Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget ini, Guys. Presiden Donald Trump lagi panik, keringat dingin. Dia ketar-ketir, ketakutan karena ada produk karya anak bangsa yang berhasil menjajah dunia internasional. So, kalau lu penasaran apa sih ya produk asli karya Indonesia yang membuat Amerika Serikat sampai gemeteran, lu jangan skip video ini. Let's check this out. [Musik] Jadi, Teman-teman, kita ini punya produk asli karya anak bangsa namanya Curies yang berhasil go global, go internasional. Bahkan per hari ini nilai transaksinya udah lebih dari 579 triliun. Bayangkan, Guys, 579 triliun nilai transaksi yang menggunakan curis dari awal tahun Januari 2025 sampai bulan Juni 2025, 6 bulan 1 semester itu sudah 579 triliun, Guys. Dan yang lebih hebat lagi ya ini total volume transaksi itu lebih dari 6 miliar transaksi bukan rupiah loh. 6 miliar transaksi orang yang ngta lah, transaksi inilah, beli ini, itu tuh 6 miliar transaksi, Guys. Nah, ini membuktikan ya bahwa teknologi pembayaran yang ada di Indonesia khususnya buat transaksi digital itu enggak kalah sama teknologi luar negeri. Ada Mastercard, ada Visa. Karena apa? Memang terbukti penggunanya ada banyak. Ada digunakan lebih dari 8 miliar transaksi di dunia ini yang menggunakan curies dan rupiahnya tadi 579 triliun. Yang lebih heboh lagi apa? Total pengguna curis di Indonesia udah lebih dari 57 juta manusia yang pakai curies. Pasti termasuk lu juga ya. Gua juga, gua lebih sering pakai Quries ke mana-mana dan gua bangga pakai Quries karena di Indonesia ada lebih dari 39 juta pengusaha loh, pelaku usaha UMKM yang memang menggunakan sistem pembayaran curies dalam transaksinya dan mayoritas dari mereka lebih dari 90% itu adalah UMKM. Makanya ya teman-teman jangan suka anggap remeh loh teknologi Indonesia. Ternyata Indonesia bisa juga loh menjadi pemain hebat nomor satu di dunia teknologi fintech ya. Salah satunya curies. Nah, Teman-teman tahu ya, total transaksi itu 579 triliun. Kalau lu bagi dalam 6 bulan, berarti dalam 1 bulan yang ada lebih dari 90 triliun nilai transaksinya. Artinya ini udah jauh lebih hebat dibandingkan data gua awal tahun 2025. Karena di video lama gua, gua bilang curis ini hebat karena transaksinya bisa sampai 80 triliun per bulan. Ini gambarannya ya, kenapa ini sangat strategik dan sangat penting buat Amerika Serikat menghancurkan curis menyerang Bank Indonesia? Teman-teman tahu di bulan Januari 2025 saja nilai transaksi curis itu mencapai R80 triliun 1 bulan aja. Kalau lu kali 12 disahunkan, maka menjadi 960 triliun. Yang gua yakin sih nilainya pasti lebih dari itu. Jadi bisa sampai 1000.000 triliun aliya 1 kuadriliun. Nah, per hari ini guys nilai transaksi curies udah lebih jauh tuh dibanding video kita karena sekarang sudah sampai 96 triliun per bulannya. Wow, hebat sekali curious ini. Terus kenapa Amerika kok bisa ketar-ketir? Donald Trump kok bisa ketakutan, bisa panik gara-gara curis? Padahal kan yang pakai curis dominasinya ya di dalam negeri Indonesia sendiri. Kenapa Donald Trump terkencing-kencing? Kenapa mereka sampai minta akses ke sistem pembayaran Indonesia? Dan kenapa perusahaan Mastercard dan Visa sampai menangis di pojokan merengek-rengek sama Presiden Donald Trump supaya dibantu bisnisnya? Ada apa ini, Guys? Apa ada hubungannya curis dengan dedolarisasi? Apa iya? Mata uang US Dollar merasa terancam dengan adanya curies di Indonesia ini. Oke, Guys. Sebelum kita masuk ke pembahasan lebih detail, kita buka dulu yuk sejarahnya Curis di Indonesia kok bisa lahir apa? Ternyata Curis itu kehadirannya udah lebih dari 5 tahun loh. Per bulan ini aja sudah 6 tahun usianya Curis. Karena curis itu seingat gua itu di launching di tanggal 17 Agustus tahun 2019 saat itu Gubernur Bank Indonesia Perry Waluyo. Nah, Teman-teman kalau lihat di video ini ya di acara peresmian CURS itu ya mereka pakai curis itu ketika testingnya pertama kali itu cuma buat aksi-aksi sosial jadi buat penggalangan dana atau lu mau kasih sembanganlah atau sedakah lah lu bisa pakai curious. Jadi tesnya itu bukan buat merchan atau transaksi bisnis enggak. Tapi murni transaksi sosial. Bahkan di situ dibatasi juga nilai transaksi Quris itu maksimal Rp10 juta. Jadi ini masih awal-awal uji coba lah sampai kemudian Quris ini dipakai secara umum per 1 Januari 2020 karena ada program cemuah. Ini caem nih Bank Indonesia. Cemu itu artinya cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Anyway, kenapa kita bikin video ini? Karena memang curis ini sesignifikan itu loh, Guys. Teman-teman kalau lihat ya, kita sudah ngikutin track record-nya Quris ini sejak 5 tahun lalu. Nah, ketika diluncurkan secara resmi di Januari 2020, Teman-teman tahu yang pakai QES per bulan itu cuman ada 5 juta transaksi. Yang ngetap-ngetap itu ada 5 juta transaksi. Tetapi nilai rupiahnya itu sangat kecil karena per bulan nilai transaksinya di bulan Januari 2020 itu cuman Rp365 miliar. Lu bayangin ya, nilai transaksinya kecil banget. itu cuma Rp365 miliar per bulan. Nah, bandingkan dengan hari ini 5 tahun berselang, nilai transaksi Quries saat ini sudah 96 triliun per bulan. Bayangin dari 300 miliar per bulan ke 96 triliun per bulan. Gila, banyak banget, Guys. Ya, kalau dibilang ya, jarang-jarang negara itu bikin proyek. Proyeknya itu sukses besar ya jarang. Nah, Quris ini suka enggak suka ternyata sukses besar ya. Karena kalau kita lihat pertumbuhan transaksinya itu lebih dari 200 kali lipat. Kita hitung sekitara 26.000% lah growth-nya ya dibandingkan 2020 ke 2025. 260 kali lipat itu pertumbuhan nilai transaksi dari R00 miliar ke 96 triliun. Good job Curies. Nah, apa yang bikin lebih hebat lagi Curies? Ternyata dalam perjalanannya Quris ini bukan cuman bisa dipakai di Indonesia. Karena gua udah uji coba nih ketika kita pergi ke Singapura, ke Thailand, ke Malaysia, gua bisa juga pembayaran pakai curies. Kemarin gua sempat coba ya di Filipina, lu lihat video live-nya. Enggak bisa dong, malu. Gua harus balik lagi ke hotel. Gua kira bisa bayar pakai curious, ternyata enggak bisa. Tapi anyway yang confirm gua udah tes dan uji coba di Singapura, Malaysia and Thailand itu bisa bayar pakai curies. Artinya curies bukan lagi cuma tarkam antar kampung, tetapi udah menjadi jagoan internasional. Karena per bulan Juni 2025 aja nilai transaksi di luar negeri itu ah lebih dari 60.000-an transaksi loh di luar negeri dengan nilai transaksinya lebih dari 18 miliar, Guys. Jadi ya bisa dibilang ya cukup sukses juga ya kita launching Quris sampai ke luar negeri. Bukan cuma jagoan Purworejo doang. No. Tapi mereka sampai ke Malaysia, ke Port Clank, ke Kuala Lumpur, ke Bangkok. Lu bisa transaksi pakai curies. Lu enggak perlu lagi tuh bawa bat atau tukar mata uang. Enggak. sekarang langsung transaksi pakai aplikasi perbankan lu. Tap kelar selesai. Dan yang lebih heboh lagi dan ini jujur gua kaget begini ternyata curis itu enggak berhenti sampai di situ. Ketika goto terkencing-kencing bertarung di Vietnam dan Singapura, eh hari ini teman-teman tahu curis melanglang buana. Mereka enggak puas cuma talilan, Malaysia sama Singapura. Mereka mau ekspansi. Mereka bentar lagi buka cabang di Arab Saudi. Jadi jemaah haji, umrah mereka enggak usah pusing-pusing bawa duit riyal. Enggak. Mereka tinggal pakai curies, bayar langsung pakai rupiah kan enak. Dan bukan cuma buat Arab Saudi loh, itu kan buat travel ya, buat jalan-jalan wisata atau haji. Tapi di negara seperti China, curis ini juga udah mulai ekspansi. Jadi teman-teman yang hobinya berniaga, bertransaksi bisnis ekspor impor dengan China, sebentar lagi enggak usah lagi pusing, gimana nih caranya bayarnya? Sekarang udah bisa pakai QES. Jadi enak banget nih buat teman-teman ya, sekarang kita kalau jalan-jalan ke luar negeri enggak usah pusing lagi. Tinggal pakai curies bawa handphone lu, urusan selesai. Nah, Teman-teman kan juga bentar lagi bakal merayakan ya 17 Agustus ini hari kemerdekaan. Curies ini juga jadi simbol nih bahwa kita sudah merdeka nih. Kita udah punya banyak pilihan. Kalau lu punya bisnis mau berkembang, ya harus pakai curis. Jadi lu bisa terima banyak customer. Gua bahkan enggak pernah lihat tukang jualan sekarang yang enggak pakai keris. Kemarin gua beli ketoprak, gado-gado, bahkan ayam pecelele pinggir jalan pun udah banyak yang pakai curis. Cuman yang gua lihat ya, masih banyak orang kalau transaksi ya tap tap tap. Bayar scan pakai curies. Kadang-kadang banyak toko yang masih suka, Pak, minta bukti foto curisnya pembayaran. OH kok norak banget, kampungan banget kayak zaman dinosaurus. Ternyata mereka lakukan itu karena mereka belum punya sistem. Akibatnya banyak penipuan juga, Guys. Makanya lu hati-hati kalau punya toko pakai curies, lu bisa jadi kena tipu kalau lu enggak bisa menginventaris transaksi yang terjadi. Nah, terus gimana caranya supaya lu enggak kena tipu? Padahal makin banyak orang transaksi pakai curies. Nanti curiesnya palsu atau screenshot doang bukti pembayaran padahal belum bayar. Simpel, lu pakai ERP yang namanya ODU. Jadi, ODU ini adalah IRP software yang paling lengkap dan terintegrasi satu-satunya di Indonesia, Guys. Dan ODU sangat mudah digunakan nih bagi para pelaku usaha dan bagi pebisnis ya yang pengin usahanya bisnisnya terus berkembang tanpa harus ribet-ribet lagi bikin pencatatan manual seperti zaman purba. Jadi, contoh gampangnya gini. Misalkan lu udah pakai sistem curies ya buat bisnis kalian, toko kalian, apapun itu udah pakai sistem curies dan lu pakai ODU. Nah, mereka bisa dikoneksikan, Guys. Nah, yang lebih menarik lagi ya pakai ODU ya. Dia juga bisa bantu kalian selain penjualan nih, mereka masih ada fitur lain seperti inventory, sistem manufaktur, sistem pembuatan website tanpa perlu coding. Bahkan kamu juga bisa dapat laporan keuangan secara otomatis. Jadi, buat para bisnis owner yang tanggung jawabnya banyak, yang sibuk banget, menurut saya mereka wajib punya sistem yang bisa otomatiskan berbagai proses bisnis mereka. Yang kalau kita butuh ngelihat, ngecek, mantau, cukup sekali klik doang. Bahkan bisa lu cek dari iPad ataupun handphone kalian di mana saja, kapan saja. So, kalau kamu penasaran ya, pengin pakai sistem Odu, pengen ngetes, pengen coba sistem IRP-nya Odu, tunggu apaagi? Langsung klik link di bawah ini. Segera kontak mereka sekarang juga gratis. So, Teman-teman, kalau udah berhasil mengkoneksikan Odu sama Quris kalian, pasti hidup kalian sekarang udah jauh lebih mudah dan ringkas lah. Dan lu udah bisa lihat lagi perjalanannya curis ini. Kenapa dia penting bagi Indonesia? Oh, dia menyelamatkan kita, dia memudahkan kita, dia membantu kita dalam bertransaksi mau di dalam negeri maupun di luar negeri. Dia membuat rupiah menjadi terkenal di mana-mana. Kenapa ini penting? Ya, karena ini juga ada hubungannya dengan perang geopolitik dunia saat ini. Sekarang lagi ngetren namanya di dolarisasi. Orang ketakutan pegang dolar karena sangat volatile. Karena nanti bisa kita dihukum, karena nanti kita bisa diblokir. Dan ini sudah terjadi ketika Amerika Serikat enggak senang dengan Rusia. Rusia diboikot, rubelnya dikunci di mana-mana. Fakta dia bisa berbuat apa saja yang dia kehendaki karena mata uangnya menguasai dunia ini. Nah, penting curies ini buat kita tahu bahwa ini bisa menjadi daya tawar kita di dunia internasional, Guys. Karena faktanya ya diam-diam ya Republik Indonesia ini sudah lama lu melakukan gerakan dedolarisasi. Maksudnya apa, Pak, dedolarisasi? Gua kasih contoh gampang buat kalian mengerti perdagangan internasional. Lu bayangkan orang Jepang mau impor kopi dari Gayo Aceh. Nah, pertanyaannya ketika dia lakukan itu, dia harus beli rupiah dong. Jadi dia punya yen ditukar ke rupiah. Mau enggak? Enggak mau. Dia pasti takut pegang rupiah. Terus apa yang dilakukan oleh orang Jepang zaman dulu ketika transaksi internasional? Yang dilakukan Jepang adalah dia beli dolar dulu. Dari yen-nya dia jual dia beli dolar. Begitu dapat dolar dia ke Indonesia dia beli kopi Gayo pakai dolar. Sama orang Indonesia dia terima dolar dolarnya dia rubah apa lagi? jadi rupiah karena dia enggak kepakai dolar di dalam negeri. Jadi dolarnya dijual lagi, dia pakai rupiah. Nah, itu yang terjadi. So, ternyata ketika kita transaksi sama Jepang, sama Cina, sama Amerika, sama Kanada, kita tetap memakai dolar. Kan aneh. Kenapa gua transaksi dengan Brazil gua pakainya dolar? Kenapa enggak pakai real? Ketika gua transaksi sama Arab Saudi, kenapa gua pakainya dolar bukan rial? Ketika gua transaksi dengan Jerman, kok gua enggak pakai euro? Gua amanah pakai dolar. Nah, itulah dolar menjadi mata uang dunia, Guys. Memang tidak logis, tapi faktanya ketika gua zaman dulu, gua pemain impor sama ekspor, gua impor barang dari Hongkong, gua bayar pakai apa? Pakai dolar, Guys. Gua impor barang dari Jepang, gua bayar pakai apa? Pakai dolar. Enggak ada tuh bayar bayar pakai yen. Tapi sekarang dunia sudah berubah. Sekarang kita ada namanya LCS, local currency settlement. Dan ini mengkhawatirkan kalau orang udah mulai makin banyak transaksi pakai mata uangnya sendiri. Contoh, kamu pergi ke Malaysia, kamu beli handphone di Malaysia atau kamu pergi ke Singapura, kamu beli makanan di Singapore, kamu enggak usah lagi convert itu ke dolar, tapi lu bayar langsung pakai rupiah, bisa enggak bisa. Pakai apa? Curies. Karena curies backbond-nya adalah local currency settlement. Lu enggak perlu convert itu ke dolar, dolar ke mata uang mereka. Enggak. Beda dengan kalau lu pakai Mastercard Visa itu backbond-nya pakai US Dollar. So, kalau lu transaksi pakai kartu lu, lu transaksi di Singapura pakai Visa, yang terjadi apa? Memang harganya dalam dolar Singapura, tetapi di belakang layar mata uang rupiah lu diconvert ke dolar baru dari dolar ke mata uang Singapura. Cuannya dua kali karena ada dua kali nilai tukar di situ. Woi, kaya raya dong Mastercard Visa. Jadi kalau makin banyak orang pakai curies, lu artinya makin setuju kalau Indonesia itu makin kuat. Rupiah kita itu berlaku berdaulat karena kita mengurangi ketergantungan kita terhadap US dollar. Dan keuntungan lainnya apa? Ya, devisa kita bisa kuat. Karena Indonesia tidak perlu menjual harga dirinya, menjual rupiahnya untuk mendapatkan dolar setiap kali transaksi internasional. Ingat, negara kita ini negara impor. Basisnya konsumsi, hobinya ngimpor. Ngimpor, ngimpor. Artinya apa? Kalau makin banyak transaksi harus belanja dolar dulu, harus belanja dolar dulu, lama-lama ya rupiah kita tergadai, rupiah kita makin murah. Tapi dengan adanya LCS, local currency settlement sebagai backbond-nya curies, makin banyak orang transaksi pakai curies di dunia internasional, makin kuatlah cadangan devisa kita dan makin berdaulatlah rupiah kalian. Itulah kenapa pentingnya Kis ini sukses besar di dunia. Dan ini terbukti ya posisi cadangan devisa kita ya per bulan Juli 2025 pun masih kuat di atas 150 miliar dolar, Guys. Artinya sampai 6 bulan ke depan lah masih aman nih buat teman-teman pemain bisnis ekspor impor lu jangan khawatir Bank Indonesia masih punya cadangan duit yang banyak nih. Thank you nih Peri Waluyo nih membawa Bank Indonesia sukses besar dengan curiesnya dan ya cadangan devisa kita juga masih stabil nih. Kita bisa bertahan ketika terjadi dinamika perang dagang. Ternyata Indonesia masih aman. Terus kalau gitu, Pak, kenapa Amerika ketakutan? Kenapa Donald Trump marah-marah, ngamuk, blingsatan? Simpel aja, Teman-teman. Kan tadi kita sudah buka data nilai transaksi curis dari bulan Januari sampai pertengahan tahun 2025 1 semester 6 bulan pertama 2025 itu nilainya Rp579 triliun. Nah, lu tahu enggak tiap kali transaksi Curies itu ada Ve, 0,3%. Artinya kalau lu kali ya 0,3% * 579 triliun 0,3% itu setara 1,7 triliun. Artinya di sini negara diuntungkan 1,7 triliun loh pendapatan dari penggunaan sistem curies. Ya wajar aja dia ngecas 0,3%. Lu kira bayar server gratis. Terus kenapa Amerika panik? Simpel aja. pengusaha kapitalis Amerika Serikat, Visa, Mastercard kan menggunakan tangan-tangan mereka di pemerintahan, menggunakan sistem politik mereka, menggunakan presiden demi kepentingan bisnis mereka. Teman-teman tahu kuenya R79 triliun loh dalam 6 bulan pertama doang. Kalau lu transaksinya pakai Visa atau Mastercard, mereka itu fe-nya besar loh, 2%. Artinya 2% * 579 triliun Visa dan Mastercard itu bisa cuan 11,5 triliun. Gila, Guys. Bandingin ya. Kalau Mastercard Visa menguasai transaksi itu, mereka bisa dapat 11 triliun. Curies 1,7 triliun. Ini artinya ya Amerika nih kalau berhasil membodoh-bodohi kita, mereka bakal cuan 10 kali lipat. Lu harus bayar lebih mahal lagi. Merchan-merchan di Indonesia, pelaku usaha di Indonesia akan makin ditindas lagi. Karena apa? Bayar fee-nya sampai 2%, Bro. Curies cuman 0,3%. Jadi lu bisa lihat ya, kenapa penting banget buat pengusaha Amerika Serikat menekan kebijakannya, memperbudak Indonesia supaya tambah cuan lah Visa dan Mastercard. Ingat mereka langsung cuan 11,5 triliun, Guys, ketika ini terjadi. Makanya hopefully ini enggak terjadi, ya. Bahkan lebih ekstrem lagi kalau kita lihat perhitungannya pejabat Bank Indonesia. Teman-teman tahu menurut pejabat Bank Indonesia, gua enggak mau sebut namanya karena nanti gua akan buktikan ini memalukan. Dia bilang curis ini harus kita dukung karena visa atau master dalam setiap transaksi mengenakan 2,5% dan kalau dia total dalam 1 triulan mereka akan kehilangan R0 triliun dalam 1 tahun sekitar R80 triliun. Gila guys, 280 triliun akan berhasil di-download Amerika Serikat menurut pejabat Bank Indonesia. Apa betul? Gua koreksi di sini. Jadi, Teman-teman lihat ya. Kalau menurut dia visa itu ngecas 2,5% per transaksi dalam 1 tahun 280 triliun. Artinya kan 100% dari 2,5% itu 40 kali lipatnya. So artinya menurut perhitungan pejabat Bank Indonesia yang enggak ada otak ini kalau 280 triliun * 40 artinya total nilai transaksi adalah 11.200 triliun alias setara 11,2 kuadriliun. Ini gila. Lu boleh-boleh aja ngasih data, tapi lu jangan kegilaan begini. Mentang-mentang lu pejabat, pernyataan lu juga gua koreksi. Kalau 11,2 kuadriliun, Bro. APBN Indonesia aja enggak nyampai 4.000 triliun, Bro. Ini bisa-bisanya 11.200 kuadriliun kok lebih gede daripada transaksi APBN kita. Kan enggak mungkin lah ya. Jangan goblok-goblok banget lu jadi pejabat. Karena kalau lu kutip juga 2,5% 11.200riliun artinya visa dapat R80 triliun. Ya itu tidak betul. Kenapa? Karena enggak mungkin nilai ekonominya adalah 11.200. kuadriliun. Karena kalau kita buka laporan keuangan visa aja tahun 2024, pendapatan mereka, revenue mereka cuma 600 triliun setahun lah. Kok bisa sih mereka dapat setengahnya? Ya kalau 280 triliun dari Indonesia kan udah enggak mungkin lah. Jadi data lu hoaks lah, palsu lah. Data gua udah lebih benar. Bahwa apa? Curies ini penting. Kita punya transaksi 500 triliun dalam 6 bulan dalam 1 tahun ya 1 triliun ya. That's it. Jangan lu besar-besarin bisa setara 11.000 triliun. Gua enggak setuju. Tapi bukan artinya curies enggak penting. No. Curies sangat penting. Tetapi lu harus hati-hati Periwaluyo. Kenapa? Ini dalam situasi perang geopolitik dan gua yakin Bank Indonesia enggak update dengan ini. Karena mereka santai-santai aja mereka enggak bikin task for sendiri. Padahal di belakang layar sejak bertahun-tahun lalu curis ini sudah dipantau oleh intelijen Amerika Serikat. Bahkan di tahun 2024 sebelum Donald Trump menjadi presiden, USTR, Kementerian Perdagangan Amerika Serikat sudah menggaris bawahi curies ini harus dibinasakan. Dalam laporan Kementerian Perdagangan di Amerika Serikat di tahun 2024, mereka sudah menyatakan US Companies, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat merasa terancam dengan kebijakan Bank Indonesia nomor 21 tahun 2019 yang menciptakan lahirnya Curri. Karena ketika curis ini diciptakan, Bank Indonesia tidak minta izin sama pemain internasional. Mereka tidak mengabarkan kepada pelaku usaha bahwa curis kalau berlaku bisa nempel bahkan bisa berinteraksi dengan ekosistem pembayaran yang ada di Indonesia secara seamless dan ini menjadikan ancaman bagi kompetitor curies Mastercard dan Visa. Maka lu jangan polos-polos amat kalau lihat kebijakan negara contohnya kayak Amerika. Pasti setiap polisy, pasti setiap undang-undang di belakangnya ada pengusaha yang akan diuntungkan dengan regulasi baru. Itu sama seperti ini. Jadi, agenda penyerangan curies itu bukan cuma sekarang, Guys. Tapi sudah di-setting sejak bertahun-tahun lalu. Buktinya apa, Pak? Buktinya setelah pembukuan resmi dari intelijen mereka di tahun 2024, mereka bikin kebijakan resmi pakai logo Amerika Serikat sekarang federal langsung turun. Di tahun 2025 dengan menggunakan stampel Presiden Amerika Serikat, kebijakan 2024 diresmikan sebagai foreign trade barriers oleh United States Trade Representative. Jadi ini kayak ya Kementerian Perdagangannya mereka lah. Intinya mereka bilang apa? Mereka betul-betul kecewa. Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat sangat kecewa dan mereka mengekspresikan kekecewaan mereka terkait tidak adanya program jilat pantat dari Bank Indonesia kepada Amerika Serikat. Lack of consultation prior to issuce of regulation. Jadi mereka pengin Bank Indonesia berkonsultasi sama mereka kalau bikin peraturan baru. Siapa el? Mereka minta Bank Indonesia jadi budak. Mereka minta Bank Indonesia permisi kulonuon sama Amerika. Kalau mau menciptakan program baru seperti curis, regulasi baru seperti curis. Siapa lu? Benar-benar benar ngeri, Guys. Ini membuktikan perang dagang ini betul-betul program geopolitik, Guys. Ini bukan cuma murni bisnis, tapi ada geopolitiknya di sini. Dan ini dibuktikan karena mereka lagi-lagi mengorek luka lama. Mereka tulis, mereka sangat sedih dengan peristiwa di bulan Mei tahun 2023. Kenapa? Di situ Bank Indonesia menciptakan mandat baru bahwa kartu kredit pemerintah Indonesia harus diproses melalui National Payment Gateway atau GPN Indonesianya. Dan ini merugikan perusahaan pembayaran Amerika Serikat. Karena sekarang jadi makin sedikit yang bertransaksi menggunakan payment gateway atau sistem pembayaran Amerika Serikat. Jadi makanya dari sini semoga lu makin jelas ya hubungannya perang dagang, hubungannya dengan Donald Trump, hubungannya dengan trade barrier, hubungannya dengan Bank Indonesia, hubungannya dengan curis, dan endingnya adalah hubungannya dengan dolularisasi. Jadi semua ini sinkron satu badan, satu roh bahwa dolar terancam, Guys. Mereka akan lakukan segala cara supaya dolar tetap powerful dan ujung-ujungnya apa? supaya Amerika tetap powerful beserta para bohir oligarki sistem pembayaran dunia. Sekarang terjadi dua poli, Guys. Yaitu apa? Mastercard dan visa. Teman-teman suka enggak suka dunia ini diatur sama mereka. 80% arus duit keluar masuk transaksi itu menggunakan Mastercard atau visa. Lu bayangkan itu. Sekarang tiba-tiba lahir pemain baru namanya KUR Mogo Internasional. Mereka ketar-ketir. Jadi menarik ketika yang selama ini Bank Indonesia cuma fokus soal moneter doang, soal inflasi doang lah. Tiba-tiba harus berhadapan dengan institusi raksasa asing dengan agenda geopolitik. Bukan murni bisnis, bukan murni soal monetaryino. Mereka menyatakan perang dengan kita. Nah, menarik melihat responnya Bank Indonesia ketika mereka diminta penjelasan. Respon Bank Indonesia adalah lu jangan khawatir. Karena ternyata data menunjukkan kartu kredit Amerika Serikat di Indonesia masih dominan. Lu jangan takutlah sama Curis. Curies ini pemain kecil lah, cuma pemain kelas kampung lah. Dia baru level Purwodadi sama Purworejo lah. Lu kan udah pemain internasional, lu ada di California, di Jerman, di Berlin, di Inggris, Visa, Mascard ada di mana-mana. Lu menguasai Eropa, lu menguasai Amerika, lu menguasai Kanada dan khawatir lu juga masih menjadi penguasa di Indonesia. Jadi strateginya Bank Indonesia itu laying low, mau bikin supaya Amerika tidak gunda-gulana. Pertanyaannya menurut lu Amerika sebodoh itu dan apakah respon Bank Indonesia sudah betul atau ini membuktikan mereka juga enggak kompeten nih karena buktinya akhirnya diungkit lagi nih di USTR soal trade barrier ini. Atau sebaiknya Indonesia langsung terus terang aja blak-blakan perang dagang. Kita memang mau desolarisasi. Kita memang mendukung kehancuran US Dollar dan kita siap bergabung dengan Bricks yang akan menciptakan mata uang baru. Makanya lu jangan kaget kalau banyak ya profesor, guru besar di Amerika Serikat yang merasa ketakutan bahkan was-was. It is certainly a compelling proposition that the dollar should be losing its dominance because the US has used the dominance of the dollar in ways that have not necessarily been good for the rest of the world because every US monetary policy action, every US policy shift ends up having implications for the rest of the world and sometimes those are not very good implications but in addition the US has weaponized the dollar by using um its dominance to impose financial sanctions on a lot of rivals and even against Memang faktanya penggunaan dolar di dunia ini terus berkurang dan mungkin ini ya kabar baik juga atau mungkin bisa jadi kabar buruk karena kalau dolar menjadi mata uang dunia implikasinya bukan hal yang positif terus kan banyak orang bilang oh bagus percepatan perdagangan dunia oh bagus global trading jadi makin baik oh bagus ini artinya globalisasi dan lain sebagainya seolah-olah baik sekali kalau dolar itu menjadi mata uang dunia faktanya enggak selalu begitu karena banyak juga negara yang mendapatkan implikasi negatif ketika suku bunga The Fat naik atau ketika suku bunga The Fat turun. Jadi enggak serentak dan enggak seragam. Dan ini memang menciptakan segmentasi. Jadi, jadi ada fragmentasi di negara-negara yang merasa tidak puas dengan kekuatan dolar itu sendiri. So, wajar aja makin banyak negara yang takut bahkan berusaha mengurangi ketergantungan mereka terhadap mata uang dolar. Jadi, kalau teman-teman lihat podcast kita kemarin yang kita diundang beberapa bulan lalu, di situ gua bilang ada kemungkinan besar dolar ini justru nilainya bukan makin kuat tapi makin turun. dan emas justru makin mahal. Kenapa? Karena kalau Amerika Serikat mau kompetitif produk manufacturing mereka, mereka harus bikin dolar mereka lemah seperti China. Kalau enggak orang enggak sanggup impor barang made in US mahal, ya lu mau impor motor made in USA Harley. Atau lu mau impor Indian motor Indian, pasti harganya tetap lebih mahal walaupun tarifnya 0%. Karena apa? Ya, nilai tukarnya begitu kuat dolar itu. Jadi, enggak akan kompetitif barang Amerika Serikat kecuali mereka dengan sengaja melemahkan dolar mereka. Dan itu bisa saja terjadi kalau memang si Bason itu ngerti bahwa hei memang gua harus memperlemah dolar nih kalau gua pengen jadi pusat manufacturing dunia, which in this case is not going to happen that fast. Tetapi menurut Profesor Kupman ini menarik pandangan dia yang seperti ini. China, Europe, others. That can be a good thing. Dan ini terbukti guys bahwa indeks dolar ya dalam 3 tahun terakhir itu terus menurun. Bahkan di semester 1 2025 nilai dolar itu udah drop 10% lebih. Ini yang paling parah nih sejak tahun 1973 waktu itu terjadi Bratton Woods ya. So teman-teman ini menarik nih. Geopolitik dunia terus bergerak volatil, terus bergerak progresif. Hari ini A, hari ini B, besok C. Bereser terus posisi terakhir dengan adanya perang tarif ini, gua melihat tidak ada jalan lain bagi Amerika Serikat. Kalau pengin banyak pabrik-pabrik yang pindah buka toko di Amerika Serikat, mereka memang harus memperlemah dolar. Nah, jadi teman-teman bisa lihat ya apa yang gua ramalkan di podcast itu hari ini jadi kenyataan. Nilai dolar terus menurun karena efek perang tarif ini, perang dagang ini. Ya, kita lihat makin banyak sih orang-orang yang optimis dan bahkan senang ya kalau seandainya dunia ini menuju arah the dolarisasi. Nah, kalau menurut kamu gimana, Guys? Menurut kamu ya, apakah perang tarif ini justru men-trigger hegomoni Amerika Serikat di dunia semakin jaya lagi atau justru menghancurkan ya kekuasaan Amerika Serikat khususnya Barat di perekonomian global? Dan yang paling penting, Guys, menurut kalian curies ini harus menyerah terhadap Mastercard Visa atau tetap aja fight buat menjadi sistem pembayaran yang paling kuat at least di Asia Tenggara. Lu setuju enggak itu terjadi? Dan yang paling penting, Guys, soal the dollarisasi nih, Guys. Lu setuju enggak kalau Benix bikin video khusus tentang kenapa dolar akan makin nyungsep di era Donald Trump, which is merevisi podcast kita yang diliputan 6 karena waktu itu belum ada perang tarif. Dan kenapa gua sangat yakin emas bakal naik menjadi 3 juta per gram dalam 1 tahun ke depan. Lu sepakat enggak kalau kita bikin video khusus hubungan antara dualerisasi, emas, dan perekonomian Indonesia. Kalau lu setuju, segera like video ini. Kalau mencapai 24.000 1000 likes dalam 24 jam. Kita akan bikin video khusus tentang dedolarisasi emas dan perusahaan mana saja di Indonesia yang diuntungkan dengan kejayaan curies ini. Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa segera like, comment, and subscribe ya, guys. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]