Indonesia Wins by a Landslide! Malaysian Professor Admires Prabowo's Tariff Negotiations
Nq6cz8O3A98 • 2025-07-31
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, gila banget nih, Guys. Kemarin kan
kita habis bikin video tentang reaksi
warga negara Amerika Serikat yang pada
pusing, marah, stres. Karena menurut
mereka Donald Trump kalah. Donald Trump
kena tipu sama Presiden Prabowo. Nah,
banyak orang di Indonesia itu enggak
ngerti dan mereka banyak yang jinyir,
"He, Indonesia kalah, Indonesia
dirugikan di perang dagang itu." Karena
enggak. Faktanya kita diuntungkan.
Justru kita jauh lebih untung dibanding
Amerika Serikat. Nah, banyak orang yang
enggak percaya. Ini memang agak aneh
netizen Indonesia ini. Kalau enggak
nyinyir bukan netizen Indonesia artinya.
Tapi ya udahlah, mereka banyak yang
merasa ya itu kan orang biasa. Kalau
ahli ekonomi pasti enggak ngomong
begitu. Oke, mungkin lu bener. Makanya
gua syok pas kita dapat kiriman dari
Malaysia. Lu bayangin profesor, guru
besar dan enggak kaleng-kaleng. Karena
ini orang ya dia dulu ambil kuliah di
Yel. Itu salah satu kampus terbesar di
Amerika Serikat. PhD-nya juga dari
Harvard ya, kampus paling terkenal di
dunia. Dan yang lebih hebat lagi ya, ini
orang juga sempat jadi penasehat loh,
special advisor buat US Tracery ini
Kementerian Keuangan Amerika Serikat.
Pada saat yang sama juga dia pernah
menjabat sebagai penasehat untuk PBB ya.
Jadi enggak kaleng-kalenglah TRK record
reordnya orang Malaysia yang satu ini.
By the way, lu penasaran enggak sih?
Sebetulnya menurut sudut pandang guru
besar, profesor, ahli ekonomi Malaysia,
Indonesia itu dirugikan atau
diuntungkan? Supaya netizen enggak
tambah bego. Lu harus tambah pintar.
kita sediakan video yang satu ini. So,
jangan dikip video Benix. Let's check
this out.
So, Teman-teman, ini adalah Profesor
WoWingte. Ini adalah orang yang sangat
ahli di bidang ekonomi, di bidang
geopolitik. Dia ngajar juga di banyak
kampus. Di Malaysia dan di Amerika juga
dia ngajar di University of California.
Dan tadi guru bilang ya, dia dia lulusan
Harvard, dia lulusan Yale dan dia juga
pernah menduduki posisi-posisi strategis
loh di institusi global dunia. Nah,
anyway, gua penasaran ketika ada
teman-teman yang kirim video reaksi dari
guru besar profesor yang satu ini.
Kayaknya ini beda dengan profesor cap
kaki 5 yang suka lu lihat di YouTube.
Ini profesor beneran, Guys. Yuk, kita
lihat videonya gimana.
I would say it is a case where both SES
could announce victory and quite
convincing. And if you wish to really
say who blinks first,
I would say Trump blink first.
Oh, really?
Rather than war. You must understand
that when on April 9th when Trump
suspended his comprehensive tariffs on
the entire world for 90 days when the
suspended for 90 days he said we'll have
90 deals in 90 days.
And before uh the news yes two days ago
about the Indonesia deal, he had only
three deals in hand. One deal is the
deal with Vietnam.
agreement
agre with China not as specific as the
one that Indonesia so for someone who
sells himself as the master of the steel
when it comes to making deals he doesn't
have many deals to show
so he was very eager to bring to report
more successes as number one
jadi ini sudah resmi ya ini pernyataan
bukan bukan versi Benix, bukan versi
pemerintah juga, bukan versi buzer atau
apa. Enggak. Ini langsung yang ngomong
adalah guru besar ya. Ini ngomong
profesor Wingtin nih, profesor dari
Malaysia ya. Dia bilang tarif 19% ini
itu bisa menjadi keuntungan bagi kedua
belah pihak. Jadi ya Indonesia
diuntungkan, Amerika juga. Jadi bukan
cuman satu negara, tak hanya negara
Indonesia, namun bagi negara Amerika
Serikat juga. So, kalau ada yang bilang
Indonesia dirugikan menurut Profesor Wo,
tidak, tidak begitu. Malah kita
diuntungkan. Nah, menurut Profesor Wo di
sini penurunan tarif 19% bisa terjadi
soalnya Trump itu kalah geretak, Guys.
Dia he first dia menyerah. Maksudnya
gini, Teman-teman tahu kan di tanggal 9
April itu Donald Trump bikin pengumuman.
Hei, Guys, ini bulan April, ya. Dalam 90
hari kita bakal terima 90 deal. 90 hari
kan berarti 3 bulan. Jadi, Mei, Juni,
Juli. Deadline-nya adalah di akhir Juli.
Kalau lu enggak sampai dapat good deal
dengan Amerika Serikat, lu harus siap lu
kena blanket tarif. Jadi, lu akan kena
tarif yang jauh lebih tinggi dibanding
yang sekarang. Nah, waktu dia bikin
pengumuman tanggal 9 April itu sampai
hari ini atau ketika video ini
diluncurkan sama profesor ya cuman ada
tiga negara yang dapat deal. Sementara
sekarang udah mau tanggal 1 Agustus,
tapi baru ada tiga negara yang tanda
tangan, yaitu siapa? Inggris, Cina, dan
Vietnam. Artinya di sini kita bisa lihat
Donald Trump dalam posisi terdesak
karena di 9 April dia sudah bikin
statement dalam 90 hari ke depan gua
bakal dapat 90 deal. Because gua adalah
the master of negotiation.
Dia adalah negotiator handal. Ternyata,
Guys, ini udah detik-detik terakhir nih,
udah mau akhir Juli. Apakah Donald Trump
berhasil mencapai 90 deal? Faktanya
tidak. Bahkan sampai detik ini video ini
diluncurkan ya. Donald Trump itu baru
punya deal dengan negara Vietnam,
Inggris, Cina, Indonesia, Uni Eropa,
Jepang, dan Filipina. Jadi cuma tujuh
negara. Terus di mana 90 deal itu?
Makanya si profesor ketawa-ketawa. Jadi
Trump ini katanya ahli negosiasi
ternyata tidak begitu ahli bernegosiasi.
Lucu juga ya. Hebat nih. Jarang-jarang
ada profesor berani menyerang presiden
negara lain. Padahal dia dulu sempat
jadi penasehat loh di Kementerian
Keuangannya Amerika Serikat. Menarik,
Guys. Makanya di sini dia bilang karena
deal-nya itu dikit banget, Donald Trump
kan enggak mau. Dia kan harus jualan
sama konstituen dia bahwa dia adalah
negosiator handal. Dia pemimpin yang
luar biasa. Dia menang perang tarif. So
akibatnya dia blink first, dia kalah
geretak. Terpaksa dia tanda tangan deal
yang lebih menguntungkan Indonesia
dibandingkan menguntungkan Amerika
Serikat. Luar biasa nih assesmennya
Profesor. Jarang-jarang ya. Karena kalau
gua lihat yang di Indonesia malah ahli
ekonomi di Indonesia ngaku-ngaku orang
paling pintar. PhD lah, IO goblok.
Analisanya bodoh. Malah bilang Indonesia
dirugikan. Itu enggak ada otak gitu
orang kayak begitu. Eh malah orang
Malaysia, guru besar Malaysia. Hebat sih
gua selalu juga dia bisa baca itu bahwa
posisi Trump itu terdesak. Makanya dia
terpaksa tanda tangan deal dengan kita
yang faktanya dia itu enggak
untung-untung banget karena ada enggak
ada perang Tarif. Ini memang gua sekali
lagi gua bilang kita memang impor
gandum, kita memang impor jagung, kita
memang impor kacang kedelai, kita memang
impor pesawat terbang. Jadi sebetulnya
ini cuman kecelek aja. Jadi sebenarnya
ya Donald Trump kecelek di sini. Fakta
itu. Cuman ya itulah netizen Indonesia.
Bingung gua enggak pintar-pintar. Next.
Trump had also announced that he would
put high tariffs on countries who are
members of bricks.
Yes.
And that's why he put 50% on Brazil,
right?
Even though Brazil was running uh even
though the United States was running a
balance of payment surplus against
Brazil. So he promised to impose uh
tariffs on countries in bricks. Okay.
If you look at Southeast Asia
only Indonesia is a member of bricks.
Malaysia is still observer status hasn't
applied for full membership. Thailand
also observer status has not has chosen
not to apply for membership. So only
Indonesia had stepped boldly forward. to
take full membership.
Okay.
And was he punished? Clearly he has not
been punished. And this is because
Indonesia is very important.
ASEAN is very important to the US
calculation in confrontation with China.
It definitely doesn't want ASEAN to be
on the other side. Okay.
Of the 70
million people living in ASEAN, 30
million of them live in Indonesia.
That's right.
And that is clearly the single most
important country and the country with
the highest economic potential in the
future.
Okay.
So when I say Trump blink, it is not
only because of the future economic
importance of Indonesia, it's also the
present geostrategic importance of
Indonesia.
Oke, menarik-manik nih, Guys. Tapi satu
sedikit tambahan dari gua. Dia bilang
tadi ada 70 juta rakyat tinggal di Asia
Tenggara. 30 juta tinggal di Indonesia.
Ini sedikit koreksi profesor lu jangan
tersinggung ya. Ada 700 juta sebenarnya
700 juta penduduk yang tinggal di Asia
Tenggara 300 juta ya hampir 300 juta
Indonesia kan sekitar 280 jutaan itu
dari Indonesia. Yang dia mau bicarakan
konteksnya di sini adalah dari segi
populasi Asia Tenggara ini powerful. 700
juta jiwa penduduk itu tinggal di Asia
Tenggara. Dan menurut Profesor Wo itu
penting loh bagi strategi Amerika
Serikat. Kalau dia mau menjadi penguasa
dunia, dia harus mendapatkan dukungan
dari ASEAN. Makanya dia kasih riset yang
sangat baik sih. Dia kasih data bahwa
Trump itu ngenain tarif sangat tinggi
buat Brazil. Kenapa Brazil itu kena
tarif 50%, Indonesia cuma 19%? Kok
Brazil kena tarif 50%? Karena dia
dipanish, dia dihukum. Karena namanya
Brazil itu huruf B ada di dalam alfabet
bricks. Brazil, Rusia, India, China.
Nah, karena huruf dia ada di situ tuh
paling depan tuh Brazil dia dapat tarif
yang sangat tinggi 50%. Yang jadi
pertanyaan dan ini sangat menarik,
Brazil anggota Bricks dapat hukuman
tarif yang sangat tinggi. Indonesia
adalah negara ASEAN di Asia Tenggara,
satu-satunya negara ASEAN yang menjadi
anggota BRIX. Good news nih, Guys. Buat
kamu para investor saham yang mau
bergabung di Benix Investor Group,
sekarang kita ada diskon khusus 17%
hanya untuk 17 orang pertama yang
mendaftar sebelum 17 Agustus 2025. Jadi,
kamu dapat diskon besar. Tadinya bayar
Rp50 juta untuk setahun, sekarang
tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu
apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang
juga loh. Karena cuma di Benix Investor
Group kamu bisa datang investigasi
langsung bareng Benix. Namanya Big
Investigation. seperti investigasi
BENXIX di perusahaan kelapa sawit yang
ada di Bangka Belitung, perusahaan yang
ada di Sumatera, perusahaan yang ada di
Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat
akses langsung ketemu dengan direktur
perusahaannya, ngobrol bareng sama
manajemen perusahaannya, bahkan lihat
langsung operasional perusahaannya
seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu
kan real, jangan sampai lu investasi
bodong. Itu namanya beli kucing dalam
karung. Makanya penting buat kalian bisa
ikut di Big Investigation. Bukan cuman
itu, Guys. Kita juga ada namanya Big
Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng
santai lah. Kita selalu bikin nih ngopi
santai bareng Benix. Ada di Singapura,
ada di Jakarta, ada di Semarang, di
Jogja, di Bali, di mana-mana lah.
Teman-teman bisa ikut buat ngobrol
langsung tentang investasi kamu. Nah,
buat Teman-teman yang enggak bisa hadir
secara fisik, kita juga ada pertemuan
online. Jadi, sebulan ada tiga kali
every weekend live langsung sama Benix
bisa tanya jawab langsung soal
perjalanan investasi kamu. Kita juga ada
sharing, kamu bisa dapat rekamannya,
video-video edikasi khusus untuk Benix
Investor Group. Nah, yang seru kita ada
gala dinner. Next. Gala dinner itu di
tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu
harus segera daftar karena kita akan
mengundang direktur dari perusahaan yang
omset-nya ribuan triliun, Guys, buat
berbagi ngobrol bareng gimana sih
strategi investasinya di tengah perang
tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten
apa aja yang siap atau bahkan enggak
siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa
ada opportunity yang kita bisa dapat.
Makanya penting banget buat kamu bisa
join ke gala diner Benix setahun sekali
kita adakan next gala dinner di tanggal
29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera
daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat
ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang
pertama yang daftar sebelum 17 Agustus
2025. Segera kunjungi www.benix.id atau
hubungi nomor yang ada di bawah ini
08113220886.
Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu
menjadi bagian dari komunitas saham
paling seru di Indonesia bersama Benix
Investor Group. Pertanyaannya,
kenapa Indonesia tidak dihukum? Brazil
dihukum sama Amerika Serikat. Eh, lu
anak bandel lu ya? Lu ikut geng sebelah
ya, lu ikut geng bricks ya, lu gua hukum
50%. Pertanyaannya
Indonesia juga join sama Bricks. Tapi
sampai detik ini Trump tidak berani
menghukum Indonesia. Kenapa? Menarik ya.
Bahkan lebih menarik lagi, Indonesia
yang anggota BRIS hari ini tarifnya 19%
jauh lebih rendah dibanding Malaysia
yang bukan anggota BRIS tapi tarifnya
25%. Hmm. Jadi bertanya-tanya enggak loh
kenapa Trump takut sama Indonesia tapi
berani sama Brazil? Ini adalah pertanda
kalau lu bisa mengerti situasi
geopolitik dengan baik ya ini pertanda
bahwa memang Donald Trump itu sebetulnya
tidak ngincer Indonesia. Donald Trump
bukan bercita-cita untuk mengangkangi,
menguasai, menaklukkan Indonesia.
Enggak. Di sisi lain, bisa jadi ini
adalah kode dari Donald Trump memberikan
deal yang menguntungkan Indonesia supaya
Indonesia makin mesra sama Amerika
Serikat. Coba lu pikir dengan baik,
kalau niatnya Amerika Serikat pengin
menginjak-nginjak bangsa kita, ya
seharusnya kita kena tarif 50% dong.
Dianggap musuh dong, sama seperti
Brazil, anggota BRI juga. Faktanya kan
enggak. Artinya di sini Donald Trump
melihat Indonesia punya potensi menjadi
negara dengan kekuatan ekonomi yang luar
biasa. Itu yang pertama. Dan yang kedua
bisa menjadi negara dengan kekuatan
geopolitik yang luar biasa di kawasan
Asia Tenggara. Artinya apa? Ini adalah
pengkaderan. Kalau suatu waktu terjadi
perpecahan perang dunia 3 dan sudah
pasti akan terjadi, Amerika melihat jauh
lebih baik kalau negara terbesar di
ASEAN pemimpin Asia Tenggara Indonesia
berada di pihak Amerika Serikat. Karena
kalau kita negara Asia Tenggara terbesar
memutuskan bergabung dengan Cina, yang
terjadi apa, Guys? Ya akan terpotong
jalur logistik mereka dari sekutunya
yang ada di Selandia Baru dan Australia.
Jadi memang betul sangat penting bagi
Amerika Serikat buat menjaga hubungan
baik dengan Indonesia. Dia enggak berani
juga terlalu nekan kita. Karena semakin
kita ditekan oleh Barat ya kita akan
kedorong lama-lama mendekat ke timur.
Tentu merugikan posisi Amerika Serikat.
Dan gua setuju dengan Profesor Wo bahwa
ya Trump sedang bangun kubu nih
bersiap-siap untuk berperang lawan Cina.
Dari sini kita bisa lihat ya even
profesor guru besar dari Malaysia juga
bisa lihat bahwa peran Indonesia itu
sangat strategik. Indonesia tidak
semudah itu bisa dibodoh-bodohi.
Indonesia tidak semudah itu bisa
diinjak-injak. Bahkan Donald Trump
Amerika Serikat sendiri sangat
berhati-hati dalam berhubungan dengan
Indonesia. Karena dia salah strategi
sedikit aja kita geser ke Cina, habis
sudah kawasan Pasifik akan takluk di
bawah Cina. Ya, karena suka enggak suka
ya, Selat Malaka adalah selat paling
padat di dunia. kapal, mau dari Eropa,
mau dari Cina, mau dari Jepang, mau dari
India, mau dari Indonesia, mau dari
Australia, most likely harus masuk dari
Selat Malaika. Karena kita memisahkan
dua benua besar, benua Asia dengan benua
Australia. Dan kita juga menghubungkan
dua samudera besar, Samudra Pasifik dan
Samudra India. Jadi memang arus
perdagangan dunia, arus kapal induk,
kapal selam, pesawat terbang, mau enggak
mau pasti melintasi Asia Tenggara adalah
sangat penting bagi Cina. dan Amerika
Serikat buat membina hubungan baik
dengan negara sepenting Indonesia. So,
menarik ini, Guys. Hebat ini profesor
ekonomi. Tapi dia sudah punya visi
melihat ini bukan soal pertarungan
tarif. Ini bukan cuma soal perang dagang
dan ekonomi. No. Tapi dia melihat
tentang strategi perang dunia 3. Nah,
kalau menurut lu gimana, Guys? Indonesia
sebaiknya bergabung ke Cina, merapat ke
Cina atau bergabung ke Amerika Serikat?
Tulis segera di kolom komentar di bawah,
ya. Next.
As a nonsensical objection. Okay. The
fact that the reduction was so big,
the reduction was so big largely because
Vietnam basically committed to limit the
reexport of goods from China to the
United States. Right?
Vietnam is a lot closer to China than
Indonesia. So a lot of it was coming
through Vietnam rather than through
Indonesia. So that large number was to
the large cut was because Vietnam has
now committed to severely limit the
Chinese the the transhipment. Yes.
And furthermore, I think that the
Americans have also pressed on
limitations
on Chinese investment
in Vietnam and the Vietnamese certainly
have agreed to that too. So the
important thing is if you are going to
be hit who gets hits more? Well, they
are about hit about the same. One is 20%
one is 19% 1% difference. But the fact
that he makes it 1% lower than Vietnam
is really a gesture of yes, I think we
you got a better deal than Vietnam. That
is a Trump signal as far as I can.
Menarik nih, guys. Dia berbicara tentang
bahasa kode. Ingat ya, yang baju merah
jangan sampai lolos.
Yang baju merah jangan sampai lolos.
[Musik]
Cerewet
nih ngomongin Cina nih. Cina sama
Vietnam ini mereka lebih brother nih.
Sama-sama punya orientasi komunis,
sama-sama punya sejarah masa lalu yang
erat dan faktanya per hari ini juga
sama-sama mitra dagang yang paling
powerful. Sampai-sampai Cina aja kalau
mau ekspor diam-diam selundupan ya dia
ekspor dari pelabuhan-pelabuhan yang ada
di Vietnam. Selama ini mereka
happy-happy aja seolah-olah bisa
mengelabui Amerika Serikat. Tapi Amerika
Serikat juga udah punya data. Hei gila
hampir 50% loh barang-barang yang keluar
dari Vietnam itu sebenarnya barang Cina.
Cuma numpang lewat reekspor kalau
istilahnya Profesor Wo tapi kalau di
dunia dagang ya kita bilangnya
transhipment. Nah di sini dia juga mau
bilang bahwa sebetulnya Indonesia itu
dapat kemenangan dibandingkan Vietnam
karena pengurangan tarif Indonesia
dibandingkan dengan Vietnam ini
sebetulnya pengurangan yang jauh lebih
besar walaupun cuma beda 1%. Karena di
Vietnam itu ada syarat lagi. Kalau lu
terdeteksi barang yang adalah barang
buatan Cina tapi diekspor dari pelabuhan
Vietnam, lu bakal kena ekstra tarif 40%.
So, 40% + 20% lu bakal kena tarif 60%
kalau barangnya dari Vietnam. Nah,
Indonesia gimana? Indonesia kena 19%
tapi kita tidak dikenakan ekstra 40%
kalau barangnya reekspor dari Cina.
Well, at least sampai detik ini belum
ada statement itu dari Amerika Serikat.
Artinya ya secara natural ya kita itu
punya tarif jauh lebih rendah dibanding
Vietnam. Karena semua orang sudah tahu
barang-barang yang keluar dari pelabuhan
Vietnam ya hampir 50% barangnya made in
Cina sebetulnya. Jadi cuman ganti
packaging doang cuman mau numpang
pelabuhan. Nah, satu hal yang menarik
ini gua sering bilang, kenapa Indonesia
dapat 1% lebih rendah daripada Vietnam?
Itu adalah bahasa kode. Kode apa? kode
simbol bahwa ya Amerika Serikat itu
pengin lebih mesra dengan Indonesia dan
dia juga pengin Indonesia tahu bahwa gua
memperlakukan lu lebih spesial loh
dibanding si Vietnam. Dan ini adalah
kode keras khususnya buat pengusaha yang
ada di Cina. Kalau lu masih pengen
bisnis dengan Amerika Serikat, kalau lu
masih pengen ekspor kabel tembaga lu, lu
masih pengen ekspor pipa lu, hasil
manufacturing lu, mesin-mesin lu ke
Amerika Serikat, lu enggak bisa lagi
kirim dari Cina karena tarifnya di atas
50%. Lu enggak bisa lagi kirim dari
Vietnam karena tarifnya lebih mahal dari
Indonesia. Better lu pindah dari pabrik
lu dari Cina ke negara lain. Tentu
enggak ke Malaysia dong karena 25%. Ke
mana? Ke Indonesia. Makanya di sini
Indonesia betul-betul diuntungkan.
Karena kalau di Vietnam udah kedetect,
eh ini barangnya sebenarnya made in
Cina, lu bakal kena tarif sampai 60%.
Nah, ini sebetulnya gua yakin ya kalau
manusia normal itu pasti udah bisa lihat
que ini lah bahwa kita dapat deal yang
lebih bagus dan paling bagus sebenarnya
di Asia Tenggara dibandingkan kompetitor
kita yang lain khususnya di bidang yang
berhubungan dengan manufacturing seperti
Malaysia dan Vietnam. Herannya ya kenapa
sampai detik ini di Indonesia masih aja
di yang dibilang adalah kabar buruk
kabar buruk Indonesia kalah perang.
Enggak. Bukan Benix itu pro pemerintah
atau pro Prabowo. Enggak. Enggak. Ini
enggak ada hubungan. Ini kita ngomongin
tentang logika berpikir aja. Sampai si
profesor Malaysia aja bilang, "Ya kita
memang diuntungkan." Itu fakta by data
aja lah kita memang diuntungkan. Next.
And I there are of course sectors that
would be hurt by this trade deal.
There are winners and there are losers
and what has identified are all the
losers. They haven't identified the
winners on the Indonesia side. The
losers are certainly most likely the
food production in agriculture food
production in Indonesia is mostly for
the domestic markets and if you look at
uh the industrial farming of chickens in
America that makes American chickens
cheaper than even in Malaysia and
elsewhere.
Wow. So they the chicken uh producers in
Indonesia would certainly be hit by this
cheaper frozen chicken from Indonesia
from the United States.
Then some crops like corn the US would
be able to sell corn cheaper
cheaper
than growth in Indonesia. But you look
at the other Venus. The other Venus are
manufacturing products produced by
Indonesia. Indonesia is a country that
is still industrializing and it to to
climb up the value added ladder, it has
to keep on exporting higher and higher
value added industrial goods.
Right?
Indonesia.
Oke, menarik nih. Jadi di sini profesor
sudah bilang ya, kita bahas dari depan
bahwa resmi menurut Profesor guru besar
ekonomi dari Malaysia, Indonesia menang.
Indonesia menang.
The winners on the side.
The winners on the Indonesia side.
The winners on the side. Jadi di sini ya
sekali lagi membuktikan bahwa ya seluruh
dunia lihat dengan mata kepala kalau lu
manusia waras ya bahwa Indonesia itu
menang di perang dagang ini dan kita
diuntungkan. Terus Pak gimana soal
tembaga? Gimana soal data? Nanti kita
bikin video khusus soal itu. Jangan
khawatir. Tapi di sini gua mau menjawab
pertanyaan dari orang-orang yang lain
bahwa menurut ahli ekonomi gimana sih
sebetulnya di luar sana kita ini
diuntungkan atau tidak? Ya resmi guru
besar ekonomi penasehat Kementerian
Keuangan di Amerika Serikat. Penasihat
di PBB juga bilang seperti itu. Nah,
satu yang jelas dia bilang ya di sini
sekali lagi dia membuktikan poin gua itu
betul. Berulang kali gua bilang industri
manufacturing kita akan diuntungkan
karena akan makin banyak investasi yang
masuk dan akan makin kompetitif
barang-barang kita yang kita ekspor ke
luar negeri. Karena substitusinya mereka
let's say kita pun kena tarif 19% buat
alas kaki kita misalkan nih. Tapi
kompetitor kita siapa? Kompetitor kita
kayak Bangladesh, India atau Vietnam.
Tarifnya di atas kita. Artinya barang
kita lebih menang lebih menang. So, itu
salah satu contoh aja. Tapi ada satu hal
yang menarik dia bilang bahwa soal
pangan. Menurut mereka Indonesia
dirugikan dari sisi pangan. M gua sudah
berang kali membantah soal ini. Kenapa?
Karena ada enggak ada perang tarif
dengan Donald Trump. Indonesia memang
impor jagung. Indonesia memang impor
kacang kedelai. Indonesia memang impor
gandum dari luar negeri. Itu adalah
fakta. Dan kalau seandainya tarifnya
dibikin jadi 0%, apakah merugikan kita
sebagai mayoritas penduduk Indonesia?
Tidak. Malah harga pangan bisa makin
murah, makin terjangkau. Iyalah, karena
pajaknya jadi lebih murah dong. Walaupun
sebetulnya dari dulu juga sebetulnya
tarif untuk impor beberapa jenis bahan
pangan itu memang 0% sih. Jadi memang
Donald Trump itu ketipu, Guys. Nah,
khusus buat jagung nih gua mau mention
nih. Nah, khusus untuk impor jagung nih
Profesor Wo gua mau perbaiki data dia
juga. Dia juga salah nih. Karena ada
enggak ada Donald Trump Indonesia.
Faktanya tahun lalu kita itu memang
impor 1,3 juta ton jagung. Profesor gua
koreksi loh. Jadi memang kita importir
jagung. Kita bukan eksportir jagung. No.
Indonesia ini penduduknya terlalu banyak
tapi hasil produktivitas petaninya
terlalu rendah. Suka enggak suka orang
Indonesia hobi beranak. Jadi memang
butuh banyak pangan. Nah, buat jagung
kenapa sih kita itu impor? Ya,
Teman-teman tahu ya, kenapa ini justru
malah adalah momentum yang bagus. Ini
khusus ya buat jagung atau kacang
kedelai itu sebetulnya di negara asalnya
itu lebih banyak habis untuk makanan
ternak pun kita bawa ke sini juga ada
begitu banyak varietas jagung lah. Ada
khusus manusia, ada khusus ternak, ada
khusus sayur, ada khusus buat diambil
etanolnya, diambil gulanya buat jadi
bensin dan lain sebagainya. Tapi yang
gua mau bilang adalah kenapa ini bagus?
Karena ini bisa menekan inflasi. Inflasi
itu apa? Kenaikan harga bahan. Misalkan
lu sembako beli bawang makin mahal, lu
beli beras makin mahal, lu beli cabe
makin mahal, lu beli ayam makin mahal.
Kan orang stres bisa-bisa demonstrasi di
mana mana. Nah, salah satu strategi buat
menekan angka inflasi yaitu mengurangi
harga bahan pangan. So, gimana cara
ngurangin bahan pangan? Apa untungnya?
Gini, Guys. Ada enggak ada Donald Trump?
Ya, kita itu impor jutaan ton jagung
nilainya di atas 3 triliun setiap tahun.
Nah, kenapa ini penting dan kenapa dia
jadi bisa ngurangin inflasi, Pak?
Simpel. Lu suka makan telur kan
pagi-pagi atau suka makan ayam atau lu
suka makan daging sapi? Mereka itu bahan
bakunya apa sih makanan mereka? Ternyata
bahan pangannya adalah jagung. Bisa juga
sih pakai bungkil, kedelai, dan lain
sebagainya. Tapi jagung banyak digunakan
oleh industri pertanian dan peternakan
di Indonesia. Jangankan itu ya,
jangankan ayam atau sapi, ikan, tambak
ikan aja itu banyak pangannya itu
berasal dari jagung. Nah, kalau harga
jagung makin murah, artinya harga daging
sapi, harga daging ayam makin naik atau
makin turun? Nah, coba lu jawab sendiri
deh. Karena komponen paling besar,
paling mahal dalam biaya produksi 1 kilo
daging ayam itu adalah pangannya.
Komponen paling mahal dalam 1 kilo
daging sapi yang lu suka itu adalah
bahan pangannya. Nah, kalau harga jagung
which is yang bahan pangannya si sapi
lah, bahan pangannya si ayam itu makin
murah. Artinya harga jual daging sapi
dan daging ayam seyogyanya harusnya
makin murah yang artinya bisa mengurangi
harga beli kalian konsumen nanti ketika
belanja di pasar. Nah, ini menurut gua
salah satu strategi jenius sih bahwa
kita sambil menyelam minum air sambil
memanfaatkan perang dagang ini memang
ada enggak ada donat memang kita impor
itu semua dari luar negeri. Ya udah
sekarang kita bikin impornya dari
Amerika. Di saat yang sama kita bisa
manfaatin momen ini buat menekan harga
bahan pokok di Indonesia. Ketika har
inflasi turun, negara jadi punya ruang.
Ruang buat apa? Ruang buat cetak duit
dalam bentuk apa? Ya, suku bunga jadi
bisa diturunin. Artinya, Teman-teman,
jangan heran kalau dalam beberapa bulan
terakhir gua tuh dapat laporan negara
udah mulai bikin helikopter duit turun
dari langit. Beberapa orang gua yakin lu
tahu dapat duit sampai Rp600.000 ya
masuk ke rekeningnya ekstra gaji dari
negara. Kenapa negara bisa punya ruang
buat itu? Enggak takut inflasi bagi-bagi
duit. Ternyata situasi geopolitik lagi
berubah nih, Guys. Dulu gua bilang
Indonesia bakal menuju inflasi
tertingginya. Ya, gua masih percaya itu.
Tapi terpending nih sepertinya kalau
negara berhasil menekan inflasi dari
bahan pangan. Artinya, negara punya
ruangan nih buat nurunin suku bunga.
Negara punya ruangan nih buat
projek-projek populisnya mereka ya.
Salah satunya apa? Ya mungkin lu bakal
bisa dapat diskon listrik atau lu
mungkin dapat gaji gratis tuh duit turun
dari langit Rp600.000 R000 per bulan ya
atau subsidi yang lain lagi kita enggak
tahu. Tapi semua ruangan itu bisa
terjadi karena ada perang dagang. Ini
menarik ya. Nanti kita bikin satu sesi
khusus sih kalau lu setuju terkait
dampak perang dagang ini dengan emiten
saham yang lu pegang khususnya di bidang
pertambangan. Teman-teman setuju enggak
kalau kita bikin satu video khusus
tentang perusahaan apa sih emiten apa
sih yang paling diuntungkan dan paling
dirugikan dengan adanya perang dagang
ini? Well, anyway konklusinya kita tutup
aja daripada kita berpanjang cerita lagi
bahwa ya semoga Indonesia udah enggak
lagi goblok dan tolol dan diadu domba
bahwa narasi-narasi yang bilang
Indonesia dirugikan itu salah. Faktanya
luar negeri profesor, guru besar
sekalipun dari negara Malaysia yang
mungkin lu banyak yang jadi hater
seorang Malaysia ya. Padahal mah lu
harus netral. Kalau dia bilang benar ya
benar, kalau salah ya salah. Ya,
ternyata dalam kasus ini memang faktanya
Indonesia diuntungkan dengan perang
dagang Amerika Serikat ini. Hmm, menarik
ya. So, menarik nih, Guys. Gimana kalau
guru besar Malaysia aja sudah mengakui
bahwa Indonesia diuntungkan dari perang
dagang ini?
The winners on the side.
The winners on the Indonesia side.
The winners on the side.
Menurut lu, kenapa banyak media-media di
Indonesia yang bilang Indonesia
dirugikan? Ya, apa alasannya? Dan
teman-teman setuju enggak kalau kita
bikin video lanjutan khusus spesifik
membahas tentang bisnis tembaga yang
katanya si Donald Trump minta dan
ternyata gua lihat narasinya semua
palsu, bodoh, dan salah total. Yang
kedua soal data pribadi. Apa betul
Indonesia itu dipaksa buat menyerahkan
data ke Amerika Serikat atau itu cuma
narasi pembodohan saja dari media-media
peliharaan asing? Dan yang paling
penting adalah yang ketiga pertanyaan
gua. Kalau betul-betul pecah perang
dunia 3, menurut kalian segera tulis di
kolom komentar ini. Menurut kalian,
Indonesia sebaiknya bergabung dengan
kubunya Cina atau kubunya Amerika
Serikat. Oke, guys. Semoga video ini
menjawab pertanyaan lu sebetulnya ya
menurut ahli ekonomi di luar sana,
Indonesia ini diuntungkan atau dirugikan
ya dengan tarif 19% ini. Semoga sekarang
jadi makin jelas. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:40 UTC
Categories
Manage