Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo, selamat pagi, Guys. Happy Weekend. Sekarang kita mau bikin serial baru. Ini khusus buat teman-teman yang dari kemarin minta, "Omix, kasih dong sharing apa sih ilmu saham itu." Tapi yang paling basic banget karena ternyata banyak juga loh yang masih belum ngerti saham. Jadi, Teman-teman dalam 10 pertemuan ke depan alias dalam 10 video ke depan kita akan membuat video spesifik khusus kamu yang pemula saham untuk tahu apa itu saham. So, tunggu apa lagi, Guys? Yuk, langsung aja kita bahas saham untuk pemula itu seperti apa. Jangan dikip video ini. Let's check this out. [Musik] Jadi, buat Teman-teman yang belum tahu ya, saham itu bisa diartikan sebagai penyertaan modal lah bagi seseorang atau badan usaha kalau mereka mau bikin bisnis. Gampangnya gini, kenapa penting bikin jadi saham? Karena misalkan lu mau bikin usaha warung bakso butuh modal Rp10 juta. Kalau modalnya dari lu sendiri mungkin lu merasa berat. Lu kumpulinlah 10 orang ada A, B, C, D, E, terus sampai lu terkumpul Rp10 juta masing-masing ngasih R juta. R juta, R1 juta. Dalam perjalanannya ternyata kamu bisa profit. Ketika bagi profit lu tinggal gampang aja. A itu punya 10% dari PT bakso Indonesia. Berarti kalau cuannya tahun ini R00 juta, A terima 10%nya dia akan terima Rp50 juta begitu terus. Itu yang namanya dividen. Nah, kenapa kita perlu mempersatukan modal? Karena ini yang ngajarin VOC, Guys. Jadi, VOC di Belanda itu adalah perusahaan publik yang pertama kali didanai dari hasil patungan rakyat di Belanda. Mereka tahu, "Hei, di Maluku ini ada NAMC, di Maluku ini ada pala, di Maluku ini ada merica. Semuanya rasanya enak, harganya sangat mahal. Tapi kalau kita berlayar, kita beli satu kapal, nyungsep, tenggelam, rugi. Minimal kita investasi tiga kapal, tapi enggak ada duit. So, apa yang dilakukan? Kita patungan yuk. kita patungan, chip in, lu kasih sejuta, sejuta, sejuta, sejuta, juta patungan biar kita bisa kirim tiga kapal. Itulah sejarah kemungkinan VOC menjadi perusahaan trading nomor satu di dunia. Karena banyak orang bersatu padu untuk berbagi resiko berinvestasi di sebuah perusahaan kapal yang kemudian menjadi perusahaan penjajah terbesar di dunia dan terkaya. Nah, pentingnya penyertaan modal ini ya tentu saja patokannya adalah buat bisnis. Jadi, bisnisnya memang harus real, harus jalan. Dan kalau lu beli sahamnya, lu juga mendapatkan hak. hak buat dapat bagi hasil namanya dividen. Dan lu juga punya hak untuk mendapatkan akses terhadap apa? Ya, laporan pendapatan perusahaan. Lu bisa ikut RUPS-nya mereka. Lu juga bisa review aset perusahaan seperti apa. Lu juga berhak untuk bertanya jawab dengan direksi perusahaan itu. Jadi, penyengertian saham ya bisa dianggap lu sebagai pemilik perusahaan juga. Makanya lu berhak mendapat bagi hasil kan dan berhak juga dapat informasi dari perusahaan yang lu invest. Ini yang membedakan saham dengan arisan biasa. Nah, yang kedua saham itu juga bisa berfungsi sebagai pilihan investasi. Kenapa? Karena saham ini kalau di bursa effectf lu belinya perusahaan terbuka, saham ini masuk dalam kategori surat berharga, Guys. Kok bisa? Ada begitu banyak surat di dunia ini. Contoh, lu punya surat cinta dari mantan lu ya waktu SMP. Hari ini lu masih keep. Oke. Lu kalau baca surat itu lu menangis karena di situ lu mewujudkan rasa cinta lu begitu luar biasa dari mantan lu yang tersayang itu yang sekarang mungkin sudah berada di dunia lain ya. Tetapi ada harganya enggak kalau lu bawa surat itu ke bank bisa enggak jadi jaminan hutang? Kan enggak. Jadi enggak ada valuasinya itu barang. Nothing. Sama-sama surat. Ada enggak, Pak, surat yang betul-betul berharga yang bisa punya harga jual? Ada. Contoh surat rumah lu tuh lu bisa jual tuh. Lu bisa bawa ke bank, lu bisa bawa ke koperasi jadi duit. Artinya suratnya berharga. Oke. So, saham itu termasuk kategori surat yang berharga karena lu bisa perjual belikan, ada valuasi di dalamnya, ada value di dalamnya. dan dia juga menjadi bukti kepemilikan lu atas penyertaan modal lu di sebuah perusahaan atau perseroan terbatas. Mau Tbk maupun private tertutup, itu bukti lu sebagai pemilik perusahaan. Even kamu cuma punya satu lembar perusahaan, lu juga adalah pemilik perusahaan. Tentu bersama-sama. Tapi kan, Pak, enggak fair dong kalau gua punya 100 lembar, si Paijo cuman punya satu lembar, terus si Paijo ngatur-ngatur. Betul enggak fair. Makanya ada yang namanya RUPS. Lu semua memang berhak hadir di RUPS. Paijo punya satu lembar berhak, Ngatimin punya tujuh lembar juga berhak datang ke RUPS berhak voting. Tapi nanti yang akan dijalankan belum tentu sarannya Paijo atau Ngatimin. Enggak karena harus ada fairness-nya. Jangan lu sahamnya lu 500 lembar, yang satu lembar ngatur-ngatur. Kan aneh juga. Makanya nanti akan divoting. Harus quorum 50% lebih banyak harus dijalankan. Kalau hasil keputusan mayoritas ya 50% plus 1, mayoritas setuju. Perusahaan harus beli perusahaan X yang ada di Malang. Perusahaan harus buka cabang di Papua itu dibawa di RUPS dan RUPS sudah setuju ya itu akan dijalankan oleh perusahaan. Jadi ngatimin cuman satu lembar enggak bisa ngatur. Yang ngatur adalah gabungan voting saham-saham yang ada di perusahaan itu. Jadi satu ngatimin enggak ngaruh. Tapi kalau ada 1000 ngatimin ya jadi ngaruh. Makanya fair. Dan dengan lu memiliki saham, artinya lu punya kesempatan juga mendapatkan dividen. Dividen punya nilai rupiahnya. Makanya saham itu berharga, surat yang berharga. Dan yang lebih penting lagi, saham itu lebih liquid dibanding lu beli apartemen. Kan susah kan sampai hari ini jualan apartemen. Nah, kalau saham lu mau jual kapan aja jauh lebih mudah dibandingkan lu jual beli properti misalkan. So, saham itu juga berfungsi sebagai salah satu pilihan investasi yang paling baik. Nah, yang ketiga. Ketiga ini gua selalu bilang ya, ada tiga jenis investasi. Investasi yang produktif, nonproduktif, sama investasi ngarep. Kalau lu beli krypto koin yang enggak jelas, lu beli harganya hari ini 700 perak. Kalau dia mau naik ke 1.000 atau 2.000, gara-gara apa? Apa ada fundamental bisnisnya? Enggak. Belum tentu. Adanya apa? Ngarep. Ya, lu ngarap ada orang yang lebih bodoh dari lu. Lu beli di harga 700, dia mau rela beli di harga R.200, lu profit. Itu investasi ngarep, enggak bisa begitu. So, make sure lu investasi masuk ke kategori yang pertama atau yang kedua paling parah. Apa? Yang pertama dan kedua investasi di aset yang produktif atau aset yang tidak produktif? Kalau kamu beli tanah, itu adalah aset yang tidak produktif. Bisa untung enggak? Bisa kalau seandainya nilainya naik terus, namanya capital gain. Tapi jauh lebih bijaksana kalau aset tanah kamu diolah orang jadi kebon jagung, jadi sawah, nilainya capital gainn-nya tetap ada, valuasinya naik terus dan kamu bisa dapat hasilnya. Kamu setahun bisa panen dua kali jagung kamu. Kamu setahun bisa panen dua kali padi kamu. Atau propertinya bukan tanah lah. Propertinya yang kamu beli adalah hotel atau kos-kosan. Setiap hari, setiap bulan menghasilkan cuan buat kamu. Itu adalah jenis aset yang produktif. Makanya teman-teman kalau gitu investasi saham masuk ke kategori yang mana? Dia bukan ngarep. Dia juga tidak produktif karena lu membeli sebuah perusahaan dan perusahaan itu harus sedang bekerja berjalan operasional dan produktif. Karena ketika dia produktif dia bisa menghasilkan laba. Ketika dia menghasilkan laba, dia bisa menghasilkan profit yang bisa dibagi yang namanya capital gain. Itulah bagi hasil usaha panen raya padi kamu. Ada perusahaan yang bagi dividen, bagi panen raya setahun dua kali, setahun sekali, setahun empat kali, ya terserah mereka lah. Kalau di Amerika banyak yang bagi dividen tuh setahun sampai empat kali. Di Indonesia rata-rata setahun sekali. Jadi, buat teman-teman yang investor saham harus pahami tindakan yang lu lakukan adalah investasi yang terukur. Karena bukan investasi ngarep, karena bukan investasi yang nonpruktif. lu ada investasi ke aset yang produktif. Jadi ketika lu mau beli sebuah saham, lu akan membeli sebuah sawah, lu akan membeli sebuah pabrik, itu sama. Lu harus cek lokasinya di mana, hasil panennya bagus enggak, konsisten enggak operation-nya, dia hapus enggak hamanya, bisa melawan kompetitor enggak, itulah dan lu akan diberikan penghargaan. Yaitu apa? Kalau bisnisnya naik terus, berarti harga saham lu naik terus. Itulah capital gain, nilai tanah lu naik terus. Kalau seandainya tidak naik terus, minimum lu masih dapat bagi hasil usaha yang namanya dividen. Jadi dari sini lu sudah bisa lihat kalau investasi di perusahaan yang bagus, minimal kamu dapat keuntungan dua ya dengan membeli sahamnya. Yaitu bisa dapat dari capital gain dan bisa dapat dari deviden. Enak loh. Tapi kalau Benix lu udah tahulah Benix lebih pilih capital gain atau dividen. Ada yang tahu enggak jawabannya di bawah? Nah, yang keempat guys, kenapa harus investasi saham? Dan buat pemula ini penting selalu ya investasi saham itu kelihatannya bagus. Tapi ada juga yang namanya resiko. Karena namanya setiap investasi pasti memiliki resiko. Begitu juga dengan saham. Yang pertama ada resiko perusahaan itu tidak cuan malah rugi. Utang bank bangkrut lu jadi tidak dapat deviden. Mungkin enggak? Sangat mungkin. Karena namanya bisnis ada siklus, ada naik turun. Bahkan pengusaha sebesar batu bara aja ada siklus. Bisnis batu bara. Kadang-kadang harganya tinggi, kadang-kadang harganya rendah. So, enggak akan selalu mereka membagi dividen tergantung juga. Nah, yang kedua ada bisa jadi capital loss. Nah, ini kebalikannya capital gain. Artinya kamu bisa jadi beli saham dan ketika jual, jualnya nanti di bawah harga beli kamu. Bisa terjadi enggak? Sangat mungkin. Makanya penting bagi kalian untuk mengecek perusahaan yang lu beli peluangnya seperti apa, prospeknya seperti apa. Buat teman-teman yang belum paham, yang masih baru ya kan mungkin lu takut ya investasi di bursa effect atau takut lu beli saham. Nah, struktur saham Tbk di Indonesia ya sayangnya saat ini bursa effectf kita cuman satu. Itu juga sangat disayangkan. Enggak ada kompetitor pemain tunggal monopoli dia memang enggak enggak seru. Tapi anyway maupun dia cuman pemain tunggal mereka juga diawasi oleh OJK. Jadi enggak bisa seenak dewek juga. Dan ketika lu transaksi itu enggak semuanya di-handle sama Bursa Efek Indonesia. PT Bursa Effect Indonesia itu bentuknya perusahaan terbatas juga. Tapi ada lembaga keliringnya yang namanya PT Clearing Efek Indonesia. Orang bilang Clearing Penjaminan Efek Indonesia KPEI. Samalah. Jadi kalau lu transaksi sebetulnya enggak semuanya dimonopoli oleh satu perusahaan BEI itu. Dan beruntung banget kita ada lembaga kustadian sendiri namanya KESI lah. Jadi dia lembaga penyimpanan dan penyelesaian lah. Ketika terjadi transaksi ini semua tiga lembaga ini minimal akan terjadi interaksi di sini nih. Jadi enggak ada pemain tunggal ya. Memang dari bursanya sih bursa tunggal lah. Jadi gua bisa bilang relatif lebih aman lah dibandingkan lu beli tanah anta berantah enggak tahu sertifikatnya enggak jelas warisan atau bukan, legalitasnya seperti apa. Ada resiko dicolong orang, ada resiko hilang longsor, begitupun saham, ada resiko longsor atau pabriknya kena meteor, musnah investasi lu hilang memang. Tapi at least kita di sini ada pengawas utama namanya OJK dan ada juga orang yang ngawasin bareng-bareng. Ada Ki, ada KPEI, ada BSUS Effect Indonesia juga. So, ya relatif agak lebih banyaklah yang bantu melototin. Tapi bukan garansi semua perusahaan yang ada di bursa saham Indonesia itu perusahaan bagus juga loh. Enggak. Good news nih guys, buat kamu para investor saham yang mau bergabung di Benix Investor Group, sekarang kita ada diskon khusus 17% hanya untuk 17 orang pertama yang mendaftar sebelum 17 Agustus 2025. Jadi, kamu dapat diskon besar. Tadinya bayar Rp50 juta untuk setahun, sekarang tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga loh. Karena cuma di Benix Investor Group kamu bisa datang investigasi langsung bareng Benix. Namanya Big Investigation. Seperti investigasi Benix di perusahaan kelapa sawit yang ada di Bangka Belitung, perusahaan yang ada di Sumatera, perusahaan yang ada di Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat akses langsung ketemu dengan direktur perusahaannya, ngobrol bareng sama manajemen perusahaannya, bahkan lihat langsung operasional perusahaannya seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu kan real. Jangan sampai lu investasi bodong. Itu namanya beli kucing dalam karung. Makanya penting buat kalian bisa ikut di Big Investigation. Bukan cuman itu, Guys. Kita juga ada namanya Big Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng santai lah. Kita selalu bikin nih ngopi santai bareng Benix. Ada di Singapura, ada di Jakarta, ada di Semarang, di Jogja, di Bali, di mana-mana lah. Teman-teman bisa ikut buat ngobrol langsung tentang investasi kamu. Nah, buat Teman-teman yang enggak bisa hadir secara fisik, kita juga ada pertemuan online. Jadi, sebulan ada tiga kali every weekend live langsung sama Benix bisa tanya jawab langsung soal perjalanan investasi kamu. Kita juga ada sharing, kamu bisa dapat rekamannya, video-video edikasi khusus untuk Benix Investor Group. Nah, yang seru kita ada gala dinner. Next. Gala dinner itu di tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu harus segera daftar karena kita akan mengundang direktur dari perusahaan yang omset-nya ribuan triliun, Guys, buat berbagi ngobrol bareng gimana sih strategi investasinya di tengah perang tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten apa aja yang siap atau bahkan enggak siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa ada opportunity yang kita bisa dapat. Makanya penting banget buat kamu bisa join ke gala diner Benix setahun sekali kita adakan next gala dinner di tanggal 29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang pertama yang daftar sebelum 17 Agustus 2025. Segera kunjungi www.benix.id atau hubungi nomor yang ada di bawah ini 08113220886. Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu menjadi bagian dari komunitas saham paling seru di Indonesia bersama Benix Investor Group. Nah, kenapa penting ada perusahaan-perusahaan itu? Karena buat beli saham juga lu enggak bisa direct. Kalau perusahaan tertutup memang lu bisa belanja direct ke sana. Tapi kalau perusahaan Tbk pada umumnya lu pakai yang namanya perantara. Karena perusahaan perantara inilah yang mengkoneksikan transaksi lu dengan perusahaan Tbk itu. Contoh kalau lu mau beli saham ya di pasar perdana atau pasar IPO, perusahaan pertama kali mau gua publik TBK, dia harus IPO dulu. Nanti perusahaan ini udah TBK dia listing. Nah, itulah saham-sahamnya masuk di pasar sekunder. Itulah yang lu belanja. Ketika lu membeli saham yang tercatat di Bursa Ef, saham yang diperdagang di Bursa Effect, lu harus melewati broker karena merekalah yang bisa mengelola jutaan transaksi setiap harinya. Kita enggak mungkin bisa. Dan kalau lu jadi punya logika berpikir, ya lu punya yang perusahaan Tbk, katakan lu punya perusahaan Tbk Cendol Indonesia, lu go public. Tiba-tiba ada orang transaksi hari ini 1 juta orang, besok transaksi 10 juta orang, jual beli, jual beli puluhan juta orang. Pusing habis waktu perusahaan buat ngurusin itu doang. Enggak, enggak, enggak, enggak. Benarlah. Dia kan bisinya jualan cendol. Ngapain ngurusin jual beli transaksi kecil-kecil itu cuma satu lot, dua lot, buat apa? Perlu memang yang namanya broker. Ini namanya sekuritas. Nah, Indonesia saat ini ada lebih dari 100 broker nih yang bisa melakukan membantu lu ya buat jual beli saham. Ingat sekali lagi, enggak semuanya juga bagus. Makanya lu harus sangat cerdas memilih broker saham. Lu jangan salah pilih. Menurut kalian broker saham yang bagus yang mana? Tulis di kolom di bawah ini. Udah tahu dong pasti pilihan BX yang mana. Nah, terus dari situ sudah tahu ya struktur sahamnya, resikonya, keuntungannya untuk jual beli saham. Kenapa harus jadi investor? Susah enggak sih mau jadi investor saham? Tidak. Jawabannya sangat gampang. Kalau dulu di era gua itu sangat sulit karena kita harus datang ke Graparinya, Guys. Lu harus datang ke tokonya. Lu datang ke sana bawa formulir, isi-isi. Kalau salah lu pulang lagi, isi lagi. Salah balik lagi bolak-balik taruh materai tanda tangan sekian banyak halaman. Ribetlah. Ya lu bayar parkir, ya lu kena macet, ya lu harus naik ke gedung. kasih KTP dan lain sebagainya ribet. Tapi zaman sekarang semua udah bisa online. Lu kalau isi formulir cukup online, lu cukup isi formulir bisa online. Sekarang formulirnya ada tiap sekuritas beda-beda. Di situ lu bakal buka subrekening effect dan lu bakal buka formulir rekening dana investor atau RDI. Terus apa harus kasih sertifikat tanah atau paspor kayak lu mau bikin visa. Enggak ribet. Lu cukup sediain KTP, NPWP, terus fotokopi buku tabungan. Udah selesai. Dari situ sudah punya rekening sendiri. Ingat ya, harus terpisah. rekening pribadi perbankan lu dengan rekening effect atau RDN, rekening dana nasabah, yaitu pasti terpisah dan memang harus terpisah supaya enggak campur-campur. Jadi nanti lu terima deviden bisa masuk di sana, lu jual beli saham bisa masuk di sana, rekening khusus lah buat efek kamu. Sebetulnya investasi di Indonesia juga udah makin lama makin mudah sih. Enggak harus lu punya duit Rp100 juta atau R00 juta. Enggak. Bahkan sekarang dengan duit sejuta aja lu udah bisa sih jadi investor saham. Tapi sekali lagi ya, gua gak merekomendasikan lu buat memilih broker-broker yang gak jelas. Selalu pilih broker yang paling bagus dan jelas di Indonesia. Karena lu akan menitipkan duit lu di sana. Percuma lu beli perusahaan yang bagus, sahamnya bakal naik 1000% kalau ternyata broker lu bermasalah. Sama aja bohong. Lupakan itu. Jadi kunci masuk lu bisa jadi investor sukses ya bisa pilih broker yang bagus juga. Jangan ngasal. Nah, ada enggak sih tanggal-tanggal penting di perusahaan Tbk di Indonesia? Ada. Tapi sebelum masuk ke sana, lu harus tahu dulu jam transaksi di Bursa Ef di Indonesia itu dibatasin. Mereka buka toko ibaratnya itu jam 09.00 pagi lu bisa belanja tuh saham tuh atau jual saham jam 09.00 pagi, habis itu tutup jam 12.00 siang karena ternyata orang-orang di sana juga butuh makan ya. Ternyata manusia juga mereka gua kira robot. Terus nanti buka lagi jam 13.30 mereka buka toko lagi sampai jam 15.49. Jadi sebelum jam .00 sore. Jadi 10 menit sebelum jam .00 sore mereka tutup toko. Nah itulah jadwal jam kerja Bursa Effect Indonesia. Ketika hari Jumat beda lagi nih buka toko jam 09.00 tutupnya jam 11.30 karena udah salat Jumat. Habis itu break mereka buka toko lagi jam . siang nanti tutupnya ya 11 10 11 menit sebelum jam .00 sore. Itulah jam bursa effect di Indonesia. Gampangnya sih ya jam 09.00 sampai jam 12.00 kecuali hari Jumat 11.30 habis itu buka toko lagi ya. .30 sampai sebelum jam .00 sore mereka udah tutup. Itu enggak terlalu penting lah kecuali lu trader. Kalau kayak gua kan transaksi paling sebulan sekali dua kali. Udahlah enggak penting-penting banget buat gua. Enggak penting mau beli saham jam 11.00 siang kek atau jam 13.00 siang gitu enggak ngaruh lah, enggak penting. Nah, yang enak ya, yang menarik ya dibanding lu investasi perusahaan tertutup, perusahaan lokasi di Madura, nanam udang, belum tahu lu pun dia rugi, bangkrut, untung, gelombang pasang dari Australia, virus, ribet lah. Bursa effect itu jauh lebih gampang karena ada informasi yang lu bisa gali setiap kuartal, setiap bulan. Ada news-nya juga, lu bisa lihat update-nya sendiri dari portal berita di mana aja. Dan mereka pun wajib ngasih laporan keuangannya ke kamu. Jadi, lu bisa cek sendiri di perusahaan profit atau enggak sih. Menarik loh. Dibanding lu investasi tuh ikut arisan rumah tangga, investasi di perusahaan udang atau perusahaan bengkel, boro-boro dapat laporan, mereka ngasih bagi hasil aja enggak mungkin gitu ya. Apalagi mau kasih laporan apa yang mau dibagi hasil gitu kan. Jujur buat gua pribadi ya, jauh lebih baguslah investasi di sektor Tbk lah in terms of return dan safety dibandingkan lu investasi di perusahaan tertutup. Aduh, banyak yang tukang tipu, Guys. No, no, no, no. Terus lu juga bisa lakukan pemantauan secara mandiri soal harga sahamnya gimana karena semua terbuka. Lu bisa lihat, oh hari ini sarambang BRI naik, hari ini turun, besok naik, hari ini turun gitu. Semua terjadi terbuka, real time. So, gampang elantaunya. Enggak seperti saham bengkel atau restoran atau tambak udang yang di Madura itu. Enggak ribet-ribet. Terus karena saham itu sangat transparan, sangat terbuka, makanya jangan heran juga masing-masing individu sekarang ada hampir 20 juta investor di IASG yang mereka punya mindset sendiri lah. Lu enggak bisa lihat karena enggak ada koordinatornya jadi lu enggak bisa lihat tuh masing-masing mikir apa. Artinya dari 20 juta investor di satu saham yang sama bisa ada beda pemikiran. Ada yang bilang ini bakal bagus, ini bakal jelek. Dan artinya ini adalah bisnis antara siapa yang optimis dia akan membeli, siapa yang pesimis dia akan menjual. Naik turun harga saham itu adalah hal yang normal dan biasa terjadi. So, penting buat kamu cek kinerja perusahaannya, nilai tukar rupiah seperti apa, pergerakan suku bunga, bank inflasi, termasuk faktor geopolitik dan ekonomi yang sering dibahas di channel YouTube Benix. Itu penting banget karena gua yakin dari lu semua banyak kan yang cuan gara-gara nonton channel YouTube Benix. Tulis dong di kolom komentar ini lu cuan udah berapa persen sejak follow Benix. Yang terakhir buat pemula mungkin belum bisa membedakan saham dengan IASG. Oke, enggak apa-apa. IASG itu indeks harga saham gabungan, Guys. Jadi, Bursa effect ini kan juga tahu, waduh ada 800 lebih emiten di Indonesia. Enggak mungkin ada orang bisa kompilasi itu semua. Biar enggak ribet, yuk kita kumpulin itu semua. Sam-sam yang ada bobotnya tentu berbeda-beda. Dikompilasi menjadi satu saham tunggal yang namanya index yang akan diracking buat naik turun. Dan ini mempermudah investor asing. Ketika mau masuk ke Indonesia, dia tinggal lihat performa Indonesia secara global sudah dirangkum 800 perusahaan itu ke dalam satu indeks yang namanya IASG. Jadi kalau mau lihat bursa efek kita lagi bagus atau lagi jelek, enggak bisa lihat. Sama-sama bisa kalau lu investor. Tapi kalau lu pemain global, lu pengambil kebijakan makro, lu bisa ambil rangkumannya dalam bentuk IASG yang hari ini harganya sekitar 6.800 sampai R.000-an. Nah, itulah realitanya dan itu yang membedakan IASG dengan saham. Maksudnya apa? Lu tidak bisa beli IASG. Enggak bisa, Guys. Karena IASG cuman kompilasi dari harga-harga saham yang beredar di bursa effect. Jadi jangan lagi ya lu komentar, "Pak, Pak, saya mau jadi investor di ISG. Gimana sih cara saya beli saham ISG?" Enggak bisa. ISG naik turun 6.000, 5.000, 7.000 naik turun. Iya. Lu enggak bisa beli. Itu bukan saham nyata. Itu cuman kompilasi gabungan saham-saham. Kalau lu mau beli sahamnya harus beli satu persatu. Simpel kan? Nah, buat Teman-teman yang masih belum ngerti gimana sih caranya investor saham yang sebenarnya belajar, kita ada kelas khusus pemula namanya Sekolah Sahambenix. Kamu bisa bergabung di skolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Ingat, kita lagi ada promo nih diskon 25% sampai 25 September 2025. Oke, guys. Semoga bermanfaat. Kalau ada pertanyaan lagi bisa majukan di bawah pertanyaan yang super basic kita akan jawab. Tidak ada pertanyaan yang sangat bodoh, tidak ada pertanyaan yang sangat pemula, enggak. Kita bakal jawab tuntas di serial belajar saham untuk pemula yang kedua. Oke, semoga videonya bermanfaat. Jangan lupa subscribe. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik] Oke, sip. [Musik]
Resume
Categories