Kind: captions Language: id Good news si nih, Guys. Duit 200 triliun yang dibagikan Purbaya ke Bank-bank Himbara itu ternyata bawa kabar baik. Kenapa? Karena ternyata bank-bank yang disalurkan itu kan diharapkan ya mereka bisa distribusikan duit itu ke bawah sehingga market hidup, dunia market real, industri real itu semua bisa hidup dengan duit R00 triliun yang diujurkan Purbahaya. Awalnya banyak orang yang pesimis lah. Banyak profesor-profesor, guru besar S3, S2 sampai S cendol juga pada pesimis. Enggak mungkinlah market tambah hidup. Enggak mungkinlah sektoril itu bergerak. Enggak mungkinlah Bang Himbara itu bisa nyalurin kredit itu. Tapi ternyata faktanya ya, kabarnya nih beberapa bank bahkan yang Himbara yang dikasih duit itu mereka minta top up, mereka minta tambah dana lagi, Guys. Tapi satu hal yang penting ya, banyak orang kemudian menganggap ini sebagai euforia yang berlebihan. Bahkan banyak grup-grup saham yang bilang bahwa ya emiten-emiten ini akan banyak emiten yang diuntungkan. Bahkan ada saham perbankan yang kabarnya bisa naik 200%. Gila juga tuh grup saham itu. Mereka bilang saham bank-bank ini ada yang bisa naik 200% loh gara-gara kucuran duit R00 triliun purba. So kalau lu penasaran ini kan channel investasi. Yuk kita kupas tuntas 200 triliun purbaya ini bisa jadi cacing apa jadi naga. Makanya lu jangan skip video ini. Let's check this. Oke, jadi kita balik lagi nih, Guys. Ini sebenarnya udah gua analisis dari 1 bulan lebih yang lalu, tapi gua enggak bikin videonya ya. Karena menurut gua enggak penting-penting banget. Cuman gara-gara ada keluar grup saham siluman itu ya, ada saham bank himbara yang bisa naik 200% gua jadi tergelitik, Guys. Mungkin ngakak juga ya. Kenapa? Apa mungkin bisa dapat 200%? Kenapa? Karena kan lu sebagai investor harus kritis berpikirnya. Gini loh, deposit yang dikasih Purbaya itu deposito on call. Jadi deposito ada dua. Deposito berjangka itu dikunci. Misalkan 2 tahun, 3 tahun lu enggak boleh ambil itu duit kalau lu deposito di situ. Atau yang kedua, deposito on call. Jadi deposit yang bisa ditarik suatu waktu. Nah, Purubaya ini taruh duitnya itu di deposit on call DOC, di bank-bank Himbara. Jadi nilai duitnya berapa? R triliun. Bukan di satu bank, tapi dibagi ke li bank. Bank pertama mandiri dapat R5 triliun. Bank BRI dapat R5 triliun. Bank BNI dapat R5 triliun. Sisanya yang kerocok-kerocok itu Bank BTN itu cuma terima 25 triliun. Lalu ada juga Bank Syariah Indonesia BSI itu dapatnya cuma 10 triliun, Guys. Nah, anyway di sini sudah jelas ya, bahwa 200 triliun itu bukan dikasih ke satu bank, tapi ke li bank dan jumlahnya berbeda-beda. Khusus bank-bank besar ya, mereka terima R5 triliun. Nah, hari ini gua mau bahas tentang satu saham ini. Tapi sebelum gua bahas sahamnya, ini disclaimer dulu. Ini bukan anjuran, bukan saran, bukan rekomendasi buat jual beli saham tertentu. Enggak. Ini gua ngasih review gua terkait 200 triliun purubaya ini. Jadi apa? Jadi lemper apa jadi tempe bacem? jadi cacing apa jadi nagan. Jadi gua buka salah satu bank karena di sini foto ceweknya paling cakep namanya Sabrina. Kata si Sabrina, di bank ini lu enggak perlu antri-antri lama, enggak pakai nunggu lama bisa langsung reservasi di Sabrina. Baik juga nih si Sabrina nih. Anyway, kita bahas Bank BRI. Ingat ya, ini bukan video rekomendasi atau jual sahamnya si Sabrina ini alias Bank BRI. Oke, kita lihat ya di layar kaca. Kamu lihat namanya juga channel investasi saham ya. Kita kupas tuntas. Duit yang Purbaya kasih itu duitnya 55 triliun. Duit 55 triliun itu akan disimpan dalam bentuk deposito on call ke Bank BRI. Nah, signifikan atau enggak sih sebetulnya 55 triliun? Ya, lu harus lihat dulu berapa sih jumlah duit yang dikelola oleh Bank BRI. Nah, kalau lu nyimpan di bank, mau lu simpanan biasa kek atau lu deposito 5 M kek, 10 M kek, segala macam, itu namanya dana pihak ketiga. Ingat ya, bisnis perbankan itu simpan pinjam. Lu nabung di bank bunganya 5%, habis itu bank pinjamin ke orang lain bunganya 12%. ada selisih bunga tuh ada margin itulah pendapatan penghasilan si bank. Nah, begitupun kita mau lihat nih preubaya taruh duit ke Bank BRI 55 triliun, artinya itu bakal dicatat sebagai dana pihak ketiga. Nah, per bulan Juli kemarin dana pihak ketiga di Bank BRI itu ada 1456 triliun, Guys. Nah, ini jumlah yang signifikan atau tidak? Gampang. Tinggal lu lihat aja berapa sih 55 triliun terhadap R456 triliun? Ternyata nilainya setara dengan 3,78%. Jadi kalau lu lihat di sini artinya ya dana pihak ketiga R5 triliun itu berkontribusi cuma setara 3,78%. Kelihatannya kecil tapi signifikan karena kan gua udah bikin hitungannya 200 triliun kalau diputar distribusi secara sempurna dia bisa bergerak jadi 11.133 triliun. Dan gua yakin ini bisa tercipta paling lambat 2 tahun enggak terjadi putaran 11.133 triliun itu. Jadi di sini sudah jelas ya kontribusi dana purbaya di BRI 55 triliun itu hanya berkontribusi 3,78%. Oke, it's ok lah. Tapi ingat ya, bisnis perbankan simpan pinjam. Tadi gua udah bilang lu nabung di bank bunganya 5% deposito. Habis itu dia pinjamin ke orang bunganya 12% ada selisih 7% itulah dimakan bank. Keuntungan dia dari bunga. Tapi dalam bunga itu juga ada beban beban bunga. Karena buat dapat cuan dari lu tentu dia keluar biaya-biaya promosi dong. tentu dia keluar biaya karyawan, biaya-biaya yang buat menarik perhatian lu sehingga lu bisa taruh duitnya di situ sehingga lu juga mau nabung di situ, sehingga lu juga mau pinjam duit dari situ. Nah, ini lu bisa dilihat di laporannya Bank BRI di per bulan Juli mereka penghasilan dari bunga itu R95 triliun. Tetapi ada juga beban bunga. Beban bunganya R triliun yang artinya net interest income itu sebetulnya 65 triliun. Wow, menarik. Tapi yang paling menarik adalah buat kita hitung beban bunga terhadap dana pihak ketiga. Ternyata beban bunga tadi kan lu lihat di layar itu 30,2 triliun. Dana pihak ketiga yang dia kelola adalah 14.456 triliun. Nah, dari sini kita bisa lihat beban bunga terhadap dana pihak ketiga itu adalah 2,07%. Ini adalah cost of fund, biaya itu ingat, mengelola dana orang pun butuh biaya buat bayar security, jagain duit dulu kan. itu semua biaya, Guys. Nah, dia punya biaya 2,07%. Nah, kalau kita lakukan yang sama, cost of fund itu kan berlaku di bulan Juli ya, 7 bulan pertama di 2025 ya. Kalau kita setahunkan ternyata cost of fund 2,07% itu dalam 1 tahun itu setara 3,55%. Jadi, cost of fun-nya BRI kita asumsikan di 3,55%. Nah, perhitungan 3,55% ini kita masukkan lagi ke dana pihak ketiga setelah diinjeksi sama Purbaya. Jadi ingat dilihat di layar kaca sebelumnya dana pihak ketiga R456 triliun diinject sama Purbaya 55 triliun dengan cost of fund 3,55%. Artinya biaya terhadap R5 triliun DPK yang baru itu juga ada biaya 3,55%. Artinya Bank BRI harus siap keluar biaya 1,95 triliun. 1,95 triliun adalah cost of fund terhadap DPK baru dan pihak ketiga yang disetor yang ditabungkan oleh si Purbahaya. 1,95 triliun itu adalah komponen buy, Guys. Yang artinya kalau Bank BRI mampu menyalurkan 55 triliun Purbaya secara sempurna ke market, dipinjamin dalam bentuk macam-macamlah bentuknya, ya tentu enggak semuanya ya. Kita di sini ada yang kita cadangkan, kita cadangkan 10% lah. Itu orang bilang GWM, giro wajib minium. Intinya kalau banknya collaps, at least ada duit deposito yang ditaruh real. Bukan duitnya dari langit nih cetak duit siluman. Enggak. Memang ada duit yang ditahan sama bank. In case something goes wrong. So, yang disalurkan dari 55 triliun gua yakin realitanya sekitar 90% yang disalurkan alias setara 49,5 triliun. Nah, 49,5 triliun itu kita sudah hitung bunga Bank BRI itu setara 13% setahun. Jadi, ini perkiraan more or less sekitar 13% per tahun. Artinya kalau Bank BRI berhasil menyalurkan 49,5 triliun itu dia bakal dapat penghasilan bunga setara 6,43 triliun. Wow, menarik loh. Tapi ingat kan pasti juga ada yang gagal bayar. Mungkin juga ada kredit bodong ya. Mungkin juga ada biaya-biaya surmanah yang kita enggak tahu. Anyway, kita tulis aja NPL-nya 3% lah. Seolah-olah enggak balik 3%. Itu loss senilai 1,485 triliun. Artinya penghasilan kotornya si BRI dari duit Purbaya ini dengan bunga 13% dia pinjamin, dia dapat penghasilan kotor setara 6,43 triliun dikurang 1,4 triliun yang artinya mereka akan mendapat penghasilan setara 4,9 triliun. Oke, cukup jelas ya 4,9 triliun setelah dikurangin MPL 3%. Tapi ingat bukan cuman berhenti di situ loh. Itu kan lu baru menghitung kalau dia NPL. Lu belum hitung tadi ada cost of fund. Cost of fund-nya berapa tadi di awal kita sudah hitung 1,95 triliun. Jadi 4,945 triliun - 1,950 triliun maka menghasilkan duit setara 2,9 triliun. Ini adalah penghasilan dia setelah dikurangin cost of fund. Jadi penghasilan dia dari 55 triliun dia pinjamin dengan bunga 13% terus NPL minus 3% hilang. Habis itu dikurangin cost of fund hasilnya adalah 2,9 triliun. Nah, tapi lu ingat oh artinya Bang BRI dapat 2,99 triliun. Cuan dong dia. Hai, gua Benix, the CEO of Benix Investor Group. Dengan lu bergabung bersama Benix Investor Group, lu bakal dapat ilmu investasi saham selama 1 tahun penuh. Dan bukan cuman itu, lu bakalan dapat strategi rahasia cuannya Benix ratusan bahkan ribuan persen cuma dari saham. Di Benix Investor Group, lu bakal dapat begitu banyak pelajaran investasi selama 1 tahun ke depan, Guys. Mulai dari sharing saham yang bagus bareng Benix setiap bulannya. Kita juga bakal update portofolio Benix dan kita juga akan membedah laporan keuangan setiap bulannya. Yang paling seru, kita juga bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang ada di ISG supaya lu bisa ngecek langsung ini saham perusahaan bagus, perusahaan bodong atau perusahaan sampah. Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli saham-saham perusahaan sampah. Nah, kalau lu gimana lu udah yakin portofolio saham lu udah bersih dari saham-saham perusahaan sampah ini. Kalau belum, mendingan lu segera sapu bersih deh kayak siem ini. Tahun lalu gua dan teman-teman di komunitas Sambenix saja udah cuan ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu juga pakai di rumah lu, ya enggak? Iya, Pak. Ini juga pakai. Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah saman, bahaya, Guys. Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka buang-buang duit, beli saham gorengan hasil rekomendasi grup saham bodong di sebelah yang hobinya jualan candlestick. Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan investasi, itu juri. Dan kalau lu masih belum join sekarang juga, Guys, lu itu udah rugi banget. Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50% lebih loh dari saham parkiran mobil yang namanya IPCC. Jadi buat apagi L ragu bergabung di komunitas saham Benix Investor Group. Soalnya guys, tahun ini aja kita udah punya list saham-saham yang berpotensi memperkaya kita semua. So tunggu apaagi guys? Kalau lu mau cuan, segera daftarkan dirimu di komunitas saham Benix Investor Group sekarang juga. [Musik] Enggak ingat, Guys. Ini belum kita hitung pajak. Dari 2,9 triliun itu bakal kena pajak perusahaan. Nilainya berapa? 19%. Yang artinya 2,99 triliun - 19% itu setara 2,42 triliun. Artinya di sini Bank BRI bakal dapat tambahan cuan nih setara 2,42 triliun. Oke, berarti good news dong bertambah cuannya. Iya, good news. Betul BRI good news. Tapi apa artinya BRI bisa naik 200% seperti kata grup-grup saham hantu belau itu? Tidak. Kenapa? Ya lu harus realistis. Kalau lu mau harga sahamnya naik 200% logikanya berarti profit perusahaan juga harus berkali-kali lipat tumbuh dong. Logis dong. Atau jumlah nasabah dia harus berkali-kali lipat tumbuh dong. logis dong ya. Kita lihat aja sekarang dia dapat tambahan cuan 2,42 triliun. Tinggal lu bandingkan dengan cuan dia yang sebelumnya sehingga lu bisa tahu lu sebagai investor tidak tertipu. Kenapa? Karena kalau lu buka profit BRI di tahun 2024 itu cuma 60,6 triliun. Ngerti enggak lu maksud gua? So, kalau lu masukin angka 2,42 triliun tambahan profit terhadap profit BRI 2024 yang 60,64 triliun, rasio tambahan cuan dari Purbaya yang 2,42 triliun itu ternyata cuma setara dengan 3,9%. Pertanyaannya kalau profit bank kesayangan lu yang namanya ini by the way gua enggak nabung dan mungkin gua sampai kapan pun tidak akan pernah dari dunia kiamat. Anyway, nambahnya profit dia itu 3,9%. Menurut lu logis enggak kata-kata grup-grup saham jebakan Batman itu bahwa sahamnya bakal naik 200%. Padahal kontribusi pendapatannya cuman tunggu nih cuannya BRI 3,9%. Lu jawab sendiri. Jadi, lu hati-hati ya sekali lagi di dunia investasi lu banyak banget orang mau goreng-goreng sama. Makanya gua setuju nih sama si Purbaya. Dia punya agenda buat dia sikat tuh siluman-siluman di pasar modal. Setuju gua sama Purbaya. Dan sekali lagi ini bantahan gua terhadap orang-orang di luar sana yang hobi pom-pom saham-saham yang sebetulnya enggak ada fundamental. Kenapa? Ya ini enggak logis sebuah saham perusahaan. Oh gara-gara perubahan nyuntik R00 triliun, saham X, saham Bank Y, saham Bank I bakal naik 200%. Enggak logis. Karena di sini udah lihat cuma naik berapa? 3,9%. Goblok. Makan pakai otak. Kalau lu mau investasi. Sekali lagi ini bukan rekomendasi jual atau beli Zam tertentu. Enggak. Gua mau sharing gimana cara sebetulnya lu berpikir secara logis dalam menganalisis sebuah emiten. Tapi guys, ingat tapi guys, ada tapinya nih. 200 triliun purba itu kan didistribusikan secara berbeda-beda. Ada bank yang dapat lebih, ada yang dapat lebih sedikit. Perlakuannya juga berbeda. Kenapa? Karena gini, tingkat nonperforming loan kredit machet di setiap bank itu berbeda. Yang kedua, tingkat DPK di setiap bank itu berbeda. Yang ketiga, cost of fund di setiap bank juga berbeda. Yang artinya dari 200 triliun yang disuntik sama Purbaya, lu tahu enggak ada bank yang dirugikan? Iya loh. Karena lu lihat sendiri kayak BRI, cost of fund-nya itu di bawah 4%. Tapi Purbaya kan udah minta bunganya berapa. Gua taruh di lu bunganya 4% ya. Artinya dia bisa jadi nombok nih. Oke. Ada juga bank yang so-so aja. Contoh kayak BRI ya diuntungkan tapi cuma tipis banget. Tapi lu tahu enggak sih ada loh emiten yang diuntungkan banget dengan injeksi 200 triliun purba. Hei menarik nih. Ternyata ada emiten yang sangat-sangat diuntungkan dan cuannya berkali-kali lipat kalau dibandingkan BRI gara-gara Purbaya injeksi 200 triliun. Nah, lu penasaran enggak kalau kita bahas lebih detail soal 200 triliun purbaya kalau dibagi ke emiten yang lain siapa sih sebetulnya yang benar-benar diuntungkan? Kalau penasaran, yuk segera join di membership YouTube-nya Benix dengan klik link di bawah ini atau scan QR code di situ karena kita bakal bahas lebih detail buat teman-teman yang memang punya minat dan ketertarikan buat belajar investasi di dunia saham Indonesia itu seperti apa. Jadi, kita bakal bahas tuh dana 200 triliun purbaya. Jadi kayak apa sih sebetulnya di emiten-emiten IASG? Atau kalau lu setuju kita bahas di YouTube yang buat publik ini aja, boleh juga lu segera like saja video ini. Begitu mencapai 24.000 likes dalam 24 jam kita langsung posting detik itu juga emiten yang diuntungkan dari 200 triliun purbaya. Oke, guys. Tunggu apaagi? Segera like video ini dan jangan lupa subscribe channel Benix atau buruan daftar di membership YouTube Benix. Sampai ketemu ya di membership YouTube Benix. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]