Transcript
xcmHNrsnl4k • PURBAYA IS ANGRY! Exposes Illegal Clothing Business | Costing Indonesia Trillions in Losses!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0479_xcmHNrsnl4k.txt
Kind: captions
Language: id
mampus kau para penjahat ya, mafia-mafia
tekstil, orang-orang yang hobinya impor
pakaian bekas ilegal itu alias drifting,
lu siap-siap ya bakal makin nyungsep,
bakal hancur lebur. Kenapa? Karena
menteri favorit kita Purbaya ya, udah
sidak, Guys. Dia datang lagi nih ke
Tanjung Priuk. Dia sidak
kontainer-kontainer impor yang isinya
apa? Pakaian bekas. Jiji banget nih.
Betul-betul stupid nih. Banyak banget
pengkhianat bangsa kita. Gua kira cuman
profesor doang yang bisa disogok, tapi
ternyata banyak pejabat kita yang
menikmati loh kue dari pakaian impor
ilegal ini. Dan ini sangat
menyengsarakan kita. Karena apa? Udah
banyak loh negara-negara di Afrika yang
hancur lebur gara-gara drifting. Kok
bisa, Guys? Makanya jangan skip video
ini. Let's check this out.
[musik]
Jadi, Teman-teman, buat yang belum tahu
ya, kemarin itu Menteri Purbaya itu
sidak ke Tanjung Priuk. dia ngecekin
kontainer-kontainer impor di sana ya.
Specifically dia mau incer kontainer
yang bawa baju bekas, Guys. Ya, jadi
buat teman-teman yang tahu atau sering
drifting, gua harap segera tobatlah
karena Purbaya bakal denda, bakal kasih
sanksi, bahkan mempidanakan loh,
m-blacklist pelaku impor ilegal ini.
Jadi selama ini kalau kalian banyak
ketemu baju bekas Korea, baju bekas
Jepang, baju bekas Hongkong dan lain
sebagainya, kemungkinan besar itu barang
ilegal. Dan kita sama-sama tahulah
banyak pemain tekstil atau baju bekas
impor ini mereka impor itu bal-balan,
Guys. Jadi enggak ada satu biji dua
biji. No, satu bal-balan mereka
bilangnya balpres. Jadi satu karung bal
itu isinya bisa sampai ratusan pakaian
bekas dan itu dibawa masuk ke Indonesia.
Mereka banyak ambil dari tempat sampah
ada di Singapura atau dari charity
lembaga amal yang ada di Eropa atau di
Hongkong. Dan mereka bawa itu ke sini.
Indonesia dijadikan tempat sampah dunia.
Terlaluan. Yang paling gila lagi udah
impornya ilegal. Jadi enggak bayar pajak
ya. Kita enggak ada penghasilan bay
cukai di situ. Eh, kalau ketahuan
ditangkap orangnya, pelakunya di
penjara, kita harus keluar duit. Kasih
makan, kasih atap, kasih tempat tinggal.
Biaya, Guys. Udah kita biayain itu
bandit barangnya. Apa yang terjadi?
Barangnya kita bakar, kita musnahkan. Lu
kira beli bensin gratis? Kagak. Itu
bensin subsidi, Guys. Sampai detik ini
pun solar kita masih subsidi. Jadi,
negara hancur-hancuran nih habis-habisan
buat ngelawan pelaku impor pakaian
Bekasi ilegal alias drifting nih. Jadi,
drifting lu itu menghancurkan negara.
Loh, udah subsidi BBM-nya kita ada yang
bayar, harus kita yang bakar, sampahnya
kita yang ngurus. Eh, penjahatnya
dikasih makan juga di penjara.
Habis-habisan kita dibodoh-bodohi.
Harusnya apa? Makanya gua setuju sama
pernyataan Purbaya ya. Harusnya apa ya?
Kita itu dibanding mereka pasang badan,
aduh gratisan malah negara rugi ya kalau
dia pasang badan. Udah denda, sikat,
track asetnya di mana, rampas buat
negara. Itu baru benar. Dibanding kita
subsidi mereka kasih subsidi BBM buat
bakar, itu ada transportasi buat
pindahin bal-balan. itu bal-balan itu
yang tadi kita bilang itu udah
hitungannya bukan kilo atau satu biji,
dua biji, no itu udah ratusan ton dan
itu butuh biaya buat transportasi itu.
Dan lagi ya tadi lagi-lagi penjahat
malah kita kasih makan. Harusnya kan
dimusnahkan. Harusnya kan kita denda,
harusnya kan dia suruh bayar. Itu yang
kita harus kejar. Kenapa ini bahaya?
Karena kalau kita biarkan yang ada apa?
UMKM Indonesia hancur. Teman-teman tahu
banyak di Jawa Barat, Jawa Tengah itu
pabrik-pabrik tekstil yang kerja tenaga
kerja Indonesia yang makin hari makin
tergencet. karena impor baju-baju ilegal
ini, apalagi yang bekas drifting ini.
Makanya gua setuju sama Purbaya pas dia
bilang gini,
"Rupanya selama ini hanya bisa
dimusnahkan dan yang impor masa penjara.
Saya enggak dapat duit, enggak didenda.
Jadi saya rugi cuman ngeluarin ongkos
untuk memusnahkan barang itu tambah
ngasih makan orang-orang yang dipenjara
itu."
Tapi anehnya, Guys, memang ini negara
banyak mafia ya. Ketika Purbaya lakukan
sidak, kontainer ilegal itu dibongkar,
apa yang terjadi? Wah, pejabat banyak
teriak. Bandit-bandit di pasar juga
banyak yang ngamuk. F aja, Guys. Sebelum
statement terakhir perubahan yang tadi
kita mainin itu sudah banyak loh
pedagang-pedagang drifting yang ada di
Pasar Senin teriak-teriak. Mereka bilang
enggak setuju, nanti mereka miskin,
nanti mereka mau jualan apa. Bahkan lu
lihat nih ya di Kompas.com, pedagang
cemas di Pasar Senin. Kehilangan daya
tarik pasar Seninnya kalau enggak ada
barang impor. Waduh, sedih banget. Ada
lagi yang bilang, "Trifting Pasar Senin
diganti barang lokal." Waduh, nanti sepi
kayak Tanah Abang. Ini gimana sih? Bodoh
banget. Jadi lebih pilih itu Indonesia
jadi tempat sampah dunia dibandingkan
kita jualan produk UMKM pabrik-pabrik
kita yang ada di Jawa Timur, yang ada
Jawa Tengah, yang ada Jawa Barat yang
sampai hari ini tergencet, tersiksa
gara-gara impor pakaian bekas ini.
Apalagi udah bekas ilegal lagi. So,
menurut lu gimana, Guys? Harusnya
dibinasakan aja enggak sih? Menurut gua
ya jujur aja ya, sekalian aja dilarang
jual beli pakaian bekas udah banyak
penyakit, harganya murah, menghancurkan
industri lokal, kenapa masih kita harus
lestarikan? Dan yang lebih parah lagi
kan ini bakal jadi sampah toksik. waste
loh buat environment kita, buat
lingkungan kita dan di negara mereka
sendiri mereka enggak bisa olah kok
karena biayanya mahal. Buat recycling
pekaian bekas ini kok di kita jadi
tempat sampah mau. Harusnya mereka kita
cas buat buang sampahnya ke sini. Bayar
dong lu masuk TPA Bantar Gebang aja
buang sampah bayar lu satu truk itu bisa
Rp700.000. Ini masuk tontonan
berkontainer-kontainer pakaian bekas
sampah sebetulnya. Eh, bukannya kita
minta duit sama mereka, malah kita yang
nyetor duit. Malah kita beli sampah. Kan
bodoh banget. By the way, lu tahu enggak
menurut data di Bea Cukai aja ya, di
tahun 2025 itu ada 210.000 bal pakaian
yang masuk yang berhasil ditindak baya
cukai cuman 10%-nya alias cuman
Rp21.000. Nah, lu tahu satu bal baju itu
ya harganya sekitar R5,7 juta loh. Jadi
orang kalau dagang pakaian bekas
mafia-mafia ini bayarnya enggak bisa
satu biji dua biji, tapi bal-balan. Ya,
terakhir itu antara 5 sampai 6 juta lah.
Gua rata-ratakan di 5,7 juta. 5,7 juta
21.000 R000 bal itu setara dengan 120
miliar. Nah, bayangkan ya itu karena ada
21.000 bal yang berhasil ditangkap.
Kalau ada 210.000 bal, berarti negara
itu hilang 1,2 triliun. Jadi kita ini
dirugikan, Guys. 1,2 triliun ini pun
masih yang terdata. Gimana kalau yang
enggak terdata? Gua yakin banyak
pelabuhan-pelabuhan ilegal yang terima
barang-barang ilegal yang tidak terdata.
Bahkan di daerah Batam, Kepulauan Riau
masuk ke Sumatera itu banyak banget. Gua
yakin angka real-nya ya bisa sampai
puluhan triliun ini. Dan ini harus
segera kita tindak, Guys. Karena
asosiasi pertekstilan Indonesia alias
API juga memang sudah berulang kali
bilang bahwa negara dirugikan. Apalagi
pakaian bekas ilegal ini ya
menghilangkan potensi pendapatan negara
juga karena impornya ilegal. Nilainya
juga triliunan, Guys. Jadi ya memang
betul bahwa ya negara kita dirugikan
sampai triliunan loh gara-gara drifting
ini. Yang lebih ngeri gini, Guys.
Drifting ini udah bergeser maknanya. Ya,
kalau di luar negeri zaman gua dulu
tinggal di Belanda, orang itu thrifting
itu karena dia enggak mampu, karena dia
miskin sehingga dia datang ke lembaga
amal. Jadi, konteksnya itu charity. Dia
dapat pakaiannya itu banyak yang gratis.
Bahkan ada tempat sampah khusus di
Belanda buat buang baju bekas lu di
pinggir-pinggir jalan itu lu ada celana
buang baju masih buang aja situ.
Tujuannya ditulis tuh mau ke Afrika kek,
mau ke negara Kazakhstan kek, Tanzania
kek, termasuk Indonesia. Sedih banget.
Tapi realitanya memang konteksnya itu
sosial yang namanya drifting. Nah, orang
kalau enggak punya kemampuan buat
belanja ya dia bisa minta baju itu atau
ambil baju itu. Boleh karena konteksnya
sosial. Tapi di Indonesia bergeser
karena yang belanja baju-baju drifting
ini malah orang yang punya duit yang
sebenarnya mampu beli baju lain yang
masih baru. Mampu guys, bukan yang
enggak mampu. Buktinya mereka rela bayar
ongkos bayar parkir buat pergi belanja
barang drifting. Rela sekali belanja pun
bisa banyak puluhan. Dan ini sebetulnya
aneh. Kenapa aneh? Sebentar, Guys.
Bentar, Guys. Sebelum kita lanjut
videonya, halo goodis, Guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 di Swiss Bell Solo. Jadi, buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
penting. Yang pertama terkait energi,
yang kedua terkait bisnis logistik, dan
yang ketiga ada sektor spesial nih
dengan pembicara yang spesial juga
karena ya cuannya gede banget nih, Guys.
Nah, buat lu yang penasaran dan pengin
segera ikutan di event acara offline
spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali
yang namanya Benix Investor Summit 2025.
Yuk, segera daftar sekarang juga nih
sebelum terlambat. Dan ingat, kursinya
juga terbatas karena cuman ada 50 kursi,
Guys. Total kursi yang kita sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi,
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di
YouTube sendiri kan lebih apa ya ee
pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah
ini.
Mengikuti BIC [musik] investor Samet ini
setelah dua kali saya mendapatkan
manfaat bahwa kalau kita bisa memahami
fundamental atas perusahaan dan forecast
untuk perusahaan ke depannya kita pasti
dapat akan mendapatkan hasil yang jauh
lebih baik. Dan itu yang saya rasakan
selama setahun ini. Dan saya harapin
kalau e untuk Benik Investor Summit 2025
diadakan, saya pasti akan ikut lagi.
Salam cuan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. Kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye. Kenapa aneh? Kenapa kita
lebih pilih barang-barang impor itu?
Kenapa kita lebih pilih barang-barang
impor bekas itu yang bisa jadi bawa
penyakit juga dan itu sampah kalau di
luar negeri? Tapi di sini malah jadi
bisnis dan bisnisnya bisnis besar dan
kemungkinan dilindungi sama mafia-mafia
yang jadi pejabat. Nah, tragisnya ya
sebetulnya kan produk lokal kita juga
banyak sih yang kualitasnya setara atau
yang kualitasnya lebih rendah dengan
harga yang lebih murah. Jadi,
industri-industri kecil sama menengah
itu sebetulnya bisa memproduksi baju
atau kaos ya. Harga Rp50.000, Rp100.000
di bawah Rp100.000 juga masih banyak
kok. Tapi kenapa mereka enggak mau
pakai? Ujung-ujungnya ya ini merugikan
pengusaha lokal, merugikan buru-buruh
tenaga lokal, masyarakat lokal juga yang
dirugikan. Padahal harusnya mindsetnya
begini, Guys. Membeli produk lokal itu
kan artinya menghidupkan pekerja lokal,
ya. Dan banyak orang Indonesia bisa beli
handphone aja mampu loh belasan juta.
Tapi kok merasa rugi kalau beli baju
lokal yang harganya Rp100.000,
Rp200.000. Nah, ini pola pikir ini perlu
diubah dan ini gua betul-betul setuju,
Guys, bahwa ya mau enggak mau kita harus
rubah. Ya, gua sih menurut gua banyak
kok baju-baju lokal, merek lokal, batik
tulis gua pun asli lokal dari
Pekalongan, dari yang ngejahit, yang
bikin, yang ngegambar, semuanya lokal.
itu aja kita support penuh gitu loh. Dan
gua yakin banyak kok teman-teman di sini
juga beli barang di Shopee atau
Tokopedia, baju made in lokal yang
bersaing, yang berkualitas, dan harga
murah itu juga banyak. Cuman anehnya
gitu, kok orang merasa rugi beli produk
lokal? Kenapa ya? Padahal udah begitu
banyak contoh, Guys, negara-negara yang
bangkrut, hancur lebur industrinya,
rakyatnya tambah miskin gara-gara
drifting. Contoh pertama, Nigeria.
Nigeria ini sudah menjadi terkenal
sebagai ibu kota sampah fashion dari
Eropa. Jadi, kota-kota besar di Nigeria
khususnya kota Kano, Lagos itu sudah
jadi tempat pembuangan pakaian bekas
dari Eropa dan Amerika, Guys. Awalnya
ini kayak di Indonesia. Mereka anggap
ini peluang bisnis, kesempatan dapat
barang murah. Tapi lama-lama bayangkan
60% pakaian yang diimpor ternyata tidak
bisa dipakai lagi, Guys. Ujung-ujungnya
apa? Jadi limbah tekstil, merusak
lingkungan. Dan akibatnya industri
tekstil lokal juga collapse. Dulu
Nigeria itu punya lebih dari 180 pabrik
tekstil yang aktif. Sekarang cuma sisa
12 biji, Guys. Sedih banget nih. Bahkan
ya pemerintah Nigeria begitu sedihnya
mereka sampai enggak berkutik melawan
mafia fashion ini. Akibatnya mereka
bilang ini Nigeria sudah menjadi fashion
dumping, tempat pembuangan sampah
produk-produk fashion. Ini adalah bentuk
penjajahan ekonomi baru lewat limbah
fashion. Nah, Teman-teman tahu enggak
kenapa dia pakai istilah penjajahan?
Ternyata banyak negara-negara dunia
Barat ketika negara-negara Afrika mau
melarang impor pakaian bekas sama
mereka, mereka serang. Ternyata negara
barat itu melarang. Kalau lu melarang
impor pakaian bekas dari negara gua,
berarti lu tidak mendukung perdagangan
bebas. Berarti lu melawan WTO. Berarti
lu musuh dunia Barat. Wah, akibatnya
apa? Negara seperti Nigeria ini ya habis
harus terpaksa menerima sampah. Bukan
cuma Nigeria, Guys. Ada lagi negara
Ghana. Ghana ini terkenal sebagai gunung
sampah pakaian dunia. Jadi, ada pasar
Kantamanto, Guys. Di Akra. Ini terkenal
di Ghana. Dulu adalah simbol drifting di
Afrika. Sekarang apa? Sekarang setiap
minggu Ghana itu impor lebih dari 15
juta baju bekas. Tapi sekali lagi 40%
berakhir di tempat pembuangan sampah
atau di laut. Akibatnya sungai-sungai di
Gana rusak. Pantai-pantai di sana
tertutup limbah tekstil dan terjadi
krisis lingkungan besar-besaran. Dan
bukan cuman itu, ternyata industri
konveksi lokal di Gana juga runtuh,
bangkrut karena kalah harga sama pakaian
impor bekas ini. Akibatnya apa? Ya, Gana
bergabung sama Nigeria untuk menjadi
korban fast fashion dunia, Guys. Ngeri,
Guys. By the way, tunggu dulu. Bukan
cuma sampai situ. Masih ada lagi negara
yang namanya Kenya. Wah, Afrika hancur
habis-habisan nih. Lu tahu koenya itu
ekonomi lokalnya sampai lumpuh loh.
Karena Kenya itu dulunya produsen
tekstil terbesar di Afrika Timur. Tapi
karena drifting ilegal dikenal di sana
sebagai mitumba, akibatnya ribuan
pekerja tekstil kehilangan pekerjaan.
Pemerintah Kenya sendiri udah pernah loh
sebenarnya melarang impor pakaian bekas
di tahun 2020. Tapi dia ditekan sama
negara-negara donor karena mereka
dituduh sebagai negara yang anti
perdagangan bebas. Akibatnya, Guys, ini
ngeri banget. Detik ini 90% baju-baju
pakaian yang beredar di pasar-pasar di
Kenya 90% adalah bekas impor. Gila,
tragis. Enggak punya harga diri, Guys.
Hancur industrinya dibikin. Dan kenapa
ini ngeri? Karena kan lu tahu ya,
orang-orang pedagang baju bekas drifting
itu rata-rata udah ilegal dan mereka
juga enggak bayar pajak karena mereka
sektornya informal. Mereka UMKM yang
kecil. Nah, ini akibatnya apa? Memang
ekonomi informal itu tumbuh. ekonomi
mikro itu tumbuh pinggir-pinggir jalan,
desa-desa ganggang tumbuh. Tapi ekonomi
formal, industri tekstil, industri yang
menyerap ribuan lapangan tenaga kerja
bisa mati total. Bukan bisa lagi, bahkan
sudah terbukti mati total. Jadi lu harus
hati-hati, stop dengan
branding-brandingan. Lindungi sektor
informal, ekonomi informal. Enggak juga
banyak juga yang ngacau yang
ujung-ujungnya malah membantai ekonomi
yang penting. Ekonomi apa yang bisa
menyerap ribuan tenaga kerja. Nah,
contoh yang paling ironis sebetulnya
yang mirip-mirip Indonesia itu adalah
negara eksportir tekstil. Salah satu
yang terbesar di dunia namanya
Bangladesh. Teman-teman tahu ini sangat
ironis. Kenapa? Karena Bangladesh adalah
salah satu produsen pakaian terbesar di
dunia. Tetapi tragis, pakaian bekas dari
luar negeri justru banjir masuk dan
dijual murah di sana. Akibatnya banyak
pabrik lokal yang bikin pakaian untuk
pasar domestik gulung tikar. Nah, limbah
tekstil ini juga sama kayak
negara-negara lain di Afrika. Limbah
Tekstil ini ujung-ujungnya juga merusak
sistem sanitasi kota di kota-kota besar
yang ada di Bangladesh ya, salah satunya
Daka. Nah, itulah contohnya ya, kenapa
kita itu harus segera bertindak nih
negara akhirnya turun. Jadi padahal
Benny sudah suarakan ini dari
bertahun-tahun lalu loh bahwa kita harus
menindak tegas drifting ini. Jadi guys,
kalau kamu ketemu ada teman-teman kamu
yang kamu lagi nongkrong bareng dan dia
bangga banget dia pakai baju bekas dari
impor dari Cina, impor dari Tanzania,
Kazakhstan, Cina, Rusia. Ketahuilah
kawan-kawan,
dia itu pengkhianat bangsa. Gua enggak
peduli orang punya title S1, S2, S3, S4,
S7. Kalau informasinya salah harus
dilawan. Kenapa? karena orang lain bisa
tersesat, orang lain kemudian terjebak.
Itu sesuatu yang menurut gua dan saya
enggak bisa mengizinkan ada orang
mentang-mentang punya title S3, S4, S5
terus lu bisa, lu kira lu boleh ngibulin
orang, gua enggak terima dengan itu. Gua
sangat tidak setuju dengan itu. Kenapa?
Kalau kamu masih guru SD, SMP, SMA masih
bisa dibilang lu masih bisa kasih kuis,
pertanyaan sama teman-teman. Tapi kalau
udah level profesor, ya gua sor aja nih
bilang nih. Eh, gua enggak sor, gua
enggak sori sama sekali. Kalau lu
profesor, lu itu guru besar, lu bukan
lagi membingungkan orang ya. Lu itu udah
harus berani mengambil kesimpulan. Harus
berani. Yang benar lu bilang benar, yang
salah lu bilang salah.
Khususnya ya impor-impor pakaian bekas
ilegal ini. Karena teman-teman tahu di
tahun 2024 aja sektor textil itu
menyumbang tenaga kerja hingga 3,9 juta
orang alias hampir 20% loh tenaga kerja
manufacturing kita sumbernya dari
tekstil. Artinya dia kontributor besar
nih terhadap penciptaan lapangan kerja
yang kalau dibiarkan diserang terus sama
pakaian bekas ilegal ini, Indonesia jadi
tempat sampah dunia. Ujung-ujungnya apa?
PHK massal di mana-mana. Makanya gua
enggak kaget ya kalau 1 November ini ya
baru nih fresh from di oven nih
diperkirakan ada sekitar 500.000 tenaga
kerja manusia loh yang diphk serbuan
baju bekas impor. Gila enggak? Rp500.000
R000, Guys. Seteng juta manusia dipecat
masal gara-gara lu belinya barang bekas
drifting, barang impor, tempat sampah
yang dibuang di kotak sampah di
Singapura dipungut-pungut, dicuci, lu
disuruh beli, lu pakai, bangga lagi lu.
Yang bener aja lu. Mendingan lu beli
baju lah, harganya 11 12 tapi baru hasil
produksi lokal pakai itu. Cuman memang
Indonesia ini gara ngacau. Makanya gua
sebel banget kalau lihat video kita yang
lama ya itu gua serang habis-habisan ada
profesor sekelas profesor bisa-bisanya
juga melindungi pelaku usaha drifting
ini membela impor pakaian bekas ilegal
ini kan jiji banget gua lihatnya
profesor H itu betul-betul bajingan teng
ini profesor model begini bisa-bisanya
ya demi menyerang pemerintah dia
sok-sokan pro rakyat kecil mendukung
drifting mendukung impor pakaian bekas
ilegal pengkhianat bangsa nih profesor
tapi lu sudah tahulah profesor model
begini betul-betul penghancur negara
kita lah masa membela pelaku drifting,
masa mendukung pembunuhan terhadap
pabrik-pabrik tekstil, terhadap
penciptaan lapangan kerja. Kok
bisa-bisanya orang seperti ini punya
title profesor pengkhianat bangsa? Ini
model begini nih. Kalau lu sendiri
gimana? Lu setuju enggak sama si
profesor pengkhianat bangsa itu yang
hobinya apa? Membela impor baju ilegal,
membela bisnis drifting. Kalau gua mah
anti dari zaman dulu, Indonesia bukan
tempat sampah dunia. Indonesia harus
berani melindungi industri tekstilnya,
pelaku usaha kita sendiri. Kenapa kita
yang bunuh? Jangan sampai Indonesia
menjadi the next Nigeria, the next
Kenya, the next Ghana, atau lebih tragis
the next Bangladesh. Padahal Bangladesh
ini salah satu eksportir baju terbesar
di dunia, Guys. Lu setuju enggak sih
sama Purbaya? Kalau kita berantas
drifting ini kalau perlu diop lah. Kok
takut-takut banget sama negara barat?
Kok negara kalah sama mafia barang
ilegal? Masa baju bekas dibawa ke
Indonesia penyakitan orang sakit kulit,
kudis kurap. Gimana sih? Kalau gua
setuju banget. Purbaya sidak ya kalau
bisa dihukum sesadis-sadisnya,
seberat-beratnya buat pelaku drifting
ini. Lu setuju atau enggak? Tulis dong
pandangan kalian terkait drifting ini.
Lu pro atau kontra dengan sidak yang
dilakukan Purubaya? Ditunggu dulu
pandangan kalian. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[musik]