Transcript
w_LQJsDnPHk • 52 MINUTES Understanding the FOREIGN Mindset to Destroy the Indonesian Economy
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0398_w_LQJsDnPHk.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Makin hari
makin banyak warga-warga demonstrasi
huruhara menolak pertambangan di daerah
mereka. Ini situasi makin gak jelas nih,
khususnya buat teman-teman investor ya.
Kemarin kan sempat heboh yang namanya
Raja Empat itu ada tambang nikel di
sana. Disuruh tutup, didemonstrasi
habis-habisan. Black campaign di
mana-mana sekarang stop operasional. Eh,
ternyata enggak sampai di situ,
Teman-teman. Tahu di tahun 2025 ini
makin hari makin banyak warga yang
diprovokasi. Sekarang di daerah Tabalong
tuh Kalimantan Selatan ada lagi tambang
batu bara diemo disuruh tutup. Belum
lagi di situ ada lagi tambang timah di
Bangka Belitung didemo lagi sama warga.
Harus ditutup. Dan lu kalau lihat ini
kayaknya semakin masif nih gerakan
demonstrasi anti tambang di Indonesia.
Kok bisa ya rakyat itu kena provokasi
seperti ini? Dan kalau lu lihat
jangan-jangan itu semua cuman awal dari
pucuk gunung es. Besok-besok jangan
kaget kalau ada orang demo tambang emas
harus ditutup, tambang tima harus
ditutup, baxit, kobalt dan lain
sebagainya harus ditutup. Wow. Ini
sebetulnya kabar baik atau kabar buruk
bagi Indonesia? Ya. Atau jangan-jangan
memang semua tambang yang ada di
Indonesia harus ditutup aja sekalian.
Kita kembali lagi ke zaman batu,
peluk-peluk pohon. Apakah itu yang
paling benar buat republik ini? Tutup
semua tambang tanpa terkecuali karena
dia merusak lingkungan. Kalau lu
penasaran, sebetulnya bisnis
pertambangan itu baik atau buruk sih
buat masa depan kita? Jangan dikip video
ini. Let's check this out.
[Musik]
Jadi, buat teman-teman yang belum tahu
ya, secara geologis Indonesia itu
memiliki beragam potensi sumber daya di
antaranya sumber daya mineral dan batu
bara. Di Indonesia teman-teman bisa
lihat ya, banyak ditemukan berbagai
jenis mineral seperti mineral logam
kayak emas, perak, tembaga, nikel,
timah, seng, besi, aluminium, bahkan
logam tanah jarang aja ada di sini belum
termasuk mineral radioaktif. Nah, kita
selain punya bahan baku mineral, kita
juga punya mineral bukan logam.
Contohnya kayak batu gamping, kaolin,
zirkon, fosfat, gipsum, dan
batuan-batuan lain pembawa kalium. Nah,
dari sini teman-teman sudah bisa tahu ya
bahwa kita itu sangat kaya raya. Contoh
kalau lu pakai kosmetik, teman-teman
pakai bedak itu ada unsur kaulin di
sana. Lu bikin rumah pakai gipsum itu
mineral dari tambang kita. Rumah lu ada
pakai batu marmer atau teman-teman
sekarang bisa ngidupin AC pakai listrik.
Listriknya dari mana? Dari batu bara.
Jadi itu semua adalah batuan yang
merupakan hasil tambang di Indonesia
yang kita perlukan dan kita pakai dalam
hari-hari kita. Nah, salah satu yang
paling penting dan bahkan sampai jadi
bahan perdebatan di demo di mana-mana di
republik ini, itu soal nikel. Padahal
sadar enggak sadar nikel itu perlu kalau
enggak lu enggak bisa main pakai laptop
karena di laptop ada nikel, di handphone
lu ada nikel. Jadi bukan cuma soal mobil
listrik ya. Mobil listrik juga ada
nikel. Karena apa? Karena mengandung
baterai ya, Teman-teman. Kalau sekarang
semuanya pakai baterai, pakai headphone
ada baterai, mobil ada baterai, radio
ada baterai, laptop dan handphone pun
semua pakai baterai. Artinya lu sedang
menggunakan nikel. Kalau tidak ada
nikel, lu enggak bisa pakai itu. Nah,
ini sempat jadi prahara ya. Karena di
Indonesia banyak orang itu termakan
propaganda asing. Mereka melihat kayak
di Australia itu banyak tambang nikel
yang ditutup karena merusak lingkungan.
Iya, karena di Australia lu mau nambang
nikel itu dalam sekali 50 m lebih. Ada
begitu banyak tanah yang dibuang, ada
begitu banyak racun yang keluar yang
akibatnya ya enggak sehat buat
lingkungan lah. Tapi ini berbeda dengan
Indonesia ya. Indonesia ini kan negara
tropis, beda dengan Australia yang
subtropis. Jadi Indonesia ini negara
tropis basah. curah hujannya tinggi.
Nah, buat kita nambang nikel, buat
teman-teman yang belum pernah ke daerah
nikel nih, gua kasih gambaran lah. Lu
kalau pergi ke Australia atau pergi ke
Mongolia, lu nambang batu bara itu agak
ribet karena mereka di bawah tanah. Tapi
kalau teman-teman pernah lihat di
Kalimantan, gua udah pernah lihat dengan
mata kepala sendiri itu batu bara itu
banyak yang adanya di atas tanah. Lu
literally bisa lihat pakai mata, lu
nyangkul aja dapat batu bara. Nah, itu
yang membedakan kita anugerah buat
bangsa Indonesia dibanding dengan bangsa
bule-bule itu ya mereka ribet. Mereka
harus bongkar gunung, belah gunung, baru
ambil nikelnya. Contohnya, karena
Indonesia tropis basah, curah hujan kita
tinggi. Nikel sangat mudah digali di
Indonesia tanpa dampak lingkungan yang
besar seperti Australia punya. Nah,
jenis nikel kita itu juga jenis nikelnya
limonit atau laterit nikel. Di sini
kandungan nikel kita itu rendah. Yang
dulunya itu dibuang alias tidak terbakai
lah. Jadi kandungan nikelnya itu di
bawah 1,5%. Tapi karena kita ada
teknologi hafal yaitu high pressure acid
leich.
Limonit itu kita dapat manfaatkan untuk
menghasilkan material utama bagi baterai
berbasis nikel untuk kendaraan listrik.
Nah, sedemikian menariknya lah bisnis
later nikel atau limonit di Indonesia.
Dan dulu ini memang jujur ya enggak
kepakai karena orang enggak ngerti
gimana sih teknik pemurniannya.
Kandungannya juga sangat kecil cuman
1,5% lu nyangkul cuma 1,5% kandungan
nikelnya. Tapi sekarang karena sudah ada
perkembangan teknologi HPL itu ya, high
pressure aced leach itu untuk memurnikan
nikel yang sedikit-sedikit ini ternyata
jadi jauh lebih gampang ya. Perbandingan
kalau lu bisnis minyak bumi lah di
Amerika Serikat dulu lu ngebore dalam
banget. Eh sekarang mereka ada teknologi
fraction, batu dihancurin di situ ada
kandungan minyak. Lu per dari batu itu
ternyata keluar minyak. Terjadi enggak?
Bisa. Namanya shell oil. Nah, di
Indonesia kita bersyukur sekarang kita
sudah punya teknologi seperti itu. HP
itu high pressure acid lead yang bisa
menghasilkan nikel yang ada di permukaan
bumi di Indonesia. Jaraknya sangat dekat
dan drama lingkungan. Nah, Teman-teman
ya, buat yang belum tahu ya, gua juga
penasaran kenapa makin banyak
orang-orang demonstrasi anti tambang di
Indonesia tanpa menyadari bahwa
sebetulnya setiap peri kehidupan manusia
di Indonesia dan di manapun negara di
bumi ini itu membutuhkan barang tambang
yang pengin lu tutup. Itu contoh paling
gampang lu tahulah tambang emas. Emas
teman-teman mungkin tahunya dikoleksi
atau jadi perhiasan. Tapi industri
elektronik pembuatan komponen perangkat
elektronik gua udah bilang bikin
handphone, microchip dan lain sebagainya
itu butuh yang namanya emas. Lalu yang
kedua, tembaga. Nah, tembaga ini sangat
penting karena dimention berkali-kali
sama Presiden Donald Trump. Teman-teman
tahu enggak sih? Tembaga itu dipakai
buat industri militer. Lu mau bikin
kapal, lu buat bikin satu pesawat
terbang. Boeing itu terbang butuh
bertonton. tembaga. Jadi, lu enggak bisa
tutup mata. Bahkan hari ini lu kerja di
kantor atau tinggal di apartemen bisa
jadi kenyataan karena ada kabel listrik
yang tarik dari towernya PLN masuk tuh
ke unit-unit apartemen kalian dibawa
oleh kabel listrik yang terbuat dari
tembaga. So, kalau semua orang demo
tutup tambang tembaga, ya lu udah tahu
lu siap enggak mati lampu, enggak ada
listrik, bawahnya pakai apa, teleport
listriknya. Enggak, lu butuh kabel,
kabel butuh tembaga. That's it, guys.
Terus yang ketiga, yang ketiga itu batu
bara. Kalau teman-teman di sini pelajari
sejarah namanya revolusi industri,
banyak mesin sampai detik ini pun di
Indonesia bisa beroperasi karena ada
batu bara. Jangan heran ya, banyak
pabrik di Jawa Tengah, di Jawa Barat, di
Jawa Timur, bahkan kayak Jakarta
sekalipun itu bisa jalan pabrik tekstil,
pabrik sepatu karena mereka membakar
batu bara. Kenapa? Karena itu yang
paling efisien. Bisa enggak pakai yang
lain? Bisa. Pakai nuklir mahal. Atau lu
pakai tenaga matahari bisa enggak? Bisa.
Mahal. Siap lu bayar listrik lebih
mahal? Kan? Enggak. Kalau pabrik baju
pakai tenaga surya, lu siap enggak beli
bajunya nanti jadi lebih mahal? Kan itu
masuk ke COGS mereka. So, batu bara ini
adalah penggerak roda kehidupan kita.
Karena suka enggak suka sejak masuk
revolusi industri, negara ini bisa
berjalan karena ada batu bara. Bahkan
jangankan kita Inggris aja bisa hidup
detik ini karena ada batu bara,
teman-teman naik mobil, Teman-teman naik
kapal, itu semua pakai apa? Batu bara.
Buat apa? Melebur besinya juga. Jadi
panasnya dipakai untuk melebur besi
menghasilkan alat-alat yang terbuat dari
stainless steel yang sekarang lu punya.
So, lu enggak bisa lolos dari bahan
tambang. Bukan cuma batu bara loh. Ada
lagi minyak bumi. Yang keempat, ternyata
minyak bumi ya teman-teman kan pakai.
Dulu lu pakai lampu petromx semprong.
Sekarang lu pakai minyak bumi juga
dibikin jadi minyak tanah, dibikin jadi
Pertamax, dibikin jadi Pertalight.
Bahkan termasuk untuk industri pertanian
kosmetik itu banyak kosmetik pakai
minyak bumi dan segala sesuatu yang
berhubungan dengan plastik. Jadi kalau
teman-teman di sini pakai handphone,
casing-nya dari plastik atau rumah,
dinding-dinding rumah sekarang banyak
dari WPC itu plastik, lantai dari
plastik, kursi dari plastik, semua pakai
plastik. Itu asal usulnya dari mana?
Dari minyak bumi. Jadi ternyata tambang
minyak dibutuhkan. Suka enggak suka lu
udah hidup dengan minyak bumi. Bahkan
kamera yang dipakai buat merekam sesi
bendix ini, kameranya juga terbuat dari
plastik. Pakai apa? Minyak bumi. Jadi lu
butuh yang namanya minyak bumi. Yang
kelima, bahan tambang. Ini udah di demo
bakal makin banyak juga orang demo.
Berhubungan dengan timah. Teman-teman
tahu tima itu tentu kalau lu orang
elektronik tahulah. Kalau lu
solder-solder pakai biji putih itu apa
sih? Itu timah. Timah itu dipakai buat
memproduksi alat elektronik. mau
baterai, perangkat yang near kabel, Wii,
sampai buat bikin PCB sekalipun lu untuk
masukin chip-chip itu ya lu pakai timah,
transistor ya pakai timah resistor lu
tanam ya pakai timah. So even
handphoneem juga pasti ada timahnya juga
lu enggak bisa tidak pakai timah. So,
sedemikian pentingnya timah bahkan untuk
dunia ya Apple aja itu sempat loh
timahnya itu dia beli dari Bangka
Belitung. Ternyata Indonesia ini menjadi
nyawal bagi banyak perusahaan teknologi
di dunia loh. Karena apa ya? Lu enggak
bisa lolos dari bahan tambang. Lu mau
jadi Samsung kek, Apple kek, Mitsubishi
kek, lu enggak bisa lolos dari bahan
tambang. Nah, yang keenam, nikel. Jadi,
ini biasanya dipakai buat stainless
steel, yaitu produksi baja, ya, besi
baja yang anti karat lah. Jadi, kalau lu
pakai pisau, garpu, sendok, panci,
kulkas, mesin cuciah segala macam, lu
lihat stainless steel di situ ya udah
pasti di situ ada kandungan nikel karena
enggak bisa berdiri sendiri. Yang
namanya stainless steel ini dalam proses
produksi baja dia harus campur dengan
nikel. Jadi semua yang berhubungan
dengan besi termasuk baterai, komponen
elektronik udah pasti ada nikelnya di
situ. Nah, yang ketujuh ada lagi bahan
tambang pasir besi. Dulu zaman gua SD
itu kita suka bawa magnet ke lapangan di
magnetnya dibungkus tisu atau kertas
terus kita gerakin tuh di pasir eh ada
biji-biji hitam nempel. Itulah namanya
pasir besi. Ini ternyata bisa dipakai
kalau dilebur ya buat industri
konstruksi sama manufacture. So,
ternyata di halaman sekolah kita aja
sebetulnya ada bahan tambang yang bisa
dipakai untuk memproduksi kebutuhan
manufacturing di Indonesia. Lalu selain
itu, Pak, itu dari tadi kan mineral
logam semua tuh. Ada enggak ada juga
mineral non logam. Ya, contohnya
misalkan apa ya, lu tahu ada fosfor ee
itu biasanya dipakai buat lu memproduksi
pupuk. Jadi, ada pupuk NPK kan, terus
ada belerang. Lu tuh belerang itu
dipakai buat industri kimia, industri
kertas, industri farmasi. Lu bikin obat
anti gatal, anti jerawat, itu pakai
belerang, Guys. Itu termasuk bahan
tambang juga tapi bukan logam. Selain
itu, apa tadi ada gua mention ya? Kaolin
bisa buat keramik atau kertas karena
warnanya putih banget. Indonesia ada
begitu banyak sih tambang kaulin. Kalau
lu pergi ke pantai itu gampang. Kalau
pantainya putih banget kemungkinan besar
di situ di bawahnya ada kaolin. Karena
kaulin itu sangat putih. Makanya enggak
heran dia dipakai di banyak industri
yang membutuhkan bahan putih. Contoh
gampang misalkan bedak-bedak bayi talk
itu bahan bakunya dari mana ya? Dari
kaolin juga. Kemungkinan besar dari
Bangka Belitung, Guys. Karena produksi
kailin kita itu sangat banyak. Makanya
enggak heran pantai-pantai di Indonesia
yang putih-putih itu sebetulnya adalah
kekayaan loh. Karena itu adalah bahan
tambang. Hebat ya. Jadi dari sini kita
bisa lihat ya, ternyata bahan tambang
itu walaupun banyak yang anti, banyak
orang yang demo, faktanya memang penting
bagi perkehidupan masyarakat. penting
bagi modernisasi. Karena kalau enggak
ada bahan tambang itu, lu enggak bisa
memproduksi mobil yang awet. Karena lu
butuh engine yang kuat. Engine yang
kuat. Bisa jadi ada perlu campuran besi,
baja, nikel, dan aluminium supaya lebih
tahan lama, ringan. So, itu suka enggak
suka membawa perkembangan zaman menjadi
lebih baik lagi. Apalagi sekarang setiap
rumah, rumah lu gua yakin ya isinya ya
bahan tambang semua. Tadi kan ada
sendok, peralatan dapur, smartphone,
laptop, komputer, bahkan sampai
kendaraan, mobil atau motor yang lu
gunakan buat sehari-hari itu ya. Isinya
apa? Bahan tambang. Udah jelaslah bahan
tambang lah. Motor lu, bodinya dari apa?
Plastik. Itu bahan tambang. Itu tambang
minyak. Itu mobil veleg lu mungkin dari
aluminium alloy itu juga tambang dan
lain sebagainya. So, makanya lu jangan
heran ya kalau banyak negara itu bisa
jadi kaya raya karena berhasil
menggunakan bahan-bahan tamang. Itu
contoh negara jadi kaya raya karena ban
tamang adalah negara Jepang. Jepang
menjadi negara kaya raya karena dia
berhasil berubah dari negara agrikultur
menjadi negara industrialis. Kok bisa?
Karena dia berhasil memanfaatkan barang
tambang. Jadi, salah satu contoh
keberhasilan kemajuan negara Jepang ya
dari industri mobil. Industri
mobil-mobil di Jepang berhasil menyerbu
pasar Amerika di tahun 1970-an, Guys.
Jepang itu awalnya cuman meniru doang
industri otomotif yang ada di Amerika.
Tapi di kemudian hari ternyata mereka
berhasil mengembangkan mobil yang hemat
bahan bakar, ukurannya lebih kecil dan
harganya lebih murah. Dan pada saat itu
memang cocok karena Amerika sempat
krisis ya karena perang di Arab.
Mobil-mobil Amerika itu sampai detik ini
kan kalau lihat CC-nya gede-gede 5.000
cc, 8.000 cc itu udah kayak hal yang
normal lah. Akibatnya boros. So,
pemerintah ketika terjadi krisis minyak
karena perang di Israel apa yang
terjadi? Semua harga BBM itu melonjak
tinggi, supply-nya hilang. So, mereka
akhirnya bikin program kita harus
membuat penghematan. Jadi saat itu
pemerintah Amerika Serikat, Guys,
gara-gara perang di Arab itu Yom Kipur
dan lain sebagainya ya mereka mulai
mendadak sadari lingkungan. Mendadak
kita harus hidup hemat, mendadak kita
harus cinta pohon, mendadak kita harus
bikin kendaraan yang lebih hemat energi,
hemat bahan bakar, minyak maksudnya. So,
mereka mulai berbicara soal pengendalian
emisi. Tapi ternyata pabrik mobil di
Amerika Serikat banyak yang tidak siap.
Ford, Chevrolet, GM dan lain sebagainya.
Mereka enggak siaplah. Nah, yang siap
dengan perkembangan zaman, tuntutan
regulasi ternyata pabrikan Jepang. Ya,
lu lihat hari ini ada Toyota Honda zaman
dulu spesialis bikin mobil yang kecil,
ringkes, murah, sederhana, dan hemat.
Itu filosofi dasarnya mobil-mobil Jepang
untuk bertarung melawan mobil Amerika
yang gajah, gambot, besar, dan boros,
tidak efisien. Makanya enggak heran ya,
cuman butuh waktu 50 tahun dari sejak
tahun 1970-an detik ini ya, mobil-mobil
Jepang sudah mengambil alih loh posisi
mobil penjualan terbanyak, posisi
ranking satu, posisi pertama dalam
industri mobil dunia. We padahal kalau
kita ngomong pencipta mobil dunia ya
orang bule, orang barat. Tapi ternyata
sekarang raja dunia di industri otomotif
Jepang. Bahkan di negara Amerika Serikat
sendiri yang dicopy paste sama Jepang,
penjualan mobil Amerika sendiri di
Amerika itu cuman 25%. Jadi dari 100
mobil yang dijual cuman 25 mobil yang
merek Amerika, 75% adalah merek Jepang.
Dan ini mengakibatkan banyak
pabrik-pabrik mobil dan problem
manufacturing yang berhubungan dengan
sektor otomotif collapse. Salah satu
contohnya adalah kota Detroit. Jadi,
kota Detroit di Amerika Serikat
sejarahnya adalah kota mobil. Karena
semua pabrik mobil adanya di sana.
Pabrik ban, pabrik veleg, pabrik mesin,
pabrik chat nomor satu di dunia juga
adanya di Detroit. Dia adalah eksportir
dan produsen mobil terbesar di dunia.
Hari ini jadi kota mati Detroit itu
karena industrinya collaps, tidak
sanggup bertarung melawan Jepang. Bahkan
salah satu merek terkenal Amerika
namanya Chrysler. Dia salah satu
perusahaan mobil terbesar lah di Amerika
ya. hampir gulung tikar ya. Sampai hari
ini aja lu sangat jarang kok ketemu
mobil Chrysler ya. Padahal zaman dulu
dia jagoannya loh bersama Ford. By the
way teman-teman, lu penasaran enggak sih
kok Jepang hebat banget ya? Sekarang lu
udah bisa lihat bukan Chrysler yang lu
lihat. Lu ada lihat Mitsubishi, lu ada
lihat Sharp, ada lihat Toshiba, ada
lihat Toyota, ada lihat Suzuki, ada
lihat Honda dan lain sebagainya. Kok
mereka bisa sesukses itu? Sebetulnya
mereka itu lihat siapa sih? Kenapa
mereka bisa jadi negara industrial yang
maju dan harga apa yang mereka bayar?
Tentu tidak ada yang gratis loh di dunia
ini. Ternyata Jepang itu mempelajarinya
dari nenek moyang leluhur pencipta
revolusi industri. Mereka melihat negara
Inggris itu pengin jadi negara maju
harus tinggalkan sektor agrikultur,
agraris, pertanian. Enggak bisa. Enggak
ada negara jadi kaya raya karena sektor
pertaniannya maju. Jadi apa yang mereka
lakukan? Mereka mempelototi dan
mempelajari Inggris adalah negara yang
pertama kali melakukan revolusi industri
dan mereka melakukan itu dengan harga
mahal. Teman-teman tahu revolusi
industri itu terjadi di tahun 1700-an
dan pada saat itu ya Inggris melakukan
deforestasi hutan besar-besaran. Di
tahun 1750 saja selama revolusi industri
Inggris itu sudah membabat habis 2 juta
hektar hutan. Bayangin luas daratan
Inggris itu cuma 20 juta hektar. Artinya
10% wilayah Inggris dibabat habis. Tapi
pertanyaannya kenapa Inggris rela
melakukan deforestasi skala besar?
Ternyata jawabannya simpel. Karena kalau
lu mau jadi negara maju, lu butuh bahan
bakar. Oh. Yaitu apa? Ya, kayu untuk
dibakar menjadi apa? Menjadi uap, mesin
uap dan lain sebagainya. Lalu pada saat
itu lu juga tahulah Indonesia ada VOC,
perdagangan dunia lagi booming, lu butuh
kapal. Kapal dibuat dari kayu. Jadi
mulai mereka membabat hutan secara
besar-besaran untuk menciptakan kapal
laut dan armada lautnya. Makanya jangan
heran Inggris terkenal sebagai negara
yang sangat kuat untuk angkatan lautnya
dan ini menciptakan revolusi industri
menjadi mesin pembangunan mereka. Karena
dengan makin banyak hutan yang dipotong,
mereka bisa melakukan ekspansi dari
sektor pertanian, dari pembangunan
pemukiman penduduk dan pembangunan
industri-industri di Inggris. Jadi dari
sini lu sudah tahu ya ketika Inggris
melakukan revolusi industri, mereka
secara sadar melakukan deforestasi.
Mereka secara sadar membabat hutan.
Karena apa? Karena faktor ekonomi.
Mereka pengin jadi negara maju. Dan ada
enggak harga yang dibayar? Ada. Harganya
mahal. Saat itu ketika lu tiba-tiba
ekspansi besar-besaran, lu tentu butuh
tenaga kerja. Tapi contoh yang paling
gampang, Inggris tidak punya banyak
tenaga kerja. Sehingga kemudian mereka
mulai memperbudak gelandangan,
anak-anak, anak yatim, bocil-bocil
disuruh kerja bagaikan budak di
pabrik-pabrik dengan standar keamanan
yang jelek. Makanya banyak orang mati.
Tapi kan enggak peduli toh ini anak
kolong jembatan yang mati ini. Sadis.
Iya. Tapi itulah yang terjadi ketika
revolusi industri di Inggris. Makanya
jangan heran di tahun 1760 sampai 1840
anak usia 5 tahun sudah wajib bekerja di
pabrik selama 12 jam per hari selama 6
hari seminggu. Dan mereka bekerja di
pabrik dan pertambangan dalam kondisi
yang berbahaya dan tidak sehat. Makanya
teman-teman jangan heran ya kalau lihat
foto-foto dari tahun 1700-an lu bakal
lihat kondisi sangat pengenaskan bagi
anak-anak yang diperbudak itu oleh
bangsa yang ngakunya sih sangat beradab,
sangat berbudaya, bangsa Inggris seperti
foto ini. Bahkan nih, Guys, saking
ekstremnya perusakan lingkungan di
Inggris gara-gara revolusi industri
terjadi peristiwa namanya Great Sting.
Itu tahun 1858, sungai terbesar di
London, di Inggris namanya sungai Tes.
Itu baunya luar biasa. di situ jadi satu
tuh limbah industri, kotoran manusia,
sampah-sampah dari pabrik-pabrik, bahkan
sampai mayat-mayat anak-anak itu juga
hal yang biasa di situ. Kayak Sungai
Gangga sekarang banyak bangkai manusia
lah di Sungai Gangga. Nah, itulah yang
terjadi dies. Sampai kemudian anggota
DPR di Inggris terpaksa ya harus bikin
undang-undang baru soal sanitasi, soal
kebersihan supaya enggak lagi bau tuh
sungai Times di London yang sekarang lu
suka foto-foto di sana kan. Tapi dulu lu
tahu itu lebih parah dibanding sungai
Ciliwung atau Citarum tuh di Jawa Barat
banyak limbah tekstil kan. Terus apa
cuman sampai segitu? Enggak. Begitu
serakahnya Inggris sampai mereka juga
membakar terus batu bara, membakar pohon
dalam jumlah besar sampai the great
sting yang bau itu polusi udara berubah
di tahun 1950 menjadi the greit smoke.
Di sini karena Inggris menggunakan batu
bara secara masif untuk industri dan
pembangkit listriknya, ditambah lagi
cuaca di Inggris ya selalu dingin tanpa
angin. Nah, ini menyebabkan banyaknya
kumpulan asap tebal yang menyelumuti
kota London selama 5 hari
berturut-turut. Akibatnya lebih dari
12.000 orang meninggal karena gangguan
pernapasan dan paru-paru. Nah, jadi di
situ teman-teman bisa lihat ya, wah
ternyata kalau proses kita menjadi
negara maju, negara kaya raya itu enggak
murah bahkan cenderung tragis. Jadi
kalau kita lihat perenggaman zaman, ya
kita bersyukur sih hari ini ya itu
enggak terjadi di Indonesia bahwa
pertambangan itu ya membunuh rakyat
sampai 12.000 orang mati dalam waktu 5
hari. Itu hal yang normal di Inggris.
Tapi kan sekarang enggak begitu. Karena
perkembangan zaman teknologi ya, faktor
keselamatan, kesehatan, keamanan
lingkungan ya itu udah lebih jauh lebih
better lah dibanding era 1700-an di
revolusi industri Inggris itu. So, kalau
lu pikir lagi, apakah cuman Inggris,
Pak? Contohnya negara yang melakukan
revolusi industri mau enggak mau ya
namanya juga mau jadi negara maju saya
bayar mahal. Apakah cuma Inggris?
Contohnya enggak. Brother-nya Inggris,
adik angkatnya yaitu Amerika Serikat.
Ternyata melakukan yang sama.
Teman-teman tahu sekarang Amerika
Serikat jadi negara yang cinta
lingkungan. Ya, Inggris termasuk cinta
lingkungan dan lain sebagainya. Lu
disuruh cium peluk pohon. Tapi faktanya
kalau kita kembali ke 100 tahun yang
lalu, di tahun 1840,
negara yang paling hobi motong pohon
setelah Inggris di tahun 1700 itu adalah
Amerika Serikat. Teman-teman tahu di
tahun 1840
Amerika itu berhasil meng-upgrade
kapasitas produksi kayunya. tadinya cuma
bisa memproduksi R miliar kayu, di tahun
1900 mereka berhasil memproduksi 46
miliar kayu. Saking banyaknya kayu yang
diproduksi, bahkan kalau lu punya 10
juta truk aja buat bawa 46 miliar kayu,
itu enggak cukup. Makanya jangan heran
kalau di tahun 1880-an
bisnis kayu itu sudah mengalahkan bisnis
pertanian dari sudut pandang
deforestasi. Jadi di sini teman-teman
bisa lihat ya, Amerika itu lomba-lomba
deforestasi. Bisnis kayu sama bisnis
pertanian hobinya nebang pohon. Ternyata
mereka yang menang adalah bisnis kayu.
Karena tadi ya kayu itu adalah mesin
pertumbuhan. Saking gilanya deforestasi
yang dilakukan Amerika Serikat di tahun
1920 2/3 hutan di Amerika Serikat sudah
rata dengan tanah. Bayangkan, Guys, 60
juta hektar hutan yang sudah ditebang di
Amerika Serikat. ngeri ya. Ya wajar aja
sih kalau lihat di Indonesia orang
bangun rumah masih pakai tanah dijadikan
batu bata. Kalau teman-teman tahu ya di
Amerika Serikat bikin rumah dindingnya
dari kayu. Jadi bisnis kayu itu bisnis
yang sangat luar biasa sampai detik ini
itu bisnis yang nilainya ratusan triliun
di Amerika sendiri. Karena secara budaya
mereka menggunakan kayu hampir untuk
segala aspek kehidupan. Bahkan buat
menghangatkan ruangan aja mereka nebang
pohon dibakar itu kayunya. Luar biasa
nih Amerika. Nah, terus gimana dengan
nasib Indonesia? Awal kita ngomong
bisnis tambang, ya. Kita harus belajar
nih dari negara-negara itu. Mereka untuk
menjadi negara maju, mau enggak mau
harus maju menjadi negara industrialis
dan belajar dari Jepang, Inggris,
Amerika. Ya, kalau Indonesia mau jadi
negara maju, salah satu langkah
strategis dan paling gampang buat kita
adalah menjadi negara industri. Tentu
kita enggak bisa tiba-tiba jadi negara
microchip atau negara yang tiba-tiba
bikin industri bioteeknologi. Enggak.
Tahapannya ada. Yaitu ya paling gampang
sekarang hilirisasi.
di sektor tambang. Zaman dulu kita cuman
ekspor biji besi atau mungkin ore, ore
nikel atau orek emas. Ya, sekarang udah
enggak. Kita sudah bisa ekspor turunan
dari bisnis itu. Jadi enggak lagi kita
ekspor literally bahan baku mentah. No.
Kita bisa proses ekspor bahan jadi atau
bahan setengah jadi. Nilai tambahnya
jauh lebih cuan. Dan kita bisa lakukan
itu dengan ramah lingkungan ya. Tentu
saja dengan perkembangan zaman. Enggak
usah lagi gunung dibelah-belah. Enggak.
Apalagi dengan sekarang ada hafal itu ya
high pressure lead itu ya. kita bisa
produksi banyak bahan tambang kita
khususnya di nikel ya jauh lebih ramah
lingkungan, lebih efisien. So why not?
Dan ini terbukti yes, by data. Contohnya
apa? Tahun 2024 ya, ekspor kita dari
hilirisasi nikel itu 480 triliun, Guys.
Ini gua mau kasih tahu sudut pandang
ekonomi ya. 2024 nilai ekspor nikel kita
itu R80 triliun. Sebelumnya lu tahu
cuman berapa? cuma 48 triliun, Guys.
Jadi, ada peningkatan nilai ekonomi
sampai 10 kali lipat dari satu jenis
tambang doang. Ini kita ngomong, kita
belum ngomong yang lain ya. Tadi kan gua
bilang bahkan sekarang udah ada torium
lah, uranium segala macam. No, no. Dari
nikel aja nilai tambahnya itu 10 kali
lipat loh. Jadi ini bukan hal yang kecil
dari 40-an triliun ke 480 triliun.
Inilah yang sangat fantastis, Guys.
Makanya lu jangan heran kalau asing itu
berebut untuk mengadu domba bangsa kita.
Buat bikin propaganda-propaganda supaya
ya bukannya kita maju jadi negara
industri, tapi menjadi negara primitif.
Ah, apa hubungannya, Pak? Ya, simpel
aja, Guys. Kalau kita bisa lakukan
pertambangan ya yang lebih ramah
lingkungan, yang lebih sustainable,
bertanggung jawab, ya tambang itu jujur
aja itu bisa membuka jalan modernisasi,
bisa memberikan akses begitu banyak bagi
rakyat sekitar. Contoh paling gampang,
gua kan investor, gua suka banget keluar
masuk ke daerah-daerah yang lu enggak
bakal pernah datangin lah di Sulawesi,
di Kalimantan, di Papua. Dan gua melihat
banyak daerah itu yang tadinya miskin,
enggak punya sinyal GPS, enggak punya
akses telepon, boro-boro listrik aja
enggak ada. Itu tiba-tiba bisa jadi
daerah yang maju karena ada investor
tambang masuk di situ. Kenapa? Karena
orang kalau buka tambang udah pastilah
dia bangun akses mau pelabuhan, jalan,
atau bandara. Mereka bangun akses buat
listrik karena mereka harus generate
power, mereka harus bawa tenaga kerja,
mereka bangun perumahan, mereka bangun
rumah sakit, sekolah gratis. Dan begitu
banyak sarana perasarana yang dibangun
hanya karena ada investor tambang masuk
di sana. Ya logika aja lalu membuka
tambang enggak mungkin gak hir karyawan,
enggak mungkin enggak ada fasilitas
puskesmas atau rumah sakit klinik yang
lu bangun. Enggak mungkin enggak ada
jalan raya, enggak mungkin enggak ada
listrik karena lu kan butuh pembangkit
listrik. Bahkan banyak perusahaan
tambang itu rela banget loh bawa batu
bara dari daerah lain supaya mereka bisa
menghidupi listrik bagi desa-desa dan
perkampungan yang ada di sana. Jadi yang
memang diciptakan supaya mereka juga
nyaman kerja di sana. Wih, so that's a
good news. Karena ada beberapa daerah
yang bahkan gak pernah lihat SD, SMP,
gedung sekolah aja enggak pernah lihat.
Tapi sejak ada investor tambang masuk,
mereka jadi lihat. Itu kenyataan.
Ternyata tambang itu enggak selalu
seburuk yang lu lihat di layar kaca
media-media bayaran itu. Enggak.
Faktanya banyak daerah jadi maju karena
ada tambang. Suka enggak suka. Bahkan
negara, Guys. Lu tahu banyak negara yang
maju gara-gara tambang. Tapi sebelum
kita bahas lebih jauh lah, kita bahas
negara lain. Kita bahas negara kita
sendiri lah yang real membuka peluang
menciptakan modernisasi kesejahteraan
bagi rakyat. Ya, kita ambil contoh
daerah paling ujunglah di kita salah
satunya ada Maluku, Maluku Utara. Di
situ ada PT Iwip Indonesia Weda Bay
Industrial Park. Di situ isinya banyak
kumpulan perusahaan-perusahaan
berhubungan dengan tambang lah atau
smelter lah. Teman-teman tahu serapan
tenaga kerjanya mereka itu lebih dari
80.000 manusia loh. Hanya dari satu PTI
WB itu bisa menyerap 80.000 R tenaga
kerja ditargetkan tahun depan 2026
bahkan itu serapannya ditambah lagi bisa
naik jadi 100.000 manusia yang kerja di
situ. So kalau lu bayangin ya makin
banyak orang demo-demo tambang ya enggak
lu jangan heran ya akan makin banyak
pengangguran karena suka enggak suka ya
kayak PT UIP aja bisa serap 100.000 1000
tenaga kerja tahun 2026. Kalau ada 10 PT
kayak PT IUP ini di Indonesia sudah 1
juta tenaga kerja bisa diserap. Ini
solusi loh buat mengurangi pengangguran
di Indonesia. Tapi kok dari kemarin
asing banyak media-media asing apalagi
menggambarkan bahwa Indonesia itu harus
menutup semua tambang di Indonesia itu
kok aneh ya. Jadi gini guys. Jadi jadi
kan kalau lu lihat ya 100.000 gila ya
kayak banyak banget ya. Ini baru satu
PT. Ini luar biasa loh. Ini bisa jadi
corong pertumbuhan ekonomi 8% yang
diidamkan Presiden Prabowo. Jujur gua
tadinya enggak percaya sampai gua buka
data BPS ya. Jadi kita sampai
investigasi buka data BPS di Maluku
Utara 10 tahun yang lalu tahun 2015. Lu
bisa lihat di layar kaca ini data resmi
orang yang kerja di Maluku Utara itu
cuman 480.000 orang. Hari ini tahun 2025
ya, karena kita udah mau ada value edit,
hilirisasi, kita enggak mau lagi ekspor
bahan baku yang murah itu. Kita
bangunlah industri di sana. Hari ini
tenaga kerja di Maluku Utara 663.000
hampir 700.000 manusia, Guys, bekerja
loh. Dalam waktu 10 tahun penciptaan
lapangan kerjanya itu sekian besar.
Tadinya R00.000-an, sekarang udah hampir
Rp700.000. Jadi kalau lu pikir kalau
kita penuhi tuh tuntutan demo-demo
palsu, demo-demo asing itu LSMLSM yang
punya kepentingan sendiri, akan ada
jutaan orang nih jadi pengangguran,
Guys. Karena kita dibikin percaya
khususnya orang-orang di Pulau Jawa yang
gue yakin enggak pernah lihatlah
pertambangan di daerah kayak apa, tapi
bacotnya udah paling gede. Demonstrasi
di mana-mana. Bukan mereka loh yang
harus hidup tanpa sekolah, minimarket,
akses telepon, internet, bukan loh.
Karena mereka happy-hay aja di Jakarta.
selalu ada listrik, jarang mati lampu.
Tapi lu pernah bayangin enggak sih lu
hidup di ujung pulau Papua, di ujung
pulau Sulawesi enggak ada akses.
Kehidupan lu cuman mancing matu macul,
ambil pisang pengen makan lebih enak
lagi, enggak ada. Jangankan lu mau pergi
ke swalayan, mall aja enggak ada.
Jangankan lu ke mall, sinyal telepon aja
enggak ada. Jangankan sinyal telepon, lu
mau ngecas juga enggak bisa, Bro. PLN
kan enggak ada.
Lu bisa bayangin enggak sih? Itu semua
enggak ada. Sampai kemudian ya ada orang
yang pengin bikin pabrik skala besar
tentunya harus generate power sendiri,
membawa batu bara dan menghasilkan
listrik sendiri. Jadi jangan heran ya
tempat-tempat yang maju bisnis
pertambangannya justru rakyatnya happy.
Ya simpel aja. Ya, kalau lihat ke
daerah-daerah pertambangan yang dikelola
dengan proper tentunya mereka dapat
akses ke pendidikan, ke kesehatan, ke
entertainment, ke energi, listrik, dan
lain sebagainya jauh lebih maju
dibandingkan daerah-daerah yang enggak
punya itu. Makanya gua ketika lihat data
ini, oh ya faktanya orang yang bekerja
bertambah ratusan ribu manusia dapat
pekerjaan baru. Dan ini fakta BPS yang
sebelumnya dengan BPS setelahnya. Jadi
di sini ada peningkatan yang signifikan,
Guys. Dari 400.000-an ribuan ke hampir
700.000 tenaga kerja yang diserap.
Makanya gua enggak heran ya kalau kita
ambil lagiah daerah yang terkenal
tambang misalkan Kalimantan Timur
kabupaten salah satu terkenal dengan
pertambangan ya Berau. Di Berau serapan
tenaga kerjanya udah hampir 50.000 orang
dari satu kabupaten doang lu bayangin.
Jadi ini salah satu hal yang menarik
buat teman-teman pikir lagi. Sebetulnya
tambang itu menyengsarakan Indonesia
atau justru menyelamatkan Indonesia?
Iya. Dan kalau kita mau lihat lebih
detail lagi, lu tahu penghasilan rakyat
dengan adanya tambang itu tambah sukses
atau tambah nyungsep, tambah miris atau
tambah happy. Jadi, kita ambil sampel
aja, Guys. Simpel. Ee tadi kan kita
ngomong Weda B, Weda B di Maluku Utara.
Ada begitu banyak perusahaan tambang lah
di sana ya. Kita ambil satu sampel di
Maluku Utara ada kabupaten namanya
Halmahera Tengah. Kita ngomong 5 tahun
lalu lah sebelum viral nih soal
demonstrasi nikel, dana asing lah,
hilirisasiah. Tahun 2020. Lihat di layar
kaca kalian ya. Pendapatan per kapita
rakyat di Kabupaten Halmahera Tengah,
Provinsi Maluku Utara itu 32 juta
setahun alias per bulannya bawa pulang
2,7 juta di tahun 2020. Tahun 2021
mereka per bulan bisa bawa pulang 3,7
juta. Tahun 2022 bisa bawa pulang 5,6
juta. Tahun 2023 bisa bawa pulang 6,8
juta. Ini udah jauh di atas standar
nasional yang cuma 6,5. Dan tahun 2024
mereka per bulan pendapatan per
kapitanya sudah sampai 7,5 juta. Jadi di
sini teman-teman bisa lihat ya, kenapa
kemarin tuh banyak banget orang protes
tuh dari Jakarta lah. Lu tahu kenapa
mereka marah lihat orang Indonesia Timur
maju kaya raya? Simpel aja. Karena
sekarang penghasilan mereka udah lebih
tinggi yang di Indonesia Timur dibanding
yang tinggal di Jakarta. Jakarta UMR
cuma 5,3 juta, Bro. Lu kerja di Semarang
UMR 3,4 juta, Bro. Tapi kalau kerja di
Maluku, ternyata lu bisa bawa pulang
sampai R jutaan loh sebulannya. Jadi ya
betul mereka memberikan dampak ekonomi
yang luar biasa loh bagi rakyat di sana.
Dan ini data ya valid. Enggak percaya?
Lihat aja di kolom komentar. Gua mau
lihat nih teman-teman yang ada di
daerah-daerah pertambangan. Jujur deh lu
terbantu enggak dengan penciptaan
lapangan kerja dan penghasilan gaji yang
lu dapat dari perusahaan-perusahaan
tambang itu? Gua yakin mayoritas bilang
iya dan yang bilang tidak gua yakin
pendatang selesai atau orang Jakarta
yang sok gaul, sok cinta lingkungan
padahal ya enggak pernah juga dia ke
Indonesia Timur. Tapi kemudian jadi
pertanyaan nih buat kita semua, Guys,
dengan begitu banyak keuntungan dari
industri tambang, kok masih banyak ya
masyarakat Indonesia yang menolak adanya
tambang? Padahal dengan tambang, Guys,
kita itu jujur ya bisa mencapai target
pertumbuhan ekonomi 8% dan itu terus
terang tadi kan udah gua bilang bisa
menambah serapan lapangan kerja. yang
artinya mengurangi pengangguran dan pada
saat yang sama bisa meningkatkan
pembangunan di daerah itu. Karena di
daerahnya ya tadi jadi dapat akses
listrik, dapat akses jalan, kesehatan,
dan pendidikan yang selama ini enggak
bisa tersentuh. Padahal kalau lu lihat
lagi nih, jujur-jujuran aja by data
banyak negara yang jadi negara maju,
sukses, besar, kaya raya, rakyatnya
sejahtera ya karena sektor pertambangan.
Oh, masa sih lu enggak percaya?
Negaranya dekat kok dari kita. kita gak
usah cari jauh-jauh lah. Yang paling
dekat aja Australia. Teman-teman tahu
enggak sih kekayaan negara Australia
sehingga dia bisa menjadi negara maju
itu ternyata disumbang dari sektor
pertambangan dan ini sudah dinyatakan
langsung oleh Kementerian Pertambangan
Australia. Teman-teman bisa lihat di
layar kaca mereka sampai mengakui mining
is far Australia's largest export
industry. Jadi dia bilang, dia mengakui
sektor pertambangan adalah bisnis paling
menguntungkan, paling besar. Ekspor
Australia tertolong, terbantu kear
bisnis pertambangan. Dan dia bilang
pendapatan ekspor tambang Australia itu
2,4 triliun dolar alias setara 39.000
triliun, Guys. Gila, lu bisa beli Bank
BC nih 39.000 triliun alias 39
kuadriliun. Dan total gaji karena buka
tambangan butuh manusia ya mereka gaji
orang aja di sektor pertambangan itu
udah sampai 4.100 triliun loh. Jadi itu
peredaran ekonominya sangat luar biasa
dan tentu aja ya bukan cuman rakyat atau
yang digaji karyawan itu yang cuan tapi
negara juga karena kan negara terima
pajak perusahaan kan. Manusia bayar PPA
21 lu bayar PPA 21 tapi perusahaan juga
bayar pajak. Penerimaan pajak udah
sampai 2.300 triliun dari sektor pajak
doang belum ditambah royalty.
Royalty-nya sampai 1800 triliun, Guys.
Jadi, lu bisa bayangkan negara Australia
kaya raya karena bisnis pertambangan ini
dan ini mereka dapat cuan ribuan
triliun.
Gila. Makanya berangkat dari tambang
yang mereka kelola tentunya ya secara
bertanggung jawab ya, Australia berhasil
menjadi negara maju, Teman-teman. Hari
ini dengan bangganya ya, Australia itu
bahkan membuat pengumuman berkat tambang
mereka itu menjadi negara dengan nilai
ekonomi terbesar nomor 12 di dunia.
Bukan cuman itu, mereka adalah negara
dengan GDP per kapita terbesar nomor 9
di dunia. Dan bahkan teman-teman jangan
kaget ya, ada organisasi namanya G20.
Itu 20 negara terkaya di dunia.
Australia itu ada di peringkat tiga
besar loh, negara terkaya GDP perkapita
yang menjadi anggota G20. Gila, Guys.
Ada begitu banyak sumbangan ya sektor
tambang ini dalam perekonomian
Australia. So, kalau teman-teman lihat
bahkan datanya dibuka lagi lebih lebar
lagi, negara anggota G20 ini yang kaya
raya nih per kabita di tahun 2020 paling
besar itu Amerika Serikat, kedua Jerman,
ketiga Australia, keempat Kanada, kelima
adalah Saudi Arabia. Nah, kalau lu lihat
nih Saudi Arabia, Kanada, Australia,
mereka kaya raya dari mana? Ternyata
mereka kaya raya dari pertambangan. Oh.
Ternyata memang ada contoh loh negara
jadi kaya raya kearabis tambang.
Tetangga kita sendiri Australia. Makanya
lu jangan heran ya kalau orang Australia
itu kaya raya. Udah begitu banyak duit
terus pergi ke Indonesia pengin liburan
enak dolarnya kuat. Masuk ke sini lu
disuruh jaga pohon. Jangan ditambang.
Pandang-pandangin aja itu hasil tambang
itu. Lu harus jaga lingkungan, jaga
pantai biar bersih supaya orang
Australia bisa liburan nyaman dan
tenang. Lu penghasilan lu rupiah, lu
enggak punya daya beli, lu miskin, tapi
yang penting pohon lu bagus supaya orang
Australia bisa liburan ke tempat lu.
Nah, di negaranya sendiri dia nambang
biar dia tambah kaya raya, tapi lu
disuruh yang jaga tempat liburan dia.
Hebat emang orang Australia ini. Enggak
kalah hebat lagi. Yang lebih jauh lah
kita ambilkan contoh Australia yang
dekat. Yang jauh ada negara namanya
Norwegia. Ya, Teman-teman tahulah
Norwegia negara Skandinavia salah satu
yang paling bersih, anti korupsi. Mereka
kaya raya dari tambang. sektor tambang
minyak oil and gas itu sampai menyumbang
1/4 jadi 25% ya hampir 25% penghasilan
negara mereka sumbangsi terhadap GDP
Norwegia itu berasal dari tambang
minyak. Saking pentingnya bisnis
pertambangan, Teman-teman tahu setiap
tahun di tahun 2024 aja pemerintah
Norwegia itu menerbitkan 1700 izin baru
buat nambang di Norwegia. Karena ini
penting banget harus ditambang supaya
negaranya tambah kaya raya. Makanya
jangan heran walaupun negara Norwegia
mungkin lu jarang dengar, tetapi di
Eropa mereka sangat terkenal sebagai
negara terbesar loh. Salah satu negara
dengan hasil ekspor terbesar di bidang
nikel, cobalt, dan titanium. Bahkan
karena sekarang lagi ngetren ya, namanya
rare Earth ya tahun 2025 ini mereka
bakal buka izin baru nih, ribuan bahkan
izin baru karena mereka mau
mengekstraksi
50 juta ton, Guys, rare earth dari
pegunungan fan di Norway. So, lu gak
usah heran ya kayak negara Norwegia ini
ya, lu tahu ya GDP dia itu sampai 7.900
triliun guys. Ternyata 1800 triliun
berasal dari tambang. Saking
menguntungkannya bisnis tambang ya di
Norwegia maka lu jangan heran bahwa lima
besar negara terkaya di dunia GDP
perkapita paling besar Norwegia ternyata
ada di peringkat lima. Jadi lu bisa
lihat ya sampel negara yang memang maju
dari bisnis pertambangan. Mau lu cari
sampelnya dekat Indonesia, ada Australia
atau agak jauh ada di Norwegia. Ya, ini
contoh negara yang memang berhasil
mengelola kekayaan sumber daya alamnya.
Bukan cuma buat dipandang-pandangin,
tapi enggak dikelola mendapatkan
keuntungan yang besar sehingga negaranya
menjadi negara terkaya di dunia, Guys.
Tapi teman-teman harus ingat gini loh,
gua kasih contoh yang fair ya. Emang
banyak negara yang sukses, besar, kaya
raya gara-gara pertambangan, tapi
ternyata yang nyungsep juga ada kalau
tidak dikelola dengan bijaksana. Contoh
negara paling gampang, negara Nauru.
Jadi, buat teman-teman yang belum tahu
ya, Nauru adalah negara kecil lah,
negara kepulauan yang ada di dekat
Australia di Laut Pasifik. Dan mereka
itu sumber dayanya pada saat itu paling
banyak adalah fosfat. Saking banyaknya
ya, hampir 90% ya wilayahnya isinya
fosfat. Kalau lu nyangkul di tanah,
random aja lah dapatnya fosfat. Sama
kayak lu ke Bangka Belitung, lu nyangkul
isinya timah di bawah halaman rumah lu.
Begitulah Nauru. Dan mereka
mengeksploitasi itu secara besar-besaran
tanpa pikir panjang. Dan mereka
akibatnya mereka sempat menjadi salah
satu negara terkaya di dunia. Kok bisa?
Karena semua negara yang pengin sua
sembada pangan pasti pergi ke Nauru buat
dapatin fosfatnya. Fosfat itu dipakai
untuk pertanian. Sangat penting untuk
kesuburan tanaman lu. So, enggak heran
kemudian Nauru ini jadi negara yang
sangat kaya raya. Tetapi kemudian dia
lupa tambang itu bisa habis dan mereka
tidak mengelola itu dengan bijak.
Berbeda dengan Norwegia karena Norwegia
udah mulai diversifikasi. Dia lakukan
dengan apa? Mendirikan perusahaan
investasi yang mengelola dana hasil
tambang. Jadi, setiap kali negara cuan
dari pertambangan di Norway yang dia
lakukan apa? Duitnya enggak dipakai buat
hura-hura. Kalau di Nauru langsung beli
Mercedes-Benz. Tapi yang dilakukan oleh
Norway no. Mereka lihat ini masa depan
anak bangsa penting. So, mereka bikin
lembaga SWF, sovereign world fund
seperti danantara Indonesia, lembaga
investasi yang dimiliki oleh negara dan
sekarang itu menjadi lembaga investasi
salah satu yang paling besar di dunia.
Karena orang Norwegia sudah lihat dalam
100 tahun lagi, 200 tahun lagi negara
kita harus tetap cuan. Dia enggak mau
rakyat dan anak-anak kecil di sana
kurang gizi. Mereka sudah pikirkan itu
untuk jangka panjangnya seperti apa. So,
mereka bikin danantara untuk Norwegia
dan sekarang menjadi tulang punggung di
sana. Sumber dananya dari mana? Ya, dari
tambang-tambang yang mereka punya. Nauru
tidak melihat itu. Nauru tidak punya
visi itu. Nauru hanya punya visi tambang
habis. Ya sudah. Dan negara yang sempat
menjadi salah satu negara terkaya di
dunia. Tetapi hari ini lu pun enggak
tahu negara ini udah lenyap, bangkrut,
colaps. Bahkan APBN-nya aja duitnya dari
mana? Sumbangan sedekah dari Australia.
Ini sangat tragis. Negara yang sempat
menjadi negara paling kaya di dunia,
ternyata hari ini menjadi negara fariah,
negara pengemis. Karena buat survive,
buat hidup butuh sumbangan dari negara
Australia. Ngeri ya. Ternyata
pertambangan itu ya kalau dikelola
dengan bijak, lu bisa jadi negara super
kaya raya seperti Norwegia dan
Australia. Tapi kalau tidak bijak bisa
jadi seperti Nauru tambah nyungsep. Ya
jujur aja Indonesia gimana ya kalau kita
lihat komentar netizen ya di BENX
channel Benix itu banyak juga yang anti
tambang khususnya mengenai
pengelolaannya. Contoh nih gua baca nih.
Hei Chan Ahceh terkait tambang. Terus
kenapa masyarakat Papua hasil buminya
dikeruk terus tapi tetap aja sebagian
besar rakyatnya hidup miskin di bawah
rata-rata Bang. yang kaya hidup enak
hanya segelintir masyarakatnya saja.
Perekonomian di sana sangat timpang,
kata Haan. Lalu ada Fandi Ahmad 173.
Kalau tambang diraja 4 memakmurkan
rakyat Papua, kenapa rakyat Papua
seingga kini miskin sehingga mau merdeka
dari jajahan Indo? Oke, jadi gini, Guys.
Lu harus bedakan ya. Kita enggak bisa
bilang tambang itu biadab. Tambang harus
ditutup karena merugikan segala macam.
Enggak. Karena ada begitu banyak bukti
ya, tambang yang dikelola dengan baik
justru malah mensejahterakan. Contohnya
tadi yang gua bilang ya di Halmahera
Tengah Maluku Utara 5 tahun yang lalu
penghasilan rata-rata di sana cuma 2
jutaan. Hari ini penghasilan rata-rata
di 7 jutaan. Itu kan bukti guys bahwa
perekonomian di sana dengan pertambangan
itu tambah naik bukan makin nyungsep ke
bawah. That's a fact. Terus kenapa ada
daerah-daerah yang malah tetap miskin?
Ya, Pak. Simpel aja. Bukan artinya
tambangnya enggak cuan, bukan artinya
tambangnya tidak mensejahterakan. No, lu
tahu dong tambang itu diserahkan kepada
peswasta. Dia udah ngurus izin, IPAL,
AMDAL, izin usaha dan lain sebagainya.
Itu ribet banget loh. Dan lu kira itu
murah enggak? Itu sulit. Terus ketika
sudah running jalan, mereka pun masih
bayar ke negara, bayar pajak, PPH, PPN,
royalty. Itu semua dipajakin. Duitnya
masuk ke mana? Duitnya masuk ke negara.
Terus sekarang lu bicara, "Oh, tapi
kenapa ada daerah yang tetap miskin?"
Ya, okelah Hal Meahera tambah kaya. Tapi
gua lihat masih ada daerah yang miskin.
Contohnya tadi dia bilang katanya Papua.
Ya oke jujur aja simpel. Karena duit
yang disetorkan oleh perusahaan tambang
itu naik masuknya ke negara. Terus
negara mau bagi itu ke rakyat di sana
gimana caranya? Pakai helikopter bawa
karung bagi-bagi dari udara gitu kan.
Enggak. Logikanya dia akan bagikan itu
lewat APBD. Artinya lewat pemerintah
daerah. Mau pemda kabupaten, Pempr atau
Pemkot itu metodenya dong. Namanya
bernegara ini kan bukan negara
Afghanistan. Lu bagi-bagi duit dari
helikopter. Enggak begitu caranya. Nah,
Teman-teman di situ jadi logikanya
adalah APBD-nya dikelola dengan benar
atau tidak kembali ke sana. Ternyata
faktanya ya jujur aja banyak di wilayah
negara di Indonesia ini pemerintah
daerahnya tidak amanah. Simpel aja.
Bukan artinya perusahaan yang enggak
bayar pajak atau enggak bayar. Enggak.
Mereka bayar itu. Bahkan tanpa disuruh
pun mereka bikin sekolah, bikin tempat
tinggal, bikin jalan, bikin kabel
listrik, PLN dan sebagainya tanpa
disuruh. Karena mereka mau bisnis dong.
Mereka pengin karyawan yang nyaman dong.
Tapi yang salah di mana? Ya ternyata
simpel aja. Di Papua lu tahu orang kalau
korupsi di Papua cuman 100 miliar itu
kecil. 200 miliar itu kecil, Guys. Lu
tahu di Papua korupsi itu levelnya udah
sampai triliunan, Guys. Jadi lu bayangin
ya. Ini bukan salah pertambangannya.
Tambang yang harus ditutup atau apa yang
lu serang itu bukan di situ sebetulnya.
Tapi pengelolaannya.
Kan tadi gua udah bilang enggak mungkin
duit itu dibagi-bagi dari helikopter.
Enggak. duit itu masuk lewat APBD. Nah,
yang kontrol APBD siapa? Pejabat daerah.
Jadi, kalau dibilang bisnis pertambangan
itu tidak mensejahterakan, salah, bisnis
pertambangan itu tidak cuan, salah.
Karena faktanya kontribusi terbesar
terhadap PNBP Indonesia penerima negara
bukan pajak ya sektor pertambangan. Tapi
masalah pengelolaan yang dikelola oleh
pejabat di daerah lu itu bagus atau
bangsat, yaitu kesalahan pejabat daerah
lu. Kenapa lu jadi salahin perusahaannya
atau lu salahin orang yang kerja di
tambang atau lu suruh izinnya dicabut
segala macam itu enggak ada hubungannya.
Karena kasus mega korupsi 1 triliun, 2
triliun, 3 triliun itu bukti bahwa
memang duit sudah diturunkan ke APBD ke
daerah itu. Masalah itu masuk ke rakyat
atau masuk ke kantong pribadi. Yait
memang brengsek pejabat di daerah lu itu
aja. Ya, semoga ini menjawab pertanyaan
loh. Bahwa bisnis tambang logikanya bisa
memperkaya Norwegia, logikanya bisa
memperkaya Australia, logikanya faktanya
memang kalau dikelola dengan baik ya
bisa memperkaya rakyat yang hidup di
wilayah pertambangan itu. Tapi memang
dasar lu apes. Di daerah lu, lu dapat
pejabat yang bangsat. Korupsi bisa
sampai 1,2 triliun. Saking banyaknya
duit korupsi, dia bingung dipakai buat
apa. Dipakai buat judi di Maau
pejabat di daerah-daerah di Indonesia
ngeri ya. Makanya, Teman-teman, lu itu
harus lebih aware lagi sebetulnya yang
jadi masalah itu apa? Tambangnya kah?
Atau justru pengelolaan duit hasil
tambangnya yang enggak aman? Apakah di
level pusat ataukah di level daerah?
Karena kalau kita lihat jujur ya, ya
banyak pelaku usaha pertambangan di
Indonesia itu yang sudah menerapkan good
mining practice. Contoh kayak yang
kemarin ya, perusahaan sawit tu yang
kita bilang sampai dapat penghargaan
proper, propernya gold lagi emas.
Makanya enggak heran sahamnya aja naik
ratusan persen. Kita untung dari situ
ya. Thank you. Di sini gua mau kasih
tahu bahwa ternyata pertambangan juga
sama. Enggak semua tambang di Indonesia
itu jelek. Sebetulnya banyak
pertambangan di Indonesia yang bagus
menerapkan good governance, menerapkan
good mining practices. Karena mereka
juga pengin meminimalkan dampak
lingkungannya. Enggak ada loh orang yang
pengin, "Oh, gua pengin bisnis buka
tambang di Indonesia Timur. Targetnya
bunuh orang, targetnya meracuni 1000
desa, targetnya masuk neraka." Enggak.
Enggak ada, Guys. Orang itu targetnya
pengin bisnis ya dengan hati yang
nyaman, dengan hati yang tenang, dan
syukur-syukur memberikan dampak positif
bagi semua pihak. Iya dong. Yang logis
lah. Lu mau berbisnis, lu bukan mau buka
jasa merusak lingkungan. Enggak, lu mau
bisnis. Makanya gua enggak kaget kalau
banyak orang nih, contoh nih ada Harita
mereka reklamasi 66 hektar lahan bekas
pertambangan nikel di tahun ini. Logis
ya, karena mereka mau berbisnis. Ada
lagi nih perusahaan TIMA. Mereka mau
buka reklamasi lahan dijadikan
peternakan sapi potong. Teman-teman bisa
lihat di layar kaca. Atau ada lagi nih
di Bukit Asam Green Mining ada menanam
pohon di lanlahan bekas tambang. Jadi
kegiatan restorasi, kegiatan reklamasi,
rehabilitasi lahan itu bukan hal yang
aneh, Guys. Itu hal yang umum. Ya,
siokyanya memang perusahaan-perusahaan
banyak kok di Indonesia yang lakukan
itu. Tapi enggak terekspos. Makanya lu
cuma lihat jelek-jeleknya aja, berita
buruknya doang, berita bagusnya. Ya,
enggak separah itu. Karena banyak
perusahaan yang udah aware bahwa kita
harus sayang lingkungan, kita harus
peduli dengan nasib orang hutan. Makanya
lu jangan kaget kayak Benix aja, kita
bikin perusahaan untuk restorasi lahan,
untuk reforestasi hutan, nanam pohon di
daerah-daerah yang tertinggal, nanam
pohon di tanah-tanah yang rusak, di
lahan-lahan bekas tambang, namanya bumi
baru. Di situ teman-teman bisa lihat
bahwa jauh nih sebelum lu bilang save
the rain forest atau segala macam,
enggak. Gua udah lakukan kegiatan itu
karena gua pengin menyelamatkan orang
hutan di Kalimantan. Teman-teman tahu
satu orang hutan itu butuh 4 kg, 4
sampai 8 kg buah setiap hari. Lah gua
lihat ya banyak orang merubah lahannya
jadi kebon sawit ya. That's ok lah.
Mereka juga butuh hidup. Cuma kalau
makin banyak orang nanam sawit terus
yang makan buah pohon-pohon buah-buah
itu buat orang hutan kan hilang. Makanya
gua punya inisiatif buat kasih makan
orang hutan itu. Kita bikin bumi baru.
Kita tanam di lahan-lahan bekas tambang,
lahan-lahan yang kritis, lahan-lahan
yang sudah rusak. karena kita mau
meminimalisir dampak lingkungan dan ya
memang faktanya ya banyak perusahaan
juga yang sudah lakukan itu kok bukan
cuman Benix bersama bumi baru. Memang
kita sangat ahli di bidang restorasi
lahan tapi kita lihat banyak juga kok
orang-orang yang sudah lakukan itu. Nah
buat teman-teman makanya kalau lu masih
ada yang bingung, "Guys gua pengen kasih
makan orang hutan. Guys gua pengen kayak
Benix restorasi lahan tambang yang lahan
rusak. Gua tapi enggak ngerti ilmu
reklamasi. Gua enggak ngerti ilmu
rehabilitasi. Gua enggak ngerti ilmu
reforestasi." Langsung hubungin aja
timnya Benix di bumi baru di nomor yang
ada di bawah ini. Lu bisa menjadi bagian
orang-orang yang peduli lingkungan, save
the earth, dan paling penting ya
selamatkan orang hutan. Karena jumlah
orang hutan bukan makin banyak, tapi
makin sedikit, Guys. Jadi, ya buat
teman-teman khususnya orang Jakarta yang
sok peduli lengkungan lah, peluk pohon
segala macam, Bro, jujur aja nih, gua
sih sedih banget lihatnya. Karena
faktanya bumi ini butuh aksi nyata lah.
Benix sudah terbukti gua udah nanam
ribuan pohon keluar duit miliaran buat
selamatkan orang hutan. Fakta. Dan
teman-teman pun tahu gua bukan investor
batu barang. Enggak. Gua peduli dengan
lingkungan. Gua setuju dengan aktivitas
hijau. Gua setuju dengan reklamasi,
restorasi, reforestasi. Setuju gua? Gua
enggak setuju dengan aksi-aksi
demonstrasi enggak jelas. Bilang-bilang
save lingkungan. Padahal nanam pohon aja
enggak pernah. Tapi jagonya bikin
propaganda menyerang bisnis yang ada di
Indonesia, investasi tambang,
hilirisasi, smelter yang ada di
Indonesia. Padahal tidak ada aksi nyata.
Kita sudah tanam ribuan pohon dari jauh
sebelum lu demo-demo enggak jelas itu.
Dan gua enggak kemakan dengan propaganda
busuk lu. Dan teman-teman harus
hati-hati karena mereka punya rencana
buat menutup semua tambang yang ada di
Indonesia. Ngeri. By the way, kalau
menurut lu gimana, Guys? Lu setuju
enggak sih semua tambang di Indonesia
ini ditutup saja biar bule-boleh itu
have fun bisa liburan ke Indonesia
menikmati alam kita dengan biaya murah
atau memang sebaiknya tambang di
Indonesia tetap diolah dieksploitasi
demi kebaikan bersama demi kesejahteraan
kita semua cuman tetap diawasi
penggunaannya dan penambangannya
dilakukan secara berkelanjutan ramah
lingkungan. By the way, kalian setuju
ggak, Guys, kalau kita bikin part dunya
ya, khusus buat membahas tambang ini
lebih dalam lagi, gimana sih strategi
propaganda asing ya untuk mengadu domba
rakyat Indonesia? Gimana sih pola
permainan George Soros supaya Indonesia
gagal menjadi negara maju seperti
Norwegia dan Australia? Supaya Indonesia
terus-menerus diadu domba dan tambang
enggak boleh lagi beroperasi di
Indonesia. Penasaran enggak kalian
gimana sih metode dia? Kalau lu
penasaran langsung tulis komentar kalian
di bawah ini pendapatmu seperti apa.
Ditunggu, Guys. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]