Transcript
LFvATDFA4vs • IN 7 DAYS THE WORLD CHANGED!! THE MOST IMPORTANT WEEK IN WORLD ECONOMIC HISTORY! INVESTORS MUST K...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0474_LFvATDFA4vs.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Investor
besar dunia pada bikin panik karena
mereka banyak bikin pernyataan, banyak
bikin ramalan tentang ekonomi dunia yang
bakal makin memburuk. Ya, salah satu
yang bikin heboh adalah JP Morgan. JP
Morgan udah ngasih peringatan nih kalau
Amerika Serikat bentar lagi bangkrut dan
sedang berjalan nih menuju jurang
kebangkrutan. Karena ya sekarang mereka
punya lonjakan hutang yang luar biasa
besar. Bahkan buat bayar bunga hutangnya
aja ya bentar lagi nih udah bakal lebih
besar dibandingkan bayar pengeluaran
buat tentaranya. Dan bukan cuman GP
Morgan loh yang kasih peringatan keras
bahkan Goldman Sex mereka juga kasih
peringatan besar buat investor saham.
Karena menurut mereka ya sekarang
valuasi dunia saham banyak dipengaruhi
oleh sektor teknologi khususnya di
Amerika AI ya lu udah tahulah Nvidia and
the G dan menurut mereka ini udah sampai
ke level yang terlalu bubble bentar lagi
akan meletus dalam 12 hingga 24 bulan ke
depan jadi menurut Goldman seks ya betul
dunia bentar lagi akan menuju krisis
besar karena apa semuanya aset udah pada
bubble tapi ini ada hubungannya juga loh
dengan peristiwa besar yang akan terjadi
nih dalam beberapa hari ke depan kenapa
karena sebetulnya dunia saham bakal
makin gregetan bukan cuma di Amerika
tapi juga di Indonesia. Nah, inilah lima
kejadian yang bakal terjadi dalam minggu
ini. Dan lu harus tahu, Guys. Makanya lu
jangan skip video ini karena ini pasti
akan mempengaruhi portofolio saham lu.
So, jangan dikip video ini. Let's check
this out.
[musik]
Jadi, yang pertama, Guys, ini yang
paling heboh. Shoutout di Amerika
Serikat. Jadi, teman-teman tahu ya, di
Amerika Serikat itu enggak kayak di
Indonesia. Kalau di Indonesia itu banyak
pegawai pemerintahnya itu ya PNS itu
adalah pekerjaan yang permanen. Bahkan
lu udah mati aja masih bisa digaji jadi
PNS di Indonesia banyak. Orang dapat
gaji pun enggak pernah ngasuk kantor.
Itulah PNS di Indonesia itu sudah
dianggap sebagai pekerjaan yang pasti,
stabil dan apapun yang terjadi lu dapat
pesangon lu dapat duit. Jadi luar biasa.
Nah, beda dengan di Amerika Serikat.
Mayoritas PNS di Amerika Serikat,
karyawan pemerintah federal termasuk
sampai negara bagian itu adalah karyawan
kontrak yang artinya lu bisa di-cut
kapan saja. Besok bisa, 2 detik lagi
bisa, 15 menit lagi habis nonton video
ini juga bisa lu langsung di-cut.
Kenapa? Karena enggak ada yang namanya
PNS kayak gini permanen. Sampai mati pun
lu jadi PNS enggak bakal pernah di-cut.
Enggak bisa. Di Amerika Serikat
mayoritas PNS itu adalah karyawan
kontrak. Jadi sama kayak karyawan
swasta, karyawan swasta maupun karyawan
PNS, karyawan pemerintah enggak ada
bedanya. Nah, Teman-teman tahu ya
sebetulnya udah per awal bulan ini di 1
Oktober mereka tuh governmentnya lagi
shutdown. Karena kayak di Indonesia juga
ketika lu mau bikin gaji buat PNS, gaji
buat orang kementerian, beli mobil dinas
baru kayak di Indonesia, lu mau kawin
lagi kan pakai duit negara ya. Nah, di
Amerika Serikat itu meetingnya 1 Oktober
kemarin itu mereka belum ada meeting of
mind. Jadi, belum ada kesepakatan antara
anggota DPR-nya dengan pemerintahnya.
So, mereka masih terpecah belah soal
anggaran, soal budgeting. Akibatnya apa?
Pemerintah mereka shutdown, tutup pintu,
mati lampu karena enggak bisa bayar
listrik, enggak bisa bayar gaji. Dampak
yang paling dekat sih, ribuan karyawan
ya, PNS federal itu dirumahkan tanpa
gaji. Gila enggak sih lu disuruh pulang
ke rumah tanpa gaji? Lu karyaan White
House. Sorry, Bro. Lu memang kerja di
White House nih, gedung putih nih. Tapi
lu enggak ada gaji nih hari ini. Mau
enggak gratis nih? Enggak mau pulang lu,
enggak ada duit, mati lampu White House.
Makanya Donald Trump dari kemarin
muter-muter aja Asia Tenggara tuh
kemarin habis meeting di Malaysia,
bentar lagi meeting di Korea Selatan.
Jadi kenapa? Karena lagi mati lampu di
rumahnya di Amerika Serikat. Nah, bukan
cuma karyawan PNS yang lagi dirumahkan
enggak terima gaji, tapi juga
karyawan-karyawan yang non esensial.
Jadi, karyawan-karyawan pemerintah tapi
enggak esensial. Contohnya, kerjaan lu
adalah tukang kebun di gedung putih atau
kerjaan lu ee bikin kopi, laundry,
kebersihan, tapi enggak esensial ya buat
pemerintahan. ya lu di-shutdown, lu
disuruh pulang juga, di-cut. Lampak yang
paling seram sebetulnya ya karena banyak
karyawan-karyawan PNS di situ sistemnya
kontrak. Akibatnya ya banyak juga ya
pensiunan yang sakit-sakitan butuh BPJS
atau cairin lah kayak di Indonesia ya.
Cairan BPJS tenaga kerja, duit pensiun
atau masuk ke rumah sakit BPJS kesehatan
itu ya manfaat jaminan sosial mereka di
sana itu terpaksa ditunda. Karena lu mau
klaim BPJS gimana? Karyawannya enggak
ada, Bro. Udah kena pecat semua. Enggak
bisa. Lu mau klaim pensiun lu gimana?
Enggak ada orang yang pegang. Jadi ini
betul-betul dampak yang signifikan dan
ini udah berjalan dari 1 Oktober sampai
hari ini udah hampir 30 hari loh sudah
hampir 1 bulan. Ini ngeri. Ini dampak
jangka pendeknya aja banyak PNS yang
dirumahkan. Dan lu tahu dong konteksnya
kalau di Indonesia salah satu yang makan
gaji duit banyak itu ya gaji tentara
militer. Akibatnya di Amerika sama juga
banyak gaji-gaji tentara yang terpaksa
ditahan dan ditunda. Dan lu tahu ya
namanya tentara ya gajinya pasti enggak
gede. Mau di Indonesia, mau di Amerika
gaji tentara itu tidak besar dan mereka
pasti bakal menderita nih kalau
seandainya gajinya banyak dipotong. Dan
yang paling ngeri adalah masalah data,
Guys. Ingat ya, di Indonesia ada buo
pusat skenario. Nah, kalau di Amerika
ada namanya Badan pusat statistik. Nah,
di situ karyawannya sama-sama PNS. Nah,
kalau seandainya gajinya enggak ada,
mereka juga pulang, Guys. Pulang kampung
ngolek-ngolek bikin gado-gado pecel di
kampungnya. Itulah yang terjadi di PBS
di Amerika Serikat. Akibatnya, data
pemerintah tuh enggak di-update. Kayak
sekarang gua sering banget pakai
data-data itu. Data inflasi, data
pengangguran, data lapangan kerja, data
industri, data konsumen. Itu kan semua
ada. Dan itu di-update setiap detik,
di-update setiap hari diupdate setiap
bulan diupdate. Enggak kayak APBN
Kementerian Keuangan tuh bulan Januari
hilang satu negara, Februari hilang
gitu. Ini negara abal-abal emang nih
Kazakhstan yang satu ini. Tapi di
Amerika Serikat enggak bisa data lu
harus update terus, Bro. Tetapi karena
kongresnya enggak sah-sahin budgetnya
buat pemerintahan federal, ya udah cut,
pecat semuanya. Nah, ini ujung-ujungnya
bakal mengakibatkan tekanan ekonomi dan
pasti dirasakan oleh jutaan warga
Amerika Serikat. Kenapa? Karena artinya
negara ambil kebijakan buta, enggak bisa
lihat data. Dia enggak bisa lihat data
berapa petani yang butuh pupuk subsidi.
Oh, bahaya dong. Berarti ditahan aja
dong pupuknya. Berarti orang bisa telat
nanam loh. Padahal lagi musim penghujan.
Ini momen yang pas. Oh, ini bahaya
sekali, Guys. Jadi data itu betul-betul
penting. Makanya bakal banyak nih
lonjakan kerusakan ekonomi bagi jutaan
warga Amerika Serikat. Lalu, apa? Ini
juga ada dampaknya buat Indonesia.
Dampaknya ke negosiasi tarif sama
negara-negara yang lagi lobi nih sama
Amerika. Gimana mau nego datanya gak
kelihatan. Berapa lu ekspor? Berapa lu
impor? Berapa cadangan devisa lu, berapa
nilai tukar lu. Gak bisa. Shutdown
pemerintahnya. Goblok banget. Tapi
itulah realitasnya negara demokrasi
Amerika Serikat. Bahkan sampai London
perdana menteri Inggris aja sampai
komplain, "Ini gimana sih ada negara
ngaku-ngaku negara maju tapi bisa
shoutout datanya? Mengakibatkan apa?
Transaksi internasional jadi tersendat."
Kenapa tersendat? Karena orang takut
kebijakan Amerika Serikat akan seperti
apa. Shoutdown pemerintah aja bisa mati
enggak jalan, enggak bergerak. Apa kita
bisa percaya dengan pemerintahan seperti
itu? Akibatnya data ekonomi yang penting
itu jadi enggak ada. Kita enggak punya
pegangan. Akibatnya ya banyak perusahaan
investasi yang enggak bisa gerak.
Perusahaan keuangan enggak bisa gerak
karena mereka nunggu data dirilis nih.
Tapi enggak ada datanya. Siapa yang mau
rilis? BPS-nya di-cut. Nah, fenomena
ini, Guys, kita enggak bisa lihat data
konsumer, data tenaga kerja, data
inflasi, dan lain sebagainya, data
industri. akibatnya ya inilah yang
dibilang sebagai data blackout. Server
dimatikan, enggak bisa bayar listrik,
Guys. Dan akibat hilangnya ya data-data
itu buta nih kita semua nih. Akibatnya
para pelaku pasar kehilangan kompas nih,
arah nih buat membaca arah ekonomi
Amerika. Dan ini namanya data blackout
ini akibatnya pasti menciptakan
volatilitas. Volatilitas apa? Ya, karena
investor jatuhnya cuma bisa main
tebak-tebakan. Tebak-tebakan arah
kebijakan, tebak-tebakan kinerja ekonomi
Amerika Serikat. Sebulan ini membaik
atau memburuk enggak ada yang tahu. Dan
ini bakal mempersulit Jerome Pwel,
manusia yang lebih sakti dibanding
Serox. Kalau Serox bisa fotokopi ribuan
lembar dalam hitungan detik. Tapi kalau
Jarum Powell, wow dia bisa nge-print
jutaan dolar bahkan sampai miliaran
dolar dalam hitungan detik. So, lu tahu
kan The Fight itu bakal meeting bentar
lagi nih, besok nih akhir Oktober nih,
besok mereka bakal beting dan meeting
itu akan menjadi pusat perhatian dunia.
Kenapa? Ara The Fed bakal mengumumkan
suku bunganya di Bank Sentral Amerika
Serikat itu bakal naik apa turun. Dan
ini penting karena ini jadi titik acuan
semua investor di seluruh dunia termasuk
Purbaya pasti melototin itu juga.
Gubernur Bank Indonesia juga pasti
melototin itu juga. Karena kalau mereka
turunin suku bunga, Indonesia jadi punya
ruangan nih buat turunin suku bunga
lagi. Tapi kalau Amerika Serikat naikin
suku bunga, ya mau enggak mau kita harus
komite. Karena kalau enggak duit bakal
lari ke Amerika Serikat. Orang mendingan
nabung dolar kalau bunganya lebih tinggi
dibandingkan nabung di Indonesia.
Simpel. Makanya semua mata melihat The
Fat karena besok dia bakal rilis soal
keputusan mereka mengenai suku bunganya
di The Fight ini. Cuman yang jadi
masalahnya bakal ada kesenjangan data
karena data blackout itu. Akibatnya The
Fat bisa jadi mengambil keputusan yang
tebak-tebakan. Tutup mata. Ini ngeri
banget lu bayangin ya. ngejalanin
pemerintahan tapi bukan pakai kacamata
kuda. Baru-baru pakai kacamata kuda. Ini
matanya aja enggak ada, Guys. Karena
udah dicabut buta. Tapi dia harus
ngambil keputusan yang berdampak bagi
seluruh dunia. Dan ini betul-betul bikin
panik dunia. Sampai Bank of America itu
sampai bilang, "Ya, wah, udah kalau the
enggak punya data, kalau biro pusat
skenario lagi tutup kantor, semua orang
dipecat, enggak ada lagi kita bisa dapat
feeding data yang terpercaya." Oke, ya
udah enggak usah dirubah, enggak usah
bikin rubah apa-apa karena dibilang apa?
Don't change while flying blind. Ketika
lu lagi buta, lu terbang maksa terus,
terus lu merasa, "Eh, kayaknya belok
kiri, kayaknya belok kanan. Bahaya,
Guys. Mendingan jangan change course,
enggak usah ganti arah. Maksudnya Bank
of America adalah ya udah lu enggak usah
naikin, enggak usah turunin suku bunga."
Tapi kalau menurut gua, menurut gua ini
adalah permainan cantik dari Donald
Trump. Kenapa? Karena Donald Trump itu
sudahudah berulang kali bilang si Jarum
Paul ini orang bodoh, orang bego, kakek
tua, lambat, tidak bisa berpikir, dan
harusnya memang dipecat dan diganti.
Sayangnya aja dia enggak bisa punya
kekuasan buat lakukan itu karena beda
dengan di China. Bank sentral di China
itu karyawan, karyawannya menteri di
situ. Kalau di Amerika, bank federal itu
punya power enggak bisa diganti
setingkat presiden bahkan ya di dunia
moneternya itu. Jadi enggak bisa gampang
diganti sama presiden. Luar biasa. Nah,
makanya Donald Trump itu bikin tweet
seperti ini. Sampai di tweet itu lu bisa
bilang, "Ya, I really believe that
Jerome too late Powell." Jadi, Jerome
yang selalu terlambat bahkan sangat
terlambat ini ya merupakan penghalang
nih. Penghalang buat apa? Pertumbuhan
ekonomi di Amerika Serikat. Kalau di
Indonesia penghalang itu banyak, Guys.
Ada ormas gitu kan. Ormas warna merah,
kuning, hijau, biru, hibinunu, semua
ada. Nah, di Amerika Serikat penghalang
itu si Jerem Powell ini, Guys. Jadi
menghalangi pemerintahan Amerika
Serikat. Tapi ini merupakan strategi
yang bagus menurut gua dan gua yakin. E
sebentar guys, sebentar guys sebelum
kita lanjut videonya. Halo goodis guys.
Teman-teman investor Benix Investor
Summit 2025 akan segera diselenggarakan
di bulan Desember 2025 [musik] di Swiss
Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang
pengin segera diskusi, ketemu, dan
interaksi langsung ya, karena kita bakal
membahas tiga sektor penting. Yang
pertama terkait energi, yang kedua
terkait bisnis logistik, dan yang ketiga
ada sektor spesial nih dengan pembicara
yang spesial juga karena ya cuannya gede
banget nih, Guys. Nah, buat d yang
penasaran dan pengin segera ikutan di
event acara offline spesial Benix cuman
ada 1 tahun sekali yang namanya Benix
Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar
sekarang juga nih sebelum terlambat
karena kita lagi ada promo diskon 30%
sampai tanggal [musik] 30 Oktober 2025.
Ingat ya, diskon 30% ini diskon terbatas
cuma buat 10 orang pertama. Dan ingat,
kursinya juga terbatas karena cuman ada
50 kursi, Guys. Total kursi yang kita
[musik] sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah ya. Jadi
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di
YouTube sendiri kan lebih apa [musik] ya
ee pinggir jurang ini lebih pinggir
lagiah ini.
Mengikuti BIC investor Samet ini setelah
dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa
kalau kita bisa memahami fundamental
atas perusahaan dan forecast untuk
perusahaan ke depannya kita pasti dapat
akan mendapatkan hasil yang jauh lebih
baik. Dan itu yang saya rasakan selama
setahun ini. [musik]
Dan saya harapin kalau e untuk Benik
Investor Summit 2025 diadakan, saya
pasti akan ikut lagi. Salam cuan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. Kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye. Dan gua yakin bakal
diturunin. Kenapa? Karena Jeron Pawel
gitu-gitu juga takut sama Donald Trump.
Dia udah lihat salah satu kolega dia itu
ya bentar lagi masuk penjara nih karena
dilaporin polisi sama si Donald Trump.
Yang jadi masalah begini, Guys. Kenapa
ini penting buat investor saham ketahui,
ya? Sebetulnya Jerome Powell itu bukan
dalam posisi buat nurunin suku bunga.
Karena inflasi di Amerika Serikat masih
di atas 3%. Target inflasinya Jerome
Powell itu 2%. Artinya mereka enggak
boleh nurunin suku bunga. Justru mereka
tuh harusnya naikin suku bunga supaya
inflasi berkurang. Ini jadi dilematis
nih situasinya buat si Jerem Powell.
Apalagi di sana Amerika Serikat
pengangguran lagi bertambah banyak. Nah,
ini menciptakan tekanan nih. Karena beda
dengan di Indonesia ya, Bank Indonesia
itu bisa suka-suka aja seenak jidat,
pengangguran banyak pun enggak penting
buat mereka. Yang penting mereka jagain
nilai tukar rupiah, jagain moneter.
Kalau di Amerika enggak. Dia punya KPI
nurunin inflasi, tapi dia juga punya KPI
lapangan kerja harus tercipta. Jadi,
negara itu tumbuh. Nah, dia dilematis
nih. Inflasi lagi tinggi tapi lapangan
kerja lagi banyak nih pengangguran. dia
harus kurangin suku bunga, harus
diturunin. Orang jadi mau minjam ke
bank, buat bisnis, buka usaha, UMKM,
menyerap lapangan kerja. Jadi ekonomi
hidup. Tapi kalau dia turunin, inflasi
pasti naik lagi. Nah, ini, nah, ini
complicated ini, Guys. Tapi gua udah
yakin lah apa yang akan dilakukan oleh
Jerome Powell ya. Dia akan lebih pilih
nurunin suku bunga karena kursinya masih
empuk dan nyaman, Guys. Namanya jadi
gubernur bank sentral. Lu apa enggak
enak? Jadi gua yakin suku bunga di
Amerika Serikat bakal turun mungkin
sekitar 25 basis poin. Artinya suku
bunga di Amerika itu bakal turun di
bawah 4% sekitar 3,75 sampai 4%. And
this is a very good news. Kalau lu tahu
dan lu seorang investor pasti sudah tahu
ketika suku bunga turun akan banyak
sektor-sektor lain yang bergerak. Contoh
paling gampang yang mengandalkan kredit
bank apa? KPR. Bunga KPR jadi makin
terjangkau mortgage di Amerika. Yang
kedua apa? Kredit KKB. kredit kendaraan
bermotor, lu mau beli motor, lu beli
mobil akan jadi lebih terjangkau. Jadi
ini bakal bikin bisnis di sana jadi
lebih hidup. Kalau makin banyak orang
belanja rumah, berarti kan bisnis rumah
jadi naik. Semen, supir, tukang kayu,
tukang listrik, itu semua jadi hidup.
Nah, itu yang mau ditarget sama Donald
Trump karena dia probis, Guys. E Donald
Trump anti sama si Jerome Pawel karena
Jarum Pawel ini cuma birokrat. Birokrat
tahunya apa sih? Nyusahin orang. Kalau
bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Tapi
ini bakal menciptakan bom waktu yaitu
apa tadi? Inflasi. Anyway, kita saksikan
drama selanjutnya bakal seperti apa.
Yang paling penting adalah yang ketiga,
Guys. Bentar lagi nih momennya
betul-betul mendebarkan ya. Karena akan
banyak perusahaan yang bakal merilis
laporan keuangan mereka buat kuartal 3.
Karena sekarang kita udah masuk bulan
apa? Udah bulan Agustus, September,
Oktober. Jadi mereka harus kasih nih
report kinerja Juli, Agustus, September
kan. Nah, ada perusahaan mama nih
Microsoft, Alphabet, Meta, Apple,
Amazon. mereka bakal rilis keuangan di
hari Kamis ini. Jadi, betul-betul
timingnya ini pas nih. Dan kelihatannya
sih bakal bagus laporan keuangannya
karena apa? Sekali lagi AI-Aian nih. Dan
kalau ini semuanya berjalan dengan
lancar ini bakal membuktikan ramalannya
Goldman Sex bahwa apa? Bubble naik terus
dipicu oleh gelombang AI. Dan ini bakal
makin naik lagi begitu The Fight nurunin
suku bunga. Jadi momentum untuk
terjadinya bubble yang luar biasa ini
betul-betul sudah dekat, Guys. Nah, satu
hal yang menarik ya di momen-momen yang
beruntutan ini, shoutdown di The Fat
mati lampu, terus The Fat bakal nurunin
suku bunga, terus laporan keuangan
perusahaan-perusahaan besar di dunia
yang mendominasi pergerakan arah SNP 500
juga bakal mengeluarkan laporan keuangan
mereka. Nah, ditambah soal yang terakhir
nih, pertarungan perang dagang nih
antara Cina dengan Amerika Serikat.
Jadi, Donald Trump sama si Jimping itu
bakal ketemu rencananya sih akhir bulan
ini. Jadi, dalam hitungan hari nih,
harusnya satu du hari ke depan mereka
pasti bakal ketemu karena Donald Trump
lagi keliling di Asia Tenggara mau
ngomongin soal apa? Tarif perang dagang.
Gimana cara mengucilkan China. Uniknya
ya justru dia berencana ketemu sama si
Jimping di Korea nih. Besok dia ketemu
di Korea. Ini momennya semuanya pas nih
guys. Kita lihat sih ada kemungkinan
mereka bakal mencapai persetujuan karena
Donald Trump sudah mengeluarkan
ultimatum. Kalau kedatangan dia di Korea
meeting dengan si Jimping tidak membawa
hasil yang baik per 1 November alias
bentar lagi nih hitungan hari nih. 1
November besok barang-barang dari Cina
akan kena tarif 100% guys. Alias 3
digit. Nah, ini betul-betul berdarah nih
Cina nih. Hancur-hancuran nih. Tentu ya
lu sebagai orang Indonesia, lu berharap
Donald Trump itu benar-benar kasih tarif
100 bahkan 200, 300, 3.000% bahkan
supaya apa? Supaya makin banyak
pabrik-pabrik di Cina pindah ke
Indonesia, buka pabrik di Indonesia,
menciptakan lapangan kerja di Indonesia.
Jadi kalau kita ngomong di sini dalam
konteks dunia internasional, ya kita
berharap dunia baik-baik saja, mereka
salaman jadi damai. Tapi di belakang
layar, lu harus tahu dong pola pikir
seorang ekonom geopolitik dunia.
Indonesia diuntungkan kalau mereka makin
banyak perangnya. Karena kemarin gua
udah buka data tuh. Kemarin gua udah
buka data tuh saingan kita di bidang
tekstil, manufacturing, di bidang alas
kaki, di bidang aparel itu siapa sih
paling besar? Ya, China. Kalau China
produknya makin tidak kompetitif karena
hari ini rate-nya mereka di 50-an%
tarifnya Indonesia cuma 19% eh tiba-tiba
China naikin lagi jadi 100%. Hm. Gua
jamin banyak pabrikan Cina pindah ke
Indonesia. So, this is a very good news
indeed buat Indonesia. Tapi kalau mereka
jadi damai ya siap-siap aja ya bakal
jadi cancel untuk pindah-pindah pabrik
dari Cina ke Indonesia. Tapi ini semua
kebetulan yang fantastis menurut gua
dipicu oleh shoutdown data itu. Karena
menurut gua ini menguntungkan Donald
Trump ketika shutdown apa yang terjadi?
Government shoutdown, gaji-gaji penasis
top data tertutup, The Fat Flying Blind,
buta. Mereka akan berada di tekanan
tertinggi buat mewujudkan mimpi Donald
Trump. Apa namanya? Pengusaha. Senangnya
bunga bank itu turun rendah dan dia
punya peluru tambahan apa ya? Banyak
karyawan yang dipecat
pengangguran-pengangguran itu, PNS-PNS
yang dikutirakan ya berdasarkan data
dari kongres Amerika Serikat, setiap 1
hari Amerika Serikat shutdown
pemerintahnya itu akan hilang 750.000
lapangan kerja. Jadi kalau 2 hari akan
hilang 1,5 juta lapangan kerja karena
dipecat terus, nambah terus jumlahnya
orang yang dipecat ini. Jadi lu bisa
bayangkan 750.000 R tenaga kerja cut
setiap harinya. Dan total ya nilai
kompensasi yang harus dibayar itu lebih
dari 400 juta dolar, Guys, oleh
pemerintah federal. Nah, ini bakal
menciptakan tekanan buat Jerome Powell
karena kan dia punya tugas menciptakan
lapangan kerja. Tapi karena dia enggak
becus, ya at least menurut Donald Trump
yang terjadi apa? Oke, gua cut ini semua
R750.000 itu menciptakan tekanan buat
Jerum Powell nurunin suku bunga. Jadi
pintar nih permainan politik Donald
Trump nih. Dia memanfaatkan perseturuan
di kongres untuk kepentingan pribadi
dia. Bahwa apa? Dia bisa kasih tekanan
yang natural kepada The Fat buat nurunin
suku bunga. Karena lapangan kerja
betul-betul hilang, banyak pengangguran
tercipta. Mau enggak mau The Fed harus
nurunin. Walaupun kalau menurut dogmanya
The Fed, kalau suku bunga di atas 2% itu
inflasi lagi tinggi, dia harusnya nahan
atau bahkan naikin loh suku bunga di
Amerika Serikat. So, gimana buat
teman-teman investor di ASG lu bakal
siap enggak dengan gegap gempita ini?
Dengan berita-berita yang luar biasa.
Wow, ada kabar baik, ada kabar buruk.
Tapi satu hal yang paling menegangkan
adalah buat IHSG. Gua yakin ya bursa
Effect di Indonesia bakal tertekan
karena selain prahara yang terjadi di
Amerika Serikat, prahara perang dagangan
antara China dengan Amerika juga ya kita
ini juga lagi berada dalam situasi yang
mendebarkan. Karena MSCI itu Morgan
Stanley Capital International ya yang
punya salah satu indeks yang banyak
di-follow diikut dipegging oleh banyak
penyangenggang dana internasional ya itu
bakal mengeluarkan aturan free float
terbaru nih dan ini gua yakin bakal
menekan banyak saham-saham perusahaan
besar di IHSG yang selama ini kayak
asyik-asyik aja terima duit dari Black
Rock, asyik-asyik aja terima duit dari
Fangard, asyik-asyik aja terimait dari
GP Morgan. Bentar lagi pestanya bubar,
Guys. Dan ini menarik, Guys. Karena kita
lihat ya, bakal ada duit yang hilang di
situ menguap. Bisa lebih dari 30 triliun
loh yang menghilang karena akan merubah
struktur tatanan indeks MSCI yang ada
Sam-Sammiten Indonesia yang artinya ya
porsi Sam-Sam Indonesia itu bakal makin
berkurang. Karena ada aturan baru dari
MSI soal free float. Banyak perusahaan
Indonesia dianggap beresiko tinggi sama
MSI karena kepemilikan publiknya itu
sangat kecil. Akibatnya apa? Gampang
dimanipulasi oleh pengendali perusahaan
itu. Nah, kalau lu sendiri, lu setuju
enggak kalau kita bikin video yang lebih
detail nih tentang MSI ada dampaknya KG
akan seberapa parah, seberapa curam
penurunan jurang saham di IG? Setuju
enggak kalau Benix bikin video yang
lebih details? Next-nya atau lebih baik
kita bahas video soal makroekonomi
Donald Trump versus China. Dan dengan
adanya rangkaian peristiwa-peristiwa
besar ini, Guys, yang sudah pasti bakal
berdampak sama IASG, karena bakal banyak
nih kabar-kabar burung, gosip-gosip,
rumor-rumor yang pasti bakal mengganggu
psikologis berpikir lu sebagai seorang
investor. Tapi kalau gua sih happy-happy
aja ya. Karena gua yakin dari semua
peristiwa ini pasti yang kita
diuntungkan.
Ah, seru tuh. Oke, guys. Kita bakal
bahas lebih detail lagi. Lu tentukan ya
pilihanmu. Kita next akan bikin video
tentang apa? MSCI atau China versus
Donald Trump. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[musik]