PURBAYA vs. KDM! 4.1 TRILLION IN MONEY STILL IN THE BANK! Who's to Blame?
x8X35dDtuy4 • 2025-10-25
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, seru banget nih, Guys. Terjadi
pertarungan nih. Pertarungan narasi yang
seru banget malah mungkin cenderung
brutal ya antara masing-masing fansnya
antara Kementerian Keuangan Purbaya
dengan Gubernur Jawa Barat KDM. Wah, ini
seru banget sih karena kemudian sampai
viral di mana-mana sampai berita
nasional maupun berita TikTok, netizen
juga sampai habis-habisan nih saling
serang satu sama lainnya. Sebenarnya
masalah apa sih? Ternyata ini ada
hubungannya dengan duit triliunan yang
kabarnya itu banyak didepositokan,
disimpan, diperbankan oleh pemerintah
raja-raja daerah ini. Pemerintah
kabupaten, pemerintah kota, pemerintah
gubernur. Ya, akibatnya ekonomi enggak
berputar. Lu tahu sendiri ya, Purbaya
penginnya ekonomi itu tumbuh. Ekonomi
itu mengalir ke bawah, duit itu berputar
di masyarakat. Ya, gimana bisa kalau
daerah-daerah di Indonesia masih banyak
yang goblok dan enggak pakai otak,
duitnya malah ditaruh di bank. So, kalau
lu penasaran prahara apa sih antara KDM
dengan Menteri Keuangan Purbaya? Jangan
dikip video ini. Let's check this out.
Jadi, Teman-teman bisa lihat di layar
kaca ya. Ini data dari Kementerian
Keuangan. Dia presentasi tentang waduh
sedih banget nih duit rakyat kita itu
ngendok aja di bank. Jadi teman-teman
lihat di layar kaca ini data dari
provinsi kabupaten kota ya. Seluruh
Indonesia per September 2025 itu ada 233
triliun loh duit pemerintahan yang
ngendok sembunyi aja udah di bank dari
233 triliun mayoritas itu yang warna
biru itu simpanan dalam bentuk giro
nilainya 128 triliun gede banget yang
kedua deposito gila banget nih duit
rakyat ya bukannya diputar buat rakyat
malah ditaruh deposito nilainya 48
triliun lalu yang ketiga itu ada
tabungan ini juga paling absurd nih Kok
duit rakyat ditabung? Tapi ya udahlah
7,43 triliun. Kecil sih cuman ya absurd.
Nah, dari situ semua lu bisa lihat
inilah kompilasi daerah-daerah di
Indonesia yang memang aneh kok
bisa-bisanya duit segitu banyak enggak
diputar ke rakyat malah asik aja
disimpan di bank, Guys. Well, anyway,
itu data dari seluruh Indonesia. Kalau
di provinsi lu lihat sendiri ya, di
level provinsi itu total 60 triliun duit
yang sembunyi di bank. Paling besar apa?
Giro 45 triliun. Kedua, yang warna hijau
14,35 triliun. Ini di level provinsi.
Dan yang terakhir nomor 3 0,6 triliun.
Nah, lalu di kabupaten kabupaten ini
tragis, Guys. Waduh, kabupaten ada duit
134 triliun yang nyangkut di bank, Guys.
Disimpan sama mereka di bank. 106
triliun yang warna biru itu dalam bentuk
giro. 21 triliun yang warna hijau. Lalu
6,34 triliun yang warna merah. Jadi,
dari sini lu bisa lihat ya, gila banyak
banget nih duit kita sebenarnya kaya
raya loh, cuman enggak kelihatan
duitnya. Kenapa? Karena sembunyi di
bank. Lalu yang terakhir itu pemerintah
kota. Total itu ada 39 triliun ya duit
pemerintah kota yang ngendok di bank.
Yang pertama yang warna biru itu
simpanan dalam bentuk giro. Yang kedua
dalam bentuk deposito warna hijau itu R
triliun. Lalu yang ketiga 0,4 triliun
dalam bentuk tabungan. Jadi dari sini ya
intinya adalah ya menurut Menteri
Keuangan B2 ini datanya dari Bank
Indonesia juga bukan ngadi-ngadi datanya
ya. Memang ada duit ratusan triliun.
Indonesia kayak raya, tapi duitnya
sembunyi di bank, Guys. Akibatnya ya
duit itu kering. Tetapi jadi peristiwa
luar biasa ketika kemudian ya kita
tahulah salah satu gubernur favorit
Benix, KDM, Gubernur Aing itu ternyata
protes keras. Soalnya apa? Purba itu
kalau enggak salah dia ada bilang ya,
bahwa duit di Pempr Jabar itu nyangkut
4,1 triliun disimpan di bank. Ah, KDM
enggak terima karena menurut dia enggak
sebanyak itu duit Jabar yang ditaruh di
bank. So, Purbaya bales lagi bilang, "Ya
udah lu kalau gak percaya lu cek aja
sendiri ke Bank Indonesia. Pokoknya kan
data gua segitu. Gua pun juga ngomongin
datanya data dari Bank Indonesia. Bukan
ngadi-ngadi turun dari langit atau dari
Gunung Kawi. Enggak. Ini data dari Bank
Indonesia. Memang Provinsi Jawa Barat
termasuk lima besar provinsi yang
mengendap di bank. Okelah, good news.
Kenapa? Karena kita punya Gubernur KDM.
KDM apa? Selalu buy. Apa yang dia
lakukan? Dia pergi ke bank Indonesia cek
datanya. Tapi ternyata memang duitnya
sudah berkurang bukan lagi 4,1 triliun,
tapi per akhir September sudah turun
jadi 3,8 triliun. Jadi datanya beda
sekitar 400 M lah datanya Purbaya. Nah,
kalau di Oktober, per Oktober ini
dananya udah turun lagi jadi 2,4
triliun. Jadi datanya kok bisa beda,
Pak? Satu bilang 4 triliun kok sekarang
jadi 2 triliun. Ya simpel aja ya. Karena
basis pengambilan datanya berbeda.
Purbaya based on what happens in
September. KDM bilang what happens in
Oktober. Ya udah pastilah duitnya
berkurang karena buat bayar gaji PNS,
bea operasional, kantor-kantor, bayar
PLN, listrik, AC ya wajar aja berkurang.
Jadi e sebentar guys, sebentar guys
sebelum kita lanjut videonya. Halo
goodis guys. Teman-teman investor Benix
Investor Summit 2025 akan segera
diselenggarakan di bulan Desember 2025
di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
penting. Yang pertama terkait energi,
yang kedua terkait bisnis logistik, dan
yang ketiga ada sektor spesial nih
dengan pembicara yang spesial juga
karena ya cuannya gede banget nih, Guys.
Nah, buat lu yang penasaran dan pengin
segera ikutan di event acara offline
spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali
yang namanya Benix Investor Summit 2025.
Yuk, segera daftar sekarang juga nih
sebelum terlambat karena kita lagi ada
promo diskon 30% sampai tanggal 30
Oktober 2025. Ingat ya, diskon 30% ini
diskon terbatas cuma buat 10 orang
pertama. Dan ingat, kursinya juga
terbatas karena cuman ada 50 kursi,
Guys. Total kursi yang kita sediakan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025. Segera
datang lagi. Segera daftarkan dirimu
sekarang juga sebelum terlambat. Ingat
ini acara eksklusif yang kita
selenggarakan private dan sangat intim.
Kita bisa berinteraksi full nih selama
24 jam karena acaranya diselenggarakan
selama 2 hari dari hari Sabtu sampai
hari Minggu, dari jam 09.00 pagi sampai
malam. So, tunggu apaagi? Segera
daftarkan dirimu sekarang juga di nomor
WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai
ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Kalau
ditanya apakah ini sebuah perseturuan
yang luar biasa? Menurut gua enggak.
Tapi memang namanya netizen, namanya
media. Senang aja goreng-goreng biar
jadi hot. Mereka ada media, ada orang
pasang iklan gitu aja, Guys. Simpel.
Yang gua mau apresiasi sebetulnya hal
yang terjadi antara KDM sama Purbaya
menurut gua ini hal yang biasa. Kalau di
luar negeri ini enggak heboh, Guys.
Orang kan bicara based on data dan ini
pun demi kepentingan rakyat. Karena kita
lihat sisi positifnya aja lah. Sekarang
semua orang jadi tahu bagaimana tata
kelola keuangan administrasi negara kita
termasuk sampai ke tingkat daerah. Lah,
gua malah apresiasi ada orang kayak KDM
ini yang benar-benar turun ke bawah
ngecek dibanding yang lainnya diam-diam
bae gitu loh. Bener apa enggak yang
penting ngerampok aja. Gua sih sangat
senang sama KDM. Dia ngecek bener
enggak. Jangan-jangan anak buahnya
ngibulin dia. Gitu juga sebaliknya sama
si Purbaya. Makanya ya teman-teman juga
harus lihat ini dengan kacamata yang
lebih dewasa gitu. Jangan mudah
diombang-ambing dengan netizen bilang A
bilang B. Enggak. Lu udah tahu semua
lah. Salah satu menteri favorit BENX itu
ya selain Amran ada Purbaya dan gubernur
favorit Aing ya KDM. Jelas. Nah, ketika
gua melihat dua-duanya kalau framing
netizen atau media-media mereka
berantem, gua enggak percaya menurut
gua. Ya, ini salah satu bentuk
akuntabilitas bahwa pejabat publik kita
yang kita gaji pakai pajak kita, mereka
bekerja buat kita. Jadi, ini gua
apresiasi. Terus, "Pak, sekarang siapa
yang salah, siapa yang benar?" Oke,
gampang aja. Ada KDM bilang dia udah
cek, "Enggak ada tuh depositonya Jawa
Barat di sana, terus dibalas lagi sama
si Purbaya. Lah, kalau enggak ada
deposito, lu taruh di mana?" "Ditaruh di
giro." Lebih rugi lagi dong, kan?
bunganya lebih kecil. Betul enggak? Ya,
betul. Bunga giro biasanya juga lebih
kecil. Tapi apakah artinya si KDM salah
atau di sini Purbaya yang salah? Simpel.
Gampangnya begini, Guys. Kita mau
ngomong soal administrasi negara yang
baik. Karena dua orang ini adalah admin,
ya. Mereka ini administratur negara nih.
Satu di level Kementerian Keuangan, satu
di level daerah. Di Provinsi Jawa Barat.
KDM bilang, "Salah tuh Purbaya. Orang
enggak ada di deposito. Memang kita
enggak ada deposito Jawa Barat." Nah,
yang gua bilang adalah memang Purbaya
enggak pernah bilang ada duitnya
deposito. Purbaya bilangnya ada duit
Jabar di perbankan. Ternyata dicek KDM
dalam bentuk giro. Jadi benar enggak?
Benar. Dua-duanya benar. Yang dibilang
KDM itu benar. Enggak ada duit pemprov
Jabar di deposito. Benar. Adanya di
Giro. Nah, Purbaya salah dong kalau
gitu. Enggak juga karena Purbaya
bilangnya duitnya ada di bank. Oh, gitu.
Nah, buat teman-teman yang belum tahu
ya, lu kalau buka rekening di bank itu
biasanya cuman ada tiga bentuk rekening,
Guys. Yang pertama rekening tabungan.
Ini buat lu manusia biasa nih
tabungannya pasti dalam bentuk simpanan
tabungan nih. Yang kedua itu giro. Ini
biasanya perusahaan simpan duit dalam
bentuk giro. Nanti gua jelasin bedanya
apa. Lalu yang ketiga, simpan duit dalam
bentuk deposito. Oke, jadi cuman tiga
ini, Pak. Bedanya apa, Pak? Kalau lu
tabungan itu biasanya bunganya kecil dan
duitnya lu bisa tarik simpan, tarik,
simpan. giro sama juga bunganya kecil,
tapi biasanya lu bisa tarik dana atau
simpan dana dalam jumlah yang jauh lebih
besar. Itulah kenapa perusahaan itu
simpan duitnya dalam bentuk giro. Nah,
dalam kasus Pempr kita ngomong duitnya
kan triliunan ya. Dan ketika dia bayar
gaji karyawan, bayar listrik, bayar
vendor nilainya miliaran, udah pasti
enggak bisa pakai rekening tabungan.
Kenapa? Karena lu tahu sendiri rekening
tabungan transfer di Mandiri maksimal
Rp100 juta. Transfer di BCA maksimal
Rp300 juta sehari. Ya enggak bisa. Orang
duit mereka itu triliunan sekali
transfer aja bisa ratusan miliar. Jadi
enggak mungkin dan enggak realistis
kalau ada pemerintahan daerah yang
sedemikian gobloknya sampai buka
rekening tabungan. Makanya gua ngakak
habis tuh kok bisa-bisanya ada ya Pem
punya rekening tabungan. Apa ini isim
pedas simpanan pedesaan? Ini konyol
banget asli. Kenapa konyol? Karena
bunganya kecil. Oke, jadi dari aspek ini
udah betul yang dibikin oleh KDM ya. Dia
taruh duitnya di bank dalam bentuk
simpanan giro terus kemudian dibilang
sama Purbaya kalau gitu rugi dong. Kan
bunganya giro di bawah deposito. Betul
enggak, purba? Betul bunga giro di bawah
deposito. Tapi tunggu dulu, dalam
konteks administrasi daerah,
administrasi publik kan ada uang harian.
Lu bikin acara, lu bayar parkir, lu
bayar gaji, lu bayar vendor, lu bayar
listrik. Itu kan enggak bisa lu tempo.
Kenapa maksudnya di tempo? Karena kalau
lu buka rekening deposito, lu tahu
sendiri yang namanya deposito. Lu bisa
deposito 1 tahun, gimana caranya lu
bayar gaji guru kalau duitnya di
deposito 1 tahun? Kan enggak logis. Duit
kan harus keluar masuk. Deposito 6
bulan, deposito 3 bulan. Memang ada
deposito berjangka yang duit lu dikunci
mati. Tapi apakah bijak seorang
pemerintah daerah taruh duitnya di
deposito terus mati duitnya selama 3
bulan, 6 bulan? Menurut gua enggak
bijak. Dan menurut gua KDM pun enggak
bakal lakukan itulah. Dia juga ngerti
lah. Kan harus ada yang dibayar. Biawa
operasional itu gimana? Setiap hari ada,
setiap minggu ada, setiap bulan ada.
Enggak logis. Jadi udah pasti bukan itu.
Lalu ada lagi satu lagi deposito on
call. Deposito yang bisa ditarik
kapanpun. Purbaya waktu narik 200
triliun dari Bank Indonesia dia taruh ke
imbarat itu deposito on call bisa
ditarik kapanpun. Tapi dalam konteks
kita ngomong ya konteks pengelolaan
keuangan yang baik ya menurut gua ya
paling logis bukan disimpan duit itu
dalam bentuk deposito, bukan juga
disimpan dalam bentuk tabungan, tapi
paling logis disimpan dalam bentuk giro.
Makanya teman-teman jangan heran kalau
data tadi yang kita tampilkan di layar
kaca ya mayoritas itu disimpan dalam
bentuk giro. So kalau begitu apa kita
bilang si KDM salah? Enggak. Kenapa?
Karena ya udah benar simpannya dalam
bentuk giro. Enggak mungkin di tabungan
karena tabungan ada limit transfer yang
sangat kecil. Terus kalau gitu siapa
yang salah? Ini gua mau kasih tahu sama
lu. Yang benar adalah dua-duanya benar.
Karena lu bayangin ya, kalau duitnya
enggak ditaruh di bank, kan tadi
pilihannya cuma tiga, simpanan, giro
sama deposito. Lu enggak taruh di bank,
duit triliunan ditransfer dari pusat. Lu
mau taruh di mana? Taruh di kolong
tempat tidur. Si KDM tuh harus taruh
kolong tempat tidurnya. Gua rasa enggak
lah ya. Atau taruh di kulkas, taruh di
lemari. Enggak. Emang mau pencucian
uang? Kagak.
Logikanya memang lu punya duit triliun
ya simpannya di bank. Jadi udah benar
yang dilakukan KDM. Lalu apa yang
dibilang Purbaya itu salah juga enggak.
Karena Purbaya juga bilang aneh kalau
duit pemerintah daerah itu ngendok aja
mati aja di bank. Lebih aneh lagi kalau
jadi deposito itu udah jadi aneh. Jadi
di sini yang gua mau bilang adalah
dua-duanya benar. Nah teman-teman di
sini juga bisa ambil kesimpulan bahwa
apa yang terjadi di media-media ini lu
jangan kena framing. Dua-duanya ini gua
yakin pun enggak mushan. Karena
dua-duanya menurut gua dan gua sangat
yakin kedua orang ini ya pro rakyat ya.
Mereka berusaha kerja, lakukan yang
terbaik ya buat rakyat. Nah, kalau
mereka saling beradu argumen atau lu
lihat debat di publik itu hal yang
normal ya. Semua negara lakukan itu
saling check and balances. Jadi para
pejabat kita based on data ya mereka
bisa berdiskusi bahwa argumentasinya
masing-masing dan ini hal yang harus
kita normalisasi. Enggak ada yang aneh.
Dan teman-teman juga lu jangan mudah
kemakan isu ya. ya karena lu udah tahu
menteri favorit gua ya selain Amran ya
Purbaya gua suka banget sama Purbaya dan
gubernur favorit gua ya gubernur aing
lah KDM nah dari peristiwa ini udah bisa
bilang siapa yang benar simpel
dua-duanya benar yang dilakukan Purbaya
benar kenapa karena begitu sejak dia
bawel nyerocos dia soal duit-duit yang
mati dibawa oleh Pemprupat
kota, gubernur biadab taruh di bank
enggak tahu bunganya dinikmati siapa
yang terjadi teman-teman Kita banyak
terima inbox kok, DM. Wah, berkat Pak
Purubaya, banyak vendor-vendor yang
mendadak dibayar sama pemerintah daerah.
Ketakutan mereka. Gua yakin teman-teman
sini tulis deh di kolom komentar siapa
yang gara-gara viral nih berita purbaya
maki-maki, pejabat-pejabwat daerah,
duitnya ditaruh, duit APBN ditaruh di
tabungan. Siapa yang langsung cair
proyeknya? Jujur-jujur aja lah. Gua
tahulah, lu tahu. Lu pasti langsung
senang kan, happy, langsung cair kan
semuanya. Ya, itu sisi positifnya. Jadi
memang selama ini banyak yang
ditunda-tunda. Ya, kita enggak bilang
KDM seperti itu. Enggak. Gua rasa KDM
adalah administrator negara yang baik.
Nah, tapi kita konteksnya ini banyak
daerah-daerah yang menurut gua tidak
bijak sehingga banyak tuh tukin
tundangan kinerja PNS, tunjangan
sertifikasi guru di tempo, Guys. Ada
yang sampai 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan.
Kalau lu lihat tempo pembayarannya
sengaja diulur-ulur, ya simpel aja
karena nunggu bunganya cair, ya kan? Ini
yang kita enggak mau itu terjadi.
Makanya gua sangat mengapresiasi loh
Purbaya mau bawa isu ini ke publik
dibandingkan menteri-menteri sebelumnya
yang diam-diam bae, diam-diam baik
tahu-tahu duit menghilang aja mendingan
yang begini menteri kita. Gua sih
setuju. Jadi ya kesimpulannya gua itu
sangat setuju sama Purubaya dan gua juga
sangat setuju sama KDM. Kita sekarang di
era digitalisasi semua based on data.
Publik bisa men-judge kita. Nah, gua
punya saran nih buat Purbaya. Kayaknya
udah bagus nih di era sekarang bukan
cuma APBN kita yang dijembrengin di
publik. Kayaknya bagus juga ya
Instagramnya Kementerian Keuangan itu
jembrengin aja per bulan. Mana
daerah-daerah kabupaten, kota, provinsi
yang itu tidak cair-cair yang masih
bodoh. So, gua jujur jujujuran aja di
sini. Menurut gua sih Jawa Barat justru
malah termasuk daerah yang bagus sih
penyerapannya. Karena kan APBD dia
sekitar 32 triliun, Guys. 2025. Kalau
menurut KDM saldo dia tinggal sisa 2
sampai 3 triliun ya katanya ya per
Oktober ini. Artinya kan dia termasuk
yang efektif loh. Hampir 90% duit itu
udah terserap tinggal sisa 10% ya
sekitar R triliun lah ya buat sampai
akhir tahun Oktober, November, Desember
bayar gaji PNS, IWO. Jadi gua bisa
bilang ini sangat baik. So, di sini bisa
jadi kesempatan nih buat ditunjukkan
sama Menteri Keuangan kita daerah
keterbukaan langsung aja buka data taruh
di Instagramnya Kementerian Keuangan
mana daerah-daerah yang serapan
anggarannya sangat kecil tapi
tabungannya di bank itu sangat besar
karena kalau lu pakai rasio itu pasti
langsung kelihatan bahwa Jawa Barat
termasuk yang bagus serapannya. Yakin
gua? Karena duit yang tersisa cuman
berapa? 2 sampai 3 triliun ya? Padahal
APBD-nya 30 triliun lebih. Artinya kan
serapannya bagus. Nah, banyak loh daerah
di Indonesia yang memang saking blow
onnya bentar lagi ganti tahun lu tahu
serapan anggarannya masih di bawah 60%.
Sedih, Guys. Nah, itu yang gua minta
Kementerian Keuangan dikejarlah,
dibawalah ke ruang publik biar semua
masyarakat itu bisa lihat menyaksikan
bahwa ee negara kita enggak maju-maju.
Ini bukan cuma soal presiden atau
menteri, enggak. Tapi juga ada
pemerintah di daerah-daerah yang
sayangnya enggak sepintar KDM. Ya, ya
mereka enggak ngerti gimana cara
jalankan provinsinya, kabupatennya,
kotanya dan itu banyak. Bahkan ada yang
serapan daerahnya itu di bawah 50% kan
sedih akibatnya ya daerahnya enggak bisa
maju, Guys. Enggak dibangun duitnya
ngendok aja di deposito makan bunga aja.
Bunganya ke mana? Siapa yang tahu? Dan
yang sedih karena duit itu diendepin 1
tahun biar dapat bunga. Kan kalau
bunganya 1 tahun lebih gede ya dibanding
bunganya cuman 1 bulan deposito. Makanya
lu jangan heran di Indonesia biasanya
proyek-proyek itu baru cair, baru jalan
ya bulan November, Desember bikin jalan,
bikin jembatan, bongkar trotoar dan itu
konyol. Karena biasanya akhir tahun
hujan berarti jalannya cepat rusak,
trotoarnya cepat rusak, aspalnya,
betonnya cepat rusak. Orang masa
renovasi ketika musim hujan. Tapi itulah
fakta. Semoga lu sekarang menjadi clear
ya, kenapa banyak banget projek itu cair
di akhir tahun. Karena nunggu bunga
depositonya cair maksimal, Guys. Ingat,
karena rugi kalau depositonya cuman 3
bulan, 6 bulan bunganya kecil. Kalau 1
tahun bunganya gede. Lumayan loh. So,
teman-teman di sini kita bisa ambil
kesimpulan masing-masing ya. Gua yakin
follower Benix itu semua pada dewasa,
cerdas, dan enggak terbawa tuh narasi
media-media oligarki khususnya yang mau
adu domba nih, gubernur favorit gua
dengan menteri favorit gua. Kalau
menurut gua dua-duanya benar. Dari sini
kita bisa ambil ya namanya pejabat
publik ya harus berani ngomong di publik
based on data di sini dua-duanya oke
dua-duanya benar so good job nih thank
you ya buat para pemimpin kita eh
Purbaya sama KDM yang mau bawa isu ini
ke publik dan ini jadi pembelajaran nih
karena di luar nih gua tahu banyak yang
ketakutan bupati-bupati walikot gubernur
lain pada ketakutan makanya buru-buru
cair nih buru-buru dibayar tuh gaji-gaji
guru PNS yang sama ini ditekan ditan-tan
dan vendor-vendor komen dong di bawah
ini siapa yang langsung cair pembayaran
proyeknya itu yang udah nyangkut selama
berbulan-bulan enggak dibayar-bayar sama
PEM Prof. lu, sama Pemda lu, sama Pemkup
lu. Langsung sharing ya pandangan kalian
di bawah ini. Lu setuju enggak dengan
pandang Benix bahwa ya dua pejabat ini
yang kita harus dukung terus, kita harus
support terus. Semoga ya tambah solid
lah membawa pemerintahan kita pada
fungsinya, pada role-nya masing-masing
ya, supaya Indonesia tambah bagus lagi.
Oke, segera sharing ya. Tuliskan
pendapat kamu terkait prahara antara KDM
dan Purbaya. Ini hal yang positif atau
negatif sih buat bangsa kita? Ditunggu
pandangan kamu seperti apa. Semoga video
ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan.
Bye bye.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:57 UTC
Categories
Manage