Ingatan dari Timor : Kisah Timor Leste yang Tak Ditemukan di Buku Sejarah Indonesia
ydfbHFPnzuc • 2025-11-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Indonesia [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ini jawaban siapa yang baik daripada saya Azizah Nov Amelia biasa dipanggil Zizi adalah mahasiswa Universitas Brawijaya jurusan hubungan internasional dan sekarang sedang berada di semester Ayook [Musik] adanya ketimpangan teknologi kalau misal kita menghubungkan terkait relasi hubungan antara negara ada negara. Ketika dulu belajar sejarah, ada beberapa memori yang saya ingat bahwa Timor Leste melakukan gerakan separatisme dari Indonesia dan itu emm jadi satu memori yang masih melekat gitu. Bayangan saya waktu kecil ya, waktu belajar itu memisahkan diri itu solidaritasnya kurang gitu. Padahal kan kita persatuan Indonesia gitu ya. Jadi di bayangan saya, oh sepertinya Timor Leste ini memang ya enggak solid aja gitu. belum pernah. Setelah masuk kuliah sedikit mendengar bahwa ada beberapa teman yang bilang juga kalau sempat ada operasi militer kalau enggak salah dari TNI ke Timor Leste. Tapi kemudian itu jadi hal yang ya biasalah militer kan memang tugasnya melakukan operasi seperti itu gitu. Dan eh it's just insignificant for me. Dan itu tidak eh operasi militer itu tidak membangkitkan rasa untuk kemudian ingin tahu gitu atau tidak membuat saya ingin melihat sudut pandang yang lain. Pertama kali aku tahu bahwa Indonesia e Indonesia pernah ngajar itu aku baca dari jurnal dari artikel yang ditulis sama Fernandez gitu bukan Indonesia. [Musik] Nama saya Korea sekarang 24 tahun dan kuliah di Universitas Nasional Timur Loros 30 35 orang ya. So first time I work as a t guide for me it's like heavy thing to do because every day you do talk about tartterine sexual violence and amazing yourself like being a political prisoners back then like your body where we were like borns using cigarettes and everything like for me it's like a heavy thing to [Musik] Imagina imet [Musik] sejak era Orde Baru, informasi yang beredar melalui buku sekolah maupun lewat media massa didominasi dari sumber pemerintah. Akibatnya sebagian besar anak muda Indonesia termasuk Azizah tak pernah tahu bagaimana kelamnya sejarah hubungan Indonesia dan Timor Leste. Pada saat itu ketika research menemukan jurnal, ada jurnal itu eh Estimore War, how It ended gitu. Jadi, oh ya oh ada war ya ternyata gitu. Eh pernah saya dengar ada civil war gitu. Oke, mungkin ini soal civil war-nya. Tapi ternyata ketika saya baca em kalimat pertama itu kalau enggak salah Indonesia invaded asimore eh from for 24 years dari 1975 sampai eh 1999. And then I was surprised. Oh, Indonesia. Oh, mungkin ini operasi militer itu enggak sih? Oh, tapi kok invasi ya gitu? Kok invasi di sini tulisannya gitu. [Musik] Saya setelah membaca eh literatur itu, saya merasa bahwa nobody ever told me as an Indonesian young people sebagai generasi Indonesia, enggak ada loh yang ngasih tahu ini ke saya sebelumnya. Not even textbooks, history textbook, not even my teacher, not even anyone. Kalau misal saya gak baca literatur ini, saya enggak akan tahu gitu. Eh, dari situlah saya sadar bahwa oh ya, satu cerita itu mereka punya dua sudut pandang yang berbeda gitu. Dan mungkin selama ini saya terlalu terpapar oleh sudut pandang Indonesia sebagai anak muda Indonesia. Hingga tahun 2000-an, kurikulum sekolah Indonesia mengajarkan bahwa Timor Timur berintegrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Adanya slogan NKRI harga mati membuat belajar sejarah dari sudut pandang berbeda makin sulit bahkan berisiko dicap antasionalisme. Saya membaca banyak lebih banyak versi yang bukan dari sudut pandang Indonesia. Kemudian saya merasa bahwa my country has done a very terrible and horrible thing to thisorous people. And even em saya pun juga marah gitu ketika saya membaca narasi dengan sudut pandang berbeda ini ya sebagai generasi muda. Kenapa? Why do you have to do all of that? Inilah ringkasan perjalanan sejarah bangsa Timor Leste yang tak pernah diajarkan sekolah-sekolah di Indonesia. Sejak tahun 1520, Portugal menjajah Timor Timur yang saat itu diberi nama Timor Portugis. Tahun 1800-an, Portugal kerap bentrok dengan Belanda. Konflik diselesaikan melalui perjanjian Lisbon, 20 April 1859. [Musik] Terjadi pembagian kekuasaan. Pulau Timur bagian timur dikuasai Portugal. dan Timur Barat menjadi wilayah koloni Belanda. Perubahan datang dengan pecahnya revolusi bunga di Portugal 25 April 1974. Di Timur perkumpulan politik mengambil peran. Ada Fretilin yang berideologi kiri dan pro kemerdekaan. UDT yang awalnya mendukung federasi dengan Portugal kemudian mendukung kemerdekaan. Ada juga Apodeti yang menginginkan integrasi dengan Indonesia. 11 Agustus 1975, UDT melancarkan kudeta bersenjata terhadap pemerintahan yang secara de facto didominasi oleh Fretilin. Manuver ini dilakukan karena kecurigaan adanya beberapa komandan polisi dan militer Portugis berhaluan komunis yang diduga akan mendukung Fretilin. [Musik] Fretilin melakukan perlawanan. Perang sipil berlangsung 1 bulan. menewaskan hingga 3.000 jiwa. Jwai [Musik] untuk mendapatkan pengakuan internasional, Fretilin memproklamirkan kemerdekaan Timur Leste pada 28 November 1975. [Musik] 2 hari setelah proklamasi, empat partai politik yaitu UDT, apodeti, Kota, dan Trabalista di bawah tekanan tentara Indonesia mengeluarkan deklarasi tandingan bernama Deklarasi Balibo. Deklarasi Balibo menyatakan bahwa Timur Portugis akan diintegrasikan ke dalam Indonesia. Istilah yang dipakai adalah merdeka lewat integrasi ke dalam NKRI. Deklarasi ini kemudian menjadi legitimasi militer Indonesia untuk masuk ke Timor Timur. [Musik] 7 Desember 1975, ABRI melakukan invasi ke Timor Timur melalui operasi Seroja. Operasi Seroja adalah operasi militer terbesar yang pernah dilakukan ABRI melibatkan unsur angkatan darat, laut, dan udara. Tak kurang dari 10.000 pasukan ABRI menduduki Dili. 20.000 pasukan lainnya dikerahkan ke seluruh Timor Timur. [Musik] Untuk menunjukkan bahwa integrasi bukanlah hasil operasi militer, 17 Desember 1975, pemerintah Indonesia mendukung pembentukan pemerintah sementara Timor Timur atau PSTT. Mei 1976, pertemuan PSTT mengeluarkan permohonan integrasi kepada Indonesia. Melalui TAP MPR nomor 6 tahun 1978, Indonesia mengukuhkan integrasi Timor Timur ke dalam NKRI dan dicatat sebagai Provinsi ke-27. PBB tak pernah mengakui proses ini sebagai tindakan penentuan nasib sendiri. [Musik] Desember 1975 dan April 1976, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang mengutuk invasi dan menyerukan penarikan militer Indonesia tanpa syarat. Tahun 1998, rezim Soeharto menghadapi tuntutan demokratisasi. Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti. Puncaknya adalah 21 Mei 1998. Presiden Soeharto mundur. Wakilnya BJ Habibi naik menggantikan Soeharto. Banyak kalangan meyakini bahwa reformasi politik di Indonesia akan berdampak terhadap nasib Timor Timur. 30 Agustus 1999 diadakan referendum untuk memutuskan apakah Timor Timur tetap jadi bagian dari Indonesia sebagai daerah otonomi khusus atau pisah dari Indonesia. Hasilnya lebih dari 78% suara menolak opsi otonomi khusus. Artinya rakyat Timor Timur memilih merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia. 20 Mei 2002, PBB mengakui Republik Demokratik Timor Leste sebagai negara merdeka dan berdaulat. [Musik] Ini adalah Ponte BJ Habibi, artinya jembatan BJ Habibi. Nama Presiden ketiga Indonesia dipakai sebagai tanda terima kasih rakyat Timor Leste atas perannya dalam proses referendum di tahun 1999. Jembatan Habibi ini diresmikan oleh Presiden Timor Leste Ramos Horta pada 29 Agustus 2019. [Musik] Kalau belum nonton video wilayah yang bakal tak datangin kamu bisa klik link di kanan atas. Sekarang yang sedang saya persiapkan skripsinya adalah terkait rekonsiliasi. Karena rekonsiliasi menjadi hal yang menarik em menarik ya it's my personal interest gitu. bagaimana dua kelompok yang bertikai mereka bisa membangun hubungan kembali. Tapi kemudian ee rekonsiliasi ini sangat gitu to ya, government ke government gitu. Sedangkan eh personally I'm not into that kind of e terlalu tertarik eh soal hubungan elit politik negara A dan negara B gitu misalnya. And I'm to saya lebih suka people to people atau level komunitas. Apa aja yang udah kamu siapin sih sebelum berangkat? Pengetahuan dan terkait Timor Leste. Habis seleksi itu keterima otomatis langsung research dong soal Timorless negaranya seperti apa gitu kan. Dan akhirnya baca-baca di konten YouTube, TikTok, e Google itu em Timorlessnya belum jadi negara yang ideal gitu ya. belum dia masih struggling gitu sebagai negara baru dan ya terutama diskursus-diskursus antara pemuda Timor Lese dan Indonesia gitu banyak pemuda Indonesia bilang atau komen TikTok yang bilang nyesal ya Timor Lese keluar dari Indonesia gitu sekarang dia gimana negaranya miskin kan gitu coba dulu enggak keluar dari Indonesia nah itu kemudian bikin saya oh ini sesuatu yang menarik ya gitu jadi ini paspor pertamamu iya saya waktu Dapat ini gemeteran enggak? Lebay ya kayak wah ini passport nih beneran nih. Gitu. [Musik] Kylie adalah lebih dari teman ya. Sekarang dia sudah menjadi sahabat saya gitu padahal saya belum 1 bulan di sini. Dia orang yang sangat membantu dan mendukung saya di dalam enggak hanya proses saya mencari data untuk skripsi, tapi juga proses saya untuk memahami sejarah negaranya gitu. Tempat mereka bertemu ini adalah Antigo Komarka Balide atau bekas penjara Balide. Tempat ini kini dijadikan sebagai kantor dan museum yang dikelola oleh Sent atau CNC. CNC adalah lembaga yang didirikan untuk melanjutkan tugas dua komisi terdahulu, yaitu Komisi Penerimaan Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor Leste serta Komisi Kebenaran dan Persahabatan Timor Leste Indonesia. Ini adalah tempat yang mungkin dari perspektif sejarah konflik di Timor Leste adalah tempat yang paling bersejarah. Jadi gedung ini namanya Antigo Komarka Balidi atau ee bekas penjara di Balidi. Nah, gedung ini dibangun tahun 1959 kemudian mulai dipakai tahun 1964. Awalnya ini menjadi tempat e penahanan dan penjara untuk para disertir dari eh koloni-koloni Portugis di Afrika maupun dari Portugal sendiri. Jadi mereka yang memberontak terhadap rezim kemudian di ee buang ke sini ke timur kemudian dipenjara di sini mulai bulan Agustus tahun 5 ketika mulai terjadinya perang saudara. Sejak itu bisa dikatakan bahwa tempat ini menjadi penjara khusus untuk tahanan politik. Bulan Januari itu mulai tercatat Januari '6 itu Tentara Nasional Indonesia ketika itu di operasi Seroja mulai menahan ee para pemimpin atau juga termasuk UDT yang belum mereka ee klarifikasi ini kemudian ditahan di sini. fokus kita selain melaksanakan mandat utama yaitu bagaimana merawat ingatan masa lalu sehingga salah satu implementasinya adalah kita kembangkan tempat ini juga menjadi museum. Sebagai museum tempat ini banyak mendapat kunjungan. Seperti Jiji sudah tahu tentang sejarah Timor Leste, kalau invasi Indonesianya itu pada tanggal 7 Desember 1975. Elifania atau yang biasa dipanggil I adalah salah satu yang bertugas mendampingi para pengunjung.cept But accept this part the dark souls here the one that still original one that we can still see the graphities and sometimes also we can still smelt everything and of course we can still see the the blood and everything so I think we need to came and see something here if you came here every day is a ttering day where your body were cuttings your body were burning using cigarette and then the tennies also took out your finger nails and tunils and everything and then at the end of the day they will force you to enter here and imagine this is actually full of the sanitation water where your bodies and everything like the bacteria and everything hygien nah dan itu bisa apa infection infection juga sangat welcomat welcome untuk ini begini begini begini dan dia ketika menjelaskan eh korban-korban yang dulu di penjara misalnya karena dia kan Turgadi, Shega ya dan juga misalnya historical side yang pasti historical side itu akan berhubungan dengan penyiksaan, pembunuhan, pemerkosaan itu ya dia menceritakan itu dengan apa ya dengan ekspresi yang memang ingin memberi pengetahuan gitu. bukan dengan emosi atau mungkin ee rasa sakit yang diturunkan. Meskipun saya yakin ada trauma yang diturunkan itu gitu, tapi ya memang seakan-akan Kak El ingin memberitahu saya pengetahuan as if e she is my teacher, she is my tutor gitu. tidak ada e emosi-emosi personal [Musik] cameras. Come on. Come on. Come [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] vote [Musik] with 25. Jadi eh tahun 99 eh setelah pengumuman hasil jajak pendapat ee sebagian tahanan kemudian dilepas saja tapi kemudian ee penjara ini dibakar jadi dihancurkan termasuk juga sebagian besar infrastruktur di kota Dili. yang termasuk penjara ini dibakar. [Musik] Kemudian pada tahun 1 ee ini gedung direhabilitasi. Nah, ketika merehabilitasi ini memang dari awal dipikirkan untuk tetap menjaga keaslian dari ee penjara ini sehingga ee bisa kita lihat beberapa sel ee masih seperti ee kondisi semula. Kalau di sel-sel yang lain kalau ada beberapa tulisan dari para tahanan politik yang di sini itu tetap kita rawat. [Musik] This is actually one of the dark souls that we can see the blood the dry blood. So so this is actually the doors during Portuguese time and until Indonesian invasion. So 35 people inside. There's a reason why it's called dark cells. Ada alasan kenapa dia dipanggil sel gelap. Karena memang ketika itu ditutup sangat gelap sekali. Saya berdiri di situ untuk beberapa saat. Takut, of course saya merasa takut, tapi saya merasa saya harus merasakan pengalaman ini untuk kemudian meng apa ya? untuk kemudian merasakan bagaimana mereka yang di situ. So the condition is like emptiness di mana kita hanya mendengar jeritan-jeritan menangis tangisang. Amazing you been rape and then youve been enter in the dark souls amazing your own doctors that the tenes used to torin and everything. Imagine when the food is coming and no one see it see the uh for me also every day when you meet a new people you also learn a new people you also transfer the emotion and knowledge and everything it's not like serving the history itself found out that it's not only men that fight for independence but also human and children. The way that theyve been suffering, ttering, the way that they're starving and most of them were born from sexual violence. It's really hurting when you serve the history especially to the youth. Mate bele mate husik timor husik timur maka haul husik like I can suffering a lot everything but to left is timor I never left. Like untuk merelakan Timor Leste saya tidak akan tapi mati saya boleh mati tapi untuk merelakan Timor Leste saya tidak akan. This room is so full of spirits. Independent spirits. Like you just want to be free and merdeka. I don't know. I on behalf of my country, I'm so sorry. I'm so sorry. Sorry untuk bisa menjadi sedekat ini antara saya dan Kelly. Enggak bisa aja tiba-tiba saya ketemu orang. Kelly kan dulu stranger ya. Saya juga stranger banyak ketemu orang terus kita em cocok aja dan ya udah kita main. Tapi ada hal lain yakni saya sebagai pemudi yang dulunya negara saya melakukan kesalahan sebesar itu, ada kesadaran untuk kemudian belajar sejarah dari sudut pandang negara yang menjadi korban. Dan ini ini sangat membantu gitu. [Musik] e [Musik] 24 tahun menduduki Timor-Timur, jejak keberadaan Indonesia berupa bangunan atau simbol-simbol sangat mudah dijumpai. [Musik] Salah satu peninggalan besar Indonesia di Timor Leste adalah Kristore Rei atau patung Yesus Kristus [Musik] diresmikan oleh Presiden Soeharto 15 Oktober 1996. Patung ini dibuat untuk menaklukkan hati rakyat Timor Timur sekaligus sebagai hadiah 20 tahun integrasi. Tingginya 27 m merujuk pada Timor Timur sebagai provinsi ke-27. Konon posisi patung ini dibuat menghadap ke Jakarta sebagai simbol bahwa Timor Timur akan sejalan dengan pemerintah pusat. [Musik] [Tepuk tangan] Terletak 122 km dari Dili. Baukau adalah kota terbesar kedua di Timor Leste. Seperti D, di Baukau juga mudah dijumpai jejak keberadaan Indonesia. [Musik] Fausada de Bakau adalah bangunan yang dibangun tahun 50-an di era kolonial Portugal. [Musik] So this place as we see here isada de di era pendudukan Indonesia tempat ini dikenal dengan nama Hotel Flamboyan merujuk pada kerja intelijen bernama Operasi Flamboyan oleh militer Indonesia tempat ini dipakai sebagai pusat komando dan rumah tahanan tempat ini menjadi saksi bisu bagaimana warga Timor Timur terutama Para perempuan mengalami penyiksaan hingga perkosaan. [Musik] itu banyak anak-anak muda Indonesia yang ee berkunjung ke Temoleste dan ingin mengetahui sejarah hubungan Indonesia Temoleste. yang yang yang dari experience that I have been working as a tour guide in center national sega we don't have a lot visitors from Indonesian we do especially the youth we do have some but only few of them like sometimes once only one person came two person termasuk yang seperti eh Azizah ini apakah ada banyak mahasiswa atau pelajar Indonesia yang datang ke Mestre untuk melakukan studi atau riset. Ee saya yang sampai sekarang ini yang saya temani ini Ajija. Azija yang bisa dibilang ee mahasiswi pertama yang datang. Tapi mungkin ada yang lain yang bukan bersama saya atau bersama Shega. Tapi yang saya bertemu itu Azizah. Tapi ekspresinya apa yang melalui Azizah dia ekspresi dia saya bisa mengetahui bahwa teman-teman yang lain juga di Indo pasti juga belum banyak yang tahu tentang apa yang terjadi di Timor Leste. This is the feeling of my emotions visiting this might not be included in my thesis. mungkin perasaan saya personal emosi menangis dan lain itu tidak bisa ditulis di dalam skripsi karena ya but it's not included in my thesis it's it heavily influenced me as a person itu sangat banyak em membuat saya belajar dan mempengaruhi em ya I mean her presence bagaimana Kak Eli cerita itu sangat influencing me to as a youth supaya tidak e mengulang konflik-konflik seperti itu. dan juga memberitahu, mengedukasi teman-teman di sekitar saya untuk ini loh yang terjadi. This is actually what happened on the other puff, on the other perspective. Kita enggak TNI atau kita enggak selamanya hero but also an oppressor, colonizer, perpetor, pelaku, penjajah. So I think it's really important for me especially as a young people to understand the victim's perspectives. Jejak integrasi Timor Timur juga dapat ditemui di Indonesia. Taman Mini Indonesia Indah berisi anjungan seluruh provinsi yang ada di Indonesia, termasuk anjungan Timor Timur yang pernah tercatat sebagai provinsi ke-27. Setelah Timor Timur merdeka dan lepas dari Indonesia, anjungan Timor Timur ini diabaikan dan tak pernah bisa lagi dimasuki oleh pengunjung. [Musik] Iya. Mau mau ke sana dulu. Kalau mau ke sana. Cesario Cesar semasa kecil sempat merasakan langsung dampak pendudukan Indonesia di Timor Timur. Tapi saat itu ia tak paham betul apa yang sebenarnya sedang terjadi. Jadi, jadi gini. Emm kita di ee sebuah kita lari kan dari dari rumah kita ke gunung itu jauh ee karena ee setelah has setelah has dengan saya kurang tahu itu setelah hasil atau dengar hasil atau apa tapi di itu di Los Palos di luro di ee dekat di atas gunung ee namanya gunung mm Buaar itu salah satu gunung ee He tertinggi juga di Losat dengan gunung Legomau. Gunung Legomau itu adalah gunung yang di mana ee Sanana dan ee anak buahnya dulu tinggal di sana juga lama. Tapi itu dekat dengan dan kita sembuni di sana sama orangorang tua sama banyak orang sekali banyak sekali orang yang kita di sana lari ke sana terus kita ee melihat e apa ee melihat langsung apa yang terjadi di mana. Tapi kita tidak tahu karena kecil-kecil kan kita senang aja oh lagi e ada ada yang bakar rumah jadi kita senang hei bakar rumah. Ini manifesto politik ee para pemuda yang dulu 2023 kita ada adain salah satu ee event besar bersama dengan ee bersama saat melarikan diri ke gunung. Ada satu lagu yang sering dinyanyikannya bersama kawan-kawannya. I jadi dulu kita masih kecil pun kita bernani bernyanyi dengan ee dulu itu eh kita masih kecil kita nyanyi dengan e nama Wirantonantoiwa timur haut ehanto biranto liti itu ada salah satu eh that's small animal can attack becauseanto to kill all the people in timor so when I was chick I we sing this song we had biranto so much so we we hate Wirant we had biranto we had Pao we don't likeo we don't like birant Wiranto terlibat langsung di lapangan dalam operasi seroja saat ia berpangkat Letnan Kolonel Tahun 98, Presiden Soeharto mengangkat Wiranto menjadi panglima ABRI. Sedangkan Prabowo Subianto pertama kali terlibat dalam operasi Seroja sebagai komandan pleton para komando 1 komando pasukan Sandi Yuda atau Kopasanda. Kopasanda adalah pasukan elit cikal bakal Kopasus. sekarang sekarang hanya orang-orang yang bayangan tentang dendam rakyat Timor Leste terhadap orang Indonesia sempat membuat Azizah cemas. I'm Javanese, saya Jawa. Dan ya saya rasa mereka akan lebih mudah merecognize atau eh notice bahwa saya bukan orang sini apalagi saya berhijab dan lain-lain. Dan saya takut kalau misal nanti mereka emm masih menyimpan sakit hati, which is normal, normal, very normal. Sangat normal gitu ketika masih ada rasa dendam. Jadi udah nyiapin nih di kepala. Kalau misal in case ada skenario di mana saya kemudian tiba-tiba difront gitu atau diabrak lah istilahnya dalam bahasa Indonesia dilabrak. Kamu negara kamu tuh gini gini gini. Kamu tahu enggak? Mungkin ada keluarga aku yang meninggal diculik, diperkosa, punya anak dari TNI gitu. Saya harus gimana ya gitu. Jadi sudah menyiapkan ee menyiapkan respon gitu ya. menyiapkan reaksi bagaimana nanti kalau misal ada yang seperti itu di kepala secara mentally gitu. Itu sih tapi ya ternyata ketika saya di sini it's totally different sangat sangat berbeda dengan apa yang saya pikirkan sebelumnya. ini yang dari Timur ini dari timur barat dia dicamp di di ee Bonas Kupang ee dia bilang 24 tahun hidup ee di negara yang terpisah pada tahun '99 masih anak tidak tahu apa-apa tentang apa konflik kekerasan yang yang terjadi. Kami punya hak untuk hidup damai ee bebas. Lagu kebencian tak lagi dinyanyikan. Asia Justice and Right atau Ajar turut membangun rekonsiliasi antar pemuda Timor Leste dan Indonesia. Ajar adalah organisasi non pemerintah yang menjalankan program pendidikan HAM serta mendorong rekonsiliasi dan keadilan transisional. Selain itu, Ajar juga bekerja melakukan pemulihan dan pendampingan korban pelanggaran HAM masa lalu. Berikut ini adalah sebagian data korban pelanggaran HAM selama pendudukan Indonesia di Timor Timur. Sekitar 4.000 anak Timor Timur dipindahkan secara paksa ke Indonesia. Praktik ini banyak difasilitasi oleh militer bertujuan untuk memutus generasi perlawanan. Lebih dari 102.000 kematian terjadi akibat konflik. Dari jumlah ini, 84.000 lebih adalah kematian akibat kelaparan dan penyakit yang melebihi tingkat kematian pada masa damai. 18.000 lebih adalah kasus pembunuhan atau penghilangan paksa. Data ini adalah perkiraan minimum yang dicatat oleh CVR atau Komisi Pengakuan Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor Leste. Korban sebenarnya kemungkinan lebih banyak lagi jumlahnya. Publik Indonesia tak asing dengan kasus penghilangan paksa 13 aktivis tahun 98. Hingga hari ini kasusnya tak pernah dituntaskan. Kasus penghilangan paksa juga banyak terjadi saat pendudukan Indonesia di Timor Leste. Salah satunya adalah kasus Nikola Lobato, Perdana Menteri Pertama Timor Leste. Media di Indonesia banyak menuliskan kisah heroik pasukan Prabowo yang berhasil menewaskan Lobato. Robato dikabarkan tewas pada akhir Desember 1978 dalam pertempuran di dekat Maubise, 70 km selatan, Dili. Sebagai simbol keberhasilan operasi militer Indonesia, jenazah Lobato dibawa ke Jakarta. Versi lain mengatakan kepala Lobato dipenggal lalu dibawa ke Jakarta. Yang pasti hingga hari ini jasad Lobato tak pernah ditemukan. Jika benar Lobato tewas oleh pasukan Prabowo, maka kemungkinan Prabowo tahu di mana keberadaan jenazah Lobato. Terserah kita mau lihat dari perspektif mana. Kalau misalnya dari perspektif hukum hak asasi manusia ini kalau misalnya ee orangnya orangnya sebenarnya menurut informasi resmi dia meninggal meninggal. Kalau meninggal seharusnya itu jasadnya itu di harus diserahkan kepada keluarga. Kalau jasadnya juga di dihilangkan itu itu artinya pelanggaran HAM itu masih terjadi. Ee saya saya bingung kalau apakah Indonesia mau supaya tetap itu dituduh bahwa Indonesia tetap melakukan pelanggaran HAM terhadap Timor Lis dengan menghilangkan ee apa ee jasad orang-orang yang yang yang sudah yang sudah sudah meninggal. Ini ungkapan dari anak yang lahir tahun 99. Dia di timur es. Ibunya dari Balio. Dia dia baru menemukan ee kakek dia dari pihak ibunya yang sekarang tinggal di Timur Barat. Dia senang sekali tapi juga sedih. ee bagi dia ee batas itu hanya memisahkan dua negara, tetapi ee tidak memisahkan hubungan antara hubungan keluarga antara antara orang. Karena keluarga yang di sini ada juga yang hidup di sana. Iya. Iya. Sejak tahun 2017 kita punya program ee ya di diajar kita selain fokus ke korban masa lalu, tapi juga kita punya program yang cukup besar juga dengan anak-anak muda. Karena ini kita kerja untuk eh transitional justice, tidak saja masa lalu, tapi juga masa depan. Masa depan harus dipersiapkan. Makanya kita punya program anak-anak muda di sini. Ee ada sekolahan HAM di sini. Ee dan salah satu kelanjutan dari program sekolah HAM adalah ee melakukan kunjungan silang antara ee anak-anak muda Timur lese dengan Timur Barat. [Musik] Solidaritas pemuda Indonesia dan Timor Leste sebenarnya bukanlah barang baru. Sejak masa pendudukan Indonesia, Pemuda Indonesia telah menunjukkan dukungan bagi kemerdekaan Timur. Tahun '90-an strategi perjuangan pembebasan Timor Leste memasukkan ya perjuangan strategis dalam gerakan demokrasi Indonesia sebagai cara untuk mempercepat kemerdekaan Timor Leste. Kebetulan tahun '90-an di Indonesia juga muncul elemen gerakan mahasiswa atau pemuda yang menganggap bahwa penyelesaian kasus Timor Leste hanya bisa dilakukan kalau ada demokrasi di Indonesia ya. Karena dengan demokrasi, pendekatan militerisme akan dihilangkan ya dialog-dialog dan komunikasi internasional akan lebih dimungkinkan untuk perjuangan Timor Leste. Dan itu yang titik temu itu yang membuat ee tuntutan demokrasi di Indonesia dan reform menjadi strategis karena dua perjuangan bertemu di tuntan tersebut. Mencapai kemerdekaan bukan hanya urusan perjuangan bersenjata. Diperlukan juga membangun kerja bersama pemuda Indonesia pro demokrasi. Tegaknya demokrasi di Indonesia diyakini akan membuka gerbang kemerdekaan bagi Timor Timur. Salah satu yang memilih jalan ini adalah Renetil, Organisasi Perlawanan Nasional Mahasiswa Timor Leste. Sejak awal, sejak dini sekali kita sudah tahu bahwa eh ee untuk membandingkan Timor Leste dengan Indonesia dalam hal kekuatan militer itu tidak perlu penjelasan ya. orang sudah just look at the size. Nah, apalagi pada waktu itu. Jadi, tidak mungkin ee perjuangan kemerdekaan itu dimenangkan dengan e cara militer harus lewat cara lain. Itu satu hal yang kita sadari. Hal berikutnya yang yang kemudian kita lihat penting adalah kalau tidak ada perubahan di Indonesia sulit sekali akan ada ee apa ruang politik untuk penentuan nasiim sendiri di Timor Lest [Musik] 28 Oktober 1991. Sebastio Gomez, seorang aktivis pro kemerdekaan Timor Leste ditemukan tewas di depan Gereja Motael Dili. 2 minggu kemudian 12 November 1991 diadakan misa arwah di Gereja Motael. Ribuan umat Katolik, terutama kaum muda hadir. [Musik] Saat misa usai, mereka turun ke jalan bergerak menuju pemakaman Santa Cruz tempat Sebasttiu Gomez dikuburkan. [Musik] Jadi karena kepindahan saya Gregorio salah seorang yang berperan dalam aksi 12 November. berangkat. Ia adalah koordinator aksi yang berkomunikasi langsung dengan Sanana Gusmau. Tapi Pak Sanana pagi-pagi sudah mengirim pesan ketemu saya untuk menghentikan karena ada rencana dengan ada rencana penembakan. Tapi pesangan itu orangnya itu tidak tidak sampai ke kita di gereja. Kita kan berar di gereja. Orang yang membawa pesan itu datang langsung ke kuburan. Nah, senang kita ketemu. Tapi saya bilang sampai sana waktu saya ketemu setelah pulan itu, "Pak, ini kalau terjadi pembatalan itu ini kita sendiri yang akan saling berhadapan. Tapi untung tidak terjadi. Jadi kita berangkat dan kita hanya menghadapi ee satu arah saja. Jadi musuh kita itu satu Indonesia waktu itu ya. sekarang tidak lagi bermusuhan ya waktu itu. Jadi tentara Indonesia waktu itu kepolisian. [Musik] Aksi damai seketika berubah menjadi tragedi ketika pasukan Abri melepaskan tembakan ke arah masa. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Media internasional menyebut peristiwa ini sebagai pembantaian D atau pembantaian Santa Cruz. Pasca pembantaian Santa Cruz, en orang aktivis pro kemerdekaan disidang. 5 orang divonis 9 hingga 15 tahun penjara. Sementara Gregorio divonis penjara seumur hidup. Saya dituduh seumur hidup karena gara-gara bila saya perintahkan ee para demonstran bawa senjata. Tapi tidak ada satu pun. Saya seorang ee e ya seorang ee apa namanya? Aktivis yang anti ee anti integrasi bukan anti Indonesia ya. Antiin integrasi yang anti violence. Saya mahi orang saja tidak tempeleng orang apalagi ni. Apalagi saya perintahkan e orang bawa senjata. Saya jawab di pengadilan, "Kalau kita tembak bawa senjata pasti ada korbannya kan. Siapa yang mencari korban dari pihak kita?" Tidak mungkin kita bawa senjata ketawa-ketawa begini, kan? Karena ee kemerdekaan sesudah 25 tahun ini kemerdekaan yang dalam arti benderan dinaikkan, kita punya presiden sendiri, wilayah ada batasnya yang jelas dan seterusnya itu baru setengahnya saja. Nah, kemerdekaan yang penuh adalah ketika rakyat bisa terbebas dari ee belenggu dari ketergantungan ekonomi, ketergantungan politik, dari peminggiran sosial ekonomi. Jadi kalau orang ee teman-teman yang meninggal di Santa Cruz itu kalau kita ibaratkan mereka masih bisa berpesan kepada kita. Mereka bilang aluta kontinu teruskan perjuangan. [Musik] Hingga kini peristiwa pembantaian Santa Cru setiap tahunnya diperingati oleh rakyat Timor Leste. Peringatan diadakan mulai 11 November malam. [Musik] Sejak tahun 2005, pemerintah Timor Leste menetapkan 12 November sebagai Hari Pemuda Nasional. Yesus Kristus transformus [Musik] di [Musik] di [Musik] at buat story [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] di hari itu setelah misa di Gereja Motael masa melakukan longmch menuju pemakaman Santa Cruz. [Musik] Yesusana susah [Musik] dia batur patin [Musik] oh matak iring aokap lama jalan dalam dia tunduk dan lama ini parah paling Timoreste alta aluta alikut [Musik] Mearal nicola central fundador 24 25 26 años [Musik] ada yang selamat ada yang tidak selamat. Kalau yang tidak selamat itu karena mereka di depan jalan umum dekat kuburan Santa Cru. Tembakan itu bukan satu kali dua kali tidak. Itu tembakan itu serentak serentak. Habis itu ada yang tidur kena apa peluru. Ah habis kami yang di apa di pagar itu. Ah kami buang es panduk. Habis itu kami lari masuk ke dalam kuburan Santa Cru. Pertama kali ikut mendengarkan mereka menyanyi. I don't know the language. Saya tidak tahu bahasanya, tapi saya merasakan emosinya. Kemudian tadi sempat pegang juga banner. Saya tanya ke Kak Eli, "Boleh Kak saya pegang?" "Oh, boleh gitu." Terus e pegang bersama-sama dengan dua bapak yang mereka ada yang bawa bunga dan juga bawa banner itu. And then I feel like I stand with this people, I stand with this victims gitu. bahwa mereka deserve untuk menerima every single justice that they deserve. Dan kemudian ada juga tadi ibu-ibu datang eh kuat ya, kuat ibu harus kuat. And then she said terima kasih and then I was like why do you thank me for this is what we should do as a young people. terutama sebagai generasi muda Indonesia yang dulu melakukan kejahatan sebegitu banyaknya ke sini ke Timor Lese ya harusnya pengalaman saya sebagai pemuda Indonesia di sini dan ikut komemorasi itu adalah hal yang wajar and then they say thank you and I was like this is what I do is Selain acara skala nasional yang dipusatkan di pemakaman Santa Cruz, ada juga peringatan di tingkat kampung. Warga juga ikut menyalakan lilin di depan rumah mereka. ini dilakukan sebagai penghormatan bagi para korban tragedi Santa Cru dengan ee memperingati kejadian itu. Kadang-kadang kita bilang ini membuka luka tidak ya. Kalaupun membuka luka itu kita harus ee apa? Merefleksikan. Sehingga ketika kita berbicara soal normalisasi hubungan itu kita berbicara bukan omong kosong. Dengan kepedihan-kepedian masa lalu itu kita siap untuk menjalin hubungan baik. Ini bukan eh relationship of convenience. Kita membangun hubungan bukan karena gampang, bukan karena enak, tapi karena kita perlu, karena kita bertekad sebagai ee bangsa merdeka, bangsa daulat, ee membangun hubungan secara civilized dengan bangsa-bangsa lain. [Musik] Usai sudah masa penuh darah dan kematian. Tim Leste kini terus berjalan sambil terus mencatat sejarah yang tak boleh dilupakan. Bukan demi dendam, tapi agar kemanusiaan terus ditinggikan. Jadi kemerdekaan sudah dapat? Sudah. Yang kita cari itu kemerdekaan, kebebasan. Hidup seperti orang Indonesia, bukan orangnya yang kita cari sasarang, ini harus kita benarkan. Jadi kita sudah selesai masalah permusuhan karena kita sudah merdeka masalah lalu ya itu sudah terjadi ya toh. Yang penting itu kita ber apa berkawan bersahabat supaya menjaga tidak terjadi lagi di depan. di depan itu sangat penting. [Musik] Apapun yang mereka berdua lakukan, entah bersalaman, entah berangkulan, masing-masing itu tetap melekat pada diri masing-masing itu. Kedua predikat ini. satu sebagai Presiden Republik Indonesia, yang satu ee adalah Perdana Menteri Timorlest. Artinya apa? Mereka berdua bersumpah untuk menjunjung tinggi kepentingan masing-masing rakyatnya, masing-masing negaranya. Pak Prabowo tidak akan melakukan sesuatu hanya demi Timor Leste. Demikian pemasanana. Entah gesture, entah tindakan lain, semua akan dilakukan dengan harapan timbal balik. Nah, itu jadi mungkin jawabannya agak abstrak tapi ee orang Indonesia kan eh apa pintar reading between the lines ya. Saya tidak terlalu banyak berharap terhadap para pembimbing. Dari dulu kami sudah tidak dari dari awal proses ee proses ee rekonsiliasi kami sudah punya beda beda beda pandangan, beda beda kepentingan kepentingan. Jadi saya tidak terlalu banyak berharap dengan para pemimpin kami. Ini adalah sebuah sebuah perjuangan yang harus terus berlanjut. ee kita harus ee apa ee mengkonsolidasi kedaulatan rakyat ini. Kami juga di konstitusi kami juga ee secara secara jelas mengatakan bahwa kedaulatan itu ada di tangan rakyat. Ee di tangan rakyat ini yang harus harus harus diberdayakan supaya negara negara ee negara itu bisa berjalan ee dengan mandat dari rakyat. Saya kira ee anak muda Indonesia itu juga mewarisi sebuah utang sejarah. Ee dan ee para pemuda ee di Indonesia ee punya tanggung jawab untuk mengetahui untuk tahu apa yang terjadi di Timor Leste selama 24 tahun. Timorlest sekarang menjadi sebuah negara merdeka, berdaulat sama dengan Indonesia. Tapi ee merawat ingatan bersama masa lalu ini menjadi sangat penting untuk kita bisa memahami ee sejarah bersama ini. Jadi sejarah ee jangan hanya dilihat sebagai ada pihak yang menang dan kalah, tetapi sejarah harus memberi kepada kita pelajaran untuk bagaimana bisa hidup bersama dengan damai. Setelah Timor Lasti merdeka, saya pikir rekonsiliasi di luar government atau di luar kerangka politik juga bisa terjadi. Misalnya rekonsiliasi di bidang pendidikan ya. Sedangkan berlanjutnya ee kawan-kawan Timor Leste, anak-anak muda Timur bersekolah di Indonesia itu kan satu aspek rekonsiliasi mengambil ee tempat lembaga pendidikan. Dan saya pikir dengan cara itulah mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Timur saling berinteraksi dan mengenal bangsanya masing-masing secara lebih baik. Dan itu terjadi baik sebelum kemerdekaan dan juga setelah kemerdekaan. [Musik] Seperti yang dikatakan juga oleh Jiji, dia bilang, "Saya baca sejarahnya di buku, di artikel dan semuanya. Tapi enggak enggak ada semua hal yang kita bisa dapat di sejarah itu. Emotionnya kita tidak dapat di sana. Feelingnya kita tidak dapat di sana. Kadang kita harus ke sini melihat tempat-tempat sejarah dan eh tempat-tempat seperti Sega ke dark dan imagine yourself being there. Itu baru kita merasakan kesakitan, been tarturing, bina slave. Itu kita merasakan di saat kita ke sini datang langsung dan melihat. So, ya bisa belajar dari literatur dan itu which is good ya karena e sudah ada kesadaran untuk membaca sudut pandang lain gitu. Tapi kalau kamu bisa, kamu mampu untuk ke sini, ke sini, come here. Experience yourself. Look with your own eyes, feel with your own heart. Rasakan dengan hatimu sendiri. Lihat dengan kedua mata kepalamu sendiri bahwa negara ini di Timor Leste sangat kental dengan sejarahnya. Semua orang I think everyone knows about the history. Especially orang-orang yang e mengalami konflik ya. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tertawa] [Musik]
Resume
Categories