File TXT tidak ditemukan.
Ruang Belajar atau Ruang Tunduk? | Banyak Alasan
OxK6dLgBB24 • 2025-05-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kali ini kita akan bahas soal tentara
masuk kampus. Kampus adalah ruang di
mana orang-orang di dalamnya bebas
berpikir. Jika militer masuk kampus,
alih-alih membuat kehidupan kampus jadi
dinamis. Cepat atau lambat kampus akan
mati. Kalian semua sudah siap untuk
menjalani tes? Siap, Pak.
Ini empat alasan kenapa kita harus
menolak intervensi militer ke dalam
kampus.
Alasan yang pertama, militer bukan
institusi sipil. Tak punya wewenang
dalam ruang akademik. Militer adalah
institusi bersenjata yang berbasis
komando, disiplin, dan
[Musik]
hierarkis. Kita berbuat dari guru kita.
Beda dengan praktik universitas yang
berbasis dialog, bebas berpikir, adu
gagasan, hingga halalkan perdebatan.
Karenanya kehadiran militer di ruang
akademik bukan hanya bentuk intimidasi,
tapi juga kontradiksi fungsi yang
mengancam esensi pendidikan itu sendiri.
Alasan yang kedua, kebebasan akademik
adalah syarat perkembangan ilmu
pengetahuan. Tanpa kebebasan berpikir
kritis, terutama untuk topik-topik yang
kontroversial, maka universitas
kehilangan fungsinya sebagai ruang
pencarian kebenaran ilmiah. Ketika
militer hadir, rasa takut akan
menggantikan rasa ingin tahu. Kampus
seolah jadi barak yang melahirkan
pasukan bukan melahirkan calon
intelektual.
Wahai
prajurit petarokku.
Alasan yang ketiga, kampus adalah ruang
aman berpikir bebas. Kampus bukan hanya
tempat belajar, tapi juga tempat
berpikir bebas dan mengembangkan empati
sosial politik. Di kampus setiap pikiran
boleh tumbuh, bahkan pikiran yang
menentang pemerintah sekalipun. Safe
space academic itu vital. Mahasiswa
harus merasa bebas untuk bertanya,
berdiskusi, membantah, dan menggugat
tanpa ancaman intimidasi apalagi ancaman
senjata. Alasan yang keempat, sejarah
membuktikan militerisasi kampus sama
dengan pembungkaman. Di era Orde Baru
ada masa di mana militer mengintervensi
kampus lewat kebijakan
NKKBK atau normalisasi kehidupan kampus
dan Badan Koordinasi
Kemahasiswaan. Aturan itu mengontrol
seluruh kegiatan mahasiswa dan
organisasinya termasuk kajian-kajian
kritis. Dengan alasan menjaga stabilitas
militer bersenjata lagi bahkan tanpa
malu-malu mengepung kampus-kampus. Kita
tentu tidak ingin mengulang masa-masa
gelap seperti itu. Sekali lagi, kampus
bukan wilayah operasi militer. Mahasiswa
bukan tentara. Mereka belajar untuk
berpikir, bukan untuk menerima
[Musik]
komando. Itu tadi alasan dari saya. Kamu
pasti punya alasan lain ya kan? Silakan
tulis di kolom komentar biar makin
banyak alasan yang bisa kita ajukan
untuk menolak intervensi militer ke
dalam kampus.
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:26 UTC
Categories
Manage