File TXT tidak ditemukan.
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Tertawa] Asosiasi ojek online Garda Indonesia meminta aplikator seperti Gojek dan Grab menurunkan biaya potongan aplikasi. Potongan aplikasi perubahan potongan yang mencapai 30% biaya potongan aplikasi potongan aplikasi potongan yang dinilai memberatkan. Sejumlah kelompok masyarakat terus menyuarakan protes dampak kenaikan harga BBM. Jakarta aksi Unograsa pengemudi ojek online di depan gedung BPR pada Rabu sore. Aksi rasa menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pangan pasca kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Kabupaten Londok. Ya tergiur pendapatan, Kak. Dulu kan ngojek enak seminggu bisa R3 juta, R3 juta. Cuman makin ke sini ya argonya juga makin turun. Udah itu kayak kepengin nangis aja, udah bela-belain, udah hujan terus banget gitu. Beberapa rekan-rekan kami sudah melakukan aksi keberatan terhadap perusahaan. Namun tetap perusahaan aplikasi ini dengan berbagai alibinya menerapkan tarif di apa? Potongan aplikasi di atas 20%. [Musik] Karena sekarang di ojol ini kayaknya susah juga berat dengan adanya sistem-sistem begini-begini. Sistem apa slot apa potongan juga enggak jelas. Itu kan enggak transparan. Ruri Rombiatun dan Lani adalah tiga dari jutaan pengemudi ojek online di Indonesia yang menggantungkan penghasilan pada sistem kerja berbasis aplikasi. Di tengahir pikuk kemacatan kota Jakarta, kebutuhan akan transportasi cepat semakin mendesak. Ojek daring hadir sebagai solusi instan bagi warga kota. Layanannya kini melekat dalam kehidupan masyarakat urban. mengantar orang, makanan hingga barang. Namun di balik layar aplikasi ada cerita lain yang jarang terdengar. Kalau Goput enggak bisa dirubah, Kak. Setahu saya yang bisa dirubah layanan goret doang. Ini pembayarannya apa ya? Iya, saya paling ngikutin aplikasi aja, Kak. Tapi kalau mau alamat yang sesuai ya share WA aja, Kak. Coba ya minta nomor WA-nya. Ya udah dichatting aja ya. Iya. Oke. Mas siap. Iya siap. Oke. Ruri Riansyah adalah seorang mitra Gojek dari tahun 2017. Ia sudah aktif sekitar 8 tahun untuk mengambil pesanan. [Musik] Berbeda dengan Ruri, Rombiatun banyak bercerita tentang perjuangan dan pengalamannya sebagai pengemudi Oja perempuan. Bahkan Rombiatun sudah memulai kesibukannya saat anggota keluarga di rumah masih terlelap dini hari. Ia bangun lebih awal, memasak untuk keluarganya, berjalan ke warung, membeli kebutuhan dapur, menyiapkan bekal untuk anaknya, lalu menunaikan salat subuh. Semua itu dilakukan sebelum akhirnya ia mengenakan jaket mitra, memasang helm, dan membuka aplikasi. Aktivitas yang nyaris tak berhenti sejak fajar menyingsi. Di balik layar ponsel dan rute perjalanan yang dilalui hari demi hari, ada peran domestik yang terus berjalan. Selain Ruri dan Rombiatun, ada pengemudi lain bernama Lani yang datang dari perantauan untuk mengais rezeki di kota metropolitan ini. Dari balik kontrakan sederhana, Lani menjalani hari-harinya sebagai mitra Ojol dengan satu tujuan, yaitu memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan sekedar mencari nafkah, tetapi memastikan istri dan empat anaknya di kampung tetap bisa sekolah dan tumbuh layak. Dari kontrakan sederhana inilah perjuangan itu dimulai pagi demi pagi. Itu sistem juga kadang-kadang kalau di bawah 10 jam juga suka diepin besoknya, Kak. Jadi kayak sistemnya mitra, tapi aturan kayak aturan kerja. Jadi kita kalau online di bawah 10 jam itu besoknya atau di hari kemudian yang sama misalnya minggu ke depan di hari Rabu yang sama suka dianyepin kalau kita di bawah 10 jam. Istilah dianyepin mencerminkan pengalaman yang dirasakan oleh para mitra yang tidak mendapatkan pesanan dalam waktu lama. Meskipun aplikasi aktif dan mereka sudah memenuhi persyaratan yang berlaku. Fenomena ini lantas menimbulkan pertanyaan. Apakah distribusi pesanan benar-benar dilakukan secara adil dan merata? Bagi sebagian mitra ini bukan lagi sekedar dugaan. Mereka menghadapi situasi serupa secara berulang tanpa penjelasan dan tanpa transparansi. Belakangan ini sih selalu di bawah 10 karena cuaca, Kak. Pertama jemputnya jauh-jauh sering dicancelin saya. Kalau hujan ini kan order ngebles. Kemarin juga saya coba on, ternyata jemputnya di Ratu Jaya. Itu jarak dari sini ke Ratu Jaya itu ada tiga kiloan ada. Customernya enggak mau nunggu di-cancel. Kemarin aja pas malam Jumat dapat ke stasiun Bogor. Posisi di perjalanan juga hujan terus-terusan. Nyampai sono juga tengah malam masih hujan juga. Kemarin itu tagihan di aplikasi kan kena 118. Ngelihat kilometer itu kisaran 44, sekian lah, hampir 45 km. Itu begitu tagihan di penumpang kena [Musik] 151500. Di akun di driver cuman 11800. Karena kan kadang-kadang aduh enggak sesuai amat. Jarak segini lumayan jauh tapi potongan segini lagi kan apa ee uang saku anak kan minim-minim kan cari kan cepek uang saku bertiga. Terus kalau belanja gitu kan minim-minim 50 ke atas. Itu benar-benar pengeluaran harian itu di atas 150 lebih. Kalau sekarang ini sih paling ya 150 200 udah bawa pulang, Kak. Bersih itu. Tapi ya udah dipotong bensin. Enggak, enggak tiap hari. Kadang-kadang kalau lagi sulit paling 100 bersih-bersihnya. Kalau lagi ramai bisa 300, 400. Tergantung lokasi sih, Kak. Kalau ini kan ibaratnya berat sebel lah. Pokoknya kalau emang potongan 20% ya udah 20%. Kayak begitu aja sih, Kak. Pukul rata. Bentuk eksploitasi lain yang mereka rasakan sebagai mitra adalah munculnya sistem slot. Dalam aplikasi ojek online. Sistem ini dikenal sebagai zonasi pembatasan area kerja yang mengatur di mana pengemudi boleh menerima pesanan. Artinya seorang mitra hanya dapat mengambil orderan di area yang telah ditentukan oleh sistem. Yang argo pengantaran jarak dekat R5.000 kayak R5.000 gitu kan customer bayarnya tetap normal. Enggak ongkos kirim misalnya Rp15.000 ya Rp15.000 ongkos kirimnya doang tetap tapi masuknya di driver R5.000. Jadi kalau misalnya ada argo argo orderan argo jarak pendek nih misalnya put di bawah 3 kilo masuknya ke slot jadi argo hemat masuknya ke slot. Jadi setiap hari tuh Gojek bikin slot misalnya 50 atau 100 kuota nih kalau ada yang mau masuk di jam-jam sekian misalnya jam .00 siang sampai jam 09.00 malam kalau ada hargo 3 kilo itu masuknya ke driver yang ikut layanan itu cuma Rp5.000. Tapi customer mah tetap bayarnya normal. Mereka ngikut itu karena dibikin anyep, Kang. Frustasi. Kalau dapat orderan gabungan aja kan paling cuman R.000, Rp8.000 tergantung dari jarak pengantarannya. Kadang bisa masuk langsung dobel dua pengantaran, kadang-kadang satu dulu terus nimpak lagi satu gitu. Kalau untuk food ya, kalau untuk penumpang atau paket beda-beda lagi layanan. Kalau emang gabungan harusnya mah 1 + 1 berarti dua ini mah argo ke-10 harusnya makan 20 nerimanya. Kalau masuk lagi orderan apa gabungan ini cuman masuk 15 14. Jadi tergantung kebiasaan. Kebiasaan driver bawa argo berapa. Biasa bawa Rp10.000 ya Rp10.000 biasa di atas Rp50.000 ya Rp50.000 Ibu kayaknya sih bikin dibikin jebakan juga sama si server ibaratnya mau terus-terusan diikan pasti juga nanti juga kejebak sendiri gitu kan si driver mau gabung juga kan ujung-ujungnya kalau selalu enggak dikasih orderan sih gitu kalau emang bisa dihilangin hilangin tuh slot reguler kalau di daerah situ ada yang ngorder di bawah 10 kilo walaupun saya di depan mata saya enggak akan dikasih peluangnya tipis selama ada driver yang biasa bawa argo di bawah 10 kil begitu juga sebaliknya tiba Tiba-tiba di di daerah itu ada di atas 10 kilo walaupun ada driver di depan mata dia. Pasti peluang yang dikasih saya algoritma itu namanya. Kak gagu tuh kita udah standby gitu kan. Udah standby dari pagi terus sampai sore gitu kan. Itu paling-paling itu tuh paling iya seharian enggak udah apa-apa tuh nyesek banget kalau kita udah ngubulang nih udah nyoba keliling-keliling akhirnya enggak dapat ya mau enggak mau pulang sih mereka telah mencoba berbagai cara mengatur jam kerja berpindah lokasi hingga mengikuti semua arahan sistem namun hasilnya tetap sama notifikasi kunjung masuk dan pendapatan perlahan rusak. Bahkan puluhan ini bukan hanya disuarakan melalui aksi demonstrasi, melainkan mereka juga memberikan ulasan pada aplikasi mitra dari balik layar konser. Tertulis jelas tarif yang tidak adil, potongan biaya aplikasi yang besar, orderan yang datang tak sesuai harapan atau bahkan tak kunjung mendapat pesanan. [Musik] Bagai ulasan itu menggambarkan keresahan yang meluas, tetapi tak kunjung mendapat respons. Sebuah pola yang mengindikasikan lebih dari sekedar gangguan teknis, tetapi potensi masalah sistemik yang menekan para mitra di garis depan. Di balik perjuangan para mitra, ada banyak ketidakpastian. E kalau Gojek perempuan itu rawan cancel. Jatuhnya korban cancel kitanya. Jadi ee banyak customer ee cowok itu kalau udah tahu di aplikasi drivennya cewek itu rata-rata langsung main cancel. Sebagai mitra perempuan, ia harus menghadapi tindakan diskriminasi yang seringkiali terjadi. Tak jarang ia diragukan hanya karena satu hal, dia perempuan. Keselamatan dan kenyamanan driver perempuan yang masih jauh dari kata aman. Beberapa perusahaan platform aplikasi memang mengklaim memiliki inisiatif seperti zona aman. Tempat driver perempuan bisa istirahat dan menunggu order dengan lebih nyaman terutama saat malam hari. Namun sayangnya upaya ini hanya menyentuh permukaan. Algoritma aplikasi jantung dari seluruh operasional masih bersifat general dan akibatnya mereka sering menjadi korban cancel sepihak oleh penumpang. Atau lebih buruk lagi pelecehan saat bekerja karena cewek ya. Kalau cewek itu riskan kalau pas malam terus dapat penumpang cowok yang tahu sendiri kan kalau penumpang cowok tuh ada yang rada pegangan gitu. Emang sistemnya kayak sistem orang kerja kayak karyawan. Oh. Padahal statusnya cuman mitra. Dalam sistem kemitraan ini mereka bekerja tanpa status ketenagakerjaan yang jelas. Segala risiko ditanggung sendiri, namun minim perlindungan yang menyertai. Susah sih ngelawan sistem ya. Pokoknya dari jam-jam sibuk aja kan kerasa kalau emang kita enggak gabung slot. Karena kan selalu diprioritasin yang udah gabung slot yang dikasih orderan tuh sama akun tersebut tuh. Yang enggak gabung slot ya udah jadi penonton. Entar kalau emang dapat orderannya kalau ada orderan yang di luar area slot barulah masuk ke akun yang enggak gabung slot. Sebenarnya kalau untuk masalah level atau masalah peringkat di akun semenjak adanya slot udah enggak ngaruh, enggak berpengaruh lagi. Karena sekarang yang udah diprioritasin sama si aplikator server gitu yang udah gabung slot baru dia prioritasin kasih orderan. Kalau yang enggak gabung sama slot ya udah dikasih sisa-sisa aja yang nunggu di area di luar area slot ya tergiur pendapatan. Enggak. Dulu kan ngojek enak, seminggu bisa Rp3 juta, Rp3 juta. Cuman makin ke sini ya argonya juga makin turun. Pengembang aplikasi dari salah satu platform turut memberikan penjelasan terkait sistem kerja aplikasi. Jadi untuk setiap rute dia kan ada kayak semacam ee apa kecepatannya misalnya di jalanan ini tuh kecepatannya lagi segini lagi macet apa enggak. Nah, kita juga faktor ee apa namanya? Ee waktu dalam ee pengambilan rute kan. Nah, jadi kita misalnya ini ada satu customer yang order, ada 10 driver di sekitar. Nah, kita eh untuk setiap driver itu ke customer itu kita cek nih jaraknya berapa, jarak dan juga waktunya. Jadi, kita ngasih rute yang terbaik ke user e untuk eh lama penjemputannya. Jadi semakin cepat kita pilih driver itu untuk jadi yang yang menjemput e ininya customernya gitu. Berdasarkan alasan algoritma yang disampaikan oleh perusahaan aplikasi bahwa satu titik yang di situ banyak ee pengemudi berkumpul belum tentu akan mendapatkan ee orderan masuk ke situ. Nah, terkadang orderan masuk itu yang didapatkan oleh ee pengemudi atau driver yang jaraknya jauh bisa 1 km atau bahkan melebihi 1 km. Permisi. Iya, Kak. Mau nitip makanan, Kak? Buat siapa? Buat Pak Rifki. Nanti OB-nya yang ambil. Lantai berapa? Lantai 5. Nah, ini kan akan memakan biaya operasional bagi pengemudi yang jaraknya jauh. namun harus menjemput kepada titik yang bisa mencapai 1 km. Nah, ini yang yang menjadi kendala dari teman-teman ee pengemudi ojek online kenapa algoritma itu tidak diatur oleh sistemnya dari perusahaan aplikasi ini bahwa ada satu titik pemesanan diatur maksimal mungkin 50 m atau 100 m dari ee lokasi si pemesan agar tidak terlalu jauh. [Musik] Terima lapar ya. Oh, dikit aja ya. Ya, Kak. Kalau dulu ya, kalau dulu sih awal-awal ya, awal-awal mungkin kalau bicara bersihnya mungkin dulu bersih-bersih 400 bisalah bersih Kak. Kalau dulu sering malah sering begitu, Mang. Kalau sekarang jujur aja nyari 100, 200 aja agak sulit kalau enggak maksain. Kalau kita enggak buang tenaga, enggak buang bahan bakar, agak susah orderan. Karena Gojek itu sistemnya jemput bola. Dia enggak bisa ditunggu. rada sesek juga misalnya pulang ke bawah duit otomatis kan uang tabungan buat buat ngambil uang tabungan buat harian apalagi kan apa ee uang sako anak kan minim-minim kan cari kan cepek uang saku buat tiga terus kalau belanja gitu kan minim-minim 50 ke atas itu benar-benar pengeluaran harian itu di atas 150 lebih dapat 200 bersih-bersih paling kisaran harus untuk ngasih keluarga ya tetap harus karena kan itu udah kewajiban saya buat anak istri baratnya apa ada sisa 100 sudah saya kirim semua 100 kalau masalah besok ya udah lihat besok yang penting bensin masih aman terus ada dia e poinnya itu enggak kayak poin sekarang gitu kan akumulasi dalam 1 bulan itu apa namanya tutup poin gitu kalau tutup poin itu dapat bonusnya tuh bisa bonusnya aja bisa 150 ke atas sedangkan istri di kampung. Jadi kan dapur pisah-pisah gitu, jadi harus ada benar-benar ada masukan lagi penghasilan lain gitu. Sampingan lah taruh sampingan ya. Hujan deras, jarak puluhan kilometer, dan waktu tempuh yang tak sebentar. Namun bagi Lani, tantangan itu bukan satu-satunya beban. Yang lebih membingungkan justru muncul setelah perjalanan selesai. Ketika nominal di aplikasi penumpang dan akun pengemudi tidak menunjukkan angka yang sama, tidak terlepas dari ketidaktransparan aplikasi, Lani juga mungkin tentang sistem slot yang merugikan para mitra. Beda beda restoran, beda orderan semuanya 12.000 totalnya. Iya, segini aja. Buset berarti satunya berapa tuh, Pak? [Musik] Selain persoalan teknis dalam aplikasi, para pengemudi juga harus berhadapan dengan masalah struktural yang lebih besar. Soal potongan biaya dan regulasi yang terus berubah. Mengacu pada CNBC Indonesia, potongan biaya aplikasi ojek daring awalnya ditetapkan sebesar 10% pada tahun 2018. Kemudian persentase ini meningkat pada 2019 dan terus naik hingga tahun 2025 mencapai 30%. Adilah namanya mitra kan saling menguntungkan. Kalau ini kan ibaratnya berat sebelah. Keluh kesah itu selalu dirasakan oleh banyak pengemudi ojek daring yang disebut mitra oleh aplikasi penyedia layanan ojek dan pengantaran makanan atau barang. Terminologi mitra ini datang dari sistem bisnis yang mengaktifkan konsep gig ekonomi di mana kelompok pekerja tidak memiliki kepastian ekonomi dan hak tenaga kerja yang memadai. Seperti halnya hubungan kemitraan antara pengemudi dengan pihak aplikasi yang memegang sistem bagi hasil. Pengemudi menyiapkan kendaraan pribadi sementara perusahaan menyediakan platform sebagai perantara yang menghubungkan pengemudi dengan pelanggan. Para pengemudi ini juga disebut mitra, bukan karyawan. Sehingga penghasilan mereka tidak tetap. Mereka bergantung pada sistem aplikasi yang sepenuhnya ditentukan oleh algoritma. Sistem ini memang memberikan fleksibilitas, namun tidak terlepas dari potensi eksploitasi, terutama terkait ketidaktransparanan dalam pembagian tarif dan distribusi pesanan. Kalau mengenai kemitraan ini pandangan dari asosiasi bahwa antara perusahaan aplikasi dengan para pengemudinya ini adalah B2B, bisnis to bisnis. Jadi yang satu adalah usaha perusahaan aplikasi teknologi. Yang satu adalah ee si mitra si driver ini adalah pengusaha ee mikro yang dia memiliki sepeda motor sendiri dan memiliki ee alat device atau alat ee untuk mencari ee order sendiri. namun memang bekerja sama dengan perusahaan aplik perusahaan aplikasi untuk ee menjalankan aplikasinya mencarikan order. Jadi ini bukan kami ini pengemudi wajah online ini bukan tenaga kerja karena kami adalah para pengusaha juga namun bergerak pada bidang mikro gitu karena kami yang menyediakan semua dan kami tidak diupah tidak digaji tanpa pengawasan ketat dari otoritas dan dengan jutaan orang yang kini menggantungkan hidupnya pada aplikasi ketergantungan ini pun menciptakan relasi yang timpa di mana sistem digital mengatur banyak hal sementara posisi mitra semakin lemah untuk memperjuangkan haknya. kind of like the general rule that we followed is you know like where there are there would be existing users meaning near schools um train stations um churches um or near the airport and um the malls uh that was my consideration in terms of um uh picking um the routes so a mix of residential and some commercial Kalau dulu yang namanya dulu perusahaan kan jual ini Kak nyari customer mereka bakar duit jadi berani ngasih jaminan argo gede. Istilah bakar duit merujuk pada strategi promosi awal yang digunakan oleh perusahaan teknologi transportasi untuk menarik pelanggan dan mitra pengemudi termasuk memberikan insentif dan tarif tinggi. Namun dalam laporannya, jurnalis Filipina ini mengungkap bahwa meskipun perusahaan aplikasi melakukan ekspansi besar-besaran, banyak yang belum mencatatkan keuntungan dan akhirnya berdampak pada skema pembagian tarif serta pengurangan insentif bagi parameter. In the worker story, if you look at the finances also I also got the financial statements of grab, so they're actually not profiting. Sampai sekarang juga aplikasi yang mereka gunakan tidak ada pengawasan tapi sudah terlanjur begitu banyaknya ee driver ini yang mengatungkan hidup pada ee ee bisnis ojek gitu ya. [Musik] Bersama tujuh rekan lain, saya melakukan pengumpulan data selama 2 minggu. Kami memesan layanan pengantaran orang dengan motor dan mobil serta makanan untuk mendapatkan sampling perbandingan tarif yang dibayarkan oleh pemesan dengan pendapatan bersih mitra. Selain itu, saya juga mengumpulkan data dari 20 ojek daring dengan perolehan 774 rute pengantaran pesanan. Dari hasil pengolahan sampling data dengan total 34 transaksi Gojek dan 40 transaksi Grab, ditemukan 12 transaksi Gorite lebih dari 15% potongan aplikasi dengan persentase tertinggi mencapai 37%. Kemudian hanya satu pemesanan GoFood yang potongan aplikasinya di bawah 15%. Sampling data menunjukkan potongan tertinggi layanan GoFood mencapai 51%. Du orderan 14400. Ini nih dua orderan ya. Iya. Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor KP67 tahun 2022 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi menetapkan tarif layanan dalam beberapa zonasi. Untuk zonasi Jabo Detetabek sendiri diberlakukan biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.550 per km. Biaya jasa batas atas sebesar Rp2.800 per km dan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa 4 km per yaitu Rp10.200 sampai dengan Rp11.200. Sejak 4 bulan lalu saya telah menghubungi pemerintah untuk meminta keterangan terkait permasalahan ini. Namun saya selalu mendapat penolakan dengan alasan mereka tengah menyusun regulasi untuk para ojol. Faktanya sampai video ini dipublikasikan, belum ada regulasi baru yang diterbitkan untuk menegakkan keadilan bagi mitra ojek daring. Keluhan ini terus dirasakan para mitra. Mereka merasa terjebak dalam berbagai kebijakan yang dibuat oleh sistem [Musik] aplikasi. Saya juga menghubungi salah satu perusahaan aplikator melalui email untuk meminta data skema pentarifan ojol, namun tidak kunjung mendapat balasan dari perusahaan tersebut. Dengan total perjalanan 126 km, Ruri hanya membawa pulang Rp191.400. Sementara itu, Rombiatun menempuh perjalanan 80 km dan mendapatkan Rp105.000. Di sisi lain, Lani memperoleh Rp146.700 dengan total perjalanan 75 km. Kondisi ini menyoroti minimnya transparansi dalam sistem perhitungan tarif pada aplikasi. So I think there's like um their position is really like in the negative because this is because they have to invest a lot at the start. So meaning um the drivers and their the riders with Grab during their first year they would get a lot of incentive. So this is a way for Grab to entice more workers to work with them. So that's why over the years they would do um deductions. Sesampainya dikontrakan Lani langsung mengabari sang istri di kampung. Hampir seluruh pendapatan setiap hari ia kirimkan kepada keluarganya. Sisanya ia sisihkan untuk kembali membeli bensin sembari berjuang di jalanan. Begitulah hari-harinya memastikan keluarga di kampung tetap bisa makan walau kadang ia sendiri harus menahan lapar. Penghasilan para mitra memang tak selalu pasti. Mereka bergantung pada jumlah order, jarak tempuh, dan kebijakan tarif dari aplikasi. Sementara dalam laman resmi perusahaan terkait hanya tertulis mengenai biaya tambahan sebesar 3.000 untuk jam-jam sibuk seperti pukul 6.00 sampai dengan 9.00 pagi dan pukul .00 sore sampai dengan 8.00 malam. Sebanyak 46 dari 63 sampling. Perbandingan tarif dari perolehan data yang kami kumpulkan menunjukkan biaya potongan aplikasi melebihi 15% dari kebijakan yang diatur oleh pemerintah. Hasil ini diterima dengan membandingkan layar aplikasi pemesan dan pengemudi. Dalam aplikasi pemesan terdapat rincian biaya yang terdiri dari biaya tarif dan platform fee atau biaya jasa aplikasi. Artinya ketika pemesan membayar, harga tersebut seharusnya sudah meliputi biaya jasa aplikasi. Meskipun demikian, masih terdapat selisih dari harga yang dibayarkan pemesan dengan pendapatan yang diterima oleh pengemudi dan ini tidak dituliskan secara transparan oleh aplikator seperti yang terjadi dalam sampling data berikut. pemerintah harus berkeadilan. Berkeadilan dan menjalankan ee fungsi dari ee keadilan tersebut. Bahwa kami juga sebagai warga negara yang kami membayar pajak baik pajak kendaraan bermotor kami juga dari pendapatan kami itu ada dipotong oleh perusahaan aplikasi dimasukkan ke dalam pajak penghasilan. Artinya di sini pemerintah harus melindungi pengemudi ojek online di manapun dari platform apapun. Kami telah menghubungi salah satu perusahaan aplikator melalui email untuk meminta data skema pentarifan ojol. Namun tidak kunjung mendapat balasan dari perusahaan tersebut. Dari cerita Ruri, Rombiatun, dan juga Lani, rasanya patut kita pertanyakan. Apakah penyedia aplikasi menolong atau justru menodong para mitra?
Resume
Categories