4 IMPORTANT RULES FOR BEGINNER INVESTORS From The Intelligent Investor
ykuf-8Y4LYM • 2025-11-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Halo, Guys. Selamat datang di channel
Benix, ya. Channel Benix ini channel
investasi paling besar di Indonesia.
Nah, di video kali ini kita bakal
membahas empat poin paling penting dalam
metode investasinya Warren Buffet
berdasarkan ilmu yang dia peroleh dari
gurunya, Benjamin Graham, orang yang
menulis buku investasi paling legendaris
namanya The Intelligent Investor. Nah,
buku ini guys, ini buku ini sering kita
sebut ya sebagai kitab sucinya lah para
investor di seluruh dunia. Mau lu
investor di India, di Jepang, di Cina,
mau lu di Indonesia sekalipun, ya ini
kitab sucinya kita nih, ke kaum
investor. Nah, buku ini ya dianggap
sebagai buku wajib nih kalau lu suka
melakukan aktivitas investasi yang
namanya value investing. By the way, ada
begitu banyak ilmu investasi di luar
sana. Ada growth investing, ada momentum
investing, ada value investing. Ya,
salah satunya ini. Dan buku ini jadi
buku pegangan utamanya Warren Buffett.
Ya, gua sih bisa bilang ya buku ini 60%
benar lah, 40% salah. Kenapa? Karena
banyak juga ilmu-ilmu yang udah enggak
relevan buat dipakai di zaman sekarang
ini. Dan Warren Buffett sendiri udah
berkali-kali kejebak juga sih karena
salah baca di buku ini. Untung dia
ketemu Charlie Manger yang menyadarkan
dia dari dosa-dosa kebohongan yang ada
di buku ini. Tapi gua mau bahas bukan
soal kesalahan-kesalahan yang ada di
buku ini. Gua mau bahas tentang empat
poin penting yang betul tentunya yang
valid dari buku ini. So, yuk kita
langsung aja masuk ke poin yang paling
utama. Yang pertama, yang paling penting
dari buku ini. Pelajaran pertama yaitu
apa? soal margin of safety. Ingat ya,
kita enggak ngomong soal growth
investing di sini. Kita ngomong soal
value investing. Buku ini beda ilmu. Di
sini bicara tentang mergin of safety.
Artinya lu beli di harga diskon.
Maksudnya apa? Maksudnya kita itu harus
beli saham jauh di bawah nilai
intrinsiknya. Jadi ini ilmu yang paling
penting di dalam bukunya Benjamin Gram
ini, Guys. Karena buat dia resiko paling
besar itu ya kehilangan duit. Artinya
kalau lu mau jadi investor yang sukses
dan berhasil, lu harus meminimalisir
resiko lu. Dan cara meminimalisir resiko
lu adalah lu menciptakan keamanan. Lu
melindungi diri lu. Cara melindungi diri
lu dengan apa? Dengan membeli saham yang
memberikan margin of safety. Kenapa bisa
kasih keamanan, Pak? Kenapa bisa jadi
safety? Karena misalkan gini, gua kasih
contoh yang gampang. Lu mau beli sebuah
perusahaan sepatu misalkan di Cibaduyut,
harganya R00 miliar. Kalau lu beli itu
di harga R00 miliar, lu mau enggak?
Menurut Benjamin Graham itu kemahalan.
Menurut Benjamin Graham akan jauh lebih
safe kalau ada sebuah perusahaan
nilainya 100 M, lu beli dia di harga 50
M. Artinya lu beli di harga diskon. So,
in case suatu waktu datang resesi,
kiamat, terus valuasi perusahaan lu drop
dari 100 miliar drop ke 60 miliar atau
70 miliar terjadi Krismon, lu masih
enggak apa-apa. Lu masih oke karena lu
beli di harga diskon. Atau kalau kita
bagi dengan pecahan yang lebih kecil ya.
Kalau harga wajar sebuah perusahaan
setara dengan Rp100 per lembar sahamnya,
ya lu belanja jangan di R lah. Lu beli
di harga 50 perak kek atau 60 perak kek.
Jadi lu beli di harga diskon. Kenapa lu
bisa tentukan harga diskonnya? Karena lu
udah lihat harga wajarnya berapa
sehingga lu bisa tentukan juga harga
diskonnya berapa. Nah dengan demikian
guys, kalau analisa lu meleset dan pasar
mendadak panik ya lu tetap terlindungi.
Jadi logikanya sih sangat-sangat simpel
sebetulnya. Buku yang sangat tebal ini,
Guys. By the way, tebalnya ini ratusan
halaman, ya. Intinya adalah beli diskon.
Dan ini mentalitas investor. L. Makanya
lu jangan heran, ya. Kayak gua selalu
nyaranin, lu jangan beli mobil baru
kalau lu beli kendaraan. Usahakan beli
yang diskon. Lu lebih safe, lu lebih
hemat dibandingkan beli yang baru.
Begitupun ketika lu beli aset, kalau lu
bisa beli emas harganya Rp500.000 per
gram, ngapain lu beli yang harga R,5
juta per gr? Atau dalam konteks saham
perusahaan, kalau lu bisa beli saham
perusahaan yang nilainya 50 miliar
seharga 10 miliar, kenapa enggak? Dan
banyak itu terjadi di market. Tapi
sayangnya banyak orang yang gila dan
goblok juga di market. Ada perusahaan
harga R miliar, eh dia beli seharga 1
triliun. Bodoh. Stupid. Ada banyak.
Enggak berkekurangan kita sama orang
gila dan orang bodoh di republik ini.
Tapi yang diajarkan oleh buku ini adalah
belilah di harga diskon. Karena dengan
begitu lu memberikan ruang room for
error. Room ruangan buat lu kalau salah
perhitungan. room kalau seandainya
terjadi crash. Room kalau seandainya
terjadi krisis moneter. Dan poin yang
paling penting dalam konsep margin of
safety adalah semakin besar diskon yang
lu dapatkan, maka semakin kecil resiko
lu buat rugi. Ya minimal dia akan balik
ke nilai wajarnya lah. Karena harga
wajarnya kan R miliar perusahaan itu. Lu
belanja di harga 60 Man, ya. Kalau
seandainya dia naik ke 100 M lagi, lu
aja udah cuan hampir 100%, Guys. Jadi di
situlah maksud ajarannya Benjamin
Graham. Ada kelemahannya banyak. Tapi
buat investor pemula, gua sarankan ikut
metode ini dulu supaya lu tahu gimana
rasanya menjadi seorang fundamentalis
garis keras, yaitu apa? Value investing.
Yang kedua, lu harus bisa membedakan
yang namanya investasi dengan spekulasi.
Di sini gua mau kasih tahu lu, lu jangan
jadi penjudi saham. Enggak masuk akal.
Kenapa? Karena jumlahnya sangat banyak
di Indonesia, Guys. Di Indonesia itu ada
banyak orang merasa dirinya investor
padahal spekulator. Merasa yang dia
lakukan itu investasi, padahal
spekulasi. Bedanya apa? Investor kalau
beli saham ya karena hasil analisisnya.
Dia sudah lakukan analisa dahulu. Dia
pikirin bisnisnya seperti apa dan akan
menjadi apa. Dan dia juga punya
kesabaran, daya tahan untuk menunggu
dalam jangka panjang. Jadi dia bisa
lewati badai itu. Mau naik, mau turun,
mau naik, mau turun. Dia enggak peduli,
Guys. Dia investor. Dia akan stick to
the plan karena dia udah bikin skenario
sahamnya. dia udah bikin analisisnya
akan seperti apa. Tapi kalau spekulator,
nah ini bedanya nih sama investor.
Spekulator itu beli karena ikut hype,
karena rumor, karena grup saham, karena
FOMO. Jadi enggak jelas, enggak logis
keputusan yang diambil untuk membeli
atau menjual saham. Karena apa?
Landasannya enggak ada. Enggak ada
pondasi berpikirnya, cuma spekulasi.
Banyak enggak di Indonesia? Banyak. Baru
tadi gua ketemu sama orang, dia nanya
sama gua, "Ee Pak Benix beli saham apa?"
Pak, gua bilang gua beli ini, ini. Kalau
Bapak beli apa? Oh, saya beli ini, ini.
Terus gua tanya, "Kenapa Bapak beli
saham itu?" Ya, kayaknya bagus ya. Kata
teman saya bagus ya. Enggak tahu dia
enggak bisa jelasin. Tapi kalau lu tanya
gua, kenapa gua beli saham perusahaan
yang bakal kita rilis videonya di hari
Senin nanti? Simpel jawaban gua. Gua
udah tahu profit dia bakal tumbuh
minimal 20% di tahun ini. Dan gua udah
tahu perusahaannya ini bakal tumbuh
profitnya bukan hari ini. Gua udah tahu
dari sejak bertahun-tahun lalu dia bakal
tumbuh di hari ini. Karena gua udah
bikin perhitungannya. Gua udah ngerjain
PR gua, penghasilan dia akan bertambah,
net profit margin dia akan bertambah,
klien dia akan bertambah. Itu kan bisa
dianalisis. Itu bedanya investor sama
spekulator. Bahkan sebelum kejadiannya
jadi aja kita sudah bisa tahu apa yang
akan terjadi dengan perusahaan ini. Tapi
kalau spekulator enggak akan bisa
menjelaskan kenapa harganya naik, kenapa
harganya turun. Dia hanya bisa tahu, oh
harganya naik beli. Oh, harganya turun
jual. Kapan lu untungnya gitu? Ketika
harga naik lu beli, ketika turun malah
lu jual karena lu panik kan, ya. Jadi
kalau kamu beli saham karena harganya
naik itu spekulasi, Guys. Kalau lu beli
saham karena lu udah lihat valuasinya
bagus, fundamentalnya bagus, bisnisnya
oke, itu namanya lu investor, bukan
spekulator. Jadi itu yang kedua. Nah,
yang ketiga apa? Yang ketiga lu harus
tahu bedanya dunia nyata dengan market.
Bukunya Benjamin Gram itu bilang ada
pribadi baru namanya Mr. Market, pasar.
Dan dia bilang, "Market itu gila, Guys.
Lu jangan ikutin apa maunya dia karena
market itu gila. Mr. Market datang ke
sini itu gila. Dan ini Warren Buffet
sering banget ngutip kata-kata Benjamin
Geram di sini. Contohnya gini, gampang,
Guys. Lu bayangkan, ya, market ya, ISG
itu ada orang karakter imaginer namanya
Mr. Market. Tiap hari dia datang nawarin
barang sama lu. Contoh gini, lu udah
tahu rumah lu harganya Rp500 juta,
kucuk, kecuk, kucuk, hari ini datang dia
nawar Rp300 juta, lu jual enggak? Kalau
lu manusia yang logis, punya akal sehat,
lu enggak akan jual. Karena lu tahu
valuasi lu, valuasi aset lu R00 juta.
Market hari ini nawar Rp300 juta, lu
kasih enggak? Enggak karena lu waras.
Tapi kalau spekulator, trader goblok,
banyak tuh lakukan itu karena enggak
bisa ngitung. So, apa yang dia lakukan?
Oh, gua punya rumah harga Rp500 juta,
ada yang nawar Rp300 juta. Jual a bego.
Besok rumah lu nih harga Rp500 juta,
tiba-tiba ada lagi orang yang nawarin,
"Eh, gua beli ya harganya R00 juta."
Enggak logis. Enggak logis. Tapi
kejadian ada. Bahkan ada rumah harga
Rp500 juta ditawar 5 M. Ada enggak? Ada.
Itu market. Tidak logis. Nah,
Teman-teman, inilah yang terjadi setiap
hari. Barangnya sama, sahamnya sama.
Perusahaannya mah itu-itu aja. Tapi Mr.
Market ini agak error. Kadang dia nawar
di atas, kadang dia nawar di bawah. Dan
ini selalu berubah-rubah offering dia
setiap hari. Kadang-kadang dia sangat
optimis, Guys. Hari ini dia super
optimis. Dia bisa mau beli rumah lu
dengan harga gila-gilaan, tapi besok
bisa juga. Tiba-tiba dia berubah. Dia
jadi depresi, Guys. Dia sangat pesimis.
Bahkan semua harga di diskon gila-gilaan
bisa terjadi? Bisa. Itulah Mr. Market.
Nah, terus apa yang lu harus lakukan? Lu
harus bisa membedakan mood-nya Mr.
Market. Maksudnya bukan lu ikut-ikutan
mood-nya dia. Mod dia jual murah, oke
gua jual murah. Mod dia jual mahal, oke
gua jual mahal. Jangan. Bukan begitu
yang lu harus lakukan. yang lu harus
lakukan adalah memanfaatkan, Guys. Lu
manfaatin Mr. Market itu. Jadi kalau Mr.
Market lagi galau, labil kayak anak KBG,
panik sehingga dia panic selling, dia
jual harga bagus, dia jual di harga yang
terlalu murah, lu manfaatin itu
kesempatan lu buat beli. Lu manfaatin
Mr. Market. Begitu juga sebaliknya, Mr.
Market, Euforia, Hype, semua orang
senang, quantitative easing, ekonomi,
ekspansi, semua orang kaya. Ah, lu juga
bisa manfaatin manfaatin Mr. Market
karena di situ harga naik tidak wajar.
Itulah waktunya lu buat hati-hati.
Bahkan mungkin waktu lu buat exit. Sama
ketika lagi hype sekarang AI. Semua
perusahaan-perusahaan berbau AI semua
hype bubble. Bahkan semua orang euforia
rasanya makin hari makin kaya. Beli hari
ini, jual hari ini, cuan. Besok beli
hari ini, jual lagi, cuan terus. Karena
naik terus, naik terus, naik terus.
Hati-hati, Mr. Market lagi Euforia.
Jangan-jangan itu waktunya buat lu exit.
Lu harus hati-hati. Jadi, kuncinya di
sini adalah lu harus tahu bahwa Mr.
Market itu bukan bos lu. Kalau dia
panik, lu enggak harus ikut panik. Kalau
dia euforia, lu enggak harusia. Jangan.
Karena Mr. Market bukan bos lu, bukan
presiden, bukan orang tua lu. Lu jangan
nurut apa kata market. No. Lu harus
memperlakukan Mr. Market sebagai budak
lu. Tugasnya melayani lu, tugasnya
memperkaya lu. Dan tugas dia sebagai
budak ya melayani lu ya, dia harus
memberikan penawaran harga. yang menarik
dan lu yang memutuskan. Apakah lu mau
ambil penawaran dia di harga murah atau
lu mau jual ke dia di harga mahal karena
dia budak lu. Tugas dia memperkaya lu,
tugas dia ngasih good deal ke lu. Itu
yang lu harus punya di mindset lu
terhadap Mr. Market yang tidak logis dan
crazy ini. Mr. Market itu crazy, Guys.
Stupid. Enggak logis. Lu manfaatin tuh
Mr. Market tuh. Karena mereka enggak
logis. Masa rumah harga R00 juta dijual
seharga R200 juta? Enggak logis. Tapi ya
udah good deal ambil. Begitu pun
sebaliknya masa rumah R00 juta di jual
seharga 5 triliun kan stupid juga kalau
lu ambil ya. Lu jangan ambil sesimpel
itu. Jadi lu harus bisa. E sebentar
guys, sebentar guys sebelum kita lanjut
videonya. Halo goodis guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu dan interaksi langsung ya karena
kita bakal membahas tiga sektor penting.
Yang pertama terkait energi, yang kedua
terkait bisnis logistik, dan yang ketiga
ada sektor spesial nih dengan pembicara
yang spesial juga karena ya cuannya gede
banget nih guys. Nah, buat lu yang
penasaran dan pengin segera ikutan di
event acara offline spesial Benix cuman
ada 1 tahun sekali yang namanya Benix
Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar
sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan
ingat, kursinya juga terbatas karena
cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi
yang kita sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi,
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di
YouTube sendiri kan lebih apa ya ee
pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah
ini.
Mengikuti [musik] BIC investor Samet ini
setelah dua kali saya mendapatkan
manfaat bahwa kalau kita bisa memahami
fundamental atas perusahaan dan forecast
untuk perusahaan ke depannya kita pasti
dapat akan mendapatkan hasil yang jauh
lebih baik. Dan itu yang saya rasakan
selama setahun ini. Dan saya harapin
kalau e untuk Benik Investor Summit 2025
diadakan, saya pasti akan ikut lagi.
Salam cuan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. Kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye. Jadi, lu harus bisa
membedakan dunia nyata, dunia realita
dengan dunianya misket, pasar yang
seringki enggak nyambung, Guys. Dan ini
tugas lu sebagai investor untuk tidak
menjadi budaknya market. Pahami
bisnisnya. Yang keempat, lu harus mau
tahu apa itu fundamental analisis.
Jangan lu dengerin tuh technical
analisis, ilmu roket kebulan lah,
pattern-pattern enggak jelas, tukang
tipu semua, Guys. Itu gua garansi lu
tukang tipu semua. Enggak ada yang
benar. Yang paling benar ya fundamental
analisis. This is a business. When you
buy any stock, kalau lu beli saham,
perusahaan apapun, yang lu beli adalah
bisnisnya, yang lu beli adalah
perusahaannya. Banyak orang beli saham
yang dia lakukan apa? yang dia beli
adalah angka-angka yang ada di running
trade itu. Itu fake, itu konyol. Enggak
ada ceritanya gini ya, ada orang nawarin
lu, "Eh, guys, joinan yuk kita buka
bengkel di perempatan Jalan Jenderal
Sudirman. Terus lu, pertanyaan lu adalah
hari ini bintang membentuk pola apa?"
Ya, kok bodoh ya? Lu mau buka bengkel
yang lu tanya bintang membentuk formasi
apa? Atau lebih tolol lagi ada orang mau
ditawarin investasi buka bengkel yang
dia tanya hari ini membentuk pola apa
ya? Apakah pola hammer, apakah switch
hammer, apakah Thor hammer, apakah pola
Spider-Man atau apalagi enggak masuk
akal. Harusnya kalau lu investor, lu kan
mau beli bisnis, lu mau kan invest
bisnis, mungkin satu lembar saham,
mungkin 10 lembar saham, tapi yang lu
beli adalah sebuah bisnis. Seharusnya
yang lu pertanyakan adalah berapa mobil
yang lewat di jalan itu setiap hari?
Berapa motor yang lewat di jalan itu
setiap hari? Berapa banyak oli yang kita
bisa jual? Berapa banyak servis jasa
yang kita bisa kasih setiap bulan?
Berapa banyak perumahan yang ada di
dekat situ? Berapa banyak kompetitor
kita, bengkel bengkel lain yang ada di
lampu merah itu? Kan itu yang logis
dong. Dan sebelum lu invest, lu bagus
juga pergi ke lampu merah itu, ke depan
bengkel itu yang ditawarin buat lu
invest. Lu pergi bawa timer, pencet cek
cek cek cek cek. 700 mobil lewat hari
ini. Cek cek cek cek cek. 800 mobil
lewat hari ini. Cek cek cek cek cek. Oh,
cuma 30 mobil yang lewat hari ini.
Karena ternyata hari ini hari Minggu
orang pada liburan di rumah. Who knows?
Tapi lu kan gak bisa tahu kalau lu
enggak cek. Itulah namanya fundamental.
Lu tuh namanya investasi itu namanya lu
beli bisnis. Lu bukan beli kucing dalam
karung. Beli kara kata angka-angka. Hani
127 angkanya angka bagus beli. Besok
angkanya 123 tidak bagus. Apa itu? Bodoh
lu. Lu harus lihat bisnisnya. Jadi,
Benjamin Graham juga bilang investor
yang benar itu harus selalu fokus pada
nilai bisnisnya. Bisnisnya, bukan harga
sahamnya. Hari ini enggak penting 271,
272, 270, 169. A itu enggak penting
bisnisnya, Guys. Makanya lu harus baca
laporan keuangannya. Cek profitnya
stabil apa enggak, cek hutangnya gede,
membahayakan atau tidak, produktif apa
tidak. Cek cash flow-nya sehatkah atau
jangan-jangan penyakitan, batuk-batuk.
Cek juga track record manajemennya.
Karena suka enggak suka, yang lu beli
kan bisnis. Lu invest sebuah bisnis,
bisnis dijalankan oleh manusia. Cek
manajemennya. Bisa lu percaya enggak?
Korupsi enggak? GCG enggak? Logis
enggak? Jangan-jangan lu invest di
perusahaan pembangkit listrik tenaga
nuklir, tetapi direktur utamanya
lulusannya sastra Jawa. Yang waras saja
lu enggak nyambung, cek kredibilitas
manajemennya wajib. Dan yang paling
penting lu harus hitung nilai intrinsik
perusahaannya. Kenapa? Karena Graham itu
punya kepercayaan bahwa bisnis apapun
yang ada di dunia ini, saham apapun yang
lu beli, harganya ujung-ujungnya pasti
mengikuti nilai bisnisnya. Jadi kalau lu
beli sebuah perusahaan harga sahamnya
500, nilai intrinsiknya 2.000, dia
percaya suatu saat dia akan kembali ke
2.000. Itu yang diyakini oleh kaum value
investor. Bukan spekulator. Hobinya
percaya apa kata bintang di langit, apa
harta candlestick kayak babi ngepet.
kerjanya jaga lilin, bodoh. Jadi tugas
kamu, tugas kita semua sebagai seorang
investor, bukan spekulator, bukan
pelototin harga saham, running trade.
Enggak. Tugas kita adalah mencari
perusahaan yang bagus. Itu satu. Yang
kedua, kalau bisa cari juga perusahaan
bagus yang dijual murah sama Mr. Market.
Karena Mr. Market tidak logis. Dan
inilah inti dari segala inti buku ini,
value investing. Nah, itu guys yang gua
mau share sama lu. Tapi gua ada kasih
bonus lah, singkat aja nih penting
bagian ini. Dalam salah satu bagian di
buku ini juga Graham itu membagi dua
jenis investor guys. Yang pertama
investor defensif, yang kedua investor
agresif. Nah, buat teman-teman investor
defensif ini sebenarnya cocok buat orang
tua ya. Kenapa? Karena lu enggak bakal
sering analisis. Lu mungkin ada kerjaan
lain juga, tapi lu mau investing stabil
dan aman dan nyaman. itu penting tuh.
So, yang lu lakukan apa? Idealnya lu
investasi ya mungkin di
instrumen-instrumen yang stabil. Contoh
obligasi, surat utang negara, lu beli
dah tuh deposito, indeks saham itu yang
lu beli atau ETF. Karena lu enggak perlu
capek-capek tracking, mereka jalan
sendiri, operate sendiri. Oke, itulah
investor yang defensif. Atau lu bisa
juga DCA. Ada sama yang bagus ya lu DCA
lah lu udah tahu. Nah, ada satu lagi
investor yang agresif. Investor agresif
ini memang pengin analisis secara lebih
dalam, lebih detail. punya ilmu, punya
waktu juga buat lakukan riset. Dan yang
kedua, mereka juga mau riset saham, cari
saham yang ender value satu persatu,
satu persatu. Baca, baca, baca tiap
hari. Hari ini ada hampir 1000 saham,
Guys, di ESG. Ya, kalau lu investor 100%
kayak gua, apa yang lu lakukan hari-hari
lu? Ya, bukan nonton Netflix, tapi baca
laporan keuangan perusahaan-perusahaan
itu. Dan itu hobinya, itulah hobi kita
semua. Dan ini cocok apalagi buat
orang-orang yang hobi baca, yang rajin
riset, cocok untuk menjadi agresif
investor. Karena mereka jadi tahu apa
yang dia beli dan tahu apa yang
sebaiknya tidak dibeli. Ya wajar aja
karena hidupnya hari-harinya dihabiskan
dengan membaca valuasi sebuah
perusahaan. Nah, terus yang benar yang
mana? Yang agresif atau yang defensif?
Ini menurut Graham, bukan menurut Benix.
Menurut Graham sebetulnya tidak ada yang
benar, tidak ada yang salah. Yang
penting kamu tahu apa yang kamu lakukan
dan lu konsisten. Contohnya kalau lu
investor yang defensif, lu mau DCA
dollar cost averaging, lu mau top up top
up terus ya in the long run ya lu profit
ya sepanjang urusannya bagus ya dan pada
umumnya ya lu bakal aman. Makanya
penting banget buat teman-teman buka tuh
kalkulator investasinya Benix. Di situ
lu cek lah orang yang punya konsistensi
ngasih Rp500.000 aja per bulan konsisten
aja. Enggak peduli ya penghasilan lu UMR
di atas UMR atau di bawah UMR. Dalam
waktu 20 tahun lu jadi miliarder, Guys.
Asal lu bisa konsisten invest R00.000,
R500.000, R500.000 tiap bulan, ya.
Growth 20% aja setahun. Dalam waktu 20
tahun lu jadi miliarder. Garsi, Guys.
Semudah itu kok. Jadi lu mau agresif, lu
mau defensif, enggak ada yang benar,
enggak ada yang salah menurut Graham.
Nah, kalau lu sendiri gimana? Menurut
lu, lu aliliran yang mana? Ya dan lu
sudah melakukan belum sih empat poin
inti dari buku The Intelligent Investor
ini? Yang pertama ngerti soal margin of
safety. Yang kedua ngerti bedanya
spekulasi dan investasi. Yang ketiga
kenal sama Mr. Market. Salaman, Guys.
Peluk kalau perlu supaya lu kenal tuh
sama Mr. Market. Yang keempat, bisa
ngitung nilai intrinsik perusahaan alias
lu bisa melakukan fundamental analisis.
Menurut lu, lu udah melakukan empat poin
yang diminta sama Benjamin Graham enggak
sih? Karena kalau kamu sudah paham ya,
keempat konsep ini, kamu sudah menguasai
esensi value investing ala Benjamin
Graham, guru besarnya. Warn Buffet. Dan
lu setuju enggak kalau kita bahas buku
investasi yang lainnya nih selain
Benjamin Graham? Karena banyak juga yang
sebenarnya enggak benar sih di buku ini.
Lu setuju enggak kalau video selanjutnya
kita bahas buku investasi yang lain yang
bagus yang merubah hidup Warren Buffet
and Charlie Manger atau mendingan kita
bahas aja kesalahan-kesalahan yang ada
di buku ini menurut Benix apa aja? Tulis
segera saran kalian di kolom komentar di
bawah ini. Next video kita membahas
tentang apa? Ditunggu komentar kalian.
Jangan lupa subscribe channel Benix dan
share video ini sebanyak-banyaknya.
Salam sehat, salam cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:07:04 UTC
Categories
Manage