Transcript
P1q2YizrdnE • Pledging DIGNITY for Trump? Malaysia Becomes a Game! IS MALAYSIA STUPID? #SAVEMALAYSIA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0412_P1q2YizrdnE.txt
Kind: captions Language: id Indonesia bodoh, Indonesia digadaikan. Indonesia dijual murah. Wah, ini semua berita buruk buat Indonesia, Guys. Apalagi teman-teman kalau lihat kata-kata netizen di channel Benix ini, wah parah semua, pedes. Semua dari orang Indonesia, dari orang Malaysia komennya ngeri-ngeri. Ada yang bilang, "Malaysia fix kena tarif 19% dari uncle Trump tanpa harus jual data dan tambang." Ada lagi, "Ahirnya Benix mengakui Malaysia tidak tolol, tetapi Indonesia yang tolol. Gua jadi ketawa." Ah, terus ada lagi Toruk Makto Benix. Kau kata kami hidup tertekan di Malaysia, nak jadi rakyat Indonesia. Gila kau. Indonesia lagi teruk dari Malaysia. Kalau Indonesia pandai berdagang, no KN KN itu apa sih? KN kamu kena 190, kami 199 dan nol tarif untuk apa sih ini? Orang enggak bisa ngomong. TJS Sikso last negotiation. Malaysia juga dapat tarif 19% tanpa menjual kedaulatan negara. Wis gila luar biasa, Guys. Bahkan sampai-sampai YouTuber tolol gak pakai otak dari Malaysia. Ngomong begini, Guys. Kita itu perlu jual negara semacam Indonesia. Goblok. Itu asli. Ini betul-betul orang Malaysia ini gak ada otak. Di sini gua bisa bilang gua menangis. Gua enggak kesal ya gua sama orang goblok gua itu jiji, Guys. Apalagi model-model Malaysia tol enggak ada otak kayak begini. Kenapa kita selalu diadu domba orang Indonesia dengan propaganda-propaganda asing yang mencuci otak rakyat kita sendiri sampai kita harus percaya kita itu kalah dalam perang tarif. Kita itu dibodoh-bodohi Donald Trump. Malaysia itu bisa 19% tanpa menjual negara. Apa betul? Kemarin kan udah gua bikin videonya. Terus terang bahwa Indonesia diuntungkan dengan perang tarif ini. Bahwa Indonesia tidak dirugikan dengan perang tarif ini. Tetapi Malaysia malah bikin komentar seperti itu menjelek-jelekkan menghina Indonesia. Kenyataannya apa betul Malaysia itu dapat deal yang lebih baik dari Indonesia? Atau jangan-jangan memang Malaysia yang tolol aja tidak sadar diri? Yuk kita bahas satu-satu, Guys. Makanya lu jangan skip video ini. Kita kupas habis kebodohan Malaysia. Oke, Guys. Sebelum kita bahas lebih detail nih, kita langsung lihat aja ya komentar pejabat-pejabat di Malaysia itu sama tololnya enggak dengan pejabat Kazakhstan. Jadi, kita ada nih Menteri Perdagangan Malaysia, Tengku Datuk Sri, Tengku Zafrul Abdul Aziz. Coba si Gok satu ini mahu ngomong apa nih? Kalau nak selesai cepat boleh. Apa yang Amerika minta kita bagi saja. Amerika nak A, kita bagi A. Amerika nak B, kita bagi B. Satu hari boleh selesai rundingan. Tapi kita tak boleh buat begitu kerana kita kena teliti apa kesannya kepada ekonomi dan juga kepada masyarakat kita. Pokoknya we will only do a deal if it benefits both country. It has to be winwin for both. Kalau tak untungkan kedua-dua negara, better not have a deal. Jadi menteri ini ya ketika mereka negosiasi, mereka punya pride yang luar biasa ya. Dan sampai detik ini mereka enggak mau mengakui loh, mereka belajar ilmu negosiasi dari Prabowo. Anyway, si menteri Sri Tengku Zafrul Abdul Aziz, Tengku Datuk ya enggak tahulah gua nih. Pokoknya si menteri satu ini dia ngomong, "We will only do a deal if it benefits both countries." Jadi dia bilang, "Kita hanya mau bikin deal shake hand kalau menguntungkan kedua belah pihak. It has to be win-win for both." Jadi harus win-win buat kedua belah pihak, Malaysia dan Amerika. Kalau tak untungkan kedua negara, better not have a deal. kata si menteri ini. Tetapi hasilnya apa? Apakah hasilnya seperti kata menteri ini? Ternyata data membuktikan menteri itu blok. Ternyata data membuktikan Indonesia 19% kata mereka sambil jual negara padahal tidak. Dan kata mereka Malaysia dapat better deal daripada Indonesia. Fakta membuktikan hoaks itu semua. Jadi menteri ini bullshit karena fakta membuktikan dan kamu bisa lihat di layar kaca reuter sudah bikin tulisan Malaysia digadaikan. Mereka harus belanja energi ke Amerika Serikat nilainya triliunan. Bukan itu doang, Guys. Malaysia juga wajib belanja semikonductor ya, teknologi-teknologi dari Amerika Serikat dengan nilai belanja minimal 150 biliun dolar. Itu nilainya 2.000 triliun, Guys. Gila, tolol banget ini Malaysia nih. Kesal gua lihat orang tolol kayak Malaysia nih. Jadi si Tanku Zafrul ini menteri itu gua rasa cuman ada di Kazakhstan. Ternyata Malaysia banyak menteri-menteri kayak begini. Apalagi kalau lihat ya YouTuber itu sampai bilang, "Eh, Indonesia dibodoh-bodohin sampai harus beli pesawat jet, Boeing segala macam." Eh, goblok. Malaysia harus beli Boeing jumlahnya lebih besar dibanding Indonesia juga. Kalau Indonesia memang wajib beli Boeing. Ada enggak ada, suka enggak suka penerbangan kita banyak. Indonesia ini besar. Dari barat ke timur itu besarnya udah kayak Eropa. Dan memang setiap tahun kita harus belanja pesawat. Mau Airbus atau Boeing. Gua udah jelaskan ya di banyak podcast. Indonesia memang sudah dijadwalkan di tahun 2019 itu belanja pesawat Boeing cuma karena COVID crash pariwisata tutup di-cancel. Ya, ini cuman mereaktivasi doang belanja kita. Jadi memang kita enggak ada digadaikan. Kita tidak ada menjual murah harga diri, enggak. Kita malah untung. Dan gua udah jelaskan berulang kali kita itu diuntungkan karena ada enggak ada Donald Trump. Kita memang impor kedelai dari Amerika. Memang impor gandum dari Amerika, memang impor gas LPG dari Amerika Serikat. Dan memang impor pesawat. Emang lu mau beli pesawat dari Mongolia gitu? Besok lu mau kalau pergi naik pesawat, lu lihat mereknya dari Kazakhstan, lu mau naik pesawat itu gua rasa enggak. Manusia waras pasti tahu kalau gua naik pesawat gua percaya mereknya kalau enggak Boeing ya Airbus. Udah that's it. Tapi anehnya ya Malaysia-Malaysia ini gua bingung otaknya enggak ada. Mereka bilang kita itu bodoh. Kita itu dikadalin. Trump salah. Kita yang ngadalin Trump. Kalau Malaysia memang gobtinya. Jadi teman-teman bisa lihat di layar kaca ya. Mereka bilang Indonesia dikadalin Donald Trump. Faktanya apa? Ini tidak pernah disiarkan di media-media Malaysia. Makanya rakyatnya tol-tol dan bego-bego. Mereka percaya pemerintahannya nomor satu paling pintar sekolong langit. Padahal faktanya tidak. Isinya orang tolok. Data menunjukkan memang Malaysia dapat 19% seperti Indonesia sama. Tapi apa yang digadaikan? Banyak. Pertama kamu lihat Malaysia wajib beli semiconductor aerospace dan lain-lain dari Amerika Serikat senilai 150 miliar dolar. Ini setara 2.400 triliun. Mereka juga wajib belanja gas LNG dari Amerika Serikat senilai 55 triliun. Bukan cuman itu, Malaysia ini bodoh sekali. Mereka juga diwajibkan investasi taruh duitnya di Amerika Serikat senilai R100 triliun. Dan bukan cuman itu, saking bodohnya Malaysia, mereka wajib beli pesawat Boeing 60 biji nilainya 309 triliun. Jadi kalau kamu totalkan deal 19% Malaysia itu betul-betul bodoh, betul-betul teruk. Kenapa teruk? Kenapa buruk? Karena kalau kamu lihat di layar kaca ini total kerugian Malaysia. Pertama, mereka harus belanja semikondukor, teknologi, aerospace, dan lain-lain. Totalnya 150 miliar dolar setara 2.44 triliun. Kedua, mereka harus belanja energi dari Amerika nilainya R5 triliun. Ketiga, mereka harus investasi di Amerika Serikat. Taruh duit lu di Amerika Serikat senilai R.140 triliun. Mereka juga wajib belanja pesawat Boeing. Padahal enggak butuh ya Malaysia negara kecil tapi mereka harus beli 60 pesawat Boeing. Goblok banget ini hasil Malaysia. senilai R9 triliun. Kalau di tootal belanja mereka wajib mereka kasih duit mereka ke Donald Trump senilai 3.948 triliun, Guys. Artinya Malaysia wajib nyetor hampir 4.000 triliun, Guys. Alias 242 billiun dolar. Gila ini. Gila banget ini. Asli bodoh. Tapi lu enggak pernah lihat kebodohan Malaysia ini. Lu enggak pernah tahu pejabat-pejabat di Malaysia setol ini. Karena apa? Good news nih, Guys. Buat kamu para investor saham yang mau bergabung di Benix Investor Group, sekarang kita ada diskon khusus 17% hanya untuk 17 orang pertama yang mendaftar sebelum 17 Agustus 2025. Jadi, kamu dapat diskon besar. Tadinya bayar Rp50 juta untuk setahun, sekarang tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga loh. Karena cuma di Benix Investor Group kamu bisa datang investigasi langsung bareng Benix. namanya Big Investigation seperti investigasi BENXIX di perusahaan kelapa sawit yang ada di Bangka Belitung, perusahaan yang ada di Sumatera, perusahaan yang ada di Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat akses langsung ketemu dengan direktur perusahaannya, ngobrol bareng sama manajemen perusahaannya, bahkan lihat langsung operasional perusahaannya seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu kan real, jangan sampai lu investasi bodong. Itu namanya beli kucing dalam karung. Makanya penting buat kalian bisa ikut di Big Investigation. Bukan cuman itu, Guys. Kita juga ada namanya Big Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng santai lah. Kita selalu bikin nih, ngopi santai bareng Benix. Ada di Singapura, ada di Jakarta, ada di Semarang, di Jogja, di Bali, di mana-mana lah. Teman-teman bisa ikut buat ngobrol langsung tentang investasi kamu. Nah, buat Teman-teman yang enggak bisa hadir secara fisik, kita juga ada pertemuan online. Jadi, sebulan ada tiga kali every weekend live langsung sama Benix bisa tanya jawab langsung soal perjalanan investasi kamu. Kita juga ada sharing, kamu bisa dapat rekamannya, video-video edikasi khusus untuk Benix Investor Group. Nah, yang seru kita ada gala dinner. Next. Gala dinner itu di tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu harus segera daftar karena kita akan mengundang direktur dari perusahaan yang omset-nya ribuan triliun, Guys, buat berbagi ngobrol bareng gimana sih strategi investasinya di tengah perang tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten apa aja yang siap atau bahkan enggak siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa ada opportunity yang kita bisa dapat. Makanya penting banget buat kamu bisa join ke gala diner Benix setahun sekali kita adakan next gala dinner di tanggal 29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang pertama yang daftar sebelum 17 Agustus 2025. Segera kunjungi www.benix.id atau hubungi nomor yang ada di bawah ini 08113220886. Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu menjadi bagian dari komunitas saham paling seru di Indonesia bersama Benix Investor Group. Lu enggak pernah tahu pejabat-pejabat di Malaysia setol ini karena apa? Tidak diberitakan di media massa mereka biar rakyatnya bodoh semua. Goblok memang. Terus lu bertanya, "Ya, di sini banyak follower Bix orang Malaysia. Gua mau kasih keterangan jelas sama lu. Harus objektif. Kenapa memang kalian dibodohi sama pemerintah kalian? Simpel. Lu pasti bertanya, loh, kan Indonesia juga belanja ke Amerika. Bedanya apa dengan Malaysia?" Simpel, Bro. Simpel. Karena ada perbedaan trading visit. Teman-teman tahu enggak Indonesia berdagang dengan Amerika Serikat itu ada defisit nilainya R291 triliun, alias hampir Rp300 triliun. Ketika kita kena serangan dagang dari Amerika Serikat, yang kita wajib belanja ke Amerika Serikat itu cuma R17 triliun. Inilah yang dinamakan Pakp. Kita bikin Pak Po, saya tawarin mereka, "Pak P, saya bisa 17 miliar suppl kita 17 miliar kita akan beli dari Amerika. Kita bukan negara miskin, kita bisa beli 17 miliar dari Amerika." Ya. Ya. Kita cuan R00 triliun, mereka minta kita belanja R00 triliun. Pakp. Anyway, kita memang belanja itu suka enggak suka kita makan kacang kedelai, gandum dan lain sebagainya. Kita belanja dari Amerika Serikat. Kita enggak ada dirugikan Amerika Serikat yang ada Amerika Serikat kena tipu sama kita. Nah, bedanya apa dengan Malaysia ini? Malaysia ini bikin malu doang nih rakyat Asia Tenggara. Kenapa? Karena kalian tahu tradisit Indonesia dengan Amerika Serikat itu cuma 300 triliun. Kita belanja mereka 317 triliun. Ya udahlah pas. Tapi Malaysia sama Amerika trade defisitnya cuman 400 triliun. Lu bayangin trade divisit cuma R00 triliun. Tapi mereka wajib belanja Amerika Serikat hampir 4.000 triliun, Guys. Ini kan kebodohan yang luar biasa. Ini tolol apa enggak? Tapi lu kan enggak tahu informasi ini. Lu tahunya apa? Oh, Malaysia untung. Indonesia rugi. Oh, Indonesia digadaikan. Malaysia untung besar sama-sama 19% tanpa menjual negara. Hei, goblok. Malaysia bukan cuma menjual negaranya, dia jual harga dirinya semurah-murahnya. Dia pelac paling hebat di Asia Tenggara. Karena trade divisit dia cuma R00 triliun, tapi dia harus belanja barang sampai 4.000 triliun. Otak lu di mana? Dan yang lebih menjijikan lagi, Guys, memang Malaysia ini kena tipu besar-besaran nih. Dia udah merental bahkan menggadaikan dirinya sebagai pelacald Trump. Dia sudah menjilat habis pantat Donald Trump. Apa yang dilakukan Donald Trump? Oke, bagus. Lu ngasih gua 4.000 triliun. Sekarang dia bukannya dikasih hati sama Donald Trump, tapi dia dipajakin, Guys. Produk-produk hasil industri, pabrik-pabrik manufacturing semikonductor Malaysia, semua kalau diekspor ke Amerika Serikat bakal kena pajak 100%. Ini kan gila. Gila ini Malaysia ini kena tipu habis-habisan. Giliran Amerika ekspor ke Malaysia boleh. Giliran Malaysia ekspor ke Amerika Serikat kena tarif 100% dan Malaysia iya aja. Iya iya iya. Kayak orang bodoh asli. Bodoh banget. Bodoh banget. Memalukan ini. Dan ini tidak ada loh diberitakan di koran-koran Malaysia. Enggak ada. Kenapa ini penting? Beda dengan Indonesia. Indonesia diuntungkan. Kita ada pabrik tekstil, pabrik alas kaki, sepatu, sendal, dan lain sebagainya. Kita memang ekspor ke Amerika dan kita beruntung karena kompetitor kita Vietnam, Bangladesh, India, dan lain sebagainya itu rate-nya lebih mahal daripada kita. Jadi produk-produk pabrik kita diuntungkan. Beda dengan Malaysia. Malaysia itu punya pabrik manufacturing teknologi. Saat ini ekspor mereka itu lebih dari 12 billiun dolar ke Amerika Serikat. In fact, Amerika Serikat itu memang impor besar-besaran teknologi semikonductor dari Malaysia. Karena data menunjukkan di layar kaca tampilkan ini adalah daftar negara-negara yang ekspor semikondu ke Amerika Serikat. Jepang cuman sekitar 3 bilun dolar, begitupun Cina. Vietnam sekitar 7 biliun dolar, Taiwan sekitar 12 billi dolar. Tetapi Malaysia 13 billi dolar. Jadi dari sini teman-teman bisa tahu nyawa Malaysia, semi kondukter mereka, klien terbesar mereka adalah Amerika Serikat. Eh, sekarang pabrik-pabrik mereka harus siap tutup dan bangkrut. Kenapa? Lu harus lihat nih orang Malaysia, jangan mau dibodoh-bodohi sama menteri lu yang itu. Karena faktanya sebentar lagi akan makin banyak pabrik-pabrik di Malaysia, syarikat-syarikat di Malaysia, kilang-kilang di Malaysia yang bangkrut kena tarif 100%. Tapi lu enggak tahu, lu dibodohi sama pemerintah lu. Udah pemerintah lu capek, jilat-jilat pantat Donald Trump, belanja barang 4.000 triliun, padahal defisit cuma R00 triliun. Eh, sekarang lu ditipu. Barang-barang lu kalau ekspor ke sana kena tarif 100% kan bodoh. Ini bodoh banget. Ini sangat memalukan. Yang herannya gua lihat ya sama kayak di Indonesia influencer-influencer enggak ada otak itu pada bertaburan di Malaysia bilang, "Wah, kabar baik. Malaysia diselamatkan, Malaysia hebat, Indonesia bodoh." Faktanya kebalik. Lu jual murah negara lu dan gua masih belum mention tentang bisnis pertanian Malaysia yang akan hancur sebentar lagi. Karena berbeda dengan Indonesia, Indonesia disuruh impor apa? Gandum, kacang kedelai, jagung. Memang kita impor. Kita cuan bahkan dengan impor dari Amerika Serikat harga lebih murah. Tetapi Malaysia mereka harus impor 191 produk pertanian. Gila. Gila ini Malaysia kena tipu habis-habisan. Bukan cuman itu, mereka juga wajib impor 1347 produk-produk pabrik-pabrik dari Amerika Serikat. Kenapa banyak banget? Simpel aja. Karena Malaysia punya duit, dia bisa transaksi, dia bisa belanja. Itu memang GDP per kapitanya lebih besar daripada Indonesia. Artinya di sini rakyat Malaysia diciptakan untuk memperkaya rakyat Amerika. Lu akan semakin diperbudak oleh Amerika Serikat karena lu wajib impor dalam jumlah besar barang-barang yang bahkan lu tidak butuhkan. Bodoh banget asli. Ini bodoh banget. Kalau gua jadi pejabat Malaysia hari ini, gua bunuh massal. Asli gua menantikan itu. Dan teman-teman harus siap-siap ya. Kemarin Malaysia didemo habis-habisan. Turun, turun, turun, turun. Anwar turun, Anwar turun. Hari ini lu akan lihat akan makin banyak demonstrasi masal di Malaysia karena Malaysia sudah setuju dengan kebodohan ini. 4.000 triliun mereka akan serahkan ke Donald Trump. Padahal trad divisinnya cuma 400 triliun. Ini goblok asli. Gua enggak habis pikir, sedih gua lihatnya. Makanya buat teman-teman ya kan lu tahu Benix itu sering ngajar ya keliling sampai ke luar negeri pun gua ngajar di Indonesia dari Sabang sampai Marauke gua ngajar ke kampus-kampus. Sekarang gua berpikir gua menangis melihat ada rakyat kita, saudara kita, jiran di Malaysia. Bodohnya bukan main. Gua punya program Save Malaysia dari kebodohan. Teman-teman setuju enggak kalau mulai besok Benix datang mengajar dari kota ke kota yang ada di Malaysia? Supaya makin sedikit orang-orang bodoh di Malaysia, supaya enggak keluar pernyataan-pernyataan seperti YouTuber atau trade minister yang enggak ada otak itu bilang bahwa Malaysia diuntungkan dari mana? Malaysia jauh dirugikan. Kedaulatannya diinjak-injak, rakyatnya digadaikan untuk memperkaya Donald Trump. Bodoh asli Malaysia ini. Nah, sekarang menurut kamu gimana, Guys? Ada 100.000 Rib rakyat Malaysia dan Singapura yang jadi follower setia Benix. Kita ngomong jujur-jujuran dan objektif. Menurut kalian yang dirugikan dari perang dagang Donald Trump ini apakah Indonesia atau Malaysia? Menurut kalian mana yang lebih dirugikan dari perang tarif Donald Trump ini? Dan sebutkan alasanmu kenapa. Dan pertanyaan yang kedua, kenapa dari kemarin banyak banget propaganda, netizen-netizen yang menghina, melecehkan kedaulatan Indonesia, Indonesia dijual, Indonesia ditipu. Padahal faktanya tidak. Siapa yang membiayai itu? Dan pertanyaan ketiga, kenapa Malaysia enggak pernah menyiarkan kebenaran yang gua katakan ini? Bahwa negaranya dirugikan, bah faktanya mereka harus impor barang nilainya ribuan triliun dari Amerika Serikat jauh di atas Indonesia. Tapi kok berita yang beredar Malaysia menang, Malaysia hebat, Malaysia pintar, apakah itu propaganda busuk? Dan yang paling penting karena ini channel investasi, siapakah pihak yang paling diuntungkan, Guys, dari peristiwa ini? Karena ini tentang bisnis. Kenapa Malaysia bisa melakukan dirinya sedemikian murah memberikan dana 4.000 triliun untuk memperkaya Amerika Serikat? Apa sebetulnya maksudnya? Siapa pihak yang diuntungkan? Kan lu pasti tahu dong ini semua ujung-ujungnya bisnis dan ada perusahaan yang diuntungkan. Yuk, segera tuliskan pandangan dan komentar kalian mengenai Perang Tarif Malaysia ini di kolom komentar di bawah ini. Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa subscribe sekarang juga supaya makin banyak follower kita di Malaysia dan Singapura yang menonton video ini. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. Turun turun turun turun. Anwar turun turun turun turun Anwar turun Anwar turun. Kebangkitan yang setiap. Oh.