Transcript
i7AvbRc-xWA • Kalau Kamu Masih Hidup Seperti Ini, Tahun 2026 Bakal Berat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/embunkata/.shards/text-0001.zst#text/0214_i7AvbRc-xWA.txt
Kind: captions
Language: id
Kita sudah masuk minggu-minggu awal
2026, tapi rasanya masih banyak yang
terjebak di pola lama tahun lalu. Kalau
kamu merasa hidupmu cuman jalan di
tempat sementara dunia berubah makin
cepat, mungkin ada yang salah dengan
caramu memandang hari ini. Yuk, kita
duduk sebentar dan bedah. Kenapa
kebiasaan sepelemu sekarang bisa bikin
tahun ini terasa sangat berat kalau
enggak segera diperbaiki?
menunda bukan cuma soal waktu yang
hilang, tapi soal beban mental yang
pelan-pelan makin menumpuk tanpa kita
sadari. Di tahun 2026 ini, persaingan
bukan lagi soal siapa yang paling pintar
atau siapa yang punya modal paling
besar, tapi siapa yang paling cepat
mengeksekusi ide sebelum momentumnya
hilang. Kalau kamu masih memelihara
sifat nanti saja atau menunggu waktu
yang benar-benar sempurna untuk memulai,
jangan kaget kalau peluang emas lewat
begitu saja di depan mata dan diambil
oleh orang lain yang lebih siap. Dunia
sekarang bergerak dalam hitungan detik.
Menunda pekerjaan hari ini berarti kamu
sedang menumpuk kegagalan untuk esok
hari. Kebiasaan ini adalah pencuri masa
depan yang paling halus karena dia
membuatmu merasa masih punya banyak
waktu. Padahal sebenarnya kamu sedang
tertinggal jauh di belakang. Masalah
utamanya adalah otak kita itu sangat
pintar mencari pembenaran untuk tetap
berada di zona nyaman. Kita sering
membohongi diri sendiri dengan
menganggap bahwa menunda 1 jam atau 1
hari itu tidak akan memberikan efek
apa-apa pada hasil akhir. Padahal setiap
kali kamu berkata, "Nanti, kamu sedang
menghancurkan disiplin dan kepercayaan
dirimu sendiri secara perlahan. Menunda
adalah awal dari hilangnya konsistensi
dan tanpa konsistensi, impian sebesar
apapun di tahun 2026 ini hanya akan
berakhir jadi angan-angan di atas
kertas.
Kita sering terjebak dalam rasa aman
palsu, mengira bahwa energi dan motivasi
yang sama akan muncul besok pagi. Namun,
kenyataannya, beban yang ditumpuk hanya
akan membuat kita merasa semakin malas
dan berat untuk memulai kembali. Coba
deh mulai hari ini kita pakai aturan
sederhana. Kalau ada hal yang bisa
diselesaikan dalam waktu kurang dari 2
menit, lakukan sekarang juga tanpa tapi
dan tanpa nanti. Jangan biarkan tumpukan
tugas-tugas kecil yang sepele
menghancurkan momentum besar yang sedang
kamu bangun di tahun ini. Dengan
menyelesaikan hal kecil segera, kamu
sebenarnya sedang memberikan
kemenangan-kemenangan kecil pada
mentalmu yang nantinya akan jadi bahan
bakar untuk menyelesaikan tantangan yang
jauh lebih besar. Ingat, sukses di tahun
2026 bukan soal melakukan satu hal besar
dalam semalam, tapi soal keberanianmu
untuk menyelesaikan kewajiban kecil
setiap harinya tanpa menumpuknya menjadi
beban di masa depan. Berhentilah
menunggu momen yang tepat karena momen
terbaik adalah saat kamu memutuskan
untuk bergerak sekarang.
Kita sekarang hidup di era di mana
informasi sudah bukan lagi barang mewah,
melainkan banjir bandang. yang bisa
menenggelamkan fokus kita kapan saja.
Kalau jempolmu masih otomatis melakukan
scrolling tanpa tujuan yang jelas setiap
kali bangun tidur, sebenarnya kamu
sedang membiarkan orang asing di luar
sana menyetir isi kepalamu sejak pagi
hari. Masalahnya, algoritma media sosial
dirancang untuk menahan perhatianmu
selama mungkin, bukan untuk membuatmu
lebih pintar atau lebih sukses. Jika
kamu mengonsumsi segala hal yang lewat
di beranda tanpa filter yang ketat, kamu
sedang meracuni pikiranmu dengan standar
hidup orang lain yang belum tentu nyata.
Di tahun 2026 ini, perhatian adalah aset
yang paling berharga. Kalau kamu tidak
bisa mengelola apa yang masuk ke
pikiranmu, jangan harap kamu bisa
mengelola masa depanmu dengan baik
karena energimu sudah habis tersedot
oleh drama dan konten yang tidak
relevan. Dampak jangka panjang dari
kebiasaan konsumsi konten sembarangan
ini jauh lebih berbahaya dari yang kita
bayangkan. Kamu akan mulai merasa
gampang cemas, sering
membanding-bandingkan pencapaianmu
dengan orang lain, dan merasa tertinggal
secara terus-menerus atau yang sering
kita sebut sebagai FOMO. Secara
psikologis, fokusmu akan terpecah
menjadi kepingan-kepingan kecil yang
membuatmu sulit untuk berkonsentrasi
pada satu tugas besar dalam waktu lama.
Kamu kehilangan kemampuan untuk berpikir
mendalam karena otakmu sudah terbiasa
dimanjakan oleh dopamin instan dari
video pendek berdurasi 15 detik. Inilah
alasan kenapa banyak orang di tahun 2026
merasa sangat sibuk di depan layar, tapi
sebenarnya tidak menghasilkan karya atau
kemajuan apapun dalam hidup mereka.
Mereka hanya menjadi penonton bagi
kesuksesan orang lain. Sementara hidup
mereka sendiri jalan di tempat karena
kehilangan kendali atas perhatian mereka
sendiri. Pilih-pilih konten itu bukan
berarti kamu sombong atau menutup diri
dari dunia luar, melainkan sebuah bentuk
proteksi diri yang sangat krusial di
zaman sekarang. Kamu harus sadar bahwa
apa yang kamu tonton, baca, dan dengar
hari ini akan membentuk caramu berpikir
dan mengambil keputusan esok hari.
Mulailah melakukan kurasi yang ketat
terhadap siapa yang kamu ikuti dan apa
jenis informasi yang kamu biarkan masuk
ke dalam ruang mentalmu. Jika sebuah
akun atau kanal hanya membuatmu merasa
buruk tentang dirimu sendiri tanpa
memberikan solusi atau inspirasi nyata,
jangan ragu untuk menekan tombol
unfollow atau mute detik ini juga.
Jadikan media sosialmu sebagai
perpustakaan pribadi yang berisi ilmu
dan motivasi, bukan tempat pembuangan
sampah emosional.
Dengan menjaga kebersihan konsumsi
digital, kamu sedang memberikan ruang
bagi pikiranmu untuk menciptakan ide-ide
segar yang jauh lebih berguna untuk
menghadapi tantangan di tahun ini.
Sampai hari ini banyak orang yang masih
salah kaprah dan mengira bahwa investasi
itu melulus soal angka di portofolio
saham, emas, atau aset kripto. Memang
itu penting untuk masa depan finansial.
Tapi ada satu hal yang jauh lebih
krusial di tahun 2026. Investasi leher
ke atas alias otak dan keterampilanmu
sendiri. Dunia sedang berubah dengan
kecepatan yang belum pernah terjadi
sebelumnya. Dan jika uangmu hanya habis
untuk membiayai gaya hidup agar terlihat
sukses di mata orang lain, sementara
skill yang kamu miliki masih sama saja
dengan 3 atau 5 tahun yang lalu, itu
adalah sinyal bahaya yang nyata. Aset
paling berharga yang kamu miliki
bukanlah apa yang ada di dompetmu,
melainkan kapasitasmu untuk memecahkan
masalah. Tanpa upgrade kemampuan, nilai
tawarmu di pasar akan terus merosot
meskipun inflasi terus naik. Kamu harus
sadar bahwa di era sekarang, dunia kerja
dan bisnis sudah tidak lagi peduli pada
seberapa mentreng gelar di belakang
namamu atau seberapa mahal sepatu yang
kamu pakai saat pertemuan. Mereka hanya
peduli pada satu hal. Masalah besar apa
yang sanggup kamu selesaikan dengan
kemampuan yang kamu miliki? Banyak orang
terjebak dalam rasa aman palsu karena
merasa sudah punya pekerjaan tetap.
Padahal di luar sana teknologi dan
otomatisasi sedang mengintai
posisi-posisi yang dianggap aman
tersebut. Jika kamu tidak memiliki
keahlian yang spesifik dan sulit
digantikan, kamu akan sangat mudah
tergilas oleh perubahan.
2026 adalah tahun di mana pengalaman
bertahun-tahun tidak lagi menjamin
posisi jika tidak dibarengi dengan
relevansi terhadap kebutuhan zaman yang
semakin kompleks dan menuntut hasil yang
instan berkualitas.
Mulailah untuk lebih bijak dalam
mengalokasikan sumber dayamu. Sisihkan
waktu minimal 1 jam setiap hari dan
sebagian dari pendapatanmu untuk
mempelajari hal baru yang benar-benar
relevan dengan perkembangan industri
saat ini. Di tengah ledakan kecerdasan
buatan dan perubahan pola kerja global,
kemampuan untuk beradaptasi dan belajar
dengan cepat adalah mata uang yang
paling mahal harganya.
Jangan pelit untuk membeli buku,
mengikuti kursus, atau menghadiri
seminar yang bisa memperluas cakrawala
berpikirmu. Ingat, investasi pada diri
sendiri adalah satu-satunya investasi
yang tidak akan pernah bisa bangkrut dan
tidak akan terkena pajak. Hasilnya
mungkin tidak terlihat dalam semalam,
tapi saat peluang besar datang di
pertengahan tahun nanti, kamu sudah
berada dalam posisi siap tempur
sementara. Yang lain baru mau mulai
belajar.
Ada pepatah lama yang bilang kalau kamu
adalah rata-rata dari lima orang
terdekat yang paling sering menghabiskan
waktu bersamamu. Di tahun 2026, kalimat
ini bukan lagi sekedar motivasi klise,
tapi sudah jadi realitas yang sangat
menentukan nasibmu. Lingkaran
pertemananmu bisa menjadi mesin
pendorong yang melontarkanmu ke atas
atau justru menjadi jangkar berat yang
menahanmu tetap di bawah. Kalau setiap
kali kamu berkumpul, topik
pembicaraannya hanya seputar gosip,
mengeluh tentang keadaan tanpa mencari
solusi atau meremehkan impian orang
lain, secara perlahan mentalitas pesimis
itu akan meresap ke dalam pikiranmu.
Kamu akan mulai merasa bahwa hidup yang
jalan di tempat adalah hal yang normal
karena semua orang di sekitarmu
melakukan hal yang sama. Tanpa sadar,
ambisimu akan meredup hanya karena kamu
takut terlihat berbeda atau takut tidak
lagi nyambung dengan mereka yang tidak
ingin maju.
Memasuki tahun 2026 yang penuh tantangan
ini, kamu sangat membutuhkan energi
positif dan lingkungan yang supportif
untuk menjaga kewarasan serta fokusmu.
Kamu butuh berada di tengah orang-orang
yang berani menantang cara berpikirmu,
yang tidak takut memberikan kritik
membangun, dan yang selalu haus akan
pertumbuhan. Lingkungan yang sehat
adalah tempat di mana kamu merasa kecil
karena melihat pencapaian teman-temanmu
sehingga kamu terpacu untuk ikut
berlari. Bukan tempat di mana kamu
merasa paling hebat hanya karena standar
di lingkaran itu sangat rendah. Jika
saat ini kamu merasa menjadi orang
paling pintar atau paling ambisius di
ruangan tersebut, mungkin itu pertanda
kuat bahwa kamu sudah berada di ruangan
yang salah. Energi itu menular. Kalau
kamu dikelilingi oleh para pemenang,
cara bicaramu, caramu memandang peluang,
dan caramu bangkit dari kegagalan akan
otomatis mengikuti frekuensi mereka.
Penting untuk dipahami bahwa
mengevaluasi lingkaran pertemanan bukan
berarti kamu harus memusuhi teman lama
atau menjadi orang sombong yang
pilih-pilih kawan. Kamu tetap bisa
berteman dengan siapa saja, tapi kamu
harus sangat selektif dalam memilih
siapa yang boleh masuk ke ring satu
kehidupanmu. Mereka yang pendapatnya
benar-benar kamu dengarkan. Mulailah
secara sadar meluangkan lebih banyak
waktu dengan orang-orang yang memiliki
visi, ambisi, dan nilai-nilai yang
sejalan dengan tujuan hidupmu di tahun
ini. Cari komunitas baru, ikuti mentor,
atau sekadar jalin komunikasi dengan
mereka yang sudah berada di posisi yang
kamu impikan. Proses ini mungkin akan
terasa sedikit kesepian di awal karena
kamu harus mengurangi intensitas dengan
lingkaran lama yang toksik. Tapi
percayalah, ini adalah harga kecil yang
harus dibayar demi pertumbuhan karakter
dan kesuksesan jangka panjangmu.
Kerja keras memang sebuah kewajiban.
Kalau kamu ingin sukses, tapi memaksakan
diri bekerja sampai hancur adalah sebuah
kekonyolan yang mahal harganya. Di tahun
2026 ini masih banyak orang yang
terjebak dalam rasa bangga semu karena
kurang tidur, telat makan, atau stres
yang berlebihan demi mengejar
produktivitas. Mereka merasa hebat
karena bisa bekerja belasan jam sehari
tanpa henti. Padahal sebenarnya mereka
hanya sedang menabung penyakit dan
burnout yang bisa meledak kapan saja.
Sadarlah bahwa ambisi sebesar apapun
yang kamu punya di tahun ini akan
menjadi sia-sia kalau badanmu tidak
sanggup lagi menopangnya. Tanpa
kesehatan yang prima, semua aset dan
pencapaian yang kamu kejar hanya akan
berakhir digunakan untuk membayar biaya
pengobatan. Jangan sampai kamu baru
tersadar akan pentingnya kesehatan saat
tubuhmu sudah memberikan sinyal darurat
yang tidak bisa lagi diabaikan.
Kamu perlu menanamkan pemikiran bahwa
istirahat itu bukan berarti kamu malas
atau sedang membuang-buang waktu yang
berharga. Sebaliknya, istirahat adalah
bagian dari strategi yang sangat penting
supaya kamu bisa berlari lebih jauh dan
lebih cepat lagi di hari esok. Otak dan
tubuhmu itu seperti mesin. Jika dipaksa
bekerja terus-menerus melampaui batas
tanpa perawatan, performanya akan
menurun drastis dan pada akhirnya akan
rusak total. Banyak ide brilian justru
muncul saat kita memberikan ruang bagi
pikiran untuk bernapas, bukan saat kita
sedang terjebak dalam tekanan kerja yang
mencekam. Belajarlah untuk mendengarkan
sinyal dari tubuhmu sendiri. Mengambil
jeda sebentar untuk sekadar menarik
napas atau tidur yang berkualitas
bukanlah sebuah dosa, melainkan bentuk
investasi agar kewarasan dan
produktivitasmu tetap terjaga dalam
jangka panjang di tengah persaingan
yang makin gila. Mulai sekarang cobalah
untuk lebih peduli pada hal-hal mendasar
yang sering dianggap sepelek seperti
pola makan yang bergizi dan jam tidur
yang teratur. Tubuh yang fit dan bugar
akan memberikan kamu kejernihan berpikir
serta kestabilan emosi yang tidak bisa
dibeli dengan uang sebanyak apapun. Di
tahun 2026 yang serba cepat ini, mereka
yang mampu bertahan adalah mereka yang
punya ketahanan fisik dan mental yang
kuat. Jangan korbankan aset paling
berharga ini hanya demi pengakuan sesaat
atau target yang sebenarnya bisa dicapai
dengan cara yang lebih sehat. Cobalah
untuk mulai berolahraga ringan atau
sekadar menjaga hidrasi tubuh setiap
hari. Perubahan kecil pada gaya hidupmu
saat ini akan memberikan dampak yang
luar biasa pada seberapa tangguh kamu
menghadapi badai tantangan di sisa tahun
ini. Ingat, sukses yang sejati adalah
saat kamu bisa menikmati hasil kerja
kerasmu dalam keadaan sehat walafiat.
Ketakutan adalah tembok raksasa yang
sebenarnya tidak pernah ada kecuali di
dalam pikiranmu sendiri. Di tahun 2026
ini, banyak orang yang gagal bukan
karena mereka tidak mampu, tapi karena
mereka terlalu takut untuk memulai
langkah pertama. Mereka terjebak dalam
analisis yang berlebihan, memikirkan
ribuan skenario terburuk yang belum
tentu terjadi, hingga akhirnya peluang
itu hilang diambil orang lain. Kamu
harus menyadari bahwa di era yang
berubah secepat sekarang, diam di tempat
karena takut salah justru adalah risiko
terbesar yang bisa kamu ambil. Kegagalan
itu sebenarnya bukan lawan dari
kesuksesan, melainkan bagian dari proses
menuju ke sana. Kalau kamu memilih untuk
tetap diam karena ingin menghindari
kesalahan, sebenarnya kamu sudah gagal
secara otomatis sejak awal. Keberanian
untuk memulai di tengah ketidakpastian
adalah aset mental yang akan
membedakanmu dari jutaan orang lainnya
tahun ini. Kalau kamu mau melihat lebih
dekat, orang-orang yang kamu anggap
sukses besar di luar sana sebenarnya
memiliki daftar kegagalan yang jauh
lebih panjang daripada daftar
keberhasilan mereka. Perbedaan mereka
dengan kebanyakan orang adalah mereka
tidak membiarkan kegagalan itu
menghentikan langkah mereka. Mereka
melihat kegagalan sebagai data berharga
untuk perbaikan, bukan sebagai akhir
dari segalanya atau penghakiman atas
harga diri mereka. Di tahun 2026, di
mana teknologi dan tren bisnis bergeser
setiap bulan, kamu tidak mungkin bisa
melakukan segalanya dengan sempurna pada
percobaan pertama. Mengharapkan jalan
yang mulus tanpa hambatan adalah
ekspektasi yang tidak realistis dan
hanya akan membuatmu gampang menyerah
saat menemui kendala kecil. Setiap kali
kamu jatuh, kamu sebenarnya sedang
diajarkan satu cara yang tidak berhasil
agar kamu bisa mencoba cara lain yang
lebih tepat dan efektif. Sudah saatnya
kamu mengubah total mentalitasmu dalam
menghadapi risiko. Kalau rencanamu
berhasil, syukuri itu sebagai kemajuan.
Tapi kalau gagal, jadikan itu sebagai
bahan pelajaran yang sangat mahal
harganya. Sesederhana itu, supaya
mentalmu tidak gampang ambruk setiap
kali keadaan tidak berjalan sesuai
keinginan. Jangan biarkan egomu terluka
hanya karena sebuah kesalahan teknis
atau penolakan dari orang lain. Di tahun
ini, yang paling dibutuhkan adalah
ketangguhan mental untuk terus mencoba,
bereksperimen, dan belajar dari setiap
proses yang dilalui. Ingat, tidak ada
orang hebat yang lahir dari kemudahan.
Mereka dibentuk oleh rentetan kegagalan
yang berhasil mereka lalui dengan kepala
tegak. Berhenti mencemaskan apa yang
mungkin salah dan mulailah fokus pada
apa yang bisa benar kalau kamu berani
melangkah sekarang. Masa depan 2026
hanya milik mereka yang berani melompat
meskipun kakinya sedikit gemetar.
Kita seringkiali terlalu terpaku menatap
puncak gunung yang tinggi hingga kita
lupa menikmati keindahan perjalanan saat
mendaki di lerengnya. Di tahun 2026 yang
serba kompetitif ini, mudah sekali bagi
kita untuk terjebak dalam ambisi yang
tanpa henti. Merasa bahwa kebahagiaan
baru akan datang saat semua target besar
sudah tercapai. Padahal selalu merasa
kurang tanpa pernah berhenti sejenak
untuk bersyukur hanya akan membuatmu
merasa haus secara emosional. Seberapa
banyak pun pencapaian yang kamu raih.
Jika kamu tidak belajar untuk menghargai
apa yang ada di tanganmu saat ini, maka
kesuksesan sebesar apapun di masa depan
tidak akan pernah terasa cukup.
Kurangnya rasa syukur adalah lubang
hitam yang akan menyedot energi
positifmu. Membuat setiap langkah menuju
akhir tahun ini terasa seperti beban
yang melelahkan, bukan sebuah
petualangan yang bermakna. Rasa syukur
sebenarnya adalah bahan bakar mental
yang paling murni untuk menjaga
konsistensimu. Tanpa itu, kamu akan
sangat mudah merasa hampa dan kehilangan
arah meskipun secara materi atau karir
kamu terlihat baik-baik saja di mata
orang lain. Tahun 2026 akan terasa
sangat berat jika kamu hanya fokus pada
apa yang belum kamu miliki tanpa
menyadari bahwa apa yang kamu punya hari
ini mungkin adalah impian bagi orang
lain di luar sana. Saat kamu bersyukur,
kamu sebenarnya sedang melatih otakmu
untuk berada dalam kondisi
berkelimpahan, bukan kondisi kekurangan.
Kondisi mental seperti inilah yang
justru akan menarik lebih banyak peluang
dan ide-ide segar masuk ke dalam
hidupmu. Ingatlah, seberapa besar pun
lompatan yang kamu buat tahun ini, jika
tidak dibarengi dengan rasa puas di
dalam hati, kamu tetap akan merasa
sedang berlari di tempat yang sepi.
Cobalah untuk mulai melatih otot
syukurmu dengan cara yang sangat
sederhana, namun konsisten setiap
harinya. Luangkan waktu sejenak mungkin
sebelum tidur untuk mencatat minimal
tiga hal baik yang terjadi padamu hari
itu. Meskipun hal tersebut terasa sangat
sepele seperti kopi yang enak atau
bantuan kecil dari rekan kerja.
Kebiasaan ini perlahan tapi pasti akan
memprogram ulang otakmu agar lebih peka
melihat peluang di tengah hambatan.
Bukan hanya melihat hambatan di setiap
peluang. Di tengah ketidakpastian dunia
tahun 2026, kemampuan untuk tetap merasa
cukup dan berterima kasih atas setiap
proses adalah kunci utama ketenangan
batin. Dengan menghargai hal-hal kecil,
kamu sedang membangun fondasi mental
yang kokoh untuk menerima tanggung jawab
dan keberhasilan yang jauh lebih besar
di sisa tahun ini. Jangan tunggu sampai
sukses untuk bersyukur. Tapi
bersyukurlah agar kamu kuat menjalani
jalan menuju sukses.
Tahun 2026 ini sebenarnya tidak harus
terasa berat asalkan kamu berani
mengambil kendali penuh atas kebiasaanmu
mulai detik ini. Perubahan besar dalam
hidup tidak selalu diawali dengan
langkah raksasa. Seringkiali itu dimulai
dari keberanian sederhana untuk berhenti
mengulangi pola lama yang selama ini
menghambat potensi terbaikmu. Ingatlah
bahwa masa depanmu bukan terjadi secara
kebetulan, melainkan hasil dari kumpulan
keputusan kecil yang kamu ambil setiap
hari. Jika kamu konsisten memperbaiki
caramu mengelola waktu, lingkungan,
hingga kesehatan mental, tantangan
seberat apapun akan berubah menjadi
tangga menuju kesuksesan. Jangan hanya
jadi penonton bagi keberhasilan orang
lain, tapi jadilah arsitek bagi hidupmu
sendiri. Masa depanmu sedang menunggu
tindakan nyatamu sekarang. Jadi,
bangunlah pondasi yang kuat untuk sisa
tahun ini dengan penuh keyakinan.
Video ini murni untuk edukasi dan
berbagi opini, bukan saran profesional.
Setiap keputusan untuk berubah atau
bertindak ada di tanganmu sendiri.
Pastikan untuk selalu bijak dalam
menerapkan tips ini sesuai dengan
kondisi pribadi kamu. Kalau kamu merasa
video ini seperti tamparan yang memang
kamu butuhkan hari ini, jangan biarkan
pesan ini berhenti di kamu saja. Yuk,
tekan tombol like dan subscribe sebagai
komitmen kecil bahwa kamu siap mengubah
pola hidupmu. Jadi lebih baik di 2026.
Saya ingin tahu dari sekian banyak poin
tadi mana yang paling relevan dengan
kondisimu sekarang. Tulis jawabanmu di
kolom komentar di bawah ya, supaya kita
bisa saling dukung dan diskusi bareng.
Jangan lupa bagikan video ini ke teman
atau keluarga yang mungkin juga butuh
sedikit sentilan untuk bangkit. Sampai
ketemu di video edukasi berikutnya.
Yeah.