Transcript
w_LQJsDnPHk • 52 MINUTES Understanding the FOREIGN Mindset to Destroy the Indonesian Economy
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0398_w_LQJsDnPHk.txt
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. Makin hari makin banyak warga-warga demonstrasi huruhara menolak pertambangan di daerah mereka. Ini situasi makin gak jelas nih, khususnya buat teman-teman investor ya. Kemarin kan sempat heboh yang namanya Raja Empat itu ada tambang nikel di sana. Disuruh tutup, didemonstrasi habis-habisan. Black campaign di mana-mana sekarang stop operasional. Eh, ternyata enggak sampai di situ, Teman-teman. Tahu di tahun 2025 ini makin hari makin banyak warga yang diprovokasi. Sekarang di daerah Tabalong tuh Kalimantan Selatan ada lagi tambang batu bara diemo disuruh tutup. Belum lagi di situ ada lagi tambang timah di Bangka Belitung didemo lagi sama warga. Harus ditutup. Dan lu kalau lihat ini kayaknya semakin masif nih gerakan demonstrasi anti tambang di Indonesia. Kok bisa ya rakyat itu kena provokasi seperti ini? Dan kalau lu lihat jangan-jangan itu semua cuman awal dari pucuk gunung es. Besok-besok jangan kaget kalau ada orang demo tambang emas harus ditutup, tambang tima harus ditutup, baxit, kobalt dan lain sebagainya harus ditutup. Wow. Ini sebetulnya kabar baik atau kabar buruk bagi Indonesia? Ya. Atau jangan-jangan memang semua tambang yang ada di Indonesia harus ditutup aja sekalian. Kita kembali lagi ke zaman batu, peluk-peluk pohon. Apakah itu yang paling benar buat republik ini? Tutup semua tambang tanpa terkecuali karena dia merusak lingkungan. Kalau lu penasaran, sebetulnya bisnis pertambangan itu baik atau buruk sih buat masa depan kita? Jangan dikip video ini. Let's check this out. [Musik] Jadi, buat teman-teman yang belum tahu ya, secara geologis Indonesia itu memiliki beragam potensi sumber daya di antaranya sumber daya mineral dan batu bara. Di Indonesia teman-teman bisa lihat ya, banyak ditemukan berbagai jenis mineral seperti mineral logam kayak emas, perak, tembaga, nikel, timah, seng, besi, aluminium, bahkan logam tanah jarang aja ada di sini belum termasuk mineral radioaktif. Nah, kita selain punya bahan baku mineral, kita juga punya mineral bukan logam. Contohnya kayak batu gamping, kaolin, zirkon, fosfat, gipsum, dan batuan-batuan lain pembawa kalium. Nah, dari sini teman-teman sudah bisa tahu ya bahwa kita itu sangat kaya raya. Contoh kalau lu pakai kosmetik, teman-teman pakai bedak itu ada unsur kaulin di sana. Lu bikin rumah pakai gipsum itu mineral dari tambang kita. Rumah lu ada pakai batu marmer atau teman-teman sekarang bisa ngidupin AC pakai listrik. Listriknya dari mana? Dari batu bara. Jadi itu semua adalah batuan yang merupakan hasil tambang di Indonesia yang kita perlukan dan kita pakai dalam hari-hari kita. Nah, salah satu yang paling penting dan bahkan sampai jadi bahan perdebatan di demo di mana-mana di republik ini, itu soal nikel. Padahal sadar enggak sadar nikel itu perlu kalau enggak lu enggak bisa main pakai laptop karena di laptop ada nikel, di handphone lu ada nikel. Jadi bukan cuma soal mobil listrik ya. Mobil listrik juga ada nikel. Karena apa? Karena mengandung baterai ya, Teman-teman. Kalau sekarang semuanya pakai baterai, pakai headphone ada baterai, mobil ada baterai, radio ada baterai, laptop dan handphone pun semua pakai baterai. Artinya lu sedang menggunakan nikel. Kalau tidak ada nikel, lu enggak bisa pakai itu. Nah, ini sempat jadi prahara ya. Karena di Indonesia banyak orang itu termakan propaganda asing. Mereka melihat kayak di Australia itu banyak tambang nikel yang ditutup karena merusak lingkungan. Iya, karena di Australia lu mau nambang nikel itu dalam sekali 50 m lebih. Ada begitu banyak tanah yang dibuang, ada begitu banyak racun yang keluar yang akibatnya ya enggak sehat buat lingkungan lah. Tapi ini berbeda dengan Indonesia ya. Indonesia ini kan negara tropis, beda dengan Australia yang subtropis. Jadi Indonesia ini negara tropis basah. curah hujannya tinggi. Nah, buat kita nambang nikel, buat teman-teman yang belum pernah ke daerah nikel nih, gua kasih gambaran lah. Lu kalau pergi ke Australia atau pergi ke Mongolia, lu nambang batu bara itu agak ribet karena mereka di bawah tanah. Tapi kalau teman-teman pernah lihat di Kalimantan, gua udah pernah lihat dengan mata kepala sendiri itu batu bara itu banyak yang adanya di atas tanah. Lu literally bisa lihat pakai mata, lu nyangkul aja dapat batu bara. Nah, itu yang membedakan kita anugerah buat bangsa Indonesia dibanding dengan bangsa bule-bule itu ya mereka ribet. Mereka harus bongkar gunung, belah gunung, baru ambil nikelnya. Contohnya, karena Indonesia tropis basah, curah hujan kita tinggi. Nikel sangat mudah digali di Indonesia tanpa dampak lingkungan yang besar seperti Australia punya. Nah, jenis nikel kita itu juga jenis nikelnya limonit atau laterit nikel. Di sini kandungan nikel kita itu rendah. Yang dulunya itu dibuang alias tidak terbakai lah. Jadi kandungan nikelnya itu di bawah 1,5%. Tapi karena kita ada teknologi hafal yaitu high pressure acid leich. Limonit itu kita dapat manfaatkan untuk menghasilkan material utama bagi baterai berbasis nikel untuk kendaraan listrik. Nah, sedemikian menariknya lah bisnis later nikel atau limonit di Indonesia. Dan dulu ini memang jujur ya enggak kepakai karena orang enggak ngerti gimana sih teknik pemurniannya. Kandungannya juga sangat kecil cuman 1,5% lu nyangkul cuma 1,5% kandungan nikelnya. Tapi sekarang karena sudah ada perkembangan teknologi HPL itu ya, high pressure aced leach itu untuk memurnikan nikel yang sedikit-sedikit ini ternyata jadi jauh lebih gampang ya. Perbandingan kalau lu bisnis minyak bumi lah di Amerika Serikat dulu lu ngebore dalam banget. Eh sekarang mereka ada teknologi fraction, batu dihancurin di situ ada kandungan minyak. Lu per dari batu itu ternyata keluar minyak. Terjadi enggak? Bisa. Namanya shell oil. Nah, di Indonesia kita bersyukur sekarang kita sudah punya teknologi seperti itu. HP itu high pressure acid lead yang bisa menghasilkan nikel yang ada di permukaan bumi di Indonesia. Jaraknya sangat dekat dan drama lingkungan. Nah, Teman-teman ya, buat yang belum tahu ya, gua juga penasaran kenapa makin banyak orang-orang demonstrasi anti tambang di Indonesia tanpa menyadari bahwa sebetulnya setiap peri kehidupan manusia di Indonesia dan di manapun negara di bumi ini itu membutuhkan barang tambang yang pengin lu tutup. Itu contoh paling gampang lu tahulah tambang emas. Emas teman-teman mungkin tahunya dikoleksi atau jadi perhiasan. Tapi industri elektronik pembuatan komponen perangkat elektronik gua udah bilang bikin handphone, microchip dan lain sebagainya itu butuh yang namanya emas. Lalu yang kedua, tembaga. Nah, tembaga ini sangat penting karena dimention berkali-kali sama Presiden Donald Trump. Teman-teman tahu enggak sih? Tembaga itu dipakai buat industri militer. Lu mau bikin kapal, lu buat bikin satu pesawat terbang. Boeing itu terbang butuh bertonton. tembaga. Jadi, lu enggak bisa tutup mata. Bahkan hari ini lu kerja di kantor atau tinggal di apartemen bisa jadi kenyataan karena ada kabel listrik yang tarik dari towernya PLN masuk tuh ke unit-unit apartemen kalian dibawa oleh kabel listrik yang terbuat dari tembaga. So, kalau semua orang demo tutup tambang tembaga, ya lu udah tahu lu siap enggak mati lampu, enggak ada listrik, bawahnya pakai apa, teleport listriknya. Enggak, lu butuh kabel, kabel butuh tembaga. That's it, guys. Terus yang ketiga, yang ketiga itu batu bara. Kalau teman-teman di sini pelajari sejarah namanya revolusi industri, banyak mesin sampai detik ini pun di Indonesia bisa beroperasi karena ada batu bara. Jangan heran ya, banyak pabrik di Jawa Tengah, di Jawa Barat, di Jawa Timur, bahkan kayak Jakarta sekalipun itu bisa jalan pabrik tekstil, pabrik sepatu karena mereka membakar batu bara. Kenapa? Karena itu yang paling efisien. Bisa enggak pakai yang lain? Bisa. Pakai nuklir mahal. Atau lu pakai tenaga matahari bisa enggak? Bisa. Mahal. Siap lu bayar listrik lebih mahal? Kan? Enggak. Kalau pabrik baju pakai tenaga surya, lu siap enggak beli bajunya nanti jadi lebih mahal? Kan itu masuk ke COGS mereka. So, batu bara ini adalah penggerak roda kehidupan kita. Karena suka enggak suka sejak masuk revolusi industri, negara ini bisa berjalan karena ada batu bara. Bahkan jangankan kita Inggris aja bisa hidup detik ini karena ada batu bara, teman-teman naik mobil, Teman-teman naik kapal, itu semua pakai apa? Batu bara. Buat apa? Melebur besinya juga. Jadi panasnya dipakai untuk melebur besi menghasilkan alat-alat yang terbuat dari stainless steel yang sekarang lu punya. So, lu enggak bisa lolos dari bahan tambang. Bukan cuma batu bara loh. Ada lagi minyak bumi. Yang keempat, ternyata minyak bumi ya teman-teman kan pakai. Dulu lu pakai lampu petromx semprong. Sekarang lu pakai minyak bumi juga dibikin jadi minyak tanah, dibikin jadi Pertamax, dibikin jadi Pertalight. Bahkan termasuk untuk industri pertanian kosmetik itu banyak kosmetik pakai minyak bumi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan plastik. Jadi kalau teman-teman di sini pakai handphone, casing-nya dari plastik atau rumah, dinding-dinding rumah sekarang banyak dari WPC itu plastik, lantai dari plastik, kursi dari plastik, semua pakai plastik. Itu asal usulnya dari mana? Dari minyak bumi. Jadi ternyata tambang minyak dibutuhkan. Suka enggak suka lu udah hidup dengan minyak bumi. Bahkan kamera yang dipakai buat merekam sesi bendix ini, kameranya juga terbuat dari plastik. Pakai apa? Minyak bumi. Jadi lu butuh yang namanya minyak bumi. Yang kelima, bahan tambang. Ini udah di demo bakal makin banyak juga orang demo. Berhubungan dengan timah. Teman-teman tahu tima itu tentu kalau lu orang elektronik tahulah. Kalau lu solder-solder pakai biji putih itu apa sih? Itu timah. Timah itu dipakai buat memproduksi alat elektronik. mau baterai, perangkat yang near kabel, Wii, sampai buat bikin PCB sekalipun lu untuk masukin chip-chip itu ya lu pakai timah, transistor ya pakai timah resistor lu tanam ya pakai timah. So even handphoneem juga pasti ada timahnya juga lu enggak bisa tidak pakai timah. So, sedemikian pentingnya timah bahkan untuk dunia ya Apple aja itu sempat loh timahnya itu dia beli dari Bangka Belitung. Ternyata Indonesia ini menjadi nyawal bagi banyak perusahaan teknologi di dunia loh. Karena apa ya? Lu enggak bisa lolos dari bahan tambang. Lu mau jadi Samsung kek, Apple kek, Mitsubishi kek, lu enggak bisa lolos dari bahan tambang. Nah, yang keenam, nikel. Jadi, ini biasanya dipakai buat stainless steel, yaitu produksi baja, ya, besi baja yang anti karat lah. Jadi, kalau lu pakai pisau, garpu, sendok, panci, kulkas, mesin cuciah segala macam, lu lihat stainless steel di situ ya udah pasti di situ ada kandungan nikel karena enggak bisa berdiri sendiri. Yang namanya stainless steel ini dalam proses produksi baja dia harus campur dengan nikel. Jadi semua yang berhubungan dengan besi termasuk baterai, komponen elektronik udah pasti ada nikelnya di situ. Nah, yang ketujuh ada lagi bahan tambang pasir besi. Dulu zaman gua SD itu kita suka bawa magnet ke lapangan di magnetnya dibungkus tisu atau kertas terus kita gerakin tuh di pasir eh ada biji-biji hitam nempel. Itulah namanya pasir besi. Ini ternyata bisa dipakai kalau dilebur ya buat industri konstruksi sama manufacture. So, ternyata di halaman sekolah kita aja sebetulnya ada bahan tambang yang bisa dipakai untuk memproduksi kebutuhan manufacturing di Indonesia. Lalu selain itu, Pak, itu dari tadi kan mineral logam semua tuh. Ada enggak ada juga mineral non logam. Ya, contohnya misalkan apa ya, lu tahu ada fosfor ee itu biasanya dipakai buat lu memproduksi pupuk. Jadi, ada pupuk NPK kan, terus ada belerang. Lu tuh belerang itu dipakai buat industri kimia, industri kertas, industri farmasi. Lu bikin obat anti gatal, anti jerawat, itu pakai belerang, Guys. Itu termasuk bahan tambang juga tapi bukan logam. Selain itu, apa tadi ada gua mention ya? Kaolin bisa buat keramik atau kertas karena warnanya putih banget. Indonesia ada begitu banyak sih tambang kaulin. Kalau lu pergi ke pantai itu gampang. Kalau pantainya putih banget kemungkinan besar di situ di bawahnya ada kaolin. Karena kaulin itu sangat putih. Makanya enggak heran dia dipakai di banyak industri yang membutuhkan bahan putih. Contoh gampang misalkan bedak-bedak bayi talk itu bahan bakunya dari mana ya? Dari kaolin juga. Kemungkinan besar dari Bangka Belitung, Guys. Karena produksi kailin kita itu sangat banyak. Makanya enggak heran pantai-pantai di Indonesia yang putih-putih itu sebetulnya adalah kekayaan loh. Karena itu adalah bahan tambang. Hebat ya. Jadi dari sini kita bisa lihat ya, ternyata bahan tambang itu walaupun banyak yang anti, banyak orang yang demo, faktanya memang penting bagi perkehidupan masyarakat. penting bagi modernisasi. Karena kalau enggak ada bahan tambang itu, lu enggak bisa memproduksi mobil yang awet. Karena lu butuh engine yang kuat. Engine yang kuat. Bisa jadi ada perlu campuran besi, baja, nikel, dan aluminium supaya lebih tahan lama, ringan. So, itu suka enggak suka membawa perkembangan zaman menjadi lebih baik lagi. Apalagi sekarang setiap rumah, rumah lu gua yakin ya isinya ya bahan tambang semua. Tadi kan ada sendok, peralatan dapur, smartphone, laptop, komputer, bahkan sampai kendaraan, mobil atau motor yang lu gunakan buat sehari-hari itu ya. Isinya apa? Bahan tambang. Udah jelaslah bahan tambang lah. Motor lu, bodinya dari apa? Plastik. Itu bahan tambang. Itu tambang minyak. Itu mobil veleg lu mungkin dari aluminium alloy itu juga tambang dan lain sebagainya. So, makanya lu jangan heran ya kalau banyak negara itu bisa jadi kaya raya karena berhasil menggunakan bahan-bahan tamang. Itu contoh negara jadi kaya raya karena ban tamang adalah negara Jepang. Jepang menjadi negara kaya raya karena dia berhasil berubah dari negara agrikultur menjadi negara industrialis. Kok bisa? Karena dia berhasil memanfaatkan barang tambang. Jadi, salah satu contoh keberhasilan kemajuan negara Jepang ya dari industri mobil. Industri mobil-mobil di Jepang berhasil menyerbu pasar Amerika di tahun 1970-an, Guys. Jepang itu awalnya cuman meniru doang industri otomotif yang ada di Amerika. Tapi di kemudian hari ternyata mereka berhasil mengembangkan mobil yang hemat bahan bakar, ukurannya lebih kecil dan harganya lebih murah. Dan pada saat itu memang cocok karena Amerika sempat krisis ya karena perang di Arab. Mobil-mobil Amerika itu sampai detik ini kan kalau lihat CC-nya gede-gede 5.000 cc, 8.000 cc itu udah kayak hal yang normal lah. Akibatnya boros. So, pemerintah ketika terjadi krisis minyak karena perang di Israel apa yang terjadi? Semua harga BBM itu melonjak tinggi, supply-nya hilang. So, mereka akhirnya bikin program kita harus membuat penghematan. Jadi saat itu pemerintah Amerika Serikat, Guys, gara-gara perang di Arab itu Yom Kipur dan lain sebagainya ya mereka mulai mendadak sadari lingkungan. Mendadak kita harus hidup hemat, mendadak kita harus cinta pohon, mendadak kita harus bikin kendaraan yang lebih hemat energi, hemat bahan bakar, minyak maksudnya. So, mereka mulai berbicara soal pengendalian emisi. Tapi ternyata pabrik mobil di Amerika Serikat banyak yang tidak siap. Ford, Chevrolet, GM dan lain sebagainya. Mereka enggak siaplah. Nah, yang siap dengan perkembangan zaman, tuntutan regulasi ternyata pabrikan Jepang. Ya, lu lihat hari ini ada Toyota Honda zaman dulu spesialis bikin mobil yang kecil, ringkes, murah, sederhana, dan hemat. Itu filosofi dasarnya mobil-mobil Jepang untuk bertarung melawan mobil Amerika yang gajah, gambot, besar, dan boros, tidak efisien. Makanya enggak heran ya, cuman butuh waktu 50 tahun dari sejak tahun 1970-an detik ini ya, mobil-mobil Jepang sudah mengambil alih loh posisi mobil penjualan terbanyak, posisi ranking satu, posisi pertama dalam industri mobil dunia. We padahal kalau kita ngomong pencipta mobil dunia ya orang bule, orang barat. Tapi ternyata sekarang raja dunia di industri otomotif Jepang. Bahkan di negara Amerika Serikat sendiri yang dicopy paste sama Jepang, penjualan mobil Amerika sendiri di Amerika itu cuman 25%. Jadi dari 100 mobil yang dijual cuman 25 mobil yang merek Amerika, 75% adalah merek Jepang. Dan ini mengakibatkan banyak pabrik-pabrik mobil dan problem manufacturing yang berhubungan dengan sektor otomotif collapse. Salah satu contohnya adalah kota Detroit. Jadi, kota Detroit di Amerika Serikat sejarahnya adalah kota mobil. Karena semua pabrik mobil adanya di sana. Pabrik ban, pabrik veleg, pabrik mesin, pabrik chat nomor satu di dunia juga adanya di Detroit. Dia adalah eksportir dan produsen mobil terbesar di dunia. Hari ini jadi kota mati Detroit itu karena industrinya collaps, tidak sanggup bertarung melawan Jepang. Bahkan salah satu merek terkenal Amerika namanya Chrysler. Dia salah satu perusahaan mobil terbesar lah di Amerika ya. hampir gulung tikar ya. Sampai hari ini aja lu sangat jarang kok ketemu mobil Chrysler ya. Padahal zaman dulu dia jagoannya loh bersama Ford. By the way teman-teman, lu penasaran enggak sih kok Jepang hebat banget ya? Sekarang lu udah bisa lihat bukan Chrysler yang lu lihat. Lu ada lihat Mitsubishi, lu ada lihat Sharp, ada lihat Toshiba, ada lihat Toyota, ada lihat Suzuki, ada lihat Honda dan lain sebagainya. Kok mereka bisa sesukses itu? Sebetulnya mereka itu lihat siapa sih? Kenapa mereka bisa jadi negara industrial yang maju dan harga apa yang mereka bayar? Tentu tidak ada yang gratis loh di dunia ini. Ternyata Jepang itu mempelajarinya dari nenek moyang leluhur pencipta revolusi industri. Mereka melihat negara Inggris itu pengin jadi negara maju harus tinggalkan sektor agrikultur, agraris, pertanian. Enggak bisa. Enggak ada negara jadi kaya raya karena sektor pertaniannya maju. Jadi apa yang mereka lakukan? Mereka mempelototi dan mempelajari Inggris adalah negara yang pertama kali melakukan revolusi industri dan mereka melakukan itu dengan harga mahal. Teman-teman tahu revolusi industri itu terjadi di tahun 1700-an dan pada saat itu ya Inggris melakukan deforestasi hutan besar-besaran. Di tahun 1750 saja selama revolusi industri Inggris itu sudah membabat habis 2 juta hektar hutan. Bayangin luas daratan Inggris itu cuma 20 juta hektar. Artinya 10% wilayah Inggris dibabat habis. Tapi pertanyaannya kenapa Inggris rela melakukan deforestasi skala besar? Ternyata jawabannya simpel. Karena kalau lu mau jadi negara maju, lu butuh bahan bakar. Oh. Yaitu apa? Ya, kayu untuk dibakar menjadi apa? Menjadi uap, mesin uap dan lain sebagainya. Lalu pada saat itu lu juga tahulah Indonesia ada VOC, perdagangan dunia lagi booming, lu butuh kapal. Kapal dibuat dari kayu. Jadi mulai mereka membabat hutan secara besar-besaran untuk menciptakan kapal laut dan armada lautnya. Makanya jangan heran Inggris terkenal sebagai negara yang sangat kuat untuk angkatan lautnya dan ini menciptakan revolusi industri menjadi mesin pembangunan mereka. Karena dengan makin banyak hutan yang dipotong, mereka bisa melakukan ekspansi dari sektor pertanian, dari pembangunan pemukiman penduduk dan pembangunan industri-industri di Inggris. Jadi dari sini lu sudah tahu ya ketika Inggris melakukan revolusi industri, mereka secara sadar melakukan deforestasi. Mereka secara sadar membabat hutan. Karena apa? Karena faktor ekonomi. Mereka pengin jadi negara maju. Dan ada enggak harga yang dibayar? Ada. Harganya mahal. Saat itu ketika lu tiba-tiba ekspansi besar-besaran, lu tentu butuh tenaga kerja. Tapi contoh yang paling gampang, Inggris tidak punya banyak tenaga kerja. Sehingga kemudian mereka mulai memperbudak gelandangan, anak-anak, anak yatim, bocil-bocil disuruh kerja bagaikan budak di pabrik-pabrik dengan standar keamanan yang jelek. Makanya banyak orang mati. Tapi kan enggak peduli toh ini anak kolong jembatan yang mati ini. Sadis. Iya. Tapi itulah yang terjadi ketika revolusi industri di Inggris. Makanya jangan heran di tahun 1760 sampai 1840 anak usia 5 tahun sudah wajib bekerja di pabrik selama 12 jam per hari selama 6 hari seminggu. Dan mereka bekerja di pabrik dan pertambangan dalam kondisi yang berbahaya dan tidak sehat. Makanya teman-teman jangan heran ya kalau lihat foto-foto dari tahun 1700-an lu bakal lihat kondisi sangat pengenaskan bagi anak-anak yang diperbudak itu oleh bangsa yang ngakunya sih sangat beradab, sangat berbudaya, bangsa Inggris seperti foto ini. Bahkan nih, Guys, saking ekstremnya perusakan lingkungan di Inggris gara-gara revolusi industri terjadi peristiwa namanya Great Sting. Itu tahun 1858, sungai terbesar di London, di Inggris namanya sungai Tes. Itu baunya luar biasa. di situ jadi satu tuh limbah industri, kotoran manusia, sampah-sampah dari pabrik-pabrik, bahkan sampai mayat-mayat anak-anak itu juga hal yang biasa di situ. Kayak Sungai Gangga sekarang banyak bangkai manusia lah di Sungai Gangga. Nah, itulah yang terjadi dies. Sampai kemudian anggota DPR di Inggris terpaksa ya harus bikin undang-undang baru soal sanitasi, soal kebersihan supaya enggak lagi bau tuh sungai Times di London yang sekarang lu suka foto-foto di sana kan. Tapi dulu lu tahu itu lebih parah dibanding sungai Ciliwung atau Citarum tuh di Jawa Barat banyak limbah tekstil kan. Terus apa cuman sampai segitu? Enggak. Begitu serakahnya Inggris sampai mereka juga membakar terus batu bara, membakar pohon dalam jumlah besar sampai the great sting yang bau itu polusi udara berubah di tahun 1950 menjadi the greit smoke. Di sini karena Inggris menggunakan batu bara secara masif untuk industri dan pembangkit listriknya, ditambah lagi cuaca di Inggris ya selalu dingin tanpa angin. Nah, ini menyebabkan banyaknya kumpulan asap tebal yang menyelumuti kota London selama 5 hari berturut-turut. Akibatnya lebih dari 12.000 orang meninggal karena gangguan pernapasan dan paru-paru. Nah, jadi di situ teman-teman bisa lihat ya, wah ternyata kalau proses kita menjadi negara maju, negara kaya raya itu enggak murah bahkan cenderung tragis. Jadi kalau kita lihat perenggaman zaman, ya kita bersyukur sih hari ini ya itu enggak terjadi di Indonesia bahwa pertambangan itu ya membunuh rakyat sampai 12.000 orang mati dalam waktu 5 hari. Itu hal yang normal di Inggris. Tapi kan sekarang enggak begitu. Karena perkembangan zaman teknologi ya, faktor keselamatan, kesehatan, keamanan lingkungan ya itu udah lebih jauh lebih better lah dibanding era 1700-an di revolusi industri Inggris itu. So, kalau lu pikir lagi, apakah cuman Inggris, Pak? Contohnya negara yang melakukan revolusi industri mau enggak mau ya namanya juga mau jadi negara maju saya bayar mahal. Apakah cuma Inggris? Contohnya enggak. Brother-nya Inggris, adik angkatnya yaitu Amerika Serikat. Ternyata melakukan yang sama. Teman-teman tahu sekarang Amerika Serikat jadi negara yang cinta lingkungan. Ya, Inggris termasuk cinta lingkungan dan lain sebagainya. Lu disuruh cium peluk pohon. Tapi faktanya kalau kita kembali ke 100 tahun yang lalu, di tahun 1840, negara yang paling hobi motong pohon setelah Inggris di tahun 1700 itu adalah Amerika Serikat. Teman-teman tahu di tahun 1840 Amerika itu berhasil meng-upgrade kapasitas produksi kayunya. tadinya cuma bisa memproduksi R miliar kayu, di tahun 1900 mereka berhasil memproduksi 46 miliar kayu. Saking banyaknya kayu yang diproduksi, bahkan kalau lu punya 10 juta truk aja buat bawa 46 miliar kayu, itu enggak cukup. Makanya jangan heran kalau di tahun 1880-an bisnis kayu itu sudah mengalahkan bisnis pertanian dari sudut pandang deforestasi. Jadi di sini teman-teman bisa lihat ya, Amerika itu lomba-lomba deforestasi. Bisnis kayu sama bisnis pertanian hobinya nebang pohon. Ternyata mereka yang menang adalah bisnis kayu. Karena tadi ya kayu itu adalah mesin pertumbuhan. Saking gilanya deforestasi yang dilakukan Amerika Serikat di tahun 1920 2/3 hutan di Amerika Serikat sudah rata dengan tanah. Bayangkan, Guys, 60 juta hektar hutan yang sudah ditebang di Amerika Serikat. ngeri ya. Ya wajar aja sih kalau lihat di Indonesia orang bangun rumah masih pakai tanah dijadikan batu bata. Kalau teman-teman tahu ya di Amerika Serikat bikin rumah dindingnya dari kayu. Jadi bisnis kayu itu bisnis yang sangat luar biasa sampai detik ini itu bisnis yang nilainya ratusan triliun di Amerika sendiri. Karena secara budaya mereka menggunakan kayu hampir untuk segala aspek kehidupan. Bahkan buat menghangatkan ruangan aja mereka nebang pohon dibakar itu kayunya. Luar biasa nih Amerika. Nah, terus gimana dengan nasib Indonesia? Awal kita ngomong bisnis tambang, ya. Kita harus belajar nih dari negara-negara itu. Mereka untuk menjadi negara maju, mau enggak mau harus maju menjadi negara industrialis dan belajar dari Jepang, Inggris, Amerika. Ya, kalau Indonesia mau jadi negara maju, salah satu langkah strategis dan paling gampang buat kita adalah menjadi negara industri. Tentu kita enggak bisa tiba-tiba jadi negara microchip atau negara yang tiba-tiba bikin industri bioteeknologi. Enggak. Tahapannya ada. Yaitu ya paling gampang sekarang hilirisasi. di sektor tambang. Zaman dulu kita cuman ekspor biji besi atau mungkin ore, ore nikel atau orek emas. Ya, sekarang udah enggak. Kita sudah bisa ekspor turunan dari bisnis itu. Jadi enggak lagi kita ekspor literally bahan baku mentah. No. Kita bisa proses ekspor bahan jadi atau bahan setengah jadi. Nilai tambahnya jauh lebih cuan. Dan kita bisa lakukan itu dengan ramah lingkungan ya. Tentu saja dengan perkembangan zaman. Enggak usah lagi gunung dibelah-belah. Enggak. Apalagi dengan sekarang ada hafal itu ya high pressure lead itu ya. kita bisa produksi banyak bahan tambang kita khususnya di nikel ya jauh lebih ramah lingkungan, lebih efisien. So why not? Dan ini terbukti yes, by data. Contohnya apa? Tahun 2024 ya, ekspor kita dari hilirisasi nikel itu 480 triliun, Guys. Ini gua mau kasih tahu sudut pandang ekonomi ya. 2024 nilai ekspor nikel kita itu R80 triliun. Sebelumnya lu tahu cuman berapa? cuma 48 triliun, Guys. Jadi, ada peningkatan nilai ekonomi sampai 10 kali lipat dari satu jenis tambang doang. Ini kita ngomong, kita belum ngomong yang lain ya. Tadi kan gua bilang bahkan sekarang udah ada torium lah, uranium segala macam. No, no. Dari nikel aja nilai tambahnya itu 10 kali lipat loh. Jadi ini bukan hal yang kecil dari 40-an triliun ke 480 triliun. Inilah yang sangat fantastis, Guys. Makanya lu jangan heran kalau asing itu berebut untuk mengadu domba bangsa kita. Buat bikin propaganda-propaganda supaya ya bukannya kita maju jadi negara industri, tapi menjadi negara primitif. Ah, apa hubungannya, Pak? Ya, simpel aja, Guys. Kalau kita bisa lakukan pertambangan ya yang lebih ramah lingkungan, yang lebih sustainable, bertanggung jawab, ya tambang itu jujur aja itu bisa membuka jalan modernisasi, bisa memberikan akses begitu banyak bagi rakyat sekitar. Contoh paling gampang, gua kan investor, gua suka banget keluar masuk ke daerah-daerah yang lu enggak bakal pernah datangin lah di Sulawesi, di Kalimantan, di Papua. Dan gua melihat banyak daerah itu yang tadinya miskin, enggak punya sinyal GPS, enggak punya akses telepon, boro-boro listrik aja enggak ada. Itu tiba-tiba bisa jadi daerah yang maju karena ada investor tambang masuk di situ. Kenapa? Karena orang kalau buka tambang udah pastilah dia bangun akses mau pelabuhan, jalan, atau bandara. Mereka bangun akses buat listrik karena mereka harus generate power, mereka harus bawa tenaga kerja, mereka bangun perumahan, mereka bangun rumah sakit, sekolah gratis. Dan begitu banyak sarana perasarana yang dibangun hanya karena ada investor tambang masuk di sana. Ya logika aja lalu membuka tambang enggak mungkin gak hir karyawan, enggak mungkin enggak ada fasilitas puskesmas atau rumah sakit klinik yang lu bangun. Enggak mungkin enggak ada jalan raya, enggak mungkin enggak ada listrik karena lu kan butuh pembangkit listrik. Bahkan banyak perusahaan tambang itu rela banget loh bawa batu bara dari daerah lain supaya mereka bisa menghidupi listrik bagi desa-desa dan perkampungan yang ada di sana. Jadi yang memang diciptakan supaya mereka juga nyaman kerja di sana. Wih, so that's a good news. Karena ada beberapa daerah yang bahkan gak pernah lihat SD, SMP, gedung sekolah aja enggak pernah lihat. Tapi sejak ada investor tambang masuk, mereka jadi lihat. Itu kenyataan. Ternyata tambang itu enggak selalu seburuk yang lu lihat di layar kaca media-media bayaran itu. Enggak. Faktanya banyak daerah jadi maju karena ada tambang. Suka enggak suka. Bahkan negara, Guys. Lu tahu banyak negara yang maju gara-gara tambang. Tapi sebelum kita bahas lebih jauh lah, kita bahas negara lain. Kita bahas negara kita sendiri lah yang real membuka peluang menciptakan modernisasi kesejahteraan bagi rakyat. Ya, kita ambil contoh daerah paling ujunglah di kita salah satunya ada Maluku, Maluku Utara. Di situ ada PT Iwip Indonesia Weda Bay Industrial Park. Di situ isinya banyak kumpulan perusahaan-perusahaan berhubungan dengan tambang lah atau smelter lah. Teman-teman tahu serapan tenaga kerjanya mereka itu lebih dari 80.000 manusia loh. Hanya dari satu PTI WB itu bisa menyerap 80.000 R tenaga kerja ditargetkan tahun depan 2026 bahkan itu serapannya ditambah lagi bisa naik jadi 100.000 manusia yang kerja di situ. So kalau lu bayangin ya makin banyak orang demo-demo tambang ya enggak lu jangan heran ya akan makin banyak pengangguran karena suka enggak suka ya kayak PT UIP aja bisa serap 100.000 1000 tenaga kerja tahun 2026. Kalau ada 10 PT kayak PT IUP ini di Indonesia sudah 1 juta tenaga kerja bisa diserap. Ini solusi loh buat mengurangi pengangguran di Indonesia. Tapi kok dari kemarin asing banyak media-media asing apalagi menggambarkan bahwa Indonesia itu harus menutup semua tambang di Indonesia itu kok aneh ya. Jadi gini guys. Jadi jadi kan kalau lu lihat ya 100.000 gila ya kayak banyak banget ya. Ini baru satu PT. Ini luar biasa loh. Ini bisa jadi corong pertumbuhan ekonomi 8% yang diidamkan Presiden Prabowo. Jujur gua tadinya enggak percaya sampai gua buka data BPS ya. Jadi kita sampai investigasi buka data BPS di Maluku Utara 10 tahun yang lalu tahun 2015. Lu bisa lihat di layar kaca ini data resmi orang yang kerja di Maluku Utara itu cuman 480.000 orang. Hari ini tahun 2025 ya, karena kita udah mau ada value edit, hilirisasi, kita enggak mau lagi ekspor bahan baku yang murah itu. Kita bangunlah industri di sana. Hari ini tenaga kerja di Maluku Utara 663.000 hampir 700.000 manusia, Guys, bekerja loh. Dalam waktu 10 tahun penciptaan lapangan kerjanya itu sekian besar. Tadinya R00.000-an, sekarang udah hampir Rp700.000. Jadi kalau lu pikir kalau kita penuhi tuh tuntutan demo-demo palsu, demo-demo asing itu LSMLSM yang punya kepentingan sendiri, akan ada jutaan orang nih jadi pengangguran, Guys. Karena kita dibikin percaya khususnya orang-orang di Pulau Jawa yang gue yakin enggak pernah lihatlah pertambangan di daerah kayak apa, tapi bacotnya udah paling gede. Demonstrasi di mana-mana. Bukan mereka loh yang harus hidup tanpa sekolah, minimarket, akses telepon, internet, bukan loh. Karena mereka happy-hay aja di Jakarta. selalu ada listrik, jarang mati lampu. Tapi lu pernah bayangin enggak sih lu hidup di ujung pulau Papua, di ujung pulau Sulawesi enggak ada akses. Kehidupan lu cuman mancing matu macul, ambil pisang pengen makan lebih enak lagi, enggak ada. Jangankan lu mau pergi ke swalayan, mall aja enggak ada. Jangankan lu ke mall, sinyal telepon aja enggak ada. Jangankan sinyal telepon, lu mau ngecas juga enggak bisa, Bro. PLN kan enggak ada. Lu bisa bayangin enggak sih? Itu semua enggak ada. Sampai kemudian ya ada orang yang pengin bikin pabrik skala besar tentunya harus generate power sendiri, membawa batu bara dan menghasilkan listrik sendiri. Jadi jangan heran ya tempat-tempat yang maju bisnis pertambangannya justru rakyatnya happy. Ya simpel aja. Ya, kalau lihat ke daerah-daerah pertambangan yang dikelola dengan proper tentunya mereka dapat akses ke pendidikan, ke kesehatan, ke entertainment, ke energi, listrik, dan lain sebagainya jauh lebih maju dibandingkan daerah-daerah yang enggak punya itu. Makanya gua ketika lihat data ini, oh ya faktanya orang yang bekerja bertambah ratusan ribu manusia dapat pekerjaan baru. Dan ini fakta BPS yang sebelumnya dengan BPS setelahnya. Jadi di sini ada peningkatan yang signifikan, Guys. Dari 400.000-an ribuan ke hampir 700.000 tenaga kerja yang diserap. Makanya gua enggak heran ya kalau kita ambil lagiah daerah yang terkenal tambang misalkan Kalimantan Timur kabupaten salah satu terkenal dengan pertambangan ya Berau. Di Berau serapan tenaga kerjanya udah hampir 50.000 orang dari satu kabupaten doang lu bayangin. Jadi ini salah satu hal yang menarik buat teman-teman pikir lagi. Sebetulnya tambang itu menyengsarakan Indonesia atau justru menyelamatkan Indonesia? Iya. Dan kalau kita mau lihat lebih detail lagi, lu tahu penghasilan rakyat dengan adanya tambang itu tambah sukses atau tambah nyungsep, tambah miris atau tambah happy. Jadi, kita ambil sampel aja, Guys. Simpel. Ee tadi kan kita ngomong Weda B, Weda B di Maluku Utara. Ada begitu banyak perusahaan tambang lah di sana ya. Kita ambil satu sampel di Maluku Utara ada kabupaten namanya Halmahera Tengah. Kita ngomong 5 tahun lalu lah sebelum viral nih soal demonstrasi nikel, dana asing lah, hilirisasiah. Tahun 2020. Lihat di layar kaca kalian ya. Pendapatan per kapita rakyat di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara itu 32 juta setahun alias per bulannya bawa pulang 2,7 juta di tahun 2020. Tahun 2021 mereka per bulan bisa bawa pulang 3,7 juta. Tahun 2022 bisa bawa pulang 5,6 juta. Tahun 2023 bisa bawa pulang 6,8 juta. Ini udah jauh di atas standar nasional yang cuma 6,5. Dan tahun 2024 mereka per bulan pendapatan per kapitanya sudah sampai 7,5 juta. Jadi di sini teman-teman bisa lihat ya, kenapa kemarin tuh banyak banget orang protes tuh dari Jakarta lah. Lu tahu kenapa mereka marah lihat orang Indonesia Timur maju kaya raya? Simpel aja. Karena sekarang penghasilan mereka udah lebih tinggi yang di Indonesia Timur dibanding yang tinggal di Jakarta. Jakarta UMR cuma 5,3 juta, Bro. Lu kerja di Semarang UMR 3,4 juta, Bro. Tapi kalau kerja di Maluku, ternyata lu bisa bawa pulang sampai R jutaan loh sebulannya. Jadi ya betul mereka memberikan dampak ekonomi yang luar biasa loh bagi rakyat di sana. Dan ini data ya valid. Enggak percaya? Lihat aja di kolom komentar. Gua mau lihat nih teman-teman yang ada di daerah-daerah pertambangan. Jujur deh lu terbantu enggak dengan penciptaan lapangan kerja dan penghasilan gaji yang lu dapat dari perusahaan-perusahaan tambang itu? Gua yakin mayoritas bilang iya dan yang bilang tidak gua yakin pendatang selesai atau orang Jakarta yang sok gaul, sok cinta lingkungan padahal ya enggak pernah juga dia ke Indonesia Timur. Tapi kemudian jadi pertanyaan nih buat kita semua, Guys, dengan begitu banyak keuntungan dari industri tambang, kok masih banyak ya masyarakat Indonesia yang menolak adanya tambang? Padahal dengan tambang, Guys, kita itu jujur ya bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% dan itu terus terang tadi kan udah gua bilang bisa menambah serapan lapangan kerja. yang artinya mengurangi pengangguran dan pada saat yang sama bisa meningkatkan pembangunan di daerah itu. Karena di daerahnya ya tadi jadi dapat akses listrik, dapat akses jalan, kesehatan, dan pendidikan yang selama ini enggak bisa tersentuh. Padahal kalau lu lihat lagi nih, jujur-jujuran aja by data banyak negara yang jadi negara maju, sukses, besar, kaya raya, rakyatnya sejahtera ya karena sektor pertambangan. Oh, masa sih lu enggak percaya? Negaranya dekat kok dari kita. kita gak usah cari jauh-jauh lah. Yang paling dekat aja Australia. Teman-teman tahu enggak sih kekayaan negara Australia sehingga dia bisa menjadi negara maju itu ternyata disumbang dari sektor pertambangan dan ini sudah dinyatakan langsung oleh Kementerian Pertambangan Australia. Teman-teman bisa lihat di layar kaca mereka sampai mengakui mining is far Australia's largest export industry. Jadi dia bilang, dia mengakui sektor pertambangan adalah bisnis paling menguntungkan, paling besar. Ekspor Australia tertolong, terbantu kear bisnis pertambangan. Dan dia bilang pendapatan ekspor tambang Australia itu 2,4 triliun dolar alias setara 39.000 triliun, Guys. Gila, lu bisa beli Bank BC nih 39.000 triliun alias 39 kuadriliun. Dan total gaji karena buka tambangan butuh manusia ya mereka gaji orang aja di sektor pertambangan itu udah sampai 4.100 triliun loh. Jadi itu peredaran ekonominya sangat luar biasa dan tentu aja ya bukan cuman rakyat atau yang digaji karyawan itu yang cuan tapi negara juga karena kan negara terima pajak perusahaan kan. Manusia bayar PPA 21 lu bayar PPA 21 tapi perusahaan juga bayar pajak. Penerimaan pajak udah sampai 2.300 triliun dari sektor pajak doang belum ditambah royalty. Royalty-nya sampai 1800 triliun, Guys. Jadi, lu bisa bayangkan negara Australia kaya raya karena bisnis pertambangan ini dan ini mereka dapat cuan ribuan triliun. Gila. Makanya berangkat dari tambang yang mereka kelola tentunya ya secara bertanggung jawab ya, Australia berhasil menjadi negara maju, Teman-teman. Hari ini dengan bangganya ya, Australia itu bahkan membuat pengumuman berkat tambang mereka itu menjadi negara dengan nilai ekonomi terbesar nomor 12 di dunia. Bukan cuman itu, mereka adalah negara dengan GDP per kapita terbesar nomor 9 di dunia. Dan bahkan teman-teman jangan kaget ya, ada organisasi namanya G20. Itu 20 negara terkaya di dunia. Australia itu ada di peringkat tiga besar loh, negara terkaya GDP perkapita yang menjadi anggota G20. Gila, Guys. Ada begitu banyak sumbangan ya sektor tambang ini dalam perekonomian Australia. So, kalau teman-teman lihat bahkan datanya dibuka lagi lebih lebar lagi, negara anggota G20 ini yang kaya raya nih per kabita di tahun 2020 paling besar itu Amerika Serikat, kedua Jerman, ketiga Australia, keempat Kanada, kelima adalah Saudi Arabia. Nah, kalau lu lihat nih Saudi Arabia, Kanada, Australia, mereka kaya raya dari mana? Ternyata mereka kaya raya dari pertambangan. Oh. Ternyata memang ada contoh loh negara jadi kaya raya kearabis tambang. Tetangga kita sendiri Australia. Makanya lu jangan heran ya kalau orang Australia itu kaya raya. Udah begitu banyak duit terus pergi ke Indonesia pengin liburan enak dolarnya kuat. Masuk ke sini lu disuruh jaga pohon. Jangan ditambang. Pandang-pandangin aja itu hasil tambang itu. Lu harus jaga lingkungan, jaga pantai biar bersih supaya orang Australia bisa liburan nyaman dan tenang. Lu penghasilan lu rupiah, lu enggak punya daya beli, lu miskin, tapi yang penting pohon lu bagus supaya orang Australia bisa liburan ke tempat lu. Nah, di negaranya sendiri dia nambang biar dia tambah kaya raya, tapi lu disuruh yang jaga tempat liburan dia. Hebat emang orang Australia ini. Enggak kalah hebat lagi. Yang lebih jauh lah kita ambilkan contoh Australia yang dekat. Yang jauh ada negara namanya Norwegia. Ya, Teman-teman tahulah Norwegia negara Skandinavia salah satu yang paling bersih, anti korupsi. Mereka kaya raya dari tambang. sektor tambang minyak oil and gas itu sampai menyumbang 1/4 jadi 25% ya hampir 25% penghasilan negara mereka sumbangsi terhadap GDP Norwegia itu berasal dari tambang minyak. Saking pentingnya bisnis pertambangan, Teman-teman tahu setiap tahun di tahun 2024 aja pemerintah Norwegia itu menerbitkan 1700 izin baru buat nambang di Norwegia. Karena ini penting banget harus ditambang supaya negaranya tambah kaya raya. Makanya jangan heran walaupun negara Norwegia mungkin lu jarang dengar, tetapi di Eropa mereka sangat terkenal sebagai negara terbesar loh. Salah satu negara dengan hasil ekspor terbesar di bidang nikel, cobalt, dan titanium. Bahkan karena sekarang lagi ngetren ya, namanya rare Earth ya tahun 2025 ini mereka bakal buka izin baru nih, ribuan bahkan izin baru karena mereka mau mengekstraksi 50 juta ton, Guys, rare earth dari pegunungan fan di Norway. So, lu gak usah heran ya kayak negara Norwegia ini ya, lu tahu ya GDP dia itu sampai 7.900 triliun guys. Ternyata 1800 triliun berasal dari tambang. Saking menguntungkannya bisnis tambang ya di Norwegia maka lu jangan heran bahwa lima besar negara terkaya di dunia GDP perkapita paling besar Norwegia ternyata ada di peringkat lima. Jadi lu bisa lihat ya sampel negara yang memang maju dari bisnis pertambangan. Mau lu cari sampelnya dekat Indonesia, ada Australia atau agak jauh ada di Norwegia. Ya, ini contoh negara yang memang berhasil mengelola kekayaan sumber daya alamnya. Bukan cuma buat dipandang-pandangin, tapi enggak dikelola mendapatkan keuntungan yang besar sehingga negaranya menjadi negara terkaya di dunia, Guys. Tapi teman-teman harus ingat gini loh, gua kasih contoh yang fair ya. Emang banyak negara yang sukses, besar, kaya raya gara-gara pertambangan, tapi ternyata yang nyungsep juga ada kalau tidak dikelola dengan bijaksana. Contoh negara paling gampang, negara Nauru. Jadi, buat teman-teman yang belum tahu ya, Nauru adalah negara kecil lah, negara kepulauan yang ada di dekat Australia di Laut Pasifik. Dan mereka itu sumber dayanya pada saat itu paling banyak adalah fosfat. Saking banyaknya ya, hampir 90% ya wilayahnya isinya fosfat. Kalau lu nyangkul di tanah, random aja lah dapatnya fosfat. Sama kayak lu ke Bangka Belitung, lu nyangkul isinya timah di bawah halaman rumah lu. Begitulah Nauru. Dan mereka mengeksploitasi itu secara besar-besaran tanpa pikir panjang. Dan mereka akibatnya mereka sempat menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Kok bisa? Karena semua negara yang pengin sua sembada pangan pasti pergi ke Nauru buat dapatin fosfatnya. Fosfat itu dipakai untuk pertanian. Sangat penting untuk kesuburan tanaman lu. So, enggak heran kemudian Nauru ini jadi negara yang sangat kaya raya. Tetapi kemudian dia lupa tambang itu bisa habis dan mereka tidak mengelola itu dengan bijak. Berbeda dengan Norwegia karena Norwegia udah mulai diversifikasi. Dia lakukan dengan apa? Mendirikan perusahaan investasi yang mengelola dana hasil tambang. Jadi, setiap kali negara cuan dari pertambangan di Norway yang dia lakukan apa? Duitnya enggak dipakai buat hura-hura. Kalau di Nauru langsung beli Mercedes-Benz. Tapi yang dilakukan oleh Norway no. Mereka lihat ini masa depan anak bangsa penting. So, mereka bikin lembaga SWF, sovereign world fund seperti danantara Indonesia, lembaga investasi yang dimiliki oleh negara dan sekarang itu menjadi lembaga investasi salah satu yang paling besar di dunia. Karena orang Norwegia sudah lihat dalam 100 tahun lagi, 200 tahun lagi negara kita harus tetap cuan. Dia enggak mau rakyat dan anak-anak kecil di sana kurang gizi. Mereka sudah pikirkan itu untuk jangka panjangnya seperti apa. So, mereka bikin danantara untuk Norwegia dan sekarang menjadi tulang punggung di sana. Sumber dananya dari mana? Ya, dari tambang-tambang yang mereka punya. Nauru tidak melihat itu. Nauru tidak punya visi itu. Nauru hanya punya visi tambang habis. Ya sudah. Dan negara yang sempat menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Tetapi hari ini lu pun enggak tahu negara ini udah lenyap, bangkrut, colaps. Bahkan APBN-nya aja duitnya dari mana? Sumbangan sedekah dari Australia. Ini sangat tragis. Negara yang sempat menjadi negara paling kaya di dunia, ternyata hari ini menjadi negara fariah, negara pengemis. Karena buat survive, buat hidup butuh sumbangan dari negara Australia. Ngeri ya. Ternyata pertambangan itu ya kalau dikelola dengan bijak, lu bisa jadi negara super kaya raya seperti Norwegia dan Australia. Tapi kalau tidak bijak bisa jadi seperti Nauru tambah nyungsep. Ya jujur aja Indonesia gimana ya kalau kita lihat komentar netizen ya di BENX channel Benix itu banyak juga yang anti tambang khususnya mengenai pengelolaannya. Contoh nih gua baca nih. Hei Chan Ahceh terkait tambang. Terus kenapa masyarakat Papua hasil buminya dikeruk terus tapi tetap aja sebagian besar rakyatnya hidup miskin di bawah rata-rata Bang. yang kaya hidup enak hanya segelintir masyarakatnya saja. Perekonomian di sana sangat timpang, kata Haan. Lalu ada Fandi Ahmad 173. Kalau tambang diraja 4 memakmurkan rakyat Papua, kenapa rakyat Papua seingga kini miskin sehingga mau merdeka dari jajahan Indo? Oke, jadi gini, Guys. Lu harus bedakan ya. Kita enggak bisa bilang tambang itu biadab. Tambang harus ditutup karena merugikan segala macam. Enggak. Karena ada begitu banyak bukti ya, tambang yang dikelola dengan baik justru malah mensejahterakan. Contohnya tadi yang gua bilang ya di Halmahera Tengah Maluku Utara 5 tahun yang lalu penghasilan rata-rata di sana cuma 2 jutaan. Hari ini penghasilan rata-rata di 7 jutaan. Itu kan bukti guys bahwa perekonomian di sana dengan pertambangan itu tambah naik bukan makin nyungsep ke bawah. That's a fact. Terus kenapa ada daerah-daerah yang malah tetap miskin? Ya, Pak. Simpel aja. Bukan artinya tambangnya enggak cuan, bukan artinya tambangnya tidak mensejahterakan. No, lu tahu dong tambang itu diserahkan kepada peswasta. Dia udah ngurus izin, IPAL, AMDAL, izin usaha dan lain sebagainya. Itu ribet banget loh. Dan lu kira itu murah enggak? Itu sulit. Terus ketika sudah running jalan, mereka pun masih bayar ke negara, bayar pajak, PPH, PPN, royalty. Itu semua dipajakin. Duitnya masuk ke mana? Duitnya masuk ke negara. Terus sekarang lu bicara, "Oh, tapi kenapa ada daerah yang tetap miskin?" Ya, okelah Hal Meahera tambah kaya. Tapi gua lihat masih ada daerah yang miskin. Contohnya tadi dia bilang katanya Papua. Ya oke jujur aja simpel. Karena duit yang disetorkan oleh perusahaan tambang itu naik masuknya ke negara. Terus negara mau bagi itu ke rakyat di sana gimana caranya? Pakai helikopter bawa karung bagi-bagi dari udara gitu kan. Enggak. Logikanya dia akan bagikan itu lewat APBD. Artinya lewat pemerintah daerah. Mau pemda kabupaten, Pempr atau Pemkot itu metodenya dong. Namanya bernegara ini kan bukan negara Afghanistan. Lu bagi-bagi duit dari helikopter. Enggak begitu caranya. Nah, Teman-teman di situ jadi logikanya adalah APBD-nya dikelola dengan benar atau tidak kembali ke sana. Ternyata faktanya ya jujur aja banyak di wilayah negara di Indonesia ini pemerintah daerahnya tidak amanah. Simpel aja. Bukan artinya perusahaan yang enggak bayar pajak atau enggak bayar. Enggak. Mereka bayar itu. Bahkan tanpa disuruh pun mereka bikin sekolah, bikin tempat tinggal, bikin jalan, bikin kabel listrik, PLN dan sebagainya tanpa disuruh. Karena mereka mau bisnis dong. Mereka pengin karyawan yang nyaman dong. Tapi yang salah di mana? Ya ternyata simpel aja. Di Papua lu tahu orang kalau korupsi di Papua cuman 100 miliar itu kecil. 200 miliar itu kecil, Guys. Lu tahu di Papua korupsi itu levelnya udah sampai triliunan, Guys. Jadi lu bayangin ya. Ini bukan salah pertambangannya. Tambang yang harus ditutup atau apa yang lu serang itu bukan di situ sebetulnya. Tapi pengelolaannya. Kan tadi gua udah bilang enggak mungkin duit itu dibagi-bagi dari helikopter. Enggak. duit itu masuk lewat APBD. Nah, yang kontrol APBD siapa? Pejabat daerah. Jadi, kalau dibilang bisnis pertambangan itu tidak mensejahterakan, salah, bisnis pertambangan itu tidak cuan, salah. Karena faktanya kontribusi terbesar terhadap PNBP Indonesia penerima negara bukan pajak ya sektor pertambangan. Tapi masalah pengelolaan yang dikelola oleh pejabat di daerah lu itu bagus atau bangsat, yaitu kesalahan pejabat daerah lu. Kenapa lu jadi salahin perusahaannya atau lu salahin orang yang kerja di tambang atau lu suruh izinnya dicabut segala macam itu enggak ada hubungannya. Karena kasus mega korupsi 1 triliun, 2 triliun, 3 triliun itu bukti bahwa memang duit sudah diturunkan ke APBD ke daerah itu. Masalah itu masuk ke rakyat atau masuk ke kantong pribadi. Yait memang brengsek pejabat di daerah lu itu aja. Ya, semoga ini menjawab pertanyaan loh. Bahwa bisnis tambang logikanya bisa memperkaya Norwegia, logikanya bisa memperkaya Australia, logikanya faktanya memang kalau dikelola dengan baik ya bisa memperkaya rakyat yang hidup di wilayah pertambangan itu. Tapi memang dasar lu apes. Di daerah lu, lu dapat pejabat yang bangsat. Korupsi bisa sampai 1,2 triliun. Saking banyaknya duit korupsi, dia bingung dipakai buat apa. Dipakai buat judi di Maau pejabat di daerah-daerah di Indonesia ngeri ya. Makanya, Teman-teman, lu itu harus lebih aware lagi sebetulnya yang jadi masalah itu apa? Tambangnya kah? Atau justru pengelolaan duit hasil tambangnya yang enggak aman? Apakah di level pusat ataukah di level daerah? Karena kalau kita lihat jujur ya, ya banyak pelaku usaha pertambangan di Indonesia itu yang sudah menerapkan good mining practice. Contoh kayak yang kemarin ya, perusahaan sawit tu yang kita bilang sampai dapat penghargaan proper, propernya gold lagi emas. Makanya enggak heran sahamnya aja naik ratusan persen. Kita untung dari situ ya. Thank you. Di sini gua mau kasih tahu bahwa ternyata pertambangan juga sama. Enggak semua tambang di Indonesia itu jelek. Sebetulnya banyak pertambangan di Indonesia yang bagus menerapkan good governance, menerapkan good mining practices. Karena mereka juga pengin meminimalkan dampak lingkungannya. Enggak ada loh orang yang pengin, "Oh, gua pengin bisnis buka tambang di Indonesia Timur. Targetnya bunuh orang, targetnya meracuni 1000 desa, targetnya masuk neraka." Enggak. Enggak ada, Guys. Orang itu targetnya pengin bisnis ya dengan hati yang nyaman, dengan hati yang tenang, dan syukur-syukur memberikan dampak positif bagi semua pihak. Iya dong. Yang logis lah. Lu mau berbisnis, lu bukan mau buka jasa merusak lingkungan. Enggak, lu mau bisnis. Makanya gua enggak kaget kalau banyak orang nih, contoh nih ada Harita mereka reklamasi 66 hektar lahan bekas pertambangan nikel di tahun ini. Logis ya, karena mereka mau berbisnis. Ada lagi nih perusahaan TIMA. Mereka mau buka reklamasi lahan dijadikan peternakan sapi potong. Teman-teman bisa lihat di layar kaca. Atau ada lagi nih di Bukit Asam Green Mining ada menanam pohon di lanlahan bekas tambang. Jadi kegiatan restorasi, kegiatan reklamasi, rehabilitasi lahan itu bukan hal yang aneh, Guys. Itu hal yang umum. Ya, siokyanya memang perusahaan-perusahaan banyak kok di Indonesia yang lakukan itu. Tapi enggak terekspos. Makanya lu cuma lihat jelek-jeleknya aja, berita buruknya doang, berita bagusnya. Ya, enggak separah itu. Karena banyak perusahaan yang udah aware bahwa kita harus sayang lingkungan, kita harus peduli dengan nasib orang hutan. Makanya lu jangan kaget kayak Benix aja, kita bikin perusahaan untuk restorasi lahan, untuk reforestasi hutan, nanam pohon di daerah-daerah yang tertinggal, nanam pohon di tanah-tanah yang rusak, di lahan-lahan bekas tambang, namanya bumi baru. Di situ teman-teman bisa lihat bahwa jauh nih sebelum lu bilang save the rain forest atau segala macam, enggak. Gua udah lakukan kegiatan itu karena gua pengin menyelamatkan orang hutan di Kalimantan. Teman-teman tahu satu orang hutan itu butuh 4 kg, 4 sampai 8 kg buah setiap hari. Lah gua lihat ya banyak orang merubah lahannya jadi kebon sawit ya. That's ok lah. Mereka juga butuh hidup. Cuma kalau makin banyak orang nanam sawit terus yang makan buah pohon-pohon buah-buah itu buat orang hutan kan hilang. Makanya gua punya inisiatif buat kasih makan orang hutan itu. Kita bikin bumi baru. Kita tanam di lahan-lahan bekas tambang, lahan-lahan yang kritis, lahan-lahan yang sudah rusak. karena kita mau meminimalisir dampak lingkungan dan ya memang faktanya ya banyak perusahaan juga yang sudah lakukan itu kok bukan cuman Benix bersama bumi baru. Memang kita sangat ahli di bidang restorasi lahan tapi kita lihat banyak juga kok orang-orang yang sudah lakukan itu. Nah buat teman-teman makanya kalau lu masih ada yang bingung, "Guys gua pengen kasih makan orang hutan. Guys gua pengen kayak Benix restorasi lahan tambang yang lahan rusak. Gua tapi enggak ngerti ilmu reklamasi. Gua enggak ngerti ilmu rehabilitasi. Gua enggak ngerti ilmu reforestasi." Langsung hubungin aja timnya Benix di bumi baru di nomor yang ada di bawah ini. Lu bisa menjadi bagian orang-orang yang peduli lingkungan, save the earth, dan paling penting ya selamatkan orang hutan. Karena jumlah orang hutan bukan makin banyak, tapi makin sedikit, Guys. Jadi, ya buat teman-teman khususnya orang Jakarta yang sok peduli lengkungan lah, peluk pohon segala macam, Bro, jujur aja nih, gua sih sedih banget lihatnya. Karena faktanya bumi ini butuh aksi nyata lah. Benix sudah terbukti gua udah nanam ribuan pohon keluar duit miliaran buat selamatkan orang hutan. Fakta. Dan teman-teman pun tahu gua bukan investor batu barang. Enggak. Gua peduli dengan lingkungan. Gua setuju dengan aktivitas hijau. Gua setuju dengan reklamasi, restorasi, reforestasi. Setuju gua? Gua enggak setuju dengan aksi-aksi demonstrasi enggak jelas. Bilang-bilang save lingkungan. Padahal nanam pohon aja enggak pernah. Tapi jagonya bikin propaganda menyerang bisnis yang ada di Indonesia, investasi tambang, hilirisasi, smelter yang ada di Indonesia. Padahal tidak ada aksi nyata. Kita sudah tanam ribuan pohon dari jauh sebelum lu demo-demo enggak jelas itu. Dan gua enggak kemakan dengan propaganda busuk lu. Dan teman-teman harus hati-hati karena mereka punya rencana buat menutup semua tambang yang ada di Indonesia. Ngeri. By the way, kalau menurut lu gimana, Guys? Lu setuju enggak sih semua tambang di Indonesia ini ditutup saja biar bule-boleh itu have fun bisa liburan ke Indonesia menikmati alam kita dengan biaya murah atau memang sebaiknya tambang di Indonesia tetap diolah dieksploitasi demi kebaikan bersama demi kesejahteraan kita semua cuman tetap diawasi penggunaannya dan penambangannya dilakukan secara berkelanjutan ramah lingkungan. By the way, kalian setuju ggak, Guys, kalau kita bikin part dunya ya, khusus buat membahas tambang ini lebih dalam lagi, gimana sih strategi propaganda asing ya untuk mengadu domba rakyat Indonesia? Gimana sih pola permainan George Soros supaya Indonesia gagal menjadi negara maju seperti Norwegia dan Australia? Supaya Indonesia terus-menerus diadu domba dan tambang enggak boleh lagi beroperasi di Indonesia. Penasaran enggak kalian gimana sih metode dia? Kalau lu penasaran langsung tulis komentar kalian di bawah ini pendapatmu seperti apa. Ditunggu, Guys. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]