Transcript
irTb06qdggA • DIKIBULI BAWAHAN!! PURBAYA Ditipu Anak Buah Demi Kepentingan OLIGARKI?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0445_irTb06qdggA.txt
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. Kita baru aja dapat kiriman video yang katanya di situ bukti bahwa Purbaya ini kena tipu, Guys. Dia berhasil dikibulin sama anak buahnya sendiri. Dan ini ngeri banget, ya. Kalau betul menteri kita sendiri aja udah berhasil ditipu, artinya Kementerian Keuangan bisa jadi sudah disusupi oleh kepentingan oligarki-oligarki Indonesia. So, kalau lu penasaran apa sih yang terjadi di Kementerian Keuangan, jangan dikip video ini. Let's check this out. Tadi kan sempat pajak nanya soal kort ya. Gimana, Pak, hasilnya? Iya, kemarin Bapak waktu Bapak di DJP, Pak. Momen ketika Menteri Keuangan telepon klank pajak untuk pendaftaran NPT dapat berlakuan deklarasi juga, Pak, melalui lamanya kortex ya. Saya enggak belum tahu tuh kortex. Oh, belum, Mbak. Boleh kasih tahu saya enggak, Mbak? Kira-kira berapa lama ya kalau itu daftar kortteek segala macam? Dirjen Pajak sedang pergi ke luar negeri. Saya cuma tanya kesiapannya seperti apa di dalam ee kalau menurut mereka bagus-bagus terus. Jadi mereka ngibulin saya juga. Jadi mereka ngibulin saya juga. Jadi mereka ngibulin saya juga. Jadi mereka ngibulin saya juga. Jadi mereka ngibulin saya juga. Kayaknya nanti saya akan cek belum investasi e belum sidak betul ke korteksnya karena belum sempat. Tadi saya minta dirjen pajak untuk nulis di sini enggak ada kortteeks. Kenapa enggak ditulis? Eh pada dasarnya saya akan lihat kortex seperti apa. Terlambat keterlambatan di kortteeks akan kita perbaiki secepatnya dalam waktu 1 bulan harusnya bisa. Itu IT IT nanti saya bawa jago-jago IT dari luar yang bisa memperbaiki itu dengan cepat. Jadi di sini ada hal yang menarik, Guys. Negara kita bukan dalam kondisi yang baik-baik saja, penerimaan pajak itu berkurang terus. Tapi lu udah tahu dong apa yang dilakukan oleh pejabat-pejabat di Kementerian Keuangan jalan-jalan ke luar negeri. Betul-betul negara konyol, negara banyol. Dan lu lihat di sini si Purbaya ya memang dia orangnya baik ya. Enggak kayak Benix lah. Dia ha hihi hahi aja dia ketawa-ketawa. Tapi dia udah bilang dia merasa dikibulin. Ini ngeri loh. Menteri sendiri dikibulin sama karyawannya. Gimana selevel pejabat-pejabat yang lain, presiden misalkan kalau salah pilih pembisik hancur negara kita. Bukan hanya presiden, hakim agung di Mahkamah Agung, pejabat-pejabat kita di Bank Indonesia di OJK. Aduh ngeri banget sih kalau makin banyak orang-orang yang enggak benar ya di posisi-posisi atas dan prinsip hidupnya adalah asal Bapak senang. Ujungnya apa ya? Mereka jalan-jalan ke luar negeri. Menterinya asik aja, merasa dunia aman, baik-baik saja. Padahal di bawah hancur lebur. Nah, gua sih happy banget pas lihat video itu menteri kita nelepon beneran kering pajak. Di sini gua udah menduga satu hal. Pertama, gua nelepon kering pajak itu enggak pernah diangkat, Guys. Jadi, yang ada nada tunggu nada tunggu. Gua yakin deh lu ngaku deh. Lu kalau nelepon kering pajak pernah diangkat enggak? Pasti susah banget. Nah, ini ajaib juga sih gua kok bisa-bisanya. Mungkin karena menteri yang telepon tiba-tiba diangkat ya. Tapi yang kedua adalah dia pasti merasakan birokrasi itu libet berlibet-libet lah berbelit-belit di Indonesia. Jadi ini adalah peristiwa yang menurut gua menyedihkan apalagi soal kort ini gua senang disidak sama Purubaya. Dia telepon langsung melihat langsung gimana pelayanan ke bawah dan kalau betul-betul dilakukan dia pasti harusnya udah tahu ya Cortex itu program yang makan anggaran negara triliunan tetapi hasilnya zong dan enggak ada yang berani bilang itu bahwa ini barang zong. Bahkan beberapa kali kalau kita lihat laporan keuangan ya, penerimaan keuangan di bulan Januari 2025 dulu itu ada namanya APBN kita. Tiap bulan itu dirilis, Guys, sama Kementerian Keuangan. Tetapi entah kenapa di bulan Januari 2025 hilang. Seolah-olah kok ada yang aneh. Bahkan 2025 di bulan Februari, bukan cuma Januari, Februari juga sempat hilang. Aneh. Mana katanya ada transparansi 1000 ngelawak aja lu transparansi. Kenapa tiba-tiba harus dihilangkan? Apakah mereka takut ketahuan bahwa program mereka ini adalah program orang tolol? Song duit negara habis triliunan. Lu bayangin ya di negara habis triliunan buat bikin software. Softwaren-nya zong. Tapi sampai hari ini enggak ada yang masuk penjara, Guys. Aneh enggak? Aneh banget. Ini mau ngasih contoh apa ke bawah? Bahwa boleh bikin projek-projject bodong. Aneh banget. Terus yang kedua yang aneh ketika korteks ini gagal dijalankan, penerima negara bukannya bertambah ya sudah jelas ya malah berkurang. Tapi sampai saat ini kalau lu bayangkan ya penerima negara berkurang berarti kan negara dirugikan. Tapi kok enggak ada yang masuk penjara ya? Ini lu lihat di layar kaca lu lihat ya nih Purbaya ya. supaya lu enggak kena tipu sama karyawan lu, anak buah lu itu tukang tipu semua tuh. Lu lihat tuh pendapatan negara per bulan Mei 2024. Ini data resmi dari Kementerian Keuangan, bukan gue yang ngomong. Mei 2024 itu pendapatan negara R.123 triliun per Mei 2025 syukurnya udah dirilis ya, resmi APB juga, APB kita nih turun jadi 995 triliun. Jadi rasio pendapatan negara bukan tambah bagus setelah korteks lahir, tapi tambah nyungsep. Nyungsepnya R8 triliun. Ini berarti kan negara rugi nih. Tapi kok enggak ada yang bertanggung jawab? Malah jalan-jalan ke luar negeri. Di sini ya kalau teman-teman lihat bahkan sampai Agustus 2024 ini data real ya. Agustus 2024 penerima negara itu itu sudah 1700 triliun. Tetapi di 2025 bulan yang sama Agustus 2025 cuma R.600 triliun. Berarti kan ada masalah di sini ya. Mungkin ada yang bilang karena penerima negara dari PNBP menurun karena komoditas harganya turun. Betul. Betul. Dan ini gua bilang dari 2 tahun lalu, hati-hati PNBP kita bakal makin berkurang, berkurang, berkurang. Karena nyawa kita ada di CPO, di PNBP, ada di mineral, batubara, bahan tambang yang makin hari dirongrong, didemo-demo sama duit-duit asing. Ini akibatnya apa ya? Enggak bakal jalan. Plus harga komoditasnya turun. So, jangan heran kalau PNBP makin turun negara bakal makin pusing. Dan ini udah gua bilang dari jauh-jauh hari, jangan dibiarkan para LSMLSCM antek-antk asing, media-media yang hobinya makan duit George Soros dibiarkan berkembang biak ujung-ujungnya apa? Menghancurkan bisnis sumber daya alam kita, bisnis kelapa sawit kita, bisnis batu bara kita, bisnis pertambangan kita. Kalau ini makin dibiarkan, PNBP kita bakal makin hancur. Ujung-ujungnya apa? Ya, negara bakal makin banyak defisitnya. Tetapi selain itu penerimaan negara dari pajak itu juga berkurang, Guys, di luar PNBP. Karena kalau lu lihat datanya di Agustus 2024, PNBP memang berkurang dari R84 triliun, di tahun 2024 turun jadi R6 triliun. Okelah, itu PNBP, harga komoditas turun. Tetapi penerimaan perpajakan itu juga turun dari 1379 triliun turun menjadi 1330 triliun. Jadi di situ ya clear juga. Nah, lucunya begini ya. ini sudah jelas-jelas ini penurunan. Bahkan sampai Ikatan Konsultan Pajak Indonesia alias IkPI itu bikin pernyataan bahwa penyebab utama penurunan penerimaan pajak di bulan Januari 2025 itu karena implementasi kortex itu jadi masalah. Nah, ini udah dibilang nih sama Ikpi nih. Tapi lucunya ya, pemerintah malah bantah itu. Pemerintah malah bikin hak jawab mereka nih di koran mereka malah bilang penurunan kinerja penerimaan pajak tidak relevan. Jadi enggak ada hubungannya dengan implementasi korteksnya DJP. Ini aneh banget nih. Jadi karyawan-karyawan di Kementerian Keuangan sampai hari ini masih munafik enggak mau menerima fakta bahwa memang CTEx itu produk gagal. Memang aneh program triliunan tapi malah gagal dan masih dibantah sama mereka. Mereka masih enggak mau ngakuin bahwa itu menyebabkan penurunan pendapatan negara. Harusnya malah penaikan. Ya kalau sama aja udah tolol menurut gua ya kan targetnya harusnya naik dong. Habis duit triliunan bikin software baru lebih efektif, lebih efisien harusnya naik dong. Ya kalau sama aja udah tolol ini. Bahkan bukan sama pendapatan negara malah turun. Ada yang konyol dan masih dibantah. Gilanya lagi bahkan sampai bank dunia itu udah sampai turun udah bikin kasih peringatan. He hati-hati lu di bulan Juni 2025 World Bank itu sampai bikin enam faktor kenapa penerimaan pajak dan non pajak di Indonesia menurun. Faktor yang pertama dan ini World Bank udah bilang karena ada gangguan teknis terkait dengan implementasi cortex. Jadi udah jelas World Bank aja udah lu mau ngibul apa sih lu? Aneh banget lu. Even orang luar negeri aja bisa lihat gitu loh. Korteks ini bermasalah kok. Masih masih masih bodoh. Dan Purbaya hati-hati lu benar-benar mau dikerjain sama anak buah lu. Ini program triliunan ini. Ada apa ini? Yang kedua apa menurut World Bank? Karena banyak refund tax refund. Jadi pengembalian pajak yang melebihi perkiraan ya. Ini betul juga kita sudah cek datanya memang banyak tax rev. Yang ketiga karena BUMN sudah enggak lagi store ke negara ya. Jadi penerimaan dividen dari BUMN sekarang masuk ke danantara. Nah yang keempat ini versi World Bank itu karena kenaikan tarif PPN kan di-cancel tadinya 12% turun jadi 11% jadi menurun. Ya, harusnya sih tetap enggak pengaruh sih. Ini WorldBank juga agak konyol juga karena harusnya ketika itu dibatalkan minimum kan sama dong, tapi kan ini ketika dibatalkan malah jadi nyungsep kan aneh. Ini agak enggak valid juga nih si Worldbank. Nah, yang kelima karena harga komoditas yang lebih rendah. Ini gua udah bilang dari jauh-jauh hari ini Bank harus belajar sama gua nih. Ini yang keenam lemahnya permintaan domestik. Jadi, ada enam alasan menurut Wordbank. Enggak semuanya valid karena WordBank juga enggak pintar-pintar amat, Guys. Cuman lemahnya permintaan domestik ini udah bisa kita lihat dari tingkat konsumsi di Indonesia yang berkurang. Kenapa berkurang? Karena peredaran duit di masyarakat sedikit. Kenapa sedikit? Karena duit ngumpul aja terus di Bank Sentral Indonesia. Untung ya sekarang sudah ada perubahan ya. Tapi ya udah inilah konyolnya republik ini ya. Udah berbagai macam kesalahan dilakukan tapi orang tidak mau ngaku salah. Sama aja kayak DJP. Lu lihat nih ya dari pajak ya Kementerian Keuangan ya. Selalu dia malah ke luar negeri tadi bahkan katanya ya luar biasalah. Padahal negara lagi kesulitan keuangan. Ngapain dia ke sana ya? Semoga di sana dia cari duit kali ya bisa bawa dolar pulang dari luar negeri ke Indonesia. Nah, satu yang menarik adalah bahkan di kantor-kantor daerah ya di Jawa Timur tuh sempat terekam bahwa di Jawa Timur sendiri penerimaan pajak di 31 Januari 2025 itu cuman Rp triliun. Itu turun dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Dan DJ itu sempat bilang penerimaan pajak masih menghadapi tantangan akibat belum optimalnya implementasi cortex DJP. Nah, ini pernyataan resmi yang sempat muncul di website JP tapi kemudian hilang, Guys. Banyak keanehan nih. Katanya transparansi, katanya akuntabel, tapi kok hilang? Dan gua sih sekali lagi gua mau bikin video ini apresiasi bahwa Purbaya kayaknya ng banyak penjilat-penjilat pantat di kementeriannya yang harus dibinasakan dan hati-hati lu bakal dijebak, digiring, dan digorok ujung-ujungnya Purbaya supaya Good news guys, kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segala bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sskolashambenix.com sekolahsambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Dan hati-hati lu bakal dijebak, digiring, dan digorok ujung-ujungnya Purbaya supaya mati lebih dini, supaya programnya enggak jalan, supaya dia diberi data-data palsu. Dan gua senang dia ngecek sendiri keekering pajak yang gua kalau orang-orang pun gua yakin mayoritas kalau telepon pun enggak nyambung nih. Dan itu bahkan ada yang komen nih ya, netizen nih, lu lihat nih machadosis masih mending dijawab sama operator itu mah. Dia udah diatur katanya settingan lu purbaya soalnya dijawab sama operatornya. Kalau pengalamannya si Maca, dia bilang biasanya sih disuruh tunggu lama pakai nada kering pajak habis itu ditutup. Nyoba berkali-kali kayak begitu terus. Apa sih lu maca? Kasihan deh. Lalu ada abang hijau Gesang. Kami menderita, Pak. Kortx error melulu. Wah ini derita rakyat nih. Ini ini fakta loh. Jangan ngibul-ngibul lah pejabat-pejabat di sana. Jangan lu kibulin tuh menteri Purbaya lu. Enak aja lu. Konat. Gara-gara kortex gua revisi mulu Pak. Sumpah capek banget Pak. Ah, itulah enaknya lu hidup di negara Kazakhstan ya. Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah kan gitu. Saifudin Official. Wah, ini keterlaluan. Ada web nilainya triliunan kok sering bermasalah. Ya memang capcai ya. Tolong segera diperbaiki kami pengusaha yang mau membuat NIB tidak bisa bergerak jika NPWP bermasalah. Terus bayangkan ya di republik ini ya, orang mau buka usaha dipersulit, orang usahanya sudah jalan dipalak, giliran mau bayar pajak pengusahanya dipersulit. Ini maunya apa? negara ini goblok memang mo Pak itu petugas KPP Kosambi pemalas semua binasakan tuh tuh tolong dicek tuh KPP Kosambi itu kenapa pemalas kortex error mau daftarin PWP badan sudah bawa semua data ke KPP masa disuruh kirim via pos sudah bawa semua data ke KB masa disuruh kirim via pos ya karena pos mungkin udah mau bangkrut ya jadi lu tolonglah dibanding dia bangkrut lu kirim lewat pos aja kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah guys lu ngerti enggak sih lu nih tinggal di negara Kazakhstanara Enggak jelas, Bunda Talita, Cortex setiap hari sering error dan sulit diakses. Padahal harga sistem waktu beli 1,3 triliun, tapi hasilnya kayak anak mahasiswa magang. Ya, itulah menteri di Indonesia. Ya, ya, ya. Semoga menteri yang baru lebih baik ya, Purbaya dibandingkan yang lama ya. Edi Juini, saya PBK via Cortex 10 hari baru diapprove. Apa gunanya digitalisasi kalau harus tunggu sekian lama? Ini namanya digitalisasi gaya Indonesia. Depannya digital, belakangnya pakai mesin tik, Guys. Makanya lambat. Adel. Ah, ini ada penyanyi nih. Adel, Pak. Cek KPP Madia 2 Tangerang. SDM mereka bagian helpd ditanya cortex pada enggak tahu. Bahkan ngasih tahu WP enggak benar, wajib pajak. Maksudnya petugasnya nyari solusi di YouTube, orang bukan di YouTube DCB. Saya sebagai wajib pajak kesal. Jadi petugas pajak cari solusi di YouTube. Saya sebagai wajib pajak kesal, enggak pernah dapat solusi kalau ada program Coltex, Pak. Mereka selalu lempar pusat-pusat saja. Uh, jiji banget gua lihatnya. Ini duit triliunan duit rakyat loh ya. Ke mana duit rakyat berubah jadi website cap kaki lima ya? Mendingan beli website-nya di mana? Kalau gitu kita beli sama orang India aja lah. Diskon bisa lu tawar 80% tuh kayaknya nih. Gila bener. Ini realita yang sangat menyedihkan ya di Indonesia ya. Orang mau bayar pajak aja dipersulit. Aneh. Aneh banget. Katanya negara butuh duit rakyat. Gila lu bayangin orang mau bayar pajak dipersulit negara apa yang sekyol ini? Tolong Purubaya ini. Ditindak dong karyawan lu ini. Yeseryeser aja asal bapak senang. Padahal kacau semua amburadul di bawah. Tolong dong diperbaikin dong. Malu. Lihat tuh Saifudin sampai stres Saifudin. Keterlaluan web nilai triliunan website maksudnya kok sering bermasalah. Haduh sedih banget gua. Tapi ya udahlah kita sekarang ada Menteri Baru Purbaya semoga dia bisa perbaiki inilah Pak Purbaya please please banget kita udah terlalu lama dikibulin sama pejabat-pejabat karyawan lu di situ. Tolong dipecatin anak buah lu itu dirjen-dirjen sampah binasakan aja udah ganti. Enggak usah takut-takut Pak Purbaya lu didukung rakyat Indonesia Pak Purbaya bersihin tuh pejabat-pejabat Kementerian Keuangan sampah semua. Jadi buat teman-teman yang ada di Kementerian Keuangan, ya lu harus hati-hati ya. Si Purbaya ini menurut gua ini aliran kayak gua nih waktu gua masih kerja sama orang gua tuh kalau terima laporan dari anak buah prinsipnya adalah gua trust but verify. Ya percaya oke Pak katanya di bawa baik-baik aja. Oke. Tapi gua verifikasi. Trust but verify. Lu hati-hati kalau mau ngibulin atasan lu. Model-model purbaya gini dia enggak bakal makan bulat-bulat data lu. Dari zaman dia di LPS dia itu bikin data sendiri. Dia bikin analisis sendiri dan dia presentasi sendiri. Jadi lu harus pikir dua kali ya buat teman-teman di Kementerian Keuangan. Kalau lu mau tipu-tipu si Purbaya, lu pikir dua kali loh. Hati-hati loh. Next. Cuman dari satu ini yang kemarin yang menarik adalah masalah diskusi masalah cukai. Anda tertarik cukai kan? Itu saham merokok pada naik 20% begitu saya ngomong cukai itu kan investor bukan? Enggak tahu naik 20%. Ya mungkin heran masih naik. Ada cara mengambil kebijakan yang agak aneh unt saya. Saya tanya kan cukai rokok gimana sekarang berapa rata-rata? 57%. Wah, tinggi amat Firaun lu kira-kira gitu. Ini banyak banget ini ini ya. Terus kalau turun gimana? Ini bukan saya turun, bukan mau turun ya, cuman diskusi. Kalau turun gimana? Kalau turun makin banyak income-nya. Loh, loh, kenapa dinaikin kalau gitu? Rupanya kebijakan itu bukan hanya income saja di belakangnya. Ada policy memang untuk mengecilkan konsumsi rokok. Jadi dia kecillah. Jadi, otomatis industrinya kecil kan, tenaga kerja di sana juga kecil. Oke, bagus. K ada WH. Oh, di belakangnya ada ini, ada ini, ada ini. Cuman saya tanya, "Oke, kalau kamu e desainnya untuk memperkeci industri kan pasti sudah dihitung dong berapa pengangguran yang terjadi?" Kan bisa dihitung kan pasti. Makanya banyak yang dipecet kemarin kan di sana. Terus mitigasinya apa? Apakah kita sudah buat program untuk memitigasi ee tenaga kerja yang menjadi nganggur? Programnya apa dari pemerintah? Enggak ada loh. Kok enak? Kenapa buat kebijakan seperti itu? Tuh diskusinya itu antara di sana. Kalau gitu nanti kita lihat selama kita enggak bisa punya program yang bisa menyerap tenaga kerja yang anggur, industri itu enggak boleh dibunuh. Ini kan hanya menimbulkan orang susah aja. Tapi memang harus dibatasin yang rokok itu paling enggak orang ngertilah ee harus ngerti resiko rokok itu seperti apa. Tapi enggak boleh dengan polisi untuk membunuh industri rokok. terusnya kerja dibiarin tanpa kebijakan bantuan dari pemerintah. Itu kan kebijakan yang enggak bertanggung jawab kan. Oke, di sini gua mau kritik di sini. Purbaya dia bilang 57% tinggi amat Firaun lu. Seolah-olah kalau tarifnya tinggi negara penghasilannya berkurang. Kalau tarifnya rendah negara rugi apa? Iya. Gua mau bahas ya soal cukai rokok. Jadi teman-teman lihat datanya ya. Ini gua udah riset nih, cukai rokok di Indonesia dari tahun ke tahun itu sebetulnya peningkatan loh dalam 5 tahun terakhir, Teman-teman. Tahu cukai rokok di tahun 2021 itu 91 triliun. Nah, setelahnya apa yang dilakukan oleh Sri Mulat? Dia naikin terus cukainya naikin terus, naik terus, naik terus, naik terus sampai tahun 2025 kalau pakai logika yang sama, Purbaya ini dikibulin sama karyawannya nih. Gua yakin anak buahnya Purbaya itu makan duit nih dari oligarki rokok Indonesia. Kenapa? Karena faktanya tadi tahun 2021 sampai tahun 2025 penghasilan negara dari cukai itu bukan berurang tapi nambah. Karena tahun 2021 itu cuma 91,3 triliun. Tahu enggak lu di tahun 2025 ini belum selesai loh, belum tutup buku. 2025 2025 itu 108,8 triliun. Artinya ada peningkatan negara penghasilan ketika cukai dinaikin bukan berkurang tapi naik over 5 years naik. Jadi enggak betul kalau dibilang penerima negara dari cukai berkurang ketika cukainya dinaikkan. Enggak malah naik. Nah, kalau kita lihat angka ya basisnya dari 2021 lihat di layar kaca itu 91,3 triliun. Tahun 2022 itu 120,6 triliun. Ini naik drastis nih. Ketika cukai rokok dinaikkan dia naik drastis jadi R10 triliun. Oke. Tahun 2023 turun jadi 105. Kenapa? Ya bukan lagi-lagi ya, bukan karena cukanya dinaikkan atau apa, enggak. Tapi orang berbondong-bondong beli pita cukai di depan karena enggak mau kena cukai yang lebih tinggi lagi. Sehingga penerima negara di 2022 terlihat naik tinggi 120 triliun dan 2023 terlihat turun. Tapi sebenarnya 2023 yang 105 triliun itu tetap peningkatan dibandingkan 2021 yang 91,3 triliun. Jadi itu tetap ada peningkatan. Nah, tahun 2024 itu turun lagi jadi 101,8 triliun. Tapi betul enggak ini turun? Enggak. Karena kalau lu bandingkan dari starting point-nya di 2021 yang R91 triliun, dari 91 triliun ke 101 triliun artinya sudah naik 10 triliun lebih, Guys. Jadi tetap ada peningkatan. Tetapi kenapa jumlahnya berturun? Karena banyak pabrik-pabrik mulai melakukan mitigasi. Dulu mereka banyak main SKM, SPM, apa itu? Sigaret kretek mesin bikinnya pakai mesin atau sigaret putih pakai mesin. Mesin ini kan enggak menciptakan tenaga kerja dan cukanya itu paling tinggi. Kalau lu lihat cukanya di layar kaca nih ya, SKM segaret keretek mesin. Kalau lu pakai mesin di 2024, cukai per batang itu Rp1.200. Tapi kalau si Garet keretek tangan cukainya cuma Rp483. Artinya kan lebih untung kalau lu buka pabrik bikin kretek. Kreteknya jangan pakai mesin, kreteknya pakai tangan. Wajar. Makanya satu Rp1.200, satu cuma Rp400. Karena kalau lu pakai mesin, lu enggak menyarap tenaga kerja, negara bilang, "Oke, lu cukai lebih mahal karena lu bisa langsung cetak ribuan bahkan jutaan rokok." Ya, kalau orang pakai linting-linting, pakai tangan, ya pasti lebih lambat cukanya, dibikin lebih rendah dan lu menyerap tenaga kerja. Nah, pabrik-pabrik itu banyak yang berevolusi, termasuk orang-orang yang biasa bikin sigaret putih pakai mesin. Ini enggak dicampur tembakau, cengkeh, segala macam ya, dia murni aja. Beda sama kretek. Jadi, SPM pun pakai mesin itu Rp1.300. Tapi kalau sigaret putih pakai tangan ya cuman Rp400. Jadi dalam perjalanannya banyak pabrik-pabrik ini pun bikin perusahaan-perusahaan lebih kecil, bikin mitra-mitra lebih kecil yang fokusnya bikin rokok pakai tangan. Akibatnya apa? Bukan terjadi pemecatan massal, enggak juga, tapi terjadi redistribusi ulang. Tadinya pabrik-pabrik besar dengan mesin-mesin besar enggak. Sekarang makin banyak pabrik-pabrik kecil yang bikin pakai tangan. Kalau enggak percaya, lu pergilah ke pabrik-pabrik rokok yang ada di Jawa Tengah, yang di Jawa Timur. Mulai banyak pabrik-pabrik kecil, ini legal yang kita ngomong ya. Bayar cukai legal tapi lebih murah cuma 400 perak. Dan bisa jual rokok legal dengan harga lebih murah karena mereka bikin pakai tangan. Bagus enggak? Bagus karena akibatnya terjadi penciptaan tenaga kerja. Nah, di sini gua mau bilang, jadi gua bantah dulu yang cukai ya, bahwa 101,8 triliun itu adalah peningkatan. Dan ini terbukti di tahun 2025 market udah adapt, pengusaha pun udah adapt. Udah mulai jalan nih pabrik-pabrik pakai manusia begitu banyak. Tadinya pakai mesin, sekarang pakai tangan. Makanya tahun 2025 adaptasinya berhasil, penerima negara dari cukai itu naik, Guys. Nah, kalau kamu lihat dalam struktur APBN 2024 ke 2025 itu pun kamu bisa lihat hal yang sama bahwa penerima negara PNBP berkurang. Betul 2024 ke 2025. Penerima negara dari pajak berkurang, betul 2024 dibandingkan 2025. Tetapi penerima negara dari B dan cukai Agustus 2024 R3 triliun, tetapi di Agustus 2025 sudah naik jadi 194 triliun. Jadi di sini gua mau bilang bahwa Purbaya, lu hati-hati dikibulin sama anak buah lu. Gua itu tidak setuju kalau cukai rokok dihilangkan. Gua tidak setuju kalau cukai rokok dikurangin. Gua enggak setuju. Dan kalau ada yang bilang sama lu sebaliknya itu bohong. Karena faktanya data membuktikan ketika cukai rokok dinaikkan yang terjadi apa? Penerima negara tumbuh dan terbukti 2025 cukai kita naik tuh dibandingkan 2024. Fakta loh. Jadi please dong Purba ya di sini gua enggak setuju sama lu. Lu menurut gua lu dikadalin sama karyawan lu. Seolah-olah negara rugi kalau seandainya cukai itu dinaikkan. Faktanya penerima negara turun bukan karena cukai tapi karena tadi PNBP sama penerimaan pajak yang korteksnya itu bermasalah. Ini data loh purbaya. Hati-hati lu dikadalin lu sama karyawan lu. Anak buah lu sendiri mau nipu lu. Dan banyak orang kena tipu ya sama oligarki-oligarki rokok ini. Dan ini menurut gua bermasalah. Kenapa bermasalah? Lu tahu ya Indonesia ini orang terkaya di Indonesia dari berpuluh-puluh tahun selalu bisnisnya rokok. Gimana negara kita bisa maju? Lu harus bayangkan gimana negara kita bisa maju kalau orang yang orang terkaya di Indonesia terus-terus adalah bisnisnya rokok. Bisnis rokok. Bisnis rokok. Bisnis rokok. Artinya lu sudah tahu ya yang mengkonsumsi mayoritas rokok di Indonesia kalangan menengah. Kalau satu orang rokok Rp20.000 sehari habis sebulan berarti 600.000 Rp2.000* 30 duit Rp600.000 kan bisa dipakai buat hal yang lain. Beli susu buat anaknya atau bayar uang sekolah, play group, TK buat anaknya dibanding sekolah itu bisa bikin negara kita jadi negara maju. Investasi buat masa depan. Gimana caranya kita bisa kayak Amerika? Orang terkaya di Amerika bisnisnya apa? AI, chipset, mikroprosesor, bikin handphone, bikin teknologi satelit, bikin mobil listrik. Orang terkaya di Indonesia bisinya apa? Rokok. Kan gila namanya. Terus yang kayak begini mau dilindungin sama negara. Hello. Lu jangan berpikir senang. Seolah-olah banyak orang bilang, "Oh, ini pahlawan nasional perusahaan rokok karena mereka menyumbang pajak terbesar. Mereka bayar cukai terbesar." Enggak. Bukan perusahaan rokok yang bayar pajak ke negara. Yang bayar pajak ke negara, bayar cukai ke negara adalah perokok. Mereka yang beli rokok, mereka yang bayar cukai, bukan perusahaan rokok. Jadi kalau dibilang perusahaan rokok ini pahlawan negara, tidak. Yang beli rokok, yang bayar cukai. Jadi, lu jangan belain mati-matian perusahaan rokok. Enggak. Mereka malah menyengsarakan kita. Indonesia selama-lamanya akan menjadi negara miskin dan bodoh kalau perusahaan besar yang dilindungin, yang dijaga selalu perusahaan rokok yang jualan racun ke rakyatnya sendiri. Teman-teman tahu BPJS kita itu ya keluar duit ribuan triliun loh buat BPJS. Duitnya dari mana? Pembayar pajak loh. Terus duit buat BPJS ternyata 30% lebih buat penyakit yang berhubungan dengan rokok. Penyakit katastrofik. Duitnya berapa? R35 triliun. 30% lebih dana BPJS habis untuk penyakit-penyakit kronis jangka panjang yang diakibatkan oleh rokok. Contohnya apa? Jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, talasemia, hemofilia, leukomia, bahkan sirosis hati. Ini semua penyakit berhubungan dengan rokok. Menyengsarakan negara karena negara harus habis duit. Penyakit yang berhubungan dengan rokok nilainya R35 triliun. Jadi jangan dianggap ini bisnis suci, bisnis patriot, enggak. Mereka malah menyengsarakan keuangan negara. Lu bayangin udah duit kita habis membayar pajak buat bayar BPJS. BPJS habis duitnya buat bayarin orang-orang yang hobinya meracuni diri mereka sendiri. Ngasih duit buat beli rokok, rokoknya dibakar, racunnya dimakan. Eh, kita juga yang harus suruh bayarin, El yang harus bayarin. Kan aneh. Terus duitnya di ke mana? Duitnya dinikmati sama orang asing. Eh, lu sadar enggak mayoritas perusahaan rokok di Indonesia yang punya ya orang asing. Lu sok-sokan bilang Ji Samsu cita rasa Nusantara. Heh, yang punya Ji Samsu siapa? Philip Moris, Bro. Orang bule, bukan made in Indonesia. Lu jangan rasa lu bukan perusahaan rokok Indonesia. Itu perusahaan rokok asing. Lu rokok apaagi? Ee Bentul lah. Misalkan Bentul juga yang punya siapa? Lu rasa perusahaan lokal karena namanya Bentul. Tapi enggak, itu punya perusahaan asing, Guys. British American Tobaco. Jadi enggak ada bahkan rokok yang sering lu pakai, lu merasa, "Oh, ini oke kalau gitu rokok gua lebih rasionalis nih." Enggak. Lu enggak tahu ya, rokok yang lu pakai kemungkinan besar itu punya Japan Tobo, perusahaan tembakau dari Jepang. Dan orang-orang pada sok nasionalis, lu tahu enggak? Bahkan rokok apapun yang lu makan itu bahan bakunya itu impor, bukan bahan baku dari lokal. Makanya kemarin banyak petani tembakau jerit-jerit produknya enggak dipakai, enggak diserap sama pabrik. Harga tembakau jatuh ya simpel aja. Harga jagung jatuh kenapa? Karena ada jagung impor. Harga gula jatuh ya simpel aja. Kenapa? Karena ada gula impor. Di Lampung hari ini petani singkong jerit-jerit menangis karena harga singkong jatuh. Kenapa? Karena banjir singkong impor. Gila bawang petani jerit-jerit. Kenapa? Karena banjir bawang impor. Lu enggak pernah dengar kan tembakau kita ternyata impor. Lu selalu bilang lindungi perusahaan rokok. Lindungi perusahaan rokok karena banyak petani di sana. Hello Capcai, lu lihat data di sini. Impor tembakau di Indonesia tahun 2024 itu sudah sampai 911 juta dolar setara 15 triliun, Guys. Tahun 2023 juta. Do. Tahun 2020 tahun lalu cuma 500 juta. Do. Jadi, lu bayangkan ya, dalam 5 tahun impor tembakau di Indonesia itu udah naik hampir dua kali lipat. Dari 500 juta dolar, bentar lagi 1 miliar dolar, Guys. Jadi kalau dibilang industri ini nasionalis, enggak ada nasionalisnya sama sekali. Udah lu disuruh beli rokoknya, lu disuruh beli racunnya, heh. Terus duitnya dinikmatin dibawa ke luar negeri. Sisa orang penyakitan di sini yang harus bayarin el juga pakai BPJS. Lu merasa BPJS bukan duit lu, duit negara. He, duit negara itu dari pajak, Guys. Dari duit lu. Kan lucu. Terus selalu bilang nasionalis, cinta industri tanah air. Enggak. tembakaunya mereka impor, Guys. Bahkan ya ini ada surat kabar yang bilang, "Diam-diam nih lu dikibulin Purubaya. 60% tembaka untuk rokok Indonesia itu barang impor." Gua udah pernah bilang di Indonesia dari A sampai Z itu isinya barang impor. Lu makan keluar di gang gorengan, lu beli, lu beli tempe goreng itu barang impor. Tempenya impor kacang kedelai kita dari Akuraina atau Australia. Terus tempenya digoreng pakai tepung. Tepungnya lu impor dari Ukraina atau Australia. semuanya barang impor. Lu makan tahu, tahu itu juga barang ngimpor. Tahu itu terbuat dari kacang kendala juga, Guys. Ampasnya tempe itu barang impor. Semua yang lu makan most like tiba sampai martabak itu kan tepung terigu. Itu barang impor. Terigu kita enggak bisa nanam di Indonesia bareng impor. Lu makan martabak telur itu juga barang impor. Karena ayam yang bertelur itu ayamnya makan jagung, jagungnya juga jagung impor. Nah, lu kira lu tembakau, lu merasa lu nasionalis, lu cinta negara ini. Hei, tembakau lu. bakal impor. Lu bayangin rupiah digadaikan jadi dolar buat impor tembakau. Beli pakai dolar terus duitnya dipakai buat bikin racun. Di Indonesia lu bayar itu racun. Lu mati penyakitan pakai itu racun. Terus lu juga yang harus bayarin itu kan konyol. Terus yang menikmati siapa? Perusahaan asing ini. Terus mau gitu mereka enak aja mengobok-ngobok Indonesia enggak bayar pajak. Idih najis. Terus cukainya mau dihilangin. Idih bodoh banget kita. Kan enggak masuk akal. Kita menggadaikan rupiah, kita juga yang disuruh bayar BPJS-nya, kita juga disuruh harus ngisap racunnya. Yang menikmati profitnya perusahaan asing. Logis enggak mereka tidak bayar cukai? Makanya gua enggak setuju kalau cukai rokok dihapuskan. Menurut gua bahkan cukai rokok harus ditingkatkan. wajib, guys. Makanya Purbaya lu hati-hati lu. Menurut gua, lu ditipu L sama karyawan lu, sama anak buah lu. Lata menunjukkan Indonesia sudah impor 15 triliun lebih dan ini meningkat secara konsisten. Artinya industrinya tumbuh sebetulnya dan penerimaan cukai juga tumbuh, penciptaan lahan kerja juga tumbuh. [Musik] Dan buat teman-teman di luar sana pasti udah banyak yang beling satan, ya. Kesenangan ya gara-gara harga saham rokok naik terus. Contoh nih year to date kita lihat ada MSP year to date udah naik 36%. Wismak year to date udah naik 102%. Gudang Garam year to date naik 17%. Lalu ada itik Indonesian Tobco naik 94%. Menurut gua ini temporary. Kenapa? Karena menurut gua purbaya ini pasti pakai akal sehat. Gua yakin dia harus lakukan yang terbaik buat bangsa Indonesia. Dia tidak boleh mencabut cukai rokok. Bahkan dia tidak boleh menahan mengurangi cukai rokok. Bahkan menurut gua dia harusnya naikin cukai rokok. Nah, buat teman-teman yang pegang sama-sama ini ya, gua bukan rekomendasi beli atau jual, tapi gua mau bilang bahwa kalau Indonesia makin banyak orang yang merokok dan orang kaya di Indonesia, orang-orang yang selalu dari bisnis rokok, percayalah Indonesia tidak akan pernah bisa menjadi negara maju. Gimana Indonesia bisa masuk menjadi negara maju kalau duit rakyatnya aja sudah habis sebagian besar buat dibakar jadi rokok. Menguntungkan perusahaan-perusahaan asing yang duitnya dibawa kabur ke luar negeri. Enggak ada yang balik ke Indonesia kecuali racunnya. Menurut lu ini pengeluaran negara yang baik seperti itu apa? Menurut gua, Purbaya kalau punya hati dia harusnya tingkatkan lagi cukai rokok. Kalau menurut kamu gimana, Guys? Lu setuju enggak sih kalau seandainya cukai rokok dihilangkan di Indonesia atau cukai rokok dikurangin, dimurahin di Indonesia? Dan yang paling penting, Guys, karena Purbaya ni udah terlalu unjur ngomong dan dia percaya data yang dikasih sama anak buahnya bahwa negara katanya penerimaannya berkurang menurun. Gua sudah buktikan tidak. Bahwa negara katanya dirugikan makin banyak pengangguran gara-gara tembakau cukanya naik. Gua sudah buktikan tidak? Apakah ini bukti bahwa memang sudah ada penyusup dari oligarki-oligarki rokok yang ada di Indonesia buat memanipulasi, memberikan laporan palsu kepada Menteri Keuangan Purbaya kita. Dan lu jangan anggap enteng ya, seolah-olah ini teori konspirasi. Enggak. Dari 2 tahun lalu sudah terjadi infiltrasi, penyusupan dari agen-agen konglomerat-konglomerat rokok di Indonesia yang menyusup bahkan sampai ke anggota DPR kita untuk menghilangkan pasal-pasal yang merugikan mereka. Dan ini sudah sampai 2 tahun lalu nih sudah banyak yang teriak-teriak tentang penghapusan pasal terkait produk adiktif di Rancangan Undang-Undang Kesehatan kita. YKI sudah berulang kali menjerit. Kok bisa-bisanya ada pasal yang dihilangkan karena merugikan industri rokok? Lu harus mulai berpikir jangan-jangan sekarang penyusup itu sudah masuk ke Kementerian Keuangan. Dan menurut lu, apakah oligarki rokok bisa berhasil memanipulasi purbay? Oke, semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa ya di-share video ini ke teman-teman kalian yang suka ngerokok. Ingatkan mereka, mereka bukan pahlawan nasional. Lu malah sibuk memperkaya orang asing yang jualan racun di Indonesia. Karena tembakaunya impor. Eh, yang bayar BPJS-nya lu juga. Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa subscribe. Buat yang belum subscribe segera subscribe. Benix karang juga. Salam sehat, salam cuan. Bye- bye. [Musik]