File TXT tidak ditemukan.
Bahlil vs. Purbaya: The HOT TEMPO Behind the 3Kg Melon Gas! The State Loses IDR 50 Trillion Every...
LJgJbTnFEVc • 2025-10-07
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, ini ngeri banget sih. Menteri Purbaya ya baru aja dipanggil sama DPR dan itu dia diicer nih terkait sebetulnya banyak tentang listrik lah, solar panel lah, subsidi energi lah dan kita dapat kiriman video tentang bagaimana anggota DPR itu mencecar perubaan. Dan gua pengin lu melihat ini dengan fair ya. Ingat ya, kita kalau benar ya kita bilang benar, kalau salah bilang salah. Nah, di sini seru karena kemudian bahan meeting dengan DPR ini dijadikan salah satu kementerian buat menyerang Purbaya, Guys. Gila, ini udah koordinasi banget nih. Betul-betul dikepung nih Purbaya nih sama menteri-menteri sama pejabat-pejabat lain di negeri ini. Lu penasaran enggak sih seperti apa videonya? So, jangan dikip video ini. Let's check this. Terus juga yang berikutnya, yang kedua adalah soal tadi seperti kawan-kawan katakan tempat sasaran. Nah, inilah masalah klasik kita, Pak. selalu walaupun tadi Pak Idrus juga mengatakan sebagai rakyat Indonesia semuanya boleh saja mendapatkan semuanya boleh saja mendapatkan semuanya boleh saja mendapatkan menikmati subsidi itu. Tetapi kan ada prioritas Pak. Nah, ini dia. Nah, sistemnya ini yang tidak canggih menurut saya. Teknologi sudah canggih ya. semua masyarakat sampai pelosok itu sudah ee punya ee smartphone walaupun cara menggunakannya tidak begitu paham, tapi kan sistem barcode bisa diberikan. Ini kan bisa dibangun, Pak. Keris aja bisa, Pak. Sampai bawah itu bisa bermanfaat mereka tahu menggunakannya. Nah, ini bagaimana caranya tabung melon itu yang 3 kilo itu pakai barcode kepada siapa? Kalau saya beli pakai barcode kayak begitu tidak bisa. Oke, guys. Jadi itu salah satu anggota DPR ya, selebritis ya. Di sini gua mau mengkritisi di sini ada salah satu pernyataan yang bilang semua rakyat Indonesia berhak menikmati tabung gas LPG subsidi melon 3 kilo. Itu tidak betul. Nanti gua bakal bahas detail karena itu kan buat orang miskin guys dan itu ada peraturan menterinya sendiri bahkan sampai ada peraturan presidennya sendiri bahwa ya yang bisa pakai gas subsidiya ya udah jelaslah orang miskin kok semua rakyat Indonesia bisa pakai. Enggak sekalian aja restoran-restoran bintang lima itu boleh pakai kan enggak begitu logikanya. Di mana sih? Ini kan barang subsidi yang bisa menikmati ya orang susah bukan orang kaya. Tolol juga nih. Cuman ya udahlah itulah kualitas wakil rakyat pilihan dulu lah. Terus next apa lagi? Dia ada bilang soal subsidi itu tepat sasaran. Gini ya ee gua udah berulang kali bilang yang namanya subsidi itu berbahaya. Itu hanya melahirkan mafia-mafia baru. Seharusnya kita itu berpikir gimana caranya bisa menghilangkan subsidi atau yang disubsidi itu bukan barangnya tapi orangnya. Nah, di bagian ini gua setuju memang pemerintah ini enggak punya data. Kementerian SDM ini enggak punya data. Tapi ini yang dimarahin sih Kementerian Keuangan ya. Ini juga konyol juga sih. Karena bukan dia yang bertugas mendistribusikan gas itu. Kasihan juga nih menteri keuangan kayak dia kan menteri keuangan. Kerjaan dia apa ya? Ngumpulin duit ya bayar duit ya berhubungan dengan lalu lintas duit lah, distribusi duit. Menteri keuangan dia bukan menteri distribusi gas melon cuman ya udahlah anyway inilah kualitas DPR kita. Anyway, dia bilang ee harus dibatasi, harus terukur. Itu gua setuju. Tapi konteksnya enggak di sini. Konteksnya harusnya ini dia marahin itu ya Kementerian SDM karena dia yang punya tata kelola itu tata kelola migas. Nah, yang gua mau bilang di sini ya anyway memang harus dibatasin di bagian ini. Benar anggota DPR kita ada benarnya. Bahkan kalau bisa dihilangkan subsidi itu karena yang ada apa? Yang menikmati nanti gua bakal buktikan yang menikmati itu bukan orang miskin. menikmati itu bahkan mafia-mafia, jenderal-jenderal. Dan ini kan bahaya bagi republik kita karena menurut perhitungan kita, bahkan yang salah sasaran tuh bisa lebih dari 50%. Kok bisa? Makanya lu jangan skip video kita. Ya gampang aja, Guys. Kenapa bisa begitu? Jadi lu bayangkan ya harga gas LPG3 Melon itu Rp42.750, tapi yang disubsidi sama pemerintah itu Rp30.000. Yang lu bayarin artinya R2.750 dikurang R30.000 itu setara 12.7. 750. Jadi, lu bayangkan bedanya jauh banget dari R2.000 ke R.000. Pemerintah itu mensubsidi Rp30.000, Guys, per tabung gas melon 3 kg. Itu artinya per kgam pemerintah mensubsidi 10.000 perak. Gila enggak? Ini ngacau banget. Kenapa ngacau? Lu bayangkan pemerintah itu mensubsidi berkali-kali lipat. Harga barangnya seharusnya Rp42.000, tapi lu bayarnya Rp12.000. Yang namanya subsidi kan harusnya cuma sebagian. Namanya di subsidi. Ini mah udah kayak lu dibayarin habis-habisan sama pemerintah. Ini betul-betul dikerjain. Kenapa dikerjain? Karena Indonesia ini bukan negara yang bisa memproduksi LPG loh. Mayoritas LPG kita impor. Dan realitanya juga ya walaupun harga barangnya Rp42.000 diubsidi R30.000 sama pemerintah, lu kan harusnya bayar Rp2.000. Realitanya di pasar, gua tanya sama lu semua ngaku deh. Bisa enggak lu beli gas LPG 3 kilo seharga Rp2.000? Gua yakin enggak. Karena apa? banyak pemain, Guys. Ujung-ujungnya di pasar lu juga bayarnya kemahalan. Jauh di atas harga subsidi. Ingat, seharusnya lu cuman bayar Rp12.750, tapi realitanya di pasar lu bayar berapa? Bisa sampai Rp21.000. Mahal banget. Gas LPG yang katanya di subsidi itu juga realit bayar lebih mahal sih. Dan ya kita udah bisa bilang lah kalau lu bayarnya Rp21.000 padahal pemerintah sudah mensubsidi Rp30.000 dan sebetulnya harganya tanpa subsidi itu Rp42.000, R ya. Sebetulnya pemerintah menanggung itu lebih dari 70% harga gas LPG 3 kilo melon lu itu dan ini bahaya. Nah, konyolnya tapi Kementerian SD malah membuat pernyataan si Purbaya itu salah baca data. Lu lihat nih omongannya menteri satu ini. Masih soal LPG, Pak. E kemarin di DPR Men bilang harga aslinya tuh 12.700 loh, Pak, di pengsar. Nah, itu gimana sih, Pak kira-kira agar bisa harganya tuh enggak enggak jauh-jauh dari sana, Pak, dibeli masyarakat, Pak? itu mungkin menc-nya salah baca data itu biasalah kalau ya mungkin butuh penyesuaian ya saya enggak boleh tanggapi sesuatu yang terlalu ini ya jadi ee saya kan sudah banyak ngomong tentang gitu ya mungkin minq-nya belum dikasih masukan oleh dirennya dengan baik atau oleh timnya. Nah, ini gue jadi pertanyaan maksudnya salah baca data gimana? Coba kita tes aja L sama teman-teman yang benar si Bahlil atau si Purubaya nih di sini realitanya ya lu bisa enggak sih beli gas LPG seharga Rp2.000 tabung 3 kilo itu ya gua merasa di negara Kazakhstan gua enggak pernah ketemu lu barang harga Rp2.000 yang ada mayoritas ya di atas Rp20.000 realita aja lu bilanglah kalau ada yang harga Rp7.000 mana gua pengin beli di situ. Coba gua pengin lihat coba ada enggak. Atau mungkin maksudnya si Balil itu ya enggak benar pemerintah mensubsidi itu salah sasaran. Kayaknya enggak, setahu gua juga salah sasaran. Atau mungkin maksudnya juga di sini datanya salah. Data soal harga. Coba nanti kita kasih hitungan yang benar mana ya? Bahlil atau Purbaya? Kita kan harus kasih yang benar ya ngomongnya ya. Coba nanti kita hitung ya. Tapi yang jelas datanya berkata bahwa mayoritas ya 80% lebih gas kita LPG yang lu pakai itu sumbernya dari impor. Dan lu tahu yang namanya impor itu menggerus devisa kita. Karena kita buat impor itu bayar pakai dolar. Artinya rupiah kita gadaikan. Tukar sama dolar, beli barang impor. Kan bodoh. Kita mensubsidi barang impor. Gila lu aja mencak-mencak banyak UMKM karena banyak baju dari Cina impor murah, tekstil impor dari murah banyak. Pengusaha kita lokal mati. Ini udah barangnya impor disubsidi lagi sama negara. Begitu masuk sini dibakar lagi gasnya. Kan bodoh. Bodoh banget. Dan harusnya menurut gue ya di level anggota DPR itu bukan berbicara soal gimana subsidinya ini. Harusnya berbicara supaya subsidinya berkurang, supaya subsidinya beralih ke tempat lain. Karena enggak benar kita mensubsidi barang impor cuma buat kita bakar. Tapi lu juga harus belajar historicalnya. Kenapa kita dibodoh-bodohi sama mafia gas? Ya karena Charlie Chaplin pengin menghisap darah rakyat Indonesia sehingga rakyat Indonesia dipaksa masak pakai barang impor. Kita enggak bisa produksi LPG sebanyak itu. Kita punyanya LNG. gas LNG kita malah kita ekspor ke luar negeri. Bego, harga murah, tolol banget. Habis itu kita impor LPG, harga mahal. Teman-teman lihat grafik dier kaca dan ini terbukti ya, impor gas LPG di Indonesia itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2013 kita itu cuman impor 3 juta ton gas LPG. Tahun 2023 hanya dalam waktu 10 tahun impor kita udah naik lebih dari dua kali lipat. Dari 3,3 juta ton di tahun 2013 naik menjadi 6,9 juta ton di tahun 2023. Nah, lu tahu di tahun 2023 sebetulnya kebutuhan kita itu cuma 8,7 juta ton, Guys. Tapi kemampuan produksi kita di dalam negeri ya cuman sekitar 1,9 juta ton. Artinya Indonesia itu butuh impor 6,9 juta ton ya hampir 7 juta ton gas LPG lah. So, dari situ sudah bisa lihat ya, kebutuhan kita, konsumsi kita itu R8 juta ton lebih, tapi daya produksi kita itu di bawah 2 juta ton. So, mayoritas gas LPG yang lu pakai di rumah itu barang impor, Guys. Kemarin gua ketemu orang ya, bangga banget, "Wah, Ben, lu harus coba nih makanan khas Jogja, bakemi godok. Ini enak banget tradisional sejak tahun 1918." Apa iya betul? Coba lu pikir bakie godok. Mie godok mieya aja bahannya tepung terigu. Kita enggak punya ladang gandum. Jadi mya aja tepung terigu, gandumnya aja kita impor. Mie godok pakai kecap manis. Kecap manisnya kacang kedelai. Kacang kedelainya kita impor. Mie godoknya dimasak pakai gas. LPG gas-nya aja kita impor. Jadi enggak ada tuh tradisional-tradisionalnya karena semuanya isinya adalah barang impor. Dari gasnya sampai bahan bakunya sampai saus kecapnya ajalah barang impor. Dan ini memang kebodohan yang sengaja di-setting sama si Charlie Chaplin sehingga Indonesia itu jadi budak energi. Kita enggak bisa berdaulat secara energi. Ini ngeri banget karena seluruh rakyat Indonesia sudah diracuni sekarang. Kalau masak harus pakai bahan impor namanya gas LPG. Bodoh ya memang bodoh. Padahal kita gak bisa memproduksi gas LPG. Kita punyanya gas LNG. Udah harganya lebih murah, seharusnya lebih hemat buat masak juga. Malah kita ekspor ke luar negeri. Kan bodoh banget asli kita ini. Benar-benar kita ini dibodoh-bodohin sama oligarki kita. Tapi ya udahlah itulah realita faktanya lu tinggal di negara Kazakhstan ini ya yang memang lu capek-capek kerja cuma buat diperas sama mereka. Realitanya kita lihat ya. Kita kan tadi data impornya itu kan semuanya lah ada LPG 12 kilo, ada 15 kilo. Itu kan ggak di subsidi. Kita fokus di subsidi aja ya. Hai gua Benix, the CEO of Benix Investor Group. Dengan lu bergabung bersama Benix Investor Group, lu bakal dapat ilmu investasi saham selama 1 tahun penuh. Dan bukan cuman itu, lu bakalan dapat strategi rahasia cuannya Benix ratusan bahkan ribuan persen cuma dari saham. Di Benix Investor Group, lu bakal dapat begitu banyak. pelajaran investasi selama 1 tahun ke depan, Guys. Mulai dari sharing saham yang bagus bareng BENX setiap bulannya. Kita juga bakal update portofolio Benix dan kita juga akan membedah laporan keuangan setiap bulannya. Yang paling seru, kita juga bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang ada di ISG supaya lu bisa ngecek langsung ini saham perusahaan bagus, perusahaan bodong atau perusahaan sampah. Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli saham-saham perusahaan sampah. Nah, kalau lu gimana lu udah yakin portofolio Sam lu udah bersih dari saham-saham perusahaan sampah ini? Kalau belum, mendingan lu segera sapu bersih deh kayak siem ini. Tahun lalu gua dan teman-teman di komunitas Sambenix saja udah cuan ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu juga pakai di rumah lu, ya? Enggak, N? Iya, Pak. Ini juga pakai. Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah sam gorengan bahaya, Guys. Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka buang-buang duit, beli saham gorengan? Hasil rekomendasi grup sambodong di sebelah yang hobinya jualan candlestick. Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan investasi, itu juri. Dan kalau lu masih belum join sekarang juga, Guys, lu itu udah rugi banget. Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50% lebih loh dari saham parkiran mobil yang namanya IPCC. Jadi buat apagi L ragu bergabung di komunitas saham Benix Investor Group. Soalnya guys, tahun ini aja kita udah punya list saham-saham yang berpotensi memperkaya kita semua. So, tunggu apaagi guys? Kalau lu mau cuan, segera daftarkan dirimu di komunitas saham Benix Investor Group sekarang juga. [Musik] Realitanya kita lihat ya, kita kan tadi data impornya itu kan semuanya lah ada LPG 12 kilo, ada 15 kilo. Itu kan enggak disubsidi. Kita fokus di subsidi aja ya. tahun 2023 nilai subsidi kita itu 74,3 triliun LPG-nya yang artinya 74,3 triliun kalau kita bagi nilai subsidi kita kan 10.000 per kg alias R30.000 per tabung. So 74,3 triliun kalau kita bagi R30.000 itu setara 2,4 miliar tabung LPG. Nah, 2,4 miliar tabung LPG, 1 tabung LPG melon itu kan beratnya 3 kilo. Artinya 2,4 miliar tabung LPG di* 3 kilo itu setara 7,4 juta ton LPG. Artinya dari sini lu bisa lihat bahwa rakyat Indonesia menggunakan sekitar 7,43 juta ton LPG per tahun yang disubsidi oleh negara. Gua ulangin ya. Jadi subsidinya 74,3 triliun, Guys. Yang di subsidi negara itu setara 7,4 juta ton LPG. Itu betul atau enggak? Ah, kita main data aja lah. Simpel. Kita hitung-hitungan. Semua bisa dikuantifikasi. Caranya gimana? Pertama, ya gua mau meng-counter dulu lah. Kalau ada orang DPR yang bilang semua rakyat Indonesia berhak menggunakan Gas LPG, tidak. Please lah tolong lu anggota DPR, tugas lu membuat undang-undang, membuat peraturan, membuat hukum. Ada loh hukum di negara ini yang mengatakan bahwa tidak semua orang berhak pakai gas LPG3 Melon subsidi bego. Yaitu apa? Ada peraturan presiden nomor 104 tahun 2017, ada peraturan Menteri SDM nomor 21 tahun 2017. Isinya apa? Yang berhak pakai gas LPG 3 kilo itu ya rumah tangga miskin. Penghasilan di bawah R,5 juta. Gua ulangin. Yang berhak menggunakan gas LPG 3 kg melon adalah rumah tangga miskin. Penghasilannya di bawah Rp1,5 juta setiap bulan. Itu loh. Bukan semua orang tiba-tiba mendadak jadi berhak. Sampai teman gue yang rumahnya punya kolam renang aja gasnya pakai LPGD melon 3 kilo. Kan bangsat. Enggak bisa lu enggak bener lu. Kalau ada anggota DPR pun sampai bilang begitu berarti lu enggak paham hukum lu. Lu enggak paham undang-undang kita. Aneh. Masa jadi orang kaya merampas hak orang miskin enggak begitulah. Ini konyol. So, kalau gitu yang dimaksud miskin itu siapa? Ya udahlah. Ini kan namanya juga lu nasib lu sebagai rakyat Kazakhstan selalu mengacu data-data statistik ke Badan Pusat Skenario Kazakhstan. Ya, Badan Pusat Skenario Kazakhstan mengatakan di tahun 2023 orang miskin di Indonesia itu ada 25 juta jiwa, Guys. Cobalah kita hitung karena kita sudah punya angkanya nih di layar kaca. Lu bisa lihat jumlah masyarakat miskin menurut BPS itu ada 25,9 juta manusia. Nah, kita asumsikan ya satu manusia di Indonesia mengkonsumsi 3 tabung per bulan alias 9 kg ya per bulan. Walaupun enggak masuk akal, masa satu manusia mengkonsumsi 9 kilo per bulan. Tapi karena gua baik, gua bikin aja. L satu manusia mengkonsumsi 3 tabung LPG melon 3 kg setiap bulannya. Yang artinya dalam 1 tahun dia mengkonsumsi 36 tabung melon setiap tahunnya. Nah, kalau dalam 36 tabung itu isinya 3 kg, artinya satu manusia mengkonsumsi 108 kg gas LPG setiap tahunnya. Nah, menurut Badan Pusat Skenario ada 25,9 juta jiwa miskin. Di sini pasti isinya ada anak balita lah, ada anak bayi. Tapi ya udah gua hitung aja. 25,9 juta jiwa akan mengkonsumsi 108 kg gas LPG setiap tahunnya. Yang artinya dalam 1 tahun mereka seharusnya cuman mengkonsumsi 2,7 juta ton LPG. Tapi realitanya yang kita subsidi kok bisa-bisanya senilai 7,4 juta ton gas LPG. Tadi kan sudah kita hitung. Artinya di sini ada mismatch. Mmatch senilai 4,6 juta ton gas LPG. 4,6 juta ton gas LPG. Salah sasaran nih. Kalau lu hitung yang kita subsidi kan senilai Rp10.000 per kilo, artinya ada mismatch R6 triliun, Guys. Ngeri enggak? Gua ulangin loh sekali lagi, ya. Total subsidi kita aja di 2023 itu ada 74,3 triliun. Nah, kalau menurut perhitungan kita cuman ada 25 juta orang miskin yang layak di subsidi, artinya ini ada kesalahan subsidi dari 74 triliun itu sebetulnya yang layak di subsidi itu cuma senilai 28 triliun, Guys. So, di sini ada mismatch nih 46 triliun ke mana. Ini aneh jujur ini aneh. Lu kan ngomong data, ya, kita buka data. Ini aneh sih. Karena kalau lu gali lebih dalam lagi dan lu punya akal waras, kalau nilai subsidi kita sampai 74,3 triliun itu Kementerian SDM, lu harus pikir gini, 74,3 triliun itu artinya setara dengan 7,4 juta ton LPG. Kalau lu bagi 108 kg, artinya lu seolah-olah orang miskin yang berhak terima itu ada 68 juta jiwa. Lah menurut BPS saja yang miskin cuma 25 juta lah. Kalau pakai teorinya SDM berarti seolah-olah ada 68 juta jiwa manusia miskin jauh lebih besar dibanding data BPS dong. Aneh enggak? Aneh menurut gua dan ini memang udah realitanya pemerintah ini kelebihan bayar buat gas subsidi. Jujur-jujuran aja l di lapangan. Lu suka lihat enggak ada orang yang OPL beli gas-gas LPG 3 kil udah itu dipindahin ke 15 kilo. Dijual gas yang tabung biru atau tabung pink harga lebih mahal. Itu aja udah salah. atau gas-gas subsidi ini dipakai restoran-restoran mewah, selebritis bahkan ada yang pakai ini kan udah ngaco, Guys. Jujurlah dari hitungan kita dari subsidi 74 triliun ternyata ada kemungkinan besar lebih dari 50%nya salah sasaran. Nah, ini yang memang benar harus kita pikir ulang. Sebenarnya kita ini negara mafia atau negara apa sih? Kok malah yang kita subsidi mafia-mafia itu tambah kaya raya. Mafia migas kita. Raja-raja di daerah itu kan konyol. Masa bisa ada daerah enggak ada dapat tabung LPG 3 kg. Padahal setiap tahun dikirim berjuta-juta ton karena udah hilang di tengah jalan. Kan faktanya begitu. Kenapa kita tutup mata dan ini yang bayar subsidi ini loh. Itu kan duit-duit lu juga. Kok bisa sih yang harusnya berhak itu raket-raket miskin itu akibatnya di markap? Dan ini berulang kali gua bilang. Makanya dan itu bilang marah banget. Dia bilang negara yang mensubsidi minyak dan gasnya adalah negara mafia. Karena yang banyak menikmatinya adalah mafia. Bahkan ya mafia minyak dan gas itu lebih berbahaya dibandingkan mafia, dibandingkan kartel. Karena mafia subsidi ujung-ujungnya hobinya apa? Naikin terus angka subsidi supaya gasa subsidi itu bisa dia terima nanti dia jual ke industri di harga yang lebih mahal. Begitu. Itu bahayanya kalau lu mensubsidi barang, Guys. Dan fakta membuktikan. Lu lihat di layer kaca dari tahun 2020 sampai tahun 2025 menurut data BPS kemiskinan di Indonesia itu berkurang mampu kalau BBS dari 26 juta jiwa yang miskin di tahun 2020 turun jadi 23 juta jiwa di tahun 2025 atau lebih persisnya dari 26,42 juta jiwa yang miskin di tahun 2020 turun jadi cuma 23,8 juta jiwa miskin di tahun 2025. Jadi di sini ada terjadi penurunan kemiskinan senilai 2,57 juta jiwa. Artinya kemiskinan di Indonesia turun 9,7%. Nah, kalau lu pakai logika BPS harusnya kalau orang miskin itu berkurang, subsidi kurang apa tambah? Ahah. Ini Kementerian SDM nih. Siap-siap belum? Harusnya kalau pakai logika itu, kalau orang miskin menurut BPS berkurang, harusnya subsidi juga berkurang. Tapi ternyata fakta menunjukkan di tahun 2020 subsidi BBM kita sampai tahun 2025 bukannya berkurang juga mengikuti data BPS. Ingat ya di negara mafia Kazakhstan ternyata subsidinya malah naik. Kan ngacau BPS bilang turun eh subsidi malah naik. Gimana nih logikanya? Karena kalau lu lihat di Ler Kaca tahun 2020 nilai subsidi anggaran kita buat gas 3 kilo itu 32,8 triliun di tahun 2020. Tahun yang sama dengan BPS. Tetapi di tahun 2025 ketika kemiskinan turun 9,7%, subsidi gas LPG 3 kilo malah naik 167% menjadi 87,6 triliun. Gua ulangin, Guys. Tahun 2020 ke 2025 kemiskinan itu menurun 9%. Ternyata subsidi gas LPG malah naik 167%. Tadinya R2 triliun naik menjadi 87,6 triliun. Kalau pakai logika ini artinya orang miskin di Indonesia itu naik juga dong hampir tiga kali lipat. Iya dong harusnya gitu dong karena subsidinya naik. Tapi faktanya orang miskin menurut BPS itu turun. Ini artinya di sini kurang koordinasi, Guys. Kalau mau ngibul itu harus koordinasi. BPS bilang orang miskin turun kok subsidi buat orang miskin malah tambah lagi. Goblok. Memang negara Kazakhstan ya, bukan Indonesia. Kalau Indonesia enggak mungkinlah tipu-tipu data. Enggak mungkin. Isinya manusia suci semua, Guys. Calon penghuni surga, Guys. Itu realitanya di Indonesia. Tapi memang ini sedihnya lah negara Kazakhstan, Guys. Konyol banget. Subsidi gas LPG itu malah naik dari R triliun ke R87 triliun. Gila. Gila, Guys. So, dari sini lu bisa bilang, ya benar itu siapa sih? Menteri SDM atau Menteri Keuangan? Kita enggak ngomong personal di sini, kita ngomong by data aja. Apa betul Purbaya itu salah ngomong ketika dia bilang kita mensubsidi 70% gasdid. itu gas itu kita sebetulnya subsidi kemahalan. Namanya subsidi kan harusnya cuman sebagian, cuman 10% atau 20%. Tapi ini kita subsidi itu lebih dari 70%, Guys. Dan memang datanya, faktanya menurut gua dan gua sangat yakin banyak yang salah sasaran, bahkan mayoritas salah sasaran. Berdasarkan data ini aja udah mismatch. Karena kalau pakai hitung-hitungan ini, nilai subsidi gas LPG kita itu udah jauh lebih besar dibandingkan yang seharusnya. Karena orang miskin kita enggak sebanyak itu menurut BPS gitu loh. Jadi, ya udah, Guys. Jadi, menurut lu gimana sih Menteri Keuangan atau si Menteri SDM nih yang benar nih soal data nih yang gua yakin sih memang banyak salah sasaran dan memang konyol kok Kementerian SDM sampai sekarang enggak punya datanya. Siapa sih yang berhak menerima subsidi? Dan inilah penyakitnya di negara yang mensubsidi minyak dan gasnya. Mafia bermain ujung-ujungnya apa? Dipaksa seolah-olah subsidi ini harus tambah terus, tambah terus, tambah terus, tambah terus. Padahal yang menikmati bukan orang miskin. Enggak. Mayoritas dinikmati oleh yang tidak berhak. Tapi mereka pengin subsidi itu terus salah sasaran supaya dia bisa terus bermain. Negara yang disuruh bayar. Lu bayangin negara yang disuruh lu bayar mafia minyak itu ujung-ujungnya apa? Negara itu bayar mafia minyak pakai duit lu juga pembayar pajak. Kan ngeri ini, Guys. Subsidi minyak kita faktanya dinikmati oleh para mafia dan kita masih mau terus-terusan mensubsidi ini. Gua rasa enggak. Tapi lu bisa bantu enggak sih? Purbaya. Gimana caranya biar kita bisa tepat sara saran ya subsidi gas LPJ 3 kg ini? Yang faktanya sih kita udah dibikin jadi kita jadi ketergantungan sama gas LPG 3 kg. Barang impor. Udah faktanya kita dibikin jadi junkis, Guys. Pecandu LPG barang impor itu. Terus sekarangnya gimana ya, Guys? Biar kecanduan kita bisa berkurang. Lu ada solusi enggak? Dan yang paling penting nih, seperti yang tadi si Primus juga bilang, gimana caranya biar bisa lebih tepat sasaran? Ya, karena gua jujur-jujuran aja. Ada teman kita usaha toko kelontong di salah satu pasar di Jakarta. Dia suka terima kartu Indonesia pintar, kartu Jakarta pintar yang harusnya dipakai buat dunia pendidikan. Tapi faktanya dicairkan duit itu dipakai buat beli rokok. Gimana ya caranya supaya kita bisa subsidi lebih tepat sasaran khususnya buat LPG 3 kilo ini? Ya faktanya lu lihat di layar kaca banyak artis-artis tuh di tempe bacam tuh ada viral pril toina diduga masak menggunakan gas 3 kilo. Berhak enggak sih dia pakai selebriti ini pakai gas 3 kilo? Terus ada lagi tuh di Kompas.com ada foto Nagita pakai gas 3 kg. Ini selebritis juga seingat gua. Terus ada lagi tuh KPK di bisnis.com bilang LPG 3 kil tak tepat sasaran. Negara bocor R triliun. Eh sesuai dengan perhitungan kita ya tadi perhitungan kita berapa tadi? Kita menduga kebocoran itu 46 triliun. Ya hampir miriplah KPK ini. Boleh juga ternyata ada orang yang punya otak di KPK. Ya, anyway, lebih ekstrem lagi si NBC. Salah sasaran 80% subsidi LPG kita ya memang dinikmati orang yang mampu, yang sebetulnya enggak berhak, Guys. Nah, ini gimana nih? Menurut SDM enggak begitu. SDM lu punya bukti apa? Bahwa mayoritas subsidi LPG kita dinikmati memang oleh masyarakat yang tidak mampu. Lu ada bukti apa? Menurut gua sih memang faktanya yang menikmati gas LPG 3 kg itu adalah orang-orang yang tidak berhak. Dan yang kedua yang menikmati subsidi triliunan itu adalah mafia. Dan ini kita harus sepakat nih, benar-benar kita lawan. Lu setuju enggak sih kita dukung orang yang berani melawan mafia migas ini? Karena menurut gua konyol ya. Dan ini harus dihentikan. Dan solusi kalian apa, Guys? Supaya subsidi ini bisa lebih tepat sasaran. Jangan malah memperkaya mafia-mafia minyak. Aduh, ada orang punya duit triliunan, Guys. Gara-gara bermain gas 3 kilo ini. Masa sih kita mau pelihara orang-orang begitu? Merongrong negara kita. Anyway, keputusan di tangan kalian lah. Menurut kalian, apa sih yang harusnya dilakukan? Dan menurut lu yang paling penting lagi siapa sih mafia yang paling diuntungkan dengan permainan subsidi gas 3 kilo ini? Pasti lu udah tahu orangnya. Oke guys, semoga video ini bermanfaat. Ditunggu komentar kalian. Jangan lupa segera subscribe channel Benix. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories