Transcript
jcXaxK0Bkyo • DIRTY VOTE 02 MISCONCEPTION: Subtle Propaganda Selling Indonesia to Foreign Narratives!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0473_jcXaxK0Bkyo.txt
Kind: captions Language: id Oke, Guys. Kita baru aja dapat kiriman video tentang adanya video Dirty Vote episode 2. Dan banyak orang yang kasih komentar dan bahkan sampai DM kita banjir bilang, "Om Ben, bikin dong video reaction dong terkait Diry Vot. Itu ternyata videonya panjang banget dan gua lihat isinya sampah juga ya. Banyak yang sampah ya. Jauh lebih berkualitas yang episode satu lah, yang episode 2 ini jelek banget. Dan nanti kita akan bikin serial videonya. Tapi gua mau bahas satu hal yang paling penting, kesalahan fatal di sini yaitu apa? Jadi di video itu ya ada salah satu orang yang katanya pakar ekonomi si botak lah kita bilang dari cendo 5 ons ya mungkin sesuai dengan kapasitas otak yang cuma 5 ons alias sepertiga dari otak manusia pada umumnya yang bisa sekitar 1400 gr lah per manusia tapi kalau di sini gua melihat memang 5 ons doang kapasitas otaknya kenapa karena dia kok bisa bingung bisa-bisanya membangun narasi ya seolah-olah ya Indonesia dirugikan dengan perang tarif Donald Trump seolah-olah Donald Trump itu merampas semuanya dapat full akses Indonesia tidak dapat apa-apa seolah-olah Indonesia dirugikan dengan tarif 19% itu dan Amerika cuan gede dengan 0%. Apa betul, Guys? Ini udah mulai ngeri nih menurut gua nih bisnis propaganda. Teman dari sini gua udah bisa lihat siapa sponsor di belakangnya. Karena video kayak begini produksinya bukan cuma Rp300 R00 juta, Guys. Ini produksinya nilainya bisa sampai miliaran loh. Tapi lu penasaran enggak sih di mana sebetulnya letak kesalahan itu? Makanya lu kalau penasaran jangan diskip video ini karena Benix bakal kumpas tuntas Dirty Vold dalam episode ke depan. Jadi yang pertama gua mau bilang gini soal tarif Donald Trump katanya Indonesia dirugikan. Amerika dapat full akses, Amerika dapat akses ke bahan tambang kita. Ya, orang-orang itu banyak yang sekarang panik gara-gara video itu. Seolah-olah kita dirampok enggaklah. Tetap konteksnya itu bisnis full akses itu artinya mereka boleh beli bukan ngerampok. Beli pun ada caranya. Lu either eer bikin pertambangan lu sendiri di sini tapi Indonesia kan udah melarang ekspor bahan tambang. Akibatnya apa? Lu bangun smelter lu di sini. Jadi mau lu orang Cina kek, lu mau orang Jepang kek, mau lu orang Amerika pun boleh enggak dapat tembaga dari Indonesia? Boleh. Invest di sini. Good news bagi kita juga. Karena apa? Ada lapangan kerja baru, kita terima duit investasi lagi masuk. Jadi ini menguntungkan buat kedua belah pihak dibandingkan emasnya, tembaganya, diam aja di situ enggak kepakai, enggak jadi apa-apa juga. Jadi di sini ya enggak benar kalau ada orang bilang narasi seolah-olah Indonesia dirampok ngasih bahan tambangnya sumber daya alamnya gratisan. Enggak. Sampai hari ini pun lu tahu berapa banyak batu bara Indonesia yang pergi ke Jepang. Apa artinya Jepang rampok dari Indonesia? Enggak. Ataupun batu bara kita pergi ke India atau nikel kita ke China dan lain sebagainya. Ke Jerman juga ada. Apa artinya kita dirampok? Enggak konteksnya ya berbisnis dagang itu loh maksudnya. Terus soal 19% 0% lu tahu enggak sih sebetulnya Indonesia itu diuntungkan banget? Kenapa bisa teman-teman tahu? Salah satu ekspor manufaktur terbesar di Indonesia itu adalah foodware manufaktur. Lu bayangin ya Indonesia itu peringkat tiga loh terbesar di dunia. Negara-negara yang suplly alas kaki footware ke Amerika Serikat. Peringkat satu siapa? China. 10 billion dolar setahun. Tarifnya berapa? China itu sekarang tarifnya 55%. Peringkat dua itu ada Vietnam. Vietnam itu biliun dar. Terbiasa ekspor ke Amerika Serikat. Tarifnya berapa? 20%. Indonesia kemarin tuh peringkatnya cuma peringkat tiga. Nilai bisnisnya cuman 2,6 biliun dolar. Tapi tarif kita 19%. Makanya teman-teman jangan heran dari bisnis alas kaki aja ya, Cina bentar lagi akan kegeser nih posisinya. sama Indonesia. Kenapa? Karena Cina dulu peringkat utama dunia, eksportir terbesar ke Amerika Serikat. Tapi sekarang tarifnya udah 55%. Indonesia sekarang cuma 19%. Dan teman-teman tahu ya bisnis foodware atau alas kaki, sepatu, sendal Indonesia termasuk yang paling bagus juga di dunia. Jadi, makanya gua sangat confident bahwa akan makin banyak nih pabrik-pabrik dari Cina yang bakal pindah ke Indonesia. Bukan cuma dari Cina loh, bisa jadi juga akan pindah dari India dan Bangladesh. Kok bisa ya? Selain alas kaki ya, Indonesia juga terkenal ekspor baju aparel, pakaian, kaos, kemeja. Nah, peringkat satu dunia lu tahu yang hobinya ekspor ke Amerika itu namanya Cina. Cina dapat sekitar 7 billiun dolar setiap tahunnya. Tapi sekarang dia kena tarif 55%. Udah pasti dia bakal keok tuh ekspornya ke Amerika. Terus penggantinya siapa yang bisa menggantikan dia? Vietnam. Sekarang Vietnam peringkat dua nih, ekspor baju 6,8 billion dollar setiap tahunnya. Tapi Vietnam tarifnya 20%. Nah, Indonesia bisa ggak ambil peluang ini? Bisa. Karena Indonesia hari ini kita ada di peringkat 5 besar. Kita itu ekspornya 2,1 biliun dolar setiap tahun ya. Tapi sekarang kita tarifnya yang paling kecil cuma 19%. Ini jauh lebih rendah dibandingkan ya eksportir baju lainnya seperti Bangladesh loh. Lu tahu Bangladesh berapa? Bangladesh itu 20%, India, Indonesia cuma 19%. Makanya lu pasti lihat nih dalam beberapa waktu ke depan ya akan makin banyak nih pabrik-pabrik yang pindah. Bukan cuma dari China loh, tapi bisa juga dari Bangladesh ke Indonesia, dari India pun ke Indonesia untuk dapatkan tarif 19%-nya Donald Trump dibanding ekspor dari negara mereka. Tarifnya bisa 50%, bisa 25%, bisa 36%. Kalau lu Kamboja ngapain? Ya udah mending ke Indonesia karena tarifnya cuma 19%. Jadi kalau dibilang Indonesia dirugikan ya enggak. Justru kita itu diuntungkan. Nah, kalau kita bicara lagi nih soal bisnis yang berhubungan dengan aparel baju, lu pasti ngomongin soal tekstil, ngomongin soal garmen. Peringkat satu dunia siapa? Cina lagi 11 billiun dolar tapi sekarang dia kena tarif 55%. Oke, peringkat dua siapa? Ada Vietnam kompetitor kita 8,5 billar tarifnya 20%. Nah, Indonesia juga terkenal tekstilnya tapi sekarang tarif kita sudah lebih murah dibandingkan Vietnam yang 20%, lebih murah dibanding Bangladesh yang 35% tekstil, lebih murah dibandingkan China yang 55%, Indonesia cuma 19%. Makanya dibilang kalau Indonesia dirugikan. Enggak. Indonesia justru sangat diuntungkan. Makanya lu jangan kaget kalau lihat saham-saham perusahaan kawasan industri itu makin naik tinggi. Kenapa bisa? Ya karena rebutan pabrik-pabrik dari luar negeri buat buka cabang di Indonesia. Dibandingkan dia ekspor dari India kena 26%, ekspor dari Bangladesh kena 35%, ekspor dari Cina 55%. Udah paling benar lu ekspor dari Indonesia cuma kena 19%. Yang paling kecil di antara negara-negara yang ahli, ekspor, alas kaki, baju, pakaian, tekstil. Jadi dibilang Indonesia dirugikan sama sekali enggak. Nah, semoga lu konteksnya udah jadi jelas di sini bahwa lu jangan termakan tuh narasi-narasi palsu. Gua kecewa sih karena kalau gua lihat Dirty Vote 1 bagus tapi Dirty V 2 aduh. E sebentar guys, sebentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu, dan interaksi langsung ya, karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya gede banget nih, Guys. Nah, buat d yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat karena kita lagi ada promo diskon 30% sampai tanggal 30 Oktober 2025. Ingat ya, diskon 30% ini diskon terbatas cuma buat 10 orang pertama. Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita sediakan. Ikut di sini sangat happy lah ya. Jadi banyak sekali membuka wawasan baru, terutama banyak bocoran-bocoran mengenai ee kebijakan maupun emiten yang akan terbang selanjutnya. Jadi puas sekali sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya ee pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah ini. Mengikuti BIC investor Samet ini setelah dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa kalau kita bisa memahami fundamental atas perusahaan dan forecast untuk perusahaan ke depannya kita pasti dapat akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya rasakan selama setahun ini. Dan saya harapin kalau e untuk Benik Investor Summit 2025 diadakan, saya pasti akan ikut lagi. Salam cuan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025 segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. Kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Tapi 342 aduh banyak yang salah di situ, ya. Salah satunya ini. Seolah-olah Indonesia itu ditipu, dikadalin, dirugikan sama Amerika. Padahal faktanya enggak. Justru kalian akan saksikan dan teman-teman investor pasti sudah tahu ya. makin banyak investor dari luar negeri yang masuk ke Indonesia karena pengin menikmati perang tarif itu. Dan by the way, yang paling ngeri lagi ya sebetulnya gua melihat ada begitu banyak loh kesalahan narasi dan kecenderungannya malah propaganda yang gua yakin nih ada hubungannya nih sama duit asing. Karena ada beberapa data-data ekonomi yang disampaikan bukan cuma soal perang tarif itu yang menurut gua sangat manipulatif dan cenderung ya ini propaganda untuk mengadu domba masyarakat Indonesia nih. Lu setuju enggak sih kalau kita bikin video lanjutannya ya Dirty Fot 2. Kita kumpas tuntas, kita bongkar bagian-bagiannya karena dia juga ada nyinggung tuh raja gandum Indonesia, orang terkaya di Indonesia. Lu penasaran enggak sih kalau kita bikin sambungannya analisis ekonomi ya? Kita cuma bahas struktur ekonominya, kita enggak bahas politiknya di dalam Derivote 2. Makin seru lagi. Soalnya dia bilang, "Ya, katanya perang tarif ini justru menguntungkan oligarki orang terkaya di Indonesia ini karena bisnis gandumnya jadi tambah cuan katanya. Apa betul? H menarik nih. Siapa nih yang lagi perang nih di belakang layar nih? Kalau lu setuju Benix bikin video lanjutan terkait Dirty Food 2. Kita kumpas tuntas kita bongkar semuanya guys. Segera like video ini. Begitu mencapai 24.000 likes dalam 24 jam kita bikin part 2-nya loh. Karena bukan cuman di sini doang kesalahan-kesalahan yang dibikin oleh ya Chand ons itu ya. Sesuai dengan kapasitas otaknya yang cuman 5 ons itu bodoh sekali. Jangan lupa tuliskan pandangan lu seperti apa terkait perang taret Donald Trump terkait video-videonya si Dirty Food. Lu setuju atau tidak sama mereka yang episode 2, by the way? Dan lu setuju atau enggak kalau kita kupas lebih lanjut lagi di episode berikutnya? Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]