PURBAYA'S BOLD BREAKTHROUGH!! Indonesia FLOODED with 1,133 Trillion Rupiah, RI'S Economy SKYROCKE...
EODwUZl-yZo • 2025-09-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ngeri banget ini, Guys. Menteri Keuangan yang baru itu mau suntik duit R00 triliun. Gila, gua ulangin ya. 200 triliun. Ih, gila, gede banget ini, Guys. Dan ini disuntik ke bank, bukan ke rakyat. Padahal masalah utama kita itu ekonomi yang lesu, daya beli turun, kok malah yang dibantuin perbankan, yang disuntik duit, bank. Kok bukan rakyat yang disuntik duit? Ini masalah obat. Padahal kan kalau lu pikir-pikir yang perlu banget duit itu ya UMKM, rakyat jelata, supaya ekonomi ini bergerak. Lah, ini kok yang malah dikasih bank, orang disuruh ngutang ke bank. Kok jadi salah ya, Guys? Gimana nih, Guys, kalau orang disuruh ngutang ke bank dulu buat buka usaha, padahal daya beli lagi lemah. Masyarakat enggak pegang duit, semuanya pada turun, keringkerontang. Gimana usahanya bisa bertahan? Kok sepertinya ini salah strategi ya? Apa kayaknya mendingan kita pasang lagi nih agen jadi menteri keuangan. Ya udahlah anyway ini kan channel investasi. Kita bahas lebih detail yuk. Sebetulnya yang dilakukan menteri keuangan ini apa sih? Kok pakai strategi seperti ini dan netizen pada teriak-teriak lu. Makanya lu jangan penasaran deh. Dan jangan skip video Benix kalau enggak lu akan tersesat. So, ayo kita bahas lebih detail. Let's check this out. Jadi, ya, Teman-teman, buat yang belum paham ya, Menteri Keuangan kita itu udah menemukan cadangan duit yang jauh lebih besar dibandingkan giveaway Benix yang cuman 100 triliun itu dari program gratis masuk tol khusus mobil listrik. Yang hari ini juga gua mau bilang segeralah tolong digratiskan itu tetap ya konsisten gua. Kita ini pro mobil listrik supaya APB negara kita enggak habis terkuras cuma buat beli minyak impor. Sedih banget. Malah kemarin gua lihat sell BP juga pada kekeringan. Eh, sekarang disuruh beli dari Pertamina, makanya lu banyak yang nyesel ya, lu pada banyak yang komplain kan. Aduh, ngapain gua disuruh beli Pertamina nanti gua beli pertama rasa Pert lagi. Makanya lu ngisi ke Shell sama BP sekarang udah enggak bisa. Makanya kalau lu enggak mau kecelek solusinya gampang. Lu jual mobil lu ganti sama mobil listrik. Hari gini masih pakai mobil dinosaurus lu. Aneh banget. Makanya sekarang lu harus dukung petisinya Benix supaya gratis masuk jalan tol. Kok jadi kita jadi ngomongin mobil listrik sih? Enggak. Kita mau ngomongin soal si Purbaya, Guys. Kalau Benix itu cuman bisa ngasih duit R triliun ke negara, ternyata Purbaya mau ngasih duit R triliun. Dia itu baru menemukan, ya ternyata ada saldo negara. Negara nabung di Bank Indonesia dananya hampir 500 triliun dan itu ngendep aja di situ. Ya, mungkin karena ada aliran beberapa orang tertentu yang suka ke Gunung Kawi. Kalau duit taruh di situ bisa berkembang biak katanya. Anyway, Purbaya bilang itu kayaknya kalau kita taruh ke masyarakat diputar di perekonomian jauh lebih bermanfaat deh. Seperti di video ini ya. Yang selama ini ada di bank sentral kebanyakan ada R30 triliun. Saya pindahin ke ee sistem perbankan 20 triliun itu akan nyebar di sistem supaya uangnya bisa tumbuh dan ekonomi bisa jalan lagi. Jadi saya enggak enggak ada enggak ada apa-apa cinan uang aja. Tapi kan bank enggak akan enggak akan mendiamkan uang itu enggak ada costnya. dia akan terpaksa mencari return yang lebih tinggi dari costnya. Di situlah mulai pertumbuhan e kredit tumbuh. Tapi lu paham enggak sih yang sebenarnya yang dibilang sama si Purbaya nih, menteri kita yang baru nih, orang-orang pada bilang ini menteri favoritnya Benix. Kenapa ini penting? Karena ketika gua lihat di X, Facebook, Twitter, banyak netizen-netizen itu yang tersesat. Maksud gua bukan cuman tersesat, tapi cenderung goblok. Contohnya si Taufik 7000 ini nih namanya udah kayak mesin motor aja. Dia bilang apa? Menteri keuangan yang baru menyuntikkan R00 triliun ke bank. Ingat ke bank. Artinya rakyat disuruh ngutang kalau mau dapat manfaat. Padahal masalah utama ekonomi lesu daya beli turun. Suntik bank sama dengan salah obat. Yang perlu disuntik itu rakyat dan UMKM. Biar ekonomi bergerak. Kalau saya ngutang ke bank untuk buka usaha tapi daya beli masyarakat lemah, apakah usaha saya bisa bertahan? Kata si Taufik itu ya, apakah usaha saya bisa bertahan? Udah lu enggak usah buka usaha, lu macul aja di sawah. Ribet amat lu pakai usaha-usaha. Usaha aja udah komplain gimana lu? Udah usaha jerit-jerit nanti lu. Enggak usah, enggak usah. Udah benar macul aja di sawah. Nah, yang gua mau bilang gini, banyak orang-orang yang salah kapra. Termasuk ada mantan menteri nih yang kita juga sudah tahu mereka itu agennya IMF. Kritik Purbaya juga padahal dia ada jabatan loh di Dewan Ekonomi Nasional. Kita aneh banget ini menteri nih. Enggak jelas menurut gua. mantan menteri. Sori, ibu-ibu juga bukan ibu-ibu. Emak-emak pasnya bilang, "Oh, masalah kita itu sekarang apa? Bukan soal kredit di bank, tapi baya beli masyarakat lemah." Gini loh, ini banyak orang tolol ya. Bahkan mantan pejabat banyak yang tolol beneran atau pura-pura tolol itu juga ada. Karena lu tahu enggak 200 triliun yang mau dipindahin Purbaya dari Bank Indonesia ke Bank Himbara itu berdampak positif bagi perekonomian kita. Suka enggak suka lu pasti nuduh gua Benix bazer Prabowo. Enggak. Prabowo enggak punya duit buat bayar gua. Enggak cukup. Tapi gua mau bilang perhitungannya pun jelas. Gua bisa ngitung, lu juga bisa ngitung. Ayo kita ngitung bareng-bareng. Lu bayangin teman-teman, selama ini duit itu ng-endon di Bank Indonesia. Duit negara nih hampir R00 triliun karena negara mau menikmati, terima bunga sampai R triliun, enggak pakai otak. Tapi kalau lu pikir ya kenapa sih duitnya sampai ditaruh di sana? Kenapa enggak ditaruh aja ke masyarakat biar ekonomi kita memutar? Tapi tentu konsepnya bukan dengan kayak si Trio Macan 7.000 Ibu itu apa? Maksud lu duitnya dikasih ke rakyat gitu? Helikopter banjir duit turun dari langit. Kan enggak logis. Mekanisme duit bisa turun ke rakyat itu ya harus yang kredibel dong yang bisa dipertanggungjawabkan dong. Kalau enggak nanti dipakai buat yang aneh-aneh. Duitnya dikasih ke lu langsung kayak BLT lu pakai buat apa? Judi online. Yang kayak siapa? Orang Kamboja. Lama-lama gua buka usaha di Kamboja. Lu yang modalin sebenarnya. Atau yang kedua dikasih duit lagi langsung ke lu. Lu pakai beliaba, lu pakai buat kawin lagi, lu pakai buat rokok. Huh kan enggak jelas. So, yang paling benar apa? Memang benar masuk ke sistem perbankan karena kita ngomong ini sistem ekonomi. So, gua mau simulasikan dulu, Guys. Menteri sebelumnya nih, Sri Mulyani punya duit hampir 500 triliun di Bank Indonesia. Duitnya ditaruh di sana aja, dipelotin. Nanti beranak kayak lu bisnis babi ngepet gitu loh. Itu ngarep-ngarep aja. Tapi Purbaya bilang, "Kenapa enggak duitnya digelontorin biar ekonomi kita berputar?" So, dia tarik enggak semuanya 200 triliun dia tarik. Dia taruh ke mana? Ke bank Himbara. Ada yang dapat R triliun, ada yang dapat 25 triliun. Nanti breakdown-nya gua kasih. Karena enggak penting buat gua kasih tahu sekarang kalau lu enggak sampai logika berpikirnya. Jadi, lu jangan skip video ini. Nah, 200 triliun sama purbaya ditaruh ke perbankan, sistem perbankan Indonesia. Sori nih, Bang. BC enggak kebagian. Nah, lu tahu enggak 200 triliun itu terus gimana? Ya kali dipelotin aja sama si direktur-direktur perbankan kita kan enggak. Karena mereka juga harus bayar bunga loh. Orang kalau nabung di bank ya dapat bunga. Artinya pemerintah secara enggak langsung juga menekan, "Hei, direksi-direksi bank, pakai otak lu dikitlah kali ini. Nih, gua kasih lu duit R00 triliun, lu harus putterin itu. Kalau lu enggak putterin, gua bakal tarik bunga dari situ." Logis enggak? So, akhirnya direktur perusahaan, perbankan wajib glelontorin itu ke masyarakat. Bukan pakai sistem judi online, bukan pakai sistem bagi-bagi duit gratis BLT. Enggak. Dalam bentuk kredit. Ada kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor, kredit mikro, kredit kur, kredit produktif, dan lain sebagainya. Apapun metodenya whatever. So, teman-teman bayangkan ya, ini simulasi yang gua berikan. Duit R triliun ditaruh di sistem perbankan, orang akan ambil duit R triliun ini buat bisnisnya dalam bentuk kredit. Tentu enggak semuanya akan digelontorkan karena bank ini juga perlu cadangan buat dia bisnis yang namanya GWM. kepastian dia aja lah bahwa ya kalau seandainya collapse sistem kita masih ada kok dana deposit yang kita hold. So rata-rata bank ada yang nahan sampai 7% 8% 9% 10% whatever lah. Tapi Benix bikin 15% ditahan dari 200 triliun itu. Kenapa? Tadinya gua mau bikin 10% guys. Terus ada yang bilang, "Pak, tapi nanti NPL-nya 3% gimana? Ya udah jadi 13%. Pak, tapi kan direksi juga ada yang mungkin mau kawin lagi. Lu tahu enggak banyak istri-istri di rutir BUMN itu perbankan ya yang ya enggak jelas membuat karyawan kayak budak gitu loh. Pengin dilayani ke mana-mana padahal levelnya cuman istri direksi bank BUMN. Kelakuan kayak permaisuri raja Kelantan kan bangsat. Ini memang banyak orang-orang bangsat, istri-istri bangsat dari direktur BUMN terutama yang warna biru ya. Itu gua kesel banget selalu bikin macet di mana-mana. Heboh dengan tas mewahnya bikin kemacetan. Tiap kali gua meeting, kalau ada antrian mereka, Alpartnya, beh bisa nutup lobi gua jadi telat kalau meeting. Thank you ya, istri-istri direksi BUMN yang bangsat itu. Kelakuan betul-betul kayak raja. Enggak, enggak. Suami lu sebenarnya yang kerja bukan lu. Tapi lu kelakuan kayak ratu. Anyway, gua udah cadangin 15%. Kenapa? Ee ya 10% buat GWM. Sisanya buat kalau NPL-nya nyampai 3%. Sisanya lagi buat istri-istri atau ada orang yang suka korupsi mungkin karena gua baik dikasih juga di situ. Dan kalau ada kredit fiktif, katanya Indonesia hobi kredit fiktif, ya udahlah gua bikin 15%. So R triliun, Guys. Kita ulangin dari 200 triliun yang bakal turun itu cuma 85% ke perbankan, yaitu R70 triliun. Jadi masyarakat dapat 170 triliun, sisanya ditahan sama perbankan. Nah, R70 triliun teman-teman tahu 170 triliun itu kan dipakai buat orang apa? ambil kredit mesin, buka pabrik baru, beli ruko baru, beli tanah baru, ekspansi bisnis mereka yang artinya mereka nanti butuh apa? Operator mesin lagi dong. Mereka butuh superir truk lagi dong. Mereka udah beli ekskavatornya, mereka butuh driver ekskavatornya lagi. Dan ini butuh tenaga kerja lagi, serapan di mana-mana. Yang ujung-ujungnya apa? Meningkatkan daya beli. Tadi kan ada yang bilang masyarakat kering, masyarakat kering kerontang. Iya. Kenapa? Enggak ada lapangan kerja. Sekarang kan dengan duitnya turun, hello, perputarannya bakal tumbuh. Tapi perputarannya apakah berhenti di R170 triliun? Tidak. Ini orang yang suka lupa dan termasuk mantan menteri yang blok itu. Kenapa? Karena ketika orang belanja barang, gua nih 170 triliun, gua kredit nih ke bank 170 triliun, gua beli ekskavator, gua beli traktor, gua beli truk, gua beli pabrik, gua beli mesin segala macam. Pertanyaan gua, orang yang jualan mesin ke gua mau gitu gua bayar cash? Kan enggak. Karyawan yang gua hire, gua hire 1.000 driver, gua hire 1000 operator mesin, gajinya gua bayar pakai apa? Cash enggak? Gua bayar transfer lewat bank. So, 170 triliun yang gua ambil dari bank, gua kredit buat ekspansi bisnis gua. Buat teman-teman di sini mungkin buka restoran baru, mungkin buka laundry baru. Apa yang dilakukan dengan itu? Good news, guys. Kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik, kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segera bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sskolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Apa yang dilakukan dengan itu? Duitnya masuk lagi ke bank, ke pedagang mesin, ke pedagang ruko, ke pedagang tanah. So, 170 triliun balik lagi ke bank. Bank terima 170 triliun dong. Oh, ini ada gajinya sini. ini nih oh ada perusahaan mesin oh ini ada perusahaan traktor apa yang dilakukan dengan 170 triliun itu dia bakal distribusikan lag apakah 170 triliun dia sempurnakan semua, dia salurkan semua jawabannya tentu tidak karena Benix baik 85% yang akan dia salurkan dari 170 triliun itu dia akan distribusikan 144 triliun ke masyarakat lalu dari 144 triliun sama masyarakat dipakai buat apa ya ada yang beli sate ayam dia buka warung sate baru Dia buka soto Banjar, dia beli gerobak baru, dia beli mobil rental baru, ujung-ujungnya alat produksi bertambah, tenaga kerja bertambah, dan pengusaha dealer mobil masuk duit baru ke rekening banknya. Pengusaha UMKM yang jualan bahan daging-daging ayam masuk duit baru ke rekening pedagang ayam. pengusaha kayu yang jualan gerobak-gerobak itu masuk duit baru ke rekening pengusaha kayu. Nah, ini semua terus terjadi sehingga 144 triliun yang sudah didistribusikan itu ujung-ujungnya masuk lagi ke perbankan. Nah, perbankan dari 144 triliun akan salurkan lagi itu ke masyarakat, pinjamin lagi 85% lagi. Beredar lagi di masyarakat 122 triliun. Lalu 122 triliun ada dalam bentuk gaji atau hasil penjualan bangunan, apakah akan disimpan duitnya di balik kasur? Tidak. Pasti ditaruh di bank juga dong. Duit hasil penjualan mesin, traktor, dan lain sebagainya. Itu balik lagi ke perbankan lagi. Dari 122 triliun yang masuk ke perbankan, dia akan distribusikan lagi duit itu. Karena bisnya kan simpan pinjam. So, dia akan pinjamkan lagi 85%-nya 104 triliun. dari 104 triliun masuk lagi nanti ke perbankan dan didistribusikan kembali R8 triliun. Nah, lu gak usah capek deh, Guys. Gua udah ngitung ini soalnya dari 200 triliun itu kalau kita bagi bagi terus sampai ke satuan terkecil yaitu Rp1 miliar. Total nilai economics multiplayer-nya dari saling simpan, pinjam, simpan, pinjam, simpan, pinjam itu adalah 11.133 triliun. Jadi, Teman-teman bayangkan ya duitnya itu cuman R00 triliun. Tetapi ketika diputar ke ekonomi bisa menghasilkan duit 11133 triliun nilai putaran ekonominya. And that's a very big money. Dan lu udah enggak bisa bilang lagi, "Eh, terus gimana duit kering? Duit kering." Ya, gimana duit enggak kering. Teman-teman tahu kenapa ini penting buat kita lakukan sekarang? Peredaran duit itu makin langka di Indonesia karena makin banyak orang PHK. Kenapa makin banyak orang PHK? Karena makin banyak orang juga enggak bisa buka usaha. Modal dari mana? Lah, kok modal dari mana, Pak? Minta dari bank dong. Teman-teman tahu modalnya dari bank itu kan dari terima tabungan dulu namanya DPK dana pihak ketiga. Nah, teman-teman lihat di LR kaca ya di bulan Juni 2025 total DPK ya di perbankan kita itu R9.329 triliun. Di bulan Juli 2025 beda 1 bulan duitnya udah lenyap. Hanya tersisa R9.294 triliun. Artinya ini drop parah lebih dari R triliun. So, setiap bulan dana pihak ketiga yang ada di perbankan bukannya bertambah tetapi berkurang. Kalau dana pihak ketiga di perbankan itu berkurang, namanya orang kan bisnis simpan pinjam nih perbankan. Orang nabung di dia dapat bunga deposito 3%, nanti dia pinjamin ke orang bunganya 10%. Itu kan bisnya sesimpel itu. Tapi kalau yang nabung di makin sedikit, terus duit siapa yang mau dia pinjamin? Duit dari hantu belau gitu dia atau turun dari langit? Enggak bisa. Artinya semakin sedikit orang yang nabung ke dia, semakin sedikit duit yang bisa dia putarkan. Iya dong, kalau enggak jadi duit bodong dong. Duit siapa yang dia mau putterin kalau enggak ada yang nabung lagi tempat dia. Ini namanya penipuan dong. Kan enggak bisa begitu perbankan. Nah, makanya teman-teman lihat kalau seandainya DPK-nya makin berkurang berarti loan to deposit rasionya itu juga bakal makin tinggi. Nah, Teman-teman lihat di layar kaca ya. Di bulan Juni 2025 LDR kita 86,4%. naik 1 bulan ke Juli 2025 menjadi 86,54%. LDR itu apa, Guys? LDR itu loan to deposit rasio. Rasio antara duit yang dipinjamkan dengan rasio orang yang simpan duit di dia. Kalau rasionya sampai 100% berarti sudah dalam kondisi gawat ini, Guys. Dia terima duit R triliun yang dia distribusikan 1 triliun itu kondisi gawat darurat. Kalau ada yang nyangkut, ada yang gagal bayar, dia enggak bisa bayar gaji karyawan. Bahaya dong. Nah, lu bisa lihat dari layar yang ada di layar kaca deposit ratio itu mereka makin naik, makin naik, makin naik, makin naik, makin naik. Ideal-nya berapa sih? Ideal-nya juga enggak boleh terlalu rendah. Artinya kan bank enggak nyalurin kalau seandainya LDR-nya terlalu kecil. Nah, yang kita mau apa? Mereka dapat injeksi dana sehingga mereka lebih lagi semangat dan berani punya nyali buat pinjamin duit ke masyarakat. Karena faktanya, Teman-teman, lihat ini fakta yang menyakitkan ya. Kredit perbankan itu bukan makin royal tapi makin sulit. dan bank makin sedikit memberikan kredit. Kamu lihat di layar kaca di bulan Juni 2025, bank itu menyalurkan R8.060 triliun. Tetapi di bulan Juli 2025 turun jadi cuman 8.043 triliun yang artinya secara man to sudah minus 0,21%. Artinya kredit di Indonesia itu tidak ada pertumbuhan tetapi malah kontraksi. Di sini bisa lihat nih kalau seandainya ini terus-terus terjadi ekonomi kita bisa crash loh. Karena orang kalau enggak ada yang ambil kredit ke perbank artinya tidak ada orang yang konsumsi. Artinya tidak orang produksi. Tidak sebanyak itu. Orang tidak ada ekspansi bisnis. So teman-teman di sini betapa pentingnya berpikir dengan konsep yang struktural ya soal ekonomi. Lu enggak bisa kayak bocil-bocil demo-demo kemarin tuh. Tuntutannya apa? Pecat Saroni apa lu tuh tolol banget. Bukan yang dituntut sistemnya dibikin lebih bagus, lebih transparan. hukum mati koruptor kayak kata Benix, potong generasi antotisme kan lebih bekret sistem ngomongnya. Nah, Purba ini ngomong juga ngomong sistem bahwa apa yang dia bilang? Hei, perbankan kekeringan duit. Hei, perbankan enggak bisa nyalurin kredit lagi. Hei, kita butuh ekstra dana. So, 200 triliun itu ketika dikucurkan, gua udah kasih perhitungannya sama kalian, ternyata bisa menciptakan economic multiplayer sampai 11133 triliun. ngeri, Guys. Ini hampir li kali lipatnya loh. So, ini efeknya bakal sangat dahsyat. Makanya gua sih confident ya, Indonesia perekonomiannya bisa di atas 5% bahkan 6% tuh sangat-sangat mungkin. Apalagi kalau ini dikombinasikan dengan government spending. So, buat teman-teman yang lupa ya, gua ingetin lagi ya, pertumbuhan ekonomi kita atau GDP kita, kita suka hitung berdasarkan rumus apa? konsumsi di Indonesia tinggi. Lalu yang kedua itu investasi, yang ketiga itu government spending. Yang keempat itu ekspor harus lebih besar dibandingkan impor. Nah, Teman-teman sudah tahu ya, kalau seandainya Purbaya 200 triliun itu dikucurkan dan tadi multiplayer effectnya bisa jadi 11133 triliun menurut perhitungan Benix karena Bix orangnya baik ya, jadi 85% doang yang diputar. Itu lu tahu kan artinya apa? Orang-orang makin banyak yang pegang duit, konsumsi pasti bertambah. Tadi kan gua udah bilang orang jadi belanja alat produksi, beli mobil, beli truk, beli mobil box, beli ruko dan lain sebagain itu bakal hidup. Dan gua pun melihat itu bisa terjadi ya kita ini menjadi boom economic boom dalam 1 2 tahun ke depan. Good news. Good news. Sisi lain apa? Investasi bisa jadi naik. Iya, investasi juga naik karena orang mau ekspansi bisnis. So, this is a good thing. Tapi teman-teman, ada satu lagi yang menarik lagi. Kenapa gua sangat PD dengan yang namanya economic boom kita dalam 2 tahun ke depan ini bakal betul-betul ya teman-teman bisa rasakan itu. Karena government spending gua yakin akan dibikin lebih agresif. Nah, teman-teman tahu sekarang ini udah bulan September 2025 ya. Sebentar lagi udah mau ganti tahun nih Oktober, November, Desember, eh ganti tahun kita deh. Tapi ternyata pengeluaran pemerintah bahkan belum sampai 50%. Ngeri banget. itu juga bikin ekonomi di bawah kering. Nah, si Purbaya mau bikin program canggih nih supaya pemerintah, kementerian transfer ke daerah itu jauh lebih banyak, jauh lebih masif, jauh lebih agresif yang artinya bakal membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Makanya gua sangat yakin sih pertumbuhan ekonomi kita ya di semester 2 itu pasti lebih maju dibandingkan semester 1. Dan gua udah mulai menghitung nih saham-saham apa yang bakal diuntungkan ketika terjadi ledakan ekonomi ini. Tapi satu hal yang mau gua kasih peringatan juga dan teman-teman harus waspada apalagi ini channel investasi. Purbaya kita akui canggih, hebat, kerjanya cepat. Gua respect. Gua salu juga sih. Padahal kita udah bikin videonya. Gua udah yakin dia bakal jadi Menteri Keuangan. videonya lu bisa cek 3 bulan yang lalu kita udah bikin dan ternyata beneran dia jadi menteri coy. Congrats. Makanya gua jarang-jarang loh ngirim bunga buat pejabat tapi khusus buat Purbaya. Gua sampai kirim bunga khusus buat Menteri Purbaya. Kenapa? Karena memang Indonesia itu butuh pemikiran yang out of the box. Karena kita memang butuh menteri keuangan itu yang berani, yang agresif. Karena kita mau ekonomi kita maju. Bukan cuman maju 1 cent 2 centti. No. Kita mau le forward great forward gitu loh. Bukan lagi jadi negara ecek-ecek. Enggak. Kita mau kejar cepat nih. Kita udah lama itu ketinggalan kereta nih. Vietnam udah bentar lagi to the moon. Masa kita masih tuh Purwodadi gitu kan. Enggak lah. Kita mau juga ke Mars lah yang dekat-dekat gitu kan. Tapi juga teman-teman harus siap. Bisa jadi ini ada jebakan juga karena tadi gua udah bilang ketika konsumsi naik drastis, ketika investasi naik drastis itu tiba-tiba government spending naik drastis. Apa yang terjadi? Indonesia banjir duit. Dan lu tahu kalau seandainya duit tiba-tiba suplainya bertambah banyak, apa yang terjadi? Inflasi. Kenapa bisa terjadi inflasi? Karena harga barangnya naik. Orangnya manusia Indonesia begitu banyaknya tiba-tiba semuanya pegang duit mengejar barang yang sama, jumlahnya sama. Dan kalau ini tidak disertai dengan peningkatan produktivitas, lu bisa bayangkan gini, kalau zaman dulu satu rak April Maret itu muat 20 mie instan. Yang belanja mungkin cuman 7uh orang karena mayoritas orang kena PHK. Eh, sekarang tiba-tiba 2.000 orang pegang duit, 2.000 orang dapat pekerjaan. pergi ke April Maret yang sama, mie instannya tetap 20 bungkus. Apa yang terjadi? Harganya bakal naik. Jadi kalau seandainya ya banjir duit yang lu bakal saksikan sebentar lagi terjadi di Indonesia dan lu udah tahulah ya namanya Benix kalau bikin prediksi ya kemungkinan besar ya tepat dan ini akan terjadi kalau pemerintah tidak bijaksana karena gua udah yakin ekonomi kita bakal tumbuh drastis. ini bisa menyebabkan hyper inflation dan ini bisa jadi jebakan juga karena negara juga punya rencana buat cetak duit juga buat apa? Bayar utang. Jadi banyak efek yang akan menciptakan ledakan inflasi di Indonesia kalau seandainya ini enggak disertai oleh ya manajemen yang baik. Tapi satu hal yang menarik ya kalau inflasi itu kan bisa jadi cost push ya. Ini lebih terjadi karena adanya demand demand pool inflation. Jadi inflasi yang terjadi karena demand-nya tiba-tiba melonjak, orang tiba-tiba pegang duit. Nah, apakah itu bisa menciptakan bahaya? Jebakan nih buat Purbaya. Gua mau kasih oleh-oleh nih buat Purbaya di video ini. Bisa ya dan bisa tidak. Ini beda dengan BLT. Teman-teman tahu ya, BLT gua udah bikin videonya dari 3 tahun lalu. Kenapa gua mengkritik kebijakan BLT yang akan justru menciptakan devaluasi mata uang rupiah terjadi? BLT akan menciptakan harga barang-barang tambah naik. terjadi. Hari ini BLT akan menciptakan inflasi dan itu terjadi. Kenapa? Karena orang yang terima BLT ini adalah orang-orang yang tidak produktif. Tiba-tiba dikasih duit, halnya dipakai untuk tindakan konsumtif. Peredaran uang tiba-tiba meningkat di masyarakat padahal tidak disertai dengan produktivitas. Dan itu terjadi, Teman-teman. Rasakanlah mm 5 tahun, 10 tahun terakhir nih sebelum ganti presiden, harga barang-barang tambah murah apa tambah mahal? Pasti tambah mahal. Nah, itulah bahayanya. Nah, bedanya dengan yang sekarang apa? sama-sama cetak duit. Lu bilang kayak netizen tolol enggak pakai otak dan mantan menteri juga yang sama-sama juga enggak ada otak kalau itu bahkan tapi bisa jadi menteri. Ya konyol memang. Nah, lu lihat apa yang terjadi bedanya kalau di era presiden sebelumnya duit itu banjir dari langit gratisan dalam bentuk BLT. IyaO lah banyak bentuknya loh. Tapi kalau yang kali ini R00 triliun apakah betul BLT? Tidak. Karena 200 triliun masuk melalui sistem perbankan. Kalau masuk melalui sistem perbankan, berarti duit itu disalurkan melalui dunia usaha. Artinya apa? sektor yang probis, sektor yang produktif. Karena dia sektor yang produktif seperti mungkin buka kebun baru, buka tambang baru, buka pabrik baru, buka kilang baru. Artinya ada penciptaan lapangan kerja baru, ada produktivitas baru, bukan semata-mata cetak duit seperti generasi sebelumnya. Nah, di sini artinya masyarakat menjadi punya penghasilan, bisa meningkatkan konsumsi dan konsumsi ini akan meningkatkan GDP Indonesia. Karena ingat ya 50% lebih GDP Indonesia karena faktornya konsumsi. So dari sini lu sudah bisa lihat bedanya antara cetak duit generasi sebelumnya yang agen itu ya sama 200 triliun yang mau diturunkan sama Purbaya ya. Satu tidak produktif karena bisa pakai judi online pergi ke Kamboja duitnya itu yang sekarang menurut gua relatively lebih aman dan bahkan lebih bagus karena sektornya betul-betul bisa menciptakan lapangan kerja dan untuk dunia usaha jadi lebih hidup. Lalu apakah ini juga bakal menciptakan inflasi? Ini yang penting. Ingat, kita masih ada bom waktu di depan mata. Cetak duit buat bayar utang. Utang kita lebih dari 10.000 triliun. Bunganya aja lebih dari 500 triliun. Buat bayar tuh pakai apa? Udah pasti cetak duit lagi nih. Nah, Teman-teman harus lebih bijak nih. Gimana caranya kita mengatasi inflasi dalam jangka panjang itu. Nah, banyak orang yang bilang, "Enggak ada masalah juga sih cetak duit. Toh memang rasio utang kita terhadap GDP masih gede." Iya. Zimbabwe dulu juga bilang begitu. rasio hutang terhadap GDP dia itu kecil, Guys. Bahkan di bawah 40% dari GDP dia. Jadi enggak ada masalah. Enggak ada masalah. Tapi apa? Setelah 2 tahun meledak hyper inflation, inflation-nya lebih dari 10.000%. Jadi hati-hati juga loh. Bukan artinya ketika kita punya spare buat cetak duit itu harus dipakai. Ternyata ketika itu dipakai dan berlebihan kita cetak duitcetak duit apalagi ketika negara tidak efisien, banyak kebocoran di mana-mana, banyak korupsi di mana-mana, Indonesia bisa jadi the next Zimbabwe. Tapi gua punya obatnya, Guys. Lu setuju enggak kalau kita bahas di video yang selanjutnya? Gimana caranya Indonesia bisa kejar pertumbuhan di atas 7% tanpa harus takut hyper inflation? Tapi ada satu lagi yang lebih penting sih, karena ini channel investasi ya. Lu lebih setuju kalau kita bahas tentang perusahaan apa sih yang diuntungkan dengan 200 triliun purba turun ke sistem perbankan Indonesia? Dan dengan putaran 11133 triliun yang Benix jelaskan tadi, ini udah pasti membawa keuntungan dong buat perusahaan-perusahaan yang ada di ISG. Tetapi pada saat yang sama juga bisa membawa kerugian buat emiten-emiten yang ada di ISG. Karena enggak semua direksi bank punya otak. Ada yang bisa dikasih duit, oh ngerti. Kita dapat modal buat kerja kerjalan. Tapi ada juga yang dikasih duit bingung, waduh gimana gua nyalurinnya. Yang kemarin-kemarin aja banyak yang gagal bayar tuh, apalagi sekarang dapat duit. Artinya enggak semua emiten diuntungkan. Menurut kalian lebih baik kita bahas yang mana ya? So, langsung bikin komentar kalian seperti apa, Guys? Menurut kalian 200 triliun ini program bagus dari Purbaya atau ini tolol banget? Mendingan pakai gaya agensi aja taruh aja ditabungin di Bank Indonesia atau dapat bunga R triliun. Menurut lu lebih benar yang mana sih? Dan yang paling penting next video kita bahas soal apa nih? Emiten yang diuntungkan dan dirugikan atau strategi negara menurut Benix sebaiknya apa nih? supaya kita bisa jadi negara maju dengan GDP di atas 7% dan tanpa takut masuk jebakan hyper inflation. Semoga video ini bermanfaat. Ditunggu komentar kalian. Jangan lupa subscribe channel Benix sekarang juga. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories