Transcript
_Q3TO8vXBuA • DAGO ELOS NEVER LOSE
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0228__Q3TO8vXBuA.txt
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] melawan para anime juga salah satu PT PT Dago inti Graha yang mencoba merampas ruang hidup kami [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] nama Agus di sini itu sebagai Agus Nana Sukmana kelahiran di sini 18 Agustus 2019 85 [Musik] ya sebetulnya mah dulu Teh kan kita juga nggak tahu ada gugatan gak nya tiba-tiba warga teh dapat relasi saja Kemudian baru di situ warga tahu Ya ada kepanikan lah barulah di situ tokoh-tokoh Kayak Pemuda tokoh-tokoh masyarakat sesepuhnya gitu pada ngumpul lah gitu Ini gimana gimana gimana gimana para ahli waris dan juga salah satu PT PT Dago inti Graha yang mencoba merampas ruang hidup kami kalau secara formal mereka ini mengklaim sebetulnya mengklaim bahwa ada tanah di Dago itu luasan hampir 7 hektar 6,9 hektar itu merupakan tanah waris dari zaman Belanda sebagai ahli waris katanya memiliki hak untuk mengambil alih tanah-tanah yang memang sudah didiami oleh warga secara bertahun-tahun bahkan ada yang puluhan tahun padahal kita juga nggak kenal sama mereka tidak ada satupun juga warga Yang Mengenal tipe mereka kita telusuri juga memang belum pernah ada warga yang bernama Muller gitu ya kemudian tidak mengenal juga adanya satu PT Dago inti Graha semua tidak ada yang tahu itu tapi lantas mereka dengan seenaknya mengklaim bahwa ini adalah tanah waris Artinya mereka berlangsung sidang waktu itu seingat saya teh langsung sidang di pengadilan negeri tingkat pertama itu sidang kalah Akhirnya bisa banyak tahu beserta dengan masyarakat juga akhirnya bisa tahu bahwa berjalan Belanda itu sejatinya yaitu berlakunya untuk jalan Belanda bukan bukan di 2022 atau 2016 ketika kasus sudah ada sangat tidak apa bisa dijadikan sebagai alasan [Musik] dari agen nomor ponding itu mereka mau untuk mengklaim seharusnya ada jauh-jauh hari dong mungkin dari waktu Indonesia semua hukum kolonial jadi nggak ada semenjak proses kemerdekaan itu nggak ada lagi yang namanya hukum kolonial yang disebut sama sekali sudah tidak berlaku dari tahun 2017 saat ini kita merasa lelah Pak dibohongin diiming-imingin ditakut-takutin kita stres di sini kenapa dari dulu Berapa kali kita coba buat sertifikat nggak boleh atau nggak jadi dari dulu kami udah coba-coba nggak jadi atau enggak boleh sampai sekarang segininya gitu kalau untuk untuk bertahan kita mau Pertahankan rumah ada tanah tempat usaha juga kita sanggup insya Allah sabukna baru di tingkat kasasi Alhamdulillah si warga di menangkan [Musik] adanya hak prioritas dan ini kemenangan bagi warga bukan hanya bagi para tergugat tapi bagi keseluruhan warga yang mendiami itu yang membuat satu legitimasi tambahan bahwa ini berhak warga berhak untuk mengajukan sertifikat [Musik] alhasil kita mencoba untuk mengajukan itu ke BPN kita lengkapi apa-apa saja yang menjadi kekurangan kita didampingi juga sama kuasa hukum untuk mengurusi hal tersebut alhasil sampai tiba-tiba adanya PK kemudian di tengah-tengah masa TK DPR sama sekali tidak ada respon sama sekali kalau kita baca semua putusan dari PK itu kan kalau kita baca itu putusannya memang dibilang Cacat ya cacat hukum karena salah satu Amar putusannya itu menyebutkan bahwa warga telah melakukan perbuatan melawan hukum karena menduduki tanah tersebut ini yang sangat kami bagi kami aneh ya itu dan bagaimana bisa dibilang warga yang melakukan perbuatan melawan hukum warga dari turun-temurun bergenerasi ya lakukan pendudukan penguasaan fisik merawat tanahnya agar tidak terlantar tapi dalam putusan tersebut warga dinilai melakukan perbuatan hukum karena telah menduduki tanah di objek sengketa tanah yang dimiliki oleh keluarga Muller berdasarkan agen overpoonding ini kan menjadi kontra naratif ya ketika misalnya dalam putusan PK ini Hakim menyebutkan memang tidak berlaku akan tetapi dalam ketika warga dinyatakan perbuatan melawan hukum itu masih berdasarkan kepada fakta-fakta yang sesuai dengan eigeno [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] nah bahan bangunan kalau dari sisi warga negara yang memang saat ini berada di kawasan Dago yang kawasan sengketa itu sampai di tahun 1972 sudah ada 44 bidang yang keluar sertifikasinya itu masih dalam kawasan yang disengketakan di tiga surat izin nomor ponding [Musik] gitu penggarap penggarap tanah [Musik] warga itu memang berhak untuk menduduki tanah-tanah yang dikuasai oleh negara dan di Keppres 32 pun akhirnya memperkuat dari undang-undang pokok agraria bahwa ada tenggat waktu untuk mengkonversi tanah-tanah yang ekstrak menjadi tanah milik dan itu sudah tutup buku seharusnya di karena kisruh ketika posisi kalah ancaman penggusuran di depan mata sedangkan sebagian masyarakat belum tahu mengenai dulu perkaranya seperti apa yang kita konsolidasikan kayak gitu kita bentuk satu tim di warga kemudian tim kuasa hukum di bawah LDH kita baru melakukan banyak aktivitas perlawanan [Tepuk tangan] [Musik] Nama saya Billy Billy [Musik] sangat sangat dibutuhkan sih menurut saya sih untuk untuk warga sendiri Kita Artinya kita sedang menjalani aksi pendudukan-pendudukan lahan yang mana sebetulnya kita di sini juga sudah sudah lebih lama gitu sudah beberapa generasi kita di sini dan aktivasi-aktivasi ruang ini terjadi karena kebutuhan untuk warga biar memperlihatkan juga bahwa kita sedang menduduki lahan kita sendiri kita merebut kembali Ruang Kita dan diaktivasi-aktivasi ruang itu juga kita menyuarakan isu kasus tanah kita lebih luas jangkauannya lebih luas ketika ada sebuah kegiatan yang kita sebutnya itu aktivasi ruang gitu kegiatan untuk apalagi kegiatannya untuk menyuarakan kasus tanah ini gitu yaitu warga juga ngerasanya lebih hangat ada ada kegiatan dan warga merasa tidak ditinggalkan sendirian dengan kepelekan masalah tanah ini gitu warga juga mendapatkan solidaritas jadi solidaritas solidaritas dari teman-teman yang dari luar kolektif lain yang luar masuk ke sini itu solidaritas dari kalian tuh nyampe sebetulnya keluarga gitu [Musik] bukan cuman solidaritas tulisan juga nyampe gitu Tapi kan kalau ke sini kan dengan ikutnya aktivasi bersama aktivasi ruangnya bersama warga itu warga juga merasa dekat kita juga tidak tidak menitikberatkan setiap aktivasi ruang itu untuk pencari uang gitu kalau uang mah lah bisa lah dicari dengan cara apapun gitu bukan cuman hanya dengan aktivasi ruang aja yang paling utamanya diaktivasi ruang ya pendudukan dan menyampaikan pesan kita melalui aktivasi ruang [Musik] memang sebetulnya Banyak sih yang didapat dari aktivasi-aktivasi ruang yang yang kita lakukan gitu salah satunya ya Relaksasi dengan menghadirkan kesenian-kesenian [Musik] dan menumbuhkan juga kesadaran antar warga dan jaringan solidaritas menumbuhkan kesadaran juga terhadap orang lain lah jadi pesannya lebih sprending lah pesan-pesannya bahwa bahwa daerah kita sedang ada kasus kayak gini bisa nyampai lebih luas lagi itu sih yang paling pentingnya kalau relaksasi ya memang kita butuh sih cuman tetap aja balik ke rumah mah kita juga nggak rileks itu tiap tidur tiap malam Teh itu nggak rileks [Tepuk tangan] [Musik] ya mungkin selama ini dilihatnya aktivasi aktivasi ruang di Dago Elos lebih berkaitan dengan seni ya seni itu memang tidak pernah bisa merubah dunia sebetulnya tapi kita bisa menyetirnya untuk merubah itu semua gitu ya kalau memang kedekatan-kedekatan budaya itu dari seni ya kenapa Tidak kenapa kita tidak mempergunakan seni itu secara sebagai kendaraannya untuk menyuarakan pesan-pesan kita gitu ya lah gitu cuman ya gimana kita menyetirnya mau kemana ke arah mana saya merasa terbantu sekali dengan adanya aktivasi itu salah satunya satu edukasi kedua kita dilihat juga dari segi media gitu kan gitu kan sampai kita ke isu nasional kita yang pertama kita masuk itu kan jago elo seperti apa seperti apa kita ya orang lain itu pada tahun orang-orang luar itu pada tahu gitu dan di sana ketika setiap adanya kegiatan aktivasi-aktivasi ruang gitu ruang-ruang diskusi itu juga jadi terbentuk gitu jadi pemahaman dan kesadaran kasusnya tumbuh dengan sendirinya gitu selain tradisi di sini kan kita juga ada dari sisi religi yaitu tiap hari kamis malam kita adakan Istighosah semoga oleh Allah subhanahu wa ta'ala kita dijadikan sebagai pemilik yang bisa berdiam diri untuk di sini sampai anak cucu kita dan Cicil kita nantinya kita bisa berdiam diri di sini tidak lolos di Labuhan Amin ya Allah ya Rabbal Alamin tapi dengan adanya acara ini selain pemuda-pemuda yang punya wadah untuk aktualisasi diri dan juga ibu-ibu gitu yang bisa berdagang menambah income dan anak-anak kecil yang merasakan hal yang sangat fun dengan adanya acara ini gitu sih karena ya keterkaitan seni itu memang sudah ada gitu di Dago ilustu ya dari singa depoknya dari musik-musik tradisi dari band-band Underground kalau misalnya dari di Bandung alternatif juga banyak juga lahir di sini [Musik] [Tepuk tangan] yakin kesenian gitu daripada urang pisan sepi kesenian Depok urang kembangkeun Dago kesenian Sunda Dago jadi cenderung [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] sholawat nabi-nabi kalahkan [Musik] [Tepuk tangan] dikembangkeun deui Singa Depok kita untuk mencari donasi lah ya untuk kemana-mana kan kita harus masa pungutan kan dari warga nggak mungkin ya apalagi kan warga Teh lagi kesusahan lagi goncang Depok lah kita cari donasi [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] punya kesadaran punya kesadaran soal-soal isu penggusuran kampung kota ini gitu dari dulu gitu kan dan terasa kerasa lebih personal Teh ke Billy ternyata yang kurang lakukan solidaritas untuk ke tempat-tempat lain teh sekarang Teh terjadi ke ternyata 5 orang gitu yang mau digusur Teh gitu dan masa untuk tempat lain orang bisa melakukan dan kenapa nggak melakukan untuk tempat kita sendiri gitu karena konflik konflik tanah dan penggusuran kayak gini teh ini bakal terus terjadi gitu entah apapun itu alasannya mau itu pariwisata mau itu pembangunan gitu terus bakal terjadi gitu ya kebayang sih ketakutan tinggal pindah gitu tapi Ya dipikir dipiki dipikir tiba-tiba ya dari mulut ke mulut ke teman-teman si babat itu weh urang teh ulah supaya ya kita sama-sama di sini berjuang gitu sih lebih ke situ sih sekarang bisa di pemicu akhirnya orang bisa seperti ini gitu kan [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] tak bisa [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Laila [Musik]