MALAYSIA PANIC!! RICE CRISIS 6 Months Leading to Mass Famine! Minister AMRAN REFUSES HELP?
bZ7AvZ1wjS8 • 2025-11-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys, nasibnya
orang Malaysia. Kemarin mereka tuh bukan
cuma negaranya dijual, diobral murah ke
Amerika Serikat. Mereka bukan cuma
jilatin Donald Trump punya pantat sampai
mengkilat. Ternyata mereka punya hobi
baru. Sekarang mereka ngemis-ngemis
minta beras ke Indonesia. Loh, kok bisa,
Guys? Ini betul-betul tragis sih
nasibnya Malaysia nih. Bisa-bisanya ya
negara Malaysia itu kemarin cita-citanya
jadi budak Amerika, sekarang mereka juga
pengin jadi budaknya Indonesia.
betul-betul tragis, Guys. Gua sampai
menangis, Guys, melihat ini. Lu tahu
enggak sedihnya gua melihat orang
Malaysia digadaikan betul-betul tragis.
Apalagi mereka sampai datang ke
Indonesia. Ini bukti bahwa mereka itu
betul-betul krisis sampai tim dari
Menteri Pertanian Malaysia itu datang
langsung ke BUL. Mereka mau ngecek stok
berasnya Republik Indonesia. Ah, ini
lucu. Kenapa jadi mereka yang stok opnam
stok beras kita? Karena mereka jealous,
Guys. Mereka iri dan mereka juga takut
kalau seandainya Indonesia berasnya
enggak cukup. Karena mereka pengin impor
dari Indonesia. Mereka itu enggak cukup
cuma jadi budak Amerika, [musik] kalau
bisa jadi budak orang Indonesia juga.
Makanya jangan heran ya, Menteri
Pertanian kita juga bilang kok Malaysia
itu minta impor beras dari Republik
Indonesia. Nah, ini kabar baik atau
kabar buruk sebetulnya, Guys? Kalau di
gua sendiri sih gua sedih, gua menangis,
Guys. Melihat tetangga kita di Malaysia
gak ngerti caranya macul-macul tanah
keluar padi. Enggak mereka enggak paham,
Guys. Kasihan gua. Tapi kenapa ini semua
bisa terjadi, Guys? Apakah ini kutukan
dari yang Maha Kuasa? ya, karena mereka
mengkhianati Asia Tenggara, Guys. Ya,
kalau lu penasaran jangan dikip video
ini. Let's check this out.
Jadi, buat Teman-teman ya, kok bisa sih
Malaysia sampai krisis beras loh, sampai
kekurangan beras. Ini betul-betul ngeri
loh. Ingat loh, beras itu adalah makanan
wajib ya buat orang di Asia. Nah, ini
juga agak aneh karena ketika gua melihat
Bernas, Bernas ini di Indonesia kayak
buloknya lah. Bernas ini padi beras
nasional. Jadi, Bernas Berhad ini adalah
perusahaan perdagangan yang dikasih
kuasa sama kerajaan Malaysia buat ya
dagang beras di sana. Mereka boleh
ekspor impor, berniaga beras di kerajaan
Malaysia. Bernas Malaysia itu kemarin
tuh pongah banget menurut gua. Mereka
bilang negara mereka bukan negara
importir. Bahkan kalau lihat
website-nya, lu lihat nih linknya, gua
enggak ngadi-ngadi. Lu lihat mereka
bilang 70% beras di Malaysia berasal
dari petani lokal Malaysia. Artinya
kalau lu lihat gambar ini, mereka juga
bilang 30% beras mereka impor. Intinya
mereka mau bilang, "Oh enggak sih, tetap
aja sih negara kita berdaulat. Tetap
saja negara kita mayoritas konsumsi
beras kita pakai beras lokal. Impor kita
cuma 30%, Guys." Kata sih Bernas. Nah,
tadi kan gua bilang ya, Bernas ini
kepanjangannya padi beras nasional ya,
lembaga yang dipercaya negara untuk
berdagang beras, impor beras. Tapi kalau
lu kita lihat pakai logika akal sehat
lah, gua pengin tahu juga sih Bernas ini
sebenarnya lembaga apa ya? Lembaga
abal-abal apa lembaga cap kaki lima.
Karena kalau lu lihat di layar kaca ini
data bernas loh, bukan data gua ya. Gua
mau kasih edukasi nih sama orang
Malaysia supaya lu janganat lah atau
minimal lu jangan buta huruf lah. Lu
lihat datanya si Bernas ini. Dia bilang
apa? Konsumsi beras nasional itu yang
ada di atas itu 2,5 juta ton. Oke kita
cek. Terus dia bilang produksi padi
mereka 1,7 juta ton. Oke. Terus apa lagi
yang mereka bilang? produksi beras
mereka 1,1 juta ton. Artinya mereka mau
bilang, "Oh, mereka bisa produksi beras
sendiri dan menurut mereka lebih banyak
produksi sendiri dibandingkan impor."
Lah, apa maksudnya? Coba kita cek. Kalau
dia bilang lebih banyak produksi beras
sendiri, menurut gua harusnya angkanya
enggak segitu. Si Bernas ini, lihat
datanya si Bernas produksi padinya 1,7
juta ton, konsumsi berasnya 2,5 juta
ton. Kalau lu punya akal waras dan akal
sehat ya Malaysia goblok, lu bagi tuh
1,7 juta ton dibagi 2,5 juta ton
hasilnya adalah 69%. Ya, gua buletin
jadi 70%. Artinya di sini data bernas,
betul dong. Artinya 70% konsumsi
berasnya sudah dicukupi oleh petani
dalam negeri dan sisanya impor. Hmm,
masa sih? Di sini gua mau bilang ya sama
Bernas ya, lu jadi orang jangan
goblok-goblok amat lah. Setahu gua di
planet bumi ini enggak ada tuh orang
yang makan padi, Guys. Setahu gua di
negara manapun yang gua pernah lihat ya,
di Cina, di Jepang, bahkan di Amerika
sekalipun enggak ada orang makan padi.
Itu mungkin kerbau, iya makan padi ya.
Kambing makan padi kali, makan gaba.
Tapi kalau manusia normal dan waras,
tidak ada yang makan padi. Orang itu
makannya beras. Dari sini gua bisa tahu
nih si Bernas ini jangan-jangan
kepanjangannya bukan padi beras
nasional, tetapi kepanjangannya adalah
berasumsi nasional karena datanya cap
kaki lima. Kenapa? Karena harusnya lu
menghitung cadangan beras lu bukan dari
hasil produksi padi lu dong. Harusnya lu
hitung dari yang 1,1 juta ton produksi
beras lokal mereka. So, kalau kita
hitung ulang sekarang Bernas 1,1 juta
ton dibagi 2,5 juta ton hasilnya adalah
45%. Artinya produksi beras nasional itu
cuma mencukupi 45% dari konsumsinya.
Artinya dari sini lu bisa bilang
konsumsi beras Malaysia yang 2,5 juta
ton itu cuma bisa dipenuhi 45%
oleh petani lokal. Artinya impornya
sisanya dong 100% - 45% = 55%.
Jadi dari sini lu bisa bilang mayoritas
dong. Kalau udah 55% artinya mayoritas
beras yang ada di Malaysia adalah barang
impor. Tragis. Si Bernas ini mengakui
ketannya dengan data yang dia sajikan
sendiri. Bukan gua, Guys. Lu yang kasih
data. Bernas, data lu ini memang
levelnya berasumsi nasional karena bodoh
banget. Masa orang dibilang makan padi.
Jadi 1,7 juta ton itu dianggap sebagai
produksi beras mereka. Salah ya produksi
beras ya. Produksi beras. Padi is padi,
gaba is gabah. Beras is beras. Mungkin
orang Malaysia ini masih enggak tahu nih
bedanya gaba sama beras. Jadi dari sini
lu bisa bilang ya bahwa Bernas level
negara Malaysia aja begitu mereka sampai
baca data aja enggak bisa. Memalukan
sekali jiji bahkan gua lihatnya. Nah
kalau gitu data apa yang bisa
dipercayai? Bernah saja levelnya kayak
biro pusat skenario yang ada di
Kazakhstan. Datanya cap kaki lima. Kalau
begitu data yang mana dong yang benar
nih berasumsi nasional atau datanya
Benix? Gua bantuin lah lu orang Malaysia
supaya lu enggak bego-bego amat lah
dikibulin sama pemerintah lu. Di
Malaysia ini gua ambil data nih tahun
2021 produksi beras Malaysia itu 1,6
juta ton. konsumsinya itu 2,7 juta ton.
Artinya produksi mereka bisa memenuhi
62%. Ini data Benix gua baik nih, gua
lebih bagus dibanding Bernas dan kalau
dari datanya Bernas produksi mereka itu
cuman bisa 45% dari konsumsinya. Tapi
menurut data Benix sebetulnya mereka itu
bisa sampai 62% loh memenuhi kebutuhan
konsumsinya dari beras lokal. Dari situ
lu bisa tahu impor beras mereka berarti
ada di 1 juta ton. Artinya impor beras
mereka itu sekitar 40%. Jadi data bernas
memang salah. Nam juga data berasumsi
nasional bahwa mereka bilang impor
mereka 30%. Tidak, itu salah. Karena
kalau pakai website lu sendiri aja
sebetulnya 55% lu impor. Itu kata
website lu si bodoh itu. Tapi kalau
menurut si Benix, karena gua baik, data
lu memang salah 30% tapi yang betul
adalah 40% barang yang beredar di
Malaysia berasnya adalah beras impor.
Nah, data kita juga ternyata ya sama
setelah gua cek ternyata ada Institut
Masa Depan Malaysia ya. Mereka
mengkonfirmasi bahwa data BENIX itu
benar. Kenapa? Kar kalau lu melihat
pernyataannya Datuk Wira H. Dr. Amir Ali
Maidin, managing director oleh Myidin
Muhammad Holdings Berhad, ini adalah
perusahaan perdagangan produk-produk
halal terbesar yang ada di Malaysia. Dia
mengakui bahwa memang pada umumnya
rakyat di Malaysia itu tahunya 70%
konsumsi beras di dalam negeri Malaysia
dipenuhi oleh produk lokal. Padahal
kenyataannya cuma 62% yang barang lokal.
Nah, lebih tragis lagi nih menurut Datuk
Wira H. Si dr. Amir Ali Maidin ini
mungkin ini satu-satunya orang di
Malaysia yang punya otak ya. Dia bahkan
bilang sebetulnya 62% itu juga enggak
real. Karena ternyata dari produksi 62%
itu pun mayoritas tidak dikonsumsi oleh
manusia Malaysia. Ternyata mayoritas
hampir 60% itu dikonsumsi oleh hewan
ternak, kambing, sapi,
industri-industri. Jadi makanan buat
mungkin snack atau lainnya. Jadi 60%
hasil beras mereka tidak dimakan oleh
manusia di Malaysia. Tetapi pergi ke
hewan ternak, Guys. Pergi ke industri,
Guys. Haduh. Artinya dari 62% produksi
petani beras lokal yang dikonsumsi sama
rakyat mereka cuman 40%. Dari sini lu
bisa tahu artinya mayoritas beras yang
dimakan oleh orang Malaysia itu dari
impor. Wah, ini benar-benar sih institut
masa depan Malaysia ini. Gua respect
banget sama lu ya. Gua udah tahulah
ketika dia keluarin data kayak begini
bisa-bisa masuk penjara sih dia nih. Si
Datuk Wira, Haji Dr. Amir, Ali Maidin ni
yang namanya panjang banget by the way
lu cuman gua sebutin dengan lengkap
karena gua apresiasi lu bisa memberikan
data yang valid karena data gua udah gua
cek juga ke United Nation, ke FAO dan
data gua valid bahwa betul Malaysia
produksi berasnya itu di bawah daripada
apa yang dinyatakan di publik. Makanya
rakyat Malaysia lu jangan tertidur
nyenyak nanti lama-lama lu lenyap lu.
Karena lu buta dengan krisis yang sedang
terjadi di Malaysia. Tapi pertanyaannya
kenapa di Malaysia bisa krisis? Kenapa
gua sampai enggak bisa tidur
membayangkan tetangga kita enggak bisa
makan, Guys? Sedih gua bayangin ini.
Ternyata setelah gua periksa, alasannya
adalah karena lebih dari 10.000 hektar
lahan di Malaysia sudah berubah jadi
perumahan, jadi lahan industri. Dan ini
resmi, ini pernyataan resmi dari lembaga
negaraan, lembaga muda namanya. Dia
menyatakan ya 10.000 hektar lahan mereka
sudah berubah. Tadinya sawah menjadi
rumah. Sedih sii guys. Dan ya lu tahu ya
yang namanya Malaysia ya. Kalau bisa
datanya beda, kenapa harus sama? Kalau
bisa datanya enggak valid, kenapa harus
valid? Jadi ketika kita cek lagi, apa
betul sebetulnya 10.000 hektar ini
berubah, hilang lahannya. Tadinya sawah
menjadi perumahan. Ternyata menurut
Menteri Pertanian Malaysia itu ada
20.000 hektar lahan. Beda lagi nih
datanya nih. Jadi beda kementerian, beda
dinas, beda. Selalu datanya
berubah-rubah. Malaysia dong. Makanya si
Bernas saja bisa bilang impor mereka
cuma 30% padahal realitanya lebih dari
itu.
Aduh enggak habis pikir gua sama
Malaysia ini datanya bisa beda-beda.
Satu kementerian aja datanya bisa
beda-beda. Gua kira negara Kazakhstan
aja yang kocak soal data. Tapi ternyata
di Malaysia juga sama aja combronya nih.
Tapi ya udahlah ada yang bilang R.000,
ada yang R.000. Beda-beda. Terserah deh
lu Malaysia lu data lu ngacau semua.
Intinya puluhan ribu hektar lahan di
Malaysia ya udah berubah. Jadi
perumahan, Guys. Sedih loh. Ini
betul-betul sedih. Malaysia lu tahu
enggak sih? Dunia ini sedang krisis di
mana-mana itu butuh pangan. Tapi
ternyata apa yang terjadi di Malaysia
bukan cuma lahannya semakin sedikit,
lahan pertaniannya semakin menyempit,
tetapi tenaga kerjanya petani muda di
Malaysia juga udah enggak mau lagi
macul-macul di sawah, Guys. Lu tahu data
menurut KPKM, Kementerian Pertanian dan
Keselamatan yang ada di Malaysia? Ya, ya
itu mereka sampai membunyikan alarm
gawat darurat nih. Mayoritas petani di
Malaysia itu sudah tua. Teman-teman tahu
enggak ada 800.000 keluarga petani di
Malaysia. Tetangga kita R800.000 loh.
Ternyata yang usianya di bawah 40 tahun
nih petani-petani itu cuman 15%. Jadi
cuma 15% anak muda yang mau bercocok
tanam di Malaysia. Sisanya mayoritas
adalah orang yang umurnya 60 tahun ke
atas, Guys. Orang-orang yang udah
rematik, encok, sakit pinggang, disuruh
macol-macol di Malaysia. Tega lu, sadis
banget lu. Anak-anak muda di Malaysia ke
mana? Ya, gua enggak tahu. Mungkin
joget-joget TikTok atau pergi ke Kamboja
jadi tukang tipu di situ. Aduh, sedih
banget nih nasibnya orang Malaysia.
Aduh, betul-betul gua sedih dan
menangis. Padahal negara dalam kondisi
krisis. Tapi ya untunglah, untung banget
nih Malaysia punya orang yang sangat
brilian, sangat pintar yang namanya
perdana menteri Datuk Sri Anwar Ibrahim
orang nomor satu di Malaysia. Perdana
Menteri Malaysia punya ide yang sangat
brilian untuk menyelamatkan rakyat
Malaysia, Guys. Revolusioner nih. Amran
harus belajar nih sama orang pintar ini.
Kenapa? Karena dia udah tahu negaranya
krisis beras. Dia udah tahu
petani-petaninya menua. Enggak ada lagi
orang muda mau jadi petani. Dan dia udah
tahu lahan semakin sempit. Dan dia udah
tahu impor makin besar jutaan ton beras
masuk Malaysia setiap tahunnya. Dan ide
brilian Anwar Ibrahim apa? E sebentar
guys, bentar guys sebelum kita lanjut
videonya. Halo goodis guys. Teman-teman
investor Benix Investor Summit 2025 akan
segera diselenggarakan di bulan Desember
2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu dan interaksi langsung ya karena
kita bakal membahas tiga sektor penting.
Yang pertama terkait energi, yang kedua
terkait bisnis logistik, dan yang ketiga
ada sektor spesial nih dengan pembicara
yang spesial juga karena ya cuannya gede
banget nih guys. Nah, buat lu yang
penasaran dan pengin segera ikutan di
event acara offline spesial Benix cuman
ada 1 tahun sekali yang namanya Benix
Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar
sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan
ingat, kursinya juga terbatas karena
cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi
yang kita sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi,
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di
YouTube sendiri kan lebih apa ya ee
pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah.
Ini
mengikuti [musik]
BIC investor Samet ini setelah dua kali
saya mendapatkan manfaat bahwa kalau
kita bisa memahami fundamental atas
perusahaan dan forecast untuk perusahaan
ke depannya kita pasti dapat akan
mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.
Dan itu yang saya rasakan selama setahun
ini. Dan saya harapin kalau e untuk
Benik Investor Summit 2025 diadakan,
saya pasti akan ikut lagi. Salam cuan.
[musik]
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. Kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye.
Dan ide brilian Anwar Ibrahim apa? Dia
langsung mengeluarkan perintah bahwa
rakyat Malaysia harus nanam padi di
halaman rumah mereka guys. Lu baca nih
malaimel nih. Anwar. Si Anwar nih dia
menyuruh orang Malaysia mulai bercocok
tanam di halaman rumah mereka. Brilian,
Guys. Brilian nih. Solusinya sangat
jenius. Bapak-bapak, negara kita mau
mati kelaparan, apa yang harus kita
lakukan? Wahai rakyatku, mulailah nanam
di teras rumahmu. Brilian, Guys. Ini
brilian. Gua enggak pernah lihat perdana
menteri sepintar ini. Ini cuman ada di
Malaysia. Lu udah tahulah kapasitas
orang Malaysia. Bapak-bapak, anak-anak
kita kurang gizi, Pak. Enggak ada yang
makan sayur, harga sayuran sudah mahal.
Apa yang harus kita lakukan? Bapak,
tanam sayur di teras rumah kalian.
Bapak-bapak gawat nih, Pak. Enggak bisa
makan cabe lagi. Makanan kagak ada yang
enak. Susah nih cabe-cabe sudah mulai
pada impor. Apa yang harus kita lakukan,
Pak? Tanam cabe di rumah kalian.
Bapak-bapak Silver Queen udah langka,
Pak. Saya enggak bisa lagi makan cokelat
yang enak itu. Gimana caranya biar bisa
makan cokelat, Pak? Tanam cokelat di
teras rumah kalian. Anwar Ibrahim, orang
nomor satu di Malaysia punya solusi yang
sangat brilian supaya rakyat Malaysia
tidak impor lagi berjuta-juta ton beras.
Solusinya adalah tanam padi di halaman
rumah kalian. Jadi dari sini kita bisa
lihat ya ee betapa khawatirnya gua
tentang masa depan Malaysia, Guys.
Makanya lu jangan heran ya kalau lu
lihat data apa yang terjadi dengan
Malaysia, mereka setiap tahun impor
berasnya bertambah. Jadi kalau lu lihat
data ya di tahun 2023 nih kita ngomongin
2 tahun yang lalu nih impor beras
Malaysia itu 1,4 juta ton guys alias 13
triliun. Tahun 2024 impor berasnya naik
lagi dong. Tentu dong karena ternyata
macul-macul di halaman rumah mungkin
enggak terlalu berhasil ya. [tertawa]
Akibatnya impor beras mereka naik jadi
1,6 juta ton guys. Tadinya 1,4 naik lagi
jadi 1,6. Nah, tahun 2025 apa yang akan
terjadi? Gua kasih tahu aja lu
bocorannya. 6 bulan pertama 2025 impor
mereka udah 870.000
ton. Benix prediksi di akhir tahun 2025
impor mereka bakal naik menjadi 1,9 juta
ton, Guys. Tragis ini. Setiap tahun
tonasenya bertambah. Gila ini. Gila.
Mereka betul-betul butuh solusi yang
lebih revolusioner kayaknya selain
bercocok tanam di halaman rumah mereka
atau menanam padi di pobag mungkin bisa
lu pikirkan. Kenapa? Kalau ada solusi
yang lebih tolol, lu tidak lakukan itu
gitu loh. Masa bertanam padi di halaman
rumah Malaysia, Guys. Sedih, sedih gua,
sedih gua. Menangis gua, Guys. Padahal
di periode yang sama kalau lu bandingkan
2023 impor Indonesia 3 juta ton, impor
2024 4,5 juta ton. Wah, naik juga dong,
Pak. Yes. Tapi itu kan sebelum si Amran
jadi menteri. Sekarang si Amran sudah
jadi menteri. Di 2025 apa yang terjadi?
Lu tahu impor beras Indonesia hampir
nol, Guys. Nol, Guys. Memang ada
beberapa, ya. hampir sekitar 90.000 ton
yang masuk. Tapi itu beras-beras
spesialty lah. Karena ada orang yang
senangnya makan beras warna hitam lah,
beras bas mati lah, beras Jepang lah. Ya
ya ya okelah silakanlah. Tapi beras yang
kita ngomong ini beras yang normal lah
ya pada umumnya ya hampir nol guys. Luar
biasa sih sebetulnya luar biasa. Jadi
ketika Indonesia sibuk suasembada
pangan, Indonesia sibuk memperkaya
petani dalam negeri, Indonesia sibuk
produksi beras besar-besaran, Malaysia
sibuk impor beras. Bayangkan nasib
negara Malaysia gimana nih mau dibawa
hancur habis ini. Kalau begini nih
impornya udah bertambah terus. Solusinya
cuman apa? Bercocok tanam di halaman
rumah. Bapak-bapak rakyat kita mati
kelaparan, apa yang harus kita lakukan?
Bercocok tanam di halaman rumah
Bapak-bapak gawat nih. Global warming
nih. Pemanasan global nih. Air mulai
makin sedikit makin susah bercocok
tanam. Apa solusinya? Bercocok tanamlah
di rumah kalian. Brilian, Guys.
Betul-betul brilian orang nomor satu di
Malaysia ini. Kita betul-betul takjub.
Bisa loh ada yang kayak begitu loh. Dan
gua juga herannya ya sampai detik ini
pun Malaysia juga enggak mau ngaku bahwa
mereka itu impor beras, Guys. Begitu
banyak. Heran gua di media-media mereka
enggak ada lu yang memberitakan itu.
Padahal kalau lu jujur, lu lihat aja lah
impor beras mereka. Kemarin mereka impor
dari Vietnam 600 juta kg. Mereka impor
dari Pakistan 382 juta kg. Mereka impor
dari India 325 juta kg. Ini juta lu
bayangin juta k guys. Mereka impor dari
Thailand 217 juta kg. Mereka impor lagi
dari Kamboja nih. Negara tipu-tipu
scammer dan segala benisjenis kejahatan.
Mereka impor juga dari sana 66 juta kg.
Gua enggak tahu ya negara apa yang
enggak punya gengsi ngimpor dari
Kamboja. Ya gua sekali lagi ya Indonesia
ini udah benar-benar kena tipu
habis-habisan sama penjudi-penjudi
judul-judol sialan itu guys. Eh
tiba-tiba besok kita harus impor baju
bekas dari Kamboja kan jiji banget
dengarnya ya. Apalagi impor beras dari
Kamboja. Waduh, gua najis deh. Jangan
deh. Jangan deh. Eh, ini Malaysia enggak
tahu malu nih, Guys. Bisa-bisanya negara
Malaysia impor beras dari Kamboja.
Negara semiskin itu, negara penipu itu.
Bisa-bisanya Malaysia impor beras dari
Kamboja. Sedih gua. Padahal isinya orang
Kamboja apa hobinya? Nipu orang
Malaysia. Goblok nih. Benar-benar enggak
ada harga diri nih Malaysia nih. Tapi
lebih konyol lagi Indonesia kayaknya
impor kolor bekas ya dari Malaysia ya.
[tertawa]
Bego dibelain lagi sama anggota DPR.
Tol. Benar. Tapi ya sudahlah. Itulah
nasib tragis orang Malaysia, Guys. Dan
gua udah bantu nih sekali lagi ya. Gua
bikin video ini bukan karena gua mau
menghina Malaysia. No, tidak guys.
Karena gua pengin menyelamatkan kalian
tetangga kita yang ada di Malaysia. Gua
udah bikin perhitungan loh. Kalau
situasi ini dibiarkan sama pemerintah
kalian, lu tahu menurut perhitungan
Benix, stok kalian itu cuman cukup
sampai 6 bulan ke depan. Dan itu bahaya,
Teman-teman. Tahu enggak dalam 6 bulan
ke depan itu apa yang akan terjadi?
kekeringan di mana-mana, Guys. Hati-hati
nih Malaysia nih. Lu harus hati-hati.
Please, gua bikin video ini bukan mau
ngata-ngatain lu, menghina lu. No. Gua
mau memberikan lu peringatan. Karena
ramalan Benix itu sering terbukti tepat,
akurat. Tapi kalau gua lihat sih, apa
sih solusi dari Kementerian Malaysia nih
pertaniannya? Ya dia bilang, "Memang
cadangan beras kita cukup buat 6 bulan."
Kalau ditanya, "Terus gimana dong, Pak?"
"Gua enggak tahu." Dia bilang, "Aneh
banget lu baca nih." Dia bilang apa? We
don't know what will happen because of
climate change. Loh, kok aneh kualitas
menteri pertaniannya ditanya terus
gimana cadangan berasul sisa 6 bulan?
Terus gimana ada global war? Terus
gimana ada krisis air? Gua enggak tahu.
We don't know. Pakai wiwi harusnya lu
jawabnya I don't know doh. Enak aja lu
ajak-ajak kita. We don't know. Harusnya
lu yang enggak tahu bego. Tapi inilah
kualitas Menteri Pertanian Malaysia. Si
Muhammad Sabu-Sabu ini betul-betul
dipertanyakan. Kok bisa-bisanya ada
seorang menteri ditanya, menteri
pertanian lagi ditanya, "Cadangan beras
kita tinggal 6 bulan. Apa yang harus
kita lakukan? We don't know. Gila lu,
Bapak-bapak. Besok Kuala Lumpur mau
ketimpa meteor apa yang harus kita
lakukan? We don't know. Enak banget,
Bapak-bapak. Besok ada Godzilla bakal
menyerang kota kita. Apa yang harus kita
lakukan? We don't know. Malaysia, Guys.
Betul-betul luar biasa nih. Si sabu-sabu
ini. Luar biasa nih. Ditanya tapi
jawabannya we don't know. Enggak tahu,
Guys. Bayangin level menteri aja enggak
tahu apa yang harus dilakukan. Negaranya
krisis pangan. Makanya lu jadi orang
Indonesia, lu harusnya bersyukur dan
merasa beruntung karena Indonesia
diturunkan menteri yang baik hati dan
luar biasa. Kenapa? Karena sejak turun
Menteri Amran dari Langit, kita berhasil
swasembada pangan.
Insyaallah tanggal 31
Desember jam 12.00 kalau tidak ada aral
melintang 30 hari lebih 40 hari ke
depan. Indonesia swasembadapangan.
Indonesia sasembad lapangan
dan bahkan sampai titik tertinggi
sepanjang sejarah. Lu tahu apa yang
terjadi di tahun 2025 ini? Diprediksi
loh, gua sendiri diprediksi oleh Benix,
by the way, produksi beras kita gua
yakin di atas 34 juta ton. Tertinggi
sepanjang sejarah republik ini pernah
berdiri, Guys. Lu bayangkan tertinggi
sepanjang sejarah republik ini 34 juta
ton. Makanya lu jangan heran kalau
banyak presiden dari negara-negara di
seluruh dunia datang ke Indonesia pengin
lihat, pengin belajar gimana caranya ya
karena mereka pengin menyelamatkan
rakyatnya. Tapi kalau Malaysia agak beda
sendiri. Mereka datang pengin impor,
Guys. Luar biasa nih Malaysia ni
[tertawa] bukannya belajar cocok tanam,
tapi nanti cocok tanam di halaman rumah
juga ya. Gimana caranya lu bisa kasih
makan jutaan rakyat lu. Tapi ya
sudahlah, Guys. Kita harus bersyukur. By
the way, lu bisa lihat di layar kaca ya.
Kalau seandainya kita berhasil mencapai
visi misi 34 juta ton sesuai prediksi
BENX itu cukup buat berapa sih? Ini gua
udah kasih hitungannya nih. Ini semoga
menginspirasi ya orang-orang di Malaysia
ya supaya lu tahu pentingnya food
security, pentingnya ketahanan pangan.
Makanya lu harus bersyukur, Guys. Negara
Malaysia sekecil itu penduduknya cuma 36
juta jiwa. Mereka cadangan berasnya cuma
cukup buat 6 bulan ke depan. Ya, lu
bayangin ya kalau seandainya Menteri
Pertanian Malaysia itu jadi Menteri
Pertanian di Indonesia yang penduduknya
juta jiwa. Bapak-bapak gimana caranya
ngasih makan 285 juta jiwa tahun depan?
Enggak tahu 285 juta soalnya ngurusin 36
juta jiwa aja mereka juga enggak tahu
solusinya cuman impor, impor dan impor.
Nah, Indonesia nih 285 juta jiwa
harusnya lebih sulit dong dibandingkan
Malaysia yang cuman 36 juta jiwa. Tapi
faktanya teman-teman tahu ya kita
prediksi Benix menghitung bahwa tahun
ini kita bakal suasana pangan bahkan
bisa lebih dari 34 juta ton tertinggi
sepanjang sejarah, Guys. Dan ini harus
kita syukurin. Kenapa? Karena konsumsi
kita itu cuma sekitar 22 juta ton per
tahun. Tetapi produksi kita sudah 34
juta ton. Artinya produksi kita udah
jauh melampaui konsumsi kita sehingga
kita enggak perlu impor lagi. Makanya
teman-teman berulang kali gua bilang ya
menteri favorit gua ya Amran. Dari
bertahun-tahun lalu gua bilang ya
Indonesia ini bersyukur akhirnya punya
menteri pendidikan S1, S2, S3 ahli di
bidang pertanian, Guys. Gila ahli bukan
teknik nuklir guys. No. Bukan teknik
mesin. Bukan sarjana angkun Tanzio. Tapi
pendidikan S1, S2, S3-nya memang
pertanian. Lebih senang lagi gua
akhirnya Indonesia punya menteri yang
punya paten di bidang pertanian. Dia
bikin paten namanya tiran itu buat
pestisida membunuh tikus yang ada di
lahan pertanian. Karena itu hama petani
padi di sawah-sawah ya tikus sampai dia
punya paten untuk membunuh hama-hama
pertanian. Lu bayangin ya menteri bisa
punya paten tuh jarang banget guys.
Terakhir ya menteri yang ada paten tuh
Habibi. Tuh menteri punya paten di
bidang penerbangan. Sekarang kita punya
menteri punya paten di bidang pertanian.
S1, S2, S3 ngajar jadi dosen ya tentunya
di bidang pertanian juga ya sekarang
jadi menteri. Kita akhirnya punya
menteri di bidangnya. The right man, in
the right place, in the right time.
Karena kebetulan dia juga didukung nih
sama Presiden Prabowo yang pro banget
dengan program Sasembada Pangan.
Akhirnya, Guys, kita punya presiden yang
benar-benar cinta sama republik ini,
bukan cinta sama mafia impor, Guys.
Sedih gua sama Malaysia, asli, Guys. Gua
sedih banget, Guys. Dan ini, Guys, lu
benar-benar harus peduli sebagai rakyat
Malaysia. Dan lu harus sebarin video ini
sama semua rakyat Malaysia supaya dia
tahu kelangkaan beras di Malaysia itu
nyata. Itu fakta. Dan ini bakal makin
parah karena global warming gara-gara
mobil Jepang itu merusak lingkungan,
membakar, merusak karbon dioksidanya
mengakibatkan krisis lingkungan,
mengakibatkan ya global warming, Guys.
Salah satu media besar di Malaysia juga
mulai memberitakan loh cuaca bakal makin
keras nih, bakal makin ekstrem di
Malaysia dan ini bakal menekan produksi
pangan yang ada di Malaysia. Jadi real
loh, global warming is real, climate
change is real. Siap-siap lu Malaysia,
lu hati-hati. Bahkan Malaysian Reserve
nih, surat kabar Malaysia sudah
memberitakan Malaysia akan menghadapi
krisis suplai makanan. Kalau cuaca panas
ini berkelanjutan, global warming ini
pasti berkelanjutan. Bahkan menurut
Profesor Unimap, suhu bumi yang tambah
ekstrem ini bakal menyebabkan ketinggian
air ya. Level air di mayoritas bendungan
Malaysia berkurang drastis. Dan ini
fatal, Guys. Karena lu tahu air itu
sangat vital bagi pertumbuhan tanaman.
Dan karena makin banyak bendungan di
Malaysia yang kering, apa yang terjadi?
Lu udah bisa tahu ke depannya Malaysia
akan banyak terjadi gagal panen. Ngeri,
Guys. Jadi, Teman-teman lihat di layar
kaca ya, sudah ditulis di situ
temperatur harian rata-rata di Malaysia
itu sudah naik tuh menjadi antara 36
sampai 39 derajat Celcius. Dan ini
membawa bendungan-bendungan di Malaysia
level ketinggian airnya sudah mencapai
tingkat yang mengkhawatirkan dan ini
bakal membawa cadangan makanan di
Malaysia ke level yang sangat kritis.
Bahkan Universitas Malaysia Perlis
Unimap Prof. Dr. Norazan Muhammad Nur
sudah bilang iklim yang panas ini bakal
merusak tidak hanya kesehatan rakyat
Malaysia, tetapi suplai air dan
ujung-ujungnya bakal merusak produksi
makanan dan produksi pertanian di
Malaysia. Nah, menurut data dari
Otoritas Pengembangan Pertanian
Malaysia, cadangan air di Bendungan Pedu
di Padang Terap itu sudah turun ke level
59% sebelumnya 64%. Lalu di bundungan
muda yang ada di SIK juga turun. Tadinya
64% sekarang tinggal 52%.
Nah, banyak bendungan juga makin turun.
Salah satunya bendungan besar, bendungan
Ahning yang ada di Kubang Pasu itu juga
turun dari 64% sekarang tinggal 61%.
Anyway, guys, kalau lu dengar yang gua
omongin tadi, mayoritas bendungan di
Malaysia udah turun. Harusnya kan
kapasitasnya 100% terisi penuh. Tapi apa
yang terjadi? Rata-rata bahkan tersisa
hanya 50%. Artinya sudah habis setengah
kosong, Guys. Lu punya pilihan kan kalau
dalam hidup motivator suka bilang lihat
gelas setengah terisu setengah penuh apa
seteng kosong? Ya, Malaysia gua bilang
setengah kos. Bentar lagi habis ini
barang, habis ini air. Karena menurut
standar FAO, air di dalam bendungan
idealnya minimal 60% dari kapasitasnya.
Tetapi di Malaysia sudah banyak yang di
bawah 60%.
Bahkan bentar lagi bakal turun terus ke
30%. Ini sangat mengkhawatirkan, Guys.
Dan asal teman-teman tahu, kalau terus
menurun cadangan air di Malaysia,
artinya Teman-teman harus siap akan ada
pembatasan distribusi air khususnya
kepada para petani yang ada di Malaysia.
So, kalau kamu menjadi petani di
Malaysia harus siap-siap puasa air,
harus siap-siap gagal panen, harus
siap-siap tambah miskin kalau negara
tidak segera turut campur dari detik
ini. Memperbaiki saluran irigasi, kasih
bantuan pompa air, perbanyak
daerah-daerah resapan air. Dan banyak
sebetulnya yang bisa dilakukan selain
jawab, "Enggak tahu. Besok mau krisis
pangan, apa yang harus kita lakukan?"
Enggak tahu. Enak banget lu sabu-sabu
lu. Memang Menteri Pertanian Malaysia
ini agak lain, Guys. Tapi ya sudahlah
menurut Malayel ya. Ya, pemerintahan
Malaysia juga ada persiapan nih
menyambut krisis air ini di masa depan
yang bumi bakal makin panas. Apa yang
mereka lakukan? Ya, mereka baru aja
bikin pengadaan senilai 3,2 triliun
untuk membantu meningkatkan suplai air
ke daerah-daerah pertanian yang ada di
Malaysia. Dan gua yakin ini pasti gagal.
Gua garansi. Kenapa? Nanti gua kasih
tahu 3 bulan lagi alasannya kenapa. Tapi
salah satu hal yang mau gua garis bawah
di sini, kenapa gua berulang kali bilang
ya pentingnya soal sembada pangan,
pentingnya punya menteri yang ahli di
bidangnya. Karena lu tahu negara Iran
detik-detik ini lu tahunya mereka negara
yang canggih, sibuk main
perang-perangan, tembak-tembakan sama
Israel, kirim-kirim rudal, roket antar
benua, antar galaksi. Tetapi hari ini
apa yang terjadi di Iran? Mereka krisis
air, Guys. Bahkan ratusan orang mati
setiap hari karena tidak bisa minum. Lu
lihat ini di layer kaca kering kerontang
Iran. Tapi apa yang dilakukan? Sibuk
main tembak-tembakan. Sibuk bikin rudal
aja. Tembak sana, tembak sini. Padahal
lagi krisis parah nih di Iran. Sedih
banget gua ngelihatnya. Ini betul-betul
ngeri sih bencana dunia nih. Kalau
seandainya air hilang dari planet bumi
dan krisis air yang terjadi di Iran. Ya,
gua juga bingung ya, kenapa negaranya
enggak segera ambil teknologi atau beli
teknologi buat mengolah air laut menjadi
air bersih. Padahal mereka bisa lakukan
itu kalau mau beli teknologinya ada di
Israel. Tapi kok dia enggak mau yang
mereka lakukan malah duitnya dipakai
buat belanja alat-alat perang. Tapi ya
sudahlah, Iran juga punya logika
berpikirnya sendiri. Tetapi yang dia
hadapi di depan adalah krisis air
terburuk dalam 60 tahun terakhir. Jadi
buat teman-teman di Malaysia, lu harus
bersiap, lu harus ready kalau air hilang
dari negara lu. Udah tahu yang bakal
teriak-teriak bukan cuma petani,
ujung-ujungnya orang di kota juga bakal
mati. Ngeri loh. Manusia itu bisa
bertahan hidup tanpa makanan ya. 1 bulan
juga enggak masalah. Tapi kalau tanpa
air, coba lu bayangkan betapa ngerinya
kita hidup di negara yang tidak
memikirkan rakyatnya, Guys. Ngeri loh.
Jadi, Teman-teman enggak usah heran ya
kalau sekarang hari-hari belakangan ini
Malaysia lagi panik, lagi galau, dan
mereka sampai ngemis-ngemis beras ke
Indonesia. Loh, gila sih. Menurut lu
gimana nih, Guys? Kita harus bantuin
mereka apa enggak, ya? Lu tega lihat
tetangga kita itu menderita, mati
bergelimpangan karena gak bisa makan
lagi. Tega lu, Guys. Menurut lu gimana
sih yang harusnya dilakukan oleh
republik kita? Ya, apakah kita harus
segera sewa helikopter lalu bagi-bagi
beras dari udara, lempar-lemparin ke
bawah supaya mereka tidak mati di bawah
itu? Kan lu kasihan dong harusnya
melihat mereka. Atau sebetulnya
sebaiknya kita jangan kasih, Guys. Kita
prioritaskan dong rakyat kita sendiri.
Bentar lagi bakal terjadi kekeringan
yang luar biasa. Masa kita malah asyik
lindungin negara orang. Lebih baik kita
jaga dong cadangan beras kita sendiri.
Lu setuju enggak dengan itu? Atau ya
kita bagi-bagi aja ke negara tetangga
Malaysia kita. Atau yang lebih hebat
lagi nih, Guys, jangan-jangan kita
mendingan kita kirim aja petani-petani
dari Indonesia untuk bercocok tanam di
Malaysia. Seperti Indonesia dulu kan
ngirim guru-gurunya ke Malaysia untuk
mengedukasi Malaysia supaya tidak jadi
hama di dunia ini. Supaya mereka jadi
manusia seutuhnya, supaya mereka bisa
hidup hidup menggunakan otaknya. Nah,
sekarang mereka butuh bantuan, Guys.
Gimana kalau kita kirim petani-petani
kita untuk membantu rakyat Malaysia dari
keterpurukan ini, Guys? Lu setuju
enggak, Guys, kalau kita bikin program
pengiriman petani ke Malaysia? Save
Malaysia. Save Malaysia, save Malaysia.
Itu slogannya, Guys. Petani Indonesia
menyelamatkan Malaysia. Lu setuju
enggak? Dan menurut lu, keputusan apa
yang bakal diambil oleh Menteri Amran?
ya, menteri favorit kita ini ya. Apakah
dia akan bertahan melindungi kepentingan
bangsa ini, melindungi rakyat Indonesia
dan tetap memprioritaskan swasembah
panganan, tapi musuhnya juga banyak.
Pasti mafia-mafia beras, mafia-mafia
impor tuh enggak bakal diam aja tuh,
Guys. Nah, tapi lu bayangkan ya kalau
seandainya Indonesia berhasil suasembada
pangan dan yang terbesar untuk pertama
kalinya sepanjang sejarah republik ini,
menurut lu siapa aja nih yang bakal
diuntungkan selain petani loh? Menurut
lu emiten-emiten apa yang juga bakal
tersenyum melihat hal ini? Lu penasaran
enggak sih? Anyway, gimana kalau kita
langsung tanya aja ya sama Menteri
Pertanian Indonesia, Andi Amran, lu
setuju enggak kalau kita undang aja
Menteri Pertanian kita podcast bareng
Benix? Kalau lu setuju, tolong dong lu
bantu gua nanya. Lu punya pertanyaan
enggak? Apapun itu, saran, kritik,
masukan, apapun lu tulis di sini. 10
pertanyaan lu yang menjadi top comment
like-nya paling banyak bakal kita
tanyain langsung, Guys, ke orangnya.
Setuju enggak lu kalau kita undang
Menteri Pertanian Andi Amran ke
podcastnya Benix? Kalau lu setuju,
segera pencet like di video ini. Begitu
mencapai 24.000 likes, kita bakal
langsung undang Menteri Pertanian paling
hebat sepanjang masa, Mr. Andi Amran ke
podcastnya Benix dan kita bacain
pertanyaan kamu langsung di depan
orangnya. Oke, guys. Semoga video ini
bermanfaat. Ditunggu pandangan kalian,
pendapat kalian seperti apa, dan
pertanyaan kalian buat Menteri Amran apa
aja langsung tulis di bawah ini. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:37 UTC
Categories
Manage