Ingatan dari Timor : Kisah Timor Leste yang Tak Ditemukan di Buku Sejarah Indonesia
ydfbHFPnzuc • 2025-11-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Indonesia
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ini jawaban siapa yang
baik
daripada
saya Azizah Nov Amelia biasa dipanggil
Zizi adalah mahasiswa Universitas
Brawijaya jurusan hubungan internasional
dan sekarang sedang berada di semester
Ayook
[Musik]
adanya ketimpangan teknologi kalau misal
kita menghubungkan terkait relasi
hubungan antara negara ada negara.
Ketika dulu belajar sejarah, ada
beberapa memori yang saya ingat bahwa
Timor Leste melakukan gerakan
separatisme dari Indonesia dan itu emm
jadi satu memori yang masih melekat
gitu. Bayangan saya waktu kecil ya,
waktu belajar itu memisahkan diri itu
solidaritasnya kurang gitu. Padahal kan
kita persatuan Indonesia gitu ya. Jadi
di bayangan saya, oh sepertinya Timor
Leste ini memang ya enggak solid aja
gitu.
belum pernah.
Setelah masuk kuliah sedikit mendengar
bahwa ada beberapa teman yang bilang
juga kalau sempat ada operasi militer
kalau enggak salah dari TNI ke Timor
Leste. Tapi kemudian itu jadi hal yang
ya biasalah militer kan memang tugasnya
melakukan operasi seperti itu gitu. Dan
eh it's just insignificant for me. Dan
itu tidak eh operasi militer itu tidak
membangkitkan rasa untuk kemudian ingin
tahu gitu atau tidak membuat saya ingin
melihat sudut pandang yang lain.
Pertama kali aku tahu bahwa Indonesia e
Indonesia pernah ngajar itu aku baca
dari jurnal dari artikel yang ditulis
sama Fernandez gitu bukan Indonesia.
[Musik]
Nama saya Korea sekarang 24 tahun dan
kuliah di Universitas Nasional Timur
Loros
30 35 orang
ya. So first time I work as a t guide
for me it's like heavy thing to do
because every day you do talk about
tartterine sexual violence and amazing
yourself like being a political
prisoners back then like your body where
we were like borns using cigarettes and
everything like for me it's like a heavy
thing to
[Musik]
Imagina
imet
[Musik]
sejak era Orde Baru, informasi yang
beredar melalui buku sekolah maupun
lewat media massa didominasi dari sumber
pemerintah.
Akibatnya sebagian besar anak muda
Indonesia termasuk Azizah tak pernah
tahu bagaimana kelamnya sejarah hubungan
Indonesia dan Timor Leste.
Pada saat itu ketika research menemukan
jurnal, ada jurnal itu eh
Estimore War, how It ended gitu. Jadi,
oh ya oh ada war ya ternyata gitu. Eh
pernah saya dengar ada civil war gitu.
Oke, mungkin ini soal civil war-nya.
Tapi ternyata ketika saya baca em
kalimat pertama itu kalau enggak salah
Indonesia invaded asimore eh from for 24
years dari 1975 sampai eh 1999.
And then I was surprised. Oh, Indonesia.
Oh, mungkin ini operasi militer itu
enggak sih? Oh, tapi kok invasi ya gitu?
Kok invasi di sini tulisannya gitu.
[Musik]
Saya setelah membaca eh literatur itu,
saya merasa bahwa nobody ever told me as
an Indonesian young people sebagai
generasi Indonesia, enggak ada loh yang
ngasih tahu ini ke saya sebelumnya. Not
even textbooks, history textbook, not
even my teacher, not even anyone. Kalau
misal saya gak baca literatur ini, saya
enggak akan tahu gitu. Eh, dari situlah
saya sadar bahwa
oh ya, satu cerita itu mereka punya dua
sudut pandang yang berbeda gitu. Dan
mungkin selama ini saya terlalu terpapar
oleh sudut pandang Indonesia sebagai
anak muda Indonesia.
Hingga tahun 2000-an, kurikulum sekolah
Indonesia mengajarkan bahwa Timor Timur
berintegrasi ke dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia atau NKRI.
Adanya slogan NKRI harga mati membuat
belajar sejarah dari sudut pandang
berbeda makin sulit bahkan berisiko
dicap antasionalisme.
Saya membaca banyak lebih banyak versi
yang bukan dari sudut pandang Indonesia.
Kemudian saya merasa bahwa my country
has done a very terrible and horrible
thing to thisorous people. And even em
saya pun juga marah gitu ketika saya
membaca narasi dengan sudut pandang
berbeda ini ya sebagai generasi muda.
Kenapa? Why do you have to do all of
that?
Inilah ringkasan perjalanan sejarah
bangsa Timor Leste yang tak pernah
diajarkan sekolah-sekolah di Indonesia.
Sejak tahun 1520, Portugal menjajah
Timor Timur yang saat itu diberi nama
Timor Portugis.
Tahun 1800-an,
Portugal kerap bentrok dengan Belanda.
Konflik diselesaikan melalui perjanjian
Lisbon, 20 April 1859.
[Musik]
Terjadi pembagian kekuasaan. Pulau Timur
bagian timur dikuasai Portugal. dan
Timur Barat menjadi wilayah koloni
Belanda.
Perubahan datang dengan pecahnya
revolusi bunga di Portugal 25 April
1974.
Di Timur perkumpulan politik mengambil
peran.
Ada Fretilin yang berideologi kiri dan
pro kemerdekaan.
UDT yang awalnya mendukung federasi
dengan Portugal kemudian mendukung
kemerdekaan.
Ada juga Apodeti yang menginginkan
integrasi dengan Indonesia.
11 Agustus 1975,
UDT melancarkan kudeta bersenjata
terhadap pemerintahan yang secara de
facto didominasi oleh Fretilin.
Manuver ini dilakukan karena kecurigaan
adanya beberapa komandan polisi dan
militer Portugis berhaluan komunis yang
diduga akan mendukung Fretilin.
[Musik]
Fretilin melakukan perlawanan. Perang
sipil berlangsung 1 bulan. menewaskan
hingga 3.000 jiwa. Jwai
[Musik]
untuk mendapatkan pengakuan
internasional, Fretilin memproklamirkan
kemerdekaan Timur Leste pada 28 November
1975.
[Musik]
2 hari setelah proklamasi, empat partai
politik yaitu UDT, apodeti, Kota, dan
Trabalista di bawah tekanan tentara
Indonesia mengeluarkan deklarasi
tandingan bernama Deklarasi Balibo.
Deklarasi Balibo menyatakan bahwa Timur
Portugis akan diintegrasikan ke dalam
Indonesia.
Istilah yang dipakai adalah merdeka
lewat integrasi ke dalam NKRI.
Deklarasi ini kemudian menjadi
legitimasi militer Indonesia untuk masuk
ke Timor Timur.
[Musik]
7 Desember 1975,
ABRI melakukan invasi ke Timor Timur
melalui operasi Seroja.
Operasi Seroja adalah operasi militer
terbesar yang pernah dilakukan ABRI
melibatkan unsur angkatan darat, laut,
dan udara.
Tak kurang dari 10.000 pasukan ABRI
menduduki Dili.
20.000 pasukan lainnya dikerahkan ke
seluruh Timor Timur.
[Musik]
Untuk menunjukkan bahwa integrasi
bukanlah hasil operasi militer, 17
Desember 1975,
pemerintah Indonesia mendukung
pembentukan pemerintah sementara Timor
Timur atau PSTT.
Mei 1976, pertemuan PSTT mengeluarkan
permohonan integrasi kepada Indonesia.
Melalui TAP MPR nomor 6 tahun 1978,
Indonesia mengukuhkan integrasi Timor
Timur ke dalam NKRI dan dicatat sebagai
Provinsi ke-27.
PBB tak pernah mengakui proses ini
sebagai tindakan penentuan nasib
sendiri.
[Musik]
Desember 1975
dan April 1976,
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi
yang mengutuk invasi dan menyerukan
penarikan militer Indonesia tanpa
syarat.
Tahun 1998,
rezim Soeharto menghadapi tuntutan
demokratisasi.
Saya memutuskan
untuk menyatakan berhenti.
Puncaknya adalah 21 Mei 1998.
Presiden Soeharto mundur. Wakilnya BJ
Habibi naik menggantikan Soeharto.
Banyak kalangan meyakini bahwa reformasi
politik di Indonesia akan berdampak
terhadap nasib Timor Timur.
30 Agustus 1999
diadakan referendum untuk memutuskan
apakah Timor Timur tetap jadi bagian
dari Indonesia sebagai daerah otonomi
khusus atau pisah dari Indonesia.
Hasilnya lebih dari 78% suara menolak
opsi otonomi khusus.
Artinya rakyat Timor Timur memilih
merdeka dan memisahkan diri dari
Indonesia.
20 Mei 2002, PBB mengakui Republik
Demokratik Timor Leste sebagai negara
merdeka dan berdaulat.
[Musik]
Ini adalah Ponte BJ Habibi, artinya
jembatan BJ Habibi.
Nama Presiden ketiga Indonesia dipakai
sebagai tanda terima kasih rakyat Timor
Leste atas perannya dalam proses
referendum di tahun 1999.
Jembatan Habibi ini diresmikan oleh
Presiden Timor Leste Ramos Horta pada 29
Agustus 2019.
[Musik]
Kalau belum nonton video wilayah yang
bakal tak datangin kamu bisa klik link
di kanan atas.
Sekarang yang sedang saya persiapkan
skripsinya adalah terkait rekonsiliasi.
Karena rekonsiliasi menjadi hal yang
menarik em menarik ya it's my personal
interest gitu. bagaimana dua kelompok
yang bertikai mereka bisa membangun
hubungan kembali. Tapi kemudian ee
rekonsiliasi ini sangat gitu to ya,
government ke government gitu. Sedangkan
eh personally I'm not into
that kind of e terlalu tertarik eh soal
hubungan elit politik negara A dan
negara B gitu misalnya. And I'm to saya
lebih suka people to people atau level
komunitas. Apa
aja yang udah kamu siapin sih sebelum
berangkat?
Pengetahuan dan terkait Timor Leste.
Habis seleksi itu keterima otomatis
langsung research dong soal Timorless
negaranya seperti apa gitu kan. Dan
akhirnya baca-baca di konten YouTube,
TikTok, e Google itu em Timorlessnya
belum jadi negara yang ideal gitu ya.
belum dia masih struggling gitu sebagai
negara baru dan ya terutama
diskursus-diskursus antara pemuda Timor
Lese dan Indonesia gitu banyak pemuda
Indonesia bilang atau komen TikTok yang
bilang nyesal ya Timor Lese keluar dari
Indonesia gitu sekarang dia gimana
negaranya miskin kan gitu coba dulu
enggak keluar dari Indonesia nah itu
kemudian bikin saya oh ini sesuatu yang
menarik ya gitu
jadi ini paspor pertamamu
iya saya waktu Dapat ini gemeteran
enggak? Lebay ya kayak wah ini passport
nih beneran nih. Gitu.
[Musik]
Kylie adalah
lebih dari teman ya. Sekarang dia sudah
menjadi sahabat saya gitu padahal saya
belum 1 bulan di sini. Dia orang yang
sangat membantu dan mendukung saya di
dalam enggak hanya proses saya mencari
data untuk skripsi, tapi juga proses
saya untuk memahami sejarah negaranya
gitu.
Tempat mereka bertemu ini adalah Antigo
Komarka Balide atau bekas penjara
Balide.
Tempat ini kini dijadikan sebagai kantor
dan museum yang dikelola oleh Sent
atau CNC.
CNC adalah lembaga yang didirikan untuk
melanjutkan tugas dua komisi terdahulu,
yaitu Komisi Penerimaan Kebenaran dan
Rekonsiliasi Timor Leste serta Komisi
Kebenaran dan Persahabatan Timor Leste
Indonesia.
Ini adalah tempat yang mungkin dari
perspektif sejarah konflik di Timor
Leste adalah tempat yang paling
bersejarah. Jadi gedung ini namanya
Antigo Komarka Balidi atau ee bekas
penjara di Balidi. Nah, gedung ini
dibangun tahun 1959
kemudian mulai dipakai tahun 1964.
Awalnya ini menjadi tempat e penahanan
dan penjara untuk para disertir dari eh
koloni-koloni Portugis di Afrika maupun
dari Portugal sendiri. Jadi mereka yang
memberontak terhadap rezim kemudian di
ee buang ke sini ke timur kemudian
dipenjara di sini
mulai bulan Agustus tahun 5 ketika mulai
terjadinya perang saudara. Sejak itu
bisa dikatakan bahwa tempat ini menjadi
penjara khusus untuk tahanan politik.
Bulan Januari itu mulai tercatat Januari
'6 itu Tentara Nasional Indonesia ketika
itu di operasi Seroja mulai menahan ee
para pemimpin
atau juga termasuk UDT yang belum mereka
ee klarifikasi ini kemudian ditahan di
sini.
fokus kita selain melaksanakan mandat
utama yaitu bagaimana merawat ingatan
masa lalu sehingga salah satu
implementasinya adalah kita kembangkan
tempat ini juga menjadi museum.
Sebagai museum tempat ini banyak
mendapat kunjungan.
Seperti Jiji sudah tahu tentang sejarah
Timor Leste, kalau invasi Indonesianya
itu pada tanggal 7 Desember 1975.
Elifania atau yang biasa dipanggil I
adalah salah satu yang bertugas
mendampingi para pengunjung.cept But
accept this part the dark souls here the
one that still original one that we can
still see the graphities and sometimes
also we can still smelt everything and
of course we can still see the the blood
and everything so I think we need to
came and see something here
if you came here every day is a ttering
day where your body were cuttings your
body were burning using cigarette and
then the tennies also took out your
finger nails and tunils and everything
and then at the end of the day they will
force you to enter here
and imagine this is actually full of the
sanitation water where your bodies and
everything like the bacteria and
everything
hygien
nah dan itu bisa apa
infection
infection juga sangat welcomat welcome
untuk ini begini begini begini dan dia
ketika menjelaskan eh korban-korban yang
dulu di penjara misalnya karena dia kan
Turgadi, Shega ya dan juga misalnya
historical side yang pasti historical
side itu akan berhubungan dengan
penyiksaan, pembunuhan, pemerkosaan itu
ya dia menceritakan itu dengan
apa ya dengan
ekspresi yang memang ingin memberi
pengetahuan gitu. bukan dengan emosi
atau mungkin ee rasa sakit yang
diturunkan. Meskipun saya yakin ada
trauma yang diturunkan itu gitu, tapi ya
memang seakan-akan Kak El ingin
memberitahu saya pengetahuan as if e she
is my teacher, she is my tutor gitu.
tidak ada e emosi-emosi personal
[Musik]
cameras. Come on. Come on. Come
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
vote
[Musik]
with 25.
Jadi eh tahun 99 eh setelah pengumuman
hasil jajak pendapat ee sebagian tahanan
kemudian dilepas saja tapi kemudian ee
penjara ini dibakar jadi dihancurkan
termasuk juga sebagian besar
infrastruktur di kota Dili. yang
termasuk penjara ini dibakar.
[Musik]
Kemudian pada tahun
1 ee ini gedung direhabilitasi. Nah,
ketika merehabilitasi ini memang dari
awal dipikirkan untuk tetap menjaga
keaslian dari ee penjara ini sehingga ee
bisa kita lihat beberapa sel ee masih
seperti ee kondisi semula. Kalau di
sel-sel yang lain kalau ada beberapa
tulisan dari para tahanan politik yang
di sini itu tetap kita rawat.
[Musik]
This is actually
one of the dark souls that we can see
the blood the dry blood.
So so this is actually the doors during
Portuguese time and until Indonesian
invasion. So 35 people inside.
There's a reason why it's called dark
cells. Ada alasan kenapa dia dipanggil
sel gelap. Karena memang ketika itu
ditutup sangat gelap sekali.
Saya berdiri di situ untuk beberapa
saat. Takut, of course saya merasa
takut, tapi saya merasa saya harus
merasakan pengalaman ini untuk kemudian
meng apa ya? untuk kemudian merasakan
bagaimana mereka yang di situ.
So the condition is like
emptiness
di mana kita hanya mendengar
jeritan-jeritan
menangis tangisang. Amazing you been
rape and then youve been enter in the
dark souls
amazing your own doctors that the tenes
used to torin and everything.
Imagine when the food is coming and no
one see it see the uh for me also every
day when you meet a new people you also
learn a new people you also transfer the
emotion and knowledge and everything
it's not like serving the history itself
found out that it's not only men that
fight for independence but also human
and children. The way that theyve been
suffering, ttering, the way that they're
starving and most of them were born from
sexual violence. It's really hurting
when you serve the history especially to
the youth. Mate bele mate husik timor
husik timur maka haul husik like I can
suffering a lot everything but to left
is timor I never left.
Like untuk merelakan Timor Leste saya
tidak akan tapi mati saya boleh mati
tapi untuk merelakan Timor Leste saya
tidak akan.
This room is so full of
spirits.
Independent spirits. Like you just want
to be free and
merdeka.
I don't know. I
on behalf of my country, I'm so sorry.
I'm so sorry.
Sorry
untuk bisa menjadi sedekat ini antara
saya dan Kelly. Enggak bisa aja
tiba-tiba saya ketemu orang. Kelly kan
dulu stranger ya. Saya juga stranger
banyak ketemu orang terus kita em cocok
aja dan ya udah kita main. Tapi ada hal
lain yakni saya sebagai pemudi yang
dulunya negara saya melakukan kesalahan
sebesar itu, ada kesadaran untuk
kemudian belajar sejarah dari sudut
pandang negara yang menjadi korban. Dan
ini ini sangat membantu gitu.
[Musik]
e
[Musik]
24 tahun menduduki Timor-Timur, jejak
keberadaan Indonesia berupa bangunan
atau simbol-simbol sangat mudah
dijumpai.
[Musik]
Salah satu peninggalan besar Indonesia
di Timor Leste adalah Kristore Rei atau
patung Yesus Kristus
[Musik]
diresmikan oleh Presiden Soeharto 15
Oktober 1996.
Patung ini dibuat untuk menaklukkan hati
rakyat Timor Timur sekaligus sebagai
hadiah 20 tahun integrasi.
Tingginya 27 m merujuk pada Timor Timur
sebagai provinsi ke-27.
Konon posisi patung ini dibuat menghadap
ke Jakarta sebagai simbol bahwa Timor
Timur akan sejalan dengan pemerintah
pusat.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Terletak 122 km dari Dili. Baukau adalah
kota terbesar kedua di Timor Leste.
Seperti D, di Baukau juga mudah dijumpai
jejak keberadaan Indonesia.
[Musik]
Fausada de Bakau adalah bangunan yang
dibangun tahun 50-an di era kolonial
Portugal.
[Musik]
So this place as we see here isada de di
era pendudukan Indonesia tempat ini
dikenal dengan nama Hotel Flamboyan
merujuk pada kerja intelijen bernama
Operasi Flamboyan
oleh militer Indonesia tempat ini
dipakai sebagai pusat komando dan rumah
tahanan
tempat ini menjadi saksi bisu bagaimana
warga Timor Timur terutama Para
perempuan mengalami penyiksaan hingga
perkosaan.
[Musik]
itu banyak anak-anak muda Indonesia yang
ee berkunjung ke Temoleste dan ingin
mengetahui sejarah hubungan Indonesia
Temoleste. yang yang yang dari
experience that I have been working as a
tour guide in center national sega we
don't have a lot visitors from
Indonesian we do especially the youth we
do have some but only few of them like
sometimes once only one person came two
person
termasuk yang seperti eh Azizah ini
apakah
ada banyak mahasiswa atau pelajar
Indonesia yang datang ke Mestre untuk
melakukan studi atau riset.
Ee saya yang sampai sekarang ini yang
saya temani ini Ajija. Azija yang bisa
dibilang ee mahasiswi pertama yang
datang. Tapi mungkin ada yang lain yang
bukan bersama saya atau bersama Shega.
Tapi yang saya bertemu itu Azizah. Tapi
ekspresinya
apa yang melalui Azizah dia ekspresi dia
saya bisa mengetahui bahwa teman-teman
yang lain juga di Indo pasti juga belum
banyak yang tahu tentang apa yang
terjadi di Timor Leste.
This is the feeling of my emotions
visiting this might not be included in
my thesis. mungkin perasaan saya
personal emosi menangis dan lain itu
tidak bisa ditulis di dalam skripsi
karena ya but it's not included in my
thesis it's
it heavily influenced me as a person itu
sangat banyak em membuat saya belajar
dan mempengaruhi em ya I mean her
presence bagaimana Kak Eli cerita itu
sangat influencing me to as a youth
supaya tidak e mengulang konflik-konflik
seperti itu. dan juga memberitahu,
mengedukasi teman-teman di sekitar saya
untuk ini loh yang terjadi. This is
actually what happened on the other
puff, on the other perspective. Kita
enggak TNI atau kita enggak selamanya
hero but also an oppressor,
colonizer, perpetor, pelaku,
penjajah.
So I think it's really important for me
especially as a young people to
understand the victim's perspectives.
Jejak integrasi Timor Timur juga dapat
ditemui di Indonesia.
Taman Mini Indonesia Indah berisi
anjungan seluruh provinsi yang ada di
Indonesia,
termasuk anjungan Timor Timur yang
pernah tercatat sebagai provinsi ke-27.
Setelah Timor Timur merdeka dan lepas
dari Indonesia, anjungan Timor Timur ini
diabaikan dan tak pernah bisa lagi
dimasuki oleh pengunjung.
[Musik]
Iya. Mau
mau ke sana dulu. Kalau mau ke sana.
Cesario Cesar semasa kecil sempat
merasakan langsung dampak pendudukan
Indonesia di Timor Timur. Tapi saat itu
ia tak paham betul apa yang sebenarnya
sedang terjadi.
Jadi, jadi gini. Emm kita di ee sebuah
kita lari kan dari dari rumah kita ke
gunung itu jauh
ee karena ee setelah has setelah has
dengan saya kurang tahu itu setelah
hasil atau dengar hasil atau apa tapi di
itu di Los Palos di luro di ee dekat di
atas gunung ee namanya gunung mm Buaar
itu salah satu gunung ee He tertinggi
juga di Losat
dengan gunung Legomau. Gunung Legomau
itu adalah gunung yang di mana ee
Sanana dan
ee anak buahnya dulu tinggal di sana
juga lama. Tapi itu dekat dengan dan
kita sembuni di sana sama orangorang tua
sama banyak orang sekali banyak sekali
orang yang kita di sana lari ke sana
terus kita
ee melihat e apa ee melihat langsung apa
yang terjadi di mana. Tapi kita tidak
tahu karena kecil-kecil kan kita senang
aja oh lagi e ada ada yang bakar rumah
jadi kita senang hei bakar rumah.
Ini manifesto politik ee para pemuda
yang dulu 2023 kita ada adain salah satu
ee event besar bersama dengan ee bersama
saat melarikan diri ke gunung. Ada satu
lagu yang sering dinyanyikannya bersama
kawan-kawannya. I
jadi dulu kita masih kecil pun kita
bernani bernyanyi dengan ee dulu itu eh
kita masih kecil kita nyanyi dengan e
nama Wirantonantoiwa
timur haut
ehanto
biranto liti itu ada salah satu eh
that's small animal can attack
becauseanto to kill all the people in
timor so when I was chick I we sing this
song we had biranto so much so we we
hate Wirant we had biranto we had Pao we
don't likeo we don't like birant
Wiranto terlibat langsung di lapangan
dalam operasi seroja saat ia berpangkat
Letnan Kolonel
Tahun 98, Presiden Soeharto mengangkat
Wiranto menjadi panglima ABRI.
Sedangkan Prabowo Subianto pertama kali
terlibat dalam operasi Seroja sebagai
komandan pleton para komando 1 komando
pasukan Sandi Yuda atau Kopasanda.
Kopasanda adalah pasukan elit cikal
bakal Kopasus.
sekarang
sekarang hanya orang-orang yang
bayangan tentang dendam rakyat Timor
Leste terhadap orang Indonesia sempat
membuat Azizah cemas.
I'm Javanese, saya Jawa. Dan ya saya
rasa mereka akan lebih mudah merecognize
atau eh notice bahwa saya bukan orang
sini apalagi saya berhijab dan
lain-lain. Dan saya takut kalau misal
nanti mereka
emm
masih menyimpan sakit hati, which is
normal, normal, very normal. Sangat
normal gitu ketika masih ada rasa
dendam. Jadi udah nyiapin nih di kepala.
Kalau misal in case ada skenario di mana
saya kemudian tiba-tiba difront gitu
atau diabrak lah istilahnya dalam bahasa
Indonesia dilabrak. Kamu negara kamu tuh
gini gini gini. Kamu tahu enggak?
Mungkin ada keluarga aku yang meninggal
diculik, diperkosa, punya anak dari TNI
gitu. Saya harus gimana ya gitu. Jadi
sudah menyiapkan ee menyiapkan respon
gitu ya. menyiapkan reaksi bagaimana
nanti kalau misal ada yang seperti itu
di kepala secara mentally gitu. Itu sih
tapi ya ternyata ketika saya di sini
it's totally different sangat sangat
berbeda dengan apa yang saya pikirkan
sebelumnya. ini yang dari Timur ini dari
timur barat dia dicamp di di
ee
Bonas Kupang
ee dia bilang 24 tahun hidup ee di
negara yang terpisah pada tahun '99
masih anak tidak tahu apa-apa tentang
apa
konflik kekerasan yang yang terjadi.
Kami punya hak untuk hidup damai ee
bebas. Lagu kebencian tak lagi
dinyanyikan.
Asia Justice and Right atau Ajar turut
membangun rekonsiliasi antar pemuda
Timor Leste dan Indonesia.
Ajar adalah organisasi non pemerintah
yang menjalankan program pendidikan HAM
serta mendorong rekonsiliasi dan
keadilan transisional.
Selain itu, Ajar juga bekerja melakukan
pemulihan dan pendampingan korban
pelanggaran HAM masa lalu.
Berikut ini adalah sebagian data korban
pelanggaran HAM selama pendudukan
Indonesia di Timor Timur.
Sekitar 4.000 anak Timor Timur
dipindahkan secara paksa ke Indonesia.
Praktik ini banyak difasilitasi oleh
militer bertujuan untuk memutus generasi
perlawanan.
Lebih dari 102.000 kematian terjadi
akibat konflik.
Dari jumlah ini, 84.000 lebih adalah
kematian akibat kelaparan dan penyakit
yang melebihi tingkat kematian pada masa
damai.
18.000 lebih adalah kasus pembunuhan
atau penghilangan paksa.
Data ini adalah perkiraan minimum yang
dicatat oleh CVR atau Komisi Pengakuan
Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor Leste.
Korban sebenarnya kemungkinan lebih
banyak lagi jumlahnya.
Publik Indonesia tak asing dengan kasus
penghilangan paksa 13 aktivis tahun 98.
Hingga hari ini kasusnya tak pernah
dituntaskan.
Kasus penghilangan paksa juga banyak
terjadi saat pendudukan Indonesia di
Timor Leste.
Salah satunya adalah kasus Nikola
Lobato, Perdana Menteri Pertama Timor
Leste.
Media di Indonesia banyak menuliskan
kisah heroik pasukan Prabowo yang
berhasil menewaskan Lobato.
Robato dikabarkan tewas pada akhir
Desember 1978
dalam pertempuran di dekat Maubise, 70
km selatan, Dili.
Sebagai simbol keberhasilan operasi
militer Indonesia, jenazah Lobato dibawa
ke Jakarta.
Versi lain mengatakan kepala Lobato
dipenggal lalu dibawa ke Jakarta.
Yang pasti hingga hari ini jasad Lobato
tak pernah ditemukan.
Jika benar Lobato tewas oleh pasukan
Prabowo, maka kemungkinan Prabowo tahu
di mana keberadaan jenazah Lobato.
Terserah kita mau lihat dari perspektif
mana. Kalau misalnya dari perspektif
hukum hak asasi manusia ini kalau
misalnya ee orangnya
orangnya sebenarnya menurut informasi
resmi dia meninggal meninggal. Kalau
meninggal seharusnya itu jasadnya itu di
harus diserahkan kepada keluarga. Kalau
jasadnya juga di dihilangkan itu itu
artinya pelanggaran HAM itu masih
terjadi. Ee saya saya bingung kalau
apakah Indonesia mau supaya tetap itu
dituduh bahwa Indonesia tetap melakukan
pelanggaran HAM terhadap Timor Lis
dengan menghilangkan ee apa ee jasad
orang-orang yang yang yang sudah yang
sudah sudah meninggal.
Ini ungkapan dari anak yang lahir tahun
99. Dia di timur es.
Ibunya dari Balio. Dia dia baru
menemukan ee kakek dia dari pihak ibunya
yang sekarang tinggal di Timur Barat.
Dia senang sekali tapi juga sedih. ee
bagi dia ee
batas itu hanya memisahkan dua negara,
tetapi ee tidak memisahkan hubungan
antara hubungan keluarga antara antara
orang. Karena keluarga yang di sini ada
juga yang hidup di sana.
Iya. Iya. Sejak tahun 2017 kita punya
program ee ya di diajar kita selain
fokus ke korban masa lalu, tapi juga
kita punya program yang cukup besar juga
dengan anak-anak muda. Karena ini kita
kerja untuk eh transitional justice,
tidak saja masa lalu, tapi juga masa
depan. Masa depan harus dipersiapkan.
Makanya kita punya program anak-anak
muda di sini. Ee ada sekolahan HAM di
sini. Ee dan salah satu kelanjutan dari
program sekolah HAM adalah ee melakukan
kunjungan silang antara ee anak-anak
muda Timur lese dengan Timur Barat.
[Musik]
Solidaritas pemuda Indonesia dan Timor
Leste sebenarnya bukanlah barang baru.
Sejak masa pendudukan Indonesia, Pemuda
Indonesia telah menunjukkan dukungan
bagi kemerdekaan Timur.
Tahun '90-an strategi perjuangan
pembebasan Timor Leste memasukkan ya
perjuangan strategis dalam gerakan
demokrasi Indonesia sebagai cara untuk
mempercepat kemerdekaan Timor Leste.
Kebetulan tahun '90-an di Indonesia juga
muncul elemen gerakan mahasiswa atau
pemuda yang menganggap bahwa
penyelesaian kasus Timor Leste hanya
bisa dilakukan kalau ada demokrasi di
Indonesia ya. Karena dengan demokrasi,
pendekatan militerisme akan dihilangkan
ya dialog-dialog dan komunikasi
internasional akan lebih dimungkinkan
untuk perjuangan Timor Leste. Dan itu
yang titik temu itu yang membuat ee
tuntutan demokrasi di Indonesia dan
reform menjadi strategis karena dua
perjuangan bertemu di tuntan tersebut.
Mencapai kemerdekaan bukan hanya urusan
perjuangan bersenjata.
Diperlukan juga membangun kerja bersama
pemuda Indonesia pro demokrasi.
Tegaknya demokrasi di Indonesia diyakini
akan membuka gerbang kemerdekaan bagi
Timor Timur.
Salah satu yang memilih jalan ini adalah
Renetil, Organisasi Perlawanan Nasional
Mahasiswa Timor Leste.
Sejak awal, sejak dini sekali kita
sudah tahu bahwa eh ee untuk
membandingkan Timor Leste dengan
Indonesia dalam hal kekuatan militer itu
tidak perlu penjelasan ya. orang sudah
just look at the size. Nah, apalagi
pada waktu itu.
Jadi, tidak mungkin ee perjuangan
kemerdekaan itu dimenangkan dengan e
cara militer
harus lewat cara lain.
Itu satu hal yang kita sadari.
Hal berikutnya yang yang kemudian kita
lihat penting adalah kalau tidak ada
perubahan di Indonesia sulit sekali
akan ada ee apa ruang politik untuk
penentuan nasiim sendiri di Timor Lest
[Musik]
28 Oktober 1991.
Sebastio Gomez, seorang aktivis pro
kemerdekaan Timor Leste ditemukan tewas
di depan Gereja Motael Dili.
2 minggu kemudian 12 November 1991
diadakan misa arwah di Gereja Motael.
Ribuan umat Katolik, terutama kaum muda
hadir.
[Musik]
Saat misa usai, mereka turun ke jalan
bergerak menuju pemakaman Santa Cruz
tempat Sebasttiu Gomez dikuburkan.
[Musik]
Jadi karena kepindahan saya
Gregorio salah seorang yang berperan
dalam aksi 12 November. berangkat.
Ia adalah koordinator aksi yang
berkomunikasi langsung dengan Sanana
Gusmau.
Tapi Pak Sanana pagi-pagi sudah mengirim
pesan ketemu saya untuk menghentikan
karena ada rencana dengan ada rencana
penembakan. Tapi pesangan itu orangnya
itu tidak tidak sampai ke kita di
gereja. Kita kan berar di gereja. Orang
yang membawa pesan itu datang langsung
ke kuburan. Nah, senang kita ketemu.
Tapi saya bilang sampai sana waktu saya
ketemu setelah pulan itu, "Pak, ini
kalau terjadi pembatalan itu ini kita
sendiri yang akan saling berhadapan.
Tapi untung tidak terjadi. Jadi kita
berangkat dan kita hanya menghadapi ee
satu arah saja. Jadi musuh kita itu satu
Indonesia waktu itu ya. sekarang tidak
lagi bermusuhan ya waktu itu. Jadi
tentara Indonesia waktu itu kepolisian.
[Musik]
Aksi damai seketika berubah menjadi
tragedi ketika pasukan Abri melepaskan
tembakan ke arah masa.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Media internasional menyebut peristiwa
ini sebagai pembantaian D atau
pembantaian Santa Cruz.
Pasca pembantaian Santa Cruz, en orang
aktivis pro kemerdekaan disidang. 5
orang divonis 9 hingga 15 tahun penjara.
Sementara Gregorio divonis penjara
seumur hidup.
Saya dituduh seumur hidup karena
gara-gara bila saya perintahkan ee para
demonstran bawa senjata. Tapi tidak ada
satu pun.
Saya seorang ee e ya seorang ee apa
namanya? Aktivis yang anti ee anti
integrasi bukan anti Indonesia ya.
Antiin integrasi yang anti violence.
Saya mahi orang saja tidak tempeleng
orang apalagi ni.
Apalagi saya perintahkan e orang bawa
senjata. Saya jawab di pengadilan,
"Kalau kita tembak bawa senjata pasti
ada korbannya kan. Siapa yang mencari
korban dari pihak kita?" Tidak mungkin
kita bawa senjata ketawa-ketawa begini,
kan?
Karena ee kemerdekaan sesudah 25 tahun
ini
kemerdekaan yang dalam arti benderan
dinaikkan, kita punya presiden sendiri,
wilayah ada batasnya yang jelas dan
seterusnya itu baru setengahnya saja.
Nah, kemerdekaan
yang penuh adalah ketika rakyat bisa
terbebas dari
ee belenggu dari ketergantungan ekonomi,
ketergantungan politik, dari peminggiran
sosial ekonomi.
Jadi kalau orang ee teman-teman yang
meninggal di Santa Cruz itu kalau kita
ibaratkan mereka masih bisa berpesan
kepada kita. Mereka bilang aluta kontinu
teruskan perjuangan.
[Musik]
Hingga kini peristiwa pembantaian Santa
Cru setiap tahunnya diperingati oleh
rakyat Timor Leste.
Peringatan diadakan mulai 11 November
malam.
[Musik]
Sejak tahun 2005, pemerintah Timor Leste
menetapkan 12 November sebagai Hari
Pemuda Nasional.
Yesus Kristus
transformus
[Musik]
di
[Musik]
di
[Musik]
at
buat
story
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
di hari itu setelah misa di Gereja
Motael masa melakukan longmch menuju
pemakaman Santa Cruz.
[Musik]
Yesusana
susah
[Musik]
dia
batur
patin
[Musik]
oh matak
iring aokap
lama
jalan
dalam dia
tunduk
dan
lama ini parah paling
Timoreste
alta
aluta
alikut
[Musik]
Mearal
nicola central fundador
24 25 26 años
[Musik]
ada yang selamat
ada yang tidak selamat. Kalau yang tidak
selamat itu karena mereka di depan jalan
umum dekat kuburan Santa Cru. Tembakan
itu bukan satu kali dua kali tidak. Itu
tembakan itu serentak serentak. Habis
itu ada yang tidur kena apa peluru. Ah
habis kami yang di
apa di pagar itu. Ah kami buang es
panduk. Habis itu kami lari masuk ke
dalam kuburan Santa Cru.
Pertama kali ikut mendengarkan mereka
menyanyi. I don't know the language.
Saya tidak tahu bahasanya, tapi saya
merasakan emosinya. Kemudian tadi sempat
pegang juga banner. Saya tanya ke Kak
Eli, "Boleh Kak saya pegang?" "Oh, boleh
gitu." Terus e pegang bersama-sama
dengan dua bapak yang mereka ada yang
bawa bunga dan juga bawa banner itu. And
then I feel like I stand with this
people, I stand with this victims gitu.
bahwa mereka deserve untuk menerima
every single justice that they deserve.
Dan kemudian ada juga tadi ibu-ibu
datang eh kuat ya, kuat ibu harus kuat.
And then she said terima kasih and then
I was like why do you thank me for this
is what we should do as a young people.
terutama sebagai generasi muda Indonesia
yang dulu melakukan kejahatan sebegitu
banyaknya ke sini ke Timor Lese ya
harusnya pengalaman saya sebagai pemuda
Indonesia di sini dan ikut komemorasi
itu adalah hal yang wajar and then they
say thank you and I was like
this is what I do is
Selain acara skala nasional yang
dipusatkan di pemakaman Santa Cruz, ada
juga peringatan di tingkat kampung.
Warga juga ikut menyalakan lilin di
depan rumah mereka.
ini dilakukan sebagai penghormatan bagi
para korban tragedi Santa Cru
dengan ee memperingati kejadian itu.
Kadang-kadang kita bilang ini membuka
luka tidak ya. Kalaupun membuka luka itu
kita harus ee apa? Merefleksikan.
Sehingga ketika kita berbicara soal
normalisasi hubungan
itu kita berbicara bukan omong kosong.
Dengan kepedihan-kepedian masa lalu itu
kita siap untuk menjalin hubungan baik.
Ini bukan
eh relationship of convenience. Kita
membangun hubungan bukan karena gampang,
bukan karena enak, tapi karena kita
perlu,
karena kita bertekad sebagai ee bangsa
merdeka, bangsa daulat, ee
membangun hubungan secara civilized
dengan bangsa-bangsa lain.
[Musik]
Usai sudah masa penuh darah dan
kematian.
Tim Leste kini terus berjalan sambil
terus mencatat sejarah yang tak boleh
dilupakan.
Bukan demi dendam, tapi agar kemanusiaan
terus ditinggikan.
Jadi kemerdekaan sudah dapat? Sudah.
Yang kita cari itu kemerdekaan,
kebebasan.
Hidup seperti orang Indonesia, bukan
orangnya yang kita cari sasarang, ini
harus kita benarkan. Jadi kita sudah
selesai masalah permusuhan karena kita
sudah merdeka masalah lalu ya itu sudah
terjadi ya toh. Yang penting itu kita
ber apa berkawan bersahabat supaya
menjaga tidak terjadi lagi di depan. di
depan itu sangat penting.
[Musik]
Apapun yang mereka berdua lakukan,
entah bersalaman, entah berangkulan,
masing-masing itu tetap melekat pada
diri masing-masing itu. Kedua predikat
ini. satu sebagai Presiden Republik
Indonesia, yang satu ee adalah Perdana
Menteri Timorlest. Artinya apa? Mereka
berdua bersumpah
untuk menjunjung tinggi kepentingan
masing-masing rakyatnya, masing-masing
negaranya.
Pak Prabowo tidak akan melakukan sesuatu
hanya demi Timor Leste.
Demikian pemasanana.
Entah gesture, entah tindakan lain,
semua akan dilakukan
dengan harapan timbal balik. Nah, itu
jadi
mungkin jawabannya agak abstrak
tapi ee orang Indonesia kan eh apa
pintar
reading between the lines ya.
Saya tidak terlalu banyak berharap
terhadap para pembimbing. Dari dulu kami
sudah tidak dari dari awal proses ee
proses ee rekonsiliasi kami sudah punya
beda beda beda pandangan, beda beda
kepentingan kepentingan. Jadi saya tidak
terlalu banyak berharap dengan para
pemimpin kami. Ini adalah sebuah sebuah
perjuangan yang harus terus berlanjut.
ee kita harus ee apa ee
mengkonsolidasi kedaulatan rakyat ini.
Kami juga di konstitusi kami juga ee
secara secara jelas mengatakan bahwa
kedaulatan itu ada di tangan rakyat. Ee
di tangan rakyat ini yang harus harus
harus diberdayakan supaya negara negara
ee negara itu bisa berjalan ee dengan
mandat dari rakyat. Saya kira ee
anak muda Indonesia itu juga mewarisi
sebuah utang sejarah.
Ee dan ee para pemuda ee di Indonesia ee
punya tanggung jawab untuk mengetahui
untuk tahu apa yang terjadi di Timor
Leste selama 24 tahun.
Timorlest sekarang menjadi sebuah negara
merdeka, berdaulat sama dengan
Indonesia. Tapi ee merawat ingatan
bersama masa lalu ini menjadi sangat
penting untuk kita bisa memahami ee
sejarah bersama ini. Jadi sejarah ee
jangan hanya dilihat sebagai ada pihak
yang menang dan kalah, tetapi sejarah
harus memberi kepada kita pelajaran
untuk bagaimana bisa hidup bersama
dengan damai. Setelah Timor Lasti
merdeka, saya pikir rekonsiliasi di luar
government atau di luar kerangka politik
juga bisa terjadi. Misalnya rekonsiliasi
di bidang pendidikan ya. Sedangkan
berlanjutnya ee kawan-kawan Timor Leste,
anak-anak muda Timur bersekolah di
Indonesia itu kan satu aspek
rekonsiliasi mengambil ee tempat lembaga
pendidikan. Dan saya pikir dengan cara
itulah mahasiswa Indonesia dan mahasiswa
Timur saling berinteraksi dan mengenal
bangsanya masing-masing secara lebih
baik. Dan itu terjadi baik sebelum
kemerdekaan dan juga setelah
kemerdekaan.
[Musik]
Seperti yang dikatakan juga oleh Jiji,
dia bilang, "Saya baca sejarahnya di
buku, di artikel dan semuanya. Tapi
enggak enggak ada semua hal yang kita
bisa dapat di sejarah itu. Emotionnya
kita tidak dapat di sana. Feelingnya
kita tidak dapat di sana. Kadang kita
harus ke sini melihat tempat-tempat
sejarah dan eh tempat-tempat seperti
Sega ke dark dan imagine yourself being
there. Itu baru kita merasakan
kesakitan,
been tarturing, bina slave. Itu kita
merasakan di saat kita ke sini datang
langsung dan melihat.
So, ya bisa belajar dari literatur dan
itu which is good ya karena e sudah ada
kesadaran untuk membaca sudut pandang
lain gitu. Tapi kalau kamu bisa, kamu
mampu untuk ke sini, ke sini, come here.
Experience yourself. Look with your own
eyes, feel with your own heart. Rasakan
dengan hatimu sendiri. Lihat dengan
kedua mata kepalamu sendiri bahwa negara
ini di Timor Leste sangat kental dengan
sejarahnya. Semua orang I think everyone
knows about the history. Especially
orang-orang yang e mengalami konflik ya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:35 UTC
Categories
Manage