Transcript
VxEx5-6fWTU • ARE YOU TIRED OF BEING POOR? HERE ARE 4 STEPS TO FINANCIAL FREEDOM!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0472_VxEx5-6fWTU.txt
Kind: captions
Language: id
Halo buat teman-teman karyawan di rumah
yang masih pusing, jenuh, bingung, dan
mungkin sering marah ya. Kenapa tiap
kali lu gajian kok kayaknya gaji lu
langsung habis numpang lewat? Enggak
jadi apa-apa. Lu bingung dan lu udah
kelakukan itu berpuluh-puluh tahun tapi
enggak jadi apa-apa. Lu harus nonton
video ini, bahkan lu harus share video
ini ke teman-teman kalian, ke anak
kalian, supaya apa? Mereka bisa merdeka
bukan lagi menjadi budak. Loh, kok bisa?
Lu tahu enggak sih? Sebetulnya lu tuh
berhak loh buat lepas dari kutukan itu
dan semua orang bisa kok. Gua ngasih
saran ini ya karena gua dulu juga mantan
karyawan. Sebelum sekarang gua jadi
investor. Ini ada ilmunya dan lu harus
tahu ilmu ini karena kalau enggak lu
enggak bisa lepas dari jebakan dan
kutukan itu. Dan ini udah diajarkan nih.
Ada sebuah buku dari orang terkaya di
Babilonia kuno. Orang terkaya itu lu
tahu dia bukan anak orang kaya, anak
perdana menteri, anak presiden, no bukan
juga anak konglomerat atau pengusaha
dong. Dia adalah budak namanya Arcad.
Dan ini lu bisa temukan di sebuah buku
yang berjudul The Richest Man in
Babylon. Jadi, gua bakal ngajarin lu ya
empat tahapan bagaimana caranya lu bisa
jadi merdeka, jadi orang yang bebas
secara finansial, dan yang paling
penting lu bisa tahu gimana caranya uang
itu bekerja buat lu, bukan sebaliknya.
Nah, buku ini begitu sakti, Guys. Buku
ini ditulis 100 tahun yang lalu, ya, di
tahun 1926
dan udah berulang kali dikatakan sebagai
buku yang paling penting di dalam
hidupnya investor legendarison Buffett
dan Charlie Manger. Lu penasaran enggak
kenapa mereka bisa jadi orang terkaya di
dunia? Ya, langsung aja yuk kita belajar
dari buku legendaris favoritnya Charlie
Manger ini. Gimana caranya seorang budak
bisa menjadi orang terkaya di Babylonia.
Dan kisahnya menginspirasi investor
legendaris favorit kita, Charlie Manger.
Jadi, buat teman-teman yang belum tahu
ya, era Babilonia kuno itu ya di situ
masih legal buat jual beli budak. Bahkan
ya sampai abad modern pun Amerika,
Belanda, Eropa itu juga masih melakukan
aktivitas perbudakan sampai tahun
1800-an. Ini hal yang normal. Di
Indonesia pun banyak perbudakan itu
dilakukan. Tapi kita mau bicara soal era
Babilonia Kuno. Jadi cerita The Riches
Man in Babylon ini cerita tentang soal
budak. Kisah seorang budak sangat miskin
sekali pengin jadi orang kaya namanya
Arkat. Nah, dia tahu dia enggak punya
harta warisan. Dia tahu dia enggak punya
kebon yang besar. Dia enggak punya kebon
sawit, Guys. Tapi yang dia tahu apa? Dia
punya tenaga. Jadi apa yang dia lakukan?
Dia menjual dirinya sebagai budak. Tapi
dia tahu itu bukan akhir dari segalanya.
Karena dia lakukan itu untuk
mengumpulkan uang. Jadi beda ya dengan
konsep yang lu tahu. Budak kerja paksa
di Indonesia itu palsu. Budak itu bahkan
di Romawi lu ya lu dapat duit, dapat
upah. Kalau di Romawi kuno salah satu
jalan menuju kekayaan ya lu jual diri lu
jadi budak atau jual diri lu menjadi
gladiator. Tapi sama juga budak juga
tapi lu dapat duit kok sampai lu bisa
beli kebebasan lu sendiri. Jadi ciri
khas di sistem Babilonia kuno, sistem
perbudakannya adalah budak itu bukan
pekerja bebas. Jadi beda kayak karyawan
ya. Budak itu milik. Jadi ada
pemiliknya, ada ownernya namanya
majikan. pemilik budak slave owner. Dan
budak-budak ini enggak kayak karyawan
swasta atau lu PNS ya. Mereka itu kan
terima gaji tiap bulan nih karyawan PNS
swasta. Nah, kalau budak itu mereka
bukan sistem pembayaran gaji rutin, tapi
mereka terima bagi hasil atas pekerjaan
mereka. Mereka bisa terima bagi hasil
dalam bentuk hasil padinya. Kalau panen
atau anggur atau zaitun atau bisa juga
dapat makanan. Itu yang diperoleh oleh
seorang budak. Lalu, gimana caranya
seorang budak itu bisa merubah nasibnya?
Gampang. Budak yang pintar dan brilian.
Dia dikasih makanan, dia gak langsung
habisin semuanya. Dia dikasih zaitun,
dia dikasih beras, dia gak langsung
habisin bulir-bulir beras, enggak. Dia
akan simpan sebagian. Yang artinya
walaupun mereka enggak terima duit, tapi
mereka menabung dari hasil kerjanya
kecil-kecilan, sedikit-sedikit sampai
kemudian jadi bukit dan bisa menebus
buat beli dirinya sendiri. Jadi budak
itu kalau mau merdeka bisa tebus bayar,
beli kemerdekaannya sendiri dari
majikannya. Boleh, boleh. Jadi dari sini
kita bisa lihat ya, sistem pekerjaannya
bukan kontrak kerja sama atau PKWT atau
PKWT. Enggak. Sistem kontraknya adalah
berbasis kepemilikan manusia. Selama lu
tidak bisa tebus harga diri lu, nilai
lu, lu adalah budak gua. Tapi di sini
penulis itu mau menunjukkan begini. Ada
sebuah nilai-nilai di situ. Nilai yang
paling penting apa? Sebagai budak atau
lu karyawan? Apa yang penting? Lu harus
tahu sebagian kecil dari penghasilan lu.
Walaupun itu hanya gandum atau beras
atau alpukat atau lu dapat bagi hasil
udang, telur, ayam. Itu adalah hak lu.
Itu harus tahu dulu. Dan itu jangan
sampai lu sia-siakan. Itu adalah milik
lu dan lu harus belajar menyimpannya.
Nah, ilmu menyimpan duit ini makanya
diajarin di sini enggak semua orang bisa
punya. Bahkan orang kaya sekalipun, anak
konglomerat sekalipun banyak yang
hartanya numpang lewat karena enggak
punya ilmu buat menyimpan uang. Nah,
seorang budak di Babilonia yang namanya
Arcad ini ternyata sangat brilian karena
dia tahu dia pengin rubah nasib dia.
Tapi dia enggak punya kebon sawit, Guys.
Dia enggak punya kebon gandum. Dia
enggak punya kapal buat mancing ikan
tuna. Enggak bisa. Dia juga enggak bisa
jadi mafia subsidi BBM karena waktu itu
King Bahul belum ada. Jadi apa yang dia
lakukan? Dia menjual dirinya menjadi
budak supaya dia bisa mendapat
penghasilan. So, gimana caranya ya,
seorang budak yang namanya arkad ini
bisa menjadi orang yang merdeka di
kemudian hari dan bahkan bukan cuma
merdeka loh, menjadi orang terkaya di
Babilonia. Nah, jadi ada empat tahapan
gimana caranya si Arcad ini bisa meraih
kebebasan finansial dan juga kebebasan
buat dirinya sendiri. Lu harus catat
baik-baik ini karena ini sudah dilakukan
oleh banyak orang sukses di seluruh
dunia. Ingat loh, buku ini usianya udah
ratusan tahun lebih tua daripada bapak
lu ya. Jadi, lu harus baca dan dengerin
kata buku ini. Apa yang dia bilang?
Pertama, lu harus belajar menggemukkan
dompet lu. Bikin dompet lu itu jadi
gendut. Tentu bukan cara lu korupsi gitu
ya atau lu jualan solar subsidi. Enggak.
Tentu lu mulai belajar gemukan dompet lu
ya sebagai karyawan dengan menyisihkan
sebagian gaji yang lu punya. Jangan gaji
lu numpang lewat doang. Jadi prinsip
yang pertama mulailah belajar
menggemukkan dompet lu atau rekening
bank lu lah gampangnya. Atau kalau di
gua ya RDN gua, rekening saham lu.
Belajar buat bikin itu jadi gendut. Gua
mau kasih contoh, ada juga nih orang
punya gaji Rp9 juta sebulan, tapi
gajinya selalu habis di akhir bulan buat
bayar semua tagihan-tagihan kebutuhan
dia sehari-hari. Katakan saja namanya
Mr. X. Nah, kalau lu pakai konsep
seperti Mr. X itu setiap terima gaji,
gaji itu selalu habis, lu tahu enggak
apa yang terjadi? Di situ sudah bisa
lihat bahwa Mr. X tidak pernah bekerja
untuk dirinya sendiri. Mr. X adalah
budak. Kok bisa? Ah, ini melanggar
prinsip yang pertama. Karena lu tahu ya,
Mr. X gajinya Rp9 juta sebulan. Kalau
ditanya, "Kok lu gak bisa sih nyimpan
duit lu, kenapa selalu habis?" Oh, gak
bisa, Pak. Makan saya habis Rp2.700.000.
Uang kos atau sewa kontrak rumah saya
habis Rp2.400.000.
Bayar cicilan motor habis Rp1.200.000.
Bayar hiburan, entertainment, Ngave,
nonton bioskop Rp900.000. Ngasih orang
tua Rp900.000. Nah, ini bagus nih. Beli
bensin Rp600.000. Kebutuhan pribadi
lainnya Rp600.000. beli kolor, cara
dalam, dan lain-lain ya. Beli listrik
dan air Rp300.000 total itu Rp9 juta
dalam 1 bulan 30 hari kerja itu habis
duitnya. Nah, ini kalau lu pakai konsep
yang sama seperti Mr. X, yakin dan
percayalah lu itu bukan manusia, tapi lu
itu budak, Guys. Kenapa? Karena gini,
budak di zaman Babilonia kuno disuruh
dia tebas padi, panen beras. Apa yang
terjadi? Beras itu ladangnya punya orang
lain. Lu cuman budak. Lu bawa beras yang
sudah lu panen, lu bawa ke majikan lu.
Lu bawa 10 karung, nanti majikan lu
ambil satu cangkir kopi, dia serok itu
beras, dilempar ke muka lu. Itulah
bagian lu sebagai budak. Jadi, setiap
habis panen atau habis jualan hasil
ternak, hasilnya lu bawa dulu ke majikan
lu. Baru nanti dapat bagian upah dari
majikan lu sebagai budak. Bedanya apa
sama lu yang gaji R juta sebulan? Begitu
lu terima gaji nih R juta per bulan,
sebelum lu nikmatin, lu bayar dulu tuh
pajak PPH ke negara, stor majikan dong.
udah dikasih hidup, bernafas, oksigen,
numpang berdiri di Republik Indonesia
kan setoran lu bayar bisa 5%, bisa 15%,
bisa 35%. Oke, jadi lu wajib dulu setor
ke bank penghasilan lu kepada raja.
Setelah lu setor kewajiban lu kepada
negara untuk memperkaya pejabat-pejabat
korup di atas sana, setelahnya lu
jealous dong. Wih, enak banget dia ya.
Dia enggak ikut macul-macul, tapi dia
menikmati hasil keringat gua. Lu
langsung berpikir, "Wah, gua juga bisa
kayak dia dong." Jadi, apa yang lu
lakukan? Duit R juta lu, lu gunakan
untuk memperkaya Pertamina dong. Beli
bensin. Lu gunakan buat memperkaya
pengusaha restoran. Lu gunakan untuk
memperkaya perusahaan leasing motor. Lu
gunakan buat memperkaya Unilever. Lu
gunakan untuk memperkaya
perusahaan-perusahaan lainnya. Dan itu
bukan buat diri lu sendiri. Lu berpikir
lu sedang mensenangkan hati lu dengan
ganti handphone baru, beli motor baru,
ngafe baru, cobain donat baru yang
paling enak katanya turun dari langit.
Ini donat dibuat oleh bidadari. Tapi lu
merasa lu sedang membahagiakan diri lu.
Tapi tidak, karena yang lu lakukan lu
adalah memperkaya orang lain. El
memperkaya majikan-majikan lain. Lu
tetap menjadi budak. Percayalah kalau lu
lakukan dengan konsep ini yang sama
sampai 20 tahun ke depan. Bagus. Jadi
makin banyak pengusaha yang kaya raya
karena makin banyak koleksi budak-budak
kayak lu tuh yang enggak ngerti cara
pegang duit. So, Arcad di buku ini
mengajarkan ya, lu harus lepas dari
perbudakan modern. sisihkan sebagian
uang gaji lu minimal 10% itu di awal
terlepas dari apapun itu. Lu mau
pengeluaran bayar listrik, PLN, pinjol,
judul, apa segala macam enggak keluarin
dulu 10% minimal loh lu simpan. Ini
artinya lu sedang membayar diri lu
sendiri. Ingat konsep budak arcad di
Babilonia. Kenapa dia enggak pakai
seluruh hasil panen itu buat dia
nikmatin sendiri? Karena dia mau membeli
kebebasan dirinya. Ketika dia dilempar
satu cangkir beras, dia akan sisihkan
satu sendok. sisanya dia bisa makan.
Dilempar lagi besok satu cangkir beras.
Eh, budak ini bagian lu hari ini. Dia
sisihkan satu sendok. Dia sisihkan satu
sendok. Dia belajar menyisihkan
penghasilan dia. Dia tabung sisanya baru
dia pakai. Jangan kebalik lu bego. Lu
budak dikasih satu cangkir beras apa
yang lu lakukan? Lu rebus makan semua.
Budak lu memang lu memang budak lu
bodoh. Besok begitu lagi kerja kasih
satu cangkir habis lagi satu cangkir.
Selamanya lu jadi budak kerja di kebon
milik raja Babilon itu. Lu jadi budak
guys. Belajarlah seperti arcad. Sisihkan
satu sendok. Sisihkan satu sendok. Atau
dalam arti modern gaji lu harus lu
sisihkan dulu baru lu makan-makan, bayar
kos, ngasih orang tua, kebutuhan
pribadi, listrik, air, wartek, pacaran,
segala macam. Jadi, lu jangan kebalik.
Banyak orang di Indonesia gua lihat ya,
yang gajinya R juta sekalipun. Apa yang
terjadi begitu dapat duit? Belanja,
belanja, belanja, belanja. Bayar cicilan
motor, cicilan mobil, cicilan rumah, apa
segala macam. Hobinya apa? Memperkaya
dealer mobil, memperkaya pemengusaha
bank. Ya, gua sih happy-app aja gua
pegang sahamnya. Ya, makin banyak orang
bodoh kayak lu dan mental budak kayak
lu, ya makin kaya. Owner-owner ini
bisnis owner, investor, sudah jelas.
Makanya yang lu harus lakukan apa?
Begitu terima gaji, sisihkan 10%.
Sisanya baru lu pakai. Ya, kalau dalam
konteks gua kalau bisa lebih dari 10%
lah. 10% juga menurut gua kecil. Jadi,
lu kalau bisa lebih dari 10% lu harus
sisihkan. Dan asal lu tahu ya, ini bukan
lu habiskan buat diri lu loh. Dalam
konsep arcut, lu sedang memperkaya
majikan-majikan. Kesempatan lu buat
memperkaya diri lu sendiri di 10% itu
cangkir satu sendok gitu. Jadi di sini
teman-teman yang mau diajarkan sama
Arcad adalah kalau lu mau jadi budak
boleh, tapi lu punya mindset. Lu jadi
budak dengan target membeli kebebasan
lu. Dengan cara apa? menyisihkan
sebagian penghasilan lu. Jangan kebalik.
Orang dapat gaji spending, spending,
spending ada sisa baru dia tabung.
Goblok. Lu dapat gaji tabung dulu ada
sisa baru spending, spending, spending.
Ngerti ya konsepnya? Kalau enggak lu
tidak akan pernah bisa membeli kebebasan
lu. Percayalah. Gua udah lihat, gua dulu
punya karyawan umur 67 tahun masih
kerja. Gila yang bener aja. Karena apa?
Dia tidak pernah belajar membeli
kebebasan dia. Yang dia lakukan apa?
Memperbudak dirinya sendiri terus saja.
Gak mau membeli kebebasan dirinya. Lu
harus belajar kayak arcad punya mental.
Target gua merdeka 20 tahun lagi.
Caranya gimana? Satu cangkir gua ambil
satu sendok teh. Satu cangkir gua ambil
satu sendok teh. Setelah 20 tahun jadi
gudang itu beras itu lu jadi orang kaya.
Tapi kalau lu enggak punya mentalitas
arcad punya daya tahan itu ya susah.
Tapi lu harus bisa kalau enggak lu
selama-lamanya menjadi budak. Nah itu
yang pertama. Yang kedua apa? Lu harus
belajar mengontrol pengeluaran dan tahu
bedanya antara kebutuhan sama keinginan.
Ini udah berulang kali gua bilangin sama
lu dan ilmu ini udah ada sejak
beratus-ratus tahun lalu. Bahwa banyak
orang tidak ngerti bedanya kebutuhan
sama keinginan. Lu gonta-ganti jam baru
itu keinginan bukan kebutuhan. Kebutuhan
tuh kalau enggak dipenuhi lu mati, Guys.
Contoh, lu butuh untuk minum hari ini,
lu butuh untuk makan hari ini, itu
kebutuhan. Tapi kalau lu butuh buat
pasang casing baru di handphone lu, itu
keinginan. Karena kalau enggak dibeli
pun enggak kenapa-napa. Jadi itu bukan
hal yang necessary, yang penting dalam
kehidupan lu. Jadi pelajaran kedua dari
arcad itu adalah lu harus belajar
mengontrol pengeluaran lo. Jadi
prinsipnya ini adalah jebakan budak ya,
mental. Beratus-ratus tahun, beribu-ribu
tahun nenek moyang lu diperbudak. Udah
pastilah nenek moyang lu itu budak. Dan
ini mengakar ketika lu lahir ke dunia
ini, jiwa lu, jiwa budak lu berpikir. Lu
tahu enggak jiwa budak itu? Jiwa budak
itu lu berpikir kebutuhan gua itu
bertumbuh seiring dengan pertumbuhan
pendapatan gua. Lu dikasih tanam jiwa
budak untuk jadi konsumtif. Oh, kalau
dulu gaji gua cuman R juta sebulan,
handphone gua Nokia enggak apa-apa. Tapi
hari ini handphone gaji gua udah Rp9
juta sebulan, berarti handphone gua
harus Samsung. Oh, gaji gua udah R3 juta
sebulan. Berarti iPhone gua harus
iPhone. Oh, gaji gua sekarang udah naik
dua kali lipat. Berarti gua harus jual
motor gua, ganti mobil gua. Nah, itu
jebakan budak, Guys. Dan ini udah ada
dari nenek moyang lu zaman dulu. Karena
dulu apa? Hidupnya susah banget. Cuman
bisa makan getuk getuk getuk getuk
tiba-tiba dapat duit apa yang dia
lakukan? Jual harta tanah warisan. Panik
langsung duitnya habis ke mana-mana.
Nyambung enggak lu? Jadi mentalitasnya
apa? Ini yang namanya necessary
expenses. Orang merasa ini penting
banget buat gua. Handphone ini gua
enggak bisa hidup tanpa apartemen itu.
Gua enggak bisa hidup tanpa mobil itu.
Gua enggak bisa hidup tanpa perhiasan
itu. Gua enggak bisa hidup tanpa baju
bermerek seperti itu. Itu manipulatif,
Guys. Lu menipu diri lu sendiri. Tapi
itu udah standar. Karena mayoritas
manusia punya mental budak itu untuk
apa? Meningkatkan konsumsi dia seiring
peningkatan pendapatan dia. Satu-satunya
cara apa? Lu harus berani memprotes jiwa
budak itu. Lu harus punya nyali buat
melawan, eh mental budak nenek moyang
please nyala dari pikiran gua. Lu harus
berani sadar gitu loh. Oh, ini enggak
betul. Kalau gaji gua naik 10 kali
lipat, bukan artinya pengeluaran gua
harus naik 10 kali lipat. Itu tidak
betul. Lu harus hati-hati. Bahkan di
sini gua punya teman-teman ya yang bisa
bersaksi ya. Ketika gaji gua masih
single digit sampai gaji gua udah triple
digit. Zaman dulu gua masih jadi
karyawan, gua punya apartemen gak ada
TV. Gak perlu karena gua tahu gua gak
bakal pakai. Mereka pasti lihat, iya
kalau ke tempat Benny isinya cuman kursi
sama tempat tidur sama AC udah cukup
selesai. Mau gaji gua Rp1 juta, R10
juta, R00 juta udah sama. Enggak artinya
gua ganti furniture yang mewah, lampu
yang mewah, beli chandelier dari Ital,
Prancis segala macam. Enggak. Sama aja.
Jadi gua enggak merubah gaya hidup gua
ketika pendapatan gua naik berkali-kali
lipat. Enggak. Karena gua tahu itu
jebakan nenek moyang itu hati-hati lu
dijebak sama nenek moyang lu karena dia
mental budak turun-menurun tuh nenek
moyang lu ngajarin oke kalau buang air
di pinggir sungai gimana kalau mati
dientry tapi kalau cuci baju di pinggir
sungai juga kalau masak air di pinggir
sungai juga buktinya nenekmu enggak
mati-mati oh ya udah lakukan lu itu
sampai bertahun-tahun l stunting lu
jadinya kan jadi lu tahu kan lu harus
hati-hati jebakan mentalitas nenek
moyang itu enggak semuanya benar banyak
ya dilakukan karena ya mereka enggak
paham paham saat itu lu harus tahu
termasuk dalam mengelola keuangan.
Banyak mereka yang enggak bisa ngertiin
itu. Makanya lu harus belajar lepas tuh
dari jebakan genetika lu. Oh,
mental-mental budak ini nyalah dari diri
gua. Jangan mau lu terjebak dengan itu.
Karena kalau enggak yang gua udah lihat
adalah bertahun-tahun. Kakek neneknya
budak, bapaknya budak, dianya budak, dia
punya anak budak terus mentalnya dan
enggak berubah. Ya, termasuk salah satu
yang gua contohin itu gajinya Rp45 juta.
Kelihatannya hebat, bebas finansial.
Enggak. Hari ini pusing lari
dikejar-kejar pinjol sampai istrinya
yang harus bayarin. Ini realita orangnya
ada. Gaya banget. Tinggalnya harus di
Kuningan. Sewa apartemennya puluhan juta
tiap bulan. Bodoh. Bodoh banget. Sampai
kapanp selalu isinya penyesalan. Kalau
ketemu aduh gua sedih banget ya, Ben.
Kenapa gua enggak pernah dapat nasihat
ini? Bapak gua enggak pernah di
nasihatin gua seperti el Ben. Soalnya
bapak gua sampai umur 78 tahun pun masih
kerja mati. Realita guys. Tapi gak bisa
hilang dari jebakan itu. Kenapa? Bentar
guys, bentar guys sebelum kita lanjut
videonya. Halo goodis guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
penting. Yang pertama terkait energi,
yang kedua terkait bisnis logistik, dan
yang ketiga ada sektor spesial [musik]
nih dengan pembicara yang spesial juga
karena ya cuannya gede banget nih, Guys.
Nah, buat d yang penasaran dan pengin
segera ikutan di event acara offline
spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali
yang namanya Benix Investor Summit 2025.
Yuk, segera daftar sekarang juga nih
sebelum terlambat karena kita lagi ada
promo diskon 30% sampai tanggal 30
Oktober 2025. Ingat ya, diskon 30% ini
diskon terbatas cuma buat 10 orang
pertama. Dan ingat, kursinya juga
terbatas karena cuman ada 50 kursi,
Guys. Total kursi yang kita sediakan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025. segera
datang lagi. Segera daftarkan dirimu
sekarang juga sebelum terlambat. Ingat,
ini acara eksklusif yang kita
selenggarakan private dan sangat intim.
Kita bisa berinteraksi full nih selama
24 jam karena acaranya diselenggarakan
selama 2 hari dari hari Sabtu sampai
[musik] hari Minggu, dari jam 09.00 pagi
sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera
daftarkan dirimu sekarang juga di nomor
WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai
ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Tapi
enggak bisa hilang dari jebakan itu.
Kenapa? Karena bapaknya pun gua lihat
ketika pernah dia pensiun sampai tiga
kali. Lu bayangin pensiun sampai tiga
kali. [tertawa] Karena udah pensiun,
duit pensiunnya apa? Habis, langsung
ganti mobil baru. Begitu duit pensiunnya
habis, pusing dia bayar kontrakan
apartemennya yang mewah itu. Akhirnya
ngelamar lagi, job lagi tempat lain.
Sampai pensiun bisa dapat tiga kali. Lu
bayangin lu pensiun di umur 60 tahun,
pensiun di umur 70 tahun, pensiun lagi
di umur 75 tahun. [tertawa] Ini true
story ngeri, Guys. Jadi, lu jangan
sampai kena jebakan itu, gitu.
Ujung-ujungnya apa? Nyalahin orang tua,
ujung-ujungnya nyalahin kakek nenek.
Karena gua enggak pernah diajarin ilmu
itu kutukan dari nenek moyang itu loh.
Hati-hati jangan lu terjebak itu belajar
mengontrol pengeluaran lu. Bedakan
keinginan sama kebutuhan. Jadi intinya
apa yang kita sebut dengan kebutuhan
akan selalu bertambah seiring dengan
kenaikan upah yang lu punya. Kecuali lu
berani nih ambil keputusan untuk merubah
pola pikir lu tentang apa definisi
kebutuhan. Jadi mulai sekarang lu
bikinlah definisi kebutuhan itu apa sih
dalam hidup lu? Oh, yang namanya
kebutuhan di gua bisa tidur pakai AC.
Berarti lu harus siapin budget buat PLN.
Oh, yang namanya kebutuhan di gua bisa
makan dua kali sehari. Oh, kebutuhan di
gua bisa bayar uang sekolah anak gua.
Oh, yang namanya kebutuhan di gua bali
pulsa Rp500.000 sebulan. Oh, kebutuhan
di gua pendidikan. Oh, kebutuhan di gua
bikin sendiri. Berarti selain daripada
itu, itu adalah keinginan yang tidak
harus selalu lu penuhi. Kalau lu penuhi
terus, lu adalah budak dari keinginan
lu. Lu dikontrol oleh keinginan lu.
Aneh. Harusnya lu yang bisa mengontrol
keinginan lu. Tapi lu gimana caranya
bisa mengontrol keinginan lu? Kalau lu
sendiri tidak bisa membedakan mana
kebutuhan sama keinginan. Aneh. Ada gua
lihat orang punya motor sampai 3 biji.
Gila, buat apa? Punya anak enggak, punya
istri juga enggak, motor sampai tiga
biji. Apa bisa lu benerin itu semua
kalau rusak atau servis semua? Ganti oli
semua rutin gua rasa enggak.
Ujung-ujungnya ujungnya apa? Kos. Kos.
Kos. Kos. Kos. Karena apa? dia
keinginannya aja yang harus dipenuhi.
Ya, gua wajib punya motor RX King nanti.
Udah punya RX King apa? Gua wajib punya
motor CBR. Udah punya motor ZBR apa gua
wajib punya motor BMW. Ih, bego banget
sampai hari ini ngontrak kan bodoh.
Real. Buat apa lu punya motor tiga biji?
Gua yakin jujurlah lu pasti lihat banyak
tuh tetangga lu kenalan. Lu punya
kendaraan sampai 3 biji, empat biji, li
biji, rumah ngontrak. Konyol, konyol. Lu
harus akui itu konyol dan belajar
mengakui, membedakan. Oh, ini kebutuhan.
Oh, ini keinginan gitu loh. Jadi saran
gua ya buat Mr. X di luar sana yang
kemarin kirim ke inbox kita nanya, "Ya,
lu harus belajar memisahkan mana
kebutuhan, mana keinginan. Paling bahaya
adalah keinginan yang berkedok
kebutuhan." Jadi, contoh nih Gen nih
kayak Mr. X nih Genzi nih DM gua. Eh,
buat dia, dia wajib self healing.
Menurut gua itu kepuasan instan. Sebelum
lu belanjain uang, lu harus tahu lu tuh
bisa misahin enggak sih mana kepuasan
instan, mana kepuasan jangka panjang.
Let say lu memang benar-benar pengin
memuaskan diri lu. Kepuasan instan tuh
kayak apa? Jajan, beli iPhone, nongkrong
di kafe mahal, dan lain-lain. Itu
kepuasan instan. Selesai. Setelah 1 jam
selesai, lu dapat apa? Enggak ada.
Mungkin self feeling 1 jam. After that
apa? Nothing. Lu harus belajar. Oke.
Kalau lu mau puasin diri, lu puasa dalam
hal-hal yang sifatnya jangka panjang.
Oh, tadinya emas gua 1 gram, sekarang
jadi 3 gr. Oh, tadinya emas gua 3 gr,
sekarang jadi 7 gr. Belajar lihatin emas
lu tuh. Lu jejer-jejer lah tuh di lemari
lu emas antam itu enggak apa-apa. cuman
1/2 gram, 1 gram, 2 gram, tapi lu
belajar melihat emas lu bertambah banyak
atau tabungan lu, deposito lu, saham lu.
Lakukan itu. Belajar mendapat kepuasan
bukan dari nongkrong di kafe mahal atau
nonton bioskop, film terbaru atau
kepuasan dari gonta-ganti handphone
terus setiap tahun. Enggak. Belajar
melatih kepuasan melihat sesuatu yang
bertumbuh dalam jangka panjang. Jadi
kalau ditanya ada orang yang puasnya
apa? Rekening banknya nambah terus. Jadi
dia punya hobi tiap seminggu sekali dia
pergi ke bank, narik semua duitnya di
bank. Terus dia jembrengin di kasurnya.
Ini ibu-ibu gua pernah ketemu, happy
dia. Wah, duit gua udah banyak nih, udah
jadi 2 miliar nih. Habis itu dia bungkus
lagi, bawa lagi ke bank. Minggu depan
dia ambil lagi semuanya dijamkin aja
dia. Wah, gila duit gua udah banyak,
udah nambah nih. Jadi dardinya 2 M jadi
R miliar R2 juta. Happy. Tutup lagi,
simpan lagi, bawa lagi ke bank. Pusing
yang jadi banknya. biarin aja pusing.
Tapi dia belajar mendapatkan kepuasan
dalam jangka panjang. Kepuasan dari
melihat pertumbuhan asetnya itu jauh
lebih penting, Guys. Jadi, lu gantilah
definisi kepuasan lu itu apa. Nah, yang
ketiga itu lu udah lakukan yang pertama
ya. Lu belajar menyisihkan, bekerja
untuk diri lu sendiri. Jangan kayak
budak, bekerja buat majikan. Enggak
pernah belajar menyisihkan buat membeli
kebebasan dia. Lalu yang kedua lu sudah
belajar memisahkan mana kebutuhan
semakingin. Nah, yang ketiga ini
penting, Guys. Yang ketiga itu belajar
melipat gandakan uang. Lu udah berhasil
sisihkan, lu udah berhasil lindungi itu
dari jebakan nenek moyang. Jadi lu
enggak lakukan itu buat spending hal-hal
yang enggak penting. Nah, pelajaran
ketiga dari arcad budak Babilonia ini
apa? Lu harus mengerti bahwa setiap
keping emas yang lu dapatkan itu adalah
karyawan lu. Itu ada buruh lu. Namanya
emas. Dan emas ini harus bekerja buat lu
karena dia budak lu. Dia harus kerja
ngasilin duit buat lu. Jangan diam aja
di bawa bantal. Karena apa? Kalau lu
bisa membuat uang bekerja buat lu, uang
itu bisa berbuah. Jadi zaman dulu orang
itu dapat gaji bukan uang kertas tapi
emas. Belajar lu sisihkan emas ini. Dan
setiap emas ini lu harus lihat ini
adalah karyawan, ini adalah buruh, ini
adalah pekerja, ini adalah mesin uang.
Dia harus bisa bekerja menghasilkan duit
buat lu. Dia mungkin enggak bisa
menghasilkan emas yang sama seperti ini.
Dia bisa menghasilkan koin-koin silver,
perak, tembaga. Enggak apa-apa. Satu,
dua,
tig, empat, lima.
Setiap
keping yang dihasilkan ini, ini adalah
anaknya dari emas ini dan dia bisa
bekerja buat lu. Emas ini bisa
menghasilkan perak-perak yang lebih
kecil. Perak-perak yang lebih kecil
harus belajar menghasilkan
tembaga-tembaga yang lebih kecil lagi.
Jadi, setiap harta yang kamu miliki itu
adalah budak. Dalam konsep arkad ya,
ingat ya, dia orang budak. Jadi
bahasanya budak Babilon nih. Dan seiring
berjalannya waktu, harta ini bisa
menghasilkan harta baru lagi buat kamu.
Jadi, gimana caranya Arcad menghasilkan
duitnya? Ya, jadi setelah arcad berhasil
menyisihkan uangnya, penghasilannya dia
dari upah dari tuan, dia enggak langsung
membiarkan uang tersebut diam di balik
meja atau habis buat konsumsi enggak
jelas. Enggak. Dia meminjamkan uangnya
kepada temannya. Temannya pengusaha
pandai besi. Jadi, blacksmith. Bikin
pedang, bikin cangkir, bikin meja, bikin
perisai, bikin tapal kuda. Blacksmith.
Dia punya teman, kenal baik, pengusaha
pandai besi. Apa yang dia lakukan? Dia
pinjamin uang. Kenapa dia mau pinjamin
uang? Karena dia kenal baik orangnya.
Dan dua, dia sudah memahami bisnisnya.
Oh, bisnis tapal kuda ini begini ya. Oh,
bisnis alat-alat perkakas itu begini ya.
Oh, modalnya butuh bahan baku ya. Biji
besi beli di mana ya? Waktu tempa butuh
berapa banyak ya? buat bikin panas
sebegitu besar butuh batu bara seberapa
banyak. Jadi lu udah tahu nih bisnisnya
luar dalam. Lalu dia kemudian bersepakat
sama temannya ini si pandai besi ini
pengusaha. Kita bagi hasil deh. Gua
kasih lu duit gua pinjamin. Nanti kita
bagi hasil keuntungannya ya. Dari setiap
barang yang lu berhasil jual gua akan
terima persekot. Terima bagi hasil dari
keuntungannya. Nah dari sinilah kekayaan
arcad mulai beranak pinak guys. Jadi
menurut the riches main inin Babylon itu
ada tiga cara buat melipat gandakan uang
lu dan lu harus tahu. Yang pertama itu
investasi ya. Jadi, lu mulai belajar
pindahin nih tabungan lu yang duit cash
itu nothing lah. Itu bunganya paling
cuman 2% tiap bulan lu ganti ke dalam
bentuk saham, reksadana atau aset apapun
yang bisa menghasilkan produk lain,
buah-buah lain dalam bentuk uang. Jadi
bisa bunga berbunga atau menghasilkan
saham lain. Kalau gua suka bilang
namanya gua investor saham ya. Gua
bilangnya buah-buah saham. Jadi gua beli
saham dia bisa menghasilkan gua capital
gain, dia bisa menghasilkan gua warrant,
dia bisa menghasilkan gua opsi. Itu
semua hak-hak yang lahir dari sebuah
saham. Buah-buah saham itu ada banyak.
Jadi, lu bisa dapat dividen, lu bisa
dapat capital gain, lu bisa dapat hak
opsi, hak war dan lain-lain. Ini namanya
rights. Itu buah-buah saham. Jadi, satu
saham bisa berbuah jadi banyak, Guys. Lu
belajar lakukan itu, investasi supaya
uang lu bekerja buat lu. Kalau enggak
apa, ya lu jadi budak selama-lamanya.
Yang kedua, apa? Belajar bangun bisnis.
Kalau lu enggak tahu taruh di mana,
"Pak, gua enggak yakin beli saham
perusahaan X. Kalau duit gua dibawa
lari, gimana?" Bisa enggak? Bisa. Memang
bisa banget. Jangankan dibawa lari,
perusahaannya kena meteor juga bisa,
perusahaannya bangkrut juga bisa. Jadi,
lu belajarlah buat mengalihkan duit
tabungan lu ke bisnis yang real yang
nantinya bisa jadi mesin cetak uang lu.
So, lu mulailah belajar nih. Sadarin
keahlian lu apa. Kembangin keahlian lu,
perdalam ilmu lu. Dan cobalah mulai
belajar bikin bisnis yang nyata. Jadi,
lu harus belajar nih jadi pengusaha.
Sisihkan uang lu buat jadi pengusaha.
Walaupun enggak gampang. Gua sih makanya
lebih pilih yang pertama ya. Nah, yang
ketiga, ketiga paling penting investasi
ke diri sendiri. Ini gua suka bilang
investasi leher ke atas, investasi otak.
Gimana caranya? Upgrade diri lu, ikut
kursus, baca buku, ketemu orang,
ngobrol, networking, lakukan apapun yang
dapat meningkatkan nilai tambah lu
sendiri. Karena skill ini ya skill
knowledge itu adalah sesuatu yang gak
bakal bisa dicuri dari lu. Akan stay
sama lu. Dan kalau lu udah menguasai
banget, lu ahli banget, itu enggak bakal
bisa ya gampang diambil alih sama orang
lain. Beda dengan tabungan emas. Lu
nabung emas bisa aja rumah lu dirampok.
Real. Lu tabung tanah,
sertifikat-sertifikat lu ada banyak, ada
200 lebih. Bisa habis terbakar dimakan
rayap. Bisa. Tapi kalau lu investasi
layar ke atas, pengetahuan lu, knowledge
lu, ilmu lu, keahlian lu, skill lu,
begitu lu jadi ahli, lu menguasai itu.
Lu bukan menguasai emas, lu menguasai
itu. Leher ke atas itu. Lu tidak ada
sesuatu seseorang atau apapun itu yang
bisa ambil alih itu dari lu. Jadi,
penting banget nih investasi yang
ketiga. Investasi yang enggak bakal
pernah habis dimakan rayap. Duit lu bisa
dimakan rayap, harta benda lu bisa habis
kena karat, mobil, motor habis berkarat.
Tapi ilmu ya lu investasi leher ke atas
akan stay with you forever sampai lu
mati, Guys. Ini cuannya gede nih. Nah,
kalau menurut Arcad, lu penasaran enggak
ya? Menurut orang terkaya di Babilonia
yang namanya Arcad, seorang mantan
budak, dari tiga itu mana yang lebih
penting? Coba lu jawab pertanyaan ini.
Kalau lu sendiri gimana? Mana yang lebih
penting? Yang pertama itu investasi.
Pindahin tabungan lu ke saham,
reksadana, atau aset apapun ya yang
menghasilkan uang. Jadi investasi yang
kedua bikin bisnis sendiri atau yang
ketiga investasi leher ke atas. Menurut
lu ya, mana sih yang paling penting
menurut Arcad? Coba lu jawab. Kalau
menurut Arcadiga
hal itu cara melipatkan ganda uang itu
yang paling penting dan yang paling baik
adalah nomor tiga. Karena dengan lu
meningkatkan kapasitas diri lu,
meningkatkan knowledge lu, pengetahuan
lu, skill lu, percayalah ini bakal
meningkatkan kemampuan lu untuk
menghasilkan lebih. either menghasilkan
uang, menghasilkan value, menghasilkan
produk, barang atau jasa, lu jadi bisa
menghasilkan lebih. Yang ujung-ujungnya
lu bisa meningkatkan ya potensi
pendapatan lu sendiri. Lu bisa
meningkatkan peluang lu, opportunity lu
itu makin besar, tambah lebar. Dan ini
penting investasi lahir ke atas menurut
arcad. Kenapa? Karena sebelum dia
investasi di perusahaan pandai besi
punya kawannya itu, Arcad itu punya
pengalaman kena tipu sama pengusaha batu
permata dan dia mengalami kerugian. Di
situ dia ngerti, "Oh, wajar aja gua kena
tipu karena gua belum cukup otak." Di
situ dia baru nge heh. Dibanding gua
investasi di perusahaan bodong, gua
enggak ngerti perusahaan atau gua bangun
bisnis tapi atau gua bangun restoran
tapi gua enggak ngerti cara masak, gua
enggak ngerti logistik pangan. kayaknya
yang paling benar investasi ketiga deh.
Karena kalau enggak duit lu, seberapa
banyak duit lu 200 miliar sekalipun,
kalau lu tidak ngerti gimana cara
menempatkan dan lu tidak punya ilmu
untuk itu, ujung-ujungnya lu collaps,
Guys. Jadi pengalaman Arcad karena tipu
di pengusaha batu permata itu, Guys, ya.
Ini bisa jadi pelajaran dia dan dia bawa
ingat terus ini dalam perjalanan
hidupnya. Nah, makanya teman-teman
penting banget ya buat dulu investasi
lahir kata seperti kata Arcad ya, orang
terkaya di Babylonia. Salah satu caranya
dengan datang yuk di acara Benix
Investor Summit. Diselenggarakan 1 tahun
sekali loh. Sekarang kita bikin di Solo
acaranya di tanggal 13 sampai 14
Desember di Solo, Guys. Tahun ini ingat
ya, tempatnya terbatas. Di sini kita
bakal membahas potensi investasi yang
menarik nih dari saham energi hijau,
dari bisnis logistik, dan dari satu
sektor spesial nih yang menurut gua
punya potensi besar ya buat cuan gede
nih dalam 2 3 tahun ke depan. Nah,
teman-teman di sini juga bisa dapat
network sesama investor juga. Jadi bisa
punya teman nih saling sharing, saling
ngobrol tentang perjalanan investasi
kalian. So, buruan tunggu apaagi? Segera
daftar ya di Benix Investor Summit di
bulan Desember ini kita lagi ada promo
30% untuk 10 orang pertama yang daftar
sebelum tanggal 30 Oktober. Jadi buruan,
Guys, karena tempatnya terbatas. Sampai
ketemu di Solo, ya. Bandx Investor
Summit 2025. So, kita sudah masuk
ketiga. Yang keempat apa? Yang keempat
itu harus belajar melindungi hartamu
dari kerugian. Jadi pelajaran keempat
dari arcad ya. Oke. Lu berhasil lipat
gandakan uang lu, lu berhasil investasi
lu, lu berhasil membedakan kebutuhan dan
keinginan lu, lu jadi kaya raya. Terus
next step apa? Yang keempat, belajar
melindungi harta lu dari kerugian. Lu
harus melindungi harta lu supaya tidak
habis dimakan rayap, habis dimakan
ngengat, habis ditipu orang. Intinya ya,
lu wajib berhati-hati dalam
menginvestasikan uangmu, jeripayahmu,
keringatmu tuh. So, lu perlu tahu, perlu
waspada karena lu wajib memastikan bahwa
lu menaruh tempat lu di tempat yang
terpercaya, di tempat yang aman atau
dalam konteks saham di perusahaan yang
amanah lah. Dan amanah juga enggak
cukup, Guys. Dia juga harus pintar dalam
mengelola bisnisnya. Navigasi bagaimana
cara melawan kompetitor. Navigasi gimana
cara beradaptasi dengan era teknologi
dan AI. Gimana cara menjalin koneksi
dengan penguasa? Gimana caranya melewati
perang tarif dengan Amerika Serikat. Itu
kan butuh skill. Jadi, amanah aja enggak
cukup, Guys. Lu juga harus ahli dalam
mengelola duit lu. So, it's better to
have a little caution, Guys, than to
have a great regret. Jadi, jauh lebih
baik lu sedikit hati-hati dibanding
nanti lu rugi besar, penyesalan yang
besar. Nah, gimana caranya, Guys, supaya
lu bisa lolos nih dari kerugian. Lolos
dari jebakan Batman. Nah, Arcad itu
punya tips loh. Tipsnya apa? Lu harus
konsultasi dengan orang bijak. Consult
with wise man. Karena zaman dulu banget
ya, Firaun aja nih hampir bubar nih
kerajaannya. Tapi dia mau berkonsultasi
sama orang bijak namanya Yusuf. Loloslah
kerajaan ini dari kehancuran. Ini
pepatah ini berlaku sampai detik ini. Lu
harus mau konsultasi, minta advice
dengan orang yang lebih bijak. Jadi,
dalam kasus ini, lu harus cari advice.
Carilah nasehat sama orang-orang yang
lebih punya pengalaman dalam mengelola
emas, dalam memegang emas, dalam memutar
emas menjadi profitable. Atau dalam
artian ini kalau zaman dulu adalah koin
emas, zaman sekarang adalah uang lu.
Konsultasi sama orang yang memang ahli
di bidang itu. Bagaimana memutar uang
lu, bagaimana menempatkan uang lu,
bagaimana membuat uang lu menjadi
berbuah. Dan lu harus belajar ya
percaya, let's go. Biarkan kebijaksanaan
mereka, wisdom mereka yang bekerja untuk
melindungi, memprotect harta kekayaan
lo. Jadi, gua punya pengalaman gini. Gua
ketemu ada salah seorang e udah tua ya,
umurnya sekitar 80-an. Kaya raya banget
dari bisnis tambak udang. Orang
Surabaya. dia punya anak. Gua ngobrol
sama orang tuanya. Jadi anaknya itu
protes. Kok mama enggak mau sih dengerin
kata saya bikin begini? Kata mamanya,
"Gua udah lebih tua, gua udah lebih
paham lah dari lu. Lu enggak usah sok
lebih pintar dari gua." Nah, menurut gua
agak aneh nih. Banyak orang tua itu
begini, "Kenapa? Lu kan sekolahin anak
lu ke luar negeri nih, anaknya dia ya,
umurnya udah 40-an. Itu aja masih
dibego-begoin sama orang tuanya. Lu
pengin anak lu jadi lebih pintar dari lu
apa lebih bego dari lu? Lu kan pengin
anak lu lebih pintar dari el dong." So,
kalau lu pengin anak lu lebih pintar
dari lu dan lu percaya anak lu lebih
pintar dari lu dan lu udah lihat, lu
udah uji, lu udah tes bertahun-tahun dan
memang terbukti sisanya lu harus kasih
apa? Kasih kepercayaan sama dia. Kelola
harta keluarga, kelola aset perusahaan.
Nah, ini yang agak lemah nih di sini
yang gua lihat bahwa banyak orang tua
itu masih memperlakukan anaknya seperti
anak-anak. Jadi, walaupun anaknya sudah
umur 50 tahun dianggap bocil aja terus
enggak ada trust. Padahal kalau lu udah
tahu ya anak lu itu pintar, kasih dia
kesempatan buat mengelola itu semua. Ya
sama juga ya, ada orang juga yang enggak
percaya sama anaknya. Memang anaknya
juga enggak bisa dipercaya. Hobinya
nge-band, jerreng, jereng, jerreng,
mabuk. Sama juga kaya raya juga duitnya
hampir 2 triliun. Ya, kalau gue jadi
orang tuanya, gua juga enggak mau
percayain tuh sama anak yang kayak
begitu. Tapi sisi positifnya walaupun
orang tuanya sudah meninggal nih, sampai
hari ini enggak jadi gelandangan itu
anaknya. Kenapa? Karena di wasiat orang
tuanya ketika dia meninggal, perusahaan
itu tidak dikelola oleh anaknya sendiri,
tapi dia sudah kasih wali amanat. Jadi
dia hire profesional, seorang CEO buat
running the company. Dia tahu anaknya
enggak punya kapasitas, tapi dia juga
enggak mau anaknya jadi miskin, melarat
hidup di kolong jembatan. Jadi anaknya
hidup dari deviden saham yang dimilikin
mamanya itu. Perusahaannya dirunning
sama anaknya, enggak diserahkan sama
mamanya kepada orang yang lebih
kompeten, orang yang lebih bijak. sampai
hari ini ya ini udah generasi kelima ya,
perusahaannya masih ada karena ternyata
amanah mamanya itu masih dipegang tuh.
Kenapa? Dia bilang di situ, "Biarkan
perusahaan ini dijalankan sama orang
yang lebih punya kapasitas. Kalau itu
masih ada hubungan darah dengan kita,
syukurlah. Tapi kalau tidak, jangan
dipaksakan juga harus sedar sama kita."
Enggak. Karena yang penting perusahaan
ini hidup berjaya dengan atau tanpa
keluarga kita. Jadi harus belajar
menerima ya orang asing masuk jadi
pengelola dijalankan dengan baik ya
sampai sekarang baik. Prinsip ini, Guys,
itu sudah berulang kali dikatakan lah di
dunia investasi. Makanya gua juga dalam
prinsip gua dalam berinvestasi gua
sering investasi itu lihat orangnya
dulu. Kalau orang yang lebih ahli di
bisnis pakan ikan, di bisnis traktor, di
bisnis pompa air, di bisnis tenaga
listrik, gua enggak mau tuh sok-sok
jago. Oh, gua yang paling paham, gua
yang running perusahaan. Enggak. Gua
akan lebih pilih kasihlah perusahaan ini
kepada orang yang lebih ahli. Ada salah
seorang yang selalu ngutip gua. Dia
bilang, "Gua ikutin kata lu, Ben.
Semenjak ituin kata lu, hidup gua jadi
lebih enak." Emang kenapa? Lu bikin apa,
Bang? Lu selalu bilang, "Serahkan pada
ahlinya. Serahkan pada ahlinya." Ya,
kalau lu merasa lu lebih ahli dalam
bisnis sabun, ya lu take care lah pabrik
sabun itu. Tapi kalau enggak, mendingan
serahkan pada ahlinya. Dia akan bisa
selesaikan begitu banyak masalah dengan
effort yang jauh lebih sedikit
dibandingkan lu dan tahu gimana cara
navigasinya dari segala intrig yang ada
di dalam bisnis. Itu penting, Guys.
Enggak bisa orang serta-merta lulusan
luar negeri baru lahir suruh pegang
perusahaan colollaps. Itu barang banyak
jadi kejadian. Lebih baik serahkan pada
ahlinya. Ya, kalau memang itu masih ada
hubungan sama lu, bagus. Masih ada
hubungan darah sama lu, bagus. Tapi
kalau memang dia enggak ahlinya,
mendingan cari yang lebih bijak, cari
yang lebih hebat dalam mengelola aset
perusahaan lu, dalam mengelola harta
kekayaan keluarga lu. Itu penting.
Ingat, prinsip yang keempat, lu wajib
belajar melindungi harta lu dari
kerugian. Wajib. Charlie Manger berulang
kali katakan ini. Def RC berulang kali
katakan hal ini. Hukum pertama adalah
never lose money. Jangan pernah hilang
duit. Hukum yang kedua, jangan pernah
lupakan hukum yang pertama. Udah itulah
kunci sukses investasi lu. Jadi never
lose money. Cuman dua. Dan yang kedua,
jangan pernah lupa hukum yang pertama.
Simpel, ya. Oke. Jadi, guys, dari empat
tahapan di atas, mana yang menurut kamu
paling penting? Itu yang pertama. Terus
yang kedua, mana yang sudah kamu
jalanin? Dan yang ketiga, mana yang
belum mampu kamu jalanin? Ingat loh, ini
prinsip penting banget karena ini diakui
ya oleh banyak investor dunia. Buku ini
diakui sebagai ilmu yang paling baik
terbukti sukses, membawa banyak investor
sukses di dunia. Mana nih ilmu yang
sudah lu jalanin? Dan yang terakhir,
Guys, pertanyaan gua adalah kenapa ya
banyak orang di Indonesia itu masih juga
kejebak loh bolak-balik. Empat ini
dibikin urutan dengan adanya agenda,
Guys. Ini ada agenda ini propaganda loh.
Bahwa lu jangan kebolak-balik. Banyak
orang itu enggak paham kenapa belajar
menyisihkan uang itu yang terutama. Nah,
setelah lu berhasil menyisihkan uang, lu
harus belajar mengontrol pengeluaran lu.
Ya, kalau lu enggak ada yang lu
sisihkan, apa juga yang lu mau bisnis
pendingkan. Nah, yang ketiga, lu belajar
melipat gandakan uang lu. Nah, yang
keempat lu belajar untuk melindungi
harta lu dari kerugian. Nah, lu jangan
kebolak-balik nih. Ini ada urutannya
nih. Nah, kenapa penting, Guys, untuk
tahu empat hal ini? Ya, karena banyak
orang konyol. Jujur gua banyak ketemu
orang konyol belum bisa nabung, belum
belajar nabung, belum belajar memisahkan
keinginan sama kebutuhan. Eh, tahu-tahu
udah buka rekening saham. Terus
ujung-ujungnya apa? Jadi penjudi, Guys.
Karena tiba-tiba loh kok gua tanya lu
gimana? Konggrat ya. Lu udah beli saham
kemarin tuh Cardik lu pasti udah untung
200% selamat ya. Oh udah gua jual Pak.
Hah? Kapan lu jual? Iya waktu itu naik
3% Pak saya jual. Lah kenapa lu jual?
Soalnya saya perlu itu, Pak. Saya mau
ganti motor baru. Konyol banget lu. Jadi
lu investasi tujuannya buat apa? Buat
memuaskan dahaga konsumtif lu kah?
Berarti lu masih belum lolos dari
jebakan budak itu loh. Aneh. dia masih
enggak bisa memisahkan mana kepuasan
jangka panjang, mana kepuasan jangka
pendek. Ketika lu beli tanah, ketika lu
beli emas, lu bukan beli ini buat dijual
nanti sore, Guys. Beli siang-siang jual
nanti sore. Beli hari ini jual 2 hari
lagi. Enggak. Lu belum bisa membedakan
mana yang penting buat jangka pendek,
mana yang penting buat jangka panjang.
Makanya penting ya buat teman-teman buat
memahami empat poin ini. Tonton ulang
video ini, share, diskusikan sama
keluarga lu. Keluarga lu sudah lakukan
belum empat hal ini? Sudah bisa belum
tahu bedanya kebutuhan dan keinginan?
Udah tahu enggak tiga investasi yang
penting itu? Investasi layar ke atas,
investasi duit, investasi bisnis? Tahu
enggak? Penting, Guys, buat teman-teman
ya, keluarga di Indonesia buat belajar
memahami ini. Kenapa? Karena kalau lu
sendiri sebagai keluarga adalah sel
terkecil dalam sebuah negara, ya. Kalau
makin banyak keluarga-keluarga yang
makin sukses, pintar dalam aspek
finansial, melek finansial. Percayalah
dari keluarga kecil lu dibangun yang
melek finansial, lama-lama makin banyak
keluarga seperti lu, makin banyak
kelurahan maju seperti lu, makin banyak
kabupaten, provinsi bebas dari hal-hal
yang enggak masuk akal, investasi
bodong, investasi judi online, investasi
money game dan lain-lah, ujung-ujungnya
apa ya? Negara kita tambah bagus juga ke
depannya. Dan itu cuman bisa terjadi
kalau dari titik terkecil, sel terkecil
keluarga lu dan lu sendiri sebagai
individu udah bisa belajar empat ilmu
finansial dari budak Babilonia yang
berhasil membeli kebebasannya dan
menjadi orang terkaya di Babilonia. So,
lu pengin enggak jadi kayak Arcad? Lu
punya nyali enggak kayak Arcad? Membeli
kebebasannya sendiri atau sampai hari
ini lu masih sibuk memperkaya majikan
majikan. Majikan-majikanmikan itu banyak
banget majikan. Oke, guys. Ditunggu
pandangan kalian seperti apa. Segera
kirim jawaban kalian di kolom komentar
ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye- bye. [musik]
[musik]