Transcript
4DsrvOc9h4g • AUSTRALIA PANIC! Hurry to join forces with Prabowo before Russian military bases enter Papua!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0504_4DsrvOc9h4g.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Ternyata
bukan cuma Malaysia lu yang hobi
ngemis-ngemis sama Indonesia. Bahkan
sampai memohon dengan sangat supaya kita
kasih makan mereka, supaya kita mau
kirim beras kita ke Malaysia. Ternyata
ada negara lain yang hari ini secara
resmi ngemis-ngemis juga ke Indonesia
meminta supaya Indonesia kerja sama sama
mereka. Negaranya apa? Australia, Guys.
Jadi, Australia itu memohon-mohon sama
Indonesia supaya kita tidak kerja sama
dengan Rusia.
Australes
based on friendship trust.
Wah, ada apa nih memangnya, Guys? Kenapa
tiba-tiba Australia jilat pantat
Indonesia, ya? Tumben nih dulu senangnya
ngebom nih, ngerusuh nih, merusak nih,
bahkan sampai memecah belah Papua dan
Timor Leste. Tapi kok mendadak mereka
tiba-tiba mengemis minta kita kerja sama
dengan mereka, minta kita musuhan dengan
Rusia. Ada apa ini guys? So, kalau lu
penasaran, lu jangan skip dong videonya.
Let's check this out.
Jadi, guys, sebelum kita bahas lebih
detail tentang Australia ini ada apa,
gua mau bahas dulu flashback ke zaman
dulu, ya. Gua udah pernah bahas kalau
Rusia pernah meminta kepada Indonesia
supaya mengizinkan mereka membangun
pangkalan militer di biak Papua. Jadi
Rusia itu punya cita-cita menyelamatkan
Indonesia dari tekanan negara-negara
barat dengan membangun pangkalan militer
di Papua, Guys. Khususnya di daerah
Biak. Jadi, Teman-teman mungkin sudah
pernah dengar ini juga. Bahkan ini
membuat kehebohan karena Rusia punya
niat menyaingi pangkalan militer Amerika
Serikat yang sangat besar di Darwin,
Australia dan di Pulau Guam ini ada di
Pasifik. Bahkan BBC aja sampai kaget.
BBC itu sampai kirim intel ke sana buat
ngecek Rusia mau naruh pesawat
militernya di pulau Papua. Ya, tentu
tujuannya bukan buat bisnis nasi uduk
dan lontong sayur ya di sana, tapi
tujuannya Rusia menurut BBC ya untuk
menghadapi basis-basis militer Amerika
Serikat di wilayah Pasifik dan Samudera
Hindia, Guys. Jadi dari situ sudah
jelaslah konteksnya si konteks militer,
Guys. Dan wajar sih sebetulnya kenapa
yang bikin berita juga BBC. BBC Inggris
sekutunya NATO, sekutunya Amerika
Serikat. Wajar kalau mereka ketakutan.
Kenapa? Karena kalau sampai Rusia bisa
bangun pangkalan militer di Papua, wah
itu habis, Guys. Karena pangkalan itu
bisa dipakai oleh pesawat-pesawat jet
terus ya buat membawa hulu ledak nuklir.
Artinya Kanbera Sydney, Melbourne dalam
jangkauan bom nuklir Rusia, guys. Sadis
sih. Makanya mereka melakukan segala
cara supaya Rusia batal bangun pangkalan
di Papua. Ya, jelas aja siapa yang
pengin lihat senjata nuklir ada di
halaman rumah lu. Bahkan, Guys, bukan
cuma mau bangun pangkalan militer, Rusia
ini juga punya niat baik juga karena dia
mau membangun pangkalan peluncuran
satelit di Pulau Biak. Artinya,
Indonesia bakal punya daerah yang
memiliki fasilitas peluncuran roket luar
angkasa. So, kalau besok-besok lu udah
bosan liburan judi ke Thailand atau
liburan berjudi ke Genting Malaysia, lu
ada alternatif. Sekarang lu bisa liburan
ke planet Mars, planet Neptunus. Lihat
ibu kota negara yang ada di Neptunus itu
kayak mana sekarang udah enggak sulit
kalau Rusia membangun pangkalan
peluncuran roket antariksa di Pulau
Biak. Tentunya tujuannya baiklah gua
pasti Rusia ini tujuannya tujuan damai
buat kirim satelit ke orbit bumi, Guys.
Dan Rusia enggak malu-malu dengan agenda
mereka, rencana mereka buat membuat
pusat peluncuran luar angkasa di Papua.
Jadi, ini bukan rahasia umum lagi
sebetulnya. Enggak usah gaya-gayaan deh
lu. Makanya BBC sampai kirim intel
segala macam. Soalnya Rusia udah bilang
dia mau bikin pangkalan satelit. Dan
kalau ini terjadi, lu bisa bayangkan
enggak sih dampak ekonominya? Ini gua
enggak ngomong soal si Rusia doang sih.
Kenapa penting kita punya pangkalan
militer atau pangkalan peluncuran roket
yang bisa digunakan buat siapa siia aja.
Mau buat Elon Mas di SpaceX-nya atau mau
buat Jeff Bezos dengan Blue Origin-nya
yang punya Amazon itu. By the way, dia
punya roket atau ya Virgin Company dia
juga punya program si Richard Branson
buat kirim manusia ke bulan juga tapi ya
udah collab juga perusahaannya. Tapi
yang gua mau bilang adalah lu bisa
bayangkan enggak ya seandainya betul nih
jadi nih Rusia bawa pangkalan roket itu
ke Indonesia, lu bayangin penciptaan
ekonominya guys. Untuk bikin satu
pangkalan rudal. Sori, maksud gua tujuan
damai kan ini. Sor sori guys. Untuk
membuat pangkalan peluncuran satelit
tentu tujuannya damai ya. Lu tahu enggak
biaya yang dibutuhkan itu 833
miliar. Jadi tujuan damai. Jadi yang
meluncur itu bukan roket rudal ballistik
antar negara antar benua no. ICBM no
tujuannya damai. Jadi yang meluncur
nanti bisa roketnya Falcon 9 milik
SpaceX perusahaannya Elon Musk. Lu tahu
buat bikin satu pangkalan yang bisa
meluncurkan roket ke luar angkasa,
minimal lu punya bengkel landasan
peluncuran itu harganya udah 100 juta.
Doar minimal lu ada tempat buat
modifikasi upgrade nilainya 50 juta.
Dolar minimal lu punya hanggar,
fasilitas pemprosesan horizontal dulu
sebelum vertikal meluncur. Itu aja
nilainya sekitar juta. Dolar. Lu juga
harus punya peralatan darat,
perlengkapan darat, sistem kontrol,
kontrol cuaca, kontrol udara, kontrol
lalu lintas orbit. Itu biayanya udah 100
juta. Do kalau di tootal-total biaya
investasi yang dibutuhkan minimal 250
juta. Do. Jadi total investasi yang
dibutuhkan itu 250 juta dolar tuh. Nah,
inilah yang dibikin di Cap Carnaveral,
tempat peluncuran roket yang ada di
Amerika Serikat. Si Elon meluncur dari
sana, Guys. Buat bikin satu tempat
peluncuran roket aja habis duit 4,1
triliun. Atau dengan kata lain, artinya
biak Papua dapat investasi minimal 4,1
triliun. Terus lu pasti komentar, "Kok
murah banget?" Iya, karena roketnya yang
dikirim roket-roket skala kecil,
roket-roket kelas bakwan, Guys, yang
cuma kirim satelit ke orbit. Ingat dong,
tujuannya damai. Tapi kalau lu mau
kirimnya ke planet lain, lu harus bikin
pangkalan level Starship. Lu tahu dong
film Starship Trooper atau Star Wars
mereka udah traveling antar galaxy.
Bahkan lu enggak bisa berangkat dari
bandara atau lapangan udara atau
lapangan roket kelas capcai kayak yang
tadi yang modalnya cuma 4 triliun. Lu
harus bangun pangkalan level Starship.
Untuk pangkalan level Starship yang siap
untuk perang bintang melawan alien
minimal investasinya 25 triliun. Kenapa?
Karena udah pasti lu harus bangun
infrastruktur dasar, jalan, pelabuhan,
listrik. Kenapa pakai pelabuhan? Karena
banyak lalu lintas kontainer pasti buat
impor bahan bakunya, buat rakit
fasilitasnya. Bahkan lu harus bangun
terminal LNG, oksigen cair, cryogenik,
dan fasilitas produksi di lokasinya
sendiri. Ini udah skala bandara antar
benua soalnya, Guys. Bukan bandara
benua. Ini kalau level bandara ini
bandaranya antar galaksi, Guys. Antar
planet. Makanya total investasinya
sampai Rp25 triliun. Sebetulnya murah,
Guys. Kalau lu bandingin dengan proyek
KCIC kereta cepat yang nilainya ratusan
triliun 3 abad balik modal. Ya, ini
sebenarnya jauh lebih murah dan jauh
lebih bermanfaat buat Indonesia. Karena
Indonesia jadi bisa jalan-jalan ke IKN
di Neptunus. Bukan cuma baca-baca berita
doang. Neptunus udah ada bandara baru,
Neptunus udah ada pelabuhan baru.
Enggak. Sekarang lu udah bisa traveling
ke sana naik roket kalau seandainya kita
punya, Guys. Cuman ya sayang ser000u
sayang lu tahu biak Papua itu daerah
miskin. pendapatan daerahnya mereka di
tahun 2024 aja cuman 44 miliar. Haduh,
sedih, miskin banget. Nah, karena mereka
miskin banget dan tiba-tiba di depan ada
orang yang mau invest 25 triliun,
menurut lu hal logis apa yang akan
mereka lakukan? Ya sudah pasti dong
mereka menolak rencana investasi itu. Lu
tahu kan ya orang Indonesia ini kalau
ada orang mau investasi kalau bisa
digebukin, ditakut-takutin, jangan
sampai masuk. Kalau udah teranjur masuk
apa? Kirim ormas biar keluar. Goblok.
Sori, guys. Tapi kalau orang di Papua ya
cerdas, orang di Biak ya cerdas-cerdas
ya. Mereka udah secara jelas menolak
rencana itu. Kenapa? Alasannya sih
sebetulnya sangat masuk akal. Gua bisa
pahami. Karena mereka bilang, "Lu baca
sendiri nih tulisannya di papan tulis.
Kami tidak ingin kehilangan pertanian
kami karena pelabuhan antariksa ini."
Oh, ya jelas. Jelas. Gua juga kalau jadi
mereka enggak bakal mau. Lebih asik
macul-macul daripada pergi ke bulan. Ya
enggak enak dong. Lagi asik macul-macul
tiba-tiba lu diculik pergi ke luar
angkasa. Kata siapa ini projject enak?
Enggak enak. Gua pun takut kalau jadi
mereka enggak bisa lagi menjalankan hobi
macul-macul itu. Makanya mereka juga
alasannya logis. Kenapa lu menolak duit
25 triliun? Karena mereka tidak makan
satelit, Guys. Satelit itu kan besi
aluminium. Lu enggak bisa makan itu?
Kami tidak makan satelit, kata mereka.
Ya, jelas. Jelas. Mereka itu makannya
apa? Talas ikan dari laut. Itu cara
hidup mereka dari generasi ke generasi.
Jadi ini udah ribuan tahun mereka punya
budaya itu ya. Mereka enggak mau ganti
budaya jadi makan besi seperti Superman
atau makan satelit. Nanti berubah dia
jadi Galactus, Guys. Jadi Fantastic 4.
Makanya gua juga ketika mendengar berita
ini, gua merasa respect gua, gua salut
gua ke tingkat yang tertinggi. Bahwa
orang Indonesia yang punya pemikiran
sedemikian advance-nya bahwa makan
satelit itu tidak sehat bagi kesehatan.
Bahkan begitu teguh pendiriannya dia
sampai ngancam Ilon Mas. Eh, lu beritahu
Ilon Mas, itulah pendirian kami rakyat
biak di Papua. Wah, ini sih the best,
Guys. Begitu gua ngelihat ini, wah kalau
semua orang Indonesia punya pemikiran
seperti ini, udah jelas nih perang dunia
3 pemenangnya siapa, ya. Salut gua asli.
Luar biasa, Guys. Nah, makanya lu jangan
heran. Bentar guys, bentar guys sebelum
kita lanjut videonya. Halo goodis guys.
Teman-teman investor Benix Investor
Summit 2025 akan segera diselenggarakan
di bulan Desember 2025 di Swiss Bell
Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin
segera diskusi, ketemu dan interaksi
langsung ya karena kita bakal membahas
tiga sektor penting. Yang pertama
terkait energi, yang kedua terkait
bisnis logistik, dan yang ketiga ada
sektor spesial nih dengan pembicara yang
spesial juga karena ya cuannya gede
banget nih guys. Nah, buat lu yang
penasaran dan pengin segera ikutan di
event acara offline spesial Benix cuman
ada 1 tahun sekali yang namanya Benix
Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar
sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan
ingat, kursinya juga terbatas karena
cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi
yang kita sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi,
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di
YouTube sendiri kan lebih apa ya ee
pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah
ini.
Mengikuti BIC investor Samet ini setelah
dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa
kalau kita bisa memahami fundamental
atas perusahaan dan forecast untuk
perusahaan ke depannya kita pasti dapat
akan mendapatkan hasil yang jauh lebih
baik. Dan itu yang saya rasakan selama
setahun ini. Dan saya harapin kalau e
untuk Benik Investor Summit 2025
diadakan, saya pasti akan ikut lagi.
Salam cuan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. Kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye. Nah, makanya lu jangan
heran kenapa gua bilang rakyat biak itu
sangat revolusioner, sangat canggih,
sangat cerdas. Karena memang kalau lu
mengerti makroekonomi yang dibilang oleh
kepala suku di biak itu betul-betul
akurat. Ada dampak negatif juga, bukan
cuma positif. Orang tambah cerdas,
investasi masuk, bangun pelabuhan,
bangun jalan raya, bangun listrik,
bangun internet. Kalau terjadi investasi
asing masuk untuk buka pangkalan
peluncuran roket. Bukan cuma dampak
positif doang, ada memang dampak
negatifnya, Guys. Kenapa? Karena kalau
makin banyak investor asing yang masuk,
yang terjadi apa di sana? Inflasi, Guys,
di biak akan terjadi lonjakan biaya
hidup. Lu bayangin harga properti bakal
naik kayak roket. Sebelumnya harga tanah
Rp50.000 R000 per me. Begitu Ilonmas
masuk buka pangkalan, harga tanah bisa
R00 juta per me. Kenapa? Ya karena harga
properti udah pasti makin mahal. Orang
rebutan buat investasi di sana. Kalau
sampai bikin pangkalan, lu bayangin ya,
bandara internasional aja bisa membawa
investasi menghidupi begitu banyak
wartek. Apalagi bandara antar galaksi,
guys. Starship Port yang ada di biak.
Begitu masuk, bakal banyak masuk
personel tentara militer asing. Bakal
banyak masuk expart-ekart insinyur
enginer. Tentu dengan daya beli yang
tinggi dengan gaji yang mahal. Akibatnya
apa? Akan terjadi lonjakan harga
kontrakan di biak. Gua enggak tega lihat
kos-kosan di biak yang sebelumnya
Rp500.000 sebulan gara-gara ada exp
banjir masuk biak, harga kos-kosan naik.
Jadi Rp50 juta sebulan. Lu tega melihat
itu terjadi di biak. Harga tanah naik
100 kali lipat. Lu tega akibatnya kan
bisa memberatkan penduduk asli. Di
sinilah gua melihat wah brilian juga ya.
Mereka sudah menganalisis makroekonomi
biak sampai 200 tahun ke depan. Dan
bukan cuma soal properti, Guys. Lu harus
pikir inflasi barang dan jasa juga di
biak. Kalau sampai ada pembangunan
pangkalan peluncuran roket antar galaksi
di biak yang terjadi apa? bakal banyak
permintaan bahan baku makanan, beras,
obat-obatan, pisang, sagu, tepung dari
pangkalan-pangkalan militer ini kalau
dipakai militer Rusia atau dari
perusahaan-perusahaan swasta kalau
dipakai Elonmas sama Jeffos.
Ujung-ujungnya apa? Ini bisa membuat
harga barang kebutuhan pokok dan jasa
lokal itu meningkat. Ujung-ujungnya
rakyat lokal enggak bisa lagi belanja
karena semua orang rebutan jualan beras
ke Ilonmas. Semua orang rebutan jualan
bawang putih ke Ilonmas. Akibatnya
masyarakat umum tidak kebagian bawang
putih. Betul juga ya. Dan lu bayangkan
kalau seandainya benar-benar militer
Rusia berhasil bangun pangkalan di situ,
apa yang terjadi? Ekonomi lokal
terdistorsi. Biasanya mereka dapat
penghidupan dari hasil melaut. Sekarang
mereka bakal bergantung dengan belanja
militer Rusia alias APBN Rusia. Artinya
kalau APBN Rusia berkurang, belanja
militer dia pasti ikut berkurang.
Akibatnya belanja dibiak berkurang.
Akibatnya rakyat dibiak ekonominya
turun. Jadi tool yang dipilih sama
kepala suku pangkalan tersebut sebaiknya
ditutup, sebaiknya jangan dibangun
karena bisa terjadi keruntuhan ekonomi
mendadak kalau APBN Rusia terganggu,
kalau budget militer mereka berkurang,
Guys. Tapi sebetulnya ada alternatiraf
lain kenapa harus Rusia kan masih ada
juga negara super power kayak India gitu
misalnya kan atau Cina atau ya invite
perusahaan swasta lah ya kayak Jeff
Bezos sama Elon Mask. Tapi ya udahlah,
memang betul juga kata orang-orang Papua
ini memang lu harus lihat potensi ke
depan, lu harus lihat situasi
makroekonomi biak yang bisa terganggu
dengan adanya investasi asing yang
nilainya sangat besar ini, Guys. Karena
ya mau enggak mau ini bisa mengganggu
sektor lain juga. Soalnya kan kalau
semua pelaku usaha UMKM di Biak itu
fokusnya melayani pangkalan ini kan
artinya sumber daya dan perhatian
pengembangan sektor ekonomi di biak itu
bisa ketinggalan. Akibatnya gak ada lagi
orang mau jadi nelayan. Mendingan gua
kerja di pangkalan militer, mendingan
gua kerja di perusahaan roket. Dah gak
ada lagi orang mau jadi macul macul
tanah, enggak ada lagi yang mau
membangun sektor pariwisata. Kan jadi
sedih. Iyalah, gua aja begitu melihat
itu gua jadi sadar ternyata betul
saudara-saudara kita di sana untuk
menolak investasi asing itu, Guys. Jadi
kalau dari situ sudah lihatlah bahwa
memang Australia ini hebat bisnis
propagandanya, Guys. Berkolaborasi
dengan media-media asing sehingga ya
membuat rakyat itu panik. Bahkan
media-media Indonesia ya tentu juga
dimiliki oleh ant-antk asing dan pada
LSMLSM bisa kompak menolak rencana
investasi Rusia, menolak rencana
investasi Elon Mas and the Geng. Mereka
ketakutan mendengar akan adanya
pembangunan pusat peluncuran roket antar
galaksi ini. Dan ini sampai mengguncang
pemerintahan Australia. Sampai Perdana
Menteri Australia aja ketakutan dia bisa
jatuh karena lagi ada pemilu. Kenapa dia
bisa jatuh? Karena rakyat-rakyat di
Australia ketakutan mendengar berita
dari Rusia itu. Padahal belum tentu
benar juga. Bisa juga itu memang
diarahkan sama BBC Inggris juga
sekutunya Australia supaya ya dia lagi
dia lagi yang menang. Jadi rakyat
dibikin takut, rakyat dibikin panik
supaya dicoblos orang yang sama. Dan
memang itu menjadi kepanikan. Jadi isu
besar, Guys, di Australia. Bahkan hampir
jatuh pemerintahan Albanis soalnya
rakyat jadi takut. Lu berarti gagal jadi
perdana menteri kok bisa-bisanya ada
investor asing masuk ke Indonesia ke
Papua? Padahal aku kan sudah tahu Papua
itu ya kepentingannya Sekutu,
kepentingannya NATO, kepentingannya
Austral. Kok bisa-bisanya lolos ada
investor asing masuk Indonesia? rugi
dong Australia gitu, Guys. Dia sampai
panik akibatnya dia kirim tim buat
negosiasi ke Jakarta. Bahkan lu tahu ya,
ini ada pernyataan resmi nih dari
Perdana Menteri Australia. Kami jelas
tidak ingin melihat pengaruh Rusia di
kawasan kami. Itu bukan gue yang bilang
itu Austral bisa-bisanya mendikte
Indonesia. Kami jelas tidak ingin
melihat pengaruh Rusia di kawasan kami.
Gila, benar-benar Australia ni udah
ngasih komando, dia udah ngasih perintah
nih. Betul-betul Indonesia sepertinya
harus melayani kepentingannya si
Australia nih. Makanya lu jangan heran
begitu pentingnya Papua buat Australia.
Australia langsung gerak cepat, Guys.
Dia langsung mengejar-ngejar Indonesia
untuk bikin kerja sama baru di bidang
pertahanan tanggal 13 November kemarin.
Nah, kerja sama ini betul-betul
strategik sih karena kerja sama ini
disebut mirip dengan traktat NATO. Jadi,
kalau ada salah satu anggota perjanjian
ini diserang, maka negara lain wajib
membela karena serangannya dianggap juga
sama menyerang negara tersebut walaupun
negaranya enggak diserang. Jadi,
contohnya gini, Indonesia sudah
tantangan sama Australia. Indonesia
tiba-tiba besok dibom sama Filipina.
Nah, Australia wajib bantuin kita. Nah,
begituun sebaliknya, Guys. Ketika
Australia dibom sama Malaysia, ya
Indonesia harus belain Australia juga
menyerang Malaysia. Nah, menurut lu itu
menguntungkan atau merugikan sih buat
Indonesia buat tanda tangan itu? Lu bisa
kasih pendapat lu gimana sih, Guys?
Kenapa? Karena sebetulnya peresmian
perjanjian ini bakal benar-benar
ditandatangani kedua belah negara itu di
bulan Januari 2026. Tapi ini kode keras
nih. Bukan artinya ya peluang Rusia buat
invest di biak Papua itu tertutup.
Enggak. Tapi ini kode keras bahwa kalau
Rusia lu serius nih mau invest di Papua,
ini adalah momen-momennya lu cuma punya
waktu 2 bulan nih buat invest
betul-betul ya buat tujuan damai lah ya.
Eh kirimin satelit ke orbit. Lu punya
deadline sampai Januari 2026? Karena
itulah deadline untuk tanda tangan sama
Australia, Guys. By the way, buat
teman-teman yang masih muda atau yang
sudah tua tapi pikun, sebetulnya kita
sudah pernah tanda tangan perjanjian
keamanan dengan Australia di tahun 1995
di Lombok nih. Namanya perjanjian
Lombok. Tapi perjanjian kita di tahun
1995 daerahnya Soeharto itu putus,
pecah, batal karena masalah Timur. Tentu
teman-teman enggak lupa dong kita dulu
punya provinsi namanya Timor Timur yang
kemudian merdeka menjadi Timor Leste
atau sekarang disebut sebagai Istimor.
Kenapa bisa pecah? Tentu karena ada
asing Australia masuk cawe-cawe mengadu
domba Indonesia dengan rakyat di
Timur-timur sehingga kemudian terjadi
perpecahan. Tapi apakah cuma itu doang
visi- misi mereka membawa demokrasi ke
tanah Timorteleste? Tentu tidak. Karena
Australia tahu di Timor Timur ada
cadangan minyak lepas pantai yang
bernilai sangat besar. Nilainya setara
50 miliar dolar, Guys. Alias 833
triliun. Gila enggak sih? R33
triliun. Inilah juru selamatnya
Australia. Luar biasa ya Australia punya
visi misi jangka panjang ya. Lu pernah
pikir enggak kalau hari ini dia berhasil
caplok Timor Lese, next dia bakal caplok
mana lagi nih guys? But anyway, kita
udah sampai di akhir video, Guys.
Kesimpulannya apa? Kalau menurut kalian
jujur aja nih, gua mau nanya. Lu lebih
memilih Indonesia join pertahanan dengan
Australia atau sebaiknya kita bersahabat
dengan Rusia? Karena jujur aja sama
Australia kita punya masa lalu yang
pahit. Mereka berkhianat, mereka tusuk
kita dari belakang. So, kalau lu pilih
yang mana, Guys? Lebih baik Indonesia
tambah mesra sama Australia atau
Indonesia tambah mesra sama Rusia? Dan
lu tahu enggak kalau di belakang layar
ini agen-agen Australia udah mulai
membanjiri Indonesia karena detik-detik
bulan Januari itu semakin dekat. Dan
sejujurnya, lu percaya enggak sih kalau
Indonesia tanda tangan perjanjian ini
dengan Australia dan Indonesia ternyata
benar-benar diserang sama negara lain,
sejujurnya lu yakin enggak? Lu percaya
enggak Australia itu bakal bantuin kita,
Guys, kalau Indonesia diserang negara
lain? Kalau Rusia, gua pada pernah lihat
sih waktu India diserang sama Cina,
Rusia turun bantuin India. real Rusia
bantuin. Nah, kalau Australia kita bikin
fakta pertahanan sekuat NATO bersama
Australia, menurut lu Australia bakal
bantuin kita ggak sih? Bakal belain kita
enggak sih kalau kita diserang negara
lain? Tulis pandangan kalian seperti
apa? Ditunggu komentar kalian. Semoga
video ini bermanfaat. Salam sehat, salam
cuan. Bye bye.
[Musik]