The first state-owned company to have a foreign director! What's the crazy plan behind Garuda Ind...
8vDOagCvqdE • 2025-11-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Good News Indonesia. Saham perusahaan
penerbangan favorit kalian, maskapai
tercinta kalian, Garuda Indonesia per
hari ini harga sahamnya udah naik hampir
200% loh. Gila, ini luar biasa banget
ya. Kok bisa ya investor tuh
berlomba-lomba untuk membeli sahamnya
Garuda Indonesia. By the way, video ini
bukan video rekomendasi jual atau beli
saham Garuda ya atau saham perusahaan
lainnya. Enggak. Kita mau bahas secara
faktual tentang perjalanan Garuda
Indonesia. Kenapa ini penting kita
bahas? Karena Gardio Indonesia baru saja
dapat resmi loh dukungan dana dari
Danantara. Nilainya luar biasa sekitar
30 triliun. So, jangan dikip video ini
karena kita baru aja ya kemarin pulang
jalan-jalan nih bersama teman-teman
investor dari Benix Investor Group. Dan
kita punya banyak oleh-oleh buat kalian
ya para investor di luar sana dan
khususnya buat para penggemar
penerbangan maskapai Garuda Indonesia.
Jadi teman-teman lihat ya di video itu
kita udah jalan-jalan di Garuda
Indonesia ketemu sama manajemennya kita
lihat tempat servis pesawatnya.
hanggarnya, bagaimana sistem radar
mereka, mereka monitoring pergerakannya.
Wah, pokoknya luar biasa deh. Dan di
situ gua menemukan banyak kekagetan, hal
yang luar biasa bahwa ternyata Garuda
Indonesia itu dipercaya loh untuk
melaksanakan ya servis, mereparasi untuk
beberapa jenis pesawat yang bahkan
negara lain itu enggak mampu. Mereka
bahkan sampai kirim ke Indonesia buat
apa? Servis pesawatnya. Padahal tadinya
ya gua tuh berpikir, "Udahlah kalau
Garuda Indonesia gak bisa bagus-bagus,
enggak profit-profit, udah tutup aja
lah." Tapi setelah gua datang ke sana,
gua lihat, wah ini ada banyak knowledge
loh, ilmu, pengetahuan yang sebetulnya
bisa kita preserve, bisa kita manfaatkan
buat kemajuan bangsa kita. Karena sadar
enggak sadar teman-teman tahu ya, banyak
negara itu mengandalkan penambahan
GDP-nya. Bahkan Singapura aja lebih dari
4% loh GDP-nya disumbangkan dari sektor
penerbangan. Makanya penting banget nih
Prabowo kalau pengin Indonesia GDP 8%
industri penerbangan tanah air ya harus
bangkit bukan dibikin nyungsep. So di
sini gua mau bawa berita yang menurut
gua luar biasa dulu ya. Tentu ada hal
baik, ada hal buruk dari kunjungan itu.
Gua mau bahas yang bagus-bagusnya. Yang
pertama, Garuda Indonesia gua salut.
Mereka berani ganti direksinya bahkan
sekarang masukin orang asing. Jadi
teman-teman sudah tahu ya sekarang BUMN
boleh pakai direktur dari asing. Dan gua
setuju dengan ini. Makanya lu jangan
suka kemakan hoaks tuh merdea media
tempe bacem yang bilang Indonesia tidak
nasionalis, Indonesia digadaikan.
Enggak. Kalau memang kita enggak bisa
jalanin itu, ya kita hir aja orang yang
lebih canggih. Enggak peduli warna
kulitnya kuning, merah, pelangi-pelangi,
abu-abu, pink sekalipun, bebas. Yang
penting apa? Perusahaan kita maju,
profitable. Ya, demi bangsa kita. Orang
tim bola Indonesia aja PSS yang lu suka
itu aja pelatihnya pakai shintayong dari
Korea tambah bagus enggak? Ya tambah
bagus. Jadi buat apa kita harus ngotot,
harus nasionalis, harus pribumi yang ada
makin korup makin nyungsep. Aduh bodoh
banget. Udahlah hilangin mentalitas
budak lu itu. Kita harus profesional
mengelola perusahaan kita karena ini kan
badan usaha milik negara bukan badan
amal milik negara gitu ya. Jadi jangan
kebalik-balik logika lu. So gua sangat
apresiasi kedatangan dua direktur baru
nih di Garuda Indonesia. Yang pertama
nih, yang pertama namanya Nil Raymond
Mills. Dia mantan CEO ya di perusahaan
penerbangan dari India namanya Spice
Jet. Nah, dia ini agak unik nih,
kontrarian nih. Ilmunya luar biasa
menurut gua ajaib. Kad satu-satunya CEO
yang ketika dia masuk ke sana,
perusahaannya juga bukan dalam kondisi
sehat, tapi dia punya nyali tinggi.
Ketika dia jadi CEO apa yang dia
lakukan? Dia ambil rutu-rutu yang
sebetulnya enggak terlalu seksi, bahkan
cenderung berbahaya tapi sebetulnya
kurang pesaing. Jadi contoh lu tahulah
Afghanistan hobinya apa. Dard derdor,
Dard derdor. Tapi dia punya ide luar
biasa. kayaknya kita bagus nih bikin
pesawat terbang dari India ke
Afghanistan. Jadi dia bikin jalur
penerbangan Delhi kabul, Guys. Banyak
jalur jalur penerbangan yang unik-unik,
kecil-kecil. Orang suka enggak masuk ke
sana, enggak terlihat. Tapi sebetulnya
bagus karena kompetitif. Alhasilah apa?
Dia berhasil menambah penghasilan
perusahaan pendapatannya naik sampai 51%
hanya dalam satu kuartal. Ini amazing
nih. Nail Raymond Mills. Sekarang si
Raymond Mills udah pindah nih ke Garuda
Indonesia. Dia pegang divisi
transformasi. Nah, ini bagus nih divisi
transformasi Garuda Indonesia. Karena
memang orang-orang di Garuda itu
karyawannya banyak yang harus
ditransformasi. Kalau istilah gua sih
direformasi atau kalau perlu
dibersih-bersih lah perlu dilakukan dan
ini harus pakai tangan orang asing.
Kenapa? Jadi dia enggak ada ngerasa
enak. Oh, ini anak jenderal ini. Oh, ini
sepupu si anu, si ini peliharaannya
menteri ini. Ah, udah enggak peduli cut
semua. Harusnya dia punya nyali buat
itu. Lalu yang kedua, direktur kita yang
baru di Garuda Indonesia, orang asing
juga itu ada namanya Balagopal
Kunduvara. Ini bagus. Kenapa? Karena dia
udah punya pengalaman 25 tahun membangun
Singapura Airlines. Ya, lu bayangin aja,
orang Singapura aja enggak malu-malu
pakai orang India buat membangun
Singapura Airlines. Ya, kenapa kita juga
enggak lakukan yang sama supaya tambah
sukses Garuda Indonesia. Jadi, buat
teman-teman ya, Balagopal ini punya
pengalaman di bidang keuangan
penerbangan spesifik loh financial di
dunia penerbangan. Dan dia ya saking
hebatnya membawa penerbangan Singapura
Airland pernah mendapat penghargaan loh
best crisis management solution ya dia
menang Adam Smith Awards di tahun 2021.
Jadi enggak salah pilih nih menurut gua
ya kita bawa orang ini untuk menjadi
direktur keuangan dan manajemen risiko
di Garuda, Indonesia. So, well done lah.
Salut gua. Ini betul-betul pencapaian
yang luar biasa karena gua udah
bertahun-tahun bilang BUMN kita ini
harus direformasi. Isinya cuman badan
amal aja. Korupsi, korupsi, korupsi.
orang dalam, tetangga, peliharaan, anak,
cucu, ponakan sampai kakek nenek moyang
pun ada di sebuah BUMN itu udah harus
direformasi lah. Kita harus maju punya
pikiran. So, gua sangat senang ketika
kita mau hire expatriat asing. Apalagi
teman-teman tahu ya, Garuda Indonesia
ini ya suka enggak suka ya. Walaupun
perusahaannya udah berkali-kali nih
hampir bangkrut, korupsinya juga banyak
banget direktur-direktur Garuda
Indonesia ini dikarungin ya. Ya, suka
enggak suka memang pelayanan Garuda
Indonesia itu bagus dan beberapa kali
menang ya misalkan dia dapat penghargaan
dari Skyrex Five Star Airline. Bahkan
dia juga dapat penghargaan bergengsi
yang setingkat Oscar lah di dunia
penerbangan. Bukan cuman Sky tapi dia
menang Freddy W. Dia menang tiga
penghargaan loh dari Freddy W. Jadi di
sini kita bisa lihat ya dari segi
kualitas pelayanan ya memang Gar
Indonesia hebat tapi dari segi
operasional hmm belum tentu. Kenapa?
Sekarang perusahaan ini sudah
berkali-kali sekarat sampai kemudian di
posisi terakhir mereka di-inject Dana
dari Danantara. Nilainya berapa? 30
triliun. Gila, luar biasa besar nih.
Tapi dengan penghargaan begitu banyak ya
Garuda Indonesia kok bisa-bisanya
perusahaan ini rugi terus. Tahun 2025
semester 1 mereka rugi 2,3 triliun.
Tahun sebelumnya rugi 1,6 triliun. Jadi
perusahaan ini betul-betul ya badan amal
milik negara lah. Bukan badan usaha
guys. Belum naik level mereka ke sana.
Kenapa bisa begitu? Ya, kita simpel aja,
Guys. Ini ada beberapa hal yang gua mau
address di sini. Yang pertama itu faktor
TBA, tarif batas atas. Lu tahu ya? Ini
gua mau kasih sedikit masukan nih buat
pengelola negara, administratur negara
kita. Karena berulang kali Garuda ini
diinjek, diinjek, injek. Dan gua yakin
itu hal yang bagus. Tapi kalau enggak
dirubah tata kelolanya,
suprastrukturnya, infrastrukturnya, gua
yakin Garuda Indonesia enggak bakal lama
collapse lagi. Siapapun direkturnya kok
bisa. Ya, ini masalah akut yang namanya
tarif batas atas. Ya, Teman-teman
tahulah lu kalau naik microlet, naik
angkot, lu naik kereta, lu naik busway,
itu semua disubsidi, Guys. Kenapa?
Supaya harga tiketnya murah. Dan mereka
juga ada tarif batas atas, tarif batas
bawah supaya enggak kemahalan. Jadi, lu
boleh jual tapi enggak boleh harga
tertentu, ya. Lu enggak boleh naik tiket
KI, misalkan tiketnya Rp100.000 dari
Tebet ke Pasar Minggu. Enggak boleh.
Jadi, sudah diaturlah supaya harga tiket
itu tetap murah. Bagus enggak? Bagus.
Ini yang namanya PSO, public service
obligation. Maksudnya apa? Ini
perusahaan jawatan publik, jawatan umum.
Jadi untuk melayani publik harganya
enggak boleh mahal-mahal banget. Kalau
bisa harganya terjangkau lah buat
semuanya. Bagus, bagus. Tapi ini jadi
masalah buat Garuda Indonesia. Kenapa?
Karena teman-teman ya lu tahu ya dunia
pesawat itu ada dua jenis pesawat. Yang
pertama pesawat jenis LCC, low cost
carrier. Yang kedua pesawat full service
carrier. Jadi low cost carrier ya kalau
lu terbang naik pesawat-pesawat yang
murah contohnya ya lu udah tahulah Lion
Air atau lu terbang naik City Link ya
itu murah fokusnya pada harga yang
murah. Di situ lu enggak dapat makanan,
lu enggak dapat entertainment juga
enggak dapat TV yang bagus. Tempat duduk
lu juga enggak terlalu nyaman, kakinya
sempit. Lu senggol-senggolan lah,
senggol pundak, senggol kaki, senggol
lutut, baguslah. Jadi lebih romantis lu
sama pasangan lu. Tapi ya itu dia ya
mungkin kurang nyaman karena memang
harganya yang murah. Itulah low cost
LCC. Nah, ada satu lagi yang namanya FSC
full service carrier. Ini contohnya
Garuda Indonesia. Harga tiketnya tentu
lebih mahal karena lu dilayanin full
service. Tempat duduknya lebih nyaman,
jaraknya juga lebih jauh, lu dapat
makanan, lu dapat entertainment. Jadi
jauh lebih baguslah pelayanannya. Yang
jadi masalah adalah tarif batas atas
TBA. TBA itu sudah diatur sejak tahun
2019 oleh Kementerian Perhubungan dan
sampai detik ini gak pernah naik. Ini
akibatnya jadi masalah, Guys. Apalagi
diperlakukan seolah-olah Garden
Indonesia ini PSO, public service,
perusahaan yang melayani publik kayak
angkot. Ya, harganya harus murah terus.
Padahal aneh dia pesawat full service,
bukan pesawat murah. Nah, Teman-teman
harus tahu ya. Ini yang gua mau bilang
dan Prabowo ini harus dengar ini. Kalau
lu masih sayang sama Garuda Indonesia,
Prabowo, timnya nih harus lakukan
perubahan struktural nih di Kementerian
Perhubungan karena goblok banget. Lu
tahu tarif batas atas pesawat udah aneh
lah kalau Garuda Indonesia harus ikut
kok. Soalnya dia bukan angkot ya dan dia
juga harganya mahal. Orang yang naik
Garuda Indonesia kok sama dengan naik
Lion Air itu udah beda lah jenis
pesawatnya beda. Satu Avanza, satu
MercedesBZ kok sama harus kan aneh. Tapi
ya sudahlah, ketololan ini sudah
dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.
Yang gua mau komplain adalah untuk
menyusun tarif batas atas itu ada
komponen jarak penerbangan, ada komponen
berapa hardour yang dihabiskan. Jadi
termasuk gaji operasional segala macam
itu ada banyaklah situ. Yang gua mau
bilang adalah tarif batas atas ini
enggak berubah dari tahun 2019 sampai
tahun ini 2025. Jadi udah 6 tahun ini
enggak berubah. Padahal kalau lu lihat
ongkosnya penerbangan itu udah naik
tinggi. Contoh tahun 2019 harga aftur
itu cuman 9.500 per liter. Hari ini
sudah R2.700 per lasik Rp3.200
per liternya atau naik 34%. Terus apa?
Biaya pemeliharaan. Biaya pemeliharaan
di tahun 2019 itu cuma 4 triliun. Ya,
tahun ini tentu naik karena UMR naik
dong, biaya-biaya lain naik dong.
Listrik aja naik, sewa tempat naik. Naik
jadi 5,2 triliun alias naik 29%.
Jadi biaya pemeliharaan sudah naik. Yang
paling parah adalah sebentar guys,
bentar guys sebelum kita lanjut
videonya. Halo goodis guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
penting. Yang pertama terkait energi,
yang kedua terkait bisnis logistik, dan
yang ketiga ada sektor spesial dengan
pembicara yang spesial juga karena ya
cuannya [musik] gede banget nih, Guys.
Nah, buat lu yang penasaran dan pengin
segera ikutan di event acara offline
spesial benix cuman ada 1 tahun sekali
yang namanya Benix Investor Summit 2025.
Yuk, segera daftar sekarang juga nih
sebelum terlambat.
Dan ingat kursinya juga terbatas karena
cuma ada 50 kursi, Guys. Total kursi
yang kita sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah ya. Jadi
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas [musik]
sekali sih dengan ini. Kalau tahu Pak
Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya
ee pinggir jurang ini lebih pinggir
lagiah. Ini
mengikuti investor Samet ini setelah dua
kali saya mendapatkan manfaat bahwa
kalau kita bisa memahami fundamental
atas perusahaan dan forecast untuk
perusahaan ke depannya kita pasti dapat
akan mendapatkan hasil yang jauh lebih
baik. Dan itu yang saya rasakan selama
setahun ini. Dan saya harapin kalau eh
untuk Benik Investor Summit 2025
diadakan, saya pasti akan ikut lagi.
Salam cuat.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. kita bisa
berinteraksi ful nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye. Yang paling parah adalah
biaya kurs. Teman-teman tahu kita beli
aftur terbang, belinya pakai dolar.
Ingat, negara Indonesia hobinya
memperkaya Timur Tengah dan Singapura.
Jadi, kita impor itu barang pakai dolar.
dolar di tahun 2019 itu cuma Rp14.000
1 dolarnya. Tahun ini 1 do Rp16.500
jadi sudah naik lebih dari 2.500.
Jadi lu udah lihat kenapa kita bodoh
banget harga aftur udah naik tinggi
belinya pakai dolar harga dolar juga
makin naik. Dan lebih ngeri lagi
bensinnya itu kita beli pakai dolar.
Pesawat terbang juga kita beli pakai
dolar. Pesawat Boeing Airbus kita beli
pakai dolar. Servis pesawatnya pakai
apa? dolar. Biaya spare part harus
impor. Udah kena pajak lagi nih. Pajak
impor. Terus belinya pakai dolar juga.
Habis sudah margin pesawat terbang.
Akibatnya apa? Jangan heran kalau ia
collapse. Terus dan yang paling sadis
udah semua biayanya dalam dolar.
Afternya beli pakai dolar, bensinnya
pakai dolar, pesawatnya beli pakai
dolar, spare part-nya pakai dolar.
Penghasilan Garuda Indonesia dalam
rupiah. Akibatnya apa? Dia makin
tertekan. Siapapun direkturnya bakal
hancur. Kalau masih begini konsep
pemikiran republik kita bahwa Garuda
Indonesia harus hancur atau memang
sengaja tarif batas atas ini
dipermainkan dan tidak dirubah-rubah
supaya menghancurkan Garuda Indonesia
dan menguntungkan maskapai toko sebelah.
Maskapai Singapura. Lu sudah tahu dong
maksudnya. Karena kan logikanya tarif
batas atas, tarif batas bawah itu hanya
untuk pesawat murah ya. Dia yang
diuntungkan ya selalu bermain di level
murah. dia yang happy. Tapi ketika
malapai full service seperti Garuda
Indonesia harus ikut yang sama, ya tentu
enggak akan kompetitif. Biayanya dia
sudah jauh lebih mahal karena dia
pesawat full service. Jadi dari sini
sudah bisa lihat harus direformasi
Kementerian Perhubungan. Pecat
menterinya, habisin udah orang-orangnya
itu enggak benar. Orang dari 2019 sampai
tahun 2025 kok enggak dirubah tata
kelolanya ini gimana? Dan teman-teman
tahu ini sangat-sangat merongrong
keuangan Garuda Indonesia. Lu tahu ya
komponen selain tarif batas atas itu?
Ya, gua mau bilang ketika lu beli tiket
nih, lu terbang ya pakai Garuda
Indonesia, lu bayar Rp1 juta, lu tahu
enggak sih mayoritas duit itu ternyata
larinya bukan ke Garuda Indonesia loh.
Ternyata mayoritas pergi ke pengelola
bandara lalu pergi ke Pertamina. Kok
bisa, Teman-teman? Lu tahu ya rasio ya
aftur terhadap pendapatan usaha Garuda
Indonesia itu udah sampai lebih dari 30%
loh. Jadi lebih dari 30% penghasilan
Garuda Indonesia pergi ke Pertamina.
Bahkan di 2025 ini aja ya, lebih dari
R,8 triliun
duit ngalir dari Garuda Indonesia ke
Pertamina. Buat belanja aftur yang
overprice itu lebih murah beli aftur ya
di Singapura. Jadi lu bisa lihat gila
Garido Indonesia hidup ada di dunia ini
cuma untuk memperkaya Pertamina yang
isinya ya mafia ya, Mafia brengsek. Aneh
banget dan udah gitu ya ini dibilang
harus profit. Namanya juga badan usaha
milik negara bukan badan amal. Tapi kok
diperlakukan seolah-olah ini perusahaan
PSO, public service obligation. Kenapa
ini menurut gua enggak fair? Karena
simpel aja lah. Artinya gini, Garda
Indonesia sibuk memperkaya Pertamina ya.
Padahal dia harus jual tiket
semurah-murahnya. Padahal dia bukan
pesawat murah, tapi wajib jual harga
murah. Akibatnya keuangan perusahaan
terganggu. Karena kalau lu pakai logika
yang sama, perusahaan public service
obligation jawatan umum, contoh kereta
api Indonesia itu disubsidi loh sama
negara. Tahun ini aja subsidi kereta api
Indonesia itu sampai 5,8 triliun ya.
Makanya lu beli tiket murah kon. Belum
itu lu naik kapal pelni di subsidi itu
hampir 3 triliun. Jadi semua di subsidi.
Giliran Garuda Indonesia naik pesawat
boleh enggak isi pertal light? Enggak
bisa. Tapi lu kalau naik angkot, plat
kuning, microlet boleh enggak isi bahan
bakar subsidi? Pertalight boleh karena
untuk publik. Tapi kalau Garda
Indonesia, lu harus beli aftur di harga
yang mahal juga yang gak fair dan sampai
kapan pun ya bakal nyungsep karena dia
harus beli itu. Kalau mau fair ya kalau
lu pengen Garuda Indonesia jualnya murah
murah murah murah terus subsidi harga
tiketnya dengan cara apa? Ya subsidi
afturnya fair lah ya. public service
murni PLN diubsidi, Pertamina disubsidi,
Pelni diubsidi, PTKi juga disubsidi.
Makanya lu juga jangan heran ya, banyak
perusahaan-perusahaan pesawat terbang di
luar negeri bahkan kayak Qatar,
Singapore Airlines, Malaysia ya lu sadar
enggak sih sebetulnya mereka bisa
kompetitif karena disubsidi oleh negara
karena negara sudah lihat salah satu
kunci pertumbuhan GDP itu adalah pesawat
terbang. Pesawat terbang harus sehat.
Kenapa? Karena mereka yang bawa turis
asing, mereka pintu gerbang menuju
negaranya. Teman-teman kaget enggak sih
kalau gua bilang ya, Thailand aja udah
bikin program subsidi loh. 200.000 tiket
pesawat bakal dia subsidi gratis. Gila
enggak? Supaya hidup. Karena dia tahu
kayak Indonesia ya, banyak dulu orang
pengusaha buka kebun di pangkalan Bun,
buka usaha di Papua, buka usaha di
Maluku, tapi kemudian ditutup karena
enggak profitable. Ngapain juga jalanin
penerbangan orang beli aftur yang enggak
harga subsidi juga akibatnya banyak
maskap tutup tuh. Akibatnya banyak tuh
pengusaha-pengusaha investor dari Jawa
Tengah, dari Jawa Timur enggak lagi-lagi
invest di Kalimantan, di Sulawesi.
Akibatnya lapangan kerja bukan makin
terbuka lebar, makin sedikit. Thailand
sudah lihat ini, makanya dia subsidi
200.000 tiket pesawat gratis loh. GDP
mereka itu bisa kontribusinya hampir 10%
pertumbuhan GDP-nya dari pendesawat
terbang. Nilai subsidinya itu cuma 700
juta bat Thailand. Tapi dampak
ekonominya sudah mereka hitung bisa
sampai 8,8 miliar B. Hebat loh itu
sekitar 240 juta. Dolar. Jadi mereka
sudah lihat oh yang cuan itu
perekonomian kita ketika tiket pesawat
itu disubsidi. Tentunya yang disubsidi
ya bukan pesawat-pesawat Singapura lah
yang kita subsidi ya pesawat Indonesia
City Link sama Garuda. Logis-logis aja
lah karena mereka membantu pertumbuhan
ekonomi kita. Yang lucunya kalau lu
lihat ya berita tentang subsidi Thailand
itu munculnya bukan di koran Thailand
tapi di koran Vietnam. Dan Vietnam
langsung ketakutan. Wah nanti makin
banyak wisatawan yang jalan-jalan di
Thailand. Wah nanti makin banyak turis
asing yang datang ke Thailand. Wah,
panik Vietnam. Makanya beritanya bukan
naik di koran Thailand loh. Berita ini
munculnya di koran Vietnam. Makanya
jangan heran kalau enggak lama setelah
itu Vietnam juga lakukan yang sama. Dia
enggak mau kalah. Vietnam memberikan
subsidi buat pesawat terbang domestik
mereka. Nah, terus gimana dengan
Indonesia? Ya tentu Indonesia pengin
melanjutkan ketololan itu. Kalau bisa
bangkrut lagi kenapa tidak? Akibatnya
apa ya? Program subsidi aftur ini kalau
memang Pertamina disuruh rugi terus,
kalau Pertamina memang disuruh jadi
kayak angkot, microlet, public service,
obligation, harga harus murah. murah.
Kalau bisa gratis terus seumur hidup.
Bahkan Prabowo bilang tiket harus murah
padahal itu high season. Normalnya
bisnis pariwisata, bisnis hotel, bisnis
catering, bisnis pesawat terbang, harga
tiket itu naik. Tapi kan Prabowo cinta
rakyat Indonesia. Oke, dimaklumi ya
silakan. Tapi harus siap kalau garu
Indonesia bangkrut lagi. Terus kalau
enggak mau bangkrut lagi gimana? Ya fair
afturnya disubsidi dong sama negara
supaya pertumbuhan ekonomi kita bisa
naik 8%. Apakah negara rugi? Enggak.
Pertamina tambah untung? Iya, sudah
pasti. Tapi satu yang pasti di sini,
industri penerbangan di negara manaun
yang sehat, yang didukung sama
pemerintah itu bisa berkontribusi sampai
10% dari GDP mereka loh. Ngeri loh.
Contoh, bahkan negara seperti Singapura
ya, kontribusi netnya itu bisa di atas
2% karena industri penerbangannya maju.
Nah, Thailand sama Vietnam juga pengin
GDP-nya lebih dari 10% pertumbuhannya.
Akibatnya apa? Mereka inject ke industri
penerbangan. Ya, sayangnya di Indonesia
malah ditolak subsidi afturnya.
Akibatnya ya, Maskapai kita tidak
kompetitif. Padahal negara-negara lain
sibuk aja terus mensubsidi pesawatnya
mereka. Ingat, semua ada hitungannya.
Berapa nilai ekonomi yang bisa dibawa?
Kalau misalkan makin banyak orang
Indonesia yang jalan-jalan ke Kalimantan
yang membawa duitnya buka usaha di
Sulawesi, wah perputaran duitnya enggak
bakal di Pulau Jawa. Terus pasti beredar
ke mana-mana. Ujung-ujungnya apa?
Pertumbuhan ekonomi merata ke seluruh
Indonesia sesuai harapan Sumitronomic.
Pembangunan rural area, pembangunan
Indonesia dari wilayah-wilayah terluar
bisa jadi kenyataan. Tapi ya sayangnya
ya kita masih jauh lah dari harapan kita
karena ya Garuda Indonesia pun hari ini
jumlah pesawatnya juga enggak maksimum
karena kita bahkan enggak bisa nampung
kuota haji. Lucu banget ini udah pasti
proyek yang pasti cuan haji umrah udah
pasti cuan lah. Tapi ya mereka bahkan
harus sewa pesawat dari toko sebelah itu
disayangkan. Jadi gua mau kasih tahulah
tiga tantangan utama ya buat penerbangan
di Indonesia dan ini harus dicatat nih
sama timnya Prabowo. Kalau pengin
Indonesia GDP 8% itu nyawanya juga ada
loh dari sektor penerbangan. Ya, pertama
ya soal TBA lagi-lagi ya, tarif batas
atas. Ini tahun 2019 Kementerian
Perhubungan bikin sampai sekarang masih
goblok juga enggak dirubah-rubah.
Padahal UMR udah naik terus, kurs dolar
rupiah udah berubah makin mahal terus.
Biaya aftur udah makin mahal terus,
semua udah makin mahal, tapi masih pakai
format penghitungan di tahun 2019.
Akibatnya apa? Struktur biaya ya
perubahannya ya sudah naik signifikan.
So, ini harus segera diadress nih soal
tarif batas atas. Kementerian
Perhubungan ini kerjanya apa sih? Harus
diperiksa sama Kejaksaan Agung. Ada apa
ini? Karena tarif batas atas ini
menguntungkan toko sebelah. Apa sengaja
ini dipelihara supaya gara Indonesia
bangkrut terus toko sebelah makin kaya
raya? Ya kita sudah tahu oligarki di
belakangnya. Kita minta Jaksa Agung
Profesor Burhanudin periksa ini toko
sebelah. Periksa ini Kementerian
Perhubungan nih. Kok ada apa ini
kebodohan apa yang kita lakukan di sini?
Karena terus terang Garuda Indonesia
kita semua sayang sama Garuda Indonesia.
Ini maskapai kebanggaan kita. Kok
sengaja dikerdilkan sama Kementerian
Perhubungan? Periksa nih ada apa ini?
tolong kejaksaan segera periksa nih
Kementerian Perhubungan nih. Yang kedua
ya gua udah mention soal biaya komponen
biaya mereka paling besar ya bayar
Pertamina makanya utang Garuda paling
besar ya salah satunya ke Pertamina
triliunan dan ini beban loh buat Garuda
Indonesia artinya ya dia terbang cuma
buat memperkaya perusahaan lain. Nah ini
lucu dan ini negara harus take over di
sini karena ya semua biaya itu udah naik
tinggi loh. itu gua kasih contohlah
penerbangan dari Cengkareng ya Soekarno
Hatta ke Denpasar tahun 2019 itu
biayanya sekitar Rp194 juta tahun 2019 6
tahun yang lalu. Hari ini tahun 2025
biayanya sudah naik jadi R269 juta.
Artinya ini peningkatan hampir Rp80
juta, Guys. Jadi biaya penerbangan udah
naik tuh sekitar 40% tapi tarif batas
atas sampai ATS hari ini enggak berubah.
Ini sangat bahaya sih. Dan biaya kan
tadi gua cuma sebut aftur, ada biaya
lain juga. Soal apa yang keluar banyak
pengelolaan bandara. Ketika Garuda
Indonesia merugi, merugi, merugi.
Pertamina dapat duit, dapat duit, dapat
duit. Ada lagi satu lagi yang
diuntungkan pengelola bandara
Angkasapura. Ketika Begar Garuda
Indonesia rugi triliunan, lu tahu apa
yang terjadi? Angkasapura profit
triliunan. Di tahun 2025 semester 1
mereka pendapatannya aja udah 9,9
triliun, Guys. Gila banget ini sih. Ini
betul-betul gila. Padahal asal lu tahu
yang terbang ke Amsterdam, yang terbang
ke Jepang itu bukan Angkasapura. Yang
terbang itu Garado Indonesia yang
membawa citra kita. Tapi yang kita
untungkan malah airport-irport itu yang
untungnya juga udah kebangetan menurut
gue. Gua sih happy juga, bagus juga
dibanding mereka rugi juga sama-sama
tolol berarti. [tertawa] Tapi di sini
yang gua mau bilang adalah ya harusnya
Garuda Indonesia mendapatkan proporsi
yang sesua lah. Kalau dibilang dia
perusahaan yang harus melayani publik,
public service obligation. kasih diskon
lah, minimal free PPN lah. Bebaskan
pajak airport lah, airport-nya
dihilangin, pajak afturnya dihilangin.
Jadi enggak mesti disubsidi juga lah,
tapi banyak solusi yang bisa dilakukan
pemerintah buat meringankan beban garda
Indonesia dibanding sibuk memperkaya
Angkasapura, sibuk memperkaya Pertamina,
sibuk memperkaya perusahaan lain. Karena
banyak penerbangan-penerbangan juga yang
lebih seksi, yang pasti ramai, tapi
tidak dikasih time slot-nya ke Garda
Indonesia, malah dikasih slot waktu
penerbangannya ke toko sebelah. Ini kan
aneh, harus dicek ini Kementerian
Perhubungan. Kok bisa sih giliran
penerbangan-penerbangan yang hot
dikasihnya malah slotnya ke toko
sebelah, bukan ke Garuda Indonesia. Cek
dong. Jadi di sini gua mau bilang bahwa
gua sangat mengapresiasi apa yang sudah
dilakukan danantara pemerintahan ini ke
Garuda Indonesia. Tapi masih ada masalah
yang harus segera diadress. Soal tarif
batas atas cabut. Karena itu cuman
menguntungkan toko sebelah, perusahaan
Singapura. Udah cabut. Kalaupun lu
enggak mau cabut karena lu takut dengan
oligarki Singapura. Prabowo takut nih
sama oligarki. Pesawat terbang
Singapura. Ya udah biarkan tarif batas
atas itu berlaku. Tapi hanya untuk
pesawat-pesawat murah LCC, low cost
carrier. Buat pesawat terbang yang mahal
kelas atas full service enggak usah ada
TBA-nya. Udah gitu aja selesai. Lalu
yang kedua harus konsisten. Garuda ini
mau dijadikan angkot angkutan umum
microlet plat kuning bisa isi Pertalight
bahan bakar subsidi. Ya udah biar
harganya murah. Kalau gitu afturnya
jangan pakai harga Pertamina pakai harga
diskon. Harga subsidi. Fair aja. Mau
gimana Garuda Indonesia ini? atau mau
dibiarkan seperti perusahaan penyakitan
Indonesia selalu jadi lelucon di Tokyo,
di Belanda ketika mendarat eh ini garuda
Indonesia ini si tolol lagi [tertawa]
nih datang nih berkali-kali bangkrut,
berkali-kali bangkrut, berkali-kali
harus ditolong. Jadi bahan lelucon kita
sama mereka. Masa begitu sih? Padahal
kita punya maskapai luar biasa hebat.
Tadi gua bilang bahkan mereka bisa loh
mengontrol penerbangan dari lintas
negara, perubahan cuaca. Mereka punya
monitor yang luar biasa canggih. Semua
mereka bisa lakukan itu. Ini kita harus
preserve nih knowledge ini. Sampai yang
gua salut ya, gua ke beberapa hanggarnya
Garuda Indonesia juga gua kaget ya.
Mereka menservis banyak pesawat-pesawat
internasional dari berbagai negara
datang kirim pesawatnya buat servis di
Garuda. Karena Garuda bisa menservis
beberapa pesawat tertentu yang negara
lain enggak bisa lakukan. Itu punya
knowledge yang sayang loh kalau hilang.
Makanya gua sih sangat yakin ya Garuda
Indonesia ini momentum yang bagus buat
kita sama-sama rubah jadi lebih baik
lagi. Dukung suprastrukturnya,
infrastrukturnya. Suprastruktur apa?
Regulasinya yang mendukung dong.
Orang-orangnya ditaruh yang capable. Ya
tadi kembali gua bilang dan kita harus
ada konsistensi mau Garuda Indonesia
dibawa jadi perusahaan angkot ya bolehin
pakai Supertalight subsidi. Afternya
disubsidi kalau enggak ya konsisten
karena kereta api Indonesia aja di
subsidi 5,8 triliun setiap tahun. Pelni
pelayaran di subsidi hampir 3 triliun
tahun ini. Konsisten dong. Nah, kalau
enggak mau lakukan itu karena katanya
harus profitable, oke kasih insentif.
Insentif apa? Insentif pajak aftur,
insentif pajak tiket pesawat, insentif
pajak bandara yang sebetulnya bisa
dilakukan supaya Garuda Indonesia
kompetitif. Karena kalau enggak
kontribusinya terhadap ekonomi nasional
bisa menciut, akibatnya GDP 8% target
Prabowo tidak tercapai. Lu bisa lihat di
layar kaca bagaimana signifikannya
industri penerbangan terhadap GDP
Singapura, terhadap GDP Malaysia,
terhadap GDP Vietnam dan Thailand.
Kompetitor kita di Asia Tenggara mereka
aja ngerti cara mainnya loh. Dan satu
yang paling penting soal penambahan
fleit. Gua yakin Garuda Indonesia
sahamnya sekali lagi bukan rekomendasi
jual atau beli tapi gua yakin Garuda
Indonesia sahamnya bisa sampai 600
perak. Kembali ke kejayaannya 6 tahun
yang lalu. Asal apa? kita bisa dapat
pesawat baru. Makanya kita punya harapan
baik nih, Gard Indonesia bisa
mendatangkan pesawat dari Boeing, dari
Airbus. Apalagi karena tradewah Donald
Trump, harusnya kita dapat akses cepat,
bisa belanja pesawat Boeing lebih cepat.
Karena hari ini pesawatnya Garuda
Indonesia ya paling cuma sekitar 60 70
biji. Zaman dulu 2019 titik tertinggi
Sam Garuda ya kita punya pesawat lebih
dari 100 yang terbang. Akibatnya Om Z ya
naik signifikan. Tapi faktanya hari ini
ya bisnis penerbangan di Indonesia belum
kembali ke zaman sebelum pre Covid. Jadi
kita masih belum maksimal nih. Kenapa
enggak kita manfaatkan ya target
pertumbuhan ekonomi GDP 8% dari industri
penerbangan ya seperti Garuda Indonesia
ini. Dan yang terakhir dan ini paling
penting ya karena siapapun direktur
Garuda Indonesia kalau mereka enggak
bisa reformasi birokrasi pegawai banyak
raja-raja kecil nih di Garuda nih yang
harus gelah direformasi dibina nih lu
jangan kaget ya. Bahkan zaman dulu ya,
Singapore Airlines itu begajulan parah.
Isinya koruptor rugi terus. Mafia di
mana-mana. Bahkan organisasi karyawan di
sana bisa-bisanya boikot Singapore
Airlines sempat menjadi pesawat paling
berbahaya menyengsarakan di dunia.
Sampai Lianiu turun dulu. Dia dikerjain
ada penerbangan dari Dubai ke London.
Apa yang terjadi? Pilotnya demo boikot
mendarat dia di Switzerland enggak mau
terbang lagi. Penumpang apa? Terbengkay.
Lalu hancur nama baik Singapura
gara-gara Singapura Airlines dikuasai
raja-raja kecil. Indonesia juga sama. Lu
hati-hati lu. Karena gua lihat besar
banget Garuda Indonesia ini bisa jadi
monster. Siapapun yang jadi direktur
yang enggak bisa berkutik. Ketika banyak
mafia-mafia, karyawan-karyawannya ini
udah kayak, "Wah, lu kan jadi direktur
kalau ganti presiden paling lu
ketendang. Lu paling cuman 3 tahun, 5
tahun menjabat. Gua kan bisa
petantang-petenteng. Gua sudah 30 tahun
di Garuda Indonesia. Wah, udah jadi
raja, Guys. Ya, harus disikat ini yang
model begini. Makanya gua senang nih,
akhirnya CEO-nyaik nih tentara nih.
Moga-moga jenderal ini bisa bersihin ini
semua. Lu lihat ya, Liquan itu di video
ini ya, begitu marahnya dia sama
Singapore Airlines karena banyak
raja-raja kecil berusaha menghancurkan
Singapore Airlines yang ujung-ujungnya
merugikan negara Singapura. Liquanu
sampai turun ngomong begini.
I can tell you that when I met the SIA
pilots, I didn't meet them on TV. I met
them face to face. So five feet across
the table so they can see me and see
whether I'm still vigorous able to
campaign and take them on whether it's
worth taking me on and I offered them
two choice either you argue you stop
this intimidation which is what it was
bringing SID SIA right down disrupting
services ruining his reputation millions
of dollars worth of advertisements and
sales ruin within a matter of two weeks
it will take many many months to repair
the damage. And I said, "Gentlemen, and
one of them, one of the captain on the
committee is a founder member of Mr.
Cham's Singapore Democratic Party. And I
knew it. He thought I didn't. But I
first announced elections on Sunday,
then I met them on Monday so that they
know I'm ready to meet them during
election. I gave them a choice. Continue
this and I will by every means at my
disposal teach you and get the people of
Singapore help me teach you a lesson you
won't forget. And I'm prepared to start
all over again or stop it. Get back to
work. Restore discipline then argue your
case. Took them 65 minutes. They did as
much talking as I did. A lot of them and
answer to my question and they decided
okay it isn't worth the fight. Why?
Because they know they lose. They know
that I'm prepared to ground the airline.
They know that I can get the airline
going again without them. And let there
be no mistakes about this. Whoever
governs must have that iron in him or
give it up. This is not a game of cards.
This is your life and mine. I spent a
whole lifetime building this. And as
long as I'm in charge, nobody is going
to knock it down.
Jadi dari situ ini poin yang terakhir
yang gua bilang soal reformasi birokrasi
di gardo Indonesia harus segera
dilaksanakan. pegawai-pegawai yang masih
beragu mental orde lama udah dibina aja.
Stalin aja bisa membina orang kok.
Sekitar 2 juta orang mungkin mati di era
dia. Ya kalau di level jenderal ya
harusnya lebih berani dong untuk membina
karyawan-karyawan di Garuda sendiri
karena kita ujung-ujungnya pengin Garuda
tambah bagus lagi. Dan lu kalau mau
bukti ya suka enggak suka memang penting
ya ada tangan besi nih seperti Liiku
bilang ada tangan besi nih kalau mau
bawa Garuda Indonesia jadi lebih bagus.
Lu lihat nih bahkan CEO ya Garuda
Indonesia aja pernah loh dilaporin
polisi [tertawa] sama ya asosiasi
pegawai di Garuda sendiri. Jadi ini
bukan hoaks. Di banyak negara itu
airlines ya itu dipegang-pegang mafia
dan ini harus segera diintervensi supaya
tambah bagus bisnis penerbangan di sana
yang ujung-ujungnya meningkatkan GDP
negara itu loh ya. Sekarang ya tulang
punggung perekonomian Singapura ya salah
satunya karena ada Singapore Airlines.
Kita bisa enggak punya yang sama bisa.
Dan gua pun sangat optimis ya kalau kita
bisa lakukan tadi perubahan struktural
mulai dari jumlah pesawatnya kita
tambah, manajemennya, operasionalnya,
sistem maintenance kita, leasing kita,
suprastnya, manusianya, orang-orangnya
kita rubah manajemennya jadi lebih baik
lagi. Gua sih yakin Gar Indonesia bisa
kembali harga sahamnya ke zaman dulu ke
600 perak. Sekali lagi bukan rekomendasi
jual atau beli, enggak ada. Ya, ini
murni pandangan gua soal Gardion
Indonesia yang punya potensi loh untuk
bisa tumbuh lebih bagus lagi. Ya okelah
gua apresiasi. Kalau lihat ya harga
sahamnya dalam 6 bulan terakhir udah
naik 200% ya hampir 200% ya. Gua yakin
bisa naik lebih tinggi lagi asal kita
lakukan reformasi total itu di Garda
Indonesia dan ini eranya Prabowo nih
untuk menjadi sehebat Leuanu atau bahkan
lebih hebat lagi. Nah, kalau menurut lu
gimana ya? Lu setuju enggak ya kalau
Garuda Indonesia masih punya potensi nih
buat jadi lebih baik lagi, jadi lebih
profitable lagi atau malah sebaliknya
nih justru malah makin nyungsep nih
gara-gara terima duit dari Danentara R
triliun. Dan lu setuju enggak sih kalau
memang negara penginnya Garuda Indonesia
jual tiket harga angkot, masa
dibandingkan ya naik Avanza sama naik
MercedesBenz. Tapi ya sudahlah lu setuju
enggak kalau sebagian ya udah pemerintah
subsidi dong subsidi pajaknya atau
subsidi afturnya atau subsidi tiket
pesawatnya. Ya, sebagaimana pemerintah
mensubsidi KAI senilai 5 triliun lebih
di tahun ini aja. Lu setuju yang gimana
nih? Lu setuju enggak dengan solusinya
Benix? Rubah birokrasinya, cabut tarif
batas atas, perbaikin sistem distribusi
afturnya dan ya tadi proporsional lah
mengenai ya biaya-biaya dari
kebandaraan, ground handling dan lain
sebagainya. Lu setuju enggak sih kalau
Garada Indonesia harus dibawa, dikawal
supaya jadi lebih baik lagi dan tentunya
ya menjadi kontributor positif terhadap
pertumbuhan ekonomi negara Indonesia.
Oke, guys. Ditunggu pandangan kalian
terkait Garuda itu. Segera tulis di
kolom di bawah ini. Lu setuju enggak
dengan sistem reformasi yang sudah
dilakukan dengan suntikan danantara
dengan direktur asing yang berpengalaman
membangun Singapore Airlines. Lu setuju
enggak dengan itu semua? Menurut lu
gimana nih nasib Garuda Indonesia?
Apakah makin sukses, makin jaya, makin
profitable, atau justru malah makin
nyungsep? Tuliskan ya pandangan kalian
dan argumentasi kalian di kolom di bawah
ini. Dan sampai ketemu ya di acara
kunjungan emiten bersama teman-teman
investor dari Benix Investor Group.
Semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:38 UTC
Categories
Manage