PURBAYA'S BOLD BREAKTHROUGH!! Indonesia FLOODED with 1,133 Trillion Rupiah, RI'S Economy SKYROCKE...
EODwUZl-yZo • 2025-09-15
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Ngeri banget ini, Guys. Menteri Keuangan
yang baru itu mau suntik duit R00
triliun. Gila, gua ulangin ya. 200
triliun. Ih, gila, gede banget ini,
Guys. Dan ini disuntik ke bank, bukan ke
rakyat. Padahal masalah utama kita itu
ekonomi yang lesu, daya beli turun, kok
malah yang dibantuin perbankan, yang
disuntik duit, bank. Kok bukan rakyat
yang disuntik duit? Ini masalah obat.
Padahal kan kalau lu pikir-pikir yang
perlu banget duit itu ya UMKM, rakyat
jelata, supaya ekonomi ini bergerak.
Lah, ini kok yang malah dikasih bank,
orang disuruh ngutang ke bank. Kok jadi
salah ya, Guys? Gimana nih, Guys, kalau
orang disuruh ngutang ke bank dulu buat
buka usaha, padahal daya beli lagi
lemah. Masyarakat enggak pegang duit,
semuanya pada turun, keringkerontang.
Gimana usahanya bisa bertahan? Kok
sepertinya ini salah strategi ya? Apa
kayaknya mendingan kita pasang lagi nih
agen jadi menteri keuangan. Ya udahlah
anyway ini kan channel investasi. Kita
bahas lebih detail yuk. Sebetulnya yang
dilakukan menteri keuangan ini apa sih?
Kok pakai strategi seperti ini dan
netizen pada teriak-teriak lu. Makanya
lu jangan penasaran deh. Dan jangan skip
video Benix kalau enggak lu akan
tersesat. So, ayo kita bahas lebih
detail. Let's check this out.
Jadi, ya, Teman-teman, buat yang belum
paham ya, Menteri Keuangan kita itu udah
menemukan cadangan duit yang jauh lebih
besar dibandingkan giveaway Benix yang
cuman 100 triliun itu dari program
gratis masuk tol khusus mobil listrik.
Yang hari ini juga gua mau bilang
segeralah tolong digratiskan itu tetap
ya konsisten gua. Kita ini pro mobil
listrik supaya APB negara kita enggak
habis terkuras cuma buat beli minyak
impor. Sedih banget. Malah kemarin gua
lihat sell BP juga pada kekeringan. Eh,
sekarang disuruh beli dari Pertamina,
makanya lu banyak yang nyesel ya, lu
pada banyak yang komplain kan. Aduh,
ngapain gua disuruh beli Pertamina nanti
gua beli pertama rasa Pert lagi. Makanya
lu ngisi ke Shell sama BP sekarang udah
enggak bisa. Makanya kalau lu enggak mau
kecelek solusinya gampang. Lu jual mobil
lu ganti sama mobil listrik. Hari gini
masih pakai mobil dinosaurus lu. Aneh
banget. Makanya sekarang lu harus dukung
petisinya Benix supaya gratis masuk
jalan tol. Kok jadi kita jadi ngomongin
mobil listrik sih? Enggak. Kita mau
ngomongin soal si Purbaya, Guys. Kalau
Benix itu cuman bisa ngasih duit R
triliun ke negara, ternyata Purbaya mau
ngasih duit R triliun. Dia itu baru
menemukan, ya ternyata ada saldo negara.
Negara nabung di Bank Indonesia dananya
hampir 500 triliun dan itu ngendep aja
di situ. Ya, mungkin karena ada aliran
beberapa orang tertentu yang suka ke
Gunung Kawi. Kalau duit taruh di situ
bisa berkembang biak katanya. Anyway,
Purbaya bilang itu kayaknya kalau kita
taruh ke masyarakat diputar di
perekonomian jauh lebih bermanfaat deh.
Seperti di video ini ya.
Yang selama ini ada di bank sentral
kebanyakan ada R30 triliun. Saya
pindahin ke ee sistem perbankan 20
triliun itu akan nyebar di sistem supaya
uangnya bisa tumbuh dan ekonomi bisa
jalan lagi. Jadi saya enggak enggak ada
enggak ada apa-apa cinan uang aja. Tapi
kan bank enggak akan enggak akan
mendiamkan uang itu enggak ada costnya.
dia akan terpaksa mencari return yang
lebih tinggi dari costnya. Di situlah
mulai pertumbuhan e kredit tumbuh.
Tapi lu paham enggak sih yang sebenarnya
yang dibilang sama si Purbaya nih,
menteri kita yang baru nih, orang-orang
pada bilang ini menteri favoritnya
Benix. Kenapa ini penting? Karena ketika
gua lihat di X,
Facebook, Twitter, banyak
netizen-netizen itu yang tersesat.
Maksud gua bukan cuman tersesat, tapi
cenderung goblok. Contohnya si Taufik
7000 ini nih namanya udah kayak mesin
motor aja. Dia bilang apa? Menteri
keuangan yang baru menyuntikkan R00
triliun ke bank. Ingat ke bank. Artinya
rakyat disuruh ngutang kalau mau dapat
manfaat. Padahal masalah utama ekonomi
lesu daya beli turun. Suntik bank sama
dengan salah obat. Yang perlu disuntik
itu rakyat dan UMKM. Biar ekonomi
bergerak. Kalau saya ngutang ke bank
untuk buka usaha tapi daya beli
masyarakat lemah, apakah usaha saya bisa
bertahan? Kata si Taufik itu ya, apakah
usaha saya bisa bertahan? Udah lu enggak
usah buka usaha, lu macul aja di sawah.
Ribet amat lu pakai usaha-usaha. Usaha
aja udah komplain gimana lu? Udah usaha
jerit-jerit nanti lu. Enggak usah,
enggak usah. Udah benar macul aja di
sawah. Nah, yang gua mau bilang gini,
banyak orang-orang yang salah kapra.
Termasuk ada mantan menteri nih yang
kita juga sudah tahu mereka itu agennya
IMF. Kritik Purbaya juga padahal dia ada
jabatan loh di Dewan Ekonomi Nasional.
Kita aneh banget ini menteri nih. Enggak
jelas menurut gua. mantan menteri. Sori,
ibu-ibu juga bukan ibu-ibu. Emak-emak
pasnya bilang, "Oh, masalah kita itu
sekarang apa? Bukan soal kredit di bank,
tapi baya beli masyarakat lemah." Gini
loh, ini banyak orang tolol ya. Bahkan
mantan pejabat banyak yang tolol beneran
atau pura-pura tolol itu juga ada.
Karena lu tahu enggak 200 triliun yang
mau dipindahin Purbaya dari Bank
Indonesia ke Bank Himbara itu berdampak
positif bagi perekonomian kita. Suka
enggak suka lu pasti nuduh gua Benix
bazer Prabowo. Enggak. Prabowo enggak
punya duit buat bayar gua. Enggak cukup.
Tapi gua mau bilang perhitungannya pun
jelas. Gua bisa ngitung, lu juga bisa
ngitung. Ayo kita ngitung bareng-bareng.
Lu bayangin teman-teman, selama ini duit
itu ng-endon di Bank Indonesia. Duit
negara nih hampir R00 triliun karena
negara mau menikmati, terima bunga
sampai R triliun, enggak pakai otak.
Tapi kalau lu pikir ya kenapa sih
duitnya sampai ditaruh di sana? Kenapa
enggak ditaruh aja ke masyarakat biar
ekonomi kita memutar? Tapi tentu
konsepnya bukan dengan kayak si Trio
Macan 7.000 Ibu itu apa? Maksud lu
duitnya dikasih ke rakyat gitu?
Helikopter banjir duit turun dari
langit. Kan enggak logis. Mekanisme duit
bisa turun ke rakyat itu ya harus yang
kredibel dong yang bisa
dipertanggungjawabkan dong. Kalau enggak
nanti dipakai buat yang aneh-aneh.
Duitnya dikasih ke lu langsung kayak BLT
lu pakai buat apa? Judi online. Yang
kayak siapa? Orang Kamboja. Lama-lama
gua buka usaha di Kamboja. Lu yang
modalin sebenarnya. Atau yang kedua
dikasih duit lagi langsung ke lu. Lu
pakai beliaba, lu pakai buat kawin lagi,
lu pakai buat rokok. Huh kan enggak
jelas. So, yang paling benar apa? Memang
benar masuk ke sistem perbankan karena
kita ngomong ini sistem ekonomi. So, gua
mau simulasikan dulu, Guys. Menteri
sebelumnya nih, Sri Mulyani punya duit
hampir 500 triliun di Bank Indonesia.
Duitnya ditaruh di sana aja, dipelotin.
Nanti beranak kayak lu bisnis babi
ngepet gitu loh. Itu ngarep-ngarep aja.
Tapi Purbaya bilang, "Kenapa enggak
duitnya digelontorin biar ekonomi kita
berputar?" So, dia tarik enggak semuanya
200 triliun dia tarik. Dia taruh ke
mana? Ke bank Himbara. Ada yang dapat R
triliun, ada yang dapat 25 triliun.
Nanti breakdown-nya gua kasih. Karena
enggak penting buat gua kasih tahu
sekarang kalau lu enggak sampai logika
berpikirnya. Jadi, lu jangan skip video
ini. Nah, 200 triliun sama purbaya
ditaruh ke perbankan, sistem perbankan
Indonesia. Sori nih, Bang. BC enggak
kebagian. Nah, lu tahu enggak 200
triliun itu terus gimana? Ya kali
dipelotin aja sama si direktur-direktur
perbankan kita kan enggak. Karena mereka
juga harus bayar bunga loh. Orang kalau
nabung di bank ya dapat bunga. Artinya
pemerintah secara enggak langsung juga
menekan, "Hei, direksi-direksi bank,
pakai otak lu dikitlah kali ini. Nih,
gua kasih lu duit R00 triliun, lu harus
putterin itu. Kalau lu enggak putterin,
gua bakal tarik bunga dari situ." Logis
enggak? So, akhirnya direktur
perusahaan, perbankan wajib glelontorin
itu ke masyarakat. Bukan pakai sistem
judi online, bukan pakai sistem
bagi-bagi duit gratis BLT. Enggak. Dalam
bentuk kredit. Ada kredit perumahan,
kredit kendaraan bermotor, kredit mikro,
kredit kur, kredit produktif, dan lain
sebagainya. Apapun metodenya whatever.
So, teman-teman bayangkan ya, ini
simulasi yang gua berikan. Duit R
triliun ditaruh di sistem perbankan,
orang akan ambil duit R triliun ini buat
bisnisnya dalam bentuk kredit. Tentu
enggak semuanya akan digelontorkan
karena bank ini juga perlu cadangan buat
dia bisnis yang namanya GWM. kepastian
dia aja lah bahwa ya kalau seandainya
collapse sistem kita masih ada kok dana
deposit yang kita hold. So rata-rata
bank ada yang nahan sampai 7% 8% 9% 10%
whatever lah. Tapi Benix bikin 15%
ditahan dari 200 triliun itu. Kenapa?
Tadinya gua mau bikin 10% guys. Terus
ada yang bilang, "Pak, tapi nanti
NPL-nya 3% gimana? Ya udah jadi 13%.
Pak, tapi kan direksi juga ada yang
mungkin mau kawin lagi. Lu tahu enggak
banyak istri-istri di rutir BUMN itu
perbankan ya yang ya enggak jelas
membuat karyawan kayak budak gitu loh.
Pengin dilayani ke mana-mana padahal
levelnya cuman istri direksi bank BUMN.
Kelakuan kayak permaisuri raja Kelantan
kan bangsat. Ini memang banyak
orang-orang bangsat, istri-istri bangsat
dari direktur BUMN terutama yang warna
biru ya. Itu gua kesel banget selalu
bikin macet di mana-mana. Heboh dengan
tas mewahnya bikin kemacetan. Tiap kali
gua meeting, kalau ada antrian mereka,
Alpartnya, beh bisa nutup lobi gua jadi
telat kalau meeting. Thank you ya,
istri-istri direksi BUMN yang bangsat
itu. Kelakuan betul-betul kayak raja.
Enggak, enggak. Suami lu sebenarnya yang
kerja bukan lu. Tapi lu kelakuan kayak
ratu. Anyway, gua udah cadangin 15%.
Kenapa? Ee ya 10% buat GWM. Sisanya buat
kalau NPL-nya nyampai 3%. Sisanya lagi
buat istri-istri atau ada orang yang
suka korupsi mungkin karena gua baik
dikasih juga di situ. Dan kalau ada
kredit fiktif, katanya Indonesia hobi
kredit fiktif, ya udahlah gua bikin 15%.
So R triliun, Guys. Kita ulangin dari
200 triliun yang bakal turun itu cuma
85% ke perbankan, yaitu R70 triliun.
Jadi masyarakat dapat 170 triliun,
sisanya ditahan sama perbankan. Nah, R70
triliun teman-teman tahu 170 triliun itu
kan dipakai buat orang apa? ambil kredit
mesin, buka pabrik baru, beli ruko baru,
beli tanah baru, ekspansi bisnis mereka
yang artinya mereka nanti butuh apa?
Operator mesin lagi dong. Mereka butuh
superir truk lagi dong. Mereka udah beli
ekskavatornya, mereka butuh driver
ekskavatornya lagi. Dan ini butuh tenaga
kerja lagi, serapan di mana-mana. Yang
ujung-ujungnya apa? Meningkatkan daya
beli. Tadi kan ada yang bilang
masyarakat kering, masyarakat kering
kerontang. Iya. Kenapa? Enggak ada
lapangan kerja. Sekarang kan dengan
duitnya turun, hello, perputarannya
bakal tumbuh. Tapi perputarannya apakah
berhenti di R170 triliun? Tidak. Ini
orang yang suka lupa dan termasuk mantan
menteri yang blok itu. Kenapa? Karena
ketika orang belanja barang, gua nih 170
triliun, gua kredit nih ke bank 170
triliun, gua beli ekskavator, gua beli
traktor, gua beli truk, gua beli pabrik,
gua beli mesin segala macam. Pertanyaan
gua, orang yang jualan mesin ke gua mau
gitu gua bayar cash? Kan enggak.
Karyawan yang gua hire, gua hire 1.000
driver, gua hire 1000 operator mesin,
gajinya gua bayar pakai apa? Cash
enggak? Gua bayar transfer lewat bank.
So, 170 triliun yang gua ambil dari
bank, gua kredit buat ekspansi bisnis
gua. Buat teman-teman di sini mungkin
buka restoran baru, mungkin buka laundry
baru. Apa yang dilakukan dengan itu?
Good news, guys. Kabar spesial buat
kalian karena sekolah Sambenix season 8
akan segera dibuka dan temanya luar
biasa menarik nih. Khusus buat
teman-teman investor pemula di IASG yang
bingung cara beli saham, investasi dan
bisnis apa yang menarik, kita akan
membahas tentang mineral berharga dengan
lebih detail lagi. So, buat kamu yang
masih bingung gimana sih cara beli saham
di ASG, gimana sih caranya profit di
ISG, kamu bisa pakai kalkulator
investasi yang ada di
www.skolasahambenix.com.
Pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segera bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar. Segera daftarkan
dirimu sekarang juga di
www.sskolashambenix.com
atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di
bawah ini.
Apa yang dilakukan dengan itu? Duitnya
masuk lagi ke bank, ke pedagang mesin,
ke pedagang ruko, ke pedagang tanah. So,
170 triliun balik lagi ke bank. Bank
terima 170 triliun dong. Oh, ini ada
gajinya sini. ini nih oh ada perusahaan
mesin oh ini ada perusahaan traktor apa
yang dilakukan dengan 170 triliun itu
dia bakal distribusikan lag apakah 170
triliun dia sempurnakan semua, dia
salurkan semua jawabannya tentu tidak
karena Benix baik 85% yang akan dia
salurkan dari 170 triliun itu dia akan
distribusikan 144 triliun ke masyarakat
lalu dari 144 triliun sama masyarakat
dipakai buat apa ya ada yang beli sate
ayam dia buka warung sate baru Dia buka
soto Banjar, dia beli gerobak baru, dia
beli mobil rental baru, ujung-ujungnya
alat produksi bertambah, tenaga kerja
bertambah, dan pengusaha dealer mobil
masuk duit baru ke rekening banknya.
Pengusaha UMKM yang jualan bahan
daging-daging ayam masuk duit baru ke
rekening pedagang ayam. pengusaha kayu
yang jualan gerobak-gerobak itu masuk
duit baru ke rekening pengusaha kayu.
Nah, ini semua terus terjadi sehingga
144 triliun yang sudah didistribusikan
itu ujung-ujungnya masuk lagi ke
perbankan. Nah, perbankan dari 144
triliun akan salurkan lagi itu ke
masyarakat, pinjamin lagi 85% lagi.
Beredar lagi di masyarakat 122 triliun.
Lalu 122 triliun ada dalam bentuk gaji
atau hasil penjualan bangunan, apakah
akan disimpan duitnya di balik kasur?
Tidak. Pasti ditaruh di bank juga dong.
Duit hasil penjualan mesin, traktor, dan
lain sebagainya. Itu balik lagi ke
perbankan lagi. Dari 122 triliun yang
masuk ke perbankan, dia akan
distribusikan lagi duit itu. Karena
bisnya kan simpan pinjam. So, dia akan
pinjamkan lagi 85%-nya
104 triliun. dari 104 triliun masuk lagi
nanti ke perbankan dan didistribusikan
kembali R8 triliun. Nah, lu gak usah
capek deh, Guys. Gua udah ngitung ini
soalnya dari 200 triliun itu kalau kita
bagi bagi terus sampai ke satuan
terkecil yaitu Rp1 miliar.
Total nilai economics multiplayer-nya
dari saling simpan, pinjam, simpan,
pinjam, simpan, pinjam itu adalah 11.133
triliun. Jadi, Teman-teman bayangkan ya
duitnya itu cuman R00 triliun. Tetapi
ketika diputar ke ekonomi bisa
menghasilkan duit 11133
triliun nilai putaran ekonominya. And
that's a very big money. Dan lu udah
enggak bisa bilang lagi, "Eh, terus
gimana duit kering? Duit kering." Ya,
gimana duit enggak kering. Teman-teman
tahu kenapa ini penting buat kita
lakukan sekarang? Peredaran duit itu
makin langka di Indonesia karena makin
banyak orang PHK. Kenapa makin banyak
orang PHK? Karena makin banyak orang
juga enggak bisa buka usaha. Modal dari
mana? Lah, kok modal dari mana, Pak?
Minta dari bank dong. Teman-teman tahu
modalnya dari bank itu kan dari terima
tabungan dulu namanya DPK dana pihak
ketiga. Nah, teman-teman lihat di LR
kaca ya di bulan Juni 2025 total DPK ya
di perbankan kita itu R9.329
triliun. Di bulan Juli 2025 beda 1 bulan
duitnya udah lenyap. Hanya tersisa
R9.294
triliun. Artinya ini drop parah lebih
dari R triliun. So, setiap bulan dana
pihak ketiga yang ada di perbankan
bukannya bertambah tetapi berkurang.
Kalau dana pihak ketiga di perbankan itu
berkurang, namanya orang kan bisnis
simpan pinjam nih perbankan. Orang
nabung di dia dapat bunga deposito 3%,
nanti dia pinjamin ke orang bunganya
10%. Itu kan bisnya sesimpel itu. Tapi
kalau yang nabung di makin sedikit,
terus duit siapa yang mau dia pinjamin?
Duit dari hantu belau gitu dia atau
turun dari langit? Enggak bisa. Artinya
semakin sedikit orang yang nabung ke
dia, semakin sedikit duit yang bisa dia
putarkan. Iya dong, kalau enggak jadi
duit bodong dong. Duit siapa yang dia
mau putterin kalau enggak ada yang
nabung lagi tempat dia. Ini namanya
penipuan dong. Kan enggak bisa begitu
perbankan. Nah, makanya teman-teman
lihat kalau seandainya DPK-nya makin
berkurang berarti loan to deposit
rasionya itu juga bakal makin tinggi.
Nah, Teman-teman lihat di layar kaca ya.
Di bulan Juni 2025 LDR kita 86,4%.
naik 1 bulan ke Juli 2025 menjadi
86,54%.
LDR itu apa, Guys? LDR itu loan to
deposit rasio. Rasio antara duit yang
dipinjamkan dengan rasio orang yang
simpan duit di dia. Kalau rasionya
sampai 100% berarti sudah dalam kondisi
gawat ini, Guys. Dia terima duit R
triliun yang dia distribusikan 1 triliun
itu kondisi gawat darurat. Kalau ada
yang nyangkut, ada yang gagal bayar, dia
enggak bisa bayar gaji karyawan. Bahaya
dong. Nah, lu bisa lihat dari layar yang
ada di layar kaca deposit ratio itu
mereka makin naik, makin naik, makin
naik, makin naik, makin naik. Ideal-nya
berapa sih? Ideal-nya juga enggak boleh
terlalu rendah. Artinya kan bank enggak
nyalurin kalau seandainya LDR-nya
terlalu kecil. Nah, yang kita mau apa?
Mereka dapat injeksi dana sehingga
mereka lebih lagi semangat dan berani
punya nyali buat pinjamin duit ke
masyarakat. Karena faktanya,
Teman-teman, lihat ini fakta yang
menyakitkan ya. Kredit perbankan itu
bukan makin royal tapi makin sulit. dan
bank makin sedikit memberikan kredit.
Kamu lihat di layar kaca di bulan Juni
2025, bank itu menyalurkan R8.060
triliun. Tetapi di bulan Juli 2025 turun
jadi cuman 8.043 triliun yang artinya
secara man to sudah minus 0,21%.
Artinya kredit di Indonesia itu tidak
ada pertumbuhan tetapi malah kontraksi.
Di sini bisa lihat nih kalau seandainya
ini terus-terus terjadi ekonomi kita
bisa crash loh. Karena orang kalau
enggak ada yang ambil kredit ke perbank
artinya tidak ada orang yang konsumsi.
Artinya tidak orang produksi. Tidak
sebanyak itu. Orang tidak ada ekspansi
bisnis. So teman-teman di sini betapa
pentingnya berpikir dengan konsep yang
struktural ya soal ekonomi. Lu enggak
bisa kayak bocil-bocil demo-demo kemarin
tuh. Tuntutannya apa? Pecat Saroni apa
lu tuh tolol banget. Bukan yang dituntut
sistemnya dibikin lebih bagus, lebih
transparan. hukum mati koruptor kayak
kata Benix, potong generasi antotisme
kan lebih bekret sistem ngomongnya. Nah,
Purba ini ngomong juga ngomong sistem
bahwa apa yang dia bilang? Hei,
perbankan kekeringan duit. Hei,
perbankan enggak bisa nyalurin kredit
lagi. Hei, kita butuh ekstra dana. So,
200 triliun itu ketika dikucurkan, gua
udah kasih perhitungannya sama kalian,
ternyata bisa menciptakan economic
multiplayer sampai 11133
triliun. ngeri, Guys. Ini hampir li kali
lipatnya loh. So, ini efeknya bakal
sangat dahsyat. Makanya gua sih
confident ya, Indonesia perekonomiannya
bisa di atas 5% bahkan 6% tuh
sangat-sangat mungkin. Apalagi kalau ini
dikombinasikan dengan government
spending. So, buat teman-teman yang lupa
ya, gua ingetin lagi ya, pertumbuhan
ekonomi kita atau GDP kita, kita suka
hitung berdasarkan rumus apa? konsumsi
di Indonesia tinggi. Lalu yang kedua itu
investasi, yang ketiga itu government
spending. Yang keempat itu ekspor harus
lebih besar dibandingkan impor. Nah,
Teman-teman sudah tahu ya, kalau
seandainya Purbaya 200 triliun itu
dikucurkan dan tadi multiplayer
effectnya bisa jadi 11133 triliun
menurut perhitungan Benix karena Bix
orangnya baik ya, jadi 85% doang yang
diputar. Itu lu tahu kan artinya apa?
Orang-orang makin banyak yang pegang
duit, konsumsi pasti bertambah. Tadi kan
gua udah bilang orang jadi belanja alat
produksi, beli mobil, beli truk, beli
mobil box, beli ruko dan lain sebagain
itu bakal hidup. Dan gua pun melihat itu
bisa terjadi ya kita ini menjadi boom
economic boom dalam 1 2 tahun ke depan.
Good news. Good news. Sisi lain apa?
Investasi bisa jadi naik. Iya, investasi
juga naik karena orang mau ekspansi
bisnis. So, this is a good thing. Tapi
teman-teman, ada satu lagi yang menarik
lagi. Kenapa gua sangat PD dengan yang
namanya economic boom kita dalam 2 tahun
ke depan ini bakal betul-betul ya
teman-teman bisa rasakan itu. Karena
government spending gua yakin akan
dibikin lebih agresif. Nah, teman-teman
tahu sekarang ini udah bulan September
2025 ya. Sebentar lagi udah mau ganti
tahun nih Oktober, November, Desember,
eh ganti tahun kita deh. Tapi ternyata
pengeluaran pemerintah bahkan belum
sampai 50%.
Ngeri banget. itu juga bikin ekonomi di
bawah kering. Nah, si Purbaya mau bikin
program canggih nih supaya pemerintah,
kementerian transfer ke daerah itu jauh
lebih banyak, jauh lebih masif, jauh
lebih agresif yang artinya bakal
membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Makanya gua sangat yakin sih pertumbuhan
ekonomi kita ya di semester 2 itu pasti
lebih maju dibandingkan semester 1. Dan
gua udah mulai menghitung nih
saham-saham apa yang bakal diuntungkan
ketika terjadi ledakan ekonomi ini. Tapi
satu hal yang mau gua kasih peringatan
juga dan teman-teman harus waspada
apalagi ini channel investasi. Purbaya
kita akui canggih, hebat, kerjanya
cepat. Gua respect. Gua salu juga sih.
Padahal kita udah bikin videonya. Gua
udah yakin dia bakal jadi Menteri
Keuangan. videonya lu bisa cek 3 bulan
yang lalu kita udah bikin dan ternyata
beneran dia jadi menteri coy. Congrats.
Makanya gua jarang-jarang loh ngirim
bunga buat pejabat tapi khusus buat
Purbaya. Gua sampai kirim bunga khusus
buat Menteri Purbaya. Kenapa? Karena
memang Indonesia itu butuh pemikiran
yang out of the box. Karena kita memang
butuh menteri keuangan itu yang berani,
yang agresif. Karena kita mau ekonomi
kita maju. Bukan cuman maju 1 cent 2
centti. No. Kita mau le forward great
forward gitu loh. Bukan lagi jadi negara
ecek-ecek. Enggak. Kita mau kejar cepat
nih. Kita udah lama itu ketinggalan
kereta nih. Vietnam udah bentar lagi to
the moon. Masa kita masih tuh Purwodadi
gitu kan. Enggak lah. Kita mau juga ke
Mars lah yang dekat-dekat gitu kan. Tapi
juga teman-teman harus siap. Bisa jadi
ini ada jebakan juga karena tadi gua
udah bilang ketika konsumsi naik
drastis, ketika investasi naik drastis
itu tiba-tiba government spending naik
drastis. Apa yang terjadi? Indonesia
banjir duit. Dan lu tahu kalau
seandainya duit tiba-tiba suplainya
bertambah banyak, apa yang terjadi?
Inflasi. Kenapa bisa terjadi inflasi?
Karena harga barangnya naik. Orangnya
manusia Indonesia begitu banyaknya
tiba-tiba semuanya pegang duit mengejar
barang yang sama, jumlahnya sama. Dan
kalau ini tidak disertai dengan
peningkatan produktivitas, lu bisa
bayangkan gini, kalau zaman dulu satu
rak April Maret itu muat 20 mie instan.
Yang belanja mungkin cuman 7uh orang
karena mayoritas orang kena PHK. Eh,
sekarang tiba-tiba 2.000 orang pegang
duit, 2.000 orang dapat pekerjaan. pergi
ke April Maret yang sama, mie instannya
tetap 20 bungkus. Apa yang terjadi?
Harganya bakal naik. Jadi kalau
seandainya ya banjir duit yang lu bakal
saksikan sebentar lagi terjadi di
Indonesia dan lu udah tahulah ya namanya
Benix kalau bikin prediksi ya
kemungkinan besar ya tepat dan ini akan
terjadi kalau pemerintah tidak bijaksana
karena gua udah yakin ekonomi kita bakal
tumbuh drastis. ini bisa menyebabkan
hyper inflation dan ini bisa jadi
jebakan juga karena negara juga punya
rencana buat cetak duit juga buat apa?
Bayar utang. Jadi banyak efek yang akan
menciptakan ledakan inflasi di Indonesia
kalau seandainya ini enggak disertai
oleh ya manajemen yang baik. Tapi satu
hal yang menarik ya kalau inflasi itu
kan bisa jadi cost push ya. Ini lebih
terjadi karena adanya demand demand pool
inflation. Jadi inflasi yang terjadi
karena demand-nya tiba-tiba melonjak,
orang tiba-tiba pegang duit. Nah, apakah
itu bisa menciptakan bahaya? Jebakan nih
buat Purbaya. Gua mau kasih oleh-oleh
nih buat Purbaya di video ini. Bisa ya
dan bisa tidak. Ini beda dengan BLT.
Teman-teman tahu ya, BLT gua udah bikin
videonya dari 3 tahun lalu. Kenapa gua
mengkritik kebijakan BLT yang akan
justru menciptakan devaluasi mata uang
rupiah terjadi? BLT akan menciptakan
harga barang-barang tambah naik.
terjadi. Hari ini BLT akan menciptakan
inflasi dan itu terjadi. Kenapa? Karena
orang yang terima BLT ini adalah
orang-orang yang tidak produktif.
Tiba-tiba dikasih duit, halnya dipakai
untuk tindakan konsumtif. Peredaran uang
tiba-tiba meningkat di masyarakat
padahal tidak disertai dengan
produktivitas. Dan itu terjadi,
Teman-teman. Rasakanlah mm 5 tahun, 10
tahun terakhir nih sebelum ganti
presiden, harga barang-barang tambah
murah apa tambah mahal? Pasti tambah
mahal. Nah, itulah bahayanya. Nah,
bedanya dengan yang sekarang apa?
sama-sama cetak duit. Lu bilang kayak
netizen tolol enggak pakai otak dan
mantan menteri juga yang sama-sama juga
enggak ada otak kalau itu bahkan tapi
bisa jadi menteri. Ya konyol memang.
Nah, lu lihat apa yang terjadi bedanya
kalau di era presiden sebelumnya duit
itu banjir dari langit gratisan dalam
bentuk BLT. IyaO lah banyak bentuknya
loh. Tapi kalau yang kali ini R00
triliun apakah betul BLT? Tidak. Karena
200 triliun masuk melalui sistem
perbankan. Kalau masuk melalui sistem
perbankan, berarti duit itu disalurkan
melalui dunia usaha. Artinya apa? sektor
yang probis, sektor yang produktif.
Karena dia sektor yang produktif seperti
mungkin buka kebun baru, buka tambang
baru, buka pabrik baru, buka kilang
baru. Artinya ada penciptaan lapangan
kerja baru, ada produktivitas baru,
bukan semata-mata cetak duit seperti
generasi sebelumnya. Nah, di sini
artinya masyarakat menjadi punya
penghasilan, bisa meningkatkan konsumsi
dan konsumsi ini akan meningkatkan GDP
Indonesia. Karena ingat ya 50% lebih GDP
Indonesia karena faktornya konsumsi. So
dari sini lu sudah bisa lihat bedanya
antara cetak duit generasi sebelumnya
yang agen itu ya sama 200 triliun yang
mau diturunkan sama Purbaya ya. Satu
tidak produktif karena bisa pakai judi
online pergi ke Kamboja duitnya itu yang
sekarang menurut gua relatively lebih
aman dan bahkan lebih bagus karena
sektornya betul-betul bisa menciptakan
lapangan kerja dan untuk dunia usaha
jadi lebih hidup. Lalu apakah ini juga
bakal menciptakan inflasi? Ini yang
penting. Ingat, kita masih ada bom waktu
di depan mata. Cetak duit buat bayar
utang. Utang kita lebih dari 10.000
triliun. Bunganya aja lebih dari 500
triliun. Buat bayar tuh pakai apa? Udah
pasti cetak duit lagi nih. Nah,
Teman-teman harus lebih bijak nih.
Gimana caranya kita mengatasi inflasi
dalam jangka panjang itu. Nah, banyak
orang yang bilang, "Enggak ada masalah
juga sih cetak duit. Toh memang rasio
utang kita terhadap GDP masih gede."
Iya. Zimbabwe dulu juga bilang begitu.
rasio hutang terhadap GDP dia itu kecil,
Guys. Bahkan di bawah 40% dari GDP dia.
Jadi enggak ada masalah. Enggak ada
masalah. Tapi apa? Setelah 2 tahun
meledak hyper inflation, inflation-nya
lebih dari 10.000%. Jadi hati-hati juga
loh. Bukan artinya ketika kita punya
spare buat cetak duit itu harus dipakai.
Ternyata ketika itu dipakai dan
berlebihan kita cetak duitcetak duit
apalagi ketika negara tidak efisien,
banyak kebocoran di mana-mana, banyak
korupsi di mana-mana, Indonesia bisa
jadi the next Zimbabwe. Tapi gua punya
obatnya, Guys. Lu setuju enggak kalau
kita bahas di video yang selanjutnya?
Gimana caranya Indonesia bisa kejar
pertumbuhan di atas 7% tanpa harus takut
hyper inflation? Tapi ada satu lagi yang
lebih penting sih, karena ini channel
investasi ya. Lu lebih setuju kalau kita
bahas tentang perusahaan apa sih yang
diuntungkan dengan 200 triliun purba
turun ke sistem perbankan Indonesia? Dan
dengan putaran 11133 triliun yang Benix
jelaskan tadi, ini udah pasti membawa
keuntungan dong buat
perusahaan-perusahaan yang ada di ISG.
Tetapi pada saat yang sama juga bisa
membawa kerugian buat emiten-emiten yang
ada di ISG. Karena enggak semua direksi
bank punya otak. Ada yang bisa dikasih
duit, oh ngerti. Kita dapat modal buat
kerja kerjalan. Tapi ada juga yang
dikasih duit bingung, waduh gimana gua
nyalurinnya. Yang kemarin-kemarin aja
banyak yang gagal bayar tuh, apalagi
sekarang dapat duit. Artinya enggak
semua emiten diuntungkan. Menurut kalian
lebih baik kita bahas yang mana ya? So,
langsung bikin komentar kalian seperti
apa, Guys? Menurut kalian 200 triliun
ini program bagus dari Purbaya atau ini
tolol banget? Mendingan pakai gaya
agensi aja taruh aja ditabungin di Bank
Indonesia atau dapat bunga R triliun.
Menurut lu lebih benar yang mana sih?
Dan yang paling penting next video kita
bahas soal apa nih? Emiten yang
diuntungkan dan dirugikan atau strategi
negara menurut Benix sebaiknya apa nih?
supaya kita bisa jadi negara maju dengan
GDP di atas 7% dan tanpa takut masuk
jebakan hyper inflation. Semoga video
ini bermanfaat. Ditunggu komentar
kalian. Jangan lupa subscribe channel
Benix sekarang juga. Salam sehat, salam
cuan. Bye bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:53 UTC
Categories
Manage