It took 32 years to get back to the DPR? A salary of 104 million is too small, bro!! WHY DEMO?
zHji7AbrPas • 2025-08-26
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id dan mungkin memang belum cocok. Sehingga yang terjadi kemudian apa? Mereka akan cari jalan cepat, jalan pintas untuk balik modal lebih cepat dengan menjual jabatannya dan kekuasaannya. Kan kita enggak mau seperti itu. Makanya kalau ditanya gua setuju enggak dengan gaji anggota DPR kita diperbesar? Gua setuju. [Musik] Jakarta panas, Guys. Gila, demonstrasi massal kemarin betul-betul viral ya. semua unsur masyarakat mulai dari yang bayaran maupun yang gratisan. Kasihan banget lu udah demo gratis lagi. Semuanya berkumpul nih, anak STM, SMA katanya. Anak kuliah juga ada atau enggak? Anyway, aksi unjuk rasanya ricu, guys. Gua juga baru tahu karena gua kira yang demonstrasi cuman orang-orang di doang. Tapi ternyata ya anggota DPR kita sekarang lagi diemo habis-habisan. Mungkin ada hubungannya dengan tunjangan mereka yang dikabarkan naik gila-gilaan. Hmm, kok bisa nih, Guys? Apalagi yang paling hebo ya pas gua lihat videonya ternyata ini jauh lebih viral, jauh lebih bahaya dibandingkan demonstrasi Pati. Kalau di Pati kan orang cuma lempar air mineral, botol minum lah. Itu justru enaklah pemulung kan dapat cuan di sana ada yang lempar sendal lagi. Wah lebih enak lagi tuh lu dapat cuan lagi. Nah kalau di sini agak bahaya karena mereka sampai bakar-bakar motor, Guys. Dan yang lebih heboh lagi kalau di Pati itu orang demo gara-gara bupatinya di sana asal bacot. Nah, kalau di sini kabarnya orang demo gara-gara aksi joget-joget. Gila nih, gua kira cuma Inol aja yang bisa menggetarkan dunia ini ya. Ternyata anggota DPR kalau joget bahaya, guys. Kebakaran di mana-mana. So, kalau lu penasaran apa sih nih hubungannya dan ini mengancam enggak ya nasib IHSG kita? Jangan dikip video ini. Let's check this out. So, teman-teman, kenapa sih orang demo di situ? Kabarnya sih ya mereka jealous, Guys. Ini orang-orang ini bingung gua enggak punya rasa legowo apa ya rakyat Indonesia ini mereka sepertinya ada iri hati melihat para pejabatnya, anggota DPR kita, by the way, perwakilan kita kok bisa-bisanya meningkatkan penghasilan mereka sendiri. Ini enak juga nih jadi anggota DPR. Kalau mau naik gaji tinggal bikin sendiri, Guys. TTIN sendiri, sah-saahin sendiri ya orang dia yang bisa bikin hukum di negara ini kan, ya. So, teman-teman bisa lihat di layar kaca ya. Sebetulnya lu tuh harus miris dan kasihan dan iba sama anggota dewan kita. gajinya itu cuma R4,2 juta, Guys. Ini jauh di bawah UMR. So, ketika gua melihat ini, gua merasa menangis, Guys. Tadi malam itu gua kepikiran gua enggak bisa tidur. Baru jam 5.00 pagi gua bisa tidur. Kenapa nasib negara ini seperti ini, anggota dewan kita yang terhormat gajinya di bawah UMR. Bang Rojak kalah tukang somai langganan gua. Penghasilan dia bisa sampai R juta sehari. Anggota DPR ada cuman Rp4.200 sebulan. Di situ gua mulai merasa iba, Guys. Tapi rasa iba gua sirna, Guys. Begitu gua tahu anggota DPR kita ternyata banyak terima tunjangan di layar kaca. Kamu lihat ternyata tunjangannya banyak banget. Istri terima tunjangan Rp420.000, tunjangan anak Rp18.000, uang sidang Rp2 juta per sidang, tunjangan jabatan Rp9,7 juta, tunjangan beras Rp30.000. Ini kayaknya gara-gara si Amran nih. Harga beras naik terus, naik terus, naik terus dapat tunjangan beras nih. Terus tunjangan PPH Pasal 21 2,6 juta. Enak banget. Enggak bayar pajak di anggota DPR, dibayarin sama negara. Tapi kalau dilihat-lihat sih sebetulnya masih sedikit juga sih, Guys. Sebetulnya gua enggak ada masalah. Sampai kemudian gua lihat tunjangan lain lain. Tunjangan kehormatan. Oh, makanya dibilang anggota dewan yang terhormat karena mereka punya tunjangan kehormatan. Rp5.580.000. Tunjangan komunikasi Rp15.554.000. Weh, tunggu dulu. Rp15.500.000 buat uang telepon doang. Gua enggak tahu dia teleponnya ke luar negeri kali ya. Jangan-jangan konstituensinya ada di Kazakhstan nih. Jadi dia harus komunikasi sama raket-raket Kazakhstan. Tentu saja biaya sambungan langsung jarak jauh buat internasional harganya lebih mahal. Gua rasa ini harusnya R200 juta lah di sini. Ini kok cuma Rp15 juta ya? Soalnya kan mahal, Bro. Tunjangan peningkatan fungsi Rp3.750.000. Gua enggak tahu fungsi apa yang ditingkatkan ini. Gua kira cuma listrik PLN yang bisa ditingkatkan ya. Tapi ternyata fungsi anggota DPR bisa ditingkatkan juga nih. Mungkin pakai dongkrak di sini. Bantuan listrik dan telepon. Loh, tadi kan udah ada tuh bantuan telekomunikasi. Sekarang ada lagi bantuan listrik dan telepon 7,7 juta. Wah, ini yang enak PLN nih. Enak banget PLN. Dapat klien pasti klien tetap yang namanya anggota DPR. Lalu asisten anggota Rp2.250.000 ini apa asisten anggota? Jangan-jangan juru tulis atau tukang angkat tas atau sekretaris, tapi kok gajinya di bawah UMR? Ini betul-betul cilaka ini, Guys. Ini pelecehan ini. Kok bisa-bisanya asisten anggota mereka R2.250.000. Ini kayak PRT nih, pembantu rumah tangga nih di bawah UMR. Kenapa ya? Ada asisten anggota terus kok kalau ada kok 2,2 juta? Enggak enggak enggak nyambung gua. Tapi yang terakhir itu adalah tunjangan rumah. Ternyata anggota DPR kita kesulitan perumahan, Guys. Mereka ternyata 111 sama fakir miskin dan anak terlantar yang wajib dipelihara oleh pemerintah. Jadi kalau ada yang tinggal-tinggal di bawah jembatan kan kasihan harus dipelihara lah sama negara. Nah, anggota DPR ternyata wajib juga dipelihara karena mereka perlu rumah. Selama ini ternyata mereka tinggal di kolong jembatan, Guys. Gua makin sedih melihat ini. So, ketika mereka kemudian dapat total penghasilan 104 juta ya di situ jujur aja ya gua agak beda lama sama orang kebanyakan. Kalau orang-orang itu kan pada demo karena jealous lah, karena iri lah. Kalau gua rasa sih ya normal-normal aja lah. 104 juta kan mereka anggota dewan yang terhormat dan melakukan kegiatannya banyak. Ada meeting partai, meeting konstituen, meeting ani-ani, meeting golf, meeting yang lain-lain gitu. Duit 104 juta ya jujur aja enggak cukup lah, Guys. Ai gila ini pelecehan ini. Gua sih enggak setuju ya R4 juta. Kenapa gua bilang ini pelecehan, Guys? Lu tahu negara Malaysia, tetangga kita berapa penghasilan anggota dewan di sana? Anggota parlemen di Malaysia. Anggota parlemen di Malaysia itu per orang terima gaji RM16.000 setiap bulannya atau setara Rp61 juta per bulan. Nah, mereka juga dapat tunjangan nih kayak anggota dewan terhormat Republik Indonesia. Per sidang mereka itu dapat RM400 alias R1,5 juta per hari. Nah, ini sama seperti di Indonesia. Terima tunjangan tiap kali sidang mereka dapat duit. Kalau di Indonesia mereka dapat Rp2 juta per sidang. Kalau di Malaysia mereka dapat RM400 per sidang alias R1,5 juta per hari. Nah, di sini kita bisa lihat sedih banget jadi anggota parlemen di Malaysia cuma dapat R,5 juta per sidang. Ih, gua sih malas. Ngapain sidang kalau gitu cuman 1,5? Mendingan pindah lu ke Indonesia dapatnya 2 juta per sidang. Karena ini negara kaya raya pejabatnya ya, rakyatnya miskin. Terus mereka juga dapat tunjangan baju pakaian resmi sebesar RM1.000 Malaysia alias R3,8 juta. Wi, di Malaysia ternyata dikasih baju ya. Mereka enggak sanggup kalau di Indonesia enggak sanggup beli rumah, di sana enggak sanggup beli baju, Guys. Sehingga negara beliin baju buat anggota DPR di sana dikasih budget Rp3,8 juta alias RM1.000 setiap 3 tahun sekali. Oke. So, kalau kita totalin berapa sih penghasilan anggota Malaysia ini diringgitkan? Ya, jadi kalau mereka terima gaji 16.000 alias 61 juta setiap bulan. Dan kita asumsikan lah mereka ini kerajinan lah kerja hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu ngantor terus sampai hari Sabtu aja mereka ngantor. Anggap saja orang Malaysia ini rajin semua. Mereka berarti dapat R,54 juta di* 6. So, mereka dapat ekstra duit sekitar 9 sampai R juta per minggunya. So, artinya anggota parlemen Malaysia dalam 1 bulan bawa pulang RM25.700 R alias R99 juta. Gua buletin lah Rp900 juta karena gua baik. So, dari sini lu bisa lihat bahwa Indonesia ini negara yang sangat kaya raya. Karena apa? Pemerintah Malaysia anggota dewannya gajinya cuman Rp100 juta, Guys. Tapi pemerintah Indonesia gajinya Rp104 juta per bulan. Woi, lu harus bangga. Makanya jadi rakyat Indonesia akhirnya ada prestasi loh. Indonesia berhasil mengalahkan anggota DPR Malaysia. Hebat banget. Tapi tunggu dulu, kalau orang Malaysia menggaji anggota DPR-nya Rp100 juta per bulan, rakyatnya sejahtera atau tidak? Ya, kita hitung dong rata-ratanya. Rata-rata rakyat Malaysia per bulan tuh terima gaji sekitar R juta lah. Rp12 juta per bulan atau sekitar RM3.000 R000 lah. So, Teman-teman kalau hitung ya, ditotalkan gaji anggota dewannya R juta. UMR rakyat Malaysia ada di R juta. So, kalau 100 juta dibagi 12 juta, artinya gaji anggota DPR di sana 8 kali lipat lebih banyak dibandingkan gaji rakyat jelata atau rakyat UMR pada umumnya. Tentu bandingannya dengan itu dong. Jangan lu bandingkan dengan profesor S3 hobinya nipu orang. Jangan. Bandinginnya sama gaji rata-rata manusia di Malaysia. UMR standar di R juta. Oh, berarti parlemen Malaysia menikmati kekayaan 8 kali lipat lebih banyak daripada manusia normal pada umumnya. Ini hal yang normal atau tidak normal? Tunggu dulu, Guys. Jangan langsung nge-judge lu. Seolah-olah Malaysia ini bodoh. Jangan-jangan memang, ya. Tapi tunggu dulu, kita lihat dulu. Kenapa tunggu dulu? Kita harus lihat tetangga kita juga yang jauh lebih kaya raya namanya Singapura. Ternyata di Singapura anggota dewannya punya penghasilan Rp182 juta per bulan. Gila, Guys. Ini gede banget. Ini sesuai dengan visi misi Liuanu, dia enggak mau pejabat-pejabat pemerintah itu gampang disogok. Kalau gajinya kecil, R juta di bawa UMR kayak anggota DPR di Indonesia disogok pakai lemper nasi bacem aja udah senang gitu loh. Gajinya cuma R juta. Ah, buat bayar MRT aja enggak cukup, Bro. Terus lu suruh lagi mereka bikin undang-undang, suruh mereka adil, suruh mereka profesional. Gimana profesional? gaji anggota DPR kita cuma R juta. So, ketika gua lihat gaji anggota DPR di Singapura Rp12 juta, di situ gua mulai merasa air mata gua menetes, Guys. Anggota DPR kita tersiksa banget. Gua jujur enggak maulah jadi anggota DPR di Indonesia. Mendingan jadi anggota DPR di Singapura. Eh, tapi tunggu dulu. Kan biaya hidup juga tinggi ya di Singapura ya. Salah satu kota termahal di dunia ya Singapura sama New York. Berapa sebetulnya penghasilan rata-rata UMR rakyat di sana sehingga anggota DPR dikaji sebesar ini? Realistis enggak? Ternyata, guys, data menunjukkan gaji rata-rata manusia di Singapura itu ada di Rp65 juta per bulan. So, kalau lu bagi ya penghasilan mereka R12 juta dibagi 65 juta per bulan hasilnya adalah 2,8 kali lipat. Artinya kalau dibilang, "Oh, Singapura enggak fair, Singapura curang, Singapura bayar terlalu mahal." Ternyata tidak. Karena ternyata gaji anggota DPR mereka R2 juta per bulan itu cuma tiga kali lipat manusia normal yang pada umumnya di Singapura bisa dapat gaji Rp65 juta sebulan. Artinya, good news, guys, kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segala bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar sebelum tanggal 31 Agustus 2025. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sskolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Artinya lebih mahal Malaysia karena Malaysia sampai 8 kali lipat. Singapura enggak nyampai tiga kali lipat. Ini artinya tidak terlalu jauh kejomplangan antara manusia rakyat biasa dengan para pejabat di negara Singapura. Berbeda dengan Malaysia. Sedih gua ngelihatnya. Bisa-bisanya rakyat mereka gaji cuman R juta. Eh, pejabatnya nikmati RM20.000 lebih setiap bulan. Tega mereka tuh. Sadis. Parah. Parah, parah, parah. Gua respect sama Singapura. Dan yang lebih gua respect lagi mereka itu enggak dapat insentif pajak. Jadi pajak bayar sendiri, Guys. By the way, ya, kalau Malaysia itu sesadis itu, ya, mereka menggaji anggota dewan mereka, parlemen mereka kali lipat lebih banyak dibandingkan rakyat pada umumnya. Lu penasaran enggak sih kalau di Indonesia berapa kali lipat ya? Di negara kaya raya Indonesia yang hobinya adalah korupsi, korupsi dan korupsi. Kalau bisa korupsi, bahkan dikasih remisi supaya semua orang bercita-cita menjadi koruptor. Bahwa itu adalah tujuan hidup cita-cita anak bangsa kita adalah menjadi koruptor. Karena itu jalan pintas menuju kaya selain trading. Kalau trading lu kena tipu, bangkrut, kena nar dikubur enggak ada juga yang mau datangin karena habis duit lu minus. Tapi kalau jadi koruptor lu udah masuk penjara juga lu masih cuan, Bro. Di Indonesia. Nah, di Indonesia lu penasaran enggak sih kalau Malaysia itu 8 kali lipat UMR bulanan? Singapura pejabatnya tiga kali lipat UMR bulanan. Di Indonesia ingat ya, bawa pulang anggota DPR sebulan itu 104 juta. Nah, di Indonesia berdasarkan data, bukan kata gua ya, berdasarkan Kementerian Tenaga Kerja yang wakilnya kemarin habis dikarungin sama KPK itu, ternyata Indonesia sukses membuat rata-rata UMR di Republik Indonesia tahun 2024 adalah Rp3,1 juta. So, kalau lu bagi Rp104 juta penghasilan anggota DPR dengan Rp3,1 juta penghasilan rakyat pada umumnya di Indonesia, artinya anggota DPR di Indonesia digaji 33 kali lipat lebih mahal dibandingkan manusia normal, rakyat pada umumnya yang ada di Indonesia. Jadi kalau lu tadi nyinyir si Malaysia ini bayar 8 kali lipat kebanyakan, hello, Indonesia bayar 33 kali lipat lebih mahal dibandingkan rakyat pada umumnya. Makanya lu jangan heran kalau banyak orang lihat kok anggota DPR ini kalau bikin kebijakan tidak membumi. Kok anggota DPR ini kalau ngomong asal bacot, asal jeplak, seolah-olah lu enggak pernah lihat kehidupan rakyat di Indonesia itu seperti apa. Ternyata ya realitanya memang mereka tuh seperti dewa. Manusia di sini R3 jutaan sebulan. Mereka hidup 104 jutaan sebulan. Kecil sih menurut gua juga kecil. Gaji gua dulu jauh di atas itu loh. Makanya gua juga menangis melihat ini. Tapi kan kita harus lihat dari sudut pandang rakyat jelata, Guys. Bahwa Indonesia Rp104 juta, rata-rata UMR rakyatnya cuma Rp3 juta per bulan. Rasio 33 kali lipat itu sangat-sangat ekstrem. Luar biasa culasnya, luar biasa sadisnya. So, kalau begitu sedih banget ya Indonesia. Kenapa gaji anggota parlemennya cuman 33 kali lipat dari UMR manusia kebanyakan? Sebetulnya yang ideal rasionya seperti apa? Kita sudah riset ada ratusan negara yang ada di dunia ini. Kalau menurut gua sistem yang paling ideal adalah sistem yang dipakai oleh Swiss. Teman-teman tahu di Swiss itu anggota DPR itu bukan pekerjaan tetapi sebuah tugas negara. So, mereka itu enggak berharap dapat gaji dari sana, dapat cuan dari sana. Enggak. Di Swiss, Teman-teman tahu konsepnya seorang anggota dewan di Swiss itu adalah milisi parlementer. Artinya parlemen milisi. Lu tahulah ada militer yang dibayar negara profesional, tapi ada juga milisi. Itu rakyat yang dipersenjatai. Nah, milisi parlementer itu pendekatan yang dipakai oleh Swiss bahwa politisi yang ada di Swiss tidak bekerja full time sebagai politisi. Mereka ada pekerjaan lain. Jadi dokter, jadi petani, jadi tukang ojek, jadi guru, jadi suster. Kenapa mereka seperti itu? supaya mereka lebih membumi. Dan kalau lu pengin ada pengabdian, silakan jadi anggota dewan. Makanya enggak ngetren di sana jadi anggota dewan. Lu tahu enggak sih anggota dewan di sana gajinya berapa? Ternyata gaji anggota dewan di Swiss cuma Rp468 juta per tahun alias sebulannya cuma Rp39 juta. Enggak menarik. Sama sekali enggak menarik. Teman-teman tahu berapa sih gaji UMR di Swiss itu? 6.500 Swiss Frank alias setara R115 juta per bulan. Tadi lu lihat gaji anggota DPR-nya cuman Rp39 juta per bulan, tapi gaji UMR-nya ternyata lebih dari R juta per bulan. Makanya di sana enggak ada orang pengin jadi politisi. Bahkan saking jijinya orang jadi politisi, mereka tuh sampai harus dibujuk sama pemerintah. Ayolah lu nyalonlah, ayolah join partai. Tapi mereka buang-buang waktu buat apa? Ya kalau di Indonesia ya orang jadi ketua RT aja rebutan. Gila memang gitu. Tapi ya di sana orang mau jadi anggota DPR aja enggak mau, enggak cuan. Dan memang udah pendekatannya beda. Pelayanan masyarakat ya. Lu kalau mau jadi anggota DPR harus rela kecil bahkan di bawah UMR. Tapi satu yang menarik, kalau gajinya kecil di Swiss cuman R jutaan sebulan, mereka juga dapat tunjangan sidang. Jadi tunjangan sidang mereka itu dapat 440 swiss frank per hari sidang. Jadi kalau makin sering hadir sidang bisa dapat makin besar penghasilannya mereka meskipun ya mereka jarang juga pakai ini. Anyway, berapa sih yang diterima oleh Swiss? Jadi anggota DPR di Swiss itu terima 132.500 Swiss Frank alias setara 2,3 miliar setiap tahunnya. Kalau lu bagi 12 artinya per bulan mereka itu terima udah sama tunjangan sama gaji mereka yang kecil itu anggota parlemen di Swiss itu terima Rp22 juta setiap bulannya. So, kalau lu hitung rasio antara penghasilan anggota DPR di Swiss yang 222 juta per bulan, lu bagi dengan 115 juta per bulan, maka lu keluar angka dua kali lipat. So, ya anggota DPR di Swiss cuma terima dua kali lipat dari gaji rata-rata orang setiap bulannya. Ya, menurut gua masih manusiawi lah. Masih oke bahwa seorang pejabat itu perbedaan gajinya dengan budaknya, maksud gua dengan rakyat di negara itu ya jangan jomplang-jomplang banget kayak raja dengan budak ya. Kalau di Swiss menurut gua masih masuk akal lah. Oke, pekerjaan lu mungkin resiko tinggi, mungkin menyita waktu, tenaga, pikiran, pengorbanan, pengabdian. Cuman ya enggak gitu-gitu amat kali bisa sampai 10 kali lipat UMR atau 30 kali lipat UMR ternyata di Swiss cuma dua kali lipat UMR-nya. UMR-nya Rp100 juta, pejabatnya cuman terima R200 juta. Simpel, fair menurut gua. Makanya gua enggak heran ketika tim kita ngirim video dari Swiss isinya begini. Gaji kotor anggota parlemen di Jerman yakni 10.000o per bulannya. Kelihatan banyak tapi gaji ini belum dipotong. Pajak yang gedong banget dan gaji ini masih setara dengan eksekutif atau profesional di Jerman. Noria termasuk negara maju, stabil, dan sangat makmur. Gaji anggota dewan per bulannya sekitar 92.000 no alias R5 jutaan. Gaji rata-rata rakyatnya mencapai 60.000 nok per bulan atau kalau dirupiahin mencapai Rp95 juta. Catat lagi ini negara yang sangat maju dan sangat amat makmur. Tahu dong kalau di Swis permuh dengan hawa-hawa kemewahan. yang tinggal juga orang-orang keyongreo. Jadi anggota parlemen di sini cuman kerja sampingan, bukan dibayar per bulan, tapi persidang yakni 440 swis fram atau sekitar 8,9 juta kaya raya. Jadi kesimpulannya biar negaranya maju berarti so dari situ kita bisa lihat, Guys, bahwa ternyata ya di negara-negara barat itu anggota dewannya ya masuk akal menggaji diri mereka sendiri. Bukan artinya mereka bisa bikin peraturan sendiri terus mereka semena-mena. Ya. Ya enggak juga begitu. Karena ternyata rasionya memang masuk akal. ada bahkan rasionya cuma 1,5 kali lipat. Contohnya kayak Norway itu di bawah dua kali lipat. Tapi kenapa di Indonesia bisa mahal banget ya? Penghasilan anggota DPR kita bisa sampai 33 kali lipat dibandingkan rakyat biasa. Apa penyebabnya? Jangan-jangan memang karena biaya untuk menjadi anggota DPR di Indonesia itu sangat-sangat mahal. Karena berdasarkan artikel dari CNBC tahun 2023 di layar kaca kamu bisa lihat jadi anggota DPR modalnya bisa sampai 15 miliar. Sekarang kalau lu hitung R15 miliar dibagi Rp104 juta setiap bulan dalam 1 tahun itu cuman R,2 M loh. Artinya 15 miliar dibagi 1,2 miliar itu butuh waktu 12 tahun untuk balik modal. So, C gua ulangin artinya kalau lu modalnya 15 M untuk jadi anggota dewan, lu butuh 12 tahun untuk balik modal. Lah, kan lu berkuasa cuma 5 tahun, Bro. Terus sisanya dari mana? Nombok dong. Dan ini hitungannya enggak masuk akal. Kenapa? Karena kalau pakai hitungan ini, teman gua semuanya udah jadi anggota DPR. Karena faktanya ya, teman baik gua ada yang kemarin mau maju jadi anggota DPR, modal 12 M hangus enggak jadi apa-apa kalah. Gua juga udah ketemu yang modelnya 17 M hangus enggak jadi apa-apa kalah. Sebetulnya berapa sih modal jadi anggota DPR? Even si NBC salah risetnya. Kalau lu mau jadi anggota DPR di Indonesia, paling sedikit modal yang lu harus keluarkan adalah 40 miliar. Bahkan Cak Iimin udah bilang ini berulang kali di sokoran Kompas nih. Lu bisa lihat nih 40 miliar. Kalau 40 miliar lu bagi Rp10 juta per bulan lu kali 12 kan cuma 1,2 M. So 40 miliar bagi 1,2 miliar itu hasilnya adalah 32 tahun. Ini sama seperti masa jabatan Soeharto. 32 tahun presidennya enggak ganti-ganti baru balik modal, Guys. Sedih banget. Enggak ada jaminannya lu itu masih hidup 32 tahun lagi. Bisa jadi lu udah mati gara-gara global warming atau es di kutub utara mencair dong. Gimana caranya biar mereka bisa balik modal lebih cepat? Ya harus dinaikin lagi dong gajinya. mereka. Karena kalau enggak gua sih sedih. Bisnis apa yang balik modal dalam waktu 32 tahun gua juga enggak mau invest. Kemarin ada yang ngajak band joinan yuk, gua mau jadi anggota DPR, invest di gua. Ee kalau lu menang juga balik modalnya 32 tahun buat apa? Enggak logis. Jadi dari sini kita bisa tahu memang biaya politik di Indonesia itu sangat-sangat tinggi dan mungkin memang belum cocok. Sehingga yang terjadi kemudian apa? Mereka akan cari jalan cepat, jalan pintas untuk balik modal lebih cepat dengan menjual jabatannya dan kekuasaannya. Kan kita enggak mau seperti itu. Makanya kalau ditanya gua setuju enggak dengan gaji anggota DPR kita diperbesar? Gua setuju. Kenapa? Karena kalau gajinya terlalu murah mereka bisa gampang disogok, makan suap, cari bisnis sampingan. Faktanya seperti itu. Iya, soalnya biayanya walaupun udah naik jadi Rp100 juta, enggak masuk akal, Guys. Biaya kampanye mereka aja lu bayangin ya, kalau mau menang di Indonesia lu harus sogok kan. Lu kasih namanya serangan fajar. Satu amplop R500.000. Rp.000 kali 1000.000 amplop aja Rp500 juta. Enggak ada orang yang menang dengan 1000 amplop. Enggak ada. Lu minimum albis R.000 amplop kali R500.000 aja udah 10 M. Ini belum biaya lain-lain. Bikin dangdutan kasih sembako, gula, garam, beras. Mendadak mereka lebih keren dari BULK nih anggota DPR kalau lagi nyalek. Tapi itu realitanya mahal sekali biaya kampanye politik di Indonesia. Akibatnya apa? Rakyat memang disogok, tapi setelah 5 tahun lu harus siap dikuras. Ngeri enggak sih kalau kita punya mindset seperti itu? Kan enggak mau ya. Makanya gua setuju memang anggota DPR kita gajinya harus ditingkatkan. Tapi tetap menggunakan batas logikanya. Logikanya apa? Gua sih rela gaji anggota DPR naik jadi R miliar per bulan. Catat ya. Gua rela dengan catatan rasionya 10 kali UMR. Artinya UMR naik jadi R juta. Fair enggak? Gua yakin lu juga setuju. Enggak apa-apa gaji DPR R miliar. Asal itu 10 kali lipat dari UMR rakyatnya. Jadi apa yang dilakukan oleh anggota DPR di Indonesia? Mereka harus berpikir keras gimana caranya meningkatkan pendapatan penghasilan rakyat karena gaji mereka dihitung berdasarkan rasio. Itu contoh, kita sudah setuju rasionya 10 kali lipat. Oke. Anggota DPR mau punya gaji Rp100 juta. Boleh enggak? Boleh. Artinya harus naikin dulu rata-rata rakyat Indonesia bawa pulang R10 juta per bulan, kan gitu. Kalau mereka mau naik jadi Rp300 juta boleh enggak? Boleh. Artinya lu naikin dulu rasio pendapatan Indonesia rata-rata bawa pulang Rp30 juta per bulan dengan rasio 10 kali itu jadi masuk akal. Sehingga ketika kemudian lu lihat gaji anggota DPR di Swiss R200 juta atau anggota DPR di Malaysia R00 juta. Lu enggak usah jealous karena apa? Itu masih dalam rasio yang wajar. Malaysia pun cuma 8 kali lipat rasio dari UMR-nya. Dari penghasilan rata-rata mereka. Masih masuk akal menurut gua di bawah 10 masih masuk akal lah. Karena rata-rata negara di dunia ini yang yang masuk akal ya. Ya rasionya ada di bawah 10. Tapi kalau udah lebih dari 10 ini jangan-jangan menuju negara Pyongang nih, negara favoritnya Kim Jong Un gitu kan. Kenapa? Karena lu kayak ngasal banget. Hidup lu enggak menginjakkan kaki di tanah di bumi. Lu hidup lu seperti dewa penguasa langit dengan budak-budak yang berjalan di atas permukaan bumi. Terlalu jauh jaraknya. Menurut gua aneh. So, teman-teman patuh dicatat ya. Gua setuju dan gua berharap gaji anggota DPR kita naik sampai R miliar per bulan. Gua setuju, catat itu. Karena gua tidak mau anggota DPR kita gampang disogok. Gua enggak mau anggota DPR kita punya bisnis sampingan. Gua enggak mau anggota DPR kita menjual undang-undang pasal perpasal karena mereka gampang dilobi oleh oligarki. Gua enggak mau. So, gua setuju mereka terima gaji R miliar. Kenapa ini jadi masalah juga kalau gajinya kekecilan? Artinya lu sengaja merentalkan, memprostitusikan pejabat kita sendiri. supaya mereka gampang dikasih duit sogong. Ini kejadian banyak negara-negara Afrika seperti itu. Hakim digajinya kecil, polisi digajinya kecil, jaksa gajinya kecil, tentara gajinya kecil. Kenapa? Supaya koruptor-koruptor bisa terus berkuasa, oligarki-oligarki bisa terus berkuasa. Mereka bisa beli hukum dengan mudah, dengan murah. Karena apa? Dipaksa miskin. aparat di negara itu, penegak hukum di negara itu, PNS di negara itu, dipaksa miskin. Corruption is not bad. Corruption is only bad if I'm not involved. Yes. But if I'm part of that corruption, I'll defend it. Gua juga enggak mau kita berakhir seperti negara itu. Enggak mau. Kita mau kita punya pemimpin yang elegan, yang hebat, yang pintar, yang cerdas, yang bisa fokus jiwa raganya. Bukan cari proyek, tapi membangun bangsa. Makanya yang pertama kali dilakukan Li Kananyu ketika dia berkuasa apa? Dia naikin gaji para pejabat pemerintahan. Dia enggak mau hakim-hakim gampang disogok. Naik gajinya 200 kali lipat. Enggak ada masalah. Negara kita jadi lebih berkuasa dan negara harus berkuasa. Lebih berkuasa dibanding pengusaha dan konglomerat di negara. Itu harus begitu. Kalau enggak gampang disogok. Makanya terus terang gua setuju anggota DPR kita gajinya tinggi. Setuju banget. Tapi alangkah baiknya kalau menggunakan rasio yang wajar. Yang wajar menurut gua berapa? maksimal 10 kali lipat dari penghasilan rata-rata rakyat Indonesia. Nah, menurut kamu gimana? Kamu setuju enggak dengan demonstrasi yang menolak gaji anggota DPR itu naik atau memang sistem kita yang salah ya, yang harus dibenahi? Kenapa kita bisa jadi punya sistem yang terlalu aneh seperti ini? Nah, kalau menurut kamu gimana? Atau biarin aja gaji anggota DPR cuma R juta. Menurut lu gaji anggota DPR kita yang masuk akal seperti apa? Supaya mereka enggak gampang di lobi, enggak cari obyekan, bisa fokus bekerja. Menurut lu gaji berapa sih sih yang layak sehingga enggak usah pakai demonstrasi-demonstrasi seperti itu sehingga rakyat bisa terima. Oh, beban kerja mereka memang berat. Tugas mereka memang banyak. Mereka mewakili kita. Mereka punya fungsi ada budgeting anggaran harus ngawasin APBN yang di Sri Mulyani bikin. Pelototin. Mereka ada fungsi legislasi bikin peraturan hukum, undang-undang, pertimbangan segala aspek rasio di Indonesia. Sukunya banyak, budayanya banyak, bahasanya banyak. Gimana enggak ada konflik sosial ketika sebuah undang-undang lahir. Mereka kan harus jewantakan itu dalam sebuah dokumen undang-undang itu. Bukan pekerjaan 1 2 jam. Ini pekerjaan bisa sat du tahun bikin satu undang-undang. Menurut lu harusnya mereka digaji berapa? Anyway, gua tunggu ya pandangan kalian seperti apa. Jangan lupa segera subscribe channel Benix dan pencet tombol like. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories