Rp 500 Trillion KOPDES MERAH PUTIH | Way Out or Economic Disaster of RI?
Y1LSxLRbS80 • 2025-06-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Halo, Good News Indonesia. Kita sebentar
lagi bakal swasembada pangan. Dan itu ah
jadi kenyataan karena posisi kita hari
ini berada dalam stok ya, cadangan beras
kita yang tertinggi sepanjang sejarah
Indonesia ini berdiri. Ini jadi salah
satu contoh sukseslah program pemerintah
khususnya buat sasembada pangan ya. Nah,
kemarin kita habis bikin video juga
Indonesia punya rencana mau sasembada
energi dalam 5 tahun ke depan. Wis
revolusioner kalau bisa tercapai nih.
Tapi ada satu hal yang menarik sekarang
kita mau bahas dari kemarin kok kita
ngomong ekonomi tingkat tinggi ya. So,
sekarang kita mau membahas tentang
ekonomi yang ada di daerah. Kenapa?
Karena pemerintah sekarang punya program
nilainya 500 triliun guys untuk
membangun ekonomi Indonesia. Khususnya
teman-teman yang berkegiatan di luar
kota. Jadi kalian yang kerja di daerah,
kerja di pedesaan, sekarang ada kabar
baik nih, bakal banyak duit yang turun
khusus buat teman-teman yang ada tinggal
di daerah. So, buat lu yang penasaran ya
apa sih program senilai 500 triliun ini,
jangan dikip video ini. Let's check this
[Musik]
out. Jadi, ya kemarin kan kita sudah
bilang bahwa Indonesia sudah suasembada
beras dan tidak akan impor lagi
setidaknya ya hingga 2026. Nah, selain
itu Republik Indonesia juga mau
mengurangi nih impor BBM kita. Makanya
kita sekarang lagi sibuk, katanya sih
mau bikin kilang minyak untuk kita olah
sendiri. Nah, sekarang ada kabar baik
nih, khususnya buat teman-teman yang
tinggal di pedesaan, tinggal di daerah,
karena Indonesia akan segera meliris
program revolusioner yang namanya
Koperasi Merah Putih. Dan ini
dikhususkan buat kalian yang tinggal di
wilayah pedesaan. Karena ya koperasi ini
dikhususkan untuk menjadi lembaga
ekonomi yang beranggotakan masyarakat
desa. Jadi lu yang hidup di kota
siap-siap pindah nih dibanding lu jadi
ojol demo pindah ke desa lah ikut kerja.
Nih di desa sekarang akan banyak
pekerjaan. Sama seperti di Cina nih
sudah mulai banyak orang-orang yang
pindah dari kota ke desa. Nah program
ini diumumkan sih di bulan kemarin,
Guys. Di bulan Maret 2025 dan ini
sebagai salah satu upaya ya untuk
meningkatkan ketahanan pangan. Tentu
saja ini ada hubungannya dengan
swasembada pangannya Prabowo. Nah, kalau
menurut versi istana sih akan
diluncurkan 80.000 ya koperasi desa yang
akan dinamai koperasi desa atau Koperasi
Kelurahan Merah Putih. Yang uniknya ya
kalau selama ini mungkin teman-teman
tahu koperasi itu kan cuma berhubungan
dengan proses yang ada di produksi
pertanian atau peternakan atau
perkebunan. Tapi sebetulnya kalau di
luar negeri ya, koperasi yang ada di
luar negeri, gua tahu Zeno yang ada di
Jepang itu itu menguasai
pelabuhan-pelabuhan yang ada di Amerika
Serikat. Mereka koperasinya juga
menguasai ya pabrik-pabrik traktor
terkenal yang selama ini mungkin pun
kalian pakai. Jadi koperasi di luar
negeri itu begitu canggih loh. Sampai
ada koperasi di Spanyol itu saking
hebatnya koperasi itu dia punya jaringan
keuangan yang lebih besar dibanding bank
yang ada di Spanyol. Jadi orang kalau
nabung di koperasi itu narik duit di
situ ATM dia punya. Hebat banget ini
koperasi yang ada di Spanyol. Jadi kalau
kita sekarang tahu koperasi-koperasi
yang ada di benak kalian, lupakan.
Karena koperasi yang akan dibikin si
Prabowo ini beda, Guys. Ada setidaknya
ada tujuh unit usaha nih yang
standar-standar aja. L mungkin sudah
tahu ada koperasi pada umumnya lah,
koperasi produksi pertanian, koperasi
simpan pinjam. Tapi sekarang yang beda
nih ada koperasi khusus nanganin
pergudangan logistik cold chain storage
untuk pengadaan sembako, koperasi khusus
buat jadi apotek, khusus jadi klinik.
Wih, macam-macam nih. Jadi di sini kita
sudah lihat koperasinya udah bukan lagi
koperasi ortodoks loh. Kan tahu koperasi
ngurusin pengalengan ikan susu,
peternakan, pertanian. Nah, sekarang
udah masuk advance nih kelasnya. cuman
ya masih belum advance yang ada di
Italia lah atau yang ada di Spanyol yang
sampai masuk ke bisnis jasa keuangan
versi digital. Hebat ya. Nah, yang bikin
program ini revolusioner dan heboh tentu
saja ya karena sumber dananya itu luar
biasa, Guys. R50 triliun dan 550 triliun
ini akan didanai oleh APBN, APBD, dan
anggaran pendapatan belanja desa dan
sumber-sumber yang lain. Jadi, lu
bayangin ya 550 triliun ini duit banyak
loh. Ini kalau enggak dikelola dengan
benar bisa jadi petaka. Kenapa? Ya, kita
tahu aja sekarang kemarin itu sempat ada
program revolusionernya si Jokowi. Jadi,
di era Presiden Jokowi beliau itu bikin
program yang namanya program dana desa.
Nilainya R0 triliun, Guys. Dan di situ
ya lu tahu ya banyak penyimpangan yang
terjadi. Walaupun intinya itu sih bagus
sih supaya desa itu berinovasi lah.
Mereka punya dana lah buat pembangunan
desanya sendiri. Dan harapannya kan
kalau desa berkembang, rakyat berkembang
ya pada akhirnya negara juga berkembang.
Nah, metodenya cukup unik. Yang pertama,
sumber dananya berasal dari APBN yang
dialokasikan untuk pedesaan oleh
Kementerian Keuangan. Cuman prosedurnya
pertama kali dana itu diambil dari APBN
lalu oleh Kementerian Keuangan
disetorkan ke rekening kas umum daerah
RKUD di tingkat kabupaten atau kota.
Nah, setelah masuk ke rekening kas umum
daerah, maka bupati atau walikota
wilayah yang bersangkutan baru
mentransfer rekening kas desa ke desa
masing-masing. Dari sana dana barulah
berpindah dari rekening kabupaten kota
ke rekening kas desa. Di situ pemerintah
desa bisa bikin rencana sendiri melalui
musyawarah desa untuk menentukan duitnya
mau dipakai buat apa. 70 triliun, Guys.
Nah, dana-dana ini sih harapannya ya
digunakan untuk membiayai proyek
kegiatan sosial atau bantuan langsung
tunai seperti bantuan pupuk atau juga
modal usaha dan lain sebagainya. Nah,
pada perjalanannya ya dana desa ini gua
ketemu sih memang banyak penyimpangan.
Contoh ada kepala desa yang pakai dana
desa ini buat ganti Pajero baru setiap
tahunnya itu ada atau buat kawin lagi
atau pakai buat mabok atau buat bayar
atau buat nyanyi-nyanyi enggak jelas di
night club itu banyak yang pakai dana
desa ini disalahgunakan. Intinya yang
namanya Indonesia ini yang namanya
koruptor itu ada dari tingkat ibu kota
sampai tingkat pedesaan. So dari situ
teman-teman bisa lihat bahwa wah ngeri
juga ya kalau ini disalahgunakan yang 70
triliun aja amburadul. Tapi apakah
artinya sejelek itu? Tidak juga. Karena
dana desa pada praktiknya gua pun
melihat kisah suksesnya ada dana desa
yang dipakai oleh para pemerintah di
desa itu untuk bikin jalan jembatan,
perbaikin saluran irigasi sehingga
banyak desa-desa bisa panen dua sampai
tiga kali dalam 1 tahun. Hebat dong. Ada
juga yang pakai itu buat beli franchise,
Guys. Franchise bengkel populer supaya
mereka bisa buka bengkel-bengkel, buka
sekolah, montir, mekanik di pedesaannya.
Mungkin lu tahunya Asgar ya, kayak
potong rambut asli Garut, yaitu
kehebatan Garut. Kalau ke sana semua
orang lulusan Garut jago motong rambut
ya karena memang desa-desanya dira itu.
Tapi sudah ada loh beberapa desa yang
memang spesialis memproduksi montir dan
mekanik karena ada desa-desa yang
menggunakan dana desanya untuk ambil
franchise bengkel. Kalau gua enggak mau
sebut bengkelnya lah. Tapi artinya apa?
Ada memang dana desa itu yang dipakai
untuk kegiatan produktif. So that's a
good thing. Nah, sekarang kita kembali
lah. Okelah itu eranya Presiden Jokowi.
Sekarang kita ngomong Presiden Prabowo
punya agenda koperasi merah putih yang
sebetulnya agendanya luar biasa. Mereka
itu punya 10 tujuan mulia loh, Guys.
Yang pertama meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa. Yang kedua menciptakan
lapangan kerja. Yang ketiga memberikan
pelayanan secara sistematis dan cepat.
Yang keempat, meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam kegiatan ekonomi
melalui koperasi. Yang kelima,
meningkatkan harga di tingkat petani
hingga NTP alias nilai tukar petani
supaya kesejahteraan petani naik. Lalu
yang keenam, menekan pergerakan
tengkulak. Yang ketujuh, memperpendek
rantai pasok. Yang kedelapan, menekan
harga di tingkat konsumen. Yang kesemb
menekan tingkat kemiskinan ekstrem. Yang
ke-10 menekan inflasi. Ini luar biasa.
Kalau lu lihat ya, ini koperasi merah
putih udah jadi kayak pahlawan nih.
Menekan inflasi ini kayaknya bisa jadi
kompetitornya Bank Indonesia nih.
Bisa-bisanya dia ikut berperan aktif ya
buat menekan inflasi, menyelamatkan
ekonomi makro Indonesia. Hebat nih
Koperasi Merah Putih. Lalu ada juga
agendanya apa? Menekan tingkat
kemiskinan ekstrem. Kan kalau menurut
Bank Dunia orang miskin di Indonesia
60%, kalau menurut BPS cuman 8%. Nah,
ini ada kompetitor nih. Semoga yang ini
lebih hebat ya dibanding BPS ya. Kalau
koperasi merah putih ini bisa berjalan
lancar ya, harapannya kita bisa
memperbaiki tingkat kemiskinan kita yang
cuma 8% menurut BPS. Aduh. Anyway, di
sini teman-teman bisa lihat ya. Ya, ada
10 agenda. Salah satu yang menarik
menurut gua adalah program yang ada di
tengah yang namanya nomor 6. Menekan
pergerakan tengkulak dan menekan rantai
pasok. Dipikin jadi lebih pendek. Ya,
Teman-teman tahu hari ini lu makan beras
atau makan buah di rumah lu, itu rantai
pasoknya panjang banget tuh. Dari petani
ke tengkulak, tengkulak ke pengepul
grosir. Dari pengepul grosir masuk ke
modern retail atau ke pasar basah. Nanti
dari sana baru masuk ke perut kalian. W
panjang banget. Jadi yang aslinya sih
bisa lebih panjang lagi. Bahkan dari
sana modern retail atau dari pasar
tradisional pindah lagi ke rumah sakit
atau pindah lagi ke catering dari sana
baru pindah lagi ke kalian itu juga
bisa. Jadi rantai pasok kita itu panjang
banget. Banyak nilai yang lost di situ.
So, kalau lu bayangin ya, gampangnya
gini, kayak pisang lah. Gua kan nanam
pisang. Skala besar kita itu dibeli di
harga R5.000 per kilo. Realitanya di
kota lu makan pisang kita harganya
Rp25.000 R per kilo. Jadi dari situ lu
sudah lihat nilai tukar petani orang
yang nanam itu kecil banget, Guys. Cuman
seperlima dari harga real yang lu
bayarkan di kota, kan ya dengan segala
kompleksitasnya lah. Karena logistik
juga enggak mudah dan enggak murah di
Indonesia ini. Anyway, menurut gua 10
tujuan koperasi merah putih ini sungguh
sangat bagus ya. Mereka bisa menjadi the
next Bank Indonesia atau the next
BPS karena apa? Visi misinya luar biasa.
Budgetnya juga luar biasa. R50 triliun
ini lebih dari setengah kuadriliun,
Guys. Gila enggak? Ini setengah valuasi
Bank BCA ada di Koperasi Merah Putih
nih. Lama-lama bisa ngalahin Bank BCA
nih kalau begini ceritanya. Ini luar
biasa sih. Lalu terus gimana bedanya
dengan programnya Jokowi yang desa itu
yang itu ditransfer dari Menteri
Keuangan APBN ke rekening bersama,
rekening kas umum daerah yang dipegang
oleh walikota sama bupati baru kemudian
masuk ke rekening kas desa dan lain
sebagainya. Prosedurnya gimana nih yang
sekarang? Nah, ada satu hal yang menarik
menurut gua dari Koperasi Merah Putih
ya. Menarik karena sebetulnya rantainya
itu lebih pendek dan ada keterjaminan
terhadap pembelian output pertanian.
Contoh yang membedakan adalah kalau di
sini APBN, dana APBN itu ditransfer ke
koperasi merah putih. Lalu koperasi
merah putih menyalurkan dananya ke
petani anggotanya, anggota koperasi
mereka. Nanti anggotanya kemudian
mengambil dana yang digunakan bisa untuk
beli pupuk, obat-obatan, bibit, jagung,
dia tanam, produksi jagungnya, kemudian
dijual ke koperasi. Jadi memang ada
hasil yang kembali ke koperasi itu. Nah,
Teman-teman, hebat enggak? Menurut gua
hebat karena ini membantu orang karena
selama ini masalah petani adalah
funding, pendanaan. Lalu kemudian hasil
produknya siapa yang beli? Percuma gua
nanam capek-capek terus kemudian enggak
ada yang beli, tapi harus bayar bunga
kalau minjam ke koperasi atau pinjam ke
bank kan gitu. Begitu pun juga koperasi
ini kan anggotanya tuh ada petani-petani
ya, warga ya. Mereka juga bisa pakai
duitnya ini buat beli gudang
koperasinya. Mereka bisa beli mesin
pengering, kredit bibit, pupuk. Koperasi
lalu kemudian bisa menyalurkan ya
alat-alat produksi itu alsintan dan lain
sebagainya ke pasar-pasar yang ada yang
selama ini di daerah kalian. Lalu
kemudian di situ ada selisih laba dong
marginnya. Marginnya kemudian bisa
dibagi nih ke sesama anggota koperasi.
Dan ini legal. Memang undang-undang
koperasi itu membolehkan itu. Kita bisa
dapat dividen kalau di saham dari PT.
Koperasi juga ada bagi hasil namanya SHU
sisa hasil usahanya. So menurut gua
program ini sangat baik. Kenapa? Karena
biasanya kalau dalam struktur koperasi
itu banyak pengurusnya ya, bukan cuman
satu atau dua orang seperti PT, direktur
dan komisaris. Selesai. Tapi kalau
koperasi enggak. Struktur koperasi itu
sangat dalam. sedalam apa ya konstruksi
di sistem koperasi yang ada di
Indonesia. Teman-teman tahu kan tadi kan
gua bilang ya kalau PT itu cuman dua,
ada direktur, ada komisaris jalan itu
perusahaan. Tapi kalau koperasi itu
harus ada pengurusnya, harus ada
pengawasnya, harus ada pembinanya.
Sebetulnya yang paling tinggi itu adalah
anggotanya sendiri karena mereka harus
rapat setiap tahun. Namanya rapat
anggota sama kayak RUPS mereka berhak
menentukan siapa yang jadi direktur
perusahaan ini. Begituun di koperasi.
Jadi pengawasannya jauh lebih
spektakuler lah dengan segala
birokrasinya ya dibandingkan dengan
sistem Presiden Jokowi dana desa yang
memang pengawasannya biasanya sih semau
kepala desa aja. Karena dananya kan dari
dana pemerintah langsung masuk ke dana
kabupaten atau kota, lalu kemudian dari
sana masuk ke rekening desa. Kepala desa
udah seenak udel aja dia mau ke situ.
Tapi kalau pakai sistem koperasi ini
jujur nih menurut gua jauh lebih banyak
mata yang bisa ikut turut masuk
mengawasi. Dari situ aja gua bisa bilang
ini program ok lah. Karena memang
Indonesia dalam kondisi gawat darurat
guys. Kita itu 60% rakyatnya miskin
versi World Bank Bank Dunia. Lu enggak
pakai enggak usah pakai versi organisasi
lain yang menurut gua ngacau lah bilang
cuma 8% enggak betul itu ya. Faktanya
makin banyak orang susah di Indonesia.
Bahkan ada provinsi ini yang gua datang
satu pertiga penduduknya pengangguran
kan ngeri banget fakta itu. Nah hari ini
juga inflasi juga makin lama makin
tinggilah di Indonesia kalau kita
ngomong dunia real. Dan bukan cuma
inflasi yang makin tinggi, Guys.
Teman-teman juga kalau yang mau berusaha
juga makin sekarang kan makin susah buat
dapat pendanaan dari bank dengan segala
kompleksitasnya. Ujung-ujungnya orang
pun pinjam online atau kredit peer to
peer landing masuk ke tengkulak, masuk
ke rentenir. Yang saat ini pun makin
lama bukannya tambah bagus sistem kita,
tapi tambah susah. Akibatnya apa? mulai
banyak tuh yang dibersihkan
retenir-rentenir atau tukang tipu online
tupir-tupir landing yang enggak berijin
maupun yang berizin. Akhirnya mereka
semua rentenir berkedok koperasi itu
semakin merajal lela. Dan teman-teman
kalau lihat berita bahkan di Bima
masyarakat Bima itu bertani panennya
bukan panen buah ya tapi panen derita
karena tengkulak untung petani terkubur
hutang. Bahkan gubernur Edi Ramadi itu
pernah bilang, "Ya, banyak petani rugi
karena pinjam modal ke rentenir. Habis
panen tidak dapat apa-apa." Nah, itulah
realitanya, Guys, di Indonesia ya.
Ketika lu mau berusaha, berbisnis di
Indonesia ini sulit banget karena duit
itu kering. Kumpulnya di atas aja, di
pusat aja, pejabat-pejabat aja yang
nikmatin tuh. Nah, dengan program
seperti ini sih harapannya ya
betul-betul duit itu turun ke bawah dan
kerasa lah terasa di bawah sehingga
mereka enggak usah lagi lari ke
rentenir-rentenir ilegal itu. Cuman satu
yang jadi masalah yang namanya di
Indonesia yang namanya GCG, good
corporate governance. Karena kita lihat
ya, kita enggak usah ngomong soal
koperasi dulu, kita ngomong soal
perusahaan aja. Kita sudah lihat begitu
banyak ya, kayak mulai dari kasus jiwa
seraya lah, asabri lah, lain sebagainya.
Itu duit triliunan habis enggak jelas.
Terus kalau kita balik lagi ke soal
koperasi yang mau dibikin dananya R50
triliun itu sangat besar, Guys. Kita
masih ingat kok ada koperasi yang
namanya Arta Jaya Mandiri itu ya
pengurusnya divonis 11 tahun penjara
karena menggelapkan dana nasabah 4,2
miliar. Lalu masih ada lagi koperasi
langit biru bawa kabur duit 6 triliun.
Kan gila 6 triliun. Dan ini koperasi
bukan dari kota besar loh, tapi daerah
kecil di Tulung Agung. Gila enggak 6
triliun duitnya nasabahnya ada 125.000
orang. Jadi kalau lu bagi rata-rata
orang kena tipu sekitar Rp50 juta lah
per kepalanya kan gila ya. Memang
Indonesia ini prospek yang luar biasa
nih buat bisnis konyol-konyol kayak
begini nih. Well, anyway, jadi gimana
nih soal koperasi merah putih? Duit 550
triliun, bisa enggak sih koperasi merah
putih ini jadi pendorong ekonomi
Indonesia? E sebentar guys, bentar guys
sebelum kita lanjut videonya, portofolio
kamu lagi kebakaran merah merona
semuanya turun anjlok. Bahkan
saham-saham perbankan besar di Indonesia
semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa,
ya? Nah, ini semua udah pernah kita
bahas di BENX Investor Group, komunitas
saham terbesar yang ada di Indonesia.
So, tunggu apaagi, Guys? segera
bergabung di Benix Investor Group karena
cuma di sini ya, kita bisa berdiskusi
langsung secara live baik online maupun
offline termasuk kita sering melakukan
kunjungan site visit loh ke
perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik
emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan
kamu di sini juga bisa langsung tanya
jawab secara langsung live sama direktur
perusahaannya. Kapan lagi ada peluang
kayak begini? Nah, kemarin kita juga
baru habis datang nih ke sebuah
perusahaan yang menurut gua sangat
prospek di tahun 2025. Nama
perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja
daftar di Benix Investor Group melalui
website yang ada di bawah ini
www.benix.id atau segera kontak WhatsApp
kita yang ada di bawah ini. Oke, guys.
Kita tunggu ya di Benix Investor Group
karena makin seru nih dunia investasi
yang ada di dalam negeri maupun luar
negeri. Apa sih saham yang menarik
selanjutnya buat kita bahas. Sampai
ketemu di Benix Investor Group.
Bisa enggak sih koperasi merah putih ini
jadi pendorong ekonomi Indonesia
utamanya di sektor ketahanan pangan?
Karena ya Koperasi Mora Putih belum
launching aja itu udah banyak pengamat
ekonomi yang pesimis. Bahkan ada ya
gilanya ya pengamat ekonomi yang bilang
bahwa sebetulnya koperasi itu kan
pendekatannya harusnya bottom up bukan
top down. Jadi harusnya lebih mandiri.
Memang inisiatif dari para
anggota-anggotanya untuk berkumpul
mendirikan organisasi yang namanya
koperasi itu sendiri. Jadi pengamat
ekonomi itu menolak kalau seandainya
koperasi itu didorong dibangun oleh
negara. Apalagi kalau modalnya semua
dibiayai oleh pemerintah. Menurut dia
ini namanya menghancurkan kemandirian
koperasi. Jadi menurut dia ini namanya
membinasakan koperasi bukan membangun
koperasi. Gua bingung juga sih ini
pengamat enggak jelas banget, Guys.
Sorry banget nih. Kok bisa-bisanya ya
koperasi dapat dana dari pemerintah
dianggap itu menghancurkan dunia
koperasi tidak sesuai dengan prinsip
jiwa koperasi. Ini gua enggak tahu nih.
Ini mungkin juga enggak pernah bikin
koperasi ini orang. Inilah salah satu
contoh ekonom-ekonom konyol ya yang
gimana ceritanya dia bisa menentang
pembangunan koperasi. Bahkan bilang itu
tidak otonom, itu tidak independen.
Karena namanya saja sudah harus
diwajibkan sama seragam oleh pemerintah
namanya Kopdes Merah Putih. sehingga
kemudian Kopdes Merah Putih ini tidak
independen. Enggak begitu juga sih
menurut gua karena jujur aja memang
banyak koperasi di Indonesia yang
bangkrut karena kekurangan modal. Ya,
jujur mungkin juga memang karena
bisnisnya enggak menarik atau tren
bergeser atau ya memang ada salah
manajemen, tetapi memang salah satu
faktor yang menentukan sebuah
keberhasilan ya, sebuah usaha apapun itu
usahanya mau CV, mau PT, mau koperasi ya
tentu ketersediaan modal guys. So, kalau
dibilang Koperasi Maara Putih ini bakal
collapse karena namanya jadi tentukan
pemerintah atau karena dianggap tidak
otonom karena sumber pendanaannya
dibantu oleh pemerintah dengan 80.000
000 unit koperasi yang rencana akan
dijalankan. Menurut gua sih enggak ada
hubungannya sih. Memang kembali lagi
kepada bisnisnya bagus atau tidak,
kembali lagi kepada manajemennya bagus
atau tidak. Kalau kita bilang sebuah
koperasi itu tidak lagi otonom atau jiwa
koperasinya karena dari namanya aja
wajib kopdes gini aja sih simpel. Ada
begitu banyak kok yang menentukan nama
itu harus seperti apa. Contoh misalkan
dulu itu ada zamannya perusahaan jawatan
lalu ada Perum misalkan Perum kereta
api, lalu ada kayak sekarang kalau PT
wajib ada PT di depannya PT baru nama
PT-nya baru kemudian kalau di
belakangnya ada terbuka berarti dia Tbk.
Itu semua diwajibkan tuh oleh peraturan
perundang-undangan atau lu bikin firma
depannya ada FA. Terus salah kalau
misalkan pemerintah bikin wajib depannya
harus pakai FA atau PT atau PT titik.
Menurut gua sepele banget bukan itu loh.
Soalnya koperasi ini mau hidup atau
enggak, mau jalan atau enggak tergantung
dari para anggotanya sendiri. Gimana
cara dia bangun itu organisasi dengan
baik, bagaimana dia jalankan bisnisnya.
Kembali ke situ dong. Kalau cuma karena
persalahan nama aja, semua nama pun
banyak yang diatur oleh pemerintah.
Jangankan kita, lu pergi ke Malaysia
bikin perusahaan pun wajib di
belakangnya kasih berhad salah dosa. Lu
pergi ke Jerman wajib ada GMBH wajib itu
sama pemerintah. Dosa enggak, Bro? Ya
itu enggak menentukan perusahaannya
bagus atau jelek atau independen atau
tidak independen. Enggak ada hubungannya
menurut gua. Jadi, koperasi pun kita mau
bikin seperti apapun namanya enggak
menentukan dia bagus atau buruk. Dan
malah menurut gua harus dipertanyakan
nih agenda-agenda ekonomekonom tidak
jelas kayak begini nih. Kenapa menurut
gua aneh? Gua sih mau mendukung aja
kalau argumentasinya karena tadi yang
gua bilang ya, historical-nya Indonesia
memang banyak koperasi yang collaps,
bangkrut, bawa duit kabur triliunan.
Kalau itu dasarnya ya bagus. Artinya
koperasi harus dikasih pendampingan,
pelatihan gimana cara bikin
perusahaannya lebih akuntable,
koperasinya lebih manajemennya lebih
transparan, lebih up to date. Gimana
sistem auditingnya, gimana sistem
supervising-nya. Jadi jauh lebih masuk
akal. Tapi kemudian kalau kita harus
menentang program koperasi merah putih
karena
ekonom yang bilang bahwa Indonesia
harusnya tidak membuka program membangun
masyarakat desa karena namanya wajib
Kopdes merah putih. Sowat. Bank aja
dibilang namanya wajib depannya bank.
Banknya pun bukan B A kayak Bank Somat,
tapi banknya BK. Dosa gitu. Karena
banknya pakai Ban kok aneh banget. Kan
bukan di situ lihatnya sih. Kalau lihat
bank lokal kan semuanya pakai bank
depannya. Bank rakyat Indonesia, Bank
Mandiri, Bank Negara Indonesia dan
sebagainya. Tapi kalau lu pergi ke luar
negeri enggak juga ada Mayapada enggak
pakai bank-bangan, CIMB enggak pakai
bank-bangan. Di sini aja wajib jadi bank
niaga dan sebagainya. Terus salah gitu.
Enggak, menurut gua terlalu aneh,
terlalu dangkal gitu pemikirannya. Jadi
harus diperhatikan lagi nih, apa sih
agendanya? Banyak ekonom ekonom enggak
jelas bikin kritikan tapi enggak masuk
akal, enggak ada logikanya. Yang agak
berkualitas dikit dong. Contohnya nih,
kalau lu mau kasih kritikan, ambil
negara Venezuela. Venezuela lu tuh punya
program tuh dulu ya, namanya program
buat pembangunan koperasi di sana di era
Presiden Hugo Chavez. Di situ negara
kasih dana triliunan untuk membangun
rakyat pedesaan. Kalau kasih contoh gini
nih. Ini ekonom-ekonom tolol ini di
tahun 90. Lu tahu enggak? Hugo Chavez
itu pertama kali resmi jadi presiden nih
di Venezuela. Nah, dia itu punya
program-program yang populis lah.
Membangun rakyat pedesaan, hasil
kekayaan negara harus untuk rakyat.
Sumber daya alam mineral, oil and gas
wajib dinikmati oleh seluruh rakyat
secara sama rata. Jadi jiwa-jiwanya
jiwa-jiwa sosialis komunis lah. Nah, itu
dia wujudkan ketika dia jadi presiden.
Jadi dia sangat cinta dengan
rakyat-rakyat yang hidup di pedesaan,
bukan yang di kota karena dia sosialis.
Nah, karena dia menganut paham
sosialisme makanya Hugo itu banyak
membentuk revolusi atau gerakan politik
yang namanya revolusi Bolivian. di mana
dia berjanji untuk mengurangi kemiskinan
di negara Bolivia dan dia akan
mengurangi kesenjangan sosial yang
selama ini terjadi ekstrem dengan
menggunakan kekayaan sumber daya alam
yang ada di negaranya. Contohnya minyak.
Sejak tahun 99, pemerintah mengambil
ahli sebagian besar ekonomi. Ada lebih
dari 1000 perusahaan dan beberapa juta
hektar lahan
dinasionalisasi, termasuk di sektor
pertanian, perbankan, semen, besi,
minyak, manufaktur, retail, dan
telekomunikasi. Semua itu
dinasionalisasi oleh negara. Ngeri
banget ini negara nih. Komunis banget.
Jadi, lu bayangin apapun kegiatan
usahanya yang lu lakukan itu adalah
milik bersama alias milik negara. Nah,
di saat yang sama ya Hugo Chavez ini
juga punya program untuk menjadikan
koperasi sebagai strategi utama
pembangunan ekonomi. Jadi, dia punya
pendapat kalau yang namanya koperasi
adalah cara tercepat, Guys. Untuk apa?
Untuk melunasi hutang sosial kepada
ratusan ribu pekerja yang miskin yang
selama ini dizalimi nih dengan sistem
kapitalis. Dia berpikir bahwa oke ini
adalah hutang hutang sosial dari negara
kepada rakyatnya. Gimana caranya? Kita
berdayakan yuk. Koperasi. Pintar nih.
Gayanya beda nih dengan Presiden Jokowi
sama Presiden Prabowo. Karena sistem
yang dipakai di negara itu adalah
komunis maka dalam mencapai upaya dan
misvisi misinya Hugo Chavez ya Chavez
menekankan koperasi ini alat yang paling
benar. Karena untuk mengubah kepemilikan
yang berbasis kapitalis itu pengelolaan
properti yang tadinya menjadi hak milik
pemilik modal yang duitnya paling banyak
bergeser menjadi milik kolektif kita
semua bersama. Jadi bukan lagi dimiliki
individu atau korporasi besar, Guys.
Tetapi dimiliki oleh koperasi. Koperasi
itu kan tadi gua bilang tertinggi adalah
para anggotanya, rapat para anggotanya.
Ini milik kita semua. Itulah jiwanya,
jiwa komunis itu. Makanya dia pakai
tools-nya, tools koperasi. Nah, bedanya
ya dengan gaya Jokowi atau gaya Prabowo.
Kalau Jokowi kan duitnya dikasih
langsung ke kabupaten, kota, lad
Kabupaten masuk ke rekening desa atau
gayanya Prabowo duitnya dikasih dari
APBN langsung ke ee koperasi merah
putih. Kalau si Hugo Chavez beda. Metode
dia adalah dia bikin dulu program yang
namanya pelatihan kerja nasional namanya
Mission Velvas Caras. Intinya apa?
Pemerintah itu ngasih pelatihan kepada
rakyat miskin gratis. Pada saat mereka
ikut pelatihan itu, pemerintah tetap
bayar gaji UMR, upah minimum kepada para
pengangguran ini selama mereka belajar
keterampilan kerja yang dasar. Gimana
cara bikin seedling, perawatan nursery,
gimana cara bikin pupuk organik, gimana
cara menanam, gimana cara merawat pohon
kalian, dan lain sebagainya. Nah, ini
semua ilmu-ilmu dasar yang diajarkan
khususnya juga tentang koperasi juga dan
pelatihannya itu lama, Guys, antara e
sampai 2 tahun. Jadi pelatihan paling
cepat 6 bulan sampai 24 bulan alias 2
tahun. Baru setelah mereka lulus program
ini, mereka boleh membentuk koperasi
setelah pelatihannya selesai. Menurut
gua brilian juga sih. Jadi dia mulai
bukan dengan gucurin dana nih duit. Eh
yang di bawah enggak tahu gimana cara
pakainya. Ujung-ujungnya jajan.
Ujung-ujungnya pergi ke night club beli
korupsi ganta-ganti mobil mewah.
Faktanya begitu di Indonesia. Nah,
Chavez enggak kasih pelatihan dulu
gimana cara mengelola koperasi, gimana
cara menjalankan usaha itu visi misinya
tentu saja ya. Visi misi yang bagus dan
positif belum tentu outcome-nya juga
positif. Karena di kemudian hari di
tahun 2005 Hugo Chavez itu bikin touring
keliling Venezuela dengan agenda populis
memberikan pinjaman kepada
koperasi-koperasi di sana yang udah
dikasih pelatihan itu. Bukan cuman itu
juga, Guys. Ia bahkan menggratiskan
pendaftaran pendirian koperasi.
menggratiskan koperasi dari pajak
penghasilan. Lu bayangin enggak usah
bayar pajak. Dan dia memberikan
koperasi-koperasi ini akses ke kredit
mikro atau pinjaman kecil pakai duit
negara dengan bunga yang sangat kecil.
Jadi sangat-sangat mulia, sangat-sangat
bagus. Step by step-nya juga sangat
proper menurut gua sih. Hebat sih. Tapi
sayang ser000u sayang tadi gua bilang
mimpi yang baik, cita-cita yang baik,
tujuan yang baik belum tentu hasilnya
juga baik. Karena cuma selang 2 tahun di
tahun 2007 itu total ya lahir 140.000
R000 koperasi baru loh gara-gara Hugo
Chavez jauh lebih besar dibanding
koperasi merah putih yang cuma Rp80.000.
Hugo Chavez berhasil mendirikan 140.000
koperasi. Berdirinya pun atas inisiatif
orang-orang sendiri yang sudah lulus
pelatihan itu. Tetapi ternyata dengan
sedemikian banyak kemudahan yang dikasih
negara, bebas pajak, bunganya ringan,
dikasih pelatihan. Ternyata dari 140.000
koperasi itu yang bertahan cuma 48.000.
R000 ngeri artinya 2/3 musnah yang
bertahan tinggal
sepertiga. Ngeri guys. Pertanyaannya
kenapa mayoritas koperasi gulung tikar?
Ternyata setelah kita periksa, mayoritas
koperasi itu gulung tikar karena tiga
alasan ini. Alasan pertama. Alasan
pertama adalah mereka semua oke. Jago
bertani, jago macul, jago nanam. Keluar
kebunnya itu ada pohon pisang, ada biji
kopi, dan lain sebagainya. Tetapi
ternyata ketika produktivitas bertambah,
tidak ada permintaan atas produk atau
jasa dari koperasi itu. Contohnya gini,
mereka sudah dikasih pupuk, dikasih
bibit, mereka nanam. Setelah nanam
dijual ke koperasi. Sama kayak koperasi
merah putih, dijual ke koperasi
hasilnya. Jadi ada standby buyer, guys.
Buer yang ready untuk belanja itu. Uh,
visi misinya bagus. Ternyata koperasinya
udah nampung barang, udah nampung
coklat, udah nampung kopi, udah nampung
pisang, beras, dan sebagainya.
koperasinya enggak tahu cara jualnya
gimana. Ternyata permintaannya tidak
sebanyak itu. Dan koperasinya juga tidak
ngerti gimana cara ekspor barang-barang
yang dia kumpulkan ini. Akibatnya apa?
Dia kan tetap harus bayar kepada
anggotanya. Akibatnya banyak yang gagal
bayar. Banyak barang yang musnah, yang
busuk, yang
hancur. Jadi ngeri banget. Ini di sini
ada salah satu kelebihannya programnya
Prabowo. Apa ya? Dia berani bilang
koperasi akan nampung hasil penjualan,
hasil produksi. para anggota koperasi
ini. Tapi nanti gimana? Dia akan ketemu
masalah yang sama enggak seperti Hugo
Chavez di Venezuela. Lalu yang kedua,
yang kedua ini masalah GCG. Masalah GCG
adalah ternyata pengurus koperasi itu di
kemudian hari banyak yang tertangkap
tangan sering mencuri uang dari koperasi
itu. Ini bodoh banget memang betul-betul
gayanya Indonesia banget. Korupsi di
mana-mana. Mereja lela. Jadi enggak
heranlah kemudian koperasi ini hancur
lebur. Anyway, dari semua perkara itu
semua dari total 140.000 koperasi hancur
lebur tersisa tinggal 58.000, ada enggak
sukses story-nya yang bisa diambil? Ada.
Saat ini masih ada beberapa koperasi
yang tersisa dari program populisnya
Hugo Chavez itu dan sukses masih berdiri
seperti contohnya Keko Sesola. Ini
koperasi yang mengelola e bisnis
makanan, dia mengelola layanan
kesehatan, punya klinik, punya
Puskesmas. dan bahkan punya bisnis
pemakaman, revolusioner juga, Guys. Gua
sampai detik ini belum pernah lihat
koperasi di Indonesia bisnisnya apa?
Pemakaman, tapi ternyata udah ada nih di
Venezuela namanya Kekos Sola ini. Dan
bisnisnya sangat-sangat viral,
sangat-sangat laku. Lu bayangin Om Z
mereka setahun aja 326 miliar loh. Lu
bayangin koperasi jasa pemakaman bisa
punya OMZ tahunan 326 miliar. Ya, ini
salah satu buah-buah yang sukses ya dari
program koperasinya Hugo Chavez. Selain
itu masih ada koperasi Tagum. Jadi,
koperasi Tagum ini cukup populer ya buat
teman-teman di bidang jasa keuangan
biasanya tahu karena koperasi ini
bergerak di bidang asuransi dan jasa
pengiriman uang juga. Nah, total aset
nih kita bicara ya, total aset mereka 10
tahun yang lalu aja udah lebih dari
seteng triliun, Guys. Jadi, ini
betul-betul koperasi kalau dibilang
bisnis kecil juga enggak. Bahkan di
Indonesia sendiri kalau lu ambil konteks
di Indonesia, di Pekalongan, gua tahu
ada koperasi punya Pak Haji di sana
duitnya lebih dari 10 triliun. Jadi
kalau dibilang koperasi itu bisnis yang
lu anggap sebelah mata. Tidak juga orang
tadi aja kita kasih contoh di Tulung
Agung nipu aja bisa 6 triliun apalagi
kalau bisnis beneran kan. Jadi jangan
heran juga kalau begitu banyak
sebetulnya koperasi yang punya prospek
bisnis sangat-sangat bagus di Indonesia.
Cuma ya, Guys, gak semua kok bisnis
koperasi itu jelek. Seperti Hugo Chapez
di Venezuela yang program populisnya
ternyata ya merugikan negara juga sih
pada ujung-ujungnya. Karena mereka kan
jadi gagal bayar negara, jadi makin
tertekan negara tambah miskin.
Koruptor-koruptor yang di bawah itu
korupsi berjemaah. Ada enggak sih kisah
sukses di mana negara mengintervensi
program koperasi dan menjadi bagus bagi
mayoritas orang? Ada. Contohnya di
Italia ini namanya program koperasi
Emilia Romanya. Di sini lu bayangin ya,
begitu hebatnya ya program koperasi yang
digadang-gadang oleh pemerintahan Italia
sampai koperasi itu bisa
mengkontribusi 30% dari GDP negaranya
itu berasal dari koperasi. Ini gila,
Guys. Karena contohnya kayak di
Indonesia selalu dibilang pahlawan
ekonomi UMKM, UMKM, UMKM. Di Italia
ternyata sepertiga GDP-nya disumbangkan
oleh koperasi yang dimiliki oleh kita
semua bersama-sama secara kolektif.
Jadi, Teman-teman tahu enggak? Italia
itu kan dulu ikut perang dunia 2, tapi
dia salah pilih kubuh sehingga kemudian
kalah perang. Mereka punya ekonomi sama
sekali tidak berkembang dan koperasi
bukanlah solusi yang tepat pada saat
itu. Hingga akhirnya ya pada tahun 1947
pemerintah Italia mencetuskan bahwa
semua pemerintah daerah harus mendukung
koperasi. Di sini pendiri koperasi layak
mendapatkan subsidi. Bahkan para anggota
koperasi diizinkan untuk meminjam uang
dengan pajak yang rendah. Pemerintah
Italia juga membuat lembaga penjamin
simpanan khusus koperasi seperti LPS di
Indonesia, tetapi kelainnya perbankan.
Kalau di sana di Itali mereka mewajibkan
koperasi untuk memberikan 3% dari
keuntungan mereka kepada dana penjamin
simpanan yang akan bertindak sebagai
payung pelindung. Kalau saja ada
koperasi yang lagi kesulitan keuangan.
Jadi, Teman-teman tahu enggak di
Indonesia itu ada lembaga penjamin
simpanan. Jadi, bank-bank yang lu pakai
contohnya Bank BRI atau lu pakai Bank
BCA, Bank Mandiri sebagainya, itu mereka
bayar iuran kepada lembaga penjamin
simpanan. Iuran itu gede loh, Guys. Itu
hampir R triliun setiap tahunnya.
Dipakai buat apa? Mereka itu setor
sekitar 0,1% ya dari labanya mereka ya.
Kalau yang di sini koperasi kan 3% dari
labanya mereka. Intinya kalau ada
bank-bank yang colollaps, enggak ada
nasabah yang dirugikan karena duitnya
ditalangin nih sama LPS. Nah, di sini
menurut gua salah satu yang revolusioner
yang mungkin kita bisa copy paste dari
kesuksesan Italia adalah mereka bikin
LPS tapi khusus koperasi. 3% dari
keuntungan mereka wajib disetor ke
lembaga penjamin simpanan khusus
koperasi alias
LPSK. Boleh juga tuh singkatannya.
Anyway, bukan cuman itu aja. Pemerintah
juga mau mendorong supaya
koperasi-koperasi ini tidak boros. So,
negara memberikan insentif pajak. Pajak
koperasi akan dibikin lebih murah lagi
kalau seandainya koperasi-koperasi ini
berani menahan labanya untuk investasi
jangka panjang. Jadi, jangan ke ada laba
dikit dibagi ke anggota, ada laba dikit
dibagi ke anggota. Enggak sehat juga.
Itu anti dividen lah kayak gua anti
dividen. Ngapain perusahaan enggak bakal
bisa berkembang kalau dikit-dikit bagi
dividen. Kalau di koperasi namanya SHU.
Dikit-dikit bagi sisa hasil usaha. Kapan
lu bisa tambah kaya? So, yang dilakukan
di sana adalah dikasih insentif. Kalau
koperasi menahan diri, hidup frugal,
fokus dengan jangka panjang, harapannya
ya koperasi ini lama-lama bisa tumbuh
mandiri tanpa tergantung pada utang bank
atau bantuan negara. Begitu suksesnya
program koperasi di Emilia Romanya ini
sehingga di tahun 2023, Guys, itu
meskipun ya ada
5.681 koperasi, jadi cuma 5.600 koperasi
loh. Ini kita ambil satu sampling di
wilayah Emilia Romanya, ternyata
kontribusi
5.681 koperasi di wilayah Emilia Romanya
itu bisa menyumbangkan
903 triliun buat perekonomian wilayah
itu. Kenapa ini hebat? Karena
teman-teman tahu wilayah Emilia Romanya
itu GDP-nya itu sekitar 3.000an triliun
lah di tahun 2023. Dari 3.000 triliun
itu ternyata
30%-nya alias R00 triliun itu
disumbangkan oleh koperasi. Jadi kita
enggak bisa anggap remeh ya. ternyata
bisa menghidupi loh satu pertiga dari
ekonomi di sebuah wilayah sampling yang
namanya Emilia Romanya di Italia itu
sukses besar karena ada program
koperasinya didukung oleh pemerintah.
Ini banyak ilmu nih yang kita bisa ambil
nih. Semoga Presiden Prabowo juga
terapkan itu di kita supaya orang-orang
enggak melihat nih program koperasi
merah putih 550 triliun cuman sebagai
ajang pestapora, ajang korupsi
berjemaah. ngeri itu. E kita sih punya
mimpi yang baik tentunya enggak mau
gagal seperti Hugo Chavez ya. Tapi kita
ambil prinsip-prinsip baiknya lah di
programnya Hugo Chavez dan kita ambil
juga prinsip baiknya yang ada di Italia
juga supaya kita bisa bikin koperasi
merah putih yang makin bagus. Karena
kalau enggak gini, Indonesia udah enggak
gagal nih manufacturing kita. Kita udah
kalah tuh nih dari Vietnam, dari
Thailand. Pertanian juga bisa jadi kalah
juga nih sama Vietnam sama Thailand.
Salah satu solusinya gimana kalau gitu
ya? Kita harus bisa menghidupi
orang-orang pendidikan rendah yang
bahkan pendidikannya cuman lulus SD,
SMP, enggak bisa kuliah. Bahkan mereka
mau gimana? Mau kerja di bank, mau jadi
PNS kan berat. So, kita harus hidupkan
ekonomi pedesaan supaya mereka tidak
pergi ke kota jadi preman, jadi tukang
parkir, jadi anggota ormas. Solusinya
gimana? Harus diciptakan kantong-kantong
ekonomi di daerah itu supaya orang tidak
berbondong-bondong pergi ke Jakarta atau
pergi ke kota untuk mencari penghidupan.
Lama-lama bisa jadi meledak juga nih,
jadi bom waktu nih kalau makin banyak
pengangguran dari daerah pindah ke kota.
Ya, ini salah satu pelajaran sih dan
alasan kenapa gua juga sebetulnya suka
dengan program koperasi merah putih ini.
Asal ya dikelola dengan benarlah. Ada
beberapa nilai positif negatif dari
program di Ital maupun yang di
Venezuela. Tapi kita ambil, kita copy
paste aja yang positifnya. Itu menurut
gua sih bermanfaat dan bisa kita
lakukan. Tapi ada satu hal menurut gua
yang menarik yang gua juga harus ikut
bahas di sini. Terpaksa sih karena apa
ya? Karena kalau kita lihat
program-programnya Prabowo ini semuanya
kan program populis. Dia mau apa?
Ketahanan energi, ketahanan pangan,
sasembada pangan. Sekarang kita juga mau
masuk lagi membangun ekonomi pedesaan.
Ini semua adalah program-program populis
yang menguntungkan rakyat miskin di
desa. Bagus enggak? Ya, bagus. Bagus.
Cuman hati-hati juga karena banyak orang
yang tidak suka dengan itu. Dan lu bisa
lihatlah sekarang makin banyak tuh
anggota anggota oposisi juga yang
mengkritik program-program yang populis
yang berbuat baik kepada rakyat miskin.
Mereka enggak senang Prabowo bisa
lakukan itu. Mereka pun enggak senang
lihat Prabowo sukses soas sembada
pangan. Dan ini sudah ada contoh kasus
yang sangat menarik. Kejadiannya juga
sama di Bolivia, kisahnya Evo Morales.
Teman-teman tahu enggak setelah dilantik
menjadi presiden baru Bolivia di tahun
2006, Evo Morales yang seorang ciri
populis langsung menasionalisasikan
industri gas dan minyak di Bolivia.
Tujuannya baik, dia mau menegosiasi
ulang kontrak dengan perusahaan energi
asing sehingga dia bisa mengalihkan
kekuasaan dan pendapatan dari sumber
daya alam minyak gas Bolivia kembali ke
tangan pemerintah. Bukan cuman itu, di
bulan Mei 2006 enggak lama setelah
dilantik of Moralis juga menasional
sektor hidrokarbon serta mendirikan
kembali perusahaan energi milik negara
Bolivia yang namanya YPFB. Yasimientos,
Petrolos, Visales, Bolivianos. Jadi,
perusahaan ini adalah perusahaan mirip
Pertamina Indonesia dan dia melakukan
nasionalisasi dengan cara melakukan
pembelian kembali di buyback saham-saham
mayoritas perusahaan-perusahaan yang
diprivatisasi alias dimiliki oleh swasta
dan asing tentunya. Nah, di sini dia
memaksa pemerintahannya untuk
bernegosiasi bekerja sama dengan Brazil
dan Argentina dalam hal ekspor gas
sehingga negara-negara Amerika Latin
bisa tambah kaya dan memiliki nilai
tukar, nilai negosiasi yang lebih tinggi
ketika berbicara dengan kapitalis barat.
Nah, akibat kebijakan-kebijakan
tersebut, harga gas dan barang ekspor
lainnya di Bolivia melonjak pesat. Nah,
ini menurut gua yang lemah ya dari
Indonesia ya. Kalau negara OECD,
negara-negara Arab itu kompak. Mereka
bersatu padu memonopoli harga pasar.
Dimainkanlah harga minyak itu supaya
kita jadi budak mereka. Argentina,
Bolivia, Brazil ternyata pernah lakukan
yang sama. Mereka paham mereka itu
menguasai sumber daya hidrokarbon yang
sangat besar, oil and gas yang sangat
besar. Kenapa kita enggak bersatu padu?
kompakan aja jualan sehingga kita bisa
kontrol harga itu. Indonesia juga punya
kekuatan itu. By the way, Guys, lu tahu
kita itu bersama Malaysia adalah
eksportir CPO terbesar di dunia. Tetapi
anehnya kita tidak mempunyai kemampuan
untuk mengontrol harganya. Malah pembeli
yang ngontrol harganya. Kan kocak ya.
Inilah kita mudah diadu domba. Selalu di
Indonesia dibilang Malaysia, Malaysia
negara musuh. Kita harus hina Malaysia.
Kita harus binasakan Malaysia. kita
harus berperang melawan Malaysia. Aneh.
Kenapa kita mau dipecah belah seperti
India, Pakistan, Bangladesh, seperti
negara Afghanistan, seperti
negara-negara lainnya. Jangan. Justru
ketika kita kompak seperti yang
dilakukan Bolivia itu, inisiasinya
bagus, kita harusnya bisa dapat lebih
untung dari sumber daya alam kita yang
namanya sawit itu. Jangan kita sudah
nanam sawit, tebang hutan di mana-mana,
banjir, orang mati tapi negara tidak
tambah kaya. Yang ada tambah miskin
karena duitnya dikontrol sama Singapura.
Singapura lagi, Singapura lagi. Anyway,
kembali ke Evo Morales lah fokus kita.
Evo Morales itu ternyata dengan program
populisnya cinta rakyat. Apa yang
terjadi menurut Bank Dunia? Kemiskinan
ekstrem di Bolivia di saat Evo Morales
menjabat itu berkurang pesat. Tadinya
36% rakyat Bolivia miskin. Menurut Bank
Dunia sejak Morales jadi presiden turun
jadi cuma 17%. Hebat enggak? Ini hebat
banget. Dia ya pakai data mengurangi
kemiskinan bukan pakai strategi BPS tapi
dia memang konsisten pakai strateginya
World Bank. Wordbank bilang 36% turun
jadi 17% valid. Yang ngukur ya Bank
Dunia sendiri jadi lebih valid. Bukan
pakai mempermainkan statistik kayak gaya
yang ada di pabrik pusat skenario di
Indonesia. Enggak hebat nih. Jadi sahih
programnya sukses besar. Tapi apakah
artinya Evo Morales bisa berkuasa dengan
tenang? Memimpin dengan tenang? Ternyata
tidak. Justru karena dia sukses besar,
berhasil dicintai rakyatnya, berhasil
membangun negaranya. Ini membuat banyak
orang benci sama dia. Saking hebatnya
Bolivia ya di era Evo Morales, semoga
Prabowo itu bisa mengalahkan Evo
Morales. Di tahun 2010 ya, Bank Dunia
itu mengklasifikasi Bolivia sebelumnya
negara berpenghasilan rendah, lower
income country seperti Indonesia.
Sekarang dia menjadi negara
berpenghasilan menengah ke bawah alias
lower middle income country. karena
negaranya berhasil melampaui nih batas
pendapatan nasionalnya menjadi 11.100
per kapita ya. So, hebat nih Evo Morales
berhasil naik derajat rakyatnya dibawa
oleh dia sendirian nih. Cuman sayang
ser000u sayang guys. Kenapa? Karena
setelah dia 14 tahun berkuasa di tahun
2019 dia
dijatuhkan. Kenapa itu bisa terjadi?
Karena Evo Morales lupa diri. Dia
berusaha untuk menjadi presiden seumur
hidup. Dia merasa di atas langit. Dia
merasa rakyat sangat mencintai dia. Jadi
keruntuhan kejatuhan Eva Morales itu
terjadi akibat Morales mengabaikan suara
rakyat dan berusaha untuk menjadi
presiden yang keempat kalinya. Nah,
banyak rakyat Bolivia tidak ingin
Morales berkuasa terlalu lama sehingga
saat pemilu berlangsung banyak protes di
mana-mana meminta agar Morales mundur.
Saking kacaunya ya pemilu di Bolivia
organisasi negara-negara di benua
Amerika Serikat. Jadi kayak ASEANnya
lah. Kalau di Indonesia ASEAN isinya
Singapura, Vietnam, Thailand, Indonesia.
Ini sama juga ini kumpulan negara-negara
35 negara yang ada di benua Amerika.
Jadi negara anggotanya di situ ada
Meksiko, Guatemala, Uruguay, Brazil
termasuk Amerika Serikat. Mereka buat
organisasi negara-negara di benua
Amerika ini dan ternyata mereka
melakukan intervensi ikut campur dan
menyebarkan propaganda adanya manipulasi
di pemilu
Bolivia. Akibatnya apa? Oposisi yang
padahal saat itu OVO Morales sudah
menang pemilu yang sah, dia sudah
menang. Oposisi bergerak menggunakan
gorengan yang dibuat oleh
organisasi anggaran negara benua Amerika
ini untuk menolak kemenangan Morales.
Jadi, padahal Morales sudah menang,
Guys. Tapi sayangnya oposisi didukung
oleh kekuatan asing yang di dalamnya
tentunya sudah tahulah negara paling
kuat ya Amerika Serikat
berhasil menjatuhkan Morales. Akibatnya
apa? Morales harus mundur dan kabur ke
luar negeri, Guys. Itulah dia. Karena
dia terlalu dicintai rakyatnya, terlalu
populis, terlalu komunis, terlalu
sosialis. Dia wajib
disingkirkan dengan segala cara. Ngeri
ya. Dan alat yang digunakan adalah
partai oposisi. Eh, ceritanya selalu
berulang, Guys. Mau di Turki, mau di
Uruguay, mau di Venezuela, mau di
Bolivia. Kisahnya selalu sama. Kalau lu
gagal, negara lu hancur, lu tambah
miskin. Kalau berhasil, siap-siap aja lu
mati, lu dikarungin sama The Invisible
Hand. And anyway, kita tentu berharap
yang terbaiklah semoga program 550
triliun ini berjalan dengan lancar dan
Presiden tetap hidup sehat walafiat ya
tentunya ya. Jangan sampai kayak Ova
Morales yang sampai kocar-kacir dikejar
oleh agen-agen asing ini. Tapi apakah
kita harus mundur? Menurut saya enggak.
Dan memang udah saatnya koperasi di
Indonesia ini harus berjaya, Guys.
Karena apa? Kita enggak bisa tutup mata
ya. Begitu banyak koperasi yang sukses
kok di luar negeri. Contohnya ya kita
sebutin aja ada tiga koperasi. Mereka
punya pendapatan yang sangat luar biasa.
Pertama Zeno berulang kali gua sebut di
channel ini dari 5 tahun yang lalu
koperasi Zeno di Jepang. Mereka punya
penghasilan
928 triliun. Gila enggak penghasilannya
R28 triliun. Ini ngeri banget. Fokusnya
cuman dua di bidang pangan, pertanian
dan distribusi pangan. Hebat. Anggotanya
berapa? Cuma 900 koperasi lokal yang ada
di Jepang. Bisa sehebat itu, bisa
sebesar itu. Bahkan mendominasi bisnis
pertanian yang ada di Indonesia, yang
ada di Asia Tenggara, bahkan yang ada di
Amerika Serikat. Hebat. Yang kedua ada
kredit Agricola dari Prancis. Mereka
memiliki pendapatan 434 triliun dalam 1
tahun. bidang kegiatannya fokus di
bisnis perbankan dan asuransi. Per hari
ini mereka memiliki 53 juta nasabah atau
yang kalau dalam konsep koperasi 53 juta
anggota. Saking hebatnya kredit agricola
ini mereka punya ATM sendiri, Guys. Ini
koperasi. Lu bayangin ya betapa hebatnya
bisnis koperasi di Prancis. Yang ketiga
adalah Des Jardin Group. Ini dari
Kanada. Mereka punya pendapatan
289 triliun dengan bidang usaha yang
sama dengan Prancis juga di bidang
keuangan dan asuransi. Anggotanya ada
7,15 juta orang. Jadi gimana nih, Guys,
menurut kalian ya? Menurut kalian
koperasi merah putih milik Indonesia
bisa enggak sih mengikuti jejak
koperasi-koperasi sukses yang ada di
luar sana? yang ada di Jepang, yang ada
di Kanada, yang ada di Italia, Emelia
Romanya, atau malah gagal nih seperti
koperasi yang ada di Venezuela. Kenapa
ini sangat waring? Memang sih potensinya
besar kalau berhasil negara Indonesia
bisa tumbuh tinggi ekonominya. Lu
bayangin ada koperasi bisa omset-nya
hampir satu kuadriliun seperti Zeno yang
ada di Jepang. Kan luar biasa. Cuman
kalau dilihat resikonya bukan artinya
enggak ada resiko. Karena apa? duit yang
sangat besar 550 miliar itu kan duit
rakyat, duit pajak loh bukan punya
Presiden Prabowo. Dan seperti yang lu
tahu ya berdasarkan rating ya tingkat
korupsi di Indonesia itu levelnya ya
jauh lebih buruk dibandingkan Italia. Lu
bayangin dari 100 negara yang disurvei
ternyata Italia itu enggak bersih-bersih
amat loh. Italia cuman rankingnya 52.
Tetapi Indonesia itu ada di ranking 99.
Gila enggak? Jadi kita 99 dari 100
negara yang paling korup makin bawah itu
makin korup makin kecil angkanya makin
bersih. Padaingkat satu itu ada
Singapura, ada negara-negara Norway,
Denmark, pokoknya negara-negara bersih
lah. Nah, Indonesia ternyata di
peringkat 99 tuh, peringkat paling
bawah. Dan lu tahu Italia ranking 52
sukses ya dengan program koperasinya.
Indonesia itu rankingnya 99. Nah,
Venezuela itu hari ini rankingnya 178,
Guys. Itu kayak kiamat, Guys. Jadi,
salah satu hal paling apes di dunia ini
memang kalau lu lahir di Venezuela,
otomatis kemungkinan besar jatuh miskin
karena pemerintahan lu super korup
178 rankingnya. Gila ya. Jadi Italia 52,
Indonesia 99, Venezuela 178. Ternyata
masih ada neraka di bawah neraka, Guys.
Namanya Venezuela. So, menurut kalian
gimana? Indonesia bisa berhasil atau
tidak dengan resiko separah itu
Venezuela sampai hancur-hancuran ranking
178 atau jangan-jangan kita bisa jadi
sukses kaya besar seperti Jepang,
seperti Italia. Menurut kalian dengan
resiko yang seperti dan potensi
keuntungan sehabat itu menurut kalian
program 550 triliun ini koperasi merah
putih ini itu harus didukung, harus
dilanjutkan atau sebaiknya diop aja guys
ganti program yang lain? Menurut kamu
gimana baiknya? Kamu dukung atau tidak
program koperasi merah putih ini untuk
membangun masyarakat pedesaan di
Indonesia? Yuk, segera tuliskan ya
pandangan kamu, komentar kamu di bawah
ini. Jangan lupa di-share video ini dan
like and subscribe. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:38 UTC
Categories
Manage