Transcript
LFvATDFA4vs • IN 7 DAYS THE WORLD CHANGED!! THE MOST IMPORTANT WEEK IN WORLD ECONOMIC HISTORY! INVESTORS MUST K...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0474_LFvATDFA4vs.txt
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. Investor besar dunia pada bikin panik karena mereka banyak bikin pernyataan, banyak bikin ramalan tentang ekonomi dunia yang bakal makin memburuk. Ya, salah satu yang bikin heboh adalah JP Morgan. JP Morgan udah ngasih peringatan nih kalau Amerika Serikat bentar lagi bangkrut dan sedang berjalan nih menuju jurang kebangkrutan. Karena ya sekarang mereka punya lonjakan hutang yang luar biasa besar. Bahkan buat bayar bunga hutangnya aja ya bentar lagi nih udah bakal lebih besar dibandingkan bayar pengeluaran buat tentaranya. Dan bukan cuman GP Morgan loh yang kasih peringatan keras bahkan Goldman Sex mereka juga kasih peringatan besar buat investor saham. Karena menurut mereka ya sekarang valuasi dunia saham banyak dipengaruhi oleh sektor teknologi khususnya di Amerika AI ya lu udah tahulah Nvidia and the G dan menurut mereka ini udah sampai ke level yang terlalu bubble bentar lagi akan meletus dalam 12 hingga 24 bulan ke depan jadi menurut Goldman seks ya betul dunia bentar lagi akan menuju krisis besar karena apa semuanya aset udah pada bubble tapi ini ada hubungannya juga loh dengan peristiwa besar yang akan terjadi nih dalam beberapa hari ke depan kenapa karena sebetulnya dunia saham bakal makin gregetan bukan cuma di Amerika tapi juga di Indonesia. Nah, inilah lima kejadian yang bakal terjadi dalam minggu ini. Dan lu harus tahu, Guys. Makanya lu jangan skip video ini karena ini pasti akan mempengaruhi portofolio saham lu. So, jangan dikip video ini. Let's check this out. [musik] Jadi, yang pertama, Guys, ini yang paling heboh. Shoutout di Amerika Serikat. Jadi, teman-teman tahu ya, di Amerika Serikat itu enggak kayak di Indonesia. Kalau di Indonesia itu banyak pegawai pemerintahnya itu ya PNS itu adalah pekerjaan yang permanen. Bahkan lu udah mati aja masih bisa digaji jadi PNS di Indonesia banyak. Orang dapat gaji pun enggak pernah ngasuk kantor. Itulah PNS di Indonesia itu sudah dianggap sebagai pekerjaan yang pasti, stabil dan apapun yang terjadi lu dapat pesangon lu dapat duit. Jadi luar biasa. Nah, beda dengan di Amerika Serikat. Mayoritas PNS di Amerika Serikat, karyawan pemerintah federal termasuk sampai negara bagian itu adalah karyawan kontrak yang artinya lu bisa di-cut kapan saja. Besok bisa, 2 detik lagi bisa, 15 menit lagi habis nonton video ini juga bisa lu langsung di-cut. Kenapa? Karena enggak ada yang namanya PNS kayak gini permanen. Sampai mati pun lu jadi PNS enggak bakal pernah di-cut. Enggak bisa. Di Amerika Serikat mayoritas PNS itu adalah karyawan kontrak. Jadi sama kayak karyawan swasta, karyawan swasta maupun karyawan PNS, karyawan pemerintah enggak ada bedanya. Nah, Teman-teman tahu ya sebetulnya udah per awal bulan ini di 1 Oktober mereka tuh governmentnya lagi shutdown. Karena kayak di Indonesia juga ketika lu mau bikin gaji buat PNS, gaji buat orang kementerian, beli mobil dinas baru kayak di Indonesia, lu mau kawin lagi kan pakai duit negara ya. Nah, di Amerika Serikat itu meetingnya 1 Oktober kemarin itu mereka belum ada meeting of mind. Jadi, belum ada kesepakatan antara anggota DPR-nya dengan pemerintahnya. So, mereka masih terpecah belah soal anggaran, soal budgeting. Akibatnya apa? Pemerintah mereka shutdown, tutup pintu, mati lampu karena enggak bisa bayar listrik, enggak bisa bayar gaji. Dampak yang paling dekat sih, ribuan karyawan ya, PNS federal itu dirumahkan tanpa gaji. Gila enggak sih lu disuruh pulang ke rumah tanpa gaji? Lu karyaan White House. Sorry, Bro. Lu memang kerja di White House nih, gedung putih nih. Tapi lu enggak ada gaji nih hari ini. Mau enggak gratis nih? Enggak mau pulang lu, enggak ada duit, mati lampu White House. Makanya Donald Trump dari kemarin muter-muter aja Asia Tenggara tuh kemarin habis meeting di Malaysia, bentar lagi meeting di Korea Selatan. Jadi kenapa? Karena lagi mati lampu di rumahnya di Amerika Serikat. Nah, bukan cuma karyawan PNS yang lagi dirumahkan enggak terima gaji, tapi juga karyawan-karyawan yang non esensial. Jadi, karyawan-karyawan pemerintah tapi enggak esensial. Contohnya, kerjaan lu adalah tukang kebun di gedung putih atau kerjaan lu ee bikin kopi, laundry, kebersihan, tapi enggak esensial ya buat pemerintahan. ya lu di-shutdown, lu disuruh pulang juga, di-cut. Lampak yang paling seram sebetulnya ya karena banyak karyawan-karyawan PNS di situ sistemnya kontrak. Akibatnya ya banyak juga ya pensiunan yang sakit-sakitan butuh BPJS atau cairin lah kayak di Indonesia ya. Cairan BPJS tenaga kerja, duit pensiun atau masuk ke rumah sakit BPJS kesehatan itu ya manfaat jaminan sosial mereka di sana itu terpaksa ditunda. Karena lu mau klaim BPJS gimana? Karyawannya enggak ada, Bro. Udah kena pecat semua. Enggak bisa. Lu mau klaim pensiun lu gimana? Enggak ada orang yang pegang. Jadi ini betul-betul dampak yang signifikan dan ini udah berjalan dari 1 Oktober sampai hari ini udah hampir 30 hari loh sudah hampir 1 bulan. Ini ngeri. Ini dampak jangka pendeknya aja banyak PNS yang dirumahkan. Dan lu tahu dong konteksnya kalau di Indonesia salah satu yang makan gaji duit banyak itu ya gaji tentara militer. Akibatnya di Amerika sama juga banyak gaji-gaji tentara yang terpaksa ditahan dan ditunda. Dan lu tahu ya namanya tentara ya gajinya pasti enggak gede. Mau di Indonesia, mau di Amerika gaji tentara itu tidak besar dan mereka pasti bakal menderita nih kalau seandainya gajinya banyak dipotong. Dan yang paling ngeri adalah masalah data, Guys. Ingat ya, di Indonesia ada buo pusat skenario. Nah, kalau di Amerika ada namanya Badan pusat statistik. Nah, di situ karyawannya sama-sama PNS. Nah, kalau seandainya gajinya enggak ada, mereka juga pulang, Guys. Pulang kampung ngolek-ngolek bikin gado-gado pecel di kampungnya. Itulah yang terjadi di PBS di Amerika Serikat. Akibatnya, data pemerintah tuh enggak di-update. Kayak sekarang gua sering banget pakai data-data itu. Data inflasi, data pengangguran, data lapangan kerja, data industri, data konsumen. Itu kan semua ada. Dan itu di-update setiap detik, di-update setiap hari diupdate setiap bulan diupdate. Enggak kayak APBN Kementerian Keuangan tuh bulan Januari hilang satu negara, Februari hilang gitu. Ini negara abal-abal emang nih Kazakhstan yang satu ini. Tapi di Amerika Serikat enggak bisa data lu harus update terus, Bro. Tetapi karena kongresnya enggak sah-sahin budgetnya buat pemerintahan federal, ya udah cut, pecat semuanya. Nah, ini ujung-ujungnya bakal mengakibatkan tekanan ekonomi dan pasti dirasakan oleh jutaan warga Amerika Serikat. Kenapa? Karena artinya negara ambil kebijakan buta, enggak bisa lihat data. Dia enggak bisa lihat data berapa petani yang butuh pupuk subsidi. Oh, bahaya dong. Berarti ditahan aja dong pupuknya. Berarti orang bisa telat nanam loh. Padahal lagi musim penghujan. Ini momen yang pas. Oh, ini bahaya sekali, Guys. Jadi data itu betul-betul penting. Makanya bakal banyak nih lonjakan kerusakan ekonomi bagi jutaan warga Amerika Serikat. Lalu, apa? Ini juga ada dampaknya buat Indonesia. Dampaknya ke negosiasi tarif sama negara-negara yang lagi lobi nih sama Amerika. Gimana mau nego datanya gak kelihatan. Berapa lu ekspor? Berapa lu impor? Berapa cadangan devisa lu, berapa nilai tukar lu. Gak bisa. Shutdown pemerintahnya. Goblok banget. Tapi itulah realitasnya negara demokrasi Amerika Serikat. Bahkan sampai London perdana menteri Inggris aja sampai komplain, "Ini gimana sih ada negara ngaku-ngaku negara maju tapi bisa shoutout datanya? Mengakibatkan apa? Transaksi internasional jadi tersendat." Kenapa tersendat? Karena orang takut kebijakan Amerika Serikat akan seperti apa. Shoutdown pemerintah aja bisa mati enggak jalan, enggak bergerak. Apa kita bisa percaya dengan pemerintahan seperti itu? Akibatnya data ekonomi yang penting itu jadi enggak ada. Kita enggak punya pegangan. Akibatnya ya banyak perusahaan investasi yang enggak bisa gerak. Perusahaan keuangan enggak bisa gerak karena mereka nunggu data dirilis nih. Tapi enggak ada datanya. Siapa yang mau rilis? BPS-nya di-cut. Nah, fenomena ini, Guys, kita enggak bisa lihat data konsumer, data tenaga kerja, data inflasi, dan lain sebagainya, data industri. akibatnya ya inilah yang dibilang sebagai data blackout. Server dimatikan, enggak bisa bayar listrik, Guys. Dan akibat hilangnya ya data-data itu buta nih kita semua nih. Akibatnya para pelaku pasar kehilangan kompas nih, arah nih buat membaca arah ekonomi Amerika. Dan ini namanya data blackout ini akibatnya pasti menciptakan volatilitas. Volatilitas apa? Ya, karena investor jatuhnya cuma bisa main tebak-tebakan. Tebak-tebakan arah kebijakan, tebak-tebakan kinerja ekonomi Amerika Serikat. Sebulan ini membaik atau memburuk enggak ada yang tahu. Dan ini bakal mempersulit Jerome Pwel, manusia yang lebih sakti dibanding Serox. Kalau Serox bisa fotokopi ribuan lembar dalam hitungan detik. Tapi kalau Jarum Powell, wow dia bisa nge-print jutaan dolar bahkan sampai miliaran dolar dalam hitungan detik. So, lu tahu kan The Fight itu bakal meeting bentar lagi nih, besok nih akhir Oktober nih, besok mereka bakal beting dan meeting itu akan menjadi pusat perhatian dunia. Kenapa? Ara The Fed bakal mengumumkan suku bunganya di Bank Sentral Amerika Serikat itu bakal naik apa turun. Dan ini penting karena ini jadi titik acuan semua investor di seluruh dunia termasuk Purbaya pasti melototin itu juga. Gubernur Bank Indonesia juga pasti melototin itu juga. Karena kalau mereka turunin suku bunga, Indonesia jadi punya ruangan nih buat turunin suku bunga lagi. Tapi kalau Amerika Serikat naikin suku bunga, ya mau enggak mau kita harus komite. Karena kalau enggak duit bakal lari ke Amerika Serikat. Orang mendingan nabung dolar kalau bunganya lebih tinggi dibandingkan nabung di Indonesia. Simpel. Makanya semua mata melihat The Fat karena besok dia bakal rilis soal keputusan mereka mengenai suku bunganya di The Fight ini. Cuman yang jadi masalahnya bakal ada kesenjangan data karena data blackout itu. Akibatnya The Fat bisa jadi mengambil keputusan yang tebak-tebakan. Tutup mata. Ini ngeri banget lu bayangin ya. ngejalanin pemerintahan tapi bukan pakai kacamata kuda. Baru-baru pakai kacamata kuda. Ini matanya aja enggak ada, Guys. Karena udah dicabut buta. Tapi dia harus ngambil keputusan yang berdampak bagi seluruh dunia. Dan ini betul-betul bikin panik dunia. Sampai Bank of America itu sampai bilang, "Ya, wah, udah kalau the enggak punya data, kalau biro pusat skenario lagi tutup kantor, semua orang dipecat, enggak ada lagi kita bisa dapat feeding data yang terpercaya." Oke, ya udah enggak usah dirubah, enggak usah bikin rubah apa-apa karena dibilang apa? Don't change while flying blind. Ketika lu lagi buta, lu terbang maksa terus, terus lu merasa, "Eh, kayaknya belok kiri, kayaknya belok kanan. Bahaya, Guys. Mendingan jangan change course, enggak usah ganti arah. Maksudnya Bank of America adalah ya udah lu enggak usah naikin, enggak usah turunin suku bunga." Tapi kalau menurut gua, menurut gua ini adalah permainan cantik dari Donald Trump. Kenapa? Karena Donald Trump itu sudahudah berulang kali bilang si Jarum Paul ini orang bodoh, orang bego, kakek tua, lambat, tidak bisa berpikir, dan harusnya memang dipecat dan diganti. Sayangnya aja dia enggak bisa punya kekuasan buat lakukan itu karena beda dengan di China. Bank sentral di China itu karyawan, karyawannya menteri di situ. Kalau di Amerika, bank federal itu punya power enggak bisa diganti setingkat presiden bahkan ya di dunia moneternya itu. Jadi enggak bisa gampang diganti sama presiden. Luar biasa. Nah, makanya Donald Trump itu bikin tweet seperti ini. Sampai di tweet itu lu bisa bilang, "Ya, I really believe that Jerome too late Powell." Jadi, Jerome yang selalu terlambat bahkan sangat terlambat ini ya merupakan penghalang nih. Penghalang buat apa? Pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat. Kalau di Indonesia penghalang itu banyak, Guys. Ada ormas gitu kan. Ormas warna merah, kuning, hijau, biru, hibinunu, semua ada. Nah, di Amerika Serikat penghalang itu si Jerem Powell ini, Guys. Jadi menghalangi pemerintahan Amerika Serikat. Tapi ini merupakan strategi yang bagus menurut gua dan gua yakin. E sebentar guys, sebentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 [musik] di Swiss Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu, dan interaksi langsung ya, karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya gede banget nih, Guys. Nah, buat d yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat karena kita lagi ada promo diskon 30% sampai tanggal [musik] 30 Oktober 2025. Ingat ya, diskon 30% ini diskon terbatas cuma buat 10 orang pertama. Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita [musik] sediakan. Ikut di sini sangat happy lah ya. Jadi banyak sekali membuka wawasan baru, terutama banyak bocoran-bocoran mengenai ee kebijakan maupun emiten yang akan terbang selanjutnya. Jadi puas sekali sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di YouTube sendiri kan lebih apa [musik] ya ee pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah ini. Mengikuti BIC investor Samet ini setelah dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa kalau kita bisa memahami fundamental atas perusahaan dan forecast untuk perusahaan ke depannya kita pasti dapat akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya rasakan selama setahun ini. [musik] Dan saya harapin kalau e untuk Benik Investor Summit 2025 diadakan, saya pasti akan ikut lagi. Salam cuan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025 segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. Kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Dan gua yakin bakal diturunin. Kenapa? Karena Jeron Pawel gitu-gitu juga takut sama Donald Trump. Dia udah lihat salah satu kolega dia itu ya bentar lagi masuk penjara nih karena dilaporin polisi sama si Donald Trump. Yang jadi masalah begini, Guys. Kenapa ini penting buat investor saham ketahui, ya? Sebetulnya Jerome Powell itu bukan dalam posisi buat nurunin suku bunga. Karena inflasi di Amerika Serikat masih di atas 3%. Target inflasinya Jerome Powell itu 2%. Artinya mereka enggak boleh nurunin suku bunga. Justru mereka tuh harusnya naikin suku bunga supaya inflasi berkurang. Ini jadi dilematis nih situasinya buat si Jerem Powell. Apalagi di sana Amerika Serikat pengangguran lagi bertambah banyak. Nah, ini menciptakan tekanan nih. Karena beda dengan di Indonesia ya, Bank Indonesia itu bisa suka-suka aja seenak jidat, pengangguran banyak pun enggak penting buat mereka. Yang penting mereka jagain nilai tukar rupiah, jagain moneter. Kalau di Amerika enggak. Dia punya KPI nurunin inflasi, tapi dia juga punya KPI lapangan kerja harus tercipta. Jadi, negara itu tumbuh. Nah, dia dilematis nih. Inflasi lagi tinggi tapi lapangan kerja lagi banyak nih pengangguran. dia harus kurangin suku bunga, harus diturunin. Orang jadi mau minjam ke bank, buat bisnis, buka usaha, UMKM, menyerap lapangan kerja. Jadi ekonomi hidup. Tapi kalau dia turunin, inflasi pasti naik lagi. Nah, ini, nah, ini complicated ini, Guys. Tapi gua udah yakin lah apa yang akan dilakukan oleh Jerome Powell ya. Dia akan lebih pilih nurunin suku bunga karena kursinya masih empuk dan nyaman, Guys. Namanya jadi gubernur bank sentral. Lu apa enggak enak? Jadi gua yakin suku bunga di Amerika Serikat bakal turun mungkin sekitar 25 basis poin. Artinya suku bunga di Amerika itu bakal turun di bawah 4% sekitar 3,75 sampai 4%. And this is a very good news. Kalau lu tahu dan lu seorang investor pasti sudah tahu ketika suku bunga turun akan banyak sektor-sektor lain yang bergerak. Contoh paling gampang yang mengandalkan kredit bank apa? KPR. Bunga KPR jadi makin terjangkau mortgage di Amerika. Yang kedua apa? Kredit KKB. kredit kendaraan bermotor, lu mau beli motor, lu beli mobil akan jadi lebih terjangkau. Jadi ini bakal bikin bisnis di sana jadi lebih hidup. Kalau makin banyak orang belanja rumah, berarti kan bisnis rumah jadi naik. Semen, supir, tukang kayu, tukang listrik, itu semua jadi hidup. Nah, itu yang mau ditarget sama Donald Trump karena dia probis, Guys. E Donald Trump anti sama si Jerome Pawel karena Jarum Pawel ini cuma birokrat. Birokrat tahunya apa sih? Nyusahin orang. Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Tapi ini bakal menciptakan bom waktu yaitu apa tadi? Inflasi. Anyway, kita saksikan drama selanjutnya bakal seperti apa. Yang paling penting adalah yang ketiga, Guys. Bentar lagi nih momennya betul-betul mendebarkan ya. Karena akan banyak perusahaan yang bakal merilis laporan keuangan mereka buat kuartal 3. Karena sekarang kita udah masuk bulan apa? Udah bulan Agustus, September, Oktober. Jadi mereka harus kasih nih report kinerja Juli, Agustus, September kan. Nah, ada perusahaan mama nih Microsoft, Alphabet, Meta, Apple, Amazon. mereka bakal rilis keuangan di hari Kamis ini. Jadi, betul-betul timingnya ini pas nih. Dan kelihatannya sih bakal bagus laporan keuangannya karena apa? Sekali lagi AI-Aian nih. Dan kalau ini semuanya berjalan dengan lancar ini bakal membuktikan ramalannya Goldman Sex bahwa apa? Bubble naik terus dipicu oleh gelombang AI. Dan ini bakal makin naik lagi begitu The Fight nurunin suku bunga. Jadi momentum untuk terjadinya bubble yang luar biasa ini betul-betul sudah dekat, Guys. Nah, satu hal yang menarik ya di momen-momen yang beruntutan ini, shoutdown di The Fat mati lampu, terus The Fat bakal nurunin suku bunga, terus laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mendominasi pergerakan arah SNP 500 juga bakal mengeluarkan laporan keuangan mereka. Nah, ditambah soal yang terakhir nih, pertarungan perang dagang nih antara Cina dengan Amerika Serikat. Jadi, Donald Trump sama si Jimping itu bakal ketemu rencananya sih akhir bulan ini. Jadi, dalam hitungan hari nih, harusnya satu du hari ke depan mereka pasti bakal ketemu karena Donald Trump lagi keliling di Asia Tenggara mau ngomongin soal apa? Tarif perang dagang. Gimana cara mengucilkan China. Uniknya ya justru dia berencana ketemu sama si Jimping di Korea nih. Besok dia ketemu di Korea. Ini momennya semuanya pas nih guys. Kita lihat sih ada kemungkinan mereka bakal mencapai persetujuan karena Donald Trump sudah mengeluarkan ultimatum. Kalau kedatangan dia di Korea meeting dengan si Jimping tidak membawa hasil yang baik per 1 November alias bentar lagi nih hitungan hari nih. 1 November besok barang-barang dari Cina akan kena tarif 100% guys. Alias 3 digit. Nah, ini betul-betul berdarah nih Cina nih. Hancur-hancuran nih. Tentu ya lu sebagai orang Indonesia, lu berharap Donald Trump itu benar-benar kasih tarif 100 bahkan 200, 300, 3.000% bahkan supaya apa? Supaya makin banyak pabrik-pabrik di Cina pindah ke Indonesia, buka pabrik di Indonesia, menciptakan lapangan kerja di Indonesia. Jadi kalau kita ngomong di sini dalam konteks dunia internasional, ya kita berharap dunia baik-baik saja, mereka salaman jadi damai. Tapi di belakang layar, lu harus tahu dong pola pikir seorang ekonom geopolitik dunia. Indonesia diuntungkan kalau mereka makin banyak perangnya. Karena kemarin gua udah buka data tuh. Kemarin gua udah buka data tuh saingan kita di bidang tekstil, manufacturing, di bidang alas kaki, di bidang aparel itu siapa sih paling besar? Ya, China. Kalau China produknya makin tidak kompetitif karena hari ini rate-nya mereka di 50-an% tarifnya Indonesia cuma 19% eh tiba-tiba China naikin lagi jadi 100%. Hm. Gua jamin banyak pabrikan Cina pindah ke Indonesia. So, this is a very good news indeed buat Indonesia. Tapi kalau mereka jadi damai ya siap-siap aja ya bakal jadi cancel untuk pindah-pindah pabrik dari Cina ke Indonesia. Tapi ini semua kebetulan yang fantastis menurut gua dipicu oleh shoutdown data itu. Karena menurut gua ini menguntungkan Donald Trump ketika shutdown apa yang terjadi? Government shoutdown, gaji-gaji penasis top data tertutup, The Fat Flying Blind, buta. Mereka akan berada di tekanan tertinggi buat mewujudkan mimpi Donald Trump. Apa namanya? Pengusaha. Senangnya bunga bank itu turun rendah dan dia punya peluru tambahan apa ya? Banyak karyawan yang dipecat pengangguran-pengangguran itu, PNS-PNS yang dikutirakan ya berdasarkan data dari kongres Amerika Serikat, setiap 1 hari Amerika Serikat shutdown pemerintahnya itu akan hilang 750.000 lapangan kerja. Jadi kalau 2 hari akan hilang 1,5 juta lapangan kerja karena dipecat terus, nambah terus jumlahnya orang yang dipecat ini. Jadi lu bisa bayangkan 750.000 R tenaga kerja cut setiap harinya. Dan total ya nilai kompensasi yang harus dibayar itu lebih dari 400 juta dolar, Guys, oleh pemerintah federal. Nah, ini bakal menciptakan tekanan buat Jerome Powell karena kan dia punya tugas menciptakan lapangan kerja. Tapi karena dia enggak becus, ya at least menurut Donald Trump yang terjadi apa? Oke, gua cut ini semua R750.000 itu menciptakan tekanan buat Jerum Powell nurunin suku bunga. Jadi pintar nih permainan politik Donald Trump nih. Dia memanfaatkan perseturuan di kongres untuk kepentingan pribadi dia. Bahwa apa? Dia bisa kasih tekanan yang natural kepada The Fat buat nurunin suku bunga. Karena lapangan kerja betul-betul hilang, banyak pengangguran tercipta. Mau enggak mau The Fed harus nurunin. Walaupun kalau menurut dogmanya The Fed, kalau suku bunga di atas 2% itu inflasi lagi tinggi, dia harusnya nahan atau bahkan naikin loh suku bunga di Amerika Serikat. So, gimana buat teman-teman investor di ASG lu bakal siap enggak dengan gegap gempita ini? Dengan berita-berita yang luar biasa. Wow, ada kabar baik, ada kabar buruk. Tapi satu hal yang paling menegangkan adalah buat IHSG. Gua yakin ya bursa Effect di Indonesia bakal tertekan karena selain prahara yang terjadi di Amerika Serikat, prahara perang dagangan antara China dengan Amerika juga ya kita ini juga lagi berada dalam situasi yang mendebarkan. Karena MSCI itu Morgan Stanley Capital International ya yang punya salah satu indeks yang banyak di-follow diikut dipegging oleh banyak penyangenggang dana internasional ya itu bakal mengeluarkan aturan free float terbaru nih dan ini gua yakin bakal menekan banyak saham-saham perusahaan besar di IHSG yang selama ini kayak asyik-asyik aja terima duit dari Black Rock, asyik-asyik aja terima duit dari Fangard, asyik-asyik aja terimait dari GP Morgan. Bentar lagi pestanya bubar, Guys. Dan ini menarik, Guys. Karena kita lihat ya, bakal ada duit yang hilang di situ menguap. Bisa lebih dari 30 triliun loh yang menghilang karena akan merubah struktur tatanan indeks MSCI yang ada Sam-Sammiten Indonesia yang artinya ya porsi Sam-Sam Indonesia itu bakal makin berkurang. Karena ada aturan baru dari MSI soal free float. Banyak perusahaan Indonesia dianggap beresiko tinggi sama MSI karena kepemilikan publiknya itu sangat kecil. Akibatnya apa? Gampang dimanipulasi oleh pengendali perusahaan itu. Nah, kalau lu sendiri, lu setuju enggak kalau kita bikin video yang lebih detail nih tentang MSI ada dampaknya KG akan seberapa parah, seberapa curam penurunan jurang saham di IG? Setuju enggak kalau Benix bikin video yang lebih details? Next-nya atau lebih baik kita bahas video soal makroekonomi Donald Trump versus China. Dan dengan adanya rangkaian peristiwa-peristiwa besar ini, Guys, yang sudah pasti bakal berdampak sama IASG, karena bakal banyak nih kabar-kabar burung, gosip-gosip, rumor-rumor yang pasti bakal mengganggu psikologis berpikir lu sebagai seorang investor. Tapi kalau gua sih happy-happy aja ya. Karena gua yakin dari semua peristiwa ini pasti yang kita diuntungkan. Ah, seru tuh. Oke, guys. Kita bakal bahas lebih detail lagi. Lu tentukan ya pilihanmu. Kita next akan bikin video tentang apa? MSCI atau China versus Donald Trump. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]