Transcript
xcmHNrsnl4k • PURBAYA IS ANGRY! Exposes Illegal Clothing Business | Costing Indonesia Trillions in Losses!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0479_xcmHNrsnl4k.txt
Kind: captions Language: id mampus kau para penjahat ya, mafia-mafia tekstil, orang-orang yang hobinya impor pakaian bekas ilegal itu alias drifting, lu siap-siap ya bakal makin nyungsep, bakal hancur lebur. Kenapa? Karena menteri favorit kita Purbaya ya, udah sidak, Guys. Dia datang lagi nih ke Tanjung Priuk. Dia sidak kontainer-kontainer impor yang isinya apa? Pakaian bekas. Jiji banget nih. Betul-betul stupid nih. Banyak banget pengkhianat bangsa kita. Gua kira cuman profesor doang yang bisa disogok, tapi ternyata banyak pejabat kita yang menikmati loh kue dari pakaian impor ilegal ini. Dan ini sangat menyengsarakan kita. Karena apa? Udah banyak loh negara-negara di Afrika yang hancur lebur gara-gara drifting. Kok bisa, Guys? Makanya jangan skip video ini. Let's check this out. [musik] Jadi, Teman-teman, buat yang belum tahu ya, kemarin itu Menteri Purbaya itu sidak ke Tanjung Priuk. dia ngecekin kontainer-kontainer impor di sana ya. Specifically dia mau incer kontainer yang bawa baju bekas, Guys. Ya, jadi buat teman-teman yang tahu atau sering drifting, gua harap segera tobatlah karena Purbaya bakal denda, bakal kasih sanksi, bahkan mempidanakan loh, m-blacklist pelaku impor ilegal ini. Jadi selama ini kalau kalian banyak ketemu baju bekas Korea, baju bekas Jepang, baju bekas Hongkong dan lain sebagainya, kemungkinan besar itu barang ilegal. Dan kita sama-sama tahulah banyak pemain tekstil atau baju bekas impor ini mereka impor itu bal-balan, Guys. Jadi enggak ada satu biji dua biji. No, satu bal-balan mereka bilangnya balpres. Jadi satu karung bal itu isinya bisa sampai ratusan pakaian bekas dan itu dibawa masuk ke Indonesia. Mereka banyak ambil dari tempat sampah ada di Singapura atau dari charity lembaga amal yang ada di Eropa atau di Hongkong. Dan mereka bawa itu ke sini. Indonesia dijadikan tempat sampah dunia. Terlaluan. Yang paling gila lagi udah impornya ilegal. Jadi enggak bayar pajak ya. Kita enggak ada penghasilan bay cukai di situ. Eh, kalau ketahuan ditangkap orangnya, pelakunya di penjara, kita harus keluar duit. Kasih makan, kasih atap, kasih tempat tinggal. Biaya, Guys. Udah kita biayain itu bandit barangnya. Apa yang terjadi? Barangnya kita bakar, kita musnahkan. Lu kira beli bensin gratis? Kagak. Itu bensin subsidi, Guys. Sampai detik ini pun solar kita masih subsidi. Jadi, negara hancur-hancuran nih habis-habisan buat ngelawan pelaku impor pakaian Bekasi ilegal alias drifting nih. Jadi, drifting lu itu menghancurkan negara. Loh, udah subsidi BBM-nya kita ada yang bayar, harus kita yang bakar, sampahnya kita yang ngurus. Eh, penjahatnya dikasih makan juga di penjara. Habis-habisan kita dibodoh-bodohi. Harusnya apa? Makanya gua setuju sama pernyataan Purbaya ya. Harusnya apa ya? Kita itu dibanding mereka pasang badan, aduh gratisan malah negara rugi ya kalau dia pasang badan. Udah denda, sikat, track asetnya di mana, rampas buat negara. Itu baru benar. Dibanding kita subsidi mereka kasih subsidi BBM buat bakar, itu ada transportasi buat pindahin bal-balan. itu bal-balan itu yang tadi kita bilang itu udah hitungannya bukan kilo atau satu biji, dua biji, no itu udah ratusan ton dan itu butuh biaya buat transportasi itu. Dan lagi ya tadi lagi-lagi penjahat malah kita kasih makan. Harusnya kan dimusnahkan. Harusnya kan kita denda, harusnya kan dia suruh bayar. Itu yang kita harus kejar. Kenapa ini bahaya? Karena kalau kita biarkan yang ada apa? UMKM Indonesia hancur. Teman-teman tahu banyak di Jawa Barat, Jawa Tengah itu pabrik-pabrik tekstil yang kerja tenaga kerja Indonesia yang makin hari makin tergencet. karena impor baju-baju ilegal ini, apalagi yang bekas drifting ini. Makanya gua setuju sama Purbaya pas dia bilang gini, "Rupanya selama ini hanya bisa dimusnahkan dan yang impor masa penjara. Saya enggak dapat duit, enggak didenda. Jadi saya rugi cuman ngeluarin ongkos untuk memusnahkan barang itu tambah ngasih makan orang-orang yang dipenjara itu." Tapi anehnya, Guys, memang ini negara banyak mafia ya. Ketika Purbaya lakukan sidak, kontainer ilegal itu dibongkar, apa yang terjadi? Wah, pejabat banyak teriak. Bandit-bandit di pasar juga banyak yang ngamuk. F aja, Guys. Sebelum statement terakhir perubahan yang tadi kita mainin itu sudah banyak loh pedagang-pedagang drifting yang ada di Pasar Senin teriak-teriak. Mereka bilang enggak setuju, nanti mereka miskin, nanti mereka mau jualan apa. Bahkan lu lihat nih ya di Kompas.com, pedagang cemas di Pasar Senin. Kehilangan daya tarik pasar Seninnya kalau enggak ada barang impor. Waduh, sedih banget. Ada lagi yang bilang, "Trifting Pasar Senin diganti barang lokal." Waduh, nanti sepi kayak Tanah Abang. Ini gimana sih? Bodoh banget. Jadi lebih pilih itu Indonesia jadi tempat sampah dunia dibandingkan kita jualan produk UMKM pabrik-pabrik kita yang ada di Jawa Timur, yang ada Jawa Tengah, yang ada Jawa Barat yang sampai hari ini tergencet, tersiksa gara-gara impor pakaian bekas ini. Apalagi udah bekas ilegal lagi. So, menurut lu gimana, Guys? Harusnya dibinasakan aja enggak sih? Menurut gua ya jujur aja ya, sekalian aja dilarang jual beli pakaian bekas udah banyak penyakit, harganya murah, menghancurkan industri lokal, kenapa masih kita harus lestarikan? Dan yang lebih parah lagi kan ini bakal jadi sampah toksik. waste loh buat environment kita, buat lingkungan kita dan di negara mereka sendiri mereka enggak bisa olah kok karena biayanya mahal. Buat recycling pekaian bekas ini kok di kita jadi tempat sampah mau. Harusnya mereka kita cas buat buang sampahnya ke sini. Bayar dong lu masuk TPA Bantar Gebang aja buang sampah bayar lu satu truk itu bisa Rp700.000. Ini masuk tontonan berkontainer-kontainer pakaian bekas sampah sebetulnya. Eh, bukannya kita minta duit sama mereka, malah kita yang nyetor duit. Malah kita beli sampah. Kan bodoh banget. By the way, lu tahu enggak menurut data di Bea Cukai aja ya, di tahun 2025 itu ada 210.000 bal pakaian yang masuk yang berhasil ditindak baya cukai cuman 10%-nya alias cuman Rp21.000. Nah, lu tahu satu bal baju itu ya harganya sekitar R5,7 juta loh. Jadi orang kalau dagang pakaian bekas mafia-mafia ini bayarnya enggak bisa satu biji dua biji, tapi bal-balan. Ya, terakhir itu antara 5 sampai 6 juta lah. Gua rata-ratakan di 5,7 juta. 5,7 juta 21.000 R000 bal itu setara dengan 120 miliar. Nah, bayangkan ya itu karena ada 21.000 bal yang berhasil ditangkap. Kalau ada 210.000 bal, berarti negara itu hilang 1,2 triliun. Jadi kita ini dirugikan, Guys. 1,2 triliun ini pun masih yang terdata. Gimana kalau yang enggak terdata? Gua yakin banyak pelabuhan-pelabuhan ilegal yang terima barang-barang ilegal yang tidak terdata. Bahkan di daerah Batam, Kepulauan Riau masuk ke Sumatera itu banyak banget. Gua yakin angka real-nya ya bisa sampai puluhan triliun ini. Dan ini harus segera kita tindak, Guys. Karena asosiasi pertekstilan Indonesia alias API juga memang sudah berulang kali bilang bahwa negara dirugikan. Apalagi pakaian bekas ilegal ini ya menghilangkan potensi pendapatan negara juga karena impornya ilegal. Nilainya juga triliunan, Guys. Jadi ya memang betul bahwa ya negara kita dirugikan sampai triliunan loh gara-gara drifting ini. Yang lebih ngeri gini, Guys. Drifting ini udah bergeser maknanya. Ya, kalau di luar negeri zaman gua dulu tinggal di Belanda, orang itu thrifting itu karena dia enggak mampu, karena dia miskin sehingga dia datang ke lembaga amal. Jadi, konteksnya itu charity. Dia dapat pakaiannya itu banyak yang gratis. Bahkan ada tempat sampah khusus di Belanda buat buang baju bekas lu di pinggir-pinggir jalan itu lu ada celana buang baju masih buang aja situ. Tujuannya ditulis tuh mau ke Afrika kek, mau ke negara Kazakhstan kek, Tanzania kek, termasuk Indonesia. Sedih banget. Tapi realitanya memang konteksnya itu sosial yang namanya drifting. Nah, orang kalau enggak punya kemampuan buat belanja ya dia bisa minta baju itu atau ambil baju itu. Boleh karena konteksnya sosial. Tapi di Indonesia bergeser karena yang belanja baju-baju drifting ini malah orang yang punya duit yang sebenarnya mampu beli baju lain yang masih baru. Mampu guys, bukan yang enggak mampu. Buktinya mereka rela bayar ongkos bayar parkir buat pergi belanja barang drifting. Rela sekali belanja pun bisa banyak puluhan. Dan ini sebetulnya aneh. Kenapa aneh? Sebentar, Guys. Bentar, Guys. Sebelum kita lanjut videonya, halo goodis, Guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 di Swiss Bell Solo. Jadi, buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu, dan interaksi langsung ya, karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya gede banget nih, Guys. Nah, buat lu yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita sediakan. Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi, banyak sekali membuka wawasan baru, terutama banyak bocoran-bocoran mengenai ee kebijakan maupun emiten yang akan terbang selanjutnya. Jadi puas sekali sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya ee pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah ini. Mengikuti BIC [musik] investor Samet ini setelah dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa kalau kita bisa memahami fundamental atas perusahaan dan forecast untuk perusahaan ke depannya kita pasti dapat akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya rasakan selama setahun ini. Dan saya harapin kalau e untuk Benik Investor Summit 2025 diadakan, saya pasti akan ikut lagi. Salam cuan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025 segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. Kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Kenapa aneh? Kenapa kita lebih pilih barang-barang impor itu? Kenapa kita lebih pilih barang-barang impor bekas itu yang bisa jadi bawa penyakit juga dan itu sampah kalau di luar negeri? Tapi di sini malah jadi bisnis dan bisnisnya bisnis besar dan kemungkinan dilindungi sama mafia-mafia yang jadi pejabat. Nah, tragisnya ya sebetulnya kan produk lokal kita juga banyak sih yang kualitasnya setara atau yang kualitasnya lebih rendah dengan harga yang lebih murah. Jadi, industri-industri kecil sama menengah itu sebetulnya bisa memproduksi baju atau kaos ya. Harga Rp50.000, Rp100.000 di bawah Rp100.000 juga masih banyak kok. Tapi kenapa mereka enggak mau pakai? Ujung-ujungnya ya ini merugikan pengusaha lokal, merugikan buru-buruh tenaga lokal, masyarakat lokal juga yang dirugikan. Padahal harusnya mindsetnya begini, Guys. Membeli produk lokal itu kan artinya menghidupkan pekerja lokal, ya. Dan banyak orang Indonesia bisa beli handphone aja mampu loh belasan juta. Tapi kok merasa rugi kalau beli baju lokal yang harganya Rp100.000, Rp200.000. Nah, ini pola pikir ini perlu diubah dan ini gua betul-betul setuju, Guys, bahwa ya mau enggak mau kita harus rubah. Ya, gua sih menurut gua banyak kok baju-baju lokal, merek lokal, batik tulis gua pun asli lokal dari Pekalongan, dari yang ngejahit, yang bikin, yang ngegambar, semuanya lokal. itu aja kita support penuh gitu loh. Dan gua yakin banyak kok teman-teman di sini juga beli barang di Shopee atau Tokopedia, baju made in lokal yang bersaing, yang berkualitas, dan harga murah itu juga banyak. Cuman anehnya gitu, kok orang merasa rugi beli produk lokal? Kenapa ya? Padahal udah begitu banyak contoh, Guys, negara-negara yang bangkrut, hancur lebur industrinya, rakyatnya tambah miskin gara-gara drifting. Contoh pertama, Nigeria. Nigeria ini sudah menjadi terkenal sebagai ibu kota sampah fashion dari Eropa. Jadi, kota-kota besar di Nigeria khususnya kota Kano, Lagos itu sudah jadi tempat pembuangan pakaian bekas dari Eropa dan Amerika, Guys. Awalnya ini kayak di Indonesia. Mereka anggap ini peluang bisnis, kesempatan dapat barang murah. Tapi lama-lama bayangkan 60% pakaian yang diimpor ternyata tidak bisa dipakai lagi, Guys. Ujung-ujungnya apa? Jadi limbah tekstil, merusak lingkungan. Dan akibatnya industri tekstil lokal juga collapse. Dulu Nigeria itu punya lebih dari 180 pabrik tekstil yang aktif. Sekarang cuma sisa 12 biji, Guys. Sedih banget nih. Bahkan ya pemerintah Nigeria begitu sedihnya mereka sampai enggak berkutik melawan mafia fashion ini. Akibatnya mereka bilang ini Nigeria sudah menjadi fashion dumping, tempat pembuangan sampah produk-produk fashion. Ini adalah bentuk penjajahan ekonomi baru lewat limbah fashion. Nah, Teman-teman tahu enggak kenapa dia pakai istilah penjajahan? Ternyata banyak negara-negara dunia Barat ketika negara-negara Afrika mau melarang impor pakaian bekas sama mereka, mereka serang. Ternyata negara barat itu melarang. Kalau lu melarang impor pakaian bekas dari negara gua, berarti lu tidak mendukung perdagangan bebas. Berarti lu melawan WTO. Berarti lu musuh dunia Barat. Wah, akibatnya apa? Negara seperti Nigeria ini ya habis harus terpaksa menerima sampah. Bukan cuma Nigeria, Guys. Ada lagi negara Ghana. Ghana ini terkenal sebagai gunung sampah pakaian dunia. Jadi, ada pasar Kantamanto, Guys. Di Akra. Ini terkenal di Ghana. Dulu adalah simbol drifting di Afrika. Sekarang apa? Sekarang setiap minggu Ghana itu impor lebih dari 15 juta baju bekas. Tapi sekali lagi 40% berakhir di tempat pembuangan sampah atau di laut. Akibatnya sungai-sungai di Gana rusak. Pantai-pantai di sana tertutup limbah tekstil dan terjadi krisis lingkungan besar-besaran. Dan bukan cuman itu, ternyata industri konveksi lokal di Gana juga runtuh, bangkrut karena kalah harga sama pakaian impor bekas ini. Akibatnya apa? Ya, Gana bergabung sama Nigeria untuk menjadi korban fast fashion dunia, Guys. Ngeri, Guys. By the way, tunggu dulu. Bukan cuma sampai situ. Masih ada lagi negara yang namanya Kenya. Wah, Afrika hancur habis-habisan nih. Lu tahu koenya itu ekonomi lokalnya sampai lumpuh loh. Karena Kenya itu dulunya produsen tekstil terbesar di Afrika Timur. Tapi karena drifting ilegal dikenal di sana sebagai mitumba, akibatnya ribuan pekerja tekstil kehilangan pekerjaan. Pemerintah Kenya sendiri udah pernah loh sebenarnya melarang impor pakaian bekas di tahun 2020. Tapi dia ditekan sama negara-negara donor karena mereka dituduh sebagai negara yang anti perdagangan bebas. Akibatnya, Guys, ini ngeri banget. Detik ini 90% baju-baju pakaian yang beredar di pasar-pasar di Kenya 90% adalah bekas impor. Gila, tragis. Enggak punya harga diri, Guys. Hancur industrinya dibikin. Dan kenapa ini ngeri? Karena kan lu tahu ya, orang-orang pedagang baju bekas drifting itu rata-rata udah ilegal dan mereka juga enggak bayar pajak karena mereka sektornya informal. Mereka UMKM yang kecil. Nah, ini akibatnya apa? Memang ekonomi informal itu tumbuh. ekonomi mikro itu tumbuh pinggir-pinggir jalan, desa-desa ganggang tumbuh. Tapi ekonomi formal, industri tekstil, industri yang menyerap ribuan lapangan tenaga kerja bisa mati total. Bukan bisa lagi, bahkan sudah terbukti mati total. Jadi lu harus hati-hati, stop dengan branding-brandingan. Lindungi sektor informal, ekonomi informal. Enggak juga banyak juga yang ngacau yang ujung-ujungnya malah membantai ekonomi yang penting. Ekonomi apa yang bisa menyerap ribuan tenaga kerja. Nah, contoh yang paling ironis sebetulnya yang mirip-mirip Indonesia itu adalah negara eksportir tekstil. Salah satu yang terbesar di dunia namanya Bangladesh. Teman-teman tahu ini sangat ironis. Kenapa? Karena Bangladesh adalah salah satu produsen pakaian terbesar di dunia. Tetapi tragis, pakaian bekas dari luar negeri justru banjir masuk dan dijual murah di sana. Akibatnya banyak pabrik lokal yang bikin pakaian untuk pasar domestik gulung tikar. Nah, limbah tekstil ini juga sama kayak negara-negara lain di Afrika. Limbah Tekstil ini ujung-ujungnya juga merusak sistem sanitasi kota di kota-kota besar yang ada di Bangladesh ya, salah satunya Daka. Nah, itulah contohnya ya, kenapa kita itu harus segera bertindak nih negara akhirnya turun. Jadi padahal Benny sudah suarakan ini dari bertahun-tahun lalu loh bahwa kita harus menindak tegas drifting ini. Jadi guys, kalau kamu ketemu ada teman-teman kamu yang kamu lagi nongkrong bareng dan dia bangga banget dia pakai baju bekas dari impor dari Cina, impor dari Tanzania, Kazakhstan, Cina, Rusia. Ketahuilah kawan-kawan, dia itu pengkhianat bangsa. Gua enggak peduli orang punya title S1, S2, S3, S4, S7. Kalau informasinya salah harus dilawan. Kenapa? karena orang lain bisa tersesat, orang lain kemudian terjebak. Itu sesuatu yang menurut gua dan saya enggak bisa mengizinkan ada orang mentang-mentang punya title S3, S4, S5 terus lu bisa, lu kira lu boleh ngibulin orang, gua enggak terima dengan itu. Gua sangat tidak setuju dengan itu. Kenapa? Kalau kamu masih guru SD, SMP, SMA masih bisa dibilang lu masih bisa kasih kuis, pertanyaan sama teman-teman. Tapi kalau udah level profesor, ya gua sor aja nih bilang nih. Eh, gua enggak sor, gua enggak sori sama sekali. Kalau lu profesor, lu itu guru besar, lu bukan lagi membingungkan orang ya. Lu itu udah harus berani mengambil kesimpulan. Harus berani. Yang benar lu bilang benar, yang salah lu bilang salah. Khususnya ya impor-impor pakaian bekas ilegal ini. Karena teman-teman tahu di tahun 2024 aja sektor textil itu menyumbang tenaga kerja hingga 3,9 juta orang alias hampir 20% loh tenaga kerja manufacturing kita sumbernya dari tekstil. Artinya dia kontributor besar nih terhadap penciptaan lapangan kerja yang kalau dibiarkan diserang terus sama pakaian bekas ilegal ini, Indonesia jadi tempat sampah dunia. Ujung-ujungnya apa? PHK massal di mana-mana. Makanya gua enggak kaget ya kalau 1 November ini ya baru nih fresh from di oven nih diperkirakan ada sekitar 500.000 tenaga kerja manusia loh yang diphk serbuan baju bekas impor. Gila enggak? Rp500.000 R000, Guys. Seteng juta manusia dipecat masal gara-gara lu belinya barang bekas drifting, barang impor, tempat sampah yang dibuang di kotak sampah di Singapura dipungut-pungut, dicuci, lu disuruh beli, lu pakai, bangga lagi lu. Yang bener aja lu. Mendingan lu beli baju lah, harganya 11 12 tapi baru hasil produksi lokal pakai itu. Cuman memang Indonesia ini gara ngacau. Makanya gua sebel banget kalau lihat video kita yang lama ya itu gua serang habis-habisan ada profesor sekelas profesor bisa-bisanya juga melindungi pelaku usaha drifting ini membela impor pakaian bekas ilegal ini kan jiji banget gua lihatnya profesor H itu betul-betul bajingan teng ini profesor model begini bisa-bisanya ya demi menyerang pemerintah dia sok-sokan pro rakyat kecil mendukung drifting mendukung impor pakaian bekas ilegal pengkhianat bangsa nih profesor tapi lu sudah tahulah profesor model begini betul-betul penghancur negara kita lah masa membela pelaku drifting, masa mendukung pembunuhan terhadap pabrik-pabrik tekstil, terhadap penciptaan lapangan kerja. Kok bisa-bisanya orang seperti ini punya title profesor pengkhianat bangsa? Ini model begini nih. Kalau lu sendiri gimana? Lu setuju enggak sama si profesor pengkhianat bangsa itu yang hobinya apa? Membela impor baju ilegal, membela bisnis drifting. Kalau gua mah anti dari zaman dulu, Indonesia bukan tempat sampah dunia. Indonesia harus berani melindungi industri tekstilnya, pelaku usaha kita sendiri. Kenapa kita yang bunuh? Jangan sampai Indonesia menjadi the next Nigeria, the next Kenya, the next Ghana, atau lebih tragis the next Bangladesh. Padahal Bangladesh ini salah satu eksportir baju terbesar di dunia, Guys. Lu setuju enggak sih sama Purbaya? Kalau kita berantas drifting ini kalau perlu diop lah. Kok takut-takut banget sama negara barat? Kok negara kalah sama mafia barang ilegal? Masa baju bekas dibawa ke Indonesia penyakitan orang sakit kulit, kudis kurap. Gimana sih? Kalau gua setuju banget. Purbaya sidak ya kalau bisa dihukum sesadis-sadisnya, seberat-beratnya buat pelaku drifting ini. Lu setuju atau enggak? Tulis dong pandangan kalian terkait drifting ini. Lu pro atau kontra dengan sidak yang dilakukan Purubaya? Ditunggu dulu pandangan kalian. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]