Kind: captions Language: id Halo, Guys. Jadi, hari ini kita lagi dalam perjalanan menuju Asosiasi Para Petani Kelapa di seluruh Indonesia. Karena lagi pada seru nih gosip berkaitan dengan ya mau dilarang ekspor katanya ya. Kita sih jujur ya teman-teman mungkin sudah ngerasa ya harga apa sih susu dari kelapa santen, bahkan kelapa di pasar juga udah banyak ibu-ibu yang komplain harganya naik terus. Tapi di sisi lain juga harus paham petani itu banyak yang enggak kedapatan bisa dibilang profit lah. Karena harga kelapa yang udah-udah itu murah terus. Bahkan di beberapa daerah gua ketemu harga bisa sampai Rp1.000 Rp1.000 per butir. Itu sedih banget loh. Rp1.000 per butir. Bayangin ya. Padahal begitu dibawa ke luar negeri harganya bahkan bisa sampai Rp50.000 R per butir. Jadi sekarang harga kelapa itu naik tinggi dan karena naik tinggi, kenapa bisa naik tinggi? Karena diekspor ya utamanya ke Cina. Karena di China itu lagi ngetren bikin namanya susu berbasiskan kelapa. Kalau kamu tahu lakin coffee itu kayak Starbucks-nya lah. Kalau di Indonesia yang lagi ngetren di di Cina itu namanya Lakin Coffee. Orang Cina lagi pada ngetren minum kopi pakai susu dari kelapa. Jadi Coco Milk. Nah, coconut milk ini ternyata karena orderannya begitu banyak, begitu masif, banyak petani petani di Indonesia, pengepul kelapa di Indonesia berlomba-lomba ekspor ke China. Tetapi akibatnya pedagang tradisional di Indonesia enggak kebagian barang. Karena barang langka. Hukum supply and demand suplainya berkurang. Demand-nya masih tinggi di Indonesia. Akibatnya harga kelapa di Indonesia naik tinggi. Bahkan yang di beberapa daerah itu gua ketemu bisa sampai 25.000 loh per butir kelapa. Lu bayangin per butir kelapa Rp25.000. Wah, pasti sudah tahu dong yang komplain siapa? Ibu-ibu rumah tangga yang hobinya masak. Restoran warung Padang. Gua yakin banyak yang stres karena jualannya masakan pakai santen. Cuman kalau dipikir lagi gini, kan banyak ibu-ibu yang protes karena harganya mahal. Jadi maunya gimana? Maunya harganya murah. Nah, kalau maunya harganya murah berarti kita memilih untuk memiskinkan petani dong. Petani kelapa sudah bertahun-tahun miskin, enggak menikmati cuan besarlah. Nah, inilah momentumnya mereka. Enggak ada setiap saat, enggak setiap hari juga. Ya, kebetulan trendingnya aja di China lagi pakai coconut milk, lagi ngetren minum pakai santan, lagi ngetren minum pakai air kelapa. Dan kalau gua pribadi ditanya, gua sih lebih memilih petaninya kaya raya, petaninya cuan. Kenapa? Ya, pilihan selama ini mereka menikmati atau tidak. Ternyata tidak. Dan beda ya dengan petani kelapa sawit ya. Kelapa sawit itu rata-rata satu orang punya minimal 2 hektar. Tapi kalau ngomongin kelapa sawit ya mayoritas ya bukan muka-muka yang orang-orang yang susah. Orang yang udah bertani kelapa sawit ya rata-rata ya kalangan menengah bukan kalangan bawah. Beda dengan kalau kita bicara kelapa. Buktinya apa? Simpel. Lu kalau hari ini ngomong perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang Tbk banyak guys. Lu tahu ada punya Salim lu tahu punya Sinarmas lu tahu punya Triputra apalagi ya? Ya, macam-macamlah. Di Indonesia ada begitu banyak perusahaan sawit, terutama Austindo misalkan NJT. Kita sudah pernah ke kebunnya. Jadi kalau ngomongin kelapa sawit banyak perusahaan skala besar ada enterprise besar ada Omzet triliunan banyak. Jadi kalau kita ngomongin kelapa doang yang dikomplain sama ibu-ibu, ada enggak kelapa yang enterprise level yang perusahaan super besar? Jujur hampir enggak kedengaran. Mungkin beberapa lu tahulah ada yang di Kepulauan Riau yang suka lu minum. Minumannya ada tuh di toko-toko retail hari ini yang belakangnya Koco. Ya, itulah mungkin yang paling besar di Indonesia di skala enterprise. Tetapi mayoritas petani kelapa di Indonesia itu levelnya bukan menengah atas. Mayoritas orang yang bertani kelapa di Indonesia bukan perusahaan besar. Mayoritas yang bertani kelapa di Indonesia itu adalah kalangan bawah. Nah, kalangan bawah ini enggak pernah menikmati harga kelapa tinggi. Sama seperti petani beras enggak pernah menikmati harga tinggi. Sekarang gara-gara bulok banyak nyerap beras dari petani, langsung harga gaba naik. Bahkan di berapa tiket sampai R7.000. Lu bayangin Rp7.000 per kilo gabah. Kalau ke dulu-dulu berapa harganya, Pak? Cuman Rp2.000, Rp3.000 per kilo gabah. Hari ini gabah itu sampai R7.000 R000 per kilonya ya. Paling buruk pun ada juga yang 6.000-an. Tapi ya at least itu udah dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan masa lalu. Nah, sekarang petani padi, petani beras itu banyak yang happy. Kalau bicara petani kelapa sekarang gilirannya mereka mau happy, boleh enggak? Menurut gua ya bolehlah. Udah bertahun-tahun mereka jual kelapa itu per butir 500 perak, 1.000 perak. Kan enggak fair sekarang ketika mereka naik barang yang ngetren, mereka mau menikmati profit dari hasil kelapanya. Ingat ya, ini mayoritas bukan perusahaan besar loh yang bertani kelapa. Mayoritas adalah petani kecil. Kok enggak boleh? Kok salah? Kok sampai dilarang ekspor? Gua enggak setuju. Gua mendukung, gua sangat mendukung, ulangi lagi ya. Gua sangat mendukung petani kecil di Indonesia ya bisa profit. Kenapa harus dialang-alangin? Kenapa harus dilarang ekspor? So what? Jangan dong. Mereka udah bertahun-tahun pasang badan supaya lu bisa makan rendang murah, supaya lu bisa makan ayam gule murah, supaya lu bisa makan ketupat murah. Terus sekarang mereka mau menikmati profitnya udah bertahun-tahun mereka hidup susah, masa dilarang-larang. Gua sih enggak setuju. Jadi ya sekali lagi ya, gua sangat mendukung hilirisasi. Gua sangat mendukung kalau petani itu maju dan ya kalau seandainya memang ada yang enggak terima itu harusnya jangan dibuang ke pasar ekspor dong. Ya udah bikin dong industri turunannya di Indonesia. Bikin dong hilirisasinya di Indonesia. Simpel dong. Semudah itu. Nah, satu lagi yang gua mau mention hari ini khusus nih spesial ya. Karena tadi habis ketemu ngobrol sama teman kita, ternyata orang yang kena diabetes di Indonesia itu jumlahnya makin meningkat. Parah, Guys. Akibatnya ini bisa menekan duit kita juga. Karena lu kan bayar pajak. Duit pajak lu ternyata dipakai buat bayar BPJS. Orang sakit-sakitan BPJS. Nah, mayoritas dibayarin buat penyakit yang berhubungan dengan gula yaitu apa? Data diabetes, stroke, kolesterol, bahkan gagal ginjal. Nah, ternyata ya angka diabetes di Indonesia itu semakin mengkhawatirkan. Dan gua sih sepakat loh kemarin tuh bahkan sampai ada ormas ya yang demo menolak Indonesia itu membatasi gulanya di snack-snack di minuman. Kalau gua setuju at least dikasih warning label lah. Sama seperti rokok. Lu kan kalau merokok ada warning label kan. Hei hati-hati ya bisa kanker lu. He hati-hati ya bisa stroke ya. Rokok aja yang sedemikian adiktifnya aja. Pemerintah itu ngasih cukai. Pemerintah membatasi iklannya. pemerintah membatasi peredarannya. Nah, sekarang ada pembunuh yang lebih mengerikan dibandingkan rokok namanya gula. Pertanyaannya, kenapa gula enggak kita batasin juga? Ya kan itu juga sama-sama adiktif, sama-sama merusak kesehatan, dan ujung-ujungnya sama-sama juga menyedot duit pajak lu buat bayar BPJS. Tapi kenapa enggak dibatasin? Ya, Guys, gua sih sedih ya. Apalagi kemarin tuh ada ormas yang sampai demo menentang itu ya. Gua tahulah namanya juga pengusaha kan penginnya untung. Kalau gula dikurangin orang jadi enggak beli produk mereka lagi. Tapi kan negara kita mau jadi negara maju ya. Singapura itu sudah menerapkan warna-warni gula. So kalau seandainya gula lu banyak berarti nutrisi lu rendah. Lu berbahaya buat kesehatan. ada rankingnya A B C D dan semua wajib pakai label itu. Mau lu jualan es krim, jualan jualan biskuit, jualan snack, wajib dilabelin tuh produk-produk makanan ringan lu atau minuman lu. Nah, Singapura aja berani loh demi melindungi kesehatan rakyatnya ya, mereka membatasi dan menginformasikan tentang bahayanya gula. So, gua pikir ya kan Indonesia hari-hari ini lagi auranya ini menghemat anggaran. Kapa enggak kita lakukan juga supaya beban subsidi negara nih buat BPJS yang kemarin sempat dikomplain juga sama Sri Mulyani sempat bilang APBD daerah juga ikut patungan dong bayar ini buat BPJS. Kenapa? Ya karena udah betul-betul merongrong nih BPJS kita biaya kesehatan itu udah semakin mahal di republik kita ya. Tadi kita habis buka data juga ya. Rumah Sakit Indonesia top three lah. Rumah sakit Indonesia ternyata mayoritas itu bleeding, Guys. Gara-gara pasien BPJS ini. Gua juga kaget pas lihat datanya. Hah? Gua kira ini rumah sakit menengah atas, Guys. Ternyata gua enggak sebut merek, ya. Karena itu perusahaan Tbk, ya. Tapi ternyata lebih dari 50% revenue dia itu didapetin dari BPJS. Dan ini kan enggak enggak baik. Kenapa? Good news nih, Guys. Buat kamu para investor saham yang mau bergabung di Benix Investor Group, sekarang kita ada diskon khusus 17% hanya untuk 17 orang pertama yang mendaftar sebelum 17 Agustus 2025. Jadi, kamu dapat diskon besar. Tadinya bayar Rp50 juta untuk setahun, sekarang tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga loh. Karena cuma di Benix Investor Group, kamu bisa datang investigasi langsung bareng Benix. namanya Big Investigation seperti investigasi BENXIX di perusahaan kelapa sawit yang ada di Bangka Belitung, perusahaan yang ada di Sumatera, perusahaan yang ada di Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat akses langsung ketemu dengan direktur perusahaannya, ngobrol bareng sama manajemen perusahaannya, bahkan lihat langsung operasional perusahaannya seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu kan real, jangan sampai lu investasi bodong. Itu namanya beli kucing dalam karung. Makanya penting buat kalian bisa ikut di Big Investigation. Bukan cuman itu, Guys. Kita juga ada namanya Big Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng santai lah. Kita selalu bikin nih, ngopi santai bareng Benix. Ada di Singapura, ada di Jakarta, ada di Semarang, di Jogja, di Bali, di mana-mana lah. Teman-teman bisa ikut buat ngobrol langsung tentang investasi kamu. Nah, buat Teman-teman yang enggak bisa hadir secara fisik, kita juga ada pertemuan online. Jadi, sebulan ada tiga kali every weekend live langsung sama Benix bisa tanya jawab langsung soal perjalanan investasi kamu. Kita juga ada sharing, kamu bisa dapat rekamannya, video-video edikasi khusus untuk Benix Investor Group. Nah, yang seru kita ada gala dinner. Next. Gala dinner itu di tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu harus segera daftar karena kita akan mengundang direktur dari perusahaan yang omset-nya ribuan triliun, Guys, buat berbagi ngobrol bareng gimana sih strategi investasinya di tengah perang tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten apa aja yang siap atau bahkan enggak siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa ada opportunity yang kita bisa dapat. Makanya penting banget buat kamu bisa join ke gala diner Benix setahun sekali kita adakan next gala dinner di tanggal 29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang pertama yang daftar sebelum 17 Agustus 2025. Segera kunjungi www.benix.id atau hubungi nomor yang ada di bawah ini 08113220886. Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu menjadi bagian dari komunitas saham paling seru di Indonesia bersama Benix Investor Group. Kenapa? ya karena artinya banyak penyakit-penyakit orang-orang penyakitan ya yang semestinya dia enggak menderita itu tapi kok jadi menderita itu. Yang agak aneh di sini juga BPJS kan ngeklaim rugi terus eh rumah sakit yang bersangkutan juga ngeklaim dia juga rugi karena klaim BPJS itu enggak semudah yang dibayangkan dan banyak juga orang kan BPJS itu tipu-tipu juga akibatnya perusahaan atau rumah sakit yang harus nombok. Tapi anyway guys, gua bertanya-tanya kenapa kita enggak bahas soal root cause-nya orang sakit itu di Indonesia. Kan datanya banyak. Gua udah pernah sajikan juga ada stroke, ada darah tinggi, ada kolesterol, ada asam urat dan semuanya hulunya itu ada hubungan dengan rokok plus gula. Pertanyaannya kenapa enggak pemerintah mulai berpikir untuk membatasi atau at least memberikan warning label seperti Singapura? supaya ya kita kan mau orang tambah sehat, rakyat Indonesia tambah sehat, tambah jarang sakit. Kalau dia tambah jarang sakit artinya dia tambah produktif. Kalau dia tambah produktif artinya kan negara juga yang happy, negara juga yang cuan karena rakyatnya makin produktif lagi. Dan di sisi lain, negara juga tambah cuan karena klaim BPJS-nya semakin rendah. So, Teman-teman ya itulah gua mau sharing sedikit ya hasil perjalanan hari ini dan kita mau meeting ke mana dan kejutan ya. Gua betul-betul merasakan kejutan yang luar biasa pas tahu wah data BPJS kita ternyata terbebani sekali ya dengan ya dua penyakit itu yang bersumber dari gula dan bersumber dari rokok. Tapi rokok aja kita udah upayakan untuk dikurangi, udah dibatasi. Pertanyaannya kenapa enggak kita bisa lakukan yang sama? By the way, guys, sebelum gua tutup hari ini, nanti kita mau update perjalanan kita hari ini gimana, gua mau tanya sama kalian ya, ibu-ibu rumah tangga, teman-teman yang di sini hobi makan yang santan-santenan atau berhubungan dengan minyak kelapa atau berhubungan dengan air kelapa muda atau berhubungan dengan coconut milk susu kelapa. Lu setuju enggak kalau petani kelapa di Indonesia yang mayoritas itu petani kecil itu dibiarkan menikmati harga tinggi kelapa itu? Lu setuju enggak kalau ekspornya tuh dibuka atau lu lebih setuju dengan orang-orang yang demo kemarin? Udah tutup aja ekspor. Larang mereka ekspor supaya barangnya banyak di dalam negeri. Harganya bisa ditekan turun supaya tambah miskin petani kelapa di Indonesia. Lu setuju enggak? So, lu lebih pilih yang mana ya? Negara memihak ke ibu-ibu rumah tangga atau dalam kata lain oligarki lokal atau lebih baik negara berpihak ke petani kecil? Kalau gua, gua lebih pilih petani kecil kita lindungin sih. Ada keberpihakan di sana sama petani kecil kita. Karena beda dengan kelapa sawit. Banyak konglomrat main kelapa sawit. Banyak perusahaan besar di bidang kelapa sawit. Tapi kalau ngomongin kelapa ini, kelapa nyiur, kelapa muda, kelapa kopyor termasuk ya kelapa skin milk atau coconut milk itu mayoritas ya petani kecil. Menurut gua kita harus berpihak. Tapi menurut kamu gimana? Sama yang kedua lu setuju enggak kalau gula itu dibatasi dan diberikan warning label kesehatan seperti di Singapura? Karena kita udah darurat diabetes, Guys. Sekali lagi, ya. Lu harus jaga kesehatan. Kalau lu masih gendut, lu harus segera diet. Benix. 4 bulan yang lalu masih gendut, tapi sekarang aja gua udah langsing. Kalau gua aja bisa, kenapa lu enggak bisa? Ingat, Guys, penyebab kematian di Indonesia dan penyebab Indonesia tambah miskin, ternyata salah satunya diabetes buat mensubsidi BPJS lu. So, kalau lu merasa masih cinta sama Indonesia, lu harus kurangi konsumsi gula. Tapi pertanyaannya, lu setuju enggak kalau itu diwajibkan di Indonesia? warning label dan mulai dikasih pembatasan, lebih-lebih dikasih cukai kayak rokok. Eh, jadi emangnya rokok doang yang boleh dikasih cukai? Gula gimana kalau kita kasih cukai juga? Lu setuju enggak? Gua yakin pasti banyak pengusaha di sini yang menjerit. Tapi ya kita tanya aja sama teman-teman sekalian, teman-teman yang viewers Benix, lu setuju enggak dilakukan pembatasan terhadap gula? Kalau perlu kita kasih cukai terhadap gula. dan kasih warning label. Ditunggu ya, Guys, komentarnya di bawah ini. Salam sehat, salam Juan. Bye bye. [Musik]