0% TARIFF But Lost DIGNITY! Malaysia Is Now an American SLAVE?!
898b-IVw6hc • 2025-10-31
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, selamat nih. Good news buat rakyat Malaysia. Kenapa? Karena mereka akhirnya berhasil negosiasi tarif dagang dengan Donald Trump 0% bea masuk dari Amerika Serikat. Artinya barang-barang dari Malaysia kalau ke Amerika Serikat mereka bayar pajak 0%. Wah, ini kabar baik sekali. Makanya ya banyak media-media anjing peliharanya George Horos itu mulai merongrong, Guys. Sampai mereka bilang, "Wah, Trump kasih tarif 0% nih untuk Malaysia, Vietnam. Ekspor Indonesia bisa tertekan dong. Masa sih?" Dan banyak lagilah pokoknya media-media di sini yang seolah-olah memuji-muji tarif 0% Malaysia dan di sisi lain pasti juga ngata-ngatain Indonesia juga. Tapi pertanyaannya, bener enggak sih Malaysia diuntungkan oleh tarif 0% ini atau jangan-jangan malah dibodoh-bodohi? Karena lu tahu ya pejabat-pejabat di Malaysia ya kalau bisa menggadaikan negaranya kenapa tidak? Oh, para pengkhianat itu ternyata banyak juga loh di Malaysia. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ya terlif 0% itu bukan buat semua barang made in Malaysia. Tapi hanya untuk tiga jenis barang tertentu doang. Yang pertama barang yang berhubungan dengan produk farmasi. Yang kedua, barang yang berhubungan dengan peralatan-peralatan Dirgantara. Jadi aerospace equipment lah. Nah, yang ketiga barang-barang seperti minyak sawit, kakao, karet. Nah, ini hal yang menguntungkan apa enggak sih sebetulnya buat Malaysia? Ya, asal lu tahu aja ya. Setahu gua Malaysia itu produk utama ekspornya itu bukan farmasi, bukan peralatan Dirgantara. Dan kalau lu ngomongin kakau, mana ada kebun kakau di Malaysia. Karena kalau lu lihat ya, lima produk ekspor terbesar dari Malaysia ya, bukan coklat juga karena dia bukan Swiss ya dan bukan juga perlengkapan farmasi karena dia bukan Swiss juga. Jadi teman-teman kalau lihat data dilihat di layar kaca ya top five peringkat 1 itu produk-produk elektronik nilainya 121 miliar dolar. Jadi 36% ekspor Malaysia sumbernya dari sini nih perlengkapan elektronik bukan kakau, bukan karet. Bodoh. Yang kedua apa? mineral fueles, oils, distillation products. Jadi, eh produk-produk yang berhubungan dengan minyak bumi. Nilainya 47 billion dollar. Itu ranking 2. Peringkat apa? Perlengkapan mesin industri itu nilainya sekitar 31 miliar dolar. Nah, yang keempat. Nah, ini baru ada nih, minyak sawit. Minyak sawit ekspornya itu 18 miliar dolar dari Malaysia. Peringkat lima, alat-alat yang berhubungan dengan optical photographic. Jadi, lensa itu sekitar 15 miliar do. Jadi dari situ lu sudah bisa lihatlah sebetulnya 0% ini yang diuntungkan siapa ya enggak tahu. Tapi ini yang namanya optical deal. Optical deal biar ya pejabat Malaysia bisa bilang sama rakyatnya kita sukses besar dapat tarif 0% buat barang-barang yang sebetulnya enggak penting. Karena mereka juga bukan ekspor itu. Mereka enggak ada ekspor coklat, Guys. Mereka ekspor apa? Perlengkapan Dirgantara. Enggak banyak. Kecil banget. Farmasi apalagi. Boro-boro jadi buat apa tarif 0%? Nothing. Sampah bodoh. Tapi sebelum kita bahas itu, kita mau bahas dulu dong kepintarannya si Malaysia ini ya. Kenapa? Karena dia dari tadi sibuk-sibuk aja ngata-ngatain Indonesia bad deals, padahal mereka menggadaikan negaranya. Kok bisa? Kita cek yuk lebih dalam lagi apa sih yang dilakukan Malaysia? Ya, sehingga mereka bisa dapat tarif 0% buat barang-barang yang enggak penting ini. Tapi at least seksi buat dijual ke media. So, kalau lu penasaran jangan dikip video ini. Let's check this out. Jadi yang pertama ya di pasal 2.2 ayat 1 lu bisa lihat ya, Malaysia itu shall allow. Jadi mereka harus mengizinkan wajib bahkan karena istilahnya shell bukan may. So Malaysia shall allow US originating goods that comply with applicable US or international standard. Intinya apa? Kalau barang-barang ini udah dibilang sah, bagus, baik, halal, oke menurut Amerika Serikat, Malaysia harus manut, harus ikut. Kan budak nih. Gua enggak peduli apa kata lembaga lu. Tapi kalau Amerika udah bilang yes, barang ini wajib masuk, barang ini sudah sesuai dengan peraturan Amerika Serikat, Malaysia wajib terima. Wah, ini benar-benar enggak ada nih harga dirinya nih. Malaysia nih. Bodoh banget. Yang kedua, produk pertaniannya. Jadi, di pasal 2.3 eh agriculture bagian pertanian, Malaysia itu enggak boleh lagi menghalang-halangi produk pertanian Amerika Serikat masuk ke Malaysia. Jadi bahkan mereka harus kasih preference memprioritaskan market akses pasar buat produk-produk made in USA. Wah, hebat banget ini. Petani-petani di Malaysia bakal makin sengsara nih ya. Tapi ya itulah konsekuensi lu ya. Yang ketiga ini sadis nih. Malaysia enggak boleh mengenakan pajak. Jadi mereka enggak boleh kasih digital tex buat produk-produk Amerika Serikat. Jadi ini lu bisa lihat di pasal 3.1 dan ini benar-benar sadis. Ini kedaulatan rakyat negara Malaysia benar-benar digadaikan, Guys. Mereka gak bisa ambil pungut pajak buat barang barang digital Amerika Serikat. Karena itu bakal dianggap menyusahkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Dan lu tahu fungsinya rakyat Malaysia kan budere dilahirkan untuk jadi budak Amerika Serikat. Padahal ini sadis karena lu tahu ya e dari 5 tahun yang lalu lah bulan Januari 2020 Malaysia itu udah dapat penghasilan 400 juta Malaysia itu setara R,5 triliun, Guys. Rp400 juta loh penghasilan Malaysia dari digital. Pajak digital siapa yang bayar? Google, Netflix, Facebook, Steam, PlayStation, eh Amazon. Itu semua kan bayar buat produk-produk digital. Lu menggunakan jasanya, lu kasih pajak. Di Indonesia mereka dipajakin, Guys. Lu kalau enggak percaya lu transaksi di Steam, beli game online di Google Play Store atau di Apple atau di Netflix, lu bayar pajak. Malaysia enggak boleh ngasih pajak itu. Kenapa? Karena kan mereka budak, Guys. Mereka bangsa bud yang dilahirkan untuk memperkaya Amerika Serikat. Ya, supaya apa? Amerika Serikat punya banyak duit buat beli senjata, beli tentara, beli pesawat jet supaya mereka tambah kuat. Ya, berkat siapa? Ya, rakyat Malaysia ini yang ini. Jadi, lu bayangkan mereka betul-betul menjual negaranya dengan harga murah. Mereka enggak bisa lagi malakin Facebook. Mereka enggak bisa lagi minta duit sama Netflix. Bebas mereka diobok-obok, diacak-acak sama perusahaan oligarki teknologi Amerika Serikat. Bukan cuman ini, Guys. Di nomor empat, Malaysia juga harus memfasilitasi perdagangan digital Amerika Serikat. Udah mereka enggak boleh pungut pajak terhadap perusahaan-perusahaan startup teknologinya Amerika Serikat, Facebook, Amazon, Netflix dan sebagainya. Mereka bahkan wajib memfasilitasi perusahaan-perusahaan digital Amerika Serikat. Lu bayangin mereka enggak boleh menghalangi produk Amerika Serikat. Mereka enggak boleh menghalangi produk pertanian Amerika Serikat. Sampai sekarang dijajah lagi. Mereka tidak boleh menghalangi produk-produk jasa digital dari perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat. Yang lebih ngeri lagi ya bagian dari digital trade ini perdagangan digital pasal 3.2 itu Malaysia itu wajib guys ngasih data ke Amerika Serikat buat apa ya Amerika Serikat buat keamanan nasionalnya. Jadi data-data rakyat Malaysia siap-siap ya data lu dipegang CIA data lu dipegang sama FBI ya siap-siap lu. Lu betul-betul jadi budak. Bener banget gila sadis. Cuma demi dapat 0% untuk produk ekspor kakau dari Malaysia. Hari ini pun gua enggak pernah lihat coklat made in Malaysia. Sedih banget, Guys. Sedih banget. Cuma mereka biar dapat 0% KK-nya bisa masuk Amerika. Padahal enggak. Orang mah udah tahu Kakao itu dari mana sih? Ada dari Brazil, ada dari Indonesia, ada dari Ghana, ada dari Ivor Ricos. Enggak ada Kakau dari Malaysia. Jadi enggak ada gunanya pajak 0% yang stupid itu. Dan yang lebih sedih lagi, Malaysia, lu bisa lihat di pasal 3.3, Malaysia itu wajib konsultasi sama Amerika Serikat kalau mereka mau berdagang sama negara lain. Lu bayangin wajib, Guys. Ini kan kayak budak nanya, "Bos-bos, gua mau bisnis nih Malaysia nih. Malaysia budak nih bodoh ya. Mau bisnis nih dia mau dapat proyek gede nih dari Jepang. Boleh enggak?" Hei, tunggu dulu. Tanya dulu sama Amerika Serikat. Halo, Bos. Uncle Sam, saya mau bisnis nih. Saya mau dapat duit sama Tokyo. Boleh enggak? Ya enggak boleh. Lu harus nyembah-nyembah. Lu harus jilat pantat Donald Trump kalau lu mau bisnis sama negara lain. Kan bodoh banget. Dan menterinya lebih bodoh lagi dia bilang, "Enggak, itu kan cuman konsultasi doang." Heh, goblok. Menteri tolol siapa namanya tuh? Thank you Zafrol. Si tol satu ini. Lu tahu ya, menteri tolol ini enggak bisa bahasa Inggris. Kenapa? Karena kalau lihat pasal 3.3 itu isinya jelas. Di sini bukan lu cuma nanya, ini lu Shell. Lu harus ini wajib. Shell itu wajib bukan may. Kalau lu bilang ini kan enggak wajib istilahnya bukan shell. Istilnya Malaysia may consult. Tapi dasar menterinya Malaysia ini kan tolol. Dia enggak bisa bedain May sama Shell. Shell itu wajib. Wajib berkonsultasi. Kalau Amerika Serikat enggak suka, lu digorok selesai. Namanya juga lu wajib. Bukan berhak. Lu wajib. You shall. Malaysia shall consult. Malaysia shall tanya dulu sama bos. Amerika Serikat boleh enggak gua dagang sama negara lain? Boleh enggak Malaysia berbisnis dengan negara lain? Ini benar-benar stupid ini. Ini deal paling stupid of the year nih. Malaysian deal. Luar biasa. Ini kan ngeri banget, Guys, ya. Kualitas menteri di Malaysia ternyata sama-sama bodohnya dengan menteri-menteri di Indonesia, ya. Jadi ya ternyata lu harus bangga diri juga, ya orang Indonesia. Ternyata ada yang lebih bodoh daripada lu, yaitu si Malaysia ini nih melihat pejabatnya model begini. Ini gua kasih lu gampang deh. Di perjanjian antara Malaysia dengan Amerika Serikat itu gua kasih tahu ya, gua ajarin ya. Lu tahu berapa kali muncul istilah Malaysia Shell? Malaysia itu wajib. Ternyata total ada 59 kata shell, Guys. Wajib. Lu tahu? Dari 59 itu 49-nya wajib. Malaysia wajib. Malaysia sial, Malaysia sial, Malaysia sial, Malaysia sial, masal sial. Goblok. Dari 59 Malaysia siell itu gila sadis banget. Gua belum ngomongin soal investasi, gua belum ngomong state own enterprise BUMN, gua belum ngomong soal Bea cukai, gua belum ngomong tentang tenaga kerja labor, gua belum ngomong soal economic security tapi intinya semuanya Malaysial, Malaysial, Malaysial. Lu bisa tahu apakah sebuah agreement itu berimbang atau tidak dengan itu. Kenapa? Karena dari total 59 hak dan kewajiban yang ada di perjanjian itu, bebannya Malaysia, kewajiban Malaysia, Malaysia itu ada. E sebentar guys, sebentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 di Swissbell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu, dan interaksi langsung ya, karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya gede [musik] banget nih, Guys. Nah, buat lu yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial benix [musik] cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat. [musik] Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuma ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita sediakan. [musik] Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi banyak sekali membuka wawasan baru, terutama banyak bocoran-bocoran mengenai ee kebijakan maupun emiten yang akan terbang selanjutnya. Jadi puas [musik] sekali sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya ee pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah. Ini mengikuti [musik] BIC investor Samet ini setelah dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa kalau kita bisa memahami fundamental atas perusahaan [musik] dan forecast untuk perusahaan ke depannya kita pasti dapat akan mendapatkan [musik] hasil yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya rasakan selama setahun ini. Dan saya harapin kalau eh untuk Benik Investor Summit 2025 diadakan, saya pasti akan ikut lagi. Salam cuat. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025 segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. kita bisa berinteraksi ful nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Bebannya Malaysia, kewajiban Malaysia, Malaysia Shell itu ada 49 dari 59. Sementara United States Shell, United States Amerika wajib cuman ada 10. Jadi, lu bayangkan ada 59 kewajiban di dalam agreement itu. Malaysia shell, kewajiban Malaysia itu ada 49. United States Shell cuman ada 10. 49 dan 10. Lu penasaran enggak sih? Bukan ini doang lu yang paling brutal dan paling sadis. Gua lihat ini benar-benar rakyat Malaysia dibodohin habis-habisan nih. Tapi sayangnya waktu gua udah mau habis nih. Dan lu setuju enggak kalau kita kupas lebih detail lagi soal kebodohan ini? Karena gua belum bahas yang paling penting soal marwah, Guys. Soal kedaulatan Malaysia yang dijual murah ke Amerika Serikat. Ini pengkhianatan terbesar abad ini nih. Gua jujur aja malu ya sebagai sesama warga Asia Tenggara ya melihat deal sebodoh ini. Itu gua malu, Guys. Jiji bahkan. Tapi anehnya rakyat Malaysia enggak ada yang sadar kalau negaranya dijual murah. Weh, sedih banget. Tapi lu setuju enggak sih? khususnya ya buat teman-teman yang ada di Malaysia ya. Lu setuju enggak kalau Benix kupas tuntas? Kita bikin part 2-nya bahas lebih detail lagi soal perjanjian dagang Malaysia dan Amerika ini di part 2. Kalau lu setuju kita bikin yang lebih detail lagi dan bahas soal shell-sell yang lain itu apa saja yang dijual murah sama Malaysia. Pengkhianatan apa yang dilakukan pejabat Malaysia ini. Lu segera pencet tombol likes di bawah ini. Begitu 24.000 1000 likes dalam 24 jam kita bikin part 2-nya kita kupas lebih detail sampai tuntas, Guys. Oke, kalau lu setuju segera like dan berikan komentar di bawah ini. Jadi, lu masih berpikir tarif 0% Malaysia itu good deal atau bad deal? Lu enggak tahu ya? Ini adalah kejahatan terbesar karena di sini ada juga pengkhianatan nuklir. Di perjanjian ini ada bicara soal reaktor nuklir. Malaysia dilucutin habis-habisan atau gua bisa bilang dikadalin habis-habisan. Okelah, Guys. Kita bahas lagi di part 2. Kalau lu setuju, segera pencet tombol likees. Begitu 24.000 likes, kita rilis part 2-nya yang lebih detail lagi. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik] [musik]
Resume
Categories