STOCK PANIC! MSCI Changes Free Float Rules, IHSG Threatens Loss of Hundreds of Trillions!
bGxdEDmG5P4 • 2025-10-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. IHSG resmi
hancur lebur ya. Dalam 5 hari terakhir
aja ISG udah turun hampir 2% loh.
Lebih dari 600 triliun kapitalisasi
pasar ini lenyap hanya dalam hitungan
menit saja. Lebih dari 500 saham
tumbang. Seperti yang sudah disampaikan
tadi di tengah ee kepanikan pasar ini,
[musik] kondisi terkini pasar saham yang
ambruk hingga 3%.
Bahkan beberapa kali orang sempat syok
kalau dia jebol di bawah 8.000. Wah,
kenapa bisa begini, Guys? Apa gara-gara
faktor asing? Benar enggak sih kabar
burung yang beredar di luar sana? So,
kalau lu penasaran ya, gimana sih nasib
ISG dan kenapa ISG tambah nyungsep?
[musik] Jangan lu skip video ini. Let's
check di.
[musik]
Jadi, buat teman-teman yang belum paham
ya, indeks harga saham gabungan di
Indonesia itu dalam 5 hari ke belakang
itu lagi ada tekanan jual. Jadi harga
saham itu udah pada turun-turun semua.
Dari tadinya ISG itu 8.000 hampir 8.300
loh. Sekarang sudah bisa bertahan di
8.000 1000 perak aja udah bagus. Nah,
ini sebenarnya ada hubungannya dengan
asing. Kenapa asing jadi berpengaruh?
Karena ada indeks di luar sana yang
namanya MSCI. Ini yang bikin Morgan
Stanley. Isinya apa? Ya isinya ya banyak
saham-saham konglomerat Indonesia yang
ditaruh di dalam indeks itu dan ini jadi
tracker dipeging jadi titik acuan banyak
big fun di dunia ini ya. GP Morgan ya,
Vangard ya, State Street ya, bahkan
sampai Sovereign wealth Fund dan
antaranya Norwegia, Singapura dan lain
sebagainya. Mereka menggunakan indeks
MSC ini sebagai orientasi mereka titik
bintang utara North Star dalam mereka
melakukan investment. Karena mereka
enggak mungkinlah baca perusahaan
satu-satu, satu-satu. ISG aja udah mau
1000 perusahaan. Enggak mungkin dia baca
satu-satu. Jadi yang mereka paling
gampang adalah beli itu beli indeks.
Nah, makanya penting banget buat
emiten-emiten ya perusahaan di Indonesia
kalau pengin jadi perusahaan yang go
internasional menarik hati para investor
asing, ya salah satu hal yang paling
penting mereka bisa lakukan selain
memperbaiki kinerja perusahaan adalah
berusaha masuk ke indeksnya si MSC ini.
So, apa sih MSCI ini, Guys? Dan apa
fungsinya ya hubungannya ya dengan ISG?
Jadi MSCI itu singkatan dari Morgan
Stanley Capital Internasional. Ini
perusahaan, Guys, penyedia indeks pasar
saham global. Jadi, dia kasih data,
riset, investasi, bahkan alat analisis,
portofolio dan mereka punya basis di New
York, Amerika Serikat. Mereka punya
banyak cabang lah. Ada yang di Malaysia,
ada yang di Singapura, ada yang di
London. Tapi sebetulnya yang paling
penting bukan itu, tapi informasi yang
mereka sediakan. Nah, MSI ini punya
indeks acuan global, Guys, yang
dijadikan titik acu investor asing buat
memantau dan memutuskan keputusan
investasi mereka di berbagai negara.
Salah satunya Indonesia. Nah, Indonesia
sendiri ada nih MSI Indonesia Index.
Isinya daftar saham-saham terbesar dan
paling liquid di Indonesia. Contohnya
kayak BCA, BRI, Telkom, Astral, dan
lain-lain lah. Nah, indeks ini kurang
lebih menggambarkan kinerja pasar saham
Indonesia bagi investor global. Nah,
selain MSI Indonesia Index, ada juga MSI
punya indeks buat emerging market.
Namanya MSI emerging market index, Guys.
Nah, dalam emerging market index ini ya
udah tahu namanya emerging market kan
negara berkembang ya. Indonesia enggak
sendirian. Jadi di indeks ini ada negara
Brazil, India, Thailand ya. Mereka
sama-sama jadi komponen dalam penyusun
indeks ini. Nah, kenapa penting ya
indeks ini? Karena banyak perusahaan,
pengusaha, investor, big fund, jadi dana
investasi global ya, ETF, mutual fund,
HGE fund itu mereka investasi
berdasarkan indeks ini. Jadi, mereka
ng-etrack banget nih indeks ini. Siapa
emiten yang keluar, siapa emiten yang
masuk. Mereka bakal ikutin kalau
indeksnya bergerak ke saham-saham
perbankan. Misalkan saham-saham
perbankan di Kazakhstan, semua investor
asing berbondong-bondong ikut. Kalau
indeksnya tiba-tiba geser, saham rare
Earth yang ada di Cina semua juga ikut.
Jadi mereka ikut. Apa kata indeks? Ingat
ya sekali lagi ya. Kalau perusahaan
besar begitu besar ya mereka udah enggak
bisa lagi tracking satu persatu
perusahaan. Ada jutaan perusahaan di
Afrika, di Asia, di Eropa. Enggak
mungkin mereka bisa monitor itu. Paling
gampang mereka ikutin apa kata indeks.
Jadi contoh ada investor spesialis LQ45.
Apa yang dia lakukan? Ya, kalau dia hari
ini punya duit 10 miliar invest langsung
dia spread tuh ke LQ45. Begituun
indeks-indeks yang lain. Apalagi MSI ya,
dana yang masuk ya udah ribuan triliun,
Guys. Jadi memang penting buat kita tahu
apa yang terjadi dengan MSCI. Jadi
gampangnya begini. Kalau Indonesia
dimasukkan ke dalam MSCI dan bobotnya
naik di indeks MSI, apa artinya? Artinya
investasi asing bakal berbondong-bondong
masuk ke IASG. Simpel. Tapi kalau
Indonesia dikeluarkan dari MSCI atau
bobotnya diturunin dari MSCI, maka modal
asing bisa keluar dan ISG bakal nyungsep
alias turun. So, artinya kalau lu lihat
yang terjadi dalam beberapa bulan
terakhir, apa yang terjadi? Sepertinya
orang-orang pada pesimis, investor di
luar sana sehingga bursa kita juga
turun. Soalnya apa? Akan ada peraturan
baru, Guys, dari MSCI. Jadi, apa sih
aturan baru MSCI ini? Intinya dia
memasukin daftar free float. Jadi buat
teman-teman yang belum tahu ya, selama
ini kan orang kalau invest itu ya
berdasarkan market cap-nya,
valuation-nya seperti apa. Nah, sekarang
akan ada indikator baru nih dari MSCI.
Contohnya kayak di Indonesia lah.
Indonesia mau dianggap sebagai
perusahaan Tbk yang benar-benar Tbk
valid itu kepemilikan publiknya atau
yang kita bilang free float yang orang
lu dan gua di rumah sama-sama bisa
belanja sahamnya karena dia free float.
Floating terus beredar di publik itu
minimal 7,5%. Kalau lu bawa 7,5% lu di
listing, guys. Lu dicut lah sama bursa.
Lu bakal dikasih warning. Nah, kenapa
sekarang MSCI mau masukin juga aturan
free float di MSCI? Karena ya selama ini
lu bisa lihat lah penggerak bursa effect
di Indonesia itu saham perusahaan yang
menurut MSI juga udah enggak make sense.
Kenapa bisa ada perusahaan punya valuasi
setara 300 kali profit tahunan yang
artinya 3 abad juga enggak balik modal
ini perusahaan. Bahkan lebih parah
dibanding wus, Guys. Wus itu masih
hitungan ratusan tahun ya. Ini 3 abad
enggak bakal balik modal ini perusahaan.
Tapi saham yang dilempar sama perusahaan
tersebut ke publik juga sangat kecil.
Jadi, lu bayangkan ada perusahaan
valuasi ratusan triliun, tapi publik
cuma punya 10%. Artinya 90% dikuasai
oleh pengendali. Dia bisa tentukan kapan
SAM ini bakal jatuh, kapan SAM ini akan
naik. Karena dia sangat powerful di situ
punya 90%. Nah, MSI itu juga udah mulai
pintar. Gawat nih kalau makin ke sini
permainan bursa effect di Indonesia akan
seperti itu, wah bakal bisa jadi
aksi-aksi yang enggak transparan nih.
Akuntabilitasnya dipertanyakan nih.
Makanya MSI juga mulai pintar. dia
enggak mau mengizinkan makin banyak
perusahaan-perusahaan yang spekulatif
karena ujung-ujungnya ya jadi
tebak-tebak buah manggis. Kok ada sebuah
perusahaan yang valuasinya enggak masuk
akal. Per multiplayer udah jauh di atas
Microsoft, di atas Nvidia, bahkan di
atas Intel. Enggak masuk akal, Guys.
Jadi, MS ini mau membawa sesuatu yang
logis bahwa okelah kalau gitu. Kalau
perusahaan lu sebenarnya floating-nya
sedikit, kepemilikan publiknya sedikit,
gua enggak mau lagi catat full market
cap lu. Lu bilang perusahaan lu senilai
1 triliun, iya. Karena 7,5% dikasih
publik, lu bisa kontrol sisanya. Lu mau
banting harga lu gampang. Lu buang saham
lu. Lu punya 90% lebih lu buang saham
lu, Shamnya jatuh. MSCI bisa cepat-cepat
volatil nih. Jadi enggak stabil nih.
Atau kalau mau dinaikin di pom-pom harga
sahamnya gampang juga orang dia punya
mayoritas. Jadi enggak fair di sini.
Akhirnya ya teman-teman bakal lihat ya
MSCI bakal makin strik dan gua yakin dia
akan lihat perusahaan yang akan dicatat
di bursa MSI di indeksnya MSSI itu cuman
free float-nya doang. Nah sekarang mau
geser nih ketentuan free float itu apa?
Yang pertama yang dianggap free float
itu adalah semua saham publik. Kecuali
saham script itu gak bisa lu jual
belikan ya. Jadi gak boleh dimasukin tuh
dalam market cap lu. Enggak bisa
dimasukin tuh dalam free float lu. Terus
saham yang dimiliki korporasi mau lokal
maupun asing itu enggak bisa dimasukin.
Jadi dianggap sebagai nonfloating, non
free float. Lalu yang ketiga saham
others nih. Karena enggak jelas banyak
emiten di ASG kalau dicatat pemiliknya
siapa? Others. Others. Others enggak
kedetect. Oke. Lu dianggap sebagai non
free float. Akibatnya pasti buruk. Dan
ada alternatif lain lagi. Pilihan yang
kedua. Pilihan yang kedua apa?
Perusahaan yang kepemilikannya script
atau saham script masih dalam bentuk
kertas. Yang kedua saham yang dimiliki
oleh korporasi PTPT itu bakal dianggap
sebagai non free float. Artinya ya
sahamnya enggak bakal bergerak di
publik. Buat apa juga lu masuk ke MSCI,
lu bikin bursa sendiri aja deh. Toh lu
mau tulis berapa 100% saham lu dari
market cap 1 triliun enggak bisa
diperdagangkan semuanya cuman 7,5%. Buat
apa? Lu bukan perusahaan yang liquid.
Jadi di sini MSI punya hal yang baik
menurut gua mau meningkatkan likuiditas
di bursa saham. Menarik enggak? Dan yang
lebih menarik lagi sebetulnya nanti ya
di bulan Mei 2026 ya MSI itu bakal
mengubah cara membulatkan angka free
float. Jadi free float-nya udah mau
dibanjirin supaya likuiditas makin
terbuka lebar, akses publik makin tambah
besar dan di sisi lain dia juga bakal
melakukan pembulatan, Guys, terhadap
free float. Jadi, lu bisa lihat di layar
kaca ya, saham yang free float-nya di
atas 25% pembulatannya ke 2,5% yang
terdekat. Saham yang free float-nya
hanya 5 sampai 25% itu dianggap sebagai
saham yang low float. Jadi pembulatannya
ke 0,5% yang terdekat. Nah, yang
terakhir saham yang very low float. Jadi
di bawah 5% free float-nya. Dia bakal
dibulatkan ke kelipatan 0,5% yang
terdekat. Nah, dari sini sih lu bisa
lihat ya ada dampak positif pastinya
tapi ada juga dampak buruk ya. Gua mau
bahas lima dampak positifnya dulu deh.
Yang pertama ya data itu bakal jadi
lebih akurat, Guys. Sama jadi lebih
transparan. Kok bisa ya? Selama ini
Bursa Efek Indonesia cuma tahu siapa
pemegang saham yang punya 5% atau lebih
kepemilikannya. Lu juga cuma bisa lihat
itu kan. Tapi orang yang cuma pegang 1%
0,7% lu enggak bisa lihat. Padahal itu
signifikan juga. Nah, pemagang SAM yang
kecil-kecil nih selama ini enggak
kelihatan jelas nih yang 1%, 2%, 3%.
Nah, sekarang ya ke SE itu bisa kirim
data yang lebih rinci. Jadi, MSI dapat
pegang data yang lebih rinci. So,
pemegang saham di bawah 5% bisa
diketahui oleh MSCI. Jadi dia
benar-benar bisa tahu mana saham yang
benar bisa diperdagangkan atau saham
yang tidak bisa diperdagangkan. Karena
kalau ada PT cuma pegang 3% dan
kemungkinan besar juga dia enggak bakal
jual beli itu saham karena buat jangka
panjang. Berarti ini enggak bisa
dianggap sebagai saham yang free float
karena sahamnya bakal mati udah di situ
aja. Nah, sekarang bisa difeeding tuh
data itu dari KESI sehingga ya MSI bisa
lebih tahu data lebih akurat dan lebih
transparan. Jadi ini lebih bagus nih.
Kenapa lebih bagus? E sebentar guys,
sebentar guys sebelum kita lanjut
videonya. Halo goodis guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 [musik]
di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
[musik] penting. Yang pertama terkait
energi, yang kedua terkait bisnis
logistik, dan yang ketiga ada sektor
spesial nih dengan pembicara yang
spesial juga karena ya cuannya [musik]
gede banget nih, Guys. Nah, buat d yang
penasaran dan pengin segera ikutan di
event acara offline spesial Benix cuman
ada 1 tahun sekali yang namanya Benix
Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar
sekarang juga nih sebelum terlambat
karena kita lagi ada promo diskon 30%
sampai tanggal [musik] 30 Oktober 2025.
Ingat ya, diskon 30% ini diskon terbatas
cuma buat 10 orang pertama. Dan ingat,
kursinya juga terbatas karena cuman ada
50 kursi, Guys. Total kursi yang kita
[musik] sediakan. So, siapa cepat dia
dapat. Sampai ketemu di Solo ya, Guys.
Bulan Desember 2025. Benix Investor
Summit 2025. segera datang lagi. Segera
daftarkan dirimu sekarang juga sebelum
terlambat. Ingat, ini acara eksklusif
yang kita selenggarakan private dan
sangat intim. Kita bisa berinteraksi
full nih selama 24 jam karena acaranya
diselenggarakan selama 2 hari dari hari
Sabtu [musik] sampai hari Minggu, dari
jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu
apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang
juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah
ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye
bye. Ya, MSI bisa lebih tahu data lebih
akurat dan lebih transparan. Jadi, ini
lebih bagus nih. Kenapa lebih bagus?
Karena ada dampak positifnya investor
asing jadi bisa yakin kalau data di
pasar Indonesia lebih akurat, lebih
transparan, dan lebih terpercaya.
Trustnya jadi naik nih. Jadi trust
investor global itu bakal naik buat
bursa di Indonesia. Yang kedua, apa?
Metode perhitungan bobot saham di MSI
itu jadi jauh lebih realistis. Nah, ini
gua juga senang nih. Kenapa? Karena
akhirnya MSI itu cuman bisa ngitung
saham-saham yang benar-benar bisa dibeli
asing. Karena banyak yang bundle, Guys.
Bilang seolah-olah, "Ya, kita perusahaan
publik, padahal mau dibeli." Enggak
bisa. 90% dikuasain mereka. Kan curang.
Nah, sekarang dengan data KESI ini bisa
bantu ya investor asing buat investil
di lapangan. Jangan sampai investor
asing juga BT mau beli ini saham. Enggak
bisa karena enggak liquid. Kenapa enggak
liquid? Karena sebetulnya ditahan sama
korporasi. Karena sebetulnya ini saham
scriptless. Karena sebetulnya saham ini
dikuasai oleh pengendali tertentu. Jadi
enggak betul-betul murni Tbk dalam arti
yang sebenarnya ya. Karena sebetulnya
pemegang saham yang floating, yang free
float cuma sedikit, Guys. Nah, sekarang
perhitungan bobot saham di MSI bisa jadi
lebih realistis ya. Kalau sahamnya
enggak bisa dibeli, ngapain juga lu
masuk ke bursa MSI? Iya dong. Nah,
sekarang dampak positifnya apa? Yang
kedua ini bobot saham-saham Indonesia di
indeks MSCI bakal lebih mencerminkan
kenyataan. Artinya saham yang
benar-benar liquid, saham yang
benar-benar mudah dibeli atau dijual,
mudah ditransaksikan itu bakal dapat
bobot yang pas. Enggak terlalu dibelikan
juga enggak terlalu dikurangin juga,
Guys. Jadi lebih real lah. Next. Yang
ketiga nih, dalam jangka panjang ya arus
dana asing itu bakal makin tinggi,
meningkat nih. Kenapa? Karena trustnya
itu bakal naik investor asing. Ya,
enggak bakal mudah dikadalin, dikerjain
sama 90%. itu data kepemilikan saham di
Indonesia jadi lebih jelas, lebih clear,
bisa diakses, dan bisa dihitung secara
profesional. Nah, mereka bakal lebih
berani nih masuk investasi jangka
panjang ke saham-saham yang ada di
Indonesia. Jadi buat teman-teman ya,
kalau lu buka Bloomberg terminal lu bisa
buka sekali klik itu kebuka tuh panggard
pegang berapa persen, others pegang
berapa persen, Street pegang berapa
persen, PTBCA misalkan pegang berapa
persen. Nah, buat Indonesia itu agak
unik karena enggak semuanya lu bisa buka
karena others-nya ini ke breakdown. Jadi
enggak kedetek sih sebetulnya siapa sih
yang pegang saham ini, free float-nya
itu seperti apa, bentukannya itu enggak
tercatat karena di kita yang kelihatan
cuma yang di atas 5%. Padahal di
bawah-bawah bisa jadi itu dimiliki oleh
PTPT PT PTPT yang sebenarnya
ujung-ujungnya sama. Nah, ini yang MSI
juga enggak mau karena ujung-ujungnya
ini bukan saham publik, bukan saham
likuid. Nah, dampak positifnya yang
ketiga ya ya aliran model asing foreign
inflow dalam jangka panjang itu bisa
meningkat karena jadi ada trust ketika
diklik di Bloomberg terminal betul-betul
kelihatan siapa sih true ownernya,
beneficiary owner-nya siapa, sama apa
enggak di belakang layar tuh siapa. Nah,
terus ujung-ujungnya ISG bisa jadi lebih
stabil, Guys. Karena ya dalam jangka
panjang lagi-lagi ya, bukan jangka
pendek. Dalam jangka pendek gua yakin
nyungsep. Dalam jangka panjang ya makin
banyak investor global yang pengin
ikutan ke Sam-Sam Indonesia karena
semakin dipercaya. Yang keempat ya mau
enggak mau. Kenapa ya sekarang emiten
jadi lebih tahu kepemilikan saham mereka
itu diawasi lebih detail bahkan sampai
ke level di bawah 5% unsur yang
terkecil. Mereka bakal dipaksa nih untuk
lebih terbuka soal struktur kepemilikan
pertama. Yang kedua, mereka bakal lebih
profesional dalam tata kelola atau
governance. So, kalau lu mau stay tetap
di MSCI, be profesional, be transparan,
siapa sebetulnya ownership lu? Itu
menarik nih. Nah, dampak positif ini
bakal jadi memperbaiki kualitas tata
kelola perusahaan di bursa effectf yang
ada di Indonesia. Emiten-emiten yang di
Indonesia ujung-ujung ya nilai
perusahaannya bisa naik terus, bisa
dilihat lebih baik juga di mata investor
global. Nah, yang kelima nih, Indonesia
sendiri ya di mata MSI itu bisa dinilai
jauh lebih baik. Kenapa? Karena kalau
sistem pelaporan data kita makin
transparan, ini bisa membantu posisi
Indonesia dalam jangka panjang di mata
MSCI. Yaitu apa? Ya, selama ini kita
dicatat sebagai perusahaan di emerging
market. Tapi kalau kita udah bisa berani
nih, go profesional, go transparan,
lama-lama Indonesia bisa naik kelas
menjadi develop market di kualifikasi
yang dibikin oleh MSCI. Nah, kalau
Indonesia bisa naik nih ke level develop
market ya ini bisa menarik lebih banyak
lagi dana global asing buat masuk ke
market Indonesia yang nilainya ratusan
miliar dolar, Guys. Ya, simpel aja lah.
Kalau lu punya duit ribuan triliun apa
lu mau masuk ke indeks atau ke
saham-saham yang enggak transparan, yang
enggak akuntable, ya lu pasti enggak mau
dong. Yang enggak terbuka dengan
struktur kepemilikannya, lu pasti juga
enggak mau dong. Raguah lu. Nah, itulah
yang terjadi. Karena kita sekarang masih
dianggap sebagai emerging market. Kita
bisa pindah tuh ke develop market. once
we go transparent with MSCI. Tapi ada
juga loh, Guys, dampak buruknya buat
ISG. At least yang pertama ya, porsi
saham Indonesia itu bisa turun dalam
indeks MSCI. Kenapa? Ini dampak yang
sangat fatal ya, karena di Indonesia
banyak perusahaan Indonesia
kepemilikannya didominasi oleh korporasi
besar dan kelompok tertentu nih bukan
publik nih. Akibatnya porsi saham
Indonesia dalam indeks MSCI itu bisa
turun. ini menyebabkan potensi untuk
keluarnya arus modal asing alias capital
outflow dari emiten-emiten di Indonesia.
Nah, yang kedua bukan cuma soal porsi
saham ya atau persentase ya, beberapa ya
saham Indonesia emiten-emiten kita bakal
kehilangan posisi mereka di indeks. Jadi
selama ini ya banyak nih saham di
Indonesia emiten kita itu diuntungkan
dari aturan pembulatan yang metode lama
nih. Nah, sekarang bakal ada metode
baru, aturan baru. Akibatnya mereka bisa
kehilangan posisi di indeks. Kenapa
mereka bisa kekurangan porsi? Kekurangan
bobotnya juga bakal berkurang di MSI. ya
bakal ada perhitungan baru nih yang
namanya foreign inclusion factor guysf
di dalam menentukan nasib sebuah saham
yang ada di MSCI. Jadi MSI enggak
menghitung seluruh market cap ya sebuah
perusahaan guys. Dia hanya menghitung
bagian yang bisa diakses oleh investor
global. Karena itu angka foreign
inclusion factor atau nilai yang
digunakan untuk menyesuaikan bobot saham
supaya bisa mencerminkan realitas
regulasi dan pasar. Maka AVF ini sangat
penting, Guys, buat menghitung bahwa
sebetulnya sebuah saham atau emiten
betul-betul bisa dibeli enggak sih, bisa
ditransaksikan enggak sih sama investor
global? Maka EVF biasanya ada di rentang
0 sampai 1 nih. Ini dalam bentuk persen
artinya ya, kalau EVF 1 enggak ada batas
kepemilikan asing. Ini artinya seluruh
saham free float bisa dibeli oleh
investor global. Lalu sementara kalau
EVWF-nya cuman 0,25, artinya hanya 25%
dari free float saham itu bisa dibeli,
bisa dimasukkan ke perhitungan MSCI
karena sisanya dibatasi nih oleh
regulasi misalkan regulasi kepemilikan
asing. Dengan kata lain, Guys, semakin
kecil IVF ini artinya semakin kecil pula
bobot perusahaan tersebut di mata indeks
MSCI. Meskipun kapitalisasi pasarnya
besar, semakin fair nih, tapi juga makin
bahaya. Kenapa? Contoh ya kita ambilus
ya sekali lagi ya bukan rekomendasi jual
beli saham tertentu nih gua mau basol
sambang BCA. Sambang BCA kalau dia
terdampak nih dengan metode floating
yang baru yang dibikin sama MSI. Jadi ya
misalkan ya pemegang saham corporate,
pemegang saham others di dalam komposisi
struktur SAMBC ya kalau dianggap sebagai
bukan free float artinya ini bakal
dibuang guys. Jadi ambil contoh Bank BCA
nih sekarang ini FF-nya ada di rating
45%. Jadi ya misalkan ya Bank BCA kalau
MSI pakai aturan baru mereka bakal
menganggap ya cuma 32,5%
SAMBCA yang benar-benar bebas
diperdagangkan alias free float ini
turun dari 45%
artinya komposisi nilai bobot BCA di
indeks MSCI bakal turun drastis. Ini
bakal bikin dana asing yang ikut
ngetrack indeks MSI terpaksa harus jual
sebagian saham mereka di Bank BCA.
Karena hari ini misalkan market cap Bank
Becia itu 56 billion dar, Guys. Tapi
kalau udah masuk nih aturan baru
harusnya mereka bakal terkoreksi 12,5%.
Karena sesuai pedoman baru mereka free
float-nya cuma 32,5%. Artinya sisanya
itu dianggap enggak bisa ditransaksikan.
Akibatnya, Bank BC berpotensi kehilangan
market cap senilai 7 biliun dar alias
setara dengan 112 triliun, Guys. Gua
ulangin, Guys. 112 triliun loh potensi
dampaknya terhadap SAM BCA. Kalau
freeult dengan metode korporasi pemegang
saham enggak dihitung, others pemegang
SAM enggak dihitung, 112 triliun
berpotensi mengkoreksi loh di market cap
valuasinya Bank BC ya. Jadi ini dampak
yang signifikan loh. Atau kalau
seandainya kita pakai dampak yang lain
ya, MSCI yang dianggap hanya korporasi
lah yang dianggap sebagai bukan free
float. Nah, BCA itu juga bisa terkoreksi
tadi ya. Valuasi market cap dia sehari
ini dalam dolar itu 56 biliun dolar.
Nah, kalau seandainya pakai metode cuma
korporasi nih yang dianggap non free
float, artinya saham yang bank BCM bisa
diperdagangkan dianggap cuman 40%.
Sebelumnya ada 45%, jadi turun 5%. Jadi
dari sini lu bisa bilang ya, Bank BC itu
bakal terdampak sekitar 5% alias dari
market cap dia yang 56,4 billion dolar
itu bakal terdampak 5% ya. Ini setara
2,8 billion dolar alias setara dengan 44
triliun, Guys. Jadi kalau dibilang
Indonesia bisa tenang-tenang aja, enggak
juga. Dalam jangka pendek lu bakal lihat
makin banyak nih perusahaan-perusahaan
yang listed di MSCI bisa terkoreksi
makin nyungsep. Apalagi kalau free
float-nya sangat kecil dan ada regulasi
kepemilikan asing itu dibatasin. Ya,
contoh paling gampang industri senjata
lah. Asing enggak boleh masuk. Dibatasi
tuh cuma boleh lokal. Makanya lu jangan
heran kalau BUMN yang boleh ngerjain
bikin senjata ya cuma pindat. Kenapa? Ya
karena dibatasi kepemilikan asingnya.
Jadi ini ada hubungannya dengan daftar
negatif investasi. Lu udah harus cek tuh
ada pembatasan enggak ya kepemilikan
asing di industri-industri tertentu di
Indonesia sehingga bakal mengurangi
komposisi dan bobot MSCI terhadap emiten
favorit lu. Nah, gua udah koleksi nih
beberapa saham BUMN di MSCI. Kenapa gua
harus taruh ini? Karena lu udah tahu ya
kepemilikannya terkonsentrasi di mana?
Di Danantara. Artinya ini bakal makin
mengkoreksi bobot mereka di MSCI. Nah,
Teman-teman harus waspada banget nih.
Apalagi kalau lu pegang Bank BRI, Bank
Mandiri, Telkom, BNI ya. Mereka ini
penghuni MSCI ya. Lu bakal lihatlah
nilainya berpotensi untuk terkoreksi ke
bawah. Sekali lagi ya, gua bukan
rekomendasi jual atau beli saham
tertentu, enggak. Kita ngomong faktual
aja berdasarkan basis data MSCI sendiri.
Nah, buat emiten swasta juga enggak bisa
tenang-tenang aja ya, Teman-teman.
tahulah ada Bank BCA, ada Astra, ada
Aman Tembang Emas, ada Barito yang
kemungkinan sebetulnya ya bisa juga ikut
terdampak dengan adanya aturan baru dari
MSCI ini. Nah, yang jadi pertanyaan
guys, menurut lu ya, kita rakyat
Indonesia harus mendukung atau enggak
nih investor nih khususnya buat MSCI
memberlakukan peraturan yang baru itu
yang bisa memberikan dampak nih buat
IHSG. Apalagi Purbaya ya, Menteri
Keuangan favorit kita semua itu udah
bilang dan udah janji loh IASG bisa
sampai 9.000 R di akhir tahun ini. W.
This is a very bold statement loh, Mr.
Purbaya. Lu beneran bisa 9.000. Kalau
gua sih PD 10.000 tapi enggak sampai
akhir tahun. Dalam 2 tahun ke depan lah,
sejak lu menjabat itu gua masih yakin.
Tapi buat teman-teman investor di ISG
nih, kenapa gua bikin video ini simpel
aja? Karena gua termasuk di yang
ditanyain pendapatnya sama MSCI. Setuju
enggak Benix Investor Group kalau MSI
itu diberlakukan? Menurut lu apa yang
harus gua jawab nih? Karena gua udah
di-email nih sama MSA. Mereka udah
neleponin dari kemarin. Lu setuju apa
enggak? Nah, Teman-teman, apa yang harus
gua bilang sama mereka? Lu setuju enggak
sih MSI pakai aturan baru soal free
float ini buat menekan likuiditas, buat
membantu market lebih hidup dan lebih
transparan dan lebih akuntable supaya
enggak ownership itu dikontrol.
Akibatnya goreng-goreng SAM itu kayak
gampang banget di Indonesia. MSI-nya
juga BT lah. Gua yakin lu juga BT kan.
Makanya jangan heran kemarin DPR juga
nge-push supaya free float di Indonesia
itu ditingkatkan bahkan sampai ke level
30%. Ya, hari ini free float cuman 7,5%
akibatnya gampang nih goreng-goreng SAM
di Indonesia. Gua juga sebel. Lu gimana?
Lu setuju enggak kita maju dukung 100%
MSI biar gua balas nih email-nya mereka
atau kita tolak pakai aja pakai metode
yang lama. Menurut lu, keputusan apa
yang harus diambil oleh investor
Indonesia? Tentukan pilihan lu. Benix
harus kirim email seperti apa. Tulis
pandangan kalian di kolom komentar di
bawah ini. Benix harus setuju atau tidak
dengan MSCI? Karena kita sudah ditunggu
nih pandangannya Benix, ternyata jadi
pedoman juga ya buat investor asing
masuk ke Indonesia. Segera tuliskan
pandangan kalian. Kita bakal rangkum
yang komentarnya paling banyak. Either
lu setuju atau enggak dengan metode MSI,
kita bakal tuliskan yang sama juga ke
korespondensi kita ke MSCI. Ditunggu,
Guys. Lu punya waktu 48 jam buat klik
like dan komentar di bawah ini. Lu
investor Indonesia dukung atau tidak
supaya MSCI memberlakukan peraturan baru
terkait free float ini. By the way,
kalau Benix gimana? Kalau gua sih
setuju, Guys. 2.000% dengan metode baru
MSI ini. Kecuali lu berpandangan lain.
Makanya tulis kolom komentar di bawah
ini sebelum gua angkat nih teleponnya
dari MSCI. Kita dukung atau tidak? Oke,
guys. Ditunggu pandang kalian. Semoga
video ini bermanfaat. Jangan kaget kalau
ISG bakal batuk-batuk terus nih dalam
beberapa hari ke depan. So, sekali lagi
ditunggu pandangan kalian. Segera tulis
pandangan kalian dan share video ini
sebanyak-banyaknya. Salam sehat, salam
cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:58 UTC
Categories
Manage