KIAMAT BATUBARA! Ekonomi RI TERHANCUR Sejak 1970? – China dan India Dalangnya?!
__Z55x2JGKE • 2025-07-09
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Sesuai
prediksi Benix, ya, tahun lalu kita udah
bilangin bahwa tahun 2025 adalah kiamat
batubara. Dan hari ini itu menjadi
kenyataan. Karena apa? Batu bara
Indonesia itu sudah mulai ditinggalkan
dunia. Wah, ngeri banget nih, Guys.
Ketika semua orang lagi pada krisis,
susah duit, eh batu bara kita malah
ditinggalkan dunia. Nah, ini adalah
kabar yang sebetulnya gua udah kasih
tahu lu dari bertahun-tahun lalu bahwa
tahun 2025 bukan tahun yang bijak kalau
lu mau bisnis batuara. Dan sekarang ini
menjadi kenyataan. So, kalau lu karyawan
perusahaan tambang atau lu ada investasi
di batuara atau lu sendiri pemilik
perusahaan tambang, lu jangan skip video
ini. Video ini hampir 1 jam lebih.
Tetapi lu harus tonton sampai akhir
supaya lu tahu kenapa dan apa bahayanya
buat kalian pelaku bisnis batu bara. So,
tunggu apaagi? Jangan dikip video ini.
Let's check this out.
Jadi, Teman-teman, sesuai prediksi kita
ya di tahun 2025 per bulan April itu
sudah resmi impor batubara China itu
resmi turun sampai 16%.
Artinya Indonesia ini harus siap-siap
nih kena serangan jantung. Kenapa?
Karena ekspor batu bara terbesar
Indonesia ya ke India sama ke Cina
nilainya ratusan triliun, Guys. Ini
bukan bisnis kaleng-kaleng. Nah, ketika
China mengurangi impor batu bara dari
Indonesia, apa yang terjadi di
Indonesia? Justru produksi batu bara
Indonesia mencapai tingkat yang
tertinggi. Jadi, guys, menurut data
ekspor impor yang kita terima dari Bea
Cukai itu sudah resmi ya, impor batu
bara Cina tercatat turun 16% secara
tahunan peril
sampai bulan April biasanya Cina itu
impor R5 juta ton, tetapi sekarang
mereka hanya impor 37 juta ton. Nah, ini
penurunan sudah terjadi selama 2 bulan
berturut-turut. Padahal produksi
batubara dalam negeri mencapai rekor
tertinggi pada Maret ini dengan 440
juta ton. So, kenapa kabar ini penting
buat kalian ketahui ya para pelaku
usaha, penggiat ekonomi di Indonesia?
Karena perputaran uang kalian, lu mau
bisnis wartek, lu mau bisnis properti,
atau lu bisnis jual beli mobil,
whatever, itu pasti bergantung dengan
bisnis batu bara, bisnis pertambangan.
Karena bisnis batu bara bukan bisnis
kecil. Ini bisnis ratusan triliun.
Peredaran duitnya kalau hilang setengah,
ya siap-siap aja restoran kamu tambah
miskin, dealer mobil kamu enggak
laku-laku, bisnis properti kamu hancur
lebur. Lu pasti akan rasakan itu. Kenapa
bisa, Pak? Hubungannya apa? Jadi FY aja,
Guys. Dua negara tujuan ekspor terbesar
Indonesia khusus untuk batu bara itu
adalah India peringkat 1 tahun 2023 itu
kita ekspor senilai 7 miliar dolar.
Tiongkok Cina ada di peringkat du
senilai 6,9 miliar dolar. Baru kemudian
ada Jepang senilai 4,7 miliar dolar dan
Filipina 3 miliar dolar. Nah, kita
enggak usah mention lah negara-negara
kecil itulah karena ya nilainya enggak
berarti. Tapi kalau kita lihat tujuan
utama kita, ternyata nyawa batu bara
Indonesia dipegang sama India dan Cina.
Yang artinya kalau mereka stop
pabriknya, stop bisnis ekspornya ke
Amerika Serikat, artinya mereka juga
akan stop impor batu bara dari
Indonesia. Logis dong. Iya. Buat apa
pabriknya lagi bakar batu bara?
Pabriknya aja enggak terima pesanan dari
Amerika Serikat, enggak bisa lagi bisnis
ke sana, enggak bisa lagi ekspor. Sudah
pasti lu harus siap batu bara Indonesia
semakin kurang diminati. So, makanya
jangan heran, Guys, ketika impor di Cina
itu tercatat 16% berkurang, artinya di
Indonesia sendiri ekspor batu bara
Indonesia ke Cina itu juga pasti
berkurang. Berkurangnya dicatat hampir
11% lebih, Guys. Jadi, di sini lu bisa
lihat ya di layar kaca ya, negara
pemasuk batu bara ke China dalam juta
ton Januari sampai Mei 2024 itu ada 152
juta ton. Ternyata di Januari sampai Mei
2025 itu hanya 137 juta ton di periode
yang sama di tahun 2024 dibandingkan
dengan 2025 itu sudah berkurang
berkurangnya hampir 15% guys. So, kita
mencatat Indonesia gimana? Indonesia
ternyata pengurangannya paling dalam.
Sebelumnya di periode yang sama di tahun
2024 Indonesia itu bisa ekspor 90 juta
ton. Ternyata di Januari Mei 2025 kita
cuma bisa ekspor 78 juta ton. Artinya
kita berkurang 11%.
Wow. Hal ini juga diikuti oleh eksportir
lainnya seperti Rusia. Rusia biasanya
ekspor 18 juta ton tuh per Mei 2024.
Tetapi per Mei 2025 berkurang menjadi 15
juta ton. Filipina juga berkurang,
Colombia juga berkurang. Tetapi ada
beberapa negara yang mencatatkan
positif. Contohnya Australia yang
meningkat dari 27 juta ton menjadi 28
juta ton. Dan yang paling signifikan
Mongolia dari 7 juta ton ke 10 juta ton.
Nah, guys, situasi ini udah gua kasih
tahu loh dari 2 tahun lalu bahwa apa?
Lagi banyak dibuka tambang-tambang batu
bara skala besar di Mongolia, di
Australia yang akan menjadi kompetitor
terhadap tambang kita. Dan waktu itu
orang enggak ada yang percaya sama gua.
Enggak mungkinlah. Batu bara Indonesia
udah paling bagus, harganya paling
murah, bawanya tinggal didorong pakai
tongkang. Hei, Bro. Mongolia sama Cina
itu perbatasan darat cuman
sebelah-sebelahan. Udah pasti jauh lebih
kompetitif kalau dia bawa batuanya dari
Mongolia. Kemarin orang enggak ada yang
percaya sama gua, tapi hari ini jadi
fakta bahwa impor batu bara Cina lewat
Mongolia bertambah dan impor batu bara
Indonesia menuju China berkurang. So,
that's a reality. Dan kabar buruknya
bukan cuman sampai di situ. Oke, tadi
cuman hubungan antara Indonesia dengan
China. Kita juga eksportir terbesar loh
untuk tujuan ke India. Teman-teman tahu
pada set yang sama apa? Ekspor batu bara
Indonesia ke India yang hobinya impor
batu bara kita ternyata juga berkurang.
Kurangnya pun dalam loh 7% lebih. Dulu
ya di tahun 2024 dari Januari sampai
bulan Mei India itu impor R juta ton.
Hari ini dia cuman impor 43 juta ton,
Guys. Dari situ lu bisa lihat bahwa
waduh enggak baik-baik aja nih bisnis
batu bara kita. Bukannya berkembang
marah minus. Dan ini gua juga udah
bilang kenapa? Karena buat India jauh
lebih murah buat dia impor dari
tetangganya yang ada di Afrika. So
Afrika Selatan mencatat ketika Indonesia
berkurang ekspornya ke India, Afrika
Selatan justru meningkatkan ekspor
batuaranya dari 12 juta ton menjadi 16
juta ton. Kamu bisa lihat di layar kaca
dan Amerika Serikat sendiri ya ternyata
mereka juga ekspor loh batu bara dan
peningkatannya ya enggak banyak sih
tetapi dari 5,8 juta ton ke 6 juta ton
ya lumayanlah. Lalu negara-negara lain
yang makin jauh dari India seperti
Australia dan Mozambik itu mencatat
pengurangan ya. Nah, satu yang menarik
nih. India kan agak ngelawan nih sama
Amerika Serikat. Ketika Iran di-band,
Rusia diband, semua negara dilarang
belanja minyak, ternyata India tetap
belanja minyak dari Rusia sama Iran
karena harga diskon. Pada saat yang sama
kita juga lihat ternyata data batu bara
juga menunjukkan India juga hobi impor
batu bara dari Rusia dan terjadi
peningkatan walaupun enggak signifikan
ada peningkatan 0,01%.
Tapi di sini ada anomali, Guys. Kenapa
ya? Soalnya kan kalau kita lihat ya,
ekspor batu bara Indonesia ke India
berkurang, ekspor batu bara dari
Indonesia ke Cina berkurang. Ini
sebetulnya udah sesuai sih dengan data
yang di-sharing oleh Sri Mulyani ini
Menteri Keuangan bahwa mayoritas negara
G20 negara-negara kaya 20 negara terkaya
di dunia itu juga mengalami konstruksi
seperti contohnya China ya. China itu
PMI manufacturing-nya itu bukannya
berkembang tetapi menurun. Di Tiongkok
sendiri cuman 48,3. Jadi di bawah 50
nilainya jelek. Mayoritas negara 70%
mengalami kontraksi ekonomi alias
ekonomi mereka tidak berkembang tetapi
mengalami kontraksi. Indonesia sendiri
berada di posisi 47 jauh di bawah 50.
Nah, dari sini kita bisa lihat bahwa oh
mitra dagang Indonesia seperti Tiongkok
itu kesulitan. Makanya jangan heran
kalau Tiongkok akan mengurangi orderan
batuara mereka dari Indonesia. Pada saat
yang sama, India justru mengalami
ekspansi ekonomi yang tertinggi sampai
57. Nah, di sini teman-teman jangan
bingung kenapa sih bisa ya China itu
berkurang, negara ASEAN berkurang,
Indonesia berkurang, tetapi India malah
meningkat manufacturing-nya. Simpel aja.
Karena even Apple pun yang ada di
hadapan kalian ini sudah pindahin
pabriknya ke India. Dan makin banyak
pabrik-pabrik di China yang hari ini
pindah pabriknya ke India. Jadi
teman-teman akan saksikan bahwa negara
seperti India, negara seperti Vietnam
yang berhasil menarik investor asing
akan semakin berkembang jauh
meninggalkan Indonesia. Makanya
pendapatan per kapita Indonesia hari ini
aja udah kalah loh dibandingkan negara
Vietnam. Karena kalau di sini investor
asing sibuk aja digebukin sama kita ya.
Tapi di luar negeri investor asing
dikasih karpet merah buat masuk
berbisnis di India, masuk berbisnis di
Vietnam. Makanya kalau teman-teman lihat
ya, Vietnam juga penurunan iya tapi
enggak cukup dalam cuma 49,8. Cuma beda
0,2 doang dari 50. Jadi sebetulnya
mereka baik-baik aja. Indonesia tidak
baik-baik saja, Guys. Data yang
dibagikan oleh Menteri Keuangan sudah
membuktikan itu. So, kenapa, Guys,
ekspor batuara Indonesia ke India dan
Cina itu berkurang? So, what? Kenapa ini
bisa terjadi? Jadi, kita mencatat ada
empat alasan. Lu jangan skip video ini
karena ini penting untuk menentukan masa
depan keuangan kamu. Bisnis apapun kamu
sangat bergantung kalau seandainya
bisnis CPO nyungsep, bisnis batu bara
nyungsep bisnis lu siap-siap aja
mengalami kontraksi juga suka enggak
suka. So, kenapa ekspor batu bara
Indonesia ke Cina berkurang, Guys? Lu
udah tahulah hukum supply and demand.
Kalau makin banyak supplynya, sementara
demand-nya tetap artinya harga akan
berkurang. Nah, ini juga terjadi di
dunia batubara, Teman-teman. tahu posisi
batu bara Cina itu sekarang sedang
overstock. Mereka kelebihan suplly dan
Cina terpaksa ya harus mengurangi impor
batuanya. Gua udah pernah sharing sama
kalian tentang Godang Garam kan. Gudang
Garam juga lakukan yang sama. Kenapa dia
menolak kiriman tembakau-tembakau dari
petani ke gudang-gudang Gudang Garam? E
karena mereka kebanyakan stok. Mereka
overstok. Akibatnya barang itu enggak
bisa dia serap. Harus mental lagi balik
ke market. Apa yang terjadi? Harga di
market berkurang. Itu juga terjadi
ketika pembeli besar batu bara kalau
tembakau gudang garam ketika pembeli
besar batu bara yang namanya Cina itu
menolak barang-barang batu bara dari
Indonesia. Dia mengurangi impor batu
bara Indonesia karena pasokan mereka
sudah melimpah. Maka siap-siap harga
batu bara akan semakin nyungsep.
Ternyata ini terjadi sehingga salah satu
penyebab yang mendorong harga batu bara
dunia akan semakin terperosok, akan
semakin murah. Sekarang kita sudah lihat
jatuh 4% lebih. Iya. Itu salah satunya
karena pembeli besar dunia yang namanya
China mengurangi belanja batuaranya. So,
teman-teman jangan kaget ketika melihat
harga acuan batu bara dunia, Newcastle
aja ya buat kontrak Agustus 2025 itu
udah turun di 107 per ton. Ini sudah
minus 15%
per year to date 2025. Dan ini gua yakin
akan terus-menerus berkurang karena apa?
Kelihatannya Timur Tengah juga tambah
damai. Kalau Timur Tengah tambah damai,
harga minyak bakal makin turun, ya.
harga batu bara siap-siap bakal makin
nyungsep lagi. Dan ingat ya, perang
dagang itu juga belum berakhir. Perang
dagang antara Amerika Serikat versus the
rest of the world di sini termasuk Cina
ya belum selesai. Masih ada generang
perang ini. Dan kalau ini semakin ketat,
perdagangan dunia akan semakin sepi,
bukan semakin ramai. Kalau perdagangan
dunia semakin sepi, buat apaagi? Belanja
batu bara. Buat apaagi? Jalanin pabrik,
matiin aja semua pabrik. Enggak ada yang
belanja. Simpel, kan? Jadi salah satu
penyebab batu bara Indonesia semakin
kurang diminati ya karena di Cina
sendiri mereka sedang oversupply. So
jangan heran kalau mereka stoknya
kebanyakan pun mereka nanti akan buang
barang ujung-ujungnya kemungkinan di
harga murah. Nah alasan yang kedua tadi
ya selain soal overply batu bara di Cina
sendiri. Jadi buat teman-teman yang
belum tahu ini gua ulangin lagi datanya.
Ini data resmi nih. Ini Menteri Keuangan
sendiri yang ngomong ya. Bukan gua.
bahwa Cina itu sedang mengalami
konstruksi manufaktur. Jadi,
industri-industri di sana itu bukan
berkembang tetapi tambah nyungsep.
Paling bagus PMI itu di level 50. Itulah
itu benchmarknya. Indonesia berada di
bawah 50. India tadi kita bilang India
ada di 57, jauh di atas 50. India akan
semakin kaya raya. Nah, Cina posisinya
di mana? Cina posisinya ada di bawah di
zona merah di 48,3.
Jadi kalau kita lihat dalam beberapa
bulan ke depan Cina masih tetap satia
berada di garis merah berada di bawah
50. Artinya teman-teman harus siap bahwa
orderan batu bara dari Indonesia akan
semakin berkurang. Semoga lu paham ya
bahwa apa? At the end of the day batu
bara Indonesia dipakai untuk menjalankan
mesin-mesin pabrik. Ya, kalau pabriknya
enggak bergerak, buat apa belanja batu
bara? Nah, yang ketiga ini alasan yang
sangat penting, Guys. Ini technikal.
Jadi, Cina sama India itu yang udah-udah
sih beli batu bara dari Indonesia karena
harganya murah tapi kalorif valy-nya itu
rendah. Jadi, energi yang tersimpan
dalam batu bara Indonesia itu rendah ya,
kalori 3.000, 4.000. Nah, ini mulai
berubah, Guys, trennya. Karena sekarang
Cina sama India lebih suka batu bara
dengan nilai kalori tinggi supaya bahan
bakar yang mereka produksi itu lebih
efisien. Apalagi sekarang harga batu
bara kalori tinggi itu semakin murah.
So, mereka berpikir mendingan sekalian
membeli kualitas batu bara yang lebih
bagus. Makanya enggak heran kalau kedua
negara tersebut, India dan China, mulai
beralih ke batu bara dengan nilai kalori
lebih tinggi yang mampu menghasilkan
energi lebih banyak per tonnya. Nah, ini
gua kasih perbandingan aja nih, Guys.
Batuara yang kalorinya tinggi itu memang
sedikit lebih mahal lah, tetapi dia bisa
menghasilkan lebih banyak energi untuk
setiap dolar yang dibelanjakan.
Contohnya 1 juta ton batu bara dengan
kalorific value tinggi itu dapat
menggantikan
1,2 hingga 1,5 juta ton batuara dari
Indonesia yang kalorinya rendah. Nah,
dari sini lu bisa lihat bahwa memang
sama-sama 1 juta ton. Ini 1 juta ton
batu bara Australia, ini 1 juta ton batu
bara Indonesia. Tetapi ternyata energi
yang dihasilkan ini bisa sampai 50%
lebih banyak, artinya lebih efisien ya.
Karena batu bara Indonesia itu masih
muda usianya, negara kita ini baru lahir
secara geografis. Jadi batu-batuannya
bukan batu-batuan tua. Kalau mereka mau
dapat batu bara dengan kalorific value
yang tinggi, harus gali lebih dalam 50 m
lebih. Semakin tidak efisien. Tetapi
kalau di Australia benua lama, mereka
bisa dapat itu kaloril tinggi tanpa
harus menggali lebih dalam. So, karena
trennya sekarang berubah, tadinya pengin
dapatnya batu bara murah, kalori rendah,
sekarang mereka pengin dapat batu bara
sedikit lebih mahal enggak apa-apa tapi
udah pada diskon anyway. Tetapi
kandungan kalorinya bisa menghasilkan
energi lebih banyak. So, what? Kenapa
enggak pakai itu aja? Nah, ini akan
terus menjadi masalah buat Indonesia
karena mayoritas batu bara yang
dihasilkan di Indonesia itu adalah batu
bara berkalori rendah.
Sehingga ini berpotensi batubara kita
ditinggalkan China dan India. Padahal
mereka itu pembeli utama batu bara
Republik Indonesia. Jadi apakah ini
artinya kiamat batu bara di Indonesia?
Hai, gua Benix, the CEO of Benix
Investor Group. Dengan lu bergabung
bersama Benix Investor Group, lu bakal
dapat ilmu investasi saham selama 1
tahun penuh. Dan bukan cuman itu, lu
bakalan dapat strategi rahasia cuannya
Benix ratusan. Bahkan ribuan persen cuma
dari saham. Di Benix Investor Group, lu
bakal dapat begitu banyak pelajaran
investasi selama 1 tahun ke depan, Guys.
Mulai dari sharing saham yang bagus
bareng BENX setiap bulannya. Kita juga
bakal update portofolio Benix dan kita
juga akan membedah laporan keuangan
setiap bulannya. Yang paling seru kita
juga bakal mengunjungi nih emiten-emiten
yang ada di ISG supaya lu bisa ngecek
langsung ini saham perusahaan bagus,
perusahaan bodong atau perusahaan
sampah.
Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli
saham-saham perusahaan sampah. Nah,
kalau lu gimana lu udah yakin portofolio
Sam lu udah bersih dari saham-saham
perusahaan sampah ini? Kalau belum,
mendingan lu segera sapu bersih deh
kayak siem ini.
Tahun lalu gua dan teman-teman di
komunitas Sambenix saja udah cuan
ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham
ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma
jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu
juga pakai di rumah lu, ya? Enggak, N?
Iya, Pak. Ini juga pakai.
Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah
saham gorengan bahaya, Guys.
Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka
buang-buang duit, beli saham gorengan?
Hasil rekomendasi grup sambodong di
sebelah yang hobinya jualan candlestick.
Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan
investasi, itu juri.
Dan kalau lu masih belum join sekarang
juga, Guys, lu itu udah rugi banget.
Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50%
lebih loh dari saham parkiran mobil yang
namanya IPCC.
Jadi buat apagi L ragu bergabung di
komunitas saham Benix Investor Group.
Soalnya guys, tahun ini aja kita udah
punya list saham-saham yang berpotensi
memperkaya kita semua. So, tunggu apaagi
guys? Kalau lu mau cuan, segera
daftarkan dirimu di komunitas saham
Benix Investor Group sekarang juga.
[Musik]
Jadi, apakah ini artinya kiamat batu
bara di Indonesia? Oh, enggak juga,
Guys. Lu tenang dulu. Tenang dulu. Ingat
ya, batu bara kita batu mara murahan.
Batu bara kalornya rendah 3.000 ke
bawah. banyak itu masih dipakai karena
masih banyak PLTU, pembangkit listrik
yang jadul-jadul di Cina yang perlu batu
bara murah-murah itu. Jadi masih akan
dipakai tetapi akan semakin berkurang.
Iya, karena mereka juga makin membangun
batu bara atau PLTU yang pakai batu bara
kalorinya tinggi. Kalau sekarang mereka
pakai kalori tinggi di PLTU mereka yang
jadul-jadul ketelnya bakal bengkok,
bakal ikut meleleh. Karena batu bara
yang kalori tinggi atau orang bilang
batu bara kokas atau batu bara cooking
col atau batu bara kualitas metalurgi
itu memang dipakai secara spesifik untuk
industri smelter. Lu tahu smelter nikel
atau lu tahu smelter mineral, smelter
baja, itu semua pakai batu bara yang
kalorinya tinggi dan itu dibutuhkan.
Nah, Indonesia sebetulnya punya tapi
tidak memproduksi itu dalam jumlah besar
karena enggak efisien. So, apa yang
terjadi? Indonesia akan tetap mengekspor
batu bara murahan, batu bara rendahan.
Pada saat yang sama, Cina oversupply
batu bara kualitas tinggi dan dia akan
ekspor batu bara kualitas tinggi kalorif
value tinggi itu ke Indonesia. Karena
Indonesia lagi ngetren bisnis smelter.
So, kalian juga akan lihat semakin
banyak bisnis-bisnis di Indonesia,
pengusaha smelter di Indonesia termasuk
Steel dan kawan-kawan mengimpor batu
bara dengan kalori tinggi ke Indonesia.
Karena batu bara Indonesia yang
kalorinya rendah itu lebih cocok buat
PLTU. Sementara batu bara yang dari Cina
yang diekspor itu jenis yang memang
tidak diproduksi di Indonesia. Terus
pertanyaannya begini dong. Ini penting
nih buat kalian ketahui. Eh, tapi kan
Cina negara industri, Cina negara
manufacture. Kenapa Cina ekspor batu
bara cooking co dia? Kan dia perlu itu.
Oke, dia perang dagang dengan Donald
Trump. Tidak banyak lagi pabrik yang
dibangun. Oke, tapi teman-teman ada tahu
bisnis yang paling besar di Cina itu
adalah bisnis properti. Hari ini bisnis
properti di Cina itu bukan makin
berkembang, tetapi makin nyungsep,
mengalami pelemahan, bahkan kiamat.
Karena apa? Orang Cina sudah enggak lagi
pengin punya anak sebanyak dulu. Orang
Cina sudah merasakan biaya hidup makin
tinggi, biaya hidup makin mahal, cari
pekerjaan makin susah, pengangguran,
bertaburan di mana-mana. Akibatnya apa?
Mereka mengurangi perkawinan, mereka
mengurangi punya anak. Artinya orang
tidak belanja properti sebanyak dulu
lagi. Makin banyak pengurus properti
yang colab. Salah satunya Ever Grande.
Terus hubungannya apa? Hubungannya
begini, Teman-teman. Bisa tahu apa yang
kejadian di Cina akan berdampak bagi
pengusaha Indonesia, bagi kalian juga.
Kok bisa begitu, Pak? Bisnis properti
itu adalah bisnis yang paling banyak
menyerap penggunaan baja. Lu pikir lu
naik dari lantai 1 ke lantai 30 pakai
apa? Pakai lift. Lift dari apa? Bambu
kan? Enggak. Lu pikir bangun rumah satu
lantai aja pakai besi baja. Lu pakai
kawat-kawat, rangka, bangunan segala
macam. Semua pakai baja, stainless
steel. Ya, lu enggak mau dong bangun
rumah atau apartemen bajanya berkarat
karena enggak pakai stainless kan enggak
mau kan. Jadi memang sangat dibutuhkan
Cooking Call itu memproduksi stainless
steel. Tetapi ternyata industri yang
akan menyerap menggunakan stainless
steel itu semakin collabs, semakin
hancur. Bisnis propertiyungsep ternyata
ujung-ujungnya mempengaruhi saham batu
bara kamu. So, teman-teman jangan kaget
ketika bisnis properti di China makin
lesu artinya permintaan besi, baja,
keramik, granit bakal makin sepi dan
bisnis-bisnis itu semua membutuhkan batu
bara dengan kalori tinggi, Guys. itu
teman-teman harus bersiap-siap. Kalau
bisnis properti di China makin nyungsep,
artinya makin banyak pabrik-pabrik di
sana yang tutup, yang mengurangi
produksi stainless steel-nya. Artinya
mereka punya stok batu bara buat apa?
Mereka butuh cash. Mereka bukan
perusahaan batu bara. Buat apa mereka
punya batu hitam itu enggak kepakai? Lu
bakal lihat makin banyak perusahaan Cina
yang ekspor batuanya ke Indonesia. Dan
nanti lu bakal kaget kalau lihat data
Indonesia ternyata impor batu bara.
Karena apa? Kris properti di Cina pakai
otak lu. Makanya kalau gua bilang itu 2
tahun lalu, gua sudah bilang akan
berdampak di tahun 2025 kiamat batubara
di Indonesia. Jadi kenyataan.
Apa buktinya? Lu lihat di layar kaca ini
dari Kompas, berita yang sahih bahwa
terbukti tahun 2025 ini Cina sudah resmi
mengirim batuanya jenis Kokas ke
Sulawesi dan ini membuktikan. Hei, Guys.
Siap-siap ya. Indonesia bukan lagi
menjadi eksportir batu bara, tapi
Indonesia bentar lagi juga akan menjadi
importir batu bara yang terbesar di
ASEAN khusus jenis batu bara Kokas.
Karena sekarang lagi ngetren, semua
orang pada buka smelter di mana-mana.
Jadi, kita sudah resmi dapat kabar bahwa
salah satu cargo kapal yang dibawa oleh
Shangsi Cooking Cal Group ini adalah
perusahaan milik negara Cina. Mereka
kirim barang kepada China Rison Group.
Jadi, Riton ini mengelola salah satu
pabrik pengolahan kokas terbesar di
Sulawesi. Ada dua kargo lagi yang bawa
batu bara jenis kokas. Dikirim lewat
Hongkong Jinteng Development Limited.
Nah, ini spesifik ditujukan ke pabrik
milik Desin Steel yang ada di Indonesia.
Nah, ini membuktikan bahwa memang
terjadi hilirisasi di Indonesia. Bahwa
memang kita butuh batu bara jenis
cooking coal yang memang kita enggak
punya. Ada sih, tapi tadi enggak
efisien. Bisa di-upgrade, bisa, tapi
enggak ada willingness. Anyway, lebih
gampang, lebih murah, kita impor aja deh
ini barang dari Cina. Jadi, Teman-teman
jangan mudah tersinggung dan jangan
mudah kaget kalau kemudian lu besok
lihat makin banyak batu bara itu dari
China, kita malah impor. Nah, ini juga
didukung ya Indonesia hari ini lagi
gencar-gencarnya membangun smelter baru.
Dan tadi gua udah bilang smelter baru
semakin banyak maka semakin banyak batu
bara kalori tinggi yang kita butuhkan.
Dari yang udah-udah kita sebetulnya
terbiasa beli barang ini dari Australia.
Tapi ternyata China karena dia lagi
oversupply dan industrinya lagi
nyungsep, jangan heran kalau mereka akan
lebih banyak mengirim batu bara dari
China ke Cina. Sebetulnya ini dari
perusahaan mereka sendiri juga,
perusahaan yang sama. Jadi ini pembelian
di dalam satu entitas yang kurang lebih
sama. Dan ini juga enggak kejadian
khusus untuk smelter-selter yang
dimiliki perusahaan Cina doang, termasuk
perusahaan Indonesia. Gua tadi udah
bilang bahwa Krakatau Steel, perusahaan
anak bangsa
yang di dalamnya kualitas manajemennya
lu bisa pertanyakan ya. Mereka juga eh
ternyata masih hidup loh perusahaan ini.
Mereka juga pakai batu bara kokas buat
kegiatan produksinya. Jadi mereka memang
sudah resmi dan sudah lama ya bahwa PT
Krakatau Steel itu sudah lama nih
mengoperasikan Coke Oven Plant atau COP.
Ini merupakan bagian dari proyek
pembangunan kompleks pabrik blast
furnice di Kroket Steel. Jadi
teman-teman besok nih kalau bangun rumah
atau lu bangun apartemen atau bangun
lantai terus lu lihat ada mereknya
Krokot Steel lu udah tahu bahwa itu bisa
jadi karena ada batu bara dari China.
Jadi bukan TKDN 100% guys. Ada komponen
Chinanya bahan bakunya yaitu tadi dia
ngerebus itu pakai made in China punya
Cooking Cold-nya. Oke, Guys. Jadi, udah
resmi ya bahwa Indonesia akan segera
menjadi importir batu bara, ya. Utamanya
buat jenis tertentu karena ada program
hilirisasi itu. Apakah ini kabar buruk
buat batu bara Indonesia atau kabar
baik? Tunggu dulu. Tadi kan gua udah
bilang, oke, Indonesia bakal tetap
menjadi supplier batu bara utama nih.
Utamanya buat yang kalori rendah ya,
kalori tinggi kita bakal impor. Iya.
Oke. Tapi ada satu hal yang gua bilang
dari dulu dan sampai sekarang belum
direspon itu bahwa batu bara kita
sekarang enggak sendirian. Sekarang kita
punya lawan namanya Rusia. Karena Rusia
diembargo di mana-mana, Rusia juga
memproduksi batu bara dengan kalori
rendah. Teman-teman akan saksikan akan
makin banyak banjir batu bara Rusia yang
kalorinya sama rendahnya dengan kalori
batu bara Indonesia dan itu akan mulai
membanjiri China. Jadi pada saat yang
sama kita itu bertarung nih ketika kita
mau dagang batu bara ke Cina dan India,
mereka lagi shifting ke higher calorific
value batu bara. Jadi, guys, kalau gitu
kita gak usah khawatir ya. Ini kabar
buruk atau kabar baik ya sebetulnya buat
pengusaha batu bara di Indonesia atau
buat lu pemegang saham batu bara? Kabar
baik sih enggak. Sebetulnya ada kabar
buruk yang lebih parah lagi. Tadi di
awal sudah tahu ya, bahwa Cina dan India
itu mengurangi belanja batu bara
colorific value rendah dengan kalori
rendah dari Indonesia karena mereka lagi
ngetren buat belanja higher grade coal
dengan nilai kalori yang lebih tinggi.
Oke, tapi mau gimana lagi? Indonesia kan
masih nyawanya di kalori rendah. Nah,
kalau rendah kita itu sekarang ada
lawan. Kalori rendah kita, gua udah
pernah bilang dari bertahun-tahun lalu,
Mongolia, Rusia itu lagi bikin
infrastruktur untuk bawa batu bara-batu
bara kualitas rendah menggunakan jalan
darat mereka. Dan itu kemarin enggak ada
yang percaya, sekarang sudah makin
banyak. Makanya peningkatan penjualan
batu bara kalori rendah dari Rusia
khususnya itu akan semakin tinggi di
Nah, ini akan menjadi kompetitor buat
batu bara Indonesia yang sama-sama
kalori rendah. Ya udahlah kalau gitu
siap-siap aja kita mati. Apalagi nilai
yang kalori tinggi. Tadi gua udah bilang
kalori tinggi aja udah mulai diminati
sama mereka karena harganya lagi diskon.
Dan buat yang kalori tinggi, Cina udah
dapat penggantinya. Nah, mereka selama
ini dapat barang dari Australia, tapi
sekarang sudah buka jalur baru. Kalori
tinggi sudah mulai masuk dari Mongolia.
Kalori tinggi sudah mulai masuk dari
Tanzania. Artinya makin banyak lagi
supplier kalori tinggi di Cina,
batuaranya makin banyak lagi yang bisa
menggerus kue batu bara murahan, batu
bara kualitas rendah Indonesia. Oke,
kalau gitu kita kaburlah ke India. Kita
mau kabur ke India. India juga udah
punya pengganti supplier batu bara
kualitas rendah Indonesia namanya apa?
Afrika Selatan. Mereka jaraknya lebih
dekat, harganya lebih murah, dan mereka
bisa jual itu lebih banyak ke India.
Jadi teman-teman bakal lihat untuk yang
kalori rendah kita udah digencet. Di
Cina kita digencet sama Rusia, di India
kita digencet sama Afrika Selatan. Mau
main yang kalori tinggi enggak bisa
juga. India udah impor kalori tinggi
dengan harga murah. Mereka dapat barang
dari mana? Ada dari Tanzania, mereka ada
dapat dari Kazakhstan, ada dapat dari
Mozambik. So, ada begitu banyak
kompetitor kita kalau kita mau bertarung
di dua segmen itu. So, teman-teman lu
jangan heran ya kalau bisnis batuara
akan makin nyungsep. Padahal nyawa kita
pengusaha batu bara, investor batu bara,
batu bara Indonesia nyawanya ada di
India dan China. Negara lain enggak
penting. Mereka penduduknya cuman supil.
Tapi India sama Cina penduduknya
miliaran. butuh kehangatan.
Makanya butuh batu bara dari kita, Guys.
Terus apakah cuma sampai di situ kabar
buruk buat batu bara di Indonesia?
Enggak. Ada kabar buruk keempat. Nah,
ini yang agak konyol karena dari dalam
sendiri-sendiri yang menghancurkan.
Yaitu apa? Peraturan HBA, yaitu harga
batuara acuan. Intinya gini, negara itu
pengin dapat cuan. Lu tahu tiap kali
orang ekspor batu bara, negara mengutip
duit lewat yang namanya royalty. Jadi
kalau ginilah gampangnya ya, lu ekspor 1
ton batu bara ke Tokyo harganya di harga
50 tuh. Oke, Pak. Saya ekspor satu batu
bara harganya 50 per ton. Lu harus bayar
ke pemerintah 15%. Kalau harganya
100$00, lu bayar ke pemerintah 18%.
Kalau harganya 300 per ton, lu bayar ke
pemerintah 28%. Jadi ada berjenjang lah
15, 18%.
Intinya pemerintah mau dapat bagian.
Nah, dengan logika berpikir itu makanya
sudah tahu dong. Oh, makin tinggi ya
harga batu bara pemerintah makin dapat
bagi hasil makin tinggi. Iya dong. Iya.
Itulah yang jadi jembatan, jadi rumah
sakit yang lu pakai. BPJS sakit. Duitnya
dari mana? Dari batu bara, Bro. Oke.
Terus kalau lu pakai logika itu berarti
negara penginnya harga batu bara naik
atau turun? Pemerintah sih penginnya
harga batu bara naik terus sehingga
mereka dapat royalty makin gede dong.
Logikanya kan begitu. Tapi faktanya
sekarang kita ada kompetitor baru, Bro.
Ada kompetitor dari Afrika Selatan, ada
kompetitor dari Australia, ada
kompetitor dari Rusia, ada kompetitor
dari Mongolia. Kalau pemerintah tetap
ngotot masang harga batas atas, harga
batas acuan yang tinggi, ya logikanya
pembeli kabur ke negara lain yang
harganya lebih murah. Iya dong. Artinya
kita bakal kehilangan pendapatan karena
mereka belanja sama negara lain. Tapi
kalau harga acuan batu bara kita turunin
di bawah Austral atau di bawah Mongol,
apa yang terjadi? Penghasilan negara
juga berkurang. Ingat, semakin rendah
harga acuan batuara ABA itu, royalti
juga makin kecil. Nah, ini sesuatu hal
yang harus seharusnya ya pemerintah itu
bisa cepat beradaptasi. Zaman dulu HBA
ini berubah cuma 1 bulan sekali. Gila,
lu tahu namanya juga transaksi komoditi,
lu mau jangankan batu bara, ya, minyak
aja, harga emas dunia aja, itu bisa tiap
detik berubah-berubah, Guys. Tiap hari
berubah-berubah. Eh, gila harga batu
bara acuan Indonesia berubah-rubah tiap
1 bulan sekali. Enggak masuk akal. Kita
enggak sesuai dengan perkembangan zaman.
Jadi, ketika harga barang di Indonesia
dijual harga 100 dolar per ton. Di
Australia sudah dolar per ton, apa yang
terjadi? Eksportir Indonesia akan
terpaksa bayar royalty lebih mahal
karena dipatop pemerintah 100$00.
Padahal pembeli udah lari ke Australia
belanja di harga 0lar. Gimana ceritanya
kita bisa bisnis? Jadi dari sini lu
bakal lihat akan makin banyak ya kalau
pemerintah tidak gesit, tidak adaptif
yang akan dilakukan oleh pemain batuara.
Apa mereka akan makin banyak setup
trading company di Singapura? Heh, apa
hubungannya, Pak? Ya, simpel aja. Mereka
akan ngurangin harga ekspor mereka kalau
bisa harganya 10 dolar per ton supaya
royalty yang dia bayarkan ke pemerintah
makin kecil. Jadi dia akan ekspor ke
Singapura 10 dolar per ton supaya
royalty-nya kecil. Begitu sampai
Singapura dia baru ekspor ke Cina atau
ke India pakai harga market dunia. Jadi
dengan cara itu dia bisa mengakali
membayar royalti pemerintah. Makanya
masuk akal juga enggak pemerintah
ciptain HBA. Masuk akal supaya enggak
banyak pemain-pemain ngibul begini.
Mereka pakai trik setup jual batu bara
ke perusahaan mereka sendiri yang ada di
Singapura buat mampir supaya enggak kena
royalti batu bara di harga tinggi. So,
mereka banyak yang jual dengan harga
bawah seolah-olah rugi. Untuk antisipasi
itu, maka pemerintah menciptakan HBA.
Jadi, HBA ini jelek atau buruk? Ya,
enggak jelek juga. Mereka memang mesti
ada di situ supaya enggak makin banyak
negara kita dikadalin nih sama pengusaha
batubara. Tapi yang disayangkan HBA ini
tidak gesit. Kenapa bisa berubahnya
sebulan sekali atau sebulan dua kali?
Kan enggak masuk akal. Yang ada bisnis
lari lah. Menurut gua yang paling ideal
apa? Ya kita harusnya setup HBA itu yang
fluktuatif, yang adaptif dengan harga
market di dunia. Pasang aja 1 dolar di
bawah Australia atau 2 dolar di bawah
Mongolia sehingga kita bisa lebih
adaptif tuh dengan perkembangan zaman.
Dan jangan terlalu kaku. Kok
bisa-bisanya dirubah cuman 1 bulan
sekali atau 1 bulan dua kali? Menurut
gua enggak masuk akal. Dan ini
menciptakan prahara. Sekali lagi ya, gua
bukan anti HBA. Ingat, gua setuju dengan
HBA supaya kita terima royalti. Rakyat
terima royalty. Kalau pergi BPJS berobat
gratis dari royalti batu bara. Ini kayak
cukai lah kalau dirokok. Tetapi yang gua
enggak setuju adalah ketika HBA ini
tidak logis, tidak ikut perkembangan
zaman. Nah, kalau kita enggak update
dengan perkembangan zaman, harga kita
terlalu tinggi, terlalu jauh berbeda
dengan harga dunia, ya siap-siap aja
akan makin semakin ditinggalkan batu
bara Indonesia. Dan ini bukan hoaks, ini
fakta. Per hari ini sudah terbukti bahwa
prediksi kita benar batu bara Indonesia
semakin ditinggalkan karena ada
alternatif baru yang lebih murah. So,
solusinya ya menurut gua HBA dilepas aja
sesuai dengan harga market. Bikin fixed
cost buat royalty lu. Jangan terlalu
rigid. Seolah-olah batu bara Indonesia
ini yang paling dibutuhkan oleh planet
bumi ini. Tidak. Masih banyak supplier
lain. Apalagi teman-teman harus
siap-siap ya. Pengusaha tambang di
Indonesia lu harus siap-siap. tahun ini
akan makin banyak serangan-serangan nih
dari aktivis lingkungan, agen-agen asing
yang ingin menghancurkan bisnis
pertambangan Indonesia supaya orang
Indonesia tambah miskin dan mereka sudah
berhasil. George Soros tahun ini akan
menghabiskan duit hampir 10 triliun loh
untuk black campaign tambang-tambang di
Indonesia. Lu bakal makin miskin, lu
bakal lihat ini terjadi dan menjadi
fakta. Apalagi ketika lu lihat PT Gak
nikel yang ada di Papua itu sudah resmi
ditutup. Ke depannya lu akan lihat makin
banyak perusahaan tambang Indonesia yang
dihancurkan, di adu domba. Karena asing
senang dengan itu. So, lu enggak bisa
tenang-tenang aja. Negara juga harus
turun ikut bertarung di sini. Kalau
enggak kita makin terjepit. Kita
mencatat ada tiga alasan ya, kenapa
penting batu bara di Indonesia. Tadi gua
sudah bilang ini ada hubungannya dengan
penerima negara. Semakin sedikit batu
bara yang kita ekspor, maka penerima
negara akan semakin berkurang. Kamu tahu
enggak sih APBN Indonesia itu sekitar
R3.600 triliun. Terus buat belanja duit
belanjanya dari mana? Mayoritas dari
pajak. Terus sisanya dari mana? Sisanya
dari penerima negara bukan pajak. Oh,
jadi penerima negara ada juga loh di
luar pajak yang namanya PNBP. PNBP itu
apa? Ya, itulah yang lu bayarkan dalam
bentuk royalti. Nah, kalau batu bara
semakin dihancurkan bisnisnya, maka lu
jangan heran ya kalau penerimaan pajak
yang bersumber dari PNBP itu penerima
negara bukan pajak itu bakal terdampak
buruk. Apalagi ya kalau harga sumber
daya alam kita itu bukannya makin bagus
tapi makin hancur karena
kampanye-kampanye asing. Kemarin mereka
udah sukses loh hancurkan bisnis sawit
kita. Hei siap-siap batu bara juga akan
diserang. Sawit sudah digempur habis
sekarang giliran batu bara nih. Dan
tambang-tambang yang lain akan semakin
nyungsep nih kalau kita enggak bisa
melawan. Jadi teman-teman kita lihat di
layar kaca ya. ini dari Menteri Keuangan
favorit kalian semua yang namanya Ibu
Sri Mulyani. Siapapun presiden ya,
menterinya ya Sri Mulyani. Di 2024 untuk
refleksi lu semua kita punya pendapatan
negara itu R.842
triliun tetapi belanjanya 3.350
triliun. Artinya negara ini lebih besar
pasak daripada tiang. Akibatnya defisit
507 triliun. Oke. So what? Negara kita
negara kaya. Defisit aja terus sepanjang
tahun pun enggak ada masalah. Tapi satu
yang penting pendapatan negara kita yang
2.842
triliun itu ternyata penerimaan pajaknya
itu senilai R900 triliun. Jadi pajak itu
yang menopang belanja negara. Yang kedua
terbesar apa? OP PNBP senilai 579
triliun. Dan kalau lu lihat kontribusi
PNBP kita terhadap APBN Indonesia di
tahun 2024 itu setara dengan 20,37%.
Dari sini lu bisa tahu betapa pentingnya
penerimaan negara bukan pajak bagi nyawa
kehidupan urat nadi ekonomi Indonesia.
Nah, PNBP di Indonesia itu banyak lagi
dalamnya, Guys. Jadi, ada penghasilan
dari PNBP migas, non Migas, BLU, dan
lain sebagainya. yang mau gua mention di
sini, Guys. Ternyata dari R00 triliun
itu PNBP, ya R00 triliun ternyata
20%-nya adalah BNBP non Migas. Jadi
nilainya sekitar R118 triliun. Tapi,
Pak, non Migas kan emang cuman batu
bara. Enggak sih, memang macam-macam.
Ada yang lain sih. Tapi ternyata fakta
menunjukkan batu bara itu menyumbang 80%
dari penerima negara, bukan pajak non
migas. Jadi dari 100 triliun itu 80%-nya
alias 94 triliun ternyata berasal dari
batu bara. Jadi dari sini lu bisa bilang
negara Indonesia lu bisa naik jembatan,
lu bisa sekolah gratis katanya gratis,
lu bisa makan gratis bergizi ya katanya
juga. Itu duitnya dari mana? Salah
satunya dari sektor royalti batuara.
Jadi lu jangan bilang sektor batu bara
tidak berkontribusi karena ya faktanya
sektor batu bara memberikan kontribusi
yang cukup signifikan. R4 triliun di
tahun 2024 doang loh. So, itulah
kontribusi sektor pertambangan. Jadi,
teman-teman investor batuara di sini ya
gua sih berterima kasih sama kalian
karena lu menjadi tulang punggung
ekonomi kita. Kalau enggak ada investasi
lu ya negara enggak dapat duit tuh 94
triliun. Tapi di sini gua mau bilang,
kalian harus siap-siap. Kalau seandainya
sektor batubara ini dibiarkan makin
hancur, artinya penerima negara akan
semakin berkurang. yang artinya
penyediaan lapangan kerja, perputaran
ekonomi, dana MBG, subsidi energi,
pendidikan, kesehatan, ya harus
siap-siap juga bakal makin defisit. Itu
jadi masalah. Artinya kalau batubara
Indonesia makin kiamat sesuai prediksi
Benix yang biasanya seringkiali jadi
kenyataan ya siap-siap aja negara
defisit makin dalam. Kalau negara
defisit makin dalam akan terjadi apa? Lu
harus siap-siap juga akan terjadi
penurunan cadangan devisa negara.
Teman-teman tahu di bulan Maret 2025
cadangan devisa kita itu 2.500 triliun.
Tetapi di bulan April 2025 sudah turun
menjadi 2.400-an triliun. Kita
menghitung selisihnya adalah penurunan
R4 triliun. Penurunan cadangan devisa
ini jadi indikator penting dalam ekonomi
kita karena dia bisa menunjukkan
fundamental perekonomian negara
Indonesia, stabilitas moneter kita, dan
kemampuan kita untuk membayar hutang
luar negerinya kita. Dan ini penting,
Guys. Devisa kita itu harus dijaga
utamanya dari sektor batuara.
Teman-teman, tadi kan gua udah bilang
ekspor terbesar negara Indonesia, kita
ngomong non migas ya, itu dari mana sih?
Ternyata peringkat 1 batubara. Data
menunjukkan di tahun 2024 ekspor batu
bara kita itu senilai 30 miliar dolar
alias setara 492 triliun. Sawit itu
senilai 27 miliar dolar alias setara 400
triliun.
Jadi ternyata batuara ini adalah sektor
yang menyumbang pendapatan devisa
terbesar di Indonesia. Sehingga kalau
seandainya batu bara Indonesia tidak
lagi diminati, ya harus siap-siap devisa
kita akan makin tergerus. Karena
penyumbang devisa terbesar di Indonesia
bukan pariwisata. Lu kira ha hihi di
Raja A4, hahi di Wakatobi, Bali dan
kawan-kawan itu bawa duit banyak buat
Indonesia. Enggak. Penyumbang devisa
terbesar bawa dolar terbesar di
Indonesia detik ini ya batu bara dan
sawit. Kalau seandainya kita biarkan ini
terus melemah, semakin dijauhilah batu
bara Indonesia. program soros sukses
besar di Indonesia, maka teman-teman
harus siap. Itu menyebabkan cadangan
devisa kita akan makin ambrok. Oke,
guys. Dari semua penjelasan yang udah
gua sharing di sana itu maka lu enggak
usah heran lagi ya karena ini channel
investasi bahwa prediksi Benix itu
menjadi kenyataan bahwa 2025 adalah
kiamat batuara. Dan hari ini lu bisa
lihat itu terefleksi dari pergerakan
saham-saham yang bergerak di bidang batu
bara. Lu tahu ada namanya Adaro. Adaro
hari ini udah minus minus 27%.
Lalu ada United Tractor ya per hari ini
udah minus 17%. Selain United Trackor
ada Indo Tambang Raya Mega atau ITMG
orang bilang itu hari ini year to date
udah minus 15%. Ada lagi harum harum
energi. Hari ini sahamnya udah minus 23%
guys. Jadi brutal nih. Brutal. Itu
adalah realita kalau seandainya lu tidak
mendengarkan ya ramalan Benix tentang
bisnis batu bara di Indonesia seperti
yang ada di video ini. Lu kira cuma
sampai situ? Enggak, Guys. Ini ada good
surprise. Media lokal di Indonesia
enggak ada yang bahas ini. Ketinggalan
semua. Tapi gua mau kasih tahu lu
rahasianya ni di China ya. Orang cuma
melotot di sana. Oh, kalau orang ngomong
lihatnya cuma provinsi sanksi-sanksi
gitu doang dia lihat itu. Tapi kalau lu
mau lihat ke utara, di utara itu ada
provinsi Mongol, Guys. Berbatasan
langsung dengan negaranya Jengskiskan
nih, Mongolia itu. Itu lagi ada project
rahasia tuh yang namanya Menghua
Railway. Ini project spesial nih, khusus
dibikin kereta api, jalur kereta api
panjangnya lebih dari 1000 miles. Jadi
ribuan kilometer untuk bawa batu bara
dari utara Cina ke selatan Cina, dari
inner Mongolia yang ada di utara ya ke
kota-kota yang ada di Cina,
pembangkit-pembangkit yang ada di
seluruh China. Dan lu tahu berapa yang
dia bawa. Begitu Menhua Railway ini
jadi, jalur kereta Menghua spesialis
batu bara ini jadi, dia akan membawa 200
juta ton batu bara setiap tahun. Jadi lu
bayangin Sayang C aja udah bikin berapa
tadi? R,3 miliar 900 juta ton saat ini
ya nanti 1,3 miliar ton plus lagi dapat
kiriman dari Mongol 200 juta ton.
Artinya apa? Cina bisa punya 1,5 juta
ton batuanya dalam 1 tahun. So, ya ini
kabar baik buat orang Cina ya. Mereka
bisa dapat listrik dengan harga murah.
Tapi buat teman-teman nih para pedagang
ya, ini pedagang beneran nih, bukan
penjudi nih,
trader trader jual beli komoditas batu
bara ya, lu harus lebih waspada ya. Dan
buat teman-teman investor batu bara
begitu main Horelware station ini jadi
begitu produksi sangitu yang dia
gadang-gadang bisa di atas 1,3 miliar
ton tercapai, harus cepat-cepat
pintarlah dalam lu berinvestasi. So,
dengan semua prahara yang sedang terjadi
di luar sana, Guys. Prahara yang terjadi
di bisnis properti di Cina, prahara yang
terjadi dari suplly Mongolia, suplai
Afrika Selatan, Australia, dan Rusia
yang semakin menjadi-jadi di target
ekspor kita. Dan enggak kurang lebih
prahara yang kita ciptakan di negara
kita sendiri. Menurut kalian nih,
kesimpulannya lu semakin positif, lu
semakin optimis atau tidak dengan bisnis
batuara di Indonesia? Dan yang paling
penting menurut kalian ya, apa sih yang
harus dilakukan pemerintah untuk
membantu supaya makin banyak lagi,
supaya makin hebat lagi ekspor sumber
daya alam di Indonesia? Apa sih peran
pemerintah yang harus mereka lakukan,
harus mereka intervensi? Karena kalau
semakin nyungsep, siap-siap aja, APBN
Indonesia bakal makin parah defisitnya.
Kalau menurut pemerintahan Sri Mulyani,
defisit APBN itu sekitar 600-an triliun.
Menurut gua tidak. Lu catat menurut
Benix, defisit APBN di tahun 2025 akan
mencapai 700 triliun.
By the way, Guys, kenapa gua yakin
banget ya 1000 itu salah? Defisit 600
triliun itu menurut gua kekecilan.
Prediksi BENX defisit Indonesia di tahun
ini itu akan lebih dari 700 triliun. Kok
bisa? Ya, jujur aja ya kemarin kita tahu
ya ada karyawan Bank Indonesia yang
sudah bilang juga perekonomian Indonesia
itu berada di titik terendah sepanjang
sejarah sejak tahun 1970. Gila, ngeri
banget, Guys. Apalagi ya lu tahulah kita
sudah tahu bisnis tambang Indonesia akan
semakin digerogotin, diserang sama
asing. Dan lu tahu juga Indonesia itu
udah spending duit lor of money lah,
ratusan triliun buat mencapai soal
sembah pangan. Terus hasilnya apa hari
ini? Apa harga beras naik atau turun?
naik kan konyol ini. Di sini udah
tahulah Menteri Amran, menteri favorit
lak Indonesia dikerjain nih, Guys. So,
lu setuju enggak kalau next video kita
bahas tentang prahara bisnis beras di
Indonesia atau lu lebih setuju kalau
kita bahas tentang agenda asing,
strategi asing untuk menghancurkan
bisnis tambang di Indonesia. Oke, guys.
Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa
ya di-share video ini ke teman kalian,
ke rekan bisnis kalian, ke keluarga
kalian, dan yang paling penting jangan
lupa subscribe, like, dan komen di bawah
tanggapan kalian gimana soal masa depan
bisnis batu bara di Indonesia. Semoga
video ini bermanfaat. Salam sehat, salam
cuan. Bye bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:44 UTC
Categories
Manage