Transcript
irTb06qdggA • DIKIBULI BAWAHAN!! PURBAYA Ditipu Anak Buah Demi Kepentingan OLIGARKI?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0445_irTb06qdggA.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Kita baru
aja dapat kiriman video yang katanya di
situ bukti bahwa Purbaya ini kena tipu,
Guys. Dia berhasil dikibulin sama anak
buahnya sendiri. Dan ini ngeri banget,
ya. Kalau betul menteri kita sendiri aja
udah berhasil ditipu, artinya
Kementerian Keuangan bisa jadi sudah
disusupi oleh kepentingan
oligarki-oligarki Indonesia. So, kalau
lu penasaran apa sih yang terjadi di
Kementerian Keuangan, jangan dikip video
ini. Let's check this out.
Tadi kan sempat pajak nanya soal kort
ya. Gimana, Pak, hasilnya?
Iya,
kemarin Bapak waktu Bapak di DJP, Pak.
Momen ketika Menteri Keuangan telepon
klank pajak untuk pendaftaran NPT dapat
berlakuan deklarasi juga, Pak, melalui
lamanya
kortex ya.
Saya enggak belum tahu tuh kortex. Oh,
belum, Mbak. Boleh kasih tahu saya
enggak, Mbak? Kira-kira berapa lama ya
kalau itu daftar kortteek segala macam?
Dirjen Pajak sedang pergi ke luar
negeri. Saya cuma tanya kesiapannya
seperti apa di dalam ee kalau menurut
mereka bagus-bagus terus.
Jadi mereka ngibulin saya juga. Jadi
mereka ngibulin saya juga. Jadi mereka
ngibulin saya juga. Jadi mereka ngibulin
saya juga.
Jadi mereka ngibulin saya juga.
Kayaknya nanti saya akan cek belum
investasi e belum sidak betul ke
korteksnya karena belum sempat.
Tadi saya minta dirjen pajak untuk nulis
di sini enggak ada kortteeks. Kenapa
enggak ditulis? Eh pada dasarnya saya
akan lihat kortex seperti apa. Terlambat
keterlambatan di kortteeks akan kita
perbaiki secepatnya dalam waktu 1 bulan
harusnya bisa. Itu IT IT nanti saya bawa
jago-jago IT dari luar yang bisa
memperbaiki itu dengan cepat. Jadi di
sini ada hal yang menarik, Guys. Negara
kita bukan dalam kondisi yang baik-baik
saja, penerimaan pajak itu berkurang
terus. Tapi lu udah tahu dong apa yang
dilakukan oleh pejabat-pejabat di
Kementerian Keuangan jalan-jalan ke luar
negeri. Betul-betul negara konyol,
negara banyol. Dan lu lihat di sini si
Purbaya ya memang dia orangnya baik ya.
Enggak kayak Benix lah. Dia ha hihi hahi
aja dia ketawa-ketawa. Tapi dia udah
bilang dia merasa dikibulin. Ini ngeri
loh. Menteri sendiri dikibulin sama
karyawannya. Gimana selevel
pejabat-pejabat yang lain, presiden
misalkan kalau salah pilih pembisik
hancur negara kita. Bukan hanya
presiden, hakim agung di Mahkamah Agung,
pejabat-pejabat kita di Bank Indonesia
di OJK. Aduh ngeri banget sih kalau
makin banyak orang-orang yang enggak
benar ya di posisi-posisi atas dan
prinsip hidupnya adalah asal Bapak
senang. Ujungnya apa ya? Mereka
jalan-jalan ke luar negeri. Menterinya
asik aja, merasa dunia aman, baik-baik
saja. Padahal di bawah hancur lebur.
Nah, gua sih happy banget pas lihat
video itu menteri kita nelepon beneran
kering pajak. Di sini gua udah menduga
satu hal. Pertama, gua nelepon kering
pajak itu enggak pernah diangkat, Guys.
Jadi, yang ada nada tunggu nada tunggu.
Gua yakin deh lu ngaku deh. Lu kalau
nelepon kering pajak pernah diangkat
enggak? Pasti susah banget. Nah, ini
ajaib juga sih gua kok bisa-bisanya.
Mungkin karena menteri yang telepon
tiba-tiba diangkat ya. Tapi yang kedua
adalah dia pasti merasakan birokrasi itu
libet berlibet-libet lah berbelit-belit
di Indonesia. Jadi ini adalah peristiwa
yang menurut gua menyedihkan apalagi
soal kort ini gua senang disidak sama
Purubaya. Dia telepon langsung melihat
langsung gimana pelayanan ke bawah dan
kalau betul-betul dilakukan dia pasti
harusnya udah tahu ya Cortex itu program
yang makan anggaran negara triliunan
tetapi hasilnya zong dan enggak ada yang
berani bilang itu bahwa ini barang zong.
Bahkan beberapa kali kalau kita lihat
laporan keuangan ya, penerimaan keuangan
di bulan Januari 2025 dulu itu ada
namanya APBN kita. Tiap bulan itu
dirilis, Guys, sama Kementerian
Keuangan. Tetapi entah kenapa di bulan
Januari 2025 hilang. Seolah-olah kok ada
yang aneh. Bahkan 2025 di bulan
Februari, bukan cuma Januari, Februari
juga sempat hilang. Aneh. Mana katanya
ada transparansi 1000 ngelawak aja lu
transparansi. Kenapa tiba-tiba harus
dihilangkan? Apakah mereka takut
ketahuan bahwa program mereka ini adalah
program orang tolol? Song duit negara
habis triliunan. Lu bayangin ya di
negara habis triliunan buat bikin
software. Softwaren-nya zong. Tapi
sampai hari ini enggak ada yang masuk
penjara, Guys. Aneh enggak? Aneh banget.
Ini mau ngasih contoh apa ke bawah?
Bahwa boleh bikin projek-projject
bodong. Aneh banget. Terus yang kedua
yang aneh ketika korteks ini gagal
dijalankan, penerima negara bukannya
bertambah ya sudah jelas ya malah
berkurang. Tapi sampai saat ini kalau lu
bayangkan ya penerima negara berkurang
berarti kan negara dirugikan. Tapi kok
enggak ada yang masuk penjara ya? Ini lu
lihat di layar kaca lu lihat ya nih
Purbaya ya. supaya lu enggak kena tipu
sama karyawan lu, anak buah lu itu
tukang tipu semua tuh. Lu lihat tuh
pendapatan negara per bulan Mei 2024.
Ini data resmi dari Kementerian
Keuangan, bukan gue yang ngomong. Mei
2024 itu pendapatan negara R.123 triliun
per Mei 2025 syukurnya udah dirilis ya,
resmi APB juga, APB kita nih turun jadi
995 triliun. Jadi rasio pendapatan
negara bukan tambah bagus setelah
korteks lahir, tapi tambah nyungsep.
Nyungsepnya R8 triliun. Ini berarti kan
negara rugi nih. Tapi kok enggak ada
yang bertanggung jawab? Malah
jalan-jalan ke luar negeri. Di sini ya
kalau teman-teman lihat bahkan sampai
Agustus 2024 ini data real ya. Agustus
2024 penerima negara itu itu sudah 1700
triliun. Tetapi di 2025 bulan yang sama
Agustus 2025 cuma R.600 triliun. Berarti
kan ada masalah di sini ya. Mungkin ada
yang bilang karena penerima negara dari
PNBP menurun karena komoditas harganya
turun. Betul. Betul. Dan ini gua bilang
dari 2 tahun lalu, hati-hati PNBP kita
bakal makin berkurang, berkurang,
berkurang. Karena nyawa kita ada di CPO,
di PNBP, ada di mineral, batubara, bahan
tambang yang makin hari dirongrong,
didemo-demo sama duit-duit asing. Ini
akibatnya apa ya? Enggak bakal jalan.
Plus harga komoditasnya turun. So,
jangan heran kalau PNBP makin turun
negara bakal makin pusing. Dan ini udah
gua bilang dari jauh-jauh hari, jangan
dibiarkan para LSMLSCM antek-antk asing,
media-media yang hobinya makan duit
George Soros dibiarkan berkembang biak
ujung-ujungnya apa? Menghancurkan bisnis
sumber daya alam kita, bisnis kelapa
sawit kita, bisnis batu bara kita,
bisnis pertambangan kita. Kalau ini
makin dibiarkan, PNBP kita bakal makin
hancur. Ujung-ujungnya apa? Ya, negara
bakal makin banyak defisitnya. Tetapi
selain itu penerimaan negara dari pajak
itu juga berkurang, Guys, di luar PNBP.
Karena kalau lu lihat datanya di Agustus
2024, PNBP memang berkurang dari R84
triliun, di tahun 2024 turun jadi R6
triliun. Okelah, itu PNBP, harga
komoditas turun. Tetapi penerimaan
perpajakan itu juga turun dari 1379
triliun turun menjadi 1330
triliun. Jadi di situ ya clear juga.
Nah, lucunya begini ya. ini sudah
jelas-jelas ini penurunan. Bahkan sampai
Ikatan Konsultan Pajak Indonesia alias
IkPI itu bikin pernyataan bahwa penyebab
utama penurunan penerimaan pajak di
bulan Januari 2025 itu karena
implementasi kortex itu jadi masalah.
Nah, ini udah dibilang nih sama Ikpi
nih. Tapi lucunya ya, pemerintah malah
bantah itu. Pemerintah malah bikin hak
jawab mereka nih di koran mereka malah
bilang penurunan kinerja penerimaan
pajak tidak relevan. Jadi enggak ada
hubungannya dengan implementasi
korteksnya DJP. Ini aneh banget nih.
Jadi karyawan-karyawan di Kementerian
Keuangan sampai hari ini masih munafik
enggak mau menerima fakta bahwa memang
CTEx itu produk gagal. Memang aneh
program triliunan tapi malah gagal dan
masih dibantah sama mereka. Mereka masih
enggak mau ngakuin bahwa itu menyebabkan
penurunan pendapatan negara.
Harusnya malah penaikan. Ya kalau sama
aja udah tolol menurut gua ya kan
targetnya harusnya naik dong. Habis duit
triliunan bikin software baru lebih
efektif, lebih efisien harusnya naik
dong. Ya kalau sama aja udah tolol ini.
Bahkan bukan sama pendapatan negara
malah turun. Ada yang konyol dan masih
dibantah. Gilanya lagi bahkan sampai
bank dunia itu udah sampai turun udah
bikin kasih peringatan. He hati-hati lu
di bulan Juni 2025 World Bank itu sampai
bikin enam faktor kenapa penerimaan
pajak dan non pajak di Indonesia
menurun. Faktor yang pertama dan ini
World Bank udah bilang karena ada
gangguan teknis terkait dengan
implementasi cortex. Jadi udah jelas
World Bank aja udah lu mau ngibul apa
sih lu? Aneh banget lu. Even orang luar
negeri aja bisa lihat gitu loh. Korteks
ini bermasalah kok. Masih masih masih
bodoh. Dan Purbaya hati-hati lu
benar-benar mau dikerjain sama anak buah
lu. Ini program triliunan ini. Ada apa
ini? Yang kedua apa menurut World Bank?
Karena banyak refund tax refund. Jadi
pengembalian pajak yang melebihi
perkiraan ya. Ini betul juga kita sudah
cek datanya memang banyak tax rev. Yang
ketiga karena BUMN sudah enggak lagi
store ke negara ya. Jadi penerimaan
dividen dari BUMN sekarang masuk ke
danantara. Nah yang keempat ini versi
World Bank itu karena kenaikan tarif PPN
kan di-cancel tadinya 12% turun jadi 11%
jadi menurun. Ya, harusnya sih tetap
enggak pengaruh sih. Ini WorldBank juga
agak konyol juga karena harusnya ketika
itu dibatalkan minimum kan sama dong,
tapi kan ini ketika dibatalkan malah
jadi nyungsep kan aneh. Ini agak enggak
valid juga nih si Worldbank. Nah, yang
kelima karena harga komoditas yang lebih
rendah. Ini gua udah bilang dari
jauh-jauh hari ini Bank harus belajar
sama gua nih. Ini yang keenam lemahnya
permintaan domestik. Jadi, ada enam
alasan menurut Wordbank. Enggak semuanya
valid karena WordBank juga enggak
pintar-pintar amat, Guys. Cuman lemahnya
permintaan domestik ini udah bisa kita
lihat dari tingkat konsumsi di Indonesia
yang berkurang. Kenapa berkurang? Karena
peredaran duit di masyarakat sedikit.
Kenapa sedikit? Karena duit ngumpul aja
terus di Bank Sentral Indonesia. Untung
ya sekarang sudah ada perubahan ya. Tapi
ya udah inilah konyolnya republik ini
ya. Udah berbagai macam kesalahan
dilakukan tapi orang tidak mau ngaku
salah. Sama aja kayak DJP. Lu lihat nih
ya dari pajak ya Kementerian Keuangan
ya. Selalu dia malah ke luar negeri tadi
bahkan katanya ya luar biasalah. Padahal
negara lagi kesulitan keuangan. Ngapain
dia ke sana ya? Semoga di sana dia cari
duit kali ya bisa bawa dolar pulang dari
luar negeri ke Indonesia. Nah, satu yang
menarik adalah bahkan di kantor-kantor
daerah ya di Jawa Timur tuh sempat
terekam bahwa di Jawa Timur sendiri
penerimaan pajak di 31 Januari 2025 itu
cuman Rp triliun. Itu turun dibandingkan
periode yang sama di tahun lalu. Dan DJ
itu sempat bilang penerimaan pajak masih
menghadapi tantangan akibat belum
optimalnya implementasi cortex DJP. Nah,
ini pernyataan resmi yang sempat muncul
di website JP tapi kemudian hilang,
Guys. Banyak keanehan nih. Katanya
transparansi, katanya akuntabel, tapi
kok hilang? Dan gua sih sekali lagi gua
mau bikin video ini apresiasi bahwa
Purbaya kayaknya ng banyak
penjilat-penjilat pantat di
kementeriannya yang harus dibinasakan
dan hati-hati lu bakal dijebak,
digiring, dan digorok ujung-ujungnya
Purbaya supaya Good news guys, kabar
spesial buat kalian karena sekolah
Sambenix season 8 akan segera dibuka dan
temanya luar biasa menarik nih. Khusus
buat teman-teman investor pemula di IASG
yang bingung cara beli saham, investasi
dan bisnis apa yang menarik. Kita akan
membahas tentang mineral berharga dengan
lebih detail lagi. So, buat kamu yang
masih bingung gimana sih cara beli saham
di ASG, gimana sih caranya profit di
ISG, kamu bisa pakai kalkulator
investasi yang ada di
www.skolasahambenix.com.
Pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segala bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar. Segera daftarkan
dirimu sekarang juga di
www.sskolashambenix.com
sekolahsambenix.com atau hubungi nomor
WhatsApp yang ada di bawah ini.
Dan hati-hati lu bakal dijebak,
digiring, dan digorok ujung-ujungnya
Purbaya supaya mati lebih dini, supaya
programnya enggak jalan, supaya dia
diberi data-data palsu. Dan gua senang
dia ngecek sendiri keekering pajak yang
gua kalau orang-orang pun gua yakin
mayoritas kalau telepon pun enggak
nyambung nih. Dan itu bahkan ada yang
komen nih ya, netizen nih, lu lihat nih
machadosis masih mending dijawab sama
operator itu mah. Dia udah diatur
katanya settingan lu purbaya soalnya
dijawab sama operatornya. Kalau
pengalamannya si Maca, dia bilang
biasanya sih disuruh tunggu lama pakai
nada kering pajak habis itu ditutup.
Nyoba berkali-kali kayak begitu terus.
Apa sih lu maca? Kasihan deh. Lalu ada
abang hijau Gesang. Kami menderita, Pak.
Kortx error melulu. Wah ini derita
rakyat nih. Ini ini fakta loh. Jangan
ngibul-ngibul lah pejabat-pejabat di
sana. Jangan lu kibulin tuh menteri
Purbaya lu. Enak aja lu. Konat.
Gara-gara kortex gua revisi mulu Pak.
Sumpah capek banget Pak. Ah, itulah
enaknya lu hidup di negara Kazakhstan
ya. Kalau bisa dipersulit, kenapa
dipermudah kan gitu. Saifudin Official.
Wah, ini keterlaluan. Ada web nilainya
triliunan kok sering bermasalah.
Ya memang capcai ya. Tolong segera
diperbaiki kami pengusaha yang mau
membuat NIB tidak bisa bergerak jika
NPWP bermasalah. Terus bayangkan ya di
republik ini ya, orang mau buka usaha
dipersulit, orang usahanya sudah jalan
dipalak, giliran mau bayar pajak
pengusahanya dipersulit. Ini maunya apa?
negara ini goblok memang mo Pak itu
petugas KPP Kosambi pemalas semua
binasakan tuh tuh tolong dicek tuh KPP
Kosambi itu kenapa pemalas kortex error
mau daftarin PWP badan sudah bawa semua
data ke KPP masa disuruh kirim via pos
sudah bawa semua data ke KB masa disuruh
kirim via pos ya karena pos mungkin udah
mau bangkrut ya jadi lu tolonglah
dibanding dia bangkrut lu kirim lewat
pos aja kalau bisa dipersulit ngapain
dipermudah guys lu ngerti enggak sih lu
nih tinggal di negara Kazakhstanara
Enggak jelas, Bunda Talita, Cortex
setiap hari sering error dan sulit
diakses. Padahal harga sistem waktu beli
1,3 triliun, tapi hasilnya kayak anak
mahasiswa magang.
Ya, itulah menteri di Indonesia. Ya, ya,
ya. Semoga menteri yang baru lebih baik
ya, Purbaya dibandingkan yang lama ya.
Edi Juini, saya PBK via Cortex 10 hari
baru diapprove. Apa gunanya digitalisasi
kalau harus tunggu sekian lama? Ini
namanya digitalisasi gaya Indonesia.
Depannya digital, belakangnya pakai
mesin tik, Guys. Makanya lambat. Adel.
Ah, ini ada penyanyi nih. Adel, Pak. Cek
KPP Madia 2 Tangerang. SDM mereka bagian
helpd ditanya cortex pada enggak tahu.
Bahkan ngasih tahu WP enggak benar,
wajib pajak. Maksudnya petugasnya nyari
solusi di YouTube, orang bukan di
YouTube DCB.
Saya sebagai wajib pajak kesal. Jadi
petugas pajak cari solusi di YouTube.
Saya sebagai wajib pajak kesal, enggak
pernah dapat solusi kalau ada program
Coltex, Pak. Mereka selalu lempar
pusat-pusat saja. Uh, jiji banget gua
lihatnya. Ini duit triliunan duit rakyat
loh ya. Ke mana duit rakyat berubah jadi
website cap kaki lima ya? Mendingan beli
website-nya di mana? Kalau gitu kita
beli sama orang India aja lah. Diskon
bisa lu tawar 80% tuh kayaknya nih. Gila
bener. Ini realita yang sangat
menyedihkan ya di Indonesia ya. Orang
mau bayar pajak aja dipersulit. Aneh.
Aneh banget. Katanya negara butuh duit
rakyat. Gila lu bayangin orang mau bayar
pajak dipersulit negara apa yang sekyol
ini? Tolong Purubaya ini. Ditindak dong
karyawan lu ini. Yeseryeser aja asal
bapak senang. Padahal kacau semua
amburadul di bawah. Tolong dong
diperbaikin dong. Malu. Lihat tuh
Saifudin sampai stres Saifudin.
Keterlaluan
web nilai triliunan website maksudnya
kok sering bermasalah. Haduh sedih
banget gua. Tapi ya udahlah kita
sekarang ada Menteri Baru Purbaya semoga
dia bisa perbaiki inilah Pak Purbaya
please please banget kita udah terlalu
lama dikibulin sama pejabat-pejabat
karyawan lu di situ. Tolong dipecatin
anak buah lu itu dirjen-dirjen sampah
binasakan aja udah ganti. Enggak usah
takut-takut Pak Purbaya lu didukung
rakyat Indonesia Pak Purbaya bersihin
tuh pejabat-pejabat Kementerian Keuangan
sampah semua. Jadi buat teman-teman yang
ada di Kementerian Keuangan, ya lu harus
hati-hati ya. Si Purbaya ini menurut gua
ini aliran kayak gua nih waktu gua masih
kerja sama orang gua tuh kalau terima
laporan dari anak buah prinsipnya adalah
gua trust but verify. Ya percaya oke Pak
katanya di bawa baik-baik aja. Oke. Tapi
gua verifikasi. Trust but verify. Lu
hati-hati kalau mau ngibulin atasan lu.
Model-model purbaya gini dia enggak
bakal makan bulat-bulat data lu. Dari
zaman dia di LPS dia itu bikin data
sendiri. Dia bikin analisis sendiri dan
dia presentasi sendiri. Jadi lu harus
pikir dua kali ya buat teman-teman di
Kementerian Keuangan. Kalau lu mau
tipu-tipu si Purbaya, lu pikir dua kali
loh. Hati-hati loh. Next.
Cuman dari satu ini yang kemarin yang
menarik adalah masalah diskusi masalah
cukai. Anda tertarik cukai kan? Itu
saham merokok pada naik 20% begitu saya
ngomong cukai itu kan investor bukan?
Enggak tahu naik 20%. Ya mungkin heran
masih naik. Ada cara mengambil kebijakan
yang agak aneh unt saya. Saya tanya kan
cukai rokok gimana sekarang berapa
rata-rata? 57%. Wah, tinggi amat Firaun
lu kira-kira gitu.
Ini banyak banget ini ini ya. Terus
kalau turun gimana? Ini bukan saya
turun, bukan mau turun ya, cuman
diskusi. Kalau turun gimana? Kalau turun
makin banyak income-nya. Loh, loh,
kenapa dinaikin kalau gitu? Rupanya
kebijakan itu bukan hanya income saja di
belakangnya. Ada policy memang untuk
mengecilkan konsumsi rokok. Jadi dia
kecillah. Jadi, otomatis industrinya
kecil kan, tenaga kerja di sana juga
kecil. Oke, bagus. K ada WH. Oh, di
belakangnya ada ini, ada ini, ada ini.
Cuman saya tanya, "Oke, kalau kamu e
desainnya untuk memperkeci industri kan
pasti sudah dihitung dong berapa
pengangguran yang terjadi?" Kan bisa
dihitung kan pasti. Makanya banyak yang
dipecet kemarin kan di sana. Terus
mitigasinya apa? Apakah kita sudah buat
program untuk memitigasi ee tenaga kerja
yang menjadi nganggur? Programnya apa
dari pemerintah? Enggak ada loh. Kok
enak? Kenapa buat kebijakan seperti itu?
Tuh diskusinya itu antara di sana. Kalau
gitu nanti kita lihat selama kita enggak
bisa punya program yang bisa menyerap
tenaga kerja yang anggur, industri itu
enggak boleh dibunuh. Ini kan hanya
menimbulkan orang susah aja. Tapi memang
harus dibatasin yang rokok itu paling
enggak orang ngertilah ee harus ngerti
resiko rokok itu seperti apa. Tapi
enggak boleh dengan polisi untuk
membunuh industri rokok. terusnya kerja
dibiarin tanpa kebijakan bantuan dari
pemerintah. Itu kan kebijakan yang
enggak bertanggung jawab kan.
Oke, di sini gua mau kritik di sini.
Purbaya dia bilang 57% tinggi amat
Firaun lu. Seolah-olah kalau tarifnya
tinggi negara penghasilannya berkurang.
Kalau tarifnya rendah negara rugi apa?
Iya. Gua mau bahas ya soal cukai rokok.
Jadi teman-teman lihat datanya ya. Ini
gua udah riset nih, cukai rokok di
Indonesia dari tahun ke tahun itu
sebetulnya peningkatan loh dalam 5 tahun
terakhir, Teman-teman. Tahu cukai rokok
di tahun 2021 itu 91 triliun. Nah,
setelahnya apa yang dilakukan oleh Sri
Mulat? Dia naikin terus cukainya naikin
terus, naik terus, naik terus, naik
terus sampai tahun 2025 kalau pakai
logika yang sama, Purbaya ini dikibulin
sama karyawannya nih. Gua yakin anak
buahnya Purbaya itu makan duit nih dari
oligarki rokok Indonesia. Kenapa? Karena
faktanya tadi tahun 2021 sampai tahun
2025 penghasilan negara dari cukai itu
bukan berurang tapi nambah. Karena tahun
2021 itu cuma 91,3 triliun. Tahu enggak
lu di tahun 2025 ini belum selesai loh,
belum tutup buku. 2025 2025 itu 108,8
triliun. Artinya ada peningkatan negara
penghasilan ketika cukai dinaikin bukan
berkurang tapi naik over 5 years naik.
Jadi enggak betul kalau dibilang
penerima negara dari cukai berkurang
ketika cukainya dinaikkan. Enggak malah
naik. Nah, kalau kita lihat angka ya
basisnya dari 2021 lihat di layar kaca
itu 91,3 triliun. Tahun 2022 itu 120,6
triliun. Ini naik drastis nih. Ketika
cukai rokok dinaikkan dia naik drastis
jadi R10 triliun. Oke. Tahun 2023 turun
jadi 105. Kenapa? Ya bukan lagi-lagi ya,
bukan karena cukanya dinaikkan atau apa,
enggak. Tapi orang berbondong-bondong
beli pita cukai di depan karena enggak
mau kena cukai yang lebih tinggi lagi.
Sehingga penerima negara di 2022
terlihat naik tinggi 120 triliun dan
2023 terlihat turun. Tapi sebenarnya
2023 yang 105 triliun itu tetap
peningkatan dibandingkan 2021 yang 91,3
triliun. Jadi itu tetap ada peningkatan.
Nah, tahun 2024 itu turun lagi jadi
101,8 triliun. Tapi betul enggak ini
turun? Enggak. Karena kalau lu
bandingkan dari starting point-nya di
2021 yang R91 triliun, dari 91 triliun
ke 101 triliun artinya sudah naik 10
triliun lebih, Guys. Jadi tetap ada
peningkatan. Tetapi kenapa jumlahnya
berturun? Karena banyak pabrik-pabrik
mulai melakukan mitigasi. Dulu mereka
banyak main SKM, SPM, apa itu? Sigaret
kretek mesin bikinnya pakai mesin atau
sigaret putih pakai mesin. Mesin ini kan
enggak menciptakan tenaga kerja dan
cukanya itu paling tinggi. Kalau lu
lihat cukanya di layar kaca nih ya, SKM
segaret keretek mesin. Kalau lu pakai
mesin di 2024, cukai per batang itu
Rp1.200. Tapi kalau si Garet keretek
tangan cukainya cuma Rp483.
Artinya kan lebih untung kalau lu buka
pabrik bikin kretek. Kreteknya jangan
pakai mesin, kreteknya pakai tangan.
Wajar. Makanya satu Rp1.200, satu cuma
Rp400. Karena kalau lu pakai mesin, lu
enggak menyarap tenaga kerja, negara
bilang, "Oke, lu cukai lebih mahal
karena lu bisa langsung cetak ribuan
bahkan jutaan rokok." Ya, kalau orang
pakai linting-linting, pakai tangan, ya
pasti lebih lambat cukanya, dibikin
lebih rendah dan lu menyerap tenaga
kerja. Nah, pabrik-pabrik itu banyak
yang berevolusi, termasuk orang-orang
yang biasa bikin sigaret putih pakai
mesin. Ini enggak dicampur tembakau,
cengkeh, segala macam ya, dia murni aja.
Beda sama kretek. Jadi, SPM pun pakai
mesin itu Rp1.300. Tapi kalau sigaret
putih pakai tangan ya cuman Rp400. Jadi
dalam perjalanannya banyak pabrik-pabrik
ini pun bikin perusahaan-perusahaan
lebih kecil, bikin mitra-mitra lebih
kecil yang fokusnya bikin rokok pakai
tangan. Akibatnya apa? Bukan terjadi
pemecatan massal, enggak juga, tapi
terjadi redistribusi ulang. Tadinya
pabrik-pabrik besar dengan mesin-mesin
besar enggak. Sekarang makin banyak
pabrik-pabrik kecil yang bikin pakai
tangan. Kalau enggak percaya, lu
pergilah ke pabrik-pabrik rokok yang ada
di Jawa Tengah, yang di Jawa Timur.
Mulai banyak pabrik-pabrik kecil, ini
legal yang kita ngomong ya. Bayar cukai
legal tapi lebih murah cuma 400 perak.
Dan bisa jual rokok legal dengan harga
lebih murah karena mereka bikin pakai
tangan. Bagus enggak? Bagus karena
akibatnya terjadi penciptaan tenaga
kerja. Nah, di sini gua mau bilang, jadi
gua bantah dulu yang cukai ya, bahwa
101,8 triliun itu adalah peningkatan.
Dan ini terbukti di tahun 2025 market
udah adapt, pengusaha pun udah adapt.
Udah mulai jalan nih pabrik-pabrik pakai
manusia begitu banyak. Tadinya pakai
mesin, sekarang pakai tangan. Makanya
tahun 2025 adaptasinya berhasil,
penerima negara dari cukai itu naik,
Guys. Nah, kalau kamu lihat dalam
struktur APBN 2024 ke 2025 itu pun kamu
bisa lihat hal yang sama bahwa penerima
negara PNBP berkurang. Betul 2024 ke
2025. Penerima negara dari pajak
berkurang, betul 2024 dibandingkan 2025.
Tetapi penerima negara dari B dan cukai
Agustus 2024 R3 triliun, tetapi di
Agustus 2025 sudah naik jadi 194
triliun. Jadi di sini gua mau bilang
bahwa Purbaya, lu hati-hati dikibulin
sama anak buah lu. Gua itu tidak setuju
kalau cukai rokok dihilangkan. Gua tidak
setuju kalau cukai rokok dikurangin. Gua
enggak setuju. Dan kalau ada yang bilang
sama lu sebaliknya itu bohong. Karena
faktanya data membuktikan ketika cukai
rokok dinaikkan yang terjadi apa?
Penerima negara tumbuh dan terbukti 2025
cukai kita naik tuh dibandingkan 2024.
Fakta loh. Jadi please dong Purba ya di
sini gua enggak setuju sama lu. Lu
menurut gua lu dikadalin sama karyawan
lu. Seolah-olah negara rugi kalau
seandainya cukai itu dinaikkan. Faktanya
penerima negara turun bukan karena cukai
tapi karena tadi PNBP sama penerimaan
pajak yang korteksnya itu bermasalah.
Ini data loh purbaya. Hati-hati lu
dikadalin lu sama karyawan lu. Anak buah
lu sendiri mau nipu lu. Dan banyak orang
kena tipu ya sama oligarki-oligarki
rokok ini. Dan ini menurut gua
bermasalah. Kenapa bermasalah? Lu tahu
ya Indonesia ini orang terkaya di
Indonesia dari berpuluh-puluh tahun
selalu bisnisnya rokok. Gimana negara
kita bisa maju? Lu harus bayangkan
gimana negara kita bisa maju kalau orang
yang orang terkaya di Indonesia
terus-terus adalah bisnisnya rokok.
Bisnis rokok. Bisnis rokok. Bisnis
rokok. Artinya lu sudah tahu ya yang
mengkonsumsi mayoritas rokok di
Indonesia kalangan menengah. Kalau satu
orang rokok Rp20.000 sehari habis
sebulan berarti 600.000 Rp2.000* 30 duit
Rp600.000 kan bisa dipakai buat hal yang
lain. Beli susu buat anaknya atau bayar
uang sekolah, play group, TK buat
anaknya dibanding sekolah itu bisa bikin
negara kita jadi negara maju. Investasi
buat masa depan. Gimana caranya kita
bisa kayak Amerika? Orang terkaya di
Amerika bisnisnya apa? AI, chipset,
mikroprosesor, bikin handphone, bikin
teknologi satelit, bikin mobil listrik.
Orang terkaya di Indonesia bisinya apa?
Rokok. Kan gila namanya. Terus yang
kayak begini mau dilindungin sama
negara. Hello. Lu jangan berpikir
senang. Seolah-olah banyak orang bilang,
"Oh, ini pahlawan nasional perusahaan
rokok karena mereka menyumbang pajak
terbesar. Mereka bayar cukai terbesar."
Enggak. Bukan perusahaan rokok yang
bayar pajak ke negara. Yang bayar pajak
ke negara, bayar cukai ke negara adalah
perokok. Mereka yang beli rokok, mereka
yang bayar cukai, bukan perusahaan
rokok. Jadi kalau dibilang perusahaan
rokok ini pahlawan negara, tidak. Yang
beli rokok, yang bayar cukai. Jadi, lu
jangan belain mati-matian perusahaan
rokok. Enggak. Mereka malah
menyengsarakan kita. Indonesia
selama-lamanya akan menjadi negara
miskin dan bodoh kalau perusahaan besar
yang dilindungin, yang dijaga selalu
perusahaan rokok yang jualan racun ke
rakyatnya sendiri. Teman-teman tahu BPJS
kita itu ya keluar duit ribuan triliun
loh buat BPJS. Duitnya dari mana?
Pembayar pajak loh. Terus duit buat BPJS
ternyata 30% lebih buat penyakit yang
berhubungan dengan rokok. Penyakit
katastrofik. Duitnya berapa? R35
triliun. 30% lebih dana BPJS habis untuk
penyakit-penyakit kronis jangka panjang
yang diakibatkan oleh rokok. Contohnya
apa? Jantung, stroke, kanker, gagal
ginjal, talasemia, hemofilia, leukomia,
bahkan sirosis hati. Ini semua penyakit
berhubungan dengan rokok. Menyengsarakan
negara karena negara harus habis duit.
Penyakit yang berhubungan dengan rokok
nilainya R35 triliun. Jadi jangan
dianggap ini bisnis suci, bisnis
patriot, enggak. Mereka malah
menyengsarakan keuangan negara. Lu
bayangin udah duit kita habis membayar
pajak buat bayar BPJS. BPJS habis
duitnya buat bayarin orang-orang yang
hobinya meracuni diri mereka sendiri.
Ngasih duit buat beli rokok, rokoknya
dibakar, racunnya dimakan. Eh, kita juga
yang harus suruh bayarin, El yang harus
bayarin. Kan aneh. Terus duitnya di ke
mana? Duitnya dinikmati sama orang
asing. Eh, lu sadar enggak mayoritas
perusahaan rokok di Indonesia yang punya
ya orang asing. Lu sok-sokan bilang Ji
Samsu cita rasa Nusantara. Heh, yang
punya Ji Samsu siapa? Philip Moris, Bro.
Orang bule, bukan made in Indonesia. Lu
jangan rasa lu bukan perusahaan rokok
Indonesia. Itu perusahaan rokok asing.
Lu rokok apaagi? Ee Bentul lah. Misalkan
Bentul juga yang punya siapa? Lu rasa
perusahaan lokal karena namanya Bentul.
Tapi enggak, itu punya perusahaan asing,
Guys. British American Tobaco. Jadi
enggak ada bahkan rokok yang sering lu
pakai, lu merasa, "Oh, ini oke kalau
gitu rokok gua lebih rasionalis nih."
Enggak. Lu enggak tahu ya, rokok yang lu
pakai kemungkinan besar itu punya Japan
Tobo, perusahaan tembakau dari Jepang.
Dan orang-orang pada sok nasionalis, lu
tahu enggak? Bahkan rokok apapun yang lu
makan itu bahan bakunya itu impor, bukan
bahan baku dari lokal. Makanya kemarin
banyak petani tembakau jerit-jerit
produknya enggak dipakai, enggak diserap
sama pabrik. Harga tembakau jatuh ya
simpel aja. Harga jagung jatuh kenapa?
Karena ada jagung impor. Harga gula
jatuh ya simpel aja. Kenapa? Karena ada
gula impor. Di Lampung hari ini petani
singkong jerit-jerit menangis karena
harga singkong jatuh. Kenapa? Karena
banjir singkong impor. Gila bawang
petani jerit-jerit. Kenapa? Karena
banjir bawang impor. Lu enggak pernah
dengar kan tembakau kita ternyata impor.
Lu selalu bilang lindungi perusahaan
rokok. Lindungi perusahaan rokok karena
banyak petani di sana. Hello Capcai, lu
lihat data di sini. Impor tembakau di
Indonesia tahun 2024 itu sudah sampai
911 juta dolar setara 15 triliun, Guys.
Tahun 2023 juta. Do. Tahun 2020 tahun
lalu cuma 500 juta. Do. Jadi, lu
bayangkan ya, dalam 5 tahun impor
tembakau di Indonesia itu udah naik
hampir dua kali lipat. Dari 500 juta
dolar, bentar lagi 1 miliar dolar, Guys.
Jadi kalau dibilang industri ini
nasionalis, enggak ada nasionalisnya
sama sekali. Udah lu disuruh beli
rokoknya, lu disuruh beli racunnya, heh.
Terus duitnya dinikmatin dibawa ke luar
negeri. Sisa orang penyakitan di sini
yang harus bayarin el juga pakai BPJS.
Lu merasa BPJS bukan duit lu, duit
negara. He, duit negara itu dari pajak,
Guys. Dari duit lu. Kan lucu. Terus
selalu bilang nasionalis, cinta industri
tanah air. Enggak. tembakaunya mereka
impor, Guys. Bahkan ya ini ada surat
kabar yang bilang, "Diam-diam nih lu
dikibulin Purubaya. 60% tembaka untuk
rokok Indonesia itu barang impor." Gua
udah pernah bilang di Indonesia dari A
sampai Z itu isinya barang impor. Lu
makan keluar di gang gorengan, lu beli,
lu beli tempe goreng itu barang impor.
Tempenya impor kacang kedelai kita dari
Akuraina atau Australia. Terus tempenya
digoreng pakai tepung. Tepungnya lu
impor dari Ukraina atau Australia.
semuanya barang impor. Lu makan tahu,
tahu itu juga barang ngimpor. Tahu itu
terbuat dari kacang kendala juga, Guys.
Ampasnya tempe itu barang impor. Semua
yang lu makan most like tiba sampai
martabak itu kan tepung terigu. Itu
barang impor. Terigu kita enggak bisa
nanam di Indonesia bareng impor. Lu
makan martabak telur itu juga barang
impor. Karena ayam yang bertelur itu
ayamnya makan jagung, jagungnya juga
jagung impor. Nah, lu kira lu tembakau,
lu merasa lu nasionalis, lu cinta negara
ini.
Hei, tembakau lu. bakal impor. Lu
bayangin rupiah digadaikan jadi dolar
buat impor tembakau. Beli pakai dolar
terus duitnya dipakai buat bikin racun.
Di Indonesia lu bayar itu racun. Lu mati
penyakitan pakai itu racun. Terus lu
juga yang harus bayarin itu kan konyol.
Terus yang menikmati siapa? Perusahaan
asing ini. Terus mau gitu mereka enak
aja mengobok-ngobok Indonesia enggak
bayar pajak. Idih najis. Terus cukainya
mau dihilangin. Idih bodoh banget kita.
Kan enggak masuk akal. Kita menggadaikan
rupiah, kita juga yang disuruh bayar
BPJS-nya, kita juga disuruh harus ngisap
racunnya. Yang menikmati profitnya
perusahaan asing. Logis enggak mereka
tidak bayar cukai? Makanya gua enggak
setuju kalau cukai rokok dihapuskan.
Menurut gua bahkan cukai rokok harus
ditingkatkan. wajib, guys. Makanya
Purbaya lu hati-hati lu. Menurut gua, lu
ditipu L sama karyawan lu, sama anak
buah lu. Lata menunjukkan Indonesia
sudah impor 15 triliun lebih dan ini
meningkat secara konsisten. Artinya
industrinya tumbuh sebetulnya dan
penerimaan cukai juga tumbuh, penciptaan
lahan kerja juga tumbuh.
[Musik]
Dan buat teman-teman di luar sana pasti
udah banyak yang beling satan, ya.
Kesenangan ya gara-gara harga saham
rokok naik terus. Contoh nih year to
date kita lihat ada MSP year to date
udah naik 36%. Wismak year to date udah
naik 102%. Gudang Garam year to date
naik 17%. Lalu ada itik Indonesian Tobco
naik 94%. Menurut gua ini temporary.
Kenapa? Karena menurut gua purbaya ini
pasti pakai akal sehat. Gua yakin dia
harus lakukan yang terbaik buat bangsa
Indonesia. Dia tidak boleh mencabut
cukai rokok. Bahkan dia tidak boleh
menahan mengurangi cukai rokok. Bahkan
menurut gua dia harusnya naikin cukai
rokok. Nah, buat teman-teman yang pegang
sama-sama ini ya, gua bukan rekomendasi
beli atau jual, tapi gua mau bilang
bahwa kalau Indonesia makin banyak orang
yang merokok dan orang kaya di
Indonesia, orang-orang yang selalu dari
bisnis rokok, percayalah Indonesia tidak
akan pernah bisa menjadi negara maju.
Gimana Indonesia bisa masuk menjadi
negara maju kalau duit rakyatnya aja
sudah habis sebagian besar buat dibakar
jadi rokok. Menguntungkan
perusahaan-perusahaan asing yang duitnya
dibawa kabur ke luar negeri. Enggak ada
yang balik ke Indonesia kecuali
racunnya. Menurut lu ini pengeluaran
negara yang baik seperti itu apa?
Menurut gua, Purbaya kalau punya hati
dia harusnya tingkatkan lagi cukai
rokok. Kalau menurut kamu gimana, Guys?
Lu setuju enggak sih kalau seandainya
cukai rokok dihilangkan di Indonesia
atau cukai rokok dikurangin, dimurahin
di Indonesia? Dan yang paling penting,
Guys, karena Purbaya ni udah terlalu
unjur ngomong dan dia percaya data yang
dikasih sama anak buahnya bahwa negara
katanya penerimaannya berkurang menurun.
Gua sudah buktikan tidak. Bahwa negara
katanya dirugikan makin banyak
pengangguran gara-gara tembakau cukanya
naik. Gua sudah buktikan tidak? Apakah
ini bukti bahwa memang sudah ada
penyusup dari oligarki-oligarki rokok
yang ada di Indonesia buat memanipulasi,
memberikan laporan palsu kepada Menteri
Keuangan Purbaya kita. Dan lu jangan
anggap enteng ya, seolah-olah ini teori
konspirasi. Enggak. Dari 2 tahun lalu
sudah terjadi infiltrasi, penyusupan
dari agen-agen konglomerat-konglomerat
rokok di Indonesia yang menyusup bahkan
sampai ke anggota DPR kita untuk
menghilangkan pasal-pasal yang merugikan
mereka. Dan ini sudah sampai 2 tahun
lalu nih sudah banyak yang teriak-teriak
tentang penghapusan pasal terkait produk
adiktif di Rancangan Undang-Undang
Kesehatan kita. YKI sudah berulang kali
menjerit. Kok bisa-bisanya ada pasal
yang dihilangkan karena merugikan
industri rokok? Lu harus mulai berpikir
jangan-jangan sekarang penyusup itu
sudah masuk ke Kementerian Keuangan. Dan
menurut lu, apakah oligarki rokok bisa
berhasil memanipulasi purbay? Oke,
semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa
ya di-share video ini ke teman-teman
kalian yang suka ngerokok. Ingatkan
mereka, mereka bukan pahlawan nasional.
Lu malah sibuk memperkaya orang asing
yang jualan racun di Indonesia. Karena
tembakaunya impor. Eh, yang bayar
BPJS-nya lu juga. Semoga video ini
bermanfaat. Jangan lupa subscribe. Buat
yang belum subscribe segera subscribe.
Benix karang juga. Salam sehat, salam
cuan. Bye- bye.
[Musik]