Transcript
VxEx5-6fWTU • ARE YOU TIRED OF BEING POOR? HERE ARE 4 STEPS TO FINANCIAL FREEDOM!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0472_VxEx5-6fWTU.txt
Kind: captions Language: id Halo buat teman-teman karyawan di rumah yang masih pusing, jenuh, bingung, dan mungkin sering marah ya. Kenapa tiap kali lu gajian kok kayaknya gaji lu langsung habis numpang lewat? Enggak jadi apa-apa. Lu bingung dan lu udah kelakukan itu berpuluh-puluh tahun tapi enggak jadi apa-apa. Lu harus nonton video ini, bahkan lu harus share video ini ke teman-teman kalian, ke anak kalian, supaya apa? Mereka bisa merdeka bukan lagi menjadi budak. Loh, kok bisa? Lu tahu enggak sih? Sebetulnya lu tuh berhak loh buat lepas dari kutukan itu dan semua orang bisa kok. Gua ngasih saran ini ya karena gua dulu juga mantan karyawan. Sebelum sekarang gua jadi investor. Ini ada ilmunya dan lu harus tahu ilmu ini karena kalau enggak lu enggak bisa lepas dari jebakan dan kutukan itu. Dan ini udah diajarkan nih. Ada sebuah buku dari orang terkaya di Babilonia kuno. Orang terkaya itu lu tahu dia bukan anak orang kaya, anak perdana menteri, anak presiden, no bukan juga anak konglomerat atau pengusaha dong. Dia adalah budak namanya Arcad. Dan ini lu bisa temukan di sebuah buku yang berjudul The Richest Man in Babylon. Jadi, gua bakal ngajarin lu ya empat tahapan bagaimana caranya lu bisa jadi merdeka, jadi orang yang bebas secara finansial, dan yang paling penting lu bisa tahu gimana caranya uang itu bekerja buat lu, bukan sebaliknya. Nah, buku ini begitu sakti, Guys. Buku ini ditulis 100 tahun yang lalu, ya, di tahun 1926 dan udah berulang kali dikatakan sebagai buku yang paling penting di dalam hidupnya investor legendarison Buffett dan Charlie Manger. Lu penasaran enggak kenapa mereka bisa jadi orang terkaya di dunia? Ya, langsung aja yuk kita belajar dari buku legendaris favoritnya Charlie Manger ini. Gimana caranya seorang budak bisa menjadi orang terkaya di Babylonia. Dan kisahnya menginspirasi investor legendaris favorit kita, Charlie Manger. Jadi, buat teman-teman yang belum tahu ya, era Babilonia kuno itu ya di situ masih legal buat jual beli budak. Bahkan ya sampai abad modern pun Amerika, Belanda, Eropa itu juga masih melakukan aktivitas perbudakan sampai tahun 1800-an. Ini hal yang normal. Di Indonesia pun banyak perbudakan itu dilakukan. Tapi kita mau bicara soal era Babilonia Kuno. Jadi cerita The Riches Man in Babylon ini cerita tentang soal budak. Kisah seorang budak sangat miskin sekali pengin jadi orang kaya namanya Arkat. Nah, dia tahu dia enggak punya harta warisan. Dia tahu dia enggak punya kebon yang besar. Dia enggak punya kebon sawit, Guys. Tapi yang dia tahu apa? Dia punya tenaga. Jadi apa yang dia lakukan? Dia menjual dirinya sebagai budak. Tapi dia tahu itu bukan akhir dari segalanya. Karena dia lakukan itu untuk mengumpulkan uang. Jadi beda ya dengan konsep yang lu tahu. Budak kerja paksa di Indonesia itu palsu. Budak itu bahkan di Romawi lu ya lu dapat duit, dapat upah. Kalau di Romawi kuno salah satu jalan menuju kekayaan ya lu jual diri lu jadi budak atau jual diri lu menjadi gladiator. Tapi sama juga budak juga tapi lu dapat duit kok sampai lu bisa beli kebebasan lu sendiri. Jadi ciri khas di sistem Babilonia kuno, sistem perbudakannya adalah budak itu bukan pekerja bebas. Jadi beda kayak karyawan ya. Budak itu milik. Jadi ada pemiliknya, ada ownernya namanya majikan. pemilik budak slave owner. Dan budak-budak ini enggak kayak karyawan swasta atau lu PNS ya. Mereka itu kan terima gaji tiap bulan nih karyawan PNS swasta. Nah, kalau budak itu mereka bukan sistem pembayaran gaji rutin, tapi mereka terima bagi hasil atas pekerjaan mereka. Mereka bisa terima bagi hasil dalam bentuk hasil padinya. Kalau panen atau anggur atau zaitun atau bisa juga dapat makanan. Itu yang diperoleh oleh seorang budak. Lalu, gimana caranya seorang budak itu bisa merubah nasibnya? Gampang. Budak yang pintar dan brilian. Dia dikasih makanan, dia gak langsung habisin semuanya. Dia dikasih zaitun, dia dikasih beras, dia gak langsung habisin bulir-bulir beras, enggak. Dia akan simpan sebagian. Yang artinya walaupun mereka enggak terima duit, tapi mereka menabung dari hasil kerjanya kecil-kecilan, sedikit-sedikit sampai kemudian jadi bukit dan bisa menebus buat beli dirinya sendiri. Jadi budak itu kalau mau merdeka bisa tebus bayar, beli kemerdekaannya sendiri dari majikannya. Boleh, boleh. Jadi dari sini kita bisa lihat ya, sistem pekerjaannya bukan kontrak kerja sama atau PKWT atau PKWT. Enggak. Sistem kontraknya adalah berbasis kepemilikan manusia. Selama lu tidak bisa tebus harga diri lu, nilai lu, lu adalah budak gua. Tapi di sini penulis itu mau menunjukkan begini. Ada sebuah nilai-nilai di situ. Nilai yang paling penting apa? Sebagai budak atau lu karyawan? Apa yang penting? Lu harus tahu sebagian kecil dari penghasilan lu. Walaupun itu hanya gandum atau beras atau alpukat atau lu dapat bagi hasil udang, telur, ayam. Itu adalah hak lu. Itu harus tahu dulu. Dan itu jangan sampai lu sia-siakan. Itu adalah milik lu dan lu harus belajar menyimpannya. Nah, ilmu menyimpan duit ini makanya diajarin di sini enggak semua orang bisa punya. Bahkan orang kaya sekalipun, anak konglomerat sekalipun banyak yang hartanya numpang lewat karena enggak punya ilmu buat menyimpan uang. Nah, seorang budak di Babilonia yang namanya Arcad ini ternyata sangat brilian karena dia tahu dia pengin rubah nasib dia. Tapi dia enggak punya kebon sawit, Guys. Dia enggak punya kebon gandum. Dia enggak punya kapal buat mancing ikan tuna. Enggak bisa. Dia juga enggak bisa jadi mafia subsidi BBM karena waktu itu King Bahul belum ada. Jadi apa yang dia lakukan? Dia menjual dirinya menjadi budak supaya dia bisa mendapat penghasilan. So, gimana caranya ya, seorang budak yang namanya arkad ini bisa menjadi orang yang merdeka di kemudian hari dan bahkan bukan cuma merdeka loh, menjadi orang terkaya di Babilonia. Nah, jadi ada empat tahapan gimana caranya si Arcad ini bisa meraih kebebasan finansial dan juga kebebasan buat dirinya sendiri. Lu harus catat baik-baik ini karena ini sudah dilakukan oleh banyak orang sukses di seluruh dunia. Ingat loh, buku ini usianya udah ratusan tahun lebih tua daripada bapak lu ya. Jadi, lu harus baca dan dengerin kata buku ini. Apa yang dia bilang? Pertama, lu harus belajar menggemukkan dompet lu. Bikin dompet lu itu jadi gendut. Tentu bukan cara lu korupsi gitu ya atau lu jualan solar subsidi. Enggak. Tentu lu mulai belajar gemukan dompet lu ya sebagai karyawan dengan menyisihkan sebagian gaji yang lu punya. Jangan gaji lu numpang lewat doang. Jadi prinsip yang pertama mulailah belajar menggemukkan dompet lu atau rekening bank lu lah gampangnya. Atau kalau di gua ya RDN gua, rekening saham lu. Belajar buat bikin itu jadi gendut. Gua mau kasih contoh, ada juga nih orang punya gaji Rp9 juta sebulan, tapi gajinya selalu habis di akhir bulan buat bayar semua tagihan-tagihan kebutuhan dia sehari-hari. Katakan saja namanya Mr. X. Nah, kalau lu pakai konsep seperti Mr. X itu setiap terima gaji, gaji itu selalu habis, lu tahu enggak apa yang terjadi? Di situ sudah bisa lihat bahwa Mr. X tidak pernah bekerja untuk dirinya sendiri. Mr. X adalah budak. Kok bisa? Ah, ini melanggar prinsip yang pertama. Karena lu tahu ya, Mr. X gajinya Rp9 juta sebulan. Kalau ditanya, "Kok lu gak bisa sih nyimpan duit lu, kenapa selalu habis?" Oh, gak bisa, Pak. Makan saya habis Rp2.700.000. Uang kos atau sewa kontrak rumah saya habis Rp2.400.000. Bayar cicilan motor habis Rp1.200.000. Bayar hiburan, entertainment, Ngave, nonton bioskop Rp900.000. Ngasih orang tua Rp900.000. Nah, ini bagus nih. Beli bensin Rp600.000. Kebutuhan pribadi lainnya Rp600.000. beli kolor, cara dalam, dan lain-lain ya. Beli listrik dan air Rp300.000 total itu Rp9 juta dalam 1 bulan 30 hari kerja itu habis duitnya. Nah, ini kalau lu pakai konsep yang sama seperti Mr. X, yakin dan percayalah lu itu bukan manusia, tapi lu itu budak, Guys. Kenapa? Karena gini, budak di zaman Babilonia kuno disuruh dia tebas padi, panen beras. Apa yang terjadi? Beras itu ladangnya punya orang lain. Lu cuman budak. Lu bawa beras yang sudah lu panen, lu bawa ke majikan lu. Lu bawa 10 karung, nanti majikan lu ambil satu cangkir kopi, dia serok itu beras, dilempar ke muka lu. Itulah bagian lu sebagai budak. Jadi, setiap habis panen atau habis jualan hasil ternak, hasilnya lu bawa dulu ke majikan lu. Baru nanti dapat bagian upah dari majikan lu sebagai budak. Bedanya apa sama lu yang gaji R juta sebulan? Begitu lu terima gaji nih R juta per bulan, sebelum lu nikmatin, lu bayar dulu tuh pajak PPH ke negara, stor majikan dong. udah dikasih hidup, bernafas, oksigen, numpang berdiri di Republik Indonesia kan setoran lu bayar bisa 5%, bisa 15%, bisa 35%. Oke, jadi lu wajib dulu setor ke bank penghasilan lu kepada raja. Setelah lu setor kewajiban lu kepada negara untuk memperkaya pejabat-pejabat korup di atas sana, setelahnya lu jealous dong. Wih, enak banget dia ya. Dia enggak ikut macul-macul, tapi dia menikmati hasil keringat gua. Lu langsung berpikir, "Wah, gua juga bisa kayak dia dong." Jadi, apa yang lu lakukan? Duit R juta lu, lu gunakan untuk memperkaya Pertamina dong. Beli bensin. Lu gunakan buat memperkaya pengusaha restoran. Lu gunakan untuk memperkaya perusahaan leasing motor. Lu gunakan buat memperkaya Unilever. Lu gunakan untuk memperkaya perusahaan-perusahaan lainnya. Dan itu bukan buat diri lu sendiri. Lu berpikir lu sedang mensenangkan hati lu dengan ganti handphone baru, beli motor baru, ngafe baru, cobain donat baru yang paling enak katanya turun dari langit. Ini donat dibuat oleh bidadari. Tapi lu merasa lu sedang membahagiakan diri lu. Tapi tidak, karena yang lu lakukan lu adalah memperkaya orang lain. El memperkaya majikan-majikan lain. Lu tetap menjadi budak. Percayalah kalau lu lakukan dengan konsep ini yang sama sampai 20 tahun ke depan. Bagus. Jadi makin banyak pengusaha yang kaya raya karena makin banyak koleksi budak-budak kayak lu tuh yang enggak ngerti cara pegang duit. So, Arcad di buku ini mengajarkan ya, lu harus lepas dari perbudakan modern. sisihkan sebagian uang gaji lu minimal 10% itu di awal terlepas dari apapun itu. Lu mau pengeluaran bayar listrik, PLN, pinjol, judul, apa segala macam enggak keluarin dulu 10% minimal loh lu simpan. Ini artinya lu sedang membayar diri lu sendiri. Ingat konsep budak arcad di Babilonia. Kenapa dia enggak pakai seluruh hasil panen itu buat dia nikmatin sendiri? Karena dia mau membeli kebebasan dirinya. Ketika dia dilempar satu cangkir beras, dia akan sisihkan satu sendok. sisanya dia bisa makan. Dilempar lagi besok satu cangkir beras. Eh, budak ini bagian lu hari ini. Dia sisihkan satu sendok. Dia sisihkan satu sendok. Dia belajar menyisihkan penghasilan dia. Dia tabung sisanya baru dia pakai. Jangan kebalik lu bego. Lu budak dikasih satu cangkir beras apa yang lu lakukan? Lu rebus makan semua. Budak lu memang lu memang budak lu bodoh. Besok begitu lagi kerja kasih satu cangkir habis lagi satu cangkir. Selamanya lu jadi budak kerja di kebon milik raja Babilon itu. Lu jadi budak guys. Belajarlah seperti arcad. Sisihkan satu sendok. Sisihkan satu sendok. Atau dalam arti modern gaji lu harus lu sisihkan dulu baru lu makan-makan, bayar kos, ngasih orang tua, kebutuhan pribadi, listrik, air, wartek, pacaran, segala macam. Jadi, lu jangan kebalik. Banyak orang di Indonesia gua lihat ya, yang gajinya R juta sekalipun. Apa yang terjadi begitu dapat duit? Belanja, belanja, belanja, belanja. Bayar cicilan motor, cicilan mobil, cicilan rumah, apa segala macam. Hobinya apa? Memperkaya dealer mobil, memperkaya pemengusaha bank. Ya, gua sih happy-app aja gua pegang sahamnya. Ya, makin banyak orang bodoh kayak lu dan mental budak kayak lu, ya makin kaya. Owner-owner ini bisnis owner, investor, sudah jelas. Makanya yang lu harus lakukan apa? Begitu terima gaji, sisihkan 10%. Sisanya baru lu pakai. Ya, kalau dalam konteks gua kalau bisa lebih dari 10% lah. 10% juga menurut gua kecil. Jadi, lu kalau bisa lebih dari 10% lu harus sisihkan. Dan asal lu tahu ya, ini bukan lu habiskan buat diri lu loh. Dalam konsep arcut, lu sedang memperkaya majikan-majikan. Kesempatan lu buat memperkaya diri lu sendiri di 10% itu cangkir satu sendok gitu. Jadi di sini teman-teman yang mau diajarkan sama Arcad adalah kalau lu mau jadi budak boleh, tapi lu punya mindset. Lu jadi budak dengan target membeli kebebasan lu. Dengan cara apa? menyisihkan sebagian penghasilan lu. Jangan kebalik. Orang dapat gaji spending, spending, spending ada sisa baru dia tabung. Goblok. Lu dapat gaji tabung dulu ada sisa baru spending, spending, spending. Ngerti ya konsepnya? Kalau enggak lu tidak akan pernah bisa membeli kebebasan lu. Percayalah. Gua udah lihat, gua dulu punya karyawan umur 67 tahun masih kerja. Gila yang bener aja. Karena apa? Dia tidak pernah belajar membeli kebebasan dia. Yang dia lakukan apa? Memperbudak dirinya sendiri terus saja. Gak mau membeli kebebasan dirinya. Lu harus belajar kayak arcad punya mental. Target gua merdeka 20 tahun lagi. Caranya gimana? Satu cangkir gua ambil satu sendok teh. Satu cangkir gua ambil satu sendok teh. Setelah 20 tahun jadi gudang itu beras itu lu jadi orang kaya. Tapi kalau lu enggak punya mentalitas arcad punya daya tahan itu ya susah. Tapi lu harus bisa kalau enggak lu selama-lamanya menjadi budak. Nah itu yang pertama. Yang kedua apa? Lu harus belajar mengontrol pengeluaran dan tahu bedanya antara kebutuhan sama keinginan. Ini udah berulang kali gua bilangin sama lu dan ilmu ini udah ada sejak beratus-ratus tahun lalu. Bahwa banyak orang tidak ngerti bedanya kebutuhan sama keinginan. Lu gonta-ganti jam baru itu keinginan bukan kebutuhan. Kebutuhan tuh kalau enggak dipenuhi lu mati, Guys. Contoh, lu butuh untuk minum hari ini, lu butuh untuk makan hari ini, itu kebutuhan. Tapi kalau lu butuh buat pasang casing baru di handphone lu, itu keinginan. Karena kalau enggak dibeli pun enggak kenapa-napa. Jadi itu bukan hal yang necessary, yang penting dalam kehidupan lu. Jadi pelajaran kedua dari arcad itu adalah lu harus belajar mengontrol pengeluaran lo. Jadi prinsipnya ini adalah jebakan budak ya, mental. Beratus-ratus tahun, beribu-ribu tahun nenek moyang lu diperbudak. Udah pastilah nenek moyang lu itu budak. Dan ini mengakar ketika lu lahir ke dunia ini, jiwa lu, jiwa budak lu berpikir. Lu tahu enggak jiwa budak itu? Jiwa budak itu lu berpikir kebutuhan gua itu bertumbuh seiring dengan pertumbuhan pendapatan gua. Lu dikasih tanam jiwa budak untuk jadi konsumtif. Oh, kalau dulu gaji gua cuman R juta sebulan, handphone gua Nokia enggak apa-apa. Tapi hari ini handphone gaji gua udah Rp9 juta sebulan, berarti handphone gua harus Samsung. Oh, gaji gua udah R3 juta sebulan. Berarti iPhone gua harus iPhone. Oh, gaji gua sekarang udah naik dua kali lipat. Berarti gua harus jual motor gua, ganti mobil gua. Nah, itu jebakan budak, Guys. Dan ini udah ada dari nenek moyang lu zaman dulu. Karena dulu apa? Hidupnya susah banget. Cuman bisa makan getuk getuk getuk getuk tiba-tiba dapat duit apa yang dia lakukan? Jual harta tanah warisan. Panik langsung duitnya habis ke mana-mana. Nyambung enggak lu? Jadi mentalitasnya apa? Ini yang namanya necessary expenses. Orang merasa ini penting banget buat gua. Handphone ini gua enggak bisa hidup tanpa apartemen itu. Gua enggak bisa hidup tanpa mobil itu. Gua enggak bisa hidup tanpa perhiasan itu. Gua enggak bisa hidup tanpa baju bermerek seperti itu. Itu manipulatif, Guys. Lu menipu diri lu sendiri. Tapi itu udah standar. Karena mayoritas manusia punya mental budak itu untuk apa? Meningkatkan konsumsi dia seiring peningkatan pendapatan dia. Satu-satunya cara apa? Lu harus berani memprotes jiwa budak itu. Lu harus punya nyali buat melawan, eh mental budak nenek moyang please nyala dari pikiran gua. Lu harus berani sadar gitu loh. Oh, ini enggak betul. Kalau gaji gua naik 10 kali lipat, bukan artinya pengeluaran gua harus naik 10 kali lipat. Itu tidak betul. Lu harus hati-hati. Bahkan di sini gua punya teman-teman ya yang bisa bersaksi ya. Ketika gaji gua masih single digit sampai gaji gua udah triple digit. Zaman dulu gua masih jadi karyawan, gua punya apartemen gak ada TV. Gak perlu karena gua tahu gua gak bakal pakai. Mereka pasti lihat, iya kalau ke tempat Benny isinya cuman kursi sama tempat tidur sama AC udah cukup selesai. Mau gaji gua Rp1 juta, R10 juta, R00 juta udah sama. Enggak artinya gua ganti furniture yang mewah, lampu yang mewah, beli chandelier dari Ital, Prancis segala macam. Enggak. Sama aja. Jadi gua enggak merubah gaya hidup gua ketika pendapatan gua naik berkali-kali lipat. Enggak. Karena gua tahu itu jebakan nenek moyang itu hati-hati lu dijebak sama nenek moyang lu karena dia mental budak turun-menurun tuh nenek moyang lu ngajarin oke kalau buang air di pinggir sungai gimana kalau mati dientry tapi kalau cuci baju di pinggir sungai juga kalau masak air di pinggir sungai juga buktinya nenekmu enggak mati-mati oh ya udah lakukan lu itu sampai bertahun-tahun l stunting lu jadinya kan jadi lu tahu kan lu harus hati-hati jebakan mentalitas nenek moyang itu enggak semuanya benar banyak ya dilakukan karena ya mereka enggak paham paham saat itu lu harus tahu termasuk dalam mengelola keuangan. Banyak mereka yang enggak bisa ngertiin itu. Makanya lu harus belajar lepas tuh dari jebakan genetika lu. Oh, mental-mental budak ini nyalah dari diri gua. Jangan mau lu terjebak dengan itu. Karena kalau enggak yang gua udah lihat adalah bertahun-tahun. Kakek neneknya budak, bapaknya budak, dianya budak, dia punya anak budak terus mentalnya dan enggak berubah. Ya, termasuk salah satu yang gua contohin itu gajinya Rp45 juta. Kelihatannya hebat, bebas finansial. Enggak. Hari ini pusing lari dikejar-kejar pinjol sampai istrinya yang harus bayarin. Ini realita orangnya ada. Gaya banget. Tinggalnya harus di Kuningan. Sewa apartemennya puluhan juta tiap bulan. Bodoh. Bodoh banget. Sampai kapanp selalu isinya penyesalan. Kalau ketemu aduh gua sedih banget ya, Ben. Kenapa gua enggak pernah dapat nasihat ini? Bapak gua enggak pernah di nasihatin gua seperti el Ben. Soalnya bapak gua sampai umur 78 tahun pun masih kerja mati. Realita guys. Tapi gak bisa hilang dari jebakan itu. Kenapa? Bentar guys, bentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu, dan interaksi langsung ya, karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial [musik] nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya gede banget nih, Guys. Nah, buat d yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat karena kita lagi ada promo diskon 30% sampai tanggal 30 Oktober 2025. Ingat ya, diskon 30% ini diskon terbatas cuma buat 10 orang pertama. Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita sediakan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025. segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. Kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai [musik] hari Minggu, dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Tapi enggak bisa hilang dari jebakan itu. Kenapa? Karena bapaknya pun gua lihat ketika pernah dia pensiun sampai tiga kali. Lu bayangin pensiun sampai tiga kali. [tertawa] Karena udah pensiun, duit pensiunnya apa? Habis, langsung ganti mobil baru. Begitu duit pensiunnya habis, pusing dia bayar kontrakan apartemennya yang mewah itu. Akhirnya ngelamar lagi, job lagi tempat lain. Sampai pensiun bisa dapat tiga kali. Lu bayangin lu pensiun di umur 60 tahun, pensiun di umur 70 tahun, pensiun lagi di umur 75 tahun. [tertawa] Ini true story ngeri, Guys. Jadi, lu jangan sampai kena jebakan itu, gitu. Ujung-ujungnya apa? Nyalahin orang tua, ujung-ujungnya nyalahin kakek nenek. Karena gua enggak pernah diajarin ilmu itu kutukan dari nenek moyang itu loh. Hati-hati jangan lu terjebak itu belajar mengontrol pengeluaran lu. Bedakan keinginan sama kebutuhan. Jadi intinya apa yang kita sebut dengan kebutuhan akan selalu bertambah seiring dengan kenaikan upah yang lu punya. Kecuali lu berani nih ambil keputusan untuk merubah pola pikir lu tentang apa definisi kebutuhan. Jadi mulai sekarang lu bikinlah definisi kebutuhan itu apa sih dalam hidup lu? Oh, yang namanya kebutuhan di gua bisa tidur pakai AC. Berarti lu harus siapin budget buat PLN. Oh, yang namanya kebutuhan di gua bisa makan dua kali sehari. Oh, kebutuhan di gua bisa bayar uang sekolah anak gua. Oh, yang namanya kebutuhan di gua bali pulsa Rp500.000 sebulan. Oh, kebutuhan di gua pendidikan. Oh, kebutuhan di gua bikin sendiri. Berarti selain daripada itu, itu adalah keinginan yang tidak harus selalu lu penuhi. Kalau lu penuhi terus, lu adalah budak dari keinginan lu. Lu dikontrol oleh keinginan lu. Aneh. Harusnya lu yang bisa mengontrol keinginan lu. Tapi lu gimana caranya bisa mengontrol keinginan lu? Kalau lu sendiri tidak bisa membedakan mana kebutuhan sama keinginan. Aneh. Ada gua lihat orang punya motor sampai 3 biji. Gila, buat apa? Punya anak enggak, punya istri juga enggak, motor sampai tiga biji. Apa bisa lu benerin itu semua kalau rusak atau servis semua? Ganti oli semua rutin gua rasa enggak. Ujung-ujungnya ujungnya apa? Kos. Kos. Kos. Kos. Kos. Karena apa? dia keinginannya aja yang harus dipenuhi. Ya, gua wajib punya motor RX King nanti. Udah punya RX King apa? Gua wajib punya motor CBR. Udah punya motor ZBR apa gua wajib punya motor BMW. Ih, bego banget sampai hari ini ngontrak kan bodoh. Real. Buat apa lu punya motor tiga biji? Gua yakin jujurlah lu pasti lihat banyak tuh tetangga lu kenalan. Lu punya kendaraan sampai 3 biji, empat biji, li biji, rumah ngontrak. Konyol, konyol. Lu harus akui itu konyol dan belajar mengakui, membedakan. Oh, ini kebutuhan. Oh, ini keinginan gitu loh. Jadi saran gua ya buat Mr. X di luar sana yang kemarin kirim ke inbox kita nanya, "Ya, lu harus belajar memisahkan mana kebutuhan, mana keinginan. Paling bahaya adalah keinginan yang berkedok kebutuhan." Jadi, contoh nih Gen nih kayak Mr. X nih Genzi nih DM gua. Eh, buat dia, dia wajib self healing. Menurut gua itu kepuasan instan. Sebelum lu belanjain uang, lu harus tahu lu tuh bisa misahin enggak sih mana kepuasan instan, mana kepuasan jangka panjang. Let say lu memang benar-benar pengin memuaskan diri lu. Kepuasan instan tuh kayak apa? Jajan, beli iPhone, nongkrong di kafe mahal, dan lain-lain. Itu kepuasan instan. Selesai. Setelah 1 jam selesai, lu dapat apa? Enggak ada. Mungkin self feeling 1 jam. After that apa? Nothing. Lu harus belajar. Oke. Kalau lu mau puasin diri, lu puasa dalam hal-hal yang sifatnya jangka panjang. Oh, tadinya emas gua 1 gram, sekarang jadi 3 gr. Oh, tadinya emas gua 3 gr, sekarang jadi 7 gr. Belajar lihatin emas lu tuh. Lu jejer-jejer lah tuh di lemari lu emas antam itu enggak apa-apa. cuman 1/2 gram, 1 gram, 2 gram, tapi lu belajar melihat emas lu bertambah banyak atau tabungan lu, deposito lu, saham lu. Lakukan itu. Belajar mendapat kepuasan bukan dari nongkrong di kafe mahal atau nonton bioskop, film terbaru atau kepuasan dari gonta-ganti handphone terus setiap tahun. Enggak. Belajar melatih kepuasan melihat sesuatu yang bertumbuh dalam jangka panjang. Jadi kalau ditanya ada orang yang puasnya apa? Rekening banknya nambah terus. Jadi dia punya hobi tiap seminggu sekali dia pergi ke bank, narik semua duitnya di bank. Terus dia jembrengin di kasurnya. Ini ibu-ibu gua pernah ketemu, happy dia. Wah, duit gua udah banyak nih, udah jadi 2 miliar nih. Habis itu dia bungkus lagi, bawa lagi ke bank. Minggu depan dia ambil lagi semuanya dijamkin aja dia. Wah, gila duit gua udah banyak, udah nambah nih. Jadi dardinya 2 M jadi R miliar R2 juta. Happy. Tutup lagi, simpan lagi, bawa lagi ke bank. Pusing yang jadi banknya. biarin aja pusing. Tapi dia belajar mendapatkan kepuasan dalam jangka panjang. Kepuasan dari melihat pertumbuhan asetnya itu jauh lebih penting, Guys. Jadi, lu gantilah definisi kepuasan lu itu apa. Nah, yang ketiga itu lu udah lakukan yang pertama ya. Lu belajar menyisihkan, bekerja untuk diri lu sendiri. Jangan kayak budak, bekerja buat majikan. Enggak pernah belajar menyisihkan buat membeli kebebasan dia. Lalu yang kedua lu sudah belajar memisahkan mana kebutuhan semakingin. Nah, yang ketiga ini penting, Guys. Yang ketiga itu belajar melipat gandakan uang. Lu udah berhasil sisihkan, lu udah berhasil lindungi itu dari jebakan nenek moyang. Jadi lu enggak lakukan itu buat spending hal-hal yang enggak penting. Nah, pelajaran ketiga dari arcad budak Babilonia ini apa? Lu harus mengerti bahwa setiap keping emas yang lu dapatkan itu adalah karyawan lu. Itu ada buruh lu. Namanya emas. Dan emas ini harus bekerja buat lu karena dia budak lu. Dia harus kerja ngasilin duit buat lu. Jangan diam aja di bawa bantal. Karena apa? Kalau lu bisa membuat uang bekerja buat lu, uang itu bisa berbuah. Jadi zaman dulu orang itu dapat gaji bukan uang kertas tapi emas. Belajar lu sisihkan emas ini. Dan setiap emas ini lu harus lihat ini adalah karyawan, ini adalah buruh, ini adalah pekerja, ini adalah mesin uang. Dia harus bisa bekerja menghasilkan duit buat lu. Dia mungkin enggak bisa menghasilkan emas yang sama seperti ini. Dia bisa menghasilkan koin-koin silver, perak, tembaga. Enggak apa-apa. Satu, dua, tig, empat, lima. Setiap keping yang dihasilkan ini, ini adalah anaknya dari emas ini dan dia bisa bekerja buat lu. Emas ini bisa menghasilkan perak-perak yang lebih kecil. Perak-perak yang lebih kecil harus belajar menghasilkan tembaga-tembaga yang lebih kecil lagi. Jadi, setiap harta yang kamu miliki itu adalah budak. Dalam konsep arkad ya, ingat ya, dia orang budak. Jadi bahasanya budak Babilon nih. Dan seiring berjalannya waktu, harta ini bisa menghasilkan harta baru lagi buat kamu. Jadi, gimana caranya Arcad menghasilkan duitnya? Ya, jadi setelah arcad berhasil menyisihkan uangnya, penghasilannya dia dari upah dari tuan, dia enggak langsung membiarkan uang tersebut diam di balik meja atau habis buat konsumsi enggak jelas. Enggak. Dia meminjamkan uangnya kepada temannya. Temannya pengusaha pandai besi. Jadi, blacksmith. Bikin pedang, bikin cangkir, bikin meja, bikin perisai, bikin tapal kuda. Blacksmith. Dia punya teman, kenal baik, pengusaha pandai besi. Apa yang dia lakukan? Dia pinjamin uang. Kenapa dia mau pinjamin uang? Karena dia kenal baik orangnya. Dan dua, dia sudah memahami bisnisnya. Oh, bisnis tapal kuda ini begini ya. Oh, bisnis alat-alat perkakas itu begini ya. Oh, modalnya butuh bahan baku ya. Biji besi beli di mana ya? Waktu tempa butuh berapa banyak ya? buat bikin panas sebegitu besar butuh batu bara seberapa banyak. Jadi lu udah tahu nih bisnisnya luar dalam. Lalu dia kemudian bersepakat sama temannya ini si pandai besi ini pengusaha. Kita bagi hasil deh. Gua kasih lu duit gua pinjamin. Nanti kita bagi hasil keuntungannya ya. Dari setiap barang yang lu berhasil jual gua akan terima persekot. Terima bagi hasil dari keuntungannya. Nah dari sinilah kekayaan arcad mulai beranak pinak guys. Jadi menurut the riches main inin Babylon itu ada tiga cara buat melipat gandakan uang lu dan lu harus tahu. Yang pertama itu investasi ya. Jadi, lu mulai belajar pindahin nih tabungan lu yang duit cash itu nothing lah. Itu bunganya paling cuman 2% tiap bulan lu ganti ke dalam bentuk saham, reksadana atau aset apapun yang bisa menghasilkan produk lain, buah-buah lain dalam bentuk uang. Jadi bisa bunga berbunga atau menghasilkan saham lain. Kalau gua suka bilang namanya gua investor saham ya. Gua bilangnya buah-buah saham. Jadi gua beli saham dia bisa menghasilkan gua capital gain, dia bisa menghasilkan gua warrant, dia bisa menghasilkan gua opsi. Itu semua hak-hak yang lahir dari sebuah saham. Buah-buah saham itu ada banyak. Jadi, lu bisa dapat dividen, lu bisa dapat capital gain, lu bisa dapat hak opsi, hak war dan lain-lain. Ini namanya rights. Itu buah-buah saham. Jadi, satu saham bisa berbuah jadi banyak, Guys. Lu belajar lakukan itu, investasi supaya uang lu bekerja buat lu. Kalau enggak apa, ya lu jadi budak selama-lamanya. Yang kedua, apa? Belajar bangun bisnis. Kalau lu enggak tahu taruh di mana, "Pak, gua enggak yakin beli saham perusahaan X. Kalau duit gua dibawa lari, gimana?" Bisa enggak? Bisa. Memang bisa banget. Jangankan dibawa lari, perusahaannya kena meteor juga bisa, perusahaannya bangkrut juga bisa. Jadi, lu belajarlah buat mengalihkan duit tabungan lu ke bisnis yang real yang nantinya bisa jadi mesin cetak uang lu. So, lu mulailah belajar nih. Sadarin keahlian lu apa. Kembangin keahlian lu, perdalam ilmu lu. Dan cobalah mulai belajar bikin bisnis yang nyata. Jadi, lu harus belajar nih jadi pengusaha. Sisihkan uang lu buat jadi pengusaha. Walaupun enggak gampang. Gua sih makanya lebih pilih yang pertama ya. Nah, yang ketiga, ketiga paling penting investasi ke diri sendiri. Ini gua suka bilang investasi leher ke atas, investasi otak. Gimana caranya? Upgrade diri lu, ikut kursus, baca buku, ketemu orang, ngobrol, networking, lakukan apapun yang dapat meningkatkan nilai tambah lu sendiri. Karena skill ini ya skill knowledge itu adalah sesuatu yang gak bakal bisa dicuri dari lu. Akan stay sama lu. Dan kalau lu udah menguasai banget, lu ahli banget, itu enggak bakal bisa ya gampang diambil alih sama orang lain. Beda dengan tabungan emas. Lu nabung emas bisa aja rumah lu dirampok. Real. Lu tabung tanah, sertifikat-sertifikat lu ada banyak, ada 200 lebih. Bisa habis terbakar dimakan rayap. Bisa. Tapi kalau lu investasi layar ke atas, pengetahuan lu, knowledge lu, ilmu lu, keahlian lu, skill lu, begitu lu jadi ahli, lu menguasai itu. Lu bukan menguasai emas, lu menguasai itu. Leher ke atas itu. Lu tidak ada sesuatu seseorang atau apapun itu yang bisa ambil alih itu dari lu. Jadi, penting banget nih investasi yang ketiga. Investasi yang enggak bakal pernah habis dimakan rayap. Duit lu bisa dimakan rayap, harta benda lu bisa habis kena karat, mobil, motor habis berkarat. Tapi ilmu ya lu investasi leher ke atas akan stay with you forever sampai lu mati, Guys. Ini cuannya gede nih. Nah, kalau menurut Arcad, lu penasaran enggak ya? Menurut orang terkaya di Babilonia yang namanya Arcad, seorang mantan budak, dari tiga itu mana yang lebih penting? Coba lu jawab pertanyaan ini. Kalau lu sendiri gimana? Mana yang lebih penting? Yang pertama itu investasi. Pindahin tabungan lu ke saham, reksadana, atau aset apapun ya yang menghasilkan uang. Jadi investasi yang kedua bikin bisnis sendiri atau yang ketiga investasi leher ke atas. Menurut lu ya, mana sih yang paling penting menurut Arcad? Coba lu jawab. Kalau menurut Arcadiga hal itu cara melipatkan ganda uang itu yang paling penting dan yang paling baik adalah nomor tiga. Karena dengan lu meningkatkan kapasitas diri lu, meningkatkan knowledge lu, pengetahuan lu, skill lu, percayalah ini bakal meningkatkan kemampuan lu untuk menghasilkan lebih. either menghasilkan uang, menghasilkan value, menghasilkan produk, barang atau jasa, lu jadi bisa menghasilkan lebih. Yang ujung-ujungnya lu bisa meningkatkan ya potensi pendapatan lu sendiri. Lu bisa meningkatkan peluang lu, opportunity lu itu makin besar, tambah lebar. Dan ini penting investasi lahir ke atas menurut arcad. Kenapa? Karena sebelum dia investasi di perusahaan pandai besi punya kawannya itu, Arcad itu punya pengalaman kena tipu sama pengusaha batu permata dan dia mengalami kerugian. Di situ dia ngerti, "Oh, wajar aja gua kena tipu karena gua belum cukup otak." Di situ dia baru nge heh. Dibanding gua investasi di perusahaan bodong, gua enggak ngerti perusahaan atau gua bangun bisnis tapi atau gua bangun restoran tapi gua enggak ngerti cara masak, gua enggak ngerti logistik pangan. kayaknya yang paling benar investasi ketiga deh. Karena kalau enggak duit lu, seberapa banyak duit lu 200 miliar sekalipun, kalau lu tidak ngerti gimana cara menempatkan dan lu tidak punya ilmu untuk itu, ujung-ujungnya lu collaps, Guys. Jadi pengalaman Arcad karena tipu di pengusaha batu permata itu, Guys, ya. Ini bisa jadi pelajaran dia dan dia bawa ingat terus ini dalam perjalanan hidupnya. Nah, makanya teman-teman penting banget ya buat dulu investasi lahir kata seperti kata Arcad ya, orang terkaya di Babylonia. Salah satu caranya dengan datang yuk di acara Benix Investor Summit. Diselenggarakan 1 tahun sekali loh. Sekarang kita bikin di Solo acaranya di tanggal 13 sampai 14 Desember di Solo, Guys. Tahun ini ingat ya, tempatnya terbatas. Di sini kita bakal membahas potensi investasi yang menarik nih dari saham energi hijau, dari bisnis logistik, dan dari satu sektor spesial nih yang menurut gua punya potensi besar ya buat cuan gede nih dalam 2 3 tahun ke depan. Nah, teman-teman di sini juga bisa dapat network sesama investor juga. Jadi bisa punya teman nih saling sharing, saling ngobrol tentang perjalanan investasi kalian. So, buruan tunggu apaagi? Segera daftar ya di Benix Investor Summit di bulan Desember ini kita lagi ada promo 30% untuk 10 orang pertama yang daftar sebelum tanggal 30 Oktober. Jadi buruan, Guys, karena tempatnya terbatas. Sampai ketemu di Solo, ya. Bandx Investor Summit 2025. So, kita sudah masuk ketiga. Yang keempat apa? Yang keempat itu harus belajar melindungi hartamu dari kerugian. Jadi pelajaran keempat dari arcad ya. Oke. Lu berhasil lipat gandakan uang lu, lu berhasil investasi lu, lu berhasil membedakan kebutuhan dan keinginan lu, lu jadi kaya raya. Terus next step apa? Yang keempat, belajar melindungi harta lu dari kerugian. Lu harus melindungi harta lu supaya tidak habis dimakan rayap, habis dimakan ngengat, habis ditipu orang. Intinya ya, lu wajib berhati-hati dalam menginvestasikan uangmu, jeripayahmu, keringatmu tuh. So, lu perlu tahu, perlu waspada karena lu wajib memastikan bahwa lu menaruh tempat lu di tempat yang terpercaya, di tempat yang aman atau dalam konteks saham di perusahaan yang amanah lah. Dan amanah juga enggak cukup, Guys. Dia juga harus pintar dalam mengelola bisnisnya. Navigasi bagaimana cara melawan kompetitor. Navigasi gimana cara beradaptasi dengan era teknologi dan AI. Gimana cara menjalin koneksi dengan penguasa? Gimana caranya melewati perang tarif dengan Amerika Serikat. Itu kan butuh skill. Jadi, amanah aja enggak cukup, Guys. Lu juga harus ahli dalam mengelola duit lu. So, it's better to have a little caution, Guys, than to have a great regret. Jadi, jauh lebih baik lu sedikit hati-hati dibanding nanti lu rugi besar, penyesalan yang besar. Nah, gimana caranya, Guys, supaya lu bisa lolos nih dari kerugian. Lolos dari jebakan Batman. Nah, Arcad itu punya tips loh. Tipsnya apa? Lu harus konsultasi dengan orang bijak. Consult with wise man. Karena zaman dulu banget ya, Firaun aja nih hampir bubar nih kerajaannya. Tapi dia mau berkonsultasi sama orang bijak namanya Yusuf. Loloslah kerajaan ini dari kehancuran. Ini pepatah ini berlaku sampai detik ini. Lu harus mau konsultasi, minta advice dengan orang yang lebih bijak. Jadi, dalam kasus ini, lu harus cari advice. Carilah nasehat sama orang-orang yang lebih punya pengalaman dalam mengelola emas, dalam memegang emas, dalam memutar emas menjadi profitable. Atau dalam artian ini kalau zaman dulu adalah koin emas, zaman sekarang adalah uang lu. Konsultasi sama orang yang memang ahli di bidang itu. Bagaimana memutar uang lu, bagaimana menempatkan uang lu, bagaimana membuat uang lu menjadi berbuah. Dan lu harus belajar ya percaya, let's go. Biarkan kebijaksanaan mereka, wisdom mereka yang bekerja untuk melindungi, memprotect harta kekayaan lo. Jadi, gua punya pengalaman gini. Gua ketemu ada salah seorang e udah tua ya, umurnya sekitar 80-an. Kaya raya banget dari bisnis tambak udang. Orang Surabaya. dia punya anak. Gua ngobrol sama orang tuanya. Jadi anaknya itu protes. Kok mama enggak mau sih dengerin kata saya bikin begini? Kata mamanya, "Gua udah lebih tua, gua udah lebih paham lah dari lu. Lu enggak usah sok lebih pintar dari gua." Nah, menurut gua agak aneh nih. Banyak orang tua itu begini, "Kenapa? Lu kan sekolahin anak lu ke luar negeri nih, anaknya dia ya, umurnya udah 40-an. Itu aja masih dibego-begoin sama orang tuanya. Lu pengin anak lu jadi lebih pintar dari lu apa lebih bego dari lu? Lu kan pengin anak lu lebih pintar dari el dong." So, kalau lu pengin anak lu lebih pintar dari lu dan lu percaya anak lu lebih pintar dari lu dan lu udah lihat, lu udah uji, lu udah tes bertahun-tahun dan memang terbukti sisanya lu harus kasih apa? Kasih kepercayaan sama dia. Kelola harta keluarga, kelola aset perusahaan. Nah, ini yang agak lemah nih di sini yang gua lihat bahwa banyak orang tua itu masih memperlakukan anaknya seperti anak-anak. Jadi, walaupun anaknya sudah umur 50 tahun dianggap bocil aja terus enggak ada trust. Padahal kalau lu udah tahu ya anak lu itu pintar, kasih dia kesempatan buat mengelola itu semua. Ya sama juga ya, ada orang juga yang enggak percaya sama anaknya. Memang anaknya juga enggak bisa dipercaya. Hobinya nge-band, jerreng, jereng, jerreng, mabuk. Sama juga kaya raya juga duitnya hampir 2 triliun. Ya, kalau gue jadi orang tuanya, gua juga enggak mau percayain tuh sama anak yang kayak begitu. Tapi sisi positifnya walaupun orang tuanya sudah meninggal nih, sampai hari ini enggak jadi gelandangan itu anaknya. Kenapa? Karena di wasiat orang tuanya ketika dia meninggal, perusahaan itu tidak dikelola oleh anaknya sendiri, tapi dia sudah kasih wali amanat. Jadi dia hire profesional, seorang CEO buat running the company. Dia tahu anaknya enggak punya kapasitas, tapi dia juga enggak mau anaknya jadi miskin, melarat hidup di kolong jembatan. Jadi anaknya hidup dari deviden saham yang dimilikin mamanya itu. Perusahaannya dirunning sama anaknya, enggak diserahkan sama mamanya kepada orang yang lebih kompeten, orang yang lebih bijak. sampai hari ini ya ini udah generasi kelima ya, perusahaannya masih ada karena ternyata amanah mamanya itu masih dipegang tuh. Kenapa? Dia bilang di situ, "Biarkan perusahaan ini dijalankan sama orang yang lebih punya kapasitas. Kalau itu masih ada hubungan darah dengan kita, syukurlah. Tapi kalau tidak, jangan dipaksakan juga harus sedar sama kita." Enggak. Karena yang penting perusahaan ini hidup berjaya dengan atau tanpa keluarga kita. Jadi harus belajar menerima ya orang asing masuk jadi pengelola dijalankan dengan baik ya sampai sekarang baik. Prinsip ini, Guys, itu sudah berulang kali dikatakan lah di dunia investasi. Makanya gua juga dalam prinsip gua dalam berinvestasi gua sering investasi itu lihat orangnya dulu. Kalau orang yang lebih ahli di bisnis pakan ikan, di bisnis traktor, di bisnis pompa air, di bisnis tenaga listrik, gua enggak mau tuh sok-sok jago. Oh, gua yang paling paham, gua yang running perusahaan. Enggak. Gua akan lebih pilih kasihlah perusahaan ini kepada orang yang lebih ahli. Ada salah seorang yang selalu ngutip gua. Dia bilang, "Gua ikutin kata lu, Ben. Semenjak ituin kata lu, hidup gua jadi lebih enak." Emang kenapa? Lu bikin apa, Bang? Lu selalu bilang, "Serahkan pada ahlinya. Serahkan pada ahlinya." Ya, kalau lu merasa lu lebih ahli dalam bisnis sabun, ya lu take care lah pabrik sabun itu. Tapi kalau enggak, mendingan serahkan pada ahlinya. Dia akan bisa selesaikan begitu banyak masalah dengan effort yang jauh lebih sedikit dibandingkan lu dan tahu gimana cara navigasinya dari segala intrig yang ada di dalam bisnis. Itu penting, Guys. Enggak bisa orang serta-merta lulusan luar negeri baru lahir suruh pegang perusahaan colollaps. Itu barang banyak jadi kejadian. Lebih baik serahkan pada ahlinya. Ya, kalau memang itu masih ada hubungan sama lu, bagus. Masih ada hubungan darah sama lu, bagus. Tapi kalau memang dia enggak ahlinya, mendingan cari yang lebih bijak, cari yang lebih hebat dalam mengelola aset perusahaan lu, dalam mengelola harta kekayaan keluarga lu. Itu penting. Ingat, prinsip yang keempat, lu wajib belajar melindungi harta lu dari kerugian. Wajib. Charlie Manger berulang kali katakan ini. Def RC berulang kali katakan hal ini. Hukum pertama adalah never lose money. Jangan pernah hilang duit. Hukum yang kedua, jangan pernah lupakan hukum yang pertama. Udah itulah kunci sukses investasi lu. Jadi never lose money. Cuman dua. Dan yang kedua, jangan pernah lupa hukum yang pertama. Simpel, ya. Oke. Jadi, guys, dari empat tahapan di atas, mana yang menurut kamu paling penting? Itu yang pertama. Terus yang kedua, mana yang sudah kamu jalanin? Dan yang ketiga, mana yang belum mampu kamu jalanin? Ingat loh, ini prinsip penting banget karena ini diakui ya oleh banyak investor dunia. Buku ini diakui sebagai ilmu yang paling baik terbukti sukses, membawa banyak investor sukses di dunia. Mana nih ilmu yang sudah lu jalanin? Dan yang terakhir, Guys, pertanyaan gua adalah kenapa ya banyak orang di Indonesia itu masih juga kejebak loh bolak-balik. Empat ini dibikin urutan dengan adanya agenda, Guys. Ini ada agenda ini propaganda loh. Bahwa lu jangan kebolak-balik. Banyak orang itu enggak paham kenapa belajar menyisihkan uang itu yang terutama. Nah, setelah lu berhasil menyisihkan uang, lu harus belajar mengontrol pengeluaran lu. Ya, kalau lu enggak ada yang lu sisihkan, apa juga yang lu mau bisnis pendingkan. Nah, yang ketiga, lu belajar melipat gandakan uang lu. Nah, yang keempat lu belajar untuk melindungi harta lu dari kerugian. Nah, lu jangan kebolak-balik nih. Ini ada urutannya nih. Nah, kenapa penting, Guys, untuk tahu empat hal ini? Ya, karena banyak orang konyol. Jujur gua banyak ketemu orang konyol belum bisa nabung, belum belajar nabung, belum belajar memisahkan keinginan sama kebutuhan. Eh, tahu-tahu udah buka rekening saham. Terus ujung-ujungnya apa? Jadi penjudi, Guys. Karena tiba-tiba loh kok gua tanya lu gimana? Konggrat ya. Lu udah beli saham kemarin tuh Cardik lu pasti udah untung 200% selamat ya. Oh udah gua jual Pak. Hah? Kapan lu jual? Iya waktu itu naik 3% Pak saya jual. Lah kenapa lu jual? Soalnya saya perlu itu, Pak. Saya mau ganti motor baru. Konyol banget lu. Jadi lu investasi tujuannya buat apa? Buat memuaskan dahaga konsumtif lu kah? Berarti lu masih belum lolos dari jebakan budak itu loh. Aneh. dia masih enggak bisa memisahkan mana kepuasan jangka panjang, mana kepuasan jangka pendek. Ketika lu beli tanah, ketika lu beli emas, lu bukan beli ini buat dijual nanti sore, Guys. Beli siang-siang jual nanti sore. Beli hari ini jual 2 hari lagi. Enggak. Lu belum bisa membedakan mana yang penting buat jangka pendek, mana yang penting buat jangka panjang. Makanya penting ya buat teman-teman buat memahami empat poin ini. Tonton ulang video ini, share, diskusikan sama keluarga lu. Keluarga lu sudah lakukan belum empat hal ini? Sudah bisa belum tahu bedanya kebutuhan dan keinginan? Udah tahu enggak tiga investasi yang penting itu? Investasi layar ke atas, investasi duit, investasi bisnis? Tahu enggak? Penting, Guys, buat teman-teman ya, keluarga di Indonesia buat belajar memahami ini. Kenapa? Karena kalau lu sendiri sebagai keluarga adalah sel terkecil dalam sebuah negara, ya. Kalau makin banyak keluarga-keluarga yang makin sukses, pintar dalam aspek finansial, melek finansial. Percayalah dari keluarga kecil lu dibangun yang melek finansial, lama-lama makin banyak keluarga seperti lu, makin banyak kelurahan maju seperti lu, makin banyak kabupaten, provinsi bebas dari hal-hal yang enggak masuk akal, investasi bodong, investasi judi online, investasi money game dan lain-lah, ujung-ujungnya apa ya? Negara kita tambah bagus juga ke depannya. Dan itu cuman bisa terjadi kalau dari titik terkecil, sel terkecil keluarga lu dan lu sendiri sebagai individu udah bisa belajar empat ilmu finansial dari budak Babilonia yang berhasil membeli kebebasannya dan menjadi orang terkaya di Babilonia. So, lu pengin enggak jadi kayak Arcad? Lu punya nyali enggak kayak Arcad? Membeli kebebasannya sendiri atau sampai hari ini lu masih sibuk memperkaya majikan majikan. Majikan-majikanmikan itu banyak banget majikan. Oke, guys. Ditunggu pandangan kalian seperti apa. Segera kirim jawaban kalian di kolom komentar ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye- bye. [musik] [musik]