Transcript
ECdUGV0bpO4 • 19 Juta Lapangan Kerja? Yang Bener Aja!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0291_ECdUGV0bpO4.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Bapak, Ibu yang saya hormati, teman-teman, sesama anak muda. Lalu apa agenda ke depan? Kita akan lanjutkan hilirisasi. Bukan hanya hilirisasi tambang saja, tapi juga hilirisasi pertanian, hilirisasi perikanan, hilirisasi digital, dan lain-lain. Kita lanjutkan juga pemerataan pembangunan yang tidak lagi Jawa sentris. Kita genjot terus ekonomi kreatif dan juga UMKM. Kita punya 64 juta UMKM yang menyumbangkan 61% untuk PDP kita. Jika empat langkah tadi bisa kita penuhi, insyaallah akan terbuka 19 juta lapangan pekerjaan. Ya, angka 19 juta ini pertama kali muncul dalam debat Cawapres Desember 2024. 19 juta itu setara dengan gabungan seluruh penduduk Jakarta, Surabaya, dan Kabupaten Bogor. Kamu yang hari ini masih nganggur atau kamu calon-calon pengangguran jangan buru-buru senang dulu. Saya akan kasih empat alasan yang mungkin pahit bahwa 19.8 pekerjaan itu cuma janji kosong belaka. Alasan pertama, angka ini hanya klaim untuk kebutuhan kampanye. 19 juta lapangan kerja terdengar luar biasa, tapi justru karena besar angka ini harus ditanya. Dari mana asalnya, bagaimana mewujudkannya? Apa sektor prioritasnya? Hingga pertanyaan dari mana anggarannya. Sayangnya jawaban dari semua pertanyaan itu sulit didapat. Sebab angka ini tidak didukung riset dan tentu saja tidak ditemukan roadmap atau peta jalannya. Untuk menciptakan 1 juta lapangan kerja saja dibutuhkan kombinasi antara pertumbuhan ekonomi, investasi skala besar, pelatihan tenaga kerja hingga kebijakan yang mendukung. Apalagi 19 juta lapangan pekerjaan. Alasan kedua, fakta di lapangan malah sebaliknya banyak PHK massal. Lucunya janji 19 juta lapangan kerja ini muncul di tengah gelombang PHK massal. Jumlah pekerja yang mengalami PHK sepanjang Januari hingga Desember 2024 sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan mencapai lebih kurang 80.000 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan total PHK sepanjang tahun 2023 sebanyak 60.000 orang. Cita-citanya tambah lapangan kerja, tapi kita dengan mudah menjumpai berita soal ribuan pekerja tekstil dan manufaktur di PHK. Sepanjang Januari hingga Desember 2024 terdapat 80.000 pekerja terkena PHK. Jumlahnya diyakini bakal bertambah lantaran industri manufaktur Kian Anjl. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang PHK terbesar. Pemutusan hubungan kerja terus berlanjut di tahun 2025. Data pemutusan hubungan kerja karyawan hingga Mei 2025 mencapai 24.000 orang. Perusahaan startup digital mengurangi jumlah karyawan hingga industri padat karya yang pindah ke negara lain. Jadi, alih-alih menambah lapangan kerja yang bertambah sesungguhnya adalah pengangguran. Alasan ketiga, rakyat didorong mencari kerja ke luar negeri. Kerja ke luar negeri mungkin terdengar biasa, tapi sebenarnya menyimpan pengakuan bahwa negara gagal menciptakan lapangan kerja yang cukup dan layak di dalam negeri. Belum lagi soal risiko. Kerja di luar negeri itu penuh risiko. Jadi korban kekerasan, korban perdagangan orang, dan seringki minim perlindungan dari negara. Tiap tahun jumlah pekerja migran Indonesia yang dikirim ke luar negeri terus bertambah. Artinya alih-alih mengurangi, pemerintah malah mengandalkan ekspor tenaga kerja sebagai jalan keluar dari sempitnya lapangan kerja dalam negeri. Alasan yang keempat, yang ada cuma pekerja rentan dan informal. Kalaupun ada lapangan kerja baru, mayoritas adalah pekerjaan dengan karakter kontrak kerja pendek tanpa jaminan sosial, gaji rendah, hingga kerja aplikasi digital yang dibungkus manis lewat kata kemitraan. Jadi, jangan bayangkan kerja tetap, upah layak, apalagi jejang karir yang jelas. Yang ada kerja keras tapi tetap miskin. 19 juta lapangan kerja yang benar aja. [Musik] Jangan terbuai angka-angka bombastis. Sebab angka bisa diciptakan dan lahir dari janji manis kampanye. Paham? Paham? Paham. Pembukaan lapangan kerja bukan hasil ngegas di podium, tapi hasil dari perencanaan, riset hingga keberpihakan nyata pada rakyat. Kamu punya alasan lainnya? Silakan tulis di kolom komentar ya. Akan terbuka 19 juta lapangan pekerjaan. Saya nyari-nyari di mana ini jawabannya? Kok enggak ketemu jawabannya? [Musik]