STOCK PANIC! MSCI Changes Free Float Rules, IHSG Threatens Loss of Hundreds of Trillions!
bGxdEDmG5P4 • 2025-10-29
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. IHSG resmi hancur lebur ya. Dalam 5 hari terakhir aja ISG udah turun hampir 2% loh. Lebih dari 600 triliun kapitalisasi pasar ini lenyap hanya dalam hitungan menit saja. Lebih dari 500 saham tumbang. Seperti yang sudah disampaikan tadi di tengah ee kepanikan pasar ini, [musik] kondisi terkini pasar saham yang ambruk hingga 3%. Bahkan beberapa kali orang sempat syok kalau dia jebol di bawah 8.000. Wah, kenapa bisa begini, Guys? Apa gara-gara faktor asing? Benar enggak sih kabar burung yang beredar di luar sana? So, kalau lu penasaran ya, gimana sih nasib ISG dan kenapa ISG tambah nyungsep? [musik] Jangan lu skip video ini. Let's check di. [musik] Jadi, buat teman-teman yang belum paham ya, indeks harga saham gabungan di Indonesia itu dalam 5 hari ke belakang itu lagi ada tekanan jual. Jadi harga saham itu udah pada turun-turun semua. Dari tadinya ISG itu 8.000 hampir 8.300 loh. Sekarang sudah bisa bertahan di 8.000 1000 perak aja udah bagus. Nah, ini sebenarnya ada hubungannya dengan asing. Kenapa asing jadi berpengaruh? Karena ada indeks di luar sana yang namanya MSCI. Ini yang bikin Morgan Stanley. Isinya apa? Ya isinya ya banyak saham-saham konglomerat Indonesia yang ditaruh di dalam indeks itu dan ini jadi tracker dipeging jadi titik acuan banyak big fun di dunia ini ya. GP Morgan ya, Vangard ya, State Street ya, bahkan sampai Sovereign wealth Fund dan antaranya Norwegia, Singapura dan lain sebagainya. Mereka menggunakan indeks MSC ini sebagai orientasi mereka titik bintang utara North Star dalam mereka melakukan investment. Karena mereka enggak mungkinlah baca perusahaan satu-satu, satu-satu. ISG aja udah mau 1000 perusahaan. Enggak mungkin dia baca satu-satu. Jadi yang mereka paling gampang adalah beli itu beli indeks. Nah, makanya penting banget buat emiten-emiten ya perusahaan di Indonesia kalau pengin jadi perusahaan yang go internasional menarik hati para investor asing, ya salah satu hal yang paling penting mereka bisa lakukan selain memperbaiki kinerja perusahaan adalah berusaha masuk ke indeksnya si MSC ini. So, apa sih MSCI ini, Guys? Dan apa fungsinya ya hubungannya ya dengan ISG? Jadi MSCI itu singkatan dari Morgan Stanley Capital Internasional. Ini perusahaan, Guys, penyedia indeks pasar saham global. Jadi, dia kasih data, riset, investasi, bahkan alat analisis, portofolio dan mereka punya basis di New York, Amerika Serikat. Mereka punya banyak cabang lah. Ada yang di Malaysia, ada yang di Singapura, ada yang di London. Tapi sebetulnya yang paling penting bukan itu, tapi informasi yang mereka sediakan. Nah, MSI ini punya indeks acuan global, Guys, yang dijadikan titik acu investor asing buat memantau dan memutuskan keputusan investasi mereka di berbagai negara. Salah satunya Indonesia. Nah, Indonesia sendiri ada nih MSI Indonesia Index. Isinya daftar saham-saham terbesar dan paling liquid di Indonesia. Contohnya kayak BCA, BRI, Telkom, Astral, dan lain-lain lah. Nah, indeks ini kurang lebih menggambarkan kinerja pasar saham Indonesia bagi investor global. Nah, selain MSI Indonesia Index, ada juga MSI punya indeks buat emerging market. Namanya MSI emerging market index, Guys. Nah, dalam emerging market index ini ya udah tahu namanya emerging market kan negara berkembang ya. Indonesia enggak sendirian. Jadi di indeks ini ada negara Brazil, India, Thailand ya. Mereka sama-sama jadi komponen dalam penyusun indeks ini. Nah, kenapa penting ya indeks ini? Karena banyak perusahaan, pengusaha, investor, big fund, jadi dana investasi global ya, ETF, mutual fund, HGE fund itu mereka investasi berdasarkan indeks ini. Jadi, mereka ng-etrack banget nih indeks ini. Siapa emiten yang keluar, siapa emiten yang masuk. Mereka bakal ikutin kalau indeksnya bergerak ke saham-saham perbankan. Misalkan saham-saham perbankan di Kazakhstan, semua investor asing berbondong-bondong ikut. Kalau indeksnya tiba-tiba geser, saham rare Earth yang ada di Cina semua juga ikut. Jadi mereka ikut. Apa kata indeks? Ingat ya sekali lagi ya. Kalau perusahaan besar begitu besar ya mereka udah enggak bisa lagi tracking satu persatu perusahaan. Ada jutaan perusahaan di Afrika, di Asia, di Eropa. Enggak mungkin mereka bisa monitor itu. Paling gampang mereka ikutin apa kata indeks. Jadi contoh ada investor spesialis LQ45. Apa yang dia lakukan? Ya, kalau dia hari ini punya duit 10 miliar invest langsung dia spread tuh ke LQ45. Begituun indeks-indeks yang lain. Apalagi MSI ya, dana yang masuk ya udah ribuan triliun, Guys. Jadi memang penting buat kita tahu apa yang terjadi dengan MSCI. Jadi gampangnya begini. Kalau Indonesia dimasukkan ke dalam MSCI dan bobotnya naik di indeks MSI, apa artinya? Artinya investasi asing bakal berbondong-bondong masuk ke IASG. Simpel. Tapi kalau Indonesia dikeluarkan dari MSCI atau bobotnya diturunin dari MSCI, maka modal asing bisa keluar dan ISG bakal nyungsep alias turun. So, artinya kalau lu lihat yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, apa yang terjadi? Sepertinya orang-orang pada pesimis, investor di luar sana sehingga bursa kita juga turun. Soalnya apa? Akan ada peraturan baru, Guys, dari MSCI. Jadi, apa sih aturan baru MSCI ini? Intinya dia memasukin daftar free float. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ya, selama ini kan orang kalau invest itu ya berdasarkan market cap-nya, valuation-nya seperti apa. Nah, sekarang akan ada indikator baru nih dari MSCI. Contohnya kayak di Indonesia lah. Indonesia mau dianggap sebagai perusahaan Tbk yang benar-benar Tbk valid itu kepemilikan publiknya atau yang kita bilang free float yang orang lu dan gua di rumah sama-sama bisa belanja sahamnya karena dia free float. Floating terus beredar di publik itu minimal 7,5%. Kalau lu bawa 7,5% lu di listing, guys. Lu dicut lah sama bursa. Lu bakal dikasih warning. Nah, kenapa sekarang MSCI mau masukin juga aturan free float di MSCI? Karena ya selama ini lu bisa lihat lah penggerak bursa effect di Indonesia itu saham perusahaan yang menurut MSI juga udah enggak make sense. Kenapa bisa ada perusahaan punya valuasi setara 300 kali profit tahunan yang artinya 3 abad juga enggak balik modal ini perusahaan. Bahkan lebih parah dibanding wus, Guys. Wus itu masih hitungan ratusan tahun ya. Ini 3 abad enggak bakal balik modal ini perusahaan. Tapi saham yang dilempar sama perusahaan tersebut ke publik juga sangat kecil. Jadi, lu bayangkan ada perusahaan valuasi ratusan triliun, tapi publik cuma punya 10%. Artinya 90% dikuasai oleh pengendali. Dia bisa tentukan kapan SAM ini bakal jatuh, kapan SAM ini akan naik. Karena dia sangat powerful di situ punya 90%. Nah, MSI itu juga udah mulai pintar. Gawat nih kalau makin ke sini permainan bursa effect di Indonesia akan seperti itu, wah bakal bisa jadi aksi-aksi yang enggak transparan nih. Akuntabilitasnya dipertanyakan nih. Makanya MSI juga mulai pintar. dia enggak mau mengizinkan makin banyak perusahaan-perusahaan yang spekulatif karena ujung-ujungnya ya jadi tebak-tebak buah manggis. Kok ada sebuah perusahaan yang valuasinya enggak masuk akal. Per multiplayer udah jauh di atas Microsoft, di atas Nvidia, bahkan di atas Intel. Enggak masuk akal, Guys. Jadi, MS ini mau membawa sesuatu yang logis bahwa okelah kalau gitu. Kalau perusahaan lu sebenarnya floating-nya sedikit, kepemilikan publiknya sedikit, gua enggak mau lagi catat full market cap lu. Lu bilang perusahaan lu senilai 1 triliun, iya. Karena 7,5% dikasih publik, lu bisa kontrol sisanya. Lu mau banting harga lu gampang. Lu buang saham lu. Lu punya 90% lebih lu buang saham lu, Shamnya jatuh. MSCI bisa cepat-cepat volatil nih. Jadi enggak stabil nih. Atau kalau mau dinaikin di pom-pom harga sahamnya gampang juga orang dia punya mayoritas. Jadi enggak fair di sini. Akhirnya ya teman-teman bakal lihat ya MSCI bakal makin strik dan gua yakin dia akan lihat perusahaan yang akan dicatat di bursa MSI di indeksnya MSSI itu cuman free float-nya doang. Nah sekarang mau geser nih ketentuan free float itu apa? Yang pertama yang dianggap free float itu adalah semua saham publik. Kecuali saham script itu gak bisa lu jual belikan ya. Jadi gak boleh dimasukin tuh dalam market cap lu. Enggak bisa dimasukin tuh dalam free float lu. Terus saham yang dimiliki korporasi mau lokal maupun asing itu enggak bisa dimasukin. Jadi dianggap sebagai nonfloating, non free float. Lalu yang ketiga saham others nih. Karena enggak jelas banyak emiten di ASG kalau dicatat pemiliknya siapa? Others. Others. Others enggak kedetect. Oke. Lu dianggap sebagai non free float. Akibatnya pasti buruk. Dan ada alternatif lain lagi. Pilihan yang kedua. Pilihan yang kedua apa? Perusahaan yang kepemilikannya script atau saham script masih dalam bentuk kertas. Yang kedua saham yang dimiliki oleh korporasi PTPT itu bakal dianggap sebagai non free float. Artinya ya sahamnya enggak bakal bergerak di publik. Buat apa juga lu masuk ke MSCI, lu bikin bursa sendiri aja deh. Toh lu mau tulis berapa 100% saham lu dari market cap 1 triliun enggak bisa diperdagangkan semuanya cuman 7,5%. Buat apa? Lu bukan perusahaan yang liquid. Jadi di sini MSI punya hal yang baik menurut gua mau meningkatkan likuiditas di bursa saham. Menarik enggak? Dan yang lebih menarik lagi sebetulnya nanti ya di bulan Mei 2026 ya MSI itu bakal mengubah cara membulatkan angka free float. Jadi free float-nya udah mau dibanjirin supaya likuiditas makin terbuka lebar, akses publik makin tambah besar dan di sisi lain dia juga bakal melakukan pembulatan, Guys, terhadap free float. Jadi, lu bisa lihat di layar kaca ya, saham yang free float-nya di atas 25% pembulatannya ke 2,5% yang terdekat. Saham yang free float-nya hanya 5 sampai 25% itu dianggap sebagai saham yang low float. Jadi pembulatannya ke 0,5% yang terdekat. Nah, yang terakhir saham yang very low float. Jadi di bawah 5% free float-nya. Dia bakal dibulatkan ke kelipatan 0,5% yang terdekat. Nah, dari sini sih lu bisa lihat ya ada dampak positif pastinya tapi ada juga dampak buruk ya. Gua mau bahas lima dampak positifnya dulu deh. Yang pertama ya data itu bakal jadi lebih akurat, Guys. Sama jadi lebih transparan. Kok bisa ya? Selama ini Bursa Efek Indonesia cuma tahu siapa pemegang saham yang punya 5% atau lebih kepemilikannya. Lu juga cuma bisa lihat itu kan. Tapi orang yang cuma pegang 1% 0,7% lu enggak bisa lihat. Padahal itu signifikan juga. Nah, pemagang SAM yang kecil-kecil nih selama ini enggak kelihatan jelas nih yang 1%, 2%, 3%. Nah, sekarang ya ke SE itu bisa kirim data yang lebih rinci. Jadi, MSI dapat pegang data yang lebih rinci. So, pemegang saham di bawah 5% bisa diketahui oleh MSCI. Jadi dia benar-benar bisa tahu mana saham yang benar bisa diperdagangkan atau saham yang tidak bisa diperdagangkan. Karena kalau ada PT cuma pegang 3% dan kemungkinan besar juga dia enggak bakal jual beli itu saham karena buat jangka panjang. Berarti ini enggak bisa dianggap sebagai saham yang free float karena sahamnya bakal mati udah di situ aja. Nah, sekarang bisa difeeding tuh data itu dari KESI sehingga ya MSI bisa lebih tahu data lebih akurat dan lebih transparan. Jadi ini lebih bagus nih. Kenapa lebih bagus? E sebentar guys, sebentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 [musik] di Swiss Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu, dan interaksi langsung ya, karena kita bakal membahas tiga sektor [musik] penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya [musik] gede banget nih, Guys. Nah, buat d yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat karena kita lagi ada promo diskon 30% sampai tanggal [musik] 30 Oktober 2025. Ingat ya, diskon 30% ini diskon terbatas cuma buat 10 orang pertama. Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita [musik] sediakan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025. segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. Kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu [musik] sampai hari Minggu, dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Ya, MSI bisa lebih tahu data lebih akurat dan lebih transparan. Jadi, ini lebih bagus nih. Kenapa lebih bagus? Karena ada dampak positifnya investor asing jadi bisa yakin kalau data di pasar Indonesia lebih akurat, lebih transparan, dan lebih terpercaya. Trustnya jadi naik nih. Jadi trust investor global itu bakal naik buat bursa di Indonesia. Yang kedua, apa? Metode perhitungan bobot saham di MSI itu jadi jauh lebih realistis. Nah, ini gua juga senang nih. Kenapa? Karena akhirnya MSI itu cuman bisa ngitung saham-saham yang benar-benar bisa dibeli asing. Karena banyak yang bundle, Guys. Bilang seolah-olah, "Ya, kita perusahaan publik, padahal mau dibeli." Enggak bisa. 90% dikuasain mereka. Kan curang. Nah, sekarang dengan data KESI ini bisa bantu ya investor asing buat investil di lapangan. Jangan sampai investor asing juga BT mau beli ini saham. Enggak bisa karena enggak liquid. Kenapa enggak liquid? Karena sebetulnya ditahan sama korporasi. Karena sebetulnya ini saham scriptless. Karena sebetulnya saham ini dikuasai oleh pengendali tertentu. Jadi enggak betul-betul murni Tbk dalam arti yang sebenarnya ya. Karena sebetulnya pemegang saham yang floating, yang free float cuma sedikit, Guys. Nah, sekarang perhitungan bobot saham di MSI bisa jadi lebih realistis ya. Kalau sahamnya enggak bisa dibeli, ngapain juga lu masuk ke bursa MSI? Iya dong. Nah, sekarang dampak positifnya apa? Yang kedua ini bobot saham-saham Indonesia di indeks MSCI bakal lebih mencerminkan kenyataan. Artinya saham yang benar-benar liquid, saham yang benar-benar mudah dibeli atau dijual, mudah ditransaksikan itu bakal dapat bobot yang pas. Enggak terlalu dibelikan juga enggak terlalu dikurangin juga, Guys. Jadi lebih real lah. Next. Yang ketiga nih, dalam jangka panjang ya arus dana asing itu bakal makin tinggi, meningkat nih. Kenapa? Karena trustnya itu bakal naik investor asing. Ya, enggak bakal mudah dikadalin, dikerjain sama 90%. itu data kepemilikan saham di Indonesia jadi lebih jelas, lebih clear, bisa diakses, dan bisa dihitung secara profesional. Nah, mereka bakal lebih berani nih masuk investasi jangka panjang ke saham-saham yang ada di Indonesia. Jadi buat teman-teman ya, kalau lu buka Bloomberg terminal lu bisa buka sekali klik itu kebuka tuh panggard pegang berapa persen, others pegang berapa persen, Street pegang berapa persen, PTBCA misalkan pegang berapa persen. Nah, buat Indonesia itu agak unik karena enggak semuanya lu bisa buka karena others-nya ini ke breakdown. Jadi enggak kedetek sih sebetulnya siapa sih yang pegang saham ini, free float-nya itu seperti apa, bentukannya itu enggak tercatat karena di kita yang kelihatan cuma yang di atas 5%. Padahal di bawah-bawah bisa jadi itu dimiliki oleh PTPT PT PTPT yang sebenarnya ujung-ujungnya sama. Nah, ini yang MSI juga enggak mau karena ujung-ujungnya ini bukan saham publik, bukan saham likuid. Nah, dampak positifnya yang ketiga ya ya aliran model asing foreign inflow dalam jangka panjang itu bisa meningkat karena jadi ada trust ketika diklik di Bloomberg terminal betul-betul kelihatan siapa sih true ownernya, beneficiary owner-nya siapa, sama apa enggak di belakang layar tuh siapa. Nah, terus ujung-ujungnya ISG bisa jadi lebih stabil, Guys. Karena ya dalam jangka panjang lagi-lagi ya, bukan jangka pendek. Dalam jangka pendek gua yakin nyungsep. Dalam jangka panjang ya makin banyak investor global yang pengin ikutan ke Sam-Sam Indonesia karena semakin dipercaya. Yang keempat ya mau enggak mau. Kenapa ya sekarang emiten jadi lebih tahu kepemilikan saham mereka itu diawasi lebih detail bahkan sampai ke level di bawah 5% unsur yang terkecil. Mereka bakal dipaksa nih untuk lebih terbuka soal struktur kepemilikan pertama. Yang kedua, mereka bakal lebih profesional dalam tata kelola atau governance. So, kalau lu mau stay tetap di MSCI, be profesional, be transparan, siapa sebetulnya ownership lu? Itu menarik nih. Nah, dampak positif ini bakal jadi memperbaiki kualitas tata kelola perusahaan di bursa effectf yang ada di Indonesia. Emiten-emiten yang di Indonesia ujung-ujung ya nilai perusahaannya bisa naik terus, bisa dilihat lebih baik juga di mata investor global. Nah, yang kelima nih, Indonesia sendiri ya di mata MSI itu bisa dinilai jauh lebih baik. Kenapa? Karena kalau sistem pelaporan data kita makin transparan, ini bisa membantu posisi Indonesia dalam jangka panjang di mata MSCI. Yaitu apa? Ya, selama ini kita dicatat sebagai perusahaan di emerging market. Tapi kalau kita udah bisa berani nih, go profesional, go transparan, lama-lama Indonesia bisa naik kelas menjadi develop market di kualifikasi yang dibikin oleh MSCI. Nah, kalau Indonesia bisa naik nih ke level develop market ya ini bisa menarik lebih banyak lagi dana global asing buat masuk ke market Indonesia yang nilainya ratusan miliar dolar, Guys. Ya, simpel aja lah. Kalau lu punya duit ribuan triliun apa lu mau masuk ke indeks atau ke saham-saham yang enggak transparan, yang enggak akuntable, ya lu pasti enggak mau dong. Yang enggak terbuka dengan struktur kepemilikannya, lu pasti juga enggak mau dong. Raguah lu. Nah, itulah yang terjadi. Karena kita sekarang masih dianggap sebagai emerging market. Kita bisa pindah tuh ke develop market. once we go transparent with MSCI. Tapi ada juga loh, Guys, dampak buruknya buat ISG. At least yang pertama ya, porsi saham Indonesia itu bisa turun dalam indeks MSCI. Kenapa? Ini dampak yang sangat fatal ya, karena di Indonesia banyak perusahaan Indonesia kepemilikannya didominasi oleh korporasi besar dan kelompok tertentu nih bukan publik nih. Akibatnya porsi saham Indonesia dalam indeks MSCI itu bisa turun. ini menyebabkan potensi untuk keluarnya arus modal asing alias capital outflow dari emiten-emiten di Indonesia. Nah, yang kedua bukan cuma soal porsi saham ya atau persentase ya, beberapa ya saham Indonesia emiten-emiten kita bakal kehilangan posisi mereka di indeks. Jadi selama ini ya banyak nih saham di Indonesia emiten kita itu diuntungkan dari aturan pembulatan yang metode lama nih. Nah, sekarang bakal ada metode baru, aturan baru. Akibatnya mereka bisa kehilangan posisi di indeks. Kenapa mereka bisa kekurangan porsi? Kekurangan bobotnya juga bakal berkurang di MSI. ya bakal ada perhitungan baru nih yang namanya foreign inclusion factor guysf di dalam menentukan nasib sebuah saham yang ada di MSCI. Jadi MSI enggak menghitung seluruh market cap ya sebuah perusahaan guys. Dia hanya menghitung bagian yang bisa diakses oleh investor global. Karena itu angka foreign inclusion factor atau nilai yang digunakan untuk menyesuaikan bobot saham supaya bisa mencerminkan realitas regulasi dan pasar. Maka AVF ini sangat penting, Guys, buat menghitung bahwa sebetulnya sebuah saham atau emiten betul-betul bisa dibeli enggak sih, bisa ditransaksikan enggak sih sama investor global? Maka EVF biasanya ada di rentang 0 sampai 1 nih. Ini dalam bentuk persen artinya ya, kalau EVF 1 enggak ada batas kepemilikan asing. Ini artinya seluruh saham free float bisa dibeli oleh investor global. Lalu sementara kalau EVWF-nya cuman 0,25, artinya hanya 25% dari free float saham itu bisa dibeli, bisa dimasukkan ke perhitungan MSCI karena sisanya dibatasi nih oleh regulasi misalkan regulasi kepemilikan asing. Dengan kata lain, Guys, semakin kecil IVF ini artinya semakin kecil pula bobot perusahaan tersebut di mata indeks MSCI. Meskipun kapitalisasi pasarnya besar, semakin fair nih, tapi juga makin bahaya. Kenapa? Contoh ya kita ambilus ya sekali lagi ya bukan rekomendasi jual beli saham tertentu nih gua mau basol sambang BCA. Sambang BCA kalau dia terdampak nih dengan metode floating yang baru yang dibikin sama MSI. Jadi ya misalkan ya pemegang saham corporate, pemegang saham others di dalam komposisi struktur SAMBC ya kalau dianggap sebagai bukan free float artinya ini bakal dibuang guys. Jadi ambil contoh Bank BCA nih sekarang ini FF-nya ada di rating 45%. Jadi ya misalkan ya Bank BCA kalau MSI pakai aturan baru mereka bakal menganggap ya cuma 32,5% SAMBCA yang benar-benar bebas diperdagangkan alias free float ini turun dari 45% artinya komposisi nilai bobot BCA di indeks MSCI bakal turun drastis. Ini bakal bikin dana asing yang ikut ngetrack indeks MSI terpaksa harus jual sebagian saham mereka di Bank BCA. Karena hari ini misalkan market cap Bank Becia itu 56 billion dar, Guys. Tapi kalau udah masuk nih aturan baru harusnya mereka bakal terkoreksi 12,5%. Karena sesuai pedoman baru mereka free float-nya cuma 32,5%. Artinya sisanya itu dianggap enggak bisa ditransaksikan. Akibatnya, Bank BC berpotensi kehilangan market cap senilai 7 biliun dar alias setara dengan 112 triliun, Guys. Gua ulangin, Guys. 112 triliun loh potensi dampaknya terhadap SAM BCA. Kalau freeult dengan metode korporasi pemegang saham enggak dihitung, others pemegang SAM enggak dihitung, 112 triliun berpotensi mengkoreksi loh di market cap valuasinya Bank BC ya. Jadi ini dampak yang signifikan loh. Atau kalau seandainya kita pakai dampak yang lain ya, MSCI yang dianggap hanya korporasi lah yang dianggap sebagai bukan free float. Nah, BCA itu juga bisa terkoreksi tadi ya. Valuasi market cap dia sehari ini dalam dolar itu 56 biliun dolar. Nah, kalau seandainya pakai metode cuma korporasi nih yang dianggap non free float, artinya saham yang bank BCM bisa diperdagangkan dianggap cuman 40%. Sebelumnya ada 45%, jadi turun 5%. Jadi dari sini lu bisa bilang ya, Bank BC itu bakal terdampak sekitar 5% alias dari market cap dia yang 56,4 billion dolar itu bakal terdampak 5% ya. Ini setara 2,8 billion dolar alias setara dengan 44 triliun, Guys. Jadi kalau dibilang Indonesia bisa tenang-tenang aja, enggak juga. Dalam jangka pendek lu bakal lihat makin banyak nih perusahaan-perusahaan yang listed di MSCI bisa terkoreksi makin nyungsep. Apalagi kalau free float-nya sangat kecil dan ada regulasi kepemilikan asing itu dibatasin. Ya, contoh paling gampang industri senjata lah. Asing enggak boleh masuk. Dibatasi tuh cuma boleh lokal. Makanya lu jangan heran kalau BUMN yang boleh ngerjain bikin senjata ya cuma pindat. Kenapa? Ya karena dibatasi kepemilikan asingnya. Jadi ini ada hubungannya dengan daftar negatif investasi. Lu udah harus cek tuh ada pembatasan enggak ya kepemilikan asing di industri-industri tertentu di Indonesia sehingga bakal mengurangi komposisi dan bobot MSCI terhadap emiten favorit lu. Nah, gua udah koleksi nih beberapa saham BUMN di MSCI. Kenapa gua harus taruh ini? Karena lu udah tahu ya kepemilikannya terkonsentrasi di mana? Di Danantara. Artinya ini bakal makin mengkoreksi bobot mereka di MSCI. Nah, Teman-teman harus waspada banget nih. Apalagi kalau lu pegang Bank BRI, Bank Mandiri, Telkom, BNI ya. Mereka ini penghuni MSCI ya. Lu bakal lihatlah nilainya berpotensi untuk terkoreksi ke bawah. Sekali lagi ya, gua bukan rekomendasi jual atau beli saham tertentu, enggak. Kita ngomong faktual aja berdasarkan basis data MSCI sendiri. Nah, buat emiten swasta juga enggak bisa tenang-tenang aja ya, Teman-teman. tahulah ada Bank BCA, ada Astra, ada Aman Tembang Emas, ada Barito yang kemungkinan sebetulnya ya bisa juga ikut terdampak dengan adanya aturan baru dari MSCI ini. Nah, yang jadi pertanyaan guys, menurut lu ya, kita rakyat Indonesia harus mendukung atau enggak nih investor nih khususnya buat MSCI memberlakukan peraturan yang baru itu yang bisa memberikan dampak nih buat IHSG. Apalagi Purbaya ya, Menteri Keuangan favorit kita semua itu udah bilang dan udah janji loh IASG bisa sampai 9.000 R di akhir tahun ini. W. This is a very bold statement loh, Mr. Purbaya. Lu beneran bisa 9.000. Kalau gua sih PD 10.000 tapi enggak sampai akhir tahun. Dalam 2 tahun ke depan lah, sejak lu menjabat itu gua masih yakin. Tapi buat teman-teman investor di ISG nih, kenapa gua bikin video ini simpel aja? Karena gua termasuk di yang ditanyain pendapatnya sama MSCI. Setuju enggak Benix Investor Group kalau MSI itu diberlakukan? Menurut lu apa yang harus gua jawab nih? Karena gua udah di-email nih sama MSA. Mereka udah neleponin dari kemarin. Lu setuju apa enggak? Nah, Teman-teman, apa yang harus gua bilang sama mereka? Lu setuju enggak sih MSI pakai aturan baru soal free float ini buat menekan likuiditas, buat membantu market lebih hidup dan lebih transparan dan lebih akuntable supaya enggak ownership itu dikontrol. Akibatnya goreng-goreng SAM itu kayak gampang banget di Indonesia. MSI-nya juga BT lah. Gua yakin lu juga BT kan. Makanya jangan heran kemarin DPR juga nge-push supaya free float di Indonesia itu ditingkatkan bahkan sampai ke level 30%. Ya, hari ini free float cuman 7,5% akibatnya gampang nih goreng-goreng SAM di Indonesia. Gua juga sebel. Lu gimana? Lu setuju enggak kita maju dukung 100% MSI biar gua balas nih email-nya mereka atau kita tolak pakai aja pakai metode yang lama. Menurut lu, keputusan apa yang harus diambil oleh investor Indonesia? Tentukan pilihan lu. Benix harus kirim email seperti apa. Tulis pandangan kalian di kolom komentar di bawah ini. Benix harus setuju atau tidak dengan MSCI? Karena kita sudah ditunggu nih pandangannya Benix, ternyata jadi pedoman juga ya buat investor asing masuk ke Indonesia. Segera tuliskan pandangan kalian. Kita bakal rangkum yang komentarnya paling banyak. Either lu setuju atau enggak dengan metode MSI, kita bakal tuliskan yang sama juga ke korespondensi kita ke MSCI. Ditunggu, Guys. Lu punya waktu 48 jam buat klik like dan komentar di bawah ini. Lu investor Indonesia dukung atau tidak supaya MSCI memberlakukan peraturan baru terkait free float ini. By the way, kalau Benix gimana? Kalau gua sih setuju, Guys. 2.000% dengan metode baru MSI ini. Kecuali lu berpandangan lain. Makanya tulis kolom komentar di bawah ini sebelum gua angkat nih teleponnya dari MSCI. Kita dukung atau tidak? Oke, guys. Ditunggu pandang kalian. Semoga video ini bermanfaat. Jangan kaget kalau ISG bakal batuk-batuk terus nih dalam beberapa hari ke depan. So, sekali lagi ditunggu pandangan kalian. Segera tulis pandangan kalian dan share video ini sebanyak-banyaknya. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]
Resume
Categories