Transcript
4DsrvOc9h4g • AUSTRALIA PANIC! Hurry to join forces with Prabowo before Russian military bases enter Papua!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0504_4DsrvOc9h4g.txt
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. Ternyata bukan cuma Malaysia lu yang hobi ngemis-ngemis sama Indonesia. Bahkan sampai memohon dengan sangat supaya kita kasih makan mereka, supaya kita mau kirim beras kita ke Malaysia. Ternyata ada negara lain yang hari ini secara resmi ngemis-ngemis juga ke Indonesia meminta supaya Indonesia kerja sama sama mereka. Negaranya apa? Australia, Guys. Jadi, Australia itu memohon-mohon sama Indonesia supaya kita tidak kerja sama dengan Rusia. Australes based on friendship trust. Wah, ada apa nih memangnya, Guys? Kenapa tiba-tiba Australia jilat pantat Indonesia, ya? Tumben nih dulu senangnya ngebom nih, ngerusuh nih, merusak nih, bahkan sampai memecah belah Papua dan Timor Leste. Tapi kok mendadak mereka tiba-tiba mengemis minta kita kerja sama dengan mereka, minta kita musuhan dengan Rusia. Ada apa ini guys? So, kalau lu penasaran, lu jangan skip dong videonya. Let's check this out. Jadi, guys, sebelum kita bahas lebih detail tentang Australia ini ada apa, gua mau bahas dulu flashback ke zaman dulu, ya. Gua udah pernah bahas kalau Rusia pernah meminta kepada Indonesia supaya mengizinkan mereka membangun pangkalan militer di biak Papua. Jadi Rusia itu punya cita-cita menyelamatkan Indonesia dari tekanan negara-negara barat dengan membangun pangkalan militer di Papua, Guys. Khususnya di daerah Biak. Jadi, Teman-teman mungkin sudah pernah dengar ini juga. Bahkan ini membuat kehebohan karena Rusia punya niat menyaingi pangkalan militer Amerika Serikat yang sangat besar di Darwin, Australia dan di Pulau Guam ini ada di Pasifik. Bahkan BBC aja sampai kaget. BBC itu sampai kirim intel ke sana buat ngecek Rusia mau naruh pesawat militernya di pulau Papua. Ya, tentu tujuannya bukan buat bisnis nasi uduk dan lontong sayur ya di sana, tapi tujuannya Rusia menurut BBC ya untuk menghadapi basis-basis militer Amerika Serikat di wilayah Pasifik dan Samudera Hindia, Guys. Jadi dari situ sudah jelaslah konteksnya si konteks militer, Guys. Dan wajar sih sebetulnya kenapa yang bikin berita juga BBC. BBC Inggris sekutunya NATO, sekutunya Amerika Serikat. Wajar kalau mereka ketakutan. Kenapa? Karena kalau sampai Rusia bisa bangun pangkalan militer di Papua, wah itu habis, Guys. Karena pangkalan itu bisa dipakai oleh pesawat-pesawat jet terus ya buat membawa hulu ledak nuklir. Artinya Kanbera Sydney, Melbourne dalam jangkauan bom nuklir Rusia, guys. Sadis sih. Makanya mereka melakukan segala cara supaya Rusia batal bangun pangkalan di Papua. Ya, jelas aja siapa yang pengin lihat senjata nuklir ada di halaman rumah lu. Bahkan, Guys, bukan cuma mau bangun pangkalan militer, Rusia ini juga punya niat baik juga karena dia mau membangun pangkalan peluncuran satelit di Pulau Biak. Artinya, Indonesia bakal punya daerah yang memiliki fasilitas peluncuran roket luar angkasa. So, kalau besok-besok lu udah bosan liburan judi ke Thailand atau liburan berjudi ke Genting Malaysia, lu ada alternatif. Sekarang lu bisa liburan ke planet Mars, planet Neptunus. Lihat ibu kota negara yang ada di Neptunus itu kayak mana sekarang udah enggak sulit kalau Rusia membangun pangkalan peluncuran roket antariksa di Pulau Biak. Tentunya tujuannya baiklah gua pasti Rusia ini tujuannya tujuan damai buat kirim satelit ke orbit bumi, Guys. Dan Rusia enggak malu-malu dengan agenda mereka, rencana mereka buat membuat pusat peluncuran luar angkasa di Papua. Jadi, ini bukan rahasia umum lagi sebetulnya. Enggak usah gaya-gayaan deh lu. Makanya BBC sampai kirim intel segala macam. Soalnya Rusia udah bilang dia mau bikin pangkalan satelit. Dan kalau ini terjadi, lu bisa bayangkan enggak sih dampak ekonominya? Ini gua enggak ngomong soal si Rusia doang sih. Kenapa penting kita punya pangkalan militer atau pangkalan peluncuran roket yang bisa digunakan buat siapa siia aja. Mau buat Elon Mas di SpaceX-nya atau mau buat Jeff Bezos dengan Blue Origin-nya yang punya Amazon itu. By the way, dia punya roket atau ya Virgin Company dia juga punya program si Richard Branson buat kirim manusia ke bulan juga tapi ya udah collab juga perusahaannya. Tapi yang gua mau bilang adalah lu bisa bayangkan enggak ya seandainya betul nih jadi nih Rusia bawa pangkalan roket itu ke Indonesia, lu bayangin penciptaan ekonominya guys. Untuk bikin satu pangkalan rudal. Sori, maksud gua tujuan damai kan ini. Sor sori guys. Untuk membuat pangkalan peluncuran satelit tentu tujuannya damai ya. Lu tahu enggak biaya yang dibutuhkan itu 833 miliar. Jadi tujuan damai. Jadi yang meluncur itu bukan roket rudal ballistik antar negara antar benua no. ICBM no tujuannya damai. Jadi yang meluncur nanti bisa roketnya Falcon 9 milik SpaceX perusahaannya Elon Musk. Lu tahu buat bikin satu pangkalan yang bisa meluncurkan roket ke luar angkasa, minimal lu punya bengkel landasan peluncuran itu harganya udah 100 juta. Doar minimal lu ada tempat buat modifikasi upgrade nilainya 50 juta. Dolar minimal lu punya hanggar, fasilitas pemprosesan horizontal dulu sebelum vertikal meluncur. Itu aja nilainya sekitar juta. Dolar. Lu juga harus punya peralatan darat, perlengkapan darat, sistem kontrol, kontrol cuaca, kontrol udara, kontrol lalu lintas orbit. Itu biayanya udah 100 juta. Do kalau di tootal-total biaya investasi yang dibutuhkan minimal 250 juta. Do. Jadi total investasi yang dibutuhkan itu 250 juta dolar tuh. Nah, inilah yang dibikin di Cap Carnaveral, tempat peluncuran roket yang ada di Amerika Serikat. Si Elon meluncur dari sana, Guys. Buat bikin satu tempat peluncuran roket aja habis duit 4,1 triliun. Atau dengan kata lain, artinya biak Papua dapat investasi minimal 4,1 triliun. Terus lu pasti komentar, "Kok murah banget?" Iya, karena roketnya yang dikirim roket-roket skala kecil, roket-roket kelas bakwan, Guys, yang cuma kirim satelit ke orbit. Ingat dong, tujuannya damai. Tapi kalau lu mau kirimnya ke planet lain, lu harus bikin pangkalan level Starship. Lu tahu dong film Starship Trooper atau Star Wars mereka udah traveling antar galaxy. Bahkan lu enggak bisa berangkat dari bandara atau lapangan udara atau lapangan roket kelas capcai kayak yang tadi yang modalnya cuma 4 triliun. Lu harus bangun pangkalan level Starship. Untuk pangkalan level Starship yang siap untuk perang bintang melawan alien minimal investasinya 25 triliun. Kenapa? Karena udah pasti lu harus bangun infrastruktur dasar, jalan, pelabuhan, listrik. Kenapa pakai pelabuhan? Karena banyak lalu lintas kontainer pasti buat impor bahan bakunya, buat rakit fasilitasnya. Bahkan lu harus bangun terminal LNG, oksigen cair, cryogenik, dan fasilitas produksi di lokasinya sendiri. Ini udah skala bandara antar benua soalnya, Guys. Bukan bandara benua. Ini kalau level bandara ini bandaranya antar galaksi, Guys. Antar planet. Makanya total investasinya sampai Rp25 triliun. Sebetulnya murah, Guys. Kalau lu bandingin dengan proyek KCIC kereta cepat yang nilainya ratusan triliun 3 abad balik modal. Ya, ini sebenarnya jauh lebih murah dan jauh lebih bermanfaat buat Indonesia. Karena Indonesia jadi bisa jalan-jalan ke IKN di Neptunus. Bukan cuma baca-baca berita doang. Neptunus udah ada bandara baru, Neptunus udah ada pelabuhan baru. Enggak. Sekarang lu udah bisa traveling ke sana naik roket kalau seandainya kita punya, Guys. Cuman ya sayang ser000u sayang lu tahu biak Papua itu daerah miskin. pendapatan daerahnya mereka di tahun 2024 aja cuman 44 miliar. Haduh, sedih, miskin banget. Nah, karena mereka miskin banget dan tiba-tiba di depan ada orang yang mau invest 25 triliun, menurut lu hal logis apa yang akan mereka lakukan? Ya sudah pasti dong mereka menolak rencana investasi itu. Lu tahu kan ya orang Indonesia ini kalau ada orang mau investasi kalau bisa digebukin, ditakut-takutin, jangan sampai masuk. Kalau udah teranjur masuk apa? Kirim ormas biar keluar. Goblok. Sori, guys. Tapi kalau orang di Papua ya cerdas, orang di Biak ya cerdas-cerdas ya. Mereka udah secara jelas menolak rencana itu. Kenapa? Alasannya sih sebetulnya sangat masuk akal. Gua bisa pahami. Karena mereka bilang, "Lu baca sendiri nih tulisannya di papan tulis. Kami tidak ingin kehilangan pertanian kami karena pelabuhan antariksa ini." Oh, ya jelas. Jelas. Gua juga kalau jadi mereka enggak bakal mau. Lebih asik macul-macul daripada pergi ke bulan. Ya enggak enak dong. Lagi asik macul-macul tiba-tiba lu diculik pergi ke luar angkasa. Kata siapa ini projject enak? Enggak enak. Gua pun takut kalau jadi mereka enggak bisa lagi menjalankan hobi macul-macul itu. Makanya mereka juga alasannya logis. Kenapa lu menolak duit 25 triliun? Karena mereka tidak makan satelit, Guys. Satelit itu kan besi aluminium. Lu enggak bisa makan itu? Kami tidak makan satelit, kata mereka. Ya, jelas. Jelas. Mereka itu makannya apa? Talas ikan dari laut. Itu cara hidup mereka dari generasi ke generasi. Jadi ini udah ribuan tahun mereka punya budaya itu ya. Mereka enggak mau ganti budaya jadi makan besi seperti Superman atau makan satelit. Nanti berubah dia jadi Galactus, Guys. Jadi Fantastic 4. Makanya gua juga ketika mendengar berita ini, gua merasa respect gua, gua salut gua ke tingkat yang tertinggi. Bahwa orang Indonesia yang punya pemikiran sedemikian advance-nya bahwa makan satelit itu tidak sehat bagi kesehatan. Bahkan begitu teguh pendiriannya dia sampai ngancam Ilon Mas. Eh, lu beritahu Ilon Mas, itulah pendirian kami rakyat biak di Papua. Wah, ini sih the best, Guys. Begitu gua ngelihat ini, wah kalau semua orang Indonesia punya pemikiran seperti ini, udah jelas nih perang dunia 3 pemenangnya siapa, ya. Salut gua asli. Luar biasa, Guys. Nah, makanya lu jangan heran. Bentar guys, bentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu dan interaksi langsung ya karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya gede banget nih guys. Nah, buat lu yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita sediakan. Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi, banyak sekali membuka wawasan baru, terutama banyak bocoran-bocoran mengenai ee kebijakan maupun emiten yang akan terbang selanjutnya. Jadi puas sekali sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya ee pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah ini. Mengikuti BIC investor Samet ini setelah dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa kalau kita bisa memahami fundamental atas perusahaan dan forecast untuk perusahaan ke depannya kita pasti dapat akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya rasakan selama setahun ini. Dan saya harapin kalau e untuk Benik Investor Summit 2025 diadakan, saya pasti akan ikut lagi. Salam cuan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025 segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. Kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Nah, makanya lu jangan heran kenapa gua bilang rakyat biak itu sangat revolusioner, sangat canggih, sangat cerdas. Karena memang kalau lu mengerti makroekonomi yang dibilang oleh kepala suku di biak itu betul-betul akurat. Ada dampak negatif juga, bukan cuma positif. Orang tambah cerdas, investasi masuk, bangun pelabuhan, bangun jalan raya, bangun listrik, bangun internet. Kalau terjadi investasi asing masuk untuk buka pangkalan peluncuran roket. Bukan cuma dampak positif doang, ada memang dampak negatifnya, Guys. Kenapa? Karena kalau makin banyak investor asing yang masuk, yang terjadi apa di sana? Inflasi, Guys, di biak akan terjadi lonjakan biaya hidup. Lu bayangin harga properti bakal naik kayak roket. Sebelumnya harga tanah Rp50.000 R000 per me. Begitu Ilonmas masuk buka pangkalan, harga tanah bisa R00 juta per me. Kenapa? Ya karena harga properti udah pasti makin mahal. Orang rebutan buat investasi di sana. Kalau sampai bikin pangkalan, lu bayangin ya, bandara internasional aja bisa membawa investasi menghidupi begitu banyak wartek. Apalagi bandara antar galaksi, guys. Starship Port yang ada di biak. Begitu masuk, bakal banyak masuk personel tentara militer asing. Bakal banyak masuk expart-ekart insinyur enginer. Tentu dengan daya beli yang tinggi dengan gaji yang mahal. Akibatnya apa? Akan terjadi lonjakan harga kontrakan di biak. Gua enggak tega lihat kos-kosan di biak yang sebelumnya Rp500.000 sebulan gara-gara ada exp banjir masuk biak, harga kos-kosan naik. Jadi Rp50 juta sebulan. Lu tega melihat itu terjadi di biak. Harga tanah naik 100 kali lipat. Lu tega akibatnya kan bisa memberatkan penduduk asli. Di sinilah gua melihat wah brilian juga ya. Mereka sudah menganalisis makroekonomi biak sampai 200 tahun ke depan. Dan bukan cuma soal properti, Guys. Lu harus pikir inflasi barang dan jasa juga di biak. Kalau sampai ada pembangunan pangkalan peluncuran roket antar galaksi di biak yang terjadi apa? bakal banyak permintaan bahan baku makanan, beras, obat-obatan, pisang, sagu, tepung dari pangkalan-pangkalan militer ini kalau dipakai militer Rusia atau dari perusahaan-perusahaan swasta kalau dipakai Elonmas sama Jeffos. Ujung-ujungnya apa? Ini bisa membuat harga barang kebutuhan pokok dan jasa lokal itu meningkat. Ujung-ujungnya rakyat lokal enggak bisa lagi belanja karena semua orang rebutan jualan beras ke Ilonmas. Semua orang rebutan jualan bawang putih ke Ilonmas. Akibatnya masyarakat umum tidak kebagian bawang putih. Betul juga ya. Dan lu bayangkan kalau seandainya benar-benar militer Rusia berhasil bangun pangkalan di situ, apa yang terjadi? Ekonomi lokal terdistorsi. Biasanya mereka dapat penghidupan dari hasil melaut. Sekarang mereka bakal bergantung dengan belanja militer Rusia alias APBN Rusia. Artinya kalau APBN Rusia berkurang, belanja militer dia pasti ikut berkurang. Akibatnya belanja dibiak berkurang. Akibatnya rakyat dibiak ekonominya turun. Jadi tool yang dipilih sama kepala suku pangkalan tersebut sebaiknya ditutup, sebaiknya jangan dibangun karena bisa terjadi keruntuhan ekonomi mendadak kalau APBN Rusia terganggu, kalau budget militer mereka berkurang, Guys. Tapi sebetulnya ada alternatiraf lain kenapa harus Rusia kan masih ada juga negara super power kayak India gitu misalnya kan atau Cina atau ya invite perusahaan swasta lah ya kayak Jeff Bezos sama Elon Mask. Tapi ya udahlah, memang betul juga kata orang-orang Papua ini memang lu harus lihat potensi ke depan, lu harus lihat situasi makroekonomi biak yang bisa terganggu dengan adanya investasi asing yang nilainya sangat besar ini, Guys. Karena ya mau enggak mau ini bisa mengganggu sektor lain juga. Soalnya kan kalau semua pelaku usaha UMKM di Biak itu fokusnya melayani pangkalan ini kan artinya sumber daya dan perhatian pengembangan sektor ekonomi di biak itu bisa ketinggalan. Akibatnya gak ada lagi orang mau jadi nelayan. Mendingan gua kerja di pangkalan militer, mendingan gua kerja di perusahaan roket. Dah gak ada lagi orang mau jadi macul macul tanah, enggak ada lagi yang mau membangun sektor pariwisata. Kan jadi sedih. Iyalah, gua aja begitu melihat itu gua jadi sadar ternyata betul saudara-saudara kita di sana untuk menolak investasi asing itu, Guys. Jadi kalau dari situ sudah lihatlah bahwa memang Australia ini hebat bisnis propagandanya, Guys. Berkolaborasi dengan media-media asing sehingga ya membuat rakyat itu panik. Bahkan media-media Indonesia ya tentu juga dimiliki oleh ant-antk asing dan pada LSMLSM bisa kompak menolak rencana investasi Rusia, menolak rencana investasi Elon Mas and the Geng. Mereka ketakutan mendengar akan adanya pembangunan pusat peluncuran roket antar galaksi ini. Dan ini sampai mengguncang pemerintahan Australia. Sampai Perdana Menteri Australia aja ketakutan dia bisa jatuh karena lagi ada pemilu. Kenapa dia bisa jatuh? Karena rakyat-rakyat di Australia ketakutan mendengar berita dari Rusia itu. Padahal belum tentu benar juga. Bisa juga itu memang diarahkan sama BBC Inggris juga sekutunya Australia supaya ya dia lagi dia lagi yang menang. Jadi rakyat dibikin takut, rakyat dibikin panik supaya dicoblos orang yang sama. Dan memang itu menjadi kepanikan. Jadi isu besar, Guys, di Australia. Bahkan hampir jatuh pemerintahan Albanis soalnya rakyat jadi takut. Lu berarti gagal jadi perdana menteri kok bisa-bisanya ada investor asing masuk ke Indonesia ke Papua? Padahal aku kan sudah tahu Papua itu ya kepentingannya Sekutu, kepentingannya NATO, kepentingannya Austral. Kok bisa-bisanya lolos ada investor asing masuk Indonesia? rugi dong Australia gitu, Guys. Dia sampai panik akibatnya dia kirim tim buat negosiasi ke Jakarta. Bahkan lu tahu ya, ini ada pernyataan resmi nih dari Perdana Menteri Australia. Kami jelas tidak ingin melihat pengaruh Rusia di kawasan kami. Itu bukan gue yang bilang itu Austral bisa-bisanya mendikte Indonesia. Kami jelas tidak ingin melihat pengaruh Rusia di kawasan kami. Gila, benar-benar Australia ni udah ngasih komando, dia udah ngasih perintah nih. Betul-betul Indonesia sepertinya harus melayani kepentingannya si Australia nih. Makanya lu jangan heran begitu pentingnya Papua buat Australia. Australia langsung gerak cepat, Guys. Dia langsung mengejar-ngejar Indonesia untuk bikin kerja sama baru di bidang pertahanan tanggal 13 November kemarin. Nah, kerja sama ini betul-betul strategik sih karena kerja sama ini disebut mirip dengan traktat NATO. Jadi, kalau ada salah satu anggota perjanjian ini diserang, maka negara lain wajib membela karena serangannya dianggap juga sama menyerang negara tersebut walaupun negaranya enggak diserang. Jadi, contohnya gini, Indonesia sudah tantangan sama Australia. Indonesia tiba-tiba besok dibom sama Filipina. Nah, Australia wajib bantuin kita. Nah, begituun sebaliknya, Guys. Ketika Australia dibom sama Malaysia, ya Indonesia harus belain Australia juga menyerang Malaysia. Nah, menurut lu itu menguntungkan atau merugikan sih buat Indonesia buat tanda tangan itu? Lu bisa kasih pendapat lu gimana sih, Guys? Kenapa? Karena sebetulnya peresmian perjanjian ini bakal benar-benar ditandatangani kedua belah negara itu di bulan Januari 2026. Tapi ini kode keras nih. Bukan artinya ya peluang Rusia buat invest di biak Papua itu tertutup. Enggak. Tapi ini kode keras bahwa kalau Rusia lu serius nih mau invest di Papua, ini adalah momen-momennya lu cuma punya waktu 2 bulan nih buat invest betul-betul ya buat tujuan damai lah ya. Eh kirimin satelit ke orbit. Lu punya deadline sampai Januari 2026? Karena itulah deadline untuk tanda tangan sama Australia, Guys. By the way, buat teman-teman yang masih muda atau yang sudah tua tapi pikun, sebetulnya kita sudah pernah tanda tangan perjanjian keamanan dengan Australia di tahun 1995 di Lombok nih. Namanya perjanjian Lombok. Tapi perjanjian kita di tahun 1995 daerahnya Soeharto itu putus, pecah, batal karena masalah Timur. Tentu teman-teman enggak lupa dong kita dulu punya provinsi namanya Timor Timur yang kemudian merdeka menjadi Timor Leste atau sekarang disebut sebagai Istimor. Kenapa bisa pecah? Tentu karena ada asing Australia masuk cawe-cawe mengadu domba Indonesia dengan rakyat di Timur-timur sehingga kemudian terjadi perpecahan. Tapi apakah cuma itu doang visi- misi mereka membawa demokrasi ke tanah Timorteleste? Tentu tidak. Karena Australia tahu di Timor Timur ada cadangan minyak lepas pantai yang bernilai sangat besar. Nilainya setara 50 miliar dolar, Guys. Alias 833 triliun. Gila enggak sih? R33 triliun. Inilah juru selamatnya Australia. Luar biasa ya Australia punya visi misi jangka panjang ya. Lu pernah pikir enggak kalau hari ini dia berhasil caplok Timor Lese, next dia bakal caplok mana lagi nih guys? But anyway, kita udah sampai di akhir video, Guys. Kesimpulannya apa? Kalau menurut kalian jujur aja nih, gua mau nanya. Lu lebih memilih Indonesia join pertahanan dengan Australia atau sebaiknya kita bersahabat dengan Rusia? Karena jujur aja sama Australia kita punya masa lalu yang pahit. Mereka berkhianat, mereka tusuk kita dari belakang. So, kalau lu pilih yang mana, Guys? Lebih baik Indonesia tambah mesra sama Australia atau Indonesia tambah mesra sama Rusia? Dan lu tahu enggak kalau di belakang layar ini agen-agen Australia udah mulai membanjiri Indonesia karena detik-detik bulan Januari itu semakin dekat. Dan sejujurnya, lu percaya enggak sih kalau Indonesia tanda tangan perjanjian ini dengan Australia dan Indonesia ternyata benar-benar diserang sama negara lain, sejujurnya lu yakin enggak? Lu percaya enggak Australia itu bakal bantuin kita, Guys, kalau Indonesia diserang negara lain? Kalau Rusia, gua pada pernah lihat sih waktu India diserang sama Cina, Rusia turun bantuin India. real Rusia bantuin. Nah, kalau Australia kita bikin fakta pertahanan sekuat NATO bersama Australia, menurut lu Australia bakal bantuin kita ggak sih? Bakal belain kita enggak sih kalau kita diserang negara lain? Tulis pandangan kalian seperti apa? Ditunggu komentar kalian. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]