ini mungkin tidak mudah. Orang-orang bilang lukisan saya suram, tapi melukis membantu saya. Saya tidak bisa berhenti melukis. Ini sudah mendarah daging. Waktunya pulang. Berhenti di palang terakhir. Bagus. Pada pukul 5.45 pagi, di Mosjøen, awak kereta berganti sif. Saya perlu tidur sekarang. Perjalanannya lancar. Penumpangnya banyak, tapi keadaan tenang. Mereka tertidur. Dan suasana di kafe lumayan ramai, itu bagus. Atle Bråten melanjutkan tugas Mali di kereta. Mereka akan membawa kita ke paruh kedua perjalanan jalur Nordland, melintasi Lingkar Arktik menuju Bodø. Meski masih pagi, kondekturnya bekerja dengan gembira. Saya bangun pukul 3:30, jadi lumayan pagi. Kereta pun melaju menyusuri fyord berikutnya. Kereta melewati pedesaan dengan kecepatan hingga 130 kilometer per jam. Meski pemandangannya indah, sebagian besar penumpang tertidur. Kondektur harus terus memantau di stasiun mana mereka harus turun. Berita pagi mulai mengudara di radio, kereta pun berbelok menjauhi pesisir. Tidak banyak penumpang yang menyadarinya. Siapa pun yang terbangun akan melihat pemandangan spektakuler, sementara para kondektur menjaga suasana di gerbong agar tetap tenang. Kami harus menjaganya. Terkadang kami menerima keluhan dari penumpang bahwa ada yang mendengkur terlalu keras, lalu kami membangunkan orang itu dan memintanya tidak mendengkur keras-keras. Saat kereta melaju kencang melewati terowongan, tidak jauh dari sana terbentang dunia bawah tanah yang sangat berbeda. Di dalam Lembah Plura terdapat gua bawah air sepanjang 2,6 kilometer. Gua ini memiliki lorong marmer yang mengarah ke ruang berisi udara. Area tempat gua-gua itu berada adalah milik Ina Santala Jordbru. Dia tinggal di sini bersama suaminya, seorang instruktur selam. Ada gua berisi air terbesar di Eropa Utara di halaman belakang rumah kami. Sangat menyenangkan punya taman bermain seperti itu di halaman kami! Di sanalah saya bertemu suami saya, dan sekarang kami menyelami gua bersama. Keluarga Ina telah tinggal di lembah terpencil ini selama enam generasi. Leluhurnya mengelola sebuah pertanian kecil di sini. Ina bangga dengan warisan keluarganya. Dia sering membayangkan kehidupan kakek buyutnya yang tinggal di sini 80 tahun lalu. Sulit dibayangkan. Kami berada tepat di luar Lingkar Arktik, dan saat itu belum ada jalan ke pertanian. Di foto ini terlihat mereka mencuci pakaian di sungai saat musim dingin. Mereka harus membuat lubang di es, lalu memanaskan air di panci dan menggunakan papan cuci. Ina dan suaminya yang berkebangsaan Finlandia juga membangun sauna dan fasilitas lainnya untuk meningkatkan daya tarik gua bawah tanahnya. Pasangan ini bahkan menikah di ruang bawah tanah gua, yang hanya dapat diakses dengan cara menyelam. Pernikahan mereka tercatat dalam Guinness Book of Records. Kenapa aku bilang begitu? Dia sangat beruntung. Dia menikahi putri dan separuh kerajaan, seperti dongeng Norwegia. Setiap pagi saya bangun, melihat ke luar jendela, dan berpikir, "Bagaimana saya bisa di sini? Pasti saya sudah berbuat baik." Bersama-sama, kami ingin membangun sesuatu untuk masa depan, sesuatu yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Terdapat lebih dari 150 terowongan di sepanjang jalur kereta Nordland. Namun, lanskap indah ini menyimpan sejarah kelam. Banyak terowongan kereta itu dibangun selama pendudukan Nazi saat Perang Dunia II, memeras tenaga tawanan perang dan pekerja paksa. Benny sedang mengajak anak-anaknya memancing. Selain itu, dia juga mengenalkan sejarah wilayah ini ke mereka. Pertama, mereka diajari cara memancing. Lihat tentara itu? Ini foto dari zaman perang? Iya, dan orang-orang itu mereka tawanan. Mereka sedang membangun rel kereta? Iya, mereka tahanan dari kamp. Pintu masuknya ada di sini. Apa ini sisa-sisa bangunannya? Ya, bisa jadi. Ini dulunya kamp tawanan. Di sini ada sesuatu. Itu bekas rumah kecil. Ada pintu. Bekas kompor. Para tahanan memakainya untuk menghangatkan diri. Andai masih berfungsi. Buatan Volkswagen, merek mobil terkenal itu. Oh, ya? Ini sepertinya oven mereka. Ini baraknya. Tahanan itu tinggal di sana. Lihat, dia kurus sekali. Karena dia tidak punya cukup makanan. Bayangkan tengah malam nenek buyutmu merangkak ke pagar dan melemparkan makanan ke sana. Baik sekali. Dan lihat ember itu. Mirip ini, bukan? Orang di Norwegia boleh berkemah di mana pun yang mereka mau di alam. Bahkan di tepi taman nasional ini, tempat Benny bekerja sebagai penjaga hutan. Di Norwegia, kami punya istilah untuk menghabiskan waktu di alam: "Friluftsliv". Ini gabungan dari kata kebebasan, udara, dan kehidupan. Istilah ini muncul pada abad ke-18 oleh penulis Norwegia, Henrik Ibsen. Sejak saat itu, istilah ini menjadi ciri khas bangsa ini. Biasanya mereka punya jam tidur rutin. Tapi saat berkemah, tidak ada aturan. Saya tidak mau melewati malam yang cerah. Saya suka pepohonan hijau menjadi rimbun di bulan Juni dan Juli. Cahaya musim panas di sini sungguh unik. Saat bangun di malam hari untuk ke toilet, suasananya sungguh menakjubkan. Biasanya saat terang, semua orang beraktivitas. Tapi di Norwegia utara, tidak ada kesibukan, walaupun malam harinya terang. Sungguh luar biasa. Kereta Nordland juga melewati Taman Nasional Saltfjellet-Svartisen. Di pagi hari, saat matahari sudah terbit, cuacanya sempurna untuk mendaki Gletser Svartisen. Ini semua air lelehan gletser. Airnya semakin banyak setiap hari, tapi mencair lebih cepat lagi. Kalian bisa lihat pelanginya? Indah ya? Negeri kita memang indah. Aku lihat warna merah dan biru. Aku lihat ungu dan hijau. Iklim yang memanas berdampak pada gletser. 50 tahun lalu, es masih berada di titik ini. Banyak hal yang bisa dibanggakan dari Svartisen. Kami tumbuh besar mengetahui bahwa gletser terbesar kedua di Norwegia ada di sini. Senang sekali melihat es tua dengan segala retakannya, karena sebentar lagi akan hilang… Terhapus dari peta. Jam 7 pagi. Di sinilah kereta Nordland melintasi Lingkar Arktik. Pesan ini muncul lima menit sebelum mencapai Lingkar Arktik. Biasanya kami juga membuat pengumuman, tetapi tidak di kereta malam, karena tidak boleh berisik. Titik ini ditandai dengan tumpukan batu di kedua sisi rel. Wilayah Arktik adalah daerah asal Suku Sami, penduduk asli penggembala rusa kutub di Skandinavia utara. Per Ole dan Nina Oskal diberi tahu ada rusa kutub yang mati. Kemungkinan tertabrak salah satu kereta di jalur Nordland. Badan pemerintah yang bertanggung jawab atas jalur kereta tersebut, Bane Nor, telah memasang beberapa pagar pengaman satwa liar. Pagar-pagar ini memang membantu, tetapi masih banyak rusa kutub yang mati tertabrak. Kejam sekali. Setiap tahun, sekitar 100 rusa kutub mati tertabrak kereta, yang tidak bisa dapat mengerem atau menghindari hewan tersebut. Kereta adalah bahaya terbesar yang paling kami takuti. Kami menjahit sepatu dan tas jahit seperti ini, dari kulit rusa kutub. Tempat jarum ini dari tanduk dan tulang mereka. Benangnya terbuat dari urat hewan. Suku Sami pernah berjanji kepada rusa kutub. Dahulu kala, ada seekor rusa kutub yang sedang diburu. Dia mencari perlindungan, dan Suku Sami bersumpah melindunginya. Rusa kutub itu berkata, "Berjanjilah tiga hal ini kepada saya: Satu, biarkan saya mati dengan baik. Dua, manfaatkan bagian tubuh saya... dan tiga, selalu ingat ini." Itulah rasa hormat yang sejati. Hari ini, Nina menyiapkan panekuk tradisional yang terbuat dari darah rusa kutub. Dia memasaknya di kota atau gubuk milik pasangan itu. Per Ole berlatih yoik, senandung tradisional Sami. Konon, tembang ini memperkuat ikatan mereka dengan alam. Kalau kita menembang yoik untuk memanggil arwah rusa kutub, kita akan menjadi rusa kutub sendiri. Suku Sami biasa memohon para dewa agar diberkahi cuaca baik, makanan, dan apa pun yang mereka butuhkan. Lalu datang agama Kristen, dan yoik disamakan dengan menyembah setan. Yang melakukan yoik dihukum sangat berat, bahkan bisa dihukum mati. Kembali ke pesisir. Jalur kereta Nordland melewati sebuah fyord lain. Di fyord ini terdapat Saltstraumen, selat dengan arus pasang surut terkuat di dunia. Saat pasang surut, 400 juta meter kubik air mengalir deras di celah kecil ini. Henrik Markussen memproduksi garam dari air tersebut. Karena iklim di Arktik, proses pembuatan garam tidak cukup hanya dengan membiarkan air menguap di bawah sinar matahari. Setahu kami, kami mengelola pabrik garam di lokasi paling utara sedunia. Kami terus berupaya mengurangi pemakaian energi. Ini tidak mudah dan butuh banyak tenaga. Karena di sini suhunya rendah, airnya jarang terkontaminasi. Itulah yang membuat garamnya begitu baik, bersih, dan halus. Garam ya garam, tapi ada beberapa yang lebih baik dibandingkan yang lain! Henrik sedang bersiap-siap untuk festival pertengahan musim panas khas Norwegia. Dia membungkus makanan untuk menemani garam berkualitas tinggi miliknya. Di sini, di ujung utara, kami harus memastikan bahwa kami dapat hidup dari sumber daya sendiri. Karena itulah, sumber daya harus digunakan dengan bijak dan berkelanjutan. Kami ingin melestarikannya untuk generasi mendatang. Henrik akan menyiapkan sayuran dan ikan dari Saltstraumen. Ini adalah bagian akhir dari perjalanan jalur Nordland. Bodø adalah Ibu Kota Nordland. Kota pelabuhan ini terletak di muara sebuah fyord. Setelah perjalanan sepuluh jam, kereta pun tiba di Bodø, lima menit lebih lambat dari jadwal. Semuanya lancar. Pemandangannya indah sepanjang jalan. Sekarang saya mau tidur. Pertengahan musim panas adalah saat penting bagi warga Norwegia. Pada tanggal 23 Juni, mereka merayakan pesta St. Hans, yang diyakini sebagai malam kelahiran Yohanes Pembaptis. Malam pertengahan musim panas dirayakan dengan adat istiadat Kristen dan tradisional pagan. Harus ada tujuh jenis bunga berbeda di karangan bunga itu. Lalu, saat tidur malam ini, kamu akan memimpikan pria yang akan jadi jodohmu. Kamu mau pakai ini? Malam pertengahan musim panas yang sangat indah. Ini adalah puncak tahun, hari terpanjang. Waktu saya kecil, saat musim panas, orang-orang bilang, "Kamu boleh tidur kalau sudah mulai gelap.” Dan itu berarti bisa sampai sebulan. Ketika cuaca bagus, kami tinggalkan semuanya dan menikmati cuaca sebisa mungkin. Karena semua ini bisa cepat berubah.
Resume
Categories