Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo, Guys. Kembali lagi bersama Beni NX. Kita baru aja dapat kiriman video segar nih. Ini tentang Presiden kesayangan kita semua, yaitu Presiden Prabowo. Nah, Teman-teman tahu ya kemarin itu beliau baru saja mengundang tujuh media nasional untuk diundang bertemu interview bebas tanpa sensor bersama Presiden Prabowo. Tentu lu sudah tahu ya media-media besar yang diundang itu ya media yang dianggap netral. Jadi dari situ lu sudah tahu ya kalau media-media yang anjing peliharannya George Soros itu tidak diundang ya. media-media iblis, setan enggak diundang. Nah, ketika gua dikirim video ini jujur gua belum lihat tapi sama tim udah dipotong-potong katanya interviewnya sampai 3 jam dan yang kita ambil ini bagian yang berhubungan dengan bidang ekonominya. So, kalau lu penasaran gimana sih videonya? Gimana sih jawabannya, gimana sih hasil interview Presiden Prabowo bersama tujuh media nasional yang bukan anjing peliharaan Cor Soros? Tunggu apaagi? Jangan dikip videonya. Let's check this out. [Musik] Jadi kita ini harus jangan terlalu jangan terlalu takut bahwa dunia ini tidak baik-baik saja. Kita penuh dengan kesulitan. Kita penuh dengan terusang aja kita koreksi diri ya sebagai bangsa selama 30 tahun ini. Kita banyak melakukan blonder. Kita kita akui saja. Jangan, jangan salah siapa presiden. Masa satu presiden bertanggung jawab atas semua. Ini banyak blunder dan ini juga salah. Saya saya juga hei hei para teknokrat, hei para profesor, hei para guru besar. Kenapa kau tidak, kenapa kau tidak koreksi? Kenapa kau tidak ingatkan pada saat dilakukan penyimpangan-penyimpangan, pada saat dilakukan belunder-belundur ya kan yang macam-macamlah kita bisa uraikan ya. Jadi itu satu. Oke, ini satu hal yang harus kita apresiasi ya. Kalau dari yang udah-uda kan banyak pejabat pemerintah itu denial bilang enggak ada krisis, enggak ada masalah, Indonesia baik-baik saja, just fine. Dari sini kita bilang bahwa Presiden Prabowo satu hal ya, dia mengakui bahwa pemerintahan betul melakukan blunder-blunder. Akhirnya nih ada pengakuan juga, which is di sini menurut gua ini hal yang baik sih yang harus kita apresiasi dibanding pura-pura baik-baik saja, baik-baik saja padahal isinya enggak baik-baik saja. Jadi ini gua sangat mengapresiasi yang dilakukan yang dikatakan oleh Presiden Prabowo. Dan betul juga gua setuju kalau bilang bahwa jangan takut memang dunia ini the world is in crisis. Dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Tapi memang kita harus optimis, kita harus fight itu. Betul. Nah, satu yang jadi pertanyaan tadi terkait kenapa guru-guru besar itu banyak yang diam-diam saja, aristokrat, para akademisi, dan lain sebagainya. Menurut gua sih mereka udah banyak kasih komentar ya, tapi sepertinya ya enggak didengar. Menurut gua sih banyak dari mereka yang sudah bicara lah. Jangankan itulah udah dari dari tahun-tahun lalu lah ada dewan guru besar di sebuah universitas tertentu bahkan sampai yang demo bilang bahwa ini enggak benar, ini melanggar konstitusi, ini melanggar hukum dan lain sebagainya. Ini melanggar etika. Sebetulnya dunia akademisi menurut gua salah satu yang paling aktif ini bukan kita ngomongin mahasiswa-mahasiswa demo bayaran. Bukan. Bukan. Ini kita ngomongin aristokrat ya. kebetulan aristokrat memberikan pandangannya, gagasannya, dan mereka sampai berdemo di kampus masing-masing. Ya, gua sih enggak setuju kalau dibilang mereka diam-diam aja. Yang banyak yang ada dan yang gua tahu pun mereka memang bersuara. Cuman ya mereka belum didengar atau tidak didengar. Dan memang betul juga enggak meskipun semuanya didengarin ini negara demokrasi, tapi kalau yang satu bilang A, yang satu bilang B, kampus ini bilang C, profesor ini bilang D, semua yang mau didengerin ya kacau ya, hancur. Harus berani ambil satu keputusan mana yang harus kita jalankan demi kebaikan bangsa gitu ya. Karena kalau dengerin semuanya juga menurut gua enggak benar sih. Cuman dari yang gua tahu kalau dibilang seandainya aristokrat, akademisi segala macam kok tidak mengingatkan. Setahu saya mereka sudah mengingatkan. Next. Nah, kedua masalah Trump. Trump ya. Ya, masalah Trump ini kita harus lihat nanti mungkin kita akan mengalami ee dampak yang yang berat mungkin terutama yang bisa kena adalah industri tekstil, sepatu, garmen, dan ee furniture. Ya, ini ini berat karena ini padat karya. Tapi kita akan cari jalan keluar. kita harus berani mencari pasar baru. Kita ini terlalu terlalu manja juga sih ya. Kita tuh selama ini tertarik oleh ekonomi Amerika. Benar. Karena ini kan sistem ekonomi yang Amerika ajarkan kepada kita kan. Iya kan? Free market benar enggak? Globalization iya kan? There are no borders. Mereka ajarkan kepada kita. Kita murid yang setia ya kan. We follow. We follow what they teach us. All the time, the 60s, the 70s, the 80s, the 90s, 98, 99 kita ikut IMF paling setia, paling loyal. Sekarang kita harus bangun karena harus dewasa. He dan tidak hanya kita Eropa, negara ASEAN semua Australia semua. Oh, kalau begitu sekarang situasi berubah dan memang benar situasi berubah. Dan itu yang saya sudah ingatkan bertahun-tahun. Saya ingatkan, tolong tolong buka rekam digital saya, rekam jejak saya. Saya sudah ingatkan saudara-saudara sekalian, Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Tapi orang bilang, "Oh, retorika." Tidak. Saya dari dulu, saya dari dulu memperjuang. Saya sudah sadar, saya sudah mengerti bahwa suatu saat nobody is going to help us. Tidak ada yang akan bantu kita kecuali diri kita sendiri. Dan ini realita. Oke. Jadi, satu yang gua apresiasi lagi nih ya. Ya, si presiden bilang industry tekstil, garment, furniture itu bakal terdampak akibat si tarifnya Donald Trump itu. Tapi satu sedikit masukan sih buat tekstil sama Garmen. Iya, itu betul dan itu TPT ya. Tekstil dan produk turunan tekstil itu menyerap sangat banyak tenaga kerja khususnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Nah, kalau kita enggak bisa handle ini dengan baik, Teman-teman akan lihat angka pengangguran kita itu akan naik dari 7 juta manusia di tahun lalu. Tahun ini bahkan bisa naik sampai 10 juta manusia. Setiap hari kalau lihat baca koran selalu ada berita pabrik tutup, pabrik tutup, pabrik tutup. And that's a very bad thing. Sepatu, garmen, tekstil terdampak. Khusus untuk furniture ini sedikit ada pengecualian karena Amerika Serikat kemarin lagi ada kebakaran besar tuh di California dan orang-orang di West Coast California itu senangnya kalau bangun rumah pakai kayu. Jadi ada kemungkinan industri yang terkait kayu, timber, furniture itu mereka akan dapat menurut gua sangat yakin sih mereka akan terima lenancy. Jadi mereka akan terima kelonggaran di sana. Itu yang gua mau sampaikan ya. Nah, satu yang enggak pernah dimention juga industri elektronik kita. Jadi elektronik yang kecil-kecil itu sebetulnya udah banyak di Indonesia yang bikin. Tadi gua habis ketemu sama teman kita baru datang dari Belanda, dia bilang gini, "Ben, gua bingung di Indonesia orang pada tenang-tenang aja. Emangnya kenapa? Di Belanda orang pada panik loh gara-gara Donald Trump bikin pernyataan soal tarif itu loh. Apalagi sekarang tambah susah orang di Belanda energi harga udah jadi mahal. Dan sekarang mereka juga ada krisis, krisis housing." Terus gua tanya, "Kenapa krisis housing? bikin aja rumah lagi. Ternyata sejak perang dengan Rusia, Ukraina, ketakutan terbesar Eropa adalah ketika Rusia itu buka cabang. Tadinya perangnya cuma di Ukraina, dia buka cabang di Polandia, di Hongaria. Eropa sangat takut itu. Nah, dari sekarang mereka sudah lakukan pembatasan. pembatasan buat energi. Jadi di rumah-rumah kalau pakai listrik itu udah dibatasin dan yang paling berdampak itu adalah industri baru. Jadi enggak gampang sekarang buka pabrik baru di Jerman, di Belanda, bahkan mau bikin apartemen, building, bangunan, gedung, perkantoran itu izinnya semakin dipersulit. Karena apa? Mereka akan menyerap listrik dalam jumlah besar. Dan listrik itu di rusion. Di ration itu artinya apa? dijatahin prioritas utama masuk ke rumah sakit, industri-industri yang strategis, bisnis-bisnis yang sangat vital, esensial, baru kemudian residensi ee orang-orang perumahan. Nah, enggak ada sisa slot energi nih untuk masuk bikin pembangunan baru, gedung baru, kantor baru, pabrik baru. Akibatnya semua jadi biaya tinggi. Makanya teman-teman jangan kaget, akan makin banyak PHK massal juga di negara Eropa Barat karena mereka susah dapat energi. Dan ini yang dilakukan Volkswagen kan mereka PHK puluhan ribu karyawannya dia ya karena pabriknya udah enggak bisa lagi jalan kalau energinya terlalu mahal. Karena pabrik jalan butuh listrik. Lagimana listriknya bisa jalan, bisa murah kalau gasnya semua udah harus impor dari Amerika Serikat. Jadi itu membuat kesulitan ya. Nah, di sini kita lihat ya bagus sih Pak Presiden Prabowo aware ya kita punya industri tekstil, garmen, sepatu itu bakal terdampak dan itu betul dan itu menciptakan banyak lahan kerja. So, kalau kemarin ada menteri yang bilang, "Tenang aja, baik-baik saja, it's ok, rileks." Udah enggak, enggak, gak. Thank you banget nih. Gua sangat apresiasi nih Presiden Prabowo akhirnya ya mengakui kita bukan dalam kondisi yang baik-baik saja. Kita bukan dalam kondisi harus bersantai, harus rileks, enggak. Kita harus bergerak buka pasar baru. Apakah gampang? Gua yakin tidak. Khususnya buat industri tertentu ya. Gua enggak kebayang sih Indonesia ekspor baju ke Cina ya. Gua rasa enggak, enggak lah. Yang ada kebalikannya. Jadi yang bisa kita lakukan ya cari pasar lain. Masih banyak di Timur Tengah, di Afrika walaupun sudah banyak made in China juga di sana. an di Eropa Barat. Ee kemarin teman gue yang di Belanda yang barusan ngobrol juga, dia juga kaget. Lu tahu Ben, gua tuh zaman tahun-an 90-an kalau lihat baju, lihat sepatu itu masih banyak loh made in Indonesia. Termasuk Nike kalau lu lihat Nike, Adidas itu banyak yang made in Indonesia. Tapi makin ke sini ada made in Kamboja, made in Vietnam, made in Mexico. Yang dari Indonesia itu makin sedikit, makin sedikit, makin sedikit dan itu realita. So, memang kita harus fight nih kompetisinya itu udah dengan negara-negara lain yang pengin lepas dari status negara berkembang. Satu yang gua mau kasih komentar di sini ee khusus tadi ya buat klip itu gua sadar bahwa Pak Presiden Prabowo ternyata kedipan matanya yang di sebelah kanan itu lebih cepat dibanding yang sebelah kiri. Ini sedikit saran dari gua nih karena banyak penasehat Prabowo, pembisik Presiden Prabowo, menteri Prabowo itu followernya Benix. So, gua mau kasih tahu sama lu. Karena mata kanannya lebih kedip, lebih cepat dibanding mata kirinya, tolong beri nasihat kepada presiden kita. Tolong pergi ke neurologis secepatnya. Ya, semoga gua salah. Tapi ini bisa jadi indikasi awal ada penyakit yang berhubungan dengan stroke atau yang berhubungan dengan otak. Hopefully segera diperiksa lah. Oke. Nah, satu pandangan gua soal ya Presiden bilang Indonesia itu salah satu murid yang paling setia. mungkin budak ya, budak yang paling setia atas perintah, dogma, ajaran ideologis Amerika Serikat dari mulai tahun 60-an, 70-an, 80-an, 90-an, lu tahu enggak kenapa dia ngomongnya tahun 0-an? Karena di situ mertuanya dia jadi juragan. Jadi dia enggak mau bilang itu eranya Soekarno. Dia enggak mau bilang Soekarno budak Amerika gitu. Jadi 60, 70, 80, 90 specifically dia bilang 98,99 kita tunduk sama IMF. Semua yang dilakukan oleh Amerika, diperintahkan oleh Amerika, kita lakukan. kasih ladang emas di Papua ke Amerika kita lakukan. Kasih ladang minyak yang ada di Sumatera ke Amerika kita lakukan gitu. Kita betul-betul murid yang sangat-sangat setia. Jadi itu fakta yang disampaikan kenyataan yang pahit, sejarah yang pahit dan kita terus-menerus mengikuti aturan ekonomi yang dibuat Amerika. Tapi betul ujung-ujungnya dan sekarang kita lihat ya, mereka ngajarin kan buat kita liberalisasi perdagangan, buka pasar, dengarin kata kita demokrasi. ekspor impor sebanyak-banyaknya ya. Oke. Oke. Semuanya kita pakai pakai dolar. Oke. Pakai dolar. Kita nurut sama mereka. Very obedient. Tetapi ternyata at some point of time negara-negara itu akan menuju proteksionisme ketika mereka dalam kesulitan. Ini terjadi di Jepang. Jepang sempat menjadi gelap gulita tuh ketika mereka proteksi full. Mereka jadi negara terbelakang. Enggak boleh ada orang bule masuk, enggak boleh ada teknologi masuk. Mereka betul-betul negara dinosaurus. primitif. Nah, Amerika sekarang berada dalam status kondisi gawat darurat. Negaranya sudah defisit terus, utangnya begitu banyak dan tidak ada lagi kekuatan manufacturing di Amerika Serikat. Ih, boro-boro Apple merek Amerika, Ford merek Amerika, GM merek Amerika, semua bikin pabrik di luar Amerika Serikat. Jadi mereka kehilangan kekuatan manufacturing mereka yang sangat fatal. Kalau seandainai pecah perang dunia 3, mereka tidak punya kemampuan bikin pesawat jet, pesawat tempur, kapal perang, tank dalam jumlah besar karena kehilangan skill manufacturing itu. E bentar guys, bentar guys sebelum kita lanjut videonya, good news guys. Kalau sambenic season 7 kembali dibuka nih. Jadi buat teman-teman yang belum sempat join yang season 6, kita sekarang udah masuk ke season keet7uh dan ini seru banget karena tahun ini kita membahas tentang energi terbarukan. So, teman-teman tahu enggak orang kalau ngomong energi di Indonesia ini cuman ada batu bara. atau minyak bumi. Tetapi sekarang kita sudah masuk ke era di mana saham-saham perusahaan yang prospek itu justru datang bukan dari batu bara lagi, tapi dari energi terbarukan. Dan banyak loh sebetulnya energi terbarukan. Ada lu ngomong minyak sawit, ada namanya gas bumi, ada namanya tenaga surya dari matahari termasuk tenaga air dan masih begitu banyak lagi yang belum kita bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita akan membahas saham-saham yang sangat prospek, investasi yang menurut gua sangat menarik buat kita pelajari bersama. hanya di Sambeni season 7 tentang emiten-emiten dan prospek prospek yang luar biasa dari sektor energi terbarukan. Makanya jangan sampai ketinggalan guys. Segera buruan daftar karena kita ada promo nih diskon 25% hanya untuk 50 orang pertama yang daftar sebelum 25 April 2025. So, tunggu apaagi, Guys? Buruan yuk segera hubungi nomor handphone yang ada di bawah ini atau www.skalasahambenix.com. Jadi kita sudah tiba nih di pintu gerbang di mana setiap negara akan mementingkan kepentingannya masing-masing. Nah, ini mengulangi apa yang dikatakan oleh PM Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura bahwa apa kita masuk di era di mana negara-negara ini makin berpikir makin egois, makin arbitrary, dan makin berbahaya. So, yang dibilang Pak Presiden Probowo di sini specifically ya gua setuju, gua setuju. Semua negara mementingkan kepentingannya masing-masing. Suka enggak suka lu benci gimanapun sama Donald Trump. Tapi satu hal positif yang kita harus akui. Dia berusaha untuk membela kepentingan bangsa dan negara Amerika Serikat. Pejabat kita gimana sah enggak Donald Trump bikin huruhara? Teror sana, teror sini sah. Kalau rakyatnya tambah kaya raya? Sekarang kita berada di posisi di mana apakah pemimpin kita bisa lakukan hal yang sama, membela kita, bangsa dan negara kita. Terserah gua mau dibilangin jahat sama Uni Eropa, terserah mau dibilangin jahat sama China. Ini kepentingan bangsa. Bebas lu mau bully gua. Banyak lu lihat orang-orang bully Donald Trump ya mungkin ada di Twitter lah, Instagram lah. Tapi yang dilakukan Donald Trump menurut dia ya dia membela kepentingan bangsa negaranya. Apakah itu endingnya bagus atau buruk? Wilsy karena bukan yang pertama kalinya perang dagang diluncurkan oleh Amerika Serikat. Dulu pernah di tahun 1930. Tapi itu bahasan next time. Lanjut. Tapi satu hal yang saya ingin sampaikan. Amerika sebenarnya punya hak karena dia ingin membelahas kepentingan nasional. Kepentingan nasional dia. Iya kan? Bayangkan negara-negara lain punya surplus 300 miliar dolar, 200 miliar dolar, 100 miliar dolar. Iya kan? Benar enggak? Ya dibenarkan oleh WTO juga. Iya kan? Kita nih termasuk surplus yang kecil. tidak terlalu besar 18 milion dolar 17. Tapi, tapi maksud saya juga ya ee pengusaha-pengusaha kita juga harus istilahnya punya longterm planning ya dan tidak tergantung kepada satu pasar yang enak. Iya kan? Iya kan? Iya. Iya. Kita harus berani. Kenapa kita tidak ke Afrika? Diversifikasi. Afrika itu the new emerging market market of the world. Afrika loh jumlah penduduknya besar, resources-nya banyak. Iya kan? kebutuhannya banyak. Ada pengusaha-pengusaha kita yang berani ke Afrika ya kan. Salim Grup dia di mana-mana di Afrika itu mereka sekarang hobinya makan Indomie dan mereka kira Indomie itu makanan mereka itu kayak spagetti jatuhnya mengganti spagetti ada di Nigeria, Ethiopia, di Turki, di Mesir. Jadi kita we have to look for new market. Benar enggak? yang kita concern hanya memang apa itu garment sepatu i kan itu yang dua konser tapi nah ini bagian ya makanya masalahnya adalah kita harus berani dan saya bertekad untuk mengurangi kemiskinan bahwa ya Presiden Prabowo tadi ya ternyata ee gua mendahului itu ternyata dibahas juga dia bilang bahwa Amerika itu punya hak dia memang berhak untuk lakukan itu karena banyak negara yang mengalami surplus perdagangan sampai even hundred of billion dollars dengan Amerika Serikat. Jadi, trade imbalance-nya itu real. Kita cuman sekitar kita bahkan enggak nyampai 20 billion dolar. Jadi, ya itulah kondisi hari ini. Apakah Amerika Serikat kejam atau enggak, itu hak mereka. Itu hak mereka. Nah, kita punya posisi tawar yang seperti apa sekarang kan apa reaksi kita? Apa balasan kita, apa tindakan kita selanjutnya? Itu yang paling penting menurut gua. Nah, di sini Presiden Prabowo itu bilang pengusaha Indonesia harusnya bisa lebih berani nih untuk masuk buka pasar baru di luar Indonesia. Dia ambil kasih contoh Indomie ya dari produknya Salim Group aja udah masil masuk ke Afrika. Bahkan rakyat-rakyat Nigeria menganggap Indomie adalah makanan nasional mereka saking hebatnya Salim Group. Ya, dia ngasih contoh yang bagus sih menurut gua. Cuman kan harus dilihat juga kenapa ada begitu banyak pengusaha di Indonesia tapi hanya segelintir yang bisa sukses ke luar negeri? Simpel aja karena mungkin mereka dapat keberpihakan dari pemerintah di zaman dahulu. Coba lu bisa kebayang enggak UMKM dari Bandung, pengusaha keripik singkong dari Majalengka, pengusaha keripik pisang dari Malang, apel Malang, ekspor ke India, ke Afrika tanpa adanya keberpihakan nih. Karena Salim Grup usianya itu hampir sama tuanya dengan usia republik ini lah. Gimana dengan pengusaha-pengusaha yang usia 10 tahun, 20 tahun? Gua sih tahu ya, banyak pengusaha Indonesia khususnya konstruksi, pengusaha kapal, teman-teman kita banyak yang memang bahkan sampai udah bangun nih, bangun di Timur Tengah, bikin gedung, bikin mall, itu pengusaha Indonesia memang banyak skill kita ada sampai ke sana itu banyak sekali. Cuman menurut gua kalau dalam level yang dibilang makin banyak pengusaha Indonesia harus ambil pasar di luar Indonesia, itu beratnya begini. Di Indonesia ini mayoritas ekonomi kita ditopang oleh sektor UMKM. Sekali lagi ya, di Indonesia itu menurut gua itu tidak kompetitif. Kenapa? Karena negara kita lu enggak bisa ya bikin negara maju. Tidak ada negara yang jadi maju karena UMKM-nya maju. Enggak ada. Ini to be honest saja nih. Bagus enggak sih kita punya UMKM? Bagus. Dibilang penyelamat. Penyelamat di COVID lah, penyelamat di 98 lah. Iya. Tapi enggak ada negara yang bisa maju karena mengandalkan sektor UMKM. Why? Lu ingat mayoritas UMKM itu masih sektor informal. Mayoritas sektor UMKM itu bahkan bayar gaji karyawannya ada yang Rp700.000 sebulan, R juta sebulan. Boro-boro mereka punya NPWP, mau bayar pajak aja ya enggak. Terdaftar juga enggak. Jadi semakin banyak UMKM kita di Indonesia inilah jadi masalah lagi teks rasio kita itu enggak bakal naik. Pendapatan negara tidak bakal naik. Karena itu semua adalah ekonomi-ekonomi gelap. Sedow ekonomi suka enggak suka. Even Om Z tukang soma itu yang di depan kantor kita gua tahu tuh lebih dari R800 juta sebulan. Gua sangat yakin dia tidak bayar pajak. Apa yang begitu-begitu kita mau pelihara terus? Padahal yang dia jual somai itu bahan bakunya tepung terigu kita impor dari Ukraina, kita impor dari Cina, kita impor dari Amerika. Semakin banyak orang yang dagang, suka enggak suka nih lu ya? Ya, mereka memperdagangkan barang-barang yang kita beli dengan US dollar. Artinya semakin banyak orang pakai dolar menjual rupiah, rupiah kan semakin anjlok. Lu suka enggak suka loh? Lu makan tempe goreng pinggir jalan. Bahan bakunya impor. Tempenya kacang kedelai lu impor dari Amerika. Tepungnya lu impor dari Cina atau Ukraina atau Australia. Lu makan tahu, lu merasa lu nasionalis, lu lupa tahu itu bahan bakunya dari kacang kedelai juga. Jadi lu makan martabak. Oke deh kalau gitu gua mau nasionalis. Lu makan martabak. Martabak lu dari mana, Bro? Martabak lu ya jadi tepung terigu juga. Oke, Pak. Kalau gitu saya enggak makan martabak manis. Saya UMKM. Kita dagangnya martabak telur. Lu makan martabak telur. Telur lu itu dapat dari ayam. Lu tahu Indonesia ini importir jagung sampai detik ini? Karena enggak ada ayam makan daging sapi ya, Guys. Kemahalan ayam itu makannya makan jagung nih, pakan ternak. Jadi lu makan produk impor, Guys. Itu realitanya. Nah, UMKM-UKM kita itu yang selama ini menjadi shadow ekonomi ini apa iya bisa bersaing sampai ke luar negeri? Bukannya gua mengecilkan ya, gua rasa kita hanya bisa bersaing ketika kita bisa melahirkan caybol-caybol baru. Pakai strateginya Korea. UMKM ini harus saling berkompetisi dan jumlahnya itu seharusnya jangan sampai semakin banyak. Justru malah harus semakin sedikit berkurang supaya yang survive itu jadi the next chieb. Iya dong. Sampai detik ini lu pasti tahu Samsung, lu tahu LG, lu tahu Hyundai, Kia dan lain sebagainya. Terus negara lain tahunya Indonesia apa? Coba lu bayangin cuman Indomie yang lolos. Tapi itu pun ya lu tahu dia orang di Indonesia. Terus yang lain gimana? Enggak ada punya kesempatan. Nah, di sinilah negara menurut gua nih kalau memang serius ya negara harus kasih kemudahan bantu. Tapi kan ujung-ujungnya lembaga pembiayaan ekspor Indonesia aja kena korupsi. ya kalau enggak ya UMKM-UMKM itu jujur aja nih bakal sangat-sangat sulit untuk bisa berkompetisi sampai ke market yang ada di luar negeri. Makanya gua sangat bingung ya, Indonesia katanya sangat mesra dengan Belanda. Tapi ketika kita ke Belanda, pisangnya, nanasnya, jambunya, alpokatnya yang harganya bisa sampai 10 kali lipat lebih mahal, asalnya bukan dari Indonesia. Asalnya ada yang dari Afrika, ada yang dari Amerika yang udah tentu gua berakin Indonesia bisa bikin dengan harga yang jauh lebih murah. Tapi kenapa kita bukan kita yang dipakai ya. Ya, kemungkinan karena UMKM kita itu tidak dibawa sampai ke sana. Ada satu hal yang menurut gua sangat-sangat menyedihkan, Guys. Gua kesal banget. Gua waktu itu diundang untuk ikut sebuah acara kementerian di Jawa Tengah yang tujuannya adalah ekspor mokaf. Tepung mokaf. Lu tahu kan gua buka kebun di Kalimantan, kita ada nanam situ sing sengkong segala macam. Diundang ke sana buat ekspor mokf ke Inggris. Diundanglah semua pemain petani singkong industri tepung singkong ke sebuah kota di Jawa Tengah. Ngomong ayo ayo. Berbusa-busa sampai 5 jam. Kebanyakan seremonial yang enggak penting, enggak jelas. Terus ujung-ujungnya ketika disuruh ngomong atas perdagangan kita yang ada di Inggris bilangnya apa? Eh, by the way kita udah enggak bisa ekspor lagi ya ke Inggris. Hah? Kenapa? Karena kuotanya udah enggak ada lah. Terus ngapain lu undang kita ke sini, goblok? Gitu kan. Buang-buang waktu aja. Lebih gila lagi, begitu kelar seminar di depan itu ada orang bagi-bagi amplo putih isi Rp100.000. Idih, sedih banget gua. Jadi ini cuma proek buang-buang anggaran. Gua capek-capek beli tiket dari Jakarta. Ada tim kita yang datang dari Kalimantan. Bahkan gua lihat ada petani yang diundang dari NTT naik beli tiket pesawat. Katanya acara ini akan memudahkan para petani, para pelaku usaha untuk ekspor ke Eropa. Datang ke sana dikasih Rp100.000. Bukan itu yang kita cari loh. Jujur aja loh. Yang kita cari itu adalah kita mau ekspansi bisnis ke Eropa. Harapannya lu bisa bantu buka market. Faktanya enggak. Cuman haha hi hahi di hotel bintang 5 enggak jelas. Enggak ada untungnya buat kita. Ada yang ada buang-buang waktu. Very stupid. Tolong Pak Probowo. Itu banyak banget di republik ini kementerian bikin seminar-seminar enggak jelas enggak ada golnya. Sampah banget. Buang-buang waktu asli. Buang-buang. Gua kesal banget asli. Gua kesel banget. Ini true story. Gua pernah bikin story-nya kok di Instagram. Sebel banget gua asli. Buat apa lu ngundang kita ke sini? Dari ratusan peserta yang ada semuanya komplain yang sama. Karena mereka pakai tiket sendiri, bayar hotel sendiri untuk pergi ke Jawa Tengah ke seminar itu dan mereka dapatkan hasil nol besar. Sedih. Tapi itu realita di Indonesia. Jadi sekali lagi yang kita butuhkan adalah UMKM ini bukan cuma dijaga dan diperbanyak jumlahnya no. Tapi mereka justru harus diperkecil supaya mereka bisa naik kelas nih ke pengusaha menengah atas. Akibatnya apa? Karyawan mereka teregister dapat dulu PPH21. Mereka jadi PTKP dapat dulu PPN. Negara dapat begitu banyak keuntungan kalau seandainya kita bisa bawa UMKM UMKM kita ini untuk naik kelas, naik level. Tapi kalau UMKM yang kecil-kecil ini dipelihara terus, negara sampai kapanp enggak bakal dapat apa-apa. Yang ada Indonesia jadinya kumpulan pengusaha kuliner doang gitu. kanan kiri kanan kiri dagangnya produk impor fakta so ya gua setuju bagus ambil contoh salim grup tapi ambil contoh yang lain susah gua yakin salim grup bisa kenapa karena dia Indonesia tapi yang lain gimana tolonglah negara ikut turun bant menarik ya dari pengusaha kita ngomong pengusaha luar negeri ketika mau ekspansi contoh ya Cina mau ikut tender di Indonesia itu negaranya sampai belain loh sampai duta besarnya bantuin loh atase perdagangannya juga belain loh Eh, kita ada perusahaan nih dari Cina mau ikut tender lu. Wih, hebat banget. Ikut tender di Afrika itu sampai negara itu turun memfasilitasi. Kalau yang kita udah-udah nih, gua jujur aja ya, ada pameran perdagangan di Belanda, di Rotterdam, di Amsterdam, di New York. Yang diundang apa sih? Buka boot ukuran 3* 3, taruh keripik pisang di situ. Dagang keripik tempe, bawa air jahe. Apa ini coba? Enggak begitulah. Pakailah metode yang dilakukan Cina. gimana dia lakukan perdagangan senjata ke luar negeri, dia lakukan perdagangan bawa UMKM-nya ke luar negeri supaya bisa naik kelas. Yang mereka memang bawa itu dengan konsep yang bagus banget. Negara turun bantuin, belain sampai buat tendernya aja negaranya pasang badan dan dia akan kejar. Kenapa? Contoh, makanya lu jangan kaget. Cina menang tender buat kereta cepat dari Jakarta ke Bandung gitu. Itu kan bukti bahwa negara mereka turun loh, membela, membantu perusahaan lokalnya mereka buat bisa ekspansi ke luar negeri. Coba lu bayangin yang sama ya. Gua sih enggak kebayang ya. Misalkan orang Afrika Selatan lu tahu Indonesia misalkan udah jago nih kita bangun apartemen atau bangun mall. Gua sih enggak kebayang ya orang dari kementerian kita itu turun ke Afrika Selatan presentasikan kita punya perusahaan ini loh bisa bikin mall loh bisa bikin dermaga loh. Makanya gua salutlah sama pengusaha di Indonesia ya yang memang enggak pernah dibelain sama negara khususnya yang jarang makan duit APBN tapi bisa survive tapi bisa tumbuh besar. Banyak sangat banyak ee perusahaan ya salah satunya ya bank favorit lu semua yang sangat tidak mengandalkan APBN. Banyak orang itu jadi orang kaya karena rampok duit APBN. Tapi ada pengusaha-pengusaha di Indonesia yang anti ambil duit APBN. Dia fight. Betul-betul fight. Fight di dalam negeri dan fight di luar negeri. Makanya jangan heran kalau mereka bisa ekspansi sampai ke Italia dan berhasil di sana. Next. Kita mengerti bahwa mereka concerned bahwa ekonomi mereka tidak produktif. Dia masih kuasai teknologi, tapi di bidang lain, bidang mobil mereka sudah bisa kalah jauh mungkin dengan Cina, elektronik, telepon, ya kan kita sekarang siapa yang pakai telepon buatan Amerika mungkin ya Apple masih. Ah, jadi ini nanti ada equilibrium baru ya. Saya saya sendiri juga sangat prihatin. Tapi eh ya ini fakta yang dihadapi seluruh dunia. Hanya saya percaya tadi apa yang saya Alvito sampaikan eh basic kita kuat ya. Whatever happened saya kira we will kita survive apa yang sudah pernah kita survive krisis-kristus berkali-kali. Eh 2008 COVID ya kita hadapi dan kita bisa atasi tapi kuncinya kalau ada kerukunan. Jadi saya juga prihatin ya mungkin saya juga mau dialog saya mau ketemulah sama siapa mari kita bahas ya kan mungkin tidak usah dipublik tokoh-tokoh yang Indonesia gelap Indonesia gelap mas maksudnya oke kalau memang Indonesia gelap mari kita kerja supaya Indonesia tidak gelap iya kan kok Indonesia gelap kabur aja deh kabur aja dulu a kabur kabur aja dulu deh iya Ya, habis habis itu Jokowi salah, Prabowo goblok. Ini tidak mengatasi. Iya kan? Seru juga nih presiden yang satu ini. Jokowi salah, Prabowo goblok. Luar biasa. Luar biasa. Di situ kita bisa lihat memang jarang loh gua lihat ada presiden yang berani lakukan dan bahkan ngobrol gitu ya tentang hal-hal yang seperti itulah. Dan dia juga mengakui bahwa sebaiknya ya orang-orang yang ngomong Indonesia gelap apa segala macam itu ini kayaknya dia lebih baik dibanding gua sih. Jujur Prabowo lebih baik dibanding gua ya. Kalau gua jadi presiden, gua enggak bakal lakukan hal yang sebaik Presiden Prabowo lakukan ya. Jadi di sini Prabowo bilang dunia sudah berubah, Amerika sudah kalah dalam banyak hal dengan China dan Indonesia bisa hadapi ini semua dengan satu kata kunci yaitu kerukunan. Ya, itu betul karena kerukunan itu membawa negara menjadi stabil. Itu yang dilakukan di Cina. Jadi lu kalau demo-demo Tianan M lu gua giles pakai tank. Lu harus satu suara, negara harus stabil, kita harus rukun. Itulah kerukunan gaya Cina. Kalau lu enggak mau rukun, lu boleh tinggal di bawah tank, kan gitu. Tapi yang di Indonesia kita harus lihat ya menurut gua ya kerukunan itu penting. Tapi lebih penting lagi itu adalah trust. Sebagaimana kita bangun terust dari rakyat yang kalau kita lihat sekarang percuma pemerintah atau pejabat mau gua tadinya mau ngomong bacot, Guys. Jadi gua bilang mau ngobrol soal betapa pentingnya kerukunan berbuat baik dan lain sebagainya. Tapi orang sudah enggak punya trust. Itu bahaya. Kenapa orang enggak punya tras? Karena sampai detik ini masalah terparah yang ada di Indonesia itu pemberantasan korupsinya itu nol besar. Sampai detik ini lu enggak pernah lihat nih ada koruptor yang dihukum mati. itu jadi masalah sampai detik ini lu lihat dari ujung kepala sampai ujung kaki di republik ini dan enggak ada yang betul-betul serius memberantas korupsi. Nah, ini menggerus kepercayaan ya rakyat. Jadi, gimana kita bisa mbicarakan kerukunan ketika tidak ada teras satu sama lain antara pengelola negara dengan rakyat yang dikelola. Enggak ada tras. Terus gimana antara mereka bisa saling rukun yang dikelola dengan yang mengelola ini enggak ada tras ya gimana bisa rukun sampai kapan pun enggak bisa. Gua sangat yakin. Dan salah satu kata kunci bangun terust itu ya penegakan hukum seadil-adilnya. Jangan ada lagi penyelewengan pelanggaran hukum yang dibiarkan. Ini laki-laki bahasa yang menurut gua gua udah bosan juga sih ngomongnya. Ya, sampai itu kita bisa lihat dilakukan ya, rakyat enggak akan punya tras sih. Gua sangat yakin rakyat tidak akan punya tras bahwa Indonesia adalah negara hukum. Tidak. Next, ya. Baik. Jadi dengan pengalihan akan ada pelambatan, tapi nanti akan dikejar gitu. Karena yang kita hemat tetap kita kucurkan kepada sasaran yang kita inginkan. Yang kita hemat itu adalah hal-hal yang kita sudah yakin akan hangus. Hangus oleh korupsi. kecil, menengah, dan besar. Dalam arti begini, perjalanan dinas ke luar negeri kalau yang perlu harus. Saya kirim Menteri Menko Airlangga kamu ke Washington kemudian eh Menteri Keuangan kamu wakili kita G20 kemudian Menteri itu perlu. Tapi kalau rombongan pergi untuk studi banding ini, studi banding itu, iya kan come on kita bisa hemat berapa puluh triliun loh dari perjalanan dinas saja ya kan. 20 triliun kalau enggak salah. 22 triliun kita hemati. Iya kan? 22 triliun perjalanan dinas. Bapak tahu untuk perbaikan sekolah ya berapa ya? 17.000 sekolah kalau tidak salah itu 19 triliun. Jadi dengan 22 triliun yang enggak ke sana kita bisa perbaiki 19 triliun lagi eh 19.000 sekolah lagi dan sebagainya dan sebagainya. Contoh saya canangkan bahwa tahun ini kita akan membuka 200 sekolah rakyat berasrama boarding school dari SD sampai SMA untuk khusus untuk golongan ekonomi yang paling bawah kalau tidak salah ee Desil 910 ini untuk mematahkan mata rantai kemiskinan. Anak orang miskin. Eh, iya. Bapaknya miskin, ibunya miskin, anaknya tidak boleh miskin. Apalagi cucunya. Anaknya kita sekolahkan keluar dan dia nanti akan angkat orang tuanya keluar dari kemiskinan. That is our strategy. We are ambitious. Kita berpikir besar, grand besar. Oke. Jadi, itulah strategi Prabowo untuk mengatasi perlambatan ekonomi yang terdampak dari efisiensi anggaran. Ya, sekali lagi ya, gua termasuk orang yang setuju Indonesia itu melakukan efisiensi anggaran. Gua sangat setuju Donald Trump melakukan itu kan dan Milei lakukan itu juga di Argentina banyak negara-negara yang pengin maju itu mereka lakukan efisiensi anggaran karena apa? Contohnya untuk Indonesia aja ya itu udah terlalu banyak anggaran-anggaran kita hangus terbuang sia-sia enggak ada gunanya. Sewa hotel lah, bikin seminar inilah ngasih arisan lah, apalah enggak pentinglah. termasuk tadi dibilang jalan-jalan ke luar negeri. Gua sih sangat setuju efisiensi anggaran. Nah, konsekuensi dari efisiensi anggaran yaitu apa? Belanja pemerintah ke swasta khususnya pasti berkurang. Dalam jangka waktu singkat sudah pasti terjadi perlambatan ekonomi. Nah, ini enggak sinkron dengan target 8% itu. Makanya gua sangat yakin ya dalam 2 tahun ke depan termasuk tahun ini. Jangankan 8%, 5% aja gua yakin Indonesia enggak bisa. Kenapa? Ya, salah satunya karena efisiensi anggaran itu. Tapi apakah itu salah? Tidak. itu memang hal penderitaan yang harus kita jalanin. Karena setelahnya ya harapannya sih kalau yang dari udah-udah gua lihat di banyak negara di Afrika, di Argentina, negara-negara yang berhasil lakukan penghematan anggaran itu mereka berhasil naik ekonominya. Tetapi itu juga disertai dengan pemberantasan korupsi. Jadi pemberantasan korupsi, penghematan anggaran, nepotisme kolusi itu harus diberantas. Kalau enggak hancur negaranya. Vietnam dulu juga begitu loh. Lu jangan salah. Vietnam itu berdarah perang saudaranya di sana. Tapi mereka bisa bangkit. Kenapa? Ya karena mereka berhasil mengatasi itu. At least lebih better lah dibanding Indonesia. Termasuk di Korea Selatan juga. Mereka hampir loh jadi negara gagal juga tapi mereka mengatasi itu. Nah, Indonesia berada dalam posisi yang mana? Efisiensi anggaran bagus. Melambat ekonomi? Yes. Tapi temporary. Gua yakin setelahnya pasti bisa melesat tinggi. Itu normal. Asal pengalihan anggarannya ya sekali lagi ya harus lebih tepat guna juga. Tapi salah satu kendala yang terbesar dan ini ya orang kan solusinya kalau efisiensi anggaran tapi negara masih butuh dana karena defisit apa yang dilakukan? Penambahan pajak. Oke. Kita enggak sanggup tuh kalau pajak dinaikin lagi rakyat makin miskin. Tapi pertanyaannya kenapa penambahan pajak doang yang selalu solusi untuk mengatasi kekurangan anggaran kita? Ada loh pemberantasan korupsi. Kebocoran anggaran itu nilainya katanya di atas 300 triliun, Guys. Korupsi. Kenapa enggak itu dulu yang di ambil, itu dulu yang ditarik? Baru kemudian ngomong yang lain-lain. Nambahin pajak PPN lah jadi 12% lah atau pajak buat pengusaha lah, pajak penghasilan lah ya atau efisiensi anggaran. Percuma kita efisiensi anggaran tapi anggarannya itu bocor terus ke korupsi terus. ke korupsi terus buat apa? Nah, ini sekali lagi ya, ini akar dari segala kehancuran di republik ini. Jangankan kita VOC aja bubar, Guys, gara-gara korupsi. Jadi, ya betul-betul ya tadi soal kerukunanlah, soal efisiensi anggaran lah, ya gua setuju. Tapi satu masalah yang paling penting, teras itu enggak ada. Tras itu hilang. orang sudah berada di titik terendah nih kepercayaan antara rakyat dengan orang yang dipercaya untuk memimpin rakyat rakyatnya ini termasuk pejabat-jabat yang di daerah. Nah, ini enggak enggak ada pilihan lain nih selain tadi pemberantasan korupsi. Jadi kembali ke sini ya, efisiensi anggaran itu gua setuju. Tapi ini harus disertai dan didampingi oleh pemberantasan korupsi, kebocoran kebocoran anggaran itu. Next, Saudara-saudara, demokrasi ini membuat semua politisi yang dipilih, bupati, walikota, gubernur harus membalas tim sukses, harus membalas mereka yang mendukung. Artinya apa? Semua ingin jadi ASN, semua ingin jadi pejabat. akhirnya bloated democrasi. Tapi ini menjadi undang-undang saya harus laksanakan. Iya kan? Nah, sekarang saya bilang oke kita harus terima sekian ratus ribu ASN. Oke. Tapi itu harus benar, seleksinya harus benar akademis, intelektual, fisik dan sebagainya. Dan dia harus bersedia ditempatkan di mana saja. Oke, di sini dibahas yang gu udah berulang kali gua obrolin bahwa kelemahan Indonesia salah satunya adalah sistem demokrasi di kita itu tidak jalan dan tidak efektif. Karena yang berjalan di kita adalah bukan sistem demokrasi tapi sistem serangan fajar. Satu. Yang kedua, karena banyak ngutang sana sini jadi ujung-ujungnya kalau menang pun utang sama Bohir balikin modal bohir. Balikin modal tim sukses bikin mereka happy. Kasih jabatan sama mereka. Ini kayaknya dia mau curhat masalah pribadi nih di sini. Bercanda ya, Pak. Tolong jangan marah ya. Enggak mungkinlah Prapobo itu balas budi, politik balas budi. Enggak, enggak mungkin. Enggak mungkin. Jadi kelemahan demokrasi dari kacamata Prabowo di sini bahwa Indonesia belum cocok untuk mengadopsi sistem Amerika itu. Karena dari yang udah-udah justru negara-negara yang memakai sistem komunis seperti Cina dan Vietnam malah lebih maju dibanding kita, lebih bersih dibandingkan kita. Ya, salah satunya apa ya? Lobi-lobi politik itu dengan sistem multi itu juga mengakibatkan multi korupsi. Nah, suka enggak suka ya itu akan menciptakan korupsi ujung-ujungnya lobi-lobi. Semua orang harus menyamakan persepsi kalau untuk mengadakan sesuatu atau membuat program atau menjalankan pemerintahan. Ujung-ujung yang mau mau bupati kek, gubernur kek, ya harus konsolidasi politik. Cuman untuk masalah yang simpel. Mau bangun jembatan 2 m aja kan ribet ini permasalahan. Akibatnya apa? sistem jadi enggak efisien, sistem jadi lambat, birokrasi terlalu tebal, ujung-ujungnya korupsi segala macam. Dan gua sangat yakin ya, gua ini salah satu orang yang menurut gua nih, jujur ya, gua sangat setuju penghematan anggaran dan gua sangat setuju PNS itu harusnya di PHK massal. Masa ekonomi lagi sulit, semua pabrik PHK massal PNS malah tambah orang kan enggak enggak enggak matching. Tapi gua sudah tahu itu adalah konsekuensi politis yang probo harus ambil. Kenapa? Makarah yang menang-menang di daerah-daerah itu tuh ada bupati, gubernur, walikota. Mereka udah pada janji nih, "Kalau gua menang, lu jadi PNS ya, Bro. Lu gua hire ya." Gawat. Bebannya ke mana? Bebannya ke negara. Lu semua pasti sepakat lah. Apalagi teman-teman di sini banyak yang punya otak kan. Sepakat Indonesia ini negara PNS, Bro. Membebani nyawa negara ini. Bukan ditambah gua setuju harusnya dikurangin. Dan gua yakin Pak Prabowo deep down in his heart. Dia dia setuju sama yang gua bilang. kita itu harusnya pangkas tuh PNS kita tidak efisien. Duit yang dikelola cuman berapa triliun sih di negara ini? Enggak banyak. Tapi kok bisa sih jumlah PNS-nya begitu banyak? Kan enggak adil. Ujung-ujungnya apa? Anggaran daerah, PBN, APBD. Larinya cuma buat kasih makan bikin gendut PNS-PNS itu. Padahal jumlahnya tidak signifikan. Masih ada ratusan juta penduduk Indonesia yang butuh APBN. Ada petani butuh pupuk. Ada nelayan butuh solar. Tapi kenapa duit negara kita di daerah di nasional habis cuma buat kasih makan PNS? Itu fakta. Lu ngeri banget. Gua ada lihat salah satu daerah nih di Pulau Sumatera, APBD-nya cuman 1 triliun. PAD-nya penghasilan pendapatan asli daerahnya itu itu cuma 150 M. Artinya R850 miliar 85%-nya sumbangan dari pusat. Yang gilanya lagi dari 1 triliun itu yang pergi ke rakyat itu cuman 150 M. Dari 1 triliun cuman 150 M yang turun buat penduduk di sana. Sisanya 850 M habis buat operasional PNS. Kan enggak adil dunia ini. Gimana ini PNS-nya cuma 3.000 orang lagi. Gila enggak? Gila enggak? 85% duit lari ke PNS 3.000 orang, 15% lari ke penduduk 300.000 orang dibagi sebanyak itu. Gimana bisa sejahtera rakyatnya? Coba lu pikir deh. Nah, ini hal-hal yang tidak logis ini menurut gua memang kita harus hentikan. Tapi itulah konsekuensi dari politik Indonesia yang mengakibatkan orang-orang harus berkonsolidasi, berkoordinasi sehingga kemudian timbul politik balas budi itu. Nah, itu guys. Itulah pembahasan kita tentang si Prabowo ini ya. Sebetulnya masih banyak lagi karena aslinya 3 jam lebih nih interviewnya dengan Presiden Prabowo. Nah, ada satu hal yang menarik nih tentang RU TNI ini gua sebenarnya pengin bahas. Jadi, ada salah satu pertanyaan yang bagus dari seorang wartawan yang menanyakan tentang RUU TNI. Dan lu penasaran enggak sih posisi gua di mana sih RU TNI? Apakah gua mendukung atau gua anti dengan perubahan RUU TNI itu? Kalau lu penasaran dan lu pengin melihat review Benix tentang dan pendapat pribadi gua tentang RUU TNI harus kita dukung atau kita anti, lu segera pencet tombol like. Begitu nge-hit 24.000 1000 like dalam 24 jam kita akan bahas edisi spesial super detail tentang bahaya dan keuntungan RUU TNI bagi bangsa Indonesia. Ditunggu, Guys, komentar kalian. Jangan lupa like and share video ini. By the way, lu setuju enggak dengan pandangan-pandangan Prabowo yang tadi udah di-share di sini? Ditunggu ya komentar kalian. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories