File TXT tidak ditemukan.
Bahlil vs. Purbaya: The HOT TEMPO Behind the 3Kg Melon Gas! The State Loses IDR 50 Trillion Every...
LJgJbTnFEVc • 2025-10-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ini ngeri banget sih. Menteri
Purbaya ya baru aja dipanggil sama DPR
dan itu dia diicer nih terkait
sebetulnya banyak tentang listrik lah,
solar panel lah, subsidi energi lah dan
kita dapat kiriman video tentang
bagaimana anggota DPR itu mencecar
perubaan. Dan gua pengin lu melihat ini
dengan fair ya. Ingat ya, kita kalau
benar ya kita bilang benar, kalau salah
bilang salah. Nah, di sini seru karena
kemudian bahan meeting dengan DPR ini
dijadikan salah satu kementerian buat
menyerang Purbaya, Guys. Gila, ini udah
koordinasi banget nih. Betul-betul
dikepung nih Purbaya nih sama
menteri-menteri sama pejabat-pejabat
lain di negeri ini. Lu penasaran enggak
sih seperti apa videonya? So, jangan
dikip video ini. Let's check this.
Terus juga yang berikutnya, yang kedua
adalah soal tadi seperti kawan-kawan
katakan tempat sasaran. Nah, inilah
masalah klasik kita, Pak. selalu
walaupun tadi Pak Idrus juga mengatakan
sebagai rakyat Indonesia semuanya boleh
saja mendapatkan semuanya boleh saja
mendapatkan semuanya boleh saja
mendapatkan menikmati subsidi itu.
Tetapi kan ada prioritas Pak. Nah, ini
dia. Nah, sistemnya ini yang tidak
canggih menurut saya. Teknologi sudah
canggih ya. semua masyarakat sampai
pelosok itu sudah ee punya ee smartphone
walaupun cara menggunakannya tidak
begitu paham, tapi kan sistem barcode
bisa diberikan. Ini kan bisa dibangun,
Pak. Keris aja bisa, Pak. Sampai bawah
itu bisa bermanfaat mereka tahu
menggunakannya. Nah, ini bagaimana
caranya tabung melon itu yang 3 kilo itu
pakai barcode kepada siapa? Kalau saya
beli pakai barcode kayak begitu tidak
bisa.
Oke, guys. Jadi itu salah satu anggota
DPR ya, selebritis ya. Di sini gua mau
mengkritisi di sini ada salah satu
pernyataan yang bilang semua rakyat
Indonesia berhak menikmati tabung gas
LPG subsidi melon 3 kilo. Itu tidak
betul. Nanti gua bakal bahas detail
karena itu kan buat orang miskin guys
dan itu ada peraturan menterinya sendiri
bahkan sampai ada peraturan presidennya
sendiri bahwa ya yang bisa pakai gas
subsidiya ya udah jelaslah orang miskin
kok semua rakyat Indonesia bisa pakai.
Enggak sekalian aja restoran-restoran
bintang lima itu boleh pakai kan enggak
begitu logikanya. Di mana sih? Ini kan
barang subsidi yang bisa menikmati ya
orang susah bukan orang kaya. Tolol juga
nih. Cuman ya udahlah itulah kualitas
wakil rakyat pilihan dulu lah. Terus
next apa lagi? Dia ada bilang soal
subsidi itu tepat sasaran. Gini ya ee
gua udah berulang kali bilang yang
namanya subsidi itu berbahaya. Itu hanya
melahirkan mafia-mafia baru. Seharusnya
kita itu berpikir gimana caranya bisa
menghilangkan subsidi atau yang
disubsidi itu bukan barangnya tapi
orangnya. Nah, di bagian ini gua setuju
memang pemerintah ini enggak punya data.
Kementerian SDM ini enggak punya data.
Tapi ini yang dimarahin sih Kementerian
Keuangan ya. Ini juga konyol juga sih.
Karena bukan dia yang bertugas
mendistribusikan gas itu. Kasihan juga
nih menteri keuangan kayak dia kan
menteri keuangan. Kerjaan dia apa ya?
Ngumpulin duit ya bayar duit ya
berhubungan dengan lalu lintas duit lah,
distribusi duit. Menteri keuangan dia
bukan menteri distribusi gas melon cuman
ya udahlah anyway inilah kualitas DPR
kita. Anyway, dia bilang ee harus
dibatasi, harus terukur. Itu gua setuju.
Tapi konteksnya enggak di sini.
Konteksnya harusnya ini dia marahin itu
ya Kementerian SDM karena dia yang punya
tata kelola itu tata kelola migas. Nah,
yang gua mau bilang di sini ya anyway
memang harus dibatasin di bagian ini.
Benar anggota DPR kita ada benarnya.
Bahkan kalau bisa dihilangkan subsidi
itu karena yang ada apa? Yang menikmati
nanti gua bakal buktikan yang menikmati
itu bukan orang miskin. menikmati itu
bahkan mafia-mafia, jenderal-jenderal.
Dan ini kan bahaya bagi republik kita
karena menurut perhitungan kita, bahkan
yang salah sasaran tuh bisa lebih dari
50%. Kok bisa? Makanya lu jangan skip
video kita. Ya gampang aja, Guys. Kenapa
bisa begitu? Jadi lu bayangkan ya harga
gas LPG3 Melon itu Rp42.750,
tapi yang disubsidi sama pemerintah itu
Rp30.000.
Yang lu bayarin artinya R2.750
dikurang R30.000 itu setara 12.7. 750.
Jadi, lu bayangkan bedanya jauh banget
dari R2.000 ke R.000. Pemerintah itu
mensubsidi Rp30.000, Guys, per tabung
gas melon 3 kg. Itu artinya per kgam
pemerintah mensubsidi 10.000 perak. Gila
enggak? Ini ngacau banget. Kenapa
ngacau? Lu bayangkan pemerintah itu
mensubsidi berkali-kali lipat. Harga
barangnya seharusnya Rp42.000, tapi lu
bayarnya Rp12.000. Yang namanya subsidi
kan harusnya cuma sebagian. Namanya di
subsidi. Ini mah udah kayak lu dibayarin
habis-habisan sama pemerintah. Ini
betul-betul dikerjain. Kenapa dikerjain?
Karena Indonesia ini bukan negara yang
bisa memproduksi LPG loh. Mayoritas LPG
kita impor. Dan realitanya juga ya
walaupun harga barangnya Rp42.000
diubsidi R30.000 sama pemerintah, lu kan
harusnya bayar Rp2.000. Realitanya di
pasar, gua tanya sama lu semua ngaku
deh. Bisa enggak lu beli gas LPG 3 kilo
seharga Rp2.000? Gua yakin enggak.
Karena apa? banyak pemain, Guys.
Ujung-ujungnya di pasar lu juga bayarnya
kemahalan. Jauh di atas harga subsidi.
Ingat, seharusnya lu cuman bayar
Rp12.750,
tapi realitanya di pasar lu bayar
berapa? Bisa sampai Rp21.000.
Mahal banget. Gas LPG yang katanya di
subsidi itu juga realit bayar lebih
mahal sih. Dan ya kita udah bisa bilang
lah kalau lu bayarnya Rp21.000 padahal
pemerintah sudah mensubsidi Rp30.000 dan
sebetulnya harganya tanpa subsidi itu
Rp42.000, R ya. Sebetulnya pemerintah
menanggung itu lebih dari 70% harga gas
LPG 3 kilo melon lu itu dan ini bahaya.
Nah, konyolnya tapi Kementerian SD malah
membuat pernyataan si Purbaya itu salah
baca data. Lu lihat nih omongannya
menteri satu ini.
Masih soal LPG, Pak. E kemarin di DPR
Men bilang harga aslinya tuh 12.700 loh,
Pak, di pengsar. Nah, itu gimana sih,
Pak kira-kira agar bisa harganya tuh
enggak enggak jauh-jauh dari sana, Pak,
dibeli masyarakat, Pak? itu mungkin
menc-nya salah baca data itu biasalah
kalau ya mungkin butuh penyesuaian ya
saya enggak boleh tanggapi sesuatu yang
terlalu ini ya jadi ee saya kan sudah
banyak ngomong tentang gitu ya mungkin
minq-nya belum dikasih masukan oleh
dirennya dengan baik atau oleh timnya.
Nah, ini gue jadi pertanyaan maksudnya
salah baca data gimana? Coba kita tes
aja L sama teman-teman yang benar si
Bahlil atau si Purubaya nih di sini
realitanya ya lu bisa enggak sih beli
gas LPG seharga Rp2.000 tabung 3 kilo
itu ya gua merasa di negara Kazakhstan
gua enggak pernah ketemu lu barang harga
Rp2.000 yang ada mayoritas ya di atas
Rp20.000 realita aja lu bilanglah kalau
ada yang harga Rp7.000 mana gua pengin
beli di situ. Coba gua pengin lihat coba
ada enggak. Atau mungkin maksudnya si
Balil itu ya enggak benar pemerintah
mensubsidi itu salah sasaran. Kayaknya
enggak, setahu gua juga salah sasaran.
Atau mungkin maksudnya juga di sini
datanya salah. Data soal harga. Coba
nanti kita kasih hitungan yang benar
mana ya? Bahlil atau Purbaya? Kita kan
harus kasih yang benar ya ngomongnya ya.
Coba nanti kita hitung ya. Tapi yang
jelas datanya berkata bahwa mayoritas ya
80% lebih gas kita LPG yang lu pakai itu
sumbernya dari impor. Dan lu tahu yang
namanya impor itu menggerus devisa kita.
Karena kita buat impor itu bayar pakai
dolar. Artinya rupiah kita gadaikan.
Tukar sama dolar, beli barang impor. Kan
bodoh. Kita mensubsidi barang impor.
Gila lu aja mencak-mencak banyak UMKM
karena banyak baju dari Cina impor
murah, tekstil impor dari murah banyak.
Pengusaha kita lokal mati. Ini udah
barangnya impor disubsidi lagi sama
negara. Begitu masuk sini dibakar lagi
gasnya. Kan bodoh. Bodoh banget. Dan
harusnya menurut gue ya di level anggota
DPR itu bukan berbicara soal gimana
subsidinya ini. Harusnya berbicara
supaya subsidinya berkurang, supaya
subsidinya beralih ke tempat lain.
Karena enggak benar kita mensubsidi
barang impor cuma buat kita bakar. Tapi
lu juga harus belajar historicalnya.
Kenapa kita dibodoh-bodohi sama mafia
gas? Ya karena Charlie Chaplin pengin
menghisap darah rakyat Indonesia
sehingga rakyat Indonesia dipaksa masak
pakai barang impor. Kita enggak bisa
produksi LPG sebanyak itu. Kita punyanya
LNG. gas LNG kita malah kita ekspor ke
luar negeri. Bego, harga murah, tolol
banget. Habis itu kita impor LPG, harga
mahal. Teman-teman lihat grafik dier
kaca dan ini terbukti ya, impor gas LPG
di Indonesia itu terus meningkat dari
tahun ke tahun. Tahun 2013 kita itu
cuman impor 3 juta ton gas LPG. Tahun
2023 hanya dalam waktu 10 tahun impor
kita udah naik lebih dari dua kali
lipat. Dari 3,3 juta ton di tahun 2013
naik menjadi 6,9 juta ton di tahun 2023.
Nah, lu tahu di tahun 2023 sebetulnya
kebutuhan kita itu cuma 8,7 juta ton,
Guys. Tapi kemampuan produksi kita di
dalam negeri ya cuman sekitar 1,9 juta
ton. Artinya Indonesia itu butuh impor
6,9 juta ton ya hampir 7 juta ton gas
LPG lah. So, dari situ sudah bisa lihat
ya, kebutuhan kita, konsumsi kita itu R8
juta ton lebih, tapi daya produksi kita
itu di bawah 2 juta ton. So, mayoritas
gas LPG yang lu pakai di rumah itu
barang impor, Guys. Kemarin gua ketemu
orang ya, bangga banget, "Wah, Ben, lu
harus coba nih makanan khas Jogja,
bakemi godok. Ini enak banget
tradisional sejak tahun 1918." Apa iya
betul? Coba lu pikir bakie godok. Mie
godok mieya aja bahannya tepung terigu.
Kita enggak punya ladang gandum. Jadi
mya aja tepung terigu, gandumnya aja
kita impor. Mie godok pakai kecap manis.
Kecap manisnya kacang kedelai. Kacang
kedelainya kita impor. Mie godoknya
dimasak pakai gas. LPG gas-nya aja kita
impor. Jadi enggak ada tuh
tradisional-tradisionalnya karena
semuanya isinya adalah barang impor.
Dari gasnya sampai bahan bakunya sampai
saus kecapnya ajalah barang impor. Dan
ini memang kebodohan yang sengaja
di-setting sama si Charlie Chaplin
sehingga Indonesia itu jadi budak
energi. Kita enggak bisa berdaulat
secara energi. Ini ngeri banget karena
seluruh rakyat Indonesia sudah diracuni
sekarang. Kalau masak harus pakai bahan
impor namanya gas LPG. Bodoh ya memang
bodoh. Padahal kita gak bisa memproduksi
gas LPG. Kita punyanya gas LNG. Udah
harganya lebih murah, seharusnya lebih
hemat buat masak juga. Malah kita ekspor
ke luar negeri. Kan bodoh banget asli
kita ini. Benar-benar kita ini
dibodoh-bodohin sama oligarki kita. Tapi
ya udahlah itulah realita faktanya lu
tinggal di negara Kazakhstan ini ya yang
memang lu capek-capek kerja cuma buat
diperas sama mereka. Realitanya kita
lihat ya. Kita kan tadi data impornya
itu kan semuanya lah ada LPG 12 kilo,
ada 15 kilo. Itu kan ggak di subsidi.
Kita fokus di subsidi aja ya. Hai gua
Benix, the CEO of Benix Investor Group.
Dengan lu bergabung bersama Benix
Investor Group, lu bakal dapat ilmu
investasi saham selama 1 tahun penuh.
Dan bukan cuman itu, lu bakalan dapat
strategi rahasia cuannya Benix ratusan
bahkan ribuan persen cuma dari saham. Di
Benix Investor Group, lu bakal dapat
begitu banyak. pelajaran investasi
selama 1 tahun ke depan, Guys. Mulai
dari sharing saham yang bagus bareng
BENX setiap bulannya. Kita juga bakal
update portofolio Benix dan kita juga
akan membedah laporan keuangan setiap
bulannya. Yang paling seru, kita juga
bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang
ada di ISG supaya lu bisa ngecek
langsung ini saham perusahaan bagus,
perusahaan bodong atau perusahaan
sampah.
Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli
saham-saham perusahaan sampah. Nah,
kalau lu gimana lu udah yakin portofolio
Sam lu udah bersih dari saham-saham
perusahaan sampah ini? Kalau belum,
mendingan lu segera sapu bersih deh
kayak siem ini.
Tahun lalu gua dan teman-teman di
komunitas Sambenix saja udah cuan
ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham
ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma
jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu
juga pakai di rumah lu, ya? Enggak, N?
Iya, Pak. Ini juga pakai.
Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah sam
gorengan bahaya, Guys. Kolesterolnya
tinggi. Lu masih suka buang-buang duit,
beli saham gorengan? Hasil rekomendasi
grup sambodong di sebelah yang hobinya
jualan candlestick. Goblok, berhenti,
Bro. Itu sih bukan investasi, itu juri.
Dan kalau lu masih belum join sekarang
juga, Guys, lu itu udah rugi banget.
Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50%
lebih loh dari saham parkiran mobil yang
namanya IPCC.
Jadi buat apagi L ragu bergabung di
komunitas saham Benix Investor Group.
Soalnya guys, tahun ini aja kita udah
punya list saham-saham yang berpotensi
memperkaya kita semua. So, tunggu apaagi
guys? Kalau lu mau cuan, segera
daftarkan dirimu di komunitas saham
Benix Investor Group sekarang juga.
[Musik]
Realitanya kita lihat ya, kita kan tadi
data impornya itu kan semuanya lah ada
LPG 12 kilo, ada 15 kilo. Itu kan enggak
disubsidi. Kita fokus di subsidi aja ya.
tahun 2023 nilai subsidi kita itu 74,3
triliun LPG-nya yang artinya 74,3
triliun kalau kita bagi nilai subsidi
kita kan 10.000 per kg alias R30.000 per
tabung. So 74,3 triliun kalau kita bagi
R30.000 itu setara 2,4 miliar tabung
LPG. Nah, 2,4 miliar tabung LPG, 1
tabung LPG melon itu kan beratnya 3
kilo. Artinya 2,4 miliar tabung LPG di*
3 kilo itu setara 7,4 juta ton LPG.
Artinya dari sini lu bisa lihat bahwa
rakyat Indonesia menggunakan sekitar
7,43 juta ton LPG per tahun yang
disubsidi oleh negara. Gua ulangin ya.
Jadi subsidinya 74,3 triliun, Guys. Yang
di subsidi negara itu setara 7,4 juta
ton LPG. Itu betul atau enggak? Ah, kita
main data aja lah. Simpel. Kita
hitung-hitungan. Semua bisa
dikuantifikasi. Caranya gimana? Pertama,
ya gua mau meng-counter dulu lah. Kalau
ada orang DPR yang bilang semua rakyat
Indonesia berhak menggunakan Gas LPG,
tidak. Please lah tolong lu anggota DPR,
tugas lu membuat undang-undang, membuat
peraturan, membuat hukum. Ada loh hukum
di negara ini yang mengatakan bahwa
tidak semua orang berhak pakai gas LPG3
Melon subsidi bego. Yaitu apa? Ada
peraturan presiden nomor 104 tahun 2017,
ada peraturan Menteri SDM nomor 21 tahun
2017. Isinya apa? Yang berhak pakai gas
LPG 3 kilo itu ya rumah tangga miskin.
Penghasilan di bawah R,5 juta. Gua
ulangin. Yang berhak menggunakan gas LPG
3 kg melon adalah rumah tangga miskin.
Penghasilannya di bawah Rp1,5 juta
setiap bulan. Itu loh. Bukan semua orang
tiba-tiba mendadak jadi berhak. Sampai
teman gue yang rumahnya punya kolam
renang aja gasnya pakai LPGD melon 3
kilo. Kan bangsat. Enggak bisa lu enggak
bener lu. Kalau ada anggota DPR pun
sampai bilang begitu berarti lu enggak
paham hukum lu. Lu enggak paham
undang-undang kita. Aneh. Masa jadi
orang kaya merampas hak orang miskin
enggak begitulah. Ini konyol. So, kalau
gitu yang dimaksud miskin itu siapa? Ya
udahlah. Ini kan namanya juga lu nasib
lu sebagai rakyat Kazakhstan selalu
mengacu data-data statistik ke Badan
Pusat Skenario Kazakhstan. Ya, Badan
Pusat Skenario Kazakhstan mengatakan di
tahun 2023 orang miskin di Indonesia itu
ada 25 juta jiwa, Guys. Cobalah kita
hitung karena kita sudah punya angkanya
nih di layar kaca. Lu bisa lihat jumlah
masyarakat miskin menurut BPS itu ada
25,9 juta manusia. Nah, kita asumsikan
ya satu manusia di Indonesia
mengkonsumsi 3 tabung per bulan alias 9
kg ya per bulan. Walaupun enggak masuk
akal, masa satu manusia mengkonsumsi 9
kilo per bulan. Tapi karena gua baik,
gua bikin aja. L satu manusia
mengkonsumsi 3 tabung LPG melon 3 kg
setiap bulannya. Yang artinya dalam 1
tahun dia mengkonsumsi 36 tabung melon
setiap tahunnya. Nah, kalau dalam 36
tabung itu isinya 3 kg, artinya satu
manusia mengkonsumsi 108 kg gas LPG
setiap tahunnya. Nah, menurut Badan
Pusat Skenario ada 25,9
juta jiwa miskin. Di sini pasti isinya
ada anak balita lah, ada anak bayi. Tapi
ya udah gua hitung aja. 25,9 juta jiwa
akan mengkonsumsi 108 kg gas LPG setiap
tahunnya. Yang artinya dalam 1 tahun
mereka seharusnya cuman mengkonsumsi 2,7
juta ton LPG. Tapi realitanya yang kita
subsidi kok bisa-bisanya senilai 7,4
juta ton gas LPG. Tadi kan sudah kita
hitung. Artinya di sini ada mismatch.
Mmatch senilai 4,6 juta ton gas LPG. 4,6
juta ton gas LPG. Salah sasaran nih.
Kalau lu hitung yang kita subsidi kan
senilai Rp10.000 per kilo, artinya ada
mismatch R6 triliun, Guys. Ngeri enggak?
Gua ulangin loh sekali lagi, ya. Total
subsidi kita aja di 2023 itu ada 74,3
triliun. Nah, kalau menurut perhitungan
kita cuman ada 25 juta orang miskin yang
layak di subsidi, artinya ini ada
kesalahan subsidi dari 74 triliun itu
sebetulnya yang layak di subsidi itu
cuma senilai 28 triliun, Guys. So, di
sini ada mismatch nih 46 triliun ke
mana. Ini aneh jujur ini aneh. Lu kan
ngomong data, ya, kita buka data. Ini
aneh sih. Karena kalau lu gali lebih
dalam lagi dan lu punya akal waras,
kalau nilai subsidi kita sampai 74,3
triliun itu Kementerian SDM, lu harus
pikir gini, 74,3 triliun itu artinya
setara dengan 7,4 juta ton LPG. Kalau lu
bagi 108 kg, artinya lu seolah-olah
orang miskin yang berhak terima itu ada
68 juta jiwa. Lah menurut BPS saja yang
miskin cuma 25 juta lah. Kalau pakai
teorinya SDM berarti seolah-olah ada 68
juta jiwa manusia miskin jauh lebih
besar dibanding data BPS dong. Aneh
enggak? Aneh menurut gua dan ini memang
udah realitanya pemerintah ini kelebihan
bayar buat gas subsidi. Jujur-jujuran
aja l di lapangan. Lu suka lihat enggak
ada orang yang OPL beli gas-gas LPG 3
kil udah itu dipindahin ke 15 kilo.
Dijual gas yang tabung biru atau tabung
pink harga lebih mahal. Itu aja udah
salah. atau gas-gas subsidi ini dipakai
restoran-restoran mewah, selebritis
bahkan ada yang pakai ini kan udah
ngaco, Guys. Jujurlah dari hitungan kita
dari subsidi 74 triliun ternyata ada
kemungkinan besar lebih dari 50%nya
salah sasaran. Nah, ini yang memang
benar harus kita pikir ulang. Sebenarnya
kita ini negara mafia atau negara apa
sih? Kok malah yang kita subsidi
mafia-mafia itu tambah kaya raya. Mafia
migas kita. Raja-raja di daerah itu kan
konyol. Masa bisa ada daerah enggak ada
dapat tabung LPG 3 kg. Padahal setiap
tahun dikirim berjuta-juta ton karena
udah hilang di tengah jalan. Kan
faktanya begitu. Kenapa kita tutup mata
dan ini yang bayar subsidi ini loh. Itu
kan duit-duit lu juga. Kok bisa sih yang
harusnya berhak itu raket-raket miskin
itu akibatnya di markap? Dan ini
berulang kali gua bilang. Makanya dan
itu bilang marah banget. Dia bilang
negara yang mensubsidi minyak dan gasnya
adalah negara mafia. Karena yang banyak
menikmatinya adalah mafia. Bahkan ya
mafia minyak dan gas itu lebih berbahaya
dibandingkan mafia, dibandingkan kartel.
Karena mafia subsidi ujung-ujungnya
hobinya apa? Naikin terus angka subsidi
supaya gasa subsidi itu bisa dia terima
nanti dia jual ke industri di harga yang
lebih mahal. Begitu. Itu bahayanya kalau
lu mensubsidi barang, Guys. Dan fakta
membuktikan. Lu lihat di layer kaca dari
tahun 2020 sampai tahun 2025 menurut
data BPS kemiskinan di Indonesia itu
berkurang mampu kalau BBS dari 26 juta
jiwa yang miskin di tahun 2020 turun
jadi 23 juta jiwa di tahun 2025 atau
lebih persisnya dari 26,42
juta jiwa yang miskin di tahun 2020
turun jadi cuma 23,8 juta jiwa miskin di
tahun 2025. Jadi di sini ada terjadi
penurunan kemiskinan senilai 2,57 juta
jiwa. Artinya kemiskinan di Indonesia
turun 9,7%. Nah, kalau lu pakai logika
BPS harusnya kalau orang miskin itu
berkurang, subsidi kurang apa tambah?
Ahah. Ini Kementerian SDM nih. Siap-siap
belum? Harusnya kalau pakai logika itu,
kalau orang miskin menurut BPS
berkurang, harusnya subsidi juga
berkurang.
Tapi ternyata fakta menunjukkan di tahun
2020 subsidi BBM kita sampai tahun 2025
bukannya berkurang juga mengikuti data
BPS. Ingat ya di negara mafia Kazakhstan
ternyata subsidinya malah naik. Kan
ngacau BPS bilang turun eh subsidi malah
naik. Gimana nih logikanya? Karena kalau
lu lihat di Ler Kaca tahun 2020 nilai
subsidi anggaran kita buat gas 3 kilo
itu 32,8 triliun di tahun 2020. Tahun
yang sama dengan BPS. Tetapi di tahun
2025 ketika kemiskinan turun 9,7%,
subsidi gas LPG 3 kilo malah naik 167%
menjadi 87,6 triliun. Gua ulangin, Guys.
Tahun 2020 ke 2025 kemiskinan itu
menurun 9%. Ternyata subsidi gas LPG
malah naik 167%.
Tadinya R2 triliun naik menjadi 87,6
triliun. Kalau pakai logika ini artinya
orang miskin di Indonesia itu naik juga
dong hampir tiga kali lipat. Iya dong
harusnya gitu dong karena subsidinya
naik. Tapi faktanya
orang miskin menurut BPS itu turun. Ini
artinya di sini kurang koordinasi, Guys.
Kalau mau ngibul itu harus koordinasi.
BPS bilang orang miskin turun kok
subsidi buat orang miskin malah tambah
lagi.
Goblok. Memang negara Kazakhstan ya,
bukan Indonesia. Kalau Indonesia enggak
mungkinlah tipu-tipu data. Enggak
mungkin. Isinya manusia suci semua,
Guys. Calon penghuni surga, Guys. Itu
realitanya di Indonesia. Tapi memang ini
sedihnya lah negara Kazakhstan, Guys.
Konyol banget. Subsidi gas LPG itu malah
naik dari R triliun ke R87 triliun.
Gila. Gila, Guys. So, dari sini lu bisa
bilang, ya benar itu siapa sih? Menteri
SDM atau Menteri Keuangan? Kita enggak
ngomong personal di sini, kita ngomong
by data aja. Apa betul Purbaya itu salah
ngomong ketika dia bilang kita
mensubsidi 70% gasdid. itu gas itu kita
sebetulnya subsidi kemahalan. Namanya
subsidi kan harusnya cuman sebagian,
cuman 10% atau 20%. Tapi ini kita
subsidi itu lebih dari 70%, Guys. Dan
memang datanya, faktanya menurut gua dan
gua sangat yakin banyak yang salah
sasaran, bahkan mayoritas salah sasaran.
Berdasarkan data ini aja udah mismatch.
Karena kalau pakai hitung-hitungan ini,
nilai subsidi gas LPG kita itu udah jauh
lebih besar dibandingkan yang
seharusnya. Karena orang miskin kita
enggak sebanyak itu menurut BPS gitu
loh. Jadi, ya udah, Guys. Jadi, menurut
lu gimana sih Menteri Keuangan atau si
Menteri SDM nih yang benar nih soal data
nih yang gua yakin sih memang banyak
salah sasaran dan memang konyol kok
Kementerian SDM sampai sekarang enggak
punya datanya. Siapa sih yang berhak
menerima subsidi? Dan inilah penyakitnya
di negara yang mensubsidi minyak dan
gasnya. Mafia bermain ujung-ujungnya
apa? Dipaksa seolah-olah subsidi ini
harus tambah terus, tambah terus, tambah
terus, tambah terus. Padahal yang
menikmati bukan orang miskin. Enggak.
Mayoritas dinikmati oleh yang tidak
berhak. Tapi mereka pengin subsidi itu
terus salah sasaran supaya dia bisa
terus bermain. Negara yang disuruh
bayar. Lu bayangin negara yang disuruh
lu bayar mafia minyak itu ujung-ujungnya
apa? Negara itu bayar mafia minyak pakai
duit lu juga pembayar pajak. Kan ngeri
ini, Guys. Subsidi minyak kita faktanya
dinikmati oleh para mafia dan kita masih
mau terus-terusan mensubsidi ini. Gua
rasa enggak. Tapi lu bisa bantu enggak
sih? Purbaya. Gimana caranya biar kita
bisa tepat sara saran ya subsidi gas LPJ
3 kg ini? Yang faktanya sih kita udah
dibikin jadi kita jadi ketergantungan
sama gas LPG 3 kg. Barang impor. Udah
faktanya kita dibikin jadi junkis, Guys.
Pecandu LPG barang impor itu. Terus
sekarangnya gimana ya, Guys? Biar
kecanduan kita bisa berkurang. Lu ada
solusi enggak? Dan yang paling penting
nih, seperti yang tadi si Primus juga
bilang, gimana caranya biar bisa lebih
tepat sasaran? Ya, karena gua
jujur-jujuran aja. Ada teman kita usaha
toko kelontong di salah satu pasar di
Jakarta. Dia suka terima kartu Indonesia
pintar, kartu Jakarta pintar yang
harusnya dipakai buat dunia pendidikan.
Tapi faktanya dicairkan duit itu dipakai
buat beli rokok. Gimana ya caranya
supaya kita bisa subsidi lebih tepat
sasaran khususnya buat LPG 3 kilo ini?
Ya faktanya lu lihat di layar kaca
banyak artis-artis tuh di tempe bacam
tuh ada viral pril toina diduga masak
menggunakan gas 3 kilo. Berhak enggak
sih dia pakai selebriti ini pakai gas 3
kilo? Terus ada lagi tuh di Kompas.com
ada foto Nagita pakai gas 3 kg. Ini
selebritis juga seingat gua. Terus ada
lagi tuh KPK di bisnis.com bilang LPG 3
kil tak tepat sasaran. Negara bocor R
triliun. Eh sesuai dengan perhitungan
kita ya tadi perhitungan kita berapa
tadi? Kita menduga kebocoran itu 46
triliun. Ya hampir miriplah KPK ini.
Boleh juga ternyata ada orang yang punya
otak di KPK. Ya, anyway, lebih ekstrem
lagi si NBC. Salah sasaran 80% subsidi
LPG kita ya memang dinikmati orang yang
mampu, yang sebetulnya enggak berhak,
Guys. Nah, ini gimana nih? Menurut SDM
enggak begitu. SDM lu punya bukti apa?
Bahwa mayoritas subsidi LPG kita
dinikmati memang oleh masyarakat yang
tidak mampu. Lu ada bukti apa? Menurut
gua sih memang faktanya yang menikmati
gas LPG 3 kg itu adalah orang-orang yang
tidak berhak. Dan yang kedua yang
menikmati subsidi triliunan itu adalah
mafia. Dan ini kita harus sepakat nih,
benar-benar kita lawan. Lu setuju enggak
sih kita dukung orang yang berani
melawan mafia migas ini? Karena menurut
gua konyol ya. Dan ini harus dihentikan.
Dan solusi kalian apa, Guys? Supaya
subsidi ini bisa lebih tepat sasaran.
Jangan malah memperkaya mafia-mafia
minyak. Aduh, ada orang punya duit
triliunan, Guys. Gara-gara bermain gas 3
kilo ini. Masa sih kita mau pelihara
orang-orang begitu? Merongrong negara
kita. Anyway, keputusan di tangan kalian
lah. Menurut kalian, apa sih yang
harusnya dilakukan? Dan menurut lu yang
paling penting lagi siapa sih mafia yang
paling diuntungkan dengan permainan
subsidi gas 3 kilo ini? Pasti lu udah
tahu orangnya. Oke guys, semoga video
ini bermanfaat. Ditunggu komentar
kalian. Jangan lupa segera subscribe
channel Benix. Salam sehat, salam cuan.
Bye bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:41 UTC
Categories
Manage